Pertemuan ke-2
Manajemen keuangan -2
Fitria Ningrum S
DEFINISI Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri.
Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang jangka Panjang maupun dalam jangka pendek.
Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan
kepemilikan Perusahaan.
TUJUAN Struktur modal dapat digunakan sebagai alat keputusan manajemen dalam mempertimbangkan
dan menentukan pendanaan perusahaan pada periode usaha yang akan datang.
Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya utang cenderung
menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkat
pengembalian, diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut.
Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang
mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian
sehingga Memaksimumkan harga saham.
Penggunaan DER (Debt to Equity Ratio) untuk menggambarkan struktur
modal Perusahaan. Indikasi DER adalah penyediaan dana oleh pemegang
saham terhadap pembeli pinjaman. Semakin tinggi rasio DER, maka
semakin rendah pendanaan Perusahaan yang disediakan oleh pemegang
saham.
Inflasi
Menggambarkan kemampuan Perusahaan dalam
memenuhi kewajiban utang jangka pendek
• Risiko Bisnis Perusahaan
• Posisi Pajak Perusahaan (biaya bunga deductible)
• Fleksibilitas keuangan - penambahan modal
• -Stabilitas penjualan
• -Operating leverage
• -Corporate taxes
• -Kadar resiko dari aktiva
• -Lenders dan rating agencies
• -Internal cash flow
• -Pengendalian
• -Kondisi ekonomi
• -Preferensi pihak manajemen
• -Debt convenant
• -Agency cost
• -Profitabilitas
• -Risiko bisnis
Melalui analisis manajemen dapat melihat dampak dari
berbagai alternatif pendanaan terhadap EPS (earning per
share) pada tingkatan EBIT (earning before interest and tax)
yang bervariasi. EPS adalah aba bersih sesudah pajak (EAT)
dibagi jumlah lembar sahan Perusahaan yang beredar.
Hubungan ebit dan eps:
• Menghitung eps pada berbagai allternatif pendanaan
untuk EBIT tertentu
• Mengulang langkah pertama untuk ebit yang berbeda-
beda dan hasilnya akan digambarkan pada grafik EBIT-
EPS.
Keputusan struktur
modal yang dipilih
haruslah yang
memaksimumkan
harga saham
Perubahan dalam
penggunaan utang akan
mengakibatkan
perubahan EPS karena
itu juga mengakibatkan
perubahan harga
saham
WACC dihasilkan dari proporsi penyesuaian
tingkat utang dan modal dengan
pertimbangan risiko keuangan yang sangat
diminimalisasikan.
Namun, dalam praktek, WACC bukan satu-
satunya formulasi yang digunakan oleh
manajemen dalam menentukan keputusan
yang optimal.
WACC:
(% Proportion of Equity * Cost of Equity) + (% Proportion of Debt * Cost of Debt * (1 - Tax Rate))
Kemampuan Perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka Panjang, sedangkan rasio jaminan menunjukkan
kemampuan membayar bunga dan pokok pinjaman yang
jatuh tempo. Untuk menghitung rasio hutang, manajemen
menggunakan informasi dari neraca. Sedangkan untuk
menghitung rasio jaminan menggunakan informasi dari
laporan laba rugi yang dipergunakan.
Leverage keuangan adalah suatu ukuran yang menunjukkan
sampai sejauh mana sekuritas berpenghasilan tetap (utang
dan saham preferen) digunakan dalam struktur modal
perusahaan
1. Total hutang dibagi total aktiva
2.
