TUJUAN
LATIHAN
MATERI
KUNCI JAWABAN
CREDIT BY
• PEMBACA DAPAT MEMAHAMI SELF REGULATED LEARNING
• PEMBACA DAPAT MENGETAHUI BAGAIMANA CARA
MENGOPTIMALKAN BELAJAR
• PEMBACA MENGETAHUI BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN
SIFAT SELF REGULATED LEARNING
• PEMBACA DAPAT MENGETAHUI MANFAAT SELF REGULATED
LEARNING
TUJUAN PEMBELAJARAN
BAGAIMAN
A
PERKEMBA
NGANNYA?
BAGAIMANA
STRATEGI YANG
DITERAPKANNYA
?
BAGAIMANA
CARA
MENGOPTIMAL
KAN HASIL
BELAJAR?
Klik salah satu awan materi!
Self Regulated Learning merupakan proses bagaimana seorang peserta didik mengatur
pembelajarannya sendiri dengan mengaktifkan kognitif, akfektif, dan perilakunya sehingga
tercapai tujuan belajar. Self Regulated Learning menggarisbawahi pentingnya otonomi dan
tanggung jawab pribadi dalam kegiatan belajar, yang artinya dia menentukan sendiri bagaimana
cara yang tepat untuk diri dalam proses pembelajaran dan memilki kesadaran mengenai
tanggung jawabnya.
Menurut Bandura : Self Regulated Learning merupakan kemampuan memantau perilaku sendiri
dan merupakan kerja keras personaliti manusia. 3 langkah dalam membangun Self Regulated
Learning :
1. Mengamati dan Mengawasi diri sendiri, kita harus mengetahui siapa diri kita
2. Membandingkan posisi diri dengan standar tertentu, artinya kita akan memiliki patokan dan
standar tertentu dalam melakukan suatu hal.
3. Memberikan respon sendiri (respon positif atau respon negatif ),artinya adalah ketika kita
mencapai target yang kita inginkan, maka kita harus memberikan timbal balik positif
terhadap usaha kita, begitupun sebaliknya.
MATERI
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Zimmerman (dalam
Schunk & Zimmerman, 1998) ditemukan beberapa starategi self-regulated
learning sebagai berikut:
1. Evaluasi terhadap diri (Self-Evaluatiang)
Inisiatif peserta didik dalam melakukan
evaluasi dimana peserta didik itu sendiri mampu
untuk membuat penilaian apa yang akan di pelajari
terhadap kualitas dan kemajuan belajarnya nanti.
NEXTMATERI
2. Mengatur dan mengubah materi pelajaran (Organizing & Transforming)
3. Membuat rencana dan tujuan belajar (Goal setting & Planning)
Peserta didik dapat mengatur materi yang
dipelajari dengan tujuan meningkatkan efektivitas
proses belajarnya. Contohnya dengan mengatur apa
yang akan dipelajari sesuai kemampuan peserta
didik itu sendiri (materi yang mudah di tangkap
maka itulah yang di dahulukan) agar tidak
menghambat proses belajar peserta didik.
Peserta didik mempunyai strategi dimana
strategi ini merupakan pengaturan peserta didik
terhadap tugas, waktu, dan menyelesaikan kegiatan
yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran.
Contohnya dengan mempunyai tujuan apa yang akan
peserta didik itu capai dan kemudian mengatur
rencana belajar agar tujuan itu dapat tercapai.
NEXTPREVIEW
4. Mencari informasi (Seeking Information)
5. Mencatat hal penting (Keeping record & Monitoring)
Dimana peserta didik memiliki inisiatif
untuk berusaha mencari informasi di luar sumber-
sumber sosial ketika mengerjakan tugas. Contohnya
peserta didik dapat mencari informasi dari internet,
media massa, buku – buku dan lain – lain, karena
sumber informasi bukan hanya bisa di dapat dari
dosen. Terlepas dari informasi dosen, peserta didik
dapat secara mandiri mencari informasi.
Peserta didik berusaha mencatat hal - hal
penting yang berhubungan dengan topik yang dipelajari.
Contohnya dengan peserta didik dapat mencatat hal – hal
yang penting dengan kata – kata yang dibuat peserta didik
itu sendiri kemudian dengan apa yang di tulis peserta
didik pasti akan mudah dimengerti.
