SLIDESMANIA.
ASESMEN (PENILAIAN) DALAM
PEMBELAJARAN KURIKULUM
MERDEKA
SLIDESMANIA.
Penilaian,
atau Asesmen?,
atau keduanya?
CARA ASYIK MENERAPKAN ASESMEN
DALAM KURIKULUM MERDEKA
ASESMEN (PENILAIAN)
DALAM
PEMBELAJARAN
KURIKULUM MERDEKA
SLIDESMANIA.
Asesmen (assessment) adalah upaya
untuk mendapatkan data/informasi dari
proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui seberapa baik kinerja murid.
Penilaian (grading) adalah proses penyematan
atribut atau dimensi atau kuantitas (berupa
angka/huruf) terhadap hasil asesmen dengan
cara membandingkannya terhadap suatu
instrumen standar tertentu.
SLIDESMANIA.
Ilustrasi berikut contoh rangkaian proses
asesmen, penilaian, dan evaluasi
pembelajaran. Asesmen dapat dilakukan
dengan berbagai teknik asesmen antara lain
ujian atau penugasan. Berikutnya dilakukan
penilaian dengan bantuan instrumen penilaian
tertentu, dapat berupa kunci jawaban, daftar
periksa (check list), pedoman penilaian, atau
rubrik. Hasil penilaian digunakan untuk
melakukan evaluasi yang hasilnya dapat berupa
status lulus atau tidak lulus, klasifikasi perlu
atau tidak perlu perbaikan, atau level tertentu.
SLIDESMANIA.
Sumber: Kepmendikbud No.56 Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM
RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN
1 Asesmen merupakan bagian terpadu
dari proses pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan penyediaan
informasi yang holistik, sebagai umpan
balik untuk pendidik, peserta didik, dan
orang tua/wali agar dapat memandu
mereka dalam menentukan strategi
pembelajaran selanjutnya
2 Asesmen dirancang dan dilakukan
sesuai dengan fungsi asesmen
tersebut, dengan keleluasaan untuk
menentukan teknik dan waktu
pelaksanaan asesmen agar efektif
mencapai tujuan pembelajaran;
3 Asesmen dirancang secara adil,
proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable) untuk
menjelaskan kemajuan belajar,
menentukan keputusan tentang
langkah dan sebagai dasar untuk
menyusun program pembelajaran
yang sesuai selanjutnya;
4 Laporan kemajuan belajar dan
pencapaian peserta didik bersifat
sederhana dan informatif,
memberikan informasi yang
bermanfaat tentang karakter dan
kompetensi yang dicapai, serta
strategi tindak lanjut;
5 Hasil asesmen digunakan oleh
peserta didik, pendidik, tenaga
kependidikan, dan orang tua/wali
sebagai bahan refleksi untuk
meningkatkan mutu
pembelajaran.
Prinsip
Asesmen
1 Asesmen merupakan bagian
terpadu dari proses
pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan
penyediaan informasi yang
holistik, sebagai umpan balik
untuk pendidik, peserta didik,
dan orang tua/wali agar dapat
memandu mereka dalam
menentukan strategi
pembelajaran selanjutnya;
Asesmen merujuk pada kompetensi yang didalamnya
tercakup ranah sikap,pengetahuan, dan keterampilan.
Asesmen dilakukan terpadu dengan pembelajaran.
Melibatkan dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri,
penilaian antar teman, refleksi diri, dan pemberian umpan
balik antar teman.
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen?
Pemberian umpan balik (feedback) berupa kalimat dukungan
yang merujuk pada capaian yang muncul untuk
menstimulasi pola pikir bertumbuh, dan memotivasi.
2
Asesmen dirancang dan
dilakukan sesuai dengan fungsi
asesmen tersebut, dengan
keleluasaan untuk
menentukan teknik dan waktu
pelaksanaan asesmen agar
efektif mencapai tujuan
pembelajaran;
Membangun komitmen dan menyusun perencanaan
asesmen yang berfokus pada asesmen formatif.
Pendidik memiliki keleluasaan dalam menentukan jenis,
teknik dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai
dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran,
tujuan pembelajaran dan kebutuhan.
Pendidikan memiliki keleluasaan dalam menentukan waktu
asesmen sesuai dengan kebutuhan
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen?
Mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang jenis,
teknik, dan instrumen asesmen yang akan digunakan.
