OLEH :
OLEH :
ACHMAD HADIYANTO,S.Kep.Ns
ACHMAD HADIYANTO,S.Kep.Ns
Cilacap, 12 Juli 2018
Cilacap, 12 Juli 2018
 Pasien dan nakes berisiko mendapatkan
infeksi jika tidak melaksanakan tindakan
pencegahan infeksi
 HAIs dapat dicegah / dikendalikan
dengan beberapa strategi pencegahan
infeksi
 Salah satu strategi pencegahan HAIs
adalah dekontaminasi (pembersihan,
disinfeksi dan sterilisasi)
Chain of
infection
3
Pendahuluan
Waspading Indra gapuraning Rahayu
LAPIS PERTAMA LAPIS KEDUA
KEWASPADAAN
STANDAR
HH
APD
ALAT &
LINEN
SAMPAH &
BENDA TAJAM
KESEHATN
KARYAWAN
PENEMPATAN
PASIEN
PENYUNTIKAN
YANG AMAN
LUMBAL
PUNGSI
PENGENDALIAN
LINGKUNGAN
ETIKA
BATUK
PERALATAN
PERAWATAN
PASIEN
KEWASPADAAN
BERSARKAN
TRANSMISI
KONTAK AIR BORN
DROPLET
MRSA, VRE
HERPES SIMPLEX
AVIAN FLU
MENINGOCOCUS
TBC
CHIEN POX
SRG. TANGAN
GAUN
MASKER BEDAH
PENUTUP
WAJAH
MASKER N 95
RESPIRATORIK
 Memutus mata rantai penularan
infeksi dari peralatan medis kepada
pasien, petugas kesehatan,
pengunjung dan lingkungan rumah
sakit
Dekontaminasi:
Suatu proses untuk menghilangkan /
memusnahkan mikroorganisme dan
kotoran yang melekat pada peralatan
medis/objek, sehingga aman untuk
penggunaan selanjutnya, meliputi
pembersihan, disinfeksi, sterilisasi
 Alat medis habis pakai
 Permukaan meja/ permukaan lain
yang tercemar / tumpahan darah
atau cairan tubuh pasien
 Linen bekas pakai yang tercemar
darah / cairan tubuh pasien
 Lakukan kebersihan tangan
 Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca
mata
 Serap darah/cairan tubuh sebanyak-banyaknya
dengan kertas/tisu
 Buang kertas/tisu penyerap kedalam kantong
sampah medis
 Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan
disinfectan
 Buka sarung tangan
 Lakukan kebersihan tangan
 Peralatan Kritis
 Peralatan semi kritis
 Peralatan non kritis
Klasifikasi alat-alat medis
menurut Dr. Earl Spaulding :
Risiko Definisi Peralatan Cara
Tinggi
( Critical )
Kontak dengan
jaringan steril, sistem
peredaran darah
(Vaskuler)
Instrumen bedah,
laparoskop, kateter
jantung, Scapel,
implant
DISTERILKAN :
Sterilisasi Autoklaf,
ETO atau strilisasi
temperatur rendah,
chemical sterilans
Disposible
Sedang
( Semi
Critical )
Kontak dengan
membran mukosa
yang utuh, mudah
terkontaminasi
dengan mikroba.
Endoskopi/anestesi,
, ETT, termometer
rectal
Disinfeksi Tingkat
Tinggi: pasteurisasi,
steam, disinfektan
kimiawi
Rendah
( Non-
Critical )
Kontak dengan kulit
yang utuh dan tidak
mengenai membran
mukosa, lingkungan
secara tidak langsung.
