SISTEM  SYARAF   PADA MANUSIA Oleh: Isniah [email_address]
Peta   Konsep Sistem saraf Saraf Pusat Saraf Tepi Otak Sumsum Tulang Belakang Otak Besar Otak Tengah Otak Depan Otak Kecil Sumsum Lanjutan Saraf Somatis Saraf Otonom 12 Ps Saraf Otak (saraf Kranial) 31 Ps Saraf Sumsum Tl Belakang (Saraf Spinal) Saraf Simpatik  Saraf Parasimpatik Saraf  Tak Sadar Saraf Sadar
Semua kegiatan organ tubuh diatur dan dikendalikan    oleh sistem koordinasi yang terdiri dari sistem saraf   dan hormon. Pendahuluan Mengapa Tubuh Perlu Saraf? Bagan pengendalian kegiatan oleh sistem saraf: Rangsang    Saraf Pusat    Tanggapan Rangsangan yang diterima oleh alat indera disebut  impuls. Impuls yang menuju pusat saraf, dan tanggapan terhadap impuls dipindahkan dalam bentuk  getaran listrik
Sel Saraf  ( Neuron )
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf. Sel saraf terdiri atas 3 bagian utama: Badan sel Dendrit Akson/Neurit
Badan sel Di dalam badan sel terdapat: Sitoplasma Nukleus (inti sel) Nukleous (anak inti sel)
Dendrit Merupakan tonjolan sitoplasma yang pendek, dengan ujung yang bercabang-cabang Berfungsi meneruskan rangsang (impuls) saraf menuju badan sal saraf
Akson  ( Neurit ) Merupakan sera b ut saraf berupa tonjolan sitoplasma yang panjang Berfungsi meneruskan impuls sara f  dari badan sel yang satu ke badan sel yang lain Neurit dilindungi oleh selubung mielin (isolator). Selubung mielin disusun dari sel-sel Schwann yang memberi makan neurit dan membantu regenerasi neurit Di dalam neurit terdapat benang-benang halus neurofibril
Sinapsis Pertemuan antara neurit dari sel saraf satu ke dendrit sel saraf berikutnya. Pada setiap sinap terdapat celah yang disebut celah sinapsis . Neurotransmiter : Zat kimia pembawa informasi dari ujung neurit  neuron  satu ke dendrit neuron selanjutnya. Co.  Asetilkolin
Fungsi Neuron Sel Saraf Sensori k  (sel saraf indra) Fungsi: membawa rangsangan (impuls) dari indera ke saraf pusat. Sel Saraf Motor ik Fungsi: membawa rangsangan ( impuls ) dari  saraf pusat ke otot. Sel Saraf Penghubung Fungsi: meneruskan rangsangan dari saraf   sensori ke saraf motor. Berdasarkan fungsinya, neuron terbagi   menjadi 3:
Sistem Saraf Pusat Terdiri dari: Otak  Sumsum tl belakang  ( columna   vertebae )
Otak   Terletak di dalam tengkorak Terdiri dari belahan otak kiri dan kanan Belahan kiri mengendalikan sisi kanan tubuh dan belahan kanan mengendalikan sisi kiri tubuh. Selaput  yang  menyelubungi otak disebut  selaput   meninges . Antara  arachnoid  dan  pia   mater  dipisahkan oleh ruang yang berisi cairan  cerebrospinal . Fungsi cairan  cerebrospinal : sbg bantal cair pelindung otak dan memberi makan jaringan sistem saraf pusat.
Selaput   Otak   Selaput otak ( meninges ) terdiri dari 3 lapisan: Selaput keras ( dura mater )  Selaput jaring-jaring ( arachnoid ) Selaput halus ( pia mater ) Antara  arachnoid  dan  pia mater  dipisahkan oleh ruang yang berisi cairan  cerebrospinal . Fungsi cairan  cerebrospinal : sbg bantal cair pelindung otak dan memberi makan jaringan sistem saraf pusat .
