Quizz...
1. Hukum Kekekalan Energi..........3 poin
2. Seseorang menarik sebuah benda dengan gaya tetap,
50 N. Arah gaya membentuk sudut 300 terhadap
bidang, sejauh 6 m sepanjang bidang. Berapa besar
usaha yang dilakukan anak itu ? 6 poin
30o
3. Berapa energi kinetik sebuah benda yang
massanya 20 kg jika bergerak dengan
kecepatan 10 m/s ? 5 poin
4. Berapa energi potensial sebuah benda yang
massanya 12 kg jatuh dari ketinggian 150 m
dari permukaan tanah dan bergerak dengan
percepatan gravitasi 10 m/s ? 6 poin
PERAWATAN PERALATAN
KESEHATAN
• Kita semua tahu bagaimana sangat diperlukannya alat
alat kesehatan (medis) di dunia kedokteran dan di
dunia bedah.
• Secara harfiah akan sulit untuk menyelamatkan nyawa
jika tidak ada alat alat kesehatan untuk diagnosis,
perawatan dan prosedur operasional.
• Tidak hanya Anda mendapatkan akurasi dalam
prosedur diagnostik tapi ada peningkatan kepercayaan
pasien karena penerapan peralatan kesehatan
tersebut.
FAKTA
• Kurang efisiennya penggunaan dan pemeliharaan
sarana dan peralatan kesehatan juga diakibatkan
karena kurang dilakukannya perencanaan
pengadaan peralatan dan pemeliharaanya.
• Di beberapa negara kurang dari separoh
peralatan yang ada tidak digunakan secara rutin.
Karena lemahnya pengoperasian dan kurangnya
kemampuan pemeliharaan serta tidak
tersedianya biaya pemeliharaan
• Kurangbaiknya pemeliharaan peralatan medik
seringkali berakibat pada pendeknya masa
pakai peralatan tersebut, dan berdampak
pada meningkatnya tambahan biaya yang
diperlukan untuk pemeliharaan
• Disamping itu tidak tepatnya pemilihan
peralatan medik mengakibatkan
meningkatnya secara bermakna biaya
kesehatan yang harus ditanggung pasien
• Dalam Kepmenkes No. 004 tahun 2003
tentang kebijakan dan strategi desentralisasi
bidang kesehatan disebutkan salah satu
tujuan strategis adalah upaya penataan
manajemen kesehatan di era desentralisasi.
• Salah satu langkah kunci dalam tujuan
tersebut adalah mengembangkan sub sistem
pemeliharaan dan optimalisasi pemanfaatan
sarana dan alat kesehatan
• Kepmenkes tersebut dinyatakan bahwa
keberhasilan penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan
dapat tercapai bila tersedia biaya operasional dan
pemeliharaan sarana dan alat kesehatan yang
memadai,
• dan untuk itu haruslah disusun petunjuk teknis
dan standart operational procedure (SOP)
tentang pemeliharaan dan optimalisasi
pemanfaatan sarana rumah sakit dan alat
kesehatan. (Depkes RI, 2003)
4 kategori peralatan kesehatan
• Peralatan elektronik
• Peralatan dari bahn baku logam
• Peralatan dari bahan baku gelas
• Peralatan dari bahan baku karet/plastik
Peralatan elektronik
• Adalah peralatan yang menggunakan sumber daya listrik.
Peralatan dari bahan baku logam
• Yang biasa dipakai adalah besi, nikel, alpaka,
tembaga, dan logam campuran
Peralatan dari bahan baku gelas
• Yang biasa dipakai adalah pyrex, fiber gelas.
• Keuntungan : tahan terhadap reaksi kimia, tahan
terhadap perubahan temperatur mendadak,
koefisien muai yang kecil dan tembus cahaya yang
besar.
• Kerugian : mudah pecah terhadap tekanan mekanik,
mudah tumbuh jamur, mudah tergores
Peralatan dari bahan baku karet/plastik
Perawatan peralatan
• Pengertian :
Melaksanakan pemeliharaan/perawatan
peralatan kesehatan/kedokteran dengan cara
membersihkan, mendesinfeksi atau mensterilkan
serta menyimpannya.
• Tujuan :
(1) Menyiapkan peralatan perawatan dan
kedokteran dalam keadaan siap pakai.
(2) Mencegah peralatan cepat rusak.
(3) Mencegah terjadinya infeksi silang.
Modul 8, Halaman 17
Kontak (Contact transmission)
Berbagai cara penularan infeksi
Mazami Enterprise © 2009
Penularan melalui kontak langsung dengan jaringan terinfeksi
Percikan (Droplet transmission)
Percikan mengandung mikroorganisme yang disebarkan dalam
jarak dekat (1–2 meter) melalui udara
Udara (Airborne transmission)
Menyebar melalui residual particle <5 µ dan tetap berada di udara
dalam waktu lama
Alat & makanan (Common vehicle transmission)
Melalui makanan, air, atau alat kesehatan yang tercemar
Perantara binatang (Vector borne transmission)
Nyamuk, lalat, tikus
Modul 8, Halaman 18
Kemungkinan infeksi tergantung:
Faktor potensial terjadinya infeksi
Mazami Enterprise © 2009
Dosis infeksi (Dose)
Kepekaan seseorang (Succeptibility)
Waktu untuk lama paparan (Time)
Virulensi/ keganasan mikroorganisme (Virulence)
Daya tahan tubuh manusia (Host defence)
Probability infection =
Dose x Succeptibility x Time x Virulence x Host defence
Modul 8, Halaman 19
Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai
Sterilisasi Disinfeksi Tingkat
Tinggi
Dekontaminasi
Pembersihan
Keringkan/
Dinginkan
Simpan
•Kimia
•Uap tekanan tinggi
•Kering
•Kimia
•Uap
•Rebus
Pengetahuan dan keterampilan dari
pengguna alat, meliputi:
• Sasaran pengukuran telah dipahami terlebih
dahulu
• Persiapan metode, waktu dan program
pengukuran
• Kondisi peralatan baik atau tidak
Modul 8, Halaman 21
Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai
Sterilisasi Disinfeksi Tingkat
Tinggi
Dekontaminasi
Larutan khlorin 0,5% 10 menit
Sterilisator uap tekanan tinggi
Alat DTT uap elektrik
Perawatan alat elektronika
• Peka terhadap goncangan.
