FUNGSI MINERAL BAGI
TUMBUHAN
Mineral dapat
melakukan tiga
fungsi bagi
pertumbuhan dan
perkembangan
tumbuhan, yaitu :
elektrokimia
struktur
katalis
elektrokimia
Peranan elektrokimia
meliputi proses
menyeimbangkan
konsentrasi ion,
stabilisasi
makromolekul,
stabilisasi koloida, dan
netralisasi muatan.
struktur
Peran struktur dilakukan
oleh mineral dalam
keterlibatannya pada
struktur kimia molekul
biologi atau fungsi dalam
membentuk polimer
struktur, misalnya kalsium
dalam pektin
katalis
Dalam fungsinya
sebagai katalis, mineral
terlibat pada bagian
aktif suatu enzim.
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi
Angkutan Mineral
Suhu
Cahaya
Konsentrasi Ion
Hidrogen (pH)
Interaksi
Pengudaraan Tanah
Pertumbuhan
Gejala difisiensi hara
Defisiensi atau kahat unsur hara adalah kekurangan
meterial (bahan) yang berupa makanan bagi tanaman
untuk melangsungkan hidupnya. Kebutuhan tanaman akan
unsur hara berbeda-beda tergantung dari jenis
tanamannya, ada jenis tanaman yang rakus makanan dan
adapula yang biasa saja. Jika unsur hara dalam tanah tidak
tersedia maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan
produksinya menurun. Sebagai petani tidak mungkin
mengecek kandungan hara tanah setiap saat untuk
mengetahui ketersediaan unsur hara tersebut, salah satu
upayanya adalah dengan mengetahui gejala defisiensi
unsur hara pada tanaman.
Berikut adalah gejala difesiansi hara
A. GejalaKekuranganUnsurHaraMakro
1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N )
Kandungan unsur N yang rendah
dapat menimbulkan daun penuh dengan
serat, hal ini dikarenakan menebalnya
membran sel daun sedangkan selnya sendiri
berukuran kecil-kecil.
2.Kekurangan unsur fosfor (P)
Karena itu defisiensi unsur hara ini akan
menimbulkan hambatan pada pertumbuhan
sistem perakaran, daun, batang seperti
misalnya pada tanaman serealia (padi-padian,
rumput-rumputan, jewawut, gandum, jagung)
daunnya berwarna hijau tua/ keabu-abuan,
mengkilap, sering pula terdapat pigmen
merah pada daun bagian bawah, selanjutnya
mati. Tangkai daun kelihatan lancip.
Pertumbuhan buah jelek, merugikan hasil biji.
3.Kekurangan unsur kalium (k)
Defisiensi Kalium memang agak sulit diketahui
gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan
ketika tanaman masih muda
4.Kekurangan unsur kalsium (Ca)
Keadaan yang tidak seimbang yang menyebabkan
lemah dan menderitanya tanaman tersebut atau
dapat dikatakan karena distribusi zat-zat yang
penting bagi pertumbuhan bagian yang lain
terhambat ( tidak lancar)
5.Kekurangan unsur magnesium (Mg)
Defisiensi Mg menimbulkan pengaruh pula pada
pertumbuhan biji, bagi tanaman yang banyak
menghasilakn biji hendaknya diperhatikan
pemupukannya dengan Mg SO4, MgCO3 dan
Mg(OH)2
6.Kekurangan unsur belerang (S)
Perubahan warna ini dapat pula menjadi
kuning sama sekali, sehingga tanaman
tampak berdaun kuning dan hijau, seperti
misalnya gejala-gejala yang tampak pada
daun tanaman teh di beberapa tempat di
Kenya yang terkenal dengan sebutan ” Tea
Yellows” atau ” Yellow Disease”
B. Gejala Kekurangan Unsur Hara Mikro
1. Kekurangan Unsur Besi ( Fe )
. Gejala-gejala yang tampak pada daun
muda, mula-mula secara setempat-tempat
berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan-
kuningan, sedang tulang-tulang daun tetap
berwarna hijau serta jaringan-jaringannya
tidak mati
2. Kekurangan Unsur Mangan (Mn)
Gejala-gejala dari defisiensi Mn
pada tanaman adalah hampir sama
dengan gejala defisiensi Fe pada
tanaman
3.kekurangan unsur borium (B)
Walaupun unsur Borium sedikit
saja diperlukan tanaman bagi
pertumbuhannya tetapi kalau
unsur ini tidak tersedia bagi
tanaman gejalanya cukup serius
4.Kekurangan Unsur
Tembaga ( Cu )
5.Kekurangan Unsur
Seng/Zinkum ( Zn)
Tidak tersediannya unsur Zn
bagi pertumbuhan tanaman
meyebabkan tanaman
tersebut mengalami
beberapa pen-yimpangan
dalam per-tumbuhannya
6. Kekurangan Unsur Molibdenum (Mo)
Defisiensi unsur ini menyebab-kan
beberapa gejala pada tanaman, antara
lain per-tumbuhannya tidak normal,
terutama pada sayur-sayuran. Secara
umum daun-daunnya mengalami
perubahan warna, kadang-kadang
mengalami pengkerutan terlebih
dahulu sebelum mengering dan mati
7.Kekurangan Unsur Si, Cl Dan NaUnsur
Si atau Silisium hanya diperlukan oleh
tanaman Serelia misalnya padi-padian,
akan tetapi kekurangan unsur ini belum
diketahui dengan jelas akibatnya bagi
tanaman.
