SlideShare a Scribd company logo
1 of 21
Penyimpangan dan Pengendalian 
sosial
Perilaku Menyimpang 
adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai 
kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut 
pandang kemanusiaan (agama) secara individu 
maupun pembenarannya sebagai bagian 
daripada makhluk sosial.
Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar 
penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal, 
antara lain: 
a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian 
yang kurang baik, penyimpangannya disebut pembandel. 
b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang 
di lingkungannya, penyimpangannya disebut pembangkang. 
c. Melanggar norma-norma umum yang berlaku, 
penyimpangannya disebut pelanggar. 
d. Mengabaikan norma-norma umum, menimbulkan rasa tidak 
aman/tertib, kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya, 
penyimpangannya disebut perusuh atau penjahat.
1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) 
Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan 
oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma 
suatu kebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan 
oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak 
kriminalitas. 
Contoh penyimpangan Individual: 
a. Penyalahgunaan narkoba 
b. Proses sosialisasi yang tidak sempurna. 
c. Pelacuran 
d.Penyimpangan seksual 
e.Tindak kejahatan/kriminal 
f.Gaya hidup
2. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) 
penyimpangan yang dilakukan secara bersamasama atau secara 
berkelompok. Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok 
orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Mereka 
patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya 
bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku 
a. Kenakalan remaja 
b.Tawuran/perkelahian pelajar 
c. Penyimpangan kebudayaan
Contoh penyimpangan sosial individu 
: 
Seks Bebas 
Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan 
diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau 
dalam dunia prostitusi 
Seks bebas sangat tidak layak dilakukan 
mengingat resiko yang sangat besar. 
Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas 
semakin meningkat, dari 5% pada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 200 
dan meningkat drastis pada tahun 2010 menjadi 75%. Hal ini terbukti 
dalam penelitian dari KOMNAS Perlindungan anak ataupun BKKBN, 
mengenai perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah. 
Ironisnya, hal ini bukan hanya menimpa wilayah desa namun juga sudah 
merambah ke kota-kota besar seperti Medan, Bandung, Jakarta, Surabaya, 
Dan Yogyakarta.
Bahaya dan Dampak Seks Bebas 
Seks bebas akan terjadi jika seseorang tidak memiliki sikap keras atau pengendalian 
diri yang teguh untuk menjaga perilaku dari risiko – risiko yang merusak masa 
depan sehingga berakibat fatal. Beberapa dampak dan bahaya seks bebas, antara 
lain sebagai berikut. 
2. Menularnya berbagai penyakit seks, misalnya sipilis, HIV – AIDS, dan hepatitis 
3. Timbulnya kekerasan dan kebrutalan di masyarakat 
4. Merusakkan garis keturunan 
5. Rusaknya hubungan keluarga 
6. Melecehkan kehormatan kaum perempuan
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk 
mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, 
yaitu antara lain: 
1.Peran orangtua 
Membekali anak dengan dasar moral dan agama. 
Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – 
anak. 
Menjalin kerjasama yang baik dengan guru. 
Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku 
maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat. 
Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal 
dan balita. 
Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak.
2.Peran guru 
Bersahabat dengan siswa. 
Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman. 
Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP. 
Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas. 
Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain. 
Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek 
setempat. 
Mewaspadai adanya provokator. 
Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang 
secara sehat dalam hal fisik, mental, spiritual dan sosial. 
Penyuluhan seks secara kontinuitas.
3.Peran pemerintah dan masyarakat 
Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas. 
Memberikan keteladanan. 
Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan. 
Peran Media 
4.Peran Media 
Sajikan tayangan atau berita sesaui usia. 
Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak 
provokatif) 
Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) 
yang bebas biaya khusus untuk remaja
Tindakan Pengendalian Diri 
Tindakan agar remaja tidak terjerumus dalam dosa hubungan seks, 
antara lain: 
Remaja perlu mengetahui akibat buruk dari perbuatan seks bebas 
Pengamalan pendirian agama 
Pengendalian diri yang kuat 
Tidak melanggar norma agama 
Hubungan antar remaja harus sesuai dengan norma agama susila, dan 
kesopanan 
Remaja putri berpakaian yang sebaiknya menutup aurat 
Menjauhkan diri dari menonton film p0rnografi 
Menjauhkan diri dari Minuman keras, Narkoba, dan Merokok
Pengendalian sosial 
Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk 
mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan 
masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai 
