SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN
INDUSTRI RUMAH TANGGA
(SPP-IRT)
PRODUK MAKANAN MINUMAN
DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN
PANGAN
ADALAH segala sesuatu yang berasal
dari sumber hayati produk pertanian,
perkebunan, kehutanan, perikanan,
peternakan, perairan, dan air, baik
yang diolah maupun tidak diolah yang
diperuntukkan sebagai makanan atau
minuman bagi konsumsi manusia,
termasuk bahan tambahan Pangan,
bahan baku Pangan, dan bahan lainnya
yang digunakan dalam proses
penyiapan, pengolahan, dan/atau
pembuatan makanan atau minuman.
Pangan yang aman, bergizi, bermutu
dan tersedia secara cukup
merupakan prasyarat utama yang
harus dipenuhi dalam upaya
terselenggaranya
SISTEM PANGAN yang
ď‚— memberikan perlindungan bagi
kepentingan kesehatan serta
ď‚— berperan dalam meningkatkan
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat
 Undang-Undang RI nomor 8 tahun 1999
tentang Perlindungan Konsumen
 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan
 Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2012
tentang Pangan
 Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2004
tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
 Peraturan Pemerintah RI Nomor 69 Tahun
1999 Label Dan Iklan Pangan
 Peraturan Menteri Kesehatan RI. Nomor 033
Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan
Pangan.
• Kep. MenKes RI. No. 02912/B/SK/IX/86
Tentang Penyuluhan Bagi Perusahaan
Makanan Industri Rumah Tangga
• Peraturan Kepala Badan POM RI No. 22
Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian
Sertifikat Produksi Pangan IRT
• Peraturan Kepala Badan POM RI No.
HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012 Tentang
Cara Produksi Pangan yg Baik utk Industri
Rumah Tangga
• Peraturan Kepala Badan POM RI No.
HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012 Tentang
Tata Cara Pemeriksaan Sarana Produksi
Pangan Industri Rumah Tangga
Produksi pangan :
kegiatan atau proses menghasilkan,
menyiapkan, mengolah, membuat,
mengawetkan,mengemas, mengemas
kembali atau mengubah bentuk
pangan.
TUJUAN PENDAFTARAN PANGAN
Terjaminnya pangan yang bebas dari
bahaya baik bahaya biologis, kimia
maupun fisik serta diterimanya pangan
oleh konsumen dalam keadaan layak untuk
dikonsumsi.
Terlindunginya konsumen dari pangan
yang tidak layak, tidak aman dan
dipalsukan.
PENGENDALIAN PANGAN : PENDEKATAN
FROM FARM TO TABLE
PRODUK SI
BHN.MENTA
H & BHN.
PENO LONG
PENANGA
NAN BHN.
MENTAH
PENGO
LAHAN
DISTRI
BUSI
PEMAS
ARAN
KON
SUMEN
aman, mutu, gizi
IRTP

Sertifikat produksi pangan industri
rumah tangga (SPP-IRT) adalah :
Jaminan tertulis yang diberikan oleh
Pemerintah daerah Kab/Kota terhadap
pangan IRT di wilayah kerjanya yang
telah memenuhi persyaratan pemberian
SPP-IRT dalam rangka peredaran
pangan IRT
 PP No. 28 tahun 2004
 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
Pasal 43 :
ayat (2) Pangan olahan yang diproduksi oleh industri
rumah tangga WAJIB memiliki SERTIFIKAT
PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH
TANGGA (SPP-IRT)
ayat (3) SPP-IRT qoleh BUPATI / WALIKOTA- (melalui
Dinas Kesehatan Kab/Kota)
DEFINISI IRTP
Adalah perusahaan
pangan yang memiliki
