BAB IV
   POLA PEMBINAAN TINGKAH LAKU
              SOSIAL
A. Komunikasi / comunication
 Edward C.Tolman :man is talking animals for that is
  primarily trought speech and language thar man
  communicate to one and other their tought, feeling and
  attention. ( manusia / laki-laki adalah binatang yang
  berbicara. Untuk inilah pertama – tama melalui baicara
  dan bahasa manusia berhubungan dengan yang lain
  melalui pikiran,perasaan dan perhatian
 Charlotte Buhler : that baies react to smiles, clows and
  threatening gesture before they come to understand
  words.( bahwa bayi – bayi mereaksi dengan
  senyuman,menggaruk muka dan mengancam dengan
  membuat gerak – gerak isyarat tubuh sebelum mereka
  dapat memahami kata –kata.
1.Alasn –alasan komunikasi oleh
individu
a. Dari segi Filsafat Manusia :
   •   Paham materialisme : manusia adalah benda
   •   Paham idealisme : manusia adalah manusia yang dapat
       berpikir
   •   Paham eksistensialisme : manusia bukan hanya di dunia
       namun juga menghadapi dunia.
b. Pendapat Joseph E.Mc.grath
   •   First, centralized communication are more efficient in
       transmitting messages.(jaringan komunikasi yang di
       pusatkan adalah lebih efisien dalam mengirimkan pesan
   •   The second, The information can be flown by goup member
       equally easly with sommunication.( kedua,infiormasi dapat
       dialrkan oleh beberpa anggota kelompok secara sama dan
       mudah dengan komunikasi.
2.Arti Komunikasi
 David krech dan Richard Crutchfield
   Definisi Komunikasi yang sederhana akan berhubungan
dengan penggunaan simbol /lambang untuk mencapai atau
membagi informasi tersebut tentang suatu tujuan.
 Davis
    hakikat penting dari komunikasi adalah bahwa seseorang
menarik simpati dari tingkah laku orang lain apakah ide atau
perasaan orang lain…,oranglain kemdian memberikan reaksi
kepada rangsangannya dalam istilah ide atau perasaan dan
pengertian di balik ide dan perasaan tersebut.
 Harold J.Hovland
Komunikasi adalah proses dimana seorang individu
(komunikator) menyampaiakn rangsangan (umumnya
simbol/lambang kata ) untyuk mengubah tingkah laku individu
lain (komunikan)
Aspek – aspek komponen
komunikasi (Yoseph A.Devito :


 Source,komunuikator adalah individu atau kelompok
  individu yang memberi rangsangan kepada oranglain.
 Message,yakni pesan dan alat – alat yang di gunakan
  dalam proses komunikasi.
 Destination/komunikan yakni individu atau sekelompok
  individu yang menerima rangsangan kemudian
  memberikan balasan.
 Feedbeck/sffect yakni balasan yang di berikan oleh
  komunikan dalam proses komunikasi.
3. Syarat – syarat komunikasi
a. Komunikator
1) Persyaratan pokok
   Kepribadian
   Latar belakang pendidikan
   Latar belakang pengalaman
2) Persyaratan penunjang
   Persiapan komunikator
   Keunggulan komunikator
   Ketulusan komunikator
   Kepercayaan diri komunikator
   Ketenangan komunikator
   Keramahan komunikator
   Kesederhanaan komunikator
Lanjutan …..

b. Message / Pesan
1) Pesan komunikasi
   1) Pesan harus direncanakan dan disampaikan dengan cara –
      cara yang menarik
   2) Pesan harus menggunakan tanda – tanda / lambang yang
     didasarkan pada pengalaman yang sama antart
     komunikator dan komunikan sehingga memiliki pengertian
     yang sama.
   3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi dan
      komunikan serta memberi saran –saran untuk memenuhi
      kebutuhan tersebut.
   4) Pesan harus dapat membangkitkan respon dari komunikan
      saat komunikasi berlangsung.
Lanjutan ….

2) Alat – alat Komunikasi
   1) Alat komunikasi harus sesuai dengan pesan yang
      disampaikan.
   2) Pesan harus menggunakan tanda – tanda / lambang yang
      di dasarkan pada pengalaman komunikator dan komunikan
      yang sama
   3) Alat – alat komunikasi yang digunakan tidak
      membahayakan saat di gunakan
   4) Alat komunikasi tidak cepat rusak saat di gunakan.
   5) Alat komunikasi harus menarik
Ciri – ciri menurut B.Bernstein

   Pendek , kalimat – kalimat sederhana susunannya, kadang – kadang tidak
    selesai dengan bentuk kalimat yang miskin pembentukkannya .
   Sederhana dan pengulangan menggunakan sedikit sejumlah kata sambung.
   Kaku dan terbatas menggunakan kata sifat dan kata keterangan.
   Sering menggunakan kata ganti orang lebih dari pada kata ganti pengakuan
    orang
   Sering menggunakan pernyataan yang di bentuk sebagai kandungan
    pertanyaan yang membangkitkan kejelasan yang menarik.
   Sering cenderung memberi alasan dan kesimpulan untuk disesuaikan dengan
    hasil suatu pengelompokkan pernyataan.
   Sering menggunakan kebahsaan yang bersifat kuno dan kedaerahan atau
    tuturan / logat bahasa daerah.
   Mengandung suatu pengertian / arti.
c. Komunikan
Syarat – sayarat pokok dan penunjang bagi komunikan ama dengan komunikator
kedudukan komunikator dan komunikan saling berpindah – pindah .
d.Feedback / Rangsangan Balik
 Zero Feedback : rangsanagan balik yang diberiakn
  komunikan tidak dapat dimengerti oleh komunikator
 Positive Feedback : pesan yang disampaikan oleh
  komunikan dapat di mengerti sangat jelas oleh komunikator
 Netral Feedback : pesan – pesan yang disampaikan oleh
  komunikator tidak memihak kepada komunikator maupun
  yang lainnya .
 Negative Feedback : pesan yang disampaikan oleh
  komunikator berlawanan dengan tujuan komunikator.
Persyaratn Feedback :
•   Feedback itu jelas
•   Feedback itu menarik
•   Feedback itu merangsang
•   Feedback itu tepat
4. Proses Komunikasi
    Seperti dikemukakan oleh D.Lawrence Kincaid dan
     wilbur Scramm
   a) Proses Komunikasi Model Umpan Balik


Komunikator /           Message /            Destination /
  sumber                 pesan                komunikan




                        Feedback /
                       Umpan Balik
b. Proses Komunkasi Model
Timbal Balik
    Menyusun       1
A
      sandi       Pesan

                               Menguraikan
                                  sandi
                                              B


                       2           Menyusun
                                     sandi
                    Pesan
    Menguraikan
       sandi
A
    Menyusun              3
      sandi
                       Pesan        dst.
c. Komunikasi Model
  antarmanusia yang Memusat



Pengaturan       Pengertian        Penafsiran
 Peserta A   A    bersma      B    Peserta B
Penafsiran                        Pengutaraan
5. Strategi Komunikasi

a. Alasan – alsan pengambilan Strategi Komunikasi :
   1) Komunikasi berkaitan dengan suatu proses yang yang
      melibatkan faktor – faktor psikologis dan sosial dari masing
      – masing individu yang berada di dalamnya
   2) Karena pesan dapat terdiri dari beberapa buah pesan maka
      perlu penyusunan secara sistematis
   3) Komunikasi di harapkan dapat di terima dan di beri efek
      pada komunikan maka komunikator perlu strategi
   4) Komuniakator harus dapat menyampaikan pesan jadi yang
      paling utama di dalam memberi efek dalam proses
      komunikatior.
b. Definisi Strategi Komunikasi
 Pada umunmnya strategi komunikasi berarti keseluruhan
keputusan konstitusional tentangt tindakan yang akan
dijalankan guna mencapai tujuan. Beberapa hal penting :
a) Suatu keputusan
Seorang komunikator harus dapat mengambil keputusan saat
akan melaksanakan komnikasi.
b) Konstitusional
Adanya waktu yang terbatas pada saat melaksanakan
komunikasi
c) Tindakan yang di laksanakan :
    memahami khalyak sasaran / komunikan, menyusun pesan
dan menggunakan media.
d) Tujuan
Efek positif dari komunuikasi pada komunikan
c. Strategi Komunikasi
1) Langkah persiapan strategi komunikasi :
   a) Persiapan komunikator :
        Komunikator memenuhi syarat – syarat pokok dan syarat – syarat
         penunjang
        Komunikator harus dapat :
       (1) Berpikir secara deduktif
       (2) Berpikir secara khusus
       (3) Berpikir memecahkan masalah
       (4) Berpikir konseptif
       (5) Berpikir kreatif
    b) persiapan pesan :
        a) Pesan – pesan memenuhi syarat – syarat yang di butuhkan
        b) Pesan –pesan yang harus di susun secara sistematis :
              a) Pesan yang membangkitkan perhatian
              b) Pesan yang membangkitkan perhatian menumbuhkan minata
Lanjutan ….
 c) Persiapan metode :
     (1) Metode harus bersifat repetisi
     (2) Metode bersifat penyaluran
     (3) Metode bersifat persuasif
     (4) Metode bersifat edukatif
     (5) Metode bersifat kursif
 d) Persiapan pemahaman komunikan
 Sifat – sifat komunikan :
     (1) Innovator / penemu idea
     (2) Early adopters / pengambilalihan awal
     (3) Early majority / mayoritas awal
     (4) Majority / mayoritas
     (5) Non – adopters / peroleh pengambilalihan
Lanjutan ….
2) Langkah Startegi komunikasi :
   a) Both side issue / isu samping kedua belah pihak
        Komunikasi dengan komunikan yang sejak semula
   terdapat perbedaan pendapat antara keduanya atau
   komunikan yang terdiri dari orang – orang yang pandai /
   berpendidikan tinggi.
   dapat mencapai hasil yang optimal, tetapi membutuhkan waktu
   yang lama.
   b) One side issue / isu samping sepihak
        strategi komunikasi in dapat di terapkan apabila
   komunikator menjalin komunikasi dengan komunikan yang
   sebelumnya telah ada persesuaian pendapat atau komunikan
   adalaha orang – orang yang kurang tinggi pendidikannya.
   Komunikasi memang diharapkan dapat segera mencapai tujuan
   sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6. Hasil Komunikasi

a. Intune
  suatu proses komunikasi dimana komunikator telah
mempunyai kesamaan pengertian dengan komunikan.
b. Distorsi
   suatu proses komunikasi di mana komunikator dan
komunikan gagal untuk mencapai kesamaan pengertian.
Hal –hal yang menyebabkan distorsi :
   1) Dari komunikator :
       a) Komunikator tidak menunjukkan kepribadian yang baik
       b) Komunikator kurang pendidikan / pengalaman
       c) Komunikator kurang persiapan
       d) Komunikator kurang dapat berpikir secara baik
Lanjutan ….

 2) Dari message :
    a. Pesan :
          a.   Pesan kurang dipersiapkan
          b.   Pesan kurang sistematis di sampaikan
          c.   Pesan kurang dapat membangkitkan komunikan

    b. Alat - alat / media :
          a.   media tidak sesuai dengan pesan / kemampuan yang di sampikan
          b.   Media khususnya tanpa bahsa tidak dapat di pahami oleh komunikan
               dan komunikator

    c.   Metode :
          a.   Metode di gunakan tidak tepat
          b.   Metode tidak membangkitkan komunikan untuk bertindak
Lanjutan ….


 3) Dari komunikan :
    a. Komunikan tidak siap
    b. Komunikan tidak tertarik untuk berkomunikasi
    c.   Komunikan memang menolak pesan sejak semula

 4) Dari feedback :
    a. Feedback tidak jelas
    b. Feedback memberi jangka
    c.   Tidak ada feedbacnk sama sekali
7. Macam – macam Komunikasi

a. Ditinjau dari segi Individu yang Terlibat :
    1) Komunikasi persona
    Dapat terjandi pada diri individu atau antara individu :
        a) Komunikasi intra persona : yang terjadi pada diri individu
           sendiri
        b) Komunikasi antar persona : komunikasi antara individu

    2) komun8ikasi kelompok
    Komunikasi yang terjadi antara beberapa orang :
        a) Komunikasi kelompok kecil
        b) Komunikasi kelompok besar
Lanjutan ….
b. Ditinjau dari sgi Sifat Komunikasi :
      1)   Komunikasi tatap muka
      2)   Komunikasi bermedia
      3)   Komunikasi verbal :
            1)   Komunikasi lisan
            2)   Komunikasi tertulis
      4)   Komunikasi non verbal :
            1)   Komunikasi gerak badan
            2)   Komunikasi bergambar

c. Ditinjau dari Media Komunikasi :
      1)   Komunikasi Sosial
      2)   Komunikasi Media
d. Ditinjau dari Pesan Politik :
      1)   Komunikasi Politik
      2)   Komunikasi kesehatan
      3)   Komunikasi kesenian
      4)   Komunikasi agama
B. Interaksi Sosial / Social Interaction

1. Latar Belakang Interaksi Sosial
    a. Latar Belakang dan Tinjaun Hakikat manusia :
        1)   Manusia Sebagai Makhluk Individu
        2)   Manusia Sebagai Makhluk sosial
        3)   Manusia Sebagai Makhluk Berketuhanan
    b. Latar Belakang Tinjaun Sosiologis
        1) Pendapat Mac Iver dan Charles Page :
              a) Locality : perasaan kedaerahan yang menyebabkan setiap individu tergerak untuk
                 melakukan tingkah laku sosial dan interaksi sosial
              b) Community sentiment : perasaan kemasyarakatan yang menyebabkan individu
                 bersedia bertingkah laku untuk nkepentingan individu lain

        2) Pendapat Harold Batrell :
              a) Grouping of People : setiap kehidupan masyarakat, setiap individu,cenderung
                 untuk hidup berkelompok.
              b) Definite place : suatu kecenderungan individu untuk menempati daeragh tertentu
                 dengan individu lain
              c) Mode of gathering : suatu kecenderungan bagi individu untuk memiliki model
                 kehidupan sendiri bersama kelompolknya
Lanjutan ….
C. Latar Belakang Tinjauan Psikologis
   1) Latar belakang interaksi sosial yang berasal dari luar manusia :
       a)   Teority / wilayah
       b)   Agression / penyerangan
       c)   Sex Behaviour / tingkah laku jenis kelamin
       d)   Affiliation / perlindungan
       e)   Group Behaviour / tingkah laku kelompok
   2) Latar Belakang interaksi sosial dari perkembangan dorongan
      sosial :
       a)   Hunger and Thirst / lapar dan haus
       b)   Sex Behaviour / tingkah laku jenis kelamin
       c)   Agression / penyerangan
       d)   Dependency / ketergantungan
       e)   Dominance / Kekuasaan
2.Definisi dan Ciri – ciri Interaksi
Sosial
a. Dari sudut tinjauan Psikologis
    1) Thodore M.Newcomb
        Interaksi sosial adalah peristiwa yang kompleks, termasuk tingkah laku
       yang berupa rangasangan dan reaksi keduanya dan yang mungkin
       mempunyai satu arti sebagai rangsangan dan yang lain sebagai reaksi.
       Menurutnya individu dituntut dua hal yaitu :
            a) The Nature Of Human Organism / hakikat manusia, yang di maksud adalah
               sebagaimana individu megorganisir persepsi sikap dan tingkah lakunya
               pada situasi sosial agar ia dapat berpartisipasi aktif dalam interaksi sosial
            b) The Nature Of Human Society / hakikat masyarakat manusia,yang
               dimaksud adalah masyarakat manusia yang mempunyai nilai,aturan, dan
               norma – nirma sosial, yang harus diakui dan dilakukan oleh setiap individu
               yang berada dalam masyarkat tersebut.

    2) Yoseph Mac Grath
   Interaksi sosial adalah suatu proses yang berhubungan dengan
   yang lain dan dalam hubungan dengan aspek – aspek keadaan
   lingkungan, selama kelompok tersebut dalam kegiatan. Alasan
   yang dikemukakan : (a) merupkan sistem hubungan sosial yang
   melibatkan individu secara aktif dalam suatu kegiatan. (b) kegiatan
   dalam kelompok adalah kegiatan yang dapat diamatai secara jelas.
Lanjutan ….

b. Dari Sudut Tinjauan Sosiologis
   1) Hubert Bonner
   Di kutip oleh Dr.W.A.Gerungan ia menjelaskan bahwa interaksi
   sosial adalah suatu hubungan antara dua orang atau lebih
   individu di mana kelakuan individu yang satu
   mempengaruhi,mengubah,atau memperbaiki kelakuan individu
   lain, atau sebaliknya.
   2) Sutherland
   Interaksi sosial adalah hubungan yang mempunyai pengaruh
   secara dinamis antara individu dengan individu dan individu
   dengan kelompok dalam situasi sosial. Menekankan aspek
   hubungan yang mempunyai ketergantungan : (a) dua/lebih
   individu, yang satu sama lain saling menjalin hubungan secara
   aktif (b) individu – individu tersebut berada dalam kehidupan
   berkelompok .
Lanjutan ….

c. Dari Susut Tinjauan Psikologi Sosial
    1)   S. Stanfeld Sargent
    Interaksi Sosial … dapat diterangkan sebagai suatu fungsi individu yang ikut
    berpartisipasi / ikut serta dalam situasi sosial yang mereka stujui
    2) Warren and Roucech
    Interaksi sosial adalah suatu proses penyampaian kenyataan , keyakinan , sikap
    , reaksi emosional dan kesadaran lain dari sesamanya diantara kehidupan yang ada.
Theodore M.Newcomb memberi ciri – ciri :
         a)   The Individual is related to social influence ( individu /orang dihubungkan pada
              pngaruh sosial
         b)   The nature Of the relationship is soecified ( hakikat hubungan dikhususkan )
         c)   The specified kind of relation are noted ( dikhususkan macam kondisi hubungan
              yang tercatat )
         d)   The importance of intrpersonal attitude ( pentingnya hubungan sikap antar
              individu )
         e)   Shared influence within group ( disebarkan pengaruh dalam kelompok )
3. Dasar – dasar Interaksi Sosial
a. Imitas:
    1) Latar Belakang
     Gabriel Tarde menyimpulkan bahwa kajahatan yang
dilakukan oleh individu adalah akibat dari suatu penirusn atau
imitasi. Trotter mengungkapkan bahwa dalam kehidupan
individu terdapat semangat untuk meniru dari masing –
masing individu. Walter Bagehot memperoleh hal baru yakni
pada setiap individu ada suatu kesamaan yaitu kecakapan
untuk meniru.
     Hasil peniruan/imitasi dari interaksi sosial adalah tiap –tiap
individu memiliki tingkah laku ringan dengan tingkah laku
ringan tersebut tiap – tiap individu akan timbul saling
pengertian dan saling tertarik satu sama lain. Saling
pengertian inilah yang memperkuat dan memperlancar
interaksi sosial yang sedang berlangsung antar individu.
Lanjutan ….

