sistem pengolahan
makanan khas
daerah
TARA CLAUDYA FRAMESTY
XI MIPA 6
Makanan khas daerah adalah makanan atau minuman
yang diproduksi di suatu daerah, yang merupakan
identitas daerah tersebut, dan menjadi pembeda
dengan daerah lainnya. Berbagai makanan khas
daerah di Indonesia menjadi ciri khas daerah
tersebut. Wirausaha di bidang makanan khas daerah
sendiri, dapat menjadi pilihan yang sangat tepat,
karena kita lebih banyak mengenal produk pangan
khas daerah kita daripada daerah lainnya.
PERBEDAAN KARAKTERISTIK BAGAN PANGAN
NABATI DAN HEWAANI
1. Ketahanan
Bahan makanan hewani daya simpannya jauh lebih pendek dibandingkan
dengan Bahan Pangan nabati apabila dalam keadaan segar.
Hal tersebut dikarenakan bahan hewani tidak memiliki jaring
pelindung yang kokoh dan kuat seperti pada bahan nabati.
2. Tekstur
Bahan hewani memiliki sifat lebih lunak daripada bahan Nabati
sehingga lebih mudah terpenetrasi oleh faktor tekanan dari luar.
3. Kandungan
Kebanyakan Bahan Pangan hewani adalah sumber karbohidrat,
protein, mineral, vitamin dan lemak.
Teknik Dari
Pengolahan Sebuah
Makanan Khas Daerah
2) Menyetup
Menyetup (stewing) ialah
memasak bahan makanan di
dalam cairan (air, kaldu atau
saus) dalam jumlah yang hampir
sama dengan bahan yang
dimasak. Proses menyetup
terjadi perlahan lahan agar
bahan makanan dapat lunak.
Teknik memasak basah
1) Merebus
Merebus ( boiling ) adalah
memasak bahan makanan di
dalam cairan (air, susu atau
kaldu) mendidih (kurang lebih
100o c) sehingga gelembung
udara pecah di permukaan
cairan. Alat yang digunakan
ialah panci dengan tutup.
3) Braising
Braising adalah metode
memasak bahan makanan
dengan menggunakan sedikit air
atau kaldu. Braising cocok untuk
memasak bahan makanan yang
agak keras dan diiris tipis tipis
untuk melembutkan serat
seratnya. Bahan makanan yang
dapat dimasak secara braising
antara lain daging sapi, ayam
atau itik dan juga sayur sayuran.
6) Memblansir
Memblasir ( blanching) ialah
merebus sebentar bahan
makanan dalam air mendidih,
dengan maksud untuk
mengurangi rasa dan bau,
misalnya lobak, isi perut, rebung,
dan tulang untuk kaldu.
4) Mengukus
Mengukus (steaming)
ialah memasak bahan
makanan dengan uap air
mendidih. Alat yang
digunakan ialah risopan,
dandang dengan kukusan,
langseng dan soblungan
atau klakat
5) Mentim
Mentim ( au bain marie ) ialah
memasak bahan makanan
dengan menggunakan panci
tim atau dua panci, yang satu
lebih kecil sehingga dapat
dimasukkan kedalam panci
yang lain. Cara ini memerlukan
waktu lama. Contoh masakan
ini adalah nasi tim dan pudding
roti.
1) Memanggang
Teknik Dari Pengolahan Sebuah Makanan
Khas Daerah ini Memanggang ialah
memasak bahan makanan di atas api
terbuka. Api tersebut diletakkan dibawah
bahan makanan yang dimasak, sehingga
menimbulkan aroma yang sedap. Api
tidak boleh terlalu besar agar bahan
makanan tidak hangus. Bahan makanan
yang dipanggang biasanya dalam bentuk
kecil.Ada 2 macam cara memanggang
yaitu griddling atau pan broiling dan
roasting.
Teknik memasak kering
2) Mengepan atau mengoven
Mengepan atau mengoven (baking) ialah
memasak bahan makanan didalam oven dengan
panas dari segala jurusan. Mengepan lebih tepat
untuk memasak adonan roti dan kue.