Stetoskope,
tensimeter, linen,
bedpan, urinal,
apron,alat makan
lantai, dinding,
tempat tidur
Tidak perlu Steril :
pembersihan fisik /
disinfeksi tingkat
rendah (deterjen
dan air)
Pre Cleaning(Enzymatik)
Pembersihan
(Cuci bersih, tiriskan, keringkan)
Sterilisasi
(peralatan kritis)
Masuk dalam
pembuluh
darah/jaringan tubuh
Instrumen bedah
Disinfeksi tingkat
rendah
(peralatan non kritikal)
Hanya pada
permukaan tubuh yang
utuh
Tensi meter,
termometer
Disinfeksi tingkat
tinggi
(peralatan semi
kritikal)
Masuk dalam mucosa
tubuh
Endotracheal tube,
NGT
 Pemrosesan
perendaman alat medis
bekas pakai untuk
menghilangkan noda
darah, cairan tubuh
menggunakan
enzyimatik atau
detergen
(Perendaman sampai seluruh
permukaan alat)
Pembersihan
Pembersihan

Suatu proses untuk menghilangkan
Suatu proses untuk menghilangkan
kotoran yang terlihat atau tidak
kotoran yang terlihat atau tidak
terlihat pada peralatan medis / objek
terlihat pada peralatan medis / objek
setelah dilakukan
setelah dilakukan perendaman,
perendaman,
dengan menggunakan air mengalir,
dengan menggunakan air mengalir,
sikat detergen sehingga kotoran /
sikat detergen sehingga kotoran /
bahan organik hilang dari
bahan organik hilang dari
permukaan
permukaan
Cara pembersihan
Manual Mesin
 Lakukan kebersihan tangan
 Pakai alat pelindung diri (masker,sarung tangan, gaun)
 Keluarkan alat yang telah direndam, bilas dengan air
mengalir
 Lepaskan / buka alat medis yang dapat dilepas pada
saat dibersihkan
 Sikat perlahan lahan alat medis dari setiap permukaan
termasuk gerigi dan lekukan Bilas sampai bersih
dengan air hangat
 Keringkan alat dengan kain atau angin angin
 Buka sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya
 Lakukan kebersihan tangan
Disinfeksi:
 Suatu proses untuk menghilangkan /
memusnahkan mikroorganisme
virus, bakteri, parasit, fungi dan
sejumlah spora pada peralatan medis
/ objek dengan menggunakan cairan
disinfektan
 High level disinfection (HDL) / disinfeksi tingkat tinggi (DTT)
Dapat membunuh semua mokroorganisme kecuali
endospora
 Intermediate level disinfection (ILD) / disinfeksi tingkat
sedang
Disinfeksi ini akan membunuh mikroorganisme bakteri,
fungi, virus, namun tidak mempunyai aktivitas membunuh
spora
 Low Level Disinfection ( LLD) /disinfeksi tingkat rendah
Disinfeksi ini tidak mempunyai daya untuk membunuh
mikroorganisme fungi, bakteri, virus
 DTT merupakan perlakuan minimun yang
direkomendasikan oleh CDC.
 DTT dapat membunuh semua
mikroorganisme, kecuali endospora.
Cara:
 Rebus dalam air mendidih selama 20 menit
 Rendam dalam larutan kimiawi:
Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida
Suatu proses menghilangkan
/memusnahkan semua bentuk
mikroorganisme pada peralatan
medis / objek termasuk endospora
yang dapat dilakukan melalui proses
fisika dan kimiawi dengan
menggunakan alat sterilisator
 Sterilisasi sebaiknya dilaksanakan
disuatu unit tersendiri yang disebut
pelayanan sterilisasi sentral (CSSD)
 Dekontaminasi, pembersihan, dan
disinfeksi dapat dilakukan di ruangan
atau di unit pelayanan sterilisasi
sentral (CSSD).
 Menyediakan alat-alat medis yang
steril
 Membantu mencegah terjadinya
infeksi nosokomial
 Menjamin kualitas sterilisasi
 Efisiensi tenaga, bahan dan alat
 Bagan organisasi yang jelas,
menggambarkan alur tanggung
jawab dan komunikasi dengan
unit-unit yang memerlukan
pelayanan sterilisasi
 Unit sterilisasi harus dipimpin oleh
seorang yang memahami tentang
seluruh prosedur pemrosesan alat
 Ada prosedur tertulis mengenai proses
dekontaminasi, pencucian, pengemasan dan
sterilisasi semua alat-alat medis
 Ada loket terpisah antara penerimaan alat-alat
medis kotor dan penyerahan alat-alat medis
steril
 Ada ruangan tempat penyimpanan peralatan
kotor, bersih dan peralatan steril yang terpisah.
 Harus mempunyai tekanan positif  aliran
udara dari dalam ke luar.