tempat usaha di tempat
tinggal dengan peralatan
pengolahan pangan
manual hingga semi
otomatis
TATA CARA PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI
PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA
ALUR PENERBITAN P-IRT
PEMOHON
DINKES
KAB/KOTA
SERTIFIKAT
P-IRT
PEMOHON
PEM.SARANA
PENYULUHAN
1
3
2
4
5
SERTIFIKAT
PENYULUHAN
Pengajuan Permohonan
Permohonan SPP-IRT Diajukan
Kepada Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota c.q. Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota
Pengajuan Permohonan SPP-IRT
Permohonan diterima dan dievaluasi kelengkapan dan
kesesuaiannya yakni formulir yang memuat informasi
sebagai berikut :
(a) Nama jenis pangan
(b) Nama dagang
(c) Jenis kemasan
(d) Berat bersih/isi bersih
(e) Komposisi
(f) Tahapan produksi
(g) Nama, alamat,
(h) Nama pemilik dan NIB
(i) Nama penanggungjawab
(j) Informasi masa simpan (kedaluwarsa)
(k) Rancangan label
JENIS PANGAN PRODUK IRT
01 HASIL OLAHAN DAGING KERING
02 HASIL OLAHAN IKAN KERING
03 HASIL OLAHAN UNGGAS KERING
04 SAYUR ASIN DAN SAYUR KERING
05 HASIL OLAHAN KELAPA
06 TEPUNG DAN HASIL OLAHNYA
07 MINYAK DAN LEMAK
08 SELAI, JELI DAN SEJENISNYA
09 GULA, KEMBANG GULA DAN MADU
10 KOPI, TEH KERING
11 BUMBU
12 REMPAH-REMPAH
13 MINUMAN SERBUK
14 HASIL OLAHAN BUAH
15 HASIL OLAHAN BIJI-BIJIAN, KACANG-KACANGAN DAN
UMBI
JENIS KEMASAN
NO. KODE JENIS KEMASAN KETERANGAN
1. 1 Kaca/Gelas Bukan untuk pangan yang
disterilisasi
2. 2 Plastik Bukan untuk pangan yang
disterilisasi atau pasteurisasi
3. 3 Karton/Kertas
4. 4 Kaleng Bukan untuk pangan yang
disterilisasi
5. 5 Aluminium Foil
6. 6 Lain-lain Misalnya daun
PRODUK NON SPP-IRT
 Susu dan hasil olahannya
 Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang
memerlukan proses/penyimpanan beku
 Pangan kaleng
 Pangan untuk bayi
 Minuman Beralkohol
 Pangan yang wajib SNI
 Pangan lain yang ditetapkan Badan POM
 Peraturan ttg Pedoman Pemberian
SPP-IRT
Pasal 3
1. SPP-IRT berlaku 5 (lima) tahun
2. Pangan yang SPP-IRT telah berakhir masa
berlakunya dilarang untuk diedarkan
ELEMEN PENILAIAN
CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK UNTUK INDUSTRI
RUMAH TANGGA
(CPPB-IRT)
ď‚— 1. Lokasi dan lingkungan produksi
A. Lokasi IRTP
Lokasi IRTP seharusnya dijaga tetap bersih,
bebas dari sampah, bau, asap, kotoran dan
debu
ď‚— B. Lingkungan
Lingkungan seharusnya selalu
dipertahankan dalam keadaan bersih dengan
cara-cara sebagai berikut :
(1)Sampah dibuang dan tidak menumpuk
(2)Tempat sampah selalu tertutup
(3)Jalan dipelihara supaya tidak berdebu dan
selokannya berfungsi dengan baik.
 2. Bangunan dan Fasilitas
A. Bangunan ruang produksi
(1) Desain dan tata letak
Ruang produksi sebaiknya cukup luas
dan mudah dibersihkan
 (2) Lantai
sebaiknya dibuat dari bahan kedap air,
rata, tidak licin, kuat, memudahkan
pembuangan atau pengaliran air, air
tidak tergenang, bersih
 (3) Dinding atau pemisah ruangan
sebaiknya dibuat dari bahan kedap air,
rata, halus dan berwarna terang, bersih
dan mudah dibersihkan
 (4) Langit-langit
 (5)Pintu Ruangan
 (6)Jendela
 (7)Lubang Angin atau Ventilasi
 (8)Permukaan tempat kerja
 B. Fasilitas
1. Kelengkapan ruangan produksi
(a) Ruang produksi sebaiknya cukup
terang.
