DEFINISI Struktur Modaladalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri.
Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang jangka Panjang maupun dalam jangka pendek.
Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan
kepemilikan Perusahaan.
TUJUAN Struktur modal dapat digunakan sebagai alat keputusan manajemen dalam mempertimbangkan
dan menentukan pendanaan perusahaan pada periode usaha yang akan datang.
Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya utang cenderung
menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkat
pengembalian, diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut.
Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang
mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian
sehingga Memaksimumkan harga saham.
5.
Penggunaan DER (Debtto Equity Ratio) untuk menggambarkan struktur
modal Perusahaan. Indikasi DER adalah penyediaan dana oleh pemegang
saham terhadap pembeli pinjaman. Semakin tinggi rasio DER, maka
semakin rendah pendanaan Perusahaan yang disediakan oleh pemegang
saham.
6.
Inflasi
Menggambarkan kemampuan Perusahaandalam
memenuhi kewajiban utang jangka pendek
• Risiko Bisnis Perusahaan
• Posisi Pajak Perusahaan (biaya bunga deductible)
• Fleksibilitas keuangan - penambahan modal
Melalui analisis manajemendapat melihat dampak dari
berbagai alternatif pendanaan terhadap EPS (earning per
share) pada tingkatan EBIT (earning before interest and tax)
yang bervariasi. EPS adalah aba bersih sesudah pajak (EAT)
dibagi jumlah lembar sahan Perusahaan yang beredar.
Hubungan ebit dan eps:
• Menghitung eps pada berbagai allternatif pendanaan
untuk EBIT tertentu
• Mengulang langkah pertama untuk ebit yang berbeda-
beda dan hasilnya akan digambarkan pada grafik EBIT-
EPS.
Keputusan struktur
modal yang dipilih
haruslah yang
memaksimumkan
harga saham
Perubahan dalam
penggunaan utang akan
mengakibatkan
perubahan EPS karena
itu juga mengakibatkan
perubahan harga
saham
10.
WACC dihasilkan dariproporsi penyesuaian
tingkat utang dan modal dengan
pertimbangan risiko keuangan yang sangat
diminimalisasikan.
Namun, dalam praktek, WACC bukan satu-
satunya formulasi yang digunakan oleh
manajemen dalam menentukan keputusan
yang optimal.
WACC:
(% Proportion of Equity * Cost of Equity) + (% Proportion of Debt * Cost of Debt * (1 - Tax Rate))
12.
Kemampuan Perusahaan untukmemenuhi kewajiban
jangka Panjang, sedangkan rasio jaminan menunjukkan
kemampuan membayar bunga dan pokok pinjaman yang
jatuh tempo. Untuk menghitung rasio hutang, manajemen
menggunakan informasi dari neraca. Sedangkan untuk
menghitung rasio jaminan menggunakan informasi dari
laporan laba rugi yang dipergunakan.
Leverage keuangan adalah suatu ukuran yang menunjukkan
sampai sejauh mana sekuritas berpenghasilan tetap (utang
dan saham preferen) digunakan dalam struktur modal
perusahaan
13.
1. Total hutangdibagi total aktiva
2.
Hutang jangka Panjang dibagi dengan
(hutang jangka Panjang+modal sendiri)
3. Total hutang dibagi modal sendiri
14.
Data Perusahaan "B"
INeraca per 31/12/2020
Aktiva Lancar $ 100.000 Utang $ 0
Aktiva Tetap Bersih 100.000 Saham Biasa (10.000 lbr) 200.000
Total Aktiva 200.000
Total Kewj. &
Ekuitas
200.000
II Perhitungan Rugi/Laba 2020
Penjualan 200.000
Biaya Tetap Operasi 40.000
Biaya Variabel Operasi 120.000 160.000
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) 40.000
Bunga 0
Laba kena pajak 40.000
Pajak (40%) 16.000
Laba bersih setelah pajak 24.000
III Data lainnya
1 Laba per lembar saham (EPS) 2,40
2 Dividen per saham (DPS) (seluruh laba dibagi sebagai dividen) 2,40
3 Nilai buku per saham 20
4 Nilai pasar per saham (Po) (harga jual saham = nilai bukunya) 20
5 Rasio harga/laba (P/E) 8,33
15.