8. Unsur Fungsional / Beneficial Element
Unsur fungsional adalah unsur -unsur yang belum
memenuhi kriteria unsur essensial seperti yang
dikemukakan oleh ARNON & STOKT sehingga unsur-
unsur ini tidak dapat digolongkan dalam unsur
essensial, namun untuk penting untuk tanaman-
tanaman tertentu. Dengan adanya unsur fungsional ini
dapat lebih memperbaiki pertumbuhan dan kualitas
hasil atau dengan kata lain, tanpa unsur fungsional ini
tanaman tetap dapat men-yelesaikan siklus hidupnya
dengan sempurna dan normal tetapi dengan adanya
unsur ini maka pertumbuhan dan kualitas akan lebih
baik pada hasil tanaman tertentu, misalnya mentimun
dapat mengantikan sebagaimana peranan K pada
tanaman kelapa

Presentation2-FUNGSI_MINERAL_BAGI_TUMBUHAN.pptx

  • 1.
    FUNGSI MINERAL BAGI TUMBUHAN Mineraldapat melakukan tiga fungsi bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu : elektrokimia struktur katalis
  • 2.
    elektrokimia Peranan elektrokimia meliputi proses menyeimbangkan konsentrasiion, stabilisasi makromolekul, stabilisasi koloida, dan netralisasi muatan. struktur Peran struktur dilakukan oleh mineral dalam keterlibatannya pada struktur kimia molekul biologi atau fungsi dalam membentuk polimer struktur, misalnya kalsium dalam pektin
  • 3.
    katalis Dalam fungsinya sebagai katalis,mineral terlibat pada bagian aktif suatu enzim.
  • 4.
    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Angkutan Mineral Suhu Cahaya KonsentrasiIon Hidrogen (pH) Interaksi Pengudaraan Tanah Pertumbuhan
  • 5.
    Gejala difisiensi hara Defisiensiatau kahat unsur hara adalah kekurangan meterial (bahan) yang berupa makanan bagi tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda tergantung dari jenis tanamannya, ada jenis tanaman yang rakus makanan dan adapula yang biasa saja. Jika unsur hara dalam tanah tidak tersedia maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan produksinya menurun. Sebagai petani tidak mungkin mengecek kandungan hara tanah setiap saat untuk mengetahui ketersediaan unsur hara tersebut, salah satu upayanya adalah dengan mengetahui gejala defisiensi unsur hara pada tanaman.
  • 6.
    Berikut adalah gejaladifesiansi hara A. GejalaKekuranganUnsurHaraMakro 1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N ) Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil. 2.Kekurangan unsur fosfor (P) Karena itu defisiensi unsur hara ini akan menimbulkan hambatan pada pertumbuhan sistem perakaran, daun, batang seperti misalnya pada tanaman serealia (padi-padian, rumput-rumputan, jewawut, gandum, jagung) daunnya berwarna hijau tua/ keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Tangkai daun kelihatan lancip. Pertumbuhan buah jelek, merugikan hasil biji.
  • 7.
    3.Kekurangan unsur kalium(k) Defisiensi Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda 4.Kekurangan unsur kalsium (Ca) Keadaan yang tidak seimbang yang menyebabkan lemah dan menderitanya tanaman tersebut atau dapat dikatakan karena distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan bagian yang lain terhambat ( tidak lancar) 5.Kekurangan unsur magnesium (Mg) Defisiensi Mg menimbulkan pengaruh pula pada pertumbuhan biji, bagi tanaman yang banyak menghasilakn biji hendaknya diperhatikan pemupukannya dengan Mg SO4, MgCO3 dan Mg(OH)2
  • 8.
    6.Kekurangan unsur belerang(S) Perubahan warna ini dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan ” Tea Yellows” atau ” Yellow Disease” B. Gejala Kekurangan Unsur Hara Mikro 1. Kekurangan Unsur Besi ( Fe ) . Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-tempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan- kuningan, sedang tulang-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati
  • 9.
    2. Kekurangan UnsurMangan (Mn) Gejala-gejala dari defisiensi Mn pada tanaman adalah hampir sama dengan gejala defisiensi Fe pada tanaman 3.kekurangan unsur borium (B) Walaupun unsur Borium sedikit saja diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius
  • 10.
    4.Kekurangan Unsur Tembaga (Cu ) 5.Kekurangan Unsur Seng/Zinkum ( Zn) Tidak tersediannya unsur Zn bagi pertumbuhan tanaman meyebabkan tanaman tersebut mengalami beberapa pen-yimpangan dalam per-tumbuhannya
  • 11.
    6. Kekurangan UnsurMolibdenum (Mo) Defisiensi unsur ini menyebab-kan beberapa gejala pada tanaman, antara lain per-tumbuhannya tidak normal, terutama pada sayur-sayuran. Secara umum daun-daunnya mengalami perubahan warna, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati 7.Kekurangan Unsur Si, Cl Dan NaUnsur Si atau Silisium hanya diperlukan oleh tanaman Serelia misalnya padi-padian, akan tetapi kekurangan unsur ini belum diketahui dengan jelas akibatnya bagi tanaman.
  • 12.
    8. Unsur Fungsional/ Beneficial Element Unsur fungsional adalah unsur -unsur yang belum memenuhi kriteria unsur essensial seperti yang dikemukakan oleh ARNON & STOKT sehingga unsur- unsur ini tidak dapat digolongkan dalam unsur essensial, namun untuk penting untuk tanaman- tanaman tertentu. Dengan adanya unsur fungsional ini dapat lebih memperbaiki pertumbuhan dan kualitas hasil atau dengan kata lain, tanpa unsur fungsional ini tanaman tetap dapat men-yelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna dan normal tetapi dengan adanya unsur ini maka pertumbuhan dan kualitas akan lebih baik pada hasil tanaman tertentu, misalnya mentimun dapat mengantikan sebagaimana peranan K pada tanaman kelapa