PREVIEW NEXT
6. Mengatur lingkungan belajar (Environmental Structuring)
7. Konsekuensi setelah mengerjakan tugas (Self Consequating)
Peserta didik berusaha mengatur
lingkungan belajar dengan cara tertentu sehingga
membantu mereka untuk belajar dengan lebih baik.
Contohnya dengan sebelum di mulainya proses
belajar, peserta didik dapat menciptakan suasana
lingkungan yangg kondusif agar belajarnya nyaman
dan fokus dalam proses belajarnya.
Peserta didik mengatur atau membayangkan reward dan punisment jika
sukses atau gagal dalam mengerjakan tugas atau ujian. Contohnya peserta didik
sudah kerja keras tp dan hasilnya bagus, maka reward terhadap diri sendiri adalah
dengan membuat senang diri sendiri, misalnya dengan main sepuasnya, belanja, dll.
Sedangkan punishment peserta didik harus mencegah melakukan hal yang membuat
senang dengan mendahulukan kewajiban lainnya seperti belajar terlebih dahulu.
NEXTPREVIEW
8. Mengulang dan mengingat (Rehearsing & Memorizing)
9. Meminta bantuan teman sebaya (Seek Peer Assistance)
Peserta didik harus berusaha mengingat
bahan bacaan. Contohnya dengan apa yang sudah
dipelajari oleh peserta didik dapat di baca ulang.
Kemudian peserta didik dapat menceritakan ulang ke
orang lain apa yang sudah dipelajari, agar lebih
mudah mengingatnya.
Saat peserta didik menghadapi masalah
yang berhubungan dengan tugas yang sedang
dikerjakan, peserta didik dapat meminta bantuan
teman sebaya. Contohnya dengan bertanya kepada
teman yang lebih mengerti, kemudian meminta
teman tersebut menjelaskan memakai bahasanya dan
hal tersebut dapat memudahkan untuk mengerti.
NEXTPREVIEW
10.Meminta bantuan guru/pengajar dan orang dewasa
11.Mengulang tugas atau test sebelumnya (Review Test)
Peserta didik dapat meminta bantuan atau
bertanya kepada dosen atau orang dewasa terkait dalam
tujuan untuk membantu menyelesaikan tugas dalam
proses belajar dengan baik. Contohnya peserta didik
dapat bertanya kepada dosen di dalam jam belajar
maupun di luar jam belajar, di luar jam belajar disini
maksudnya bisa bertanya melalui chatting dengan tujuan
membantu proses belajar peserta didik itu tersebut.
Pertanyaan – pertanyaan ujian terlebih dahulu
melalui topik tertentu dan tugas yang telah dikerjakan
peserta didik tersebut dapat dijadikan sumber informasi
untuk belajar. Contohnya pengulangan kembali materi
yang sudah pernah di pelajari, seperti kuis yang selalu
diterapkan pada salah satu dosen setelah pembelajaran
selesai.
NEXTPREVIEW
12.Mengulang catatan dan buku pelajaran
Pada saat peserta didik sebelum mengikuti
ujian, peserta didik meninjau ulang catatan sehingga
mengetahui topik apa saja yang akan di uji.
Contohnya, sebelum mengikuti ujian, peserta didik
kan dapat melihat dan membaca ulang catatan yang
sebelum - sebelumnya, agar mudah mengetahui
topik apa saja yang akan di uji saat ulangan.