Suku Bunga untukPerusahaan B dengan Rasio
Utang/Aktiva yang berbeda-beda
Jumlah Pinjaman Rasio Utang/Aktiva
Suku Bunga (kd)
atas semua utang
($) (%) (%)
20.000 10 8,0
40.000 20 8,3
60.000 30 9,0
80.000 40 10,0
100.000 50 12,0
120.000 60 15,0
Asumsikan:
Perusahaan B harus meminjam dalam kelipatan $ 20.000
Rasio utang perusahaan B maksimal 60% dari total aktiva
16.
Perusahaan B:
EPS denganjumlah Leverage Keuangan yang
berbeda-beda (ribu $ kecuali angka per saham)
I Perhitungan EBIT
Probabilitas penjualan 0,2 0,6 0,2
Penjualan $ 100,0 200,0 300,0
Biaya Tetap 40,0 40,0 40,0
Biaya Variabel (60% dari penjualan) 60,0 120,0 180,0
Biaya Total (kecuali bunga) 100,0 160,0 220,0
Laba sblm bunga dan Pajak (EBIT) 0,0 40,0 80,0
More . . .
17.
More . ..
II Situasi jika Utang/Aktiva (D/A) = 0%
EBIT 0,0 40,0 80,0
Dikurangi bunga 0,0 0,0 0,0
Laba sebelum pajak 0,0 40,0 80,0
Pajak (40%) 0,0 16,0 32,0
Laba bersih setelah pajak 0,0 24,0 48,0
Laba per saham (EPS) 10.000 lbr. 0,00 2,40 4,80
EPS yang diharapkan 2,40
Deviasi Standar EPS 1,52
Koefisien variasi 0,63
18.
III Situasi jikaUtang/Aktiva (D/A) = 50%
EBIT 0,0 0,6 0,0
Dikurangi bunga (0,12 x $100.000) 12,0 12,0 12,0
Laba sebelum pajak -12,0 28,0 68,0
Pajak (40%) -4,8 11,2 27,2
Laba bersih setelah pajak -7,2 16,8 40,8
Laba per saham (EPS) 5.000 lbr. -1,44 3,36 8,16
EPS yang diharapkan 3,36
Deviasi Standar EPS 3,04
Koefisien variasi 0,90
19.
(Penjualan - BiayaTetap - Biaya Variabel - Bunga) (1 - Tarif Pajak)
EPS = -------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Saham yang beredar
(EBIT) (1 - T)
= -------------------------------------------
Jumlah Saham yang beredar
Sedangkan untuk EPS dengan ada Utang :
(EBT) (1 - T)
= -------------------------------------------
Jumlah Saham yang beredar
Menghitung EPS
*************************************************
20.
Analisis atas EPSyang
“Indiferen”
Titik indiferen EPS (EPS indifference
point) adalah tingkat penjualan yang
mengakibatkan EPS menjadi sama
meskipun perusahaan melakukan
pembiayaan dengan utang ataupun
dengan saham biasa
*************************************************
21.
SBE - F- V - I1 SBE - F - V - I2
EPS1 = ------------------------ = -------------------------
Jumlah Saham1 Jumlah Saham2
(Jumlah Saham1) (I1) - (Jumlah Saham2) (I2) 1
SBE = + F
Jumlah Saham2 - Jumlah Saham1 1 - v
Menghitung EPS yang “Indiferen”
*************************************************
di mana:
SBE = Titik impas atau titik indiferen di mana EPS1 = EPS2
I1 & I2 = Beban bunga pada dua tingkat (jumlah uang)
F = Biaya tetap
V = Biaya variabel = (Penjualan) x (v)
v = Persentase biaya variabel
Menghitung Tingkat LeverageOperasi
*************************************************
Δ EBIT
Persentase perubahan EBIT EBIT
DOL = ------------------------------------------------ = ----------
Persentase perubahan Penjualan Δ Q
Q
More . . .
30.
*************************************************
DOLQ = TingkatLeverage Operasi pada Titik Q =
Q (P – V)
Q (P – V) - F
=
S - VC
S – VC - F
DOLRp =
Dimana:
Q = Jumlah keluaran mula-mula dalam
unit;
P = Harga jual rata-rata per unit atau
keluaran;
V = Biaya variabel per unit;
F = Biaya tetap operasi;
S = Jumlah penjualan semula dalam
Rupiah;
VC = Total biaya variabel
Menghitung Tingkat Leverage Operasi
Penggabungan Leverage
Operasi danKeuangan
*************************************************
Tingkat leverage total (degree of total
leverage = DTL) adalah persentase
perubahan EPS yang diakibatkan oleh
perubahan penjualan sebesar persentase
tertentu.
DTL menunjukkan pengaruh dari leverage
operasi serentak dengan pengaruh
leverage keuangan