Nama : Ahmad Rifan
Nim : 12030113183001
SIKLUS PEROLEHAN – PEMBELIAN DAN PENERIMAAN
Siklus perolehan mengacu pada proses tentang pembelian, penerimaan, dan pembayaran
barang dan jasa. Siklus ini biasanya disebut dengan siklus pembelian. Siklus perolehan
mencakup beberapa operasi berikut ini :
1. Menghubungi pemasok
2. Memproses permintaan
3. Membuat kesepakatan dengan pemasok untuk membeli barang atau jasa di masa
depan.
4. Menerima barang atau jasa dari pemasok
5. Mengakui Klaim atas barang dan jasa yang diterima.
6. Memilih faktur yang akan dibayarkan
7. Menulis cek.
Mendokumentasikan Proses Pembelian dan Penerimaan
Berikut ini merupakan langkah –langkah dalam mendokumentasikan proses pembelian dan
penerimaan, yaitu :
1. Identifikasi kejadian di suatu proses. Mnegidentifikasi kejadian dilakukan saat
tanggung jawab atas pemrosesan berpindah ke agen internal baru atau terdapat
perjalanan waktu yang signifikan antara satu aktivitas dengan aktivitas berikutnya.
2. Anotasi Narasi. Narasi dipisahkan menurut kejadian dan aktivitas di setiap kejadian
ditunjukkan dengan angka yang ditulis di atas.
3. Tabel arus kerja, dibuat untuk memfasilitasi pembuatan diagram aktivitas.
4. Overview Activity Diagram, menamplkan masing-masing kejadian, agen internal
yang bertanggung jawab dan arus informasi untuk kejadian-kejadian.
5. Detailed activity Diagram.
Resiko dan pengendalian dalam pembelian dan penerimaan
1. Risiko Pelaksanaan.
Kata pelaksanaan untuk mengacu pada penerimaan barang dan jasa yang sebenarnya
serta pembayaran dan penanganan uang kas. Dua sasaran pelaksanaan untuk siklus
pemerolehan adalah un tuk memastikan penerimaan barang/jasa yang tepat dan untuk
memastikan pembayaran dan penanganan uang yang tepat.
2. Risiko Pencatatan.
Menunjukkan bahwa informasi kejadian tidak ditangkap secara akurat dalam sistem
informasi perusahaan. Sebagaimana ditunjukkan sebelumnya, kejadian-kejadian di
dalam fungsi pembelian dan penerimaan meliputi membuat permintaan, pesanan
pembelian, dan menerima barang dan jasa.
3. Pengendalian atas Pembelian dan Penerimaan
Bagian ini memfokuskan pada pengendalian internal yang dapat mengurangi resiko
dalm proses tersebut. Perusahaan menstrukturkan proses perolehan dengan cara
tertentu untuk memastikan bahwa sasaran mereka dapat tercapai dan risiko-risiko
dapat diminimalisasi.
4. Jenis-jenis Pengendalian arus kerja.
Sebagian besar pengendalian arus kerja mengandalkan tanggung jawab karyawan dan
urutan-urutan aktivitas.
Pengendalian dengan menggunakan overview diagram
1. Pemisahan tugas
2. Penggunaan informasi dari kejadian sebelumnya untuk mengendaliakan aktivitas.
3. Urutan Kejadian yang diharuskan
4. Menindaklanjuti Kejadian
5. Dokumen bernomor urut
6. Pencatatan agen internal yang bertanggung jawab atas kejadian dalam suatu proses
7. Pembatasan akses ke aset dan Informasi
8. Rekonsiliasi catatan dengan bukti fisik aset
Menu aplikasi un tuk pembelian dan penerimaan
Menu pada aplikasi pembelian dan penerimaan memiliki lima bagian yaitu:
1. Memelihara pemasok, persediaan, atau karywan
2. Mencatat kejadian permintaan, pesanan pembelian atau penerimaan
3. Menampilkan/mencetak laporan
4. Query
5. Keluar
Menggunakan Aplikasi Akuntansi : Pembelian dan penerimaan
Bagian ini dimulai dengan memeriksa pemeliharaan file untuk pemasok dan persediaan,
kemudian beralih ke pencatatan data kejadian dengan urutan yang sama seperti pada menu
aplikasi.
Aplikasi Akuntansi dan Pengendalian : Mencatat Data Di Tabel Transaksi
1. Mencatat permintaan
Proses pembelian dimulai pada saat pihak yang meminta mengisi lembar formulir
permintaan. Form tersebut ditandatangani oleh penyelia.
Risiko pencatatn yang mungkin terjadi :
- Mencatat permintaan yang tidak pernah terjadi
- Permintaan tidak dicatat sama sekali, terlambat dicatat, atau tanpa sengaja dicatat
dua kali.
- Kesalahan dalam mencatat data seperti : Jenis produk, Jumlah atau harga,
pemasok, dll
2. Menyiapkan Pesanan pembelian
Setelah permintaan dicatat berikutn ya adalah tanggung jawab manajer pembelian,
apabila diterima manajer menyiapkan pesanan pembelian dengan menggunakan
aplikasi
3. Menerima Barang
Setelah barang atau jasa dipesan kejadian berikutnya dalam siklus perolehan adalah
penerimaan aktual barang tersebut. Tidak seperti kejadian permintaan dan pesanan
pembelian, menerima barang atau jasa merupakan transaksi pertukaran mencakup
risiko pelaksanaan. Selain itu terdapat resiko pencatatn bahwa transaksi mungkin
dicatat dengan todak benar.

