Oleh X IPA 3:
-Aziza Puteri ( 02 )
-Karina Anindita ( 15 )
-Winditya Safira ( 28 )
-Yoga Triardhana ( 30 )
-Rahma Rizky ( 31 )
Kamus Besar Bahasa Indonesia
= Tingkah laku perbuatan, atau
tanggapan seseorang terhadap
lingkungan yang bertentangan
dengan norma-norma dan hukum
yang ada di dalam masyarakat.
Secara umum
= Perilaku yang tidak sesuai dengan
nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan,
baik dalam sudut pandang
kemanusiaan (agama) secara
individu maupun pembenarannya
sebagai bagian daripada makhluk
sosial.
PENGERTIAN PENYIMPANGAN
SOSIAL
PENGERTIAN PENYIMPANGAN
SOSIAL
James Vander Zanden
= Perilaku yang dianggap sebagai
hal tercela dan di luar batas-batas
toleransi oleh sejumlah besar
orang.
Paul B. Horton
= Setiap perilaku yang
dinyatakan sebagai pelanggaran
terhadap norma.
PENGERTIAN PENYIMPANGAN
SOSIAL
Gillin
= Perilaku yang menyimbang dari
norma dan nilai sosial keluarga
dan masyarakat yang menjadi
penyebab memudarnya ikatan
atau solidaritas kelompok.
Bruce J. Cohen
= Setiap perilaku yang tidak
berhasil menyesuaikan diri
dengan kehendak-kehendak
masyarakat.
PENGERTIAN PENYIMPANGAN
SOSIAL
Soerjono Soekanto
= Sikap tindak yang bertentangan
dengan aturan yang berlaku
atau harapan masyarakat, yang
mengakibatkan terjadinya
penolakan
Lewis Coser
= Salah satu cara untuk
menyesuaikan kebudayaan
dengan perubahan sosial.
TEORI-TEORI
PENYIMPANGAN
SOSIAL
TEORI BIOLOGIS
“Penyimpangan sosial disebabkan oleh faktor
biologis, yaitu: ketidaksesuaian (kecacatan) tubuh,
bentuk dan tipe tubuh.”Contoh:
Manusia
dengan wajah
pecandu
alkohol dan
penjahat
umumnya
memiliki tipe
tubuh
mesomorf .
TEORI PSIKOLOGIS
“Berpandangan bahwa penyakit mental dan
gangguan kepribadian berkaitan erat dengan
penyimpangan sosial. Serta,
ketidakmampuan menyesuaikan diri juga
menyebabkan penyimpangan sosial.”
TEORI SOSIALISASI
“Adanya gangguan terhadap proses sosialisasi nilai-nilai dan
norma-norma masyarakat yang menyebabkan timbulnya
penyimpangan.”
1) Transmisi budaya
Penyimpangan akan muncul jika seseorang melakukan
sosialisasi perilaku menyimpang dengan orang yang cocok.
2) Kebudayaan khusus yang menyimpang
Saat penyimpangan dilakukan berulang-ulang, akhirnya
menjadi kebiasaan dan merupakan hal yang wajar.
3) Asosiasi diferensial
Penyimpangan dapat ditemukan di mana saja, saat perilaku
menyimpang lebih dihargai dalam lingkungannya.
TEORI ANOMI
“Tidak adanya relasi antara tujuan dan cara-cara untuk
mencapai tujuan tersebut, sehingga memunculkan
penyimpangan.”
Ada 5 tingkah laku untuk menghadapi situasi
-Konformitas: menerima tujuan dan cara yang telah ditentukan.
-Inovasi: menerima tujuan, tetapi menolak cara-cara yang
melembaga.
-Ritualisme: menerima cara-cara yang melembaga, tetapi
mengabaikan tujuan.
-Pengasingan diri: menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga.
-Pemberontakan: menolak tujuan dan cara-cara, serta
mengupayakan tujuan dan cara yang baru.