(b) Diruang Produksi seharusnya ada
tempat untuk mencuci tangan.
2. Tempat penyimpanan
ď‚— 3. PERALATAN PRODUKSI
a. Persyaratan bahan, peralatan produksi
Peralatan produksi sebaiknya terbuat dari
bahan yang kuat, tahan lama, tidak beracun,
mudah dipindahkan atau dibongkar
pasangan sehingga mudah dibersihkan dan
dipelihara dan tidak menimbulkan
pencemaran
c. Pengawasan dan pemantauan peralatan
produksi
Semua peralatan diperiksa, dan dipantau
agar berfungsi dengan baik dan selalu dalam
keadaan bersih.
d. Bahan perlengkapan dan alat
ukur/timbang
Alat ukur/timbang seharusnya dipastikan
keakuratannya.
 4. SUPLAI AIR ATAU SARANA
PENYEDIAAN AIR.
Sumber air bersih untuk proses produksi
sebaiknya cukup dan memenuhi persyaratan
kualitas air bersih dan/atau air minum.
ď‚— 5. FASILITAS DAN KEGIATAN HIGIENE
DAN SANITASI
a. Fasilitas higiene dan sanitasi
1.Sarana pembersihan/pencucian
2.Sarana hgiene karyawan
3.Sarana cuci tangan
4.Sarana toilet/jamban
5.Sarana pembuangan air dan limbah
 6. KESEHATAN DAN HIGIENE KARYAWAN
Kesehatan dan higiene karyawan yang dapat menjamin bahwa
karyawan kontak langsung maupun tidak langsung dengan pangan
tidak menjadi sumber pencemaran.
 7. PEMELIHARAAN DAN PROGRAM HIGIENE DAN SANITASI
Pemeliharaan dan program sanitasi terhadap fasilitas produksi
(bangunan, mesin / peralatan, pengendalian hama, pengadaan limbah
dan lainnya) dilakukan secara berkala untuk menjamin terhindarnya
kontaminasi silang terhadap pangan yang diolah.
 8. PENYIMPANAN
a. Penyimpanan Pangan dan produk akhir
1. Bahan dan produk akhir
harus disimpan terpisah dalam ruangan
bersih sesuai dengan suhu penyimpanan
dan penerangan cukup.
2. Penyimpanan bahan baku
tidak menyentuh lantai, menempel
kedinding maupun langit-langit
3. Bahan-bahan yang mudah menyerap
air
harus disimpan ditempat kering misalnya
garam, gula dan rempah-rempah bubuk.
ď‚— b. Penyimpanan bahan berbahaya
Bahan berbahaya disimpan dalam ruangan
tersendiri agar tidak mencemari pangan.
c. Penyimpanan wadah dan pengemasan
d. Penyimpanan label pangan
e. Penyimpanan peralatan produksi
ď‚— 9. PENGENDALIAN PROSES
Pengendalian produksi pangan industri
rumah tangga dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
A. Penetapan spesifikasi bahan
B. Penetapan komposisi dan formulasi bahan
C. Penetapan cara produksi yang baku
D. Penetapan jenis ukuran dan spesifikasi
kemasan
E. Keterangan lengkap tentang produk
 A. Penetapan spesifikasi bahan
1. Persyaratan bahan
(a) Harus menerima dan menggunakan bahan
yang tidak rusak, tidak busuk, tidak
mengandung bahan-bahan berbahaya.
(b) Jika menggunakan bahan tambahan pangan
(BTP) menggunakan BTP yang diijinkan sesuai
batas maksimum penggunaannya
(c)Tidak menggunakan bahan bahaya yang
dilarang untuk pangan.
ď‚— B. Penetapan komposisi dan penetapan bahan
1. Menentukan komposisi bahan yang digunakan dan
formula untuk memproduksi jenis pangan untuk
dihasilkan.
2. Mencatat dan menggunakan komposisi yang telah
ditentukan secara baku setiap saat secara konsisten.
3. Bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan
harus diukur atau ditimbang dengan alat ukur atau alat
timbang yang akurat
ď‚— C. Penetapan jenis, ukuran dan spesifikasi kemasan
Penggunaan pengemasan yang sesuai dan memenuhi
persyaratan akan mempertahankan keamanan dan
mutu pangan yang dikemas serta melindungi produk
terhadap pengaruh dari luar seperti sinar matahari,
panas, kelembaban, kotoran, benturan dan lain-lain.
 10. PELABELAN PANGAN
Kemasan pangan IRT diberi label yang
jelas dan informatif untuk memudahkan
konsumen dalam memilih, menangani,
menyimpan, mengolah dan
mengkonsumsi pangan IRT.
Label pangan sekurang-kurangnya
memuat :
A. Nama produk
B. Daftar bahan atau komposisi yang
digunakan
C. Berat bersih atau isi bersih
D. Nama dan alamat IRTP
E. Tanggal,bulan dan tahun kadaluarsa
F. Kode produksi
G. Nomor PIRT
 11. PENGAWASAN OLEH PENANGGUNG JAWAB
Seorang penanggung jawab diperlukan untuk mengawasi
seluruh tahap proses produksi serta pengendaliannya untuk
menjamin dihasilkannya produk pangan yang bermutu dan
aman.
Sanksi menurut UU NO.18 TAHUN
2012 TENTANG PANGAN
Pasal 135
Setiap orang yang menyelenggarakan kegiatan/proses
produksi penyimpanan, pengangkutan dan atau
peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan
sanitasi pangan sebagai mana dimaksudkan dalam
pasal 71 ayat (2) dipidana penjara paling lama 2 (dua)
tahun atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000,00
(empat miliar rupiah).
Pasal 136
Setiap orang yang melakukan produksi pangan untuk
diedarkan yang dengan sengaja menggunakan bahan
tambahan pangan melampaui ambang batas
maksimum yang ditetapkan atau bahan yang dilarang
digunakan sebagai bahan tambahan pangan dipidana
dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
atau denda paling banyak Rp.10.000.000.000,00
(sepuluh miliar rupiah).
Pencabutan/Pembatalan Sertifikat
Apabila ???
1. Melanggar peraturan di bidang
pangan
2. Pangan terbukti sebagai penyebab
Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan
pangan
3. Pangan mengandung Bahan
Berbahaya
4. Sarana terbukti tidak sesuai dengan
kriteria IRTP
PENUTUP
PANGAN YANG AMAN, BERMUTU DAN
BERGIZI MERUPAKAN TANGGUNG
JAWAB BERSAMA ANTARA
PEMERINTAH, INDUSTRI PANGAN DAN
KONSUMEN.
 Label dan iklan pangan merupakan tanggungjawab
produsen
 Label pangan harus mencatumkan informasi yang cukup
dan tidak menyesatkan bagi calon pembeli.
 Pencantuman label pada pangan IRTP harus memenuhi
peraturan yang berlaku.
 Perlu kerjasama yang sinergis antara pemerintah dan
produsen
6 PENUTUP

P IRT (UKM) .ppt

  • 1.
    SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRIRUMAH TANGGA (SPP-IRT) PRODUK MAKANAN MINUMAN DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN
  • 3.
    PANGAN ADALAH segala sesuatuyang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.
  • 4.
    Pangan yang aman,bergizi, bermutu dan tersedia secara cukup merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi dalam upaya terselenggaranya SISTEM PANGAN yang  memberikan perlindungan bagi kepentingan kesehatan serta  berperan dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat
  • 6.
     Undang-Undang RInomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen  Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan  Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan  Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan  Peraturan Pemerintah RI Nomor 69 Tahun 1999 Label Dan Iklan Pangan  Peraturan Menteri Kesehatan RI. Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan.
  • 7.
    • Kep. MenKesRI. No. 02912/B/SK/IX/86 Tentang Penyuluhan Bagi Perusahaan Makanan Industri Rumah Tangga • Peraturan Kepala Badan POM RI No. 22 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan IRT • Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012 Tentang Cara Produksi Pangan yg Baik utk Industri Rumah Tangga • Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga
  • 8.
