XI
IPS
Nahdalia
andani
Iyaomil
Akhir
Burhan
Istina
Kurniasari
Umi lailin
maulida
MASYARAKAT
MULTIKULTURAL DAN
MULTIKULTURALISME
HAMBATAN DALAM
MENJUNJUNG
KONSEP
MULTIKULTURALISME
REALITAS SOSIAL
MASYARAKAT
INDONESIA
MEWUJUDKAN
MASYARAKAT
MULTIKULTURAL
MANFAAT
MASYARAKAT
MULTIKULTURAL
multikulturalisme
 Didalam multikultural, terdapat pengertian
yang kompleks. Yaitu “Multi” yang artinya
plural, banyak, beragam. Dan “kultural”
diartikan sebagai budaya.
 Masyarakat multikultural tidak mengenal
perbedaan hak dan kewajiban antara
kelompok minoritas maupun mayoritas, baik
secara hukum maupun sosial.
 Multikulturalisme merupakan paham yang
menerima perbedaan dan menganggap
bahwa perbedaan budaya terdapat di
masyarakat tidak bersifat hierarkis, tetapi
sederajat.
 Dengan demikian, secara sederhana,
masyarakat multikultural dapat dimengerti
sebagai masyarakat yang terdiri atas
beragam kelompok sosial dengan sistem
norma dan budaya yang berbeda.
 Masyarakat multikultural merupakan bentuk
dari masyarakat modern yang anggotanya
terdiri atas berbagai golongan, suku,
etnis(suku bangsa), ras, agama dan budaya.
 Dalam multikulturalisme terkandung
pengertian bahwa tidak ada sistem norma
dan budaya yang lebih tinggi daripada
budaya lainnya. Semua perbedaan adalah
sederajat.
 Masyarakat multikulturalisme berbeda
dengan masyarakat majemuk (masyarakat
majemuk ini biasanya lebih men-fokuskan
kelompok keanekaragaman suku bangsa
dan budaya).
 Keanekaragaman ini memiliki beberapa
karakteristik(ciri-ciri).
Menurut Pierre L. Van den Berghe
 Terjadinya segmentasi atau pembagian ke
kelompok-kelompok yang berbeda-beda.
 Memiliki struktur sosial
 Kurang mengembangkan konsensus atau
yang disebut kesepakatan. Biasanya
kesepakatan ini digunakan untuk
mengontrol perlakuan dalam suatu
kelompok.
 Sering terjadinya konflik antar kelompok satu
dengan yang lainnya. Misalnya antar geng
motor.
 Intergrasi sosial tumbuh atas dasar paksaan
juga terjadinya saling ketergantungan dalam
bidang ekonomi.
 Dominasi politik oleh suatu kelompok atas
kelompok lain.
HOME
 Narsisme budaya atau menganggap budaya
sendiri yang paling baik.
 Pertentangan budaya barat dan budaya
timur. Adanya anggapan bahwa, budaya
barat adalah budaya maju yang sarat akan
ke dinamisan. Sebaliknya, budaya timur
identik dengan budaya yang dingin dan
kurang dinamis.
 Pluralisme dianggap eksotis. Mereka
memandang budaya lain memiliki sifat
eksotik dan menarik perhatian. Mereka tidak
memandang budaya lain melalui ke-khas-an
suatu budaya.
 Pandangan paternalistis. Hingga sekarang,
masih banyak yang menganggap status
perempuan sebagai suatu yang minor.
 Mencari apa yang disebut Indigenous
culture, yaitu sesuatu yang dianggap asli.
Misalnya, di Jakarta ada kecenderungan
menamai gedung-gedung dengan nama
dalam bahasa Sansekerta.
 Pandangan negatif penduduk asli terhadap
orang asing yang dapat berbicara mengenai
kebudayaan penduduk asli.
HOME
 Ada beberapa faktor yang mendorong
terjadinya proses realita sosial didalam
masyarakat indonesi, realita yang dimaksud
disini adalah nyatanya pengelompokkan
masyarakat yang ada di indonesia.
 Keadaan geografis di indonesia
 Pengaruh kebudayaan asing(kondisi
geografis indonesia menyebabkan daya tarik
tersendiri bagi negara lain).
 Iklim yang berbeda
 Pembangunan(ini merupakan proses
modernialisme)
 Sedangkan untuk dinamika masyarakat
indonesia sendiri menunjukkan bahwa
potensi konflik berbagai kelompok lebih
besar, ada beberapa faktor yang
menyebabkan terjadinya konflik di
masyarakat.
 Harga diri dan kebanggaan kelompok
terusik
 Perbedaan pendirian atau sikap
 Adanya sikap etnis dalam tiap kelompokhome
 Tiga dasar ini merupakan acuan untuk
pendidikan multikultural, dimaksudkan
sebagai contoh untuk proses
multikulturalisme.
 Pengakuan terhadap identitas budaya lain
 Adat kebiasaan - sebagai tali pengikat –
 Kemajuan yang diperoleh kelompok tertentu
dalam masyarakat, bagi kelompok yang
luas, seperti negara. back
 Dapat digali ke-arifan budaya yang dimilki
budaya
 Munculnya rasa penghargaan terhadap
budaya lain, memunculkan sikap toleransi
 Merupakan benteng pertahanan terhadap
ancaman yang timbul dari budaya kapital
 Alat untuk membina dunia
 Mengajarkan kita bahwa kebenaran itu
berada dimana-mana, tergantung dari sudut
pandang setiap orang.
