PELAKSANAAN AUDIT KINERJA BERBASIS RISIKO
LANJUTAN
DIKLAT AUDIT KINERJA BERBASIS RISIKO DI LINGKUNGAN APIP WILAYAH
KALTENG (TATAP MUKA)
PALANGKA RAYA, 25 MEI 2023
PEMBAHASAN
• Pengumpulan dan pengujian bukti atas penerapan indikator kinerja yang telah disepakati
• Pelaksanaan program kerja audit
• Pengujian bukti berdasarkan aspek ketaatan dan 3E
• Pencapaian hasil kinerja
• pengidentifikasian penyebab capaian kinerja yang tidak optimal dengan pengujian
risiko utama dan efektifitas pengendalian utama
• Penyusunan temuan dan simpulan hasil audit
• Pemberian rekomendasi dan saran
PROSES AUDIT KINERJA
PROSES PELAKSANAAN AUDIT KINERJA
PENGUMPULAN BUKTI DANTEKNIK AUDIT
PENGUJIAN ASPEK KETAATAN, INDIKATOR KINERJA
SERTA CAPAIAN HASIL KINERJA
saran perbaikan
proses
pengelolaan
risiko, Perbaikan
RTP, serta
implementasi
RTP
(Rencana Tindak
Pengendalian)
apabila hasil capaian
kinerjanya rendah
dan teridentifikasi
mempunyai risiko
tinggi
Tetap diberikan saran agar pengelolaan
risiko dan mitigasi tetap berjalan
dengan benar serta residual risk yang
ada dibuat RTP tambahan serta
diharapkan juga kedepannya audit
kinerja yang dilakukan dapat
memperbaiki RPJMN/RPJMD yang
selaras dengan tujuan Pemerintah
Daerah
hasil capaian kinerjanya
tinggi, risikonya tinggi
berati menandakan
bahwa mitigasi sudah
berjalan
Adapun pada saat audit kinerja
dilaksanakan ternyata program
tersebut masih berjalan dan
belum memiliki sasaran antara,
maka penilaian 3E dan
pengukuran kinerja hanya
melihat pada aspek ekonomis dan
efisiensinya saja tanpa harus
melihat efektivitas dari program
tersebut. Namun, jika telah
memiliki sasaran antara, maka
dapat dilihat efektivitasnya.
PENGUJIAN RISIKO UTAMA ATAS AREA INDIKATOR KINERJAYANG
TIDAK OPTIMAL
Alur Pikir Pengujian Risiko Utama dan Pegendalian Utama
PENGUJIAN DAN PENILAIAN RISIKO
untuk mengidentifikasi
dan menganalisis
apakah proses
identifikasi, analisis,
dan evaluasi risiko yang
telah dilakukan oleh
manajemen telah
memadai
apakah risiko-risiko
kunci telah
diidentifikasi,
dianalisis dan
dievaluasi secara
tepat oleh
manajemen
auditor melakukan
pengujian atas
risiko-risiko kunci
yang telah
teridentifikasi
sebelumnya
terhadap hasil
capaian kinerja
program
ditemukan adanya
penetapan risiko kunci
yang tidak tepat risiko
kunci yang berlum
teridentifikasi oleh
manajemen, maka dapat
dijadikan temuan bagi
auditor dalam rangka
saran perbaikan
pengelolaan risiko
LANGKAH PENGUJIAN PENILAIAN RISIKO
• Dapatkan dokumen perencanaan
• Dapatkan dokumen kebijakan MR
• Dapatkan dokumen RR terbaru yg ditandatangani pimpinan unit/OPD
• Lakukan pengujian dan penilaian atas penetapan konteks
• Lakukan pengujian apakah penetapan probabilitas dan dampak, serta selera risiko telah sesuai
dengan kebijakan MR
• Lakukan pengujian dan penilaian atas tahapan identifikasi risiko, apakah penetapan risiko
operasional, risiko strategis, dan risiko entitas telah tepat
• Lakukan pengujian proses analisis risiko berkaitan dengan pemberian nilai probabilitas dan dampak
• Lakukan penilain atas evaluasi risiko termasuk penyusunan profil risiko dan pemetaannya
• Pastikan seluruh risiko signifikan telah diidentifikasi, dianalisis dan dievaluasi oleh manajemen
PENGUJIAN PENGENDALIAN UTAMA ATAS AREA INDIKATOR KINERJA
YANG TIDAK OPTIMAL
 APIP menilai/menganalisis apakah desain pengendalian yg dibuat dan dilakukan
manajemen telah tepat/sesuai dengan tujuan yg telah ditetapkan manajemen atas
pengendalian risiko utama.
