Yuliawati Cahyaningrum 
1201124387 
MBTI 2012 
Universitas Telkom
FENOMENA 
Peningkatan Penderita Autis 
2002 1:150 2006 1:110 2008 1:100 2012 1:88 
Penderita Autis di Dunia 
Tahun 2010 → 2,4 juta = 1,14% 
Diperkirakan akan terus meningkat 
500 orang / tahun 
*sumber : Centers for Disease Control and Prevention *sumber : Badan Pusat Statistik 
Penderita Autis di Indonesia
Indonesia masuk dalam 5 besar pengguna Smartphone di Dunia 
Yaitu sekitar 47 Juta pengguna 
atau 
sekitar 14% dari penduduk Indonesia
AUTIS 
Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus 
sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif 
ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses 
perkembangan anak. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara 
otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan 
sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.
LATAR BELAKANG 
• Melihat semakin meningkatnya penderita autis di Indonesia yaitu 
akan meningkat 500 orang setiap tahunnya 
• Sekolah untuk anak penderita Autis hanya tersebar di kota-kota 
besar, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, dll. 
• Mengingat biaya terapi yang mahal yaitu ± Rp. 150.000–Rp. 
200.000/pertemuan
PROBLEM 
Karakteritik anak autisme adalah: 
• Memiliki respon abnormal terhadap stimuli sensori; 
• Perkembangan kemampuan kognitif terlambat; 
• Tidak mampu mengembangkan sosialisasi yang normal; 
• Tidak bisa fokus; 
• Cepat bosan; 
• Gangguan dalam berbicara, bahasa dan komunikasi; 
• Senang meniru atau mengulangi kata-kata orang lain 
(egolalia).
CARA MENGATASINYA 
• Mengajarkan cara berkomunikasi yang baik; 
• Mengajarkan hal apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan; 
• Mengajarkan agar mengingat identitas diri dan orang tua (minimal nama orang tua); 
• Mengajarkan banyak kata beserta makna dari kata terssebut dan membuat mereka 
mengulang serta mengingatnya; 
• Dalam pengajaran, menghindari kalimat yang panjang dan susah dimengerti 
(bahasa yang sulit); 
• Mengajarkan dengan menggunakan gambar atau objek yang menarik, karena 
dapat meningkatkan fokus, prestasi, dan ingatan. Hal ini sudah dicobakan pada 
salah satu sekolah Autis di Malang 
• Sebuah Jurnal mengatakan bahwa mengajarkan anak autis menulis akan lebih 
mudah menggunakan komputer.

Mobile Content Development

  • 1.
    Yuliawati Cahyaningrum 1201124387 MBTI 2012 Universitas Telkom
  • 4.
    FENOMENA Peningkatan PenderitaAutis 2002 1:150 2006 1:110 2008 1:100 2012 1:88 Penderita Autis di Dunia Tahun 2010 → 2,4 juta = 1,14% Diperkirakan akan terus meningkat 500 orang / tahun *sumber : Centers for Disease Control and Prevention *sumber : Badan Pusat Statistik Penderita Autis di Indonesia
  • 5.
    Indonesia masuk dalam5 besar pengguna Smartphone di Dunia Yaitu sekitar 47 Juta pengguna atau sekitar 14% dari penduduk Indonesia
  • 6.
    AUTIS Autisme adalahgangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.
  • 7.
    LATAR BELAKANG •Melihat semakin meningkatnya penderita autis di Indonesia yaitu akan meningkat 500 orang setiap tahunnya • Sekolah untuk anak penderita Autis hanya tersebar di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, dll. • Mengingat biaya terapi yang mahal yaitu ± Rp. 150.000–Rp. 200.000/pertemuan
  • 8.
    PROBLEM Karakteritik anakautisme adalah: • Memiliki respon abnormal terhadap stimuli sensori; • Perkembangan kemampuan kognitif terlambat; • Tidak mampu mengembangkan sosialisasi yang normal; • Tidak bisa fokus; • Cepat bosan; • Gangguan dalam berbicara, bahasa dan komunikasi; • Senang meniru atau mengulangi kata-kata orang lain (egolalia).
  • 9.
    CARA MENGATASINYA •Mengajarkan cara berkomunikasi yang baik; • Mengajarkan hal apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan; • Mengajarkan agar mengingat identitas diri dan orang tua (minimal nama orang tua); • Mengajarkan banyak kata beserta makna dari kata terssebut dan membuat mereka mengulang serta mengingatnya; • Dalam pengajaran, menghindari kalimat yang panjang dan susah dimengerti (bahasa yang sulit); • Mengajarkan dengan menggunakan gambar atau objek yang menarik, karena dapat meningkatkan fokus, prestasi, dan ingatan. Hal ini sudah dicobakan pada salah satu sekolah Autis di Malang • Sebuah Jurnal mengatakan bahwa mengajarkan anak autis menulis akan lebih mudah menggunakan komputer.