Otak Besar Otak depan Otak tengah Otak Kecil Sumsum tl belakang  ( medula spinalis ) Bagian Otak
Tersusun atas dua lapisan a.   Lapisan Medula  ( dalam ) Tebal, berwarna putih, banyak terdapat serabut saraf. b. Lapisan korteks (luar) Lapisan korteks tipis dan berwarna kelabu. Banyak terdapat badan sel saraf dan sel saraf penghubung. Merupakan pusat kegiatan, penglihatan, pusat kesadaran, pusat pendengaran dan pusat kecerdasan. Otak   Besar   ( Serebrum )
Merupakan pusat pengendali kegiatan yang disadari. Terdiri dari dua bagian, yaitu: Belahan kiri yang mengendalikan tubuh bagian kanan Belahan kanan yang mengendalikan tubuh bagian kiri Otak   Besar   ( Serebrum ) Bagian belakang ( lobus oksipitalis ) berperan dalam penglihatan Bagian samping ( lobus temporalis ) berperan sebagai pusat pendengaran Bagian depan ( lobus frontalis ) berperan sebagai penendalian otot
Otak Tengah  ( mesensefalon ) Berukuran kecil, tidak mencolok. Penghubung otak depan dan otak belakang. Otak tengah berkaitan dengan refleks mata, tonus (kontraksi terus-menerus) otot, dan posisi tubuh Fungsi: menyampaikan rangsangan   antara otak depan dan otak   belakang antara otak depan dan mata
Otak depan  ( diensefalon ) Terdiri dari dua bagian: Telensefalon    membentuk bulbus olfaktorius Diensefalon   membentuk vesikel optik  (retina mata) Bagian atas     membentuk badan pineal Bagian dasar     membentuk kelenjar    endokrin (kel.  Pituitari ) Bagian dalam     membentuk  hipotalamus
Otak Kecil  (Cerebellum) Berada di bawah otak besar Terbagi atas 2 belahan yang dihubungkan oleh  jembatan varol Fungsi:   mengatur keseimbangan tubuh Pusat koordinasi kerja otot ketika bergerak.
Sumsum Lanjutan  ( Medula Oblongata ) Bagian yang menghubungkan otak kecil dengan sumsum tulang belakang. Fungsi:  pusat pengatur denyut jantung, pernafasan, tekanan darah dan   suhu tubuh.
Sumsum Tulang Belakang  ( medula spinalis ) Fungsi: penghantar impuls saraf dari dan menuju otak, sebagai pusat gerak refleks. Merupakan sambungan dari sumum lanjutan sampai vertebra lumbalis. Sumsum tulang belakang berperan dalam gerak reflek (tak sadar) Letak: di dalam saluran ruas tulang belakang.
Sumsum Tulang Belakang  ( medula spinalis ) Sumsum tulang belakang terdiri dari dua bagian : Ventral (mengarah ke perut) mengandung badan neoron motorik dan neuritnya kearah efektor Dorsal (mengarah ke punggung) mengandung badan neoron sensorik Terdiri dari lapisan luar dan lapisan dalam Lapisan luar   warna putih banyak mengandung serabut saraf. Lapisan dalam   warna kelabu, banyak mengandung badan sel dan saraf penghubung .
Sistem Saraf Tepi  ( Perifer ) Penghubung sistem saraf pusat dengan organ tubuh Penghubung penerima rangsang (indera) ke saraf pusat Berdasarkan arah impuls, saraf tepi terbagi menjadi: Sistem saraf  a feren   membawa impuls dari reseptor ke saraf pusat Sistem saraf  e feren   membawa impuls dari saraf pusat ke efektor Ada dua macam: Sistem saraf somatik Sistem saraf parasimpatik
Sistem Saraf Somatik Terdiri dari : 12 ps Saraf Otak   ( Saraf kranial )  Saraf kranial terdiri atas: Sensorik (1,2 dan 8) Motorik (3,4,6,11 dan 12) Sensorik dan motorik (5,7,9 dan 10)   Masing masing menuju ke organ tubuh tertentu  co. mata hidung, dan telinga   31 ps Saraf Sumsum tl. Belakang  ( Saraf  spinal) Saraf spinal merupakan saraf campuran sensorik (berasal dari dorsal) dan motorik (berasal dari ventral) Tiap saraf berhubungan dgn bagian t u b u h.  c o. lengan kaki dan otot lurik.
