Rendahnya hasil perolehan nilai mata
pelajaran PKN siswa kelas IX
SMP Negeri 1 Pinangsori
Kenyataan
Harapan
Menggunakan metode variasi dan
bantuan alat peraga sehingga dapat
menarik minat belajar siswa
Metode mengajar yang monoton
membuat siswa menjadi bosan,
jemu dan tidak tertarik untuk
belajar.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
FaktorPenyebabMasalah
Guru:
Guru kurang mampu
mengelola kelas dengan
baik, sehingga banyak
diantara siswa yang acuh
tak acuh terhadap
pembelajaran yang sedang
dilakukan oleh guru bahkan
sebagian diantaranya lebih
sering mengerjakan tugas
lain. .
Siswa:
siswa masih merasa
kesulitan dalam menerima
pelajaran PKN, PKN
dianggap sebagai pelajaran
yang membosankan.
Sehingga apabila disetiap
jam pelajaran PKN siswa
cenderung merasa enggan
dan malas. .
B.RumusanMasalah
Bagaimanakah proses
pembelajaran melalui
implementasi pembelajaran
berbasis inkuiri siswa kelas
IX SMP Negeri 1 Pinangsori
pada mata pelajaran PKN ?
1. Rumusan Masalah
C.TujuanPenelitian
Untuk mendeskripsikan proses
pembelajaran melalui implementasi
pembelajaran berbasis inkuiri siswa
kelas IX SMP Negeri 1 Pinangsori
Tahun Pelajaran 2019/2020.
.
D.ManfaatPenelitian
1. Manfaat Teoretis :
 Bagi akademisi atau lembaga
pendidikan
 Bagi peneliti lainnya
2. Manfaat Praktis :
 Bagi Siswa
 Bagi Guru
 Bagi Sekolah
BabII. KajianPustaka
A. Pengertian Inkuiri
suatu proses yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan
eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data,
dan menarik kesimpulan. Jadi, dalam model inkuiri ini siswa terlibat secara
mental maupun fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan
guru. Dengan demikian, siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan
sains, yaitu teliti, tekun/ulet, objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat
orang lain.
B. Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Materi Ajar
Pada tahap tingkatan ini siswa sering menebak jawaban berdasarkan
pengalaman-pengalaman keseharian dan tanpa melakukan analisis terlebih
dahulu. Akibatnya, meskipun siswa dapat menjawab suatu pertanyaan dengan
benar, tetapi dia tidak dapat menjelaskan kenapa (why). Kedua, sebelum
siswa sampai pada tingkatan pemahaman relasional, biasanya mereka akan
melewati tingkatan pemahaman antara yang disebut dengan pemahaman
formal.
C. Pengertian Kreativitas
Seorang yang selalu mempunyai rasa ingin
tahu, ingin mencoba, bertualang, suka
bermain-main, intuisif, dan mempunyai
potensi untuk menjadi orang yang kreatif
D. Pengertian Hasil Belajar
Salah satu alat ukur yang paling banyak
digunakan untuk menentukan
keberhasilan seseorang dalam suatu proses
belajar mengajar atau untuk menentukan
keberhasilan suatu program pendidikan
E. Tipe Hasil belajar
Bidang kognitif
Bidang afektif
Bidang
Psikomotorik
Kesanggupan menerapkan dan
mengabtraksikan suatu konsep. Ide,
rumus, hukum dalam situasi yang baru,
misalnya memecahkan persoalan dengan
menggunakan rumus tertentu.
Kepekaan dalam menerima rangsangan
dari luar yang datang pada siswa, baik
dalam bentuk masalah situasi dan gejala.
Kemampuan yang berkenaan dan
komunikasi non decorsive seperti gerakan
ekspresif, interpretative.