  2) Definisi / Pengertian
      a) Gabriel Tarde
      Imitasi yang dimaksud adalh contoh – mencontoh yang dilakukan individu dari
      individu lain dalam kehidupan
      b) S.Stanfeld Sargent
      Imitation is a copy or produce the action of another. ( imitasi adalaha suatun
      percontohan atau menghasilakan tindakan dari yang lain).
      Dengan imitasi in, setiap individu dalam melaksanakan interaksi sosial menjadi : a
      pasive role in relation ( berperan pasif dalam hubungan ). Jadi inilah yang
      menyebabkan individu memil;iki tingkah laku yang seragam dalam interaksi sosial
 3) Syarat – Syarat Imitasi
 Dikemukakan oleh Gabriel Tarde :
      a) Harus ada minat / perhatian terhadap hal / sesuatu yang akan di tiru
      b) Harus ada sikap menjunjung tinggi terhadap hal / sesuatu yang akan di contoh
      c) Harus ada penghargaan sosial yang tinggi akibat peniruan yang dilakukan
      d) Harus ada pengetahuan dari individu yang akan melaksanakn peniruan.
Lanjutan ….
  4) Tahap – tahap Proses Imitasi
     a) Tahap proyeksi : individu yang akan mencontoh memperoleh kesan –
        kesan dari apa yang akan dicontoh
     b) Tahap Subjektif : individu telah menyadari apa yang akan dicontoh
        sekaligus memahami apa yang akan dicontoh dengan jelas
     c) Tahap Ejektif : individu telah menguasai cara – cara untuk mencontoh
        dengan tepat dan benar.

  5) Hukum – hukum Imitasi
     a)   The law Of descent : hukum ini berarti golongan atas menjadi objek
          peniruan dari golongan dibawahnya
     b)   The law of geometrical progression : hukum ini adalah suatu
          peniruan pasti ada gambarnya
     c)   The law internal before the exotic : hukum ini berarti suatu proses
          peniruan terhadap kebudayaan sendiri akan lebih mudah daripada
          kebudayaan orang lain
Lanjutan .....
6) Akibat Proses Imitasi :
a) Positif
   1) Dapat diperoleh kecakapan dengan segera
   2) Dapat diperoleh tingkah laku yang seragam
   3) Dapat mendorong individu untuk bertingkah laku
b) Negatif
    1) Apabila yang diimitasi salah maka akan terjadi kesalahan masal
    2) Dapat menghambat berpikir kritis
7) Macam – macam Imitasi :
a) Non-deliberate imitation : proses peniruan yang
   berlangsung tanpa sengaja
b) Delibrate Imitation : proses peniruan yang berlangsung
   sengaja.
b. Sugesti
1) Latar Belakang
   a) Masmer
   Animal magnetism, konsep ini pada dasarnya binatang yang mempunyai
   kekuatan, bila binatang tersebut menyentuh binatang lain maka bintang
   lain itu akan mengikuti binatang yang mempunyai kekuatan tersebut.
    b) Baid
   Idiomotor response, yakni konsep yang menyatakan bahawa individu
   mempunyai kekuatan dalam dirinya yang dinamakan hypnotism
   c) Gustave Le Bon
   Mempernyai konsep hypnotion yang artinya sama dengan sugesti yang
   di tulis olehnya didalam buku La Psychologie Das Fanler yang kemudian
   diterjemahakn kedalam bahasa inggris yaitu The Crowd.
   Kesimpulan yang di dapatnya :
       (1) Individu kehilangan rasa tanggung jawab
       (2) Individu terkena infeksi jiwa
       (3) Jiwa massa sangat sugestif
Lanjutan....
2) Definis / Pengertian
    a) Gustave Le Bone
    Memberikan pengertian dari asal kata sugesti dari kata sugeper yang
    artinya mempengaruhi. Kemudian artinya berkembang sehingga sugesti
    mempunyai arti suatu proses dimana seseorang individu memperoleh
    pandangan, sikap, dan tingkah laku individu lain tanpa dikritik terlebih
    dahulu
    b) S.Stanfeld Sargent
    Memberi pengertian yang searah dengan Gustave Le bone : sugesti
    adalah : ...... One person induce uncritic performance of act in other. (
    seseorang menyebabkan penerimaan idea tanpa kritik atau perbuatan /
    tindakan tanpa sadar dari yang lain.
3) Syarat – Syarat Pemberian Sugesti
    a) Thomas Brown : perlu adanya asosiasi / hubungan yang terjadi
       pada jiwa individu
    b) Centril : sugesti hanya dapat terjadi apabila seseorang individu
       dihinggapi oleh situasi yang kritis dan individu tidak dapat membuat
       suatu keputusan yang pasti.
Lanjutan ....
4) Macam – macam Sugesti
   a) Auto Sugesti : suatu proses sugesti yang diberikanb oleh
      individu kepada dirinya sendiri sehingga individu tersebut dapat
      meningkatkan tingkah lakunya dibandingkan sebelumnya.
   b) Hetero Sugesti : suatu proses sugesti yang berlangsung dan
      dirujukan kepada individu lain agar individu lain dapt di
      pengaruhi dan bertingkah lakuy seseuai dengan keinginan
      pemberti sugesti.
5) Hukum – hukum Sugesti
Dikemukakan oleh sidis :
   a) Bertambanhya Sugesti sebanding dengan bertambahnyta
      perpecahan atau pertentangan dari keutuhan kesadaran
   b) Bertambahnya sugesti pada orang – orang normal dilaksanakan
      secara tidak langsung
   c) Bertambahnya sugesti pada orang –orang tidak normal
      dialksanakan secara langsung
Lanjutan ....



6) Faktor – faktor yang mempercepat proses sugesti
   a) Hambatan berpikir
   b) Pikiran terpecah belah
   c) Keadaan otoritas
   d) Keadaan mayoritas
   e) Keadaan will to believe
c. Identifikasi
1) Latar Belakang
Sigmund Freud pada penyelidikannya terhadap individu – individu
:setiap individu mempunyain nafsu untuk menempatkan diri pada
situasi tertentu agar individu yang bersangkuatan mempunyai tinglah
laku yang sesuai dengan situasi yang dihadapinya.
2) Pengertian
Sigmund Freud : identifikasi sebagai doro9ngan untuk menjasi sama (
identik ) dengan individu lain
S.Stanfeld Sargent : identifikasi adalah suatu proses untuk melayani
sebagau penunjukkan suatu model. Mekanisme fungsi identifikasi
dalam situasi sosial secara luas.
3) Proses dan Tujuan
Identifikasi merupakan proses/ kegiatan yang di lakukan oleh individu
tanpa adanya kesadran dari individu
Tujuan proses dari identifikasi yang dilakukan oleh individu adalah
individu tersebut kuarang mampu / kurang disadari.
d. Simpati
a) Mac Dougalll
Menemukan simpati dari individu, berdasarkan pnyelidikannya pada
beberapa individu. Pada awalnya menggunkan istilah self interest /
ketertarikan dir yang lkemudian tercermin dalam tingkah laku individu
b) Adam Smith
Menulis penyelidikannya terhadap kehidupan bersama dari individu di
dalam masyarakat. Yang ternyata kehidupan bersama itu ada karena
tiap – tiap anggotanya mempunyai morall sentimentb ( perasaan moral
) yang berarti kekuatan dalam diri individu yang bersifat dinamis yang
menyebabkan individu dapt tertarik pada individu lain dan moral
sentiment berada tersembunyi dalam diri individu.
c) T.Ribot dan Herbert Spencer
Yang berpendapat bahawa pada dasarnya setiap individu mempunyai
self love ( kecintaan diri ) yang berarti rasa tertarik individu yang
berada tersembunyi di dalam individu yang bersangkutan . Self love ini
oleh keduanya dinamakn simpati dan menjadi dasar tingkah laku
sosiaindividu untuk menjalin interaksi sosial dengan individu lain dalam
situasi sosial.
Lanjutan ....
2) Definisi / pengertian
Menurut Mac Dougall, Herbert Spencer simpati berasal dari bahsa latin
syempater yang berarti turut merasakan. Yangv kemudia pengertian simpati
ini berkembang dan simpati diartikan sebgai suatu proses tertariknya
perasaan individu yang satu terhadap individu lain.
3) Proses dan Tujuan
Proses simpati diarahkan pada keseluruhan keadaaan dan tingkah laku
individu , bukan tertarik pada salah satu bidang/bagian saja dari individu.
Oleh karena itu proses simpati yang benar memakan waktu yang panjang
untuk memahami latar belakang keadaan dari tingkah laku individu lain
Tujuan proses sering kali adalah guna memperoleh dulu suasana kerja sam
antara individu yang satu dengna individu yang lain dalam rangka menjamin
adanya saling pengertian diantara mereka.
4) Macama – macam simpati :
    a) Adam smith
         (1) Simpati yang menimbulkan reaksi cepat mirip gerak reflleks
         (2) Simpati yang sifatnya intelektual
Lanjutan ...
b) Herbert Spencer :
    (1) Perspectively presentative : simpati yang timbul secara cepat seperti gerak rerleks
    (2) Representative Sympathy : simpati yang sadar reflektif
c) Theodore Ribat :
    (1) Simpati tipe primitif : simpati yang terjadi karena danya trangsangan bersyarat
    (2) Simpati tipe afektif : simpati yang timbul kearena adanya kesadaran diri sendiri
    (3) Simpati tipe intelektual : simpati yang bersifat umum an abstrak
d) Max Scheler :
    (1) Einsfuhlung : simpati yang prosesnya kurang berdasar atas pemikiran
    (2) Uiteinanderfuhlung : simpati yang prosesnya berlangsung secara spontan
    (3) Qefuhlsantechung : simpati yang prosesnya yang berlangsung karenma perasaan
        tertekan
    (4) Simfuhlung : simpati yang prosesnya berdasar atas pengamanan perasaan belaka
    (5) Machfuhlung : simpati yang prosesnya berlangsung atas dasar perasaaan masing –
        masing individu sehingga maknanya ada perbedaaan
    (6) Mitgefubel : simpati yang prosesnya berdasar pada pertimbangan perasaan orang lain
        yang bersifat positif
    (7) Menchenliebe : sinmpati yang prosenya atas dasar penghargaan / penghormataan
        dari individu lain
    (8) Akomisch person and gottesliebe : simpati yang prosesnya atas dasar pengungkapan
        perasaan /jiwa kepada tuhan
4. Teori – teori interaksi sosial
a. Robert F Bales
1) Aspek – aspek Proses Interaksi Sosial
    a)    Situasi
    b)    Aksi / interaksi
2) Fase – fase dalam interaksi sosial
     a)   Komunikasi / hubungan yang melibatkan individu – individu dan komunikasi
          berlangsung berulang – ulang
     b)    Komunikasi / hubungan anatar individu dapat berlangsung pada saat
          lampau, sekarang , dan yang akan datang
     c)   Komunikasi / hubungan antar invivisdu menimbulkan masalah / problem yang harus
          dipecahkan bersama – sama
     d)   masalah / problem yang dipecahkan bersama – sama mkenimnbulkan ketegangan
          pada individu selaqm proses pemecahan
     e)   Pemecahan masalah tersebut menciptakan integrasi yang artinya masuing – masing
          individu merasakan kepuasan secara bersama –sam a
3) Macam – macam Proses Interaksi Sosial :
     a) Proses interaksi sosial yang terjadi dalam diri individu
     b) Proses interaksi sosial yang terjadi
     c)    antara seseoarng individu dengan kelompok
     d)   Proses interaksi sosial yang terjadi antara kelompok individu dengan kelompok
          individu lain
Lanjutan ....
4) Kriteria untuk menganalisis proses interaksi sosial (
Robert F.Bales :
   a) Bidang – bidang proses intyeraksi sosial
       (1) Bidang sosio-emosional
       (2) Bidang – bidang tugas
       (3) Bidang – bidang tugas untuk meminta tugas
       (4) Bidang – bidang serta emosional

   b) Analisi proses interaksi sosial
   Robert F. Bales menganalisis proses interaksi sosial dengan
   menyusun bidang – bidang proses interaksi sosial agar ia
   mudah menganalisis proses analisis proses interaksi sosial
   tersebut dan menyebutnya dengan profile analysis / analisis
   profil/ analisis tingkah laku
b. George C.Homas

1) Sumber – sumber penyusunan teori
    a) Roethlisberger dan Dickson dalam Bank Daring Group of How
       Thousand Work of the Company.
    b) J.Eort Whype dalam The Norton Sheet Gang
    c) H.Hatch dalam Disintegration at miltown New England
    d) A.M.Ernesberg dan D. Mac Gregor dalam Electrical Equipment
       Company.
2) Aspek – aspek dalam Proses Interaksi Sosial
    a) motif/ tujuan yang sama
    b) Suasana emosional yang sama
    c) Ada aksi / interaksi
    d) Proses segitiga dalam interaksi sosial ( aksi , interaksi, sentimen )
    e) Dipandang dari sudut totalitas
    f)   Hasil penyesuaian diri tiap – tiap anggota kelompok terhadap
         lingkungannya tanpa tingkah laku anggota kelompok yang seragam
Lanjutan ....

3) Analisis Pada Interaksi Sosial ( George C. Homans )
Menganalisis dengan menyusun :
    a) Hipotesa pertama
    b) Hipotesa kedua
    c) Hipotesa ketiga
        Ada beberapa pertanyaan :
        1)   Bagaimanakah keterangan hipotesis tersbut dalam menghadapi sifat
             perkembangan ini ?
        2)   Apakah orang - orang yang memegang teguh norma itu bersedia
             melepaskan norma ynag lama guna menerima norma – norma baru dan
             mereka tetap menduduki tempat yang tinggi di dalam kelompok ?
        3)   Apakah kelompok yang di pimpin oleh orabng – orang yang sangat setia
             kepada norma lama akan mampu menghadapi proses perkembangan
             tersebut?
    d) Hipotesa keempat
    e) Hipotesa kelima
5. Tahap – tahap Interaksi Sosial



a) Ada kontak / Hubungan
b) Ada Bahan dan Waktu
c) Timbul Problema
d) Timbul Ketegangan
e) Ada integrasi
6. Bentuk – bentuk Interaksi
Sosial
a. Bentuk interaksi sosial dari Morton Deuttch
1) Cooperatin / kerja sama
   a) Pengertian
   S.Stanfeld Sargent : ini tampaknya lebih untuk menyetujui
   dalam situasi dimana suatu tujuan tidak dapt dicapai oleh usaha
   asli individu
   Maka menurutnya kerja sama adalah usaha yang
   dikoordinasikan yang ditujukan kepada tujuan yang dapt
   dipisahkan
   b) Macam – macam Kerja sama
      (1) Begaining
      (2) Cooperation
      (3) Combination
      (4) Joint - ventura
Lanjutan ....
2) Competittion / persaingan
   a) Pengeritian
   Setipa kebutuhan individu akan selalu diupayakan oleh individu
   tersebut untuk memperoleh pemenuhan
   Morton Deuttch , persaingan adalah : bentuk interaksi sosial dimana
   seseorang mencapai tujuan, sehingga individu lain akan di pengaruhi
   untuk mencapaui tujuan mereka
   b) Fungsi Persaingan
       (1) Persaingan dapat menyalurkan keinginan perorangan atau kelompok
       (2) Persaingan sebagai saran untuk menarik perhatian dari yang lain
       (3) Persaingan sebagai sarana seleksi untuk memperoleh kedudukan /
           peran tertentu
       (4) Persaingan dapat digabungkan sebagai saran seleksi individu untuk
           memperoleh pembagian kerja secara efektif sehingga tujuan dapat
           tercapai dengan segera
   c) Bidang – bidang yang menimbulkan persaingan :
   ekonomi, kebudayaan, kedudukan , kesukuan ./ ras
b. Bentuk Interaksi Sosial dari
Park dan Buergess
1) Competition / Persaingan
    Uraian sama dengan yang sebelumnya
2) Conflic / Pertentangan
    a) Pengertian
    S.Stanfel Sargent konflik : proses yang berselang 0- seling terus –
    menerus srta mungkin timbul pada beberapa waktu dari sama
    sekali, lebih stabil berlangsung dalam proses interaksi sosial.
    Konflik didasari reaksi penyerangan terhadap kekecewaan dan
    kemarahan
    b) Hal – hal yang menyebabkan konflik :
        (1) Perbedaan pendirian / perasaan individu
        (2) Perbedaan kepribadian antar individu
        (3) Perbedaan kepentingan antara individu / kelompok
        (4) Terdapat perubahan – perubahan yang cepat dalam masyarakat
            yang disebabkan perubahan nilai / sistem
Lanjutan ....
    c) Bentuk – bentuk konflik :
         (1) Konflik Pribadi
         (2) Konflik rasial
         (3) Konflik kelas sosial
         (4) Konflikpolitik
         (5) Konflikinternasional
    d) Akibat konflik
         (1) Meningkatnya rasa solidaritas antar anggota
         (2) Munculnya persatuan kelompok
         (3) Ada peubahan kepribadian individu
         (4) Harncurnya harta benda

