11/19/2024 1
PROGRAM PPI &
KEWASPADAAN
ISOLASI
Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan
Kemkes, 2020
PPI di FKTP_Kemkes 2020
BAB I PENDAHULUAN
BAB II:
KONSEP DASAR PENYAKIT INFEKSI, DAMPAK
INFEKSI, PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI (PPI)
BAB III : RUANG LINGKUP PROGRAM
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI DI FKTP
BAB IV:
PENERAPAN PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN INFEKSI DI FKTP
BAB V : PPI PADA PENYAKIT INFEKSI
EMERGING DAN PENANGGULANGAN
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
BAB VI : MANAJEMEN DAN
SUMBER DAYA PPI DI FKTP
BAB VII PENUTUPAN
1. KEWASPADAAN ISOLASI
2. PENCEGAHAN PPI DENGAN
BUNDLES HAIs
3. PENDIDIKAN & PELATIHAN PPI
4. PENGGUNAAN AB YANG BIJAK
5. SURVEILANS HAIs
MONITORING DAN EVALUASI :
• MEMASTIKAN MASALAH
(AUDIT)
• UPAYA PENYELESAIAN
MASALAH (ICRA)
PROGRAM PPI
DI FKTP
PROGRAM PPI DALAM MEMUTUS MATA RANTAI INFEKSI
1 Kateter Urin menetap (ISK)
2 Pemasangan Infus ( Plebitis)
3 Tindakan Pelayanan Gigi (Abses Gigi)
4 Pemberian Imunisasi (KIPI)
5 Tindakan Operasi Minor (IDO)
Pemaaian Alat/Tindakan
HUBUNGAN TIMBAL BALIK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
DENGAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI
MUTU
KESELAMATAN
PASIEN
4
5
PJ/KETUA
MUTU
PUSKESMAS
KOORDINATOR
MANJ. RISIKO
KOORDINATOR
KESELAMATAN
PASIEN
KOORDINATOR
PPI
KOORDINATOR
K3
KOORDINATOR
MUTU
ADMEN, UKM,
UKP
Jika sumber daya manusia memenuhi maka masing-masing koordinator dikoordinir oleh orang yang berbeda
PENGORGANISASIAN MUTU DI PUSKESMAS
TIM MUTU
KEPALA
FASKES
AUDIT
FRAMEWORK PENERAPAN PPI DI FKTP
HAIs
INFEKSI YG BERSUMBER
DARI MASYARAKAT
INDIKATOR KINERJA PPI
Insiden rate (Kamus Indikator)
DITUANGKAN
DALAM RENCANA
KERJA TAHUNAN
PPI FKTP
PI
P2
P3
RESISTENSI ANTIMIKROBA
DETEKSI DINI DAN CEGAH KLB
SURVEILANS
UNTUK
MENCEGAH,
DAN
MENGENDALIKAN
KEJADIAN
INFEKSI
PENERAPAN PPI SESUAI
STANDAR DI FKTP :
• DALAM GEDUNG
• LUAR GEDUNG
a
b
c
PENERAPAN PPI DI FKTP
DITUANGKAN DALAM
RENCANA KERJA
TAHUNAN FKTP (P1),
DILAKSANAKAN (P2),
MONITORING DAN
PENILAIAN (P3).
MONITORING DAN EVALUASI KEBERHASILAN PROGRAM PPI
SETIAP FKTP:
• Membuat regulasinya : SK tim, struktur
organisasi, dll
• Kebijakan PPI: menambahkan PPI
pada Pedoman Internal dan Renstra
FKTP.
• Membuat Pedoman/Panduan PPI
• Membuat/melengkapi SOP setiap
pelayanan nya sesuai dengan Juknis
PPI
ICRA
KONSEP INFEKSI
T
E
O
R
I
B
L
U
M
Indikator Kinerja PPI di FKTP
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Plebitis
Infeksi Daerah Operasi (IDO)
Abses Gigi
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
1
2
3
4
5
PROGRAM PPI DALAM MEMUTUS MATA RANTAI INFEKSI
1 Kateter Urin menetap (ISK)
2 Pemasangan Infus ( Plebitis)
3 Tindakan Pelayanan Gigi (Abses Gigi)
4 Pemberian Imunisasi (KIPI)
5 Tindakan Operasi Minor (IDO)
Pemaaian Alat/Tindakan
11
 Kewaspadaan Isolasi merupakan
bagian dari program PPI
 Bertujuan untuk memutus mata rantai
infeksi
Pasien Pasien
Petugas/Pengunjung Lingkungan
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020
KEWASPADAAN
ISOLASI
Upaya untuk mencegah dan
mengendalikan penyebaran infeksi di
FKTP
Get a modern PowerPoint Presentation that
is beautifully designed. I hope and I believe
that this Template will your Time, Money and
Reputation. Easy to change colors, photos
and Text. Get a modern PowerPoint
Presentation that is beautifully designed.
Your Content Here
KEWASPADAAN
STANDAR
KEWASPADAAN
TRANSMISI
Dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di
semua fasilitas pelayanan kesehatan baik yang
didiagnosis, diduga terinfeksi atau kolonisasi,
terutama saat memberikan pelayanan kepada
pasien atau di masyarakat
Merupakan dasar PPI, akan mencegah risiko
kontaminasi melalui cairan tubuh, darah, sekret,
ekskresi, kulit yang tidak utuh.
yaitu tindakan pencegahan atau
pengendalian infeksi yang dilakukan baik
yang belum atau yang sudah terdiagnosa
penyakit infeksinya.
Kewaspadaan ini diterapkan untuk
mencegah dan memutus rantai penularan
penyakit lewat kontak, droplet, dan udara.
Transmisi penyakit infeksi dapat terjadi
melalui satu cara atau lebih.
11/19/2024 13
KAPAN DILAKUKAN ?
 Kewaspadaan Standar dilakukan setiap saat bila
1. Bersentuhan dengan darah
2. Semua cairan tubuh, kecuali keringat
3. Kulit tidak utuh
4. Lapisan mukosa
!! Tanpa melihat apakah pasien infeksius atau tidak ….