Hutang jangka Panjang dibagi dengan
(hutang jangka Panjang+modal sendiri)
3. Total hutang dibagi modal sendiri
Data Perusahaan "B"
I Neraca per 31/12/2020
Aktiva Lancar $ 100.000 Utang $ 0
Aktiva Tetap Bersih 100.000 Saham Biasa (10.000 lbr) 200.000
Total Aktiva 200.000
Total Kewj. &
Ekuitas
200.000
II Perhitungan Rugi/Laba 2020
Penjualan 200.000
Biaya Tetap Operasi 40.000
Biaya Variabel Operasi 120.000 160.000
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) 40.000
Bunga 0
Laba kena pajak 40.000
Pajak (40%) 16.000
Laba bersih setelah pajak 24.000
III Data lainnya
1 Laba per lembar saham (EPS) 2,40
2 Dividen per saham (DPS) (seluruh laba dibagi sebagai dividen) 2,40
3 Nilai buku per saham 20
4 Nilai pasar per saham (Po) (harga jual saham = nilai bukunya) 20
5 Rasio harga/laba (P/E) 8,33
Suku Bunga untuk Perusahaan B dengan Rasio
Utang/Aktiva yang berbeda-beda
Jumlah Pinjaman Rasio Utang/Aktiva
Suku Bunga (kd)
atas semua utang
($) (%) (%)
20.000 10 8,0
40.000 20 8,3
60.000 30 9,0
80.000 40 10,0
100.000 50 12,0
120.000 60 15,0
Asumsikan:
Perusahaan B harus meminjam dalam kelipatan $ 20.000
Rasio utang perusahaan B maksimal 60% dari total aktiva
Perusahaan B:
EPS dengan jumlah Leverage Keuangan yang
berbeda-beda (ribu $ kecuali angka per saham)
I Perhitungan EBIT
Probabilitas penjualan 0,2 0,6 0,2
Penjualan $ 100,0 200,0 300,0
Biaya Tetap 40,0 40,0 40,0
Biaya Variabel (60% dari penjualan) 60,0 120,0 180,0
Biaya Total (kecuali bunga) 100,0 160,0 220,0
Laba sblm bunga dan Pajak (EBIT) 0,0 40,0 80,0
More . . .
More . . .
II Situasi jika Utang/Aktiva (D/A) = 0%
EBIT 0,0 40,0 80,0
Dikurangi bunga 0,0 0,0 0,0
Laba sebelum pajak 0,0 40,0 80,0
Pajak (40%) 0,0 16,0 32,0
Laba bersih setelah pajak 0,0 24,0 48,0
Laba per saham (EPS) 10.000 lbr. 0,00 2,40 4,80
EPS yang diharapkan 2,40
Deviasi Standar EPS 1,52
Koefisien variasi 0,63
III Situasi jika Utang/Aktiva (D/A) = 50%
EBIT 0,0 0,6 0,0
Dikurangi bunga (0,12 x $100.000) 12,0 12,0 12,0
Laba sebelum pajak -12,0 28,0 68,0
Pajak (40%) -4,8 11,2 27,2
Laba bersih setelah pajak -7,2 16,8 40,8
Laba per saham (EPS) 5.000 lbr. -1,44 3,36 8,16
EPS yang diharapkan 3,36
Deviasi Standar EPS 3,04
Koefisien variasi 0,90
(Penjualan - Biaya Tetap - Biaya Variabel - Bunga) (1 - Tarif Pajak)
EPS = -------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Saham yang beredar
(EBIT) (1 - T)
= -------------------------------------------
Jumlah Saham yang beredar
Sedangkan untuk EPS dengan ada Utang :
(EBT) (1 - T)
= -------------------------------------------
Jumlah Saham yang beredar
Menghitung EPS