3) Accomodation /persesuaian
    a)   Pengertisn
    S.Stanfeld Sargent , persesuian : suatu proses peningkatan saling adaptasi atau
    penyesuaian . Persesuaian mempunyai tingkatann yang lebih tinggi dari penesuaian
    karen atujuannya yang lebih luas .
Lanjutan ....
b) Tujuan Persesuaian
   (1) Untuk mengurangi pertentangan antar individu / kelompok
       karena adanya perbedaan
   (2) Untuk mencegah meledaknya pertentangan yang bersifat
       sementara
   (3) Untuk memungkinkan adanya kerja sama antar kelompok
   (4) Untuk mengadakan integrasi antar kelompok sosial yang saling
       terpisah
c) Bentuk – bentuk persesuaian
   (1) Coercion
   (2) Compromise
   (3) Mediation
   (4) Conciliation
   (5) Toleration
   (6) Stalemate
   (7) Adjudication
Lanjutan ....

   d) Hasil – hasil Persesuaian
      (1) Unification / kesatuan didalam masyarakat
      (2) Penekanan terhadap oposisi
      (3) Saran koordinasi bagi kepribadian yang berbeda
      (4) Perubahan keadaan sesuai saat ini

4) Assimiliation / perpaduan
   a) Pengertian
   S.Stanfeld Sargent , perpaduan : suatu proses saling menekan
   dan melebur dimana seseorang atau kelompok memperoleh
   pengalaman,perasaan dan sikap dari individu dalam kelompok
   lain.
Lanjutan ....

  b) Faktor – faktor ynag mempercepat proses perpaduan :
     (1) Sifat toleransi dari kedua belah pihak
     (2) Faktor keseimbangan dari kedua belah pihak
     (3) Sifat keterbukaan atas keduanya
     (4) Aa unsur persamaan kebudayaan atas keduanya
     (5) Ada ancaman dari pihak luar.

  c) Bentuk – bentuk Perpaduan
     1. Alienation
     2. Startification
Lanjutan ….

c. Bentuk – bentuk Interaksi sosial dari krout:
    1) Communalism : bentuk interaksi sosial yang dilaksanakan sekadarnya
    2) Parasitism : interaksi sosial yang menguntungkan satu pihak
    3) Mutualism : bentuk interaksi yang menggantungka kedua belah pihak
    4) Sociality : bentuk interaksi sosial yang telah bersifat kemsyarakatan
d. Bentuk – bentuk Interaksi sosial dari S.Stanfeld Sargent
    1) Board types interpersonal Behaviour : bentuk tingkah laku antar
       individu dalam arti luas
    2) More specific types of interaction : bentuk interaksi / hubungan yang
       lebih khusus
        a)   Mutual interaction : bentuk interaksi yang saling menguntungkan
        b)   One way interaction : hubungan yang menguntungkan satu belah pihak

    3) Interactional Process involving changing relation : hubungan yang
       terjadi perubahan dalam lembaga tersebut
7.Faktor – faktor yang memengaruhi
Interaksi Sosial
S.Stanfeld Sargent :
a. The Nature of social situation / hakikat situasi sosial
    a) Direct social situation
    b) Social symbol
b. The Norms Prevaling in Any Given Social Group /
   kekuasaan norma – norma yang diberikan oleh kelompok
   sosial
c. The Own Personality Trend / kecenderungan kepribadian
   sendiri
d. A person’s Transitory tendences / Kecenderungan
   sementara Individu
e. The Process of Perceiving and Interpretating a situation /
   Proses menanggapi dan menafsirkan sesuatu situasi.
C. Kelompok Sosial

1. Alasan – alasan Pembentukan Kelompok sosial
Dorwin Cartwright dan Alvin Zander
   1. A group maybe created by one or more people inorder to
      accoplish some objective ( suatu kelompok mungkin
      dibentuk berdasarkan pertimabngan oleh satu atau lebih
      orang untuk mencapai beberapa tujuan )
   2. A group maybe formed spontaneously by the people who
      came to participate in. ( suatu kelompok mungkin dibentuk
      secara spontan oleh orang –orang yang datang untuk ikut
      serta di dalamnya.
   3. A collection of individual maybe a group because they are
      treated in a homogeneous way by other people.(kumpulan
      individu mungkin menjadi suatu kelompok sebab mereka
      diperlakukan dengan cara –cara yang sama oleh orang lain)
2.Ditinjau dari Ciri – ciri
kelompok sosial
a. Definisi
1) S.stanfeld Sargent
Kelompok sosial : konsep – konsep itu dapat disetujui oleh
ahli – ahli psikologi sosial, yang menafsirkan kelompok
dalam istilah hubungan sosial diantara individu – individu.
Ia ditarik dalam aspek – aspek individu yang
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku individu
lain dalam kelompok
2) David Crechy dan Richard Crutchfield
Mungkindidefinisikan sebagai sistem yang disatukan dari
antar hubungan kelompok psikologis yang di bentuk untuk
mencapai tujuan kelompok
Lanjutan ....

3) Robert Bales
Kelompok sosial : sejumlah orang yang ditarik dalam
interaksi satu sama lain dalam pertemuan tatap muka
4) M Smith
Kami mungkin menemukan kelompok sosial sebagai suatu
kesatuan berisi sejumlah orang dari kelompok yang te
rpisah, yang mempunyai persepsi bersama dari kesatuan
mereka dan yang mempunyai kemampuan atau
kecenderungan untuk berbuat dan atau bertingkah laku
dalam kesatuan cara terhadap lingkungan
b. Ciri – ciri Kelompok Sosial
1) George Simmel :
   a) Besar – kecilnya jumlah anggota kelompok
   b) Derajat interaksi sosial dalam kelompok
   c) Kepentingan kelompok
   d) Berlangsungnya suatu kepentingan
   e) Derajat kelompok
2) Muzafer Sherif :
    a) Ada dorongan / motive yang sama dari stiap individu
    b) Ada rekasi dan kecakapan yang berbeda di antara individu
    c) Ada pembentukkan dan penegasan struktur kelompok
    d) Ada penegasan dan peneguhan norma – norma kelompok
       pada anggota kelompok
Lanjutan ....

3) Kurth Lewin
Suatu kelompok dapat dicirikan sebgai keseluruhabn yang
dinamis. Tingkat ketergantungan dorongan semua anggota
kelompok bermacam – macam cara, mulai dari massa yang
hilang sampai kesatuan yang kompak
4) Ria Hilmiati Drajat
   a) Setiap anggota kelompok tersbut harus sadar bahwa ia
      merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan
   b) Setiap anggota kelompok sosial mempunyai hubungan
      timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang
      lain
   c) Ad satu / beberapa faktor yang dimiliki bersama oleh
      anggota kelompok sosial tersebut
3. Pembentukan Kelompok Sosial
a. Festinger , Schachter , dan Bach
     Bahwa kelompok teman dibentuk dari pintu tetangga sebelah
     menyebelah. Yang di uraikan : sebagian besar orang 0orang yang
     tinggal dalam apartemen / rumah tingkat, yang membuka tangga
     gedungnya secara langsung dan bagaiamanapun ia lebih tampak
     berjumpa orang –orang
b. Leomis dan Beegle
     Bahwa kelompok teman hubunga dibentuk terus menerus oleh
     penghuni yang tinggal bersama – sama secara akrab . Yang di
     gambarkan : kelompok – kelompok teman hubungan adalah paling
     dalam mempengaruhikeputusan penghuni untuk tetap tinggal atau
     meninggalkan koloni / kelompok
c.   Dowin Cartwright dan Alvin Zander
     1) Deliberate formation / pembentukkan atas dasar pertimbangan
     2) Spontaneous formation / pembentukkan secara spontan
     3) Ekternal designation / tanda dari luar
4. Teori – teori Kelompok sosial

a. Teori mentalitas kelompok dari Cattell
1) Konsep teori mentalitas
     dipahami :
    a)   Tingkah laku dan struktur yang khas kelompok yang sebelumnya walaupun
         anggota – anggota berganti
    b)   Pengalaman – pengalaman kelompok
    c)   Kemapuan untuk orientasi oleh kelompok secara keseluruhan terhadap
         perseorangan yang ada
    d)   Adanya dorongan – dorongan kelompok untuk berbuat
    e)   Adanya emosi yang bervariasi dari kelompok
    f)   Adanya perlindungan – perlindungan kolektif kelompok
2) Dimensi – dimensi kelompok :
    a)   Sifat – sifat mentalitas
    b)   Sifat – sifat struktur kelompok
    c)   Sifat – sifat populasi
Lanjutan....



3) Dinamika mentalitas Kelompok
Cattel menyusun dinamika mentalitas kelompok kedalam
delapan teori. Pada teori pertama ada dua sinergi yaitu (1)
sinergi pemeliharaan kelompok adalah dorongan untuk
menyaksikan perselisihan dan mencari kesepakatan (2)
sinergi efektif yaitu dorongan kelebihan / sisa untuk
mencapai tujuan di luar kelompok.
b. Teori Prestasi Kelompok dari
Stogdill
1) Dasar penyusunan Teori
     a) Teori – teori belajar
     b) Teori – teori interaksi
     c) Teori – teori harapan
2)   konsep dan Prosedur Teori Prestasi Kelompok
     a) Input : segala sesuatu yang berasal dari masing – masing kelompok :
         (1) Interaksi sosial
         (2) Tingkah laku
         (3) Harapan

     b) Variabel media dalam struktur dan operasi kelompok
         (1) Struktur formal : fungsi dan status
         (2) Struktur peran : tanggung jawab dan otoritas

     c) Prestasi kelompok :
         (1) Produktivitas
         (2) Moral Kelompok
         (3) Kesatuan Kelompok
5. Efektivitas Kelompok Sosial

a. Floyd D.Rusch
   1) Suasana kelompok / group atmosphere
   2) Kepemimpinan Bergilir / distibutive leadership
   3) Perumusan tujuan / goal formulation
   4) Fleksibilitas / flexibility
   5) Pemufakatan / consencus
   6) Kesadaran Proses / proces awareness
   7) Penilaian yang berkesinambungan / continual evaluation
b. David Crech dan Richard Cructhfield
   1) Kelompok sosial menjadi saluran pemenuhan kebutuhan
      bagi anggota kelompok
Lanjutan ....
    2) Kelompok sosial dapat me /ngembangkan, memperkaya, dan
    memanfaatkan harga diri dan identitas anggota
    3) Kelompok sosial menjadi sarana pencerminan keberhasilan dan
    pengetesan kenyataan sosial
    4) Kelompok sosial merupakan sarana memperkuat perasaan aman
    , kemapuan dan terbebas dari ancaman
    5) Kelompok sosial menjadi saran bagi setiap anggota untuk
    menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
c. Michael Arglye
    1) Joining and Staging in system / bekerja sama dan berada dalam
       sistem
    2) Dependable Behaviour : role performance in system / tingkah laku
       ketergantungan : peran tingkah laku dalam sistem
    3) Innovative and spontaneous behaviour beyond role requirement /
       tingkah laku yang inovatif dan spontn : tingkah laku diluar peran
       ynag disyaratkan guna melaksanakan fungsi yang bersifat organisasi
D. Peranan Sosial / Social Role
1. Latar Belakang
George Mead dalam bukunya mind , self and society melopori
penyelidikan terhadap asal mula peranan sosial dari individu.
2. Pengertian dan aspek –aspek peranan sosial
    a. Pengertian
    1) Ralp Linton : peranan sosial sebagai aspek kedudukan yang bersifat
       dinamis misalnya kedudukan khusus dalam masyarakat. Jadi peranan
       sosial meliputi tingkah laku dari hak dan kewajiban yang menyangkut
       kedudukan khusus
    2) Wilson dan Kolb : peranan sosial sebgai suatu pola tingkah laku yang
       berhubungan dengan sistem hak dan kewajiban dihubungkan dengan
       kedudukan khusus dalam kelompok sosial
    3)    John and Ruth Useem : peranan sosial adalah suatu pola atau tipe
         tingkah laku sosial yang cocok kepada individu sesuai dengan
         situasi, dalam arti dari tuntutan dan harapan dari keduanya dalam
         kelompoknya
    4)    Kimbal Young ,park, dan Burgess : peranan sosialo adalah suatu pola
         sikap – sikap dan kegiatan – kegiatan diman seseorang mengambil
         dalam situasi sosial
b.Aspek – aspek peranan sosial

Sarbin menguraikan :
1) Status
   Yang dimaksud adalah kebebasan seseorang dalam posisi
   tertentu untuk mengambil inisiatif bertingkah laku dan
   mempertahankan tujuan : ada pribadi lain yang mempunyai
   harapan dan individu / pribadi mengantisipasi dengan tingkah
   laku, khususnya dalam situasi sosial
2) Position : posisi sebagai satu dengan lain harapan /
   antisipasi reaksi yang disyaratkan -
3) Expectation / harapan : kesediaan untuk mendapata
   penguatan
   a) Hak
   b) Kewajiban
3. Dimensi Peranan Sosial

S. Stanfeld Sargent
a. Social role differ in breadth ekextensiveness ( peranan sosial berbeda
   dalam keluasan / keragaman :
    1) Banyak / sedikit peranan sosial yang dilakukan
    2) Kesadaran pengambilan peranan sosial intensitas pengambilan
       peranan sosial
b. Social role differ in specificity ( peranan sosial berbeda dalam
   kekhususan pemahaman
     1) Untuk bagian terbesar individu kurang sadar dari kenyataan , bahwa
        ia memainkan peranan
     2) Dalam lingkungan baru dan tidak wajar, bagaimanpun situasi harus
        ditafsirkan atau diperoleh, dan peran yang diambil mungkin
        dianggap kesadaran
     3) Pada umumnya kedudukan yang tinggi dan kekuasaan yang besar
        dihubungkan dengan peranan yang diberikan , individu tampak lebih
        menyadari hal itu
     4) Di sisi dari bermacam – macam situasi dan dan kedudukan , orang
        – oranbg menunjukkan perbedaan besar dalam kesadaran diri
Lanjutan ….
c. again, social role change in this contiunity or permanence ( lagi
, peranan sosial berubah didalam kontinuitas dan kematangan )
d. Social role changes very greatly in importance and prestige (
peranan sosial berubah secara besar – besaran dalam dalam
kepentingan dan prestis
e. Seseorang memperoleh banyak variasi latar dalam kemudahan atau
kesukaran melaksanakan peran – peran. Beberapa menyaratkan usaha
minimal dan penyesuaian di mana yang lain – lain menuntut kegiatan
yang kontinu
f. Pada beberapa latar kelembagaan seperti rumah, sekolah ata
masyarakat, pada umumnya seorang individu melainkan beberapa
peran
g. Individu – individu mengubah secara besar – besaran dalam
penyatuan macam – macam peranan mereka, namun sebagian besar
orang mengganti dalam melaksankan peran – peran yang menyebar
tanpa diorganisasikan
4. Cara – cara memperoleh peran
sosial