 Kewaspadaan Berdasar Transmisi
ditambahkan bila ada indikasi penularan
melalui udara, droplet, atau kontak
PPI di FKTP_Kemkes 2020
14
KEWASPADAAN ISOLASI (1)
Kebersihan tangan
Praktek lumbal
fungsi
Pengendalian
Limbah RS
Manajemen Linen
Penempatan pasien
Alat Pelindung Diri
Penyuntikan yang
aman
Kebersihan
pernafasan/etika batuk
Pengendalian
Lingkungan
Pengelolaan alkes
KEWASPADAAN STANDAR KEWASPADAAN TRANSMISI
KONTAK AIRBORNE
DROPLET
VEKTOR
(Lalat, naymuk, tikus dll)
MRSA, Diarrhea,
E.Colli
Influenza,
Pertussis,
Mumps, Rubella
Chiken Fox, TBC,
SARS
HH, sarung tangan,
gaun
Masker Bedah
pelindung wajah
Masker
Respiratorik (N95)
Pengendalian
lingkungan ,
limbah RS
Kesehatan petugas
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020
1. KEBERSIHAN
TANGAN
LIMA MOMEN KEBERSIHAN TANGAN
Kebersihan tangan yang baik dan benar
merupakan hal yang penting dan pilar dalam
mencegah dan mengendalikan infeksi pada
pelayanan kesehatan
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 16
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 17
KEBERSIHAN
TANGAN
Tidak
Tampak
kotor:
Hand rub
Jika Tampak kotor:
Hand wash (cuci
tangan dengan
sabun)
2. ALAT
PELINDUNG
DIRI (APD)
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 19
Alat Pelindung Diri (APD)
Alat pelindung diri (APD) adalah perangkat
alat yang dirancang sebagai penghalang
terhadap penetrasi zat, partikel padat, cair,
atau udara untuk melindungi pemakainya
dari cedera atau penyebaran infeksi atau
penyakit
Melindungi pasien dari Mikroorganisme
yang ada pada petugas kesehatan dan
sebaliknya
Penggunaan APD sesuai dengan indikasi
dan jenis paparan
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 20
JENIS APD
Pelindung kepala (Topi) Kacamata dan pelindung wajah MASKER
GAUN SARUNG TANGAN SEPATU
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 21
Pemilihan APD Sesuai Jenis Pajanan
Jenis pajanan Contoh Pilihan alat
pelindung
Resiko rendah
1. Kontak dengan kulit
2. Tidak terpajan darah
langsung
 Injeksi
 Perawatan luka ringan
 Sarung tangan tdk
esensial
Resiko sedang
1. Kemungkinan terpajan
darah namun tidak ada
cipratan
 Pemeriksaan pelvis
 Insersi IUD
 Melepas IUD
 Pemasangan kateter intra
vena
 Penanganan spesimen
laboratorium
 Perawatan luka berat
 Ceceran darah
 Sarung tangan
 Mungkin perlu
apron atau gaun
pelindung
Jenis pajanan Contoh Pilihan alat
pelindung
Resiko tinggi
1. Kemungkinan
terpajan darah
dan
kemungkinan
terciprat
2. Perdarahan
massif
 Tindakan bedah mayor
 Bedah mulut
 Persalinan pervagina
 Sarung tangan
ganda
 Apron
 Baju Pelindung
 Kaca mata
pelindung
 Masker
 Sepatu bot
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 22
CARA MENGGUNAKAN DAN MELEPASKAN APD
3. PENGENDALIAN
LINGKUNGAN
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 24
PENGENDALIAN LINGKUNGAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
Pengendalian lingkungan adalah upaya perbaikan kualitas udara, kualitas air dan permukaan
lingkungan, serta desain dan konstruksi bangunan dilakukan untuk mencegah transmisi
mikroorganisme kepada pasien, petugas dan pengunjung.
Pertahankan kondisi lingkungan sehat
 Udara bersih
 Penyediaan air bersih
 Permukaan lingkungan bersih
 Penataan peralatan sedemikian rupa sehingga tampak
rapi dan mudah dibersihkan
 Binatang (kucing, anjing, tikus) tidak ada disekitar
ruangan, termasuk lalat, nyamuk dan kecoak
AIR
a. Sistim Air Bersih
b. Persyaratan Kesehatan Air
c. Sistem Pengelolaan Limbah Cair Baik Medis Dan Non Medis
VENTILASI RUANGAN
a. Mempunyai Ventilasi Udara Yang Baik Meliputi Ventilasi Alami Dan/
Atau Ventilasi Mekanik/Buatan
b. Pintu Dan Jendela Yang Bukaan Permanen
c. Pertukaran Udara 6-12 Kali Pertukaran Udara Perjam
d. Penghawaan Udara Ruangan Baik (Tidak Panas, Pengab Dan Bau
e. Pemilihan Sisitim Ventilasi Alami
KONSTRUKSI BANGUNAN
a. Design Bangunan
b. Persyaratan Kehandalan Bangunan
c. Sistem Pencahayaan
d. Penataan Barang Dan Lingkungannya
e. Pembersihan Lingkungan
f. Pemisahan Toilet Wanita Dan Laki Laki
01
03
02
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
Prinsip pembersihan lingkungan
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 26
PEMBERSIHAN TUMPAHAN DAN PERCIKAN
Spill Kit B3
Topi, sarung tangan, kacamata, masker, serok dan
sapu kecil, cairan detergen, cairan klorin 0,5 % dan
kain perca/tisu/koran bekas), plastik warna kuning.
Topi, sarung tangan, kacamata, masker, gaun, serok dan
sapu kecil, detergen, larutan
tertentu berdasarkan bahan kimianya, dan kain
perca/tisu/koran bekas), plastik warna coklat
Spiil Kit Infekisus
Prosedur pembersihan tumpahan cairan Infeksius:
1. Petugas menggunakan APD.
2. Beri tanda untuk menunjukan area adanya tumpahan.
3. Serap cairan yang tumpah dengan kain
perca/handuk/tisu/koran bekas penyerap bersih yang
dapat menyerap sampai bersih kemudian buang ke
kantong warna kuning (kantong infeksius).
4. Tuangkan cairan detergen kemudian serap dengan kain
perca/handuk/tisu/koran bekas masukan ke kantong
warna kuning.
5. Lanjutkan dengan cairan klorin 0.5 % kemudian serap dan
buang ke kantong warna kuning (kantong infeksius).
Prosedur pembersihan tumpahan cairan B3:
1. Petugas menggunakan APD.
2. Beri tanda untuk menunjukan area adanya tumpahan.
3. Tumpahan bahan kimia: tuangkan air bersih pada tumpahan, lalu
keringkan dengan kertas/koran/kain perca kemudian masukan ke
kantong warna coklat, tuangkan detergen dan serap/keringkan
dengan kertas/koran/kain perca buang ke kantong warna coklat.
Berikan label B3 pada plastik warna coklat tumpahan kimia.
4. Tumpahan reagen: lokalisir area tumpahan dengan menaburkan
Natrium Bicarbonat (Bicnat) sekitar area tumpahan, kumpulkan
bekas resapan kedalam plastik hitam/coklat, kemudian bersihkan
lantai dengan detergen kemudian serap dan buang ke kantong
warna hitam/coklat.
5. Buang plastik sampah infeksius ke tempat penampungan sampah
infeksius dan kumpulkan limbah tumpahan B3 dalam ruang
penyimpanan limbah B3.
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 27
DEKONTAMINASI AMBULANCE
• Ambulance dibersihkan dan didesinfeksi seluruh permukaannya secara berkala dan setiap
setelah digunakan.
• Saat proses pembersihan biarkan pintu belakang kendaraan terbuka untuk memudahkan
pembuangan partikel infeksius
• Petugas yang membersihkan harus menggunakan APD (Masker bedah, Gaun, Sarung
tangan, Pelindung mata (jika berisiko terkena percikan dari bahan organik atau bahan kimia),
Sepatu boots atau sepatu tertutup
• Bersihkan area yang sering disentuh pasien
• Pembersihan menggunakan desinfektan yang mengandung 0,5% natrium hipoklorit (yaitu
setara dengan 5000 ppm) dengan perbandingan 1 bagian disinfektan untuk 9 bagian air.
