PERUBAHAN POLA PIKIR (MINDSET)
Dalam Kurikulum 2013
Disampaikan Oleh :
SUEDI, S.Ag., S.Kom., M.Pd
Kepala SMP Negeri 3 Bumiayu
Dalam Kegiatan In Service
Pendampingan Kurikulum 2013
Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016
Tujuan
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan landasan filosofis Kurikulum 2013
2. Menjelaskan pola pikir (mindset) Kurikulum 2013 terutama
paradigma pembelajarannya.
Cakupan Materi
Materi sesi ini mencakup:
1. Pergeseran Paradigma Pembangunan
2. Landasan Filosofis Kurikulum 2013
3. Paradigma Pembelajaran Abad 21
4. Perubahan Pola Pikir dalam Kurikulum 2013
Aktivitas Pendampingan
Untuk mencapai tujuan(-tujuan) sesi ini, peserta akan:
1. Memperhatikan presentasi dan mencatat butir-butir
penting mengenai landasan filosofis Kurikulum 2013 dan
pergeseran mindset yang perlu;
2. Mengajukan pertanyaan untuk memperoleh
kejelasan/informasi lebih lanjut, mengklarifikasi
pemahaman, dan mengajukan pendapat
Pergeseran Paradigma
Pembangunan
Pembangunan Ekonomi
Berbasis Sumberdaya
Sumber Daya Alam
sebagai
Modal Pembangunan
Sumber Daya Manusia
sebagai
Beban Pembangunan
Pembangunan
Kesejahteraan Berbasis
Peradaban
Peradaban sebagai Modal
Pembangunan
SDM Beradab
sebagai
Modal Pembangunan
Dekade 2020an dsts/d Dekade 1980an
Pendidikan
Kekayaan Peradaban
Pendidikan, dalam jangka panjang, adalah faktor tunggal paling menentukan melebarnya jurang kesenjangan,
oleh karena itu investasi dalam bidang pendidikan adalah cara logis untuk menghilangkan kesenjangan tersebut
Penduduk Sebagai
Pasar/Pengguna
Penduduk Sebagai
Kreator/Disiminator
Pergeseran Paradigma Pembangunan
Pembangunan Ekonomi
Berbasis Pengetahuan
Pengetahuan sebagai
Modal Pembangunan
SDM Berpengetahuan
sebagai Modal
Pembangunan
Dekade 1990an-2010an
Penduduk Sebagai
Pelaku/Kontributor
Kekayaan PengetahuanKekayaan Pengetahuan
Pendidikan
Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban
Modal Sosial-Budaya
Modal Individu
Modal Pengetahuan/
Keterampilan
Modal Peradaban
Modal
SDM
-Sikap
-Keterampilan
-pengetahuan
Terwujud Melalui
Keutuhan ASK
Modal Sistem
Pemerintahan
Global Prosperity Index menempatkan Indonesia pada
urutan ke 63, dengan modal sosial-budaya menempati
urutan ke 27
Pentingnya Pendidikan
Peran Strategis
Pendidikan
Peran Strategis
Pendidikan
Meningkatkan
Pendapatan per Capita
(Aspek Ekonomi)
Meningkatkan
Pendapatan per Capita
(Aspek Ekonomi)
Meningkatkan
Kualitas Kesehatan
Meningkatkan
Kualitas Kesehatan
Meningkatkan
Daya Saing Bangsa
Meningkatkan
Daya Saing Bangsa
Guru yang ProfesionalGuru yang Profesional
8
Peran Guru dan Keunggulan Suatu Negara*)
Faktor
Peranan
(%)
Innovation & Creativity
Networking
Knowledge & Technology
Natural Resources
45
25
20
10
*) Hasil evaluasi Bank Dunia (1995) terhadap 150 negara di
dunia.
Guru yang
profesional:
sekolah unggul
 Keunggulan Komparatif
 Keunggulan Kompetitif
ABAD 21: Guru sbg Motivator dan Inspirator
Cerdas, Inovatif, Kreatif, Jujur,
Disiplin, Santun, Percaya Diri,
Mandiri, Bertaqwa, Demokratis, dll
Tujuan Pendidikan Nasional
SKL
Filosofi
Kurikulum
Tujuan Pendidikan Nasional
Beriman dan
Bertakwa
Berakhlak
Mulia
Sehat
Berilmu
Cakap
Mandiri
Kreatif
Demokratis
Bertanggung
Jawab
MANUSIA
INDONESIA
. (UU RI NO 20 Tahun 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasional)
Landasan Filosofis
Kurikulum 2013
Landasan Filosofis Kurikulum
Curriculum is a product of its time ….
