AUDIT KINERJA
BERBASIS RISIKO
DEPUTI BIDWAS PKD
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
Dalam Rangka Peningkatan Kapabilitas APIP
Perkembangan Pendekatan Audit
CONTROL BASED-
2000an peran
sebagai watcdog
PROCESS BASED
berdasarkan hierarki
peraturan
perundang-undangan
RISK BASED- saat
ini digunakan
RISK
MANAGEMENT
BASED -MRI
• Sasaran:
Kepatuhan pada
peraturan/
pedoman /standar
• Fokus identifikasi:
Penyimpangan
dan kesalahan
• Pendekatan: Audit
ketaatan/
kepatuhan
• Rekomendasi:
Terkait dengan
penyimpangan
• Sasaran: Efektivitas
dan efisiensi
proses/operasi kunci
• Fokus identifikasi:
Kesenjangan antara
proses saat ini
dengan best practice
• Pendekatan:
Membandingkan
operasi/proses
berjalan dengan best
practice (audit
kinerja)
• Rekomendasi:
Terkait gap tujuan
operasi tertentu
• Sasaran: Efektivitas
pengendalian dan
prosedur untuk
memitigasi risiko kunci
• Fokus identifikasi:
Efektivitas pengendalian
dan prosedur yang
belum sesuai untuk
menangani risiko kunci
• Pendekatan:
Mengidentifikasi risiko
bisnis kunci dan
mengevaluasi
pengendaliannya
• Rekomendasi: Terkait
eksepsi/ kesalahan pada
risiko kunci
• Sasaran: Efektivitas
manajemen risiko
pencapaian tujuan
organisasi/ menangani
risiko
• Fokus identifikasi:
Kesenjangan antara
efektivitas MR saat ini
dengan yang diharapkan
• Pendekatan: Memahami
tujuan, risiko terkait,
tingkat toleransi
identifikasi kinerja dan
ukuran risiko, serta
menilai efektivitas MR-nya
• Rekomendasi: Terkait gap
efektivitas untuk
menangani risiko dan
tujuan organisasi
2
Insert Image
Perban BPKP
Nomor 8/2021
Standar Audit
Intern Pemerintah
(2021)
UU Nomor 15
Tahun 2004
Peraturan BPK
Nomor 1 Tahun 2007
PP Nomor 60
Tahun 2008
Penilaian atas aspek 3 E (ekonomis,
efisien, dan efektivitas) dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi
Penilaian atas aspek ekonomis, efisien, dan
efektif difokuskan terhadap area
pengawasan yang memiliki risiko tertinggi
dalam upaya pencapaian tujuan organisasi
yang terpilih dalam proses perencanaan
pengawasan berbasis risiko
Hasil audit kinerja diharapkan dapat
memberikan manfaat dalam perbaikan
tata kelola organisasi termasuk juga
perbaikan pengelolaan risiko dan
pengendaliannya
Permendagri Jakwas
Tahunan
Definisi Audit Kinerja
PED-09/D3/04/2020
Pedoman Umum Audit Kinerja Berbasis Risiko
MENDAGRI/MENTERI/
KEPALA LEMBAGA
GUBERNUR/BUPATI/
WALIKOTA
UU No 23 Tahun 2014
Pemerintah
Pusat
Gubernur
sebagai Wakil
Pemerintah
Pusat (WPP)
Pembinaan dan
Pengawasan
Pasal
373
Menteri Dalam
Negeri
Menteri Teknis/
Kepala LPNK
Gubernur
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
Prov
Pembinaan Umum &
Pengawasan Umum
PP 12 Tahun 2017
Pembinaan Umum dan
Pembinaan Teknis
Kab
/
Kot
a
Pasal
373
Pasal
3 &
Pasal
10
Gubernur
Bupati/Walikota
Pembinaan dan
Pengawasan KDH
Pembinaan dan
Pengawasan KDH
Pasal
17
Permendagri 19 Tahun 2023
PEMBINAAN DAN PENAGWASAN KEPALA DAERAH
TERHADAP PERANGKAT DAERAH
DASAR HUKUM
Prov
Pro
v
Kab
/
Kot
a
Kab
/
Kot
a
Pembinaan dan
Pengawasan
Pasal
3 &
Pasal
10
Pembinaan Teknis &
Pengawasan Teknis
Pengawasan Umum dan
Pengawasan Teknis
Pasal 2 ayat (3)
Fokus Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah disusun berbasis prioritas dan risiko.
Keterkaitan PPBR dalam Grand Design Pengawasan Intern Berbasis Risiko dengan
Kematangan MR, dan Kapabilitas APIP
PEMILIHAN AUDITABLE UNIT UNTUK AUDIT KINERJA
Pemeriksaan terhadap program/kegiatan yang tecantum dalam rencana pembangunan jangka menengah dan/atau
rencana kerja pemerintah daerah Tahun 2021 dengan sasaran program/kegiatan yang memiliki risiko tinggi
Akin fokus pada program prioritas yang
selaras dengan RPJMN-RPJMD. Salah satu
bukti program tsb prioritas adalah program
yg mendukung peningkatan ekonomi
daerah.
(dikutip dari Keterangan Ditjen Bina
Bangda pada saat Brainstorming
Perencanaan Daerah)
Ruang Lingkup dan Tujuan Audit Kinerja Berbasis Risiko
RTRW
Nasional
RPJP
Nasional
RPJM
Nasional
RKP
RTRW
Daerah
RPJP
Daerah
RPJM
Daerah
RKP
Daerah
KUA-
PPAS
Renstra
OPD
Renja
OPD
APBD
VISI MISI TUJUAN SASARAN
PROGRAM
PRIORITAS
PROGRAM
OPD
PENGAMPU
KEGIATAN
RISIKO RISIKO RISIKO
PENGENDALIAN
Ruang Lingkup Audit
Kinerja
Tujuan audit kinerja berbasis risiko adalah
memberikan nilai tambah dan masukan/saran
perbaikan kepada manajemen terkait dengan
perbaikan kinerja untuk mengurangi
/menghilangkan/memulihkan dampak, saran
pengelolaan risiko dan pengendalian dalam
rangka perbaikan tata kelola organisasi
PEMILIHAN AUDITABLE UNIT UNTUK ASSURANCE LAINNYA
Bila dalam penugasan mandatory terdapat
beberapa area pengawasan, APIP dapat
mempertimbangkan nilai risiko, maupun faktor
risiko sebagai alat untuk menetapkan
prioritas/urusan rencana pengawasannya.
(contoh: dana desa, dana BOS, dsb)
PENTING !!!