• Hindari penggunaan dari medan magnet yang
kuat.
• Tidak tahan pada suhu >25◦C.
• Debu mempengaruhi kerja alat.
Perawatan peralatan logam
• Sering terjadi karatan
• Disimpan pada suhu/temperatur tinggi (kurang lebih
37◦C) dan lingkungan yang kering
• Pembersihan sebelum disimpan
• Persiapan :
(1)Peralatan yang akan dibersihkan.
(2)Tempat pencucuian dengan air yang mengilir atau
baskom berisi air bersih.
(3)Sabun cuci.
(4)Sikat halus.
(5)Bengkok (nierbekken).
(6)Lap kering.
(7)Larutan desinfektan.
(8)Kain kasa.
(9)Stalisator dalam keadaan siap pakai.
• Pelaksanaan :
• (1)Peralatan yang sudah dipergunakan, dibilas air (sebaiknya
dibawah air mengalir) untuk menghilangkan kotoran yang melekat,
kemudian direndam didalam larutan desinfektan sekurang-
kurangnya dua jam. Khusus peralatan yang telah dipergunakan pada
pasien berpenyakit menular, harus direndam sekurang-kurangnya
24 jam.
• (2)Peralatan disabuni satu per satu, kemudian dibilas. Selanjutnya
disterilkan dengan cara merebus didalam sterilisator yang telah diisi
air secukupnya, dimasak sampai mendidih. Setelah air mendidih
sekurang-kurangnya 15 menit baru diangkat.
• (3)Peralatan yang telah disterilkan, diangkat atau dipindahkan
dengan korentang steril ketempat penyimpanan yang steril.
• (4)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, dibereskan dan
dikembalikan ketempat semula.
• Perhatian :
Khusus peralatan logam yang tajam (misalnya pisau, gunting, jarum
dll) harus dibungkus dulu dengan kain kasa, kemudian barulah
dimasukkan kedalam sterilisator, setelah air mendidih dan ditunggu
antara tiga sampai lima menit baru diangkat.
Perawatan peralatan gelas
• Banyak dipakai dalam laboratorium medis
a. Penyimpanan pada ruangan dengan suhu 27-37 ◦C.
b. Ruangan penyimpanan diberi bahan silikon sebagai zat higroskopis.
c. Gunakan alkohol, aceton, kapas, sikat halus dan pompa angin untuk
membersihkan debu.
d. Pemanasan tabung reaksi ditempatkan di atas kawat kasa, atau
secara langsung (pyrex).
e. Bahan gelas yg akan direbus hendaknya jangan dimasukan langsung
ke dalam air mendidih.
f. Membersihkan kotoran segera setelah dipakai, dapat
menggunakan:
1. Air bersih
2. detergent, menghilangkan lemak dan tidak membawa efek
perubhan fisik
3. Larutan: kalium dichromat 10 gram, Asam belerang 25 ml, aquadest
75 ml.
• Kadang-kadang memerlukan perendaman sampai beberapa jam,
kemudian dibilas dengan air bersih, dikeringkan dengn udara panas
lalu disimpan di tempat yang kering.
• Persiapan :
(1)Peralatan yang akan dibersihkan.
(2)Tempat pencucian dengan air yang mengalir ataubaskom berisi
air bersih.
(3)Sabun cuci
(4)Sikat halus.
(5)Bengkok (nierbekken).
(6)Lap kering.
(7)Larutan desinfektan.
(8)Kais kasa.
(9)Sterilisator dalam keadaan siap pakai.
(10)Lidi kapas
• Pelaksanaan :
Sama dengan pelaksanaan pemeliharaan peralatan dai logam. Tapi
khusus spuit, pengisapnya dikeluarkan dan jarumnya dilepas,
kemudian masing-masing alat dibungkus dengan kain kasa, dan
setelah itu baru dimasukkan ke dalam sterilisator yang sudah berisi
air dan diletakkan berdampingan.
Perawatan peralatan bahan karet
• Mudah meleleh/melengket bila disimpan
terlalu lama
• Sebelum disimpan, harus dibersihkan dari
kotoran (darah, cairan obat)
• Dicuci dengan sabun, dikeringkan dijemur di
bawah sinar matahari atau hembusan udara
hangat
• Taburi talk pada seluruh permukaan karet
• Persiapan :
(1)Peralatan yang akan dibersihkan.
(2)Tempat pencucian dengan air yang
mengalir atau baskom.
(3)Sabun cuci.
(4)Bengkok (nierbekken).
(5)Spuit.
(6)Kapas bersih dan tempatnya.
(7)Larutan desinfektan.
(8)Sterilisator dalam keadaan siap pakai.
• Pelaksanaan :
• (1)peralatan dibersihkan dan jika ada bekas-bekas
plastic dihilangkan dengan kapas bersih.
• (2)Bagian didalamnya dibersihkan dengan
menyemprotkan air dari spuit atau air mengalir sambil
dipijit-pijit sampai bersih.
• (3)Setelah bersih, peralatan kemudian direndam
didalam larutan desinfektan sekurang-kurangnya dua
jam, selanjutnya disabuni dan dibilas.
