Menangani Situasi Krisis
Persented By:
Rifal Baihaqi
Riza Pratiwi
Siti Maryam
Surur Masuro
Definisi Krisis
Kata krisis berasal dari bahasa Yunani krisis
(kpion), yang berarti “keputusan”. Ketika
krisis terjadi, perusahaan harus memutuskan
apa yang harus dilakukan, bergerak ke kiri,
atau bergeser ke kanan, ke bawah atau ke
atas, bertarung atau melarikan diri.
Krisis Public Relation
Krisis Public Relations adalah peristiwa,
rumor, atau informasi yang membawa
pengaruh buruk terhadap reputasi, citra, dan
kredibilitas perusahaan.
Cara Menanggapi Pers
Gelar jumpa pers
Buat tim krisis
Berikan informasi yang jelas dan akurat
Berikan informasi yang mampu mengarahkan
persepsi public ke arah yang positif
Informasi yang layak untuk
diungkapkan
Instructing Information
Adjusting Information
Internalizing Information
Penanganan Situasi Krisis
• Mengindentifikasi krisis
• Menganalisa Krisis
• Mengisolasi Krisis
• Pilihan Strategi (strategi generic)
• Mengendalikan krisis
Pengendalian Komunikasi
Ada 5 strategi yang dapat dilakukan dalam
pengendalian komununikasi:
Nonexistence strategies
Distance strategies
Ingratiation strategies
Mortification strategies
Suffering strategy
Apa yang harus dilakukan oleh Public
Relation
 Fact finding
 Membentuk pusat informasi
 Pilih juru bicara yang mampu dan berpengalaman.
 Berikan keterangan yang cukup, jelas dan benar kepada
pers, agar mereka tidak mencari ke sumber yang tidak
sesuai.
 Membuat dokumentasi kejadian tersebut.
 Memperbaharui data-data pers dari waktu ke waktu.
 Memberitahukan operator bahwa tidak ada seorang pun
yang menberikan keterangan selain juru bicara.
 Permintaan pers untuk kepentingan informasi mereka
harus dipenuhi secepatnya.
Hal yang tidak boleh dilakuan:
1. Jangan bertindak gegabah dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang muncul
2. Jangan menghindar dari kejaran pers karena
akan menimbulkan spekulasi negatif yang
dikhawatirkan akan semakin memperburuk
keadaan kritis
3. Jangan terpancing emosi atas pertanyaan-
pertanyaan pers yang bersifat kecaman
Badai krisis sedang menerpa dua maskapai penerbangan
murah atau low cost carrier di Asia Tenggara. Akhir tahun lalu,
pesawat Air Asia QZ8501 dilaporkan menghilang dan jatuh
di sekitar kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan. Peristiwa ini
adalah yang pertama kali dialami AirAsia sejak pertama kali
mengudara. Pada tanggal 27 Desember, CEO AirAsia Group
Tony Fernandes dalam akun twitter @tonyfernandes me-
retweet pernyataan resmi tentang hilangnya pesawat AirAsia
dari akun twitter resmi AirAsia. “AirAsia Indonesia regrets to
confirm that QZ8501 from Surabaya to Singapore has lost
contact at 07:24hrs this morning,” demikian isi re-tweet-nya.
Pada tanggal yang sama, Tony kembali berkicau bahwa ia
berjanji akan segera memberikan pernyataan resmi terkait
insiden tersebut.
Kemudian di bulan februari lalu, kita dipusingkan dengan hal
yang sama, tetapi dengan kasus yang lain, yakni pesawat Lion
Air delay, mengakibatkan dunia penerbangan Indonesia nyaris
lumpuh.Bicara soal penundaan keberangkatan atau sering
disebut delay sebenarnya bukan hal baru untuk Lion Air. Tetapi
kasus dua hari terakhir ini adalah puncak. Calon penumpang di
hampir semua bandara yang didarati Lion Air marah. Jika kita
melihat dari luar tentunya problema yang dihadapi Air Asia
jauh lebih berat. Namun, harus diakui bahwa respons mereka
untuk menghadapi krisis jauh berbeda. Ada pelajaran menarik
bagi manajemen perusahaan dari ribut-ribut terakhir
menyangkut Maskapai Penerbangan yaitu perbandingan gaya
kerja Tony Fernandes (AirAsia) dan Rusdi Kirana (Lion Air).
Pertanyaan:
• Apa perbedaan antara air asia dengan lion air
dalam segi manajemen krisis?
• Apa yang seharusnya dilakukan oleh pihak
lion air ketika menghadapi krisis tersebut?
• Bentuk komunikasi seperti apa yang
dilakukan oleh air asia dalam menghadapi
krisis tersebut?