PKPT HARUS MEMUAT:
1. Pengawalan/Reviu
Perencanaan Jangka Menengah
2. Pengawalan/Reviu
Perencanaan Tahunan dan
Anggaran
3. Audit Ketaatan atas area high
risk dalam rangka pencapaian
tujuan organisasi (PBJ,
Perijinan, Hibah/Bansos,
Promosi SDM)
4. Reviu Laporan Keuangan agar
memperoleh opini WTP
5. Reviu LKJiP
6. Memberikan atensi yang
signifikan sebagai upaya Early
Warning System
7. Konsultansi berupa fasilitasi
pengawalan untuk perbaikan
tata kelola (RB/WBK/WBBM)
8. Konsultansi berupa fasilitasi
pengawalan untuk perbaikan
SPIP/MR
(PDTT, Pengaduan Masyarakat, Permintaan
APH)
PENGECUALIA
N
9
METODOLOGI AUDIT KINERJA
Pengukuran kinerja dengan menggunakan
empat perspektif yaitu keuangan,
stakeholders, bisnis proses, dan learning
process and growth.
BALANCE SCORECARD
Pendekatan/metode pengukuran kinerja dengan
menetapkan tujuan, proses mencapai tujuan, faktor-
faktor yang mempengaruhi keberhasilan, dan indikator
keberhasilan.- digunakan saat ini dengan
membandingkan dengan indicator kinerja
INTEGRATED PERFORMANCE
MANAGEMENT SYSTEM
Pengukuran kinerja dengan menggunakan empat persepektif yaitu
keuangan, stakeholders, bisnis proses, dan learning process and
growth.- teknik yang digunakan dulu
LOGIC
TAHAPAN AUDIT KINERJA BERBASIS RISIKO
Tahapan Audit Kinerja Berbasis Risiko
Persiapan
Penugasan (PKA
Perencanaan)
Penentuan Tujuan
dan Ruang
Lingkup
Pemahaman
Proses Bisnis
Identifikasi dan
Penilaian Risiko
Utama serta
Pengendalian
Penetapan Indikator
Kinerja, Bobot dan
Penyusunan
Rancangan Pengujian
(PKA Pengujian)
Mengumpulkan dan
Menguji Bukti
terkait Aspek 3E
dan Ketaatan
Meneliti dan
Menganalisis Capaian
Kinerja IKK yang
mendukung Program
Identifikasi Kinerja
yang Tidak Optimal
dan Penyebab Tidak
Optimalnya Capaian
Kinerja
Identifikasi dan
Analisis atas Risiko
Utama dan Efektivitas
Pengendalian
Menyusun Temuan,
Simpulan Sementara
dan
Pendokumentasian
Hasil
Perolehan
Tanggapan
Penyusunan dan
Penyampaian
Laporan
Monitoring TL
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
PENGKOMUNIKASIAN HASIL PENGAWASAN
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
11 12 13
AGENDA PENDAMPINGAN PERSIAPAN AUDIT KINERJA
11
Persiapan
Penugasan (PKA
Perencanaan)
Penentuan Tujuan
dan Ruang
Lingkup
Pemahaman
Proses Bisnis
Identifikasi dan
Penilaian Risiko
Utama serta
Pengendalian
Penetapan Indikator
Kinerja, Bobot dan
Penyusunan
Rancangan Pengujian
(PKA Pengujian)
PERENCANAAN
1 2 3 4 5
Pengisian
kertas kerja
ruang lingkup :
evaluasi RR,
PAO,TAO PKA
Pengisian kertas
kerja pemahaman
proses bisnis dan
penyusunan risiko
penugasan
Persiapan SPT,
penyampaian
kuesioner SPI
Pengisian
matriks SPI
Kesepakatan
parameter kinerja
dan pengisian
kertas kerja
indikator
Output : Panduan
teknis tematik
yang berisi : PKA
dan parameter
kinerja
12
PERSIAPAN AUDIT KINERJA
BERBASIS RISIKO
PED-09/D3/04/2020
21 JULI 2020
Pedoman Umum Audit
Kinerja Berbasis Risiko
Gambaran Umum Perencanaan Audit Kinerja Berbasis Risiko
Persiapan
Penugasan
(PKA
Perencanaan)
Penentuan
Tujuan dan
Ruang Lingkup
Pemahaman
Proses Bisnis
Identifikasi
dan Penilaian
Risiko Utama
serta
Pengendalian
Penetapan
Indikator Kinerja,
Bobot dan
Penyusunan
Rancangan
Pengujian (PKA
Pengujian)
PERENCANAAN
1 2 3 4 5
Insert Image
Mengidentifikasi
mandat/kewenangan APIP atas
area pengawasan yang akan
dilakukan audit kinerja,
kebijakan/peraturan
umum/informasi terkait area
pengawasan yang terpilih dalam
PPBR
Mempersiapkan tim dan
pembuatan surat penugasan
dengan memperhatikan
kompetensi dan keahlian secara
kolektif
Mengalokasikan dan
menetapkan sumber daya yang
sesuai untuk mencapai sasaran
penugasan audit serta
pembuatan Program Kerja Audit
(PKA) Perencanaan
Persiapan Penugasan (PKA Perencanaan)
Titik kritis pada awal penugasan adalah penetapan tujuan dan ruang lingkup audit
Tujuan audit kinerja yaitu APIP melaksanakan pengukuran, penilaian dan
pelaporan atas aspek ketaatan, aspek 3E atas area pengawasan yang terpilih dan
capaian kinerja atas area pengawasan
Ruang lingkup yang terkait dengan audit kinerja berbasis risiko adalah area
pengawasan terpilih yang mendukung sasaran strategis organisasi K/L/P dalam hal ini
dapat berupa program prioritas yang terpilih dalam proses PPBR atau yang menjadi
concern/perhatian pimpinan
Penentuan
tujuan
dan
Ruang
Lingkup
Insert Image
Identifikasi keselarasan area
pengawasan yang terpilih
Identifikasi dan evaluasi ketepatan
Indikator Kinerja Utama (IKU) di
RPJMN/RPJMD
Identifikasi dan analisis kondisi sistem
pengendalian intern terkait dengan
unsur dan sub unsur lingkungan
pengendalian
Identifikasi area pengawasan terpilih
(program prioritas) dengan
regulasi/pedoman, juklak/juknis, dan SOP
yang ada dari K/L/P serta Instansi
lain/Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Identifikasi area-area kritis proses bisnis
dari masing-masing aktor/pelaksana atas
area pengawasan terpilih (program
prioritas) yang mendukung IKU yang ada di
RPJMN/RPJMD
Pemahaman Proses Bisnis Auditi
KKA
Identifikasi risiko bertujuan
untuk menentukan risiko
utama apa yang berpotensi
menghambat pencapaian
kinerja program prioritas
APIP dalam mengidentifikasi
risiko harus melihat apakah
risiko yang telah ditetapkan
telah selaras dengan konteks
tujuan dan sasaran strategis
organisasi K/L/P
Identifikasi dan penilaian
risiko dapat dilakukan
dengan memanfaatkan risk
register dan profil risiko
auditi
Penilaian ketepatan risiko juga
dapat dilakukan dengan
menggunakan area kritis yang
telah teridentifikasi sebelumnya
oleh APIP saat pemahaman
proses bisnis auditi
Hasil dari evaluasi register
risiko tersebut maka APIP
dapat membuat daftar risiko
utama baik pada risiko
strategis maupun risiko
operasional yang berpotensi
menghambat pencapaian
program proritas
APIP mengidentifikasi
rancangan desain
pengendalian-pengendalian
atas daftar risiko utama yang
telah teridentifikasi
Lakukan penilaian/analisis apakah
desain pengendalian yang
direncanakan mampu
menghilangkan/mengurangi
penyebab terjadinya risiko yang
dapat menurunkan tingkat
terjadinya risiko (probabilitas)
dan/atau dampak terjadinya risiko
Identifikasi dan penilaian
kecukupan desain pengendalian
utama diharapkan dapat
memberikan keyakinan bahwa
proses kegiatan yang utama telah
dilakukan pengendalian dan
dievaluasi secara rutin
Hasil dari identifikasi dan
penilaian risiko serta desain
pengendalian utama akan
dibuktikan dalam proses
pelaksanaan audit kinerja.