• (4)Setelah air didalam sterilisator mendidih, peralatan
dimasukkan dan dibiarkan antara lima samapai sepuluh
menit, baru diangkat dengan korentang steril. Setelah
itu peralatan disimpan ditempat yang steril.
• (5)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, dibereskan
dan dikembalikan ke tempat semula.
Pemilihan cara pengelolaan alat bekas
Derajat Risiko Penggunaan alat Cara pengelolaan
Risiko tinggi Menembus kulit Sterilisasi, atau
sekali pakai
Risiko sedang Kontak dengan kulit
yang tidak utuh atau
lapisan mukosa
Sterilisasi,
DTT rebus,
DTT kimiawi
Risiko rendah Kontak dengan kulit
yang utuh
Cuci bersih dengan
air panas dan
sabun
Dekontaminasi
• Dekontaminasi adalah meghilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari
suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya dan dilakukan
sebagai langkah pertama bagi pengelolaan alat kesehatan bekas pakai sebelum
atau pengelolaan pencemaran lingkungan.
• Dekontaminasi dilakukan dengan menggunakan bahan disinfektan, yaitu suatu
bahan atau larutan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme
pada benda mati dan tidak digunakan untuk kulit dan jaringan mukosa, agar
mencegah penyebaran infeksi melalui alat kesehatan misalnya HIV, HBV, dan
kotoran lain yang tidak tampak sehingga dapat melindungi petugas maupun
pasien.
• Disinfektan: bahan kimia yang menghancurkan atau menginaktifasi
mikroorganisme
• Klasifikasi disinfektan: Tingkat Tinggi/DTT, Tingkat Menengah/DTM, dan Tingkat
Rendah/ DTR
Jenis disinfektan
Disinfektan Pemakaian Keunggulan Kekurangan
Formaldehid
(formalin)
Terbatas, dekontaminasi
biosafety cab lab, fumigasi
Tahan terhadap bahan
organik
Karsinogenik, toksik,
iritan, bau menyengat
Etilin Oksida Sterilisasi gas
Untuk alat yang tidak tahan
panas dan tekanan
Kerja lambat dan butuh
waktu lama untuk
menghilangkan residu
yang toksis
Glutaraldehid
DTT (2%): endoskopi, alat
terapi pernafasan, alat anestesi
Nonkorosif, tahan bahan
organik, cocok untuk alat
optik, sterilisasi dlm 6-
10jam
Iritasi, cepat inaktif bila
diencerkan, mahal, sulit
dipantau konsentrasinya,
residu
Asam Parasetat
DTT untuk alat tidak tahan
panas, untuk mesin sterilisasi
Aman untuk lingkungan (air,
O2, H2O2, asam asetat),
kerja cepat, aktif terhadap
zat organik
Korosif, tidak stabil bila
diencerkan
H2O2
DTT (6%): endoskop, lensa
kontak
DTR (3%): lantai, dinding,
perabot RT
Oksidan kuat, kerja cepat,
terurai menjadi O2 dan air
Korosif bagi aluminium,
tembaga, kuningan dan
seng
Disinfektan Pemakaian Keunggulan Kekurangan
Alkohol
DTM: Antiseptik kulit,
Termometer, stetoskop,
Kerja cepat, tanpa residu,
tidak berbekas
Konsentrasi tinggi, inaktif
oleh bahan organik,
membuat karet mengeras
Klorin
DTM: Alat dialisis, alat CPR,
tanki air, dekontaminasi alat dan
permukaan, percikan darah
Murah, kerja cepat, tersedia
di pasar
Korosif, inaktif oleh bahan
organik, iritasi, tidak stabil
pada pengenceran 1:9
(atau lebih)
Yodofor
DTM: termometer, tanki air
DTR: permukaan keras kursi
roda, tempat tidur, bel
Kerja cepat, tidak toksik &
tidak iritatif
Tidak cocok untuk
permukaan keras, korosif
untuk metal, kulit terbakar,
tidak tahan bahan organik
meninggalkan bercak
Fenol
DTM/ DTR: lantai, dinding,
perabot rumah tangga
Residu dipermukaan,
banyak di pasar
Tidak untuk kamar bayi
(hiperbilirubinemia), tidak
untuk kontak dengan
makanan, diserap kulit,
lengket
Amonium
Kuarterner
DTR: Lantai, dinding, perabot,
percikan darah
Non-iritatif, detergent
Tidak untuk alkes,
terbatas spektrum sempit
Sterilisasi
• Sterilization is the total elimination of all
microorganisms, Sterilization is a term referring to any
process that eliminates (removes) or kills all forms of life,
including transmissible agents (such as fungi, bacteria,
viruses, spore forms, etc.) present on a surface, contained
in a fluid, in medication, or in a compound such as
biological culture media.
• Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu
bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan.
• suatu proses dimana kegiatan ini bertujuan untuk
membebaskan alat ataupun bahan dari berbagai macam
mikroorganisme. Suatu bahan bisa dikatakan steril apabila
bebas dari mikroorganisme hidup yang patogen
Jenis peralatan yang dapat disterilkan :
(1) Peralatan yang terbuat dari logam, misalnya pinset, gunting, speculum
dan lain-lain.
(2) Peralatan yang terbuat dari kaca, misalnya semprit (spuit), tabung kimia
dan lain-lain.
(3) Peralatan yang terbuat dari karet, misalnya, kateter, sarung tangan, pipa
penduga lambung, drain dan lain-lain.
(4) Peralatan yang terbuat dari ebonit, misalnya kanule rectum, kanule
trachea dan lain-lain.
(5) Peralatan yang terbuat dari email, misalnya bengkok (nierbekken),
baskom dan lain-lain.
(6) Peralatan yang terbuat dari porselin, misalnya mangkok, cangkir, piring
dan lain-lain.
