Paradigma penelitian ilmiah terdiri atas paradigma positifisme (kuantitatif) dan paradigma fenomenologis (kualitatif). Paradigma positifisme menekankan pada fakta empiris yang dapat diamati secara langsung, sedangkan paradigma fenomenologis lebih menitikberatkan pada pendekatan melalui metodologi jamak berdasarkan interpretasi alamiah. Kedua paradigma memiliki perbedaan dalam pendekatan, tujuan, logika berpikir, instrumen, anal