PREVIEW MATERI
Pada model pembelajaran SRL siswa ditekankan untuk bisa menguasai bagaimana cara dan kondisi yang
terbaik bagi dirinya untuk belajar. Menurut sunawan (2005) dalam pembelajaran SRL diperlukan hal-hal berikut
untuk mengoptimalkan hasil belajar
• Motivasi Diri
Motivasi adalah hal yang dibutuhkan seseorang untuk mendorong dirinya untuk belajar, semakin tinggi
motivasi seseorang maka kemauan belajarnya juga akan semakin tinggi
• Kepercayaan diri
Kepercayaan diri adalah percaya terhadap diri sendiri dalam usaha mencapai tujuan yang akan dicapai. Contoh
: siswa yang memandang dirinya mampu memecahkan masalah akan memilih mengerjakan tugas dibanding
siwa yang tidak mampu memecahkan masalah
• Evaluasi Diri
Penilaian terhadap kinerja yang ditampilkan oleh dari sendiri dalam upaya mencapai tujuan dan menjelaskan
penyebab yang signifikan terhadap hasil yang dicapai. Evaluasi ini untuk menilai keberhasilan/kegagalan yang
hasilnya dijadikan untuk regulasi diri selanjutnya
MATERI
• Fase Perencanaan
mengadakan perencanaan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan,
seperti; merencanakan kegiatan belajar yang akan dilakukan
• Fase Kinerja
penerapan dari perencanaan yang telah disusun. Seperti; setelah merencanakan
kegiatan pembelajar kita mengaplikasikan kegiatan pembelajaran tersebut
• Fase Refleksi diri
Mengadakan penilaian terhadap diri sendiri untuk membandingkan hasil kerja
dengan tujuan yang ingin dicapai. Seperti; membandingkan hasil yang didapatkan
dengan kinerja yang kita sudah lakukan, apakah tujuanya sudah tercapai atau
belum dari hasil kinerja tersebut.
MATERI
• Mengetahui bagaimana menggunakan strategi kognitif seperti
pengulangan dan elaborasi yang membantu mereka untuk menguasai
informasi
• Mengetahui bagaimana mengontrol dan mengarahkan proses mental
untuk mencapai prestasi dari tujuan personal
• Memperlihatkan keyakinan motivasional dan emosi yang adaptif seperti
memiliki tujuan belajar dan mengontrol emosi positif
• Menunjukan usaha yang besar untuk berpartisapasi
• Mampu melakukan strategi disiplin yang bertujuan untuk menghindari
gangguan internal dan eksternal dan menjaga konsentrasi
MATERI
Schunk dan Zimmerman (dalam Woolfolk, 2004) yang mengutarakan model perkembangan self-regulated learning.
Faktor berkembangnya kompetensi self-regulated learning :
a. Pengaruh sumber sosial: yaitu infromasi akademik, Contohnya : nila teman kita yang lebih baik dari pada diri kita.
b. Pengaruh lingkungan: Yaitu peran orang tua dan lingkungannya,contoh : bimbingan dalam menentukan pilihan jurusan kuliah kita
yang menjadi dampak kehidupan masa depan.
c. Pengaruh personal atau diri sendiri : yaitu dorongan dari diri sendiri dalam memilih pilihan, contoh : dalam memilih bidang
pekerjaan itu nerdasarkan motivasi dan dorongan diri sendiri bukan orang lain.
Pada faktor perkembangan tersebut terdapat level berkembangnya self regulated learning, yaitu antara lain;
a) Level pengamatan (observasional)
level pengamatan observasional individu sudah bisa menyerap ciri-ciri utama strategi belajar dengan langsung mengamati model,
contoh : belajar menghitung sisi kubus dengan mengamati benda kubus nya langsung
b) Level pesamaan (emultive)
Di level pesamaan individu tidak secara langsung meniru model, tetapi menyamai gaya atau pola-pola umum saja, contoh :
seperti menggunakan gambaran model hanya untuk menjadikan model ersebut sebagai inspirasi tidak sama persis dengan yang
ada pada model hanya ide-idenya saja.
c) Level kontrol diri (self-controlled)
di level ini individu sudah menggunakan dengan strategi belajar. Contoh mengendalikan diri pada saat malas belajar atau penat
atau sesang dalam keadaan emosi lalu menggunakan strategi-strategi tersebut agar tercapainya tujuan yang diinginkan
d) Level pengaturan diri
Pada level terakhir ini individu sudah menggunakan strategi-strategi yang disesuaikan dengan situasi dan termotivasi oleh tujuan
serta self-efficacy untuk berprestasi, contoh : mengatur diri dalam mencapai tunuan untuk berprestasi seperti menjaga
kesehatan,memenajemen waktu untuk belajar maupun istirahat, membuat pola tidur yang baik, dan membuat strategi-strategi
yang tepat.