• Bersihkan dan disinfeksi semua peralatan yang digunakan ulang (reusable) sebelum
digunakan untuk pasien lain
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 28
DEKONTAMINASI AMBULANCE
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 29
4. PENGELOLAAN
LIMBAH
LIMBAH BERDASARKAN BENTUK
a. Limbah Cair
b. Limbah Padat
c. Limbah Gas
BERDASARKAN JENIS
d. Limbah Infeksius
e. Limbah Non Infeksius
f. Limbah Bahan berbahaya dan beracun
(B3)
BERDASARKAN SUMBER
g. Limbah Medis
h. Limbah Industri
i. Limbah Domestik
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 31
INFEKSIUS
Limbah infeksius
adalah semua limbah
yang terkontaminasi
cairan tubuh pasien
NON INFEKSIUS
(semua limbah
yang tdk
gerkontaminasi
darah, cairan
tubuh)
Contohkertas,
kotak, botol,
wadah plastik, sisa
makanan, sisa
pembungkus obat,
sampah kebun, dll
Limbah Padat
Farmasi
LIMBAH DI FKTP
Limbah Padat :
incenerator
Daur ulang/ TPA
LIMBAH BENDA
TAJAM adalah
semua limbah
yang dapat
melukai kulit yang
masuk ke pem
darah (jarum
suntik,jarum
hecting, skalpel,
ampul, bisturi,
semua benda yang
mempunyai
permukaan tajam)
Incenerator
Dikelola seperti
Limbah Infeksius
Incenerator atau
dikembalikan ke
Gudang Farmasi
Kabupaten/kota
MANAJEMEN LIMBAH DI FKTP
Limbah Cair :
IPAL
Limbah B3
Dikelola
menggunakan
Spill Kit B3
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 32
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 33
 Dimasukkan dalam wadah dengan kantong plastik
berwarna kuning
 Wadah garus kuat, tahan air dan mudah
dibersihkan
 Penempatan wadah dekat dengan area tindakan
 Jika wadah sudah berisi ¾ segera diangkat, diikat
kuat dan tidak boleh dibuka lagi
 Pembuangan akhir limbah infeksius, dapat
dimusnahkan dengan insenerator atau
bekerjasama dengan pihak ketiga.
 Jika bekerja sama dengan pihak ketiga maka
pastikan mereka memiliki perijinan, fasilitas
pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan dan
perundang undangan
PENATALAKSANAAN LIMBAH INFEKSIUS
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 34
 Dimasukkan dalam wadah dengan kantong plastik
berwarna Hitam
 Wadah harus yang kuat, tahan air dan mudah
dibersihkan
 Tempatkan wadah dekat dengan area tindakan
 Jika wadah sudah berisi ¾ segera diangkat, diikat kuat
dan dibawa ke TPS
 Limbah non infekisus seperti botol-botol obat dapat
dilakukan recycle dengan melakukan pembersihan
terlebih dahulu untuk dipergunakan kembali
 Pembuangan akhir limbah non infeksius dibuang di
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah ditentukan
oleh pihak pemerintah daerah setempat.
PENATALAKSANAAN LIMBAH NON INFEKSIUS
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 35
 Membuangan safety box dilakukan setelah kotak terisi 2/3
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
• Limbah cair yang berasal dari seluruh sumber
bangunan atau kegiatan fasilitas pelayanan
kesehatan harus diolah melalui unit pengolah
limbah cair (IPAL).
• Limbah cair seperti feces, urin, darah dibuang pada
pembuangan atau pojok limbah (spoelhoek).
• Pastikan terdapat tempat penampungan limbah
sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, yang
terpisah atau terletak diluar area pelayanan
dengan ruangan tertutup. Penyimpanan limbah
tidak menempel di lantai (diberi jarak
menggunakan papan penyanggah atau palet) dan
dilakukan pembersihan secara rutin serta dikelola
sesuai peraturan perundang undangan
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 36
5. PENGELOLAAN
ALAT/ INSTRUMEN
Pengelolaan Alat Kesehatan
Tujuan
Menyiapkan peralatan perawatan dan kedokteran dalam keadaan siap
pakai, mencegah peralatan cepat rusak, mencegah terjadinya infeksi
silang, menjamin kebersihan alat untuk dapat dipergunakan kembali,
menetapkan produk akhir dinyatakan sudah steril dan aman
digunakan pasien dan mencegah resiko penularan infeksi
Indikasi
Semua Peralatan bekas pakai perawatan yang terkontaminasi darah
atau cairan tubuh dilakukan pre cleaning, desinfeksi, dan sterilisasi
sesuai SOP
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 38
PEMROSESAN ALAT KESEHATAN
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 39
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 40
PRE-CLEANING (Pembersihan Awal)
Mengunakan detergen atau enzymatic
Pembersihan
(Pembilasan, tiriskan, keringkan)
STERILISASI
Peralatan kritis : Masuk dalam
pembuluh darah / jaringan tubuh
Instrumen bedah alat kedokteran
gigi
DISINFEKSI TINGKAT TINGGI
Peralatan semi kritikal : Masuk dalam
mucosa tubuh
Endotracheal tube, NGT, alat
ondoskopi serat optik, alat
laringoskopi, spekulum vagina, alat
pernafasan buatan,
DISINFEKSI TINGKAT RENDAH
Peralatan non kritikal : Hanya pada
permukaan tubuh
yang utuh
Tensi meter, termometer, elektroda ECG
PENGEMASAN ALAT KESEHATAN
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 41
Peralatan untuk Sterilisasi
sterilisator DTT
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 42
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 43
Denah Ruangan Khusus Pengelolaan Alat Medis
Tersedia ruangan khusus pengelolaan alat medis setelah
digunakan dengan tenaga kesehatan yang ditunjuk dan
terlatih dalam pengelolaan dekontaminasi peralatan.
Disain konsep ruangan terdiri dari :
1. Unclean area/ruang kotor : daerah untuk
menerima barang kotor ruang tersendiri, lantai

mudah dibersihkan, tersedia bak untuk desinfeksi.
Tekanan udara negatif.
2. Clean area/ruang bersih : untuk mempersiapkan
barang yang akan disetting, packing dan
disterilkan.. Tekanan udara seimbang
3. Sterille Area/ruang steril : Untuk menyimpan alat
atau barang yang sudah steril. Ruang bertekanan
positif
Jika tidak memungkinkan dengan 3 (tiga ) ruangan
terpisah tersedia maka minimal di satu ruangan dengan
masing masing jarak zona minimal 2 meter.