BabIII.MetodePenelitian
A. JenisPenelitian
Pendekatan JenisPenelitian
Kualitatif
Penelitian
TindakanKelas
(PTK)
B.Subjek Penelitian
Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pinangsori yang
berjumlah 34 orang, yang terdiri dari 30 orang
siswa laki-laki dan 4 orang siswa perempuan
C. Lokasi danWaktu Penelitian
Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel
dilaksanakan SMP Negeri 1 Pinangsori, yang
terletak di Jalan Padangsidimpuan Km. 29
Kelurahan Pinang Baru, Kecamatan Pinangsori,
Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
D.RancanganPenelitian
Perencanaan
Refleksi Pengamatan
Pelaksanaan
Perencanaan
Refleksi Pengamatan
Pelaksanaan
Siklus
I
Siklus
II
Siklus
N
E.Analisis Data
Deskriptif Kualitatif
F.ProsedurPenelitian
Darisegi prosesditandai denganmeningkatnya
aktivitas prosesbelajardanmengajarguruyang
mencapaikategori Baik (B)
Darisegi hasil,penerapanmetodeInkuiri
dikatakanberhasilapabila70% siswamendapat
nilai70 ke atas
G.PerangkatPenelitian
Rencana Pembelajaran
Skenario pembelajaran dengan pokok bahasan
perpangkatan dan akar yang berisi tahapan-
tahapan kegiatan pembelajaran di dalam kelas,
tentang bagaimana menerapakan metode variasi
sehingga mampu meningkatkan minat siswa
terhadap pembelajaran
Media Pembelajaran
Alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh peneliti,
dalam rangka mempermudah proses pembelajaran
dengan metode variasi
H.InstrumenPenelitian
1. Lembar observasi
2. Soal tes
3. Angket/ Kuisioner
I.TeknikAnalisisData
1. Data Aktivitas Siswa
Baik apabila tercatat ≥ 10 tally
Sedang apabila tercatat ≥ 6 tally
Rendah apabila tercatat ≤ 6 tally
2. Data Hasil Tes Belajar Siswa
a). Ketuntasan secara individu
Jumlah skor yang diperoleh
x 100 %
Jumlah skor maksimal
b). Ketuntasan secara klasikal
Jumlah siswa yang tuntas
x 100 %
BabIV.HasilPenelitiandan Pembahasan
A. HasilPenelitian
1. PaparanDatasiklus I
Hasil penelitian pada Siklus I menemukan bahwa:
 Aktivitas mengajar guru berada pada kategori cukup (C) dengan
persentase keberhasilan mencapai 66,6%.
 Aktivitas belajar siswa berada pada kategori baik (B), persentase
mencapai 83,5%.
 Hasil belajar siswa secara klasikal berada pada kategori cukup (C)
dengan nilai rata-rata 65,37. Persentase ketuntasan belajar klasikal
mencapai 50%.
2. PaparanDatasiklus II
berada pada
 Aktivitas mengajar guru
kategori baik (B) dengan persentase
keberhasilan mencapai 83,33%.
belajar siswa berada pada
 Aktivitas
kategori sangat baik (SB), persentase
mencapai 96,3%.
 Hasil belajar siswa secara klasikal berada
pada kategori cukup (C) dengan nilai rata-
rata 68. Persentase ketuntasan mencapai
belajar klasikal 60%, atau meningkat 10%
dari SiklusI.
B. PelaksanaanSiklus
 SiklusI
Hasil tes yang diperoleh pada siklus I
menunjukkan bahwa dari 34 siswa, hanya
17 siswa (50%) yang memenuhi kriteria
ketuntasan minimal (KKM) yang telah
ditetapkan yaitu 70 dan nilai rata-rata
kelas yang diperoleh sebesar 65,37 atau
dalam skala deskriptif dikategorikan cukup
(C). Sehingga secara klasikal hasil belajar
siswa dalam memahami materi budaya
politik masih rendah karena siswa yang
memenuhi KKM belum mencapai 70%.
 SiklusII
Pada siklus II, hasil tes kemampuan siswa
dalam memahami materi budaya politik
rata-rata kelas 68 dengan ketuntasan
belajar siswa sebesar 60% yang memenuhi
KKM ≥70, yang berarti keberhasilan pada
siklus II ini berada pada kategori cukup (C).
Pada dasarnya terjadi peningkatan hasil
belajar siswa sebesar 2,63 dengan
persentase ketuntasan belajar meningkat
sebesar 10% dari siklus I, akan tetapi
belum mencapai indikator keberhasilan
pembelajaran secara klasikal yang
ditetapkan dalam penelitian ini.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan yang telah penulis maka
diperoleh kesimpulan yaitu :
Implementasikan pembelajaran
berbasis inkuiri dalam materi
pembelajaran Budaya Politik dapat
meningkatkan kreativitas siswa kelas
IX SMP Negeri 1 Pinangsori.
