Kelompok 11 
Arjun saka Agung 
Dina Anggraini 
Ririn Puji Astuti
Kata hakikat dapat diartikan 
sebagai suatu inti yang 
terdalam dari segala sesuatu 
yang terdiri dari sejumlah 
unsur tertentu dan 
mewujudkan sesuatu itu 
sehingga terpisah dengan 
sesuatu lain yang bersifat 
mutlak.
Hakikat sila-sila Pancasila dapat 
dipahami dalam tiga kategori, 
yaitu 
1. hakikat abstrak 
2.hakikat pribadi 
3.hakikat konkrit
1.Hakikat Abstrak 
mengandung unsur-unsur yang 
sama,tetap dan tidak berubah. 
Hakikat abstrak sila-sila 
Pancasila menunjuk pada 
kata:ketuhanan, 
kemanusiaan,persatuan, 
kerakyatan, dan keadilan
2.Hakikat Pribadi 
memiliki sifat khusus, 
artinya terikat kepada barang 
sesuatu.Hakikat pribadi 
Pancasila menunjuk pada ciri-ciri 
khusus sila-sila 
Pancasilayang ada pada 
bangsa Indonesia
3.Hakikat kongkrit 
bersifat nyata sebagaimana 
dalam kenyataannya. Hakikat 
kongkrit Pancasila terletak pada 
fungsi Pancasila sebagai dasar 
filsafat negara.
Pancasila yang berisi lima sila, 
menurut Notonagoro 
(1967: 32) merupakan satu 
kesatuan utuh. Kesatuan sila-sila 
Pancasila tersebut, diuraikan 
sebagai berikut:
1. Kesatuan sila-sila 
Pancasila dalam struktur 
yang bersifat 
hirarkis dan berbentuk 
piramidal 
Susunan secara hirarkis 
mengandung pengertian bahwa 
sila-sila Pancasila memiliki 
tingkatan berjenjang.
2. Hubungan kesatuan sila-sila 
Pancasila yang saling 
mengisi dan saling mengkualifikasi 
Sila-sila Pancasila sebagai 
kesatuan dapat dirumuskan pula 
dalam hubungannya saling mengisi 
atau mengkualifikasi dalam 
kerangka hubungan hirarkis 
piramidal seperti di atas. Dalam 
rumusan ini, tiap-tiap sila 
mengandung empat sila lainnya
TERIMA KASIH

Presentasi Pancasila

  • 1.
    Kelompok 11 Arjunsaka Agung Dina Anggraini Ririn Puji Astuti
  • 2.
    Kata hakikat dapatdiartikan sebagai suatu inti yang terdalam dari segala sesuatu yang terdiri dari sejumlah unsur tertentu dan mewujudkan sesuatu itu sehingga terpisah dengan sesuatu lain yang bersifat mutlak.
  • 3.
    Hakikat sila-sila Pancasiladapat dipahami dalam tiga kategori, yaitu 1. hakikat abstrak 2.hakikat pribadi 3.hakikat konkrit
  • 4.
    1.Hakikat Abstrak mengandungunsur-unsur yang sama,tetap dan tidak berubah. Hakikat abstrak sila-sila Pancasila menunjuk pada kata:ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan, dan keadilan
  • 5.
    2.Hakikat Pribadi memilikisifat khusus, artinya terikat kepada barang sesuatu.Hakikat pribadi Pancasila menunjuk pada ciri-ciri khusus sila-sila Pancasilayang ada pada bangsa Indonesia
  • 6.
    3.Hakikat kongkrit bersifatnyata sebagaimana dalam kenyataannya. Hakikat kongkrit Pancasila terletak pada fungsi Pancasila sebagai dasar filsafat negara.
  • 7.
    Pancasila yang berisilima sila, menurut Notonagoro (1967: 32) merupakan satu kesatuan utuh. Kesatuan sila-sila Pancasila tersebut, diuraikan sebagai berikut:
  • 8.
    1. Kesatuan sila-sila Pancasila dalam struktur yang bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal Susunan secara hirarkis mengandung pengertian bahwa sila-sila Pancasila memiliki tingkatan berjenjang.
  • 9.
    2. Hubungan kesatuansila-sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi Sila-sila Pancasila sebagai kesatuan dapat dirumuskan pula dalam hubungannya saling mengisi atau mengkualifikasi dalam kerangka hubungan hirarkis piramidal seperti di atas. Dalam rumusan ini, tiap-tiap sila mengandung empat sila lainnya
  • 10.