Akuntansi Perbankan Syariah
AKAD MUDHARABAH Angga Permadi Karpriana,SE.,M.Acc.,Ak
MUDHARABAH
ā– Berasal dari kata adhdharby fil ardhi
ā– Disebut juga Qiradh
ā– Secara teknis mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara pemilik
dana dengan pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha.
MUDHARABAH
ā– Bagaimana jika terjadi kerugian?
ā– Mudharabah merupakan suatu transaksi pendanaan yang mendasarkan pada
kepercayaan. Kepercayaan siapa?
ā– Trust financing -> sleeping partner, managing trustee
MUDHARABAH
ā– Dalam Mudharabah, pemilik dana tidak boleh mensyaratkan sejumlah
tertentu untuk bagiannya.
ā– Keuntungan yang dibagi bukan merupakan nilai proyeksi (predictive value)
ā– Tidak ada jaminan atas modal
ā– Akad yang paling berisiko. Kenapa?
HIKMAH MUDHARABAH
ā€œMemberi keringanan kepada umat manusiaā€
SKEMA MUDHARABAH
Pemilik Dana
Akad
Mudharabah
Pengelola
Dana
Proyek
Usaha
Hasil Usaha:
Apabila untung dibagi sesuai nisbah
Apabila rugi ditanggung oleh pemilik dana
Porsi
Laba
Porsi
Rugi
Porsi Laba
JENIS AKAD MUDHARABAH
ā– Mudharabah Muthlaqah
ā– Mudharabah Muqayyadah
ā– Mudharabah Musytarakah
SUMBER HUKUM
ā– Menurut Ulama, Mudharabah hukumnya jaiz (boleh).
ā– Al-Quran
ā€œApabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah SWT,ā€
(QS 62:10)
ā€œā€¦Maka, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan
amanatnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannyaā€¦ā€ (QS 2:283)
ā– As-Sunah
Dari Shalih bin Suaib r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda. ā€œtiga hal yang didalamnya terdapat keberkatan:
jual beli, mudharabah, dan mencampuradukkan dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual.ā€
(HR.Ibnu Majah)
RUKUN DAN KETENTUAN SYARIAH
MUDHARABAH
ā– Pelaku, terdiri atas pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola dana
(mudharib)
ā– Objek mudharabah, berupa: modal dan kerja
ā– Ijab kabul/serah terima
ā– Nisbah Keuntungan
PELAKU
ā– Pelaku harus cakap hukum dan baligh
ā– Pelaku akad mudharabah dapat dilakukan dengan sesama muslim maupun
non-muslim
ā– Pemilik dana tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan usaha tetapi ia
boleh mengawasi
OBJEK MUDHARABAH (MODAL DAN
KERJA)
ā– Modal
A. Modal yang diserahkan dapat berbentuk uang atau aset lainnya.
B. Modal harus tunai dan tidak utang
C. Pengelola dana tidak diperkenankan untuk memudharabahkan kembali
modal mudharabah.
D. Pengelola dana tidak diperbolehkan untuk meminjamkan modal kepada
orang lain
OBJEK MUDHARABAH (MODAL DAN
KERJA)
ā– Kerja
A. Kontribusi pengelola dana dapat berbentuk keahlian, keterampilan, selling
skill, management skill, dll.
B. Kerja adalah hak pengelola dana dan tidak boleh diintervensi oleh pemilik
dana
C. Pengelola dana harus menjalankan usaha sesuai dengan syariah.
D. Pengelola dana harus mematuhi semua ketetapan yang ada dalam kontrak
NISBAH KEUNTUNGAN
ā– Nisbah adalah besaran yang digunakan untuk pembagian keuntungan.
ā– Perubahan nisbah harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak
ā– Pemilik dana tidak boleh meminta pembagian keuntungan dengan
menyatakan nominal tertentu karena dapat menimbulkan riba.