TUJUAN PENGUJIAN KETEPATAN DESAIN PENGENDALIAN
Meyakinkan bahwa rancangan
pengendalian atas risiko kunci
telah memadai dan sesuai
dengan atribut 4W 1H
pengujian ketepatan desain
pengendalian kunci yaitu
dengan melihat ketepatan
rancangan desain pengendalian
dengan tujuan dari rancangan
desain pengendalian
apakah desain pengendalian
yang dibuat dan dilakukan
manajemen telah tepat/sesuai
dengan tujuan yang telah
ditetapkan manajemen terkait
atas pengendalian risiko kunci
Teknik pengujian ketepatan
desain pengendalian dapat
berupa melihat form dan
substansi dokumen
pengendalian.
KONDISI PENGENDALIAN
•pengendalian yang dirancang terlalu banyak sehingga terdapat
pengendalian yang sebenarnya tidak perlu. Meskipun pada kenyataannya
risiko berhasil ditekan sampai level yang dapat diterima, namun
pengendalian yang berlebihan hanya akan menambah biaya bagi
organisasi
Kondisi pertama, kemungkinan auditor menemui
kondisi rancangan pengendalian yang berlebihan
• auditor dapat merekomendasikan pengendalian tambahan yang
perlu dilakukan sehingga mampu menurunkan risiko sampai
level yang dapat diterima
Kondisi kedua, terdapat kemungkinan rancangan
pengendalian yang kurang, artinya pengendalian
yang ada belum mampu menurunkan risiko sampai
level yang dapat diterima
•rekomendasi yang diberikan hanyalah untuk memantau atas pengendalian
risiko, pengelolaan risiko, dan pendokumentasian keterjadian risiko
Kondisi ketiga adalah ketika auditor menilai
bahwa rancangan pengendalian sudah cukup
(tidak berlebihan dan tidak kurang)
auditor memberi simpulan mengenai ketepatan desain pengendalian kunci atas tujuan
pengendalian risiko kunci yang terkait program prioritas. Apabila dari hasil pengujian desain
pengendalian dinyatakan tepat/tidak tepat maka auditor dapat memberikan saran penguatan
desain pengendalian seperti substansi dan form pengendalian dalam rangka pencapaian hasil
kinerja program
LANGKAH KERJA PENGUJIAN DESAIN PENGENDALIAN
• Dapatkan dokumen RR terbaru untuk melihat tujuan dan pernyataan risiko terkait
program
• Identifikasi rancangan pengendalian utama atas risiko utama pada area indikator kinerja yg
tidak optimal
• Dapatkan kebijakan tertulis pengendalian utama dan lakukan identifikasi atribut
pengendalian utama (4W1H)
• Lakukan reviu ketepatan RTP
PENGUJIAN EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI DESAIN PENGENDALIAN
Pengujian implementasi pengendalian kunci untuk menguji efektivitas desain pengendalian yang
dijalankan atas risiko kunci, apakah implementasi pengendalian kunci sudah mengurangi risiko
sampai dengan tingkat yang bias diterima manajemen
pengujian kesesuaian implementasi pengendalian dengan rancangan pengendalian atas risiko-
risiko kunci yang membuat capaian kinerja menjadi rendah
Auditor harus melihat risiko mana yang menyebabkan capaian kinerja tidak tercapai serta
menguji efektivitas implementasi desain pengendalian
Jika hasil pengujian ketepatan rancangan pengendalian menunjukkan bahwa pengendalian
tidak tepat, maka tetap dilakukan pengujian implementasi untuk mengetahui komitmen
manajemen dalam implementasi rencana pengendalian.
teknik pengujian efektivitas pengendalian dapat berupa wawancara dengan pegawai kunci,
pengamatan atas prosedur/SOP dengan implementasi di lapangan dan lakukan penilaian apakah yang
tertulis di SOP sudah dilakukan dengan cara yang tepat, oleh orang yang tepat dan terdokumentasi
dengan baik, serta reperformance atas pengendalian intern yang ada
PENGUJIAN MONITORING ATASTINDAK LANJUT SERTA SARAN
PERBAIKAN KINERJA DAN PENGELOLAAN RISIKO
Untuk meyakini bahwa proses pengendalian risiko dan pengelolaan risiko telah
dilakukan monitoring dan keterjadian risiko telah didokumentasikan
Proses pengendalian dan pengelolaan risiko manajemen sudah termasuk pada
monitoring, informasi dan komunikasi atas tindak lanjut hasil pengawasan serta
saran perbaikan
Pengujian dilakukan atas dua hal, yaitu pengujian atas monitoring dan pengujian atas
informasi dan komunikasi atas tindak lanjut hasil pengawasan serta saran perbaikan
kinerja dan pengelolaan risiko
5. PENYUSUNAN KESIMPULAN
5. PENYUSUNAN KESIMPULAN
THANK YOU

PELAKSANAAN AUDIT KINERJA berbasis risiko.pptx

  • 1.