Curriculum responds to and is changed by social
forces, philosophical positions, psychological
principles, accumulating knowledge, and educational
leadership at its moment in history
(Olivia, 1992)
Pergeseran Paradigma Belajar
di Abad 21
Pembelajaran dan Inovasi
• Kreatif dan inovatif
• Berfikir kritis menyelesaikan
masalah
• Komunikasi dan kolaborasi
Informasi, Media and
Teknologi
• Melek informasi
• Melek Media
• Melek TIK
Kehidupan dan Karir
Fleksibel dan adaptif
Berinisiatif dan mandiri
Keterampilan sosial dan budaya
 Produktif dan akuntabel
 Kepemimpinan&tanggung
jawab
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kerangka Kompetensi Abad 21
Kerangka ini menunjukkan
bahwa berpengetahuan [melalui
core subjects] saja tidak cukup,
harus dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif - kritis
-Berkarakter kuat [bertanggung
jawab, sosial, toleran, produktif,
adaptif,...]
Disamping itu didukung dengan
kemampuan memanfaatkan
informasi dan berkomunikasi
Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...1515
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kerangka Kompetensi Abad 21
 Mendukung Keseimbangan
penilaian: tes standar serta penilaian
formatif dan sumatif
 Menekankan pada pemanfaatan
umpan balik berdasarkan kinerja
peserta didik
 Membolehkan pengembangan
portofolio siswa
 Menciptakan latihan pembelajaran,
dukungan SDM dan infrastruktur
• Memungkinkan pendidik untuk
berkolaborasi, berbagi pengalaman
dan integrasinya di kelas
• Memungkinkan peserta didik
untuk belajar yang relevan dengan
konteks dunia
• Mendukung perluasan keterlibatan
komunitas dalam pembelajaran,
baik langsung maupun online
Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak
hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain
termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan
dukungan lingkungan pendidikan yang memadai
1. Leadership
2. Digital literacy
3. Communication
4. Emotional intelligence
5. Entrepreneurship
6. Global citizenship
7. Problem-solving
8. Team-working
GURUYANGPROFESIOANAL
21st
Century Skills
Informasi
(tersedia dimana saja, kapan
saja)
Komputasi
(lebih cepat memakai mesin)
Otomasi
(menjangkau segala pekerjaan
rutin)
Komunikasi
(dari mana saja, ke mana saja)
Pembelajaran diarahkan untuk
mendorong peserta didik mencari tahu
dari berbagai sumber observasi, bukan
diberi tahu
Pembelajaran diarahkan untuk mampu
merumuskan masalah [menanya], bukan
hanya menyelesaikan masalah
[menjawab]
Pembelajaran diarahkan untuk melatih
berfikir analitis [pengambilan keputusan]
bukan berfikir mekanistis [rutin]
Pembelajaran menekankan pentingnya
kerjasama dan kolaborasi dalam
menyelesaikan masalah
Paradigma Belajar Abad 21
Model PembelajaranCiri Abad 21
1818
Ada banyak alternatif
sumber belajar yang
tersedia:
Buku
Modul Pembelajaran
Off line
Online
Guru bukan satu-satunya sumber
belajar
Belajar tidak harus di kelas
Murid dapat belajar terlebih dahulu
sebelum diajar guru
Guru berperan sebagai tutor
Model Pembelajaran
Ciri Abad 21
Proses pembelajaran berubah dari
teaching and learning menjadi
learning and tutoring
Sumber: Kemdikbud 19
Gelombang Perubahan Era Global
di Abad 21: Bagaimana Respon Guru?
1. Perdagangan Bebas
2. Ketergantungan Iptek (ICT,
Bio-teknologi, Nano
teknologi)
3. Fenomena Kehidupan Global
(Speed, Conectivity,
Intangable, and
Compatibility)
4. Demokratisasi politik
5. Isu dan Persoalan HAM
6. Persoalan Lingkungan Hidup
7. Kesetaraan Gender
8. Multikulturalisme kehidupan
Guru berperan
merespon perubahan
secara profesional
20
The mediocre teacher tells. The good
teacher explains. The superior
teacher demonstrates. The great
teacher inspires
(William Arthur Ward (1991 – 1994)
21
Guru
Profesional
Abad 21
Pendidikan
Global yang
Kompetitif
Proses
Pembelajaran
To Describe;
To Explain;
To Illustrate;
To Demonstrate;
To Inspire;
Guru: faktor utama dalam
menentukan keberhasilan
proses belajar-mengajar :
aspek - Learning to Learn.