6. PENGELOLAAN
LINEN
PRINSIP PENGELOLAAN LINEN
• Petugas yang mengelola linen harus mengerti
prinsip prinsip PPI
• Perlakukan linen sesuai dengan kategori (infeksius
dan non infeksius)
• Linen ruang isolasi dianggap linen infeksius
• Pencucian linen bersih, steril dan kotor dilakukan
terpisah melalui pintu masuk yang berbeda atau
satu arah, jika memungkinkan menggunakan
mesin cuci yang berbeda atau waktu pencucian
yang berbeda.
• Area pencucian linen kotor dan penempatan linen
bersih berada pada tempat dengan pintu yang
berbeda atau satu arah
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 45
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 46
PROSEDUR PENGELOLAAN LINEN
• Pastikan petugas menggunakan APD
• Jangan meletakkan linen kotor dilantai
• Bedakan troly linen kotor dan linen bersih
• Pencucian linen kotor dilakukan berbeda dengan linen
infeksius menggunakan mesin cuci yang berbeda
• Metode pencucian: pra cuci (rendam 3-5 menit) dan
dibuang air perendaman, setelah itu dicuci dengan alkalin
waktu 2 menit jika dengan ditergen 8 menit, setelah itu
bleaching (pakai klorin) waktu 10 menit, setelah itu dibuang
dan bilas pertama waktu 3-5 menit buang airnya, terus bilas
ke 2 waktu 3-5 menit terakhir diberi pelembut dan
dikeringkan
• Lipat linen yang sudah bersih dimeja yang khusus
• Simpan linen yang bersih dilemari yang kering
• Pengangkutan linen bersih dan kotor tidak boleh
bersamaan
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 47
Alur Pengelolaan Linen
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 48
DENAH RUANG LINEN
Pintu masuk
linen kotor Pintu
keluar
linen bersih
Ruang kotor
/cuci linen
Ruang bersih
Ruang
penyimpanan
linen
7. PENYUNTIKAN
YANG AMAN
PENYUNTIKAN YANG AMAN
 Pertahankan teknik aseptik dan antiseptik pada
pemberian suntikan
 Tidak memakai ulang jarum suntik
 Semua alat suntik yang dipergunakan harus satu
kali pakai untuk satu pasien dan satu prosedur
 Gunakan cairan pelarut/flushing hanya untuk
satu kali (NaCl, WFI, dll)
 Upayakan tidak memakai obat- obat/cairan
multidose
 Segera buang jarum suntik habis pakai
 Tidak melakukan recapping jarum suntik habis
pakai
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 50
PENYUNTIKAN YANG AMAN
 Tidak memberikan obat-obat single dose
kepada lebih dari satu pasien atau
mencampur obat-obat sisa dari vial/ampul
untuk pemberian berikutnya.
 Bila harus menggunakan obat-obat multi
dose, semua alat yang akan dipergunakan
harus steril
 Simpan obat-obat multi dose sesuai dengan
rekomendasi dari pabrik yang membuat
 Tidak menggunakan cairan pelarut untuk
lebih dari 1 pasien (kategori IB)
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 51
11/19/2024 52
PENYUNTIKAN YANG AMAN
PPI di FKTP_Kemkes 2020
8. KEBERSIHAN
PERNAFASAN /
ETIKA BATUK
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 54
Menutup mulut dan hidung
saat batuk /bersin
Pakai tisu, saputangan,
masker kain/medis bila
tersedia, buang ke tempat
sampah
Lakukan cuci tangan
Diterapkan kepada semua individu, dgn
gejala gangguan saluran napas harus:
Masker medis < 4 -6 jam atau
kotor/basah : ganti
Etika batuk dan kebersihan pernafasan
9. PENEMPATAN
PASIEN
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 56
PRINSIP PENEMPATAN PASIEN
• Kamar terpisah bila dikhawatirkan terjadinya kontaminasi luas
terhadap lingkungan misalnya pada luka lebar dengan cairan
keluar, diare, perdarahan tidak terkontrol.
• Kamar terpisah dengan pintu tertutup diwaspadai transmisi
melalui udara ke kontak, misalnya : luka dengan infeksi kuman
gram positif, covid, dll
• Kamar terpisah atau kohorting dengan ventilasi dibuang keluar
dengan exhaust ke area tidak ada orang lalu lalang, misalnya: TB
• Kamar terpisah dengan udara terkunci bila diwaspadai transmisi
airborneluas, misalnya pada pasien dengan varicella.
• Kamar terpisah bila pasien kurang mampu menjaga kebersihan
(anak, gangguan mental).
• Bila kamar terpisah tidak memungkinkan dapat dilakukan
dengan sistem cohorting (pengelompokan pasien dengan jenis
penyakit yang sama). Bila pasien terinfeksi dicampur dengan non
infeksi maka pasien, petugas dan pengunjung menjaga
kewaspadaan dan transmisi infeksi.
10. PERLINDUNGAN
KESEHATAN
KARYAWAN
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 58
Perlindungan Kesehatan Petugas
 MCU teratur terutama petugas yg menangani kasus
dengan penularan melalui airborne
 Vaksinasi Hepatitis B
 Penanganan paska pajanan yang memadai (ada
alur pajanan, sebelum 4 jam sudah ditentukan
penata laksanaan) petugas yang dihubungi....?
Petugas Laporan ke.....?
 Penyediaan sarana kewaspadaan standar
 Senantiasa menjaga perilaku hidup sehat
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 59
KONTAK
DROPLET
UDARA
KEWASPADAAN TRANSMISI
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 60
11/19/2024 61
PPI di FKTP_Kemkes 2020
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 62
Transmisi Kontak
 Pasien dengan :
 MRSA
 VRE
 Pus berlebihan / diare / muntahan
 Penerapan Kewaspadaan dengan :
1. Isolasi pasien atau kohorting dengan infeksi sama
2. Gunakan sarung tangan bersih, tidak perlu steril SETIAP
kali masuk ruangan pasien dan ganti segera setelah
menyentuh bahan infeksius (pus, pembalut luka, pasien,
tempat tidur pasien)
3. Gunakan jubah/gaun, tidak perlu steril, bila ada
kemungkinan terkontaminasi lingkungan pasien yang
tercemar (diare, kolostomi, drainase luka)
4. !! TINGGALKAN jubah/sarung tangan sebelum
meninggalkan ruangan isolasi, bukan setelah ke luar
ruangan
5. jangan mengkontaminasi permukaan yang sering di
sentuh (seperti gagang pintu, tombo;, lampu dll)
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 63
Transmisi Droplet
2
• Pasien dengan :
 Hemophilus influenza invasif
 Neisseria meningitidis
 Pneumonia
 Pertussis
• Penerapan Kewaspadaan dengan :
1. Isolasi pasien atau lakukan kohorting (kumpulkan pasien
dengan infeksi sama) atau jauhkan jarak pasien > 1m
2. TIDAK diperlukan penanganan udara secara khusus
3. Pintu boleh terbuka
4. Gunakan masker, Pelindung mata (kacamata atau pelindung
wajah) dan Gaun ketika merawat pasien
5. Kenakan masker pada pasien bila dibawa ke luar ruangan
11/19/2024 64
TRANSMISI UDARA
1. Pasien dengan :
 TBC paru terbuka
 Campak (rubeola)
 Cacar air (varicella)
2. Penerapan Kewaspadaan dengan :
3. Ruangan isolasi bertekanan negatip, pertukaran udara setiap 5-
10 menit
4. Ventilasi menggunakan saringan udara hepa-filter
5. Dikeluarkan ke udara luar yang aman
6. Pintu selalu TERTUTUP
7. Pasien dikohort / infeksi yang sama dikumpulkan
8. Gunakan respirator N95
9. Kenakan masker surgikal pada pasien bila dibawa ke luar
ruangan
10. Petugas yang rentan (hamil, kurang sehat) tidak
dibenarkan mendekati pasien
PPI di FKTP_Kemkes 2020
11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 65
TERIMA
KASIH

PPT PROGRAM PPI DAN KEWASPADAAN ISOLASI.pptx

  • 1.