Sia bab 9

  • 1.
    Nama : AhmadRifan Nim : 12030113183001 SIKLUS PEROLEHAN – PEMBELIAN DAN PENERIMAAN Siklus perolehan mengacu pada proses tentang pembelian, penerimaan, dan pembayaran barang dan jasa. Siklus ini biasanya disebut dengan siklus pembelian. Siklus perolehan mencakup beberapa operasi berikut ini : 1. Menghubungi pemasok 2. Memproses permintaan 3. Membuat kesepakatan dengan pemasok untuk membeli barang atau jasa di masa depan. 4. Menerima barang atau jasa dari pemasok 5. Mengakui Klaim atas barang dan jasa yang diterima. 6. Memilih faktur yang akan dibayarkan 7. Menulis cek. Mendokumentasikan Proses Pembelian dan Penerimaan Berikut ini merupakan langkah –langkah dalam mendokumentasikan proses pembelian dan penerimaan, yaitu : 1. Identifikasi kejadian di suatu proses. Mnegidentifikasi kejadian dilakukan saat tanggung jawab atas pemrosesan berpindah ke agen internal baru atau terdapat perjalanan waktu yang signifikan antara satu aktivitas dengan aktivitas berikutnya. 2. Anotasi Narasi. Narasi dipisahkan menurut kejadian dan aktivitas di setiap kejadian ditunjukkan dengan angka yang ditulis di atas. 3. Tabel arus kerja, dibuat untuk memfasilitasi pembuatan diagram aktivitas. 4. Overview Activity Diagram, menamplkan masing-masing kejadian, agen internal yang bertanggung jawab dan arus informasi untuk kejadian-kejadian. 5. Detailed activity Diagram. Resiko dan pengendalian dalam pembelian dan penerimaan 1. Risiko Pelaksanaan. Kata pelaksanaan untuk mengacu pada penerimaan barang dan jasa yang sebenarnya serta pembayaran dan penanganan uang kas. Dua sasaran pelaksanaan untuk siklus
  • 2.
    pemerolehan adalah untuk memastikan penerimaan barang/jasa yang tepat dan untuk memastikan pembayaran dan penanganan uang yang tepat. 2. Risiko Pencatatan. Menunjukkan bahwa informasi kejadian tidak ditangkap secara akurat dalam sistem informasi perusahaan. Sebagaimana ditunjukkan sebelumnya, kejadian-kejadian di dalam fungsi pembelian dan penerimaan meliputi membuat permintaan, pesanan pembelian, dan menerima barang dan jasa. 3. Pengendalian atas Pembelian dan Penerimaan Bagian ini memfokuskan pada pengendalian internal yang dapat mengurangi resiko dalm proses tersebut. Perusahaan menstrukturkan proses perolehan dengan cara tertentu untuk memastikan bahwa sasaran mereka dapat tercapai dan risiko-risiko dapat diminimalisasi. 4. Jenis-jenis Pengendalian arus kerja. Sebagian besar pengendalian arus kerja mengandalkan tanggung jawab karyawan dan urutan-urutan aktivitas. Pengendalian dengan menggunakan overview diagram 1. Pemisahan tugas 2. Penggunaan informasi dari kejadian sebelumnya untuk mengendaliakan aktivitas. 3. Urutan Kejadian yang diharuskan 4. Menindaklanjuti Kejadian 5. Dokumen bernomor urut 6. Pencatatan agen internal yang bertanggung jawab atas kejadian dalam suatu proses 7. Pembatasan akses ke aset dan Informasi 8. Rekonsiliasi catatan dengan bukti fisik aset Menu aplikasi un tuk pembelian dan penerimaan Menu pada aplikasi pembelian dan penerimaan memiliki lima bagian yaitu: 1. Memelihara pemasok, persediaan, atau karywan 2. Mencatat kejadian permintaan, pesanan pembelian atau penerimaan 3. Menampilkan/mencetak laporan 4. Query 5. Keluar
  • 3.
    Menggunakan Aplikasi Akuntansi: Pembelian dan penerimaan Bagian ini dimulai dengan memeriksa pemeliharaan file untuk pemasok dan persediaan, kemudian beralih ke pencatatan data kejadian dengan urutan yang sama seperti pada menu aplikasi. Aplikasi Akuntansi dan Pengendalian : Mencatat Data Di Tabel Transaksi 1. Mencatat permintaan Proses pembelian dimulai pada saat pihak yang meminta mengisi lembar formulir permintaan. Form tersebut ditandatangani oleh penyelia. Risiko pencatatn yang mungkin terjadi : - Mencatat permintaan yang tidak pernah terjadi - Permintaan tidak dicatat sama sekali, terlambat dicatat, atau tanpa sengaja dicatat dua kali. - Kesalahan dalam mencatat data seperti : Jenis produk, Jumlah atau harga, pemasok, dll 2. Menyiapkan Pesanan pembelian Setelah permintaan dicatat berikutn ya adalah tanggung jawab manajer pembelian, apabila diterima manajer menyiapkan pesanan pembelian dengan menggunakan aplikasi 3. Menerima Barang Setelah barang atau jasa dipesan kejadian berikutnya dalam siklus perolehan adalah penerimaan aktual barang tersebut. Tidak seperti kejadian permintaan dan pesanan pembelian, menerima barang atau jasa merupakan transaksi pertukaran mencakup risiko pelaksanaan. Selain itu terdapat resiko pencatatn bahwa transaksi mungkin dicatat dengan todak benar.