    Produksi pangan : kegiatanatau proses menghasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan,mengemas, mengemas kembali atau mengubah bentuk pangan.
  • 9.
    TUJUAN PENDAFTARAN PANGAN Terjaminnyapangan yang bebas dari bahaya baik bahaya biologis, kimia maupun fisik serta diterimanya pangan oleh konsumen dalam keadaan layak untuk dikonsumsi. Terlindunginya konsumen dari pangan yang tidak layak, tidak aman dan dipalsukan.
  • 10.
    PENGENDALIAN PANGAN :PENDEKATAN FROM FARM TO TABLE PRODUK SI BHN.MENTA H & BHN. PENO LONG PENANGA NAN BHN. MENTAH PENGO LAHAN DISTRI BUSI PEMAS ARAN KON SUMEN aman, mutu, gizi IRTP
  • 11.
     Sertifikat produksi panganindustri rumah tangga (SPP-IRT) adalah : Jaminan tertulis yang diberikan oleh Pemerintah daerah Kab/Kota terhadap pangan IRT di wilayah kerjanya yang telah memenuhi persyaratan pemberian SPP-IRT dalam rangka peredaran pangan IRT
  • 12.
     PP No.28 tahun 2004  tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan Pasal 43 : ayat (2) Pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga WAJIB memiliki SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (SPP-IRT) ayat (3) SPP-IRT qoleh BUPATI / WALIKOTA- (melalui Dinas Kesehatan Kab/Kota)
  • 13.
    DEFINISI IRTP Adalah perusahaan panganyang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis
  • 14.
    TATA CARA PEMBERIANSERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA
  • 15.
  • 16.
    Pengajuan Permohonan Permohonan SPP-IRTDiajukan Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota c.q. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
  • 17.
    Pengajuan Permohonan SPP-IRT Permohonanditerima dan dievaluasi kelengkapan dan kesesuaiannya yakni formulir yang memuat informasi sebagai berikut : (a) Nama jenis pangan (b) Nama dagang (c) Jenis kemasan (d) Berat bersih/isi bersih (e) Komposisi (f) Tahapan produksi (g) Nama, alamat, (h) Nama pemilik dan NIB (i) Nama penanggungjawab (j) Informasi masa simpan (kedaluwarsa) (k) Rancangan label
  • 18.
    JENIS PANGAN PRODUKIRT 01 HASIL OLAHAN DAGING KERING 02 HASIL OLAHAN IKAN KERING 03 HASIL OLAHAN UNGGAS KERING 04 SAYUR ASIN DAN SAYUR KERING 05 HASIL OLAHAN KELAPA 06 TEPUNG DAN HASIL OLAHNYA 07 MINYAK DAN LEMAK 08 SELAI, JELI DAN SEJENISNYA 09 GULA, KEMBANG GULA DAN MADU 10 KOPI, TEH KERING 11 BUMBU 12 REMPAH-REMPAH 13 MINUMAN SERBUK 14 HASIL OLAHAN BUAH 15 HASIL OLAHAN BIJI-BIJIAN, KACANG-KACANGAN DAN UMBI
  • 19.
    JENIS KEMASAN NO. KODEJENIS KEMASAN KETERANGAN 1. 1 Kaca/Gelas Bukan untuk pangan yang disterilisasi 2. 2 Plastik Bukan untuk pangan yang disterilisasi atau pasteurisasi 3. 3 Karton/Kertas 4. 4 Kaleng Bukan untuk pangan yang disterilisasi 5. 5 Aluminium Foil 6. 6 Lain-lain Misalnya daun
  • 20.
    PRODUK NON SPP-IRT Susu dan hasil olahannya  Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses/penyimpanan beku  Pangan kaleng  Pangan untuk bayi  Minuman Beralkohol  Pangan yang wajib SNI  Pangan lain yang ditetapkan Badan POM
  • 21.