*************************************************
Analisis atas EPS yang
“Indiferen”
Titik indiferen EPS (EPS indifference
point) adalah tingkat penjualan yang
mengakibatkan EPS menjadi sama
meskipun perusahaan melakukan
pembiayaan dengan utang ataupun
dengan saham biasa
*************************************************
SBE - F - V - I1 SBE - F - V - I2
EPS1 = ------------------------ = -------------------------
Jumlah Saham1 Jumlah Saham2
(Jumlah Saham1) (I1) - (Jumlah Saham2) (I2) 1
SBE = + F
Jumlah Saham2 - Jumlah Saham1 1 - v
Menghitung EPS yang “Indiferen”
*************************************************
di mana:
SBE = Titik impas atau titik indiferen di mana EPS1 = EPS2
I1 & I2 = Beban bunga pada dua tingkat (jumlah uang)
F = Biaya tetap
V = Biaya variabel = (Penjualan) x (v)
v = Persentase biaya variabel
Perusahaan B:
Hubungan antara EPS yang diharapkan, Risiko, dan
Leverage Keuangan
Rasio
Utang/Aktiva
EPS yang
diharapkan
Deviasi
Strandar EPS
Koefisien
Variasi
(%) ($) ($)
0 2,40 1,52 0,63
10 2,56 1,69 0,66
20 2,75 1,90 0,69
30 2,97 2,17 0,73
40 3,20 2,53 0,79
50 3,36 3,04 0,90
60 3,30 3,79 1,15
Taksiran Harga Saham dan Biaya Modal Perusahaan B
dengan Rasio Utang/Aktiva yang berbeda-beda
Utang /
Aktiva
kd
EPS (dan
DPS) yg
diharapkan
Taksiran
Beta
ks
Taksira
Harga
Rasio
P/E
WACC
0 - 2,40 1,50 12,0 20,00 8,33 12,00
10 8,00 2,56 1,55 12,2 20,98 8,20 11,46
20 8,30 2,75 1,65 12,6 21,83 7,94 11,08
30 9,00 2,97 1,80 13,2 22,50 7,58 10,86
40 10,00 3,20 2,00 14,0 22,86 7,14 10,80
50 12,00 3,36 2,30 15,2 22,11 6,58 11,20
60 15,00 3,30 2,70 16,8 19,64 5,95 12,12
Hubungan EPS yang diharapkan dengan Rasio Utang
0,0
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5
3,0
3,5
4,0
0 10 20 30 40 50 60 70
% Rasio Utang/Aktiva
EPS
yang
diharapkan
Hubungan Biaya Modal dengan Rasio Utang/Aktiva
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
0 10 20 30 40 50 60 70
% Rasio Utang/Aktiva
Biaya
Modal
kd
ks
WACC
Hubungan Harga Saham dengan Rasio Utang/Aktiva
19,0
19,5
20,0
20,5
21,0
21,5
22,0
22,5
23,0
23,5
0 10 20 30 40 50 60 70
% Rasio Utang/Aktiva
Harga
Saham
Harga Saham
Tingkat Leverage Operasi
*************************************************
Tingkat Leverage Operasi (Degree of
Operating Leverage = DOL) adalah
persentase perubahan EBIT sebagai
akibat berubahnya penjualan dalam
persentase tertentu
Menghitung Tingkat Leverage Operasi
*************************************************
Δ EBIT
Persentase perubahan EBIT EBIT
DOL = ------------------------------------------------ = ----------
Persentase perubahan Penjualan Δ Q
Q
More . . .
