CODE BLUE
RSUD Dr. M ASHARI PEMALANG
Oleh : Slamet Riadi,S.Kep.,Ns
Definis Code Blue adalah tanda atau kode panggilan yang menandakan
adanya kondisi kegawat-daruratan pasien (henti nafas dan henti jantung)
yang terjadi di lingkungan rumah sakit yang memerlukan tindakan cepat
dan resusitasi.
Code blue merupakan salah satu kode prosedural emergensi untuk henti
jantung dan henti napas
Tim Code Blue (TKB) adalah sekelompok orang yang di tugaskan
melakukan Bantuan Hidup Dasar dan Bantuan Hidup Lanjutan di lokasi
kejadian
Memberikan resusitasi dan stabilisasi yang cepat bagi korban yang
mengalami kondisi darurat cardio-respiratory arrest yang berada dalam
kawasan rumah sakit.
1.Peraturan Direktur Nomor 445/100/PERDIR/I/2019 tentang Pelayanan Pasien
2.Keputusan Direktur Nomor 445/104/SK/I/2019 tentang Kebijakan Pelayanan dan Asuhan
Pasien
3.Keputusan Direktur Nomor 445/ 420 /SK/I/2019 tentang Panduan Code Blue
TUJUAN
KEBIJAKAN
Code Blue tidak
diaktifkan pada:
PASIEN
RUANGAN
• DNR
• Fase terminal
• penyakit Paliatif Care
• ICU
• Kamar Operasi
• Ruang Catheterisasi Jantung
PROSEDUR
1. Identifikasi pasien/korban dengan penurunan kondisi
2. Lakukan 3A
3. Cek respon korban
4. Permohonan bantuan ke 0
5. Penolong mengecek nadi karotis maksimal selama 10
detik
6. Jika tidak ada nadi -> lakukan BHD sesuai algoritma
sampai tim Code Blue datang
7. Tim code blue yang bertugas hari itu bergegas menuju
tempat kejadian dengan resusitasi kit dan AED dalam
waktu kurang dari 5 menit
8. Mulai atau lanjutkan BHD/CPR oleh Tim Code Blue
PROSEDUR
9. Jika korban bukan pasien rawat inap dan meninggal di tempat, korban
harus tetap dipindahkan ke IGD untuk mengkonfirmasi kematian
10. Jika tercapai ROSC, segera diputuskan ruang penanganan selanjutnya. Jika
pasien rawat inap dipindahkan ke ICU. Jika bukan pasien rawat inap
dipindahkan ke IGD untuk persiapan ke ICU
11. Sementara menunggu ruang perawatan definitif, penanganan pasien
tersebut dirawat sesuai dengan fasiltas yang tersedia saat itu dengan
tindakan ventilasi mekanik yang dilakukan secara manual (bagging) maupun
ventilator portable jika tersedia
12. Pasien dipindahkan ke ICU bila persyaratan administrasi dan ruang ICU
sudah tersedia
13. Dokumentasi secara lengkap kegiatan

CODE BLUE RSUD Dr. M ASHARI PEMALANG [Autosaved].pptx

  • 1.
    CODE BLUE RSUD Dr.M ASHARI PEMALANG Oleh : Slamet Riadi,S.Kep.,Ns
  • 3.
    Definis Code Blueadalah tanda atau kode panggilan yang menandakan adanya kondisi kegawat-daruratan pasien (henti nafas dan henti jantung) yang terjadi di lingkungan rumah sakit yang memerlukan tindakan cepat dan resusitasi. Code blue merupakan salah satu kode prosedural emergensi untuk henti jantung dan henti napas Tim Code Blue (TKB) adalah sekelompok orang yang di tugaskan melakukan Bantuan Hidup Dasar dan Bantuan Hidup Lanjutan di lokasi kejadian
  • 5.
    Memberikan resusitasi danstabilisasi yang cepat bagi korban yang mengalami kondisi darurat cardio-respiratory arrest yang berada dalam kawasan rumah sakit. 1.Peraturan Direktur Nomor 445/100/PERDIR/I/2019 tentang Pelayanan Pasien 2.Keputusan Direktur Nomor 445/104/SK/I/2019 tentang Kebijakan Pelayanan dan Asuhan Pasien 3.Keputusan Direktur Nomor 445/ 420 /SK/I/2019 tentang Panduan Code Blue TUJUAN KEBIJAKAN
  • 10.
    Code Blue tidak diaktifkanpada: PASIEN RUANGAN • DNR • Fase terminal • penyakit Paliatif Care • ICU • Kamar Operasi • Ruang Catheterisasi Jantung
  • 11.
    PROSEDUR 1. Identifikasi pasien/korbandengan penurunan kondisi 2. Lakukan 3A 3. Cek respon korban 4. Permohonan bantuan ke 0 5. Penolong mengecek nadi karotis maksimal selama 10 detik 6. Jika tidak ada nadi -> lakukan BHD sesuai algoritma sampai tim Code Blue datang 7. Tim code blue yang bertugas hari itu bergegas menuju tempat kejadian dengan resusitasi kit dan AED dalam waktu kurang dari 5 menit 8. Mulai atau lanjutkan BHD/CPR oleh Tim Code Blue
  • 12.
    PROSEDUR 9. Jika korbanbukan pasien rawat inap dan meninggal di tempat, korban harus tetap dipindahkan ke IGD untuk mengkonfirmasi kematian 10. Jika tercapai ROSC, segera diputuskan ruang penanganan selanjutnya. Jika pasien rawat inap dipindahkan ke ICU. Jika bukan pasien rawat inap dipindahkan ke IGD untuk persiapan ke ICU 11. Sementara menunggu ruang perawatan definitif, penanganan pasien tersebut dirawat sesuai dengan fasiltas yang tersedia saat itu dengan tindakan ventilasi mekanik yang dilakukan secara manual (bagging) maupun ventilator portable jika tersedia 12. Pasien dipindahkan ke ICU bila persyaratan administrasi dan ruang ICU sudah tersedia 13. Dokumentasi secara lengkap kegiatan