SEJARAH
AULIA INE A.ALQURQI
DWI NOVI KUMALASARI
JOVAN ARMANDO
KURNIA AULIYAA WATI
LUCY PERTIWI
SHILVY THIYANA
Ciri-ciri orde baru yang menyimpang:
1. Sentralisme
2. Militerisme
3. Korupsi, kolusi, dan nepotisme.
ORDE BARU
Orde baru adalah suatu tatanan seluruh perikehidupan rakyat, bangsa,
dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan pancasila
secara murni dan konsekuen.
• Sentralisme atau Sentralisasi yaitu sistem pemerintahan di mana
segala kekuasaan dipusatkan di pemerintah pusat.
• Tujuan sentralisasi dalam bidang politik adalah sebagai fungsi kontrol
secara birokrasi pemerintahan.
• Birokrasi merupakan salah satu diantara tiga pilar kekuasaan orde
baru selain Golkar dan ABRI.
SENTRALISME
DAMPAK SENTRALISASI BAGI BANGSA
INDONESIA
• pembangunan ekonomi dalam artian pertumbuhan ekonomi berjalan
baik.
• terciptanya keamanan yang kuat.
• pertumbuhan ekonomi tinggi dan angka kemiskinan menurun,
pemerataan ekonomi tidak terjadi.
• perencanaan pembangunan terpusat di pemerintah pusat dengan
kekuatan tawar yang lemah dari pemerintah kabupaten/kota dan
provinsi terhadap kebijakan yang dibuat.
TERIMAKASIH


Sentralisasi

  • 1.
    SEJARAH AULIA INE A.ALQURQI DWINOVI KUMALASARI JOVAN ARMANDO KURNIA AULIYAA WATI LUCY PERTIWI SHILVY THIYANA
  • 2.
    Ciri-ciri orde baruyang menyimpang: 1. Sentralisme 2. Militerisme 3. Korupsi, kolusi, dan nepotisme. ORDE BARU Orde baru adalah suatu tatanan seluruh perikehidupan rakyat, bangsa, dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan pancasila secara murni dan konsekuen.
  • 3.
    • Sentralisme atauSentralisasi yaitu sistem pemerintahan di mana segala kekuasaan dipusatkan di pemerintah pusat. • Tujuan sentralisasi dalam bidang politik adalah sebagai fungsi kontrol secara birokrasi pemerintahan. • Birokrasi merupakan salah satu diantara tiga pilar kekuasaan orde baru selain Golkar dan ABRI. SENTRALISME
  • 4.
    DAMPAK SENTRALISASI BAGIBANGSA INDONESIA • pembangunan ekonomi dalam artian pertumbuhan ekonomi berjalan baik. • terciptanya keamanan yang kuat. • pertumbuhan ekonomi tinggi dan angka kemiskinan menurun, pemerataan ekonomi tidak terjadi. • perencanaan pembangunan terpusat di pemerintah pusat dengan kekuatan tawar yang lemah dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi terhadap kebijakan yang dibuat.
  • 5.