 ANDI REZKI MUTMAINNAH
 VIKA ARIESTA PRATIWI
 RAHAYU NURUL ILMI
 FITRAH ARINI
 SYALWAHYUDI NUR
GANGGUAN PADA OTOT :

 Atrofi
 Distrofi
 Hipertrofi
 Kejang Otot
 Kaku Leher / Stiff
 Tetanus
 Meastenia Gravis
Atrofi

Yaitu keadaan di mana otot
mengecil sehingga
menghilangkan kemampuannya
untuk berkontraksi. Atrofi
dapat terjadi karena penyakit
poliomielitis dan keadaan
tertentu misalnya
sakit, sehingga seseorang harus
istirahat di tempat tidur dalam
jangka waktu lama.
Poliomielitis adalah penyakit
karena virus yang merusakkan
saraf yang mengkoordinasi otot
ke anggota gerak bawah.
Distrofi
Distrofi otot adalah suatu
kelompok penyakit yang terdiri
dari 30 jenis penyakit genetik yang
ditandari dengan kelemahan
progresif dan degenerasi
(kemunduran) otot rangka dalam
mengendalikan gerak tubuh.
Beberapa bentuk distrofi otot
dapat terlihat pada masa bayi
atau anak - anak, sedangkan
sebagian lainnya dapat muncul
pada usia pertengahan.
Hipertrofi

Hipotrofit otot adalah suatu
jenis kelainan pada otot yang
menyebabkan otot menjadi
lebih besar dan tampak kuat
disebabkan karena aktivitas
otot yang berlebihan yang
umumnya karena kerja dan
olahraga berlebih.
Kejang Otot

Yaitu gangguan otot yang
terjadi karena melakukan
aktivitas terus menerus yang
pada suatu ketika tak mampu
lagi melakukan kontraksi
alias kejang, karena telah
kehabisan energi atau sering
dikenal dengan kram.
Kaku leher adalah
suatu kelainan yang
terjadi karena otot
yang radang /
peradangan otot
trapesius leher
karena salah
gerakan atau
adanya hentakan
pada leher serta
menyebabkan rasa
nyeri dan kaku pada
leher seseorang.

Kaku Leher/
Stiff
Tetanus

Tetanus, merupakan
penyakit yang
menyebabkan otot
menjadi kejang
karena Clostridum
tetani (bakteri
tetanus)berbentuk
basil yang masuk
melalui luka.
Miastenia gravis

otot berangsurangsur menjadi
lemah dan
menyebabkan
kelumpuhan sampai
kematian.
Penyebabnya belum
jelas, kemungkinan
berkaitan dengan
penurunan
kekebalan tubuh.
Yaitu sobeknya otot
dinding perut yang
lemah, yang
mengakibatkan usus
melorot ke bawah
masuk ke rongga perut.

Hernia abdominalis
Presentation1

Presentation1

  • 2.
     ANDI REZKIMUTMAINNAH  VIKA ARIESTA PRATIWI  RAHAYU NURUL ILMI  FITRAH ARINI  SYALWAHYUDI NUR
  • 3.
    GANGGUAN PADA OTOT:  Atrofi  Distrofi  Hipertrofi  Kejang Otot  Kaku Leher / Stiff  Tetanus  Meastenia Gravis
  • 4.
    Atrofi Yaitu keadaan dimana otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuannya untuk berkontraksi. Atrofi dapat terjadi karena penyakit poliomielitis dan keadaan tertentu misalnya sakit, sehingga seseorang harus istirahat di tempat tidur dalam jangka waktu lama. Poliomielitis adalah penyakit karena virus yang merusakkan saraf yang mengkoordinasi otot ke anggota gerak bawah.
  • 5.
    Distrofi Distrofi otot adalahsuatu kelompok penyakit yang terdiri dari 30 jenis penyakit genetik yang ditandari dengan kelemahan progresif dan degenerasi (kemunduran) otot rangka dalam mengendalikan gerak tubuh. Beberapa bentuk distrofi otot dapat terlihat pada masa bayi atau anak - anak, sedangkan sebagian lainnya dapat muncul pada usia pertengahan.
  • 6.
    Hipertrofi Hipotrofit otot adalahsuatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.
  • 7.
    Kejang Otot Yaitu gangguanotot yang terjadi karena melakukan aktivitas terus menerus yang pada suatu ketika tak mampu lagi melakukan kontraksi alias kejang, karena telah kehabisan energi atau sering dikenal dengan kram.
  • 8.
    Kaku leher adalah suatukelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang. Kaku Leher/ Stiff
  • 9.
    Tetanus Tetanus, merupakan penyakit yang menyebabkanotot menjadi kejang karena Clostridum tetani (bakteri tetanus)berbentuk basil yang masuk melalui luka.
  • 10.
    Miastenia gravis otot berangsurangsurmenjadi lemah dan menyebabkan kelumpuhan sampai kematian. Penyebabnya belum jelas, kemungkinan berkaitan dengan penurunan kekebalan tubuh.
  • 11.
    Yaitu sobeknya otot dindingperut yang lemah, yang mengakibatkan usus melorot ke bawah masuk ke rongga perut. Hernia abdominalis