     Peraturan ttgPedoman Pemberian SPP-IRT Pasal 3 1. SPP-IRT berlaku 5 (lima) tahun 2. Pangan yang SPP-IRT telah berakhir masa berlakunya dilarang untuk diedarkan
  • 22.
    ELEMEN PENILAIAN CARA PRODUKSIPANGAN YANG BAIK UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA (CPPB-IRT) ď‚— 1. Lokasi dan lingkungan produksi A. Lokasi IRTP Lokasi IRTP seharusnya dijaga tetap bersih, bebas dari sampah, bau, asap, kotoran dan debu ď‚— B. Lingkungan Lingkungan seharusnya selalu dipertahankan dalam keadaan bersih dengan cara-cara sebagai berikut : (1)Sampah dibuang dan tidak menumpuk (2)Tempat sampah selalu tertutup (3)Jalan dipelihara supaya tidak berdebu dan selokannya berfungsi dengan baik.
  • 23.
     2. Bangunandan Fasilitas A. Bangunan ruang produksi (1) Desain dan tata letak Ruang produksi sebaiknya cukup luas dan mudah dibersihkan  (2) Lantai sebaiknya dibuat dari bahan kedap air, rata, tidak licin, kuat, memudahkan pembuangan atau pengaliran air, air tidak tergenang, bersih  (3) Dinding atau pemisah ruangan sebaiknya dibuat dari bahan kedap air, rata, halus dan berwarna terang, bersih dan mudah dibersihkan
  • 24.
     (4) Langit-langit (5)Pintu Ruangan  (6)Jendela  (7)Lubang Angin atau Ventilasi  (8)Permukaan tempat kerja  B. Fasilitas 1. Kelengkapan ruangan produksi (a) Ruang produksi sebaiknya cukup terang. (b) Diruang Produksi seharusnya ada tempat untuk mencuci tangan. 2. Tempat penyimpanan
  • 25.
    ď‚— 3. PERALATANPRODUKSI a. Persyaratan bahan, peralatan produksi Peralatan produksi sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat, tahan lama, tidak beracun, mudah dipindahkan atau dibongkar pasangan sehingga mudah dibersihkan dan dipelihara dan tidak menimbulkan pencemaran c. Pengawasan dan pemantauan peralatan produksi Semua peralatan diperiksa, dan dipantau agar berfungsi dengan baik dan selalu dalam keadaan bersih. d. Bahan perlengkapan dan alat ukur/timbang Alat ukur/timbang seharusnya dipastikan keakuratannya.
  • 26.
     4. SUPLAIAIR ATAU SARANA PENYEDIAAN AIR. Sumber air bersih untuk proses produksi sebaiknya cukup dan memenuhi persyaratan kualitas air bersih dan/atau air minum.  5. FASILITAS DAN KEGIATAN HIGIENE DAN SANITASI a. Fasilitas higiene dan sanitasi 1.Sarana pembersihan/pencucian 2.Sarana hgiene karyawan 3.Sarana cuci tangan 4.Sarana toilet/jamban 5.Sarana pembuangan air dan limbah
  • 27.
     6. KESEHATANDAN HIGIENE KARYAWAN Kesehatan dan higiene karyawan yang dapat menjamin bahwa karyawan kontak langsung maupun tidak langsung dengan pangan tidak menjadi sumber pencemaran.  7. PEMELIHARAAN DAN PROGRAM HIGIENE DAN SANITASI Pemeliharaan dan program sanitasi terhadap fasilitas produksi (bangunan, mesin / peralatan, pengendalian hama, pengadaan limbah dan lainnya) dilakukan secara berkala untuk menjamin terhindarnya kontaminasi silang terhadap pangan yang diolah.
  • 28.
     8. PENYIMPANAN a.Penyimpanan Pangan dan produk akhir 1. Bahan dan produk akhir harus disimpan terpisah dalam ruangan bersih sesuai dengan suhu penyimpanan dan penerangan cukup. 2. Penyimpanan bahan baku tidak menyentuh lantai, menempel kedinding maupun langit-langit 3. Bahan-bahan yang mudah menyerap air harus disimpan ditempat kering misalnya garam, gula dan rempah-rempah bubuk.
