KELOMPOK 6
ANGGOTA :
ARMAN MUTTAQIN
GENTA NOVAZ
MELI MAOLIDIA
M.GAFFA
NISA NURSAMSIAH
SIFA NURAENI
SEJARAH PERANG ACEH MELAWAN
BELANDA (1873-1904)
LATAR BELAKANG
 Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang
kepada Aceh, & mulai melepaskan tembakan meriam ke
daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 8
April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah
pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler, & langsung bisa
menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Köhler saat itu
membawa 3. 198 tentara.
PENYEBAB TERJADINYA PERANG ACEH
1) Aceh berpendapat, bahwa daerah Sumatra Timur merupakan
wilayah yang didapat pada masa kejayaan, sedangkan Belanda
menganggap bahwa daerah itu diperoleh dari Sultan Siak
sebagai upah membantu Siak dalam perang saudara sesuai
dengan Traktat Siak 1858.
2) Setelah Terusan Suez selesai tahun 1869, Aceh merupakan
daerah yang penting, karena pelayaran internasional dari Eropa
ke Asia melalui perairan Aceh.
3) Makin berkembangnya Imperialisme modern yang berusaha
memperoleh tanah jajahan untuk dijadikan sumber bahan
industry dan pasaran industri. Negara-negara imperialis
berlomba-lomba memperoleh tanah jajahan untuk keperluan
tersebut.
4) Politik ekspansi Belanda ke luar Jawa dalam usahanya
mewujudkan Pax Neerlandicatidak terhalang lagi oleh daerah
Aceh. Karena adanya Treaty of Sumatra (1871) Inggris berjanji
tidak akan menghalangi Belanda meluaskan daerahnya di
Sumatra.
PERIODE PERANG ACEH
1. Masa Permulaan
Belanda menyerang Kotaraja (Banda Aceh) dan menduduki
daerah sekitarnya, sehingga Sultan Aceh menyingkir ke pedalaman.
Belanda yang tidak mendapatkan jawaban atas tuntutannya agar
Aceh mengakui Belanda sebagai Yang Dipertuankan, penyatakan
perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873. Serangan pertama
dilakukan dengan kekuatan tiga ribu orang di bawah pimpinan
Jendral Kohler.
Jendral Kohler tewas dalam perlawanan yang dilakukan rakyat Aceh saat
ia tengah melakukan peninjauan didekat Masjid Raya Aceh. Usaha Belanda
merebut istana Sultan pun gagal. Lalu Belanda melakukan serangan kedua
yang dipimpin oleh Letjen Van Swieten dengan kekuatan 7.000 orang.
Karena system senjata teknit, artinya dengan menggunakan senjata dan
kekerasan perang Aceh tidak juga terselesaikan, maka dipergunakan system
senjata social. Belanda membujuk Perdana Mentri Habib Abdurrakhman Al
Zahir agar mau berdamai, dengan dijanjikan uang tahunan $ 10.000 dan
bertempat tinggal di Negara asalnya yaitu Arab (1878).
2. Masa Konsentrasi Stelsel
Belanda hanya dapat bertahan di daerah yang telah didudukinya
karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk menyelesaikan
perang Aceh dalam waktu singkat. Belanda membentuk
pemerintahan sipil yang dipertahankan dengan membentuk pos
pos yang dihubungkan dengan kendaraan. Diluarnya diadakan
tanah tanah terbuka untuk mengetahui apabila ada musuh yang
menyerang.
Teuku Umar berpura-pura menyerah pada Belanda dan
memperoleh kepercayaan memimpin 250 orang pasukan bersenjata
lengkap. Sementara Cut Nya’ Dien tetap bergreliya di daerah
pedalaman. Kemudian Teuku Umar dengan delapan ratus senjata
dari Belanda dan uang $18.000 kembali bergabung dengan Cut
Nya’ Dien untuk menyerang Belanda.
Karena perang tak kunjung usai, Belanda meminta saran kepada Dr. C.
Snouk Hurgonje. Adapun isi nasehat / saran dari Dr. C. Snouk Hurgonje :
1. Mengesampingkan golongan Keumala (Yaitu Sultan yang berkedudukan
di Keumala) beserta pengikutya.
