“PEMBELAJARAN MUFRADA
1. Menurut KBBI, Kosakata adalah perbendaharaan kata atau himpunan kata
yang diketahui oleh seseorang yang merupakan bagian dari suatu bahasa
tertentu
2. Menurut Horn, kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah
bahasa
3. Mufrodat adalah kumpulan kata yang membentuk bahasa yang diketahui
seseorang dan digunakan dalam menyusun kalimat dan berkomunikasi dengan
masyarakat”
Jadi, pembelajaran kosakata adalah proses penyampaian bahan
pembelajaran yang berupa kata atau perbendaharaan kata sebagai
unsur dalam pembelajaran bahasa Arab
Tujuan pembelajaran mufradat :
1. Memperkenalkan dan menambah kosa kata baru
2. Melatih pelafalan kosakata dengan baik dan benar
3. Memahami makna kosa kata, secara denotatif atau
konotatif
4. Mampu mengimplementasikan/ merangkai mufradat
secara lisan maupun tulisan
Kesulitan dalam pengajaran
Mufrodat
• Jumlah suku kata (maqathi’/syllable)
• Tingkat keabstrakan
• Kemiripan huruf dan bunyi
• Karakteristik bunyi
• Tingkat persamaan antar dua bahasa
Prinsip-prinsip Pemilihan Mufrodaat
1. Frekuensi (al-tawâtur/Frequency),
2. Range (al-tawâzzu’),
3. Availability (al-matâhiyyah),
4. Familiaritas (al-ulfah),
5. Daya cakup (al-syumûl/Coverage),
6. Urgensi (al-ahammiyyah),
7. Arabism, (al-‘arûbah),
H. M. Abd. Hamid, M.A, dkk : “Pembelajaran Bahasa Arab”, hlm. 60
Tingkat Dasar (Mubtadi’)
1. Menggunakan nyanyian/lagu
2. Dengan menampilkan benda atau sampel yang ditunjukkan makna
kata
3. Mendengarkan dan menirukan bacaan,dan mengulang-ngulang
bacaan.
Tingkat Menengah (Mutawassith)
1. Menggunakan peragaan tubuh
2. Menulis kata-kata
3. Bermain peran
4. Memberikan persamaan kata
5. Memberikan lawan kata
6. Menyebutkan kata dasar dan kata bentuknya.
1.Menjelaskan makna kata dengan menjelaskan
maksudnya
2.Mencari makna kata dalam kamus
3.Meletakan kata dalam kalimat
4.Menerjemahkan ke dalam bahasa siswa
5.Memilih kata yang baik dikonsumsi siswa
6.Memberikan harakat pada kata
7.Mengurutkan kata dan menyusun kalimat
Tingkat Lanjut (Mutaqoddimin)
Teknik Pengajaran
Mufrodat
1.Mendengarkan kata
2.Mengucapkan kata
3.Mendapatkan makna kata
4.Membaca kata
5.Menulis kata
6.Membuat kalimat
Teknik Menjelaskan makna mufradat
1. Menampilkan benda asli/realia
atau tiruannya (al-iqtiran al-
mubasyir)
2. Memberikan contoh (namâdzij)
3. Dramatisasi/Memperagakan
dengan gerak langsung (tamtsîl-l-
ma’nâ)
4. Bermain peran (la’b-l-dawr)
5. Menggunakan petunjuk konteks
(al-siyaq)
6. Menyebutkan sinonim
(mutarâdifât)
7. Menyebutkan antonim
(mutadlâdât)
8. Memberikan asosiasi (tadâ’iy-l-
ma’âni)
9. Menyebutkan asal-usul kata
(musytaqât)
10.Mejelaskan maksudnya (al-murâd
bihâ)
11.Mencari dalam kamus (taftîsy-l-
ma’âjim)
12.Menerjemahkan langsung
(tarjamah fawriyyah)
Pernahkah Anda Bertanya?
Carilah Faktanya, pecahkan Permasalahannya dan temukan Solusinya
-(Rudi Habibie : 2006)-

MPBA 2 Kel. 6 (Pembelajaran Mufrodaat)

  • 1.