MATERI
1. Dibawah ini yang bukan merupakan 3 langkah dalam melaksanakan self regulated
learning adalah?
a. Membandingkan posisi diri dengan standar tertentu
b. Memberikan respon sendiri
c. Melakukan sesuatu hal untuk mendapatkan reward
d. Dapat mengobservasi diri sendiri
2. Dibawah ini yang bukan merupakan strategi kognitif pada karakteristik self regulated
learning adalah?
a. Peran
b. Organisasi
c. Pengulangan
d. Elaborasi
3. Salah satu faktor yang mempengaruhi semangat belajar
adalah
a. asimilasi b. motivasi c. mediasi d. konsilasi
NEXT
4. Ciri-ciri individu yang kurang percaya diri kecuali…
a. menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan
b. pesimis, mudah memulai segala sesuatu sisi negatif
c. mudah menyerah pada nasib
d. kooperatif
5. Kita dapat membandingkan kinerja dengan tujuan yang akan
dicapai pada fase…
a. kontrol b. perencanaan
c. refleksi diri d. kinerja
6. Fase kinerja merupakan…
a. perencanaan b. penerapan dari perencaan
c. kontrol kegiatan d. penilaian diri
PREVIEW NEXT
7. Adanya reward dan punishment dalam strategi self-regulated learning terdapat pada:
A.self-evaluating
B.seeking information
C.environmental structuring
D.self consecuating
8. Dimana pesera didik mempunyai inisiatif untuk mencari sumber informasi pada proses belajar
secara mandiri terdapat pada:
A.self-evaluating
B.seeking information
C.environmental structuring
D.self consecuating
PREVIEW NEXT
9. Pada Level apa peserta didik melakukan pengamatan atau observasi ?
A. Level observasional
B. Level emultive
C. Level self control
D. Level pengaturan diri
10. Level yang merupakan level terakhir dimana peserta didik mulai menggunakan
strategi-strategi yang disesuaikan dengan situasi dan termotivasi oleh tujuan serta self-
efficacy untuk berprestasi merupakan level ?
A. Level observasional
B. Level emultive
C. Level self control
D. Level pengaturan diri
PREVIEW
1. C. Melakukan sesuatu hal untuk mendapatkan reward
2. A. Peran
3. B. Motivasi
4. D. Kooperatif
5. C. Refleksi diri
6. B. Penerapan dari perencanaan
7. D. Self consecuating
8. B. Seeking information
9. A. Level observasional
10. D. Level pengaturan diri
SELF REGULATED LEARNING

SELF REGULATED LEARNING

  • 1.
  • 2.
    • PEMBACA DAPATMEMAHAMI SELF REGULATED LEARNING • PEMBACA DAPAT MENGETAHUI BAGAIMANA CARA MENGOPTIMALKAN BELAJAR • PEMBACA MENGETAHUI BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN SIFAT SELF REGULATED LEARNING • PEMBACA DAPAT MENGETAHUI MANFAAT SELF REGULATED LEARNING TUJUAN PEMBELAJARAN
  • 3.
  • 4.
    Self Regulated Learningmerupakan proses bagaimana seorang peserta didik mengatur pembelajarannya sendiri dengan mengaktifkan kognitif, akfektif, dan perilakunya sehingga tercapai tujuan belajar. Self Regulated Learning menggarisbawahi pentingnya otonomi dan tanggung jawab pribadi dalam kegiatan belajar, yang artinya dia menentukan sendiri bagaimana cara yang tepat untuk diri dalam proses pembelajaran dan memilki kesadaran mengenai tanggung jawabnya. Menurut Bandura : Self Regulated Learning merupakan kemampuan memantau perilaku sendiri dan merupakan kerja keras personaliti manusia. 3 langkah dalam membangun Self Regulated Learning : 1. Mengamati dan Mengawasi diri sendiri, kita harus mengetahui siapa diri kita 2. Membandingkan posisi diri dengan standar tertentu, artinya kita akan memiliki patokan dan standar tertentu dalam melakukan suatu hal. 3. Memberikan respon sendiri (respon positif atau respon negatif ),artinya adalah ketika kita mencapai target yang kita inginkan, maka kita harus memberikan timbal balik positif terhadap usaha kita, begitupun sebaliknya. MATERI
  • 5.