a. Intensional instruction : cara memperoleh peranan sosial
   melalui pendidikan
b. Insidental learning : cara memperoleh peran dengan
   belajar secara sementara / insidental
c. Ascribe : cara memperoleh peranan sosial karen
   pembawaan sejak lahir atau kedudukan
d. Prescribed : cara memperoleh peranan sosial karen
   diberikan
5. Hubungan peranan sosial dan
Diri / self
a. Pengaruh pemeranan peranan sosial terhadap diri / self
Kesimpulan menurut Morton :
   1) Terjadi personalisasi : pemeranan kepribadian pada individu
      yang terbukti tingkah laku individu yang menunjukkan
      penyamarataan individu lain
   2) Tidak ada keluwesan ( fleksibel ) tingkah laku individu
      terhadap individu lain
b. Variasi dalam Pemeranan Peranan Sosial dan Diri
    ada tidaknya pengaruh pengalaman sekarang terhadap
individu sangat ditentukan oleh tingkat stabilitas self / diri dari
individu yang bersangkutan
c. Konflik Internal Individu :
   1) Konflik antar diri / self dan peranan sosial yang dilakukan
   2) Konlik antara peranan dan peranan
   3) Konflik antara peranan individu dan individu lain
6. Macam – macam peranan
sosial
George H. Mead mengungkapkan :
a. Peran sosial yang dibawa ditandai sebagian besar pada
   macam – macam faktor biologis dan fisiologis dan yang
   lain – lain di atandai pada dasar – dasar warisan sosial
   atau kedudukan yang diharapkan dalam masyarakat
b. Peranan – peranan sosaila yang diperjuangkan, dicapai
   melalui pengalaman hidup seseorang dan melalui
   pemilihan di antara banyak peranan yang mungkin
   diterima
c. Peranan sosial yang diberikan meliputi seluruh cara yang
   dibenarkan membawa fungsi yang disyaratkan dari
   penempatan suatu kedudukan
E. Kepemimpinan
1. Latar Belakang
a. Gustave Le Bon
Tingakah laku individu yang dapat memberi arah dan mengendalikan
kegiatan – kegiatan massa merupakan salah satu proses / aktivitas yang di
sebut kepemimpinan . Sedang individu – individu yang melakukan aktiviatas
kepemimpinan tersebut disebut pimpinan dan pimpinan memiliki tingkah
laku / aktivitas yang lebih tinggi tingkatannya dari anggota – anggota massa
b. Erich Fromm pada zaman lebiral kehidupan individu ditandai oleh
kebebasan artinya individu dapat hidup atas dasar kemauan dan pilihannya
sendiri tanpa dipengaruhi oleh individu lain perkembnagan selanjutnya
kehidupan individuyang semakin bebas mendatangkan kesuliat badi individu
yang bersangkutan dan disinilah klimaks kebebasan mutlak yang ada pada
kehidupan
C. Sigmund Freud
Mengakui bahwa dalam kehidupan, tiap – tiap individu mempunyai hasrat /
kemauan untuk memanfaatkan diri sehingga individu dapat hidup dengan
lingkungannya
2. Definisi dan Karakteristik
  Kepemimpinan
a. Definisi kepemimpinan
1) Humpil
    Kepemimpinan adalah pelaksanaan kegiatan yang mengakibatkan pola
    interaksi kelompok diarahkan secar konsisten pada pemecahan
    masalah
2) David Crech, Richard Cruchfiel dan Ballachy
    Kepemimpian adalah peristiwa tingkah laku yang bersifat hubungan
    antar orang, siap untuk interaksi… kepemimpinan bekerja dua cara
    , pemimpin mempengaruhi pengikut sebaliknya pengikut
    mempengaruhi pimpinan
3) Ralph stogdill
    Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok
    terhadap perumusan dan pencapaian tujuan
4) Kenneth Blanchard
   …. Bahwa kepemimpina adalah proses mempengaruhi kegiatan individu
   atau kelompok dalam usah terhadap pencapaian tujuan yang diberikan
   oleh situasi
b. Karakteristik Kepemimpinan
1) Kepemimpinan sebgai seni mengajak pelaksana
2) Kepemimpinan sebagai suatu bentuk ajakan
3) Kepemimpinan sebagai kepribadian dan akibatnya
4) Kepemimpinan sebagai aktivitas / tingkah laku
5) Kepemimpinan sebagai suatu pusat proses kelompok
6) Kepemimpinan sebagaisuatu kekuatan hubungan
7) Kepemimpinan sebagai sarana dari pencapaian tujuan
8) Kepemimpinan sebagai akibat interkasi
9) Kepemimpinan sebagaisuatu peran yang dibedakan
10)Kepemimpinan sebagai tiruan / pembuka struktur
3. Bukti – bukti dan pendekatan
dalam kepemimpinan
a. Bukti – bukti kepemimpinan
   1) Kami mungkin menanyakan anggota – anggota
      kelompok, siapa mereka yang dianggap paling
      berpengaruh dalam kelompok secara langsung
   2) Kami mungkin mengamati kelompok untuk menyebut
      anggota kelompok yang seolah –olah berpengaruh sungguh
      – sungguh pada anggota anggota
b. Pendekatan – pendekatan dalam kepemimpinan
   1) Pendekatan sifat
   2) Pendekatan tingkah laku
   3) Pendekatan situasi
4. Gaya Kepemimpinan
a. Trait Theories of Leadership
    Menurut teori ini seseorang pimpinan itu dilakhirkan bukan di buat yang
    memiliki sfiat – sifat dan ciri – ciri yang menonjol yang berbeda dengan
    anggota lainnta . Ciri tersebut :
    1) Intelegensi , kecerdasan dan kemampuan
    2) Pengetahuan yang luas
    3) Kematangan dalam menjalin hubungan
    4) Kekuatan untuk memotivasi yang besar
    5) Sikap yang mnyenangkan
    6) Kewibawaan
b. Group and Axchange Theoris of Leadership
     Menurut Hallander dan Jullian seseorang dapat melaksankan perannya
     sebagai pimpinan apabila ia dapat memenuhi harapan kelompok untuk
     mencapai tujuannya. Gaya kepemimpinan in di tunjang oleh
     kemampuan pimpinan menjalin hubungan yang bersifat dua arah
     , yang menjadi ciri khas hubungan yang berlangsung dalam kelompok
Lanjutan ....

d. Path Goal Leadership Theory
Gaya kepemimpinan ini mendasarkan diri pada teori – teori
motivasi. Menurut Robert House :
   1) Direct Leadership
   2) Supportive Leadership
   3) Participate Leadership
   4) Achievement Leadership
e. Gaya Kepemimpinan Permanen dan Situasional
   1) Gaya Kepemimpinan permanen apabila :
      a) Ia memiliki Prestasi yang tinggi
      b) Ia memahami apa yang menjadi kebutuhan anggota
Lanjutan ....

     c) Ia memiliki kecakapan / kemampuan
     d) Ia bekerja secara keras, displin , dan jujur

  2) Gaya Kepemimpinan Situasional apabila :
     a) Ia aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelompok
     b) Ia berkemampuanb menujkkan bahwa tiap – tiap anggota
        tergantung satu sama lain
     c) Ia memiliki ketegasan
     d) Ia lancar dalam mengemukakan pendapat
     e) Ia meiliki keyakinan diri untuk memimpin
     f)   Ia sangat populer bagi anggota – anggota kelompok
5. Fungsi Kepemimpinan
O’Donnel Koontz : fungsi kepemimpinan , bagaimana
pun, mengajak atau mendorong seluruh kekuatan pengikut
untuk memberi sumbangan sesuai dengan kemampuan secara
maksimal.
H.H. Hicks dan C.R. Gullett dalam bukunya organization :
Theory and Behaviour :
   a. Arbitrating ( memberi keadilan )
   b. Suggesting ( memberi anjuran / sugesti )
   c. Supplying objectives ( memenuhi tercapainya tujuan )
   d. Centralizing ( menjembatani )
   e. Providibg Scurity ( mencitakan keamanan )
   f.   Representating ( mewakili )
   g. Inspiring ( memberi semangat )
   h. Praising ( memberi penghargaan )
6. Macam – macam
Kepemimpinan
a. Kurt Lewin , Lipitt , dan White
    1) Kepemimpinan otokrasi yang ditandai oleh :
        a)   Setiap ketentuan di buat oleh pimpinan
        b)   Setiap langkah kegiatan diputuskan oleh pemimpin
        c)   Pimpinan selalu memberikan tugas pada anggota
        d)   Pimpinan dapat memuji atau mencela anggota
    2) Kepemimpinan demokratis :
        a)   Segala kegiatan kelompok didiskusikan bersama
        b)   Anggota kelompok bebas bekerja dengan siapa pun
        c)   Pimpinan dapat memuji atau mencela secara objektif
        d)   Pemimpin berusah bersikap dan berbuat seperti anggota
    3) Kepemimpinan liberal :
        a)   Pimpinan jarang ikut serta dengan kegiatan anggota
        b)   Pemimpin menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh anggota
        c)   Pembagian tugas dan kerja sama terserah pada anggota
        d)   Pemimpin tidak memberi komentar saat anggota melakukan kegiatan
Lanjutan ....

b. Max Weber
   1) Kepemimpinan kharismatik : pemimpin yang diangkat
      berdasarkan suatu kepercayaan yang datang dari lingkungannya
   2) Kepemimpinan tradisional : pemimpin yang di angkat
      berdasarkan tradisi yang berlaku
   3) Kepemimpinan yang rasional legal : pemimpin yang diangkat
      berdasarkan :
       a)   Pertimbangan pemikiran tertentu
       b)   Pengangkatan secara resmi

c. W.C. Whyte
   1) Kepemimpinan operasional : bentuk kepemimpinan pemi8mpin
      yang diangkat berdasarkan inisiatif dan aktivitasa yang dilakukan
   2) Kepemimpinak populer : peminmpin yang di angkat atas dasar
      keterkenalan sesoarang pada anggota kelompok / organisasi
Lanjutan ....
   3) Kepemimpinan talent : bentuk kepemimpinan yang pimpinannya
   diangkat berdasarkan kecakapan tertentu yang dimiliki olehs eseorang
   4) Kpemimpinan perwakilan : bentuk kepemimpinan yang pimpinannya
   diangkat sebagai wakil / mewakili sejumlah anggota kelompok

d. Keith Davis
   1) kepemimpinan positif
   2) Kepemimpinan negatif

e. Errich Fromm
   1) Kepemimpinan menerima
   2) Kepemimpinan menggunakan
   3) Kepemimpinan menimbun
   4) Kepemimpinan memasarkan
   5) Kepemimpinan produktif
7. Syarat – syarat Pimpinan
a. Foyd D. Rusch
    1) Social perception ( persepsi sosial )
    2) Ability in abstract thinking ( kemampuan berpikir secara
       abstrak )
    3) Emotional stability ( perasaan stabil )
b. Ralph Stogdill
    1) Capacity ( kekuatan )
    2) Achievement ( prestasi )
    3) Responsibility ( tanggung jawab )
    4) Participation ( keikutsertaan )
    5) Status ( kedudukan )
    6) Situation ( situasi )
8. Tugas – tugas Pimpinan
a. Floyd D.Rush
    1) Structuring the situation ( menyusun struktur situasi )
    2) Controlling Group Behaviour ( mengendalikan tingkah laku kelompok )
    3) Spokesman of the group ( juru bicara kelompok )
b. David W. Johnson
    1) Information and opinion giver ( pemeberi informasi dan pendapat )
    2) Information and opinion seeker ( pencari informasi dan pendapat )
    3) Strater ( pengambil strategi )
    4) Direction giver ( pemberi tujuan )
    5) Summarizer ( pembuat ringkasan )
    6) Coordiantor ( pengkoordinasi )
    7) Diagnoser ( pendiagnisa )
    8) Energizer ( pendorong )
    9) Reality tester ( penguji kenyataan )
    10) Evaluater ( pemberi nilai )
Lanjutan ...

c. David Kretch,et-al
    1)   The leader as executive ( pimpinan sebagai pelaksana )
    2)   The leader as planner ( pimpinan sebagai perncana )
    3)   The leader as as policy maker ( pimpinan sebagai pembuat / penentu kebijakan )
    4)   The leader as expert ( pimpinan sebagai seorang ahli )
    5)   The leader as external group represent ( pimpinan sebagai wakil kelompok keluar )
    6)   The leader as controller of internal relation ( pimpinan sebagai pengendali hubungan
         ionternal )
    7)   The leader as giver of reward and punishment ( pimpinan sebagai pemeberi
         penghargaan dan hukuman )
    8)   The leader as exemplar ( pimpinan sebagai contoh )
    9)   The leader as symbol of the group ( pimpinan sebagai lambang kelompok )
    10) The leader as subtitue for individual ( pimpinan sebagai pengganti bagi individu )
    11) The leader as ideologist ( pimpinan sebagai pemberi ide )
    12) The leader as as father figure ( pimpinan sebagai figur ayah )
    13) The leader as scapegoat ( pimpinan sebagai kambing hitam / tumpuan masalah
9. Hubungan Pimpinan dan
Anggota

a. Ditinjau dari gaya kepemimpinan,hubungan antara
   pimpinan dan anggota
   1) Fleishmen , Holpim dan winer :
      a) Hubungan antara pimpinan dan anggota yang berorientasi pada
         tugas ditandai : (1) pemimpin memberi petunjuk pada bawahan
         (2) pemimpin mengadakan pengawasan secara ketat (3) tugas-
         tugas harus diselesaikan sesuai keinginan pimpinan (
         menekankan pelaksanaan tugas dari pada pembinaan dan
         pngembangan anggota
      b) Hubunganantara pimpinan dan bawahan yang berorientasi pada
         bawahan : (1) pemimpoin memberi motivasi kepada anggota (2)
         pemimpin melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan (3)
         pemimpin bersikap penuh kekeluargaan, menghormati, percaya
         dan bekerja sama dengan anggota (4) pemimpin mengakui hak
         – hak anggota
Lanjutan....
   2) Robert Tannenbaum dan Warrant H. Schmith :
       a)   Talking / menceritakan
       b)   Sellking / memasarkan
       c)   Sending / menyampaikan
       d)   Changing / mengubah
       e)   Consulting / mengonsultasikan
       f)   Defining / membatasi
       g)   Joining / kerjasama

b. Ditinjau dari interaksi dalam kelompok
   1) Dubin
   Hubungan serial dan hubunga sosial
       a)   Hubungan serial
                                             A       B      C

      Serial verikal                        Serial horizontal
b. Hubungan Sosial

                      A
                                                 B
Radial Vertikal
                                  A               C

                                                  D
                                  Radial Horizontal
                  B   C   D

   c. Hubungan Sirkuler
                              A
                      F
                                         B




                      E                   C
                              D
d. Hubungan Serial dan radial


      A

                  e. Hubungan Radial
       B
                  dan sirkular


   D C     E
                                A


                        D       B      C



                         E             F
2) J.L.   Moreno
        a)    Bentuk hubungan rantai / chain
        b)    Bentuk hubungan bintang / star
        c)    Bentuk hubungan jala / network


          A          B   C       D       E   dst


                                               B       C
                                                        C
                                                   A


                 E           F                 D       E
L                                        G

      D          A           B       C


K                                        H
                 J           I
F. Individu dalam Situasi
Sosialnya
1. Teori perbandingan sosial / Social comparation Theory (
   Feshinger)
   a. Dasar Teori
   Dasar dari teori ini adanya power (kekuatan) saling
   mempengaruhi dan saling bersaingdalam interaksi sosial yang
   ditimbulkan oleh kebutuhan individu untulk menilai diri sendiri
   dengan cara membandingkan diri sendiri dengan individu lain.
   Dua hal dalma hal tersebut :
   1) Opinion ( pendapat ) dimana pendapat relatif lebih mudah
      mengalami perubahan
   2) Kemampuan ( ability ) diman perubahan kemampuan
      mengarah pada keadaan yang lebih baik
b. Inti teori
1) Hipotesa Pertama
   Setiap individu memiliki dorongan menilai pendapat dan
   kemampuannya sendiri dengan cara membandingkan
   dengan pendapat dan keinginan individu lain
2) Hipotesa Kedua
   jiksa dalam penilaian tidak ada cara yang objektif/non
   sosial, maka individu akan menggunakan ukuran –
   ukuran yang melibatkan pendapata individu lain
3) Hipotesa ketiga
   cenderung untuk membandingkan dia dengan individu
   lain menurun bila perbedaan pendapat / kemapuan
   dengan individu lain itu meningkat
4) Hipotesa keempat
   perbedaan yang besar dalam kelompok tentang
   pendapat / kemapuan akan manumbuhkan tindakan
   untuk mengurangi perbedaan tersebut
Lanjutan ....
5) Hipotesa kelima
   ada faktor – faktor sosial yang menyulitkan / tidak memungkinakan
   perubahan kemampuan pada individu yang hampir – hampyir tidak
   mempunyai perubahan pendapat
6) Hipotea keenam
   sejarah perkembangan yang berkepanjangan dengan individu
   lain, menimbulkan konsekuensi yang tidak
   menyenangkan, penghentian perkembangan diikuti oleh perasaan
   pemenuhan dalam kebencian
7) Hipotesa ke tujuh
   setiap faktor yang meningkatkan pentingnya kelompok sebagai
   kelompok pembanding untuk sesuatu kesempatan akan menjadi
   faktor yang meningkatkan masukan ke arah keseragaman pendapat
   / kemapuan tersebut.
8) Hipotesa kedelapan kecenderungan untyuk memperkecil
   kemungkinan perbandingan makin besar bila individu – individu yang
   pendapat / kemampuannya berbeda dari dirinya juga di anggap
   berbeda dalam sifatnya
9) Hipotesa kesembilan
   bila ada berbagai kemampuan / pendalpat dalam kelompok, maka
   keseragaman berbeda – beda antara individu – individu didekat
   pendapat / kemampuan dengan individu – individu yang jauh dari
   pendapat / kemampuan yang berbeda tersebut
2. Teori Atribusi Eksternal /
Externsal Attributrion Theory
a. Dasar Teori
   individu melakuakn proses atribusi yakni persepsi sifat –
   sifat disposisional pada situasi – situasi di dalam suatu
   lingkungan
b. Inti Teori
   ada dua macam atribusi yakni eksternal dan internal dan
   individu lebih cenderung kepada eksternal bila di banding
   intrnal. Empat kritea yang menerangkan kecenderungan
   tersebut :
    1) Defernsiasi : perbedaan yang ad antara satuan – satuan di
       dalam lingkungan
    2) Konsistensi dalam waktu, bagi berlangsungnya
    3) Konsistensi dalam acara , seperti untuk hal tertentu
    4) Konsensus , yakni pendapat orang banyak yang menyukai
       acara tersebut
3. Teori Penilaian Sosial / Social
Judgement Theory
a. Dasar Teori
    1) Individu akan membentuk situasi yang paling penting bagi
       dirinya
    2) Pembentukan situasi tersebut mencakup faktor intern ( emosi
       , sikap, motive , pemgalaman individu )
    3) Interaksi faktor – faktor intern dan faktor – faktor ekstern ini
       kemudian menjadi kerangka acuan
    4) Kerangka acuan / frame of reference akan berpengaruh
       terhadap penilian sosial untuk beringkah laku
b. Inti Teori
    1) Dalam situasi terjadi komunikasi antara individu dengan
       kerangka acuan yang tercipta dari faktor intern dan ekstern
    2) Individu kemudian mengadakan diskriminasi dan kategorisasi
       terhadap stimulus yang ada dalam situasi
    3) Kemudian individu melakukan perbandingan antara relevansi
       internal, seperti pengalaman, ego individu dan stimulus
Lanjutan....
  4) Pengambilan salah satu alternatif tingkah laku didahului oleh
     penentuan sikap atau jawaban sikap individu
  5) Kerangka acuan yang diajukan dalam mengadakan perbandingan
     disebut dengan sk ala penilaian
  6) Makin jelas sifat stimulus yang dimilki dan dan makin tegas skala
     penilian yang digunakan maka penilaian individu makin mantap dan
     begitu sebaliknya
  7) Penilaian yang mendekati patokan oleh individu disebut asimilasi
  8) Proses penilaian yang mengahsilkan asimilasi dan kontras berlaku
     pada benda, sikap hubungan antar individu
  9) Proses penilaian sikap individu mempunyai perbedaan dengan
     penilaian pada benda
  10) Bila individu melibatkan dirinya dalam situasi yang dinilainya sendiri
      maka ia akan menjadikan dirinya sendiri sebagai patokan dan
      hanya hal – hal yang dekat dengan dirinya diterimanya
  11) Komunikasi dapat mendekatkan sikap individu pada sikap individu
      lain, tetapi juga malah bisa semakin menjauhkan .