    11/19/2024 1 PROGRAM PPI& KEWASPADAAN ISOLASI Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kemkes, 2020 PPI di FKTP_Kemkes 2020
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN BABII: KONSEP DASAR PENYAKIT INFEKSI, DAMPAK INFEKSI, PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) BAB III : RUANG LINGKUP PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI FKTP BAB IV: PENERAPAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI FKTP BAB V : PPI PADA PENYAKIT INFEKSI EMERGING DAN PENANGGULANGAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) BAB VI : MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA PPI DI FKTP BAB VII PENUTUPAN 1. KEWASPADAAN ISOLASI 2. PENCEGAHAN PPI DENGAN BUNDLES HAIs 3. PENDIDIKAN & PELATIHAN PPI 4. PENGGUNAAN AB YANG BIJAK 5. SURVEILANS HAIs MONITORING DAN EVALUASI : • MEMASTIKAN MASALAH (AUDIT) • UPAYA PENYELESAIAN MASALAH (ICRA) PROGRAM PPI DI FKTP
  • 3.
    PROGRAM PPI DALAMMEMUTUS MATA RANTAI INFEKSI 1 Kateter Urin menetap (ISK) 2 Pemasangan Infus ( Plebitis) 3 Tindakan Pelayanan Gigi (Abses Gigi) 4 Pemberian Imunisasi (KIPI) 5 Tindakan Operasi Minor (IDO) Pemaaian Alat/Tindakan
  • 4.
    HUBUNGAN TIMBAL BALIKPENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DENGAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI MUTU KESELAMATAN PASIEN 4
  • 5.
    5 PJ/KETUA MUTU PUSKESMAS KOORDINATOR MANJ. RISIKO KOORDINATOR KESELAMATAN PASIEN KOORDINATOR PPI KOORDINATOR K3 KOORDINATOR MUTU ADMEN, UKM, UKP Jikasumber daya manusia memenuhi maka masing-masing koordinator dikoordinir oleh orang yang berbeda PENGORGANISASIAN MUTU DI PUSKESMAS TIM MUTU KEPALA FASKES
  • 6.
    AUDIT FRAMEWORK PENERAPAN PPIDI FKTP HAIs INFEKSI YG BERSUMBER DARI MASYARAKAT INDIKATOR KINERJA PPI Insiden rate (Kamus Indikator) DITUANGKAN DALAM RENCANA KERJA TAHUNAN PPI FKTP PI P2 P3 RESISTENSI ANTIMIKROBA DETEKSI DINI DAN CEGAH KLB SURVEILANS UNTUK MENCEGAH, DAN MENGENDALIKAN KEJADIAN INFEKSI PENERAPAN PPI SESUAI STANDAR DI FKTP : • DALAM GEDUNG • LUAR GEDUNG a b c PENERAPAN PPI DI FKTP DITUANGKAN DALAM RENCANA KERJA TAHUNAN FKTP (P1), DILAKSANAKAN (P2), MONITORING DAN PENILAIAN (P3). MONITORING DAN EVALUASI KEBERHASILAN PROGRAM PPI SETIAP FKTP: • Membuat regulasinya : SK tim, struktur organisasi, dll • Kebijakan PPI: menambahkan PPI pada Pedoman Internal dan Renstra FKTP. • Membuat Pedoman/Panduan PPI • Membuat/melengkapi SOP setiap pelayanan nya sesuai dengan Juknis PPI ICRA
  • 7.
  • 9.
    Indikator Kinerja PPIdi FKTP Infeksi Saluran Kemih (ISK) Plebitis Infeksi Daerah Operasi (IDO) Abses Gigi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) 1 2 3 4 5
  • 10.
    PROGRAM PPI DALAMMEMUTUS MATA RANTAI INFEKSI 1 Kateter Urin menetap (ISK) 2 Pemasangan Infus ( Plebitis) 3 Tindakan Pelayanan Gigi (Abses Gigi) 4 Pemberian Imunisasi (KIPI) 5 Tindakan Operasi Minor (IDO) Pemaaian Alat/Tindakan
  • 11.
    11  Kewaspadaan Isolasimerupakan bagian dari program PPI  Bertujuan untuk memutus mata rantai infeksi Pasien Pasien Petugas/Pengunjung Lingkungan 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020
  • 12.
    KEWASPADAAN ISOLASI Upaya untuk mencegahdan mengendalikan penyebaran infeksi di FKTP Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Easy to change colors, photos and Text. Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. Your Content Here KEWASPADAAN STANDAR KEWASPADAAN TRANSMISI Dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di semua fasilitas pelayanan kesehatan baik yang didiagnosis, diduga terinfeksi atau kolonisasi, terutama saat memberikan pelayanan kepada pasien atau di masyarakat Merupakan dasar PPI, akan mencegah risiko kontaminasi melalui cairan tubuh, darah, sekret, ekskresi, kulit yang tidak utuh. yaitu tindakan pencegahan atau pengendalian infeksi yang dilakukan baik yang belum atau yang sudah terdiagnosa penyakit infeksinya. Kewaspadaan ini diterapkan untuk mencegah dan memutus rantai penularan penyakit lewat kontak, droplet, dan udara. Transmisi penyakit infeksi dapat terjadi melalui satu cara atau lebih.
  • 13.
    11/19/2024 13 KAPAN DILAKUKAN?  Kewaspadaan Standar dilakukan setiap saat bila 1. Bersentuhan dengan darah 2. Semua cairan tubuh, kecuali keringat 3. Kulit tidak utuh 4. Lapisan mukosa !! Tanpa melihat apakah pasien infeksius atau tidak ….  Kewaspadaan Berdasar Transmisi ditambahkan bila ada indikasi penularan melalui udara, droplet, atau kontak PPI di FKTP_Kemkes 2020
  • 14.
    14 KEWASPADAAN ISOLASI (1) Kebersihantangan Praktek lumbal fungsi Pengendalian Limbah RS Manajemen Linen Penempatan pasien Alat Pelindung Diri Penyuntikan yang aman Kebersihan pernafasan/etika batuk Pengendalian Lingkungan Pengelolaan alkes KEWASPADAAN STANDAR KEWASPADAAN TRANSMISI KONTAK AIRBORNE DROPLET VEKTOR (Lalat, naymuk, tikus dll) MRSA, Diarrhea, E.Colli Influenza, Pertussis, Mumps, Rubella Chiken Fox, TBC, SARS HH, sarung tangan, gaun Masker Bedah pelindung wajah Masker Respiratorik (N95) Pengendalian lingkungan , limbah RS Kesehatan petugas 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020
  • 15.