BERAKHIRNYA AKAD MUDHARABAH
ā– Dalam hal mudharabah tersebut dibatasi waktunya, maka mudharabah
berakhir pada waktu yang telah ditentukan.
ā– Salah satu pihak memutuskan mengundurkan diri
ā– Salah satu pihak meninggal dunia atau hilang akal.
ā– Pengelola dana tidak menjalankan amanahnya sebagai pengelola usaha
untuk mencapai tujuan sebagaimana dituangkan dalam akad.
ā– Modal sudah tidak ada
PRINSIP PEMBAGIAN HASIL USAHA
Data:
Penjualan 1.000.000
HPP (650.000)
Laba kotor 350.000
Biaya-biaya 250.000
Laba (rugi) bersih 100.000
A. Berdasarkan prinsip profit sharing (nisbah 30:70)
Pemilik dana : 30% x 100.000 = 30.000
Pengelola dana : 70% x 100.000 = 70.000
B. Berdasarkan prinsip bagi hasil (nisbah 30:70)
Pemilik dana : 30% x 350.000 = 105.000
Pengelola dana : 70% x 350.000 = 245.000
BAGI HASIL UNTUK AKAD MUDHARABAH
MUSYTARAKAH
Bapak A menginvestasikan uang sebesar 2 juta untuk usaha siomay yang
dimiliki oleh Bapak B dengan akad mudharabah. Nisbah yang disepakati oleh
Bapak A dan Bapak B adalah 1 : 3. Setelah usaha berjalan, ternyata dibutuhkan
tambahan dana, maka atas persetujuan Bapak A, Bapak B ikut
menginvestasikan uangnya sebesar 500.000. Dengan demikian bentuk
akadnya adalah akad mudharabah musytarakah. Laba yang diperoleh untuk
bulan januari 2008 adalah sebesar 1.000.000
Pertama, hasil investasi dibagi antara pengelola dana dan pemilik dana yang
disepakati:
Bagian A: 1/4 x 1.000.000 = 250.000
Bagian B: 3/4 X 1.000.000 = 750.000
Kemudian bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana
tersebut (1.000.000 - 750.000) dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik
dengan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing.
Bagian A: 2.000.000 / 2.500.000 x 250.000 = 200.000
Bagian B: 500.000 / 2.500.000 x 250.000 = 50.000
Perlakuan Akuntansi
ā– Akuntansi Untuk Pemilik Dana
1. Dana Mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi
mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan aset nonkas kepada
pengelola dana
2. Pengukuran investasi mudharabah:
A. Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan
B. Investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset
nonkas pada saat penyerahan
Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang
dibayarkan.
Jurnal pada saat penyerahan kas:
Dr. Investasi mudharabah xxx
Cr. Kas xxx
Investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat
penyerahan kemungkinannya ada 2:
• Jika nilai wajar lebih tinggi daripada nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui sebagai keuntungan
tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu mudharabah.
Jurnal pada saat penyerahan aset nonkas:
Dr. Investasi mudharabah xxx
Cr. Keuntungan tangguhan xxx
Cr. Aset nonkas xxx
Jurnal amortisasi keuntungan tangguhan:
Dr. Keuntungan tangguhan xxx
Cr. Keuntungan xxx
• Jika nilai wajar lebih rendah daripada nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui
sebagai kerugian dan diakui pada saat penyerahan aset nonkas
Jurnal:
Dr. Investasi mudharabah xxx
Dr. Kerugian penurunan nilai xxx
Cr. Aset nonkas
3. Kerugian
Pencatatan kerugian yang terjadi dalam suatu periode sebelum akad
mudharabah berakhir diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan
kerugian investasi
Jurnal:
Dr. Kerugian Investasi mudharabah xxx
Cr. Penyisihan kerugian investasi mudharabah xxx
4. Hasil usaha
Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang
Jurnal:
Dr. Piutang pendapatan bagi hasil xxx
Cr. Pendapatan bagi hasil mudharabah xxx
Pada saat pengelola dana membayar bagi hasil
Jurnal:
Dr. Kas xxx
Cr. Piutang pendapatan bagi hasil xxx
AKUNTANSI UNTUK PENGELOLA
DANA
1. Dana yang diterima dari pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana
syirkah temporer sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterima
2. Pencatatan dana syirkah temporer
Dana syirkah temporer diukur sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang
diterima.