Terima kasih 

Peta konsep multikulturalisme

  • 1.
  • 2.
    MASYARAKAT MULTIKULTURAL DAN MULTIKULTURALISME HAMBATAN DALAM MENJUNJUNG KONSEP MULTIKULTURALISME REALITASSOSIAL MASYARAKAT INDONESIA MEWUJUDKAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL MANFAAT MASYARAKAT MULTIKULTURAL multikulturalisme
  • 3.
     Didalam multikultural,terdapat pengertian yang kompleks. Yaitu “Multi” yang artinya plural, banyak, beragam. Dan “kultural” diartikan sebagai budaya.  Masyarakat multikultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antara kelompok minoritas maupun mayoritas, baik secara hukum maupun sosial.
  • 4.
     Multikulturalisme merupakanpaham yang menerima perbedaan dan menganggap bahwa perbedaan budaya terdapat di masyarakat tidak bersifat hierarkis, tetapi sederajat.  Dengan demikian, secara sederhana, masyarakat multikultural dapat dimengerti sebagai masyarakat yang terdiri atas beragam kelompok sosial dengan sistem norma dan budaya yang berbeda.
  • 5.
     Masyarakat multikulturalmerupakan bentuk dari masyarakat modern yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, suku, etnis(suku bangsa), ras, agama dan budaya.  Dalam multikulturalisme terkandung pengertian bahwa tidak ada sistem norma dan budaya yang lebih tinggi daripada budaya lainnya. Semua perbedaan adalah sederajat.
  • 6.
     Masyarakat multikulturalismeberbeda dengan masyarakat majemuk (masyarakat majemuk ini biasanya lebih men-fokuskan kelompok keanekaragaman suku bangsa dan budaya).  Keanekaragaman ini memiliki beberapa karakteristik(ciri-ciri). Menurut Pierre L. Van den Berghe
  • 7.
     Terjadinya segmentasiatau pembagian ke kelompok-kelompok yang berbeda-beda.  Memiliki struktur sosial  Kurang mengembangkan konsensus atau yang disebut kesepakatan. Biasanya kesepakatan ini digunakan untuk mengontrol perlakuan dalam suatu kelompok.
  • 8.
     Sering terjadinyakonflik antar kelompok satu dengan yang lainnya. Misalnya antar geng motor.  Intergrasi sosial tumbuh atas dasar paksaan juga terjadinya saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.  Dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain. HOME
  • 9.
     Narsisme budayaatau menganggap budaya sendiri yang paling baik.  Pertentangan budaya barat dan budaya timur. Adanya anggapan bahwa, budaya barat adalah budaya maju yang sarat akan ke dinamisan. Sebaliknya, budaya timur identik dengan budaya yang dingin dan kurang dinamis.
  • 10.
     Pluralisme dianggapeksotis. Mereka memandang budaya lain memiliki sifat eksotik dan menarik perhatian. Mereka tidak memandang budaya lain melalui ke-khas-an suatu budaya.  Pandangan paternalistis. Hingga sekarang, masih banyak yang menganggap status perempuan sebagai suatu yang minor.
  • 11.
     Mencari apayang disebut Indigenous culture, yaitu sesuatu yang dianggap asli. Misalnya, di Jakarta ada kecenderungan menamai gedung-gedung dengan nama dalam bahasa Sansekerta.  Pandangan negatif penduduk asli terhadap orang asing yang dapat berbicara mengenai kebudayaan penduduk asli. HOME
  • 12.
     Ada beberapafaktor yang mendorong terjadinya proses realita sosial didalam masyarakat indonesi, realita yang dimaksud disini adalah nyatanya pengelompokkan masyarakat yang ada di indonesia.  Keadaan geografis di indonesia  Pengaruh kebudayaan asing(kondisi geografis indonesia menyebabkan daya tarik tersendiri bagi negara lain).  Iklim yang berbeda  Pembangunan(ini merupakan proses modernialisme)
  • 13.
     Sedangkan untukdinamika masyarakat indonesia sendiri menunjukkan bahwa potensi konflik berbagai kelompok lebih besar, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik di masyarakat.  Harga diri dan kebanggaan kelompok terusik  Perbedaan pendirian atau sikap  Adanya sikap etnis dalam tiap kelompokhome
  • 14.
     Tiga dasarini merupakan acuan untuk pendidikan multikultural, dimaksudkan sebagai contoh untuk proses multikulturalisme.  Pengakuan terhadap identitas budaya lain  Adat kebiasaan - sebagai tali pengikat –  Kemajuan yang diperoleh kelompok tertentu dalam masyarakat, bagi kelompok yang luas, seperti negara. back
  • 15.
     Dapat digalike-arifan budaya yang dimilki budaya  Munculnya rasa penghargaan terhadap budaya lain, memunculkan sikap toleransi  Merupakan benteng pertahanan terhadap ancaman yang timbul dari budaya kapital  Alat untuk membina dunia  Mengajarkan kita bahwa kebenaran itu berada dimana-mana, tergantung dari sudut pandang setiap orang.
  • 16.