  • 16.
    LIMA MOMEN KEBERSIHANTANGAN Kebersihan tangan yang baik dan benar merupakan hal yang penting dan pilar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi pada pelayanan kesehatan 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 16
  • 17.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 17 KEBERSIHAN TANGAN Tidak Tampak kotor: Hand rub Jika Tampak kotor: Hand wash (cuci tangan dengan sabun)
  • 18.
  • 19.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 19 Alat Pelindung Diri (APD) Alat pelindung diri (APD) adalah perangkat alat yang dirancang sebagai penghalang terhadap penetrasi zat, partikel padat, cair, atau udara untuk melindungi pemakainya dari cedera atau penyebaran infeksi atau penyakit Melindungi pasien dari Mikroorganisme yang ada pada petugas kesehatan dan sebaliknya Penggunaan APD sesuai dengan indikasi dan jenis paparan
  • 20.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 20 JENIS APD Pelindung kepala (Topi) Kacamata dan pelindung wajah MASKER GAUN SARUNG TANGAN SEPATU
  • 21.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 21 Pemilihan APD Sesuai Jenis Pajanan Jenis pajanan Contoh Pilihan alat pelindung Resiko rendah 1. Kontak dengan kulit 2. Tidak terpajan darah langsung  Injeksi  Perawatan luka ringan  Sarung tangan tdk esensial Resiko sedang 1. Kemungkinan terpajan darah namun tidak ada cipratan  Pemeriksaan pelvis  Insersi IUD  Melepas IUD  Pemasangan kateter intra vena  Penanganan spesimen laboratorium  Perawatan luka berat  Ceceran darah  Sarung tangan  Mungkin perlu apron atau gaun pelindung Jenis pajanan Contoh Pilihan alat pelindung Resiko tinggi 1. Kemungkinan terpajan darah dan kemungkinan terciprat 2. Perdarahan massif  Tindakan bedah mayor  Bedah mulut  Persalinan pervagina  Sarung tangan ganda  Apron  Baju Pelindung  Kaca mata pelindung  Masker  Sepatu bot
  • 22.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 22 CARA MENGGUNAKAN DAN MELEPASKAN APD
  • 23.
  • 24.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 24 PENGENDALIAN LINGKUNGAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Pengendalian lingkungan adalah upaya perbaikan kualitas udara, kualitas air dan permukaan lingkungan, serta desain dan konstruksi bangunan dilakukan untuk mencegah transmisi mikroorganisme kepada pasien, petugas dan pengunjung. Pertahankan kondisi lingkungan sehat  Udara bersih  Penyediaan air bersih  Permukaan lingkungan bersih  Penataan peralatan sedemikian rupa sehingga tampak rapi dan mudah dibersihkan  Binatang (kucing, anjing, tikus) tidak ada disekitar ruangan, termasuk lalat, nyamuk dan kecoak
  • 25.
    AIR a. Sistim AirBersih b. Persyaratan Kesehatan Air c. Sistem Pengelolaan Limbah Cair Baik Medis Dan Non Medis VENTILASI RUANGAN a. Mempunyai Ventilasi Udara Yang Baik Meliputi Ventilasi Alami Dan/ Atau Ventilasi Mekanik/Buatan b. Pintu Dan Jendela Yang Bukaan Permanen c. Pertukaran Udara 6-12 Kali Pertukaran Udara Perjam d. Penghawaan Udara Ruangan Baik (Tidak Panas, Pengab Dan Bau e. Pemilihan Sisitim Ventilasi Alami KONSTRUKSI BANGUNAN a. Design Bangunan b. Persyaratan Kehandalan Bangunan c. Sistem Pencahayaan d. Penataan Barang Dan Lingkungannya e. Pembersihan Lingkungan f. Pemisahan Toilet Wanita Dan Laki Laki 01 03 02 PENGENDALIAN LINGKUNGAN
  • 26.
  • 27.
    PEMBERSIHAN TUMPAHAN DANPERCIKAN Spill Kit B3 Topi, sarung tangan, kacamata, masker, serok dan sapu kecil, cairan detergen, cairan klorin 0,5 % dan kain perca/tisu/koran bekas), plastik warna kuning. Topi, sarung tangan, kacamata, masker, gaun, serok dan sapu kecil, detergen, larutan tertentu berdasarkan bahan kimianya, dan kain perca/tisu/koran bekas), plastik warna coklat Spiil Kit Infekisus Prosedur pembersihan tumpahan cairan Infeksius: 1. Petugas menggunakan APD. 2. Beri tanda untuk menunjukan area adanya tumpahan. 3. Serap cairan yang tumpah dengan kain perca/handuk/tisu/koran bekas penyerap bersih yang dapat menyerap sampai bersih kemudian buang ke kantong warna kuning (kantong infeksius). 4. Tuangkan cairan detergen kemudian serap dengan kain perca/handuk/tisu/koran bekas masukan ke kantong warna kuning. 5. Lanjutkan dengan cairan klorin 0.5 % kemudian serap dan buang ke kantong warna kuning (kantong infeksius). Prosedur pembersihan tumpahan cairan B3: 1. Petugas menggunakan APD. 2. Beri tanda untuk menunjukan area adanya tumpahan. 3. Tumpahan bahan kimia: tuangkan air bersih pada tumpahan, lalu keringkan dengan kertas/koran/kain perca kemudian masukan ke kantong warna coklat, tuangkan detergen dan serap/keringkan dengan kertas/koran/kain perca buang ke kantong warna coklat. Berikan label B3 pada plastik warna coklat tumpahan kimia. 4. Tumpahan reagen: lokalisir area tumpahan dengan menaburkan Natrium Bicarbonat (Bicnat) sekitar area tumpahan, kumpulkan bekas resapan kedalam plastik hitam/coklat, kemudian bersihkan lantai dengan detergen kemudian serap dan buang ke kantong warna hitam/coklat. 5. Buang plastik sampah infeksius ke tempat penampungan sampah infeksius dan kumpulkan limbah tumpahan B3 dalam ruang penyimpanan limbah B3. 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 27
  • 28.
