 Kelompok 2
1. Desri Rosalinda
2. Ashari Ahmad
3. Johan Kian
4. Semuel Tafuy
5. Werenfridus Hermawan
6. Janri Tanesab
7. Donatus Paresh
8. Pheneilo Malko
9. Lodianus Lulan
10. Guy Viana
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pasir besi merupakan sumber daya alam yang
banyak terdapat di Indonesia. Hasil
penambangan pasir besi berpotensi untuk
menjadi suatu komoditas negara Indonesia
namun pengolahan pasir besi masih belum
maksimal saat ini. Pasir besi umumnya
diekspor dalam bentuk mentah (raw
material) padahal pasir besi dapat diolah
lebih lanjut agar pemanfaatannya menjadi
lebih efektif dan efisien serta harga jualnya
menjadi lebih tinggi (Yulianto et al., 2002).
Rumusan Masalah
 Apa saja alat-alat yang digunakan dalam
pengolahan pasir besi?
 Bagaimana tahap pengolahan pasir besi?
 Apa saja konsentrat dan tailing yang
dihasilkan dari pengolahan pasir besi?
Batasan Masalah
Tidak membahas mengenai kinerja alat pengolahan
pasir besi
Tidak membahas mengenai spesifikasi alat yang
digunakan dalam pengolahan pasir besi
Tidak membahas mengenai perhitungan jumlah
konsentrat maupun tailing yang dihasilkan dari
pengolahan pasir besi
Tidak membahas kegunaan konsentrat maupun tailing
yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi.
Tujuan
Untuk mengetahui alat-alat yang
digunakan dalam pengolahan pasir besi
Untuk mengetahui tahap pengolahan pasir
besi
Untuk mengetahui konsentrat dan tailing
yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi
DASAR TEORI
•Genesa Pasir Besi
Genesa Pasir Besi
Endapan pasir besi terjadi karena adanya proses
pelapukan dari batuan andesit. Selama proses
transportasi hasil pelapukan batuan andesit
tersebut akan mengalami proses perubahan bentuk
dan ukuran (degradasi), dari partikel berukuran
besar menjadi partikel berukuran halus. Selama
proses pelapukan batuan andesit mengalami erosi
sampai terbawa ke sungai dengan bantuan air dan
dari sungai terus terbawa sampai ke laut. Setelah
sampai di laut karena pengaruh gelombang laut
maka partikel-partikel tersebut akan dihempaskan
kembali disepanjang pantai sehingga terbentuklah
endapan pasir besi.
Mineralogi Pasir Besi
Secara umum pasir besi terdiri dari mineral opak
yang bercampur dengan butiran-butiran dari
mineral non logam seperti, kuarsa, feldspar,
amphibol, piroksen, biotit, dan tourmaline. Mineral
tersebut dari dari magnetit, titaniferous magnetit,
ilmenit, limonit, dan hematit. Titaniferous magnetit
adalah bagian yang cukup penting merupakan
ubahan dari magnetit dan ilmenit. Mineral bijih
pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik
dan andesitik volkanik.
Sifat Fisik Pasir Besi
Ciri-ciri fisik :
•Fase : padat
•Massa jenis (sekitar suhu kamar) : 7,86 gram/cm3
•Massa jenis cair pada titik lebur : 6,98 gram/cm3
•Titik lebur : 1811 K (1538 0C dan 2800 0F)
•Titik didih : 3134 K (28610C dan 51820F)
•Kalor peleburan : 13,81 kJ/mol
•Kalor penguapan : 340 kJ/mol
•Kapasitas kalor : (25 0C) 25,10 J/(mol.K)
Sifat fisik pasir besi berupa serbuk atau
pasir yang berwarna hitam, semakin hitam
warnanya berarti semakin bagus kualitas
dari pasir besi tersebut.
