METODOLOGI PENELITIAN
         PROPOSAL TUGAS AKHIR




               DISUSUN OLEH

         NAMA      : IBNU HAMDUN

         NPM       : 3331091259

         DOSEN     : DR. NI KETUT CATURWATI




       JURUSAN TEKNIK MESIN
        FAKULATAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
         CILEGON – BANTEN
                  2012

                    i
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


1.       JUDUL TUGAS
         Judul tugas yang akan diajukan adalah ” PENELITIAN KOEFISIEN
KONVEKSI DI DAERAH CILEGON”


2.       LATAR BELAKANG MASALAH
         Dalam bidang ilmu konversi energy , ilmu perpindahan panas (heat transfer)
sangat penting untuk dipelajari hal tersebut dikarenakan hamper setiap permasalahan
yang ada pada ilmu konversi energy , ilmu perpindahan panasikut terkait danterlibat
didalamnya. Tak hanyaa itudibidang industry , aplikasi ilmu perpindahan panas sangat
diperlukan dan sangat penting untuk mengetahui besar energy yang diperlukan seperti
inndustri PLTU dan industri BAJA dan industry lainnya. Namun sampai saat ini, ilmu
perpindahan panas diantaranya perpindahan panas konveksi nilai koefisien konveksi
yang diajarkan masih mengadopsi nilai koefisien konveksi yang telah ditemukan
sebelumnya sedangkan suhu, cuaca dan tempat pada waktu awal penelitian berbeda
dengan tempat aplikasinya.
         Oleh karena hal-hal tersebut diatas diperlukanlah penelitian ulang tentang besar
nilai koefisien konveksi sehingga dapat diketahui perbedaan dan selisih nilai koefisien
konveksi antara hasil penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini.


3.       RUMUSAN MASALAH
         Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah :
     1. Bagaimana proses penelitian koefisien konveksi pada daerah bertemperatur
        ±30˚C ?
     2. Berapa jenis penelitian yang akan dilakukan ?


4.       BATASAN MASALAH
        Batasan masalah yang akan digunakan dalam tugas akhir ini yaitu:
     a) Tempat penelitian berada di Kota Cilegon
     b) Penelitian berada pada temperature panas (heat temperature)
     c) Penentuan nilai koefisien konveksi pada plat tegak dan plat datar
     d) Efek perpindahan panas radiasi diabaikan
     e) Terisolasi sempurna

        JURUSAN TEKNIK MESIN
        UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


      f) Kondisi yang ada dalam sistem diasumsikan tunak (steady state)
      g) Temperatur ruang pengujian dalam kondisi tetap


5.         HIPOTESA
           diperkirakan hasil penelitian akan memperoleh nilai koefisien konveksi lebih
      besar dibandingkan dengan nilai koefisien konveksi yang sudah diteliti sebelumnya.


6.         TUJUAN PENELITIAN
           Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
      1. Mendapatkan nilai koefisien konveksi terkini dengan suhu, cuaca dan tempat
           yang berbeda dengan penelitian sebelumnya
      2. Agar dapat mengetahui selisih nilai koefisien konveksi saat ini dengan nilai
           koefisien konveksi hasil penelitian sebelumnya


     7.    LANDASAN TEORI
                   Perpindahan panas terjadi secara konveksi dari pelat ke sekeliling atau
          sebaliknya. Perpindahan panas konveksi dibedakan menjadi dua yaitu konveksi bebas
          dan konveksi paksa.




                                Gambar 1 perpindahan Panas Konveksi




          JURUSAN TEKNIK MESIN
          UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


        Konveksi plat datar
           Pada konveksi pelat akan mendingin lebih cepat dapat dilihat pada gambar
           berikut:




                                    Gambar 2 konveksi paksa




        Persamaan dasar konveksi




                                                         ………………………..(1)




     JURUSAN TEKNIK MESIN
     UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


        Prinsip Perpindahan Kalor Secara Konveksi

                Panas yang dipindahkan pada peristiwa konveksi dapat berupa panas
           laten dan panas sensible. Panas laten adalah panas yang menyertai proses
           perubahan pasa, sedang panas sensible adalah panas yang berkaitan dengan
           kenaikan atau penurunan temperature tanpa perubahan fasa.