(7) Peralatan yang terbuat dari plastik, misalnya slang infus dan lain-lain.
(8) Peralatan yang terbuat dari tenunan, misalnya kain kasa, tampon, doek
operasi, baju, sprei, sarung bantal dan lain-lain.
Limbah berbahaya di Rumah Sakit
Limbah infeksius dan limbah anatomik 15%
Limbah kimia, limbah farmasi 3%
Limbah benda tajam 1%
Limbah genotoksik, limbah radioaktif dan
limbah logam berat
1%
TEKNIK STERILISASI
• SECARA FISIS
• SECARA KIMIA/CHEMICAL
• Secara fisis:
1. Radiasi
2. Pemanasan dengan uap air dan pengaruh
tekanan (auto clave)
3. Pemanasan kering
4. Pemanasan intermittent/terputus-putus
5. Metode incineration (pembakaran langsung)
6. Penyaringan /filtration
Metode Radiasi
• Radiasi gelombang elektromagnetik yang
banyak digunkan adalah sinar UV, sinar
gamma/ sinar X, dan sinar matahari.
• Interaksi sinar dan materi biologis sangat
tinggi sehingga mampu memukul elektron
pada kulit atom.
• Cairan sel akan terionisasi sehingga
menyebabkan kerusakan dan kematian pada
mikroorganisme.
Metode Pemanasan dengan uap air
dan pengaruh tekanan (auto clave)
• Benda yg akan disterilisasi diletakan di atas lempengan
saringan dan tidak langsung mengenai air di bawahnya.
• Menggunakan autoclave, pada prinsipnya, sterilisasi
autoclave menggunakan panas dan tekanan dari uap
air. Temperature sterilasi biasanya 121◦ C, tekanan yang
biasa digunakan antara 15-17,5 psi (pound per square
inci) atau 1 atm.
• Lamanya sterilisasi tergantung dari volume dan jenis.
Alat-alat dan air disterilkan selama 1 jam, tetapi media
antara 20-40 menit tergantung dari volume bahan yang
disterilkan.
Auto Clave
Metode Pemanasan Kering
• Kurang efektif jika temperatur kurang tinggi.
• Efektivitas diperlukan temperatur 160◦C-180◦C.
• Memerlukan waktu yang lama, rata-rata 45 menit.
Pada temperatur 160◦C memerlukan waktu 1 jam,
temperatur 80◦C dgn waktu 30 menit.
• Menyebabkan kerusakan pada sel-sel hidup dan
jaringan karena terjadi auto oksidasi sehingga
bakteri patogen dapat terbakar.
• Digunakan untuk mensterilkan alat-alat pipet,
tabung reaksi, jarum operasi dll.
• Mempengaruhi ketajaman alat.
Metode Pemanasan Secara Intermittent
(terputus-putus)
• John Tyndal (1877) memperoleh dari hasil
penelitiannya bahwa pada temperatur didih
100 ◦C selama 1 jam tidak dapaat membunuh
semua mikroorganisme.
• Tetapi bila air dididihkan berulang-ulang
sampai 5 kali dan setiap air mendidih istirahat
berlangsung 1 menit akan sangat berhasil
membunuh kuman.
Metode Incineration (pembakaran langsung)
• Alat-alat platina, khrome yg akan disterilkan
dapat dilakukan melalui pembakaran secara
langsung.
• Proses pembakaran langsung ini, alat-alat
lama kelamaan menjadi rusak.
• Keuntungannya: mikroorganisme akan hancur
semua.
Metode Penyaringan (filtration)
• Mikroorganisme tetap hidup, hanya dipisahkan dari material.
• Bahan filter/penyaringan adalah sejenis porselin yang berpori
dibuat khusus dari pabrik.
• Macam-macam filter:
1. Berkefeld V.
2. Coaese N, M dan W.
3. Fine
4. Chamberland.
5. Seitz.
6. Sintered Glass.
• Metode ini hanya dipakai untuk sterilisasi larutan gula, serum,
hasil produksi mikroorganisme seperti enzym dan exotoxin dan
memisahkan fitrable virus dari bakteri dan organism lain.
Berkefeld V
• Electrodeionization (EDI) filter
Sterilisasi Secara Kimia
• Yang lazim digunakan adalah alkohol 96%,
Aceton tab formalin, sulfur dioxida dan
chlorine.
• Materi yang akan disucihamakan/sterilkan
dibersihkan terlebih dahulu kemudian
direndam dalam bahan kimia selama
kuranglebih 24 jam.
Modul 8, Halaman 51
Alat
Pelindung
Terhadap Pasien Terhadap Tenaga Kesehatan
Sarung
tangan
Mencegah kontak MO dari
tangan tenaga kesehatan
kepada pasien
Mencegah kontak tangan tenaga kesehatan dengan
darah, cairan tubuh, mukosa, kulit luka dari pasien,
atau alkes/ permukaan yang terkontaminasi
Masker
Mencegah kontak droplet
dari mulut & hidung tenaga
kesehatan saat napas,
bicara, batuk kepada pasien
Mencegah mukosa tenaga kesehatan (hidung dan
mulut) kontak dengan percikan darah & cairan tubuh
pasien
Kacamata
pelndung
Mencegah mukosa tenaga kesehatan kontak dengan
percikan darah & cairan tubuh pasien
Tutup
kepala
Mencegah jatuhya MO
rambut/ kepala tenaga
kesehatan ke daerah steril
Jubah &
celemek
plastik
Mencegah kontak MO dari
tangan/ tubuh tenaga
kesehatan kepada pasien
Mencegah kulit tenaga kesehatan kontak dengan
percikan darah & cairan tubuh pasien
Sepatu
Pelindung
Mengurangi terbawanya
MO dari ruangan lain
Mencegah kaki terluka oleh benda tajam yang
terkontaminasi atau terjepit benda berat dan
mencegah kontak dengan darah & cairan tubuh
lainnya
Manfaat alat pelindung diri (APD)
MO= Mikro organisme
Modul 8, Halaman 53
TUGAS
Buat daftar 200 peralatan kesehatan!
