MORAXELLA
Pricilia Donna Esperansa Sea
2012-060-106

10/23/2013
Kingdom:
Phylum:

Proteobacteria

Class:

Gammaproteobacteria

Order:

Pseudomonadales

Family:

Moraxellaceae

Genus:



Bacteria

Moraxella

Menurut Jawets, saat ini kelompok Moraxella terdiri atas 6

spesies. Terdiri atas: non motile, nonfermentatif dan oksidasipositif.


Dengan perwarnaan, mereka terlihat sebagai bakteri gram negatif
bacillus kecil, coccobacillus, atau coccus.

Moraxella


M atlantae, M bovis, M canis, M caprae, M catarrhalis, M equi, M
lacunata, M lincolnii, M nonliquefaciens, M oblonga, M osloensis,
dan M pluranimalium adalah beberapa jenis spesies Moraxella
yang telah diketahui. (publichealth.gc.ac)



Moraxella yang paling paling awal diketahui adalah M lacunata, M
liquefaciens, dan M nonliquefaciens. Tetapi yang paling banyak
diisolasi untuk diteliti adalah M. Catarrhalis.



Umumnya mereka hidup di saluran pernapasan atas sebagai flora

normal. Tetapi dapat juga bersifat patogen karena kadangkadang menyebabkan bacterimia, endocarditis, conjuntivitis,
meningitis, atau penyakit infeksi lainnya. Umumnya diterapi
dengan penisilin atau antibiotik.


Moraxella (Branhamella) catarrhalis merupakan mikrobiota normal pada
40-50% pelajar yang sehat, merupakan bakteri gram ngatif cocci.



Tetapi pada kasus tertentu dapat menyebabkan pneumonia, terutama
pada pasien dengan alkohol atau chronic obstructive lung disease. Selain
itu dapat menyebabkan bronchitis, pneumonia, sinutitis, otitis media dan
conjuctivitis. Infeksi biasanya terjadi pada pasien dengan gangguan imun.



Dulunya sebelum dinamakan Moraxella catarrhalis, bakteri ini

digolongkan dalam kelas Neisseria dan dinamakan Neisseria
catarrhalis, lalu berubah nama menjadi Branhamella catarrhalis.

Moraxella (Branhamella) catarrhalis


Moraxella catarrhalis biasanya terlihat bersama-sama dengan
sitoplasma dan neutrofil dalam sediaan.



Meskipun sama-sama merupakan bakteri negative gram
cocci,tapi M catarrhalis dapat dibedakan dengan Neisseriae dari
kurangnya fermentasi karbohidrat dan produksi DNase nya.
Prosesnya menghasilkan butirat esterase yang mana membentuk
dasar dari tes fluorometric cepat untuk identifikasinya.



M catarrhalis juga dapat menghasilkan ß-lactamase
Moraxella catarrhalis
http://www.cmpt.ca/photo_album_clin_bact
/clin_bacteriology_photos_sputum_1.htm


Merupakan golongan bakteri gram negatif yang berbentuk
bacillus ataupun coccus. Sering dihubungkan dengan
Phasmarhabditis hermaphrodita, salah satu nematoda parasit
siput.



M osloensis kadang-kadang diisolasi dari saluran pernapasan
bagian atas, spesimen genitourethral, darah, cairan
serebrospinal, dan manifestasi piogenik pada sendi, bursae, dan
situs lainnya pada manusia



Bakteri ini dianggap sebagai patogen oportunistik pada manusia
dan dapat menyebabkan penyakit, seperti
endokarditis, osteomyelitis, infeksi kateter vena sentral, dan
meningitis. Juga penyakit conjuctivitis. Namun biasanya jarang

Moraxella olsoensis
http://www.asm.org/divisi
on/c/photo/mosloen1.JPG

http://lib.jiangnan.edu.cn/ASM/0336.jpg

Moraxella olsoensis


Moraxella lacuna biasanya berbentuk batang, tapi ada juga yang
diplokokus. Merupakan bakteri aerobik.



Diplokokus besar gram negatif yang sukar tumbuh dari eksudut
purulen infeksi mata, khususnya conjuctivitas. Kuman ditemukan
ada hubungan dengan trakhoma.



Biasanya berhubungan dengan infeksi mata, kadang-kadang
dihubungkan dengan infeksi saluran nafas

Moraxella lacunata (Morax-Axenfeld
Bacillus)


http://examens-directs.over-blog.com/page-285054.html

Moraxella lacunata


Merupakan golongan Moraxella yang aerobik.



Moraxella bovis menyebabkan penyakit yang dinamakan Infection
Bovine Keratoconjunctivitis (pinkeye), yang biasa diderita oleh
hewan mamalia.



Biasa menyebabkan infeksi dan ulserasi konjungtiva, juga
pengeluaran air mata yang eksesif. Infeksi parah M bovis dapat
menyebabkan ruptur ocular

Moraxella bovis
http://www.vet
erinaria.org/aso
ciaciones/aevedi
/00123CV.htm

http://pictures.life.ku.dk/atlas/microatlas
/veterinary/bacteria/Moraxella_bovis/gra
m.html

Moraxella bovis

http://microbewiki.kenyo
n.edu/images/4/44/McMi
chael.jpg


Merupakan organisme komensal mukosa. Tapi dapat
menyebabkan infeksi oportunistik



Dapat menyebabkan endopthalmitis dan endocarditis.



Merupakan jenis bakteri gram negatif yang kebanyakan
berbentuk bacillus.



Ditemukan pada awal penelitian tentang Moxarella

Moraxella liquefaciens
http://emedicine.medscape.com
/article/799431-overview

http://images.sciencesource.com/preview/3Q2
158.html

Moraxella liquefaciens
Daftar Pustaka


Carroll KC, Brooke GF, Butel JS. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology
(2012). 26th ed. Medical; 2012.



Murray PR, Kobayashi GS, Pfaller MA, Rosenthal KS. Medical Microbiology. 2nd ed.
Missouri: Mosby; 1990.



Whitcher JP, Cevallos V. Moraxella, down but not out--the eye bug that won’t go
away. Br J Ophthalmol. 2006 Oct;90(10):1215–6.



Moraxella catarrhalis colony morphology and microscopic appearance. Images of

Moraxella catarrhalis. Antibiotic treatment of Moraxella catarrhalis infections and
basic tests for laboratory identification. [Internet]. [cited 2013 Oct 23]. Available
from: http://www.microbiologyinpictures.com/moraxella%20catarrhalis.html


Government of Canada PHA of C. Moraxella - Public Health Agency of Canada
[Internet].

2011

[cited

2013

Oct

23].

Available

aspc.gc.ca/lab-bio/res/psds-ftss/moraxella-eng.php

from:

http://www.phac-


Tan L, Grewal PS. Pathogenicity of Moraxella osloensis, a Bacterium Associated with
the Nematode Phasmarhabditis hermaphrodita, to the Slug Deroceras reticulatum.
Appl Environ Microbiol. 2001 Nov 1;67(11):5010–6.



Woodbury A, Jorgensen J, Owens A, Henao-Martinez A. Moraxella lacunata Septic
Arthritis in a Patient with Lupus Nephritis. J Clin Microbiol. 2009 Nov;47(11):3787–8



O’Connor AM, Shen HG, Wang C, Opriessnig T. Descriptive epidemiology of Moraxella
bovis, Moraxella bovoculi and Moraxella ovis in beef calves with naturally occurring
infectious bovine keratoconjunctivitis (Pinkeye). Vet Microbiol. 2012 Mar 23;155(24):374–80.



Silberfarb PM, Lawe JE. ENdocarditis due to moraxella liquefaciens. Arch Intern Med.
1968 Dec 1;122(6):512–3.



Cooperman EW, Friedman AH. Exogenous Moraxella liquefaciens endophthalmitis.
Ophthalmol J Int Ophtalmol Int J Ophthalmol Z Für Augenheilkd. 1975;171(3):177–
80.