Komposisi Kimia Pasir Besi
Penyebaran Pasir Besi
Di Indonesia
Peta persebaran cadangan pasir besi di
Indonesia
Legenda : Pasir Besi
Peta persebaran cadangan pasir besi di Aceh
Peta persebaran cadangan pasir besi di Bengkulu
Peta persebaran cadangan pasir besi di Jawa Barat
Peta persebaran cadangan pasir besi di Jawa Tengah
Peta persebaran cadangan pasir besi di NTB
Peta persebaran cadangan pasir besi di NTT
Peta persebaran cadangan pasir besi di Sulawesi Selatan
Peta persebaran cadangan pasir besi di Sulawesi Tenggara
Teknik Penambangan Pasir Besi
Sistem penambangan pasir besi dilakukan
dengan metode penambangan langsung.
Metode penambangan langsung dilakukan
dengan melakukan pembongkaran
material dengan backhoe dan langsung
dimuat kemudian diangkut dengan truck.
Kemudian truck-truck tersebut menuju ke
tempat pengolahan.
TINJAUAN UMUM
PENGOLAHAN PASIR
BESI
Alat Pengolahan
Pasir Besi
Belt Conveyor
Belt conveyor atau konveyor sabuk adalah pesawat
pengangkut yang digunakan untuk memindahkan
muatan dalam bentuk satuan atau tumpahan,
dengan arah horizontal atau membentuk sudut
dakian (inklinasi) dari suatu sistem operasi yang satu
ke sistem operasi yang lain dalam suatu line proses
produksi, yang menggunakan sabuk sebagai
penghantar muatannya.
Trommel Screen
Trommel Screen berbentuk seperti tabung besar,
dimana tabung tersebut terdapat lubang-lubang.
Trommel Screen terdiri dari input dan output,
dimana feed masuk ke dalam input. Di dalam input,
feed tersebut diputar oleh screen dengan kecepatan
yang ditentukan. Feed yang tidak diinginkan akan
keluar dengan sendirinya melalui lubang yang
melalaui output. Feed yang diinginkan akan masuk
dalam penampung (storage) kemudian dialirkan
melalui belt conveyor.
Magnetic Drum Separator
Magnetic drum separator merupakan peralatan yang
digunakan untuk memisahkan Mineral-mineral
magnetik (Ferromagnetic) dengan Mineral-mineral
non-magnetik (Diamagnetic).
Humprey Spiral
Humprey spiral menggunakan gaya gerak serta
dibantu aliran air untuk memisahkan concentrate
dengan tailing. Di mana material yang mempunyai
berat jenis lebih besar akan berada pada bagian
dalam aliran serta material yang mempunyai berat
jenis ringan akan berada pada bagian luar aliran,
sedangkan biasanya material yang berada di tengah
tengah aliran itu merupakan material yang memiliki
berat yang sedang.
Tahap Pengolahan
Pasir Besi
Diagram Alir Pengolahan Pasir Besi
Pemisahan Pasir Besi dan Pengotor di Trommel
Screen 28#
Pasir besi dari hasil penambangan, diangkut menggunakan belt
conveyor menuju ke trommel screen 28 mesh kemudian
dilakukan penyaringan untuk memisahkan pasir besi dari
pengotornya seperti batu, akar tanaman, rumput, dan kotoran
lainnya yang masih tercampur dengan pasir besi pada saat
pengangkutan pasir besi ke stockpile bahan baku pasir besi,
dengan menyemprotkan air ke dalam trommel screen 28# agar
tidak ada pasir besi yang masih menempel pada kotoran saat
penyaringan berlangsung.
Pasir Besi Masuk ke Magnetic Drum
Separator 1200 Gauss
Setelah pasir besi terpisah dari pengotornya pada trommel
screen 28#, maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi
yang telah tersaring akan masuk ke dalam Magnetic drum
separator 1200 Gauss melalui belt conveyor untuk
memisahkan pasir besi yang mengandung konsentrat
berupa magnetite, ilmenite, dan hematite dan tailing
berupa vanadinite dan kuarsa.
Pasir Besi Masuk ke Magnetic Drum
Separator 500 Gauss
Setelah diperoleh konsentrat berupa magnetite, ilmenite,
dan hematite maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi
yang mengandung magnetite, ilmenite, dan hematite
tersebut masuk ke dalam Magnetic drum separator 500
Gauss melalui belt conveyor untuk memisahkan pasir besi
yang masih mengandung konsentrat berupa magnetite dan
ilmenite dan tailing berupa hematite.
