DISUSUN OLEH KELAS XI.IPA.1
- Angellita
- Isnaini Luthfia Rachma
- Kurnia Auliyaa Wati
- Lucy Pertiwi
- Mevricka Aurinda Garini
- Windy Priscilla
- Woro Ivanna Linda Agatha
SMA NEGERI 11 BEKASI
LAPORAN RESPIRASI
PADA SERANGGA
Jl. Wibawa Mukti Komp. PATI TNI AU Jatisari-Jatiasih Bekasi 17426
Website: www.sman-11-bekasi.sch.id
Tahun 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sudah memberi taufik, hidayah, serta inayahnya sehingga
kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti biasanya, hingga bisa menyelesaikan
tugas pembuatan Laporan Hasil Praktikum Biologi dengan judul “ RESPIRASI PADA
SERANGGA” dalam waktu yang telah ditetapkan.
Laporan ini berisi mengenai hasil dari praktikum uji makanan hingga pembahasan serta kesimpulan
yang kami susun dengan sistematis. Laporan ini disusun agar para pembaca bisa menambah
wawasan serta memperluas pengetahuan. Laporan ini kami sajikan secara ringkas, mudah untuk
dibaca serta mudah dipahami.
Kami juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan satu tim yang sudah
membantu serta bapak / ibu guru yang sudah membimbing kami agar bisa membuat karya
ilmiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga jadi sebuah karya ilmiah yang baik dan
benar.
Semoga Laporan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca serta memperluas wawasan. Dan tidak
lupa pula penulis mohon maaf atas kekurangan di sana sini dari makalah yang dibuat ini. Mohon
kritik serta sarannya.Terimakasih
8 Maret 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Respirasi adalah serangkaian reaksi biokimiawi yang memerlukan oksigen untuk mengoksidasi
atau membakar zat-zat makanan guna menghasilkan energi diperlukan oleh makhluk hidup
dengan hasil samping berupa karbon dioksida. Walaupun respirasi dan bernapas saling
berhubungan , respirasi memiliki arti yang lebih dalam, respirasi merupakan proses
menghasilkan energi, sedangkan bernapas merupakan cara makhluk hidup melakukan pertukaran
gas dengan lingkungannya. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk melakukan
aktivitas kehidupan, seperti sintesis, gerak, pertumbuhan, dan bereproduksi. Respirasi dilakukan
oleh semua makhluk hidup dengan semua penyusun tubuh, baik sel maupun mulut. Secara
sederhana reaksi kimia yang trejadi dalam respirasi dapat ditulis sebagai berikut :
C6H12 + O2 CO2 + H2O + energi
Oksigen yamg diperoleh dari proses bernapas digunakan dalam proses respirasi, sedangkan
karbon dioksida yang dihasilkan ari proses respirasi dikeluarkan melalui proses bernapas.
Respirasi berkaitan erat dengan laju metabolisme karena laju metabolisme merupakan jumlah
total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu. Hal ini memungkinkan
karena oksida dan bahan makanan memerlukan oksigen ( dalam jumlah yang dibutuhkan ) untuk
menghasilkan energi yang diketahui menghasilkan jumlahnya juga, akan tetapi laju metabolisme
biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.
B. TUJUAN PENGAMATAN
1.Mempelajari proses pernapasan hewan.
2.Mengetahui pengaruh berat serangga yaitu jangkrik terhadap laju respirasi.
3.Melihat faktor- faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan saat
bernapas.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Respirometer sederhana 10. Belalang
2. Neraca ohaus 11. kecoa
3. Jangkrik
4. Kristal NaOH (KOH)
5. Larutan eosin
6. Plastisin/vaselin
7. Kapas
8. Pipet tetes
9. Stopwatch/ pengukur waktu
BAB II
A. PEMBAHASAN
Praktikum ini menggunakan respirometer yang befungsi untuk mengukur laju respirasi seraangga
yaitu jangkrik. Berat jangkrik merupakan factor utama dalam paktikum ini, sehingga sebelum
melakukan praktikum jagkrik harus ditimbang terlebih dahulu.
