PARADIGMA PENELITIAN ILMIAH
PARADIGMA PENELITIAN ILMIAH
Paradigma Positifisme (Kuantitatif)

scientific inquiry

mengandalkan fakta empiris yang dapat diamati secara langsung.
observasi atau pengamatan itu adalah proses empiris menggunakan
penginderaan kita dan mengenalnya serta mencatat sebagai
kejadian faktual.

memandang gejala lebih bersifat tunggal, statis, konkrit
Paradigma Phenomenologis (Kualitatif)

naturalistic inquiry

proses kajian ilmiah untuk memperoleh pendekatan melalui
metodologi jamak yang terarah( multimethod in focus) berdasarkan
landasan interpretiv naturalistik tentang berbagai masalah manusia
dan masalah sosial dalam memperoleh gambaran yang dan
kompleks yang teranalisa.

Memandang suatu realitas/fenomena/gejala dipandang sebagai
sesuatu yang holistik/utuh

Naturalisitik dilakukan pd kondisi alamiah (natural setting)

Metode etnografi = awalnya lebih banyak digunakan bidang
antropologi budaya

Metode kualitatif = meneliti kondisi objek yang alamiah
Ciri perbedaan

Kualitatif/phenomenologis

Kuantitatif/ positivisme

Tujuan

Context of discovery (mencari hipotesis)
pengembangan teori yang sudah
ada menemukan hipotesis

Context of justification (uji hipotesis)
pembuktian teori = empirik ---verifikasi

Paradigma (latar/ seting)

Natural/ alamiah

Positivisme
laboratorium

Pertanyaan

Bagaimana, mengapa

Apakah

Logika berpikir

Induktif

Deduktif

Object penelitian (aspek)

Fokus penelitian

Variabel --- indikator

Instrumen

Peneliti --- partisipant
Observer

Tes & angket/ kuesioner

Data

Kualititaif/ atribut

Kuantitatif/ bilangan

Analisis data

Kategori, deskripsi, sistesis
Persentase

Deskritif & inferensial
statistika

Keabsahan data

Triangulasi: metode dan teori

Kalibrasi: validitas & reliabilitas

Sampel

Ditentukan di lapangan sesuai kebutuhan
(dikemudia)

Probability sampling – ditentukan
terlebih dahulu

Istilah

Paradigma alamiah (bersumber:
langsung dari respondrn)

Paradigma ilmiah (bersumber: teori)

Disain

Timbul setelah terjun di lapangan
(emergent)

Ditentukan sebelum penelitian – sesuai
metode penelitian

Perlakuan

Berubah- ubah

Tetap/ statis

Pendirian

Ekspansionis (mencari perspektif yang
mengarah pada keseluruhan
fenomena)

Reduksionis (mempersempit wilayah
penelitian – objek penelitian –
populasi -- sample
PERBEDAAN METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF
A. AKSIOMA
Aksioma dasar

Kuantitatif

Kualitatif

Sifat Realitas

Tunggal, Konkrit,
teramati

Ganda, holistik,
dinamis, hasil
konstruksi dan
pemahaman

Hubungan peneliti
dengan yang diteliti

Independen

Interaktif tidak dapat
dipisahkan

Hubungan variabel

Sebab akibat (kausal)

timbal balik/ interaktif

Kemungkinan
generalisasi

Cenderung membuat
generalisasi

Transferability

Peranan nilai

Cenderung nilai

Terikat nilai
B. KARAKTERISTIK KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Karakteristik

kuantitatif

kualitatif

Desain

Spesifik,

jelas, rinci
Ditentukan secara mantap
sejak awal
Menjadi pegangan langkah
demi langkah

Umum

Menunjukan

Menemukan

Tujuan

hubungan antar

variabel
Menguji teori
Mencari generalisasi yang
mempunyai nilai prediktif

Teknik penelitian

Eksperimen,

survey

Kuesioner
Observasi

terstruktur

dan wawancara

Fleksibel
Berkembangan

dan muncul
dalam proses penelitian

pola hubungan
yang bersifat interaktif
Menggambarkan realitas yang
kompleks
Memperoleh pemahaman
makna
Menemukan teori
Partisipant