Moraxella

  • 1.
    MORAXELLA Pricilia Donna EsperansaSea 2012-060-106 10/23/2013
  • 2.
    Kingdom: Phylum: Proteobacteria Class: Gammaproteobacteria Order: Pseudomonadales Family: Moraxellaceae Genus:  Bacteria Moraxella Menurut Jawets, saatini kelompok Moraxella terdiri atas 6 spesies. Terdiri atas: non motile, nonfermentatif dan oksidasipositif.  Dengan perwarnaan, mereka terlihat sebagai bakteri gram negatif bacillus kecil, coccobacillus, atau coccus. Moraxella
  • 3.
     M atlantae, Mbovis, M canis, M caprae, M catarrhalis, M equi, M lacunata, M lincolnii, M nonliquefaciens, M oblonga, M osloensis, dan M pluranimalium adalah beberapa jenis spesies Moraxella yang telah diketahui. (publichealth.gc.ac)  Moraxella yang paling paling awal diketahui adalah M lacunata, M liquefaciens, dan M nonliquefaciens. Tetapi yang paling banyak diisolasi untuk diteliti adalah M. Catarrhalis.  Umumnya mereka hidup di saluran pernapasan atas sebagai flora normal. Tetapi dapat juga bersifat patogen karena kadangkadang menyebabkan bacterimia, endocarditis, conjuntivitis, meningitis, atau penyakit infeksi lainnya. Umumnya diterapi dengan penisilin atau antibiotik.
  • 4.
     Moraxella (Branhamella) catarrhalismerupakan mikrobiota normal pada 40-50% pelajar yang sehat, merupakan bakteri gram ngatif cocci.  Tetapi pada kasus tertentu dapat menyebabkan pneumonia, terutama pada pasien dengan alkohol atau chronic obstructive lung disease. Selain itu dapat menyebabkan bronchitis, pneumonia, sinutitis, otitis media dan conjuctivitis. Infeksi biasanya terjadi pada pasien dengan gangguan imun.  Dulunya sebelum dinamakan Moraxella catarrhalis, bakteri ini digolongkan dalam kelas Neisseria dan dinamakan Neisseria catarrhalis, lalu berubah nama menjadi Branhamella catarrhalis. Moraxella (Branhamella) catarrhalis
  • 5.
     Moraxella catarrhalis biasanyaterlihat bersama-sama dengan sitoplasma dan neutrofil dalam sediaan.  Meskipun sama-sama merupakan bakteri negative gram cocci,tapi M catarrhalis dapat dibedakan dengan Neisseriae dari kurangnya fermentasi karbohidrat dan produksi DNase nya. Prosesnya menghasilkan butirat esterase yang mana membentuk dasar dari tes fluorometric cepat untuk identifikasinya.  M catarrhalis juga dapat menghasilkan ß-lactamase
  • 6.
  • 7.
     Merupakan golongan bakterigram negatif yang berbentuk bacillus ataupun coccus. Sering dihubungkan dengan Phasmarhabditis hermaphrodita, salah satu nematoda parasit siput.  M osloensis kadang-kadang diisolasi dari saluran pernapasan bagian atas, spesimen genitourethral, darah, cairan serebrospinal, dan manifestasi piogenik pada sendi, bursae, dan situs lainnya pada manusia  Bakteri ini dianggap sebagai patogen oportunistik pada manusia dan dapat menyebabkan penyakit, seperti endokarditis, osteomyelitis, infeksi kateter vena sentral, dan meningitis. Juga penyakit conjuctivitis. Namun biasanya jarang Moraxella olsoensis
  • 8.
  • 9.
     Moraxella lacuna biasanyaberbentuk batang, tapi ada juga yang diplokokus. Merupakan bakteri aerobik.  Diplokokus besar gram negatif yang sukar tumbuh dari eksudut purulen infeksi mata, khususnya conjuctivitas. Kuman ditemukan ada hubungan dengan trakhoma.  Biasanya berhubungan dengan infeksi mata, kadang-kadang dihubungkan dengan infeksi saluran nafas Moraxella lacunata (Morax-Axenfeld Bacillus)
  • 10.
  • 11.
     Merupakan golongan Moraxellayang aerobik.  Moraxella bovis menyebabkan penyakit yang dinamakan Infection Bovine Keratoconjunctivitis (pinkeye), yang biasa diderita oleh hewan mamalia.  Biasa menyebabkan infeksi dan ulserasi konjungtiva, juga pengeluaran air mata yang eksesif. Infeksi parah M bovis dapat menyebabkan ruptur ocular Moraxella bovis
  • 12.
  • 13.
     Merupakan organisme komensalmukosa. Tapi dapat menyebabkan infeksi oportunistik  Dapat menyebabkan endopthalmitis dan endocarditis.  Merupakan jenis bakteri gram negatif yang kebanyakan berbentuk bacillus.  Ditemukan pada awal penelitian tentang Moxarella Moraxella liquefaciens
  • 14.
  • 15.
    Daftar Pustaka  Carroll KC,Brooke GF, Butel JS. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology (2012). 26th ed. Medical; 2012.  Murray PR, Kobayashi GS, Pfaller MA, Rosenthal KS. Medical Microbiology. 2nd ed. Missouri: Mosby; 1990.  Whitcher JP, Cevallos V. Moraxella, down but not out--the eye bug that won’t go away. Br J Ophthalmol. 2006 Oct;90(10):1215–6.  Moraxella catarrhalis colony morphology and microscopic appearance. Images of Moraxella catarrhalis. Antibiotic treatment of Moraxella catarrhalis infections and basic tests for laboratory identification. [Internet]. [cited 2013 Oct 23]. Available from: http://www.microbiologyinpictures.com/moraxella%20catarrhalis.html  Government of Canada PHA of C. Moraxella - Public Health Agency of Canada [Internet]. 2011 [cited 2013 Oct 23]. Available aspc.gc.ca/lab-bio/res/psds-ftss/moraxella-eng.php from: http://www.phac-
  • 16.
     Tan L, GrewalPS. Pathogenicity of Moraxella osloensis, a Bacterium Associated with the Nematode Phasmarhabditis hermaphrodita, to the Slug Deroceras reticulatum. Appl Environ Microbiol. 2001 Nov 1;67(11):5010–6.  Woodbury A, Jorgensen J, Owens A, Henao-Martinez A. Moraxella lacunata Septic Arthritis in a Patient with Lupus Nephritis. J Clin Microbiol. 2009 Nov;47(11):3787–8  O’Connor AM, Shen HG, Wang C, Opriessnig T. Descriptive epidemiology of Moraxella bovis, Moraxella bovoculi and Moraxella ovis in beef calves with naturally occurring infectious bovine keratoconjunctivitis (Pinkeye). Vet Microbiol. 2012 Mar 23;155(24):374–80.  Silberfarb PM, Lawe JE. ENdocarditis due to moraxella liquefaciens. Arch Intern Med. 1968 Dec 1;122(6):512–3.  Cooperman EW, Friedman AH. Exogenous Moraxella liquefaciens endophthalmitis. Ophthalmol J Int Ophtalmol Int J Ophthalmol Z Für Augenheilkd. 1975;171(3):177– 80.