Pernafasan pada serangga dilakukan denga menggunakan sistem trakea. Udara keluar dan masuk
tidak melalui mulut melainkan melalui lubang – lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya. Lubang –
lubang pernafasan tersebut dinamakan stigma atau spirakel. Pada masing – masing ruas tubuh
terdapat sepasang stigma, sebuah di sebelah kira dan sebuah lagi di sebelah kanan. Stigma selalu
terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Trakea bercabang – cabang sampai
ke pembuluh halus yang mencapai seluruh bagian tubuh. Udara masuk melalui stigma, kemudian
menyebar mengikuti trakea dengan cabang – cabangnya. Jadi, oksigen diedarkan tidan melalui
darah melainkan langsung dari pembuluh trakea ke sel – sel yang ada disekitarnya. Dengan
demikian cairan tubuh serangga (“darah serangga”) tidak berfungsi mengangkut udara
pernafasan tetapi hanya berfungsi mengedarkan sari – sari makanan dan hormon.
Proses pernafasan serangga terjadi karena otot – otot yang bergerak secara teratur. Kontraksi otot
– otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengembang dan mengempis, sehing udara keluar
dan masuk melalui stigma. Pada saat trakea mengembang, udara masuk melalui stigma,
selanjutnya masuk ke dalam trakea, lalu ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel –
sel tubuh. O2 berdifusi ke dalam sel – sel tubuh. CO2 hasil pernafaasan dikeluarkan melalui
sistem trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu trakea mengempis.
B. CARA KERJA
Untuk mengukur kecepatan respirasi pada serangga dilakukan dengan mengukur oksigen yang
diperlukan dalam pernafasannya. Kecepatan respirasi dinyatakan dengan banyaknya oksigen
yang diperlukan serangga/ jangkrik pada waktu tertentu. Alat dan bahan diatur dalam susunan
sebagai berikut:
1. Persiapkan alat dan bahan.
2. Timbanglah serangga/ jangkrik yang akan dipakai untuk praktikum.
3. Bungkuslah Kristal KOH/NaOH dengan kapas, kemudian masukan kedalam tabung
respirometer.
4. Masukkan jangkrik yang telah ditimbang beratnya ke dalam botol respirometer.
3. Tutup tabung respirometer kemudian sambungan penutupnya diberi plastisin agar tidak ada
udara yang masuk dan keluar.
4. Masukkan setetes eosin hingga menuju angka 0 dengan menggunakan pipet /syiring.
5. Ukur gerakan eosin dengan menggukan stopwatch secara berkala, catat perubahan yang
terjadi.
6. Ulangi langkah di atas pada serangga lainnya.
C. HASIL PENGAMATAN
no Jenis hewan Berat (gr) Banyaknya konsumsi O2 ml
1 menit 1 menit 1 menit
1 Kecoa 0,40 gr 0,17 ml 0,3 ml 0,55 ml
2 Belalang 0,50 gr 0,28 ml 0,58 ml 0,67 ml
3 Jangkrik 0,30 gr 0,24 ml 0,47 ml 0,62 ml
D. FOTO SAAT UJI MAKANAN
 SAAT PENIMBANGAN
 FOTO PADA SAAT HEWAN SERANGGA MASUK KEDALAM TABUNG RESPIROMETER
 FOTO PADA SAAT MENGITUNG BANYAKNYA OKSIGEN YANG DIHIRUP
BAB III
KESIMPULAN
Setelah melakukan penelitian maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Semua organisme membutuhkan oksigen untuk berespirasi.
2. Kebutuhan oksigen setiap organisme dipengaruhi oleh jenis organisme, ukuran berat tubuh,
serta aktivitas organisme tersebut.
3. Tidak semua jenis hewan memiliki sistem respirasi yang sama, alat – alat pernapasan dan lain
sebagainya yang sama pula.
4. Habitat yang mereka tempati juga mempengaruhi sistem respirasi mereka, walaupun pada
jenis serangga ataupun jenis hewan yang serupa.
5. Faktor – faktor yang mempengaruhi respirasi pada hewan serangga ini adalah berat tubuh
karena semakin berat tubuh organisme semakin banyak oksigen yang dibutuhkan, kadar O2
karena bila kadar oksigen rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat dan aktivitas yang
dilakukan karena semakin tinggi aktivitas kebutuhan energy makin meningkat dan pernapasan
makin cepat.