Peran Guru di Abad 21
22
Traditional Learning New Learning
Teacher Centered Student Centered
Single Media Multimedia
Isolated Work Collaborative Work
Information Delivery Information Exchange
Factual, Knowledge-Based
Learning
Critical Thinking and
Informed Decision Making
Push Pull
Source: ISTE National Education Technology Standards for Teachers sebagaimana dalam Suyanto & Asep 2012
Traditional Learning 21st
Century Learning
Integration Transformation
Schooling Life long Learning
Knowing Understanding
Broadcast/
Transmission Model
Constructivist
Learning
Traditional
Content/Context
Contemporary
Content/Context
Learning Tech Skills
Developing
21st
Century Skills
23Source: ISTE National Education Technology Standards for Teachers (USA) sebagaimana dalam Suyanto & Asep 2012.
Pergeseran Pola Pikir
dalam Pembelajaran
 Menggunakan pendekatan saintifik, melalui mengamati,
menanya, mencoba, dst
 Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
 Sumber belajar bukan hanya Guru dan Buku Teks 
kontekstual dan sumber lain
 Belajar dengan beraktivitas
 Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering
bertanya
 Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu
 Pembelajaran Pengetahuan &Keterampilan  Langsung
 Sikap  Tak langsung
 Menekankan kolaborasi  melalui pengerjaan projek
Pergeseran Pola Pikir
dalam Pembelajaran
 Pentingnya proses : prosedural
 Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia
 Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal,
pengayaan, remedial
 Penekanan pada higher order thinking & mampu
berasumsi (realistis)
 Pentingnya data (terkait pengamatan dll)
Anuscha Ferrari et al. 2009. Innovation and Creativity in Education and Training
Pergeseran Pengertian tentang Kreativitas
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dapat dipelajari dan dapat diterapkan dimana saja,
sehingga pendidikan harus diarahkan pada penguatan keterampilan kreatif
Creative
Pedagogy
Creative
Teaching
Creative
Learning
Teaching
for
Creativity
Dukungan Pembelajaran Kreatif
Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas
Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review
2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui
pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan yaitu: 1/3
dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
o Observing [mengamat]
o Questioning [menanya]
o Experimenting [mencoba]
o Associating [menalar]
o Networking [Membentuk jejaring]
Personal
Inter-personal
Pembelajaran berbasis
kecerdasan tidak akan
memberikan hasil siginifikan
(hanya peningkatan 50%)
dibandingkan yang berbasis
kreativitas (sampai 200%)
Proses Penilaian yang Mendukung
Kreativitas
Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what
can we learn from research?
Guru dapat membuat peserta didik berperilaku kreatif melalui:
 tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban benar,
 mentolerir jawaban yang nyeleneh,
 menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,
 memberanikan peserta didik untuk:
- mencoba,
- menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap
informasi,
- memiliki interpretasi sendiri terkait pengetahuan/kejadian,
 memberikan keseimbangan antara kegiatan terstruktur dan
spontan/ekspresif
Terima Kasih

Perubahan Mindset Kurikulum 2013

  • 1.
    PERUBAHAN POLA PIKIR(MINDSET) Dalam Kurikulum 2013 Disampaikan Oleh : SUEDI, S.Ag., S.Kom., M.Pd Kepala SMP Negeri 3 Bumiayu Dalam Kegiatan In Service Pendampingan Kurikulum 2013 Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016
  • 2.
    Tujuan Setelah mengikuti sesiini, peserta diharapkan dapat: 1. Menjelaskan landasan filosofis Kurikulum 2013 2. Menjelaskan pola pikir (mindset) Kurikulum 2013 terutama paradigma pembelajarannya.
  • 3.
    Cakupan Materi Materi sesiini mencakup: 1. Pergeseran Paradigma Pembangunan 2. Landasan Filosofis Kurikulum 2013 3. Paradigma Pembelajaran Abad 21 4. Perubahan Pola Pikir dalam Kurikulum 2013
  • 4.
    Aktivitas Pendampingan Untuk mencapaitujuan(-tujuan) sesi ini, peserta akan: 1. Memperhatikan presentasi dan mencatat butir-butir penting mengenai landasan filosofis Kurikulum 2013 dan pergeseran mindset yang perlu; 2. Mengajukan pertanyaan untuk memperoleh kejelasan/informasi lebih lanjut, mengklarifikasi pemahaman, dan mengajukan pendapat
  • 5.
