Pengertian
Fasa Zat Murni
Proses Perubahan Fasa Zat Murni
Diagram Fasa
Persamaan Keadaan
Pengertian Perubahan Fasa
 Perubahan Fasa meruapakan efek dari adanya salah satu
  sifat fisika zat, yaitu wujud. Sifat fisika zat sendiri ialah sifat
  yang dapat diamati secara langsung tanpa mengubah
  susunan zat, misalnya wujud, warna, kelarutan, daya
  hantar listrik, dan kemagnetan, titik lebur dan titik didih.
 Secara harfiah, perubahan fasa terjadi saat sebuah zat
  berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Misalnya dari
  gas ke cair, cair ke padat, padat ke gas, dan sebaliknya.
  Setiap proses melibatkan panas, baik panas itu dilepas oleh
  zat ataupun diterima oleh zat, tapi tidak melibatkan
  perubahan temperatur.
Panas Yang Terlibat
 Panas ini disebut panas laten atau kalor laten. Istilah
  "laten" berasal dari bahasa Inggris, "latent", yang berarti
  "tersembunyi". Zaman orba dulu, istilah laten sering
  dipakai untuk mencap paham komunis sebagai bahaya
  laten. artinya paham ini adalah bahaya yang tidak terlihat
  tapi sesungguhnya adalah bahaya. Ini seperti api dalam
  sekam, apinya tidak terlihat dari luar tapi sesungguhnya
  dia ada di sana.
 Kalor laten, dalam termodinamika, dirumuskan sebagai
 $Q_l = m, L$
 dengan $Q_l$ adalah kalor laten, $m$ adalah massa
  zat, dan $L$ adalah kalor jenis laten (J/kg).
Gambaran Umum Perubahan Fasa
Fase dari Zat Murni
 Solid (padat) : jarak antar molekul sangat dekat sehingga
  gaya tarik antar molekul sangat kuat, maka bentuknya
  tetap. Gaya tarik antara molekul-molekul cenderung untuk
  mempertahankannya pada jarak yang relatif konstan.Pada
  temperatur tinggi molekul melawan gaya antar molekul
  dan terpencar.
 Liquid (cair) : Susunan molekul mirip dengan zat padat
  , tetapi terhadap yang lain sudah tidak tetap lagi.
  Sekumpulan molekul akan mengambang satu sama lain.
 Gas : Jarak antar molekul berjauhan dan susunannya acak.
  Molekul bergerak secara acak.
Proses Perubahan Fase Zat Murni
 Semua zat murni mempunyai mempunyai kelakuan
 umum yang sama. Sebagai contoh air (water).
Fase 1
         State 1 : Pada state ini disebut compressed liquid atau
         subcooled liquid. Pada state ini penambahan panas
         hanya akan menaikkan temperatur tetapi belum
         menyebabkan terjadi penguapan (not about to
         vaporize)
Fase 2

         State 2 : Disebut saturated liquid (cairan jenuh). Pada
         state ini fluida tepat akan berubah fasenya.
         Penambahan panas sedikit saja akan menyebabkan
         terjadi penguapan (about to vaporize). Akan
         mengalami sedikit penambahan volume.
Fase 3
         State 3 : Disebut “Saturated liquid - vapor mixture”
         (campuran uap - cairan jenuh). Pada keadaan ini
         uap dan cairan jenuh berada dalam kesetimbangan.
         Penambahan panas tidak akan menaikkan
         temperatur tetapi hanya menambah jumlah
         penguapan.
Fase 4
         State 4 : Campuran tepat berubah jadi uap seluruhnya,
         disebut “saturated vapor” (uap jenuh). Pada keadaan ini
         pengurangan panas akan menyebabkan terjadi
         pengembunan (“about to condense”).
Fase 5
         State 5 : Disebut “superheated vapor” (uap panas
         lanjut). Penambahan panas akan menyebabkan
         kenaikkan suhu dan volume..




          Proses Proses di atas dapat kita Gambarkan dalam sebuah
          Diagram Fasa yang akan kita bahas di slide selanjutnya
Diagram Fasa
 Diagram fase adalah sejenis grafik yang digunakan
 untuk menunjukkan kondisi kesetimbangan antara
 fase-fase yang berbeda dari suatu zat yang
 sama, melibatkan 3 komponen, yaitu Tekanan
 (P), Volume (V) dan Temperatur (T). Diagram Fasa
 yang melibatkan 3 komponen berupa grafik 3
 dimensi, sedangkan Diagram Fasa yang hanya
 melibatkan 2 komponen berupa Grafik 2 dimensi.