Praktikum respirometer

Praktikum respirometer

  • 1.
    DISUSUN OLEH KELASXI.IPA.1 - Angellita - Isnaini Luthfia Rachma - Kurnia Auliyaa Wati - Lucy Pertiwi - Mevricka Aurinda Garini - Windy Priscilla - Woro Ivanna Linda Agatha SMA NEGERI 11 BEKASI LAPORAN RESPIRASI PADA SERANGGA
  • 2.
    Jl. Wibawa MuktiKomp. PATI TNI AU Jatisari-Jatiasih Bekasi 17426 Website: www.sman-11-bekasi.sch.id Tahun 2014 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sudah memberi taufik, hidayah, serta inayahnya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti biasanya, hingga bisa menyelesaikan tugas pembuatan Laporan Hasil Praktikum Biologi dengan judul “ RESPIRASI PADA SERANGGA” dalam waktu yang telah ditetapkan. Laporan ini berisi mengenai hasil dari praktikum uji makanan hingga pembahasan serta kesimpulan yang kami susun dengan sistematis. Laporan ini disusun agar para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas pengetahuan. Laporan ini kami sajikan secara ringkas, mudah untuk dibaca serta mudah dipahami. Kami juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan satu tim yang sudah membantu serta bapak / ibu guru yang sudah membimbing kami agar bisa membuat karya ilmiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga jadi sebuah karya ilmiah yang baik dan benar. Semoga Laporan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca serta memperluas wawasan. Dan tidak lupa pula penulis mohon maaf atas kekurangan di sana sini dari makalah yang dibuat ini. Mohon kritik serta sarannya.Terimakasih 8 Maret 2014 Penyusun
  • 3.
  • 4.
    BAB I A. LATARBELAKANG Respirasi adalah serangkaian reaksi biokimiawi yang memerlukan oksigen untuk mengoksidasi atau membakar zat-zat makanan guna menghasilkan energi diperlukan oleh makhluk hidup dengan hasil samping berupa karbon dioksida. Walaupun respirasi dan bernapas saling berhubungan , respirasi memiliki arti yang lebih dalam, respirasi merupakan proses menghasilkan energi, sedangkan bernapas merupakan cara makhluk hidup melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk melakukan aktivitas kehidupan, seperti sintesis, gerak, pertumbuhan, dan bereproduksi. Respirasi dilakukan oleh semua makhluk hidup dengan semua penyusun tubuh, baik sel maupun mulut. Secara sederhana reaksi kimia yang trejadi dalam respirasi dapat ditulis sebagai berikut : C6H12 + O2 CO2 + H2O + energi Oksigen yamg diperoleh dari proses bernapas digunakan dalam proses respirasi, sedangkan karbon dioksida yang dihasilkan ari proses respirasi dikeluarkan melalui proses bernapas. Respirasi berkaitan erat dengan laju metabolisme karena laju metabolisme merupakan jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksida dan bahan makanan memerlukan oksigen ( dalam jumlah yang dibutuhkan ) untuk menghasilkan energi yang diketahui menghasilkan jumlahnya juga, akan tetapi laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen. B. TUJUAN PENGAMATAN 1.Mempelajari proses pernapasan hewan. 2.Mengetahui pengaruh berat serangga yaitu jangkrik terhadap laju respirasi. 3.Melihat faktor- faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan saat bernapas. C. ALAT DAN BAHAN 1. Respirometer sederhana 10. Belalang 2. Neraca ohaus 11. kecoa 3. Jangkrik 4. Kristal NaOH (KOH) 5. Larutan eosin
  • 5.