Konformitas (Conformity)
Gaelan belajar sungguh-sungguh agar
nilai ulangannya bagus
Inovasi (Inovation)
Untuk memperoleh nilai yang baik, Arif
tidak belajar, melainkan mengandalkan
joki UN.
Ritualisme (Ritualism)
Meski tidak memiliki keahlian di bidang
komputer, Mita berusaha mendapatkan
ijasah agar dapat diterima kerja di
perusahaan asing.
Pengasingan diri (Retreatism)
Siswa yang membakar dirinya sendiri
karena tidak lulus Ujian Nasional.
Pemberontakan (Rebellion)
Pemberontakan G 30 S/PKI yang ingin
mengubah ideologi Pancasila menjadi
ideologi komunis.
TEORI REAKSI MASYARAKAT
“Bahwa seseorang yang telah melakukan penyimpangan
pada tahap primer (pertama) lalu oleh masyarakat sudah
diberi cap sebagai penyimpangan, maka orang tersebut
terdorong untuk melakukan penyimpangan sekunder
(tahap lanjutan) dengan alasan kepalang tanggung.”
Sering disebut labelling theory.
TEORI KONFLIK
Konflik budaya
“Apabila dalam suatu
masyarakat terdapat dua
budaya yang berbeda, maka
akan timbul pertentangan
budaya.”
Norma budaya dominan
dijadikan hukum tidak
tertulis.
Norma budaya minoritas
dianggap sebagai
penyimpangan.
Konflik sosial
“Penyimpangan timbul
akibat perbedaan kelas sosial
dalam masyarakat.”
TEORI PENGENDALIAN
“Penyimpangan terjadi karena lemahnya ikatan-ikatan
dengan lembaga-lembaga sosial di masyarakat,
seperti keluarga, sekolah, dan pekerjaan.”
Memandang norma yang diakui dan pemberian
hukuman sebagai alat kendali yang baik.
CIRI-CIRI PENYIMPANGAN SOSIAL
[PAUL B. HORTON]
 Harus dapat didefinisikan
Penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku
harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui
penyebabnya.
 Bisa diterima, bisa juga ditolak
Penyimpangan ada yang positif ada yang negatif.
 Bersifat adaptif (menyesuaikan)
Penyimpangan tidak selalu menjadi ancaman, dan
dapat menjadi alat pemelihara stabilitas sosial,
serta salah satu cara untuk menyesuaikan
kebudayaan dengan perubahan sosial.
 Relatif dan mutlak
Tidak ada seorang pun yang masuk dalam kategori
sepenuhnya penurut (konformis) ataupun
sepenuhnya penyimpang.
 Terdapat norma-norma penghindaran
Norma akan muncul jika ada nilai atau norma yang
melarang suatu perbuatan yang ingin sekali
diperbuat oleh banyak orang
 Terhadap budaya nyata atau budaya ideal.
Terjadi kesenjangan antara kenyataan sehari-hari
dengan pengetahuan umum (peraturan).
CIRI-CIRI PENYIMPANGAN SOSIAL
[PAUL B. HORTON]
SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN
SOSIAL
Menurut Wilnes (Punishment and
Reformation), faktor penyebab terjadinya
penyimpangan sosial dibagi menjadi dua,
antara lain:Faktor subjektif, yaitu berasal dari
seseorang itu sendiri (sifat
pembawaan yang dibawa sejak
lahir).
Faktor objektif, yaitu berasal dari
luar (lingkungan). Misalnya
keadaan rumah tangga, seperti
hubungan antara orang tua dan
anak yang tidak serasi.
FAKTOR-FAKTOR OBJEKTIF
1. Ketidaksanggupan menyerap norma kebudayaan
Proses sosialisasi tidak sempurna  tidak mampu
menyerap norma kebudayaan dalam kepribadian 
tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak.
2. Proses belajar yang menyimpang
Sering melihat perbuatan menyimpang  meniru
perbuatan menyimpang  menjadi tokoh
penyimpangan sosial.