 Kelembaban harus dijaga 20-23 C.
 Upayakan tidak ada pipa, kabel yang menonjol
untuk menghindari timbunan kuman.
 Hanya petugas penyimpanan barang yang boleh
masuk. Distribusi stok barang dengan sistem
FIFO.
 Ada meja kerja yang cukup memadai (stainless
steel) untuk memproses alat-alat medis dan alat-
alat tenun/linen
 Memiliki alat ukur kelembaban dan temperatur
D
DESAIN DAN LAYOUT CSSD
ESAIN DAN LAYOUT CSSD
 Udara dari ruangan kotor tidak mengalir ke
ruangan bersih
 Lantai dan dinding mudah dibersihkan
 Ada tempat cuci tangan dengan air mengalir
 Kualitas air baik
 Mesin sterilisator diperiksa secara teratur.
Sebaiknya memiliki dua pintu depan dan
belakang.
 Tersedia APD
 Ada pemeriksaan secara berkala dengan
indikator fisik, kimiawi dan
mikrobiologik terhadap alat-alat yang
disterilkan
 Jadual dan tata kerja diatur sedemikian
rupa agar unit sterilisasi dapat berfungsi di
luar jam kerja
Proses sterilisasi terjadi dengan
memaparkan energi thermal dalam
bentuk panas kering/basah, zat kimia
dalam wujud cair/gas maupun bentuk
radiasi terhadap suatu benda dalam
waktu tertentu.
 Daya bunuh yang kuat
 Daya penetrasi yang baik
 Aman / tidak toksik
 Bisa digunakan untuk semua alat
indikator
 Proses cepat
 Kegiatan pra sterilisasi untuk
menjaga keamanan dan efektifitas
alat-alat medis pada saat digunakan
untuk perawatan pasien
 Tanggung jawab unit pelayanan
sterilisasi sentral
 Sesuai dengan metoda sterilisasi yang dipakai.
 Dapat menahan mikroorganisme dan bakteri.
 Kuat & tahan lama.
 Mudah digunakan.
 Tidak mengandung racun.
 Segel yang baik.
 Aman & mudah dibuka.
 Masa kadaluarsa.
 Menggunakan tape indikator
 Segel harus dibuat sedemikian rupa
sehingga apabila dibuka fungsi segel
menjadi hilang
 Harus secara rapat, menggunakan
segel panas atau segel kertas.
1. Linen
2. Kertas
3. Plastik film
4. Kombinasi plastik film dan kertas
1. Linen
• Tidak dianjurkan bahan yang di-blech
• Bukan dari bahan kanvas / tebal & kaku
2. Kertas
• Hanya satu kali pakai
• Harus bersifat menolak / tidak
mengabsorpsi air
• Harus mempunyai sifat penghalang
bakteri yang baik
• Harus bebas dari materi toksik
3. Plastik film
• Film plastik tidak dapat menyerap air (cairan/uap)
• Tidak bisa digunakan untuk sterilisasi uap
• Dikombinasikan dengan Kertas pada salah satu
sisinya (Steripouches) apabila untuk sterilisasi uap
• Polyethylene dapat menyerap Ethylene Oxide
• Bahan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak menyerap EO
 tidak direkomendasikan untuk sterilisasi EO.
4. Kombinasi plastik film dan kertas
 Nama alat yang akan dikemas
 Langkah penyiapan dan disortir alat
 Metode sterilisasi yang digunakan
 Cara penempatan item yang benar dalam
kemasan
 Cara penempatan indikator kimia internal dan
eksternal
 Metode penyegelan kemasan
 Cara penempatan kemasan dalam chamber
 Cara penyimpanan yang benar.
 Sterilisasi dengan suhu tinggi

Sterilisasi uap (Steam Heat)
 Sterilisasi panas kering (Dry Heat)
 Sterilisasi dengan suhu rendah

Ethylene Oxide

Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization
(STERRAD)

Liquid Paracetic Acid
 Metode sterilisasi paling tua, aman,
efektif, relatif tidak mahal, bersifat non
toksik
 Suhu dan waktu:
 121 ° C (250° F) selama 30 menit
 132 ° C (270° F) selama 4 menit .
