DASAR-DASAR
PENGAJARAN MIKRO
Dosen Pengampu : Dr. Nurmayani., M.Ag
KELOMPOK 1
1. ALYA NURZAHIRA (1203311056)
2. CLARA EFLI BR SEBAYANG (1203311054)
3. DEA AYU PERAMUDIYA (1203311088)
4. ESTERINA ALVIONITA BR GINTING (1203311066)
5. FAISAL AMRI ZIKRI SITEPU (1203311005)
6. FILZAH AINI WIANDA (1203311099)
7. INDAH FADLIANI PASARIBU (1203311048)
8. JUNJUNGAN NATANAEL SITANGGANG
(1203311120)
9. KARTIKA RATNA SARI (1203311115)
10. KHOIRANI FEBRY DALIMUNTHE
(1203311071)
11. LELY ANGGRAINI (1203311009)
12. NANDA AYU LESTARI (1203311002)
13. NATHALIA HIZKIA RUMAHORBO
(1203311004)
14. RAHEL INSANIAR MANIK (1203311076)
15. SALSABILAH HARAHAP (1203311013)
16. SONIA ENJEL ELGA BR TARIGAN
(1203311024)
17. YUNITA RAHMA SIREGAR (1203311095)
PENGERTIAN MICROTEACHING
Micro teaching atau pembelajaran mikro adalah sebuah model atau metode pelatihan
penampilan dasar mengajar guru yang dilakukan secara mikro atau disederhanakan, yaitu
waktu, materi dan jumlah siswa. Micro teaching biasanya dilakukan oleh calon guru yang
saling bertukar peran dalam berlatih untuk menguasai keterampilan dasar mengajar,
praktek kegiatan belajar dan berdiskusi mengenai masalah-masalah yang ditemukan.
Micro teaching adalah suatu metode latihan yang dirancang sedemikian rupa untuk
memperbaiki keterampilan mengajar calon guru dan mengembangkan pengalaman
profesional guru khususnya keterampilan mengajar dengan cara menyederhanakan atau
memperkecil aspek pembelajaran seperti jumlah murid, waktu, fokus bahan ajar dan
membatasi penerapan keterampilan mengajar tertentu, sehingga guru dapat diketahui
keunggulan dan kelemahan pada diri guru secara akurat.
Micro teaching berfungsi untuk memberikan pengalaman baru dalam
belajar mengajar, sedangkan bagi guru micro teaching berfungsi
memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik
atas kinerja mengajarnya. Melalui micro teaching, baik calon guru
maupun guru dapat memperoleh informasi tentang kekurangan dan
kelebihannya dalam mengajar. Apa saja kelebihan yang perlu
dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat diperbaiki. Selain
itu, melalui micro teaching guru dapat mencoba metode atau model
pembelajaran baru sebelum digunakan pada kelas yang sebenarnya.
FUNGSI DAN TUJUAN MICROTEACHING
TUJUAN MICROTEACHING MENURUT PENDAPAT AHLI
Menurut Hasibuan, Ibrahim dan Toemial (2014), tujuan yang diharapkan dari pembelajaran micro
teaching antara lain adalah sebagai berikut:
1) Membantu calon guru atau guru menguasai ketrampilan-ketrampilan khusus, agar dalam
latihan tidak mengalami kesulitan.
2) Meningkatkan taraf kompetensi mengajar bagi calon guru secara bertahap, dengan
penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang akhirnya dapat diintegrasikan dalam mengajar yang
sesungguhnya.
3) Dalam in service training bagi guru atau dosen, diharapkan yang bersangkutan bisa
menemukan sendiri kekurangannya dalam mengajar dan usaha memperbaikinya.
4) Memberi kemungkinan dalam latihan pembelajaran mikro agar calon guru atau guru
menguasai ketrampilan (khusus) mengajar, agar dalam penampilan mengajar (dalam proses
belajar-mengajar) mantap, terampil, dan kompeten.
5) Sebagai penunjang usaha peningkatan ketrampilan, kemampuan serta efektivitas dan
efisiensi penampilan calon guru atau guru dalam proses belajar mengajar.
ASPEK-ASPEK DALAM
MICROTEACHING
Pembelajaran mikro atau micro teaching memiliki beberapa aspek
dalam melatih keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pengajar
terkait dengan sejauh mana kemampuan para guru mampu di dalam
menerapkan berbagai variasi metode mengajar. Menurut Barnawi dan
Arifin (2016) terdapat beberapa aspek keterampilan dalam micro
teaching, diantaranya :
a. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
b. Keterampilan Menjelaskan
c. Keterampilan Mengadakan Variasi
d. Keterampilan Memberikan Penguatan
e. Keterampilan bertanya
f. Keterampilan Mengelola Kelas
g. Kemampuan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
h. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
TAHAPAN
MICROTEACHING
a. Tahap I (kognitif)
Tahap pertama, mahasiswa calon guru atau praktekkan dibimbing untuk memahami dan
mendalami serta memiliki gambaran secara umum konsep dan makna keterampilan dasar
mengajar dalam proses belajar mengajar, menggunakan secara tepat, menyinergikan
keterampilan satu dan lainnya.
b. Tahap II (pelaksanaan)
Tahap kedua ini, para mahasiswa calon guru atau praktekkan secara nyata mempraktekkan
keterampilan dasar mengajar secara berulang, dengan harapan jika praktekkan sudah
berulang kali melakukan praktik akan mengetahui kekurangannya pada keterampilan yang
mereka pelajari untuk dikuasai dan terampil untuk menggunakannya dalam proses belajar
mengajar
c. Tahapan III (balikan)
Tahap ketiga ini merupakan kilas balik praktekkan dengan mempelajari hasil dari observasi
teman sejawat yang akan memberikan informasi setelah melihat secara langsung
pelaksanaan kegiatan praktik mengajar
SEKIAN DANTERIMAKASIH

PPT MATERI 1 KEL 1 MICROTEACHING.pptx

  • 1.