Psikologi sosial bab iv

  • 1.
    BAB IV POLA PEMBINAAN TINGKAH LAKU SOSIAL A. Komunikasi / comunication  Edward C.Tolman :man is talking animals for that is primarily trought speech and language thar man communicate to one and other their tought, feeling and attention. ( manusia / laki-laki adalah binatang yang berbicara. Untuk inilah pertama – tama melalui baicara dan bahasa manusia berhubungan dengan yang lain melalui pikiran,perasaan dan perhatian  Charlotte Buhler : that baies react to smiles, clows and threatening gesture before they come to understand words.( bahwa bayi – bayi mereaksi dengan senyuman,menggaruk muka dan mengancam dengan membuat gerak – gerak isyarat tubuh sebelum mereka dapat memahami kata –kata.
  • 2.
    1.Alasn –alasan komunikasioleh individu a. Dari segi Filsafat Manusia : • Paham materialisme : manusia adalah benda • Paham idealisme : manusia adalah manusia yang dapat berpikir • Paham eksistensialisme : manusia bukan hanya di dunia namun juga menghadapi dunia. b. Pendapat Joseph E.Mc.grath • First, centralized communication are more efficient in transmitting messages.(jaringan komunikasi yang di pusatkan adalah lebih efisien dalam mengirimkan pesan • The second, The information can be flown by goup member equally easly with sommunication.( kedua,infiormasi dapat dialrkan oleh beberpa anggota kelompok secara sama dan mudah dengan komunikasi.
  • 3.
    2.Arti Komunikasi  Davidkrech dan Richard Crutchfield Definisi Komunikasi yang sederhana akan berhubungan dengan penggunaan simbol /lambang untuk mencapai atau membagi informasi tersebut tentang suatu tujuan.  Davis hakikat penting dari komunikasi adalah bahwa seseorang menarik simpati dari tingkah laku orang lain apakah ide atau perasaan orang lain…,oranglain kemdian memberikan reaksi kepada rangsangannya dalam istilah ide atau perasaan dan pengertian di balik ide dan perasaan tersebut.  Harold J.Hovland Komunikasi adalah proses dimana seorang individu (komunikator) menyampaiakn rangsangan (umumnya simbol/lambang kata ) untyuk mengubah tingkah laku individu lain (komunikan)
  • 4.
    Aspek – aspekkomponen komunikasi (Yoseph A.Devito :  Source,komunuikator adalah individu atau kelompok individu yang memberi rangsangan kepada oranglain.  Message,yakni pesan dan alat – alat yang di gunakan dalam proses komunikasi.  Destination/komunikan yakni individu atau sekelompok individu yang menerima rangsangan kemudian memberikan balasan.  Feedbeck/sffect yakni balasan yang di berikan oleh komunikan dalam proses komunikasi.
  • 5.
    3. Syarat –syarat komunikasi a. Komunikator 1) Persyaratan pokok Kepribadian Latar belakang pendidikan Latar belakang pengalaman 2) Persyaratan penunjang Persiapan komunikator Keunggulan komunikator Ketulusan komunikator Kepercayaan diri komunikator Ketenangan komunikator Keramahan komunikator Kesederhanaan komunikator
  • 6.
    Lanjutan ….. b. Message/ Pesan 1) Pesan komunikasi 1) Pesan harus direncanakan dan disampaikan dengan cara – cara yang menarik 2) Pesan harus menggunakan tanda – tanda / lambang yang didasarkan pada pengalaman yang sama antart komunikator dan komunikan sehingga memiliki pengertian yang sama. 3) Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi dan komunikan serta memberi saran –saran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 4) Pesan harus dapat membangkitkan respon dari komunikan saat komunikasi berlangsung.
  • 7.
    Lanjutan …. 2) Alat– alat Komunikasi 1) Alat komunikasi harus sesuai dengan pesan yang disampaikan. 2) Pesan harus menggunakan tanda – tanda / lambang yang di dasarkan pada pengalaman komunikator dan komunikan yang sama 3) Alat – alat komunikasi yang digunakan tidak membahayakan saat di gunakan 4) Alat komunikasi tidak cepat rusak saat di gunakan. 5) Alat komunikasi harus menarik
  • 8.
    Ciri – cirimenurut B.Bernstein  Pendek , kalimat – kalimat sederhana susunannya, kadang – kadang tidak selesai dengan bentuk kalimat yang miskin pembentukkannya .  Sederhana dan pengulangan menggunakan sedikit sejumlah kata sambung.  Kaku dan terbatas menggunakan kata sifat dan kata keterangan.  Sering menggunakan kata ganti orang lebih dari pada kata ganti pengakuan orang  Sering menggunakan pernyataan yang di bentuk sebagai kandungan pertanyaan yang membangkitkan kejelasan yang menarik.  Sering cenderung memberi alasan dan kesimpulan untuk disesuaikan dengan hasil suatu pengelompokkan pernyataan.  Sering menggunakan kebahsaan yang bersifat kuno dan kedaerahan atau tuturan / logat bahasa daerah.  Mengandung suatu pengertian / arti. c. Komunikan Syarat – sayarat pokok dan penunjang bagi komunikan ama dengan komunikator kedudukan komunikator dan komunikan saling berpindah – pindah .
  • 9.
    d.Feedback / RangsanganBalik  Zero Feedback : rangsanagan balik yang diberiakn komunikan tidak dapat dimengerti oleh komunikator  Positive Feedback : pesan yang disampaikan oleh komunikan dapat di mengerti sangat jelas oleh komunikator  Netral Feedback : pesan – pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak memihak kepada komunikator maupun yang lainnya .  Negative Feedback : pesan yang disampaikan oleh komunikator berlawanan dengan tujuan komunikator. Persyaratn Feedback : • Feedback itu jelas • Feedback itu menarik • Feedback itu merangsang • Feedback itu tepat
  • 10.
    4. Proses Komunikasi  Seperti dikemukakan oleh D.Lawrence Kincaid dan wilbur Scramm a) Proses Komunikasi Model Umpan Balik Komunikator / Message / Destination / sumber pesan komunikan Feedback / Umpan Balik
  • 11.
    b. Proses KomunkasiModel Timbal Balik Menyusun 1 A sandi Pesan Menguraikan sandi B 2 Menyusun sandi Pesan Menguraikan sandi A Menyusun 3 sandi Pesan dst.
  • 12.
    c. Komunikasi Model antarmanusia yang Memusat Pengaturan Pengertian Penafsiran Peserta A A bersma B Peserta B Penafsiran Pengutaraan
  • 13.
    5. Strategi Komunikasi a.Alasan – alsan pengambilan Strategi Komunikasi : 1) Komunikasi berkaitan dengan suatu proses yang yang melibatkan faktor – faktor psikologis dan sosial dari masing – masing individu yang berada di dalamnya 2) Karena pesan dapat terdiri dari beberapa buah pesan maka perlu penyusunan secara sistematis 3) Komunikasi di harapkan dapat di terima dan di beri efek pada komunikan maka komunikator perlu strategi 4) Komuniakator harus dapat menyampaikan pesan jadi yang paling utama di dalam memberi efek dalam proses komunikatior.
  • 14.
    b. Definisi StrategiKomunikasi Pada umunmnya strategi komunikasi berarti keseluruhan keputusan konstitusional tentangt tindakan yang akan dijalankan guna mencapai tujuan. Beberapa hal penting : a) Suatu keputusan Seorang komunikator harus dapat mengambil keputusan saat akan melaksanakan komnikasi. b) Konstitusional Adanya waktu yang terbatas pada saat melaksanakan komunikasi c) Tindakan yang di laksanakan : memahami khalyak sasaran / komunikan, menyusun pesan dan menggunakan media. d) Tujuan Efek positif dari komunuikasi pada komunikan
  • 15.
    c. Strategi Komunikasi 1)Langkah persiapan strategi komunikasi : a) Persiapan komunikator :  Komunikator memenuhi syarat – syarat pokok dan syarat – syarat penunjang  Komunikator harus dapat : (1) Berpikir secara deduktif (2) Berpikir secara khusus (3) Berpikir memecahkan masalah (4) Berpikir konseptif (5) Berpikir kreatif b) persiapan pesan : a) Pesan – pesan memenuhi syarat – syarat yang di butuhkan b) Pesan –pesan yang harus di susun secara sistematis : a) Pesan yang membangkitkan perhatian b) Pesan yang membangkitkan perhatian menumbuhkan minata
  • 16.
    Lanjutan …. c)Persiapan metode : (1) Metode harus bersifat repetisi (2) Metode bersifat penyaluran (3) Metode bersifat persuasif (4) Metode bersifat edukatif (5) Metode bersifat kursif d) Persiapan pemahaman komunikan Sifat – sifat komunikan : (1) Innovator / penemu idea (2) Early adopters / pengambilalihan awal (3) Early majority / mayoritas awal (4) Majority / mayoritas (5) Non – adopters / peroleh pengambilalihan
  • 17.
    Lanjutan …. 2) LangkahStartegi komunikasi : a) Both side issue / isu samping kedua belah pihak Komunikasi dengan komunikan yang sejak semula terdapat perbedaan pendapat antara keduanya atau komunikan yang terdiri dari orang – orang yang pandai / berpendidikan tinggi. dapat mencapai hasil yang optimal, tetapi membutuhkan waktu yang lama. b) One side issue / isu samping sepihak strategi komunikasi in dapat di terapkan apabila komunikator menjalin komunikasi dengan komunikan yang sebelumnya telah ada persesuaian pendapat atau komunikan adalaha orang – orang yang kurang tinggi pendidikannya. Komunikasi memang diharapkan dapat segera mencapai tujuan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  • 18.
    6. Hasil Komunikasi a.Intune suatu proses komunikasi dimana komunikator telah mempunyai kesamaan pengertian dengan komunikan. b. Distorsi suatu proses komunikasi di mana komunikator dan komunikan gagal untuk mencapai kesamaan pengertian. Hal –hal yang menyebabkan distorsi : 1) Dari komunikator : a) Komunikator tidak menunjukkan kepribadian yang baik b) Komunikator kurang pendidikan / pengalaman c) Komunikator kurang persiapan d) Komunikator kurang dapat berpikir secara baik
  • 19.
    Lanjutan …. 2)Dari message : a. Pesan : a. Pesan kurang dipersiapkan b. Pesan kurang sistematis di sampaikan c. Pesan kurang dapat membangkitkan komunikan b. Alat - alat / media : a. media tidak sesuai dengan pesan / kemampuan yang di sampikan b. Media khususnya tanpa bahsa tidak dapat di pahami oleh komunikan dan komunikator c. Metode : a. Metode di gunakan tidak tepat b. Metode tidak membangkitkan komunikan untuk bertindak
  • 20.
    Lanjutan …. 3)Dari komunikan : a. Komunikan tidak siap b. Komunikan tidak tertarik untuk berkomunikasi c. Komunikan memang menolak pesan sejak semula 4) Dari feedback : a. Feedback tidak jelas b. Feedback memberi jangka c. Tidak ada feedbacnk sama sekali
  • 21.
    7. Macam –macam Komunikasi a. Ditinjau dari segi Individu yang Terlibat : 1) Komunikasi persona Dapat terjandi pada diri individu atau antara individu : a) Komunikasi intra persona : yang terjadi pada diri individu sendiri b) Komunikasi antar persona : komunikasi antara individu 2) komun8ikasi kelompok Komunikasi yang terjadi antara beberapa orang : a) Komunikasi kelompok kecil b) Komunikasi kelompok besar
  • 22.
    Lanjutan …. b. Ditinjaudari sgi Sifat Komunikasi : 1) Komunikasi tatap muka 2) Komunikasi bermedia 3) Komunikasi verbal : 1) Komunikasi lisan 2) Komunikasi tertulis 4) Komunikasi non verbal : 1) Komunikasi gerak badan 2) Komunikasi bergambar c. Ditinjau dari Media Komunikasi : 1) Komunikasi Sosial 2) Komunikasi Media d. Ditinjau dari Pesan Politik : 1) Komunikasi Politik 2) Komunikasi kesehatan 3) Komunikasi kesenian 4) Komunikasi agama
  • 23.
    B. Interaksi Sosial/ Social Interaction 1. Latar Belakang Interaksi Sosial a. Latar Belakang dan Tinjaun Hakikat manusia : 1) Manusia Sebagai Makhluk Individu 2) Manusia Sebagai Makhluk sosial 3) Manusia Sebagai Makhluk Berketuhanan b. Latar Belakang Tinjaun Sosiologis 1) Pendapat Mac Iver dan Charles Page : a) Locality : perasaan kedaerahan yang menyebabkan setiap individu tergerak untuk melakukan tingkah laku sosial dan interaksi sosial b) Community sentiment : perasaan kemasyarakatan yang menyebabkan individu bersedia bertingkah laku untuk nkepentingan individu lain 2) Pendapat Harold Batrell : a) Grouping of People : setiap kehidupan masyarakat, setiap individu,cenderung untuk hidup berkelompok. b) Definite place : suatu kecenderungan individu untuk menempati daeragh tertentu dengan individu lain c) Mode of gathering : suatu kecenderungan bagi individu untuk memiliki model kehidupan sendiri bersama kelompolknya
  • 24.
    Lanjutan …. C. LatarBelakang Tinjauan Psikologis 1) Latar belakang interaksi sosial yang berasal dari luar manusia : a) Teority / wilayah b) Agression / penyerangan c) Sex Behaviour / tingkah laku jenis kelamin d) Affiliation / perlindungan e) Group Behaviour / tingkah laku kelompok 2) Latar Belakang interaksi sosial dari perkembangan dorongan sosial : a) Hunger and Thirst / lapar dan haus b) Sex Behaviour / tingkah laku jenis kelamin c) Agression / penyerangan d) Dependency / ketergantungan e) Dominance / Kekuasaan
  • 25.
    2.Definisi dan Ciri– ciri Interaksi Sosial a. Dari sudut tinjauan Psikologis 1) Thodore M.Newcomb Interaksi sosial adalah peristiwa yang kompleks, termasuk tingkah laku yang berupa rangasangan dan reaksi keduanya dan yang mungkin mempunyai satu arti sebagai rangsangan dan yang lain sebagai reaksi. Menurutnya individu dituntut dua hal yaitu : a) The Nature Of Human Organism / hakikat manusia, yang di maksud adalah sebagaimana individu megorganisir persepsi sikap dan tingkah lakunya pada situasi sosial agar ia dapat berpartisipasi aktif dalam interaksi sosial b) The Nature Of Human Society / hakikat masyarakat manusia,yang dimaksud adalah masyarakat manusia yang mempunyai nilai,aturan, dan norma – nirma sosial, yang harus diakui dan dilakukan oleh setiap individu yang berada dalam masyarkat tersebut. 2) Yoseph Mac Grath Interaksi sosial adalah suatu proses yang berhubungan dengan yang lain dan dalam hubungan dengan aspek – aspek keadaan lingkungan, selama kelompok tersebut dalam kegiatan. Alasan yang dikemukakan : (a) merupkan sistem hubungan sosial yang melibatkan individu secara aktif dalam suatu kegiatan. (b) kegiatan dalam kelompok adalah kegiatan yang dapat diamatai secara jelas.
  • 26.
    Lanjutan …. b. DariSudut Tinjauan Sosiologis 1) Hubert Bonner Di kutip oleh Dr.W.A.Gerungan ia menjelaskan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi,mengubah,atau memperbaiki kelakuan individu lain, atau sebaliknya. 2) Sutherland Interaksi sosial adalah hubungan yang mempunyai pengaruh secara dinamis antara individu dengan individu dan individu dengan kelompok dalam situasi sosial. Menekankan aspek hubungan yang mempunyai ketergantungan : (a) dua/lebih individu, yang satu sama lain saling menjalin hubungan secara aktif (b) individu – individu tersebut berada dalam kehidupan berkelompok .
  • 27.
    Lanjutan …. c. DariSusut Tinjauan Psikologi Sosial 1) S. Stanfeld Sargent Interaksi Sosial … dapat diterangkan sebagai suatu fungsi individu yang ikut berpartisipasi / ikut serta dalam situasi sosial yang mereka stujui 2) Warren and Roucech Interaksi sosial adalah suatu proses penyampaian kenyataan , keyakinan , sikap , reaksi emosional dan kesadaran lain dari sesamanya diantara kehidupan yang ada. Theodore M.Newcomb memberi ciri – ciri : a) The Individual is related to social influence ( individu /orang dihubungkan pada pngaruh sosial b) The nature Of the relationship is soecified ( hakikat hubungan dikhususkan ) c) The specified kind of relation are noted ( dikhususkan macam kondisi hubungan yang tercatat ) d) The importance of intrpersonal attitude ( pentingnya hubungan sikap antar individu ) e) Shared influence within group ( disebarkan pengaruh dalam kelompok )