Diagram Fasa Zat Murni
                    Diagram P-T untuk
                    zat murni secara
                    umum dapat dilihat
                    dalam gambar
                    berikut ini.
                    Diagram ini sering
                    juga disebut dengan
                    diagram fasa zat
                    karena
                    menunjukkan
                    ketiga jenis fasa zat
                    yang dipisahkan
                    oleh garis
Penjelasan Grafik
 Garis Sublimation line (garis sublim) memisahkan daerah uap
    (vapor) dengan daerah beku (solid).
   Garis vaporization line (garis penguapan) memisahkan
    daerah cair dari daerah uap.
   Garis melting line (garis leleh) memisahkan daerah beku dari
    daerah cair.
   Pada gambar diatas, terlihat dua lokasi untuk garis melting line
    yang dibedakan dengan jenis garis. Garis putus-putus melting
    line merupakan garis melting line untuk zat yang memuai saat
    beku, sementara untuk zat yang menyusut saat beku garis
    melting line nya berupa garis biasa.
   Dari gambar diatas juga terlihat bahwa kondisi liquid (cair)
    hanya dapat terjadi pada tekanan dibawah tekanan triple point.
Diagram fasa P-T untuk air
 Titik Tripel
 Pada titik ini semua fasa berada dalam
    kesetimbangan, temperatur dan tekanan tetap.
   Titik tripel untuk air ada pada temperatur 0,01 oC dan
    tekanan 4,58 mmHg. Titik tripel untuk air, 273,16 K.
   Derajat kebebasan: F= c – p + 2
   (c = jumlah minimum komponen yang menentukan
    sistem; p= jumlah fasa; 2= variabel yang menentukan
    sistem); menyatakan seberapa banyak faktor yang
    menyatakan suatu sistem.
   Derajat kebebasan untuk air pada titik tripel adalah: f= 1-
    3+2=0, karena c=1 yaitu air, p=3 yaitu es, air dan uap air.
Gas Ideal
 Jika kita menghubungkan antara tekanan, suhu dan
  volum jenis (spesific volume) dari suatu zat, maka
  akan menghasilakan suatu persamaan keadaan.
 Ada banyak jenis persamaan keadaan, namun yang
  paling sederhana diantaranya adalah persamaan gas
  ideal.
 Namun sebelumnya, Apakah gas ideal itu?
Apa itu Gas Ideal?
 Gas ideal adalah gas yang memenuhi beberapa syarat tertentu.
    Gas ideal memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
   Jumlah partikel gas banyak sekali tetapi tidak ada gaya tarik
    menarik antar partikel.
   Ukuran gas sangat kecil bila dibanding dengan ukuran
    wadah, jadi ukuran gas diabaikan.
   Setiap tumbukan yang terjadi bersifat lenting sempurna.
   Partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dalam
    wadah.
   Partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak.
   Semua partikel bergerak dengan acak.

    Dalam kehidupan nyata sebenarnya tidak ada gas ideal, ini
    hanya permisalan saja.
Persamaan Gas Ideal
   persamaan keadaan gas ideal PV=nRT
   P= Tekanan= atm
   V= volume = m3
   N= mol = mol
   T = suhu = K
   R= tetapan gas
   udara R = 287 J/(kg K)
      helium R = 2077 J/(kg K)
      argon R = 208 J/(kg K)
      nitrogen R = 296 J/(kg K)
Darimana Persamaan itu
diperoleh?
 Hukum Boyle
 Pada suhu konstant, untuk gas dengan massa
    tertentu, hasil kali volume (v) dan tekanan (p) adalah
    konstan.
   PV=k1 ---T, n tetap
   Hukum Charles
   Pada tekanan konstant, untuk gas dengan massa
    tertentu, volume bertambah secara linier dengan
    temperatur.
   V/T = k2 --P,n tetap
 Hukum Gay Lussac
 Pada volume kontan, tekanan gas berbanding lurus
    denagn temperatur absolut.
   P/T = k3 --V,n tetap
   Hukum Boyle dan Charles dapat digabung sbb:
   PV/T= k
   Hukum Avogadro
   Pada tekanan dan suhu sama, Volume yang sama dari
    gas gas akan mengandung jumlah mol yang sama.
   V/n= Ka ---P,T tetap
 Hukum Boyle :          V=1/p
 Hukum Charles :        V=T
 Hukum Avogadro :       V=n
 Dari hukum hukum ini diperoleh : V=nT/P atau V=R
  nT/P
 Jadi persamaan gas ideal ialah PV=nRT
 maka dari persamaan diatas, dapat disimpulkan bahwa
  Tekanan dikalikan dengan Volume Gas ideal akan
  sebanding dengan hasil kali jumlah Mol gas ideal
  dengan Suhu dalam satuan Kelvin.