2. Senantiasa menyerang dan menghantam kaum ulama.
3. Jangan mau berunding dengan para pemimin gerilya.
4. Mendirikan pangkalan tetap Aceh Raya.
3. Masa Akhir Perang
Belanda bertekad menyelesaikan perang dengan menggunakan
nasihat dari Dr. C Snouk Hurgonje. Untuk itu diangkat Letjol Van
Heutz sebagai panglima, kemudian menjadi gubernur militer dan
sipil Aceh. Operasi militer dilakukan di banyak daerah.
Di Meulaboh perlawanan Aceh dilakukan oleh Teuku Umar,
namun kemudian beliau tewas dalam pertempuran. Van Heutz
memimpin operasi di daerah timur dan berhasih merebut Benteng
Batee Hie. Sementara Sultan yang menyingkir ke pedalaman
akhirnya menyerah kepada Belanda pada tahun 1903. Untuk
melemahkan semangat pejuang, Belanda menangkap keluarga
Panglima Polem sehingga menyerah kepada Belanda di
Lhoksumawe pada tahun 1903.
DAMPAK ATAU AKIBAT PERANG ACEH
1) Jendral Kohler tewas dalam pertempuran memperebutkan masjid
Raya
2) Pada bulan Desember 1873 pasukan Belanda dipimpin oleh
Letnan Jendral Van Swieten dapat menduduki istana serta
memproklamirkan bahwa kerajaan Aceh sudah takluk
3) Menguatnya rasa persatuan dan kesatuan diseluruh lapisan
masyarakat Indonesia
4) Jatuh banyak korban dipihak Aceh.
5) Perang yang berlangsung selama kurang lebih 33
tahun,membuat jatuhnya banyak korban dari pihak Aceh juga
gugurnya beberapa panglima perang Aceh
6) Kerajaan-kerajaan Indonesia jatuh ke tangan Belanda
7) Rakyat Indonesia harus tunduk terhadap pemerintahan Hindia
Belanda.
ANY QUESTION?
Terima Kasih

Perang aceh melawan belanda

  • 1.
    KELOMPOK 6 ANGGOTA : ARMANMUTTAQIN GENTA NOVAZ MELI MAOLIDIA M.GAFFA NISA NURSAMSIAH SIFA NURAENI
  • 2.
    SEJARAH PERANG ACEHMELAWAN BELANDA (1873-1904)
  • 3.
    LATAR BELAKANG  Padatanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh, & mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler, & langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Köhler saat itu membawa 3. 198 tentara.
  • 4.
    PENYEBAB TERJADINYA PERANGACEH 1) Aceh berpendapat, bahwa daerah Sumatra Timur merupakan wilayah yang didapat pada masa kejayaan, sedangkan Belanda menganggap bahwa daerah itu diperoleh dari Sultan Siak sebagai upah membantu Siak dalam perang saudara sesuai dengan Traktat Siak 1858. 2) Setelah Terusan Suez selesai tahun 1869, Aceh merupakan daerah yang penting, karena pelayaran internasional dari Eropa ke Asia melalui perairan Aceh.
  • 5.
    3) Makin berkembangnyaImperialisme modern yang berusaha memperoleh tanah jajahan untuk dijadikan sumber bahan industry dan pasaran industri. Negara-negara imperialis berlomba-lomba memperoleh tanah jajahan untuk keperluan tersebut. 4) Politik ekspansi Belanda ke luar Jawa dalam usahanya mewujudkan Pax Neerlandicatidak terhalang lagi oleh daerah Aceh. Karena adanya Treaty of Sumatra (1871) Inggris berjanji tidak akan menghalangi Belanda meluaskan daerahnya di Sumatra.
  • 6.
    PERIODE PERANG ACEH 1.Masa Permulaan Belanda menyerang Kotaraja (Banda Aceh) dan menduduki daerah sekitarnya, sehingga Sultan Aceh menyingkir ke pedalaman. Belanda yang tidak mendapatkan jawaban atas tuntutannya agar Aceh mengakui Belanda sebagai Yang Dipertuankan, penyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873. Serangan pertama dilakukan dengan kekuatan tiga ribu orang di bawah pimpinan Jendral Kohler.