*************************************************
DOLQ = Tingkat Leverage Operasi pada Titik Q =
Q (P – V)
Q (P – V) - F
=
S - VC
S – VC - F
DOLRp =
Dimana:
Q = Jumlah keluaran mula-mula dalam
unit;
P = Harga jual rata-rata per unit atau
keluaran;
V = Biaya variabel per unit;
F = Biaya tetap operasi;
S = Jumlah penjualan semula dalam
Rupiah;
VC = Total biaya variabel
Menghitung Tingkat Leverage Operasi
*************************************************
Menghitung Tingkat Leverage Operasi
$ 200.000 - $ 120.000
$ 200.000 - $ 120.000 - $ 40.000
DOL$200.000 = = 2,0
DOL$300.000 = = 1,5
$ 300.000 - $ 180.000
$ 300.000 - $ 180.000 - $ 40.000
Tingkat Leverage Keuangan
*************************************************
Tingkat Leverage Keuangan (Degree
of Financial Leverage = DFL) adalah
persentase perubahan laba yang
tersedia bagi pemegang saham biasa
yang diakibatkan oleh berubahnya
laba sebelum bunga dan pajak dalam
persentase tertentu
Menghitung Tingkat Leverage Keuangan
*************************************************
%ΔEPS EBIT
%ΔEBIT EBIT - I
DFL = =
Dimana: I = biaya bunga
Menghitung Tingkat Leverage Keuangan
*************************************************
$ 40.000
$ 40.000 – 12.000
DFLs=$200.000;D=50% = = 1,43
ΔEPS $ 8,16 - $ 3,36
ΔEPS0 $ 3,36
%ΔEPS = = = 1,43
Penggabungan Leverage
Operasi dan Keuangan
*************************************************
Tingkat leverage total (degree of total
leverage = DTL) adalah persentase
perubahan EPS yang diakibatkan oleh
perubahan penjualan sebesar persentase
tertentu.
DTL menunjukkan pengaruh dari leverage
operasi serentak dengan pengaruh
leverage keuangan
Menghitung DTL
*************************************************
DTL = (DOL) (DFL) = (2,0) (1,43) = 2,86
Q(P – V) S – VC
Q(P – V) – F – I S – VC – F – I
$200.000 – 120.000
$200.000 - $120.000 - $40.000 - $ 12.000
= 2,86
DTL = =
DTL$200.000;50% =
Menghitung EPS untuk setiap
kenaikan penjualan
*************************************************
EPS1 = EPS0 + EPS0 {(DTL) (%Δsales)}
= EPS0 {1 + (DTL) (%Δsales)}
= $ 3,36 {1 + (2,86) (0,5)}
= $ 8,16
Latihan soal
Analisis 2 Perusahaan di bidang yang sama
terkait leverage dan WACC. Manakah yang
lebih menguntungkan investor
Tugas Per klp
P2 Biaya modal dan Leverage - MK 2 fix.pdf

P2 Biaya modal dan Leverage - MK 2 fix.pdf

  • 1.
  • 3.
    DEFINISI Struktur Modaladalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang jangka Panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan Perusahaan. TUJUAN Struktur modal dapat digunakan sebagai alat keputusan manajemen dalam mempertimbangkan dan menentukan pendanaan perusahaan pada periode usaha yang akan datang. Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkat pengembalian, diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga Memaksimumkan harga saham.
  • 5.
    Penggunaan DER (Debtto Equity Ratio) untuk menggambarkan struktur modal Perusahaan. Indikasi DER adalah penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pembeli pinjaman. Semakin tinggi rasio DER, maka semakin rendah pendanaan Perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham.
  • 6.
    Inflasi Menggambarkan kemampuan Perusahaandalam memenuhi kewajiban utang jangka pendek • Risiko Bisnis Perusahaan • Posisi Pajak Perusahaan (biaya bunga deductible) • Fleksibilitas keuangan - penambahan modal
  • 7.
    • -Stabilitas penjualan •-Operating leverage • -Corporate taxes • -Kadar resiko dari aktiva • -Lenders dan rating agencies • -Internal cash flow • -Pengendalian • -Kondisi ekonomi • -Preferensi pihak manajemen • -Debt convenant • -Agency cost • -Profitabilitas • -Risiko bisnis
  • 9.
    Melalui analisis manajemendapat melihat dampak dari berbagai alternatif pendanaan terhadap EPS (earning per share) pada tingkatan EBIT (earning before interest and tax) yang bervariasi. EPS adalah aba bersih sesudah pajak (EAT) dibagi jumlah lembar sahan Perusahaan yang beredar. Hubungan ebit dan eps: • Menghitung eps pada berbagai allternatif pendanaan untuk EBIT tertentu • Mengulang langkah pertama untuk ebit yang berbeda- beda dan hasilnya akan digambarkan pada grafik EBIT- EPS. Keputusan struktur modal yang dipilih haruslah yang memaksimumkan harga saham Perubahan dalam penggunaan utang akan mengakibatkan perubahan EPS karena itu juga mengakibatkan perubahan harga saham
  • 10.