Perubahan Fasa

  • 1.
    Pengertian Fasa Zat Murni ProsesPerubahan Fasa Zat Murni Diagram Fasa Persamaan Keadaan
  • 2.
    Pengertian Perubahan Fasa Perubahan Fasa meruapakan efek dari adanya salah satu sifat fisika zat, yaitu wujud. Sifat fisika zat sendiri ialah sifat yang dapat diamati secara langsung tanpa mengubah susunan zat, misalnya wujud, warna, kelarutan, daya hantar listrik, dan kemagnetan, titik lebur dan titik didih.  Secara harfiah, perubahan fasa terjadi saat sebuah zat berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Misalnya dari gas ke cair, cair ke padat, padat ke gas, dan sebaliknya. Setiap proses melibatkan panas, baik panas itu dilepas oleh zat ataupun diterima oleh zat, tapi tidak melibatkan perubahan temperatur.
  • 3.
    Panas Yang Terlibat Panas ini disebut panas laten atau kalor laten. Istilah "laten" berasal dari bahasa Inggris, "latent", yang berarti "tersembunyi". Zaman orba dulu, istilah laten sering dipakai untuk mencap paham komunis sebagai bahaya laten. artinya paham ini adalah bahaya yang tidak terlihat tapi sesungguhnya adalah bahaya. Ini seperti api dalam sekam, apinya tidak terlihat dari luar tapi sesungguhnya dia ada di sana.  Kalor laten, dalam termodinamika, dirumuskan sebagai  $Q_l = m, L$  dengan $Q_l$ adalah kalor laten, $m$ adalah massa zat, dan $L$ adalah kalor jenis laten (J/kg).
  • 4.
  • 5.
    Fase dari ZatMurni  Solid (padat) : jarak antar molekul sangat dekat sehingga gaya tarik antar molekul sangat kuat, maka bentuknya tetap. Gaya tarik antara molekul-molekul cenderung untuk mempertahankannya pada jarak yang relatif konstan.Pada temperatur tinggi molekul melawan gaya antar molekul dan terpencar.  Liquid (cair) : Susunan molekul mirip dengan zat padat , tetapi terhadap yang lain sudah tidak tetap lagi. Sekumpulan molekul akan mengambang satu sama lain.  Gas : Jarak antar molekul berjauhan dan susunannya acak. Molekul bergerak secara acak.
  • 6.
    Proses Perubahan FaseZat Murni  Semua zat murni mempunyai mempunyai kelakuan umum yang sama. Sebagai contoh air (water).
  • 7.
    Fase 1 State 1 : Pada state ini disebut compressed liquid atau subcooled liquid. Pada state ini penambahan panas hanya akan menaikkan temperatur tetapi belum menyebabkan terjadi penguapan (not about to vaporize)
  • 8.
    Fase 2 State 2 : Disebut saturated liquid (cairan jenuh). Pada state ini fluida tepat akan berubah fasenya. Penambahan panas sedikit saja akan menyebabkan terjadi penguapan (about to vaporize). Akan mengalami sedikit penambahan volume.
  • 9.
    Fase 3 State 3 : Disebut “Saturated liquid - vapor mixture” (campuran uap - cairan jenuh). Pada keadaan ini uap dan cairan jenuh berada dalam kesetimbangan. Penambahan panas tidak akan menaikkan temperatur tetapi hanya menambah jumlah penguapan.
  • 10.
    Fase 4 State 4 : Campuran tepat berubah jadi uap seluruhnya, disebut “saturated vapor” (uap jenuh). Pada keadaan ini pengurangan panas akan menyebabkan terjadi pengembunan (“about to condense”).
  • 11.
    Fase 5 State 5 : Disebut “superheated vapor” (uap panas lanjut). Penambahan panas akan menyebabkan kenaikkan suhu dan volume.. Proses Proses di atas dapat kita Gambarkan dalam sebuah Diagram Fasa yang akan kita bahas di slide selanjutnya
  • 12.
    Diagram Fasa  Diagramfase adalah sejenis grafik yang digunakan untuk menunjukkan kondisi kesetimbangan antara fase-fase yang berbeda dari suatu zat yang sama, melibatkan 3 komponen, yaitu Tekanan (P), Volume (V) dan Temperatur (T). Diagram Fasa yang melibatkan 3 komponen berupa grafik 3 dimensi, sedangkan Diagram Fasa yang hanya melibatkan 2 komponen berupa Grafik 2 dimensi.