    PELAKSANAAN AUDIT KINERJABERBASIS RISIKO LANJUTAN DIKLAT AUDIT KINERJA BERBASIS RISIKO DI LINGKUNGAN APIP WILAYAH KALTENG (TATAP MUKA) PALANGKA RAYA, 25 MEI 2023
  • 2.
    PEMBAHASAN • Pengumpulan danpengujian bukti atas penerapan indikator kinerja yang telah disepakati • Pelaksanaan program kerja audit • Pengujian bukti berdasarkan aspek ketaatan dan 3E • Pencapaian hasil kinerja • pengidentifikasian penyebab capaian kinerja yang tidak optimal dengan pengujian risiko utama dan efektifitas pengendalian utama • Penyusunan temuan dan simpulan hasil audit • Pemberian rekomendasi dan saran
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    PENGUJIAN ASPEK KETAATAN,INDIKATOR KINERJA SERTA CAPAIAN HASIL KINERJA saran perbaikan proses pengelolaan risiko, Perbaikan RTP, serta implementasi RTP (Rencana Tindak Pengendalian) apabila hasil capaian kinerjanya rendah dan teridentifikasi mempunyai risiko tinggi Tetap diberikan saran agar pengelolaan risiko dan mitigasi tetap berjalan dengan benar serta residual risk yang ada dibuat RTP tambahan serta diharapkan juga kedepannya audit kinerja yang dilakukan dapat memperbaiki RPJMN/RPJMD yang selaras dengan tujuan Pemerintah Daerah hasil capaian kinerjanya tinggi, risikonya tinggi berati menandakan bahwa mitigasi sudah berjalan Adapun pada saat audit kinerja dilaksanakan ternyata program tersebut masih berjalan dan belum memiliki sasaran antara, maka penilaian 3E dan pengukuran kinerja hanya melihat pada aspek ekonomis dan efisiensinya saja tanpa harus melihat efektivitas dari program tersebut. Namun, jika telah memiliki sasaran antara, maka dapat dilihat efektivitasnya.
  • 7.
    PENGUJIAN RISIKO UTAMAATAS AREA INDIKATOR KINERJAYANG TIDAK OPTIMAL Alur Pikir Pengujian Risiko Utama dan Pegendalian Utama
  • 8.
    PENGUJIAN DAN PENILAIANRISIKO untuk mengidentifikasi dan menganalisis apakah proses identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko yang telah dilakukan oleh manajemen telah memadai apakah risiko-risiko kunci telah diidentifikasi, dianalisis dan dievaluasi secara tepat oleh manajemen auditor melakukan pengujian atas risiko-risiko kunci yang telah teridentifikasi sebelumnya terhadap hasil capaian kinerja program ditemukan adanya penetapan risiko kunci yang tidak tepat risiko kunci yang berlum teridentifikasi oleh manajemen, maka dapat dijadikan temuan bagi auditor dalam rangka saran perbaikan pengelolaan risiko
  • 9.
    LANGKAH PENGUJIAN PENILAIANRISIKO • Dapatkan dokumen perencanaan • Dapatkan dokumen kebijakan MR • Dapatkan dokumen RR terbaru yg ditandatangani pimpinan unit/OPD • Lakukan pengujian dan penilaian atas penetapan konteks • Lakukan pengujian apakah penetapan probabilitas dan dampak, serta selera risiko telah sesuai dengan kebijakan MR • Lakukan pengujian dan penilaian atas tahapan identifikasi risiko, apakah penetapan risiko operasional, risiko strategis, dan risiko entitas telah tepat • Lakukan pengujian proses analisis risiko berkaitan dengan pemberian nilai probabilitas dan dampak • Lakukan penilain atas evaluasi risiko termasuk penyusunan profil risiko dan pemetaannya • Pastikan seluruh risiko signifikan telah diidentifikasi, dianalisis dan dievaluasi oleh manajemen
  • 10.