  • 28.
    3. Dasar –dasar Interaksi Sosial a. Imitas: 1) Latar Belakang Gabriel Tarde menyimpulkan bahwa kajahatan yang dilakukan oleh individu adalah akibat dari suatu penirusn atau imitasi. Trotter mengungkapkan bahwa dalam kehidupan individu terdapat semangat untuk meniru dari masing – masing individu. Walter Bagehot memperoleh hal baru yakni pada setiap individu ada suatu kesamaan yaitu kecakapan untuk meniru. Hasil peniruan/imitasi dari interaksi sosial adalah tiap –tiap individu memiliki tingkah laku ringan dengan tingkah laku ringan tersebut tiap – tiap individu akan timbul saling pengertian dan saling tertarik satu sama lain. Saling pengertian inilah yang memperkuat dan memperlancar interaksi sosial yang sedang berlangsung antar individu.
  • 29.
    Lanjutan …. 2) Definisi / Pengertian a) Gabriel Tarde Imitasi yang dimaksud adalh contoh – mencontoh yang dilakukan individu dari individu lain dalam kehidupan b) S.Stanfeld Sargent Imitation is a copy or produce the action of another. ( imitasi adalaha suatun percontohan atau menghasilakan tindakan dari yang lain). Dengan imitasi in, setiap individu dalam melaksanakan interaksi sosial menjadi : a pasive role in relation ( berperan pasif dalam hubungan ). Jadi inilah yang menyebabkan individu memil;iki tingkah laku yang seragam dalam interaksi sosial 3) Syarat – Syarat Imitasi Dikemukakan oleh Gabriel Tarde : a) Harus ada minat / perhatian terhadap hal / sesuatu yang akan di tiru b) Harus ada sikap menjunjung tinggi terhadap hal / sesuatu yang akan di contoh c) Harus ada penghargaan sosial yang tinggi akibat peniruan yang dilakukan d) Harus ada pengetahuan dari individu yang akan melaksanakn peniruan.
  • 30.
    Lanjutan …. 4) Tahap – tahap Proses Imitasi a) Tahap proyeksi : individu yang akan mencontoh memperoleh kesan – kesan dari apa yang akan dicontoh b) Tahap Subjektif : individu telah menyadari apa yang akan dicontoh sekaligus memahami apa yang akan dicontoh dengan jelas c) Tahap Ejektif : individu telah menguasai cara – cara untuk mencontoh dengan tepat dan benar. 5) Hukum – hukum Imitasi a) The law Of descent : hukum ini berarti golongan atas menjadi objek peniruan dari golongan dibawahnya b) The law of geometrical progression : hukum ini adalah suatu peniruan pasti ada gambarnya c) The law internal before the exotic : hukum ini berarti suatu proses peniruan terhadap kebudayaan sendiri akan lebih mudah daripada kebudayaan orang lain
  • 31.
    Lanjutan ..... 6) AkibatProses Imitasi : a) Positif 1) Dapat diperoleh kecakapan dengan segera 2) Dapat diperoleh tingkah laku yang seragam 3) Dapat mendorong individu untuk bertingkah laku b) Negatif 1) Apabila yang diimitasi salah maka akan terjadi kesalahan masal 2) Dapat menghambat berpikir kritis 7) Macam – macam Imitasi : a) Non-deliberate imitation : proses peniruan yang berlangsung tanpa sengaja b) Delibrate Imitation : proses peniruan yang berlangsung sengaja.
  • 32.
    b. Sugesti 1) LatarBelakang a) Masmer Animal magnetism, konsep ini pada dasarnya binatang yang mempunyai kekuatan, bila binatang tersebut menyentuh binatang lain maka bintang lain itu akan mengikuti binatang yang mempunyai kekuatan tersebut. b) Baid Idiomotor response, yakni konsep yang menyatakan bahawa individu mempunyai kekuatan dalam dirinya yang dinamakan hypnotism c) Gustave Le Bon Mempernyai konsep hypnotion yang artinya sama dengan sugesti yang di tulis olehnya didalam buku La Psychologie Das Fanler yang kemudian diterjemahakn kedalam bahasa inggris yaitu The Crowd. Kesimpulan yang di dapatnya : (1) Individu kehilangan rasa tanggung jawab (2) Individu terkena infeksi jiwa (3) Jiwa massa sangat sugestif
  • 33.
    Lanjutan.... 2) Definis /Pengertian a) Gustave Le Bone Memberikan pengertian dari asal kata sugesti dari kata sugeper yang artinya mempengaruhi. Kemudian artinya berkembang sehingga sugesti mempunyai arti suatu proses dimana seseorang individu memperoleh pandangan, sikap, dan tingkah laku individu lain tanpa dikritik terlebih dahulu b) S.Stanfeld Sargent Memberi pengertian yang searah dengan Gustave Le bone : sugesti adalah : ...... One person induce uncritic performance of act in other. ( seseorang menyebabkan penerimaan idea tanpa kritik atau perbuatan / tindakan tanpa sadar dari yang lain. 3) Syarat – Syarat Pemberian Sugesti a) Thomas Brown : perlu adanya asosiasi / hubungan yang terjadi pada jiwa individu b) Centril : sugesti hanya dapat terjadi apabila seseorang individu dihinggapi oleh situasi yang kritis dan individu tidak dapat membuat suatu keputusan yang pasti.
  • 34.
    Lanjutan .... 4) Macam– macam Sugesti a) Auto Sugesti : suatu proses sugesti yang diberikanb oleh individu kepada dirinya sendiri sehingga individu tersebut dapat meningkatkan tingkah lakunya dibandingkan sebelumnya. b) Hetero Sugesti : suatu proses sugesti yang berlangsung dan dirujukan kepada individu lain agar individu lain dapt di pengaruhi dan bertingkah lakuy seseuai dengan keinginan pemberti sugesti. 5) Hukum – hukum Sugesti Dikemukakan oleh sidis : a) Bertambanhya Sugesti sebanding dengan bertambahnyta perpecahan atau pertentangan dari keutuhan kesadaran b) Bertambahnya sugesti pada orang – orang normal dilaksanakan secara tidak langsung c) Bertambahnya sugesti pada orang –orang tidak normal dialksanakan secara langsung
  • 35.
    Lanjutan .... 6) Faktor– faktor yang mempercepat proses sugesti a) Hambatan berpikir b) Pikiran terpecah belah c) Keadaan otoritas d) Keadaan mayoritas e) Keadaan will to believe
  • 36.
    c. Identifikasi 1) LatarBelakang Sigmund Freud pada penyelidikannya terhadap individu – individu :setiap individu mempunyain nafsu untuk menempatkan diri pada situasi tertentu agar individu yang bersangkuatan mempunyai tinglah laku yang sesuai dengan situasi yang dihadapinya. 2) Pengertian Sigmund Freud : identifikasi sebagai doro9ngan untuk menjasi sama ( identik ) dengan individu lain S.Stanfeld Sargent : identifikasi adalah suatu proses untuk melayani sebagau penunjukkan suatu model. Mekanisme fungsi identifikasi dalam situasi sosial secara luas. 3) Proses dan Tujuan Identifikasi merupakan proses/ kegiatan yang di lakukan oleh individu tanpa adanya kesadran dari individu Tujuan proses dari identifikasi yang dilakukan oleh individu adalah individu tersebut kuarang mampu / kurang disadari.
  • 37.
    d. Simpati a) MacDougalll Menemukan simpati dari individu, berdasarkan pnyelidikannya pada beberapa individu. Pada awalnya menggunkan istilah self interest / ketertarikan dir yang lkemudian tercermin dalam tingkah laku individu b) Adam Smith Menulis penyelidikannya terhadap kehidupan bersama dari individu di dalam masyarakat. Yang ternyata kehidupan bersama itu ada karena tiap – tiap anggotanya mempunyai morall sentimentb ( perasaan moral ) yang berarti kekuatan dalam diri individu yang bersifat dinamis yang menyebabkan individu dapt tertarik pada individu lain dan moral sentiment berada tersembunyi dalam diri individu. c) T.Ribot dan Herbert Spencer Yang berpendapat bahawa pada dasarnya setiap individu mempunyai self love ( kecintaan diri ) yang berarti rasa tertarik individu yang berada tersembunyi di dalam individu yang bersangkutan . Self love ini oleh keduanya dinamakn simpati dan menjadi dasar tingkah laku sosiaindividu untuk menjalin interaksi sosial dengan individu lain dalam situasi sosial.
  • 38.
    Lanjutan .... 2) Definisi/ pengertian Menurut Mac Dougall, Herbert Spencer simpati berasal dari bahsa latin syempater yang berarti turut merasakan. Yangv kemudia pengertian simpati ini berkembang dan simpati diartikan sebgai suatu proses tertariknya perasaan individu yang satu terhadap individu lain. 3) Proses dan Tujuan Proses simpati diarahkan pada keseluruhan keadaaan dan tingkah laku individu , bukan tertarik pada salah satu bidang/bagian saja dari individu. Oleh karena itu proses simpati yang benar memakan waktu yang panjang untuk memahami latar belakang keadaan dari tingkah laku individu lain Tujuan proses sering kali adalah guna memperoleh dulu suasana kerja sam antara individu yang satu dengna individu yang lain dalam rangka menjamin adanya saling pengertian diantara mereka. 4) Macama – macam simpati : a) Adam smith (1) Simpati yang menimbulkan reaksi cepat mirip gerak reflleks (2) Simpati yang sifatnya intelektual
  • 39.
    Lanjutan ... b) HerbertSpencer : (1) Perspectively presentative : simpati yang timbul secara cepat seperti gerak rerleks (2) Representative Sympathy : simpati yang sadar reflektif c) Theodore Ribat : (1) Simpati tipe primitif : simpati yang terjadi karena danya trangsangan bersyarat (2) Simpati tipe afektif : simpati yang timbul kearena adanya kesadaran diri sendiri (3) Simpati tipe intelektual : simpati yang bersifat umum an abstrak d) Max Scheler : (1) Einsfuhlung : simpati yang prosesnya kurang berdasar atas pemikiran (2) Uiteinanderfuhlung : simpati yang prosesnya berlangsung secara spontan (3) Qefuhlsantechung : simpati yang prosesnya yang berlangsung karenma perasaan tertekan (4) Simfuhlung : simpati yang prosesnya berdasar atas pengamanan perasaan belaka (5) Machfuhlung : simpati yang prosesnya berlangsung atas dasar perasaaan masing – masing individu sehingga maknanya ada perbedaaan (6) Mitgefubel : simpati yang prosesnya berdasar pada pertimbangan perasaan orang lain yang bersifat positif (7) Menchenliebe : sinmpati yang prosenya atas dasar penghargaan / penghormataan dari individu lain (8) Akomisch person and gottesliebe : simpati yang prosesnya atas dasar pengungkapan perasaan /jiwa kepada tuhan
  • 40.
    4. Teori –teori interaksi sosial a. Robert F Bales 1) Aspek – aspek Proses Interaksi Sosial a) Situasi b) Aksi / interaksi 2) Fase – fase dalam interaksi sosial a) Komunikasi / hubungan yang melibatkan individu – individu dan komunikasi berlangsung berulang – ulang b) Komunikasi / hubungan anatar individu dapat berlangsung pada saat lampau, sekarang , dan yang akan datang c) Komunikasi / hubungan antar invivisdu menimbulkan masalah / problem yang harus dipecahkan bersama – sama d) masalah / problem yang dipecahkan bersama – sama mkenimnbulkan ketegangan pada individu selaqm proses pemecahan e) Pemecahan masalah tersebut menciptakan integrasi yang artinya masuing – masing individu merasakan kepuasan secara bersama –sam a 3) Macam – macam Proses Interaksi Sosial : a) Proses interaksi sosial yang terjadi dalam diri individu b) Proses interaksi sosial yang terjadi c) antara seseoarng individu dengan kelompok d) Proses interaksi sosial yang terjadi antara kelompok individu dengan kelompok individu lain
  • 41.
    Lanjutan .... 4) Kriteriauntuk menganalisis proses interaksi sosial ( Robert F.Bales : a) Bidang – bidang proses intyeraksi sosial (1) Bidang sosio-emosional (2) Bidang – bidang tugas (3) Bidang – bidang tugas untuk meminta tugas (4) Bidang – bidang serta emosional b) Analisi proses interaksi sosial Robert F. Bales menganalisis proses interaksi sosial dengan menyusun bidang – bidang proses interaksi sosial agar ia mudah menganalisis proses analisis proses interaksi sosial tersebut dan menyebutnya dengan profile analysis / analisis profil/ analisis tingkah laku
  • 42.
    b. George C.Homas 1)Sumber – sumber penyusunan teori a) Roethlisberger dan Dickson dalam Bank Daring Group of How Thousand Work of the Company. b) J.Eort Whype dalam The Norton Sheet Gang c) H.Hatch dalam Disintegration at miltown New England d) A.M.Ernesberg dan D. Mac Gregor dalam Electrical Equipment Company. 2) Aspek – aspek dalam Proses Interaksi Sosial a) motif/ tujuan yang sama b) Suasana emosional yang sama c) Ada aksi / interaksi d) Proses segitiga dalam interaksi sosial ( aksi , interaksi, sentimen ) e) Dipandang dari sudut totalitas f) Hasil penyesuaian diri tiap – tiap anggota kelompok terhadap lingkungannya tanpa tingkah laku anggota kelompok yang seragam
  • 43.
    Lanjutan .... 3) AnalisisPada Interaksi Sosial ( George C. Homans ) Menganalisis dengan menyusun : a) Hipotesa pertama b) Hipotesa kedua c) Hipotesa ketiga Ada beberapa pertanyaan : 1) Bagaimanakah keterangan hipotesis tersbut dalam menghadapi sifat perkembangan ini ? 2) Apakah orang - orang yang memegang teguh norma itu bersedia melepaskan norma ynag lama guna menerima norma – norma baru dan mereka tetap menduduki tempat yang tinggi di dalam kelompok ? 3) Apakah kelompok yang di pimpin oleh orabng – orang yang sangat setia kepada norma lama akan mampu menghadapi proses perkembangan tersebut? d) Hipotesa keempat e) Hipotesa kelima
  • 44.
    5. Tahap –tahap Interaksi Sosial a) Ada kontak / Hubungan b) Ada Bahan dan Waktu c) Timbul Problema d) Timbul Ketegangan e) Ada integrasi
  • 45.
    6. Bentuk –bentuk Interaksi Sosial a. Bentuk interaksi sosial dari Morton Deuttch 1) Cooperatin / kerja sama a) Pengertian S.Stanfeld Sargent : ini tampaknya lebih untuk menyetujui dalam situasi dimana suatu tujuan tidak dapt dicapai oleh usaha asli individu Maka menurutnya kerja sama adalah usaha yang dikoordinasikan yang ditujukan kepada tujuan yang dapt dipisahkan b) Macam – macam Kerja sama (1) Begaining (2) Cooperation (3) Combination (4) Joint - ventura
  • 46.
    Lanjutan .... 2) Competittion/ persaingan a) Pengeritian Setipa kebutuhan individu akan selalu diupayakan oleh individu tersebut untuk memperoleh pemenuhan Morton Deuttch , persaingan adalah : bentuk interaksi sosial dimana seseorang mencapai tujuan, sehingga individu lain akan di pengaruhi untuk mencapaui tujuan mereka b) Fungsi Persaingan (1) Persaingan dapat menyalurkan keinginan perorangan atau kelompok (2) Persaingan sebagai saran untuk menarik perhatian dari yang lain (3) Persaingan sebagai sarana seleksi untuk memperoleh kedudukan / peran tertentu (4) Persaingan dapat digabungkan sebagai saran seleksi individu untuk memperoleh pembagian kerja secara efektif sehingga tujuan dapat tercapai dengan segera c) Bidang – bidang yang menimbulkan persaingan : ekonomi, kebudayaan, kedudukan , kesukuan ./ ras
  • 47.
    b. Bentuk InteraksiSosial dari Park dan Buergess 1) Competition / Persaingan Uraian sama dengan yang sebelumnya 2) Conflic / Pertentangan a) Pengertian S.Stanfel Sargent konflik : proses yang berselang 0- seling terus – menerus srta mungkin timbul pada beberapa waktu dari sama sekali, lebih stabil berlangsung dalam proses interaksi sosial. Konflik didasari reaksi penyerangan terhadap kekecewaan dan kemarahan b) Hal – hal yang menyebabkan konflik : (1) Perbedaan pendirian / perasaan individu (2) Perbedaan kepribadian antar individu (3) Perbedaan kepentingan antara individu / kelompok (4) Terdapat perubahan – perubahan yang cepat dalam masyarakat yang disebabkan perubahan nilai / sistem
  • 48.