Pasir Besi Masuk ke Trommel Screen 100#
Setelah diperoleh konsentrat berupa magnetite dan ilmenite
maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi yang masih
mengandung konsentrat berupa magnetite dan ilmenite akan
masuk ke dalam Trommel Screen 100# melalui belt conveyor
kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan konsentrat
berupa magnetite dan ilmenite dari middling (konsentrat dengan
ukuran sedang).
Pasir Besi Masuk ke Magnetic Drum Separator
300 Gauss
Setelah diperoleh konsentrat berupa magnetite dan ilmenite
dengan ukuran yang halus maka tahapan selanjutnya adalah
pasir besi masuk ke dalam magnetic drum separator 300 Gauss
melalui belt conveyor untuk memisahkan magnetite dari ilmenite.
Pengolahan Tailing
Setelah diperoleh tailing berupa
vanadinite, kuarsa, dan hematite, dari
pemisahan konsentrat dan tailing
menggunakan Magnetic Drum
Separator 1200 Gauss dan Magnetic
Drum Separator 500 Gauss. Maka,
tahapan selanjutnya adalah tailing
tersebut akan dipompa menggunakan
alat Humprey Spiral untuk memisahkan
vanadinite dan hematite dari tailing
akhir berupa kuarsa yang akan
dibuang ke bekas tambang.
KESIMPULAN
Alat – alat yang dipakai dalam pengolahan pasir besi adalah sebagai berikut :
Belt Conveyor
Trommel Screen 28#
Trommel Screen 100#
Magnetic Drum Separator 1200 Gauss
Magnetic Drum Separator 500 Gauss
Magnetic Drum Separator 300 Gauss
Humprey Spiral
Tahap pengolahan pasir besi adalah sebagai berikut :
Pemisahan pasir besi dan pengotor di trommel screen 28#
Pasir besi masuk ke magnetic drum separator 1200 Gauss
Pasir besi masuk ke magnetic drum separator 500 Gauss
Pasir besi masuk ke trommel screen 100#
Pasir besi masuk ke magnetic drum separator 300 Gauss
Pengolahan tailing
Konsentrat yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi adalah magnetite
dan ilmenite, sedangkan tailing yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi
adalah vanadinite, hematite, dan kuarsa.
Pengolahan_Pasir_Besi

Pengolahan_Pasir_Besi

  • 1.
     Kelompok 2 1.Desri Rosalinda 2. Ashari Ahmad 3. Johan Kian 4. Semuel Tafuy 5. Werenfridus Hermawan 6. Janri Tanesab 7. Donatus Paresh 8. Pheneilo Malko 9. Lodianus Lulan 10. Guy Viana
  • 2.
  • 3.
    Latar Belakang Pasir besimerupakan sumber daya alam yang banyak terdapat di Indonesia. Hasil penambangan pasir besi berpotensi untuk menjadi suatu komoditas negara Indonesia namun pengolahan pasir besi masih belum maksimal saat ini. Pasir besi umumnya diekspor dalam bentuk mentah (raw material) padahal pasir besi dapat diolah lebih lanjut agar pemanfaatannya menjadi lebih efektif dan efisien serta harga jualnya menjadi lebih tinggi (Yulianto et al., 2002).
  • 4.
    Rumusan Masalah  Apasaja alat-alat yang digunakan dalam pengolahan pasir besi?  Bagaimana tahap pengolahan pasir besi?  Apa saja konsentrat dan tailing yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi?
  • 5.
    Batasan Masalah Tidak membahasmengenai kinerja alat pengolahan pasir besi Tidak membahas mengenai spesifikasi alat yang digunakan dalam pengolahan pasir besi Tidak membahas mengenai perhitungan jumlah konsentrat maupun tailing yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi Tidak membahas kegunaan konsentrat maupun tailing yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi.
  • 6.
    Tujuan Untuk mengetahui alat-alatyang digunakan dalam pengolahan pasir besi Untuk mengetahui tahap pengolahan pasir besi Untuk mengetahui konsentrat dan tailing yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi
  • 7.