yang berlaku. 
Dengan adanya pengendalian sosial yang baik diharapkan 
mampu meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku 
menyimpang/membangkang 
Menurut Berger (1978) Pengendalian Sosial 
adalah: berbagai cara yangdigunakan masyarakat 
untuk menertibkan anggotanya yang 
membangkang.
Pengendalian sosial meliputi 
Sistem Mendidik : 
bertujuan agar di dalam diri seseorang terdapat 
perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak 
sesuai dengan norma- norma 
Sistem Mengajak : bertujuan untuk 
mengarahkan perbuatan seseorang pada 
norma dan tidak menurut kemauan individu. 
Sistem Memaksa : bertujuan untuk 
memengaruhi seseorang atau kelompok secara 
tegas. Jika tidak taat pada norma, maka akan 
dikenai sanksi.
a. Pengendalian Kelompok Terhadap Kelompok Pengendalian ini terjadi 
apabila suatu kelompok mengawasi perilaku kelompok lain, misalnya 
polisi mengawasi masyarakat. 
b. Pengendalian Sosial Kelompok terhadap Anggota-anggotanya 
Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku 
anggota-anggotanya, misalnya kelompok guru mendidik murid. 
c.Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi Lainnya Pengendalian ini 
terjadi apabila individu melakukan pengawasan terhadap individu lain, 
misalnya ibu mengawasi anaknya.
Desas-Desus : 
merupakan kritik sosial yang bersifat persuasif. Desas- desus dikemukakan 
secara tertutup dari masyarakat yang menyimpang prilakunya. Dengan 
demikian, masyarakat yang dibicarakannya sadar akan perbuatannya dan 
kembali mematuhi nilai-nilai dan norma-norma masyarakat. 
Teguran : 
adalah kritik sosial melalui lisan terhadap masyarakat yang berprilaku 
menyimpang. 
Pendidikan dan Ajaran Agama : 
ajaran agama memberikan pedoman kepada para pemeluknya tentang perbuatan-perbuatan 
yang boleh dikerjakan dan perbuatan yang dilarang, termasuk dalam 
pergaulan masyarakat. Seseorang yang mendasarkan perbuatannya pada ajaran 
agama akan merasa berdosa dan bersalah apabila melakukan perbuatan 
menyimpang.
Hukuman : 
merupakan lat pengendalian sosial yang tegas dan 
nyata sanksinya, serta dianggap paling ampuh 
Cemoohan : 
merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang 
tidak menggunakan kekerasan (persuasif) 
Fraudulens : 
merupakan bentuk pengendalian sosial yang umumnya 
terdapat pada anak kecil. 
Ostrasisme : 
merupakan keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau 
membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tapi tak 
seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya
Ostrasisme : 
merupakan keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau 
membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tapi tak 
seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya 
Intimidasi : 
merupakan bentuk pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara paksaan, yaitu 
mengancam atau menakut-nakuti. Sehingga orang yang melanggar menjadi 
sedemikian takut, hingga akhirnya mengakui perbuatannya 
Kekerasan Fisik : merupakan perbuatan seseorang yang mengenai badan 
atau tubuh seseorang.Kekerasan fisik dapat dilakukan untuk 
mengendalikan perilaku seseorang. Akan tetapi, dapat terjadi kekerasan 
fisik karena seseorang cenderung main hakim sendiri
Pengendalian Sosial Preventif Yaitu pengendalian 
sosial yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran, 
artinya mementingkan pada pencegahan agar tidak 
terjadi pelanggaran. 
Pengendalian Sosial Refresif Adalah pengendalian sosial 
yang dilakukan setelah orangmelakukan suatu tindakan 
penyimpangan (deviasi).Pengendalian sosial ini bertujuan 
untuk memulihkankeadaan seperti sebelum terjadinya 
tindakan penyimpangan. 
Tujuan Pengendalian Sosial Pengendalian sosial 
bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dan 
perubahan-perubahan dalam masyarakat.Dengan kata 
lain, pengendalian sosial bertujuan mencapa ikeadaan 
damai melalui keserasian antara kepastian dan keadilan.
Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial 
Persuasif)Pengendalian lisan diberikan dengan 
menggunakan bahasa lisan gunamengajak anggota 
kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yangberlaku 
Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial 
Persuasif)Pengendalian simbolik merupakan 
pengendalian yang dilakukan denganmelalui gambar, 
tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, 
poster,Rambu Lalu Lintas, dll. 
Pengendalian Kekerasan (Pengendalian 
Koersif)Pengendalian melalui cara-cara kekerasan 
adalah suatu tindakan yangdilakukan untuk membuat si 
pelanggar jera dan membuatnya tidakberani melakukan 
kesalahan yang sama. Contoh seperti main 
hakimsendiri.
Pengendalian sosial formal adalah pengendalian 
sosial yang pengawasannya dilakukan oleh 
negara atau badan-badan yang mempunyai 
kedudukan tetap. 
a. Kepolisian Polisi merupakan aparat resmi pemerintah untuk 
menertibkan keamanan. Tugas-tugas polisi, antara lain memelihara 
ketertiban masyarakat, menjaga dan menahan setiap anggota 
masyarakat yang dituduh atau dicurigai melakukan kejahatan yang 
meresahkan masyarakat 
b.Pengadilan Pengadilan memiliki unsur-unsur yang saling 
berhubungan satu sama lain, yaitu hakim, jaksa, panitera, polisi 
dan pengacara. Pihak-pihak ini bertugas menyelenggarakan 
pengadilan terhadap orang yang diduga atau diruduh melakukan 
kejahatan dan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku.