  • 3.
    1. Menurut KBBI,Kosakata adalah perbendaharaan kata atau himpunan kata yang diketahui oleh seseorang yang merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu 2. Menurut Horn, kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah bahasa 3. Mufrodat adalah kumpulan kata yang membentuk bahasa yang diketahui seseorang dan digunakan dalam menyusun kalimat dan berkomunikasi dengan masyarakat” Jadi, pembelajaran kosakata adalah proses penyampaian bahan pembelajaran yang berupa kata atau perbendaharaan kata sebagai unsur dalam pembelajaran bahasa Arab
  • 4.
    Tujuan pembelajaran mufradat: 1. Memperkenalkan dan menambah kosa kata baru 2. Melatih pelafalan kosakata dengan baik dan benar 3. Memahami makna kosa kata, secara denotatif atau konotatif 4. Mampu mengimplementasikan/ merangkai mufradat secara lisan maupun tulisan
  • 5.
    Kesulitan dalam pengajaran Mufrodat •Jumlah suku kata (maqathi’/syllable) • Tingkat keabstrakan • Kemiripan huruf dan bunyi • Karakteristik bunyi • Tingkat persamaan antar dua bahasa
  • 6.
    Prinsip-prinsip Pemilihan Mufrodaat 1.Frekuensi (al-tawâtur/Frequency), 2. Range (al-tawâzzu’), 3. Availability (al-matâhiyyah), 4. Familiaritas (al-ulfah), 5. Daya cakup (al-syumûl/Coverage), 6. Urgensi (al-ahammiyyah), 7. Arabism, (al-‘arûbah), H. M. Abd. Hamid, M.A, dkk : “Pembelajaran Bahasa Arab”, hlm. 60
  • 7.
    Tingkat Dasar (Mubtadi’) 1.Menggunakan nyanyian/lagu 2. Dengan menampilkan benda atau sampel yang ditunjukkan makna kata 3. Mendengarkan dan menirukan bacaan,dan mengulang-ngulang bacaan.
  • 8.
    Tingkat Menengah (Mutawassith) 1.Menggunakan peragaan tubuh 2. Menulis kata-kata 3. Bermain peran 4. Memberikan persamaan kata 5. Memberikan lawan kata 6. Menyebutkan kata dasar dan kata bentuknya.
  • 9.
    1.Menjelaskan makna katadengan menjelaskan maksudnya 2.Mencari makna kata dalam kamus 3.Meletakan kata dalam kalimat 4.Menerjemahkan ke dalam bahasa siswa 5.Memilih kata yang baik dikonsumsi siswa 6.Memberikan harakat pada kata 7.Mengurutkan kata dan menyusun kalimat Tingkat Lanjut (Mutaqoddimin)
  • 10.
    Teknik Pengajaran Mufrodat 1.Mendengarkan kata 2.Mengucapkankata 3.Mendapatkan makna kata 4.Membaca kata 5.Menulis kata 6.Membuat kalimat
  • 11.
    Teknik Menjelaskan maknamufradat 1. Menampilkan benda asli/realia atau tiruannya (al-iqtiran al- mubasyir) 2. Memberikan contoh (namâdzij) 3. Dramatisasi/Memperagakan dengan gerak langsung (tamtsîl-l- ma’nâ) 4. Bermain peran (la’b-l-dawr) 5. Menggunakan petunjuk konteks (al-siyaq) 6. Menyebutkan sinonim (mutarâdifât) 7. Menyebutkan antonim (mutadlâdât) 8. Memberikan asosiasi (tadâ’iy-l- ma’âni) 9. Menyebutkan asal-usul kata (musytaqât) 10.Mejelaskan maksudnya (al-murâd bihâ) 11.Mencari dalam kamus (taftîsy-l- ma’âjim) 12.Menerjemahkan langsung (tarjamah fawriyyah)
  • 12.
    Pernahkah Anda Bertanya? CarilahFaktanya, pecahkan Permasalahannya dan temukan Solusinya -(Rudi Habibie : 2006)-