BAB V. PENUTUP
B. Saran
1. Guru dalam pembelajaran ini hendaknya
lebih banyak strategi pembelajaran
daripada sekedar memberikan informasi.
2. Siswa diberi kesempatan untuk
menemukan dan menerapkan ide-idenya,
dan guru sebaiknya sebagai fasilitator.
3. Kepala sekolah diharapkan mendukung dan
memotivasi guru dalam pelaksanaan
penelitian tindakan kelas
SELESAI

PTK 2019.pptx

  • 2.
    Rendahnya hasil perolehannilai mata pelajaran PKN siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pinangsori Kenyataan Harapan Menggunakan metode variasi dan bantuan alat peraga sehingga dapat menarik minat belajar siswa Metode mengajar yang monoton membuat siswa menjadi bosan, jemu dan tidak tertarik untuk belajar. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
  • 3.
    FaktorPenyebabMasalah Guru: Guru kurang mampu mengelolakelas dengan baik, sehingga banyak diantara siswa yang acuh tak acuh terhadap pembelajaran yang sedang dilakukan oleh guru bahkan sebagian diantaranya lebih sering mengerjakan tugas lain. . Siswa: siswa masih merasa kesulitan dalam menerima pelajaran PKN, PKN dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Sehingga apabila disetiap jam pelajaran PKN siswa cenderung merasa enggan dan malas. .
  • 4.
    B.RumusanMasalah Bagaimanakah proses pembelajaran melalui implementasipembelajaran berbasis inkuiri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pinangsori pada mata pelajaran PKN ? 1. Rumusan Masalah
  • 5.
    C.TujuanPenelitian Untuk mendeskripsikan proses pembelajaranmelalui implementasi pembelajaran berbasis inkuiri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pinangsori Tahun Pelajaran 2019/2020. .
  • 6.
    D.ManfaatPenelitian 1. Manfaat Teoretis:  Bagi akademisi atau lembaga pendidikan  Bagi peneliti lainnya 2. Manfaat Praktis :  Bagi Siswa  Bagi Guru  Bagi Sekolah
  • 7.
    BabII. KajianPustaka A. PengertianInkuiri suatu proses yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Jadi, dalam model inkuiri ini siswa terlibat secara mental maupun fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. Dengan demikian, siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan sains, yaitu teliti, tekun/ulet, objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain.
  • 8.
    B. Tingkat PemahamanSiswa Terhadap Materi Ajar Pada tahap tingkatan ini siswa sering menebak jawaban berdasarkan pengalaman-pengalaman keseharian dan tanpa melakukan analisis terlebih dahulu. Akibatnya, meskipun siswa dapat menjawab suatu pertanyaan dengan benar, tetapi dia tidak dapat menjelaskan kenapa (why). Kedua, sebelum siswa sampai pada tingkatan pemahaman relasional, biasanya mereka akan melewati tingkatan pemahaman antara yang disebut dengan pemahaman formal.
  • 9.
    C. Pengertian Kreativitas Seorangyang selalu mempunyai rasa ingin tahu, ingin mencoba, bertualang, suka bermain-main, intuisif, dan mempunyai potensi untuk menjadi orang yang kreatif
  • 10.
    D. Pengertian HasilBelajar Salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam suatu proses belajar mengajar atau untuk menentukan keberhasilan suatu program pendidikan
  • 11.
    E. Tipe Hasilbelajar Bidang kognitif Bidang afektif Bidang Psikomotorik Kesanggupan menerapkan dan mengabtraksikan suatu konsep. Ide, rumus, hukum dalam situasi yang baru, misalnya memecahkan persoalan dengan menggunakan rumus tertentu. Kepekaan dalam menerima rangsangan dari luar yang datang pada siswa, baik dalam bentuk masalah situasi dan gejala. Kemampuan yang berkenaan dan komunikasi non decorsive seperti gerakan ekspresif, interpretative.
  • 12.
  • 13.
    B.Subjek Penelitian Siswa kelasIX SMP Negeri 1 Pinangsori yang berjumlah 34 orang, yang terdiri dari 30 orang siswa laki-laki dan 4 orang siswa perempuan
  • 14.