3
Asesmen dirancang secara adil,
proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable) untuk
menjelaskan kemajuan
belajar, menentukan
keputusan tentang langkah dan
sebagai dasar untuk menyusun
program pembelajaran yang
sesuai selanjutnya;
Asesmen dilakukan dengan memenuhi prinsip keadilan tanpa
dipengaruhi oleh latar belakang.
Menerapkan moderasi asesmen, yaitu berkoordinasi antara
pendidik untuk menyamakan persepsi kriteria, sehingga
tercapai prinsip keadilan.
Menggunakan instrumen asesmen yang
mampu mengukur tujuan pembelajaran
dengan tepat.
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen?
Hasil asesmen digunakan untuk
menentukantindak lanjut pembelajaran.
4
Laporan kemajuan belajar
dan pencapaian peserta
didik bersifat sederhana
dan informatif, memberikan
informasi yang bermanfaat
tentang karakter dan
kompetensi yang dicapai
serta strategi tindak
lanjutnya
Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Ketercapaian kompetensi dituangkan dalam bentuk angka
dan deskripsi.
Laporan kemajuan belajar hendaknya didasarkan pada bukti
dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar peserta
didik.
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen?
Laporan kemajuan belajar digunakan sebagai dasar
penerapan strategi tindak lanjut untuk pengembangan
kompetensi peserta didik.
5
Hasil asesmen digunakan
oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan
orang tua sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan
mutu pembelajaran.
Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen
digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan
mutu pembelajaran
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen?
Intinya…
Asesmen sebagai sebuah proses yang berkelanjutan, untuk
memastikan kinerja belajar peserta didik yang terbaik.
Asesmen bukan sebagai cara untuk menjustifikasi murid, akan
tetapi sebagai rekaman kebutuhan, untuk menentukan tindak
lanjut berikutnya.
Asesmen hendaknya dilengkapai data yang memadai, ditentukan tujuan
asesmen tersebut, dirumuskan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan
(cara, tekhnik, bentuk instrumen), diketahui apa yang dijadikan bukti
bahwa murid sudah mencapai tujuan tersebut….Authentic assesment
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Tinggalkan hal-hal berikut
Asesmen
dilakukan
secara terpisah
dari
pembelajaran,
serta
terpisah antara
ranah
sikap,
pengetahuan
dan
keterampilan
dilakukan
secara
terpisah-pisah.
Tidak
menggunakan
instrumen penilaian
atau
menggunakan
instrumen
asesmen, namun
tidak sejalan
dengan dengan
karakteristik mata
pelajaran, capaian
pembelajaran,
tujuan
pembelajaran dan
kebutuhan peserta
didik.
Berfokus pada
asesmen
sumatif.
Kegiatan
pembelajaran
searah
(memberikan
pemaparan dalam
bentuk ceramah
dan instruksi tugas)
tanpa adanya
pendampingan dan
pemberian umpan
balik
Proses belajar
bertujuan tes atau
ujian akhir, serta
pembelajaran
dengan kegiatan
yang sama dari
tahun ke tahun
dengan soal tes dan
ujian yang sama.
Bagaimana keterkaitan Prinsip
Pembelajaran dan Penilaian
(Asesmen) untuk kemudian
diimplementasikan dalam
pembelajaran?
Pembelajaran Penilaian
(Asesmen)
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, dengan demikian asesmen dapat
dirancang selaras dengan perancangan proses pembelajaran melalui Perencanaan
Pembelajaran.
Sehingga kegiatan penilaian terintegrasi dan berkaitan dengan pembelajaran
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
dari Asesmen
Diagnostik
ke Asesmen di
Awal Pembelajaran
Gambar oleh
OpenClipart-Vectors
dari Pixabay
digunakan untuk
Pembelajaran Berdiferensiasi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sederhana
KELELUASAAN
dalam ASESMEN
Waktu
Jenis
Teknik
Instrumen
Pengolahan
Pelaporan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Penggunaan
ASESMEN SUMATIF
dan FORMATIF,
bagaimana
sebaiknya?