More Related Content

What's hot

Sosiologi penyimpangan sosial
Sosiologi penyimpangan sosialSosiologi penyimpangan sosial
Sosiologi penyimpangan sosialAbi Hutomo
 
Bab 3 Penyimpangan Sosial
Bab 3 Penyimpangan SosialBab 3 Penyimpangan Sosial
Bab 3 Penyimpangan Sosialcah bagoez87
 
PPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosial
PPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosialPPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosial
PPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosialDheea Resta
 
Bab 5 perilaku menyimpang
Bab 5 perilaku menyimpangBab 5 perilaku menyimpang
Bab 5 perilaku menyimpangRobbie AkaChopa
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosial Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosial Jeung Titiez
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosialPenyimpangan sosial
Penyimpangan sosialBlpt Thomas
 
Sosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosial
Sosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosialSosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosial
Sosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosialnurul limsun
 
Sosiologi - Penyimpangan sosial
Sosiologi - Penyimpangan sosialSosiologi - Penyimpangan sosial
Sosiologi - Penyimpangan sosialdionadya p
 
Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"
Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"
Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"Listya Angreni
 
Makalah Penyimpangan Sosial
Makalah Penyimpangan SosialMakalah Penyimpangan Sosial
Makalah Penyimpangan SosialWiwit Alfyan
 
Bab 5 pengendalian sosial
Bab 5 pengendalian sosialBab 5 pengendalian sosial
Bab 5 pengendalian sosialRobbie AkaChopa
 
Interaksi sosial dan sosialisasi
Interaksi sosial dan sosialisasiInteraksi sosial dan sosialisasi
Interaksi sosial dan sosialisasiFira Nursya`bani
 
Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpangPerilaku menyimpang
Perilaku menyimpangyogabenigno
 
Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)
Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)
Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)Eka Nur Fitriyani
 
Perilaku seksual di Luar Nikah, materi Sosiologi
Perilaku seksual di Luar Nikah, materi SosiologiPerilaku seksual di Luar Nikah, materi Sosiologi
Perilaku seksual di Luar Nikah, materi SosiologiMaulina.jh
 

What's hot (20)

Sosiologi penyimpangan sosial
Sosiologi penyimpangan sosialSosiologi penyimpangan sosial
Sosiologi penyimpangan sosial
 
Bab 3 Penyimpangan Sosial
Bab 3 Penyimpangan SosialBab 3 Penyimpangan Sosial
Bab 3 Penyimpangan Sosial
 
PPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosial
PPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosialPPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosial
PPT sosiologi Perilaku menyimpang dan sikap antisosial
 
Bab 5 perilaku menyimpang
Bab 5 perilaku menyimpangBab 5 perilaku menyimpang
Bab 5 perilaku menyimpang
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosial Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosial
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosialPenyimpangan sosial
Penyimpangan sosial
 
