-Transformasi citra input ke dalam domain frekuensi dengan DFT.

-Tambahkan nol (Zeros padding) di sekeliling tapis sehingga ukuran tapis sama dengan

ukuran citra input.

-Bentuk spectrum tapis dengan mentransformasi tapis yang telah ditambahkan nol di

atas dengan DFT.

-Tapis citra dalam domain frekuensi dengan spectrum tapis, frekuensi dengan setiap

pixel citra dalam domain frekuensi dengan setiap pixel spektrum tapis, pada posisi atau

koordinat yang bersesuaian.

-Lakukan transformasi baik pada citra domain frekuensi yang telah tertapis. Hasil dari

trasformasi balik ini adalah hasil pentapisan pada citra input.
Operasi Geometri Citra

Operasi geometri adalaj proses perubahan hubungan spasial antara setiap pixel pada

sebuah citra. Operasi geometri memetakan kembali pixel citra input dari posisi awal

(x1, y1) ke posisi baru (x2, y2) pada citra output. Proses yang tergolong ke dalam operasi

geometri di antaranya :

1. Translasi

Operasi translasi adalah memidahkan setiap elemen pixel citra input ke posisi baru

pada citra output dimana dimensi dari kedua citra (citra masukan dan citra output) pada

umumnya adalah sama. Posisi baru dari suatu pixel ditentukan dari nilai variabel

translasi (p,q).
2. Rotasi


Rotasi merupakan suatu transformasi geometri memidahkan nilai-nilai pixel dari posisi awal


menuju ke posisi akhir yang ditentukan melalui varibel rotasi sebesar θo terhadap sudut 0o atau


garis horizontal dari citra.


3. Refleksi


Refleksi atau pencerminan adalah proses pengolahan citra secara geometri dengan memindahkan


nilai-nilai pixel pada posisi awal (x1, y1) menuju ke posisi (x2, y2) pada citra output sesuai dengan


posisi pencerminan. Posisi pencerminan ada tiga jenis yaitu perncerminan terhadap sumbu x,


pencerminan sumbu y, dan percerminan terhadap sumbu x dan y.
4. Penskalaan


Penskalaan adalah sebuah operasi geometri yang memberikan efek memperbesar atau


memperkecil ukuran citra input sesuai dengan variabel penskalaan citranya. Ukuran


baru hasil perskalaan didapat melalui perkalian antara ukuran citra input dengan varibel


penskalaan.


5. Transformasi Affine (Affine Transformation)

Metode transformasi affine ini menggabungkan proses dasar seperti translasi, rotasi,


dan penskalaan ke dalam satu proses untuk mendapatkan citra output yang diinginkan.
Operasi Aritmatika Citra


Image Arithmetic merupakan proses pengolahan citra dengan memanfaatkan operator aritmaetika


atau proses operator logika terhadapap dua atau lebih citra input. Proses image arithmetic


diterapkan dengan melakukan pixel per pixel. Setiap pixel citra output tergantung dari nilai pixel


citra input pada posisi yang sama. Oleh karena itu, proses ini sebaliknya dilakukan terhadap citra


dengan ukuran dan resolusi yang sama.


Image arithmetic tidak hanya melakukan proses aritmetika/logika terhadap dua atau lebih citra,


melainkan dapat juga menggunakan sebuah nilai konstanta untuk diproses ke seluruh pixel citra


input. Prosesnya sangat sederhana dan juga tidak memakan waktu yang lama.
Proses-proses yang tergolong dalam image arithmetic diantaranya :

- Penjumlahan

- Pengurangan

- Perkalian

- Pembagian

- Pencampuran

- Logika AND/NAND

- Logika OR/OR

- Logka XOR/XNOR

- Invert/Logika NOT

- Bitshift Operators
Perbaikan Citra Berwarna


Apabila dibandingkan terhadap perbaikan citra monochrome (grayscale), perbaikan


citra berwarna memerlukan peningkatan dari kesetaraan warna atau kontras dari citra


warna tersebut. Perbaikan citra berwarna menjadi sulit tidak hanya karena dimensi data