    WACC dihasilkan dariproporsi penyesuaian tingkat utang dan modal dengan pertimbangan risiko keuangan yang sangat diminimalisasikan. Namun, dalam praktek, WACC bukan satu- satunya formulasi yang digunakan oleh manajemen dalam menentukan keputusan yang optimal. WACC: (% Proportion of Equity * Cost of Equity) + (% Proportion of Debt * Cost of Debt * (1 - Tax Rate))
  • 12.
    Kemampuan Perusahaan untukmemenuhi kewajiban jangka Panjang, sedangkan rasio jaminan menunjukkan kemampuan membayar bunga dan pokok pinjaman yang jatuh tempo. Untuk menghitung rasio hutang, manajemen menggunakan informasi dari neraca. Sedangkan untuk menghitung rasio jaminan menggunakan informasi dari laporan laba rugi yang dipergunakan. Leverage keuangan adalah suatu ukuran yang menunjukkan sampai sejauh mana sekuritas berpenghasilan tetap (utang dan saham preferen) digunakan dalam struktur modal perusahaan
  • 13.
    1. Total hutangdibagi total aktiva 2. Hutang jangka Panjang dibagi dengan (hutang jangka Panjang+modal sendiri) 3. Total hutang dibagi modal sendiri
  • 14.
    Data Perusahaan "B" INeraca per 31/12/2020 Aktiva Lancar $ 100.000 Utang $ 0 Aktiva Tetap Bersih 100.000 Saham Biasa (10.000 lbr) 200.000 Total Aktiva 200.000 Total Kewj. & Ekuitas 200.000 II Perhitungan Rugi/Laba 2020 Penjualan 200.000 Biaya Tetap Operasi 40.000 Biaya Variabel Operasi 120.000 160.000 Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) 40.000 Bunga 0 Laba kena pajak 40.000 Pajak (40%) 16.000 Laba bersih setelah pajak 24.000 III Data lainnya 1 Laba per lembar saham (EPS) 2,40 2 Dividen per saham (DPS) (seluruh laba dibagi sebagai dividen) 2,40 3 Nilai buku per saham 20 4 Nilai pasar per saham (Po) (harga jual saham = nilai bukunya) 20 5 Rasio harga/laba (P/E) 8,33
  • 15.
    Suku Bunga untukPerusahaan B dengan Rasio Utang/Aktiva yang berbeda-beda Jumlah Pinjaman Rasio Utang/Aktiva Suku Bunga (kd) atas semua utang ($) (%) (%) 20.000 10 8,0 40.000 20 8,3 60.000 30 9,0 80.000 40 10,0 100.000 50 12,0 120.000 60 15,0 Asumsikan: Perusahaan B harus meminjam dalam kelipatan $ 20.000 Rasio utang perusahaan B maksimal 60% dari total aktiva
  • 16.
    Perusahaan B: EPS denganjumlah Leverage Keuangan yang berbeda-beda (ribu $ kecuali angka per saham) I Perhitungan EBIT Probabilitas penjualan 0,2 0,6 0,2 Penjualan $ 100,0 200,0 300,0 Biaya Tetap 40,0 40,0 40,0 Biaya Variabel (60% dari penjualan) 60,0 120,0 180,0 Biaya Total (kecuali bunga) 100,0 160,0 220,0 Laba sblm bunga dan Pajak (EBIT) 0,0 40,0 80,0 More . . .
  • 17.