Identifikasi dan Penilaian Risiko Utama serta Pengendalian
KKA
LANGKAH-LANGKAH EVALUASI RR DAN RTP
a. Dapatkan kebijakan manajemen risiko yang berlaku
pada Pemerintah Daerah;
b. Dapatkan dokumen perencanaan terkait tujuan
Pemerintah Daerah sampai dengan tujuan area
pengawasan (RPJMD-Renstra-RKPD-Renja-DPA);
c. Dapatkan Dokumen register risiko terbaru yang sudah di
update;
d. Dapatkan informasi-informasi terkait proses bisnis
organisasi dan data-data historis seperti: hasil audit
sebelumnya, laporan capaian kinerja organisasi,
kejadian-kejadian penting yang pernah dialami
organisasi, dan informasi-informasi penting/kredibel
lainnya yang dapat dijadikan rujukan;
e. Lakukan analisis atas ketepatan penetapan konteks,
baik tingkat strategis Pemda, tingkat strategis OPD
maupun tingkat operasional OPD, termasuk menguji
keselarasan penetapan risiko, apakah risiko-risiko yang
ditetapkan telah selaras dengan konteks tujuan dan
sasaran strategis Pemerintah Daerah (RPJMD-Renstra);
f. Lakukan evaluasi ketepatan perumusan risiko apakah
risiko yang teridentifikasi telah menetapkan apa,
dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat
terjadi (4W1H), sehingga berpotensi berdampak negatif
terhadap pencapaian tujuan. Pastikan bahwa risiko
bukanlah negasi tujuan (membalik tujuan);
g. Lakukan evaluasi apakah penyebab terjadinya risiko telah
mencerminkan penyebab hakiki (root cause), sehingga
pengendalian risiko dapat langsung “menghilangkan” akar
penyebab risiko. Akar penyebab terjadinya risiko biasanya
mengarah pada kurangnya sumber daya 5M (Man, Money,
Machine, Method, Material);
h. Lakukan analisis apakah penetapan tingkat terjadinya risiko
(probabilitas) dan dampak terjadinya risiko telah sesuai dengan
data-data historis dan pembandingan (benchmarking) kondisi
serupa di tempat lain serta informasi-informasi
penting/kredibel lainnya yang dapat dijadikan rujukan.
Bandingkan tingkat kemungkinan terjadinya risiko dan
dampak terjadinya risiko pada register risiko dengan kriteria
yang terdapat pada kebijakan MR Pemda;
i. Lakukan analisis apakah pengendalian yang direncanakan
mampu “menghilangkan/mengurangi” penyebab terjadinya
risiko yang dapat menurunkan tingkat terjadinya risiko
(probabilitas) dan/atau dampak terjadinya risiko;
j. Lakukan wawancara dan konfirmasi untuk memastikan
pengujian atas tahapan identifikasi risiko, mulai dari
prosesnya, apakah telah melibatkan pihak yang memang
memahami risiko, apakah risiko telah diidentifikasi mulai dari
menganalisis tujuan, identifikasi kegiatan/program untuk
mencapai tujuan, serta mengidentifikasi risiko yang melekat
pada setiap kegiatan/program yang menghambat pencapaian
tujuan tersebut. Apakah penetapan risiko operasional OPD,
risiko strategis OPD dan risiko strategis Pemerintah Daerah
telah tepat, apakah masih ada risiko kunci/utama/signifikan
yang belum diidentifikasi oleh manajemen;
LANGKAH-LANGKAH EVALUASI RR DAN RTP (LANJUTAN)
k. Lakukan klarifikasi terhadap kejadian-kejadian penting
yang terjadi setelah tanggal perumusan register risiko
sampai dengan saat evaluasi keandalan register risiko
yang memiliki pengaruh terhadap pencapaian tujuan
organisasi, termasuk risiko yang jarang terjadi namun
dampaknya sangat besar, bagaimana manajemen
memantaunya; dan
l. Lakukan pembahasan hasil evaluasi dengan satuan
kerja pemilik risiko. Diperlukan prosedur agar auditor
dapat menyampaikan permasalahan/isu yang ditemukan
dan prosedur untuk memperoleh persetujuan
manajemen untuk meng-update register risiko. Dalam
bertindak, auditor harus menegakkan prinsip dasar
bahwa manajemenlah yang bertanggung jawab untuk
mengelola risiko. Register risiko hasil evaluasi perlu
divalidasi/disetujui oleh pihak yang berwenang sesuai
tingkat risikonya (pimpinan-pimpinan satuan kerja
terkait, dan apabila risiko strategis Pemda divalidasi oleh
Kepala Daerah).
PENTING !!!