3) Menggongseng atau menyangan
Menyangan atau mengoseng ialah memasak bahan
makanan tanpa minyak. Selain membuat masak
bahan makanan, juga membuat aroma yang sedap.
Alat yang digunakan adalah wajan berdasarkan tebal
atau kuali dari tanah liat. Seringkali digunakan pasir
sebagai pengganti minyak agar panasnya rata.
Bahan makanan yang disangrai misalnya kacang
tanah, ketumbar dan kemiri.
1) Menumis
Menumis (sautéing, shallow frying) ialah
memasak bahan makanan dengan
minyak atau lemak sedikit sambil diaduk.
Bumbu yang ditumis akan
mengeluarkan aroma yang sedap,
sayuran terasa lebih gurih dan lebih
enak. Bahan makanan yang ditumis
adalah bahan makanan dengan tekstur
lembut. Contoh masakan ini adalah
tumis kangkung.
2) Menggoreng
Menggoreng ( frying ) ialah memasak bahan
makanan di dalam minyak. Ada 2 macam
menggoreng, yaitu menggoreng didalam minyak
sedikit (pan frying) dan menggoreng didalam
minyak banyak (deep frying ). Sebagai contoh
menggoreng di dalam minyak sedikit adalah
menggoreng ayam, ikan, tahu, tempe. Adapun
contoh menggoreng di dalam minyak banyak adalah
menggoreng kentang, kerupuk, dan sejenisnya.
Teknik memasak dengan minyak
contoh makanan daerah
berbahan pangan HEWANI
contoh makanan daerah
berbahan pangan nabati
Gudeg dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Papeda dari Papua.
Klepon dari Jawa Timur.
Surabi berasal dari Jawa Barat.
Gethuk dari Jawa Tengah.
1.
2.
3.
4.
5.
Rendang berasal dari daerah Padang.
Ayam betutu berasal dari Bali.
Ayam Cincane dari Samarinda.
Bandeng presto dari Semarang.
Ikan pais dari Bengkulu.
1.
2.
3.
4.
5.
PENGOLAHAN SALAH SATU MAKANAN KHAS DAERAH
merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia. Serabi berasal
dari bahasa Jawa yang berinduk dasar dari kata "rabi" yang dalam bahasa Jawa
berarti "kawin". Mungkin karena proses pembuatannya yang cukup sebentar
dan tidak terlalu lama maka orang Jawa menyebutnya dengan kata "Serabi"
(seperti waktu proses sekali kawin). Di Jawa Barat serabi dikenal dengan nama
surabi atau sorabi. Di Jawa, serabi umumnya disajikan dengan isian gula atau
manisan lainnya, tetapi di Tatar Sunda serabi disajikan dengan isian oncom dan
asinan lainnya.
Serabi biasanya dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku
sehingga menghasilkan rasa yang khas.
SURABI
800 ml santan kental
1 sdt garam
3 lembar daun pandan
100 ml air
15 sdm/200 gr tepung beras 2
2 sdm/20 gram tepung terigu
50 gram gula pasir
1 sdt ragi instan
½ sdt baking soda
1 sdt pasta vanilla
Topping sesuai selera
Bahan-bahan
Siapkan panci dan masukkan santan, daun pandan yang diikat, dan garam, masak d
api sedang sambil diaduk sampai mendidih dan wangi. Sisihkan hingga agak dingin.
Ambil 500 ml santan yang sudah dimasak dan tambahkan dengan 100 ml air.
Siapkan wadah lain dan tuang sisa santan di wadah itu. sisihkan, adonan ini akan jadi
santan areh.
Campurkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, baking soda, ragi, pasta vanilla,
dan santan yang sebanyak 500 ml. Aduk hingga merata lalu diamkan selama 1 jam.
Panaskan teflon lalu oleskan dengan mentega. Tuang adonan serabi sebanyak 3-4
sendok sayur. Biarkan hingga muncul gelembung.
Tuang santan areh saat adonan sudah bergelembung di pinggirnya tapi masih cair di
tengah. Beri topping sesuai selera.