Jurnal:
Dr. Kas/aset nonkas xxx
Cr. Dana syirkah temporer xxx
Saat mencatat pendapatan:
Dr. Kas/Piutang xxx
Cr. Pendapatan xxx
Saat mencatat beban:
Dr. Beban xxx
Cr. Kas/Utang xxx
Jurnal penutup yang dibuat akhir periode (apabila diperoleh keuntungan):
Dr. Pendapatan xxx
Cr. Beban xxx
Cr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx
Jurnal ketika dibagi hasilkan kepada pemilik dana:
Dr. Bagi hasil mudharabah xxx
Cr. Utang bagi hasil mudharabah xxx
Jurnal pada saat pengelola dana membayar bagi hasil:
Dr. Utang bagi hasil mudharabah xxx
Cr. Kas xxx
Jurnal penutup yang dibuat apabila terjadi kerugian:
Dr. Pendapatan xxx
Dr. Penyisihan kerugian xxx
Cr. Beban xxx
3. Kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana
diakui sebagai beban pengelola dana.
Jurnal:
Dr. Beban xxx
Cr. Utang lain-lain/Kas xxx
Di akhir akad
Jurnal:
Dr. Dana syirkah temporer xxx
Cr. Kas/aset nonkas xxx
Jika ada penyisihan kerugian sebelumnya
Jurnal:
Dr. Dana syirkah temporer xxx
Cr. Kas/aset nonkas xxx
Cr. Penyisihan kerugian xxx
–Angga Permadi Karpriana
ā€œThank for your attention.ā€

MUDHARABAH.pptx

  • 1.
    Akuntansi Perbankan Syariah AKADMUDHARABAH Angga Permadi Karpriana,SE.,M.Acc.,Ak
  • 2.
    MUDHARABAH ā– Berasal darikata adhdharby fil ardhi ā– Disebut juga Qiradh ā– Secara teknis mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara pemilik dana dengan pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha.
  • 3.
    MUDHARABAH ā– Bagaimana jikaterjadi kerugian? ā– Mudharabah merupakan suatu transaksi pendanaan yang mendasarkan pada kepercayaan. Kepercayaan siapa? ā– Trust financing -> sleeping partner, managing trustee
  • 4.
    MUDHARABAH ā– Dalam Mudharabah,pemilik dana tidak boleh mensyaratkan sejumlah tertentu untuk bagiannya. ā– Keuntungan yang dibagi bukan merupakan nilai proyeksi (predictive value) ā– Tidak ada jaminan atas modal ā– Akad yang paling berisiko. Kenapa?
  • 5.
  • 6.
    SKEMA MUDHARABAH Pemilik Dana Akad Mudharabah Pengelola Dana Proyek Usaha HasilUsaha: Apabila untung dibagi sesuai nisbah Apabila rugi ditanggung oleh pemilik dana Porsi Laba Porsi Rugi Porsi Laba
  • 7.
    JENIS AKAD MUDHARABAH ā–Mudharabah Muthlaqah ā– Mudharabah Muqayyadah ā– Mudharabah Musytarakah
  • 8.
    SUMBER HUKUM ā– MenurutUlama, Mudharabah hukumnya jaiz (boleh). ā– Al-Quran ā€œApabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah SWT,ā€ (QS 62:10) ā€œā€¦Maka, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannyaā€¦ā€ (QS 2:283) ā– As-Sunah Dari Shalih bin Suaib r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda. ā€œtiga hal yang didalamnya terdapat keberkatan: jual beli, mudharabah, dan mencampuradukkan dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual.ā€ (HR.Ibnu Majah)
  • 9.
    RUKUN DAN KETENTUANSYARIAH MUDHARABAH ā– Pelaku, terdiri atas pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola dana (mudharib) ā– Objek mudharabah, berupa: modal dan kerja ā– Ijab kabul/serah terima ā– Nisbah Keuntungan
  • 10.
    PELAKU ā– Pelaku haruscakap hukum dan baligh ā– Pelaku akad mudharabah dapat dilakukan dengan sesama muslim maupun non-muslim ā– Pemilik dana tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan usaha tetapi ia boleh mengawasi
  • 11.
    OBJEK MUDHARABAH (MODALDAN KERJA) ā– Modal A. Modal yang diserahkan dapat berbentuk uang atau aset lainnya. B. Modal harus tunai dan tidak utang C. Pengelola dana tidak diperkenankan untuk memudharabahkan kembali modal mudharabah. D. Pengelola dana tidak diperbolehkan untuk meminjamkan modal kepada orang lain
  • 12.
    OBJEK MUDHARABAH (MODALDAN KERJA) ā– Kerja A. Kontribusi pengelola dana dapat berbentuk keahlian, keterampilan, selling skill, management skill, dll. B. Kerja adalah hak pengelola dana dan tidak boleh diintervensi oleh pemilik dana C. Pengelola dana harus menjalankan usaha sesuai dengan syariah. D. Pengelola dana harus mematuhi semua ketetapan yang ada dalam kontrak
  • 13.
    NISBAH KEUNTUNGAN ā– Nisbahadalah besaran yang digunakan untuk pembagian keuntungan. ā– Perubahan nisbah harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak ā– Pemilik dana tidak boleh meminta pembagian keuntungan dengan menyatakan nominal tertentu karena dapat menimbulkan riba.
  • 14.
    BERAKHIRNYA AKAD MUDHARABAH ā–Dalam hal mudharabah tersebut dibatasi waktunya, maka mudharabah berakhir pada waktu yang telah ditentukan. ā– Salah satu pihak memutuskan mengundurkan diri ā– Salah satu pihak meninggal dunia atau hilang akal. ā– Pengelola dana tidak menjalankan amanahnya sebagai pengelola usaha untuk mencapai tujuan sebagaimana dituangkan dalam akad. ā– Modal sudah tidak ada
  • 15.
    PRINSIP PEMBAGIAN HASILUSAHA Data: Penjualan 1.000.000 HPP (650.000) Laba kotor 350.000 Biaya-biaya 250.000 Laba (rugi) bersih 100.000
  • 16.
    A. Berdasarkan prinsipprofit sharing (nisbah 30:70) Pemilik dana : 30% x 100.000 = 30.000 Pengelola dana : 70% x 100.000 = 70.000 B. Berdasarkan prinsip bagi hasil (nisbah 30:70) Pemilik dana : 30% x 350.000 = 105.000 Pengelola dana : 70% x 350.000 = 245.000
  • 17.
    BAGI HASIL UNTUKAKAD MUDHARABAH MUSYTARAKAH Bapak A menginvestasikan uang sebesar 2 juta untuk usaha siomay yang dimiliki oleh Bapak B dengan akad mudharabah. Nisbah yang disepakati oleh Bapak A dan Bapak B adalah 1 : 3. Setelah usaha berjalan, ternyata dibutuhkan tambahan dana, maka atas persetujuan Bapak A, Bapak B ikut menginvestasikan uangnya sebesar 500.000. Dengan demikian bentuk akadnya adalah akad mudharabah musytarakah. Laba yang diperoleh untuk bulan januari 2008 adalah sebesar 1.000.000
  • 18.