    More . .. II Situasi jika Utang/Aktiva (D/A) = 0% EBIT 0,0 40,0 80,0 Dikurangi bunga 0,0 0,0 0,0 Laba sebelum pajak 0,0 40,0 80,0 Pajak (40%) 0,0 16,0 32,0 Laba bersih setelah pajak 0,0 24,0 48,0 Laba per saham (EPS) 10.000 lbr. 0,00 2,40 4,80 EPS yang diharapkan 2,40 Deviasi Standar EPS 1,52 Koefisien variasi 0,63
  • 18.
    III Situasi jikaUtang/Aktiva (D/A) = 50% EBIT 0,0 0,6 0,0 Dikurangi bunga (0,12 x $100.000) 12,0 12,0 12,0 Laba sebelum pajak -12,0 28,0 68,0 Pajak (40%) -4,8 11,2 27,2 Laba bersih setelah pajak -7,2 16,8 40,8 Laba per saham (EPS) 5.000 lbr. -1,44 3,36 8,16 EPS yang diharapkan 3,36 Deviasi Standar EPS 3,04 Koefisien variasi 0,90
  • 19.
    (Penjualan - BiayaTetap - Biaya Variabel - Bunga) (1 - Tarif Pajak) EPS = ------------------------------------------------------------------------------------------------- Jumlah Saham yang beredar (EBIT) (1 - T) = ------------------------------------------- Jumlah Saham yang beredar Sedangkan untuk EPS dengan ada Utang : (EBT) (1 - T) = ------------------------------------------- Jumlah Saham yang beredar Menghitung EPS *************************************************
  • 20.
    Analisis atas EPSyang “Indiferen” Titik indiferen EPS (EPS indifference point) adalah tingkat penjualan yang mengakibatkan EPS menjadi sama meskipun perusahaan melakukan pembiayaan dengan utang ataupun dengan saham biasa *************************************************
  • 21.
    SBE - F- V - I1 SBE - F - V - I2 EPS1 = ------------------------ = ------------------------- Jumlah Saham1 Jumlah Saham2 (Jumlah Saham1) (I1) - (Jumlah Saham2) (I2) 1 SBE = + F Jumlah Saham2 - Jumlah Saham1 1 - v Menghitung EPS yang “Indiferen” ************************************************* di mana: SBE = Titik impas atau titik indiferen di mana EPS1 = EPS2 I1 & I2 = Beban bunga pada dua tingkat (jumlah uang) F = Biaya tetap V = Biaya variabel = (Penjualan) x (v) v = Persentase biaya variabel
  • 23.
    Perusahaan B: Hubungan antaraEPS yang diharapkan, Risiko, dan Leverage Keuangan Rasio Utang/Aktiva EPS yang diharapkan Deviasi Strandar EPS Koefisien Variasi (%) ($) ($) 0 2,40 1,52 0,63 10 2,56 1,69 0,66 20 2,75 1,90 0,69 30 2,97 2,17 0,73 40 3,20 2,53 0,79 50 3,36 3,04 0,90 60 3,30 3,79 1,15
  • 24.
    Taksiran Harga Sahamdan Biaya Modal Perusahaan B dengan Rasio Utang/Aktiva yang berbeda-beda Utang / Aktiva kd EPS (dan DPS) yg diharapkan Taksiran Beta ks Taksira Harga Rasio P/E WACC 0 - 2,40 1,50 12,0 20,00 8,33 12,00 10 8,00 2,56 1,55 12,2 20,98 8,20 11,46 20 8,30 2,75 1,65 12,6 21,83 7,94 11,08 30 9,00 2,97 1,80 13,2 22,50 7,58 10,86 40 10,00 3,20 2,00 14,0 22,86 7,14 10,80 50 12,00 3,36 2,30 15,2 22,11 6,58 11,20 60 15,00 3,30 2,70 16,8 19,64 5,95 12,12
  • 25.
    Hubungan EPS yangdiharapkan dengan Rasio Utang 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 0 10 20 30 40 50 60 70 % Rasio Utang/Aktiva EPS yang diharapkan
  • 26.