 Direkomendasikan untuk peralatan yang
tahan panas dan tahan uap.
 Keuntungan:
 dapat mensterilkan bahan yang tidak
dapat ditembus steam
 tidak bersifat korosi, mencapai seluruh
permukaan alat
 Kelemahan:
 penetrasi panas lambat - waktu lama
 perlu suhu tinggi
 dapat merusak bahan karet
 Penggunaan untuk:

minyak, serbuk halus, syringe, kaca,
gelas, benda tajam
 Suhu dan waktu:
 170° C (340° F) selama 60 menit

160° C (320° F) selama 120 menit

150° C (300° F) selama 150 menit
 Untuk sterilisasi alat medis yang sensitif terhadap
panas dan uap.
 ETO tidak berwarna, mudah terbakar
 Suhu 29° - 65 °C atau 45 °C -85 °C.
 Keuntungan:
 non korosif terhadap plastik, metal , karet.
 tidak berbau
 Kelemahan:
 waktu lama (2 – 5 jam), biaya tinggi, bersifat toksik,
mutagenik, karsinogenik, iritasi saluran pernapasan,
dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan pusing,
mual, muntah.
 Pembersihan tidak adekuat
 Konsentrasi larutan disinfektan tidak
tepat
 Penyimpanan tidak benar
 Penyimpanan basah setelah sterilisasi
SET & TROMOL KASSA
STERIL
PERALATAN SEMI KRITIKAL
 Salah satu upaya pencegahan HAIs
adalah melakukan dekontaminasi
meliputi pembersihan, disinfeksi dan
sterilisasi
 Agar mutu sterilisasi terjamin baik
diperlukan kegiatan monitoring,
evaluasi dan tindakan lanjut
CSSD DEKONTAMINASII  PERALATAN  PERAWATAN PASIEN.ppt

CSSD DEKONTAMINASII PERALATAN PERAWATAN PASIEN.ppt

  • 1.
    OLEH : OLEH : ACHMADHADIYANTO,S.Kep.Ns ACHMAD HADIYANTO,S.Kep.Ns Cilacap, 12 Juli 2018 Cilacap, 12 Juli 2018
  • 2.
     Pasien dannakes berisiko mendapatkan infeksi jika tidak melaksanakan tindakan pencegahan infeksi  HAIs dapat dicegah / dikendalikan dengan beberapa strategi pencegahan infeksi  Salah satu strategi pencegahan HAIs adalah dekontaminasi (pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi)
  • 3.
  • 5.
    Waspading Indra gapuraningRahayu LAPIS PERTAMA LAPIS KEDUA KEWASPADAAN STANDAR HH APD ALAT & LINEN SAMPAH & BENDA TAJAM KESEHATN KARYAWAN PENEMPATAN PASIEN PENYUNTIKAN YANG AMAN LUMBAL PUNGSI PENGENDALIAN LINGKUNGAN ETIKA BATUK PERALATAN PERAWATAN PASIEN KEWASPADAAN BERSARKAN TRANSMISI KONTAK AIR BORN DROPLET MRSA, VRE HERPES SIMPLEX AVIAN FLU MENINGOCOCUS TBC CHIEN POX SRG. TANGAN GAUN MASKER BEDAH PENUTUP WAJAH MASKER N 95 RESPIRATORIK
  • 6.
     Memutus matarantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit
  • 7.
    Dekontaminasi: Suatu proses untukmenghilangkan / memusnahkan mikroorganisme dan kotoran yang melekat pada peralatan medis/objek, sehingga aman untuk penggunaan selanjutnya, meliputi pembersihan, disinfeksi, sterilisasi
  • 8.
     Alat medishabis pakai  Permukaan meja/ permukaan lain yang tercemar / tumpahan darah atau cairan tubuh pasien  Linen bekas pakai yang tercemar darah / cairan tubuh pasien
  • 9.
     Lakukan kebersihantangan  Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca mata  Serap darah/cairan tubuh sebanyak-banyaknya dengan kertas/tisu  Buang kertas/tisu penyerap kedalam kantong sampah medis  Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan disinfectan  Buka sarung tangan  Lakukan kebersihan tangan
  • 10.