observation
Indept interview
Dokumentasi
triangulasi
Instrumen penelitian

Test,

angket, wawancara
terstruktur
Instrumen yang telah
terstandar

Peneliti

Data

Kuantitaif

Deskriptif

Hasil

pengukuran
variabel yang
dioperasionalkan dengan
menggunakan instrumen

Dokumentasi

Besar

Kecil

Representatif

Tidak

Sampel

Sedapat

mungkin random
Diutentukan sejak awal

sebagai
instrumen (human
instrumen)
Buku catatn, tape
recorder, camera,
handycam dll
pribadi,
catatn lapangan, ucapan
dan tindakan responden,
dokumen lain-lain

representatif
Purposive, snowball
Berkembangn selama
proses penelitian
Analisis

Setelah

selesai pengumpulan

data
Deduktif
Menggunakan ststistik

menerus sejak awal sampai
akhir penelitian
Induktif
Mencari pola, model, thema, teori

Hubungan dengan
responden

Berjarak

Empati,

kontak
Penelliti merasa/ lebih tinggi
Jangka pendek

akrap
Kedudukan sama bahkan sebagai
guru, konsultan
Jangka lama

Usulan desain

Luas

Singkat

bahkan sering tanpa

dan rinci
Literatur yang berhubungan
dengan masalah, dan variabel yang
diteliti
Prosedur yang spesifik dan rinci
langkah-langkah
Masalah dirumuskan dengan
spesifik dan jelas
Hipotesis dirumuskan dengan
jelas
Ditulis secara rinci dan jelas
sebelum terjun kelapangan

Terus

Literatur

yang digunakan bersifat
sementara, tidak menjadi pegangan
utama
Prosedur bersifat umum, seperti
akan merencanakan tour/ piknik
Masalah bersifat sementara dan
akan ditemukan setelah studi
pendahuluan
Tidak dirumuskan hipotesis, karena
justru akan menemukan hipotesis
Fokus penelitian ditetapkan setelah
diperoleh data awal dari lapangan
Kapan penelitian
dianggap selesai

Setelah semua data yang
direncanakan dapat terkumpul

Kepercayaan terhadap Pengujian validitas dan
hasil penelitian
reliabilitas instrument

Setelah tidak ada data
yang dianggap baru/jenuh
Pengujian kredibilitas,
depensibilitas, proses dan
hasil penelitian
PROSES PENELITIAN
Kuantitatif









Merumuskan masalah
Konsep/ teori yang relevan
Mengajukan hipotesis
Menyusun instrumen
Metode/ strategi pendekatan
peneltian (mengumpulkan dan
analisis)
Penemuan
kesimpulan

Kualitatif
 Tahap orientasi/ deskripsi




Tahap reduksi/ fokus




Memasuki konteks sosial: ada
tempat, aktor, aktivitas
Menentukan fokus: memilih
diantara yg telah
dideskripsikan