Penilaian Diri Penilaian antar Teman
Refleksi Umpan Balik
● Asesmen untuk
perbaikan proses
pembelajaran
● Berfungsi sebagai
asesmen formatif
● Asesmen untuk
evaluasi pada akhir
proses pembelajaran
● Berfungsi sebagai
asesmen sumatif
Selama ini pelaksanaan asesmen
cenderung berfokus pada asesmen
sumatif yang dijadikan acuan untuk
mengisi laporan hasil belajar. Hasil
asesmen belum dimanfaatkan sebagai
umpan balik untuk perbaikan
pembelajaran.
Pada kurikulum merdeka, pendidik
diharapkan lebih berfokus pada
asesmen formatif dibandingkan
sumatif dan menggunakan hasil
asesmen formatif untuk perbaikan
proses pembelajaran yang
berkelanjutan, sebagaimana
ditunjukkan dalam gambar berikut ini:
Perlu
diketahui
Perubahan Paradigma Penilaian
(Asesmen)
Asesmen UNTUK Proses
Pembelajaran
(Assessment FOR Learning)
Asesmen PADA
AKHIR Proses
Pembelajaran
(Assessment OF Learning)
Asesmen SEBAGAI
Proses Pembelajaran
(Assessment AS Learning)
● Asesmen untuk
refleksi proses
pembelajaran
● Berfungsi sebagai
asesmen formatif
● Merupakan alat ukur
untuk mengetahui
pencapaian hasil belajar
peserta didik dalam satu
lingkup materi atau periode
tertentu, misalnya satu
lingkup materi, akhir
semester, atau akhir tahun
ajaran;
● Capaian hasil belajar
untuk dibandingkan
dengan kriteria
capaian yang telah
ditetapkan
● Digunakan pendidik atau
satuan pendidikan untuk
mengevaluasi efektivitas
program pembelajaran.
Kedua memiliki kesamaan yaitu adanya umpan balik untuk pemberian
intervensi kepada peserta didik maupun perbaikan proses
pembelajaran berikutnya;
Karakteristik
Asesmen Formatif dan Sumatif
Formatif Sumatif
● Terpadu dengan proses
pembelajaran, sehingga asesmen
formatif dan pembelajaran menjadi
suatu kesatuan. Perencanaan asesmen
formatif dibuat menyatu dengan
perencanaan pembelajaran.
● Selama ini pelaksanaan asesmen
cenderung berfokus pada asesmen
sumatif yang dijadikan acuan untuk
mengisi laporan hasil belajar. Hasil
asesmen belum dimanfaatkan sebagai
umpan balik untuk perbaikan
pembelajaran.
● Melibatkan peserta didik dalam
pelaksanaannya (misalnya melalui
penilaian diri, penilaian antarteman,
dan refleksi metakognitif terhadap
proses belajarnya);
● Memperhatikan kemajuan
penguasaan dalam berbagai ranah,
meliputi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan, sehingga dibutuhkan
metode/strategi pembelajaran dan
teknik/instrumen.
“Pendidik dan satuan pendidikan
diberikan keleluasaan untuk
mengatur pelaksanaan asesmen
formatif maupun sumatif, melalui
berbagai teknik guna mengukur dan
mengintervensi capaian yang
dilakukan dalam pembelajaran”
Perlu
diketahu
i
Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan
Formatif
 Dilakukan secara terus
menerus bersamaan
dengan proses
pembelajaran
 menggunakan berbagai
teknik asesmen sesuai
dengan target pada
tujuan pembelajaran
 memberikan umpan balik
baik untuk peserta didik
maupun pendidik
 berorientasi pada
perubahan, bukan
sekadar memenuhi
kuantitas nilai yang
termuat dalam rapor
 bersifat informatif
 Dilakukan untuk
mengonfirmasi capaian
pembelajaran peserta
didik pada periode tertentu
(akhir lingkup materi,
semester atau akhir
jenjang)
 Hasilnya akan digunakan
sebagai bahan pengolah
laporan hasil belajar
 Pemberian umpan balik
tetap dilakukan walaupun
data hasil pengukuran
capaian telah didapat
 Menggunakan berbagai
teknik asesmen
Hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan Sumatif
Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta
didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan
secara klasikal ketika pembelajaran
Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan
produk, melakukan projek, dan membuat portofolio.
Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara
keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan
dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.
Teknik dan Instrumen Asesmen
“Terdapat berbagai teknik
dalam melakukan
asesmen, pendidik
diberikan keleluasaan
memilih teknik dan
instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak
lanjuti”
Observasi
Penilaian Kinerja (Performance Test)
Tes Lisan
Teknik
Asesmen
Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis.