     Peralatan Kritis Peralatan semi kritis  Peralatan non kritis
  • 11.
    Klasifikasi alat-alat medis menurutDr. Earl Spaulding : Risiko Definisi Peralatan Cara Tinggi ( Critical ) Kontak dengan jaringan steril, sistem peredaran darah (Vaskuler) Instrumen bedah, laparoskop, kateter jantung, Scapel, implant DISTERILKAN : Sterilisasi Autoklaf, ETO atau strilisasi temperatur rendah, chemical sterilans Disposible Sedang ( Semi Critical ) Kontak dengan membran mukosa yang utuh, mudah terkontaminasi dengan mikroba. Endoskopi/anestesi, , ETT, termometer rectal Disinfeksi Tingkat Tinggi: pasteurisasi, steam, disinfektan kimiawi Rendah ( Non- Critical ) Kontak dengan kulit yang utuh dan tidak mengenai membran mukosa, lingkungan secara tidak langsung. Stetoskope, tensimeter, linen, bedpan, urinal, apron,alat makan lantai, dinding, tempat tidur Tidak perlu Steril : pembersihan fisik / disinfeksi tingkat rendah (deterjen dan air)
  • 12.
    Pre Cleaning(Enzymatik) Pembersihan (Cuci bersih,tiriskan, keringkan) Sterilisasi (peralatan kritis) Masuk dalam pembuluh darah/jaringan tubuh Instrumen bedah Disinfeksi tingkat rendah (peralatan non kritikal) Hanya pada permukaan tubuh yang utuh Tensi meter, termometer Disinfeksi tingkat tinggi (peralatan semi kritikal) Masuk dalam mucosa tubuh Endotracheal tube, NGT
  • 13.
     Pemrosesan perendaman alatmedis bekas pakai untuk menghilangkan noda darah, cairan tubuh menggunakan enzyimatik atau detergen (Perendaman sampai seluruh permukaan alat)
  • 14.
    Pembersihan Pembersihan  Suatu proses untukmenghilangkan Suatu proses untuk menghilangkan kotoran yang terlihat atau tidak kotoran yang terlihat atau tidak terlihat pada peralatan medis / objek terlihat pada peralatan medis / objek setelah dilakukan setelah dilakukan perendaman, perendaman, dengan menggunakan air mengalir, dengan menggunakan air mengalir, sikat detergen sehingga kotoran / sikat detergen sehingga kotoran / bahan organik hilang dari bahan organik hilang dari permukaan permukaan
  • 15.
  • 16.
     Lakukan kebersihantangan  Pakai alat pelindung diri (masker,sarung tangan, gaun)  Keluarkan alat yang telah direndam, bilas dengan air mengalir  Lepaskan / buka alat medis yang dapat dilepas pada saat dibersihkan  Sikat perlahan lahan alat medis dari setiap permukaan termasuk gerigi dan lekukan Bilas sampai bersih dengan air hangat  Keringkan alat dengan kain atau angin angin  Buka sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya  Lakukan kebersihan tangan
  • 17.
    Disinfeksi:  Suatu prosesuntuk menghilangkan / memusnahkan mikroorganisme virus, bakteri, parasit, fungi dan sejumlah spora pada peralatan medis / objek dengan menggunakan cairan disinfektan
  • 18.
     High leveldisinfection (HDL) / disinfeksi tingkat tinggi (DTT) Dapat membunuh semua mokroorganisme kecuali endospora  Intermediate level disinfection (ILD) / disinfeksi tingkat sedang Disinfeksi ini akan membunuh mikroorganisme bakteri, fungi, virus, namun tidak mempunyai aktivitas membunuh spora  Low Level Disinfection ( LLD) /disinfeksi tingkat rendah Disinfeksi ini tidak mempunyai daya untuk membunuh mikroorganisme fungi, bakteri, virus
  • 19.
     DTT merupakanperlakuan minimun yang direkomendasikan oleh CDC.  DTT dapat membunuh semua mikroorganisme, kecuali endospora. Cara:  Rebus dalam air mendidih selama 20 menit  Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida
  • 20.