Format:
NO NAMA ALAT BAHAN FUNGSI
1
……
200

peralatan.pptx

  • 1.
    Quizz... 1. Hukum KekekalanEnergi..........3 poin 2. Seseorang menarik sebuah benda dengan gaya tetap, 50 N. Arah gaya membentuk sudut 300 terhadap bidang, sejauh 6 m sepanjang bidang. Berapa besar usaha yang dilakukan anak itu ? 6 poin 30o
  • 2.
    3. Berapa energikinetik sebuah benda yang massanya 20 kg jika bergerak dengan kecepatan 10 m/s ? 5 poin 4. Berapa energi potensial sebuah benda yang massanya 12 kg jatuh dari ketinggian 150 m dari permukaan tanah dan bergerak dengan percepatan gravitasi 10 m/s ? 6 poin
  • 3.
  • 4.
    • Kita semuatahu bagaimana sangat diperlukannya alat alat kesehatan (medis) di dunia kedokteran dan di dunia bedah. • Secara harfiah akan sulit untuk menyelamatkan nyawa jika tidak ada alat alat kesehatan untuk diagnosis, perawatan dan prosedur operasional. • Tidak hanya Anda mendapatkan akurasi dalam prosedur diagnostik tapi ada peningkatan kepercayaan pasien karena penerapan peralatan kesehatan tersebut.
  • 5.
    FAKTA • Kurang efisiennyapenggunaan dan pemeliharaan sarana dan peralatan kesehatan juga diakibatkan karena kurang dilakukannya perencanaan pengadaan peralatan dan pemeliharaanya. • Di beberapa negara kurang dari separoh peralatan yang ada tidak digunakan secara rutin. Karena lemahnya pengoperasian dan kurangnya kemampuan pemeliharaan serta tidak tersedianya biaya pemeliharaan
  • 6.
    • Kurangbaiknya pemeliharaanperalatan medik seringkali berakibat pada pendeknya masa pakai peralatan tersebut, dan berdampak pada meningkatnya tambahan biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan • Disamping itu tidak tepatnya pemilihan peralatan medik mengakibatkan meningkatnya secara bermakna biaya kesehatan yang harus ditanggung pasien
  • 7.
    • Dalam KepmenkesNo. 004 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan disebutkan salah satu tujuan strategis adalah upaya penataan manajemen kesehatan di era desentralisasi. • Salah satu langkah kunci dalam tujuan tersebut adalah mengembangkan sub sistem pemeliharaan dan optimalisasi pemanfaatan sarana dan alat kesehatan
  • 8.
    • Kepmenkes tersebutdinyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan dapat tercapai bila tersedia biaya operasional dan pemeliharaan sarana dan alat kesehatan yang memadai, • dan untuk itu haruslah disusun petunjuk teknis dan standart operational procedure (SOP) tentang pemeliharaan dan optimalisasi pemanfaatan sarana rumah sakit dan alat kesehatan. (Depkes RI, 2003)
  • 9.
    4 kategori peralatankesehatan • Peralatan elektronik • Peralatan dari bahn baku logam • Peralatan dari bahan baku gelas • Peralatan dari bahan baku karet/plastik
  • 10.
    Peralatan elektronik • Adalahperalatan yang menggunakan sumber daya listrik.
  • 11.
    Peralatan dari bahanbaku logam • Yang biasa dipakai adalah besi, nikel, alpaka, tembaga, dan logam campuran
  • 13.
    Peralatan dari bahanbaku gelas • Yang biasa dipakai adalah pyrex, fiber gelas. • Keuntungan : tahan terhadap reaksi kimia, tahan terhadap perubahan temperatur mendadak, koefisien muai yang kecil dan tembus cahaya yang besar. • Kerugian : mudah pecah terhadap tekanan mekanik, mudah tumbuh jamur, mudah tergores
  • 14.
    Peralatan dari bahanbaku karet/plastik
  • 16.
    Perawatan peralatan • Pengertian: Melaksanakan pemeliharaan/perawatan peralatan kesehatan/kedokteran dengan cara membersihkan, mendesinfeksi atau mensterilkan serta menyimpannya. • Tujuan : (1) Menyiapkan peralatan perawatan dan kedokteran dalam keadaan siap pakai. (2) Mencegah peralatan cepat rusak. (3) Mencegah terjadinya infeksi silang.
  • 17.
    Modul 8, Halaman17 Kontak (Contact transmission) Berbagai cara penularan infeksi Mazami Enterprise © 2009 Penularan melalui kontak langsung dengan jaringan terinfeksi Percikan (Droplet transmission) Percikan mengandung mikroorganisme yang disebarkan dalam jarak dekat (1–2 meter) melalui udara Udara (Airborne transmission) Menyebar melalui residual particle <5 µ dan tetap berada di udara dalam waktu lama Alat & makanan (Common vehicle transmission) Melalui makanan, air, atau alat kesehatan yang tercemar Perantara binatang (Vector borne transmission) Nyamuk, lalat, tikus
  • 18.
    Modul 8, Halaman18 Kemungkinan infeksi tergantung: Faktor potensial terjadinya infeksi Mazami Enterprise © 2009 Dosis infeksi (Dose) Kepekaan seseorang (Succeptibility) Waktu untuk lama paparan (Time) Virulensi/ keganasan mikroorganisme (Virulence) Daya tahan tubuh manusia (Host defence) Probability infection = Dose x Succeptibility x Time x Virulence x Host defence
  • 19.