    Berdasarkan hasil penelitianyang dilakukan oleh Zimmerman (dalam Schunk & Zimmerman, 1998) ditemukan beberapa starategi self-regulated learning sebagai berikut: 1. Evaluasi terhadap diri (Self-Evaluatiang) Inisiatif peserta didik dalam melakukan evaluasi dimana peserta didik itu sendiri mampu untuk membuat penilaian apa yang akan di pelajari terhadap kualitas dan kemajuan belajarnya nanti. NEXTMATERI
  • 6.
    2. Mengatur danmengubah materi pelajaran (Organizing & Transforming) 3. Membuat rencana dan tujuan belajar (Goal setting & Planning) Peserta didik dapat mengatur materi yang dipelajari dengan tujuan meningkatkan efektivitas proses belajarnya. Contohnya dengan mengatur apa yang akan dipelajari sesuai kemampuan peserta didik itu sendiri (materi yang mudah di tangkap maka itulah yang di dahulukan) agar tidak menghambat proses belajar peserta didik. Peserta didik mempunyai strategi dimana strategi ini merupakan pengaturan peserta didik terhadap tugas, waktu, dan menyelesaikan kegiatan yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran. Contohnya dengan mempunyai tujuan apa yang akan peserta didik itu capai dan kemudian mengatur rencana belajar agar tujuan itu dapat tercapai. NEXTPREVIEW
  • 7.
    4. Mencari informasi(Seeking Information) 5. Mencatat hal penting (Keeping record & Monitoring) Dimana peserta didik memiliki inisiatif untuk berusaha mencari informasi di luar sumber- sumber sosial ketika mengerjakan tugas. Contohnya peserta didik dapat mencari informasi dari internet, media massa, buku – buku dan lain – lain, karena sumber informasi bukan hanya bisa di dapat dari dosen. Terlepas dari informasi dosen, peserta didik dapat secara mandiri mencari informasi. Peserta didik berusaha mencatat hal - hal penting yang berhubungan dengan topik yang dipelajari. Contohnya dengan peserta didik dapat mencatat hal – hal yang penting dengan kata – kata yang dibuat peserta didik itu sendiri kemudian dengan apa yang di tulis peserta didik pasti akan mudah dimengerti. PREVIEW NEXT
  • 8.
    6. Mengatur lingkunganbelajar (Environmental Structuring) 7. Konsekuensi setelah mengerjakan tugas (Self Consequating) Peserta didik berusaha mengatur lingkungan belajar dengan cara tertentu sehingga membantu mereka untuk belajar dengan lebih baik. Contohnya dengan sebelum di mulainya proses belajar, peserta didik dapat menciptakan suasana lingkungan yangg kondusif agar belajarnya nyaman dan fokus dalam proses belajarnya. Peserta didik mengatur atau membayangkan reward dan punisment jika sukses atau gagal dalam mengerjakan tugas atau ujian. Contohnya peserta didik sudah kerja keras tp dan hasilnya bagus, maka reward terhadap diri sendiri adalah dengan membuat senang diri sendiri, misalnya dengan main sepuasnya, belanja, dll. Sedangkan punishment peserta didik harus mencegah melakukan hal yang membuat senang dengan mendahulukan kewajiban lainnya seperti belajar terlebih dahulu. NEXTPREVIEW
  • 9.
    8. Mengulang danmengingat (Rehearsing & Memorizing) 9. Meminta bantuan teman sebaya (Seek Peer Assistance) Peserta didik harus berusaha mengingat bahan bacaan. Contohnya dengan apa yang sudah dipelajari oleh peserta didik dapat di baca ulang. Kemudian peserta didik dapat menceritakan ulang ke orang lain apa yang sudah dipelajari, agar lebih mudah mengingatnya. Saat peserta didik menghadapi masalah yang berhubungan dengan tugas yang sedang dikerjakan, peserta didik dapat meminta bantuan teman sebaya. Contohnya dengan bertanya kepada teman yang lebih mengerti, kemudian meminta teman tersebut menjelaskan memakai bahasanya dan hal tersebut dapat memudahkan untuk mengerti. NEXTPREVIEW
  • 10.
