PARADIGMA ASESMEN KURIKULUM
MERDEKA, ASESMEN FORMATIF, SUMATIF
& DIAGNOSTIK
by: pakpujismp6klaten
BIMBINGAN TEKNIS
MAPEL IPA Kab Klaten
2023
Tujuan Pembelajaran
1. Memahami Paradigma Asesmen
Kurikulum Merdeka
1.
2. Memahami Asesmen Formatif,
Sumatif, dan Diagnostik
2.
3. Presentasi/Simulasi dan
Konfirmasi
3
PARADIGMA ASESMEN KURIKULUM
MERDEKA
KEPUTUSAN MENTERI
PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 56/M/2022
(10 FEBRUARI 2022)
TENTANG
PEDOMAN PENERAPAN
KURIKULUM DALAM RANGKA
PEMULIHAN PEMBELAJARAN
KEPUTUSAN…
KELIMABELAS :
Kurikulum Merdeka
sebagaimana dimaksud
dalam Diktum KEDUA
huruf c mulai berlaku pada
tahun ajaran 2022/2023.
JADI,
APA YANG KITA
PELAJARI?
KITA AKAN BELAJAR:
● PEMBELAJARAN
● ASESMEN
DALAM RANGKA
PENGIMPLEMENTASIAN
KURIKULUM MERDEKA
PEMBELAJARAN
ADALAH AKTIVITAS MERUMUSKAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
MENJADI TUJUAN PEMBELAJARAN
(TP) DAN CARA MENCAPAI TUJUAN
PEMBELAJARAN TERSEBUT.
AGAR TIDAK GAGAL FAHAM
Sedangkan…..
ASESMEN
ADALAH AKTIVITAS SELAMA
PROSES PEMBELAJARAN
UNTUK MENCARI BUKTI
KETERCAPAIAN TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP).
JANGAN LUPA
Profil (kompetensi) yang ingin dihasilkan
oleh sistem pendidikan Indonesia.
“Pelajar Indonesia merupakan pelajar
sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter,
dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”
PROFIL PELAJAR
PANCASILA
FOKUS UTAMA
Fokus utama dalam pembelajaran dan asesmen
adalah untuk menjadikan peserta didik menjadi
pembelajar yang aktif.
Pembelajar yang aktif, akan memudahkan usaha
untuk mengaktualisasikan tujuan pendidikan,
yaitu berkembangnya karakter dan kompetensi
peserta didik.
PRINSIP
• Pembelajaran dan asesmen merupakan
satu kesatuan yang sebaiknya tidak
dipisahkan.
• Pendidik dan peserta didik perlu
memahami kompetensi yang dituju
sehingga keseluruhan proses
pembelajaran diupayakan untuk mencapai
kompetensi tersebut.
PRINSIP
Pembelajaran dan asesmen berpusat dan berpihak
pada peserta didik.
Pembelajaran dan asesmen merupakan satu siklus;
di mana asesmen memberikan informasi tentang
pembelajaran yang perlu dirancang,
kemudian asesmen digunakan untuk mengecek efektivitas
pembelajaran yang berlangsung.
Oleh karena itu, asesmen yang diutamakan adalah asesmen
formatif yang berorientasi pada perkembangan kompetensi
peserta didik.
PEMBELAJARAN
&
ASESMEN
MENYATU
MARI KITA RENUNGKAN
Kurikulum Merdeka
menekankan pentingnya
keterpaduan pembelajaran
dengan asesmen, terutama
asesmen formatif, sebagai suatu
siklus belajar.
TUJUAN
Pembelajaran dan penilaian yang efektif dan
efisien bertujuan untuk mengembangkan potensi,
prakarsa, kemampuan, dan kemandirian peserta
didik secara optimal.
Selanjutnya, pembelajaran dan asesmen
juga diarahkan untuk memberikan fleksibilitas
bagi pendidik dan peserta didik dalam
mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Bagaimana
memulainya?
Pembelajaran dapat diawali dengan
proses perencanaan asesmen dan
perencanaan pembelajaran.
Pendidik perlu merancang asesmen
yang dilaksanakan pada awal
pembelajaran, pada saat pembelajaran,
dan pada akhir pembelajaran.
PERENCANAAN ASESMEN
• Perencanaan asesmen, terutama pada
asesmen awal pembelajaran sangat perlu
dilakukan karena untuk mengidentifikasi
kebutuhan belajar peserta didik, dan
hasilnya digunakan untuk merancang
pembelajaran yang sesuai dengan tahap
capaian peserta didik.
RIILNYA, BAGAIMANA?
Berikut ini adalah ilustrasi siklus perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran dan asesmen:
• Pendidik menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran,
termasuk di dalamnya rencana asesmen formatif yang akan
dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen di akhir
pembelajaran.
• Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk
menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk
mempelajari materi yang telah dirancang.
• Berdasarkan hasil asesmen, pendidik memodifikasi
rencana yang dibuatnya dan/ atau membuat penyesuaian
untuk sebagian peserta didik.
• Melaksanakan pembelajaran dan menggunakan berbagai
metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan
belajar.
BAGAIMANA MERENCANAKAN
PEMBELAJARAN?
• Perencanaan pembelajaran meliputi tujuan
pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran,
dan asesmen pembelajaran yang disusun dalam
bentuk dokumen yang fleksibel, sederhana,
dan kontekstual.
BAGAIMANA MENYUSUN TUJUAN
PEMBELAJARAN?
Tujuan Pembelajaran disusun dari
Capaian Pembelajaran dengan
mempertimbangkan kekhasan dan
karakteristik Satuan Pendidikan.
***Pendidik harus memastikan tujuan pembelajaran
sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta
didik.
BAGAIMANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN SEBAIKNYA?
• Proses selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran yang
dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang
berkualitas, interaktif, dan kontekstual.
• Pada siklus ini, pendidik diharapkan dapat
menyelenggarakan pembelajaran yang :
(1) interaktif;
(2) inspiratif;
(3) menyenangkan;
(4) menantang;
(5) memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; dan
(6) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik,
serta psikologis peserta didik.
APA YANG DILAKUKAN GURU
SELAMA PBM?
• Sepanjang proses pembelajaran,
pendidik dapat mengadakan
asesmen formatif untuk
mengetahui sejauh mana tujuan
pembelajaran sudah dicapai oleh
peserta didik.
BAGAIMANA PROSES ASESMEN?
• Tahapan selanjutnya adalah proses asesmen
pembelajaran.
Asesmen pembelajaran diharapkan dapat
mengukur aspek yang seharusnya diukur dan
bersifat holistik.
Asesmen dapat berupa formatif dan sumatif.
Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada
awal pembelajaran dan asesmen pada saat
pembelajaran.
APA KEGUNAAN ASESMEN AWAL
PEMBELAJARAN?
• Asesmen pada awal pembelajaran digunakan
mendukung pembelajaran terdiferensiasi
sehingga peserta didik dapat memperoleh
pembelajaran sesuai dengan yang mereka
butuhkan.
Sumber: Kepmendikbud No.56 Tahun 2022 tentang
PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN
1
Pembelajaran dirancang dengan
mempertimbangkan tahap perkembangan dan
tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai
dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan
karakteristik dan perkembangan peserta didik yang
beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna
dan menyenangkan;
2
Pembelajaran dirancang
dan dilaksanakan untuk
membangun kapasitas
untuk menjadi
pembelajar sepanjang
hayat
3
Proses pembelajaran
mendukung perkembangan
kompetensi dan karakter
peserta didik secara holistik;
4
Pembelajaran yang relevan, yaitu
pembelajaran yang dirancang sesuai
konteks, lingkungan, dan budaya
peserta didik, serta melibatkan
orang tua dan komunitas sebagai
mitra;
5
Pembelajaran
berorientasi pada masa
depan yang
berkelanjutan.
Prinsip
Pembelajaran
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Tinggalkan hal-hal berikut
Membuat
pembelajaran
mengikuti buku
dengan mengabaikan
kebutuhan peserta
didik
Interaksi dengan
peserta didik hanya
memberikan dan
menagih tugas.
Menggunakan hanya
satu perspektif
misalnya hanya
melihat kemampuan
kognitif peserta didik,
tanpa melihat faktor
lain seperti sosial
emosi atau spiritual.
Kegiatan
pembelajaran searah
(memberikan
pemaparan dalam
bentuk ceramah dan
instruksi tugas) tanpa
adanya
pendampingan dan
pemberian umpan
balik
Proses belajar
bertujuan tes atau
ujian akhir, serta
pembelajaran dengan
kegiatan yang sama
dari tahun ke tahun
dengan soal tes dan
ujian yang sama.
Sumber: Kepmendikbud No.56 Tahun 2022 tentang
PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN
1
Asesmen merupakan bagian
terpadu dari proses
pembelajaran, fasilitasi
pembelajaran, dan
penyediaan informasi yang
holistik, sebagai umpan balik
untuk pendidik, peserta didik,
dan orang tua/wali agar dapat
memandu mereka dalam
menentukan strategi
pembelajaran selanjutnya
2
Asesmen dirancang dan
dilakukan sesuai dengan
fungsi asesmen tersebut,
dengan keleluasaan untuk
menentukan teknik dan
waktu pelaksanaan asesmen
agar efektif mencapai tujuan
pembelajaran;
3
Asesmen dirancang secara adil,
proporsional, valid, dan dapat
dipercaya (reliable) untuk
menjelaskan kemajuan belajar,
menentukan keputusan tentang
langkah dan sebagai dasar untuk
menyusun program pembelajaran
yang sesuai selanjutnya;
4
Laporan kemajuan belajar dan
pencapaian peserta didik
bersifat sederhana dan
informatif, memberikan
informasi yang bermanfaat
tentang karakter dan kompetensi
yang dicapai, serta strategi
tindak lanjut;
5
Hasil asesmen digunakan oleh
peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan
orang tua/wali sebagai bahan
refleksi untuk meningkatkan
mutu pembelajaran.
Prinsip
Asesmen
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Tinggalkan hal-hal berikut
Asesmen dilakukan
secara terpisah dari
pembelajaran, serta
terpisah antara ranah
sikap, pengetahuan
dan keterampilan
dilakukan secara
terpisah-pisah.
Tidak menggunakan
instrumen penilaian
atau menggunakan
instrumen asesmen,
namun tidak sejalan
dengan dengan
karakteristik mata
pelajaran, capaian
pembelajaran, tujuan
pembelajaran dan
kebutuhan peserta
didik.