    Modul 8, Halaman19 Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai Sterilisasi Disinfeksi Tingkat Tinggi Dekontaminasi Pembersihan Keringkan/ Dinginkan Simpan •Kimia •Uap tekanan tinggi •Kering •Kimia •Uap •Rebus
  • 20.
    Pengetahuan dan keterampilandari pengguna alat, meliputi: • Sasaran pengukuran telah dipahami terlebih dahulu • Persiapan metode, waktu dan program pengukuran • Kondisi peralatan baik atau tidak
  • 21.
    Modul 8, Halaman21 Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai Sterilisasi Disinfeksi Tingkat Tinggi Dekontaminasi Larutan khlorin 0,5% 10 menit Sterilisator uap tekanan tinggi Alat DTT uap elektrik
  • 22.
    Perawatan alat elektronika •Peka terhadap goncangan. • Hindari penggunaan dari medan magnet yang kuat. • Tidak tahan pada suhu >25◦C. • Debu mempengaruhi kerja alat.
  • 23.
    Perawatan peralatan logam •Sering terjadi karatan • Disimpan pada suhu/temperatur tinggi (kurang lebih 37◦C) dan lingkungan yang kering • Pembersihan sebelum disimpan • Persiapan : (1)Peralatan yang akan dibersihkan. (2)Tempat pencucuian dengan air yang mengilir atau baskom berisi air bersih. (3)Sabun cuci. (4)Sikat halus. (5)Bengkok (nierbekken). (6)Lap kering. (7)Larutan desinfektan. (8)Kain kasa. (9)Stalisator dalam keadaan siap pakai.
  • 24.
    • Pelaksanaan : •(1)Peralatan yang sudah dipergunakan, dibilas air (sebaiknya dibawah air mengalir) untuk menghilangkan kotoran yang melekat, kemudian direndam didalam larutan desinfektan sekurang- kurangnya dua jam. Khusus peralatan yang telah dipergunakan pada pasien berpenyakit menular, harus direndam sekurang-kurangnya 24 jam. • (2)Peralatan disabuni satu per satu, kemudian dibilas. Selanjutnya disterilkan dengan cara merebus didalam sterilisator yang telah diisi air secukupnya, dimasak sampai mendidih. Setelah air mendidih sekurang-kurangnya 15 menit baru diangkat. • (3)Peralatan yang telah disterilkan, diangkat atau dipindahkan dengan korentang steril ketempat penyimpanan yang steril. • (4)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ketempat semula. • Perhatian : Khusus peralatan logam yang tajam (misalnya pisau, gunting, jarum dll) harus dibungkus dulu dengan kain kasa, kemudian barulah dimasukkan kedalam sterilisator, setelah air mendidih dan ditunggu antara tiga sampai lima menit baru diangkat.
  • 25.
    Perawatan peralatan gelas •Banyak dipakai dalam laboratorium medis a. Penyimpanan pada ruangan dengan suhu 27-37 ◦C. b. Ruangan penyimpanan diberi bahan silikon sebagai zat higroskopis. c. Gunakan alkohol, aceton, kapas, sikat halus dan pompa angin untuk membersihkan debu. d. Pemanasan tabung reaksi ditempatkan di atas kawat kasa, atau secara langsung (pyrex). e. Bahan gelas yg akan direbus hendaknya jangan dimasukan langsung ke dalam air mendidih. f. Membersihkan kotoran segera setelah dipakai, dapat menggunakan: 1. Air bersih 2. detergent, menghilangkan lemak dan tidak membawa efek perubhan fisik 3. Larutan: kalium dichromat 10 gram, Asam belerang 25 ml, aquadest 75 ml. • Kadang-kadang memerlukan perendaman sampai beberapa jam, kemudian dibilas dengan air bersih, dikeringkan dengn udara panas lalu disimpan di tempat yang kering.
  • 26.
    • Persiapan : (1)Peralatanyang akan dibersihkan. (2)Tempat pencucian dengan air yang mengalir ataubaskom berisi air bersih. (3)Sabun cuci (4)Sikat halus. (5)Bengkok (nierbekken). (6)Lap kering. (7)Larutan desinfektan. (8)Kais kasa. (9)Sterilisator dalam keadaan siap pakai. (10)Lidi kapas • Pelaksanaan : Sama dengan pelaksanaan pemeliharaan peralatan dai logam. Tapi khusus spuit, pengisapnya dikeluarkan dan jarumnya dilepas, kemudian masing-masing alat dibungkus dengan kain kasa, dan setelah itu baru dimasukkan ke dalam sterilisator yang sudah berisi air dan diletakkan berdampingan.
  • 27.
    Perawatan peralatan bahankaret • Mudah meleleh/melengket bila disimpan terlalu lama • Sebelum disimpan, harus dibersihkan dari kotoran (darah, cairan obat) • Dicuci dengan sabun, dikeringkan dijemur di bawah sinar matahari atau hembusan udara hangat • Taburi talk pada seluruh permukaan karet
  • 28.
    • Persiapan : (1)Peralatanyang akan dibersihkan. (2)Tempat pencucian dengan air yang mengalir atau baskom. (3)Sabun cuci. (4)Bengkok (nierbekken). (5)Spuit. (6)Kapas bersih dan tempatnya. (7)Larutan desinfektan. (8)Sterilisator dalam keadaan siap pakai.
  • 29.
    • Pelaksanaan : •(1)peralatan dibersihkan dan jika ada bekas-bekas plastic dihilangkan dengan kapas bersih. • (2)Bagian didalamnya dibersihkan dengan menyemprotkan air dari spuit atau air mengalir sambil dipijit-pijit sampai bersih. • (3)Setelah bersih, peralatan kemudian direndam didalam larutan desinfektan sekurang-kurangnya dua jam, selanjutnya disabuni dan dibilas. • (4)Setelah air didalam sterilisator mendidih, peralatan dimasukkan dan dibiarkan antara lima samapai sepuluh menit, baru diangkat dengan korentang steril. Setelah itu peralatan disimpan ditempat yang steril. • (5)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.