1. APIP harus memiliki/dapat
mengakses database mengenai
jumlah dan dampak risiko yang
pernah terjadi. Pada tahap awal
pembinaan MR, akan lebih
banyak digunakan FGD untuk
Menyusun RR dan RTP, namun
seiring berjalannya waktu,
database akan lebih banyak
membantu dalam penyusunan
RR dan RTP.
2. Dalam FGD penyusunan RR dan
RTP, harus diperhatikan siapa
pesertanya. Pemilik Risiko
harus terlibat dalam
penyusunan RR dan RTP.
Pembahasan dengan
auditi atas indikator
kinerja
BA Kesepakatan
Penyusunan
model/metodologi
audit kinerja
Penyusunan PKA
termasuk rencana
pengujuan rinci dan
alokasi sumber daya
Perlu memperhatikan
tujuan, sasaran, dan
ruang lingkup audit
serta indikator kinerja
yang disepakati bersama
PENETAPAN INDIKATOR KINERJA, BOBOT PENILAIAN DAN
PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN
Sepakat atau
tidak sepakat?
20
ALUR IMPLEMENTASI IPMS
Strategic Intent
SI Core Activity
CA Critical Success Factor
CSF Key Performance
Indicator
KPI
Maksud strategis yang
ingin dicapai oleh
suatu program dalam
jangka waktu tertentu.
Aktivitas/ kegiatan
utama/ kegiatan inti
yang dilaksanakan di
dalam suatu program
untuk mencapai
strategic intent.
Faktor yang paling
berpengaruh terhadap
keberhasilan
pelaksanaan suatu
program.
Petunjuk/ indikator
kunci yang
menentukan kinerja
suatu program.
Formula KPI Skor
AUDIT KINERJA DENGAN METODOLOGI IPMS
22
23
PELAKSANAAN AUDIT KINERJA
BERBASIS RISIKO
PED-09/D3/04/2020
21 JULI 2020
Pedoman Umum Audit
Kinerja Berbasis Risiko
Mengumpulkan dan
menguji bukti terkait
aspek ketaatan serta
aspek 3E atas indikator
kinerja
Menilai dan
menyimpulkan capaian
kinerja atas hasil
indikator kinerja
SImpulan Kinerja tidak
tercapai/tidak optimal
Identifikasi penyebab
tidak optimalnya
capaian kinerja
Kaitkan dengan analisis
efektivitas pengendalian
atas risiko utama
Menyusun temuan
(FAO), simpulan dan
KKA
PELAKSANAAN AUDIT KINERJA
KKA
• Observasi
• Inventarisasi/Opname
• Inspeksi
Bukti Fisik
• Verifikasi
• Cek
• Footing/Cross Footing
Bukti Dokumen
• Konfirmasi
• Keterangan
Bukti Keterangan
• Analisis
• Evaluasi
• Investigasi
Bukti Analisis
Hubungan Teknik Audit dengan Bukti Audit
(Pengumpulan Bukti)
• n = N/N(d)2 + 1
• n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05
Rumus Slovin
• APIP dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah
populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki
Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac
dan Michael
• Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai
dengan 500. Bila populasi kurang dari 30, seyogyanya diambil keseluruhan.
Jumlah sampling minimal
Rumus/tabel statistik dalam menentukan jumlah sampel:
PENGUJIAN ASPEK KETAATAN, ASPEK KINERJA (3E), DAN
CAPAIAN KINERJA
• Pengujian Aspek
Ketaatan
1
• Pengujian Aspek
3E
2
• Penilaian
Capaian Kinerja
3
Insert Image
Atas capaian kinerja yang masih di bawah
ambang batas, APIP dapat mengambil
kesimpulan berkaitan pengujian pengendalian
dan dihubungkan dengan efektivitas
penanganan risiko yang diharapkan
menjadi area of improvement terkait
dengan saran perbaikan kinerja, pengelolaan
risiko dan pengendalian, terutama yang terkait
dengan risiko dan pengendalian utama yang
ada pada auditi.
PENGUJIAN RISIKO UTAMA DAN EFEKTIVITAS
PENGENDALIAN
Penyusunan Temuan dan Simpulan Hasil Audit
Kriteria
Kondisi
Perbaikan Pengelolaan
Risiko dan
Pengendalian
Sebab
Akibat Kinerja Tidak
Tercapai
Rekomendasi
PENYUSUNAN TEMUAN DAN SIMPULAN HASIL AUDIT
Setelah temuan hasil audit
dikembangkan dan rekomendasi
dirumuskan, perlu dilakukan
evaluasi dan pengembangan
lebih lanjut
satu atau beberapa
temuan, yang
teridentifikasi perlu
dikaitkan/dihubungkan
dengan proses pengujian
risiko dan pengendalian
yang bermasalah
masing-masing temuan
(observasi) diklasifikasikan,
apakah berkaitan dengan
desain pengendalian yang
lemah atau
implementasi/operasional
pengendalian yang tidak
efektif.
1. Simpulan Capaian Kinerja
2. Simpulan Efektivitas Pengendalian
Dokumentasi
Kertas Kerja Audit
31
KOMUNIKASI/ PELAPORAN
HASIL AUDIT KINERJA
BERBASIS RISIKO
PED-09/D3/04/2020
21 JULI 2020
Pedoman Umum Audit
Kinerja Berbasis Risiko
Tujuan Pengkomunikasian Hasil Audit
LHA
Menyampaikan hasil penugasan audit kepada
aduiti dan pihak lain yang berwenang
Menghindari kesalahpahaman terhadap hasil
penugasan audit intern
Menjadi dasar bagi auditi dan instansi terkait
untuk melakukan tindak perbaikan
Memudahkan pemantauan tindak lanjut hasil
Tujuan Pemantauan TL Hasil
Meningkatkan efektivitas laporan hasil audit
Membantu pihak pemerintah dan lembaga pembuat laporan
dalam penyempurnaan peraturan
Menyediakan umpan balik kepada auditor, APIP dan
pemerintah tentang efektivitas audit kinerja
Memantau tindakan perbaikan yang telah dilakukan oleh
manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa
Memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya
tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan
PEMANTAUAN TINDAK LANJUT YANG
BELUM TUNTAS
1. Apabila batas waktu penyelesaian tindak lanjut terlampaui, Provinsi/Kabupaten/Kota menerbitkan dan
menyampaikan surat peringatan pertama kepada pimpinan auditan atas rekomendasi yang belum
ditindaklanjuti dan atas tindak lanjut yang masih kurang.
2. Apabila dalam satu bulan setelah surat peringatan pertama tindak lanjut belum dilakukan auditan,
maka Provinsi/Kabupaten/Kota menerbitkan surat peringatan kedua.