    Suatu proses menghilangkan /memusnahkansemua bentuk mikroorganisme pada peralatan medis / objek termasuk endospora yang dapat dilakukan melalui proses fisika dan kimiawi dengan menggunakan alat sterilisator
  • 21.
     Sterilisasi sebaiknyadilaksanakan disuatu unit tersendiri yang disebut pelayanan sterilisasi sentral (CSSD)  Dekontaminasi, pembersihan, dan disinfeksi dapat dilakukan di ruangan atau di unit pelayanan sterilisasi sentral (CSSD).
  • 22.
     Menyediakan alat-alatmedis yang steril  Membantu mencegah terjadinya infeksi nosokomial  Menjamin kualitas sterilisasi  Efisiensi tenaga, bahan dan alat
  • 23.
     Bagan organisasiyang jelas, menggambarkan alur tanggung jawab dan komunikasi dengan unit-unit yang memerlukan pelayanan sterilisasi  Unit sterilisasi harus dipimpin oleh seorang yang memahami tentang seluruh prosedur pemrosesan alat
  • 24.
     Ada prosedurtertulis mengenai proses dekontaminasi, pencucian, pengemasan dan sterilisasi semua alat-alat medis  Ada loket terpisah antara penerimaan alat-alat medis kotor dan penyerahan alat-alat medis steril  Ada ruangan tempat penyimpanan peralatan kotor, bersih dan peralatan steril yang terpisah.
  • 25.
     Harus mempunyaitekanan positif  aliran udara dari dalam ke luar.  Kelembaban harus dijaga 20-23 C.  Upayakan tidak ada pipa, kabel yang menonjol untuk menghindari timbunan kuman.  Hanya petugas penyimpanan barang yang boleh masuk. Distribusi stok barang dengan sistem FIFO.  Ada meja kerja yang cukup memadai (stainless steel) untuk memproses alat-alat medis dan alat- alat tenun/linen  Memiliki alat ukur kelembaban dan temperatur
  • 26.
    D DESAIN DAN LAYOUTCSSD ESAIN DAN LAYOUT CSSD
  • 27.
     Udara dariruangan kotor tidak mengalir ke ruangan bersih  Lantai dan dinding mudah dibersihkan  Ada tempat cuci tangan dengan air mengalir  Kualitas air baik  Mesin sterilisator diperiksa secara teratur. Sebaiknya memiliki dua pintu depan dan belakang.
  • 28.
     Tersedia APD Ada pemeriksaan secara berkala dengan indikator fisik, kimiawi dan mikrobiologik terhadap alat-alat yang disterilkan  Jadual dan tata kerja diatur sedemikian rupa agar unit sterilisasi dapat berfungsi di luar jam kerja
  • 29.
    Proses sterilisasi terjadidengan memaparkan energi thermal dalam bentuk panas kering/basah, zat kimia dalam wujud cair/gas maupun bentuk radiasi terhadap suatu benda dalam waktu tertentu.
  • 30.
     Daya bunuhyang kuat  Daya penetrasi yang baik  Aman / tidak toksik  Bisa digunakan untuk semua alat indikator  Proses cepat
  • 31.
     Kegiatan prasterilisasi untuk menjaga keamanan dan efektifitas alat-alat medis pada saat digunakan untuk perawatan pasien  Tanggung jawab unit pelayanan sterilisasi sentral
  • 32.
     Sesuai denganmetoda sterilisasi yang dipakai.  Dapat menahan mikroorganisme dan bakteri.  Kuat & tahan lama.  Mudah digunakan.  Tidak mengandung racun.  Segel yang baik.  Aman & mudah dibuka.  Masa kadaluarsa.
  • 33.
     Menggunakan tapeindikator  Segel harus dibuat sedemikian rupa sehingga apabila dibuka fungsi segel menjadi hilang  Harus secara rapat, menggunakan segel panas atau segel kertas.
  • 34.
    1. Linen 2. Kertas 3.Plastik film 4. Kombinasi plastik film dan kertas
  • 35.
    1. Linen • Tidakdianjurkan bahan yang di-blech • Bukan dari bahan kanvas / tebal & kaku 2. Kertas • Hanya satu kali pakai • Harus bersifat menolak / tidak mengabsorpsi air • Harus mempunyai sifat penghalang bakteri yang baik • Harus bebas dari materi toksik
  • 36.