  • 30.
    Pemilihan cara pengelolaanalat bekas Derajat Risiko Penggunaan alat Cara pengelolaan Risiko tinggi Menembus kulit Sterilisasi, atau sekali pakai Risiko sedang Kontak dengan kulit yang tidak utuh atau lapisan mukosa Sterilisasi, DTT rebus, DTT kimiawi Risiko rendah Kontak dengan kulit yang utuh Cuci bersih dengan air panas dan sabun
  • 31.
    Dekontaminasi • Dekontaminasi adalahmeghilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya dan dilakukan sebagai langkah pertama bagi pengelolaan alat kesehatan bekas pakai sebelum atau pengelolaan pencemaran lingkungan. • Dekontaminasi dilakukan dengan menggunakan bahan disinfektan, yaitu suatu bahan atau larutan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati dan tidak digunakan untuk kulit dan jaringan mukosa, agar mencegah penyebaran infeksi melalui alat kesehatan misalnya HIV, HBV, dan kotoran lain yang tidak tampak sehingga dapat melindungi petugas maupun pasien. • Disinfektan: bahan kimia yang menghancurkan atau menginaktifasi mikroorganisme • Klasifikasi disinfektan: Tingkat Tinggi/DTT, Tingkat Menengah/DTM, dan Tingkat Rendah/ DTR
  • 32.
    Jenis disinfektan Disinfektan PemakaianKeunggulan Kekurangan Formaldehid (formalin) Terbatas, dekontaminasi biosafety cab lab, fumigasi Tahan terhadap bahan organik Karsinogenik, toksik, iritan, bau menyengat Etilin Oksida Sterilisasi gas Untuk alat yang tidak tahan panas dan tekanan Kerja lambat dan butuh waktu lama untuk menghilangkan residu yang toksis Glutaraldehid DTT (2%): endoskopi, alat terapi pernafasan, alat anestesi Nonkorosif, tahan bahan organik, cocok untuk alat optik, sterilisasi dlm 6- 10jam Iritasi, cepat inaktif bila diencerkan, mahal, sulit dipantau konsentrasinya, residu Asam Parasetat DTT untuk alat tidak tahan panas, untuk mesin sterilisasi Aman untuk lingkungan (air, O2, H2O2, asam asetat), kerja cepat, aktif terhadap zat organik Korosif, tidak stabil bila diencerkan H2O2 DTT (6%): endoskop, lensa kontak DTR (3%): lantai, dinding, perabot RT Oksidan kuat, kerja cepat, terurai menjadi O2 dan air Korosif bagi aluminium, tembaga, kuningan dan seng
  • 33.
    Disinfektan Pemakaian KeunggulanKekurangan Alkohol DTM: Antiseptik kulit, Termometer, stetoskop, Kerja cepat, tanpa residu, tidak berbekas Konsentrasi tinggi, inaktif oleh bahan organik, membuat karet mengeras Klorin DTM: Alat dialisis, alat CPR, tanki air, dekontaminasi alat dan permukaan, percikan darah Murah, kerja cepat, tersedia di pasar Korosif, inaktif oleh bahan organik, iritasi, tidak stabil pada pengenceran 1:9 (atau lebih) Yodofor DTM: termometer, tanki air DTR: permukaan keras kursi roda, tempat tidur, bel Kerja cepat, tidak toksik & tidak iritatif Tidak cocok untuk permukaan keras, korosif untuk metal, kulit terbakar, tidak tahan bahan organik meninggalkan bercak Fenol DTM/ DTR: lantai, dinding, perabot rumah tangga Residu dipermukaan, banyak di pasar Tidak untuk kamar bayi (hiperbilirubinemia), tidak untuk kontak dengan makanan, diserap kulit, lengket Amonium Kuarterner DTR: Lantai, dinding, perabot, percikan darah Non-iritatif, detergent Tidak untuk alkes, terbatas spektrum sempit
  • 34.
    Sterilisasi • Sterilization isthe total elimination of all microorganisms, Sterilization is a term referring to any process that eliminates (removes) or kills all forms of life, including transmissible agents (such as fungi, bacteria, viruses, spore forms, etc.) present on a surface, contained in a fluid, in medication, or in a compound such as biological culture media. • Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. • suatu proses dimana kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan alat ataupun bahan dari berbagai macam mikroorganisme. Suatu bahan bisa dikatakan steril apabila bebas dari mikroorganisme hidup yang patogen
  • 35.
    Jenis peralatan yangdapat disterilkan : (1) Peralatan yang terbuat dari logam, misalnya pinset, gunting, speculum dan lain-lain. (2) Peralatan yang terbuat dari kaca, misalnya semprit (spuit), tabung kimia dan lain-lain. (3) Peralatan yang terbuat dari karet, misalnya, kateter, sarung tangan, pipa penduga lambung, drain dan lain-lain. (4) Peralatan yang terbuat dari ebonit, misalnya kanule rectum, kanule trachea dan lain-lain. (5) Peralatan yang terbuat dari email, misalnya bengkok (nierbekken), baskom dan lain-lain. (6) Peralatan yang terbuat dari porselin, misalnya mangkok, cangkir, piring dan lain-lain. (7) Peralatan yang terbuat dari plastik, misalnya slang infus dan lain-lain. (8) Peralatan yang terbuat dari tenunan, misalnya kain kasa, tampon, doek operasi, baju, sprei, sarung bantal dan lain-lain.
  • 36.