Tes Tertulis
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan
karya peserta didik dalam bidang tertentu yang
mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam
kurun waktu tertentu.
Portofolio
Teknik dan Instrumen Asesmen
“Terdapat berbagai teknik
dalam melakukan
asesmen, pendidik
diberikan keleluasaan
memilih teknik dan
instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak
lanjuti”
Rubrik
Ceklist
Grafik Perkembangan (Kontinum)
Instrumen
Asesmen
Catatan Anekdotal
Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi
kualitas capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja
dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan
dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai
terbaik.
Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen
yang dituju.
Catatan singkat hasil observasi pada peserta didik. Berisi
catatan performa dan perilaku peserta didik yang penting,
disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari
observasi yang telah dilakukan.
Grafik atau infografik yang
menggambarkan tahap perkembangan belajar
peserta didik.
Untuk mengetahui apakah peserta
didik telah berhasil mencapai tujuan
pembelajaran, pendidik perlu
menetapkan kriteria atau indikator
ketercapaian tujuan pembelajaran
(KKTP).
Kriteria ini dikembangkan saat
pendidik merencanakan asesmen,
yang dilakukan saat pendidik
menyusun perencanaan
pembelajaran, baik dalam bentuk
rencana pelaksanaan pembelajaran
ataupun modul ajar.
Pengolahan hasil penilaian dapat dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap data hasil
pelaksanaan penilaian yang berupa angka dan/atau deskripsi. Pendidik perlu menentukan kriteria untuk memetakan ketercapaian tujuan
pembelajaran.
Dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran,
ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya 75, 80,
dan sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah
menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, pendidik
diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85
- 100, dan sebagainya).
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Kriteria yang
digunakan untuk
menentukan apakah
peserta didik telah
mencapai tujuan
pembelajaran dapat
dikembangkan
menggunakan
beberapa pendekatan,
1. Menggunakan deskripsi kriteria
2. Menggunakan rubrik
3. Menggunakan interval nilai
4. Menggunakan Pendekatan
Prosentase
Kriteria:
Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi,
hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan
kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat
meyakinkan pembaca.
Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
1. Menggunakan deskripsi kriteria
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta
didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
2. Menggunakan rubrik
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta
didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
3. Menggunakan interval
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta
didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
Pengolahan Hasil Asesmen
LK ASESMEN
Pengolahan Hasil Asesmen
Pengolahan Hasil Asesmen
SLIDESMANIA.
REFLEKSI
1.Apa yang telah kita pelajari hari ini?
2.Rencana apa yang akan dilakukan
satu bulan kedepan berkaitan
dengan mulok silat kaserangan?
SLIDESMANIA.
THANK
Do you have any questions?
Cmd
Ctrl
A
Z
C
+

PPt_Asesmen 2.pptx.................................

  • 1.
  • 2.
    SLIDESMANIA. Penilaian, atau Asesmen?, atau keduanya? CARAASYIK MENERAPKAN ASESMEN DALAM KURIKULUM MERDEKA ASESMEN (PENILAIAN) DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
  • 3.
    SLIDESMANIA. Asesmen (assessment) adalahupaya untuk mendapatkan data/informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja murid. Penilaian (grading) adalah proses penyematan atribut atau dimensi atau kuantitas (berupa angka/huruf) terhadap hasil asesmen dengan cara membandingkannya terhadap suatu instrumen standar tertentu.
  • 4.
    SLIDESMANIA. Ilustrasi berikut contohrangkaian proses asesmen, penilaian, dan evaluasi pembelajaran. Asesmen dapat dilakukan dengan berbagai teknik asesmen antara lain ujian atau penugasan. Berikutnya dilakukan penilaian dengan bantuan instrumen penilaian tertentu, dapat berupa kunci jawaban, daftar periksa (check list), pedoman penilaian, atau rubrik. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi yang hasilnya dapat berupa status lulus atau tidak lulus, klasifikasi perlu atau tidak perlu perbaikan, atau level tertentu.
  • 5.
  • 6.
    Sumber: Kepmendikbud No.56Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN 1 Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya 2 Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran; 3 Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya; 4 Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut; 5 Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Prinsip Asesmen
  • 7.
    1 Asesmen merupakanbagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya; Asesmen merujuk pada kompetensi yang didalamnya tercakup ranah sikap,pengetahuan, dan keterampilan. Asesmen dilakukan terpadu dengan pembelajaran. Melibatkan dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri, penilaian antar teman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antar teman. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen? Pemberian umpan balik (feedback) berupa kalimat dukungan yang merujuk pada capaian yang muncul untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh, dan memotivasi.
  • 8.
    2 Asesmen dirancang dan dilakukansesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran; Membangun komitmen dan menyusun perencanaan asesmen yang berfokus pada asesmen formatif. Pendidik memiliki keleluasaan dalam menentukan jenis, teknik dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan. Pendidikan memiliki keleluasaan dalam menentukan waktu asesmen sesuai dengan kebutuhan Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen? Mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang jenis, teknik, dan instrumen asesmen yang akan digunakan.
  • 9.
    3 Asesmen dirancang secaraadil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya; Asesmen dilakukan dengan memenuhi prinsip keadilan tanpa dipengaruhi oleh latar belakang. Menerapkan moderasi asesmen, yaitu berkoordinasi antara pendidik untuk menyamakan persepsi kriteria, sehingga tercapai prinsip keadilan. Menggunakan instrumen asesmen yang mampu mengukur tujuan pembelajaran dengan tepat. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen? Hasil asesmen digunakan untuk menentukantindak lanjut pembelajaran.
  • 10.
    4 Laporan kemajuan belajar danpencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak. Ketercapaian kompetensi dituangkan dalam bentuk angka dan deskripsi. Laporan kemajuan belajar hendaknya didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar peserta didik. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen? Laporan kemajuan belajar digunakan sebagai dasar penerapan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kompetensi peserta didik.
  • 11.
    5 Hasil asesmen digunakan olehpeserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen?
  • 12.
    Intinya… Asesmen sebagai sebuahproses yang berkelanjutan, untuk memastikan kinerja belajar peserta didik yang terbaik. Asesmen bukan sebagai cara untuk menjustifikasi murid, akan tetapi sebagai rekaman kebutuhan, untuk menentukan tindak lanjut berikutnya. Asesmen hendaknya dilengkapai data yang memadai, ditentukan tujuan asesmen tersebut, dirumuskan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan (cara, tekhnik, bentuk instrumen), diketahui apa yang dijadikan bukti bahwa murid sudah mencapai tujuan tersebut….Authentic assesment
  • 13.
    Sumber: Panduan Pembelajarandan Asesmen Tinggalkan hal-hal berikut Asesmen dilakukan secara terpisah dari pembelajaran, serta terpisah antara ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan dilakukan secara terpisah-pisah. Tidak menggunakan instrumen penilaian atau menggunakan instrumen asesmen, namun tidak sejalan dengan dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Berfokus pada asesmen sumatif. Kegiatan pembelajaran searah (memberikan pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas) tanpa adanya pendampingan dan pemberian umpan balik Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhir, serta pembelajaran dengan kegiatan yang sama dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama.
  • 14.
    Bagaimana keterkaitan Prinsip Pembelajarandan Penilaian (Asesmen) untuk kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran?
  • 15.
    Pembelajaran Penilaian (Asesmen) Asesmen merupakanbagian terpadu dari proses pembelajaran, dengan demikian asesmen dapat dirancang selaras dengan perancangan proses pembelajaran melalui Perencanaan Pembelajaran. Sehingga kegiatan penilaian terintegrasi dan berkaitan dengan pembelajaran
  • 16.
    . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . dari Asesmen Diagnostik ke Asesmendi Awal Pembelajaran Gambar oleh OpenClipart-Vectors dari Pixabay digunakan untuk Pembelajaran Berdiferensiasi
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    ● Asesmen untuk perbaikanproses pembelajaran ● Berfungsi sebagai asesmen formatif ● Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran ● Berfungsi sebagai asesmen sumatif Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar. Hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran. Pada kurikulum merdeka, pendidik diharapkan lebih berfokus pada asesmen formatif dibandingkan sumatif dan menggunakan hasil asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut ini: Perlu diketahui Perubahan Paradigma Penilaian (Asesmen) Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning) Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning) Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning) ● Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran ● Berfungsi sebagai asesmen formatif
  • 20.