3. Apabila dalam satu bulan setelah surat peringatan kedua terbit tindak lanjut tidak juga dilakukan, maka
tim pemantau membuat surat pemberitahuan kepada pimpinan organisasi.
4. Tim pemantau tindak lanjut melakukan pemutakhiran tindak lanjut atas saldo temuan yang belum
ditindaklanjuti dan tindak lanjut yang masih kurang.
TERIMA KASIH
“The best preparation for tomorrow is doing
your best today.”
- H. Jackson, Jr. -

Modul Audit Kinerja Berbasis Risiko (BPKP Bogor).pptx

  • 1.
    AUDIT KINERJA BERBASIS RISIKO DEPUTIBIDWAS PKD BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN Dalam Rangka Peningkatan Kapabilitas APIP
  • 2.
    Perkembangan Pendekatan Audit CONTROLBASED- 2000an peran sebagai watcdog PROCESS BASED berdasarkan hierarki peraturan perundang-undangan RISK BASED- saat ini digunakan RISK MANAGEMENT BASED -MRI • Sasaran: Kepatuhan pada peraturan/ pedoman /standar • Fokus identifikasi: Penyimpangan dan kesalahan • Pendekatan: Audit ketaatan/ kepatuhan • Rekomendasi: Terkait dengan penyimpangan • Sasaran: Efektivitas dan efisiensi proses/operasi kunci • Fokus identifikasi: Kesenjangan antara proses saat ini dengan best practice • Pendekatan: Membandingkan operasi/proses berjalan dengan best practice (audit kinerja) • Rekomendasi: Terkait gap tujuan operasi tertentu • Sasaran: Efektivitas pengendalian dan prosedur untuk memitigasi risiko kunci • Fokus identifikasi: Efektivitas pengendalian dan prosedur yang belum sesuai untuk menangani risiko kunci • Pendekatan: Mengidentifikasi risiko bisnis kunci dan mengevaluasi pengendaliannya • Rekomendasi: Terkait eksepsi/ kesalahan pada risiko kunci • Sasaran: Efektivitas manajemen risiko pencapaian tujuan organisasi/ menangani risiko • Fokus identifikasi: Kesenjangan antara efektivitas MR saat ini dengan yang diharapkan • Pendekatan: Memahami tujuan, risiko terkait, tingkat toleransi identifikasi kinerja dan ukuran risiko, serta menilai efektivitas MR-nya • Rekomendasi: Terkait gap efektivitas untuk menangani risiko dan tujuan organisasi 2
  • 3.
    Insert Image Perban BPKP Nomor8/2021 Standar Audit Intern Pemerintah (2021) UU Nomor 15 Tahun 2004 Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 PP Nomor 60 Tahun 2008 Penilaian atas aspek 3 E (ekonomis, efisien, dan efektivitas) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Penilaian atas aspek ekonomis, efisien, dan efektif difokuskan terhadap area pengawasan yang memiliki risiko tertinggi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi yang terpilih dalam proses perencanaan pengawasan berbasis risiko Hasil audit kinerja diharapkan dapat memberikan manfaat dalam perbaikan tata kelola organisasi termasuk juga perbaikan pengelolaan risiko dan pengendaliannya Permendagri Jakwas Tahunan Definisi Audit Kinerja PED-09/D3/04/2020 Pedoman Umum Audit Kinerja Berbasis Risiko
  • 4.
    MENDAGRI/MENTERI/ KEPALA LEMBAGA GUBERNUR/BUPATI/ WALIKOTA UU No23 Tahun 2014 Pemerintah Pusat Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (WPP) Pembinaan dan Pengawasan Pasal 373 Menteri Dalam Negeri Menteri Teknis/ Kepala LPNK Gubernur PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH Prov Pembinaan Umum & Pengawasan Umum PP 12 Tahun 2017 Pembinaan Umum dan Pembinaan Teknis Kab / Kot a Pasal 373 Pasal 3 & Pasal 10 Gubernur Bupati/Walikota Pembinaan dan Pengawasan KDH Pembinaan dan Pengawasan KDH Pasal 17 Permendagri 19 Tahun 2023 PEMBINAAN DAN PENAGWASAN KEPALA DAERAH TERHADAP PERANGKAT DAERAH DASAR HUKUM Prov Pro v Kab / Kot a Kab / Kot a Pembinaan dan Pengawasan Pasal 3 & Pasal 10 Pembinaan Teknis & Pengawasan Teknis Pengawasan Umum dan Pengawasan Teknis Pasal 2 ayat (3) Fokus Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah disusun berbasis prioritas dan risiko.
  • 5.
    Keterkaitan PPBR dalamGrand Design Pengawasan Intern Berbasis Risiko dengan Kematangan MR, dan Kapabilitas APIP
  • 6.
    PEMILIHAN AUDITABLE UNITUNTUK AUDIT KINERJA Pemeriksaan terhadap program/kegiatan yang tecantum dalam rencana pembangunan jangka menengah dan/atau rencana kerja pemerintah daerah Tahun 2021 dengan sasaran program/kegiatan yang memiliki risiko tinggi Akin fokus pada program prioritas yang selaras dengan RPJMN-RPJMD. Salah satu bukti program tsb prioritas adalah program yg mendukung peningkatan ekonomi daerah. (dikutip dari Keterangan Ditjen Bina Bangda pada saat Brainstorming Perencanaan Daerah)
  • 7.
    Ruang Lingkup danTujuan Audit Kinerja Berbasis Risiko RTRW Nasional RPJP Nasional RPJM Nasional RKP RTRW Daerah RPJP Daerah RPJM Daerah RKP Daerah KUA- PPAS Renstra OPD Renja OPD APBD VISI MISI TUJUAN SASARAN PROGRAM PRIORITAS PROGRAM OPD PENGAMPU KEGIATAN RISIKO RISIKO RISIKO PENGENDALIAN Ruang Lingkup Audit Kinerja Tujuan audit kinerja berbasis risiko adalah memberikan nilai tambah dan masukan/saran perbaikan kepada manajemen terkait dengan perbaikan kinerja untuk mengurangi /menghilangkan/memulihkan dampak, saran pengelolaan risiko dan pengendalian dalam rangka perbaikan tata kelola organisasi
  • 8.