  • 8.
    •Genesa Pasir Besi GenesaPasir Besi Endapan pasir besi terjadi karena adanya proses pelapukan dari batuan andesit. Selama proses transportasi hasil pelapukan batuan andesit tersebut akan mengalami proses perubahan bentuk dan ukuran (degradasi), dari partikel berukuran besar menjadi partikel berukuran halus. Selama proses pelapukan batuan andesit mengalami erosi sampai terbawa ke sungai dengan bantuan air dan dari sungai terus terbawa sampai ke laut. Setelah sampai di laut karena pengaruh gelombang laut maka partikel-partikel tersebut akan dihempaskan kembali disepanjang pantai sehingga terbentuklah endapan pasir besi.
  • 9.
    Mineralogi Pasir Besi Secaraumum pasir besi terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam seperti, kuarsa, feldspar, amphibol, piroksen, biotit, dan tourmaline. Mineral tersebut dari dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan hematit. Titaniferous magnetit adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetit dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik.
  • 10.
    Sifat Fisik PasirBesi Ciri-ciri fisik : •Fase : padat •Massa jenis (sekitar suhu kamar) : 7,86 gram/cm3 •Massa jenis cair pada titik lebur : 6,98 gram/cm3 •Titik lebur : 1811 K (1538 0C dan 2800 0F) •Titik didih : 3134 K (28610C dan 51820F) •Kalor peleburan : 13,81 kJ/mol •Kalor penguapan : 340 kJ/mol •Kapasitas kalor : (25 0C) 25,10 J/(mol.K) Sifat fisik pasir besi berupa serbuk atau pasir yang berwarna hitam, semakin hitam warnanya berarti semakin bagus kualitas dari pasir besi tersebut.
  • 11.
  • 12.
    Penyebaran Pasir Besi DiIndonesia Peta persebaran cadangan pasir besi di Indonesia Legenda : Pasir Besi
  • 13.
    Peta persebaran cadanganpasir besi di Aceh Peta persebaran cadangan pasir besi di Bengkulu
  • 14.
    Peta persebaran cadanganpasir besi di Jawa Barat Peta persebaran cadangan pasir besi di Jawa Tengah
  • 15.
    Peta persebaran cadanganpasir besi di NTB Peta persebaran cadangan pasir besi di NTT
  • 16.
    Peta persebaran cadanganpasir besi di Sulawesi Selatan Peta persebaran cadangan pasir besi di Sulawesi Tenggara
  • 17.
    Teknik Penambangan PasirBesi Sistem penambangan pasir besi dilakukan dengan metode penambangan langsung. Metode penambangan langsung dilakukan dengan melakukan pembongkaran material dengan backhoe dan langsung dimuat kemudian diangkut dengan truck. Kemudian truck-truck tersebut menuju ke tempat pengolahan.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    Belt Conveyor Belt conveyoratau konveyor sabuk adalah pesawat pengangkut yang digunakan untuk memindahkan muatan dalam bentuk satuan atau tumpahan, dengan arah horizontal atau membentuk sudut dakian (inklinasi) dari suatu sistem operasi yang satu ke sistem operasi yang lain dalam suatu line proses produksi, yang menggunakan sabuk sebagai penghantar muatannya.
  • 21.
    Trommel Screen Trommel Screenberbentuk seperti tabung besar, dimana tabung tersebut terdapat lubang-lubang. Trommel Screen terdiri dari input dan output, dimana feed masuk ke dalam input. Di dalam input, feed tersebut diputar oleh screen dengan kecepatan yang ditentukan. Feed yang tidak diinginkan akan keluar dengan sendirinya melalui lubang yang melalaui output. Feed yang diinginkan akan masuk dalam penampung (storage) kemudian dialirkan melalui belt conveyor.
  • 22.
    Magnetic Drum Separator Magneticdrum separator merupakan peralatan yang digunakan untuk memisahkan Mineral-mineral magnetik (Ferromagnetic) dengan Mineral-mineral non-magnetik (Diamagnetic).
  • 23.