Contoh penyimpangan sosial
Contoh penyimpangan sosialContoh penyimpangan sosial
Contoh penyimpangan sosial
 
Sosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosial
Sosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosialSosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosial
Sosiologi SMA - Bab Penyimpangan & pengendalian sosial
 
Sosiologi - Penyimpangan sosial
Sosiologi - Penyimpangan sosialSosiologi - Penyimpangan sosial
Sosiologi - Penyimpangan sosial
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosialPenyimpangan sosial
Penyimpangan sosial
 
Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"
Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"
Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"
 
Makalah Penyimpangan Sosial
Makalah Penyimpangan SosialMakalah Penyimpangan Sosial
Makalah Penyimpangan Sosial
 
Sosiologi pengendalian sosial.
Sosiologi   pengendalian sosial.Sosiologi   pengendalian sosial.
Sosiologi pengendalian sosial.
 
Bab 5 pengendalian sosial
Bab 5 pengendalian sosialBab 5 pengendalian sosial
Bab 5 pengendalian sosial
 
Makalah perilaku menyimpang
Makalah perilaku menyimpangMakalah perilaku menyimpang
Makalah perilaku menyimpang
 
Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpangPerilaku menyimpang
Perilaku menyimpang
 
Interaksi sosial dan sosialisasi
Interaksi sosial dan sosialisasiInteraksi sosial dan sosialisasi
Interaksi sosial dan sosialisasi
 
Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpangPerilaku menyimpang
Perilaku menyimpang
 
Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)
Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)
Eka nur fitriyani x.2 (penyimpangan sosial dan anti sosial)
 
Perilaku seksual di Luar Nikah, materi Sosiologi
Perilaku seksual di Luar Nikah, materi SosiologiPerilaku seksual di Luar Nikah, materi Sosiologi
Perilaku seksual di Luar Nikah, materi Sosiologi
 

Viewers also liked

Bab 6 Pranata dan Pengendalian Sosial
Bab 6 Pranata dan Pengendalian SosialBab 6 Pranata dan Pengendalian Sosial
Bab 6 Pranata dan Pengendalian Sosialcah bagoez87
 
Usaha pengendalian penyimpangan sosial
Usaha pengendalian penyimpangan sosialUsaha pengendalian penyimpangan sosial
Usaha pengendalian penyimpangan sosialTrisna Monalia
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosialPenyimpangan sosial
Penyimpangan sosialjanida
 
Perilaku menyimpang Anak remaja
Perilaku menyimpang Anak remajaPerilaku menyimpang Anak remaja
Perilaku menyimpang Anak remajaFerdiB
 
awal usaha swasta dan akhir tanam paksa
awal usaha swasta dan akhir tanam paksaawal usaha swasta dan akhir tanam paksa
awal usaha swasta dan akhir tanam paksaMaharani Chodijah
 
Makalah kenakalan remaha
Makalah kenakalan remahaMakalah kenakalan remaha
Makalah kenakalan remahaNandar Mdk
 
Data Kementerian Sosial dalam Angka 13
Data Kementerian Sosial dalam Angka 13Data Kementerian Sosial dalam Angka 13
Data Kementerian Sosial dalam Angka 13Dewi Kartika
 
Ppt sejarah perekonomian Masa Liberal
Ppt sejarah perekonomian Masa LiberalPpt sejarah perekonomian Masa Liberal
Ppt sejarah perekonomian Masa LiberalDewi_Sejarah
 
Sistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belanda
Sistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belandaSistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belanda
Sistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belandaAndri Sk
 
Sistem politik ekonomi liberal
Sistem politik ekonomi liberalSistem politik ekonomi liberal
Sistem politik ekonomi liberalLinda Falasifah
 
Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial
Perilaku menyimpang dan pengendalian sosialPerilaku menyimpang dan pengendalian sosial
Perilaku menyimpang dan pengendalian sosialYuca Siahaan
 
PPT Perilaku Menyimpang Dikalangan Remaja
PPT Perilaku Menyimpang Dikalangan RemajaPPT Perilaku Menyimpang Dikalangan Remaja
PPT Perilaku Menyimpang Dikalangan Remajakaika93
 
Makalah kenakalan remaja
Makalah kenakalan remajaMakalah kenakalan remaja
Makalah kenakalan remajaetto kono
 