    PEMILIHAN AUDITABLE UNITUNTUK ASSURANCE LAINNYA Bila dalam penugasan mandatory terdapat beberapa area pengawasan, APIP dapat mempertimbangkan nilai risiko, maupun faktor risiko sebagai alat untuk menetapkan prioritas/urusan rencana pengawasannya. (contoh: dana desa, dana BOS, dsb) PENTING !!! PKPT HARUS MEMUAT: 1. Pengawalan/Reviu Perencanaan Jangka Menengah 2. Pengawalan/Reviu Perencanaan Tahunan dan Anggaran 3. Audit Ketaatan atas area high risk dalam rangka pencapaian tujuan organisasi (PBJ, Perijinan, Hibah/Bansos, Promosi SDM) 4. Reviu Laporan Keuangan agar memperoleh opini WTP 5. Reviu LKJiP 6. Memberikan atensi yang signifikan sebagai upaya Early Warning System 7. Konsultansi berupa fasilitasi pengawalan untuk perbaikan tata kelola (RB/WBK/WBBM) 8. Konsultansi berupa fasilitasi pengawalan untuk perbaikan SPIP/MR (PDTT, Pengaduan Masyarakat, Permintaan APH) PENGECUALIA N
  • 9.
    9 METODOLOGI AUDIT KINERJA Pengukurankinerja dengan menggunakan empat perspektif yaitu keuangan, stakeholders, bisnis proses, dan learning process and growth. BALANCE SCORECARD Pendekatan/metode pengukuran kinerja dengan menetapkan tujuan, proses mencapai tujuan, faktor- faktor yang mempengaruhi keberhasilan, dan indikator keberhasilan.- digunakan saat ini dengan membandingkan dengan indicator kinerja INTEGRATED PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEM Pengukuran kinerja dengan menggunakan empat persepektif yaitu keuangan, stakeholders, bisnis proses, dan learning process and growth.- teknik yang digunakan dulu LOGIC
  • 10.
    TAHAPAN AUDIT KINERJABERBASIS RISIKO Tahapan Audit Kinerja Berbasis Risiko Persiapan Penugasan (PKA Perencanaan) Penentuan Tujuan dan Ruang Lingkup Pemahaman Proses Bisnis Identifikasi dan Penilaian Risiko Utama serta Pengendalian Penetapan Indikator Kinerja, Bobot dan Penyusunan Rancangan Pengujian (PKA Pengujian) Mengumpulkan dan Menguji Bukti terkait Aspek 3E dan Ketaatan Meneliti dan Menganalisis Capaian Kinerja IKK yang mendukung Program Identifikasi Kinerja yang Tidak Optimal dan Penyebab Tidak Optimalnya Capaian Kinerja Identifikasi dan Analisis atas Risiko Utama dan Efektivitas Pengendalian Menyusun Temuan, Simpulan Sementara dan Pendokumentasian Hasil Perolehan Tanggapan Penyusunan dan Penyampaian Laporan Monitoring TL PERENCANAAN PELAKSANAAN PENGKOMUNIKASIAN HASIL PENGAWASAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
  • 11.
    AGENDA PENDAMPINGAN PERSIAPANAUDIT KINERJA 11 Persiapan Penugasan (PKA Perencanaan) Penentuan Tujuan dan Ruang Lingkup Pemahaman Proses Bisnis Identifikasi dan Penilaian Risiko Utama serta Pengendalian Penetapan Indikator Kinerja, Bobot dan Penyusunan Rancangan Pengujian (PKA Pengujian) PERENCANAAN 1 2 3 4 5 Pengisian kertas kerja ruang lingkup : evaluasi RR, PAO,TAO PKA Pengisian kertas kerja pemahaman proses bisnis dan penyusunan risiko penugasan Persiapan SPT, penyampaian kuesioner SPI Pengisian matriks SPI Kesepakatan parameter kinerja dan pengisian kertas kerja indikator Output : Panduan teknis tematik yang berisi : PKA dan parameter kinerja
  • 12.
    12 PERSIAPAN AUDIT KINERJA BERBASISRISIKO PED-09/D3/04/2020 21 JULI 2020 Pedoman Umum Audit Kinerja Berbasis Risiko
  • 13.
    Gambaran Umum PerencanaanAudit Kinerja Berbasis Risiko Persiapan Penugasan (PKA Perencanaan) Penentuan Tujuan dan Ruang Lingkup Pemahaman Proses Bisnis Identifikasi dan Penilaian Risiko Utama serta Pengendalian Penetapan Indikator Kinerja, Bobot dan Penyusunan Rancangan Pengujian (PKA Pengujian) PERENCANAAN 1 2 3 4 5
  • 14.
    Insert Image Mengidentifikasi mandat/kewenangan APIPatas area pengawasan yang akan dilakukan audit kinerja, kebijakan/peraturan umum/informasi terkait area pengawasan yang terpilih dalam PPBR Mempersiapkan tim dan pembuatan surat penugasan dengan memperhatikan kompetensi dan keahlian secara kolektif Mengalokasikan dan menetapkan sumber daya yang sesuai untuk mencapai sasaran penugasan audit serta pembuatan Program Kerja Audit (PKA) Perencanaan Persiapan Penugasan (PKA Perencanaan) Titik kritis pada awal penugasan adalah penetapan tujuan dan ruang lingkup audit Tujuan audit kinerja yaitu APIP melaksanakan pengukuran, penilaian dan pelaporan atas aspek ketaatan, aspek 3E atas area pengawasan yang terpilih dan capaian kinerja atas area pengawasan Ruang lingkup yang terkait dengan audit kinerja berbasis risiko adalah area pengawasan terpilih yang mendukung sasaran strategis organisasi K/L/P dalam hal ini dapat berupa program prioritas yang terpilih dalam proses PPBR atau yang menjadi concern/perhatian pimpinan Penentuan tujuan dan Ruang Lingkup
  • 15.
    Insert Image Identifikasi keselarasanarea pengawasan yang terpilih Identifikasi dan evaluasi ketepatan Indikator Kinerja Utama (IKU) di RPJMN/RPJMD Identifikasi dan analisis kondisi sistem pengendalian intern terkait dengan unsur dan sub unsur lingkungan pengendalian Identifikasi area pengawasan terpilih (program prioritas) dengan regulasi/pedoman, juklak/juknis, dan SOP yang ada dari K/L/P serta Instansi lain/Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Identifikasi area-area kritis proses bisnis dari masing-masing aktor/pelaksana atas area pengawasan terpilih (program prioritas) yang mendukung IKU yang ada di RPJMN/RPJMD Pemahaman Proses Bisnis Auditi KKA
  • 16.