Berfokus pada
asesmen sumatif.
Laporan kemajuan
belajar tidak
didasarkan pada bukti
dan pencatatan
perkembangan
kemajuan belajar atau
didasarkan hanya
pada bukti yang tidak
mencukupi
Hasil asesmen hanya
dijadikan data dan
tidak ditindaklanjuti.
Selain itu hasil
asesmen dijadikan
perbandingan antar
peserta didik.
Bagaimana
keterkaitan Prinsip
Pembelajaran dan
Penilaian (Asesmen)
untuk kemudian
diimplementasikan
dalam pembelajaran?
Asesmen Pembelajaran
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, dengan demikian asesmen dapat dirancang
selaras dengan perancangan proses pembelajaran melalui Perencanaan Pembelajaran.
Sehingga kegiatan penilaian terintegrasi dan berkaitan dengan pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
Kurikulum
Proses Asesmen Proses Pembelajaran
Mari Mulai dari Diri Kita
1. Bagaimana pendidik di lingkungan Bapak/Ibu
menyusun dan melaksanakan pembelajaran
dan asesmen di kelas?
2. Bagaimana penerapan asesmen awal dan
diferensiasi dalam kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan?
3. Bagaimana komposisi asesmen formatif dan
sumatif yang telah Bapak/Ibu laksanakan?
4. Apa bentuk asesmen yang selama ini Bapak/Ibu
lakukan?
Jelas
dokumen mudah dipahami
Merupakan merupakan aktivitas untuk merumuskan:
a. capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran;
b. cara untuk mencapai tujuan belajar; dan
c. cara menilai ketercapaian tujuan belajar.
Perencanaan Pembelajaran
Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses
Perencanaan
Pembelajaran
dituangkan dalam
bentuk yang:
Sederhana
dokumen yang berisi hal pokok dan penting sebagai
acuan pelaksanaan pembelajaran
Fleksibel
dokumen tidak terikat pada bentuk tertentu dan
dapat disesuaikan dengan konteks pembelajaran
Perlu
diketahui
“Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP.”
Dokumen Perencanaan pembelajaran ini dapat
berupa:
Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
1
Modul Ajar
2
Apabila pendidik menggunakan modul
ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP
karena komponen-komponen dalam
modul ajar meliputi komponen-
komponen dalam RPP.
Komponen minimum dalam
rencana pelaksanaan pembelajaran
Komponen minimum dalam
modul ajar
● Tujuan pembelajaran (salah satu dari
tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
● Langkah-langkah atau kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu atau
lebih pertemuan.
● Asesmen pembelajaran: Rencana
asesmen untuk di awal pembelajaran
dan rencana asesmen di akhir
pembelajaran untuk mengecek
ketercapaian tujuan pembelajaran
● Tujuan pembelajaran (salah satu dari
tujuan dalam alur tujuan
pembelajaran)
● Langkah-langkah atau kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu
tujuan pembelajaran yang dicapai
dalam satu atau lebih pertemuan.
● Rencana asesmen untuk di awal
pembelajaran beserta instrumen dan
cara penilaiannya
● Rencana asesmen di akhir
pembelajaran untuk mengecek
ketercapaian tujuan pembelajaran
beserta instrumen dan cara
penilaiannya
● Media pembelajaran yang digunakan,
termasuk misalnya bahan bacaan
yang digunakan, lembar kegiatan,
video, atau tautan situs web yang
perlu dipelajari peserta didik
Pilihan Dokumen Perencanaan Pembelajaran
“Komponen dalam
Perencanaan
Pembelajaran ditentukan
oleh pendidik
berdasarkan
kebutuhannya”
Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PALING SEDIKIT memuat:
Perlu
diketahui
Tujuan
Pembelajaran
Langkah/
Kegiatan
Pembelajaran
Penilaian/
Asesmen
Pembelajaran
Memuat kompetensi dan
lingkup materi pembelajaran
yang sesuai dengan kurikulum
satuan pendidikan
● Kegiatan belajar sesuai
dengan kemampuan dan
tahapan perkembangan
peserta didik
● Menunjukkan bagaimana
media pembelajaran
digunakan
Proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk
mengetahui kesiapan dan
hasil belajar peserta didik
(untuk pendidikan khusus
memperhatikan kebutuhan peserta
didik)
Pendidik dapat mengembangkan lebih dari 3 komponen tersebut, asalkan relevan dengan
kebutuhannya. Penyederhanaan ini berfokus agar pendidik dapat lebih menyelaraskan dan
mengembangkan aktivitas pembelajaran dan penilaian (asesmen)
“Komponen dalam
Perencanaan
Pembelajaran ditentukan
oleh pendidik
berdasarkan
kebutuhannya”
Komponen Lengkap Modul Ajar
Perlu
diketahui
Perlu
diketahui
Tips Memodifikasi Perencanaan Pembelajaran
Pendidik memiliki kemerdekaan
untuk:
● memilih atau memodifikasi
perencanaan pembelajaran
yang sudah disediakan
pemerintah untuk disesuaikan
dengan karakteristik peserta
didik.
● menyusun sendiri perangkat
pembelajaran sesuai dengan
karakteristik peserta didik.
Dalam menyusun Perencanaan
Pembelajaran, Pendidik harus
memperhatikan suasana belajar
yang:
interaktif
inspiratif
menyenangkan
menantang
memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi
aktif
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik, serta
psikologis Peserta Didik.
Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses
Ketika memodifikasi/menyusun
perencanaan pembelajaran,
Pendidik dapat menggunakan
berbagai teknik dan/atau instrumen
penilaian (asesmen) yang sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
Pembelajaran terdiferensiasi
didasarkan pada hasil asesmen
awal pembelajaran pada lingkup
materi tertentu.
Hasil asesmen awal pembelajaran
ini memberikan informasi
kesiapan belajar peserta didik
(readiness), yaitu informasi
kesesuaian pengetahuan atau
keterampilan yang dimiliki peserta
didik saat ini, dengan pengetahuan
atau keterampilan baru yang akan
dipelajari.
Asesmen di awal pembelajaran dilakukan
hanya terkait kesiapan peserta didik
pada kompetensi yang akan
dituju/dipelajari.
Hasilnya digunakan untuk
menyesuaikan rencana pembelajaran
yang dibuat agar sesuai dengan tahap
pembelajaran peserta didik.
Asesmen pada awal pembelajaran
diharapkan dapat dilakukan secara
natural, seperti diskusi ringan
pemantik di awal kegiatan, permainan,
kuis, atau sederhana.
Melakukan Asemen Awal Guna
Mengidentifikasi Kebutuhan
Belajar Peserta Didik
Perlu
diketahui
Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
Melakukan Diferesiasi
Pembelajaran
Pendidik dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi meliputi :
Diferensiasi Konten (Materi)
Diferensiasi Proses
(Metode/Strategi)
Diferensiasi Produk
Materi pembelajaran disesuaikan
dengan kesiapan peserta didik
berdasarkan kompleksitasnya.
Misal:
Kompetensi yang akan dicapai yaitu
mengurutkan dan membandingkan
bilangan bulat terkait dalam keseharian
Pendidik dapat melakukan diferensiasi
terhadap pemahaman konsep bilangan
bulat peserta didik di kelas
Proses Pembelajaran disesuaikan
dengan kemampuan
penerimaan/keterampilan peserta
didik.
Misal:
Kompetensi memahami gaya dan
tekanan.
Pendidik dapat melakukan diferensiasi
berupa:
● pendampingan pada praktik yang
dilakukan peserta didik secara
langsung
● Modeling-praktik-kerja mandiri-
review
● Memberi pertanyaan pemantik
untuk belajar mandiri
Penyesuaian hasil dari kegiatan
pembelajaran berdasarkan peminatan
peserta didik
Misal:
Menceritakan ulang nilai-nilai luhur yang
didapatkan dalam teks narasi (dongeng
nusantara)
Pendidik dapat melakukan diferensiasi
produk hasil belajar peserta didik berupa:
● Bahan tayang visual (poster, slide
paparan, dan sejenisnya)
● Podcast
● Review berbasis media Audio-
visual
● Pagelaran drama
Perlu diketahui
Diferensiasi Pembelajaran
● Asesmen untuk perbaikan
proses pembelajaran
● Berfungsi sebagai
asesmen formatif
● Asesmen untuk evaluasi
pada akhir proses
pembelajaran
● Berfungsi sebagai
asesmen sumatif
Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus
pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk
mengisi laporan hasil belajar. Hasil asesmen belum
dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan
pembelajaran.
Pada kurikulum merdeka, pendidik diharapkan lebih
berfokus pada asesmen formatif dibandingkan
sumatif dan menggunakan hasil asesmen formatif
untuk perbaikan proses pembelajaran yang
berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar
berikut ini:
Perlu diketahui
Perubahan Paradigma Penilaian
(Asesmen)
Asesmen UNTUK Proses
Pembelajaran
(Assessment FOR Learning)
Asesmen PADA AKHIR
Proses Pembelajaran
(Assessment OF Learning)
Asesmen SEBAGAI
Proses Pembelajaran
(Assessment AS Learning)
● Asesmen untuk refleksi
proses pembelajaran
● Berfungsi sebagai
asesmen formatif
● Merupakan alat ukur untuk
mengetahui pencapaian hasil
belajar peserta didik dalam satu
lingkup materi atau periode tertentu,
misalnya satu lingkup materi, akhir
semester, atau akhir tahun ajaran;
● Capaian hasil belajar untuk
dibandingkan dengan kriteria
capaian yang telah ditetapkan
● Digunakan pendidik atau satuan
pendidikan untuk mengevaluasi
efektivitas program pembelajaran.
Kedua memiliki kesamaan yaitu adanya umpan balik untuk pemberian intervensi kepada
peserta didik maupun perbaikan proses pembelajaran berikutnya;
Karakteristik
Asesmen Formatif dan Sumatif
Formatif Sumatif
● Terpadu dengan proses
pembelajaran, sehingga asesmen
formatif dan pembelajaran menjadi suatu
kesatuan. Perencanaan asesmen
formatif dibuat menyatu dengan
perencanaan pembelajaran;
● Melibatkan peserta didik dalam
pelaksanaannya (misalnya melalui
penilaian diri, penilaian antarteman, dan
refleksi metakognitif terhadap proses
belajarnya);
● Memperhatikan kemajuan
penguasaan dalam berbagai ranah,
meliputi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan, sehingga dibutuhkan
metode/strategi pembelajaran dan
teknik/instrumen.
