PENGGERAKAN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
 (PHBS) & KESEHATAN IBU dan ANAK
        DI RUMAH TANGGA
INDONESIA kebanggaan kita
KAMPUNG (URBAN
SLUM)



                 3
Pasar—Traditional Market
DESA DI BANTEN
                 5
http://www.arsip.banten.go.id/gambar/JB%205701-139%20(50).jpg




                                                                                                                                     6
                                                                http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2007/12/kampung-air-2.JPG
DESA (VILLAGE) IN
YOGYAKARTA




                    DESA (VILLAGE) IN     7
                    DIENG, CENTRAL JAVA
DESA DI TORAJA
       SULAWESI




                                                8
Source: http://www.britannica.com/eb/art/print?id=2005
DESA PENGLIPURAN DI BALI
Source: alambudaya.blogspot.com




                                  9
DESA NELAYAN
(FISHERMAN VILLAGE)




                      10
http://www.papuaweb.org/main/wallpapers/alhamid-jende-350-250.jpg
                                                                    http://www.papuaweb.org/main/wallpapers/alhamid-jende-350-250.jpg




                                                                                     http://www.peterloud.co.uk/photos/Indonesia/baliem2.jpg




                                                                                                                                                               11
http://www.janesoceania.com/papua_history/papua_village.jpg                          http://www.fotochris.com/images/Indonesie-Irian-Jaya-Dani-3-village.jpg
Modal sosial




               12
SASARAN STRATEGIS PROMKES
     SESUAI KEBIJAKAN KESEHATAN
   PROMOSI KESEHATAN  PERUBAHAN
    PERILAKU YANG MENDUKUNG PENINGKATAN
    DERAJAT KESEHATANKEMANDIRIAN
    PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

   PEMBERDAYAAN MASYARAKATPROSES
    PENGORGANISASIAN POTENSI MASY DI BID
    KESEHATAN SHG MAMPU MENGATASI DAN
    MENINGKATKAN KESEHATANNYA
    PERAN AKTIFKEMANDIRIANDESA SIAGA
                                          13
1                          2                    3




                                                    Timbang Balita


                          4              5                6              7
4




Rumah Bebas Jentik   Cuci tangan dengan sabun
                     & air mengalir

                 8                        9
                                                          10




                                                                             14
Peran Promosi kesehatan
 Kampanye melalui
  media massa
  elektronik, website,
  cetak dan pameran
 Pemantapan jejaring
  kemitraan
 Mengembangkan
  Perilaku Hidup Bersih
  dan Sehat (PHBS)
  disemua tatanan.
PERILAKU HIDUP BERSIH
      DAN SEHAT
PHBS adalah sekumpulan perilaku yang
 dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
 pembelajaran yang menjadikan seseorang atau
 keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang
 kesehatan dan berperan aktif dalam
 mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

PHBS Bidang Gizi, PHBS Bidang Kesehatan
 Lingkungan, PHBS Bidang Kesehatan Ibu
 dan Anak serta Keluarga Berencana, PHBS
 Bidang Pemeliharaan Kesehatan, PHBS Bidang
 Gaya Hidup Sehat, serta PHBS Bidang Obat dan
 Farmasi dan sebagainya.
PHBS
       PHBS                                          PHBS BIDANG
    BIDANG GIZI            PHBS BIDANG KIA
                                                 KESEHATAN LINGKUNGAN
                               DAN KB
           MISAL:                                         MISAL:
  - MAKAN DENGAN GIZI              MISAL:
         SEIMBANG            - MEMERIKSAKAN            -MENGHUNI RUMAH
   -MINUM TABLET BESI            KEHAMILAN                    SEHAT
       SELAMA HAMIL            - PERSALINAN           -PUNYA PERSEDIAAN
    - MEMBERI BAYI ASI       DITOLONG NAKES                 AIR BERSIH
         EKSKLUSIF             - MENIMBANG               - PUNYA AKSES
      - MENGONSUMSI        BALITA SETIAP BULAN               JAMBAN
    GARAM BERYODIUM          -MENGIMUNISASI      - CUCI TANGAN SETELAH BAB
-MEMBERI BAYI DAN BALITA      LENGKAP BAYI          - MEMBERANTAS JENTIK
     KAPSUL VITAMIN A                              - PUNYA TEMPAT SAMPAH