Ppt pr kelompok 6

Ppt pr kelompok 6

  • 1.
    Menangani Situasi Krisis PersentedBy: Rifal Baihaqi Riza Pratiwi Siti Maryam Surur Masuro
  • 2.
    Definisi Krisis Kata krisisberasal dari bahasa Yunani krisis (kpion), yang berarti “keputusan”. Ketika krisis terjadi, perusahaan harus memutuskan apa yang harus dilakukan, bergerak ke kiri, atau bergeser ke kanan, ke bawah atau ke atas, bertarung atau melarikan diri.
  • 3.
    Krisis Public Relation KrisisPublic Relations adalah peristiwa, rumor, atau informasi yang membawa pengaruh buruk terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas perusahaan.
  • 4.
    Cara Menanggapi Pers Gelarjumpa pers Buat tim krisis Berikan informasi yang jelas dan akurat Berikan informasi yang mampu mengarahkan persepsi public ke arah yang positif
  • 5.
    Informasi yang layakuntuk diungkapkan Instructing Information Adjusting Information Internalizing Information
  • 6.
    Penanganan Situasi Krisis •Mengindentifikasi krisis • Menganalisa Krisis • Mengisolasi Krisis • Pilihan Strategi (strategi generic) • Mengendalikan krisis
  • 7.
    Pengendalian Komunikasi Ada 5strategi yang dapat dilakukan dalam pengendalian komununikasi: Nonexistence strategies Distance strategies Ingratiation strategies Mortification strategies Suffering strategy
  • 8.
    Apa yang harusdilakukan oleh Public Relation  Fact finding  Membentuk pusat informasi  Pilih juru bicara yang mampu dan berpengalaman.  Berikan keterangan yang cukup, jelas dan benar kepada pers, agar mereka tidak mencari ke sumber yang tidak sesuai.  Membuat dokumentasi kejadian tersebut.  Memperbaharui data-data pers dari waktu ke waktu.  Memberitahukan operator bahwa tidak ada seorang pun yang menberikan keterangan selain juru bicara.  Permintaan pers untuk kepentingan informasi mereka harus dipenuhi secepatnya.
  • 9.
    Hal yang tidakboleh dilakuan: 1. Jangan bertindak gegabah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul 2. Jangan menghindar dari kejaran pers karena akan menimbulkan spekulasi negatif yang dikhawatirkan akan semakin memperburuk keadaan kritis 3. Jangan terpancing emosi atas pertanyaan- pertanyaan pers yang bersifat kecaman
  • 10.
    Badai krisis sedangmenerpa dua maskapai penerbangan murah atau low cost carrier di Asia Tenggara. Akhir tahun lalu, pesawat Air Asia QZ8501 dilaporkan menghilang dan jatuh di sekitar kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan. Peristiwa ini adalah yang pertama kali dialami AirAsia sejak pertama kali mengudara. Pada tanggal 27 Desember, CEO AirAsia Group Tony Fernandes dalam akun twitter @tonyfernandes me- retweet pernyataan resmi tentang hilangnya pesawat AirAsia dari akun twitter resmi AirAsia. “AirAsia Indonesia regrets to confirm that QZ8501 from Surabaya to Singapore has lost contact at 07:24hrs this morning,” demikian isi re-tweet-nya. Pada tanggal yang sama, Tony kembali berkicau bahwa ia berjanji akan segera memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
  • 11.
    Kemudian di bulanfebruari lalu, kita dipusingkan dengan hal yang sama, tetapi dengan kasus yang lain, yakni pesawat Lion Air delay, mengakibatkan dunia penerbangan Indonesia nyaris lumpuh.Bicara soal penundaan keberangkatan atau sering disebut delay sebenarnya bukan hal baru untuk Lion Air. Tetapi kasus dua hari terakhir ini adalah puncak. Calon penumpang di hampir semua bandara yang didarati Lion Air marah. Jika kita melihat dari luar tentunya problema yang dihadapi Air Asia jauh lebih berat. Namun, harus diakui bahwa respons mereka untuk menghadapi krisis jauh berbeda. Ada pelajaran menarik bagi manajemen perusahaan dari ribut-ribut terakhir menyangkut Maskapai Penerbangan yaitu perbandingan gaya kerja Tony Fernandes (AirAsia) dan Rusdi Kirana (Lion Air).
  • 12.
    Pertanyaan: • Apa perbedaanantara air asia dengan lion air dalam segi manajemen krisis? • Apa yang seharusnya dilakukan oleh pihak lion air ketika menghadapi krisis tersebut? • Bentuk komunikasi seperti apa yang dilakukan oleh air asia dalam menghadapi krisis tersebut?