3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial
Individu berupaya mencapai tujuan  tidak mendapat
peluang  mengupayakan peluang sendiri yang
merupakan tindakan menyimpang.
FAKTOR-FAKTOR OBJEKTIF
4. Ikatan sosial yang berlainan
Berhubungan dengan kelompok yang negatif 
mencontoh perilaku-perilaku negatif
(menyimpang).
5. Akibat sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan
yang menyimpang
Media massa menampilkan tayangan
penyimpangan sosial  masyarakat kurang
selektif  terjadi proses sosialisasi.
BENTUK-BENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL
SIFAT-SIFAT
PENYIMPANGAN
SOSIAL
PENYIMPANGAN SOSIAL POSITIF
 Merupakan bentuk penyimpangan atau perilaku
yang tidak sesuai, namun berdampak positif.
 Memberi unsur kreatif dan inovatif, meski
caranya belum umum.
 Misalnya: Perempuan dianggap tabu apabila
melakukan aktivitas atau berprofesi seperti laki-
laki (politikus, sopir, pembalap, dll.). namun hal
tsb memiliki dampak positif, yaitu emansipasi
wanita.
PENYIMPANGAN SOSIAL NEGATIF
 Merupakan bentuk penyimpangan atau
perilaku yang tidak sesuai dan berdampak
buruk serta merugikan bagi pelaku juga
masyarakat.
 Bobotnya dilihat dari norma atau nilai yang
dilanggar.
 Misalnya: membolos, mencuri, korupsi, dsb.
MEDIA PEMBENTUK PENYIMPANGAN
SOSIAL
Keluarga
Pembentuk pertama
 Sebagai faktor penentu
Kelompok bermain
Apabila kelompok bermainnya
positif (tidak menyimpang), maka
tidak akan timbul penyimpangan
sosial
MEDIA PEMBENTUK PENYIMPANGAN
SOSIAL
Lingkungan tempat tinggal
Apabila tinggal di lingkungan
yang baik, maka akan terbentuk
kepribadian yang baik, seperti:
gemar bergotong royong.
Media massa
Dapat menjadi faktor penentu
terpenting
Penyimpangan akan terbentuk
jika tidak memanfaatkan media
massa dengan sebaik-baiknya.
CONTOH PENYIMPANGAN SOSIAL
DAN FAKTOR-FAKTORNYA
Penyimpangan Sosial Faktor Penyebab
Penyalahgunaan
narkoba
Sosialisasi tidak sempurna dan
lingkungan pergaulan yang buruk
Pencurian Dorongan ekonomi
Kekerasan Lingkungan yang buruk dan media
massa
Hilangnya budaya lokal
akibat pengaruh budaya
asing
Pertentangan budaya, budaya asing
mendominasi
Homoseksual Proses sosialisasi tidak sempurna
CONTOH PENYIMPANGAN SOSIAL
DAN FAKTOR-FAKTORNYA
Penyimpangan Sosial Faktor Penyebab
Penipuan Dorongan ekonomi
Melanggar rambu-rambu
lalu lintas
Dorongan waktu, faktor subjektif
(tidak sabaran)
Transgender Proses sosialisasi tidak sempurna,
faktor subjektif (kurang bersyukur)
Buang sampah
sembarangan
Lingkungan tidak baik untuk
dicontoh
Bunuh diri Tekanan psikologis; tidak dapat
menerima kenyataan
P
E
N
Y
I
M
P
A
N
G
A
N
S
O
S
I
A
L
PEMBAGIAN SIKAP ANTI-
SOSIAL
Berdasarkan sifatnya, sikap anti-sosial dibedakan menjadi dua:
Sengaja
(sadar,
tetapi tidak
memperdul
ikan
penilaian
orang lain)
Tidak
peduli
(tidak
peduli
dengan
lingkunga
n)
Contoh:
Vandalism
e
Contoh:
Membuang
sampah
sembarangan
ISTILAH DALAM ANTI-SOSIAL
[Soerjono Soekanto]
1. Antikoformitas = pelanggaran terhadap nilai-nilai
dan norma-norma sosial yang dilakukan dengan
sengaja oleh individu atau sekelompok individu.