     PHBS BIDANG                 PHBS
    PEMELIHARAAN             BIDANG GAYA            PHBS BIDANG OBAT
      KESEHATAN              HIDUP SEHAT              DAN FARMASI
                                                              MISAL:
         MISAL:                   MISAL:               - MEMILIKI TANAMAN
    - PUNYA JAMINAN         - TIDAK MEROKOK               OBAT KELUARGA
PEMELIHARAAN KESEHATAN      DI DALAM RUMAH           - TIDAK MENGGUNAKAN
   - AKTIF MENGURUS            -MELAKUKAN                     NAPZA
  UKBM/SEBAGAI KADER         AKTIVITAS FISIK/      - MINUM ORALIT JIKA DIARE
    - MEMANFAATKAN              OLAHRAGA         - JAUHKAN ANAK DARI BAHAN
 PUSKESMAS/SARANA KES         -MAKAN SAYUR                  BERBAHAYA
                                DAN BUAH                         -
PHBS Di Rumah Tangga
    adalah upaya untuk memberdayakan anggota
     rumah tangga agar tahu, mau dan mampu
  mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat
  serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di
                    masyarakat

Sasaran PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota
            keluarga dalam rumah tangga
               Pasangan usia subur
            Ibu hamil atau ibu menyusui
                 Anak dan remaja
                   Usia lanjut
                  Pengasuh anak
MANFAAT PHBS
       DI RUMAH TANGGA

     Setiap anggota keluarga meningkat
   kesehatannya dan tidak mudah sakit.
      Anak tumbuh sehat dan cerdas

   Produktivitas kerja anggota keluarga
                  meningkat
  Pengeluaran biaya rumah tangga dapat
  difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan
              pendapatan keluarga
PERAN KADER DALAM PEMBINAAN
PHBS,KESEHATAN IBU & ANAK DAN GIZI
         DI RUMAH TANGGA

Pembinaan PHBS
   Melakukan pendataan rumah tangga, ibu hamil,anak
    baru lahir, ibu menyusui, anak balita yang ada
    diwilayahnya dengan menggunakan kartu PHBS
   Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah &
    tokoh masyarakat untuk memperoleh dukungan
    pembinaan PHBS ADVOKASI
   Sosialisasi/Penyuluhan PHBS di rumah tangga yang
    ada didesa/kelurahan melalui kelompok dasa wisma
    BINA SUASANA
   Melakukan Gerakan PHBS bagi : ibu,keluarga,
    kelompok, massa PENGGERAKAN MASYARAKAT
PERAN KADER ……
Pembinaan Kesehatan Ibu dan Anak

   Manfaatkan kesempatan di desa/kelurahan untuk
    memberikan penyuluhan pentingnya persalinan
    ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan

   Bersama tokoh masyarakat setempat, berupaya
    menggerakkan masy. Dalam kegiatan yang mendukung
    keselamatan ibu dan bayi seperti : Dasolin, Tabulin,
    Ambulans desa, calon donor darah, warga dan suami Siaga

   Menganjurkan ibu dan bayinya untuk memeriksakan
    kesehatan selama masa nifas (sedikitnya 3 x : minggu
    pertama, ketiga dan keenam setelah melahirkan)

   Menganjurkan ibu memberikan ASI saja sejak lahir sampai
    umur 6 bulan ( ASI Ekslkusif)

   Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui
    di Posyandu tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif
PERAN KADER ……

Pembinaan Kesehatan Ibu dan Anak

   Melakukan Kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak
    datang ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin
    memeriksakan kesehatan bayinya

   Memantau jumlah kunjungan ibu yang datang untuk
    menimbang balitanya di Posyandu

   Manfaatkan kesempatan di desa/kelurahan untuk
    memberikan penyuluhan pentingnya penimbangan bayi &
    balita. Penyuluhan di Posyandu, arisan, pengajian,
    kunjungan rumah

   Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak datang
    ke Posyandu membawa balitanya dan menganjurkan agar
    rutin menimbang bayi & balitanya di Posyandu

   Mengadakan kegiatan yang menarik seperti lomba bayi
    & balita sehat, lomba memasak makanan balita sehat,
    kegiatan makan bersama balita.
PHBS : PERSALINAN DITOLONG OLEH
        TENAGA KESEHATAN
         Persalinan atas kesadaran dan permintaan
         si Ibu ditolong oleh tenaga kesehatan (dokter,
         bidan dan para medis lainnya) dirumah atau
         disarana kesehatan

         Target : 58% ( 2009)
         Capaian : 61.7% ( 2007)

         Angka Kematian Ibu : 250 dari 100.000 KH
         Penyebab Utama : Anemia, 3T, bukan Nakes
BUAT KALIMAT BERMAKNA PERILAKU
PHBS : BERI BAYI ASI EKSKLUSIF

        Ibu dengan kesadaran penuh memberi Bayi
        nya ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan.

       Target   : 58% (2009)
       Capaian : 49% (2007)
       Masalah :
        Masih adanya kebiasaan memberikan makanan
         tambahan pada usia 5 minggu
        Adanya kepercayaan masyarakat bayi diberi
         makanan akan cepat tumbuh
        Produksi ASI tidak cukup karena ibu kurang
         konsumsi makanan yang cukup gizi
BUAT KALIMAT BERMAKNA PERILAKU
PHBS : TIMBANG BAYI DAN BALITA


       Menimbang bayi/balita setiap bulan dan
       mencatat berat badan bayi/balita dalam
       Kartu Menuju Sehat (KMS)
        Target : 58% (2009)
        Capaian :
       -> 4 kali ( 45.4%)
       -1-3 kali (29.1%)
       -Tidak pernah ditimbang ( 25.5%)
        Masalah :

         - Jarak ke Posyandu jauh (2-5 bulan/X)
         - budaya/kebiasaan/kepercayaan
         - Masih sering kejadian GIBUR/GIRANG
BUAT KALIMAT BERMAKNA PERILAKU
PHBS : CUCI TANGAN DENGAN AIR
           DAN SABUN
       Anggota rumah tangga selalu mencuci tangan
       dengan air bersih yang mengalir dan memakai
       sabun.
      Target : 58% (2009)
       Capaian : (2006) MASIH RENDAH

         - 12 % CTPS sesudah BAB
         - 14 % CTPS sebelum makan
         - 7 % CTPS sebelum memberi makan bayi
         - 9 % CTPS setelah bersihkan tinja bayi
            (Sumber : Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Depkes RI, 2008)

       Masalah : -Belum dibudayakan di
      keluarga/RT
       MANFAAT : Menurunkan angka Kematian
      akibat Diare, Kholera, Disentry dan penyakit
      Infeksi Pencernaan lainnya 43-45% (WHO).
PHBS : MAKAN SAYUR DAN BUAH
         SETIAP HARI
      Anggota rumah tangga (terutama usia 10 tahun
      keatas) mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan
      2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari
      (dlm 1 minggu terakhir).sumber serat terbaik
       Target : 58% (2009)
       Capaian :

         - 17% : sesuai porsi dan hari
         - 25 % : 1 kali/hari
       Masalah :

       - Pengetahuan masyarakat kurang ttg pentingnya
             konsumsi sayur & buah (walaupun
         ketersediaan memadai)
       - Meningkatnya angka incidens Penyakit Kanker
         termasuk Kanker Usus Besar
30.13




                                                                                                                                                                            Riau
                                     43,2
Persentase PHBS Rumah Tangga Sehat




                                                                                                                                                                            Sumatera Barat
                                                                          40,5




                                                                                                                                                                            Kalimantan Timur
                                                                39,2 39,9




                                                                                                                                                                            Sulawesi Utara
                                                                                                                                                                            Sulawesi Selatan
                                            37,1 37,2 37,4 38,3
      (ada yang perlu dicermati)




                                                                                                                                                                            Bali
       di Indonesia, Tahun 2006




                                                                                                                                                                            Kalimantan Barat
                                                                                                                                                                            Sumatera Selatan
                                                                                                                                                                            DI Yogyakarta
                                                                                      35,0