    10.Meminta bantuan guru/pengajardan orang dewasa 11.Mengulang tugas atau test sebelumnya (Review Test) Peserta didik dapat meminta bantuan atau bertanya kepada dosen atau orang dewasa terkait dalam tujuan untuk membantu menyelesaikan tugas dalam proses belajar dengan baik. Contohnya peserta didik dapat bertanya kepada dosen di dalam jam belajar maupun di luar jam belajar, di luar jam belajar disini maksudnya bisa bertanya melalui chatting dengan tujuan membantu proses belajar peserta didik itu tersebut. Pertanyaan – pertanyaan ujian terlebih dahulu melalui topik tertentu dan tugas yang telah dikerjakan peserta didik tersebut dapat dijadikan sumber informasi untuk belajar. Contohnya pengulangan kembali materi yang sudah pernah di pelajari, seperti kuis yang selalu diterapkan pada salah satu dosen setelah pembelajaran selesai. NEXTPREVIEW
  • 11.
    12.Mengulang catatan danbuku pelajaran Pada saat peserta didik sebelum mengikuti ujian, peserta didik meninjau ulang catatan sehingga mengetahui topik apa saja yang akan di uji. Contohnya, sebelum mengikuti ujian, peserta didik kan dapat melihat dan membaca ulang catatan yang sebelum - sebelumnya, agar mudah mengetahui topik apa saja yang akan di uji saat ulangan. PREVIEW MATERI
  • 12.
    Pada model pembelajaranSRL siswa ditekankan untuk bisa menguasai bagaimana cara dan kondisi yang terbaik bagi dirinya untuk belajar. Menurut sunawan (2005) dalam pembelajaran SRL diperlukan hal-hal berikut untuk mengoptimalkan hasil belajar • Motivasi Diri Motivasi adalah hal yang dibutuhkan seseorang untuk mendorong dirinya untuk belajar, semakin tinggi motivasi seseorang maka kemauan belajarnya juga akan semakin tinggi • Kepercayaan diri Kepercayaan diri adalah percaya terhadap diri sendiri dalam usaha mencapai tujuan yang akan dicapai. Contoh : siswa yang memandang dirinya mampu memecahkan masalah akan memilih mengerjakan tugas dibanding siwa yang tidak mampu memecahkan masalah • Evaluasi Diri Penilaian terhadap kinerja yang ditampilkan oleh dari sendiri dalam upaya mencapai tujuan dan menjelaskan penyebab yang signifikan terhadap hasil yang dicapai. Evaluasi ini untuk menilai keberhasilan/kegagalan yang hasilnya dijadikan untuk regulasi diri selanjutnya MATERI
  • 13.
    • Fase Perencanaan mengadakanperencanaan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan, seperti; merencanakan kegiatan belajar yang akan dilakukan • Fase Kinerja penerapan dari perencanaan yang telah disusun. Seperti; setelah merencanakan kegiatan pembelajar kita mengaplikasikan kegiatan pembelajaran tersebut • Fase Refleksi diri Mengadakan penilaian terhadap diri sendiri untuk membandingkan hasil kerja dengan tujuan yang ingin dicapai. Seperti; membandingkan hasil yang didapatkan dengan kinerja yang kita sudah lakukan, apakah tujuanya sudah tercapai atau belum dari hasil kinerja tersebut. MATERI
  • 14.
    • Mengetahui bagaimanamenggunakan strategi kognitif seperti pengulangan dan elaborasi yang membantu mereka untuk menguasai informasi • Mengetahui bagaimana mengontrol dan mengarahkan proses mental untuk mencapai prestasi dari tujuan personal • Memperlihatkan keyakinan motivasional dan emosi yang adaptif seperti memiliki tujuan belajar dan mengontrol emosi positif • Menunjukan usaha yang besar untuk berpartisapasi • Mampu melakukan strategi disiplin yang bertujuan untuk menghindari gangguan internal dan eksternal dan menjaga konsentrasi MATERI
  • 15.