Contoh: mencuri, membuat keributan,
mengasingkan diri, dll.
2. Aksi antisosial = aksi yang menempatkan
kepentingan pribadi ataupun kepentingan
kelompok tertentu atas kepentingan umum.
Contoh: tidak mau mengikuti kegiatan gotong
royong di masyarakat, memanipulasi data
keuangan sebuah organisasi demi kepentingan diri
sendiri, dll.
3. Antisosial Grudge = rasa dendam terhadap
TIGA WUJUD ANTI-SOSIAL
a)Dilakukan di jalan. Seperti:
melanggar rambu-rambu
lalu lintas dapat
mengakibatkan kecelakaan
yang akan merugikan orang
lain dan pelaku.
b)Dilakukan oleh tetangga.
Seperti: menyetel radio
keras-keras yang akan
mengganggu kenyamanan
orang lain.
c)Dilakukan terhadap
Penyimpangan sosial

Penyimpangan sosial

  • 1.
    Oleh X IPA3: -Aziza Puteri ( 02 ) -Karina Anindita ( 15 ) -Winditya Safira ( 28 ) -Yoga Triardhana ( 30 ) -Rahma Rizky ( 31 )
  • 2.
    Kamus Besar BahasaIndonesia = Tingkah laku perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Secara umum = Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL
  • 3.
    PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL James VanderZanden = Perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Paul B. Horton = Setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma.
  • 4.
    PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL Gillin = Perilakuyang menyimbang dari norma dan nilai sosial keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas kelompok. Bruce J. Cohen = Setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat.
  • 5.
    PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL Soerjono Soekanto =Sikap tindak yang bertentangan dengan aturan yang berlaku atau harapan masyarakat, yang mengakibatkan terjadinya penolakan Lewis Coser = Salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
  • 6.
  • 7.
    TEORI BIOLOGIS “Penyimpangan sosialdisebabkan oleh faktor biologis, yaitu: ketidaksesuaian (kecacatan) tubuh, bentuk dan tipe tubuh.”Contoh: Manusia dengan wajah pecandu alkohol dan penjahat umumnya memiliki tipe tubuh mesomorf .
  • 8.
    TEORI PSIKOLOGIS “Berpandangan bahwapenyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan penyimpangan sosial. Serta, ketidakmampuan menyesuaikan diri juga menyebabkan penyimpangan sosial.”
  • 9.
    TEORI SOSIALISASI “Adanya gangguanterhadap proses sosialisasi nilai-nilai dan norma-norma masyarakat yang menyebabkan timbulnya penyimpangan.” 1) Transmisi budaya Penyimpangan akan muncul jika seseorang melakukan sosialisasi perilaku menyimpang dengan orang yang cocok. 2) Kebudayaan khusus yang menyimpang Saat penyimpangan dilakukan berulang-ulang, akhirnya menjadi kebiasaan dan merupakan hal yang wajar. 3) Asosiasi diferensial Penyimpangan dapat ditemukan di mana saja, saat perilaku menyimpang lebih dihargai dalam lingkungannya.
  • 10.
    TEORI ANOMI “Tidak adanyarelasi antara tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga memunculkan penyimpangan.” Ada 5 tingkah laku untuk menghadapi situasi -Konformitas: menerima tujuan dan cara yang telah ditentukan. -Inovasi: menerima tujuan, tetapi menolak cara-cara yang melembaga. -Ritualisme: menerima cara-cara yang melembaga, tetapi mengabaikan tujuan. -Pengasingan diri: menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga. -Pemberontakan: menolak tujuan dan cara-cara, serta mengupayakan tujuan dan cara yang baru.
  • 11.