    Lanjutan .... c) Bentuk – bentuk konflik : (1) Konflik Pribadi (2) Konflik rasial (3) Konflik kelas sosial (4) Konflikpolitik (5) Konflikinternasional d) Akibat konflik (1) Meningkatnya rasa solidaritas antar anggota (2) Munculnya persatuan kelompok (3) Ada peubahan kepribadian individu (4) Harncurnya harta benda 3) Accomodation /persesuaian a) Pengertisn S.Stanfeld Sargent , persesuian : suatu proses peningkatan saling adaptasi atau penyesuaian . Persesuaian mempunyai tingkatann yang lebih tinggi dari penesuaian karen atujuannya yang lebih luas .
  • 49.
    Lanjutan .... b) TujuanPersesuaian (1) Untuk mengurangi pertentangan antar individu / kelompok karena adanya perbedaan (2) Untuk mencegah meledaknya pertentangan yang bersifat sementara (3) Untuk memungkinkan adanya kerja sama antar kelompok (4) Untuk mengadakan integrasi antar kelompok sosial yang saling terpisah c) Bentuk – bentuk persesuaian (1) Coercion (2) Compromise (3) Mediation (4) Conciliation (5) Toleration (6) Stalemate (7) Adjudication
  • 50.
    Lanjutan .... d) Hasil – hasil Persesuaian (1) Unification / kesatuan didalam masyarakat (2) Penekanan terhadap oposisi (3) Saran koordinasi bagi kepribadian yang berbeda (4) Perubahan keadaan sesuai saat ini 4) Assimiliation / perpaduan a) Pengertian S.Stanfeld Sargent , perpaduan : suatu proses saling menekan dan melebur dimana seseorang atau kelompok memperoleh pengalaman,perasaan dan sikap dari individu dalam kelompok lain.
  • 51.
    Lanjutan .... b) Faktor – faktor ynag mempercepat proses perpaduan : (1) Sifat toleransi dari kedua belah pihak (2) Faktor keseimbangan dari kedua belah pihak (3) Sifat keterbukaan atas keduanya (4) Aa unsur persamaan kebudayaan atas keduanya (5) Ada ancaman dari pihak luar. c) Bentuk – bentuk Perpaduan 1. Alienation 2. Startification
  • 52.
    Lanjutan …. c. Bentuk– bentuk Interaksi sosial dari krout: 1) Communalism : bentuk interaksi sosial yang dilaksanakan sekadarnya 2) Parasitism : interaksi sosial yang menguntungkan satu pihak 3) Mutualism : bentuk interaksi yang menggantungka kedua belah pihak 4) Sociality : bentuk interaksi sosial yang telah bersifat kemsyarakatan d. Bentuk – bentuk Interaksi sosial dari S.Stanfeld Sargent 1) Board types interpersonal Behaviour : bentuk tingkah laku antar individu dalam arti luas 2) More specific types of interaction : bentuk interaksi / hubungan yang lebih khusus a) Mutual interaction : bentuk interaksi yang saling menguntungkan b) One way interaction : hubungan yang menguntungkan satu belah pihak 3) Interactional Process involving changing relation : hubungan yang terjadi perubahan dalam lembaga tersebut
  • 53.
    7.Faktor – faktoryang memengaruhi Interaksi Sosial S.Stanfeld Sargent : a. The Nature of social situation / hakikat situasi sosial a) Direct social situation b) Social symbol b. The Norms Prevaling in Any Given Social Group / kekuasaan norma – norma yang diberikan oleh kelompok sosial c. The Own Personality Trend / kecenderungan kepribadian sendiri d. A person’s Transitory tendences / Kecenderungan sementara Individu e. The Process of Perceiving and Interpretating a situation / Proses menanggapi dan menafsirkan sesuatu situasi.
  • 54.
    C. Kelompok Sosial 1.Alasan – alasan Pembentukan Kelompok sosial Dorwin Cartwright dan Alvin Zander 1. A group maybe created by one or more people inorder to accoplish some objective ( suatu kelompok mungkin dibentuk berdasarkan pertimabngan oleh satu atau lebih orang untuk mencapai beberapa tujuan ) 2. A group maybe formed spontaneously by the people who came to participate in. ( suatu kelompok mungkin dibentuk secara spontan oleh orang –orang yang datang untuk ikut serta di dalamnya. 3. A collection of individual maybe a group because they are treated in a homogeneous way by other people.(kumpulan individu mungkin menjadi suatu kelompok sebab mereka diperlakukan dengan cara –cara yang sama oleh orang lain)
  • 55.
    2.Ditinjau dari Ciri– ciri kelompok sosial a. Definisi 1) S.stanfeld Sargent Kelompok sosial : konsep – konsep itu dapat disetujui oleh ahli – ahli psikologi sosial, yang menafsirkan kelompok dalam istilah hubungan sosial diantara individu – individu. Ia ditarik dalam aspek – aspek individu yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku individu lain dalam kelompok 2) David Crechy dan Richard Crutchfield Mungkindidefinisikan sebagai sistem yang disatukan dari antar hubungan kelompok psikologis yang di bentuk untuk mencapai tujuan kelompok
  • 56.
    Lanjutan .... 3) RobertBales Kelompok sosial : sejumlah orang yang ditarik dalam interaksi satu sama lain dalam pertemuan tatap muka 4) M Smith Kami mungkin menemukan kelompok sosial sebagai suatu kesatuan berisi sejumlah orang dari kelompok yang te rpisah, yang mempunyai persepsi bersama dari kesatuan mereka dan yang mempunyai kemampuan atau kecenderungan untuk berbuat dan atau bertingkah laku dalam kesatuan cara terhadap lingkungan
  • 57.
    b. Ciri –ciri Kelompok Sosial 1) George Simmel : a) Besar – kecilnya jumlah anggota kelompok b) Derajat interaksi sosial dalam kelompok c) Kepentingan kelompok d) Berlangsungnya suatu kepentingan e) Derajat kelompok 2) Muzafer Sherif : a) Ada dorongan / motive yang sama dari stiap individu b) Ada rekasi dan kecakapan yang berbeda di antara individu c) Ada pembentukkan dan penegasan struktur kelompok d) Ada penegasan dan peneguhan norma – norma kelompok pada anggota kelompok
  • 58.
    Lanjutan .... 3) KurthLewin Suatu kelompok dapat dicirikan sebgai keseluruhabn yang dinamis. Tingkat ketergantungan dorongan semua anggota kelompok bermacam – macam cara, mulai dari massa yang hilang sampai kesatuan yang kompak 4) Ria Hilmiati Drajat a) Setiap anggota kelompok tersbut harus sadar bahwa ia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan b) Setiap anggota kelompok sosial mempunyai hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain c) Ad satu / beberapa faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok sosial tersebut
  • 59.
    3. Pembentukan KelompokSosial a. Festinger , Schachter , dan Bach Bahwa kelompok teman dibentuk dari pintu tetangga sebelah menyebelah. Yang di uraikan : sebagian besar orang 0orang yang tinggal dalam apartemen / rumah tingkat, yang membuka tangga gedungnya secara langsung dan bagaiamanapun ia lebih tampak berjumpa orang –orang b. Leomis dan Beegle Bahwa kelompok teman hubunga dibentuk terus menerus oleh penghuni yang tinggal bersama – sama secara akrab . Yang di gambarkan : kelompok – kelompok teman hubungan adalah paling dalam mempengaruhikeputusan penghuni untuk tetap tinggal atau meninggalkan koloni / kelompok c. Dowin Cartwright dan Alvin Zander 1) Deliberate formation / pembentukkan atas dasar pertimbangan 2) Spontaneous formation / pembentukkan secara spontan 3) Ekternal designation / tanda dari luar
  • 60.
    4. Teori –teori Kelompok sosial a. Teori mentalitas kelompok dari Cattell 1) Konsep teori mentalitas dipahami : a) Tingkah laku dan struktur yang khas kelompok yang sebelumnya walaupun anggota – anggota berganti b) Pengalaman – pengalaman kelompok c) Kemapuan untuk orientasi oleh kelompok secara keseluruhan terhadap perseorangan yang ada d) Adanya dorongan – dorongan kelompok untuk berbuat e) Adanya emosi yang bervariasi dari kelompok f) Adanya perlindungan – perlindungan kolektif kelompok 2) Dimensi – dimensi kelompok : a) Sifat – sifat mentalitas b) Sifat – sifat struktur kelompok c) Sifat – sifat populasi
  • 61.
    Lanjutan.... 3) Dinamika mentalitasKelompok Cattel menyusun dinamika mentalitas kelompok kedalam delapan teori. Pada teori pertama ada dua sinergi yaitu (1) sinergi pemeliharaan kelompok adalah dorongan untuk menyaksikan perselisihan dan mencari kesepakatan (2) sinergi efektif yaitu dorongan kelebihan / sisa untuk mencapai tujuan di luar kelompok.
  • 62.
    b. Teori PrestasiKelompok dari Stogdill 1) Dasar penyusunan Teori a) Teori – teori belajar b) Teori – teori interaksi c) Teori – teori harapan 2) konsep dan Prosedur Teori Prestasi Kelompok a) Input : segala sesuatu yang berasal dari masing – masing kelompok : (1) Interaksi sosial (2) Tingkah laku (3) Harapan b) Variabel media dalam struktur dan operasi kelompok (1) Struktur formal : fungsi dan status (2) Struktur peran : tanggung jawab dan otoritas c) Prestasi kelompok : (1) Produktivitas (2) Moral Kelompok (3) Kesatuan Kelompok
  • 63.
    5. Efektivitas KelompokSosial a. Floyd D.Rusch 1) Suasana kelompok / group atmosphere 2) Kepemimpinan Bergilir / distibutive leadership 3) Perumusan tujuan / goal formulation 4) Fleksibilitas / flexibility 5) Pemufakatan / consencus 6) Kesadaran Proses / proces awareness 7) Penilaian yang berkesinambungan / continual evaluation b. David Crech dan Richard Cructhfield 1) Kelompok sosial menjadi saluran pemenuhan kebutuhan bagi anggota kelompok
  • 64.
    Lanjutan .... 2) Kelompok sosial dapat me /ngembangkan, memperkaya, dan memanfaatkan harga diri dan identitas anggota 3) Kelompok sosial menjadi sarana pencerminan keberhasilan dan pengetesan kenyataan sosial 4) Kelompok sosial merupakan sarana memperkuat perasaan aman , kemapuan dan terbebas dari ancaman 5) Kelompok sosial menjadi saran bagi setiap anggota untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. c. Michael Arglye 1) Joining and Staging in system / bekerja sama dan berada dalam sistem 2) Dependable Behaviour : role performance in system / tingkah laku ketergantungan : peran tingkah laku dalam sistem 3) Innovative and spontaneous behaviour beyond role requirement / tingkah laku yang inovatif dan spontn : tingkah laku diluar peran ynag disyaratkan guna melaksanakan fungsi yang bersifat organisasi
  • 65.
    D. Peranan Sosial/ Social Role 1. Latar Belakang George Mead dalam bukunya mind , self and society melopori penyelidikan terhadap asal mula peranan sosial dari individu. 2. Pengertian dan aspek –aspek peranan sosial a. Pengertian 1) Ralp Linton : peranan sosial sebagai aspek kedudukan yang bersifat dinamis misalnya kedudukan khusus dalam masyarakat. Jadi peranan sosial meliputi tingkah laku dari hak dan kewajiban yang menyangkut kedudukan khusus 2) Wilson dan Kolb : peranan sosial sebgai suatu pola tingkah laku yang berhubungan dengan sistem hak dan kewajiban dihubungkan dengan kedudukan khusus dalam kelompok sosial 3) John and Ruth Useem : peranan sosial adalah suatu pola atau tipe tingkah laku sosial yang cocok kepada individu sesuai dengan situasi, dalam arti dari tuntutan dan harapan dari keduanya dalam kelompoknya 4) Kimbal Young ,park, dan Burgess : peranan sosialo adalah suatu pola sikap – sikap dan kegiatan – kegiatan diman seseorang mengambil dalam situasi sosial
  • 66.
    b.Aspek – aspekperanan sosial Sarbin menguraikan : 1) Status Yang dimaksud adalah kebebasan seseorang dalam posisi tertentu untuk mengambil inisiatif bertingkah laku dan mempertahankan tujuan : ada pribadi lain yang mempunyai harapan dan individu / pribadi mengantisipasi dengan tingkah laku, khususnya dalam situasi sosial 2) Position : posisi sebagai satu dengan lain harapan / antisipasi reaksi yang disyaratkan - 3) Expectation / harapan : kesediaan untuk mendapata penguatan a) Hak b) Kewajiban
  • 67.
    3. Dimensi PerananSosial S. Stanfeld Sargent a. Social role differ in breadth ekextensiveness ( peranan sosial berbeda dalam keluasan / keragaman : 1) Banyak / sedikit peranan sosial yang dilakukan 2) Kesadaran pengambilan peranan sosial intensitas pengambilan peranan sosial b. Social role differ in specificity ( peranan sosial berbeda dalam kekhususan pemahaman 1) Untuk bagian terbesar individu kurang sadar dari kenyataan , bahwa ia memainkan peranan 2) Dalam lingkungan baru dan tidak wajar, bagaimanpun situasi harus ditafsirkan atau diperoleh, dan peran yang diambil mungkin dianggap kesadaran 3) Pada umumnya kedudukan yang tinggi dan kekuasaan yang besar dihubungkan dengan peranan yang diberikan , individu tampak lebih menyadari hal itu 4) Di sisi dari bermacam – macam situasi dan dan kedudukan , orang – oranbg menunjukkan perbedaan besar dalam kesadaran diri
  • 68.
    Lanjutan …. c. again,social role change in this contiunity or permanence ( lagi , peranan sosial berubah didalam kontinuitas dan kematangan ) d. Social role changes very greatly in importance and prestige ( peranan sosial berubah secara besar – besaran dalam dalam kepentingan dan prestis e. Seseorang memperoleh banyak variasi latar dalam kemudahan atau kesukaran melaksanakan peran – peran. Beberapa menyaratkan usaha minimal dan penyesuaian di mana yang lain – lain menuntut kegiatan yang kontinu f. Pada beberapa latar kelembagaan seperti rumah, sekolah ata masyarakat, pada umumnya seorang individu melainkan beberapa peran g. Individu – individu mengubah secara besar – besaran dalam penyatuan macam – macam peranan mereka, namun sebagian besar orang mengganti dalam melaksankan peran – peran yang menyebar tanpa diorganisasikan
  • 69.
    4. Cara –cara memperoleh peran sosial a. Intensional instruction : cara memperoleh peranan sosial melalui pendidikan b. Insidental learning : cara memperoleh peran dengan belajar secara sementara / insidental c. Ascribe : cara memperoleh peranan sosial karen pembawaan sejak lahir atau kedudukan d. Prescribed : cara memperoleh peranan sosial karen diberikan
  • 70.
    5. Hubungan peranansosial dan Diri / self a. Pengaruh pemeranan peranan sosial terhadap diri / self Kesimpulan menurut Morton : 1) Terjadi personalisasi : pemeranan kepribadian pada individu yang terbukti tingkah laku individu yang menunjukkan penyamarataan individu lain 2) Tidak ada keluwesan ( fleksibel ) tingkah laku individu terhadap individu lain b. Variasi dalam Pemeranan Peranan Sosial dan Diri ada tidaknya pengaruh pengalaman sekarang terhadap individu sangat ditentukan oleh tingkat stabilitas self / diri dari individu yang bersangkutan c. Konflik Internal Individu : 1) Konflik antar diri / self dan peranan sosial yang dilakukan 2) Konlik antara peranan dan peranan 3) Konflik antara peranan individu dan individu lain
  • 71.
    6. Macam –macam peranan sosial George H. Mead mengungkapkan : a. Peran sosial yang dibawa ditandai sebagian besar pada macam – macam faktor biologis dan fisiologis dan yang lain – lain di atandai pada dasar – dasar warisan sosial atau kedudukan yang diharapkan dalam masyarakat b. Peranan – peranan sosaila yang diperjuangkan, dicapai melalui pengalaman hidup seseorang dan melalui pemilihan di antara banyak peranan yang mungkin diterima c. Peranan sosial yang diberikan meliputi seluruh cara yang dibenarkan membawa fungsi yang disyaratkan dari penempatan suatu kedudukan
  • 72.