    Schunk dan Zimmerman(dalam Woolfolk, 2004) yang mengutarakan model perkembangan self-regulated learning. Faktor berkembangnya kompetensi self-regulated learning : a. Pengaruh sumber sosial: yaitu infromasi akademik, Contohnya : nila teman kita yang lebih baik dari pada diri kita. b. Pengaruh lingkungan: Yaitu peran orang tua dan lingkungannya,contoh : bimbingan dalam menentukan pilihan jurusan kuliah kita yang menjadi dampak kehidupan masa depan. c. Pengaruh personal atau diri sendiri : yaitu dorongan dari diri sendiri dalam memilih pilihan, contoh : dalam memilih bidang pekerjaan itu nerdasarkan motivasi dan dorongan diri sendiri bukan orang lain. Pada faktor perkembangan tersebut terdapat level berkembangnya self regulated learning, yaitu antara lain; a) Level pengamatan (observasional) level pengamatan observasional individu sudah bisa menyerap ciri-ciri utama strategi belajar dengan langsung mengamati model, contoh : belajar menghitung sisi kubus dengan mengamati benda kubus nya langsung b) Level pesamaan (emultive) Di level pesamaan individu tidak secara langsung meniru model, tetapi menyamai gaya atau pola-pola umum saja, contoh : seperti menggunakan gambaran model hanya untuk menjadikan model ersebut sebagai inspirasi tidak sama persis dengan yang ada pada model hanya ide-idenya saja. c) Level kontrol diri (self-controlled) di level ini individu sudah menggunakan dengan strategi belajar. Contoh mengendalikan diri pada saat malas belajar atau penat atau sesang dalam keadaan emosi lalu menggunakan strategi-strategi tersebut agar tercapainya tujuan yang diinginkan d) Level pengaturan diri Pada level terakhir ini individu sudah menggunakan strategi-strategi yang disesuaikan dengan situasi dan termotivasi oleh tujuan serta self-efficacy untuk berprestasi, contoh : mengatur diri dalam mencapai tunuan untuk berprestasi seperti menjaga kesehatan,memenajemen waktu untuk belajar maupun istirahat, membuat pola tidur yang baik, dan membuat strategi-strategi yang tepat. MATERI
  • 16.
    1. Dibawah iniyang bukan merupakan 3 langkah dalam melaksanakan self regulated learning adalah? a. Membandingkan posisi diri dengan standar tertentu b. Memberikan respon sendiri c. Melakukan sesuatu hal untuk mendapatkan reward d. Dapat mengobservasi diri sendiri 2. Dibawah ini yang bukan merupakan strategi kognitif pada karakteristik self regulated learning adalah? a. Peran b. Organisasi c. Pengulangan d. Elaborasi 3. Salah satu faktor yang mempengaruhi semangat belajar adalah a. asimilasi b. motivasi c. mediasi d. konsilasi NEXT
  • 17.
    4. Ciri-ciri individuyang kurang percaya diri kecuali… a. menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan b. pesimis, mudah memulai segala sesuatu sisi negatif c. mudah menyerah pada nasib d. kooperatif 5. Kita dapat membandingkan kinerja dengan tujuan yang akan dicapai pada fase… a. kontrol b. perencanaan c. refleksi diri d. kinerja 6. Fase kinerja merupakan… a. perencanaan b. penerapan dari perencaan c. kontrol kegiatan d. penilaian diri PREVIEW NEXT
  • 18.
    7. Adanya rewarddan punishment dalam strategi self-regulated learning terdapat pada: A.self-evaluating B.seeking information C.environmental structuring D.self consecuating 8. Dimana pesera didik mempunyai inisiatif untuk mencari sumber informasi pada proses belajar secara mandiri terdapat pada: A.self-evaluating B.seeking information C.environmental structuring D.self consecuating PREVIEW NEXT
  • 19.
    9. Pada Levelapa peserta didik melakukan pengamatan atau observasi ? A. Level observasional B. Level emultive C. Level self control D. Level pengaturan diri 10. Level yang merupakan level terakhir dimana peserta didik mulai menggunakan strategi-strategi yang disesuaikan dengan situasi dan termotivasi oleh tujuan serta self- efficacy untuk berprestasi merupakan level ? A. Level observasional B. Level emultive C. Level self control D. Level pengaturan diri PREVIEW
  • 20.
    1. C. Melakukansesuatu hal untuk mendapatkan reward 2. A. Peran 3. B. Motivasi 4. D. Kooperatif 5. C. Refleksi diri 6. B. Penerapan dari perencanaan 7. D. Self consecuating 8. B. Seeking information 9. A. Level observasional 10. D. Level pengaturan diri