bertambah tetapi juga kompleksitas persepsi warna.
Pcd   06 - perbaikan citra

Pcd 06 - perbaikan citra

  • 2.
    -Transformasi citra inputke dalam domain frekuensi dengan DFT. -Tambahkan nol (Zeros padding) di sekeliling tapis sehingga ukuran tapis sama dengan ukuran citra input. -Bentuk spectrum tapis dengan mentransformasi tapis yang telah ditambahkan nol di atas dengan DFT. -Tapis citra dalam domain frekuensi dengan spectrum tapis, frekuensi dengan setiap pixel citra dalam domain frekuensi dengan setiap pixel spektrum tapis, pada posisi atau koordinat yang bersesuaian. -Lakukan transformasi baik pada citra domain frekuensi yang telah tertapis. Hasil dari trasformasi balik ini adalah hasil pentapisan pada citra input.
  • 3.
    Operasi Geometri Citra Operasigeometri adalaj proses perubahan hubungan spasial antara setiap pixel pada sebuah citra. Operasi geometri memetakan kembali pixel citra input dari posisi awal (x1, y1) ke posisi baru (x2, y2) pada citra output. Proses yang tergolong ke dalam operasi geometri di antaranya : 1. Translasi Operasi translasi adalah memidahkan setiap elemen pixel citra input ke posisi baru pada citra output dimana dimensi dari kedua citra (citra masukan dan citra output) pada umumnya adalah sama. Posisi baru dari suatu pixel ditentukan dari nilai variabel translasi (p,q).
  • 4.
    2. Rotasi Rotasi merupakansuatu transformasi geometri memidahkan nilai-nilai pixel dari posisi awal menuju ke posisi akhir yang ditentukan melalui varibel rotasi sebesar θo terhadap sudut 0o atau garis horizontal dari citra. 3. Refleksi Refleksi atau pencerminan adalah proses pengolahan citra secara geometri dengan memindahkan nilai-nilai pixel pada posisi awal (x1, y1) menuju ke posisi (x2, y2) pada citra output sesuai dengan posisi pencerminan. Posisi pencerminan ada tiga jenis yaitu perncerminan terhadap sumbu x, pencerminan sumbu y, dan percerminan terhadap sumbu x dan y.
  • 5.
    4. Penskalaan Penskalaan adalahsebuah operasi geometri yang memberikan efek memperbesar atau memperkecil ukuran citra input sesuai dengan variabel penskalaan citranya. Ukuran baru hasil perskalaan didapat melalui perkalian antara ukuran citra input dengan varibel penskalaan. 5. Transformasi Affine (Affine Transformation) Metode transformasi affine ini menggabungkan proses dasar seperti translasi, rotasi, dan penskalaan ke dalam satu proses untuk mendapatkan citra output yang diinginkan.
  • 6.
    Operasi Aritmatika Citra ImageArithmetic merupakan proses pengolahan citra dengan memanfaatkan operator aritmaetika atau proses operator logika terhadapap dua atau lebih citra input. Proses image arithmetic diterapkan dengan melakukan pixel per pixel. Setiap pixel citra output tergantung dari nilai pixel citra input pada posisi yang sama. Oleh karena itu, proses ini sebaliknya dilakukan terhadap citra dengan ukuran dan resolusi yang sama. Image arithmetic tidak hanya melakukan proses aritmetika/logika terhadap dua atau lebih citra, melainkan dapat juga menggunakan sebuah nilai konstanta untuk diproses ke seluruh pixel citra input. Prosesnya sangat sederhana dan juga tidak memakan waktu yang lama.
  • 7.
    Proses-proses yang tergolongdalam image arithmetic diantaranya : - Penjumlahan - Pengurangan - Perkalian - Pembagian - Pencampuran - Logika AND/NAND - Logika OR/OR - Logka XOR/XNOR - Invert/Logika NOT - Bitshift Operators
  • 8.
    Perbaikan Citra Berwarna Apabiladibandingkan terhadap perbaikan citra monochrome (grayscale), perbaikan citra berwarna memerlukan peningkatan dari kesetaraan warna atau kontras dari citra warna tersebut. Perbaikan citra berwarna menjadi sulit tidak hanya karena dimensi data bertambah tetapi juga kompleksitas persepsi warna.