Biarkan sebentar hingga banyak gelembungnya, lalu tutup adonan.
Jika sudah matang, angkat dan sajikan.
Langkah-langkah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
TERIMA KASIH

pengolahan makanan khas daerah

  • 1.
  • 2.
    Makanan khas daerahadalah makanan atau minuman yang diproduksi di suatu daerah, yang merupakan identitas daerah tersebut, dan menjadi pembeda dengan daerah lainnya. Berbagai makanan khas daerah di Indonesia menjadi ciri khas daerah tersebut. Wirausaha di bidang makanan khas daerah sendiri, dapat menjadi pilihan yang sangat tepat, karena kita lebih banyak mengenal produk pangan khas daerah kita daripada daerah lainnya.
  • 3.
    PERBEDAAN KARAKTERISTIK BAGANPANGAN NABATI DAN HEWAANI 1. Ketahanan Bahan makanan hewani daya simpannya jauh lebih pendek dibandingkan dengan Bahan Pangan nabati apabila dalam keadaan segar. Hal tersebut dikarenakan bahan hewani tidak memiliki jaring pelindung yang kokoh dan kuat seperti pada bahan nabati. 2. Tekstur Bahan hewani memiliki sifat lebih lunak daripada bahan Nabati sehingga lebih mudah terpenetrasi oleh faktor tekanan dari luar. 3. Kandungan Kebanyakan Bahan Pangan hewani adalah sumber karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan lemak.
  • 4.
    Teknik Dari Pengolahan Sebuah MakananKhas Daerah 2) Menyetup Menyetup (stewing) ialah memasak bahan makanan di dalam cairan (air, kaldu atau saus) dalam jumlah yang hampir sama dengan bahan yang dimasak. Proses menyetup terjadi perlahan lahan agar bahan makanan dapat lunak. Teknik memasak basah 1) Merebus Merebus ( boiling ) adalah memasak bahan makanan di dalam cairan (air, susu atau kaldu) mendidih (kurang lebih 100o c) sehingga gelembung udara pecah di permukaan cairan. Alat yang digunakan ialah panci dengan tutup. 3) Braising Braising adalah metode memasak bahan makanan dengan menggunakan sedikit air atau kaldu. Braising cocok untuk memasak bahan makanan yang agak keras dan diiris tipis tipis untuk melembutkan serat seratnya. Bahan makanan yang dapat dimasak secara braising antara lain daging sapi, ayam atau itik dan juga sayur sayuran.
  • 5.
    6) Memblansir Memblasir (blanching) ialah merebus sebentar bahan makanan dalam air mendidih, dengan maksud untuk mengurangi rasa dan bau, misalnya lobak, isi perut, rebung, dan tulang untuk kaldu. 4) Mengukus Mengukus (steaming) ialah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Alat yang digunakan ialah risopan, dandang dengan kukusan, langseng dan soblungan atau klakat 5) Mentim Mentim ( au bain marie ) ialah memasak bahan makanan dengan menggunakan panci tim atau dua panci, yang satu lebih kecil sehingga dapat dimasukkan kedalam panci yang lain. Cara ini memerlukan waktu lama. Contoh masakan ini adalah nasi tim dan pudding roti.
  • 6.
    1) Memanggang Teknik DariPengolahan Sebuah Makanan Khas Daerah ini Memanggang ialah memasak bahan makanan di atas api terbuka. Api tersebut diletakkan dibawah bahan makanan yang dimasak, sehingga menimbulkan aroma yang sedap. Api tidak boleh terlalu besar agar bahan makanan tidak hangus. Bahan makanan yang dipanggang biasanya dalam bentuk kecil.Ada 2 macam cara memanggang yaitu griddling atau pan broiling dan roasting. Teknik memasak kering 2) Mengepan atau mengoven Mengepan atau mengoven (baking) ialah memasak bahan makanan didalam oven dengan panas dari segala jurusan. Mengepan lebih tepat untuk memasak adonan roti dan kue. 3) Menggongseng atau menyangan Menyangan atau mengoseng ialah memasak bahan makanan tanpa minyak. Selain membuat masak bahan makanan, juga membuat aroma yang sedap. Alat yang digunakan adalah wajan berdasarkan tebal atau kuali dari tanah liat. Seringkali digunakan pasir sebagai pengganti minyak agar panasnya rata. Bahan makanan yang disangrai misalnya kacang tanah, ketumbar dan kemiri.