    C. Lokasi danWaktuPenelitian Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel dilaksanakan SMP Negeri 1 Pinangsori, yang terletak di Jalan Padangsidimpuan Km. 29 Kelurahan Pinang Baru, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
  • 15.
  • 16.
  • 17.
    F.ProsedurPenelitian Darisegi prosesditandai denganmeningkatnya aktivitasprosesbelajardanmengajarguruyang mencapaikategori Baik (B) Darisegi hasil,penerapanmetodeInkuiri dikatakanberhasilapabila70% siswamendapat nilai70 ke atas
  • 18.
    G.PerangkatPenelitian Rencana Pembelajaran Skenario pembelajarandengan pokok bahasan perpangkatan dan akar yang berisi tahapan- tahapan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tentang bagaimana menerapakan metode variasi sehingga mampu meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran Media Pembelajaran Alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh peneliti, dalam rangka mempermudah proses pembelajaran dengan metode variasi
  • 19.
    H.InstrumenPenelitian 1. Lembar observasi 2.Soal tes 3. Angket/ Kuisioner
  • 20.
    I.TeknikAnalisisData 1. Data AktivitasSiswa Baik apabila tercatat ≥ 10 tally Sedang apabila tercatat ≥ 6 tally Rendah apabila tercatat ≤ 6 tally 2. Data Hasil Tes Belajar Siswa a). Ketuntasan secara individu Jumlah skor yang diperoleh x 100 % Jumlah skor maksimal b). Ketuntasan secara klasikal Jumlah siswa yang tuntas x 100 %
  • 21.
    BabIV.HasilPenelitiandan Pembahasan A. HasilPenelitian 1.PaparanDatasiklus I Hasil penelitian pada Siklus I menemukan bahwa:  Aktivitas mengajar guru berada pada kategori cukup (C) dengan persentase keberhasilan mencapai 66,6%.  Aktivitas belajar siswa berada pada kategori baik (B), persentase mencapai 83,5%.  Hasil belajar siswa secara klasikal berada pada kategori cukup (C) dengan nilai rata-rata 65,37. Persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai 50%.
  • 22.
    2. PaparanDatasiklus II beradapada  Aktivitas mengajar guru kategori baik (B) dengan persentase keberhasilan mencapai 83,33%. belajar siswa berada pada  Aktivitas kategori sangat baik (SB), persentase mencapai 96,3%.  Hasil belajar siswa secara klasikal berada pada kategori cukup (C) dengan nilai rata- rata 68. Persentase ketuntasan mencapai belajar klasikal 60%, atau meningkat 10% dari SiklusI.
  • 23.
    B. PelaksanaanSiklus  SiklusI Hasiltes yang diperoleh pada siklus I menunjukkan bahwa dari 34 siswa, hanya 17 siswa (50%) yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70 dan nilai rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 65,37 atau dalam skala deskriptif dikategorikan cukup (C). Sehingga secara klasikal hasil belajar siswa dalam memahami materi budaya politik masih rendah karena siswa yang memenuhi KKM belum mencapai 70%.
  • 24.
     SiklusII Pada siklusII, hasil tes kemampuan siswa dalam memahami materi budaya politik rata-rata kelas 68 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 60% yang memenuhi KKM ≥70, yang berarti keberhasilan pada siklus II ini berada pada kategori cukup (C). Pada dasarnya terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 2,63 dengan persentase ketuntasan belajar meningkat sebesar 10% dari siklus I, akan tetapi belum mencapai indikator keberhasilan pembelajaran secara klasikal yang ditetapkan dalam penelitian ini.
  • 25.
    A. Kesimpulan Berdasarkan hasilpenelitian dan pembahasan yang telah penulis maka diperoleh kesimpulan yaitu : Implementasikan pembelajaran berbasis inkuiri dalam materi pembelajaran Budaya Politik dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pinangsori. BAB V. PENUTUP
  • 26.
    B. Saran 1. Gurudalam pembelajaran ini hendaknya lebih banyak strategi pembelajaran daripada sekedar memberikan informasi. 2. Siswa diberi kesempatan untuk menemukan dan menerapkan ide-idenya, dan guru sebaiknya sebagai fasilitator. 3. Kepala sekolah diharapkan mendukung dan memotivasi guru dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas
  • 27.