    6. Plastisin/vaselin 7. Kapas 8.Pipet tetes 9. Stopwatch/ pengukur waktu BAB II A. PEMBAHASAN Praktikum ini menggunakan respirometer yang befungsi untuk mengukur laju respirasi seraangga yaitu jangkrik. Berat jangkrik merupakan factor utama dalam paktikum ini, sehingga sebelum melakukan praktikum jagkrik harus ditimbang terlebih dahulu. Pernafasan pada serangga dilakukan denga menggunakan sistem trakea. Udara keluar dan masuk tidak melalui mulut melainkan melalui lubang – lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya. Lubang – lubang pernafasan tersebut dinamakan stigma atau spirakel. Pada masing – masing ruas tubuh terdapat sepasang stigma, sebuah di sebelah kira dan sebuah lagi di sebelah kanan. Stigma selalu terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Trakea bercabang – cabang sampai ke pembuluh halus yang mencapai seluruh bagian tubuh. Udara masuk melalui stigma, kemudian menyebar mengikuti trakea dengan cabang – cabangnya. Jadi, oksigen diedarkan tidan melalui darah melainkan langsung dari pembuluh trakea ke sel – sel yang ada disekitarnya. Dengan demikian cairan tubuh serangga (“darah serangga”) tidak berfungsi mengangkut udara pernafasan tetapi hanya berfungsi mengedarkan sari – sari makanan dan hormon. Proses pernafasan serangga terjadi karena otot – otot yang bergerak secara teratur. Kontraksi otot – otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengembang dan mengempis, sehing udara keluar dan masuk melalui stigma. Pada saat trakea mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, lalu ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel – sel tubuh. O2 berdifusi ke dalam sel – sel tubuh. CO2 hasil pernafaasan dikeluarkan melalui sistem trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu trakea mengempis. B. CARA KERJA Untuk mengukur kecepatan respirasi pada serangga dilakukan dengan mengukur oksigen yang diperlukan dalam pernafasannya. Kecepatan respirasi dinyatakan dengan banyaknya oksigen yang diperlukan serangga/ jangkrik pada waktu tertentu. Alat dan bahan diatur dalam susunan sebagai berikut: 1. Persiapkan alat dan bahan. 2. Timbanglah serangga/ jangkrik yang akan dipakai untuk praktikum. 3. Bungkuslah Kristal KOH/NaOH dengan kapas, kemudian masukan kedalam tabung respirometer. 4. Masukkan jangkrik yang telah ditimbang beratnya ke dalam botol respirometer.
  • 6.
    3. Tutup tabungrespirometer kemudian sambungan penutupnya diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dan keluar. 4. Masukkan setetes eosin hingga menuju angka 0 dengan menggunakan pipet /syiring. 5. Ukur gerakan eosin dengan menggukan stopwatch secara berkala, catat perubahan yang terjadi. 6. Ulangi langkah di atas pada serangga lainnya. C. HASIL PENGAMATAN no Jenis hewan Berat (gr) Banyaknya konsumsi O2 ml 1 menit 1 menit 1 menit 1 Kecoa 0,40 gr 0,17 ml 0,3 ml 0,55 ml 2 Belalang 0,50 gr 0,28 ml 0,58 ml 0,67 ml 3 Jangkrik 0,30 gr 0,24 ml 0,47 ml 0,62 ml
  • 7.
    D. FOTO SAATUJI MAKANAN  SAAT PENIMBANGAN
  • 8.
     FOTO PADASAAT HEWAN SERANGGA MASUK KEDALAM TABUNG RESPIROMETER  FOTO PADA SAAT MENGITUNG BANYAKNYA OKSIGEN YANG DIHIRUP
  • 9.
    BAB III KESIMPULAN Setelah melakukanpenelitian maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Semua organisme membutuhkan oksigen untuk berespirasi. 2. Kebutuhan oksigen setiap organisme dipengaruhi oleh jenis organisme, ukuran berat tubuh, serta aktivitas organisme tersebut. 3. Tidak semua jenis hewan memiliki sistem respirasi yang sama, alat – alat pernapasan dan lain sebagainya yang sama pula. 4. Habitat yang mereka tempati juga mempengaruhi sistem respirasi mereka, walaupun pada jenis serangga ataupun jenis hewan yang serupa. 5. Faktor – faktor yang mempengaruhi respirasi pada hewan serangga ini adalah berat tubuh karena semakin berat tubuh organisme semakin banyak oksigen yang dibutuhkan, kadar O2 karena bila kadar oksigen rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat dan aktivitas yang dilakukan karena semakin tinggi aktivitas kebutuhan energy makin meningkat dan pernapasan makin cepat.