Viewers also liked (15)

Bab 6 Pranata dan Pengendalian Sosial
Bab 6 Pranata dan Pengendalian SosialBab 6 Pranata dan Pengendalian Sosial
Bab 6 Pranata dan Pengendalian Sosial
 
Usaha pengendalian penyimpangan sosial
Usaha pengendalian penyimpangan sosialUsaha pengendalian penyimpangan sosial
Usaha pengendalian penyimpangan sosial
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosialPenyimpangan sosial
Penyimpangan sosial
 
Perilaku menyimpang Anak remaja
Perilaku menyimpang Anak remajaPerilaku menyimpang Anak remaja
Perilaku menyimpang Anak remaja
 
awal usaha swasta dan akhir tanam paksa
awal usaha swasta dan akhir tanam paksaawal usaha swasta dan akhir tanam paksa
awal usaha swasta dan akhir tanam paksa
 
Penyimpangan sosial
Penyimpangan sosialPenyimpangan sosial
Penyimpangan sosial
 
Makalah kenakalan remaha
Makalah kenakalan remahaMakalah kenakalan remaha
Makalah kenakalan remaha
 
Makalah kenalakan remaja 3
Makalah kenalakan remaja 3Makalah kenalakan remaja 3
Makalah kenalakan remaja 3
 
Data Kementerian Sosial dalam Angka 13
Data Kementerian Sosial dalam Angka 13Data Kementerian Sosial dalam Angka 13
Data Kementerian Sosial dalam Angka 13
 
Ppt sejarah perekonomian Masa Liberal
Ppt sejarah perekonomian Masa LiberalPpt sejarah perekonomian Masa Liberal
Ppt sejarah perekonomian Masa Liberal
 
Sistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belanda
Sistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belandaSistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belanda
Sistem ekonomi liberal pada masa imperialisme belanda
 
Sistem politik ekonomi liberal
Sistem politik ekonomi liberalSistem politik ekonomi liberal
Sistem politik ekonomi liberal
 
Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial
Perilaku menyimpang dan pengendalian sosialPerilaku menyimpang dan pengendalian sosial
Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial
 
PPT Perilaku Menyimpang Dikalangan Remaja
PPT Perilaku Menyimpang Dikalangan RemajaPPT Perilaku Menyimpang Dikalangan Remaja
PPT Perilaku Menyimpang Dikalangan Remaja
 
Makalah kenakalan remaja
Makalah kenakalan remajaMakalah kenakalan remaja
Makalah kenakalan remaja
 

Similar to Penyimpangan dan pengendalian sosial

Prilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannya
Prilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannyaPrilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannya
Prilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannyaBaihakiPLS
 
Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)
Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)
Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)Eka Nur Fitriyani
 
Kenakalan Remaja.docx
Kenakalan Remaja.docxKenakalan Remaja.docx
Kenakalan Remaja.docxsdnkaretan
 
PPT - Pengendalian Sosial.pptx
PPT - Pengendalian Sosial.pptxPPT - Pengendalian Sosial.pptx
PPT - Pengendalian Sosial.pptxFelineSalsabilla
 
Nesy kartini (penyimpangan sosial)
Nesy kartini (penyimpangan sosial)Nesy kartini (penyimpangan sosial)
Nesy kartini (penyimpangan sosial)Eka Nur Fitriyani
 
Pengendalian Sosial - SOSIOLOGI
Pengendalian Sosial - SOSIOLOGIPengendalian Sosial - SOSIOLOGI
Pengendalian Sosial - SOSIOLOGIOlivia Hanna
 
Aturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakat
Aturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakatAturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakat
Aturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakatNiena Diaz
 
Kelompok 5.pptx
Kelompok 5.pptxKelompok 5.pptx
Kelompok 5.pptxhariacobra
 
Makalah pergaulan bebas
Makalah pergaulan bebasMakalah pergaulan bebas
Makalah pergaulan bebasFreddy Then
 
Penyimpangan Sosial
Penyimpangan SosialPenyimpangan Sosial
Penyimpangan Sosialpjj_kemenkes
 
Sosiologi presentation
Sosiologi presentationSosiologi presentation
Sosiologi presentationMiji Taher
 