“Pendidik dan satuan
pendidikan diberikan
keleluasaan untuk
mengatur pelaksanaan
asesmen formatif
maupun sumatif melalui
berbagai teknik guna
mengukur dan
mengintervensi capaian
yang dilakukan dalam
pembelajaran”
● Dilakukan secara terus menerus
bersamaan dengan proses
pembelajaran
● menggunakan berbagai teknik
asesmen sesuai dengan target
pada tujuan pembelajaran
● memberikan umpan balik baik
untuk peserta didik maupun
pendidik
● berorientasi pada perubahan,
bukan sekadar memenuhi
kuantitas nilai yang termuat dalam
rapor
● bersifat informatif
● Dilakukan untuk mengonfirmasi
capaian pembelajaran peserta
didik pada periode tertentu (akhir
lingkup materi, semester atau
akhir jenjang)
● Hasilnya akan digunakan sebagai
bahan pengolah laporan hasil
belajar
● Pemberian umpan balik tetap
dilakukan walaupun data hasil
pengukuran capaian telah didapat
● Menggunakan berbagai teknik
asesmen
Hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan Formatif
Perlu
diketahui
Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan Sumatif
Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik
menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal
ketika pembelajaran
Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan produk,
melakukan projek, dan membuat portofolio.
Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara
keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan dalam
tugas atau aktivitas rutin/harian.
Teknik dan Instrumen Asesmen
“Terdapat berbagai teknik
dalam melakukan
asesmen, pendidik
diberikan keleluasaan
memilih teknik dan
instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak
lanjuti”
Observasi
Penilaian Kinerja (Performance Test)
Tes Lisan
Teknik Asesmen Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis.
Tes Tertulis
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya
peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan
perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu.
Portofolio
Teknik dan Instrumen Asesmen
“Terdapat berbagai teknik
dalam melakukan
asesmen, pendidik
diberikan keleluasaan
memilih teknik dan
instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak
lanjuti”
Rubrik
Ceklist
Grafik Perkembangan
Instrumen Asesmen
Catatan Anekdotal
Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas
capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja dituangkan dalam
bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat
secara bertingkat dari kurang sampai terbaik.
Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen yang
dituju.
Catatan singkat hasil observasi pada peserta didik. Berisi
catatan performa dan perilaku peserta didik yang penting,
disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari observasi
yang telah dilakukan.
Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap
perkembangan belajar peserta didik.
Penerapan Pola Pikir Bertumbuh
Penerapan pola pikir
bertumbuh dalam asesmen
diharapkan membangun
kesadaran bahwa proses
pencapaian tujuan
pembelajaran, lebih
penting daripada sebatas
hasil akhir.
Pendidik diharapkan mampu menerapkan ide
penerapan pola pikir bertumbuh, sebagaimana uraian di
berikut ini:
Kesalahan dalam belajar itu wajar. Jika diterima, dikomunikasikan, dan dicarikan
jalan keluar, maka kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik.
Belajar bukan tentang kecepatan, tetapi tentang pemahaman, penalaran,
penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.
Ekspektasi pendidik yang positif tentang kemampuan peserta didik akan sangat
mempengaruhi performa peserta didik.
Setiap peserta didik unik, memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu
dibandingkan dengan teman-temannya.
Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan
mempengaruhi pencapaian hasil belajar.
Melatih dan membiasakan peserta didik untuk melakukan asesmen diri (self
assessment), asesmen antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian
umpan balik antarteman (peer feedback).
Apresiasi/pesan/umpan balik yang tepat berpengaruh pada motivasi belajar peserta
didik.
Berikut acuan dalam memberikan umpan balik kepada peserta didik
melalui tangga umpan balik (Ladder of Feedback)
Penerapan Tangga Umpan Balik Berorientasi Pola Pikir Bertumbuh
(Growth Mindset)
Contoh Mengidentifikasi Unsur-unsur Bangun Ruang (Jaring-jaring Kubus) - Fase C
“Bagaimana Ananda mengetahui gambar ini akan membentuk kubus?”
Klarifikasi
“Bentuk kotak-kotak yang Ananda gambar, hampir sama sehingga mudah
jika disusun menjadi bentuk kubus.”
Nilai
“Ibu melihat Ananda menarik garis secara langsung. Bagaimana jika
menggunakan penggaris agar garisnya lebih lurus?”
Perhatian
“Jika tugas membuat jaring-jaring bangun ruang akan kita laksanakan
kembali, pada bagian yang mana Ananda akan melakukan perbaikan?”
Saran
“Selamat Nak, telah menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam
mengerjakan tugas ini. Ibu juga senang karena kamu mengumpulkan
tugas tepat waktu.”
Apresiasi
Rencana pembelajaran ini dapat berupa:
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-
hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.
“Setiap pendidik perlu memiliki
rencana pembelajaran untuk
membantu mengarahkan
proses pembelajaran
mencapai CP.”
Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
1
Modul Ajar
2
Apabila pendidik menggunakan modul
ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP
karena komponen-komponen dalam
modul ajar meliputi komponen-
komponen dalam RPP.
Komponen minimum dalam
rencana pelaksanaan pembelajaran
Komponen minimum dalam
modul ajar
● Tujuan pembelajaran (salah satu dari
tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
● Langkah-langkah atau kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu atau
lebih pertemuan.
● Asesmen pembelajaran: Rencana
asesmen untuk di awal pembelajaran
dan rencana asesmen di akhir
pembelajaran untuk mengecek
ketercapaian tujuan pembelajaran
● Tujuan pembelajaran (salah satu dari
tujuan dalam alur tujuan
pembelajaran)
● Langkah-langkah atau kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu
tujuan pembelajaran yang dicapai
dalam satu atau lebih pertemuan.
● Rencana asesmen untuk di awal
pembelajaran beserta instrumen dan
cara penilaiannya
● Rencana asesmen di akhir
pembelajaran untuk mengecek
ketercapaian tujuan pembelajaran
beserta instrumen dan cara
penilaiannya
● Media pembelajaran yang digunakan,
termasuk misalnya bahan bacaan
yang digunakan, lembar kegiatan,
video, atau tautan situs web yang
perlu dipelajari peserta didik
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai format
asal mencakup poin-poin
penting yang termuat dalam
modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai format
asal mencakup poin-poin
penting yang termuat dalam
modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai format
asal mencakup poin-poin
penting yang termuat dalam
modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai format
asal mencakup poin-poin
penting yang termuat dalam
modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
ini bukanlah format utama,
satuan pendidikan dapat
menggunakan berbagai format
asal mencakup poin-poin
penting yang termuat dalam
modul ajar
Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
● Buatlah kelompok yang melibatkan perwakilan tiap
Kabupaten/Kota (Kepala Bidang SMP, Pengawas Sekolah,
Kepala Sekolah)
● Pilih contoh dokumen rencana pembelajaran yang telah
disediakan, lalu analisis dokumen tersebut mengacu pada
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
Mari Mencoba!
atau akses melalui link bit.ly/LK_PA_SMP
Selanjutnya, pindai QR code berikut melalui
gawai untuk menuju ke Lembar Kerja
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan
Penilaian (Asesmen)
Memahami Capaian Pembelajaran (CP)
1
Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun
Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran
2
Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
3
Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
4
Sumber:
Kepmendikbud No.56 Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA
PEMULIHAN PEMBELAJARAN
Pendidik menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran termasuk di dalamnya rencana
asesmen formatif yang akan dilakukan di awal
pembelajaran dan asesmen di akhir
pembelajaran
1
Pendidik melakukan asesmen di awal
pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap
individu peserta didik untuk mempelajari materi
yang telah dirancang
2
Berdasarkan hasil asesmen, pendidik
memodifikasi rencana yang dibuatnya dan/atau
membuat penyesuaian untuk sebagian peserta
didik
3
Melaksanakan pembelajaran dan
menggunakan berbagai metode asesmen
formatif untuk memonitor kemajuan belajar
4
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Melaksanakan asesmen Sumatif untuk
mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
Asesmen ini dapat digunakan sebagai asesmen
awal pada pembelajaran berikutnya.
5 Siklus
perencanaan
dan
pelaksanaan
pembelajaran
dan asesmen
1. Mayoritas peserta didik telah memahami konsep keliling dan dapat menghitung keliling
bangun datar.
2. Beberapa peserta didik dapat memahami konsep keliling, namun belum lancar dalam
menghitung keliling bangun datar.
3. Beberapa peserta didik belum memahami konsep keliling.
Instrumen asesmen awal pembelajaran yang digunakan adalah soal isian singkat dan soal
cerita yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari terkait keliling segiempat, segitiga,
dan lingkaran.
Atas jawaban peserta didik, pendidik mengidentifikasi kesiapan peserta didik di kelasnya, yaitu:
Inspirasi Pelaksanaan Pembelajaran Terdiferensiasi
Kesiapan Belajar
(readiness)
Mayoritas peserta didik telah
memahami konsep keliling
dan dapat menghitung
keliling bangun datar.
Beberapa peserta didik dapat
memahami konsep keliling,
namun belum lancar dalam
menghitung keliling bangun
datar
Beberapa peserta didik
belum memahami konsep
keliling.
Pembelajaran
Terdiferensiasi
● Peserta didik
mengerjakan soal yang
lebih menantang yang
mengaplikasikan konsep
keliling dalam kehidupan
sehari-hari.
● Peserta didik bekerja
secara mandiri dan saling
memeriksa pekerjaan
masing-masing.
Pendidik menjelaskan cara menghitung keliling bangun datar
Peserta didik diberi latihan untuk berkelompok menghitung
keliling bangun datar dengan menggunakan bantuan benda-
benda konkret.
Jika mengalami kesulian, peserta didik diminta mengajukan
pertanyaan kepada 3 teman sebelum bertanya langsung kepada
pendidik. Pendidik akan sesekali mendampingi kelompok untuk
memastikan agar tidak terjadi miskonsepsi.
Berdasarkan data tersebut, pendidik melakukan pembelajaran berdiferensiasi sebagai berikut:
PENGOLAHAN HASIL ASESMEN
Mari Mulai dari Diri Kita
1. Bagaimana Bapak/Ibu mengolah hasil
asesmen?
2. Apa yang selama ini menjadi permasalahan
dalam pengolahan hasil asesmen?
3. Seperti apa laporan hasil belajar yang selama
ini disajikan?