Selection


Mengurai fokus: menjadi
komponen yang lebih rinci

Paradigma Penelitian

  • 1.
  • 2.
    PARADIGMA PENELITIAN ILMIAH ParadigmaPositifisme (Kuantitatif)  scientific inquiry  mengandalkan fakta empiris yang dapat diamati secara langsung. observasi atau pengamatan itu adalah proses empiris menggunakan penginderaan kita dan mengenalnya serta mencatat sebagai kejadian faktual.  memandang gejala lebih bersifat tunggal, statis, konkrit Paradigma Phenomenologis (Kualitatif)  naturalistic inquiry  proses kajian ilmiah untuk memperoleh pendekatan melalui metodologi jamak yang terarah( multimethod in focus) berdasarkan landasan interpretiv naturalistik tentang berbagai masalah manusia dan masalah sosial dalam memperoleh gambaran yang dan kompleks yang teranalisa.  Memandang suatu realitas/fenomena/gejala dipandang sebagai sesuatu yang holistik/utuh  Naturalisitik dilakukan pd kondisi alamiah (natural setting)  Metode etnografi = awalnya lebih banyak digunakan bidang antropologi budaya  Metode kualitatif = meneliti kondisi objek yang alamiah
  • 3.
    Ciri perbedaan Kualitatif/phenomenologis Kuantitatif/ positivisme Tujuan Contextof discovery (mencari hipotesis) pengembangan teori yang sudah ada menemukan hipotesis Context of justification (uji hipotesis) pembuktian teori = empirik ---verifikasi Paradigma (latar/ seting) Natural/ alamiah Positivisme laboratorium Pertanyaan Bagaimana, mengapa Apakah Logika berpikir Induktif Deduktif Object penelitian (aspek) Fokus penelitian Variabel --- indikator Instrumen Peneliti --- partisipant Observer Tes & angket/ kuesioner Data Kualititaif/ atribut Kuantitatif/ bilangan Analisis data Kategori, deskripsi, sistesis Persentase Deskritif & inferensial statistika Keabsahan data Triangulasi: metode dan teori Kalibrasi: validitas & reliabilitas Sampel Ditentukan di lapangan sesuai kebutuhan (dikemudia) Probability sampling – ditentukan terlebih dahulu Istilah Paradigma alamiah (bersumber: langsung dari respondrn) Paradigma ilmiah (bersumber: teori) Disain Timbul setelah terjun di lapangan (emergent) Ditentukan sebelum penelitian – sesuai metode penelitian Perlakuan Berubah- ubah Tetap/ statis Pendirian Ekspansionis (mencari perspektif yang mengarah pada keseluruhan fenomena) Reduksionis (mempersempit wilayah penelitian – objek penelitian – populasi -- sample
  • 4.
    PERBEDAAN METODE KUANTITATIFDAN KUALITATIF A. AKSIOMA Aksioma dasar Kuantitatif Kualitatif Sifat Realitas Tunggal, Konkrit, teramati Ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman Hubungan peneliti dengan yang diteliti Independen Interaktif tidak dapat dipisahkan Hubungan variabel Sebab akibat (kausal) timbal balik/ interaktif Kemungkinan generalisasi Cenderung membuat generalisasi Transferability Peranan nilai Cenderung nilai Terikat nilai
  • 5.
    B. KARAKTERISTIK KUALITATIFDAN KUANTITATIF Karakteristik kuantitatif kualitatif Desain Spesifik, jelas, rinci Ditentukan secara mantap sejak awal Menjadi pegangan langkah demi langkah Umum Menunjukan Menemukan Tujuan hubungan antar variabel Menguji teori Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif Teknik penelitian Eksperimen, survey Kuesioner Observasi terstruktur dan wawancara Fleksibel Berkembangan dan muncul dalam proses penelitian pola hubungan yang bersifat interaktif Menggambarkan realitas yang kompleks Memperoleh pemahaman makna Menemukan teori Partisipant observation Indept interview Dokumentasi triangulasi
  • 6.
    Instrumen penelitian Test, angket, wawancara terstruktur Instrumenyang telah terstandar Peneliti Data Kuantitaif Deskriptif Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen Dokumentasi Besar Kecil Representatif Tidak Sampel Sedapat mungkin random Diutentukan sejak awal sebagai instrumen (human instrumen) Buku catatn, tape recorder, camera, handycam dll pribadi, catatn lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen lain-lain representatif Purposive, snowball Berkembangn selama proses penelitian
  • 7.
    Analisis Setelah selesai pengumpulan data Deduktif Menggunakan ststistik menerussejak awal sampai akhir penelitian Induktif Mencari pola, model, thema, teori Hubungan dengan responden Berjarak Empati, kontak Penelliti merasa/ lebih tinggi Jangka pendek akrap Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan Jangka lama Usulan desain Luas Singkat bahkan sering tanpa dan rinci Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkah Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas Hipotesis dirumuskan dengan jelas Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun kelapangan Terus Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour/ piknik Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
  • 8.
    Kapan penelitian dianggap selesai Setelahsemua data yang direncanakan dapat terkumpul Kepercayaan terhadap Pengujian validitas dan hasil penelitian reliabilitas instrument Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh Pengujian kredibilitas, depensibilitas, proses dan hasil penelitian
  • 9.
    PROSES PENELITIAN Kuantitatif        Merumuskan masalah Konsep/teori yang relevan Mengajukan hipotesis Menyusun instrumen Metode/ strategi pendekatan peneltian (mengumpulkan dan analisis) Penemuan kesimpulan Kualitatif  Tahap orientasi/ deskripsi   Tahap reduksi/ fokus   Memasuki konteks sosial: ada tempat, aktor, aktivitas Menentukan fokus: memilih diantara yg telah dideskripsikan Selection  Mengurai fokus: menjadi komponen yang lebih rinci