    DEKONTAMINASI AMBULANCE • Ambulancedibersihkan dan didesinfeksi seluruh permukaannya secara berkala dan setiap setelah digunakan. • Saat proses pembersihan biarkan pintu belakang kendaraan terbuka untuk memudahkan pembuangan partikel infeksius • Petugas yang membersihkan harus menggunakan APD (Masker bedah, Gaun, Sarung tangan, Pelindung mata (jika berisiko terkena percikan dari bahan organik atau bahan kimia), Sepatu boots atau sepatu tertutup • Bersihkan area yang sering disentuh pasien • Pembersihan menggunakan desinfektan yang mengandung 0,5% natrium hipoklorit (yaitu setara dengan 5000 ppm) dengan perbandingan 1 bagian disinfektan untuk 9 bagian air. • Bersihkan dan disinfeksi semua peralatan yang digunakan ulang (reusable) sebelum digunakan untuk pasien lain 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 28
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    LIMBAH BERDASARKAN BENTUK a.Limbah Cair b. Limbah Padat c. Limbah Gas BERDASARKAN JENIS d. Limbah Infeksius e. Limbah Non Infeksius f. Limbah Bahan berbahaya dan beracun (B3) BERDASARKAN SUMBER g. Limbah Medis h. Limbah Industri i. Limbah Domestik 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 31
  • 32.
    INFEKSIUS Limbah infeksius adalah semualimbah yang terkontaminasi cairan tubuh pasien NON INFEKSIUS (semua limbah yang tdk gerkontaminasi darah, cairan tubuh) Contohkertas, kotak, botol, wadah plastik, sisa makanan, sisa pembungkus obat, sampah kebun, dll Limbah Padat Farmasi LIMBAH DI FKTP Limbah Padat : incenerator Daur ulang/ TPA LIMBAH BENDA TAJAM adalah semua limbah yang dapat melukai kulit yang masuk ke pem darah (jarum suntik,jarum hecting, skalpel, ampul, bisturi, semua benda yang mempunyai permukaan tajam) Incenerator Dikelola seperti Limbah Infeksius Incenerator atau dikembalikan ke Gudang Farmasi Kabupaten/kota MANAJEMEN LIMBAH DI FKTP Limbah Cair : IPAL Limbah B3 Dikelola menggunakan Spill Kit B3 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 32
  • 33.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 33  Dimasukkan dalam wadah dengan kantong plastik berwarna kuning  Wadah garus kuat, tahan air dan mudah dibersihkan  Penempatan wadah dekat dengan area tindakan  Jika wadah sudah berisi ¾ segera diangkat, diikat kuat dan tidak boleh dibuka lagi  Pembuangan akhir limbah infeksius, dapat dimusnahkan dengan insenerator atau bekerjasama dengan pihak ketiga.  Jika bekerja sama dengan pihak ketiga maka pastikan mereka memiliki perijinan, fasilitas pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan dan perundang undangan PENATALAKSANAAN LIMBAH INFEKSIUS
  • 34.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 34  Dimasukkan dalam wadah dengan kantong plastik berwarna Hitam  Wadah harus yang kuat, tahan air dan mudah dibersihkan  Tempatkan wadah dekat dengan area tindakan  Jika wadah sudah berisi ¾ segera diangkat, diikat kuat dan dibawa ke TPS  Limbah non infekisus seperti botol-botol obat dapat dilakukan recycle dengan melakukan pembersihan terlebih dahulu untuk dipergunakan kembali  Pembuangan akhir limbah non infeksius dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah ditentukan oleh pihak pemerintah daerah setempat. PENATALAKSANAAN LIMBAH NON INFEKSIUS
  • 35.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 35  Membuangan safety box dilakukan setelah kotak terisi 2/3
  • 36.
    PENGELOLAAN LIMBAH CAIR •Limbah cair yang berasal dari seluruh sumber bangunan atau kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan harus diolah melalui unit pengolah limbah cair (IPAL). • Limbah cair seperti feces, urin, darah dibuang pada pembuangan atau pojok limbah (spoelhoek). • Pastikan terdapat tempat penampungan limbah sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, yang terpisah atau terletak diluar area pelayanan dengan ruangan tertutup. Penyimpanan limbah tidak menempel di lantai (diberi jarak menggunakan papan penyanggah atau palet) dan dilakukan pembersihan secara rutin serta dikelola sesuai peraturan perundang undangan 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 36
  • 37.
  • 38.
    Pengelolaan Alat Kesehatan Tujuan Menyiapkanperalatan perawatan dan kedokteran dalam keadaan siap pakai, mencegah peralatan cepat rusak, mencegah terjadinya infeksi silang, menjamin kebersihan alat untuk dapat dipergunakan kembali, menetapkan produk akhir dinyatakan sudah steril dan aman digunakan pasien dan mencegah resiko penularan infeksi Indikasi Semua Peralatan bekas pakai perawatan yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh dilakukan pre cleaning, desinfeksi, dan sterilisasi sesuai SOP 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 38
  • 39.
    PEMROSESAN ALAT KESEHATAN 11/19/2024PPI di FKTP_Kemkes 2020 39
  • 40.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 40 PRE-CLEANING (Pembersihan Awal) Mengunakan detergen atau enzymatic Pembersihan (Pembilasan, tiriskan, keringkan) STERILISASI Peralatan kritis : Masuk dalam pembuluh darah / jaringan tubuh Instrumen bedah alat kedokteran gigi DISINFEKSI TINGKAT TINGGI Peralatan semi kritikal : Masuk dalam mucosa tubuh Endotracheal tube, NGT, alat ondoskopi serat optik, alat laringoskopi, spekulum vagina, alat pernafasan buatan, DISINFEKSI TINGKAT RENDAH Peralatan non kritikal : Hanya pada permukaan tubuh yang utuh Tensi meter, termometer, elektroda ECG
  • 41.
    PENGEMASAN ALAT KESEHATAN 11/19/2024PPI di FKTP_Kemkes 2020 41
  • 42.
    Peralatan untuk Sterilisasi sterilisatorDTT 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 42
  • 43.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 43 Denah Ruangan Khusus Pengelolaan Alat Medis Tersedia ruangan khusus pengelolaan alat medis setelah digunakan dengan tenaga kesehatan yang ditunjuk dan terlatih dalam pengelolaan dekontaminasi peralatan. Disain konsep ruangan terdiri dari : 1. Unclean area/ruang kotor : daerah untuk menerima barang kotor ruang tersendiri, lantai  mudah dibersihkan, tersedia bak untuk desinfeksi. Tekanan udara negatif. 2. Clean area/ruang bersih : untuk mempersiapkan barang yang akan disetting, packing dan disterilkan.. Tekanan udara seimbang 3. Sterille Area/ruang steril : Untuk menyimpan alat atau barang yang sudah steril. Ruang bertekanan positif Jika tidak memungkinkan dengan 3 (tiga ) ruangan terpisah tersedia maka minimal di satu ruangan dengan masing masing jarak zona minimal 2 meter.
  • 44.
  • 45.