  • 7.
    Jendral Kohler tewasdalam perlawanan yang dilakukan rakyat Aceh saat ia tengah melakukan peninjauan didekat Masjid Raya Aceh. Usaha Belanda merebut istana Sultan pun gagal. Lalu Belanda melakukan serangan kedua yang dipimpin oleh Letjen Van Swieten dengan kekuatan 7.000 orang. Karena system senjata teknit, artinya dengan menggunakan senjata dan kekerasan perang Aceh tidak juga terselesaikan, maka dipergunakan system senjata social. Belanda membujuk Perdana Mentri Habib Abdurrakhman Al Zahir agar mau berdamai, dengan dijanjikan uang tahunan $ 10.000 dan bertempat tinggal di Negara asalnya yaitu Arab (1878).
  • 8.
    2. Masa KonsentrasiStelsel Belanda hanya dapat bertahan di daerah yang telah didudukinya karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk menyelesaikan perang Aceh dalam waktu singkat. Belanda membentuk pemerintahan sipil yang dipertahankan dengan membentuk pos pos yang dihubungkan dengan kendaraan. Diluarnya diadakan tanah tanah terbuka untuk mengetahui apabila ada musuh yang menyerang.
  • 9.
    Teuku Umar berpura-puramenyerah pada Belanda dan memperoleh kepercayaan memimpin 250 orang pasukan bersenjata lengkap. Sementara Cut Nya’ Dien tetap bergreliya di daerah pedalaman. Kemudian Teuku Umar dengan delapan ratus senjata dari Belanda dan uang $18.000 kembali bergabung dengan Cut Nya’ Dien untuk menyerang Belanda.
  • 10.
    Karena perang takkunjung usai, Belanda meminta saran kepada Dr. C. Snouk Hurgonje. Adapun isi nasehat / saran dari Dr. C. Snouk Hurgonje : 1. Mengesampingkan golongan Keumala (Yaitu Sultan yang berkedudukan di Keumala) beserta pengikutya. 2. Senantiasa menyerang dan menghantam kaum ulama. 3. Jangan mau berunding dengan para pemimin gerilya. 4. Mendirikan pangkalan tetap Aceh Raya.
  • 11.
    3. Masa AkhirPerang Belanda bertekad menyelesaikan perang dengan menggunakan nasihat dari Dr. C Snouk Hurgonje. Untuk itu diangkat Letjol Van Heutz sebagai panglima, kemudian menjadi gubernur militer dan sipil Aceh. Operasi militer dilakukan di banyak daerah.
  • 12.
    Di Meulaboh perlawananAceh dilakukan oleh Teuku Umar, namun kemudian beliau tewas dalam pertempuran. Van Heutz memimpin operasi di daerah timur dan berhasih merebut Benteng Batee Hie. Sementara Sultan yang menyingkir ke pedalaman akhirnya menyerah kepada Belanda pada tahun 1903. Untuk melemahkan semangat pejuang, Belanda menangkap keluarga Panglima Polem sehingga menyerah kepada Belanda di Lhoksumawe pada tahun 1903.
  • 13.
    DAMPAK ATAU AKIBATPERANG ACEH 1) Jendral Kohler tewas dalam pertempuran memperebutkan masjid Raya 2) Pada bulan Desember 1873 pasukan Belanda dipimpin oleh Letnan Jendral Van Swieten dapat menduduki istana serta memproklamirkan bahwa kerajaan Aceh sudah takluk 3) Menguatnya rasa persatuan dan kesatuan diseluruh lapisan masyarakat Indonesia
  • 14.
    4) Jatuh banyakkorban dipihak Aceh. 5) Perang yang berlangsung selama kurang lebih 33 tahun,membuat jatuhnya banyak korban dari pihak Aceh juga gugurnya beberapa panglima perang Aceh 6) Kerajaan-kerajaan Indonesia jatuh ke tangan Belanda 7) Rakyat Indonesia harus tunduk terhadap pemerintahan Hindia Belanda.
  • 15.
  • 16.