    E. Kepemimpinan 1. LatarBelakang a. Gustave Le Bon Tingakah laku individu yang dapat memberi arah dan mengendalikan kegiatan – kegiatan massa merupakan salah satu proses / aktivitas yang di sebut kepemimpinan . Sedang individu – individu yang melakukan aktiviatas kepemimpinan tersebut disebut pimpinan dan pimpinan memiliki tingkah laku / aktivitas yang lebih tinggi tingkatannya dari anggota – anggota massa b. Erich Fromm pada zaman lebiral kehidupan individu ditandai oleh kebebasan artinya individu dapat hidup atas dasar kemauan dan pilihannya sendiri tanpa dipengaruhi oleh individu lain perkembnagan selanjutnya kehidupan individuyang semakin bebas mendatangkan kesuliat badi individu yang bersangkutan dan disinilah klimaks kebebasan mutlak yang ada pada kehidupan C. Sigmund Freud Mengakui bahwa dalam kehidupan, tiap – tiap individu mempunyai hasrat / kemauan untuk memanfaatkan diri sehingga individu dapat hidup dengan lingkungannya
  • 73.
    2. Definisi danKarakteristik Kepemimpinan a. Definisi kepemimpinan 1) Humpil Kepemimpinan adalah pelaksanaan kegiatan yang mengakibatkan pola interaksi kelompok diarahkan secar konsisten pada pemecahan masalah 2) David Crech, Richard Cruchfiel dan Ballachy Kepemimpian adalah peristiwa tingkah laku yang bersifat hubungan antar orang, siap untuk interaksi… kepemimpinan bekerja dua cara , pemimpin mempengaruhi pengikut sebaliknya pengikut mempengaruhi pimpinan 3) Ralph stogdill Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok terhadap perumusan dan pencapaian tujuan 4) Kenneth Blanchard …. Bahwa kepemimpina adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usah terhadap pencapaian tujuan yang diberikan oleh situasi
  • 74.
    b. Karakteristik Kepemimpinan 1)Kepemimpinan sebgai seni mengajak pelaksana 2) Kepemimpinan sebagai suatu bentuk ajakan 3) Kepemimpinan sebagai kepribadian dan akibatnya 4) Kepemimpinan sebagai aktivitas / tingkah laku 5) Kepemimpinan sebagai suatu pusat proses kelompok 6) Kepemimpinan sebagaisuatu kekuatan hubungan 7) Kepemimpinan sebagai sarana dari pencapaian tujuan 8) Kepemimpinan sebagai akibat interkasi 9) Kepemimpinan sebagaisuatu peran yang dibedakan 10)Kepemimpinan sebagai tiruan / pembuka struktur
  • 75.
    3. Bukti –bukti dan pendekatan dalam kepemimpinan a. Bukti – bukti kepemimpinan 1) Kami mungkin menanyakan anggota – anggota kelompok, siapa mereka yang dianggap paling berpengaruh dalam kelompok secara langsung 2) Kami mungkin mengamati kelompok untuk menyebut anggota kelompok yang seolah –olah berpengaruh sungguh – sungguh pada anggota anggota b. Pendekatan – pendekatan dalam kepemimpinan 1) Pendekatan sifat 2) Pendekatan tingkah laku 3) Pendekatan situasi
  • 76.
    4. Gaya Kepemimpinan a.Trait Theories of Leadership Menurut teori ini seseorang pimpinan itu dilakhirkan bukan di buat yang memiliki sfiat – sifat dan ciri – ciri yang menonjol yang berbeda dengan anggota lainnta . Ciri tersebut : 1) Intelegensi , kecerdasan dan kemampuan 2) Pengetahuan yang luas 3) Kematangan dalam menjalin hubungan 4) Kekuatan untuk memotivasi yang besar 5) Sikap yang mnyenangkan 6) Kewibawaan b. Group and Axchange Theoris of Leadership Menurut Hallander dan Jullian seseorang dapat melaksankan perannya sebagai pimpinan apabila ia dapat memenuhi harapan kelompok untuk mencapai tujuannya. Gaya kepemimpinan in di tunjang oleh kemampuan pimpinan menjalin hubungan yang bersifat dua arah , yang menjadi ciri khas hubungan yang berlangsung dalam kelompok
  • 77.
    Lanjutan .... d. PathGoal Leadership Theory Gaya kepemimpinan ini mendasarkan diri pada teori – teori motivasi. Menurut Robert House : 1) Direct Leadership 2) Supportive Leadership 3) Participate Leadership 4) Achievement Leadership e. Gaya Kepemimpinan Permanen dan Situasional 1) Gaya Kepemimpinan permanen apabila : a) Ia memiliki Prestasi yang tinggi b) Ia memahami apa yang menjadi kebutuhan anggota
  • 78.
    Lanjutan .... c) Ia memiliki kecakapan / kemampuan d) Ia bekerja secara keras, displin , dan jujur 2) Gaya Kepemimpinan Situasional apabila : a) Ia aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelompok b) Ia berkemampuanb menujkkan bahwa tiap – tiap anggota tergantung satu sama lain c) Ia memiliki ketegasan d) Ia lancar dalam mengemukakan pendapat e) Ia meiliki keyakinan diri untuk memimpin f) Ia sangat populer bagi anggota – anggota kelompok
  • 79.
    5. Fungsi Kepemimpinan O’DonnelKoontz : fungsi kepemimpinan , bagaimana pun, mengajak atau mendorong seluruh kekuatan pengikut untuk memberi sumbangan sesuai dengan kemampuan secara maksimal. H.H. Hicks dan C.R. Gullett dalam bukunya organization : Theory and Behaviour : a. Arbitrating ( memberi keadilan ) b. Suggesting ( memberi anjuran / sugesti ) c. Supplying objectives ( memenuhi tercapainya tujuan ) d. Centralizing ( menjembatani ) e. Providibg Scurity ( mencitakan keamanan ) f. Representating ( mewakili ) g. Inspiring ( memberi semangat ) h. Praising ( memberi penghargaan )
  • 80.
    6. Macam –macam Kepemimpinan a. Kurt Lewin , Lipitt , dan White 1) Kepemimpinan otokrasi yang ditandai oleh : a) Setiap ketentuan di buat oleh pimpinan b) Setiap langkah kegiatan diputuskan oleh pemimpin c) Pimpinan selalu memberikan tugas pada anggota d) Pimpinan dapat memuji atau mencela anggota 2) Kepemimpinan demokratis : a) Segala kegiatan kelompok didiskusikan bersama b) Anggota kelompok bebas bekerja dengan siapa pun c) Pimpinan dapat memuji atau mencela secara objektif d) Pemimpin berusah bersikap dan berbuat seperti anggota 3) Kepemimpinan liberal : a) Pimpinan jarang ikut serta dengan kegiatan anggota b) Pemimpin menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh anggota c) Pembagian tugas dan kerja sama terserah pada anggota d) Pemimpin tidak memberi komentar saat anggota melakukan kegiatan
  • 81.
    Lanjutan .... b. MaxWeber 1) Kepemimpinan kharismatik : pemimpin yang diangkat berdasarkan suatu kepercayaan yang datang dari lingkungannya 2) Kepemimpinan tradisional : pemimpin yang di angkat berdasarkan tradisi yang berlaku 3) Kepemimpinan yang rasional legal : pemimpin yang diangkat berdasarkan : a) Pertimbangan pemikiran tertentu b) Pengangkatan secara resmi c. W.C. Whyte 1) Kepemimpinan operasional : bentuk kepemimpinan pemi8mpin yang diangkat berdasarkan inisiatif dan aktivitasa yang dilakukan 2) Kepemimpinak populer : peminmpin yang di angkat atas dasar keterkenalan sesoarang pada anggota kelompok / organisasi
  • 82.
    Lanjutan .... 3) Kepemimpinan talent : bentuk kepemimpinan yang pimpinannya diangkat berdasarkan kecakapan tertentu yang dimiliki olehs eseorang 4) Kpemimpinan perwakilan : bentuk kepemimpinan yang pimpinannya diangkat sebagai wakil / mewakili sejumlah anggota kelompok d. Keith Davis 1) kepemimpinan positif 2) Kepemimpinan negatif e. Errich Fromm 1) Kepemimpinan menerima 2) Kepemimpinan menggunakan 3) Kepemimpinan menimbun 4) Kepemimpinan memasarkan 5) Kepemimpinan produktif
  • 83.
    7. Syarat –syarat Pimpinan a. Foyd D. Rusch 1) Social perception ( persepsi sosial ) 2) Ability in abstract thinking ( kemampuan berpikir secara abstrak ) 3) Emotional stability ( perasaan stabil ) b. Ralph Stogdill 1) Capacity ( kekuatan ) 2) Achievement ( prestasi ) 3) Responsibility ( tanggung jawab ) 4) Participation ( keikutsertaan ) 5) Status ( kedudukan ) 6) Situation ( situasi )
  • 84.
    8. Tugas –tugas Pimpinan a. Floyd D.Rush 1) Structuring the situation ( menyusun struktur situasi ) 2) Controlling Group Behaviour ( mengendalikan tingkah laku kelompok ) 3) Spokesman of the group ( juru bicara kelompok ) b. David W. Johnson 1) Information and opinion giver ( pemeberi informasi dan pendapat ) 2) Information and opinion seeker ( pencari informasi dan pendapat ) 3) Strater ( pengambil strategi ) 4) Direction giver ( pemberi tujuan ) 5) Summarizer ( pembuat ringkasan ) 6) Coordiantor ( pengkoordinasi ) 7) Diagnoser ( pendiagnisa ) 8) Energizer ( pendorong ) 9) Reality tester ( penguji kenyataan ) 10) Evaluater ( pemberi nilai )
  • 85.
    Lanjutan ... c. DavidKretch,et-al 1) The leader as executive ( pimpinan sebagai pelaksana ) 2) The leader as planner ( pimpinan sebagai perncana ) 3) The leader as as policy maker ( pimpinan sebagai pembuat / penentu kebijakan ) 4) The leader as expert ( pimpinan sebagai seorang ahli ) 5) The leader as external group represent ( pimpinan sebagai wakil kelompok keluar ) 6) The leader as controller of internal relation ( pimpinan sebagai pengendali hubungan ionternal ) 7) The leader as giver of reward and punishment ( pimpinan sebagai pemeberi penghargaan dan hukuman ) 8) The leader as exemplar ( pimpinan sebagai contoh ) 9) The leader as symbol of the group ( pimpinan sebagai lambang kelompok ) 10) The leader as subtitue for individual ( pimpinan sebagai pengganti bagi individu ) 11) The leader as ideologist ( pimpinan sebagai pemberi ide ) 12) The leader as as father figure ( pimpinan sebagai figur ayah ) 13) The leader as scapegoat ( pimpinan sebagai kambing hitam / tumpuan masalah
  • 86.
    9. Hubungan Pimpinandan Anggota a. Ditinjau dari gaya kepemimpinan,hubungan antara pimpinan dan anggota 1) Fleishmen , Holpim dan winer : a) Hubungan antara pimpinan dan anggota yang berorientasi pada tugas ditandai : (1) pemimpin memberi petunjuk pada bawahan (2) pemimpin mengadakan pengawasan secara ketat (3) tugas- tugas harus diselesaikan sesuai keinginan pimpinan ( menekankan pelaksanaan tugas dari pada pembinaan dan pngembangan anggota b) Hubunganantara pimpinan dan bawahan yang berorientasi pada bawahan : (1) pemimpoin memberi motivasi kepada anggota (2) pemimpin melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan (3) pemimpin bersikap penuh kekeluargaan, menghormati, percaya dan bekerja sama dengan anggota (4) pemimpin mengakui hak – hak anggota
  • 87.
    Lanjutan.... 2) Robert Tannenbaum dan Warrant H. Schmith : a) Talking / menceritakan b) Sellking / memasarkan c) Sending / menyampaikan d) Changing / mengubah e) Consulting / mengonsultasikan f) Defining / membatasi g) Joining / kerjasama b. Ditinjau dari interaksi dalam kelompok 1) Dubin Hubungan serial dan hubunga sosial a) Hubungan serial A B C Serial verikal Serial horizontal
  • 88.
    b. Hubungan Sosial A B Radial Vertikal A C D Radial Horizontal B C D c. Hubungan Sirkuler A F B E C D
  • 89.
    d. Hubungan Serialdan radial A e. Hubungan Radial B dan sirkular D C E A D B C E F
  • 90.
    2) J.L. Moreno a) Bentuk hubungan rantai / chain b) Bentuk hubungan bintang / star c) Bentuk hubungan jala / network A B C D E dst B C C A E F D E L G D A B C K H J I
  • 91.
    F. Individu dalamSituasi Sosialnya 1. Teori perbandingan sosial / Social comparation Theory ( Feshinger) a. Dasar Teori Dasar dari teori ini adanya power (kekuatan) saling mempengaruhi dan saling bersaingdalam interaksi sosial yang ditimbulkan oleh kebutuhan individu untulk menilai diri sendiri dengan cara membandingkan diri sendiri dengan individu lain. Dua hal dalma hal tersebut : 1) Opinion ( pendapat ) dimana pendapat relatif lebih mudah mengalami perubahan 2) Kemampuan ( ability ) diman perubahan kemampuan mengarah pada keadaan yang lebih baik
  • 92.
    b. Inti teori 1)Hipotesa Pertama Setiap individu memiliki dorongan menilai pendapat dan kemampuannya sendiri dengan cara membandingkan dengan pendapat dan keinginan individu lain 2) Hipotesa Kedua jiksa dalam penilaian tidak ada cara yang objektif/non sosial, maka individu akan menggunakan ukuran – ukuran yang melibatkan pendapata individu lain 3) Hipotesa ketiga cenderung untuk membandingkan dia dengan individu lain menurun bila perbedaan pendapat / kemapuan dengan individu lain itu meningkat 4) Hipotesa keempat perbedaan yang besar dalam kelompok tentang pendapat / kemapuan akan manumbuhkan tindakan untuk mengurangi perbedaan tersebut
  • 93.
    Lanjutan .... 5) Hipotesakelima ada faktor – faktor sosial yang menyulitkan / tidak memungkinakan perubahan kemampuan pada individu yang hampir – hampyir tidak mempunyai perubahan pendapat 6) Hipotea keenam sejarah perkembangan yang berkepanjangan dengan individu lain, menimbulkan konsekuensi yang tidak menyenangkan, penghentian perkembangan diikuti oleh perasaan pemenuhan dalam kebencian 7) Hipotesa ke tujuh setiap faktor yang meningkatkan pentingnya kelompok sebagai kelompok pembanding untuk sesuatu kesempatan akan menjadi faktor yang meningkatkan masukan ke arah keseragaman pendapat / kemapuan tersebut. 8) Hipotesa kedelapan kecenderungan untyuk memperkecil kemungkinan perbandingan makin besar bila individu – individu yang pendapat / kemampuannya berbeda dari dirinya juga di anggap berbeda dalam sifatnya 9) Hipotesa kesembilan bila ada berbagai kemampuan / pendalpat dalam kelompok, maka keseragaman berbeda – beda antara individu – individu didekat pendapat / kemampuan dengan individu – individu yang jauh dari pendapat / kemampuan yang berbeda tersebut
  • 94.
    2. Teori AtribusiEksternal / Externsal Attributrion Theory a. Dasar Teori individu melakuakn proses atribusi yakni persepsi sifat – sifat disposisional pada situasi – situasi di dalam suatu lingkungan b. Inti Teori ada dua macam atribusi yakni eksternal dan internal dan individu lebih cenderung kepada eksternal bila di banding intrnal. Empat kritea yang menerangkan kecenderungan tersebut : 1) Defernsiasi : perbedaan yang ad antara satuan – satuan di dalam lingkungan 2) Konsistensi dalam waktu, bagi berlangsungnya 3) Konsistensi dalam acara , seperti untuk hal tertentu 4) Konsensus , yakni pendapat orang banyak yang menyukai acara tersebut
  • 95.
    3. Teori PenilaianSosial / Social Judgement Theory a. Dasar Teori 1) Individu akan membentuk situasi yang paling penting bagi dirinya 2) Pembentukan situasi tersebut mencakup faktor intern ( emosi , sikap, motive , pemgalaman individu ) 3) Interaksi faktor – faktor intern dan faktor – faktor ekstern ini kemudian menjadi kerangka acuan 4) Kerangka acuan / frame of reference akan berpengaruh terhadap penilian sosial untuk beringkah laku b. Inti Teori 1) Dalam situasi terjadi komunikasi antara individu dengan kerangka acuan yang tercipta dari faktor intern dan ekstern 2) Individu kemudian mengadakan diskriminasi dan kategorisasi terhadap stimulus yang ada dalam situasi 3) Kemudian individu melakukan perbandingan antara relevansi internal, seperti pengalaman, ego individu dan stimulus
  • 96.
    Lanjutan.... 4)Pengambilan salah satu alternatif tingkah laku didahului oleh penentuan sikap atau jawaban sikap individu 5) Kerangka acuan yang diajukan dalam mengadakan perbandingan disebut dengan sk ala penilaian 6) Makin jelas sifat stimulus yang dimilki dan dan makin tegas skala penilian yang digunakan maka penilaian individu makin mantap dan begitu sebaliknya 7) Penilaian yang mendekati patokan oleh individu disebut asimilasi 8) Proses penilaian yang mengahsilkan asimilasi dan kontras berlaku pada benda, sikap hubungan antar individu 9) Proses penilaian sikap individu mempunyai perbedaan dengan penilaian pada benda 10) Bila individu melibatkan dirinya dalam situasi yang dinilainya sendiri maka ia akan menjadikan dirinya sendiri sebagai patokan dan hanya hal – hal yang dekat dengan dirinya diterimanya 11) Komunikasi dapat mendekatkan sikap individu pada sikap individu lain, tetapi juga malah bisa semakin menjauhkan .