4. Bagaimana rapor yang pendidik harapkan?
Untuk mengetahui apakah peserta
didik telah berhasil mencapai tujuan
pembelajaran, pendidik perlu
menetapkan kriteria atau indikator
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Kriteria ini dikembangkan saat pendidik
merencanakan asesmen, yang
dilakukan saat pendidik menyusun
perencanaan pembelajaran, baik dalam
bentuk rencana pelaksanaan
pembelajaran ataupun modul ajar.
Pengolahan hasil penilaian dapat dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap data hasil pelaksanaan
penilaian yang berupa angka dan/atau deskripsi. Pendidik perlu menentukan kriteria untuk memetakan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, ada
beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya 75, 80, dan
sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah menggunakan
deskripsi, namun jika dibutuhkan, pendidik diperkenankan untuk
menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya).
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Kriteria yang digunakan
untuk menentukan
apakah peserta didik
telah mencapai tujuan
pembelajaran dapat
dikembangkan
menggunakan
beberapa pendekatan,
1. Menggunakan deskripsi kriteria
2. Menggunakan rubrik
3. Menggunakan interval nilai
Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
1. Menggunakan deskripsi kriteria
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik
mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
Kriteria:
Laporan peserta didik menunjukkan
kemampuannya menulis teks eksplanasi,
hasil pengamatan, dan pengalaman secara
jelas. Laporan menjelaskan hubungan
kausalitas yang logis disertai dengan
argumen yang logis sehingga dapat
meyakinkan pembaca.
Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
2. Menggunakan rubrik
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik
mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
3. Menggunakan interval
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik
mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
Pendidik telah melaksanakan asesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata
pelajaran IPAS Fase C:
Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar
rubrik penilaiannya dapat dibuat sebagai berikut:
Pengolahan Hasil Asesmen
Mengolah Hasil Asesmen dalam Satu Tujuan Pembelajaran
1
Asesmen sumatif dilaksanakan secara
periodik setiap selesai satu atau lebih
tujuan pembelajaran.
Hasil asesmen perlu diolah menjadi
capaian dari tujuan pembelajaran
setiap peserta didik. Pendidik dapat
menggunakan data kualitatif sebagai
hasil asesmen tujuan pembelajaran
peserta didik.
Namun, dapat juga menggunakan data
kuantitatif dan mendeskripsikannya
secara kualitatif. Pendidik diberi
keleluasaan untuk mengolah data
kuantitatif, baik secara rerata maupun
proporsional.
Bukti Tujuan
Pembelajaran
Perlu Bimbingan
(0-60)
Cukup
(61-70)
Baik
(71-80)
Sangat Baik
(81-100)
1. Mampu
menguraikan
manfaat
sumber
energi
Belum mampu
menguraikan
manfaat
sumber energi
Menguraikan
1 contoh
manfaat
sumber energi
Menguraikan
2 contoh
manfaat
sumber energi
Menguraikan
lebih dari
2 contoh
manfaat
sumber energi
2. Mampu
melakukan
pengamatan
sesuai
prosedur
Memerlukan
bimbingan
dalam
melakukan
prosedur
pengamatan
Melakukan
prosedur
pengamatan
secara mandiri,
namun masih
ditemukan
1 atau 2 kali
kesalahan
Melakukan
prosedur
pengamatan
secara mandiri
dengan tepat
Mampu
mengarahkan
teman yang
lain dalam
melakukan
prosedur
pengamatan
Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas CUKUP,
peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi.
Nama
Kualitas
Bukti
(Indikator 1)
Kualitas
Bukti
(Indikator 2)
Deskripsi
Nilai
(rerata)
Amar Baik
(75)
Cukup
(69)
Mampu menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi dan
dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri
meskipun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan
72
Badu Perlu
Bimbingan
(55)
Cukup
(63)
Belum mampu menguraikan manfaat sumber energi tetapi
dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri
meskipun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan
59*
Candra Sangat
Baik
(95)
Baik
(80)
Mampu menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber
energi serta dapat melakukan prosedur pengamatan secara
mandiri dengan tepat
87,5
Berdasarkan hasil asesmen TES untuk indikator 1 dan UNJUK KERJA untuk indikator 2 yang telah dilaksanakan pendidik, untuk pengolahan hasil
asesmen tujuan pembelajaran dapat disajikan seperti dalam tabel berikut ini
Pengolahan Hasil Asesmen
Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas CUKUP,
peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi.
* peserta didik belum memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Penting untuk Diperhatikan
Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah,
sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai
kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang belum dikuasai,
dan dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada.
Pengolahan Hasil Asesmen
Mengolah Capaian Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir
2
Pendidik tidak mencampur penghitungan
dari hasil asesmen formatif dan sumatif
karena asesmen formatif dan sumatif
memiliki fungsi yang berbeda.
Asesmen formatif bertujuan untuk
memberikan umpan balik pada proses
sehingga asesmen formatif bukan menjadi
penentu atau pembagi untuk nilai akhir
Dalam mengolah dan menentukan hasil
akhir asesmen sumatif, pendidik perlu
membagi asesmennya ke dalam beberapa
kegiatan asesmen sumatif agar peserta
didik dapat menyelesaikan asesmen
sumatifnya dalam kondisi yang optimal
(tidak terburu-buru atau tidak terlalu
padat). Untuk situasi ini, nilai akhir
merupakan gabungan dari beberapa
kegiatan asesmen tersebut
Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)
Cara 1
Contoh Pengolahan Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir dapat dilakukan
melalui 2 cara berdasarkan bentuk datanya:
Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)
Cara 2
Pengolahan Hasil Asesmen
Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)
Cara 1
Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan
pembelajaran untuk mapel IPA, 7 tujuan
pembelajaran untuk B.Indonesia, dan 5 tujuan
pembelajaran untuk mapel Agama (contoh
hanya 3 mapel, namun cara ini dapat berlaku
untuk semua mapel).
Asumsi: satuan pendidikan menggunakan
rentang nilai untuk ketercapaian tujuan
pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk
setiap mapel atau berbeda, tergantung
kesepakatan para pendidik di satuan
pendidikan.
Perlu
diketahui
Ketuntasan ditentukan untuk setiap tujuan
pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan
nilai sumatif per mata pelajaran.
Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan
pembelajaran tertentu saja. Hal ini bertujuan
untuk mengkomunikasikan kepada orang tua
dan peserta didik tentang tujuan pembelajaran
mana yang belum dituntaskan oleh peserta
didik.
Pada contoh ini pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum mencapai ketuntasan dan 56- 100 sudah mencapai ketuntasan.
Pengolahan Hasil Asesmen
Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)
Cara 2 Perlu
diketahui
Asumsi:
Penilaian tujuan pembelajaran ini dilakukan
dengan menggunakan rubrik 4 kategori
yaitu:
● Perlu bimbingan (1)
peserta didik masih kesulitan dan
sangat bergantung pada bimbingan
● Cukup (2)
peserta didik masih kesulitan dalam
mencapai sebagian tujuan
pembelajaran
● Baik (3)
peserta didik sudah menuntaskan
sebagian besar indikator tujuan
pembelajaran
● Sangat Baik (4)
peserta didik mengikuti pembelajaran
selanjutnya dan dilibatkan diberikan
pengayaan
Tanda centang iberikan
sesuai dengan rubrik
ketercapaian yang ada
pada masing-masing tujuan
pembelajaran
deskriptor tertera pada
rubrik penilaian yang telah
disusun.
Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai Rapor
Contoh Data Kuantitatif
Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai Rapor
Contoh Data Kualitatif
Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran
Terdapat 3 opsi dalam menyusun deskripsi capaian kompetensi pada rapor, ketiga opsi tersebut sebagai berikut:
Dalam penyusunan deskripsi
capaian kompetensi,
pendidik harus
mengidentifikasi capaian
kompetensi tertinggi dan
terendah. Untuk melihat
capaian kompetensi tertinggi
ditandai dengan warna hijau
dan capaian kompetensi
terendah ditandai dengan
warna merah
Opsi 1 : Deskripsi Berdasarkan CP 1
Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran
Opsi 2 : Deskripsi Berdasarkan ATP 2
Dalam penyusunan deskripsi
capaian kompetensi,
pendidik harus
mengidentifikasi capaian
kompetensi tertinggi dan
terendah. Untuk melihat
capaian kompetensi tertinggi
ditandai dengan warna hijau
dan capaian kompetensi
terendah ditandai dengan
warna merah
Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran
Opsi 3 : Deskripsi mengambil dari poin-poin
penting dari materi yang sudah diberikan 2
Dalam penyusunan deskripsi
capaian kompetensi,
pendidik harus
mengidentifikasi capaian
kompetensi tertinggi dan
terendah. Untuk melihat
capaian kompetensi tertinggi
ditandai dengan warna hijau
dan capaian kompetensi
terendah ditandai dengan
warna merah
PELAPORAN KEMAJUAN BELAJAR
Pelaporan hasil penilaian (asesmen) dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan belajar. Laporan
hasil belajar merupakan dokumen yang disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian.
Bentuk-bentuk laporan hasil belajar diantaranya:`
Pengolahan Hasil Asesmen
Rapor
1
Portofolio
2
Diskusi/Konferensi
3
Pameran Karya
4
Sebagaimana diuraikan pada prinsip asesme, laporan
hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan
informatif. Dapat memberikan informasi yang bermanfaat
tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta
strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan dan
orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran.
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Rapor
1
1. Identitas peserta didik
2. Nama satuan pendidikan
3. Kelas
4. Semester
5. Mata pelajaran
6. Nilai
7. Deskripsi
8. Catatan guru
9. Presensi
10. Kegiatan ekstrakurikuler.
Komponen pada Rapor DIKDASMEN
Catatan:
Format dapat disesuaikan berdasarkan
struktur kurikulum masing-masing
jenjang.
Deskripsi capaian kompetensi peserta
didik berisi informasi tentang
kompetensi yang sudah dicapai dan
kompetensi yang perlu ditingkatkan.
Deskripsi menggunakan kalimat positif
dan memotivasi.
Tujuan dari portofolio adalah kumpulan dokumen dari hasil
karya peserta didik. Isi portofolio adalah hasil karya peserta
didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi
dengan pendidik. Portfolio bisa berupa foto, video, infografis,
poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal -
jawaban.
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Portofolio
2
Tujuan diskusi adalah berbagi informasi antara pendidik,
peserta didik dan orang tua. Sekolah perlu menentukan fungsi
dari suatu diskusi untuk dapat mengembangkan struktur, dan
kegiatannya melibatkan menentukan target belajar. Diskusi atau
konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal.