        Laju Perpindahan Kalor

           Untuk menyatakan laju perpindahan panas dinyatakan sebagai fluks kalor
           perhitungannya Didasarkan atas luas perpindahan panas sehingga fluks
           kalor didefenisikan sebagai laju perpindahan panas persatuan luas dengan
           satuan
           Btu/Jam s2 atas dasar luas bidang tempat berlangsung-nya aliran kalor.
           Selanjutnya, fluks kalor dihubungkan dengan perbedaan temperature yang
           ditentukan melalui koefisien perpindahan panas konveksi (konduktans
           konveksi) h yang didefenisikan sebagai berikut :


                                                      ……………………………..(2)




           Jika h dan ∆t diketahui, maka      dapat dihitung. Untuk sebuah tahanan

           termal dalam peristiwa konveksi didefinisikan sebagai berikut:


                                                           ..................................(3)




     JURUSAN TEKNIK MESIN
     UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


    Daftar Tabel 1Nilai Kira - Kira Koefisien Perpindahan – Kalor Konveksi
                                                       h
               modus

     Konveksi bebas,∆T=30˚
       Plat vertical, tinggi             4,5                      0,79
       0,3 m (1 ft) di udara
       Silinder        horizontal,       6,5                      1,14
       diameter     5     cm     di
       udara
       Silinder        horizontal,       890                      157
       diameter 2 cm dalam
       air


     Konveksi paksa
       Aliran udara 2 m/s di             12                        2,1
       atas plat bujur sangkar
       0,2 m
       Aliran udara 35 m/s di            75                       13,2
       atas plat
        ujur sangkar 0,75 m
       Udara 2 atm mengalir              26                       11,4
       di      dalam       tabung
       diameter 2,5 cm,
       kecepatan 10 m/s
       Air 0,5 kg/s mengalir            3500                      616
       di dalam tabung 2,5
       cm
       Air     udara     melintas        180                       32
       silinder Diameter 5
       cm, kecepatan 50 m/s


     Air mendidih
       Dalam       kolam       atau   2500-35000                440-6200
       bejana


     JURUSAN TEKNIK MESIN
     UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


       Mengalir dalam pipa      5000-100.000               880-17.600


     Pengembunan uap air, 1
     atm
       Muka vertical             4000-11.300               700-2000
       Di     luar     tabung    9500-25.000               1700-4400
       horizontal




   8. METODE PENELITIAN

                                          Mulai



                                     Ide/konsep


                                    Studi Literatur



                                  Pengumpulan Data



                                   Perancangan Alat




                        Tidak         Memenuhi
                                      (Ya/tidak)?

                                                      Ya

                                      Penelitian



                                  Kesimpulan & Saran



                                          Selesai



     JURUSAN TEKNIK MESIN
     UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TUGAS METODOLOGI PENELITIAN


   9. JADWAL KEGIATAN

      Jadwal kegiatan

   Minggu I                : Memikirkan Ide

   Minggu II               : Observasi

   Minggu III              : Mengumpulkan data- data.

   Minggu IV               : Memperhitungkan data – data yang sudah ada

   Minggu V                : Membuat Disain dan merencanakan Alat

   Minggu VI               : Pembelian Alat atau material

   Minggu VII              : Perakitan

   Minggu VIII             : Uji coba alat,

   Minggu IX               : Penelitian, selesai



  10. DAFTAR PUSTAKA

   1. Holman J.P. 1986. Heat Transfer,1st ed, McGraw-Hill Book, Singapore
   2. Incropera, F.P. and DeWitt, D.P. 1990. Fundamentals of Heat and Mass
       Transfer, 6th ed, John Wiley & Sons, New York.
   3. website. www.google.com (perpindahan panas konveksi )




     JURUSAN TEKNIK MESIN
     UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Print metlit ibnu