Sistem Otonom Sistem saraf otonom  d isebut juga saraf tak sadar Sistem saraf otonom dibedakan menjadi: Sistem saraf simpatik Sistem saraf parasimpatik
Perbedaan Kerja Saraf Simpatik Dan Parasimpatik Memperlambat deny u t jantung Mempersempit pembuluh darah jantung dan otot Mempersempit bronkus Memperlambat ger a k perist a ltik Mempercepat denyut jantung Memperlebar denyut jantung Memperlebar bronkus Mempercepat gerak peristaltik  S.  Saraf  Parasimpatik S.  Saraf  Simpatik
Diagram  Sistem Saraf Simpatik Dan Parasimpatik Rantai Ganglia simpatik Mengecilkan pupil Membesarkan pupil parasimpatik simpatik Menstimulasi aliran ludah Menghambat aliran ludah Memperlambat detak jantung Mempercepat detak jantung Membesarkan bronkus Mengerutkan bronkus Menstimulasi peristalsis dan  sekresi Menghambat peristalsis dan sekresi Menstimulasi pelepasan  bilus Menstimulasi perubahan glikogen ke glukosa Mengerutkan kandung kemih Sekresi andrenalin dan norandrenalin Menghambat kontraksi kandung kemih

S. koord ok

  • 1.
    SISTEM SYARAF PADA MANUSIA Oleh: Isniah [email_address]
  • 2.
    Peta Konsep Sistem saraf Saraf Pusat Saraf Tepi Otak Sumsum Tulang Belakang Otak Besar Otak Tengah Otak Depan Otak Kecil Sumsum Lanjutan Saraf Somatis Saraf Otonom 12 Ps Saraf Otak (saraf Kranial) 31 Ps Saraf Sumsum Tl Belakang (Saraf Spinal) Saraf Simpatik Saraf Parasimpatik Saraf Tak Sadar Saraf Sadar
  • 3.
    Semua kegiatan organtubuh diatur dan dikendalikan oleh sistem koordinasi yang terdiri dari sistem saraf dan hormon. Pendahuluan Mengapa Tubuh Perlu Saraf? Bagan pengendalian kegiatan oleh sistem saraf: Rangsang  Saraf Pusat  Tanggapan Rangsangan yang diterima oleh alat indera disebut impuls. Impuls yang menuju pusat saraf, dan tanggapan terhadap impuls dipindahkan dalam bentuk getaran listrik
  • 4.
    Sel Saraf ( Neuron )
  • 5.
    Jaringan saraf tersusunatas sel-sel saraf. Sel saraf terdiri atas 3 bagian utama: Badan sel Dendrit Akson/Neurit
  • 6.
    Badan sel Didalam badan sel terdapat: Sitoplasma Nukleus (inti sel) Nukleous (anak inti sel)
  • 7.
    Dendrit Merupakan tonjolansitoplasma yang pendek, dengan ujung yang bercabang-cabang Berfungsi meneruskan rangsang (impuls) saraf menuju badan sal saraf
  • 8.
    Akson (Neurit ) Merupakan sera b ut saraf berupa tonjolan sitoplasma yang panjang Berfungsi meneruskan impuls sara f dari badan sel yang satu ke badan sel yang lain Neurit dilindungi oleh selubung mielin (isolator). Selubung mielin disusun dari sel-sel Schwann yang memberi makan neurit dan membantu regenerasi neurit Di dalam neurit terdapat benang-benang halus neurofibril
  • 9.
    Sinapsis Pertemuan antaraneurit dari sel saraf satu ke dendrit sel saraf berikutnya. Pada setiap sinap terdapat celah yang disebut celah sinapsis . Neurotransmiter : Zat kimia pembawa informasi dari ujung neurit neuron satu ke dendrit neuron selanjutnya. Co. Asetilkolin
  • 10.
    Fungsi Neuron SelSaraf Sensori k (sel saraf indra) Fungsi: membawa rangsangan (impuls) dari indera ke saraf pusat. Sel Saraf Motor ik Fungsi: membawa rangsangan ( impuls ) dari saraf pusat ke otot. Sel Saraf Penghubung Fungsi: meneruskan rangsangan dari saraf sensori ke saraf motor. Berdasarkan fungsinya, neuron terbagi menjadi 3:
  • 11.
    Sistem Saraf PusatTerdiri dari: Otak Sumsum tl belakang ( columna vertebae )
  • 12.
    Otak Terletak di dalam tengkorak Terdiri dari belahan otak kiri dan kanan Belahan kiri mengendalikan sisi kanan tubuh dan belahan kanan mengendalikan sisi kiri tubuh. Selaput yang menyelubungi otak disebut selaput meninges . Antara arachnoid dan pia mater dipisahkan oleh ruang yang berisi cairan cerebrospinal . Fungsi cairan cerebrospinal : sbg bantal cair pelindung otak dan memberi makan jaringan sistem saraf pusat.
  • 13.
    Selaput Otak Selaput otak ( meninges ) terdiri dari 3 lapisan: Selaput keras ( dura mater ) Selaput jaring-jaring ( arachnoid ) Selaput halus ( pia mater ) Antara arachnoid dan pia mater dipisahkan oleh ruang yang berisi cairan cerebrospinal . Fungsi cairan cerebrospinal : sbg bantal cair pelindung otak dan memberi makan jaringan sistem saraf pusat .
  • 14.
    Otak Besar Otakdepan Otak tengah Otak Kecil Sumsum tl belakang ( medula spinalis ) Bagian Otak
  • 15.
    Tersusun atas dualapisan a. Lapisan Medula ( dalam ) Tebal, berwarna putih, banyak terdapat serabut saraf. b. Lapisan korteks (luar) Lapisan korteks tipis dan berwarna kelabu. Banyak terdapat badan sel saraf dan sel saraf penghubung. Merupakan pusat kegiatan, penglihatan, pusat kesadaran, pusat pendengaran dan pusat kecerdasan. Otak Besar ( Serebrum )
  • 16.
    Merupakan pusat pengendalikegiatan yang disadari. Terdiri dari dua bagian, yaitu: Belahan kiri yang mengendalikan tubuh bagian kanan Belahan kanan yang mengendalikan tubuh bagian kiri Otak Besar ( Serebrum ) Bagian belakang ( lobus oksipitalis ) berperan dalam penglihatan Bagian samping ( lobus temporalis ) berperan sebagai pusat pendengaran Bagian depan ( lobus frontalis ) berperan sebagai penendalian otot
  • 17.
    Otak Tengah ( mesensefalon ) Berukuran kecil, tidak mencolok. Penghubung otak depan dan otak belakang. Otak tengah berkaitan dengan refleks mata, tonus (kontraksi terus-menerus) otot, dan posisi tubuh Fungsi: menyampaikan rangsangan antara otak depan dan otak belakang antara otak depan dan mata
  • 18.
    Otak depan ( diensefalon ) Terdiri dari dua bagian: Telensefalon  membentuk bulbus olfaktorius Diensefalon  membentuk vesikel optik (retina mata) Bagian atas  membentuk badan pineal Bagian dasar  membentuk kelenjar endokrin (kel. Pituitari ) Bagian dalam  membentuk hipotalamus
  • 19.