  • 7.
    1) Menumis Menumis (sautéing,shallow frying) ialah memasak bahan makanan dengan minyak atau lemak sedikit sambil diaduk. Bumbu yang ditumis akan mengeluarkan aroma yang sedap, sayuran terasa lebih gurih dan lebih enak. Bahan makanan yang ditumis adalah bahan makanan dengan tekstur lembut. Contoh masakan ini adalah tumis kangkung. 2) Menggoreng Menggoreng ( frying ) ialah memasak bahan makanan di dalam minyak. Ada 2 macam menggoreng, yaitu menggoreng didalam minyak sedikit (pan frying) dan menggoreng didalam minyak banyak (deep frying ). Sebagai contoh menggoreng di dalam minyak sedikit adalah menggoreng ayam, ikan, tahu, tempe. Adapun contoh menggoreng di dalam minyak banyak adalah menggoreng kentang, kerupuk, dan sejenisnya. Teknik memasak dengan minyak
  • 8.
    contoh makanan daerah berbahanpangan HEWANI contoh makanan daerah berbahan pangan nabati Gudeg dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Papeda dari Papua. Klepon dari Jawa Timur. Surabi berasal dari Jawa Barat. Gethuk dari Jawa Tengah. 1. 2. 3. 4. 5. Rendang berasal dari daerah Padang. Ayam betutu berasal dari Bali. Ayam Cincane dari Samarinda. Bandeng presto dari Semarang. Ikan pais dari Bengkulu. 1. 2. 3. 4. 5.
  • 9.
    PENGOLAHAN SALAH SATUMAKANAN KHAS DAERAH merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia. Serabi berasal dari bahasa Jawa yang berinduk dasar dari kata "rabi" yang dalam bahasa Jawa berarti "kawin". Mungkin karena proses pembuatannya yang cukup sebentar dan tidak terlalu lama maka orang Jawa menyebutnya dengan kata "Serabi" (seperti waktu proses sekali kawin). Di Jawa Barat serabi dikenal dengan nama surabi atau sorabi. Di Jawa, serabi umumnya disajikan dengan isian gula atau manisan lainnya, tetapi di Tatar Sunda serabi disajikan dengan isian oncom dan asinan lainnya. Serabi biasanya dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. SURABI
  • 10.
    800 ml santankental 1 sdt garam 3 lembar daun pandan 100 ml air 15 sdm/200 gr tepung beras 2 2 sdm/20 gram tepung terigu 50 gram gula pasir 1 sdt ragi instan ½ sdt baking soda 1 sdt pasta vanilla Topping sesuai selera Bahan-bahan
  • 11.
    Siapkan panci danmasukkan santan, daun pandan yang diikat, dan garam, masak d api sedang sambil diaduk sampai mendidih dan wangi. Sisihkan hingga agak dingin. Ambil 500 ml santan yang sudah dimasak dan tambahkan dengan 100 ml air. Siapkan wadah lain dan tuang sisa santan di wadah itu. sisihkan, adonan ini akan jadi santan areh. Campurkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, baking soda, ragi, pasta vanilla, dan santan yang sebanyak 500 ml. Aduk hingga merata lalu diamkan selama 1 jam. Panaskan teflon lalu oleskan dengan mentega. Tuang adonan serabi sebanyak 3-4 sendok sayur. Biarkan hingga muncul gelembung. Tuang santan areh saat adonan sudah bergelembung di pinggirnya tapi masih cair di tengah. Beri topping sesuai selera. Biarkan sebentar hingga banyak gelembungnya, lalu tutup adonan. Jika sudah matang, angkat dan sajikan. Langkah-langkah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
  • 12.