    Identifikasi risiko bertujuan untukmenentukan risiko utama apa yang berpotensi menghambat pencapaian kinerja program prioritas APIP dalam mengidentifikasi risiko harus melihat apakah risiko yang telah ditetapkan telah selaras dengan konteks tujuan dan sasaran strategis organisasi K/L/P Identifikasi dan penilaian risiko dapat dilakukan dengan memanfaatkan risk register dan profil risiko auditi Penilaian ketepatan risiko juga dapat dilakukan dengan menggunakan area kritis yang telah teridentifikasi sebelumnya oleh APIP saat pemahaman proses bisnis auditi Hasil dari evaluasi register risiko tersebut maka APIP dapat membuat daftar risiko utama baik pada risiko strategis maupun risiko operasional yang berpotensi menghambat pencapaian program proritas APIP mengidentifikasi rancangan desain pengendalian-pengendalian atas daftar risiko utama yang telah teridentifikasi Lakukan penilaian/analisis apakah desain pengendalian yang direncanakan mampu menghilangkan/mengurangi penyebab terjadinya risiko yang dapat menurunkan tingkat terjadinya risiko (probabilitas) dan/atau dampak terjadinya risiko Identifikasi dan penilaian kecukupan desain pengendalian utama diharapkan dapat memberikan keyakinan bahwa proses kegiatan yang utama telah dilakukan pengendalian dan dievaluasi secara rutin Hasil dari identifikasi dan penilaian risiko serta desain pengendalian utama akan dibuktikan dalam proses pelaksanaan audit kinerja. Identifikasi dan Penilaian Risiko Utama serta Pengendalian KKA
  • 17.
    LANGKAH-LANGKAH EVALUASI RRDAN RTP a. Dapatkan kebijakan manajemen risiko yang berlaku pada Pemerintah Daerah; b. Dapatkan dokumen perencanaan terkait tujuan Pemerintah Daerah sampai dengan tujuan area pengawasan (RPJMD-Renstra-RKPD-Renja-DPA); c. Dapatkan Dokumen register risiko terbaru yang sudah di update; d. Dapatkan informasi-informasi terkait proses bisnis organisasi dan data-data historis seperti: hasil audit sebelumnya, laporan capaian kinerja organisasi, kejadian-kejadian penting yang pernah dialami organisasi, dan informasi-informasi penting/kredibel lainnya yang dapat dijadikan rujukan; e. Lakukan analisis atas ketepatan penetapan konteks, baik tingkat strategis Pemda, tingkat strategis OPD maupun tingkat operasional OPD, termasuk menguji keselarasan penetapan risiko, apakah risiko-risiko yang ditetapkan telah selaras dengan konteks tujuan dan sasaran strategis Pemerintah Daerah (RPJMD-Renstra); f. Lakukan evaluasi ketepatan perumusan risiko apakah risiko yang teridentifikasi telah menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat terjadi (4W1H), sehingga berpotensi berdampak negatif terhadap pencapaian tujuan. Pastikan bahwa risiko bukanlah negasi tujuan (membalik tujuan); g. Lakukan evaluasi apakah penyebab terjadinya risiko telah mencerminkan penyebab hakiki (root cause), sehingga pengendalian risiko dapat langsung “menghilangkan” akar penyebab risiko. Akar penyebab terjadinya risiko biasanya mengarah pada kurangnya sumber daya 5M (Man, Money, Machine, Method, Material); h. Lakukan analisis apakah penetapan tingkat terjadinya risiko (probabilitas) dan dampak terjadinya risiko telah sesuai dengan data-data historis dan pembandingan (benchmarking) kondisi serupa di tempat lain serta informasi-informasi penting/kredibel lainnya yang dapat dijadikan rujukan. Bandingkan tingkat kemungkinan terjadinya risiko dan dampak terjadinya risiko pada register risiko dengan kriteria yang terdapat pada kebijakan MR Pemda; i. Lakukan analisis apakah pengendalian yang direncanakan mampu “menghilangkan/mengurangi” penyebab terjadinya risiko yang dapat menurunkan tingkat terjadinya risiko (probabilitas) dan/atau dampak terjadinya risiko; j. Lakukan wawancara dan konfirmasi untuk memastikan pengujian atas tahapan identifikasi risiko, mulai dari prosesnya, apakah telah melibatkan pihak yang memang memahami risiko, apakah risiko telah diidentifikasi mulai dari menganalisis tujuan, identifikasi kegiatan/program untuk mencapai tujuan, serta mengidentifikasi risiko yang melekat pada setiap kegiatan/program yang menghambat pencapaian tujuan tersebut. Apakah penetapan risiko operasional OPD, risiko strategis OPD dan risiko strategis Pemerintah Daerah telah tepat, apakah masih ada risiko kunci/utama/signifikan yang belum diidentifikasi oleh manajemen;
  • 18.
    LANGKAH-LANGKAH EVALUASI RRDAN RTP (LANJUTAN) k. Lakukan klarifikasi terhadap kejadian-kejadian penting yang terjadi setelah tanggal perumusan register risiko sampai dengan saat evaluasi keandalan register risiko yang memiliki pengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi, termasuk risiko yang jarang terjadi namun dampaknya sangat besar, bagaimana manajemen memantaunya; dan l. Lakukan pembahasan hasil evaluasi dengan satuan kerja pemilik risiko. Diperlukan prosedur agar auditor dapat menyampaikan permasalahan/isu yang ditemukan dan prosedur untuk memperoleh persetujuan manajemen untuk meng-update register risiko. Dalam bertindak, auditor harus menegakkan prinsip dasar bahwa manajemenlah yang bertanggung jawab untuk mengelola risiko. Register risiko hasil evaluasi perlu divalidasi/disetujui oleh pihak yang berwenang sesuai tingkat risikonya (pimpinan-pimpinan satuan kerja terkait, dan apabila risiko strategis Pemda divalidasi oleh Kepala Daerah). PENTING !!! 1. APIP harus memiliki/dapat mengakses database mengenai jumlah dan dampak risiko yang pernah terjadi. Pada tahap awal pembinaan MR, akan lebih banyak digunakan FGD untuk Menyusun RR dan RTP, namun seiring berjalannya waktu, database akan lebih banyak membantu dalam penyusunan RR dan RTP. 2. Dalam FGD penyusunan RR dan RTP, harus diperhatikan siapa pesertanya. Pemilik Risiko harus terlibat dalam penyusunan RR dan RTP.
  • 19.
    Pembahasan dengan auditi atasindikator kinerja BA Kesepakatan Penyusunan model/metodologi audit kinerja Penyusunan PKA termasuk rencana pengujuan rinci dan alokasi sumber daya Perlu memperhatikan tujuan, sasaran, dan ruang lingkup audit serta indikator kinerja yang disepakati bersama PENETAPAN INDIKATOR KINERJA, BOBOT PENILAIAN DAN PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN Sepakat atau tidak sepakat?