    3. Plastik film •Film plastik tidak dapat menyerap air (cairan/uap) • Tidak bisa digunakan untuk sterilisasi uap • Dikombinasikan dengan Kertas pada salah satu sisinya (Steripouches) apabila untuk sterilisasi uap • Polyethylene dapat menyerap Ethylene Oxide • Bahan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak menyerap EO  tidak direkomendasikan untuk sterilisasi EO. 4. Kombinasi plastik film dan kertas
  • 37.
     Nama alatyang akan dikemas  Langkah penyiapan dan disortir alat  Metode sterilisasi yang digunakan  Cara penempatan item yang benar dalam kemasan  Cara penempatan indikator kimia internal dan eksternal  Metode penyegelan kemasan  Cara penempatan kemasan dalam chamber  Cara penyimpanan yang benar.
  • 38.
     Sterilisasi dengansuhu tinggi  Sterilisasi uap (Steam Heat)  Sterilisasi panas kering (Dry Heat)  Sterilisasi dengan suhu rendah  Ethylene Oxide  Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization (STERRAD)  Liquid Paracetic Acid
  • 39.
     Metode sterilisasipaling tua, aman, efektif, relatif tidak mahal, bersifat non toksik  Suhu dan waktu:  121 ° C (250° F) selama 30 menit  132 ° C (270° F) selama 4 menit .  Direkomendasikan untuk peralatan yang tahan panas dan tahan uap.
  • 40.
     Keuntungan:  dapatmensterilkan bahan yang tidak dapat ditembus steam  tidak bersifat korosi, mencapai seluruh permukaan alat  Kelemahan:  penetrasi panas lambat - waktu lama  perlu suhu tinggi  dapat merusak bahan karet
  • 41.
     Penggunaan untuk:  minyak,serbuk halus, syringe, kaca, gelas, benda tajam  Suhu dan waktu:  170° C (340° F) selama 60 menit  160° C (320° F) selama 120 menit  150° C (300° F) selama 150 menit
  • 42.
     Untuk sterilisasialat medis yang sensitif terhadap panas dan uap.  ETO tidak berwarna, mudah terbakar  Suhu 29° - 65 °C atau 45 °C -85 °C.  Keuntungan:  non korosif terhadap plastik, metal , karet.  tidak berbau  Kelemahan:  waktu lama (2 – 5 jam), biaya tinggi, bersifat toksik, mutagenik, karsinogenik, iritasi saluran pernapasan, dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan pusing, mual, muntah.
  • 43.
     Pembersihan tidakadekuat  Konsentrasi larutan disinfektan tidak tepat  Penyimpanan tidak benar  Penyimpanan basah setelah sterilisasi
  • 44.
    SET & TROMOLKASSA STERIL
  • 45.
  • 48.
     Salah satuupaya pencegahan HAIs adalah melakukan dekontaminasi meliputi pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi  Agar mutu sterilisasi terjamin baik diperlukan kegiatan monitoring, evaluasi dan tindakan lanjut

Editor's Notes

  • #3 infectious diseases result from the interaction of agent, host, and environment. More specifically, transmission occurs when the agent leaves its reservoir or host through a portal of exit, is conveyed by some mode of transmission, and enters through an appropriate portal of entry to infect a susceptible host. This sequence is sometimes called the chain of infection. The reservoir of an infectious agent is the habitat in which the agent normally lives, grows, and multiplies. Reservoirs include humans, animals, and the environment. The reservoir may or may not be the source from which an agent is transferred to a host. Human reservoirs. Many common infectious diseases have human reservoirs. Diseases that are transmitted from person to person without intermediaries include the sexually transmitted diseases, measles, mumps, streptococcal infection, and many respiratory pathogens. Because humans were the only reservoir for the smallpox virus, naturally occurring smallpox was eradicated after the last human case was identified and isolated. Human reservoirs may or may not show the effects of illness. As noted earlier, a carrier is a person with inapparent infection who is capable of transmitting the pathogen to others. Asymptomatic or passive or healthy carriers are those who never experience symptoms despite being infected.