  • 1.
    METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH NAMA : IBNU HAMDUN NPM : 3331091259 DOSEN : DR. NI KETUT CATURWATI JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULATAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2012 i
  • 2.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN 1. JUDUL TUGAS Judul tugas yang akan diajukan adalah ” PENELITIAN KOEFISIEN KONVEKSI DI DAERAH CILEGON” 2. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam bidang ilmu konversi energy , ilmu perpindahan panas (heat transfer) sangat penting untuk dipelajari hal tersebut dikarenakan hamper setiap permasalahan yang ada pada ilmu konversi energy , ilmu perpindahan panasikut terkait danterlibat didalamnya. Tak hanyaa itudibidang industry , aplikasi ilmu perpindahan panas sangat diperlukan dan sangat penting untuk mengetahui besar energy yang diperlukan seperti inndustri PLTU dan industri BAJA dan industry lainnya. Namun sampai saat ini, ilmu perpindahan panas diantaranya perpindahan panas konveksi nilai koefisien konveksi yang diajarkan masih mengadopsi nilai koefisien konveksi yang telah ditemukan sebelumnya sedangkan suhu, cuaca dan tempat pada waktu awal penelitian berbeda dengan tempat aplikasinya. Oleh karena hal-hal tersebut diatas diperlukanlah penelitian ulang tentang besar nilai koefisien konveksi sehingga dapat diketahui perbedaan dan selisih nilai koefisien konveksi antara hasil penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini. 3. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah : 1. Bagaimana proses penelitian koefisien konveksi pada daerah bertemperatur ±30˚C ? 2. Berapa jenis penelitian yang akan dilakukan ? 4. BATASAN MASALAH Batasan masalah yang akan digunakan dalam tugas akhir ini yaitu: a) Tempat penelitian berada di Kota Cilegon b) Penelitian berada pada temperature panas (heat temperature) c) Penentuan nilai koefisien konveksi pada plat tegak dan plat datar d) Efek perpindahan panas radiasi diabaikan e) Terisolasi sempurna JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 3.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN f) Kondisi yang ada dalam sistem diasumsikan tunak (steady state) g) Temperatur ruang pengujian dalam kondisi tetap 5. HIPOTESA diperkirakan hasil penelitian akan memperoleh nilai koefisien konveksi lebih besar dibandingkan dengan nilai koefisien konveksi yang sudah diteliti sebelumnya. 6. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Mendapatkan nilai koefisien konveksi terkini dengan suhu, cuaca dan tempat yang berbeda dengan penelitian sebelumnya 2. Agar dapat mengetahui selisih nilai koefisien konveksi saat ini dengan nilai koefisien konveksi hasil penelitian sebelumnya 7. LANDASAN TEORI Perpindahan panas terjadi secara konveksi dari pelat ke sekeliling atau sebaliknya. Perpindahan panas konveksi dibedakan menjadi dua yaitu konveksi bebas dan konveksi paksa. Gambar 1 perpindahan Panas Konveksi JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 4.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN  Konveksi plat datar Pada konveksi pelat akan mendingin lebih cepat dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2 konveksi paksa  Persamaan dasar konveksi ………………………..(1) JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 5.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN  Prinsip Perpindahan Kalor Secara Konveksi Panas yang dipindahkan pada peristiwa konveksi dapat berupa panas laten dan panas sensible. Panas laten adalah panas yang menyertai proses perubahan pasa, sedang panas sensible adalah panas yang berkaitan dengan kenaikan atau penurunan temperature tanpa perubahan fasa.  Laju Perpindahan Kalor Untuk menyatakan laju perpindahan panas dinyatakan sebagai fluks kalor perhitungannya Didasarkan atas luas perpindahan panas sehingga fluks kalor didefenisikan sebagai laju perpindahan panas persatuan luas dengan satuan Btu/Jam s2 atas dasar luas bidang tempat berlangsung-nya aliran kalor. Selanjutnya, fluks kalor dihubungkan dengan perbedaan temperature yang ditentukan melalui koefisien perpindahan panas konveksi (konduktans konveksi) h yang didefenisikan sebagai berikut : ……………………………..(2) Jika h dan ∆t diketahui, maka dapat dihitung. Untuk sebuah tahanan termal dalam peristiwa konveksi didefinisikan sebagai berikut: ..................................(3) JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 6.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN Daftar Tabel 1Nilai Kira - Kira Koefisien Perpindahan – Kalor Konveksi h modus Konveksi bebas,∆T=30˚ Plat vertical, tinggi 4,5 0,79 0,3 m (1 ft) di udara Silinder horizontal, 6,5 1,14 diameter 5 cm di udara Silinder horizontal, 890 157 diameter 2 cm dalam air Konveksi paksa Aliran udara 2 m/s di 12 2,1 atas plat bujur sangkar 0,2 m Aliran udara 35 m/s di 75 13,2 atas plat ujur sangkar 0,75 m Udara 2 atm mengalir 26 11,4 di dalam tabung diameter 2,5 cm, kecepatan 10 m/s Air 0,5 kg/s mengalir 3500 616 di dalam tabung 2,5 cm Air udara melintas 180 32 silinder Diameter 5 cm, kecepatan 50 m/s Air mendidih Dalam kolam atau 2500-35000 440-6200 bejana JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 7.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN Mengalir dalam pipa 5000-100.000 880-17.600 Pengembunan uap air, 1 atm Muka vertical 4000-11.300 700-2000 Di luar tabung 9500-25.000 1700-4400 horizontal 8. METODE PENELITIAN Mulai Ide/konsep Studi Literatur Pengumpulan Data Perancangan Alat Tidak Memenuhi (Ya/tidak)? Ya Penelitian Kesimpulan & Saran Selesai JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 8.
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN 9. JADWAL KEGIATAN Jadwal kegiatan Minggu I : Memikirkan Ide Minggu II : Observasi Minggu III : Mengumpulkan data- data. Minggu IV : Memperhitungkan data – data yang sudah ada Minggu V : Membuat Disain dan merencanakan Alat Minggu VI : Pembelian Alat atau material Minggu VII : Perakitan Minggu VIII : Uji coba alat, Minggu IX : Penelitian, selesai 10. DAFTAR PUSTAKA 1. Holman J.P. 1986. Heat Transfer,1st ed, McGraw-Hill Book, Singapore 2. Incropera, F.P. and DeWitt, D.P. 1990. Fundamentals of Heat and Mass Transfer, 6th ed, John Wiley & Sons, New York. 3. website. www.google.com (perpindahan panas konveksi ) JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA