Flying Book 11,12,13


            Risalah Rabbi ku

 One Million                            No : 1

 Phenomena
   “ good news
for modern men ”




 FAHMI BASYA
Pengantar
Tulisan berikut ini memang baru adanya, dia merupakan penafsiran Al-Quran
  yang dilihat dengan kacamata ilmu pasti. Maka sudah barang tentu tidak
 semua orang merasa tepat padanya sebagai arti dari satu kata atau istilah.


Penafsiran versi orang-orang eksak ini, sudah agak lama juga dirancang, agar
  dapat digunakan oleh rekan-rekan serasa dan seperasaan, sebagai insan
            sepengalaman dalam ilmu-ilmu yang terbilang eksak.



Karya filsafat ini, kami tujukan kepada orang banyak yang tidak banyak, agar
    dapat difahami secara baik dan teliti, dan dimasukkan di dalam hati.



  Seperti dikatakan tadi bahwa persoalannya dapat jadi asing di mata orang
banyak karena pengalaman ilmu pasti yang kaku dan aneh itu, maka dapatlah
   dimengerti sekarang mengapa bahasa ilmu pasti tersebut agak kaku dan
                      berlainan dari bahasa sehari-hari.
Misalnya istilah “percepatan” dalam Mekanika, tidaklah kita jumpai pada
   percakapan sehari-hari. Begitupun pernyataan “jika dan hanya jika” pada
         Matematika Modern sangat janggal dalam kebiasaan umum.


     Bahasa ilmu pasti, memang tidak mau menghiraukan kekakuan dan
     kejanggalan; asalkan makna yang sesungguhnya dapat dengan tepat
dijabarkan. Hal ini berlainan dengan bahasa Sastra yang mementingkan bunyi;
                sekalipun sesuatu kata tidak dapat dijabarkan.
                              Misalnya kata “suci”.


  Penjabaran dari suatu pernyataan sangatlah penting dalam memahami Al-
Qur‟an. Dan karena pada Al-Qur‟an ada juga diterangkan hal-hal yang eksak,
maka kiranya tulisan kecil ini memadailah hendaknya sebagai pelengkap tafsir-
                    tafsir lampau dari ulama-ulama Islam.

                                                      Jakarta, 4 Februari 1982
   Sekian pengantar dari kami, selamat memikirkan !

   NB. Asli tulisan ini ditanda tangani langsung      fahmi basya
Pembuka
Satu filsafat ringan kita ungkap di sini. Berbicara mengenai filsafat, kita tidak
lepas dari bahasa, sebab bahasa filsafat lebih halus dari bahasa sehari-hari.

Dalam ungkapan filsafat, kita perlu memperhatikan apa yang dikatakan “seni
rasa bahasa”
Istilah ini baru di sini dikemukakan, sekalipun sudah sejak lama ada dalam
masyarakat.
Seni rasa bahasa, bisa berbeda dalam satu rumpun bahasa yang sama, hal
mana ia sangat peka dalam ungkapan-ungkapan filsafat.

Filsafat sekecil ini mungkin tidak berlebihan, karena bahasa yang dipakai
padanya adalah bahasa orang-orang eksak.

Filsafat, selamanya bicara “Yang Pertama”, dan pada masa yang silam lebih
difokuskan pada masalah Tuhan Pencipta.

Seperti dikatakan di atas bahwa bahasa cukup berperan dalam ungkapan
filsafat, misalnya : “lobang kecil-kecil” dan “lobang-lobang kecil”, adalah
disamakan dalam bahasa sehari-hari; akan tetapi dalam pembicaraan filsafat
ia dibedakan.
Dibedakannya kedua pernyataan itu, karena “seni rasa berbahasa”.
Mungkin belum cukup filsafat seseorang jika ia tidak bisa merasakan “seni rasa
                                  bahasa”.
     Hal yang seperti ini berhubungan erat dengan “kepekaan berbahasa”.
 Kepekaan yang demikian sebenarnya didapat dari sebagian kecil sifat Tuhan
 yang disebut di dalam Al-Qur‟an dengan istilah “LATHIIF” yang berarti “Maha
              SENSITIF”. Hal ini dapat dilihat pada data berikut.

(kata Luqman kepada anaknya):”Hai anakku, sesungguhnya jika ada peristiwa
setimbang biji yang kerdil di karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya
akan didatangkan Allaahh karakternya, sesungguhnya Dia Maha Sensitif Maha
                                Mengabarkan.
                  (Al-Qur‟an, surat Luqman, ke 31 ayat 16)
    Tidak pemandangan mencapai Dia, dan Dia mencapai pemandangan-
        pemandangan itu, dan Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan
               (Al-Qur‟an, surat Al-An‟am, ke 6 ayat 106)
           Penganalisaan ini akan kita bahas di bab yang khusus.
                  Demikian, dan inilah Risalah Rabbi ku,
                         One Million Phenomena,
                       “good news for modern men”
AKAL & FIKIRAN
 Di dalam Al-Qur‟an, Akal dan Fikiran dibedakan contoh soalnya. Itu
 menandakan bahwa Mengakali tidak sama dengan Memikirkan.
 Coba simak dua contoh ayat bergandengan berikut :


 Dan dia Yang menggandakan bumi dan menjadikan padanya gravitasi dan
sungai-sungai, dan dari tiap benih Dia jadikan padanya sistem dua menurut
  malam siang.Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang
                                  berfikir
                (Al-Qur‟an, surat Ar-Ra‟du, ke 13 ayat 3)

Dan di bumi ada beberapa potong bukit dan kebon-kebon dari anggur dan
tetumbuhan dan korma yang berumpun dan yang tidak berumpun, disiram
  oleh air yang satu, dan kami lebihkan sebagiannya atas sebagian dalam
 rasa. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berakal
                (Al-Qur‟an, surat Ar-Ra‟du, ke 13 ayat 4)
Contoh orang berfikir itu disebut pada ayat berikut :
         Sesungguhnya dalam peristiwa penciptaan langit dan bumi,
     dan pergantian malam dengan siang, ada ayat-ayat bagi ulul albab.
         Yang mengingat Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan
    sambil berbaring, dan memikirkan peristiwa dalam penciptaan langit
  dan bumi, (serta mengatakan) :”Majikan kami !, Tidak Engkau ciptakan ini
     dengan kepalsuan. Maha Penggerak Engkau, maka hindarilah kami
                               dari bencana api “
                    (Surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 190-191)
                  Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa
          menggunakan fikiran tidak semudah menggunakan akal.
 Pada data (013,004) itu misalnya, terlihat bahwa persoalannya cukup mudah,
hingga dapat secara spontan difahami oleh setiap tingkat intelektual manusia.
Akan tetapi memikirkan penciptaan langit dan bumi, seperti digambarkan pada
    data (003,191) alangkah sulitnya, dan diperlukan waktu panjang guna
                        menyambung-nyambung akal.

   Dengan kata lain, untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi, tentu
   diperlukan teropong untuk melihat benda-benda angkasa. Dan ini tidak
        semudah melihat pepohonan di bumi dengan mata telanjang.
 Orang yang bermain catur dengan akal-akalan, pasti dikalahkan oleh orang
                   yang bermain catur dengan fikiran.
Demikian juga anak-anak sekolah dasar yang sering mendapat nilai bagus,
walau tidak belajar di rumah, adalah karena persoalan yang diberikan di sekolah
                    dasar masih lebih pendek dari akal anak itu.
Tetapi setelah mereka di sekolah lanjutan, jika anak-anak juga tidak belajar di
rumah, maka dapat kita lihat nilai-nilainya menurun. Hal itu tidak lain karena
persoalan akal yang diberikan di sekolah telah lebih panjang dari akal mereka.
Sebab itu mereka harus belajar di rumah untuk menghafal rumus dan melatih
akal agar dapat mengimbangi perpanjangan persoalan akal yang diberikan di
sekolah.
Contoh soal akal yang kita akali ialah:
Kalau saya mempunyai kertas setebal 1 mm, kemudian saya kali 500 kali, maka
tinggi kertas itu jika ditumpuk = ?
Jawabnya : 1 mm x 500 = 500 mm = 50 cm = ½ m. (setengah meter)

Contoh soal Fikiran yang kita akali ialah :
Kalau kita mempunyai selembar kertas tipis, tipis sekali, yaitu 1/1000 mm.
Kemudian kita potong jadi dua bagian, kemudian kita dempetkan dan kita
potong jadi dua bagian sekali gus, kemudian kita dempetkan lagi dan kita
potong jadi dua bagian sekali gus, dan seterusnya mendempetkan dan
memotongnya jadi dua bagian sekali gus. Pertanyaannya :”Berapa kira-kira
tinggi kertas itu jika ditumpuk setelah pemotongan yang ke 50 ?”
Bagaimanapun juga akal anda dan akal saya mengatakan bahwa tinggi kertas
itu tidak akan lebih 1 meter. Sebab yang 1 mm saja dikali 500 tingginya
hanya ½ m, apalagi ini yang berasal dari 1/1000 mm dan didempet dan
dipotong sampai potongan yang ke 50. Bagaimanapun ia tidak akan lebih
dari 1 meter .


 Bagaimana kalau ada orang yang mengatakan bahwa tinggi kertas itu
 menaik-naik ke langit dan meliwati bulan ?.



  Sekarang coba kita hitung. Dan kita coba dengan cara hitungan anak-anak
  sekolah.

1.   potongan pertama   =1+1=2         = 2'(dua pangkat satu).
2.   potongan kedua     =2+2=4         =2² (dua pangkat dua)
3.   potongan ketiga    =4+4=8         =2³ (dua pangkat tiga)

n. potongan ke n         =       = 2 pangkat n
50. potongan ke 50      =…      =2 pangkat 50. =1.125.899.900.000.000.
Karena tebal kertas itu 1/1000 mm, maka tinggi tumpukan kertas :

        1/1000 mm x 1.125.899.900.000.000.
       = 1.125.899.900.000 mm
       = 1.125.899.900 m
       = 1.125.899,9 km
       Lebih tinggi dari sejuta km.
       Padahal tinggi bulan dari bumi hanya 380.000 km.

 Terlihat betapa besar kesalahan terjadi akibat soal fikir kita akal-akalkan.
Sebab itu janganlah persoalan fikiran kita akal-akalkan.
  Dan jangan demikian mudah kita katakan “Saya fikir”,
padahal kita belum berfikir. Dan jangan mudah mengatakan
  “tidak masuk akal”, padahal ia memang hal yang tidak
                   pernah masuk akal.

                     Demikian Akal & Fikiran.
380.000 km.

bulan                 bumi
2 . “the original language”
 Terjemahan lama mengartikan A‟jamiyy dengan arti “bahasa asing” atau
 “bahasa selain arab”. Hal itu melihatkan bahwa data (016,103) tidak
 mungkin terjadi:


       “Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan:
          ”Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”.
         Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa asing
             (a‟jamiyy), padahal ini lisan bahasa arab yang nyata”
                      (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat 103)


Kemustahilan itu terlihat :”Sebodoh-bodoh orang di masa itu, tidaklah mereka
  akan menuduh Nabi Muhammad Saw diajar oleh orang asing seperti Orang
 Jawa, Orang Inggris, Orang Prancis Orang Cina dan lain-lain. Tetapi mereka
menuduh bahwa orang pintar di antara Orang Arab juga yang mengajar Nabi. “
 Maka dengan demikian, „Arabiyyu tidak dapat diartikan “bahasa arab”, tetapi
       bahasa asli, dan A‟jamiyy adalah bahasa sehari-hari orang Arab.
Dengan demikian pembetulan terjemahan ayat itu adalah seperti ini :

     “Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan:
       ”Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”.
   Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa sehari-hari
          (a‟jamiyy), padahal ini lisan bahasa asli yang nyata”
                    (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat103)

          Catatan Kecil: Ummar pernah bilang”Aku tidak faham makna AKBAR”,
          Ibnu Abbas pernah bilang”Aku tidak faham makna Fathir”


 Kesimpulan: Al-Quran itu adalah Mu‟jizat-mu‟jizat dalam bentuk
                               kata-kata dalam bahasa asli.
44.Dan jika kami jadikan dia Bacaan bahasa sehari-hari, sungguh mereka katakan:
”Tidak dijelaskan ayat-ayatnya ?”. Apa sih bahasa sehari-hari dan bahasa asli itu ?.
            Katakan:”Dia untuk orang yang beriman, petunjuk dan obat,
    dan orang yang tidak beriman, dalam kuping-kuping mereka ada sumbatan
                        dan dia atas mereka satu kegelapan.
                  Itulah mereka dipanggil dari tempat yang jauh”.
                         (Surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 44)
7.Dan seperti itu kami wahyukan kepada mu Bacaan Bahasa Asli,
        agar kamu peringatkan Ibu Negeri dan orang-orang di sekitarnya,
dan engkau peringatkan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya,
                 sebagian di sorga dan sebagian pada neraka.
                          (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 7)

 1.Ha Mim.
 2.Demi tulisan yang nyata.
 3.Sesungguhnya kami menjadikan dia Bacaan Bahasa Asli, agar kamu mengerti.

 4.Dan sesungguhnya dia di dalam tulisan di sisi kami, terinci secara bijaksana
 (Surat Az-Zukhruf, ke 43 ayat 1-4)

                       21.Bahkan ia Bacaan Terpelihara.
                       22.Dalam tempat catatan terjaga
                       (Al-Buruuj, ke 85 ayat 21-22)




        Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli
                 (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
Membetulkan
Pengertian shoddaqo bukan semata berarti meng-iya-kan, tetapi padanya ada terkandung “koreksi” dan “penambahan”.
Istilah ini kita sebut “membetulkan”. Jadi “membenarkan” dan “membetulkan” itu berbeda. Misalnya pada ayat ini:




  Dan kami telah iringkan atas mereka dengan „Isa anak Maryam sesudahnya membetulkan apa
 yang di hadapannya dari Taurat dan kami berikan kepadanya Injil, padanya petunjuk dan cahaya
  dan membetulkan untuk apa yang di hadapannya dari Taurat dan petunjuk dan nasehat untuk
                                      orang yang bertaqwa.
                                 (Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 46)
Pada (Injil) Matius 5:17 terlihat penambahan yang
                     dimaksud:                               Sebab itu dikatakan “yang di hadapannya”, karena
                                                              yang di hadapannya itu adalah taurat yang telah
 17,(Kata Nabi „Isa):”Jangan kamu sangka aku                                    dikaburkan oleh
          datang hendak merombak                            Bani Israel. Jadi tidak benar Nabi „Isa membenarkan
hukum Taurat atau kitab nabi-nabi. Bukannya aku             Taurat yang sudah dikaburkan. Yang benar Nabi „Isa
           datang untuk merombak,                                                membetulkan
      melainkan hendak menggenapkan”.                            apa-apa yang di hadapannya dari Taurat.


                             Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli
                                     (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
3. Pribumi
A‟raabu berarti “Penduduk Asli” atau “Pribumi”, sebab itu ia
dilihatkan tinggal di desa seperti terlihat pada ayat berikut:
     Mereka sangka golongan itu belum pergi, dan jika golongan itu datang,
          mereka suka kalau mereka di desa di antara penduduk asli
 sambil menanyakan tentang kabar kamu. Walau mereka berada bersama kamu,
             mereka tidak akan berjuang melainkan sebentar saja.
                       (Surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 20)

 Tidak patut penduduk kota dan orang-orang sekeliling mereka dari penduduk asli
                          ketinggalan dari Rasuulullaahh
                         (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 120)

   Penduduk Pribumi, lebih keras kekufurannya dan kenifakan mereka
   dan lebih pantas tidak mengetahui batas-batas Allah atas Rasul Nya,
               dan Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana.
                       (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 97)
4. Makhluk Cerdas
                        (Basyaru)




Dengan ditemukannya arti kata Basyaru = Makhluk Cerdas, maka ia akan
merubah sikap sebagian ummat pembaca Al-Quran tentang teori evolusi.
                Sebab pada data (015,028) dikatakan :
Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat.
    Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin
                   dari hamaa-in masnuun.

      Data Kamus Basyar = Makhluk Cerdas,
      dengan kode 0,1,2,3,4, adalah sbb:
90.Dan mereka berkata:”Kami tidak akan beriman kepadamu hingga engkau pancarkan
bagi kami mata air dari bumi”
91.“Atau engkau mempunyai kebon dari korma dan anggur, lalu engkau alirkan
mata-mata air di antaranya dengan terpancar”
92“Atau engkau gugurkan langit seperti engkau katakan atas kami dengan
berkeping-keping atau engkau bawa karakter Allaahh dan malaikat berhadapan”
93.“Atau engkau punya satu rumah dari emas atau engkau naik ke langit,
dan kami tidak beriman terhadap kenaikanmu sebelum engkau turunkan atas kami
satu Tulisan (Kitab) yang dapat kami baca”. Katakan:”Maha Penggerak Rabbiku,
bukankah aku ini tidak lain melainkan seorang Rasul untuk Makhluk Cerdas (basyar)?”
94.Tidak ada yang mencegah orang untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk,
melainkan mereka berkata: “Apa Allaahh telah utus seorang rasul untuk makhluk cerdas ?”
                                (Surat Al-Isra‟, ke 17 ayat 90-94)
 Terlihat, serangkai ayat ini seolah berbicara kembali, setelah sekian lama diabaikan.
 Maksudnya, selama ini pembaca tidak demikian tertarik mendiskusikan rangkaian ayat ini.
 Tetapi sekarang, ia jadi bahan pembicaraan kita.
Phenomena ini menunjukkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat Kamus dari suatu kata
yang sulit. Maksudnya tanpa kamus ini, manusia akan sulit memahami makna yang
sesungguhnya. Kamus inilah yang salah satunya disebut Al-Furqon yang berarti Pembeda.

     Memang Basyar itu artinya Orang atau Manusia, tetapi pada
     kamus ini lebih dijelaskan bahwa orang itu “yang cerdas”.
     Contoh lain misalnya :Kata Malaikat kepada Siti Maryam as :

            26.Maka makan dan minumlah dan berdingin matalah.
               Maka jika engkau bertemu seorang yang cerdas,
               maka katakanlah :”Sesungguhnya aku bernadzar
        untuk Pengatur Puasa, maka pada hari ini aku tidak mau bicara
                            kepada orang-orang”
                        (Surat Maryam, ke 19 ayat 26)

         103.Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka mengatakan:
             ”Sesungguhnya yang memberi tahu dia, orang yang cerdas”.
             Lisan yang mereka tuduhkan kepadanya Bahasa Sehari-hari,
                        dan ini Lisan Bahasa Asli yang nyata.
                           (Surat An-Nahl, ke 16 ayat 103)
Satu kendala pada teori evolusi ialah bahasa. Itu sebab masalah kelainan bahasa
      dan warna kulit disebut sebagai mu‟jizat (ayat). Ya, seperti manusia akan
  memikirkan tongkat Nabi Musa jadi ular, tidak akan pernah bisa. Sebab itu, semua
    mu‟jizat nabi-nabi yang disebut di dalam Al-Quran disebut sebagai ayat saja.
      Artinya, ayat itu adalah mu‟jizat.Penciptaan langit dan bumi juga mu‟jizat.
                  Bagaimana yang tadinya tidak ada kemudian ada.



             22.Dan sebagian dari ayat-ayat Nya, penciptaan langit
             dan bumi, dan berlainan Lisan kamu dan warna kamu.
                   Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat
                            untuk orang yang tahu.
                        (Surat Ar-Ruum, ke 30 ayat 22)

                   Mengapa manusia bisa bicara dan berlainan,
                  adalah disebabkan pengaruh Ruh dan Wahyu,
                    seperti Nabi ‘Isa as bicara dalam buaian.
                  Data kamusnya dilihatkan pada ayat berikut :

Satu lagi “apakah jin juga terevolusi ?. Dari jin kera yang mana jin itu ?”
30.Ia berkata:”Sesungguhnya aku ini hamba Allaahh Dia beri kepadaku Kitab,
 dan Dia jadikan aku Nabi”

 31.“Dan Dia jadikan aku orang yang dilindungi di mana saja aku berada,
 dan Dia wajibkan aku sholat dan zakat selama aku hidup”

 32.“Dan berbakti kepada ibuku,
 dan tidak Dia jadikan aku orang yang mengagahi celaka”

 33.“Dan kesejahteraan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku akan mati,
 dan pada hari aku akan dibangitkan dalam keadaan hidup”
 34.Itu,„Isaa anak Maryam, perkataan yang lengkap, yang di dalamnya mereka berselisihan.

 (Surat Maryam, ke 19 ayat 30-34)

Jadi teks ucapan Nabi „Isa di dalam buaian itu, diletakkan dalam data kamus
pada Al-Quran , yang mempunyai kode 0,1,2,3,4.

Ayat yang melihatkan bahwa Mu‟jizat Nabi Musa adalah ayat saja, ialah :

        36.Maka ketika datang kepada mereka Musa dengan ayat-ayat kami yang jelas,
                  mereka berkata:”Ini tidak lain melainkan sihir yang dibikin,
              dan kami tidak dengar ini pada bapak-bapak kami yang pertama”
                              (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 36)
Maka ingatlah Tuhan menciptakan Basyar




 Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat.
   Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin
                  dari hamaa-in masnuun.
                   (Al-Hijir, ke 15,ayat 28)
Dia Yang menciptakan Makhluk Cerdas dari air,
Maka Dia jadikan dia berhubungan keluarga dan berhubungan kawin
             Dan adalah Penguasamu Sangat Berkuasa
            (Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 54)
Dan sungguh kami telah datangkan kepada mereka
 satu tulisan(Kitab), maka kami terangkan dia atas
  dasar Ilmu Pengetahuan, sebagai petunjuk dan
       pengaturan untuk kaum yang percaya

   For We had certainly sent unto them a Book,based on
                        knowledge,
 wich We ekplained in detail,a guide and a mercy to all who
                          believe
               (Surat Al-A‟raf, ke 7 ayat 52)
Millatu Ibrahim Dianut
   Ada empat hal yang menjadi dasar metodologi ilmiah



A.Riset dengan menggunakan teknologi modern, atau mengumpulkan
data dan memprosesnya menjadi suatu informasi (1.Eksperimen, 2 Observasi)

B.Berpedoman kepada terjemahan wahyu yang betul,disertai kekuatan
berfikir dan do‟a. (3.wahyu (data yang benar) dan do‟a, 4.memikirkan)
Filosof dan ahli fikir ternama yang disebut di dalam Al-
          Quran ialah Ibrahim „alaihhissalaam.
 Ia melakukan eksperimen dengan empat ekor burung,
     disebut pada data (002,260) dalam hal ia ingin
 mengetahui bagaimana Tuhan menghidupkan barang
                     yang telah mati,
   dan ia melakukan observasi terhadap benda-benda
angkasa, disebut pada data (006,075-079) dalam hal ia
           ingin mengetahui siapa Tuhannya.

Dan pada kedua hal itu ia berpedoman kepada wahyu.
   Maka akhirnya….. muncullah satu tesis ilmiah
     daripadanya yang terkenal dengan sebutan

   “Millatu Ibrahim” atau “Ajaran Ibrahim”.
Katakan !:”Betul Allah,
  maka ikutilah millatu Ibrahim sesempurnanya
dan tidak ada dia dari orang yang menyekutukan”
             (Surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 95)
Di seluruh dunia sekarang Millatu Ibrahim itu dianut oleh para
 ilmuwan . Dan orang yang mengingkari millatu itu ialah orang
     bodoh. Siapa orang bodoh itu ?. Orang yang tidak mau
mendasari pendiriannya kepada 4 hal tadi. Observasi, Eksperimen,
               Memikirkan dan Data Yang Benar.(*)

    (*) salah satu data yang benar ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw




 130.Dan bukankah tidak ada orang yang enggan dari millatu Ibrahim
  melainkan orang yang membodohkan dirinya ?, padahal kami telah
 pilih dia di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat dari orang-orang
                            yang berbuat baik.
                    (Surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 130)
Ada pertanyaan yang perlu dijawab :”Mengapa
  setiap menyebut Millatu Ibrahim pada Al-Quran
selalu disebut “dan tidak ia dari orang yang musyrik
         ?”. Misalnya pada ayat berikut ini :




  Kemudian kami wahyukan kepadamu:”Hendaklah
   engkau ikuti Millatu Ibrahim itu sesempurnanya,
  sebab ia bukan dari orang yang menyekutukan.”
             (Surat An-Nahlu, ke 16 ayat 123)
Sebab itu, di zaman ilmu pengetahuan berkembang
dengan pesat, phenomena orang yang menyekutukan
   jadi berkurang, karena orang yang menyekutukan
hukum Tuhan tidak mempunyai dasar suatu metodologi.
 Mereka hanya menyangka-nyangka. Padahal sangka-
       sangka sangat bertentangan dengan ilmu
                     pengetahuan.



36.Dan apa-apa yang diikuti oleh kebanyakan mereka tidak lain
sangka-sangka, padahal sangka-sangka sedikitpun tidak bisa
menyingkirkan Yang Lengkap. Sesungguhnya Allah Mengetahui
        karakter tanda-tanda yang mereka kerjakan.
            (Al-Quran, surat Yunus, ke 10 ayat 36)
Ibrahim Nabi yang Shiddiq
Di dalam Al-Quran ada dua Nabi yang mendapat gelar Shiddiq.
Pertama Nabi Idris AS, kedua Nabi Ibrahim AS.

   56. Dan ingatlah Idris di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah
                           Nabi Yang Shiddiq
                  (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 56)




 41. Dan ingatlah Ibrahim di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah
                         Nabi Yang Shiddiq
                  (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 41)

Bahkan di ayat 50 dikatakan bahwa kepada nabi Ibrahim diberikan
                  Lisan yang shiddiq yang tinggi.



50.Dan kami berikan kepada mereka sebagian dari rahmat kami,
  dan kami jadikan bagi mereka Lisan yang shiddiq yang tinggi
                 (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 50)
Mu‟min
                     Mu’minin & Mu’minat
Ketika hijrah, turun wahyu yang memerintahkan agar mu‟minat diuji
 atau diperiksa keimanannya. Hal itu melihatkan bahwa pendirian
                          mu‟minat lemah.



              10.Hai orang-orang yang beriman !,
jika datang kepadamu mu’minat berhijrah, maka ujilah mereka
              (Surat Mumtahanah, ke 60 ayat 10)
           Itu sebab pada data (028,010) dikatakan
            Ibu Musa jadi Mu’minin ketika dikuatkan
          atas qalbunya. Karena kalau tidak dikuatkan
             qalbunya ia akan tetap jadi Mu’minat.
10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir
        ia buka karakternya,jika tidak kami teguhkan atas qalbunya,
                       agar jadilah ia dari Mu’minin.
                     (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10)
Perempuan itu tingkatnya memang ½ laki-laki, seperti dijelaskan pada
 data (002,282) bahwa saksi seorang laki-laki dapat digantikan oleh 2
 orang perempuan.Pada data (004,011) jelas dikatakan bahwa waris
    untuk anak perempuan adalah ½ bagian waris anak laki-laki.
 Secara jelas pada data (004,034) dikatakan bahwa laki-laki sebagai
  pengurus perempuan, karena sebagian dilebihkan atas sebagian.



   Laki-laki itu pengurus atas perempuan perempuan karena Allah telah
                   lebihkan sebagian mereka atas sebagian
                    (Al-Quran, surat An-Nisa‟, ke 4 ayat 34)
Surat Al-Mu‟minun di dalam Al-Quran, diletakkan pada Nomor ke 23.
          Surat itu berarti “Orang-Orang Berpendirian Teguh”.
                 Hal itu dilihatkan pada ayat 1,2,3,4 nya.



     SURAT ke 23:
     1.Sungguh menang Orang Yang Berpendirian Teguh.
     2.Yang khusyu‟ dalam sholat mereka
     3.Dan yang berpaling dari yang sia-sia
     4.Dan yang mengeluarkan zakat


Kalau orang tidak teguh pendiriannya, sulit mengerjakan pernyataan
ayat 2.3.4. ini. Lantas ayat 23 berikut berisi nama Tuhan yang bernama
            Al-Mu‟min yang berarti Yang Berpendirian Teguh.
23.Dia Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia Raja Yang
 Agung Yang mensejahterakan, Yang Berpendirian Teguh,
     Yang Mengawal, Penakluk Yang Menggagahi Yang
Menyombongkan Diri, Maha Penggerak Allah dari hal apa yang
                      mereka sekutukan.
               (Surat Al-Hasyar, ke 59, ayat 23)


    Itulah nama Tuhan yang pertama yang kita koreksi
             pemahamannya dalam Risalah ini.
Al-Quran Sebaik-baik Tafsir

  Dan tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan,
melainkan kami datangkan kepadamu karakter yang lengkap
                 dan sebaik-baik Tafsir
                (Al-Quran, Surat Al-Furqon, ke 25 ayat 33)

  Jika kita baca Kitab Al-Quran dengan pengertian (maksudnya membaca
 Tafsir Al-Quran atau Terjemahan), kita akan menemukan pengulangan yang
   banyak tentang Allah. Bahkan di surat Mujadilah (ke 58) setiap ayatnya
                    berisi kata Allah. (surat ini berisi 22 ayat).

     Di dalam Al-Quran sendiri kata Allah itu terulang sebanyak 2698.
            Padahal ayat Al-Quran semua ada sebanyak 6348.
Jadi dapat dikatakan tiap-tiap tiga ayat Al-Quran, berisi paling sedikit satu
   kata Allah. Ini phenomena yang menarik. Mengapa Allah demikian
                    banyak disebut di dalam Al-Quran ?
Jawabnya karena Al-Quran itu adalah Tafsir tentang nama-nama Allah.
Bayangkan kalau kita sudah harus membaca Tafsir, berarti sudah terjadi Tafsir
 Kwadrat. Yang parahnya, orang yang menulis Tafsir Al-Quran tidak mengerti
 kalau tujuan utama dari Al-Quran itu adalah untuk memahami nama-nama
     Tuhan, sehingga banyak nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka
            diterjemahkan secara tergesa-gesa dan bahkan jauh
                      dari makna yang sesungguhnya.

     Kalau bukan karana nama-nama Tuhan, kita tidak perlu
    meneliti ulang tafsir yang sudah ditulis oleh pendahulu kita.
    Tetapi kebanyakan ahli Tafsir tidak mementingkan nama-
  nama Tuhan di dalam Tafsir mereka, kita perlu mengkaji ulang.
     Sejauh mana kebenaran terjemahan itu, atau itu hanya
                              penyalinan
                          dari serekata lama.
 Sejarah mencatat, Al-Quran diterjemahkan kedalam
     bahasa Indonesia itu adalah hal yang baru.
         Bangsa Eropah sudah lama memperoleh
                  terjemahan Al-Quran.
Daftar berikut barang kali dapat membantu.




   No. Al-Quran diterjemahkan     Pada Tahun
   1.     Latin 1543,1669
   2.     Jerman 1616,1773,1828.1840
   3.     Prancis1647.1783,1840
   4.     Inggris 1647,1734,1876,1905,1917.1919
   5.     Rusia 1776
   6.     Urdu 1826
   7.     Melajoe Abad ke 17
   8.     Indonesia (A.Hasan) 1928,
                    (M Yunus), 1959,1960
          (Departeman Agama RI) 1965
One Million Phenomena mulai ditulis tahun 1976. Baru di buku inilah kita
    temukan keperdulian orang tentang nama-nama, terutama
nama Tuhan. Mengapa kita harus benar dalam nama-nama Tuhan ?.




          Dan bagi Allah nama-nama yang baik.
   Oleh karena itu serulah Dia dengan nama-nama Nya,
 dan tinggalkan orang-orang yang bersalah-salahan dalam
 nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas menurut apa yang
                  mereka telah kerjakan
                      (Al-Quran, surat Al-A‟raf, ke 7 ayat 180)

 Itu barangkali alasan mengapa tiap tiga ayat Al-Quran,
 paling sedikit berisi satu kata Allah. Dan Al-Quran adalah
      sebaik-baik Tafsir tentang nama-nama Tuhan.
Yang sangat perlu diingat ialah bahwa Al-Quran itu membetulkan
bahasa Arab. Artinya Al-Quran lebih Arab dari bahasa Arab. Jangan
menganggap bahasa arab lebih arab dari Al-Quran. Dengan
demikian, karena Al-Quranlah sebenarnya bahasa Arab itu
terpelihara sampai sekarang. Jika tidak ada Al-Quran, bahasa Arab
itu sudah hancur seperti bahasa-bahasa yang lain. Sebab itu arti
suatu kata tidak mesti datang dari bahasa Arab, karena ada istilah
di dalam Al-Quran yang tidak dikenal sama sekali oleh orang Arab,
tetapi dibuka rahasianya lewat ayat Al-Quran dengan ayat Al-
Quran. Seperti Ummar yang mengatakan “Saya tidak faham makna
Akbar”. Atau seperti Ibnu Abbas mengatakan “Saya tidak faham
makna Fathir sebelum saya mendengar A‟rabu bertengkar tentang
sumur”.



        Untuk setiap kabar ada tempat duduknya,
          dan nanti kamu akan mengetahuinya
                   (Surat Al-An’am, ke 6 ayat 67)
GUA Hira‟
Tempat Wahyu Al-Quran Pertama turun
   Kepada Nabi Muhammad saw
LATHIIF

19.Allah berlaku sensitif terhadap karakter hamba-hamba Nya,
 Dia beri siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Kuat Penakluk.
               (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 19)



           19.Dan berlaku sensitiflah, dan jangan
          menyadarkan karakter kamu seorangpun”
               (Surat Al-Kahfi, ke 18 ayat 19)
   19.Dia mengetahui pandangan-pandangan yang khianat dan
          apa-apa yang disembunyikan oleh dada-dada.
           (Al-Quran, surat Al-Mu‟min, ke 40 ayat 19)
Secara lengkap ayat itu berbunyi seperti ini :

  Dan seperti itu kami bangunkan mereka agar
mereka saling bertanya antara mereka. Ia berkata
    :”Berapa (lama) kamu tinggal ?”. Mereka
berkata:”Kita tinggal satu hari atau setengah hari”.
     Berkata mereka:”Penguasa kamu lebih
 mengetahui berapa lama kamu tinggal”. “Utuslah
seorang dari kamu dengan daun kamu ini ke Kota,
 maka hendaklah ia perhatikan siapa dari mereka
   yang baik makanannya, maka hendaklah ia
 datangkan kepada kamu rizki daripadanya. Dan
  berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan
      karakter kamu seorangpun” (018,019)
Lathiifun Khabiir
              Yang Sensitif Yang Mengabarkan




“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada kasus setimbang biji
yang kerdil di dalam karang besar atau di langit atau di bumi,
      niscaya akan dilihatkan karakternya oleh Allah.
  Sesungguhnya Allah Yang Sensitif Yang Mengabarkan”.
          (Al-Quran, surat Luqman, ke 31 ayat 16)
Wallaahhu „aliimum bidzaatish-shuduur
                    (Dan Allaahh mengetahui karakter isi dada)




   Dia mengetahui apa-apa yang di langit dan bumi, dan Dia mengetaui apa-apa
           yang kamu rahasiakan dan apa-apa yang kamu nyatakan.
                    Dan Allah mengetahui karakter isi dada.
                    (Al-Quran, surat Taghabun, ke 64, ayat 4)




Bukankah mereka palingkan dada-dada mereka agar tersembunyi daripada
Nya ?. Bukankah ketika mereka pakai baju mereka Dia mengetahui apa-apa
      yang mereka rahasiakan dan apa-apa yang mereka nyatakan ?.
            Sesungguhnya Dia mengetahui karakter isi dada.
                   (Al-Quran, surat Hud, ke 11, ayat 5)
QALBU & FUADU
Qalbu dan Fuadu dibedakan phenomenanya di dalam Al-
Quran. Hal itu dapat kita lihat pada kisah Ibu Musa yang
dikuatkan atas Qalbunya, agar ia jadi Mu’minin. Padahal
Fuadu nya telah terhampa ketika melihat anaknya diambil
keluarga Fir’aun.




      10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir
      ia buka karakternya, jika tidak kami teguhkan atas
           qalbunya,agar jadilah ia dari Mu’minin.
                (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10)

Dari phenomena ini terlihat bahwa Qalbu lebih berhubungan
dengan masalah keimanan, sedangkan Fuadu berhubungan dengan
masalah kemanusiaan. Contohnya lagi yaitu:
260.Dan ketika berkata Ibrahim:”Rabbi, lihatkanlah kepadaku
    bagaimana Engkau menghidupkan yang telah mati”. Dia
 berkata: “Apa engkau tidak percaya “. Ia berkata:”Tidak sekali-
   kali, akan tetapi agar tentram qalbuku”. Dia berkata:”Maka
       ambillah empat ekor burung, maka jinakkan mereka
   kepadamu, kemudian jadikan (ia berada) atas tiap gunung
   sebagian dari mereka, kemudian panggil mereka, niscaya
   mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah
          sesungguhnya Allah Penakluk Yang Bijaksana.
          (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 260)
Pada kesempatan lain Ibrahim memakai kata Fuad-Fuad (Af-
idah) untuk menyatakan ketertarikan manusia kepada
manusia di sekitar ka‟bah.
(Kata Ibrahim):”Majikan kami sesungguhnya aku tempatkan
 sebagian dari anak cucuku di lembah yang tidak ada tumbuh-
tumbuhan di dekat rumah Mu yang ditinggalkan. Majikan kami
 agar mereka mendirikan sholat, lantaran itu jadikanlah Fuad-
           Fuad dari manusia tertarik kepada mereka,
dan berilah mereka dari buah-buahan agar mereka bersyukur”.
            (Al-Quran, surat Ibrahim, ke 14 ayat 37)

 Jadi kalau kita tertarik untuk kembali ke Mekkah untuk
mengerjakan haji atau umroh, itu bukan dari Qalbu, tetapi
                         dari Fuadu.
Sekarang yang jadi masalah yang mana yang kita akan
artikan “Hati” dalam bahasa kita. Qalbu = Hati atau Fuadu=
Hati ?.
Saya mengusulkan Fuadu ini diartikan Sikap, dan Qalbu diartikan Hati.
Kalau tidak, ya biar saja yang satu dengan kata Qalbu dan yang lain
dengan kata Fuadu. Yang jelas Qalbu dan Fuadu tidak sama. Al-Quran
datang justru menjelaskan kepada manusia beda antara keduanya.
Allah tidak menjadikan bagi seseorang
            dua qalbu dalam rongganya
            (Al-Quran, surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 4)




Tidak akan mengena suatu mushibah melainkan dengan izin
         Allah, dan siapa mengimani karakter Allah
               niscaya Dia bimbing Qalbunya,
        dan Allah Mengetahui karakter tiap sesuatu.
          (Al-Quran, surat At-Taghabun, ke 64 ayat 11)
Al-Masiih



   Dan ketika malaikat berkata :”Hai Maryam, sesungguhnya
   Allah menggembirakanmu dengan Kalimat daripada Nya,
    namanya Al-Masiih,„Isa anak Maryam yang terkenal di
       dunia dan akhirat, dan dari orang yang didekatkan”
                (Al-Quran, surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 45)

Jadi nama Kalimat itu Al-Masih, nama orangnya „Isa, dan
nama keturunannya Ibnu Maryam.
Perlu diingat, predikat Al-Masih itu tidak satu-satunya Nabi „Isa
yang menyandangnya. Orang yang akan datang di akhir
zaman nanti dengan nama Da‟jal, juga menyandang predikat
Al-Masih, yaitu dengan sebutan Da’jal Al-Masih
Da‟jal ini dinyatakan sebagai orang
yang bermata satu di jidat. Dan
kelahiran seperti ini pernah terjadi
seperti diterbitkan oleh Consultant
of Islamic Medicine King Fahad
Medical Research Center King
Abdul Aziz University Jedah dalam
buku Human Development As
Revealed in the Holy Quran and
Hadith, yang beredar di Canada.
                                         Kelahiran bayi bermata satu



       Dan telah tamat KALIMAT Rabbimu dengan betul dan adil.
       Tidak ada yang dapat merubah pada kalimat-kalimat-Nya.
             Dan Dia Maha mendengar Maha mengetahui.
               (Al-Quran, surat Al-An‟am, ke 6 ayat 115)
Dan ketika Ibrahim diberi ujian oleh Penguasanya dengan beberapa
    KALIMAT, maka ia menamatkannya. Dia berkata:”Sesungguhnya Aku
menjadikan mu imam untuk manusia”.Ia berkata:”Dan dari anak cucuku juga
?”. Dia berkata:”Perjanjian KU tidak mengena pada orang-orang yang zhalim”
                  (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 124)

           Kalimat yang dimaksud pada ayat ini adalah Ka‟bah. Dan
           ternyata pada ka‟bah terdapat berbagai macam Ilmu
           Pengetahuan sebagai Petunjuk untuk alam semesta.
           Sebab itu ka‟bah bagian dari diskusi kita pada Risalah ini.



    Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah
    yang di Bakkah Mubarokah itu, dan Petunjuk untuk Alam Semesta.
                (Al-Quran, surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 96)
BOX: Parthenogenese
“Dalam batas-batas tertentu, nona merupakan
suatu keajaiban bagi dunia kedokteran. Nona
adalah orang yang ketiga dalam sejarah
pengobatan, dimana dengan pasti dapat
disebut bahwa pada nona terdapat gejala-
gejala partheno-genese”                                                         Nona Young
“Apakah itu dokter”, tanya saya. Beliau                                         dan bayinya.
tersenyum.          Jawabnya:”Parthenogenese
adalah suatu kelahiran yang terjadi pada          Ciri-ciri tentang adanya seorang ayah yang
seorang gadis suci, mengandung tanpa              menjatuhkan benih tidak dapat ditemukan. Itu
didahului oleh hubungan kelamin dengan            membuktikan        bahwa      nona    telah
seorang lelaki. Di Jerman, kejadian yang          menerangkan yang sesungguhnya”.
serupa itu telah terjadi tahun 1945 dan           Beliau selanjutnya menerangkan soal-soal
sebelumnya di Brazilia. Dalam dunia binatang      kecil mengenai dunia kedokteran yang
 “Apakah anak saya benar-benar sehat ?. “
terjadi lebih sering, tetapi pada manusia boleh   sebagian besar saya lupakan.
dikata tidak ada”.
 “Amat sehat nona Young. Jangan khawatir.         Saya terlalu gembira. Anak saya sehat dan
 Nona harus beranggapan sebagai berikut:          saya tidak perlu malu terhadap masyarakat.
 Nona dan anak nona adalah sesungguhnya           “Parthenogenese masih merupakan teka-
 telur kembar. Bayi dan nona dalam segala         teki bagi kami kaum dokter”, dokter spesialis
 hal serupa, tidak ada perbedaan. Nona dan        melanjutkan.
 bayi nona adalah sebenarnya satu.
                                                  ( Dari Majalah Dewi Jakarta 7 Mei 1975 )
Pohon VIG di Mesir, dikenal sebagai Pohon Siti
Maryam, karena di pohon ini Siti Maryam dan
            bayinya berlindung.
Flying Book
                            11,12,13
                 Demikian Risalah Rabbi ku No 1
                    One Million Phenomena




             Dan ini Kitab (tulisan) yang
            membetulkan Lisan Bahasa Asli
             (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)




                                    kh_fahmi_basya @ yahoo.com
                                     fahmi_basya @ hotmail.com
                                       fahmi-basya@ telkom.net

Kh.Fahmi Basya                  Baca kisah penulisan One Million
                                          Phenomena

One million-phenomena-no-1

  • 1.
    Flying Book 11,12,13 Risalah Rabbi ku One Million No : 1 Phenomena “ good news for modern men ” FAHMI BASYA
  • 2.
    Pengantar Tulisan berikut inimemang baru adanya, dia merupakan penafsiran Al-Quran yang dilihat dengan kacamata ilmu pasti. Maka sudah barang tentu tidak semua orang merasa tepat padanya sebagai arti dari satu kata atau istilah. Penafsiran versi orang-orang eksak ini, sudah agak lama juga dirancang, agar dapat digunakan oleh rekan-rekan serasa dan seperasaan, sebagai insan sepengalaman dalam ilmu-ilmu yang terbilang eksak. Karya filsafat ini, kami tujukan kepada orang banyak yang tidak banyak, agar dapat difahami secara baik dan teliti, dan dimasukkan di dalam hati. Seperti dikatakan tadi bahwa persoalannya dapat jadi asing di mata orang banyak karena pengalaman ilmu pasti yang kaku dan aneh itu, maka dapatlah dimengerti sekarang mengapa bahasa ilmu pasti tersebut agak kaku dan berlainan dari bahasa sehari-hari.
  • 3.
    Misalnya istilah “percepatan”dalam Mekanika, tidaklah kita jumpai pada percakapan sehari-hari. Begitupun pernyataan “jika dan hanya jika” pada Matematika Modern sangat janggal dalam kebiasaan umum. Bahasa ilmu pasti, memang tidak mau menghiraukan kekakuan dan kejanggalan; asalkan makna yang sesungguhnya dapat dengan tepat dijabarkan. Hal ini berlainan dengan bahasa Sastra yang mementingkan bunyi; sekalipun sesuatu kata tidak dapat dijabarkan. Misalnya kata “suci”. Penjabaran dari suatu pernyataan sangatlah penting dalam memahami Al- Qur‟an. Dan karena pada Al-Qur‟an ada juga diterangkan hal-hal yang eksak, maka kiranya tulisan kecil ini memadailah hendaknya sebagai pelengkap tafsir- tafsir lampau dari ulama-ulama Islam. Jakarta, 4 Februari 1982 Sekian pengantar dari kami, selamat memikirkan ! NB. Asli tulisan ini ditanda tangani langsung fahmi basya
  • 4.
    Pembuka Satu filsafat ringankita ungkap di sini. Berbicara mengenai filsafat, kita tidak lepas dari bahasa, sebab bahasa filsafat lebih halus dari bahasa sehari-hari. Dalam ungkapan filsafat, kita perlu memperhatikan apa yang dikatakan “seni rasa bahasa” Istilah ini baru di sini dikemukakan, sekalipun sudah sejak lama ada dalam masyarakat. Seni rasa bahasa, bisa berbeda dalam satu rumpun bahasa yang sama, hal mana ia sangat peka dalam ungkapan-ungkapan filsafat. Filsafat sekecil ini mungkin tidak berlebihan, karena bahasa yang dipakai padanya adalah bahasa orang-orang eksak. Filsafat, selamanya bicara “Yang Pertama”, dan pada masa yang silam lebih difokuskan pada masalah Tuhan Pencipta. Seperti dikatakan di atas bahwa bahasa cukup berperan dalam ungkapan filsafat, misalnya : “lobang kecil-kecil” dan “lobang-lobang kecil”, adalah disamakan dalam bahasa sehari-hari; akan tetapi dalam pembicaraan filsafat ia dibedakan.
  • 5.
    Dibedakannya kedua pernyataanitu, karena “seni rasa berbahasa”. Mungkin belum cukup filsafat seseorang jika ia tidak bisa merasakan “seni rasa bahasa”. Hal yang seperti ini berhubungan erat dengan “kepekaan berbahasa”. Kepekaan yang demikian sebenarnya didapat dari sebagian kecil sifat Tuhan yang disebut di dalam Al-Qur‟an dengan istilah “LATHIIF” yang berarti “Maha SENSITIF”. Hal ini dapat dilihat pada data berikut. (kata Luqman kepada anaknya):”Hai anakku, sesungguhnya jika ada peristiwa setimbang biji yang kerdil di karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya akan didatangkan Allaahh karakternya, sesungguhnya Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan. (Al-Qur‟an, surat Luqman, ke 31 ayat 16) Tidak pemandangan mencapai Dia, dan Dia mencapai pemandangan- pemandangan itu, dan Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan (Al-Qur‟an, surat Al-An‟am, ke 6 ayat 106) Penganalisaan ini akan kita bahas di bab yang khusus. Demikian, dan inilah Risalah Rabbi ku, One Million Phenomena, “good news for modern men”
  • 6.
    AKAL & FIKIRAN Di dalam Al-Qur‟an, Akal dan Fikiran dibedakan contoh soalnya. Itu menandakan bahwa Mengakali tidak sama dengan Memikirkan. Coba simak dua contoh ayat bergandengan berikut : Dan dia Yang menggandakan bumi dan menjadikan padanya gravitasi dan sungai-sungai, dan dari tiap benih Dia jadikan padanya sistem dua menurut malam siang.Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berfikir (Al-Qur‟an, surat Ar-Ra‟du, ke 13 ayat 3) Dan di bumi ada beberapa potong bukit dan kebon-kebon dari anggur dan tetumbuhan dan korma yang berumpun dan yang tidak berumpun, disiram oleh air yang satu, dan kami lebihkan sebagiannya atas sebagian dalam rasa. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berakal (Al-Qur‟an, surat Ar-Ra‟du, ke 13 ayat 4)
  • 7.
    Contoh orang berfikiritu disebut pada ayat berikut : Sesungguhnya dalam peristiwa penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dengan siang, ada ayat-ayat bagi ulul albab. Yang mengingat Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring, dan memikirkan peristiwa dalam penciptaan langit dan bumi, (serta mengatakan) :”Majikan kami !, Tidak Engkau ciptakan ini dengan kepalsuan. Maha Penggerak Engkau, maka hindarilah kami dari bencana api “ (Surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 190-191) Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa menggunakan fikiran tidak semudah menggunakan akal. Pada data (013,004) itu misalnya, terlihat bahwa persoalannya cukup mudah, hingga dapat secara spontan difahami oleh setiap tingkat intelektual manusia. Akan tetapi memikirkan penciptaan langit dan bumi, seperti digambarkan pada data (003,191) alangkah sulitnya, dan diperlukan waktu panjang guna menyambung-nyambung akal. Dengan kata lain, untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi, tentu diperlukan teropong untuk melihat benda-benda angkasa. Dan ini tidak semudah melihat pepohonan di bumi dengan mata telanjang. Orang yang bermain catur dengan akal-akalan, pasti dikalahkan oleh orang yang bermain catur dengan fikiran.
  • 8.
    Demikian juga anak-anaksekolah dasar yang sering mendapat nilai bagus, walau tidak belajar di rumah, adalah karena persoalan yang diberikan di sekolah dasar masih lebih pendek dari akal anak itu. Tetapi setelah mereka di sekolah lanjutan, jika anak-anak juga tidak belajar di rumah, maka dapat kita lihat nilai-nilainya menurun. Hal itu tidak lain karena persoalan akal yang diberikan di sekolah telah lebih panjang dari akal mereka. Sebab itu mereka harus belajar di rumah untuk menghafal rumus dan melatih akal agar dapat mengimbangi perpanjangan persoalan akal yang diberikan di sekolah. Contoh soal akal yang kita akali ialah: Kalau saya mempunyai kertas setebal 1 mm, kemudian saya kali 500 kali, maka tinggi kertas itu jika ditumpuk = ? Jawabnya : 1 mm x 500 = 500 mm = 50 cm = ½ m. (setengah meter) Contoh soal Fikiran yang kita akali ialah : Kalau kita mempunyai selembar kertas tipis, tipis sekali, yaitu 1/1000 mm. Kemudian kita potong jadi dua bagian, kemudian kita dempetkan dan kita potong jadi dua bagian sekali gus, kemudian kita dempetkan lagi dan kita potong jadi dua bagian sekali gus, dan seterusnya mendempetkan dan memotongnya jadi dua bagian sekali gus. Pertanyaannya :”Berapa kira-kira tinggi kertas itu jika ditumpuk setelah pemotongan yang ke 50 ?”
  • 9.
    Bagaimanapun juga akalanda dan akal saya mengatakan bahwa tinggi kertas itu tidak akan lebih 1 meter. Sebab yang 1 mm saja dikali 500 tingginya hanya ½ m, apalagi ini yang berasal dari 1/1000 mm dan didempet dan dipotong sampai potongan yang ke 50. Bagaimanapun ia tidak akan lebih dari 1 meter . Bagaimana kalau ada orang yang mengatakan bahwa tinggi kertas itu menaik-naik ke langit dan meliwati bulan ?. Sekarang coba kita hitung. Dan kita coba dengan cara hitungan anak-anak sekolah. 1. potongan pertama =1+1=2 = 2'(dua pangkat satu). 2. potongan kedua =2+2=4 =2² (dua pangkat dua) 3. potongan ketiga =4+4=8 =2³ (dua pangkat tiga) n. potongan ke n = = 2 pangkat n 50. potongan ke 50 =… =2 pangkat 50. =1.125.899.900.000.000.
  • 10.
    Karena tebal kertasitu 1/1000 mm, maka tinggi tumpukan kertas : 1/1000 mm x 1.125.899.900.000.000. = 1.125.899.900.000 mm = 1.125.899.900 m = 1.125.899,9 km Lebih tinggi dari sejuta km. Padahal tinggi bulan dari bumi hanya 380.000 km. Terlihat betapa besar kesalahan terjadi akibat soal fikir kita akal-akalkan. Sebab itu janganlah persoalan fikiran kita akal-akalkan. Dan jangan demikian mudah kita katakan “Saya fikir”, padahal kita belum berfikir. Dan jangan mudah mengatakan “tidak masuk akal”, padahal ia memang hal yang tidak pernah masuk akal. Demikian Akal & Fikiran.
  • 11.
  • 12.
    2 . “theoriginal language” Terjemahan lama mengartikan A‟jamiyy dengan arti “bahasa asing” atau “bahasa selain arab”. Hal itu melihatkan bahwa data (016,103) tidak mungkin terjadi: “Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan: ”Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”. Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa asing (a‟jamiyy), padahal ini lisan bahasa arab yang nyata” (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat 103) Kemustahilan itu terlihat :”Sebodoh-bodoh orang di masa itu, tidaklah mereka akan menuduh Nabi Muhammad Saw diajar oleh orang asing seperti Orang Jawa, Orang Inggris, Orang Prancis Orang Cina dan lain-lain. Tetapi mereka menuduh bahwa orang pintar di antara Orang Arab juga yang mengajar Nabi. “ Maka dengan demikian, „Arabiyyu tidak dapat diartikan “bahasa arab”, tetapi bahasa asli, dan A‟jamiyy adalah bahasa sehari-hari orang Arab.
  • 13.
    Dengan demikian pembetulanterjemahan ayat itu adalah seperti ini : “Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan: ”Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”. Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa sehari-hari (a‟jamiyy), padahal ini lisan bahasa asli yang nyata” (Surat An-Nahlu, ke 16, ayat103) Catatan Kecil: Ummar pernah bilang”Aku tidak faham makna AKBAR”, Ibnu Abbas pernah bilang”Aku tidak faham makna Fathir” Kesimpulan: Al-Quran itu adalah Mu‟jizat-mu‟jizat dalam bentuk kata-kata dalam bahasa asli. 44.Dan jika kami jadikan dia Bacaan bahasa sehari-hari, sungguh mereka katakan: ”Tidak dijelaskan ayat-ayatnya ?”. Apa sih bahasa sehari-hari dan bahasa asli itu ?. Katakan:”Dia untuk orang yang beriman, petunjuk dan obat, dan orang yang tidak beriman, dalam kuping-kuping mereka ada sumbatan dan dia atas mereka satu kegelapan. Itulah mereka dipanggil dari tempat yang jauh”. (Surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 44)
  • 14.
    7.Dan seperti itukami wahyukan kepada mu Bacaan Bahasa Asli, agar kamu peringatkan Ibu Negeri dan orang-orang di sekitarnya, dan engkau peringatkan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya, sebagian di sorga dan sebagian pada neraka. (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 7) 1.Ha Mim. 2.Demi tulisan yang nyata. 3.Sesungguhnya kami menjadikan dia Bacaan Bahasa Asli, agar kamu mengerti. 4.Dan sesungguhnya dia di dalam tulisan di sisi kami, terinci secara bijaksana (Surat Az-Zukhruf, ke 43 ayat 1-4) 21.Bahkan ia Bacaan Terpelihara. 22.Dalam tempat catatan terjaga (Al-Buruuj, ke 85 ayat 21-22) Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
  • 15.
    Membetulkan Pengertian shoddaqo bukansemata berarti meng-iya-kan, tetapi padanya ada terkandung “koreksi” dan “penambahan”. Istilah ini kita sebut “membetulkan”. Jadi “membenarkan” dan “membetulkan” itu berbeda. Misalnya pada ayat ini: Dan kami telah iringkan atas mereka dengan „Isa anak Maryam sesudahnya membetulkan apa yang di hadapannya dari Taurat dan kami berikan kepadanya Injil, padanya petunjuk dan cahaya dan membetulkan untuk apa yang di hadapannya dari Taurat dan petunjuk dan nasehat untuk orang yang bertaqwa. (Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 46) Pada (Injil) Matius 5:17 terlihat penambahan yang dimaksud: Sebab itu dikatakan “yang di hadapannya”, karena yang di hadapannya itu adalah taurat yang telah 17,(Kata Nabi „Isa):”Jangan kamu sangka aku dikaburkan oleh datang hendak merombak Bani Israel. Jadi tidak benar Nabi „Isa membenarkan hukum Taurat atau kitab nabi-nabi. Bukannya aku Taurat yang sudah dikaburkan. Yang benar Nabi „Isa datang untuk merombak, membetulkan melainkan hendak menggenapkan”. apa-apa yang di hadapannya dari Taurat. Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)
  • 16.
    3. Pribumi A‟raabu berarti“Penduduk Asli” atau “Pribumi”, sebab itu ia dilihatkan tinggal di desa seperti terlihat pada ayat berikut: Mereka sangka golongan itu belum pergi, dan jika golongan itu datang, mereka suka kalau mereka di desa di antara penduduk asli sambil menanyakan tentang kabar kamu. Walau mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berjuang melainkan sebentar saja. (Surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 20) Tidak patut penduduk kota dan orang-orang sekeliling mereka dari penduduk asli ketinggalan dari Rasuulullaahh (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 120) Penduduk Pribumi, lebih keras kekufurannya dan kenifakan mereka dan lebih pantas tidak mengetahui batas-batas Allah atas Rasul Nya, dan Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana. (Surat At-Taubah, ke 9 ayat 97)
  • 17.
    4. Makhluk Cerdas (Basyaru) Dengan ditemukannya arti kata Basyaru = Makhluk Cerdas, maka ia akan merubah sikap sebagian ummat pembaca Al-Quran tentang teori evolusi. Sebab pada data (015,028) dikatakan :
  • 18.
    Dan ingatlah ketikaberkata Penguasamu kepada malaikat. Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin dari hamaa-in masnuun. Data Kamus Basyar = Makhluk Cerdas, dengan kode 0,1,2,3,4, adalah sbb: 90.Dan mereka berkata:”Kami tidak akan beriman kepadamu hingga engkau pancarkan bagi kami mata air dari bumi” 91.“Atau engkau mempunyai kebon dari korma dan anggur, lalu engkau alirkan mata-mata air di antaranya dengan terpancar” 92“Atau engkau gugurkan langit seperti engkau katakan atas kami dengan berkeping-keping atau engkau bawa karakter Allaahh dan malaikat berhadapan” 93.“Atau engkau punya satu rumah dari emas atau engkau naik ke langit, dan kami tidak beriman terhadap kenaikanmu sebelum engkau turunkan atas kami satu Tulisan (Kitab) yang dapat kami baca”. Katakan:”Maha Penggerak Rabbiku, bukankah aku ini tidak lain melainkan seorang Rasul untuk Makhluk Cerdas (basyar)?” 94.Tidak ada yang mencegah orang untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk, melainkan mereka berkata: “Apa Allaahh telah utus seorang rasul untuk makhluk cerdas ?” (Surat Al-Isra‟, ke 17 ayat 90-94) Terlihat, serangkai ayat ini seolah berbicara kembali, setelah sekian lama diabaikan. Maksudnya, selama ini pembaca tidak demikian tertarik mendiskusikan rangkaian ayat ini. Tetapi sekarang, ia jadi bahan pembicaraan kita.
  • 19.
    Phenomena ini menunjukkanbahwa di dalam Al-Quran terdapat Kamus dari suatu kata yang sulit. Maksudnya tanpa kamus ini, manusia akan sulit memahami makna yang sesungguhnya. Kamus inilah yang salah satunya disebut Al-Furqon yang berarti Pembeda. Memang Basyar itu artinya Orang atau Manusia, tetapi pada kamus ini lebih dijelaskan bahwa orang itu “yang cerdas”. Contoh lain misalnya :Kata Malaikat kepada Siti Maryam as : 26.Maka makan dan minumlah dan berdingin matalah. Maka jika engkau bertemu seorang yang cerdas, maka katakanlah :”Sesungguhnya aku bernadzar untuk Pengatur Puasa, maka pada hari ini aku tidak mau bicara kepada orang-orang” (Surat Maryam, ke 19 ayat 26) 103.Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka mengatakan: ”Sesungguhnya yang memberi tahu dia, orang yang cerdas”. Lisan yang mereka tuduhkan kepadanya Bahasa Sehari-hari, dan ini Lisan Bahasa Asli yang nyata. (Surat An-Nahl, ke 16 ayat 103)
  • 20.
    Satu kendala padateori evolusi ialah bahasa. Itu sebab masalah kelainan bahasa dan warna kulit disebut sebagai mu‟jizat (ayat). Ya, seperti manusia akan memikirkan tongkat Nabi Musa jadi ular, tidak akan pernah bisa. Sebab itu, semua mu‟jizat nabi-nabi yang disebut di dalam Al-Quran disebut sebagai ayat saja. Artinya, ayat itu adalah mu‟jizat.Penciptaan langit dan bumi juga mu‟jizat. Bagaimana yang tadinya tidak ada kemudian ada. 22.Dan sebagian dari ayat-ayat Nya, penciptaan langit dan bumi, dan berlainan Lisan kamu dan warna kamu. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk orang yang tahu. (Surat Ar-Ruum, ke 30 ayat 22) Mengapa manusia bisa bicara dan berlainan, adalah disebabkan pengaruh Ruh dan Wahyu, seperti Nabi ‘Isa as bicara dalam buaian. Data kamusnya dilihatkan pada ayat berikut : Satu lagi “apakah jin juga terevolusi ?. Dari jin kera yang mana jin itu ?”
  • 21.
    30.Ia berkata:”Sesungguhnya akuini hamba Allaahh Dia beri kepadaku Kitab, dan Dia jadikan aku Nabi” 31.“Dan Dia jadikan aku orang yang dilindungi di mana saja aku berada, dan Dia wajibkan aku sholat dan zakat selama aku hidup” 32.“Dan berbakti kepada ibuku, dan tidak Dia jadikan aku orang yang mengagahi celaka” 33.“Dan kesejahteraan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku akan mati, dan pada hari aku akan dibangitkan dalam keadaan hidup” 34.Itu,„Isaa anak Maryam, perkataan yang lengkap, yang di dalamnya mereka berselisihan. (Surat Maryam, ke 19 ayat 30-34) Jadi teks ucapan Nabi „Isa di dalam buaian itu, diletakkan dalam data kamus pada Al-Quran , yang mempunyai kode 0,1,2,3,4. Ayat yang melihatkan bahwa Mu‟jizat Nabi Musa adalah ayat saja, ialah : 36.Maka ketika datang kepada mereka Musa dengan ayat-ayat kami yang jelas, mereka berkata:”Ini tidak lain melainkan sihir yang dibikin, dan kami tidak dengar ini pada bapak-bapak kami yang pertama” (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 36)
  • 22.
    Maka ingatlah Tuhanmenciptakan Basyar Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat. Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin dari hamaa-in masnuun. (Al-Hijir, ke 15,ayat 28)
  • 23.
    Dia Yang menciptakanMakhluk Cerdas dari air, Maka Dia jadikan dia berhubungan keluarga dan berhubungan kawin Dan adalah Penguasamu Sangat Berkuasa (Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 54)
  • 24.
    Dan sungguh kamitelah datangkan kepada mereka satu tulisan(Kitab), maka kami terangkan dia atas dasar Ilmu Pengetahuan, sebagai petunjuk dan pengaturan untuk kaum yang percaya For We had certainly sent unto them a Book,based on knowledge, wich We ekplained in detail,a guide and a mercy to all who believe (Surat Al-A‟raf, ke 7 ayat 52)
  • 25.
    Millatu Ibrahim Dianut Ada empat hal yang menjadi dasar metodologi ilmiah A.Riset dengan menggunakan teknologi modern, atau mengumpulkan data dan memprosesnya menjadi suatu informasi (1.Eksperimen, 2 Observasi) B.Berpedoman kepada terjemahan wahyu yang betul,disertai kekuatan berfikir dan do‟a. (3.wahyu (data yang benar) dan do‟a, 4.memikirkan)
  • 26.
    Filosof dan ahlifikir ternama yang disebut di dalam Al- Quran ialah Ibrahim „alaihhissalaam. Ia melakukan eksperimen dengan empat ekor burung, disebut pada data (002,260) dalam hal ia ingin mengetahui bagaimana Tuhan menghidupkan barang yang telah mati, dan ia melakukan observasi terhadap benda-benda angkasa, disebut pada data (006,075-079) dalam hal ia ingin mengetahui siapa Tuhannya. Dan pada kedua hal itu ia berpedoman kepada wahyu. Maka akhirnya….. muncullah satu tesis ilmiah daripadanya yang terkenal dengan sebutan “Millatu Ibrahim” atau “Ajaran Ibrahim”.
  • 27.
    Katakan !:”Betul Allah, maka ikutilah millatu Ibrahim sesempurnanya dan tidak ada dia dari orang yang menyekutukan” (Surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 95)
  • 28.
    Di seluruh duniasekarang Millatu Ibrahim itu dianut oleh para ilmuwan . Dan orang yang mengingkari millatu itu ialah orang bodoh. Siapa orang bodoh itu ?. Orang yang tidak mau mendasari pendiriannya kepada 4 hal tadi. Observasi, Eksperimen, Memikirkan dan Data Yang Benar.(*) (*) salah satu data yang benar ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw 130.Dan bukankah tidak ada orang yang enggan dari millatu Ibrahim melainkan orang yang membodohkan dirinya ?, padahal kami telah pilih dia di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat dari orang-orang yang berbuat baik. (Surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 130)
  • 29.
    Ada pertanyaan yangperlu dijawab :”Mengapa setiap menyebut Millatu Ibrahim pada Al-Quran selalu disebut “dan tidak ia dari orang yang musyrik ?”. Misalnya pada ayat berikut ini : Kemudian kami wahyukan kepadamu:”Hendaklah engkau ikuti Millatu Ibrahim itu sesempurnanya, sebab ia bukan dari orang yang menyekutukan.” (Surat An-Nahlu, ke 16 ayat 123)
  • 30.
    Sebab itu, dizaman ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, phenomena orang yang menyekutukan jadi berkurang, karena orang yang menyekutukan hukum Tuhan tidak mempunyai dasar suatu metodologi. Mereka hanya menyangka-nyangka. Padahal sangka- sangka sangat bertentangan dengan ilmu pengetahuan. 36.Dan apa-apa yang diikuti oleh kebanyakan mereka tidak lain sangka-sangka, padahal sangka-sangka sedikitpun tidak bisa menyingkirkan Yang Lengkap. Sesungguhnya Allah Mengetahui karakter tanda-tanda yang mereka kerjakan. (Al-Quran, surat Yunus, ke 10 ayat 36)
  • 31.
    Ibrahim Nabi yangShiddiq Di dalam Al-Quran ada dua Nabi yang mendapat gelar Shiddiq. Pertama Nabi Idris AS, kedua Nabi Ibrahim AS. 56. Dan ingatlah Idris di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah Nabi Yang Shiddiq (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 56) 41. Dan ingatlah Ibrahim di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah Nabi Yang Shiddiq (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 41) Bahkan di ayat 50 dikatakan bahwa kepada nabi Ibrahim diberikan Lisan yang shiddiq yang tinggi. 50.Dan kami berikan kepada mereka sebagian dari rahmat kami, dan kami jadikan bagi mereka Lisan yang shiddiq yang tinggi (Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 50)
  • 32.
    Mu‟min Mu’minin & Mu’minat Ketika hijrah, turun wahyu yang memerintahkan agar mu‟minat diuji atau diperiksa keimanannya. Hal itu melihatkan bahwa pendirian mu‟minat lemah. 10.Hai orang-orang yang beriman !, jika datang kepadamu mu’minat berhijrah, maka ujilah mereka (Surat Mumtahanah, ke 60 ayat 10) Itu sebab pada data (028,010) dikatakan Ibu Musa jadi Mu’minin ketika dikuatkan atas qalbunya. Karena kalau tidak dikuatkan qalbunya ia akan tetap jadi Mu’minat.
  • 33.
    10.Maka menjadilah fuadIbu Musa hampa, hampir ia buka karakternya,jika tidak kami teguhkan atas qalbunya, agar jadilah ia dari Mu’minin. (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10) Perempuan itu tingkatnya memang ½ laki-laki, seperti dijelaskan pada data (002,282) bahwa saksi seorang laki-laki dapat digantikan oleh 2 orang perempuan.Pada data (004,011) jelas dikatakan bahwa waris untuk anak perempuan adalah ½ bagian waris anak laki-laki. Secara jelas pada data (004,034) dikatakan bahwa laki-laki sebagai pengurus perempuan, karena sebagian dilebihkan atas sebagian. Laki-laki itu pengurus atas perempuan perempuan karena Allah telah lebihkan sebagian mereka atas sebagian (Al-Quran, surat An-Nisa‟, ke 4 ayat 34)
  • 34.
    Surat Al-Mu‟minun didalam Al-Quran, diletakkan pada Nomor ke 23. Surat itu berarti “Orang-Orang Berpendirian Teguh”. Hal itu dilihatkan pada ayat 1,2,3,4 nya. SURAT ke 23: 1.Sungguh menang Orang Yang Berpendirian Teguh. 2.Yang khusyu‟ dalam sholat mereka 3.Dan yang berpaling dari yang sia-sia 4.Dan yang mengeluarkan zakat Kalau orang tidak teguh pendiriannya, sulit mengerjakan pernyataan ayat 2.3.4. ini. Lantas ayat 23 berikut berisi nama Tuhan yang bernama Al-Mu‟min yang berarti Yang Berpendirian Teguh.
  • 35.
    23.Dia Allah yangtidak ada Tuhan melainkan Dia Raja Yang Agung Yang mensejahterakan, Yang Berpendirian Teguh, Yang Mengawal, Penakluk Yang Menggagahi Yang Menyombongkan Diri, Maha Penggerak Allah dari hal apa yang mereka sekutukan. (Surat Al-Hasyar, ke 59, ayat 23) Itulah nama Tuhan yang pertama yang kita koreksi pemahamannya dalam Risalah ini.
  • 36.
    Al-Quran Sebaik-baik Tafsir Dan tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan, melainkan kami datangkan kepadamu karakter yang lengkap dan sebaik-baik Tafsir (Al-Quran, Surat Al-Furqon, ke 25 ayat 33) Jika kita baca Kitab Al-Quran dengan pengertian (maksudnya membaca Tafsir Al-Quran atau Terjemahan), kita akan menemukan pengulangan yang banyak tentang Allah. Bahkan di surat Mujadilah (ke 58) setiap ayatnya berisi kata Allah. (surat ini berisi 22 ayat). Di dalam Al-Quran sendiri kata Allah itu terulang sebanyak 2698. Padahal ayat Al-Quran semua ada sebanyak 6348. Jadi dapat dikatakan tiap-tiap tiga ayat Al-Quran, berisi paling sedikit satu kata Allah. Ini phenomena yang menarik. Mengapa Allah demikian banyak disebut di dalam Al-Quran ?
  • 37.
    Jawabnya karena Al-Quranitu adalah Tafsir tentang nama-nama Allah. Bayangkan kalau kita sudah harus membaca Tafsir, berarti sudah terjadi Tafsir Kwadrat. Yang parahnya, orang yang menulis Tafsir Al-Quran tidak mengerti kalau tujuan utama dari Al-Quran itu adalah untuk memahami nama-nama Tuhan, sehingga banyak nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka diterjemahkan secara tergesa-gesa dan bahkan jauh dari makna yang sesungguhnya. Kalau bukan karana nama-nama Tuhan, kita tidak perlu meneliti ulang tafsir yang sudah ditulis oleh pendahulu kita. Tetapi kebanyakan ahli Tafsir tidak mementingkan nama- nama Tuhan di dalam Tafsir mereka, kita perlu mengkaji ulang. Sejauh mana kebenaran terjemahan itu, atau itu hanya penyalinan dari serekata lama. Sejarah mencatat, Al-Quran diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia itu adalah hal yang baru. Bangsa Eropah sudah lama memperoleh terjemahan Al-Quran.
  • 38.
    Daftar berikut barangkali dapat membantu. No. Al-Quran diterjemahkan Pada Tahun 1. Latin 1543,1669 2. Jerman 1616,1773,1828.1840 3. Prancis1647.1783,1840 4. Inggris 1647,1734,1876,1905,1917.1919 5. Rusia 1776 6. Urdu 1826 7. Melajoe Abad ke 17 8. Indonesia (A.Hasan) 1928, (M Yunus), 1959,1960 (Departeman Agama RI) 1965
  • 39.
    One Million Phenomenamulai ditulis tahun 1976. Baru di buku inilah kita temukan keperdulian orang tentang nama-nama, terutama nama Tuhan. Mengapa kita harus benar dalam nama-nama Tuhan ?. Dan bagi Allah nama-nama yang baik. Oleh karena itu serulah Dia dengan nama-nama Nya, dan tinggalkan orang-orang yang bersalah-salahan dalam nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas menurut apa yang mereka telah kerjakan (Al-Quran, surat Al-A‟raf, ke 7 ayat 180) Itu barangkali alasan mengapa tiap tiga ayat Al-Quran, paling sedikit berisi satu kata Allah. Dan Al-Quran adalah sebaik-baik Tafsir tentang nama-nama Tuhan.
  • 40.
    Yang sangat perludiingat ialah bahwa Al-Quran itu membetulkan bahasa Arab. Artinya Al-Quran lebih Arab dari bahasa Arab. Jangan menganggap bahasa arab lebih arab dari Al-Quran. Dengan demikian, karena Al-Quranlah sebenarnya bahasa Arab itu terpelihara sampai sekarang. Jika tidak ada Al-Quran, bahasa Arab itu sudah hancur seperti bahasa-bahasa yang lain. Sebab itu arti suatu kata tidak mesti datang dari bahasa Arab, karena ada istilah di dalam Al-Quran yang tidak dikenal sama sekali oleh orang Arab, tetapi dibuka rahasianya lewat ayat Al-Quran dengan ayat Al- Quran. Seperti Ummar yang mengatakan “Saya tidak faham makna Akbar”. Atau seperti Ibnu Abbas mengatakan “Saya tidak faham makna Fathir sebelum saya mendengar A‟rabu bertengkar tentang sumur”. Untuk setiap kabar ada tempat duduknya, dan nanti kamu akan mengetahuinya (Surat Al-An’am, ke 6 ayat 67)
  • 41.
    GUA Hira‟ Tempat WahyuAl-Quran Pertama turun Kepada Nabi Muhammad saw
  • 42.
    LATHIIF 19.Allah berlaku sensitifterhadap karakter hamba-hamba Nya, Dia beri siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Kuat Penakluk. (Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 19) 19.Dan berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan karakter kamu seorangpun” (Surat Al-Kahfi, ke 18 ayat 19) 19.Dia mengetahui pandangan-pandangan yang khianat dan apa-apa yang disembunyikan oleh dada-dada. (Al-Quran, surat Al-Mu‟min, ke 40 ayat 19)
  • 43.
    Secara lengkap ayatitu berbunyi seperti ini : Dan seperti itu kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya antara mereka. Ia berkata :”Berapa (lama) kamu tinggal ?”. Mereka berkata:”Kita tinggal satu hari atau setengah hari”. Berkata mereka:”Penguasa kamu lebih mengetahui berapa lama kamu tinggal”. “Utuslah seorang dari kamu dengan daun kamu ini ke Kota, maka hendaklah ia perhatikan siapa dari mereka yang baik makanannya, maka hendaklah ia datangkan kepada kamu rizki daripadanya. Dan berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan karakter kamu seorangpun” (018,019)
  • 44.
    Lathiifun Khabiir Yang Sensitif Yang Mengabarkan “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada kasus setimbang biji yang kerdil di dalam karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya akan dilihatkan karakternya oleh Allah. Sesungguhnya Allah Yang Sensitif Yang Mengabarkan”. (Al-Quran, surat Luqman, ke 31 ayat 16)
  • 45.
    Wallaahhu „aliimum bidzaatish-shuduur (Dan Allaahh mengetahui karakter isi dada) Dia mengetahui apa-apa yang di langit dan bumi, dan Dia mengetaui apa-apa yang kamu rahasiakan dan apa-apa yang kamu nyatakan. Dan Allah mengetahui karakter isi dada. (Al-Quran, surat Taghabun, ke 64, ayat 4) Bukankah mereka palingkan dada-dada mereka agar tersembunyi daripada Nya ?. Bukankah ketika mereka pakai baju mereka Dia mengetahui apa-apa yang mereka rahasiakan dan apa-apa yang mereka nyatakan ?. Sesungguhnya Dia mengetahui karakter isi dada. (Al-Quran, surat Hud, ke 11, ayat 5)
  • 46.
    QALBU & FUADU Qalbudan Fuadu dibedakan phenomenanya di dalam Al- Quran. Hal itu dapat kita lihat pada kisah Ibu Musa yang dikuatkan atas Qalbunya, agar ia jadi Mu’minin. Padahal Fuadu nya telah terhampa ketika melihat anaknya diambil keluarga Fir’aun. 10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir ia buka karakternya, jika tidak kami teguhkan atas qalbunya,agar jadilah ia dari Mu’minin. (Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10) Dari phenomena ini terlihat bahwa Qalbu lebih berhubungan dengan masalah keimanan, sedangkan Fuadu berhubungan dengan masalah kemanusiaan. Contohnya lagi yaitu:
  • 47.
    260.Dan ketika berkataIbrahim:”Rabbi, lihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang telah mati”. Dia berkata: “Apa engkau tidak percaya “. Ia berkata:”Tidak sekali- kali, akan tetapi agar tentram qalbuku”. Dia berkata:”Maka ambillah empat ekor burung, maka jinakkan mereka kepadamu, kemudian jadikan (ia berada) atas tiap gunung sebagian dari mereka, kemudian panggil mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Penakluk Yang Bijaksana. (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 260) Pada kesempatan lain Ibrahim memakai kata Fuad-Fuad (Af- idah) untuk menyatakan ketertarikan manusia kepada manusia di sekitar ka‟bah.
  • 48.
    (Kata Ibrahim):”Majikan kamisesungguhnya aku tempatkan sebagian dari anak cucuku di lembah yang tidak ada tumbuh- tumbuhan di dekat rumah Mu yang ditinggalkan. Majikan kami agar mereka mendirikan sholat, lantaran itu jadikanlah Fuad- Fuad dari manusia tertarik kepada mereka, dan berilah mereka dari buah-buahan agar mereka bersyukur”. (Al-Quran, surat Ibrahim, ke 14 ayat 37) Jadi kalau kita tertarik untuk kembali ke Mekkah untuk mengerjakan haji atau umroh, itu bukan dari Qalbu, tetapi dari Fuadu. Sekarang yang jadi masalah yang mana yang kita akan artikan “Hati” dalam bahasa kita. Qalbu = Hati atau Fuadu= Hati ?. Saya mengusulkan Fuadu ini diartikan Sikap, dan Qalbu diartikan Hati. Kalau tidak, ya biar saja yang satu dengan kata Qalbu dan yang lain dengan kata Fuadu. Yang jelas Qalbu dan Fuadu tidak sama. Al-Quran datang justru menjelaskan kepada manusia beda antara keduanya.
  • 49.
    Allah tidak menjadikanbagi seseorang dua qalbu dalam rongganya (Al-Quran, surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 4) Tidak akan mengena suatu mushibah melainkan dengan izin Allah, dan siapa mengimani karakter Allah niscaya Dia bimbing Qalbunya, dan Allah Mengetahui karakter tiap sesuatu. (Al-Quran, surat At-Taghabun, ke 64 ayat 11)
  • 50.
    Al-Masiih Dan ketika malaikat berkata :”Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakanmu dengan Kalimat daripada Nya, namanya Al-Masiih,„Isa anak Maryam yang terkenal di dunia dan akhirat, dan dari orang yang didekatkan” (Al-Quran, surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 45) Jadi nama Kalimat itu Al-Masih, nama orangnya „Isa, dan nama keturunannya Ibnu Maryam. Perlu diingat, predikat Al-Masih itu tidak satu-satunya Nabi „Isa yang menyandangnya. Orang yang akan datang di akhir zaman nanti dengan nama Da‟jal, juga menyandang predikat Al-Masih, yaitu dengan sebutan Da’jal Al-Masih
  • 51.
    Da‟jal ini dinyatakansebagai orang yang bermata satu di jidat. Dan kelahiran seperti ini pernah terjadi seperti diterbitkan oleh Consultant of Islamic Medicine King Fahad Medical Research Center King Abdul Aziz University Jedah dalam buku Human Development As Revealed in the Holy Quran and Hadith, yang beredar di Canada. Kelahiran bayi bermata satu Dan telah tamat KALIMAT Rabbimu dengan betul dan adil. Tidak ada yang dapat merubah pada kalimat-kalimat-Nya. Dan Dia Maha mendengar Maha mengetahui. (Al-Quran, surat Al-An‟am, ke 6 ayat 115)
  • 52.
    Dan ketika Ibrahimdiberi ujian oleh Penguasanya dengan beberapa KALIMAT, maka ia menamatkannya. Dia berkata:”Sesungguhnya Aku menjadikan mu imam untuk manusia”.Ia berkata:”Dan dari anak cucuku juga ?”. Dia berkata:”Perjanjian KU tidak mengena pada orang-orang yang zhalim” (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 124) Kalimat yang dimaksud pada ayat ini adalah Ka‟bah. Dan ternyata pada ka‟bah terdapat berbagai macam Ilmu Pengetahuan sebagai Petunjuk untuk alam semesta. Sebab itu ka‟bah bagian dari diskusi kita pada Risalah ini. Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah yang di Bakkah Mubarokah itu, dan Petunjuk untuk Alam Semesta. (Al-Quran, surat Ali-„Imran, ke 3 ayat 96)
  • 53.
    BOX: Parthenogenese “Dalam batas-batastertentu, nona merupakan suatu keajaiban bagi dunia kedokteran. Nona adalah orang yang ketiga dalam sejarah pengobatan, dimana dengan pasti dapat disebut bahwa pada nona terdapat gejala- gejala partheno-genese” Nona Young “Apakah itu dokter”, tanya saya. Beliau dan bayinya. tersenyum. Jawabnya:”Parthenogenese adalah suatu kelahiran yang terjadi pada Ciri-ciri tentang adanya seorang ayah yang seorang gadis suci, mengandung tanpa menjatuhkan benih tidak dapat ditemukan. Itu didahului oleh hubungan kelamin dengan membuktikan bahwa nona telah seorang lelaki. Di Jerman, kejadian yang menerangkan yang sesungguhnya”. serupa itu telah terjadi tahun 1945 dan Beliau selanjutnya menerangkan soal-soal sebelumnya di Brazilia. Dalam dunia binatang kecil mengenai dunia kedokteran yang “Apakah anak saya benar-benar sehat ?. “ terjadi lebih sering, tetapi pada manusia boleh sebagian besar saya lupakan. dikata tidak ada”. “Amat sehat nona Young. Jangan khawatir. Saya terlalu gembira. Anak saya sehat dan Nona harus beranggapan sebagai berikut: saya tidak perlu malu terhadap masyarakat. Nona dan anak nona adalah sesungguhnya “Parthenogenese masih merupakan teka- telur kembar. Bayi dan nona dalam segala teki bagi kami kaum dokter”, dokter spesialis hal serupa, tidak ada perbedaan. Nona dan melanjutkan. bayi nona adalah sebenarnya satu. ( Dari Majalah Dewi Jakarta 7 Mei 1975 )
  • 54.
    Pohon VIG diMesir, dikenal sebagai Pohon Siti Maryam, karena di pohon ini Siti Maryam dan bayinya berlindung.
  • 55.
    Flying Book 11,12,13 Demikian Risalah Rabbi ku No 1 One Million Phenomena Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli (Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12) kh_fahmi_basya @ yahoo.com fahmi_basya @ hotmail.com fahmi-basya@ telkom.net Kh.Fahmi Basya Baca kisah penulisan One Million Phenomena