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Diskusi/Konferensi
3
Tujuan dari pameran karya adalah sebagai perayaan proses
belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif.
Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk
dari sebuah proyek belajar. Pameran karya bisa mengundang
orang tua peserta didik, komunitas sekolah maupun
mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk
saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang
lebih luas selain pendidik kelas
Bentuk Laporan Hasil Belajar
Pameran Karya
4
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip mastery
learning yang sangat sesuai dengan pembelajaran
berdiferensiasi atau pembelajaran sesuai tahap capaian (teaching
at the right level).
Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran yang
sama dalam setiap pertemuan, namun bagi peserta didik yang
tidak dapat mencapai kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran perlu ditindaklanjuti dengan memberikan
perlakukan khusus agar dapat mencapainya. Dengan kata lain,
tindakan untuk peserta didik yang berisiko tidak seharusnya
menunggu hingga tahun ajaran, tetapi perlu segera diberikan.
Mekanisme Kenaikan Kelas
Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau
sederajat, kenaikan kelas mempertimbangkan
pencapaian peserta didik pada semua mata
pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain
selama 1 (satu) tahun ajaran
Dalam Kurikulum Merdeka penggunaan fase dalam Capaian
Pembelajaran adalah salah satu alasan mengapa peserta
didik dapat terus naik kelas bersama teman-teman
sebayanya meskipun ia dinilai belum sepenuhnya mencapai
kompetensi yang ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran
di fase sebelumnya atau tujuan pembelajaran yang
ditargetkan untuk dicapai pada kelas tersebut.
Apabila terdapat tujuan
pembelajaran pada mata
pelajaran tertentu yang tidak
tercapai sampai saatnya
kenaikan kelas, maka pada
rapor peserta didik tersebut
dituangkan nilai aktual yang
dicapai dan dideskripsikan
bahwa peserta didik tersebut
masih memiliki tujuan
pembelajaran yang perlu
ditindaklanjuti di kelas
berikutnya
Perlu
diperhatika
n
Dalam proses penentuan peserta
didik tidak naik kelas, perlu
dilakukan musyawarah dan
pertimbangan yang matang sehingga
opsi tidak naik kelas menjadi
pilihan paling akhir apabila seluruh
pertimbangan dan perlakuan telah
dilaksanakan.
a. Laporan kemajuan belajar yang mencerminkan
pencapaian peserta didik pada semua mata
pelajaran
b. Laporan pencapaian projek penguatan profil
pelajar Pancasila
c. Portofolio
d. Paspor keterampilan (skill passport) dan
rekognisi pembelajaran lampau pada peserta
didik jenjang SMK
e. Prestasi akademik dan non-akademik
f. Ekstrakurikuler
g. Penghargaan peserta didik
h. Tingkat kehadiran
Isu-isu terkait Kenaikan Kelas
Contoh Isu Pertimbangan yang Diambil Sekolah
Peserta didik mempunyai tujuan
pembelajaran yang belum tuntas
(ada tujuan-tujuan pembelajaran
yang hasilnya belum memenuhi
pencapaian minimum).
Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya dengan
pendampingan tambahan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran yang belum
tercapai/tuntas.
Peserta didik mempunyai
masalah
presensi/ketidakhadiran
yang banyak (Banyaknya jumlah
ketidakhadiran disepakati oleh
satuan pendidikan)
Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan ketidakhadiran. Jika peserta
didik tidak hadir karena kondisi keluarga (siswa yang membantu orang tua bekerja
karena alasan ekonomi) atau masalah kesehatan peserta didik, maka dapat
dipertimbangkan naik dengan catatan khusus. Jika alasan ketidakhadiran karena
“malas”, meskipun kecil kemungkinan untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat
dipertimbangkan naik dengan catatan di rapor bagian sikap yang perlu
ditindaklanjuti di kelas berikutnya. Misalnya, permasalahan ketidakhadiran harus
diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun dengan cara konseling atau behavior
treatment lain. Khusus permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat
mendeteksi permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan
jumlah ketidakhadiran dari peserta didik di akhir semester.
a. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk
lain yang sederajat; dan
b. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama
atau bentuk lain yang sederajat dan sekolah menengah
atas atau bentuk lain yang sederajat.
Mekanisme Kelulusan
Penentuan kelulusan dari satuan pendidikan dilakukan
dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar
yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua
mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain pada
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan
pendidikan/program pendidikan setelah:
Menyelesaikan Seluruh Program
Pembelajaran
1
mengikuti penilaian sumatif yang
diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
2
ASESMEN DIAGNOSTIK
Asesmen diagnostik dilakukan di awal
pembelajaran/diawal sub materi.
Bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi,
kekuatan, kelemahan peserta didik.
Hasilnya digunakan pendidik sebagai rujukan
dalam merencanakan pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan pembelajaran peserta
didik.
Asesmen Diagnostik
Contoh tahapan Asesmen Diagnostik
Menganalisis laporan
hasil belajar (Rapor)
peserta didik tahun
sebelumnya
Mengidentifikasi
kompetensi yang akan
diajarkan
Menyusun Instrumen asesmen
peserta didik. Instrumen asesmen
yang dapat digunakan antara lain:
• Tes tertulis/lisan dan/atau
• Keterampilan (produk, praktik)
• Observasi
Bila diperluka menggali
informasi peserta didik
dalam aspe: latar belakang
keluarganya, motivasi,
minat, sarana dan
prasarana belajar, serta
aspek lain sesuai kebutuhan
peserta didik/sekolah
Pelaksanaan Asesmen
dan pengolahan nilai
Hasil diagnosis menjadi
data/informasi untuk
merencanakan pembelajaran
sesuai tahap capaian dan
karakteristik peserta didik.
1 2 3
6
5
4
ASESMEN DIAGNOSTIK
NON KOGNITIF & KOGNITIF
Terima kasih

Asesmen diagnostik, formatif dan sumatif.pptx

  • 1.
    PARADIGMA ASESMEN KURIKULUM MERDEKA,ASESMEN FORMATIF, SUMATIF & DIAGNOSTIK by: pakpujismp6klaten BIMBINGAN TEKNIS MAPEL IPA Kab Klaten 2023
  • 2.
    Tujuan Pembelajaran 1. MemahamiParadigma Asesmen Kurikulum Merdeka 1. 2. Memahami Asesmen Formatif, Sumatif, dan Diagnostik 2. 3. Presentasi/Simulasi dan Konfirmasi 3
  • 3.
  • 7.
    KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET,DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56/M/2022 (10 FEBRUARI 2022) TENTANG PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN
  • 8.
    KEPUTUSAN… KELIMABELAS : Kurikulum Merdeka sebagaimanadimaksud dalam Diktum KEDUA huruf c mulai berlaku pada tahun ajaran 2022/2023.
  • 9.
  • 10.
    KITA AKAN BELAJAR: ●PEMBELAJARAN ● ASESMEN DALAM RANGKA PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA
  • 11.
    PEMBELAJARAN ADALAH AKTIVITAS MERUMUSKAN CAPAIANPEMBELAJARAN (CP) MENJADI TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) DAN CARA MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN TERSEBUT. AGAR TIDAK GAGAL FAHAM
  • 12.
    Sedangkan….. ASESMEN ADALAH AKTIVITAS SELAMA PROSESPEMBELAJARAN UNTUK MENCARI BUKTI KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (TP).
  • 13.
    JANGAN LUPA Profil (kompetensi)yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” PROFIL PELAJAR PANCASILA
  • 14.
    FOKUS UTAMA Fokus utamadalam pembelajaran dan asesmen adalah untuk menjadikan peserta didik menjadi pembelajar yang aktif. Pembelajar yang aktif, akan memudahkan usaha untuk mengaktualisasikan tujuan pendidikan, yaitu berkembangnya karakter dan kompetensi peserta didik.
  • 15.
    PRINSIP • Pembelajaran danasesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. • Pendidik dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang dituju sehingga keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi tersebut.
  • 16.
    PRINSIP Pembelajaran dan asesmenberpusat dan berpihak pada peserta didik. Pembelajaran dan asesmen merupakan satu siklus; di mana asesmen memberikan informasi tentang pembelajaran yang perlu dirancang, kemudian asesmen digunakan untuk mengecek efektivitas pembelajaran yang berlangsung. Oleh karena itu, asesmen yang diutamakan adalah asesmen formatif yang berorientasi pada perkembangan kompetensi peserta didik.
  • 17.
  • 18.
    MARI KITA RENUNGKAN KurikulumMerdeka menekankan pentingnya keterpaduan pembelajaran dengan asesmen, terutama asesmen formatif, sebagai suatu siklus belajar.
  • 19.
    TUJUAN Pembelajaran dan penilaianyang efektif dan efisien bertujuan untuk mengembangkan potensi, prakarsa, kemampuan, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Selanjutnya, pembelajaran dan asesmen juga diarahkan untuk memberikan fleksibilitas bagi pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
  • 20.
  • 21.
    Pembelajaran dapat diawalidengan proses perencanaan asesmen dan perencanaan pembelajaran. Pendidik perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.
  • 22.
    PERENCANAAN ASESMEN • Perencanaanasesmen, terutama pada asesmen awal pembelajaran sangat perlu dilakukan karena untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.
  • 23.
    RIILNYA, BAGAIMANA? Berikut iniadalah ilustrasi siklus perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen: • Pendidik menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, termasuk di dalamnya rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen di akhir pembelajaran. • Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang. • Berdasarkan hasil asesmen, pendidik memodifikasi rencana yang dibuatnya dan/ atau membuat penyesuaian untuk sebagian peserta didik. • Melaksanakan pembelajaran dan menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar.
  • 24.
    BAGAIMANA MERENCANAKAN PEMBELAJARAN? • Perencanaanpembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran yang disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, sederhana, dan kontekstual.
  • 25.
    BAGAIMANA MENYUSUN TUJUAN PEMBELAJARAN? TujuanPembelajaran disusun dari Capaian Pembelajaran dengan mempertimbangkan kekhasan dan karakteristik Satuan Pendidikan. ***Pendidik harus memastikan tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik.
  • 26.
    BAGAIMANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEBAIKNYA? •Proses selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran yang dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang berkualitas, interaktif, dan kontekstual. • Pada siklus ini, pendidik diharapkan dapat menyelenggarakan pembelajaran yang : (1) interaktif; (2) inspiratif; (3) menyenangkan; (4) menantang; (5) memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; dan (6) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.