Fitri Wulandari 201131051
Fitri Wulandari 201131051Fitri Wulandari 201131051
Fitri Wulandari 201131051fittri57
 

Similar to Penyimpangan dan pengendalian sosial (20)

Pengertian kenakalanremaja
Pengertian kenakalanremajaPengertian kenakalanremaja
Pengertian kenakalanremaja
 
Prilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannya
Prilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannyaPrilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannya
Prilaku kenakalan remaja dan cara penanggulangannya
 
Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)
Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)
Rahmania alfa rodina (penyimpangan sosial)
 
Kenakalan Remaja.docx
Kenakalan Remaja.docxKenakalan Remaja.docx
Kenakalan Remaja.docx
 
PPT - Pengendalian Sosial.pptx
PPT - Pengendalian Sosial.pptxPPT - Pengendalian Sosial.pptx
PPT - Pengendalian Sosial.pptx
 
Sosiologi
SosiologiSosiologi
Sosiologi
 
Sosiologi
SosiologiSosiologi
Sosiologi
 
Sosiologi
SosiologiSosiologi
Sosiologi
 
Nesy kartini (penyimpangan sosial)
Nesy kartini (penyimpangan sosial)Nesy kartini (penyimpangan sosial)
Nesy kartini (penyimpangan sosial)
 
Pengendalian Sosial - SOSIOLOGI
Pengendalian Sosial - SOSIOLOGIPengendalian Sosial - SOSIOLOGI
Pengendalian Sosial - SOSIOLOGI
 
Aturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakat
Aturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakatAturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakat
Aturan sosial sebagai pengendalian dalam kehidupan bermasyarakat
 
Kelompok 5.pptx
Kelompok 5.pptxKelompok 5.pptx
Kelompok 5.pptx
 
Manajemen pergaulan
Manajemen pergaulanManajemen pergaulan
Manajemen pergaulan
 
Makalah sosiologi
Makalah sosiologiMakalah sosiologi
Makalah sosiologi
 
Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpangPerilaku menyimpang
Perilaku menyimpang
 
Makalah pergaulan bebas
Makalah pergaulan bebasMakalah pergaulan bebas
Makalah pergaulan bebas
 
Penyimpangan Sosial
Penyimpangan SosialPenyimpangan Sosial
Penyimpangan Sosial
 
Tugas pengendalian sosial ulfa
Tugas pengendalian sosial ulfaTugas pengendalian sosial ulfa
Tugas pengendalian sosial ulfa
 
Sosiologi presentation
Sosiologi presentationSosiologi presentation
Sosiologi presentation
 
Fitri Wulandari 201131051
Fitri Wulandari 201131051Fitri Wulandari 201131051
Fitri Wulandari 201131051
 

More from Khairun Najmi

More from Khairun Najmi (8)

Struktur dasar ekonomi akuntansi
Struktur dasar ekonomi akuntansiStruktur dasar ekonomi akuntansi
Struktur dasar ekonomi akuntansi
 
Echinodermata
EchinodermataEchinodermata
Echinodermata
 
Ppt sistem kerja bumi hg 3
Ppt sistem kerja bumi hg 3Ppt sistem kerja bumi hg 3
Ppt sistem kerja bumi hg 3
 
Realisme
RealismeRealisme
Realisme
 
Gayo
GayoGayo
Gayo
 
Taubat dan raja’
Taubat dan raja’Taubat dan raja’
Taubat dan raja’
 
khotbah tablig dan dakwah
khotbah tablig dan dakwahkhotbah tablig dan dakwah
khotbah tablig dan dakwah
 
khotbah tablig dan dakwah
khotbah tablig dan dakwahkhotbah tablig dan dakwah
khotbah tablig dan dakwah
 

Recently uploaded

PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.aechacha366
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxnataliadwiasty
 
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfAKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfTaqdirAlfiandi1
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxmtsmampunbarub4
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptxMATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptxrofikpriyanto2
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
modul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintan
modul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintanmodul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintan
modul 1.2 guru penggerak angkatan x BintanVenyHandayani2
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2noviamaiyanti
 
RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY SKILL",
RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY  SKILL",RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY  SKILL",
RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY SKILL",Kanaidi ken
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase D
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase DModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase D
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase DAbdiera
 