    Hubungan Biaya Modaldengan Rasio Utang/Aktiva 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 0 10 20 30 40 50 60 70 % Rasio Utang/Aktiva Biaya Modal kd ks WACC
  • 27.
    Hubungan Harga Sahamdengan Rasio Utang/Aktiva 19,0 19,5 20,0 20,5 21,0 21,5 22,0 22,5 23,0 23,5 0 10 20 30 40 50 60 70 % Rasio Utang/Aktiva Harga Saham Harga Saham
  • 28.
    Tingkat Leverage Operasi ************************************************* TingkatLeverage Operasi (Degree of Operating Leverage = DOL) adalah persentase perubahan EBIT sebagai akibat berubahnya penjualan dalam persentase tertentu
  • 29.
    Menghitung Tingkat LeverageOperasi ************************************************* Δ EBIT Persentase perubahan EBIT EBIT DOL = ------------------------------------------------ = ---------- Persentase perubahan Penjualan Δ Q Q More . . .
  • 30.
    ************************************************* DOLQ = TingkatLeverage Operasi pada Titik Q = Q (P – V) Q (P – V) - F = S - VC S – VC - F DOLRp = Dimana: Q = Jumlah keluaran mula-mula dalam unit; P = Harga jual rata-rata per unit atau keluaran; V = Biaya variabel per unit; F = Biaya tetap operasi; S = Jumlah penjualan semula dalam Rupiah; VC = Total biaya variabel Menghitung Tingkat Leverage Operasi
  • 31.
    ************************************************* Menghitung Tingkat LeverageOperasi $ 200.000 - $ 120.000 $ 200.000 - $ 120.000 - $ 40.000 DOL$200.000 = = 2,0 DOL$300.000 = = 1,5 $ 300.000 - $ 180.000 $ 300.000 - $ 180.000 - $ 40.000
  • 32.
    Tingkat Leverage Keuangan ************************************************* TingkatLeverage Keuangan (Degree of Financial Leverage = DFL) adalah persentase perubahan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa yang diakibatkan oleh berubahnya laba sebelum bunga dan pajak dalam persentase tertentu
  • 33.
    Menghitung Tingkat LeverageKeuangan ************************************************* %ΔEPS EBIT %ΔEBIT EBIT - I DFL = = Dimana: I = biaya bunga
  • 34.
    Menghitung Tingkat LeverageKeuangan ************************************************* $ 40.000 $ 40.000 – 12.000 DFLs=$200.000;D=50% = = 1,43 ΔEPS $ 8,16 - $ 3,36 ΔEPS0 $ 3,36 %ΔEPS = = = 1,43
  • 35.
    Penggabungan Leverage Operasi danKeuangan ************************************************* Tingkat leverage total (degree of total leverage = DTL) adalah persentase perubahan EPS yang diakibatkan oleh perubahan penjualan sebesar persentase tertentu. DTL menunjukkan pengaruh dari leverage operasi serentak dengan pengaruh leverage keuangan
  • 36.
    Menghitung DTL ************************************************* DTL =(DOL) (DFL) = (2,0) (1,43) = 2,86 Q(P – V) S – VC Q(P – V) – F – I S – VC – F – I $200.000 – 120.000 $200.000 - $120.000 - $40.000 - $ 12.000 = 2,86 DTL = = DTL$200.000;50% =
  • 37.
    Menghitung EPS untuksetiap kenaikan penjualan ************************************************* EPS1 = EPS0 + EPS0 {(DTL) (%Δsales)} = EPS0 {1 + (DTL) (%Δsales)} = $ 3,36 {1 + (2,86) (0,5)} = $ 8,16
  • 38.
    Latihan soal Analisis 2Perusahaan di bidang yang sama terkait leverage dan WACC. Manakah yang lebih menguntungkan investor Tugas Per klp