  • 27.
    APA YANG DILAKUKANGURU SELAMA PBM? • Sepanjang proses pembelajaran, pendidik dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik.
  • 28.
    BAGAIMANA PROSES ASESMEN? •Tahapan selanjutnya adalah proses asesmen pembelajaran. Asesmen pembelajaran diharapkan dapat mengukur aspek yang seharusnya diukur dan bersifat holistik. Asesmen dapat berupa formatif dan sumatif. Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal pembelajaran dan asesmen pada saat pembelajaran.
  • 29.
    APA KEGUNAAN ASESMENAWAL PEMBELAJARAN? • Asesmen pada awal pembelajaran digunakan mendukung pembelajaran terdiferensiasi sehingga peserta didik dapat memperoleh pembelajaran sesuai dengan yang mereka butuhkan.
  • 30.
    Sumber: Kepmendikbud No.56Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN 1 Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan; 2 Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat 3 Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik; 4 Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; 5 Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan. Prinsip Pembelajaran
  • 31.
    Sumber: Panduan Pembelajarandan Asesmen Tinggalkan hal-hal berikut Membuat pembelajaran mengikuti buku dengan mengabaikan kebutuhan peserta didik Interaksi dengan peserta didik hanya memberikan dan menagih tugas. Menggunakan hanya satu perspektif misalnya hanya melihat kemampuan kognitif peserta didik, tanpa melihat faktor lain seperti sosial emosi atau spiritual. Kegiatan pembelajaran searah (memberikan pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas) tanpa adanya pendampingan dan pemberian umpan balik Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhir, serta pembelajaran dengan kegiatan yang sama dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama.
  • 32.
    Sumber: Kepmendikbud No.56Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN 1 Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya 2 Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran; 3 Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya; 4 Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut; 5 Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Prinsip Asesmen
  • 33.
    Sumber: Panduan Pembelajarandan Asesmen Tinggalkan hal-hal berikut Asesmen dilakukan secara terpisah dari pembelajaran, serta terpisah antara ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan dilakukan secara terpisah-pisah. Tidak menggunakan instrumen penilaian atau menggunakan instrumen asesmen, namun tidak sejalan dengan dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Berfokus pada asesmen sumatif. Laporan kemajuan belajar tidak didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar atau didasarkan hanya pada bukti yang tidak mencukupi Hasil asesmen hanya dijadikan data dan tidak ditindaklanjuti. Selain itu hasil asesmen dijadikan perbandingan antar peserta didik.
  • 34.
    Bagaimana keterkaitan Prinsip Pembelajaran dan Penilaian(Asesmen) untuk kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran?
  • 35.
    Asesmen Pembelajaran Asesmen merupakanbagian terpadu dari proses pembelajaran, dengan demikian asesmen dapat dirancang selaras dengan perancangan proses pembelajaran melalui Perencanaan Pembelajaran. Sehingga kegiatan penilaian terintegrasi dan berkaitan dengan pembelajaran Tujuan Pembelajaran Kurikulum Proses Asesmen Proses Pembelajaran
  • 36.
    Mari Mulai dariDiri Kita 1. Bagaimana pendidik di lingkungan Bapak/Ibu menyusun dan melaksanakan pembelajaran dan asesmen di kelas? 2. Bagaimana penerapan asesmen awal dan diferensiasi dalam kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan? 3. Bagaimana komposisi asesmen formatif dan sumatif yang telah Bapak/Ibu laksanakan? 4. Apa bentuk asesmen yang selama ini Bapak/Ibu lakukan?
  • 37.
    Jelas dokumen mudah dipahami Merupakanmerupakan aktivitas untuk merumuskan: a. capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran; b. cara untuk mencapai tujuan belajar; dan c. cara menilai ketercapaian tujuan belajar. Perencanaan Pembelajaran Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Perencanaan Pembelajaran dituangkan dalam bentuk yang: Sederhana dokumen yang berisi hal pokok dan penting sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran Fleksibel dokumen tidak terikat pada bentuk tertentu dan dapat disesuaikan dengan konteks pembelajaran Perlu diketahui “Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP.”
  • 38.
    Dokumen Perencanaan pembelajaranini dapat berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Modul Ajar 2 Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi komponen- komponen dalam RPP. Komponen minimum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran Komponen minimum dalam modul ajar ● Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran) ● Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan. ● Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran ● Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran) ● Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan. ● Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya ● Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya ● Media pembelajaran yang digunakan, termasuk misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik Pilihan Dokumen Perencanaan Pembelajaran
  • 39.
    “Komponen dalam Perencanaan Pembelajaran ditentukan olehpendidik berdasarkan kebutuhannya” Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PALING SEDIKIT memuat: Perlu diketahui Tujuan Pembelajaran Langkah/ Kegiatan Pembelajaran Penilaian/ Asesmen Pembelajaran Memuat kompetensi dan lingkup materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan ● Kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangan peserta didik ● Menunjukkan bagaimana media pembelajaran digunakan Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kesiapan dan hasil belajar peserta didik (untuk pendidikan khusus memperhatikan kebutuhan peserta didik) Pendidik dapat mengembangkan lebih dari 3 komponen tersebut, asalkan relevan dengan kebutuhannya. Penyederhanaan ini berfokus agar pendidik dapat lebih menyelaraskan dan mengembangkan aktivitas pembelajaran dan penilaian (asesmen)
  • 40.
    “Komponen dalam Perencanaan Pembelajaran ditentukan olehpendidik berdasarkan kebutuhannya” Komponen Lengkap Modul Ajar Perlu diketahui
  • 41.
    Perlu diketahui Tips Memodifikasi PerencanaanPembelajaran Pendidik memiliki kemerdekaan untuk: ● memilih atau memodifikasi perencanaan pembelajaran yang sudah disediakan pemerintah untuk disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. ● menyusun sendiri perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dalam menyusun Perencanaan Pembelajaran, Pendidik harus memperhatikan suasana belajar yang: interaktif inspiratif menyenangkan menantang memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik. Sumber: Kepmendikbud No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Ketika memodifikasi/menyusun perencanaan pembelajaran, Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen penilaian (asesmen) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • 42.
    Pembelajaran terdiferensiasi didasarkan padahasil asesmen awal pembelajaran pada lingkup materi tertentu. Hasil asesmen awal pembelajaran ini memberikan informasi kesiapan belajar peserta didik (readiness), yaitu informasi kesesuaian pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki peserta didik saat ini, dengan pengetahuan atau keterampilan baru yang akan dipelajari. Asesmen di awal pembelajaran dilakukan hanya terkait kesiapan peserta didik pada kompetensi yang akan dituju/dipelajari. Hasilnya digunakan untuk menyesuaikan rencana pembelajaran yang dibuat agar sesuai dengan tahap pembelajaran peserta didik. Asesmen pada awal pembelajaran diharapkan dapat dilakukan secara natural, seperti diskusi ringan pemantik di awal kegiatan, permainan, kuis, atau sederhana. Melakukan Asemen Awal Guna Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Peserta Didik Perlu diketahui Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Melakukan Diferesiasi Pembelajaran
  • 43.
    Pendidik dapat mendesainpembelajaran berdiferensiasi meliputi : Diferensiasi Konten (Materi) Diferensiasi Proses (Metode/Strategi) Diferensiasi Produk Materi pembelajaran disesuaikan dengan kesiapan peserta didik berdasarkan kompleksitasnya. Misal: Kompetensi yang akan dicapai yaitu mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat terkait dalam keseharian Pendidik dapat melakukan diferensiasi terhadap pemahaman konsep bilangan bulat peserta didik di kelas Proses Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan penerimaan/keterampilan peserta didik. Misal: Kompetensi memahami gaya dan tekanan. Pendidik dapat melakukan diferensiasi berupa: ● pendampingan pada praktik yang dilakukan peserta didik secara langsung ● Modeling-praktik-kerja mandiri- review ● Memberi pertanyaan pemantik untuk belajar mandiri Penyesuaian hasil dari kegiatan pembelajaran berdasarkan peminatan peserta didik Misal: Menceritakan ulang nilai-nilai luhur yang didapatkan dalam teks narasi (dongeng nusantara) Pendidik dapat melakukan diferensiasi produk hasil belajar peserta didik berupa: ● Bahan tayang visual (poster, slide paparan, dan sejenisnya) ● Podcast ● Review berbasis media Audio- visual ● Pagelaran drama Perlu diketahui Diferensiasi Pembelajaran
  • 44.
    ● Asesmen untukperbaikan proses pembelajaran ● Berfungsi sebagai asesmen formatif ● Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran ● Berfungsi sebagai asesmen sumatif Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar. Hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran. Pada kurikulum merdeka, pendidik diharapkan lebih berfokus pada asesmen formatif dibandingkan sumatif dan menggunakan hasil asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut ini: Perlu diketahui Perubahan Paradigma Penilaian (Asesmen) Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning) Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning) Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning) ● Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran ● Berfungsi sebagai asesmen formatif
  • 45.
    ● Merupakan alatukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu lingkup materi atau periode tertentu, misalnya satu lingkup materi, akhir semester, atau akhir tahun ajaran; ● Capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan ● Digunakan pendidik atau satuan pendidikan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran. Kedua memiliki kesamaan yaitu adanya umpan balik untuk pemberian intervensi kepada peserta didik maupun perbaikan proses pembelajaran berikutnya; Karakteristik Asesmen Formatif dan Sumatif Formatif Sumatif ● Terpadu dengan proses pembelajaran, sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan. Perencanaan asesmen formatif dibuat menyatu dengan perencanaan pembelajaran; ● Melibatkan peserta didik dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian antarteman, dan refleksi metakognitif terhadap proses belajarnya); ● Memperhatikan kemajuan penguasaan dalam berbagai ranah, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga dibutuhkan metode/strategi pembelajaran dan teknik/instrumen. “Pendidik dan satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk mengatur pelaksanaan asesmen formatif maupun sumatif melalui berbagai teknik guna mengukur dan mengintervensi capaian yang dilakukan dalam pembelajaran”
  • 46.
