Dalam pidato di Palembang pada 10 April 1962, Presiden Sukarno menegaskan tekad rakyat Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dalam tahun itu juga, sembari mengumumkan permulaan pembangunan Jembatan Musi. Ia menyatakan bahwa revolusi Indonesia adalah revolusi simultan yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan, serta menyerukan dukungan rakyat dan pihak Jepang untuk menyelesaikan proyek tersebut. Sukarno juga menekankan pentingnya memasukkan Irian Barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia, baik melalui cara damai maupun kekerasan, sebelum akhir tahun 1962.