                                                                                                                                                                            Sumatera Utara
                                                                            33,6 34,1




                                                                                                                                                                            Sulawesi Tengah
                                                                                                                                                                            kepulauan Riau
                                                                                     32,5




                                                                                                                                                                            Sulawesi Tenggara
                                                                                                        28,7 28,8 29,8




                                                                                                                                                                            Bangka Belitung
                                                                                                                                                                            Jambi
                                                                                                                                                                            Nusa Tenggara Barat
                                                                                              26,9 28,0




                                                                                                                                                                            Jawa Timur
                                                                                                                                                                            Lampung
                                                                                                                  25,3
                                                                                                                                                  21,7                      Papua
                                                                                                                                                                            Kalimantan Selatan

                                                                                                                                   20,1 20,7 20,8
                                                                                                                                                                            Maluku
                                                                                                                                                                            Nusa Tenggara Timur
                                                                                                                                                                            Bengkulu




                                                                                                                         19,1 19,4
                                                                                                                                                                            Jawa Barat
                                                                                                                                                                            Kalimantan Tengah




                                                                                                                                               16,5 17,0 17,1 17,5
                                                                                                                                                                            Irian Jaya Barat
                                                                                                                                                                            Maluku Utara
                                                                                                                                                                            DKI Jakarta
                                                                                                                                                                            Gorontalo




                                                                                                                                                             15,0
                                                                                                                                                                            Banten




                                                                                                                                                                     13,5
                                                                   37,00
Pengantar phbs