    Otak Kecil (Cerebellum) Berada di bawah otak besar Terbagi atas 2 belahan yang dihubungkan oleh jembatan varol Fungsi: mengatur keseimbangan tubuh Pusat koordinasi kerja otot ketika bergerak.
  • 20.
    Sumsum Lanjutan ( Medula Oblongata ) Bagian yang menghubungkan otak kecil dengan sumsum tulang belakang. Fungsi: pusat pengatur denyut jantung, pernafasan, tekanan darah dan suhu tubuh.
  • 21.
    Sumsum Tulang Belakang ( medula spinalis ) Fungsi: penghantar impuls saraf dari dan menuju otak, sebagai pusat gerak refleks. Merupakan sambungan dari sumum lanjutan sampai vertebra lumbalis. Sumsum tulang belakang berperan dalam gerak reflek (tak sadar) Letak: di dalam saluran ruas tulang belakang.
  • 22.
    Sumsum Tulang Belakang ( medula spinalis ) Sumsum tulang belakang terdiri dari dua bagian : Ventral (mengarah ke perut) mengandung badan neoron motorik dan neuritnya kearah efektor Dorsal (mengarah ke punggung) mengandung badan neoron sensorik Terdiri dari lapisan luar dan lapisan dalam Lapisan luar  warna putih banyak mengandung serabut saraf. Lapisan dalam  warna kelabu, banyak mengandung badan sel dan saraf penghubung .
  • 23.
    Sistem Saraf Tepi ( Perifer ) Penghubung sistem saraf pusat dengan organ tubuh Penghubung penerima rangsang (indera) ke saraf pusat Berdasarkan arah impuls, saraf tepi terbagi menjadi: Sistem saraf a feren  membawa impuls dari reseptor ke saraf pusat Sistem saraf e feren  membawa impuls dari saraf pusat ke efektor Ada dua macam: Sistem saraf somatik Sistem saraf parasimpatik
  • 24.
    Sistem Saraf SomatikTerdiri dari : 12 ps Saraf Otak ( Saraf kranial ) Saraf kranial terdiri atas: Sensorik (1,2 dan 8) Motorik (3,4,6,11 dan 12) Sensorik dan motorik (5,7,9 dan 10) Masing masing menuju ke organ tubuh tertentu co. mata hidung, dan telinga 31 ps Saraf Sumsum tl. Belakang ( Saraf spinal) Saraf spinal merupakan saraf campuran sensorik (berasal dari dorsal) dan motorik (berasal dari ventral) Tiap saraf berhubungan dgn bagian t u b u h. c o. lengan kaki dan otot lurik.
  • 25.
    Sistem Otonom Sistemsaraf otonom d isebut juga saraf tak sadar Sistem saraf otonom dibedakan menjadi: Sistem saraf simpatik Sistem saraf parasimpatik
  • 26.
    Perbedaan Kerja SarafSimpatik Dan Parasimpatik Memperlambat deny u t jantung Mempersempit pembuluh darah jantung dan otot Mempersempit bronkus Memperlambat ger a k perist a ltik Mempercepat denyut jantung Memperlebar denyut jantung Memperlebar bronkus Mempercepat gerak peristaltik S. Saraf Parasimpatik S. Saraf Simpatik
  • 27.
    Diagram SistemSaraf Simpatik Dan Parasimpatik Rantai Ganglia simpatik Mengecilkan pupil Membesarkan pupil parasimpatik simpatik Menstimulasi aliran ludah Menghambat aliran ludah Memperlambat detak jantung Mempercepat detak jantung Membesarkan bronkus Mengerutkan bronkus Menstimulasi peristalsis dan sekresi Menghambat peristalsis dan sekresi Menstimulasi pelepasan bilus Menstimulasi perubahan glikogen ke glukosa Mengerutkan kandung kemih Sekresi andrenalin dan norandrenalin Menghambat kontraksi kandung kemih