  • 6.
    Pembangunan Ekonomi Berbasis Sumberdaya SumberDaya Alam sebagai Modal Pembangunan Sumber Daya Manusia sebagai Beban Pembangunan Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban Peradaban sebagai Modal Pembangunan SDM Beradab sebagai Modal Pembangunan Dekade 2020an dsts/d Dekade 1980an Pendidikan Kekayaan Peradaban Pendidikan, dalam jangka panjang, adalah faktor tunggal paling menentukan melebarnya jurang kesenjangan, oleh karena itu investasi dalam bidang pendidikan adalah cara logis untuk menghilangkan kesenjangan tersebut Penduduk Sebagai Pasar/Pengguna Penduduk Sebagai Kreator/Disiminator Pergeseran Paradigma Pembangunan Pembangunan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Pengetahuan sebagai Modal Pembangunan SDM Berpengetahuan sebagai Modal Pembangunan Dekade 1990an-2010an Penduduk Sebagai Pelaku/Kontributor Kekayaan PengetahuanKekayaan Pengetahuan Pendidikan
  • 7.
    Pembangunan Kesejahteraan BerbasisPeradaban Modal Sosial-Budaya Modal Individu Modal Pengetahuan/ Keterampilan Modal Peradaban Modal SDM -Sikap -Keterampilan -pengetahuan Terwujud Melalui Keutuhan ASK Modal Sistem Pemerintahan Global Prosperity Index menempatkan Indonesia pada urutan ke 63, dengan modal sosial-budaya menempati urutan ke 27
  • 8.
    Pentingnya Pendidikan Peran Strategis Pendidikan PeranStrategis Pendidikan Meningkatkan Pendapatan per Capita (Aspek Ekonomi) Meningkatkan Pendapatan per Capita (Aspek Ekonomi) Meningkatkan Kualitas Kesehatan Meningkatkan Kualitas Kesehatan Meningkatkan Daya Saing Bangsa Meningkatkan Daya Saing Bangsa Guru yang ProfesionalGuru yang Profesional 8
  • 9.
    Peran Guru danKeunggulan Suatu Negara*) Faktor Peranan (%) Innovation & Creativity Networking Knowledge & Technology Natural Resources 45 25 20 10 *) Hasil evaluasi Bank Dunia (1995) terhadap 150 negara di dunia. Guru yang profesional: sekolah unggul  Keunggulan Komparatif  Keunggulan Kompetitif ABAD 21: Guru sbg Motivator dan Inspirator Cerdas, Inovatif, Kreatif, Jujur, Disiplin, Santun, Percaya Diri, Mandiri, Bertaqwa, Demokratis, dll
  • 10.
  • 11.
    Tujuan Pendidikan Nasional Berimandan Bertakwa Berakhlak Mulia Sehat Berilmu Cakap Mandiri Kreatif Demokratis Bertanggung Jawab MANUSIA INDONESIA . (UU RI NO 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional)
  • 12.
  • 13.
    Landasan Filosofis Kurikulum Curriculumis a product of its time …. Curriculum responds to and is changed by social forces, philosophical positions, psychological principles, accumulating knowledge, and educational leadership at its moment in history (Olivia, 1992)
  • 14.
  • 15.
    Pembelajaran dan Inovasi •Kreatif dan inovatif • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Komunikasi dan kolaborasi Informasi, Media and Teknologi • Melek informasi • Melek Media • Melek TIK Kehidupan dan Karir Fleksibel dan adaptif Berinisiatif dan mandiri Keterampilan sosial dan budaya  Produktif dan akuntabel  Kepemimpinan&tanggung jawab Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 Kerangka Kompetensi Abad 21 Kerangka ini menunjukkan bahwa berpengetahuan [melalui core subjects] saja tidak cukup, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...1515
  • 16.
    Sumber: 21st CenturySkills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 Kerangka Kompetensi Abad 21  Mendukung Keseimbangan penilaian: tes standar serta penilaian formatif dan sumatif  Menekankan pada pemanfaatan umpan balik berdasarkan kinerja peserta didik  Membolehkan pengembangan portofolio siswa  Menciptakan latihan pembelajaran, dukungan SDM dan infrastruktur • Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas • Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia • Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung maupun online Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai
  • 17.
    1. Leadership 2. Digitalliteracy 3. Communication 4. Emotional intelligence 5. Entrepreneurship 6. Global citizenship 7. Problem-solving 8. Team-working GURUYANGPROFESIOANAL 21st Century Skills
  • 18.