    Humprey Spiral Humprey spiralmenggunakan gaya gerak serta dibantu aliran air untuk memisahkan concentrate dengan tailing. Di mana material yang mempunyai berat jenis lebih besar akan berada pada bagian dalam aliran serta material yang mempunyai berat jenis ringan akan berada pada bagian luar aliran, sedangkan biasanya material yang berada di tengah tengah aliran itu merupakan material yang memiliki berat yang sedang.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    Pemisahan Pasir Besidan Pengotor di Trommel Screen 28# Pasir besi dari hasil penambangan, diangkut menggunakan belt conveyor menuju ke trommel screen 28 mesh kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan pasir besi dari pengotornya seperti batu, akar tanaman, rumput, dan kotoran lainnya yang masih tercampur dengan pasir besi pada saat pengangkutan pasir besi ke stockpile bahan baku pasir besi, dengan menyemprotkan air ke dalam trommel screen 28# agar tidak ada pasir besi yang masih menempel pada kotoran saat penyaringan berlangsung.
  • 27.
    Pasir Besi Masukke Magnetic Drum Separator 1200 Gauss Setelah pasir besi terpisah dari pengotornya pada trommel screen 28#, maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi yang telah tersaring akan masuk ke dalam Magnetic drum separator 1200 Gauss melalui belt conveyor untuk memisahkan pasir besi yang mengandung konsentrat berupa magnetite, ilmenite, dan hematite dan tailing berupa vanadinite dan kuarsa.
  • 28.
    Pasir Besi Masukke Magnetic Drum Separator 500 Gauss Setelah diperoleh konsentrat berupa magnetite, ilmenite, dan hematite maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi yang mengandung magnetite, ilmenite, dan hematite tersebut masuk ke dalam Magnetic drum separator 500 Gauss melalui belt conveyor untuk memisahkan pasir besi yang masih mengandung konsentrat berupa magnetite dan ilmenite dan tailing berupa hematite.
  • 29.
    Pasir Besi Masukke Trommel Screen 100# Setelah diperoleh konsentrat berupa magnetite dan ilmenite maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi yang masih mengandung konsentrat berupa magnetite dan ilmenite akan masuk ke dalam Trommel Screen 100# melalui belt conveyor kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan konsentrat berupa magnetite dan ilmenite dari middling (konsentrat dengan ukuran sedang).
  • 30.
    Pasir Besi Masukke Magnetic Drum Separator 300 Gauss Setelah diperoleh konsentrat berupa magnetite dan ilmenite dengan ukuran yang halus maka tahapan selanjutnya adalah pasir besi masuk ke dalam magnetic drum separator 300 Gauss melalui belt conveyor untuk memisahkan magnetite dari ilmenite. Pengolahan Tailing Setelah diperoleh tailing berupa vanadinite, kuarsa, dan hematite, dari pemisahan konsentrat dan tailing menggunakan Magnetic Drum Separator 1200 Gauss dan Magnetic Drum Separator 500 Gauss. Maka, tahapan selanjutnya adalah tailing tersebut akan dipompa menggunakan alat Humprey Spiral untuk memisahkan vanadinite dan hematite dari tailing akhir berupa kuarsa yang akan dibuang ke bekas tambang.
  • 32.
    KESIMPULAN Alat – alatyang dipakai dalam pengolahan pasir besi adalah sebagai berikut : Belt Conveyor Trommel Screen 28# Trommel Screen 100# Magnetic Drum Separator 1200 Gauss Magnetic Drum Separator 500 Gauss Magnetic Drum Separator 300 Gauss Humprey Spiral Tahap pengolahan pasir besi adalah sebagai berikut : Pemisahan pasir besi dan pengotor di trommel screen 28# Pasir besi masuk ke magnetic drum separator 1200 Gauss Pasir besi masuk ke magnetic drum separator 500 Gauss Pasir besi masuk ke trommel screen 100# Pasir besi masuk ke magnetic drum separator 300 Gauss Pengolahan tailing Konsentrat yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi adalah magnetite dan ilmenite, sedangkan tailing yang dihasilkan dari pengolahan pasir besi adalah vanadinite, hematite, dan kuarsa.