    Konformitas (Conformity) Gaelan belajarsungguh-sungguh agar nilai ulangannya bagus Inovasi (Inovation) Untuk memperoleh nilai yang baik, Arif tidak belajar, melainkan mengandalkan joki UN. Ritualisme (Ritualism) Meski tidak memiliki keahlian di bidang komputer, Mita berusaha mendapatkan ijasah agar dapat diterima kerja di perusahaan asing.
  • 12.
    Pengasingan diri (Retreatism) Siswayang membakar dirinya sendiri karena tidak lulus Ujian Nasional. Pemberontakan (Rebellion) Pemberontakan G 30 S/PKI yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis.
  • 13.
    TEORI REAKSI MASYARAKAT “Bahwaseseorang yang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer (pertama) lalu oleh masyarakat sudah diberi cap sebagai penyimpangan, maka orang tersebut terdorong untuk melakukan penyimpangan sekunder (tahap lanjutan) dengan alasan kepalang tanggung.” Sering disebut labelling theory.
  • 14.
    TEORI KONFLIK Konflik budaya “Apabiladalam suatu masyarakat terdapat dua budaya yang berbeda, maka akan timbul pertentangan budaya.” Norma budaya dominan dijadikan hukum tidak tertulis. Norma budaya minoritas dianggap sebagai penyimpangan. Konflik sosial “Penyimpangan timbul akibat perbedaan kelas sosial dalam masyarakat.”
  • 15.
    TEORI PENGENDALIAN “Penyimpangan terjadikarena lemahnya ikatan-ikatan dengan lembaga-lembaga sosial di masyarakat, seperti keluarga, sekolah, dan pekerjaan.” Memandang norma yang diakui dan pemberian hukuman sebagai alat kendali yang baik.
  • 16.
    CIRI-CIRI PENYIMPANGAN SOSIAL [PAULB. HORTON]  Harus dapat didefinisikan Penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.  Bisa diterima, bisa juga ditolak Penyimpangan ada yang positif ada yang negatif.  Bersifat adaptif (menyesuaikan) Penyimpangan tidak selalu menjadi ancaman, dan dapat menjadi alat pemelihara stabilitas sosial, serta salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
  • 17.
     Relatif danmutlak Tidak ada seorang pun yang masuk dalam kategori sepenuhnya penurut (konformis) ataupun sepenuhnya penyimpang.  Terdapat norma-norma penghindaran Norma akan muncul jika ada nilai atau norma yang melarang suatu perbuatan yang ingin sekali diperbuat oleh banyak orang  Terhadap budaya nyata atau budaya ideal. Terjadi kesenjangan antara kenyataan sehari-hari dengan pengetahuan umum (peraturan). CIRI-CIRI PENYIMPANGAN SOSIAL [PAUL B. HORTON]
  • 18.
    SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN SOSIAL Menurut Wilnes(Punishment and Reformation), faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial dibagi menjadi dua, antara lain:Faktor subjektif, yaitu berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). Faktor objektif, yaitu berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
  • 19.
    FAKTOR-FAKTOR OBJEKTIF 1. Ketidaksanggupanmenyerap norma kebudayaan Proses sosialisasi tidak sempurna  tidak mampu menyerap norma kebudayaan dalam kepribadian  tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak. 2. Proses belajar yang menyimpang Sering melihat perbuatan menyimpang  meniru perbuatan menyimpang  menjadi tokoh penyimpangan sosial. 3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Individu berupaya mencapai tujuan  tidak mendapat peluang  mengupayakan peluang sendiri yang merupakan tindakan menyimpang.
  • 20.
    FAKTOR-FAKTOR OBJEKTIF 4. Ikatansosial yang berlainan Berhubungan dengan kelompok yang negatif  mencontoh perilaku-perilaku negatif (menyimpang). 5. Akibat sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang Media massa menampilkan tayangan penyimpangan sosial  masyarakat kurang selektif  terjadi proses sosialisasi.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    PENYIMPANGAN SOSIAL POSITIF Merupakan bentuk penyimpangan atau perilaku yang tidak sesuai, namun berdampak positif.  Memberi unsur kreatif dan inovatif, meski caranya belum umum.  Misalnya: Perempuan dianggap tabu apabila melakukan aktivitas atau berprofesi seperti laki- laki (politikus, sopir, pembalap, dll.). namun hal tsb memiliki dampak positif, yaitu emansipasi wanita.