Pengantar phbs

  • 1.
    PENGGERAKAN PERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) & KESEHATAN IBU dan ANAK DI RUMAH TANGGA
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    http://www.arsip.banten.go.id/gambar/JB%205701-139%20(50).jpg 6 http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2007/12/kampung-air-2.JPG
  • 7.
    DESA (VILLAGE) IN YOGYAKARTA DESA (VILLAGE) IN 7 DIENG, CENTRAL JAVA
  • 8.
    DESA DI TORAJA SULAWESI 8 Source: http://www.britannica.com/eb/art/print?id=2005
  • 9.
    DESA PENGLIPURAN DIBALI Source: alambudaya.blogspot.com 9
  • 10.
  • 11.
    http://www.papuaweb.org/main/wallpapers/alhamid-jende-350-250.jpg http://www.papuaweb.org/main/wallpapers/alhamid-jende-350-250.jpg http://www.peterloud.co.uk/photos/Indonesia/baliem2.jpg 11 http://www.janesoceania.com/papua_history/papua_village.jpg http://www.fotochris.com/images/Indonesie-Irian-Jaya-Dani-3-village.jpg
  • 12.
  • 13.
    SASARAN STRATEGIS PROMKES SESUAI KEBIJAKAN KESEHATAN  PROMOSI KESEHATAN  PERUBAHAN PERILAKU YANG MENDUKUNG PENINGKATAN DERAJAT KESEHATANKEMANDIRIAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT  PEMBERDAYAAN MASYARAKATPROSES PENGORGANISASIAN POTENSI MASY DI BID KESEHATAN SHG MAMPU MENGATASI DAN MENINGKATKAN KESEHATANNYA PERAN AKTIFKEMANDIRIANDESA SIAGA 13
  • 14.
    1 2 3 Timbang Balita 4 5 6 7 4 Rumah Bebas Jentik Cuci tangan dengan sabun & air mengalir 8 9 10 14
  • 15.
    Peran Promosi kesehatan Kampanye melalui media massa elektronik, website, cetak dan pameran  Pemantapan jejaring kemitraan  Mengembangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disemua tatanan.
  • 16.
    PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. PHBS Bidang Gizi, PHBS Bidang Kesehatan Lingkungan, PHBS Bidang Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana, PHBS Bidang Pemeliharaan Kesehatan, PHBS Bidang Gaya Hidup Sehat, serta PHBS Bidang Obat dan Farmasi dan sebagainya.
  • 17.
    PHBS PHBS PHBS BIDANG BIDANG GIZI PHBS BIDANG KIA KESEHATAN LINGKUNGAN DAN KB MISAL: MISAL: - MAKAN DENGAN GIZI MISAL: SEIMBANG - MEMERIKSAKAN -MENGHUNI RUMAH -MINUM TABLET BESI KEHAMILAN SEHAT SELAMA HAMIL - PERSALINAN -PUNYA PERSEDIAAN - MEMBERI BAYI ASI DITOLONG NAKES AIR BERSIH EKSKLUSIF - MENIMBANG - PUNYA AKSES - MENGONSUMSI BALITA SETIAP BULAN JAMBAN GARAM BERYODIUM -MENGIMUNISASI - CUCI TANGAN SETELAH BAB -MEMBERI BAYI DAN BALITA LENGKAP BAYI - MEMBERANTAS JENTIK KAPSUL VITAMIN A - PUNYA TEMPAT SAMPAH PHBS BIDANG PHBS PEMELIHARAAN BIDANG GAYA PHBS BIDANG OBAT KESEHATAN HIDUP SEHAT DAN FARMASI MISAL: MISAL: MISAL: - MEMILIKI TANAMAN - PUNYA JAMINAN - TIDAK MEROKOK OBAT KELUARGA PEMELIHARAAN KESEHATAN DI DALAM RUMAH - TIDAK MENGGUNAKAN - AKTIF MENGURUS -MELAKUKAN NAPZA UKBM/SEBAGAI KADER AKTIVITAS FISIK/ - MINUM ORALIT JIKA DIARE - MEMANFAATKAN OLAHRAGA - JAUHKAN ANAK DARI BAHAN PUSKESMAS/SARANA KES -MAKAN SAYUR BERBAHAYA DAN BUAH -
  • 18.
    PHBS Di RumahTangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat Sasaran PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga  Pasangan usia subur  Ibu hamil atau ibu menyusui  Anak dan remaja  Usia lanjut  Pengasuh anak
  • 19.
    MANFAAT PHBS DI RUMAH TANGGA  Setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.  Anak tumbuh sehat dan cerdas  Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat  Pengeluaran biaya rumah tangga dapat difokuskan untuk pemenuhan gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga
  • 20.
    PERAN KADER DALAMPEMBINAAN PHBS,KESEHATAN IBU & ANAK DAN GIZI DI RUMAH TANGGA Pembinaan PHBS  Melakukan pendataan rumah tangga, ibu hamil,anak baru lahir, ibu menyusui, anak balita yang ada diwilayahnya dengan menggunakan kartu PHBS  Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah & tokoh masyarakat untuk memperoleh dukungan pembinaan PHBS ADVOKASI  Sosialisasi/Penyuluhan PHBS di rumah tangga yang ada didesa/kelurahan melalui kelompok dasa wisma BINA SUASANA  Melakukan Gerakan PHBS bagi : ibu,keluarga, kelompok, massa PENGGERAKAN MASYARAKAT
  • 21.