    Pertama, hasil investasidibagi antara pengelola dana dan pemilik dana yang disepakati: Bagian A: 1/4 x 1.000.000 = 250.000 Bagian B: 3/4 X 1.000.000 = 750.000 Kemudian bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana tersebut (1.000.000 - 750.000) dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik dengan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing. Bagian A: 2.000.000 / 2.500.000 x 250.000 = 200.000 Bagian B: 500.000 / 2.500.000 x 250.000 = 50.000
  • 19.
    Perlakuan Akuntansi ā– AkuntansiUntuk Pemilik Dana 1. Dana Mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan aset nonkas kepada pengelola dana 2. Pengukuran investasi mudharabah: A. Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan B. Investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan
  • 20.
    Investasi mudharabah dalambentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan. Jurnal pada saat penyerahan kas: Dr. Investasi mudharabah xxx Cr. Kas xxx
  • 21.
    Investasi mudharabah dalambentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan kemungkinannya ada 2: • Jika nilai wajar lebih tinggi daripada nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui sebagai keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu mudharabah. Jurnal pada saat penyerahan aset nonkas: Dr. Investasi mudharabah xxx Cr. Keuntungan tangguhan xxx Cr. Aset nonkas xxx Jurnal amortisasi keuntungan tangguhan: Dr. Keuntungan tangguhan xxx Cr. Keuntungan xxx
  • 22.
    • Jika nilaiwajar lebih rendah daripada nilai tercatatnya, maka selisihnya diakui sebagai kerugian dan diakui pada saat penyerahan aset nonkas Jurnal: Dr. Investasi mudharabah xxx Dr. Kerugian penurunan nilai xxx Cr. Aset nonkas
  • 23.
    3. Kerugian Pencatatan kerugianyang terjadi dalam suatu periode sebelum akad mudharabah berakhir diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian investasi Jurnal: Dr. Kerugian Investasi mudharabah xxx Cr. Penyisihan kerugian investasi mudharabah xxx
  • 24.
    4. Hasil usaha Bagianhasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang Jurnal: Dr. Piutang pendapatan bagi hasil xxx Cr. Pendapatan bagi hasil mudharabah xxx Pada saat pengelola dana membayar bagi hasil Jurnal: Dr. Kas xxx Cr. Piutang pendapatan bagi hasil xxx
  • 25.
    AKUNTANSI UNTUK PENGELOLA DANA 1.Dana yang diterima dari pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterima 2. Pencatatan dana syirkah temporer Dana syirkah temporer diukur sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterima. Jurnal: Dr. Kas/aset nonkas xxx Cr. Dana syirkah temporer xxx
  • 26.
    Saat mencatat pendapatan: Dr.Kas/Piutang xxx Cr. Pendapatan xxx Saat mencatat beban: Dr. Beban xxx Cr. Kas/Utang xxx
  • 27.
    Jurnal penutup yangdibuat akhir periode (apabila diperoleh keuntungan): Dr. Pendapatan xxx Cr. Beban xxx Cr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx Jurnal ketika dibagi hasilkan kepada pemilik dana: Dr. Bagi hasil mudharabah xxx Cr. Utang bagi hasil mudharabah xxx Jurnal pada saat pengelola dana membayar bagi hasil: Dr. Utang bagi hasil mudharabah xxx Cr. Kas xxx
  • 28.
    Jurnal penutup yangdibuat apabila terjadi kerugian: Dr. Pendapatan xxx Dr. Penyisihan kerugian xxx Cr. Beban xxx
  • 29.
    3. Kerugian yangdiakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana diakui sebagai beban pengelola dana. Jurnal: Dr. Beban xxx Cr. Utang lain-lain/Kas xxx
  • 30.
    Di akhir akad Jurnal: Dr.Dana syirkah temporer xxx Cr. Kas/aset nonkas xxx Jika ada penyisihan kerugian sebelumnya Jurnal: Dr. Dana syirkah temporer xxx Cr. Kas/aset nonkas xxx Cr. Penyisihan kerugian xxx
  • 31.