  • 13.
    Diagram Fasa ZatMurni  Diagram P-T untuk zat murni secara umum dapat dilihat dalam gambar berikut ini. Diagram ini sering juga disebut dengan diagram fasa zat karena menunjukkan ketiga jenis fasa zat yang dipisahkan oleh garis
  • 14.
    Penjelasan Grafik  GarisSublimation line (garis sublim) memisahkan daerah uap (vapor) dengan daerah beku (solid).  Garis vaporization line (garis penguapan) memisahkan daerah cair dari daerah uap.  Garis melting line (garis leleh) memisahkan daerah beku dari daerah cair.  Pada gambar diatas, terlihat dua lokasi untuk garis melting line yang dibedakan dengan jenis garis. Garis putus-putus melting line merupakan garis melting line untuk zat yang memuai saat beku, sementara untuk zat yang menyusut saat beku garis melting line nya berupa garis biasa.  Dari gambar diatas juga terlihat bahwa kondisi liquid (cair) hanya dapat terjadi pada tekanan dibawah tekanan triple point.
  • 15.
  • 16.
     Titik Tripel Pada titik ini semua fasa berada dalam kesetimbangan, temperatur dan tekanan tetap.  Titik tripel untuk air ada pada temperatur 0,01 oC dan tekanan 4,58 mmHg. Titik tripel untuk air, 273,16 K.  Derajat kebebasan: F= c – p + 2  (c = jumlah minimum komponen yang menentukan sistem; p= jumlah fasa; 2= variabel yang menentukan sistem); menyatakan seberapa banyak faktor yang menyatakan suatu sistem.  Derajat kebebasan untuk air pada titik tripel adalah: f= 1- 3+2=0, karena c=1 yaitu air, p=3 yaitu es, air dan uap air.
  • 17.
    Gas Ideal  Jikakita menghubungkan antara tekanan, suhu dan volum jenis (spesific volume) dari suatu zat, maka akan menghasilakan suatu persamaan keadaan.  Ada banyak jenis persamaan keadaan, namun yang paling sederhana diantaranya adalah persamaan gas ideal.  Namun sebelumnya, Apakah gas ideal itu?
  • 18.
    Apa itu GasIdeal?  Gas ideal adalah gas yang memenuhi beberapa syarat tertentu. Gas ideal memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:  Jumlah partikel gas banyak sekali tetapi tidak ada gaya tarik menarik antar partikel.  Ukuran gas sangat kecil bila dibanding dengan ukuran wadah, jadi ukuran gas diabaikan.  Setiap tumbukan yang terjadi bersifat lenting sempurna.  Partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dalam wadah.  Partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak.  Semua partikel bergerak dengan acak.  Dalam kehidupan nyata sebenarnya tidak ada gas ideal, ini hanya permisalan saja.
  • 19.
    Persamaan Gas Ideal  persamaan keadaan gas ideal PV=nRT  P= Tekanan= atm  V= volume = m3  N= mol = mol  T = suhu = K  R= tetapan gas  udara R = 287 J/(kg K)  helium R = 2077 J/(kg K)  argon R = 208 J/(kg K)  nitrogen R = 296 J/(kg K)
  • 20.
    Darimana Persamaan itu diperoleh? Hukum Boyle  Pada suhu konstant, untuk gas dengan massa tertentu, hasil kali volume (v) dan tekanan (p) adalah konstan.  PV=k1 ---T, n tetap  Hukum Charles  Pada tekanan konstant, untuk gas dengan massa tertentu, volume bertambah secara linier dengan temperatur.  V/T = k2 --P,n tetap
  • 21.
     Hukum GayLussac  Pada volume kontan, tekanan gas berbanding lurus denagn temperatur absolut.  P/T = k3 --V,n tetap  Hukum Boyle dan Charles dapat digabung sbb:  PV/T= k  Hukum Avogadro  Pada tekanan dan suhu sama, Volume yang sama dari gas gas akan mengandung jumlah mol yang sama.  V/n= Ka ---P,T tetap
  • 22.
     Hukum Boyle: V=1/p  Hukum Charles : V=T  Hukum Avogadro : V=n  Dari hukum hukum ini diperoleh : V=nT/P atau V=R nT/P  Jadi persamaan gas ideal ialah PV=nRT  maka dari persamaan diatas, dapat disimpulkan bahwa Tekanan dikalikan dengan Volume Gas ideal akan sebanding dengan hasil kali jumlah Mol gas ideal dengan Suhu dalam satuan Kelvin.