    PENGUJIAN PENGENDALIAN UTAMAATAS AREA INDIKATOR KINERJA YANG TIDAK OPTIMAL  APIP menilai/menganalisis apakah desain pengendalian yg dibuat dan dilakukan manajemen telah tepat/sesuai dengan tujuan yg telah ditetapkan manajemen atas pengendalian risiko utama.
  • 11.
    TUJUAN PENGUJIAN KETEPATANDESAIN PENGENDALIAN Meyakinkan bahwa rancangan pengendalian atas risiko kunci telah memadai dan sesuai dengan atribut 4W 1H pengujian ketepatan desain pengendalian kunci yaitu dengan melihat ketepatan rancangan desain pengendalian dengan tujuan dari rancangan desain pengendalian apakah desain pengendalian yang dibuat dan dilakukan manajemen telah tepat/sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan manajemen terkait atas pengendalian risiko kunci Teknik pengujian ketepatan desain pengendalian dapat berupa melihat form dan substansi dokumen pengendalian.
  • 12.
    KONDISI PENGENDALIAN •pengendalian yangdirancang terlalu banyak sehingga terdapat pengendalian yang sebenarnya tidak perlu. Meskipun pada kenyataannya risiko berhasil ditekan sampai level yang dapat diterima, namun pengendalian yang berlebihan hanya akan menambah biaya bagi organisasi Kondisi pertama, kemungkinan auditor menemui kondisi rancangan pengendalian yang berlebihan • auditor dapat merekomendasikan pengendalian tambahan yang perlu dilakukan sehingga mampu menurunkan risiko sampai level yang dapat diterima Kondisi kedua, terdapat kemungkinan rancangan pengendalian yang kurang, artinya pengendalian yang ada belum mampu menurunkan risiko sampai level yang dapat diterima •rekomendasi yang diberikan hanyalah untuk memantau atas pengendalian risiko, pengelolaan risiko, dan pendokumentasian keterjadian risiko Kondisi ketiga adalah ketika auditor menilai bahwa rancangan pengendalian sudah cukup (tidak berlebihan dan tidak kurang) auditor memberi simpulan mengenai ketepatan desain pengendalian kunci atas tujuan pengendalian risiko kunci yang terkait program prioritas. Apabila dari hasil pengujian desain pengendalian dinyatakan tepat/tidak tepat maka auditor dapat memberikan saran penguatan desain pengendalian seperti substansi dan form pengendalian dalam rangka pencapaian hasil kinerja program
  • 13.
    LANGKAH KERJA PENGUJIANDESAIN PENGENDALIAN • Dapatkan dokumen RR terbaru untuk melihat tujuan dan pernyataan risiko terkait program • Identifikasi rancangan pengendalian utama atas risiko utama pada area indikator kinerja yg tidak optimal • Dapatkan kebijakan tertulis pengendalian utama dan lakukan identifikasi atribut pengendalian utama (4W1H) • Lakukan reviu ketepatan RTP
  • 14.
    PENGUJIAN EFEKTIVITAS IMPLEMENTASIDESAIN PENGENDALIAN Pengujian implementasi pengendalian kunci untuk menguji efektivitas desain pengendalian yang dijalankan atas risiko kunci, apakah implementasi pengendalian kunci sudah mengurangi risiko sampai dengan tingkat yang bias diterima manajemen pengujian kesesuaian implementasi pengendalian dengan rancangan pengendalian atas risiko- risiko kunci yang membuat capaian kinerja menjadi rendah Auditor harus melihat risiko mana yang menyebabkan capaian kinerja tidak tercapai serta menguji efektivitas implementasi desain pengendalian Jika hasil pengujian ketepatan rancangan pengendalian menunjukkan bahwa pengendalian tidak tepat, maka tetap dilakukan pengujian implementasi untuk mengetahui komitmen manajemen dalam implementasi rencana pengendalian. teknik pengujian efektivitas pengendalian dapat berupa wawancara dengan pegawai kunci, pengamatan atas prosedur/SOP dengan implementasi di lapangan dan lakukan penilaian apakah yang tertulis di SOP sudah dilakukan dengan cara yang tepat, oleh orang yang tepat dan terdokumentasi dengan baik, serta reperformance atas pengendalian intern yang ada
  • 15.