    PRINSIP PENGELOLAAN LINEN •Petugas yang mengelola linen harus mengerti prinsip prinsip PPI • Perlakukan linen sesuai dengan kategori (infeksius dan non infeksius) • Linen ruang isolasi dianggap linen infeksius • Pencucian linen bersih, steril dan kotor dilakukan terpisah melalui pintu masuk yang berbeda atau satu arah, jika memungkinkan menggunakan mesin cuci yang berbeda atau waktu pencucian yang berbeda. • Area pencucian linen kotor dan penempatan linen bersih berada pada tempat dengan pintu yang berbeda atau satu arah 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 45
  • 46.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 46 PROSEDUR PENGELOLAAN LINEN • Pastikan petugas menggunakan APD • Jangan meletakkan linen kotor dilantai • Bedakan troly linen kotor dan linen bersih • Pencucian linen kotor dilakukan berbeda dengan linen infeksius menggunakan mesin cuci yang berbeda • Metode pencucian: pra cuci (rendam 3-5 menit) dan dibuang air perendaman, setelah itu dicuci dengan alkalin waktu 2 menit jika dengan ditergen 8 menit, setelah itu bleaching (pakai klorin) waktu 10 menit, setelah itu dibuang dan bilas pertama waktu 3-5 menit buang airnya, terus bilas ke 2 waktu 3-5 menit terakhir diberi pelembut dan dikeringkan • Lipat linen yang sudah bersih dimeja yang khusus • Simpan linen yang bersih dilemari yang kering • Pengangkutan linen bersih dan kotor tidak boleh bersamaan
  • 47.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 47 Alur Pengelolaan Linen
  • 48.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 48 DENAH RUANG LINEN Pintu masuk linen kotor Pintu keluar linen bersih Ruang kotor /cuci linen Ruang bersih Ruang penyimpanan linen
  • 49.
  • 50.
    PENYUNTIKAN YANG AMAN Pertahankan teknik aseptik dan antiseptik pada pemberian suntikan  Tidak memakai ulang jarum suntik  Semua alat suntik yang dipergunakan harus satu kali pakai untuk satu pasien dan satu prosedur  Gunakan cairan pelarut/flushing hanya untuk satu kali (NaCl, WFI, dll)  Upayakan tidak memakai obat- obat/cairan multidose  Segera buang jarum suntik habis pakai  Tidak melakukan recapping jarum suntik habis pakai 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 50
  • 51.
    PENYUNTIKAN YANG AMAN Tidak memberikan obat-obat single dose kepada lebih dari satu pasien atau mencampur obat-obat sisa dari vial/ampul untuk pemberian berikutnya.  Bila harus menggunakan obat-obat multi dose, semua alat yang akan dipergunakan harus steril  Simpan obat-obat multi dose sesuai dengan rekomendasi dari pabrik yang membuat  Tidak menggunakan cairan pelarut untuk lebih dari 1 pasien (kategori IB) 11/19/2024 PPI di FKTP_Kemkes 2020 51
  • 52.
    11/19/2024 52 PENYUNTIKAN YANGAMAN PPI di FKTP_Kemkes 2020
  • 53.
  • 54.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 54 Menutup mulut dan hidung saat batuk /bersin Pakai tisu, saputangan, masker kain/medis bila tersedia, buang ke tempat sampah Lakukan cuci tangan Diterapkan kepada semua individu, dgn gejala gangguan saluran napas harus: Masker medis < 4 -6 jam atau kotor/basah : ganti Etika batuk dan kebersihan pernafasan
  • 55.
  • 56.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 56 PRINSIP PENEMPATAN PASIEN • Kamar terpisah bila dikhawatirkan terjadinya kontaminasi luas terhadap lingkungan misalnya pada luka lebar dengan cairan keluar, diare, perdarahan tidak terkontrol. • Kamar terpisah dengan pintu tertutup diwaspadai transmisi melalui udara ke kontak, misalnya : luka dengan infeksi kuman gram positif, covid, dll • Kamar terpisah atau kohorting dengan ventilasi dibuang keluar dengan exhaust ke area tidak ada orang lalu lalang, misalnya: TB • Kamar terpisah dengan udara terkunci bila diwaspadai transmisi airborneluas, misalnya pada pasien dengan varicella. • Kamar terpisah bila pasien kurang mampu menjaga kebersihan (anak, gangguan mental). • Bila kamar terpisah tidak memungkinkan dapat dilakukan dengan sistem cohorting (pengelompokan pasien dengan jenis penyakit yang sama). Bila pasien terinfeksi dicampur dengan non infeksi maka pasien, petugas dan pengunjung menjaga kewaspadaan dan transmisi infeksi.
  • 57.
  • 58.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 58 Perlindungan Kesehatan Petugas  MCU teratur terutama petugas yg menangani kasus dengan penularan melalui airborne  Vaksinasi Hepatitis B  Penanganan paska pajanan yang memadai (ada alur pajanan, sebelum 4 jam sudah ditentukan penata laksanaan) petugas yang dihubungi....? Petugas Laporan ke.....?  Penyediaan sarana kewaspadaan standar  Senantiasa menjaga perilaku hidup sehat
  • 59.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 59
  • 60.
  • 61.
    11/19/2024 61 PPI diFKTP_Kemkes 2020
  • 62.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 62 Transmisi Kontak  Pasien dengan :  MRSA  VRE  Pus berlebihan / diare / muntahan  Penerapan Kewaspadaan dengan : 1. Isolasi pasien atau kohorting dengan infeksi sama 2. Gunakan sarung tangan bersih, tidak perlu steril SETIAP kali masuk ruangan pasien dan ganti segera setelah menyentuh bahan infeksius (pus, pembalut luka, pasien, tempat tidur pasien) 3. Gunakan jubah/gaun, tidak perlu steril, bila ada kemungkinan terkontaminasi lingkungan pasien yang tercemar (diare, kolostomi, drainase luka) 4. !! TINGGALKAN jubah/sarung tangan sebelum meninggalkan ruangan isolasi, bukan setelah ke luar ruangan 5. jangan mengkontaminasi permukaan yang sering di sentuh (seperti gagang pintu, tombo;, lampu dll)
  • 63.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 63 Transmisi Droplet 2 • Pasien dengan :  Hemophilus influenza invasif  Neisseria meningitidis  Pneumonia  Pertussis • Penerapan Kewaspadaan dengan : 1. Isolasi pasien atau lakukan kohorting (kumpulkan pasien dengan infeksi sama) atau jauhkan jarak pasien > 1m 2. TIDAK diperlukan penanganan udara secara khusus 3. Pintu boleh terbuka 4. Gunakan masker, Pelindung mata (kacamata atau pelindung wajah) dan Gaun ketika merawat pasien 5. Kenakan masker pada pasien bila dibawa ke luar ruangan
  • 64.
    11/19/2024 64 TRANSMISI UDARA 1.Pasien dengan :  TBC paru terbuka  Campak (rubeola)  Cacar air (varicella) 2. Penerapan Kewaspadaan dengan : 3. Ruangan isolasi bertekanan negatip, pertukaran udara setiap 5- 10 menit 4. Ventilasi menggunakan saringan udara hepa-filter 5. Dikeluarkan ke udara luar yang aman 6. Pintu selalu TERTUTUP 7. Pasien dikohort / infeksi yang sama dikumpulkan 8. Gunakan respirator N95 9. Kenakan masker surgikal pada pasien bila dibawa ke luar ruangan 10. Petugas yang rentan (hamil, kurang sehat) tidak dibenarkan mendekati pasien PPI di FKTP_Kemkes 2020
  • 65.
    11/19/2024 PPI diFKTP_Kemkes 2020 65
  • 66.