  • 29.
    ď‚— b. Penyimpananbahan berbahaya Bahan berbahaya disimpan dalam ruangan tersendiri agar tidak mencemari pangan. c. Penyimpanan wadah dan pengemasan d. Penyimpanan label pangan e. Penyimpanan peralatan produksi ď‚— 9. PENGENDALIAN PROSES Pengendalian produksi pangan industri rumah tangga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : A. Penetapan spesifikasi bahan B. Penetapan komposisi dan formulasi bahan C. Penetapan cara produksi yang baku D. Penetapan jenis ukuran dan spesifikasi kemasan E. Keterangan lengkap tentang produk
  • 30.
     A. Penetapanspesifikasi bahan 1. Persyaratan bahan (a) Harus menerima dan menggunakan bahan yang tidak rusak, tidak busuk, tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. (b) Jika menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) menggunakan BTP yang diijinkan sesuai batas maksimum penggunaannya (c)Tidak menggunakan bahan bahaya yang dilarang untuk pangan.
  • 31.
    ď‚— B. Penetapankomposisi dan penetapan bahan 1. Menentukan komposisi bahan yang digunakan dan formula untuk memproduksi jenis pangan untuk dihasilkan. 2. Mencatat dan menggunakan komposisi yang telah ditentukan secara baku setiap saat secara konsisten. 3. Bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan harus diukur atau ditimbang dengan alat ukur atau alat timbang yang akurat ď‚— C. Penetapan jenis, ukuran dan spesifikasi kemasan Penggunaan pengemasan yang sesuai dan memenuhi persyaratan akan mempertahankan keamanan dan mutu pangan yang dikemas serta melindungi produk terhadap pengaruh dari luar seperti sinar matahari, panas, kelembaban, kotoran, benturan dan lain-lain.
  • 32.
     10. PELABELANPANGAN Kemasan pangan IRT diberi label yang jelas dan informatif untuk memudahkan konsumen dalam memilih, menangani, menyimpan, mengolah dan mengkonsumsi pangan IRT. Label pangan sekurang-kurangnya memuat : A. Nama produk B. Daftar bahan atau komposisi yang digunakan C. Berat bersih atau isi bersih
  • 33.
    D. Nama danalamat IRTP E. Tanggal,bulan dan tahun kadaluarsa F. Kode produksi G. Nomor PIRT  11. PENGAWASAN OLEH PENANGGUNG JAWAB Seorang penanggung jawab diperlukan untuk mengawasi seluruh tahap proses produksi serta pengendaliannya untuk menjamin dihasilkannya produk pangan yang bermutu dan aman.
  • 34.
    Sanksi menurut UUNO.18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN Pasal 135 Setiap orang yang menyelenggarakan kegiatan/proses produksi penyimpanan, pengangkutan dan atau peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan sebagai mana dimaksudkan dalam pasal 71 ayat (2) dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
  • 35.
    Pasal 136 Setiap orangyang melakukan produksi pangan untuk diedarkan yang dengan sengaja menggunakan bahan tambahan pangan melampaui ambang batas maksimum yang ditetapkan atau bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
  • 36.
    Pencabutan/Pembatalan Sertifikat Apabila ??? 1.Melanggar peraturan di bidang pangan 2. Pangan terbukti sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan 3. Pangan mengandung Bahan Berbahaya 4. Sarana terbukti tidak sesuai dengan kriteria IRTP
  • 37.
    PENUTUP PANGAN YANG AMAN,BERMUTU DAN BERGIZI MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA ANTARA PEMERINTAH, INDUSTRI PANGAN DAN KONSUMEN.
  • 38.
     Label daniklan pangan merupakan tanggungjawab produsen  Label pangan harus mencatumkan informasi yang cukup dan tidak menyesatkan bagi calon pembeli.  Pencantuman label pada pangan IRTP harus memenuhi peraturan yang berlaku.  Perlu kerjasama yang sinergis antara pemerintah dan produsen 6 PENUTUP