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptxKonflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptxintansidauruk2
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKLA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKDeviIndriaMustikorin
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmeunikekambe10
 

Recently uploaded (20)

PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
 
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfAKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptxMATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
modul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintan
modul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintanmodul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintan
modul 1.2 guru penggerak angkatan x Bintan
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
 
RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY SKILL",
RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY  SKILL",RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY  SKILL",
RENCANA + Link2 Materi TRAINING "Effective LEADERSHIP & SUPERVISORY SKILL",
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase D
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase DModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase D
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8 Fase D
 
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptxKonflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKLA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
 

Penyimpangan dan pengendalian sosial

  • 2.
  • 3. Perilaku Menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
  • 4. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal, antara lain: a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik, penyimpangannya disebut pembandel. b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya, penyimpangannya disebut pembangkang. c. Melanggar norma-norma umum yang berlaku, penyimpangannya disebut pelanggar. d. Mengabaikan norma-norma umum, menimbulkan rasa tidak aman/tertib, kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya, penyimpangannya disebut perusuh atau penjahat.
  • 5. 1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. Contoh penyimpangan Individual: a. Penyalahgunaan narkoba b. Proses sosialisasi yang tidak sempurna. c. Pelacuran d.Penyimpangan seksual e.Tindak kejahatan/kriminal f.Gaya hidup
  • 6. 2. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) penyimpangan yang dilakukan secara bersamasama atau secara berkelompok. Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku a. Kenakalan remaja b.Tawuran/perkelahian pelajar c. Penyimpangan kebudayaan
  • 7. Contoh penyimpangan sosial individu : Seks Bebas Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari 5% pada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 200 dan meningkat drastis pada tahun 2010 menjadi 75%. Hal ini terbukti dalam penelitian dari KOMNAS Perlindungan anak ataupun BKKBN, mengenai perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah. Ironisnya, hal ini bukan hanya menimpa wilayah desa namun juga sudah merambah ke kota-kota besar seperti Medan, Bandung, Jakarta, Surabaya, Dan Yogyakarta.
  • 8. Bahaya dan Dampak Seks Bebas Seks bebas akan terjadi jika seseorang tidak memiliki sikap keras atau pengendalian diri yang teguh untuk menjaga perilaku dari risiko – risiko yang merusak masa depan sehingga berakibat fatal. Beberapa dampak dan bahaya seks bebas, antara lain sebagai berikut. 2. Menularnya berbagai penyakit seks, misalnya sipilis, HIV – AIDS, dan hepatitis 3. Timbulnya kekerasan dan kebrutalan di masyarakat 4. Merusakkan garis keturunan 5. Rusaknya hubungan keluarga 6. Melecehkan kehormatan kaum perempuan
  • 9. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain: 1.Peran orangtua Membekali anak dengan dasar moral dan agama. Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak. Menjalin kerjasama yang baik dengan guru. Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat. Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita. Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak.
  • 10. 2.Peran guru Bersahabat dengan siswa. Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman. Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP. Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas. Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain. Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat. Mewaspadai adanya provokator. Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalam hal fisik, mental, spiritual dan sosial. Penyuluhan seks secara kontinuitas.
  • 11. 3.Peran pemerintah dan masyarakat Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas. Memberikan keteladanan. Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan. Peran Media 4.Peran Media Sajikan tayangan atau berita sesaui usia. Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif) Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja
  • 12. Tindakan Pengendalian Diri Tindakan agar remaja tidak terjerumus dalam dosa hubungan seks, antara lain: Remaja perlu mengetahui akibat buruk dari perbuatan seks bebas Pengamalan pendirian agama Pengendalian diri yang kuat Tidak melanggar norma agama Hubungan antar remaja harus sesuai dengan norma agama susila, dan kesopanan Remaja putri berpakaian yang sebaiknya menutup aurat Menjauhkan diri dari menonton film p0rnografi Menjauhkan diri dari Minuman keras, Narkoba, dan Merokok