    ● Dilakukan secaraterus menerus bersamaan dengan proses pembelajaran ● menggunakan berbagai teknik asesmen sesuai dengan target pada tujuan pembelajaran ● memberikan umpan balik baik untuk peserta didik maupun pendidik ● berorientasi pada perubahan, bukan sekadar memenuhi kuantitas nilai yang termuat dalam rapor ● bersifat informatif ● Dilakukan untuk mengonfirmasi capaian pembelajaran peserta didik pada periode tertentu (akhir lingkup materi, semester atau akhir jenjang) ● Hasilnya akan digunakan sebagai bahan pengolah laporan hasil belajar ● Pemberian umpan balik tetap dilakukan walaupun data hasil pengukuran capaian telah didapat ● Menggunakan berbagai teknik asesmen Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Formatif Perlu diketahui Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Sumatif
  • 47.
    Pemberian soal/pertanyaan yangmenuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio. Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian. Teknik dan Instrumen Asesmen “Terdapat berbagai teknik dalam melakukan asesmen, pendidik diberikan keleluasaan memilih teknik dan instrumen agar asesmen selaras dengan kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik valid dan dapat ditindak lanjuti” Observasi Penilaian Kinerja (Performance Test) Tes Lisan Teknik Asesmen Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis. Tes Tertulis Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. Portofolio
  • 48.
    Teknik dan InstrumenAsesmen “Terdapat berbagai teknik dalam melakukan asesmen, pendidik diberikan keleluasaan memilih teknik dan instrumen agar asesmen selaras dengan kegiatan pembelajaran. Sehingga hasil belajar peserta didik valid dan dapat ditindak lanjuti” Rubrik Ceklist Grafik Perkembangan Instrumen Asesmen Catatan Anekdotal Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik. Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen yang dituju. Catatan singkat hasil observasi pada peserta didik. Berisi catatan performa dan perilaku peserta didik yang penting, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari observasi yang telah dilakukan. Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar peserta didik.
  • 49.
    Penerapan Pola PikirBertumbuh Penerapan pola pikir bertumbuh dalam asesmen diharapkan membangun kesadaran bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran, lebih penting daripada sebatas hasil akhir. Pendidik diharapkan mampu menerapkan ide penerapan pola pikir bertumbuh, sebagaimana uraian di berikut ini: Kesalahan dalam belajar itu wajar. Jika diterima, dikomunikasikan, dan dicarikan jalan keluar, maka kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik. Belajar bukan tentang kecepatan, tetapi tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam. Ekspektasi pendidik yang positif tentang kemampuan peserta didik akan sangat mempengaruhi performa peserta didik. Setiap peserta didik unik, memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu dibandingkan dengan teman-temannya. Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Melatih dan membiasakan peserta didik untuk melakukan asesmen diri (self assessment), asesmen antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman (peer feedback). Apresiasi/pesan/umpan balik yang tepat berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik.
  • 50.
    Berikut acuan dalammemberikan umpan balik kepada peserta didik melalui tangga umpan balik (Ladder of Feedback)
  • 51.
    Penerapan Tangga UmpanBalik Berorientasi Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) Contoh Mengidentifikasi Unsur-unsur Bangun Ruang (Jaring-jaring Kubus) - Fase C “Bagaimana Ananda mengetahui gambar ini akan membentuk kubus?” Klarifikasi “Bentuk kotak-kotak yang Ananda gambar, hampir sama sehingga mudah jika disusun menjadi bentuk kubus.” Nilai “Ibu melihat Ananda menarik garis secara langsung. Bagaimana jika menggunakan penggaris agar garisnya lebih lurus?” Perhatian “Jika tugas membuat jaring-jaring bangun ruang akan kita laksanakan kembali, pada bagian yang mana Ananda akan melakukan perbaikan?” Saran “Selamat Nak, telah menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas ini. Ibu juga senang karena kamu mengumpulkan tugas tepat waktu.” Apresiasi
  • 52.
    Rencana pembelajaran inidapat berupa: Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari- hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. “Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP.” Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Modul Ajar 2 Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi komponen- komponen dalam RPP. Komponen minimum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran Komponen minimum dalam modul ajar ● Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran) ● Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan. ● Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran ● Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran) ● Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan. ● Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya ● Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya ● Media pembelajaran yang digunakan, termasuk misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik
  • 53.
    ini bukanlah formatutama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
  • 54.
    ini bukanlah formatutama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
  • 55.
    ini bukanlah formatutama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
  • 56.
    ini bukanlah formatutama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
  • 57.
    ini bukanlah formatutama, satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai format asal mencakup poin-poin penting yang termuat dalam modul ajar Inspirasi Penyusunan Modul Ajar
  • 58.
    ● Buatlah kelompokyang melibatkan perwakilan tiap Kabupaten/Kota (Kepala Bidang SMP, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah) ● Pilih contoh dokumen rencana pembelajaran yang telah disediakan, lalu analisis dokumen tersebut mengacu pada pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja. Mari Mencoba! atau akses melalui link bit.ly/LK_PA_SMP Selanjutnya, pindai QR code berikut melalui gawai untuk menuju ke Lembar Kerja
  • 59.
    Perencanaan dan PelaksanaanPembelajaran dan Penilaian (Asesmen) Memahami Capaian Pembelajaran (CP) 1 Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran 2 Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen) 3 Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen) 4 Sumber: Kepmendikbud No.56 Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN
  • 60.
    Pendidik menyusun rencanapelaksanaan pembelajaran termasuk di dalamnya rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen di akhir pembelajaran 1 Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang 2 Berdasarkan hasil asesmen, pendidik memodifikasi rencana yang dibuatnya dan/atau membuat penyesuaian untuk sebagian peserta didik 3 Melaksanakan pembelajaran dan menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar 4 Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen Melaksanakan asesmen Sumatif untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini dapat digunakan sebagai asesmen awal pada pembelajaran berikutnya. 5 Siklus perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen
  • 61.
    1. Mayoritas pesertadidik telah memahami konsep keliling dan dapat menghitung keliling bangun datar. 2. Beberapa peserta didik dapat memahami konsep keliling, namun belum lancar dalam menghitung keliling bangun datar. 3. Beberapa peserta didik belum memahami konsep keliling. Instrumen asesmen awal pembelajaran yang digunakan adalah soal isian singkat dan soal cerita yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari terkait keliling segiempat, segitiga, dan lingkaran. Atas jawaban peserta didik, pendidik mengidentifikasi kesiapan peserta didik di kelasnya, yaitu: Inspirasi Pelaksanaan Pembelajaran Terdiferensiasi Kesiapan Belajar (readiness) Mayoritas peserta didik telah memahami konsep keliling dan dapat menghitung keliling bangun datar. Beberapa peserta didik dapat memahami konsep keliling, namun belum lancar dalam menghitung keliling bangun datar Beberapa peserta didik belum memahami konsep keliling. Pembelajaran Terdiferensiasi ● Peserta didik mengerjakan soal yang lebih menantang yang mengaplikasikan konsep keliling dalam kehidupan sehari-hari. ● Peserta didik bekerja secara mandiri dan saling memeriksa pekerjaan masing-masing. Pendidik menjelaskan cara menghitung keliling bangun datar Peserta didik diberi latihan untuk berkelompok menghitung keliling bangun datar dengan menggunakan bantuan benda- benda konkret. Jika mengalami kesulian, peserta didik diminta mengajukan pertanyaan kepada 3 teman sebelum bertanya langsung kepada pendidik. Pendidik akan sesekali mendampingi kelompok untuk memastikan agar tidak terjadi miskonsepsi. Berdasarkan data tersebut, pendidik melakukan pembelajaran berdiferensiasi sebagai berikut:
  • 62.
  • 63.
    Mari Mulai dariDiri Kita 1. Bagaimana Bapak/Ibu mengolah hasil asesmen? 2. Apa yang selama ini menjadi permasalahan dalam pengolahan hasil asesmen? 3. Seperti apa laporan hasil belajar yang selama ini disajikan? 4. Bagaimana rapor yang pendidik harapkan?
  • 64.
    Untuk mengetahui apakahpeserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar. Pengolahan hasil penilaian dapat dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap data hasil pelaksanaan penilaian yang berupa angka dan/atau deskripsi. Pendidik perlu menentukan kriteria untuk memetakan ketercapaian tujuan pembelajaran. Dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan: Tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya 75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya). Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan menggunakan beberapa pendekatan, 1. Menggunakan deskripsi kriteria 2. Menggunakan rubrik 3. Menggunakan interval nilai
  • 65.
    Contoh Kriteria KetercapaianTujuan Pembelajaran 1. Menggunakan deskripsi kriteria Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara” Kriteria: Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.
  • 66.
    Contoh Kriteria KetercapaianTujuan Pembelajaran 2. Menggunakan rubrik Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
  • 67.
    Contoh Kriteria KetercapaianTujuan Pembelajaran 3. Menggunakan interval Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”
  • 68.
    Pendidik telah melaksanakanasesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS Fase C: Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar rubrik penilaiannya dapat dibuat sebagai berikut: Pengolahan Hasil Asesmen Mengolah Hasil Asesmen dalam Satu Tujuan Pembelajaran 1 Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran setiap peserta didik. Pendidik dapat menggunakan data kualitatif sebagai hasil asesmen tujuan pembelajaran peserta didik. Namun, dapat juga menggunakan data kuantitatif dan mendeskripsikannya secara kualitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional. Bukti Tujuan Pembelajaran Perlu Bimbingan (0-60) Cukup (61-70) Baik (71-80) Sangat Baik (81-100) 1. Mampu menguraikan manfaat sumber energi Belum mampu menguraikan manfaat sumber energi Menguraikan 1 contoh manfaat sumber energi Menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi Menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber energi 2. Mampu melakukan pengamatan sesuai prosedur Memerlukan bimbingan dalam melakukan prosedur pengamatan Melakukan prosedur pengamatan secara mandiri, namun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan Melakukan prosedur pengamatan secara mandiri dengan tepat Mampu mengarahkan teman yang lain dalam melakukan prosedur pengamatan Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas CUKUP, peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi.
  • 69.
    Nama Kualitas Bukti (Indikator 1) Kualitas Bukti (Indikator 2) Deskripsi Nilai (rerata) AmarBaik (75) Cukup (69) Mampu menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi dan dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri meskipun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan 72 Badu Perlu Bimbingan (55) Cukup (63) Belum mampu menguraikan manfaat sumber energi tetapi dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri meskipun masih ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan 59* Candra Sangat Baik (95) Baik (80) Mampu menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber energi serta dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri dengan tepat 87,5 Berdasarkan hasil asesmen TES untuk indikator 1 dan UNJUK KERJA untuk indikator 2 yang telah dilaksanakan pendidik, untuk pengolahan hasil asesmen tujuan pembelajaran dapat disajikan seperti dalam tabel berikut ini Pengolahan Hasil Asesmen Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas CUKUP, peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi. * peserta didik belum memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • 70.