  • 20.
  • 21.
    ALUR IMPLEMENTASI IPMS StrategicIntent SI Core Activity CA Critical Success Factor CSF Key Performance Indicator KPI Maksud strategis yang ingin dicapai oleh suatu program dalam jangka waktu tertentu. Aktivitas/ kegiatan utama/ kegiatan inti yang dilaksanakan di dalam suatu program untuk mencapai strategic intent. Faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan suatu program. Petunjuk/ indikator kunci yang menentukan kinerja suatu program. Formula KPI Skor
  • 22.
    AUDIT KINERJA DENGANMETODOLOGI IPMS 22
  • 23.
    23 PELAKSANAAN AUDIT KINERJA BERBASISRISIKO PED-09/D3/04/2020 21 JULI 2020 Pedoman Umum Audit Kinerja Berbasis Risiko
  • 24.
    Mengumpulkan dan menguji buktiterkait aspek ketaatan serta aspek 3E atas indikator kinerja Menilai dan menyimpulkan capaian kinerja atas hasil indikator kinerja SImpulan Kinerja tidak tercapai/tidak optimal Identifikasi penyebab tidak optimalnya capaian kinerja Kaitkan dengan analisis efektivitas pengendalian atas risiko utama Menyusun temuan (FAO), simpulan dan KKA PELAKSANAAN AUDIT KINERJA KKA
  • 25.
    • Observasi • Inventarisasi/Opname •Inspeksi Bukti Fisik • Verifikasi • Cek • Footing/Cross Footing Bukti Dokumen • Konfirmasi • Keterangan Bukti Keterangan • Analisis • Evaluasi • Investigasi Bukti Analisis Hubungan Teknik Audit dengan Bukti Audit (Pengumpulan Bukti)
  • 26.
    • n =N/N(d)2 + 1 • n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05 Rumus Slovin • APIP dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki Rumus berdasarkan Proporsi atau Tabel Isaac dan Michael • Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500. Bila populasi kurang dari 30, seyogyanya diambil keseluruhan. Jumlah sampling minimal Rumus/tabel statistik dalam menentukan jumlah sampel:
  • 27.
    PENGUJIAN ASPEK KETAATAN,ASPEK KINERJA (3E), DAN CAPAIAN KINERJA • Pengujian Aspek Ketaatan 1 • Pengujian Aspek 3E 2 • Penilaian Capaian Kinerja 3 Insert Image Atas capaian kinerja yang masih di bawah ambang batas, APIP dapat mengambil kesimpulan berkaitan pengujian pengendalian dan dihubungkan dengan efektivitas penanganan risiko yang diharapkan menjadi area of improvement terkait dengan saran perbaikan kinerja, pengelolaan risiko dan pengendalian, terutama yang terkait dengan risiko dan pengendalian utama yang ada pada auditi.
  • 28.
    PENGUJIAN RISIKO UTAMADAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN
  • 29.
    Penyusunan Temuan danSimpulan Hasil Audit Kriteria Kondisi Perbaikan Pengelolaan Risiko dan Pengendalian Sebab Akibat Kinerja Tidak Tercapai Rekomendasi
  • 30.
    PENYUSUNAN TEMUAN DANSIMPULAN HASIL AUDIT Setelah temuan hasil audit dikembangkan dan rekomendasi dirumuskan, perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut satu atau beberapa temuan, yang teridentifikasi perlu dikaitkan/dihubungkan dengan proses pengujian risiko dan pengendalian yang bermasalah masing-masing temuan (observasi) diklasifikasikan, apakah berkaitan dengan desain pengendalian yang lemah atau implementasi/operasional pengendalian yang tidak efektif. 1. Simpulan Capaian Kinerja 2. Simpulan Efektivitas Pengendalian Dokumentasi Kertas Kerja Audit
  • 31.
    31 KOMUNIKASI/ PELAPORAN HASIL AUDITKINERJA BERBASIS RISIKO PED-09/D3/04/2020 21 JULI 2020 Pedoman Umum Audit Kinerja Berbasis Risiko
  • 32.
    Tujuan Pengkomunikasian HasilAudit LHA Menyampaikan hasil penugasan audit kepada aduiti dan pihak lain yang berwenang Menghindari kesalahpahaman terhadap hasil penugasan audit intern Menjadi dasar bagi auditi dan instansi terkait untuk melakukan tindak perbaikan Memudahkan pemantauan tindak lanjut hasil
  • 33.
    Tujuan Pemantauan TLHasil Meningkatkan efektivitas laporan hasil audit Membantu pihak pemerintah dan lembaga pembuat laporan dalam penyempurnaan peraturan Menyediakan umpan balik kepada auditor, APIP dan pemerintah tentang efektivitas audit kinerja Memantau tindakan perbaikan yang telah dilakukan oleh manajemen, serta hasil dan pengaruhnya bagi entitas yang diperiksa Memastikan bahwa temuan yang diperoleh dalam audit sebelumnya tidak dijumpai lagi dalam audit yang sedang dilaksanakan
  • 34.
    PEMANTAUAN TINDAK LANJUTYANG BELUM TUNTAS 1. Apabila batas waktu penyelesaian tindak lanjut terlampaui, Provinsi/Kabupaten/Kota menerbitkan dan menyampaikan surat peringatan pertama kepada pimpinan auditan atas rekomendasi yang belum ditindaklanjuti dan atas tindak lanjut yang masih kurang. 2. Apabila dalam satu bulan setelah surat peringatan pertama tindak lanjut belum dilakukan auditan, maka Provinsi/Kabupaten/Kota menerbitkan surat peringatan kedua. 3. Apabila dalam satu bulan setelah surat peringatan kedua terbit tindak lanjut tidak juga dilakukan, maka tim pemantau membuat surat pemberitahuan kepada pimpinan organisasi. 4. Tim pemantau tindak lanjut melakukan pemutakhiran tindak lanjut atas saldo temuan yang belum ditindaklanjuti dan tindak lanjut yang masih kurang.
  • 35.
    TERIMA KASIH “The bestpreparation for tomorrow is doing your best today.” - H. Jackson, Jr. -

Editor's Notes

  • #12 Sisipkan risiko fraud saat penyusunan PPBR,ruang lingkup audit. Jika audit hanya berbatas bagi program, siapa yang memeriksa kegitan rutin spd stsu uang makan minum.