    PENGUJIAN MONITORING ATASTINDAKLANJUT SERTA SARAN PERBAIKAN KINERJA DAN PENGELOLAAN RISIKO Untuk meyakini bahwa proses pengendalian risiko dan pengelolaan risiko telah dilakukan monitoring dan keterjadian risiko telah didokumentasikan Proses pengendalian dan pengelolaan risiko manajemen sudah termasuk pada monitoring, informasi dan komunikasi atas tindak lanjut hasil pengawasan serta saran perbaikan Pengujian dilakukan atas dua hal, yaitu pengujian atas monitoring dan pengujian atas informasi dan komunikasi atas tindak lanjut hasil pengawasan serta saran perbaikan kinerja dan pengelolaan risiko
  • 16.
  • 17.
  • 18.

Editor's Notes

  • #3 Sumber Pudiklatwas modul audit kinerja Setiap organisasi yang memiliki tujuan atau sasaran akan menghadapi risiko yang menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Hal ini sesuai dengan definisi risiko menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, yaitu kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah. Risiko-risiko ini harus diidentifikasi dan dianalisis guna menentukan risiko kunci yang memiliki nilai risiko tinggi. Atas risiko kunci ini, manajemen harus mengendalikannya dalam proses pencapaian tujuan organisasi melalui kebijakan dan program. Auditor harus mengidentifikasi dan menilai risiko-risiko kunci yang menjadi penghambat pencapaian tujuan organisasi khususnya risiko-risiko terkait aspek ekonomis, efisien dan efektif. Risiko kunci mana yang membuat pencapaian tujuan atau keberhasilan kinerja suatu program menjadi tidak ekonomis, inefisien dan inefektif. Auditor perlu menguji apakah pengendalian yang dijalankan oleh manajemen telah efektif meminimalkan risiko sehingga parameter/indikator kinerja sebagai ukuran keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dapat dicapai. Oleh karena itu dalam melakukan audit kinerja, auditor dituntut untuk dapat memberikan nilai tambah dan masukan kepada manajemen terkait dengan peningkatan kinerja, perbaikan tata kelola manajemen, pengendalian intern dan manajemen risiko (GRC) dalam pencapaian tujuan organisasi
  • #8 Contoh cara mengujinya bagaimana?
  • #12 BA serah terima barang, nti dicek dan didownload, Yang berlebihan atau tidak, tepat atau sesuai dengan tujuan pengendalian Beli brang BMD, Pengeluaran uang
  • #17 Auditor dalam menyusun simpulan sementara yaitu membandingkan antara kondisi yang ada dengan kriteria, kondisi tersebut didapatkan melalui pengumpulan dan pengujian bukti serta pemilihan sampel yang representative atas Pengukuran dan Penilaian Indikator Kinerja, ketaatan terhadap peraturan serta pencapaian kinerja program, dalam aspek 3E dikaitkan dengan pengelolaan risiko dan desain pengendalian) Pengujian dan penilaian risiko terkait dengan identifikasi, analisis dan evaluasi risiko-risiko kunci Pengujian ketepatan desain pengendalian atas risiko kunci pada KPI yang capaian kinerjanya rendah Pengujian efektivitas kegiatan pengendalian dalam mengurangi risiko sampai pada tingkat yang dapat diterima manajemen Pengujian monitoring, informasi dan komunikasi atas tindak lanjut saran perbaikan pengelolaan risiko Jika terjadi perbedaan antara kondisi dengan kriteria, auditor dapat menganalisis apa yang menjadi penyebabnya, analisis meliputi faktor penyebab yang memicu/membuat capaian hasil kinerja program tidak tercapai seperti ketidaktepatan identifikasi risiko oleh manajemen, ketidaktepatan desain pengendalian, ketidakefektifan implementasi pengendalian, dan tidak dilakukanya monitoring, informasi dan komunikasi atas tindak lanjut hasil pengawasan serta saran perbaikan pengelolaan risiko dan pengendalian intern dalam proyeksi capaian kinerja. Kemudian masing-masing faktor penyebab tersebut dirumuskan, dirancang solusi dan diberikan pemecahan masalahnya (rekomendasi) terkait atas kondisi dan kriteria yang terjadi sehingga diharapkan rekomendasi yang diberikan tepat dalam memperbaiki kelemahan pengelolaan risiko dan pengendalian yang ada serta dapat mengurangi tingkat risiko organisasi sehingga diharapkan outcome dari audit kinerja yaitu memperbaiki proses tata kelola, pengedalian intern dan pengelolaan risiko dalam rangka GRC dapat tercapai.