    Penting untuk Diperhatikan Untukmendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang belum dikuasai, dan dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada. Pengolahan Hasil Asesmen Mengolah Capaian Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir 2 Pendidik tidak mencampur penghitungan dari hasil asesmen formatif dan sumatif karena asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda. Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses sehingga asesmen formatif bukan menjadi penentu atau pembagi untuk nilai akhir Dalam mengolah dan menentukan hasil akhir asesmen sumatif, pendidik perlu membagi asesmennya ke dalam beberapa kegiatan asesmen sumatif agar peserta didik dapat menyelesaikan asesmen sumatifnya dalam kondisi yang optimal (tidak terburu-buru atau tidak terlalu padat). Untuk situasi ini, nilai akhir merupakan gabungan dari beberapa kegiatan asesmen tersebut Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian) Cara 1 Contoh Pengolahan Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir dapat dilakukan melalui 2 cara berdasarkan bentuk datanya: Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor) Cara 2
  • 71.
    Pengolahan Hasil Asesmen Bilapengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian) Cara 1 Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan pembelajaran untuk mapel IPA, 7 tujuan pembelajaran untuk B.Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mapel Agama (contoh hanya 3 mapel, namun cara ini dapat berlaku untuk semua mapel). Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mapel atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan. Perlu diketahui Ketuntasan ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan nilai sumatif per mata pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan pembelajaran tertentu saja. Hal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan kepada orang tua dan peserta didik tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh peserta didik. Pada contoh ini pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum mencapai ketuntasan dan 56- 100 sudah mencapai ketuntasan.
  • 72.
    Pengolahan Hasil Asesmen Bilapengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor) Cara 2 Perlu diketahui Asumsi: Penilaian tujuan pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan rubrik 4 kategori yaitu: ● Perlu bimbingan (1) peserta didik masih kesulitan dan sangat bergantung pada bimbingan ● Cukup (2) peserta didik masih kesulitan dalam mencapai sebagian tujuan pembelajaran ● Baik (3) peserta didik sudah menuntaskan sebagian besar indikator tujuan pembelajaran ● Sangat Baik (4) peserta didik mengikuti pembelajaran selanjutnya dan dilibatkan diberikan pengayaan Tanda centang iberikan sesuai dengan rubrik ketercapaian yang ada pada masing-masing tujuan pembelajaran deskriptor tertera pada rubrik penilaian yang telah disusun.
  • 73.
    Pengolahan Hasil Asesmenuntuk Nilai Rapor Contoh Data Kuantitatif
  • 74.
    Pengolahan Hasil Asesmenuntuk Nilai Rapor Contoh Data Kualitatif
  • 75.
    Penyusunan Deskripsi berdasarkanCapaian Pembelajaran Terdapat 3 opsi dalam menyusun deskripsi capaian kompetensi pada rapor, ketiga opsi tersebut sebagai berikut: Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah Opsi 1 : Deskripsi Berdasarkan CP 1
  • 76.
    Penyusunan Deskripsi berdasarkanCapaian Pembelajaran Opsi 2 : Deskripsi Berdasarkan ATP 2 Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah
  • 77.
    Penyusunan Deskripsi berdasarkanCapaian Pembelajaran Opsi 3 : Deskripsi mengambil dari poin-poin penting dari materi yang sudah diberikan 2 Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidentifikasi capaian kompetensi tertinggi dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian kompetensi terendah ditandai dengan warna merah
  • 78.
  • 79.
    Pelaporan hasil penilaian(asesmen) dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan belajar. Laporan hasil belajar merupakan dokumen yang disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian. Bentuk-bentuk laporan hasil belajar diantaranya:` Pengolahan Hasil Asesmen Rapor 1 Portofolio 2 Diskusi/Konferensi 3 Pameran Karya 4
  • 80.
    Sebagaimana diuraikan padaprinsip asesme, laporan hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan informatif. Dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan dan orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran. Bentuk Laporan Hasil Belajar Rapor 1 1. Identitas peserta didik 2. Nama satuan pendidikan 3. Kelas 4. Semester 5. Mata pelajaran 6. Nilai 7. Deskripsi 8. Catatan guru 9. Presensi 10. Kegiatan ekstrakurikuler. Komponen pada Rapor DIKDASMEN Catatan: Format dapat disesuaikan berdasarkan struktur kurikulum masing-masing jenjang. Deskripsi capaian kompetensi peserta didik berisi informasi tentang kompetensi yang sudah dicapai dan kompetensi yang perlu ditingkatkan. Deskripsi menggunakan kalimat positif dan memotivasi.
  • 81.
    Tujuan dari portofolioadalah kumpulan dokumen dari hasil karya peserta didik. Isi portofolio adalah hasil karya peserta didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi dengan pendidik. Portfolio bisa berupa foto, video, infografis, poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal - jawaban. Bentuk Laporan Hasil Belajar Portofolio 2
  • 82.
    Tujuan diskusi adalahberbagi informasi antara pendidik, peserta didik dan orang tua. Sekolah perlu menentukan fungsi dari suatu diskusi untuk dapat mengembangkan struktur, dan kegiatannya melibatkan menentukan target belajar. Diskusi atau konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal. Bentuk Laporan Hasil Belajar Diskusi/Konferensi 3
  • 83.
    Tujuan dari pamerankarya adalah sebagai perayaan proses belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif. Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk dari sebuah proyek belajar. Pameran karya bisa mengundang orang tua peserta didik, komunitas sekolah maupun mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang lebih luas selain pendidik kelas Bentuk Laporan Hasil Belajar Pameran Karya 4
  • 84.
    Pembelajaran dilaksanakan menggunakanprinsip mastery learning yang sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran sesuai tahap capaian (teaching at the right level). Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran yang sama dalam setiap pertemuan, namun bagi peserta didik yang tidak dapat mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran perlu ditindaklanjuti dengan memberikan perlakukan khusus agar dapat mencapainya. Dengan kata lain, tindakan untuk peserta didik yang berisiko tidak seharusnya menunggu hingga tahun ajaran, tetapi perlu segera diberikan. Mekanisme Kenaikan Kelas Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau sederajat, kenaikan kelas mempertimbangkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran Dalam Kurikulum Merdeka penggunaan fase dalam Capaian Pembelajaran adalah salah satu alasan mengapa peserta didik dapat terus naik kelas bersama teman-teman sebayanya meskipun ia dinilai belum sepenuhnya mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran di fase sebelumnya atau tujuan pembelajaran yang ditargetkan untuk dicapai pada kelas tersebut. Apabila terdapat tujuan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu yang tidak tercapai sampai saatnya kenaikan kelas, maka pada rapor peserta didik tersebut dituangkan nilai aktual yang dicapai dan dideskripsikan bahwa peserta didik tersebut masih memiliki tujuan pembelajaran yang perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya Perlu diperhatika n Dalam proses penentuan peserta didik tidak naik kelas, perlu dilakukan musyawarah dan pertimbangan yang matang sehingga opsi tidak naik kelas menjadi pilihan paling akhir apabila seluruh pertimbangan dan perlakuan telah dilaksanakan. a. Laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran b. Laporan pencapaian projek penguatan profil pelajar Pancasila c. Portofolio d. Paspor keterampilan (skill passport) dan rekognisi pembelajaran lampau pada peserta didik jenjang SMK e. Prestasi akademik dan non-akademik f. Ekstrakurikuler g. Penghargaan peserta didik h. Tingkat kehadiran
  • 85.
    Isu-isu terkait KenaikanKelas Contoh Isu Pertimbangan yang Diambil Sekolah Peserta didik mempunyai tujuan pembelajaran yang belum tuntas (ada tujuan-tujuan pembelajaran yang hasilnya belum memenuhi pencapaian minimum). Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya dengan pendampingan tambahan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran yang belum tercapai/tuntas. Peserta didik mempunyai masalah presensi/ketidakhadiran yang banyak (Banyaknya jumlah ketidakhadiran disepakati oleh satuan pendidikan) Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan ketidakhadiran. Jika peserta didik tidak hadir karena kondisi keluarga (siswa yang membantu orang tua bekerja karena alasan ekonomi) atau masalah kesehatan peserta didik, maka dapat dipertimbangkan naik dengan catatan khusus. Jika alasan ketidakhadiran karena “malas”, meskipun kecil kemungkinan untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat dipertimbangkan naik dengan catatan di rapor bagian sikap yang perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya. Misalnya, permasalahan ketidakhadiran harus diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun dengan cara konseling atau behavior treatment lain. Khusus permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat mendeteksi permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan jumlah ketidakhadiran dari peserta didik di akhir semester.
  • 86.
    a. kelas Vdan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat; dan b. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama atau bentuk lain yang sederajat dan sekolah menengah atas atau bentuk lain yang sederajat. Mekanisme Kelulusan Penentuan kelulusan dari satuan pendidikan dilakukan dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain pada Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan/program pendidikan setelah: Menyelesaikan Seluruh Program Pembelajaran 1 mengikuti penilaian sumatif yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. 2
  • 87.
  • 94.
    Asesmen diagnostik dilakukandi awal pembelajaran/diawal sub materi. Bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik. Hasilnya digunakan pendidik sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Asesmen Diagnostik
  • 95.
    Contoh tahapan AsesmenDiagnostik Menganalisis laporan hasil belajar (Rapor) peserta didik tahun sebelumnya Mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan Menyusun Instrumen asesmen peserta didik. Instrumen asesmen yang dapat digunakan antara lain: • Tes tertulis/lisan dan/atau • Keterampilan (produk, praktik) • Observasi Bila diperluka menggali informasi peserta didik dalam aspe: latar belakang keluarganya, motivasi, minat, sarana dan prasarana belajar, serta aspek lain sesuai kebutuhan peserta didik/sekolah Pelaksanaan Asesmen dan pengolahan nilai Hasil diagnosis menjadi data/informasi untuk merencanakan pembelajaran sesuai tahap capaian dan karakteristik peserta didik. 1 2 3 6 5 4
  • 101.
  • 120.

Editor's Notes

  • #47 Belum dilayout
  • #48 Belum dilayout
  • #49 Belum dilayout
  • #58 Simulasikan 60 menit
  • #62 Kegiatan ini berdurasi 1 JP (60 menit)
  • #78 Kegiatan ini berdurasi 1 JP (60 menit)