  • 24.
    PENYIMPANGAN SOSIAL NEGATIF Merupakan bentuk penyimpangan atau perilaku yang tidak sesuai dan berdampak buruk serta merugikan bagi pelaku juga masyarakat.  Bobotnya dilihat dari norma atau nilai yang dilanggar.  Misalnya: membolos, mencuri, korupsi, dsb.
  • 25.
    MEDIA PEMBENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL Keluarga Pembentukpertama  Sebagai faktor penentu Kelompok bermain Apabila kelompok bermainnya positif (tidak menyimpang), maka tidak akan timbul penyimpangan sosial
  • 26.
    MEDIA PEMBENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL Lingkungantempat tinggal Apabila tinggal di lingkungan yang baik, maka akan terbentuk kepribadian yang baik, seperti: gemar bergotong royong. Media massa Dapat menjadi faktor penentu terpenting Penyimpangan akan terbentuk jika tidak memanfaatkan media massa dengan sebaik-baiknya.
  • 27.
    CONTOH PENYIMPANGAN SOSIAL DANFAKTOR-FAKTORNYA Penyimpangan Sosial Faktor Penyebab Penyalahgunaan narkoba Sosialisasi tidak sempurna dan lingkungan pergaulan yang buruk Pencurian Dorongan ekonomi Kekerasan Lingkungan yang buruk dan media massa Hilangnya budaya lokal akibat pengaruh budaya asing Pertentangan budaya, budaya asing mendominasi Homoseksual Proses sosialisasi tidak sempurna
  • 28.
    CONTOH PENYIMPANGAN SOSIAL DANFAKTOR-FAKTORNYA Penyimpangan Sosial Faktor Penyebab Penipuan Dorongan ekonomi Melanggar rambu-rambu lalu lintas Dorongan waktu, faktor subjektif (tidak sabaran) Transgender Proses sosialisasi tidak sempurna, faktor subjektif (kurang bersyukur) Buang sampah sembarangan Lingkungan tidak baik untuk dicontoh Bunuh diri Tekanan psikologis; tidak dapat menerima kenyataan
  • 29.
  • 30.
    PEMBAGIAN SIKAP ANTI- SOSIAL Berdasarkansifatnya, sikap anti-sosial dibedakan menjadi dua: Sengaja (sadar, tetapi tidak memperdul ikan penilaian orang lain) Tidak peduli (tidak peduli dengan lingkunga n) Contoh: Vandalism e Contoh: Membuang sampah sembarangan
  • 31.
    ISTILAH DALAM ANTI-SOSIAL [SoerjonoSoekanto] 1. Antikoformitas = pelanggaran terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial yang dilakukan dengan sengaja oleh individu atau sekelompok individu. Contoh: mencuri, membuat keributan, mengasingkan diri, dll. 2. Aksi antisosial = aksi yang menempatkan kepentingan pribadi ataupun kepentingan kelompok tertentu atas kepentingan umum. Contoh: tidak mau mengikuti kegiatan gotong royong di masyarakat, memanipulasi data keuangan sebuah organisasi demi kepentingan diri sendiri, dll. 3. Antisosial Grudge = rasa dendam terhadap
  • 32.
    TIGA WUJUD ANTI-SOSIAL a)Dilakukandi jalan. Seperti: melanggar rambu-rambu lalu lintas dapat mengakibatkan kecelakaan yang akan merugikan orang lain dan pelaku. b)Dilakukan oleh tetangga. Seperti: menyetel radio keras-keras yang akan mengganggu kenyamanan orang lain. c)Dilakukan terhadap