    ● Merupakan alatukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu lingkup materi atau periode tertentu, misalnya satu lingkup materi, akhir semester, atau akhir tahun ajaran; ● Capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan ● Digunakan pendidik atau satuan pendidikan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran. Kedua memiliki kesamaan yaitu adanya umpan balik untuk pemberian intervensi kepada peserta didik maupun perbaikan proses pembelajaran berikutnya; Karakteristik Asesmen Formatif dan Sumatif Formatif Sumatif ● Terpadu dengan proses pembelajaran, sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan. Perencanaan asesmen formatif dibuat menyatu dengan perencanaan pembelajaran. ● Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar. Hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran. ● Melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antarteman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya); ● Memperhatikan kemajuan penguasaan dalam berbagai ranah, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga dibutuhkan metode/strategi pembelajaran dan teknik/instrumen. “Pendidik dan satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk mengatur pelaksanaan asesmen formatif maupun sumatif, melalui berbagai teknik guna mengukur dan mengintervensi capaian yang dilakukan dalam pembelajaran”
  • 21.
    Perlu diketahu i Pelaksanaan Asesmen Formatifdan Sumatif Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Formatif  Dilakukan secara terus menerus bersamaan dengan proses pembelajaran  menggunakan berbagai teknik asesmen sesuai dengan target pada tujuan pembelajaran  memberikan umpan balik baik untuk peserta didik maupun pendidik  berorientasi pada perubahan, bukan sekadar memenuhi kuantitas nilai yang termuat dalam rapor  bersifat informatif  Dilakukan untuk mengonfirmasi capaian pembelajaran peserta didik pada periode tertentu (akhir lingkup materi, semester atau akhir jenjang)  Hasilnya akan digunakan sebagai bahan pengolah laporan hasil belajar  Pemberian umpan balik tetap dilakukan walaupun data hasil pengukuran capaian telah didapat  Menggunakan berbagai teknik asesmen Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Sumatif
  • 22.
    Pemberian soal/pertanyaan yangmenuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio. Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian. Teknik dan Instrumen Asesmen “Terdapat berbagai teknik dalam melakukan asesmen, pendidik diberikan keleluasaan memilih teknik dan instrumen agar asesmen selaras dengan kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik valid dan dapat ditindak lanjuti” Observasi Penilaian Kinerja (Performance Test) Tes Lisan Teknik Asesmen Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis. Tes Tertulis Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. Portofolio
  • 23.
    Teknik dan InstrumenAsesmen “Terdapat berbagai teknik dalam melakukan asesmen, pendidik diberikan keleluasaan memilih teknik dan instrumen agar asesmen selaras dengan kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik valid dan dapat ditindak lanjuti” Rubrik Ceklist Grafik Perkembangan (Kontinum) Instrumen Asesmen Catatan Anekdotal Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik. Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen yang dituju. Catatan singkat hasil observasi pada peserta didik. Berisi catatan performa dan perilaku peserta didik yang penting, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari observasi yang telah dilakukan. Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar peserta didik.
  • 24.
    Untuk mengetahui apakahpeserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar. Pengolahan hasil penilaian dapat dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap data hasil pelaksanaan penilaian yang berupa angka dan/atau deskripsi. Pendidik perlu menentukan kriteria untuk memetakan ketercapaian tujuan pembelajaran. Dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan: Tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya 75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya). Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan menggunakan beberapa pendekatan, 1. Menggunakan deskripsi kriteria 2. Menggunakan rubrik 3. Menggunakan interval nilai 4. Menggunakan Pendekatan Prosentase
  • 25.
    Kriteria: Laporan peserta didikmenunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 1. Menggunakan deskripsi kriteria Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
  • 27.
    Contoh Kriteria KetercapaianTujuan Pembelajaran 2. Menggunakan rubrik Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
  • 29.
    Contoh Kriteria KetercapaianTujuan Pembelajaran 3. Menggunakan interval Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 40.
    SLIDESMANIA. REFLEKSI 1.Apa yang telahkita pelajari hari ini? 2.Rencana apa yang akan dilakukan satu bulan kedepan berkaitan dengan mulok silat kaserangan?
  • 41.
    SLIDESMANIA. THANK Do you haveany questions? Cmd Ctrl A Z C +

Editor's Notes

  • #1 (Pembukaan 10 menit)