    Limbah berbahaya diRumah Sakit Limbah infeksius dan limbah anatomik 15% Limbah kimia, limbah farmasi 3% Limbah benda tajam 1% Limbah genotoksik, limbah radioaktif dan limbah logam berat 1%
  • 37.
    TEKNIK STERILISASI • SECARAFISIS • SECARA KIMIA/CHEMICAL • Secara fisis: 1. Radiasi 2. Pemanasan dengan uap air dan pengaruh tekanan (auto clave) 3. Pemanasan kering 4. Pemanasan intermittent/terputus-putus 5. Metode incineration (pembakaran langsung) 6. Penyaringan /filtration
  • 38.
    Metode Radiasi • Radiasigelombang elektromagnetik yang banyak digunkan adalah sinar UV, sinar gamma/ sinar X, dan sinar matahari. • Interaksi sinar dan materi biologis sangat tinggi sehingga mampu memukul elektron pada kulit atom. • Cairan sel akan terionisasi sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian pada mikroorganisme.
  • 39.
    Metode Pemanasan denganuap air dan pengaruh tekanan (auto clave) • Benda yg akan disterilisasi diletakan di atas lempengan saringan dan tidak langsung mengenai air di bawahnya. • Menggunakan autoclave, pada prinsipnya, sterilisasi autoclave menggunakan panas dan tekanan dari uap air. Temperature sterilasi biasanya 121◦ C, tekanan yang biasa digunakan antara 15-17,5 psi (pound per square inci) atau 1 atm. • Lamanya sterilisasi tergantung dari volume dan jenis. Alat-alat dan air disterilkan selama 1 jam, tetapi media antara 20-40 menit tergantung dari volume bahan yang disterilkan.
  • 40.
  • 45.
    Metode Pemanasan Kering •Kurang efektif jika temperatur kurang tinggi. • Efektivitas diperlukan temperatur 160◦C-180◦C. • Memerlukan waktu yang lama, rata-rata 45 menit. Pada temperatur 160◦C memerlukan waktu 1 jam, temperatur 80◦C dgn waktu 30 menit. • Menyebabkan kerusakan pada sel-sel hidup dan jaringan karena terjadi auto oksidasi sehingga bakteri patogen dapat terbakar. • Digunakan untuk mensterilkan alat-alat pipet, tabung reaksi, jarum operasi dll. • Mempengaruhi ketajaman alat.
  • 46.
    Metode Pemanasan SecaraIntermittent (terputus-putus) • John Tyndal (1877) memperoleh dari hasil penelitiannya bahwa pada temperatur didih 100 ◦C selama 1 jam tidak dapaat membunuh semua mikroorganisme. • Tetapi bila air dididihkan berulang-ulang sampai 5 kali dan setiap air mendidih istirahat berlangsung 1 menit akan sangat berhasil membunuh kuman.
  • 47.
    Metode Incineration (pembakaranlangsung) • Alat-alat platina, khrome yg akan disterilkan dapat dilakukan melalui pembakaran secara langsung. • Proses pembakaran langsung ini, alat-alat lama kelamaan menjadi rusak. • Keuntungannya: mikroorganisme akan hancur semua.
  • 48.
    Metode Penyaringan (filtration) •Mikroorganisme tetap hidup, hanya dipisahkan dari material. • Bahan filter/penyaringan adalah sejenis porselin yang berpori dibuat khusus dari pabrik. • Macam-macam filter: 1. Berkefeld V. 2. Coaese N, M dan W. 3. Fine 4. Chamberland. 5. Seitz. 6. Sintered Glass. • Metode ini hanya dipakai untuk sterilisasi larutan gula, serum, hasil produksi mikroorganisme seperti enzym dan exotoxin dan memisahkan fitrable virus dari bakteri dan organism lain.
  • 49.
  • 50.
    Sterilisasi Secara Kimia •Yang lazim digunakan adalah alkohol 96%, Aceton tab formalin, sulfur dioxida dan chlorine. • Materi yang akan disucihamakan/sterilkan dibersihkan terlebih dahulu kemudian direndam dalam bahan kimia selama kuranglebih 24 jam.
  • 51.
    Modul 8, Halaman51 Alat Pelindung Terhadap Pasien Terhadap Tenaga Kesehatan Sarung tangan Mencegah kontak MO dari tangan tenaga kesehatan kepada pasien Mencegah kontak tangan tenaga kesehatan dengan darah, cairan tubuh, mukosa, kulit luka dari pasien, atau alkes/ permukaan yang terkontaminasi Masker Mencegah kontak droplet dari mulut & hidung tenaga kesehatan saat napas, bicara, batuk kepada pasien Mencegah mukosa tenaga kesehatan (hidung dan mulut) kontak dengan percikan darah & cairan tubuh pasien Kacamata pelndung Mencegah mukosa tenaga kesehatan kontak dengan percikan darah & cairan tubuh pasien Tutup kepala Mencegah jatuhya MO rambut/ kepala tenaga kesehatan ke daerah steril Jubah & celemek plastik Mencegah kontak MO dari tangan/ tubuh tenaga kesehatan kepada pasien Mencegah kulit tenaga kesehatan kontak dengan percikan darah & cairan tubuh pasien Sepatu Pelindung Mengurangi terbawanya MO dari ruangan lain Mencegah kaki terluka oleh benda tajam yang terkontaminasi atau terjepit benda berat dan mencegah kontak dengan darah & cairan tubuh lainnya Manfaat alat pelindung diri (APD) MO= Mikro organisme
  • 53.
  • 54.
    TUGAS Buat daftar 200peralatan kesehatan! Format: NO NAMA ALAT BAHAN FUNGSI 1 …… 200

Editor's Notes

  • #19 Dosis infeksi Kepekaan seseorang Waktuntuk lama paparan Virulensi/ keganasan mikroorganisme Daya tahan tubuh manusia