    PERAN KADER …… PembinaanKesehatan Ibu dan Anak  Manfaatkan kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan pentingnya persalinan ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan  Bersama tokoh masyarakat setempat, berupaya menggerakkan masy. Dalam kegiatan yang mendukung keselamatan ibu dan bayi seperti : Dasolin, Tabulin, Ambulans desa, calon donor darah, warga dan suami Siaga  Menganjurkan ibu dan bayinya untuk memeriksakan kesehatan selama masa nifas (sedikitnya 3 x : minggu pertama, ketiga dan keenam setelah melahirkan)  Menganjurkan ibu memberikan ASI saja sejak lahir sampai umur 6 bulan ( ASI Ekslkusif)  Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Posyandu tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif
  • 22.
    PERAN KADER …… PembinaanKesehatan Ibu dan Anak  Melakukan Kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak datang ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin memeriksakan kesehatan bayinya  Memantau jumlah kunjungan ibu yang datang untuk menimbang balitanya di Posyandu  Manfaatkan kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan pentingnya penimbangan bayi & balita. Penyuluhan di Posyandu, arisan, pengajian, kunjungan rumah  Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak datang ke Posyandu membawa balitanya dan menganjurkan agar rutin menimbang bayi & balitanya di Posyandu  Mengadakan kegiatan yang menarik seperti lomba bayi & balita sehat, lomba memasak makanan balita sehat, kegiatan makan bersama balita.
  • 23.
    PHBS : PERSALINANDITOLONG OLEH TENAGA KESEHATAN Persalinan atas kesadaran dan permintaan si Ibu ditolong oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan dan para medis lainnya) dirumah atau disarana kesehatan Target : 58% ( 2009) Capaian : 61.7% ( 2007) Angka Kematian Ibu : 250 dari 100.000 KH Penyebab Utama : Anemia, 3T, bukan Nakes
  • 24.
  • 25.
    PHBS : BERIBAYI ASI EKSKLUSIF Ibu dengan kesadaran penuh memberi Bayi nya ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan. Target : 58% (2009) Capaian : 49% (2007) Masalah :  Masih adanya kebiasaan memberikan makanan tambahan pada usia 5 minggu  Adanya kepercayaan masyarakat bayi diberi makanan akan cepat tumbuh  Produksi ASI tidak cukup karena ibu kurang konsumsi makanan yang cukup gizi
  • 27.
  • 28.
    PHBS : TIMBANGBAYI DAN BALITA Menimbang bayi/balita setiap bulan dan mencatat berat badan bayi/balita dalam Kartu Menuju Sehat (KMS)  Target : 58% (2009)  Capaian : -> 4 kali ( 45.4%) -1-3 kali (29.1%) -Tidak pernah ditimbang ( 25.5%)  Masalah : - Jarak ke Posyandu jauh (2-5 bulan/X) - budaya/kebiasaan/kepercayaan - Masih sering kejadian GIBUR/GIRANG
  • 29.
  • 30.
    PHBS : CUCITANGAN DENGAN AIR DAN SABUN Anggota rumah tangga selalu mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun. Target : 58% (2009)  Capaian : (2006) MASIH RENDAH - 12 % CTPS sesudah BAB - 14 % CTPS sebelum makan - 7 % CTPS sebelum memberi makan bayi - 9 % CTPS setelah bersihkan tinja bayi (Sumber : Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Depkes RI, 2008)  Masalah : -Belum dibudayakan di keluarga/RT  MANFAAT : Menurunkan angka Kematian akibat Diare, Kholera, Disentry dan penyakit Infeksi Pencernaan lainnya 43-45% (WHO).
  • 31.
    PHBS : MAKANSAYUR DAN BUAH SETIAP HARI Anggota rumah tangga (terutama usia 10 tahun keatas) mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari (dlm 1 minggu terakhir).sumber serat terbaik  Target : 58% (2009)  Capaian : - 17% : sesuai porsi dan hari - 25 % : 1 kali/hari  Masalah : - Pengetahuan masyarakat kurang ttg pentingnya konsumsi sayur & buah (walaupun ketersediaan memadai) - Meningkatnya angka incidens Penyakit Kanker termasuk Kanker Usus Besar
  • 32.
    30.13 Riau 43,2 Persentase PHBS Rumah Tangga Sehat Sumatera Barat 40,5 Kalimantan Timur 39,2 39,9 Sulawesi Utara Sulawesi Selatan 37,1 37,2 37,4 38,3 (ada yang perlu dicermati) Bali di Indonesia, Tahun 2006 Kalimantan Barat Sumatera Selatan DI Yogyakarta 35,0 Sumatera Utara 33,6 34,1 Sulawesi Tengah kepulauan Riau 32,5 Sulawesi Tenggara 28,7 28,8 29,8 Bangka Belitung Jambi Nusa Tenggara Barat 26,9 28,0 Jawa Timur Lampung 25,3 21,7 Papua Kalimantan Selatan 20,1 20,7 20,8 Maluku Nusa Tenggara Timur Bengkulu 19,1 19,4 Jawa Barat Kalimantan Tengah 16,5 17,0 17,1 17,5 Irian Jaya Barat Maluku Utara DKI Jakarta Gorontalo 15,0 Banten 13,5 37,00

Editor's Notes