    Informasi (tersedia dimana saja,kapan saja) Komputasi (lebih cepat memakai mesin) Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin) Komunikasi (dari mana saja, ke mana saja) Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah [menanya], bukan hanya menyelesaikan masalah [menjawab] Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir mekanistis [rutin] Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah Paradigma Belajar Abad 21 Model PembelajaranCiri Abad 21 1818
  • 19.
    Ada banyak alternatif sumberbelajar yang tersedia: Buku Modul Pembelajaran Off line Online Guru bukan satu-satunya sumber belajar Belajar tidak harus di kelas Murid dapat belajar terlebih dahulu sebelum diajar guru Guru berperan sebagai tutor Model Pembelajaran Ciri Abad 21 Proses pembelajaran berubah dari teaching and learning menjadi learning and tutoring Sumber: Kemdikbud 19
  • 20.
    Gelombang Perubahan EraGlobal di Abad 21: Bagaimana Respon Guru? 1. Perdagangan Bebas 2. Ketergantungan Iptek (ICT, Bio-teknologi, Nano teknologi) 3. Fenomena Kehidupan Global (Speed, Conectivity, Intangable, and Compatibility) 4. Demokratisasi politik 5. Isu dan Persoalan HAM 6. Persoalan Lingkungan Hidup 7. Kesetaraan Gender 8. Multikulturalisme kehidupan Guru berperan merespon perubahan secara profesional 20 The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires (William Arthur Ward (1991 – 1994)
  • 21.
    21 Guru Profesional Abad 21 Pendidikan Global yang Kompetitif Proses Pembelajaran ToDescribe; To Explain; To Illustrate; To Demonstrate; To Inspire; Guru: faktor utama dalam menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar : aspek - Learning to Learn. Peran Guru di Abad 21
  • 22.
    22 Traditional Learning NewLearning Teacher Centered Student Centered Single Media Multimedia Isolated Work Collaborative Work Information Delivery Information Exchange Factual, Knowledge-Based Learning Critical Thinking and Informed Decision Making Push Pull Source: ISTE National Education Technology Standards for Teachers sebagaimana dalam Suyanto & Asep 2012
  • 23.
    Traditional Learning 21st CenturyLearning Integration Transformation Schooling Life long Learning Knowing Understanding Broadcast/ Transmission Model Constructivist Learning Traditional Content/Context Contemporary Content/Context Learning Tech Skills Developing 21st Century Skills 23Source: ISTE National Education Technology Standards for Teachers (USA) sebagaimana dalam Suyanto & Asep 2012.
  • 24.
    Pergeseran Pola Pikir dalamPembelajaran  Menggunakan pendekatan saintifik, melalui mengamati, menanya, mencoba, dst  Kelas bukan satu-satunya tempat belajar  Sumber belajar bukan hanya Guru dan Buku Teks  kontekstual dan sumber lain  Belajar dengan beraktivitas  Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya  Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu  Pembelajaran Pengetahuan &Keterampilan  Langsung  Sikap  Tak langsung  Menekankan kolaborasi  melalui pengerjaan projek
  • 25.
    Pergeseran Pola Pikir dalamPembelajaran  Pentingnya proses : prosedural  Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia  Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal, pengayaan, remedial  Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realistis)  Pentingnya data (terkait pengamatan dll)
  • 26.
    Anuscha Ferrari etal. 2009. Innovation and Creativity in Education and Training Pergeseran Pengertian tentang Kreativitas Banyak penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dapat dipelajari dan dapat diterapkan dimana saja, sehingga pendidikan harus diarahkan pada penguatan keterampilan kreatif
  • 27.
  • 28.
    Proses Pembelajaran yangMendukung Kreativitas Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: o Observing [mengamat] o Questioning [menanya] o Experimenting [mencoba] o Associating [menalar] o Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal Pembelajaran berbasis kecerdasan tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)
  • 29.
    Proses Penilaian yangMendukung Kreativitas Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research? Guru dapat membuat peserta didik berperilaku kreatif melalui:  tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban benar,  mentolerir jawaban yang nyeleneh,  menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,  memberanikan peserta didik untuk: - mencoba, - menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasi, - memiliki interpretasi sendiri terkait pengetahuan/kejadian,  memberikan keseimbangan antara kegiatan terstruktur dan spontan/ekspresif
  • 30.

Editor's Notes

  • #2 Judul mungkin perlu lebih spesifik, yakni perubahan pola pikir tentang pembelajaran, pendidikan, atau lainnya