  • 2.
    KELOMPOK 1 1. ALYANURZAHIRA (1203311056) 2. CLARA EFLI BR SEBAYANG (1203311054) 3. DEA AYU PERAMUDIYA (1203311088) 4. ESTERINA ALVIONITA BR GINTING (1203311066) 5. FAISAL AMRI ZIKRI SITEPU (1203311005) 6. FILZAH AINI WIANDA (1203311099) 7. INDAH FADLIANI PASARIBU (1203311048) 8. JUNJUNGAN NATANAEL SITANGGANG (1203311120) 9. KARTIKA RATNA SARI (1203311115) 10. KHOIRANI FEBRY DALIMUNTHE (1203311071) 11. LELY ANGGRAINI (1203311009) 12. NANDA AYU LESTARI (1203311002) 13. NATHALIA HIZKIA RUMAHORBO (1203311004) 14. RAHEL INSANIAR MANIK (1203311076) 15. SALSABILAH HARAHAP (1203311013) 16. SONIA ENJEL ELGA BR TARIGAN (1203311024) 17. YUNITA RAHMA SIREGAR (1203311095)
  • 3.
    PENGERTIAN MICROTEACHING Micro teachingatau pembelajaran mikro adalah sebuah model atau metode pelatihan penampilan dasar mengajar guru yang dilakukan secara mikro atau disederhanakan, yaitu waktu, materi dan jumlah siswa. Micro teaching biasanya dilakukan oleh calon guru yang saling bertukar peran dalam berlatih untuk menguasai keterampilan dasar mengajar, praktek kegiatan belajar dan berdiskusi mengenai masalah-masalah yang ditemukan. Micro teaching adalah suatu metode latihan yang dirancang sedemikian rupa untuk memperbaiki keterampilan mengajar calon guru dan mengembangkan pengalaman profesional guru khususnya keterampilan mengajar dengan cara menyederhanakan atau memperkecil aspek pembelajaran seperti jumlah murid, waktu, fokus bahan ajar dan membatasi penerapan keterampilan mengajar tertentu, sehingga guru dapat diketahui keunggulan dan kelemahan pada diri guru secara akurat.
  • 4.
    Micro teaching berfungsiuntuk memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar, sedangkan bagi guru micro teaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas kinerja mengajarnya. Melalui micro teaching, baik calon guru maupun guru dapat memperoleh informasi tentang kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar. Apa saja kelebihan yang perlu dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat diperbaiki. Selain itu, melalui micro teaching guru dapat mencoba metode atau model pembelajaran baru sebelum digunakan pada kelas yang sebenarnya. FUNGSI DAN TUJUAN MICROTEACHING
  • 5.
    TUJUAN MICROTEACHING MENURUTPENDAPAT AHLI Menurut Hasibuan, Ibrahim dan Toemial (2014), tujuan yang diharapkan dari pembelajaran micro teaching antara lain adalah sebagai berikut: 1) Membantu calon guru atau guru menguasai ketrampilan-ketrampilan khusus, agar dalam latihan tidak mengalami kesulitan. 2) Meningkatkan taraf kompetensi mengajar bagi calon guru secara bertahap, dengan penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang akhirnya dapat diintegrasikan dalam mengajar yang sesungguhnya. 3) Dalam in service training bagi guru atau dosen, diharapkan yang bersangkutan bisa menemukan sendiri kekurangannya dalam mengajar dan usaha memperbaikinya. 4) Memberi kemungkinan dalam latihan pembelajaran mikro agar calon guru atau guru menguasai ketrampilan (khusus) mengajar, agar dalam penampilan mengajar (dalam proses belajar-mengajar) mantap, terampil, dan kompeten. 5) Sebagai penunjang usaha peningkatan ketrampilan, kemampuan serta efektivitas dan efisiensi penampilan calon guru atau guru dalam proses belajar mengajar.
  • 6.
    ASPEK-ASPEK DALAM MICROTEACHING Pembelajaran mikroatau micro teaching memiliki beberapa aspek dalam melatih keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pengajar terkait dengan sejauh mana kemampuan para guru mampu di dalam menerapkan berbagai variasi metode mengajar. Menurut Barnawi dan Arifin (2016) terdapat beberapa aspek keterampilan dalam micro teaching, diantaranya :
  • 7.
    a. Keterampilan Membukadan Menutup Pelajaran b. Keterampilan Menjelaskan c. Keterampilan Mengadakan Variasi d. Keterampilan Memberikan Penguatan e. Keterampilan bertanya f. Keterampilan Mengelola Kelas g. Kemampuan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan h. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
  • 8.
  • 9.
    a. Tahap I(kognitif) Tahap pertama, mahasiswa calon guru atau praktekkan dibimbing untuk memahami dan mendalami serta memiliki gambaran secara umum konsep dan makna keterampilan dasar mengajar dalam proses belajar mengajar, menggunakan secara tepat, menyinergikan keterampilan satu dan lainnya. b. Tahap II (pelaksanaan) Tahap kedua ini, para mahasiswa calon guru atau praktekkan secara nyata mempraktekkan keterampilan dasar mengajar secara berulang, dengan harapan jika praktekkan sudah berulang kali melakukan praktik akan mengetahui kekurangannya pada keterampilan yang mereka pelajari untuk dikuasai dan terampil untuk menggunakannya dalam proses belajar mengajar c. Tahapan III (balikan) Tahap ketiga ini merupakan kilas balik praktekkan dengan mempelajari hasil dari observasi teman sejawat yang akan memberikan informasi setelah melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan praktik mengajar
  • 10.