  • 13. Pengendalian sosial Pengendalian sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dengan adanya pengendalian sosial yang baik diharapkan mampu meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang/membangkang Menurut Berger (1978) Pengendalian Sosial adalah: berbagai cara yangdigunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang.
  • 14. Pengendalian sosial meliputi Sistem Mendidik : bertujuan agar di dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma- norma Sistem Mengajak : bertujuan untuk mengarahkan perbuatan seseorang pada norma dan tidak menurut kemauan individu. Sistem Memaksa : bertujuan untuk memengaruhi seseorang atau kelompok secara tegas. Jika tidak taat pada norma, maka akan dikenai sanksi.
  • 15. a. Pengendalian Kelompok Terhadap Kelompok Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok mengawasi perilaku kelompok lain, misalnya polisi mengawasi masyarakat. b. Pengendalian Sosial Kelompok terhadap Anggota-anggotanya Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku anggota-anggotanya, misalnya kelompok guru mendidik murid. c.Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi Lainnya Pengendalian ini terjadi apabila individu melakukan pengawasan terhadap individu lain, misalnya ibu mengawasi anaknya.
  • 16. Desas-Desus : merupakan kritik sosial yang bersifat persuasif. Desas- desus dikemukakan secara tertutup dari masyarakat yang menyimpang prilakunya. Dengan demikian, masyarakat yang dibicarakannya sadar akan perbuatannya dan kembali mematuhi nilai-nilai dan norma-norma masyarakat. Teguran : adalah kritik sosial melalui lisan terhadap masyarakat yang berprilaku menyimpang. Pendidikan dan Ajaran Agama : ajaran agama memberikan pedoman kepada para pemeluknya tentang perbuatan-perbuatan yang boleh dikerjakan dan perbuatan yang dilarang, termasuk dalam pergaulan masyarakat. Seseorang yang mendasarkan perbuatannya pada ajaran agama akan merasa berdosa dan bersalah apabila melakukan perbuatan menyimpang.
  • 17. Hukuman : merupakan lat pengendalian sosial yang tegas dan nyata sanksinya, serta dianggap paling ampuh Cemoohan : merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang tidak menggunakan kekerasan (persuasif) Fraudulens : merupakan bentuk pengendalian sosial yang umumnya terdapat pada anak kecil. Ostrasisme : merupakan keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tapi tak seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya
  • 18. Ostrasisme : merupakan keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tapi tak seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya Intimidasi : merupakan bentuk pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara paksaan, yaitu mengancam atau menakut-nakuti. Sehingga orang yang melanggar menjadi sedemikian takut, hingga akhirnya mengakui perbuatannya Kekerasan Fisik : merupakan perbuatan seseorang yang mengenai badan atau tubuh seseorang.Kekerasan fisik dapat dilakukan untuk mengendalikan perilaku seseorang. Akan tetapi, dapat terjadi kekerasan fisik karena seseorang cenderung main hakim sendiri
  • 19. Pengendalian Sosial Preventif Yaitu pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran, artinya mementingkan pada pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran. Pengendalian Sosial Refresif Adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah orangmelakukan suatu tindakan penyimpangan (deviasi).Pengendalian sosial ini bertujuan untuk memulihkankeadaan seperti sebelum terjadinya tindakan penyimpangan. Tujuan Pengendalian Sosial Pengendalian sosial bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan dalam masyarakat.Dengan kata lain, pengendalian sosial bertujuan mencapa ikeadaan damai melalui keserasian antara kepastian dan keadilan.
  • 20. Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial Persuasif)Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan gunamengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yangberlaku Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial Persuasif)Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan denganmelalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, poster,Rambu Lalu Lintas, dll. Pengendalian Kekerasan (Pengendalian Koersif)Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yangdilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidakberani melakukan kesalahan yang sama. Contoh seperti main hakimsendiri.
  • 21. Pengendalian sosial formal adalah pengendalian sosial yang pengawasannya dilakukan oleh negara atau badan-badan yang mempunyai kedudukan tetap. a. Kepolisian Polisi merupakan aparat resmi pemerintah untuk menertibkan keamanan. Tugas-tugas polisi, antara lain memelihara ketertiban masyarakat, menjaga dan menahan setiap anggota masyarakat yang dituduh atau dicurigai melakukan kejahatan yang meresahkan masyarakat b.Pengadilan Pengadilan memiliki unsur-unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu hakim, jaksa, panitera, polisi dan pengacara. Pihak-pihak ini bertugas menyelenggarakan pengadilan terhadap orang yang diduga atau diruduh melakukan kejahatan dan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku.