KELOMPOK 1 
1. Aubri Raisa N 
2. Mega Sri Utami 
3. Noufal Azis Sahputra 
4. Fendy Kurniawan 
5. Imam Hanafi 
6. Sindy Irawati Manalu 
7. Syarifah Nadhira A A
DEFINISI 
 Metode ilmiah merupakan suatu prosedur 
(urutan langkah) yang harus dilakukan untuk 
melakukan suatu proyek ilmiah (science 
project). Langkah satu dengan yang lainnya 
saling berkaitan, dan tidak dapat dipisahkan, 
jika tidak dilakukan salah satu saja, maka hasil 
dari pengamatan tidak akan efektif. 
 Menurut Almadk, Metode ilmiah adalah cara 
menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap 
penemuan, pengesahan dan penjelasan 
kebenaran
Tujuan 
1. Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, 
mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang 
ada. 
2. Untuk mengorganisasikan fakta 
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh 
pertimbangan-pertimbangan logis 
4. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan 
masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi 
temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan. 
5. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) 
sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan
LANGKAH METODE ILMIAH 
 1. Perumusan masalah 
 2. Penyusunan kerangka berpikir 
dalam pengajuan hipotesis 
 3. Perumusan hipotesis 
 4. Pengujian hipotesis 
 5. Penarikan kesimpulan
1. Perumusan masalah 
Langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan sehingga 
masalah tersebut menjadi jelas batasannya. Perumusan masalah juga 
berati pertanyaan mengenai suatu objek 
2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis 
Pembuatan kerangka berfikir menggunakan pola berfikir yang 
logis dan analitis atas keterangan-keterangan yang diperoleh dari 
sumber informasi 
3. Perumusan hipotesis 
Jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaanyang 
diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka 
berpikir yang dikembangkan. 
4. Pengujian hipotesis 
Pengumpulan fakta-fakta yang cocok dengan hipotesis yang 
diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang 
mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
5. Penarikan kesimpulan 
Penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu 
ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian 
terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis 
maka hipotesis itu diterima. Dan sebaliknya sekiranya 
dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang yang 
cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu 
ditolak.
Sifat Metode Ilmiah 
 1. Efisien dalam penggunaan sumber 
daya (tenaga, biaya, waktu). 
 2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa 
saja). 
 3. Teruji (prosedurnya logis dalam 
memperoleh keputusan).
Pola Pikir dalam Metode Ilmiah 
Pola Pikir dalam Metode Ilmiah 
1. Induktif: Pengambilan kesimpulan dari kasus 
yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang 
bersifat umum 
2. Deduktif: Pengambilan kesimpulan dari hal 
yang bersifat umum menjadi kasus yang 
bersifat khusus
Karakteristik Metode Ilmiah 
Karakteristik Metode Ilmiah 
Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses 
yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan 
metode untuk pemecahan masalah. 
Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. 
Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti 
yang tersedia. 
Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam 
studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. 
Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan 
pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat 
dipertanggungjawabkan. 
Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta 
di lapangan.
Kekurangan dan Kelebihan 
Metode Ilmiah 
1. Kekurangan 
2. Tidak dapat Menjangkau untuk membuat 
kesimpulan berkenaan dengan baik dan buruk atau 
sistem nilai. 
3. Tidak dapat menjangkau tentang seni dan 
keindahan 
4. Kelebihan 
5. Menyadari bahwa kebenaran tidak absout(hal ini 
dapat menjurus ke arah mencari kebenaran terus 
menerus 
6. Dengan ilmu pengetahuan, orang tidak percaya lagi 
dengan takhayul 
7. Merode ilmiah membuat kita bersikap optimis, teliti, 
dan berani mencoba hal baru
Syarat Metode Ilmiah 
1. Obyektif, harus sesuai dengan 
objek/didukung fakta yang benar 
2. Metodik, bahan bahan didapatkan dengan 
cara tertentu yang teratur dan terkontrol 
3. Sistematik: pengetahuan ilmiah itu 
tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri 
sendiri, datu dengan yang lainya berkaitan 
4. Universal, dapat diamati oleh semua 
orang dengan hasil yang sama
Kriteria Metode Ilmiah 
1. Berdasarkan fakta 
2. Bebas dari prasangka 
3. Menggunakan prinsip analisa 
4. Menggunakan hipotesa 
5. Menggunakan ukuran obyektif 
6. Menggunakan teknik kuantifikasi
Metode ilmiah

Metode ilmiah

  • 1.
    KELOMPOK 1 1.Aubri Raisa N 2. Mega Sri Utami 3. Noufal Azis Sahputra 4. Fendy Kurniawan 5. Imam Hanafi 6. Sindy Irawati Manalu 7. Syarifah Nadhira A A
  • 2.
    DEFINISI  Metodeilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Langkah satu dengan yang lainnya saling berkaitan, dan tidak dapat dipisahkan, jika tidak dilakukan salah satu saja, maka hasil dari pengamatan tidak akan efektif.  Menurut Almadk, Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran
  • 3.
    Tujuan 1. Untukmeningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada. 2. Untuk mengorganisasikan fakta 3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis 4. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan. 5. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan
  • 4.
    LANGKAH METODE ILMIAH  1. Perumusan masalah  2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis  3. Perumusan hipotesis  4. Pengujian hipotesis  5. Penarikan kesimpulan
  • 5.
    1. Perumusan masalah Langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasannya. Perumusan masalah juga berati pertanyaan mengenai suatu objek 2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis Pembuatan kerangka berfikir menggunakan pola berfikir yang logis dan analitis atas keterangan-keterangan yang diperoleh dari sumber informasi 3. Perumusan hipotesis Jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaanyang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. 4. Pengujian hipotesis Pengumpulan fakta-fakta yang cocok dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
  • 6.
    5. Penarikan kesimpulan Penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Dan sebaliknya sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak.
  • 7.
    Sifat Metode Ilmiah  1. Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu).  2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja).  3. Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan).
  • 8.
    Pola Pikir dalamMetode Ilmiah Pola Pikir dalam Metode Ilmiah 1. Induktif: Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum 2. Deduktif: Pengambilan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus
  • 9.
    Karakteristik Metode Ilmiah Karakteristik Metode Ilmiah Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah. Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia. Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.
  • 10.
    Kekurangan dan Kelebihan Metode Ilmiah 1. Kekurangan 2. Tidak dapat Menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan dengan baik dan buruk atau sistem nilai. 3. Tidak dapat menjangkau tentang seni dan keindahan 4. Kelebihan 5. Menyadari bahwa kebenaran tidak absout(hal ini dapat menjurus ke arah mencari kebenaran terus menerus 6. Dengan ilmu pengetahuan, orang tidak percaya lagi dengan takhayul 7. Merode ilmiah membuat kita bersikap optimis, teliti, dan berani mencoba hal baru
  • 11.
    Syarat Metode Ilmiah 1. Obyektif, harus sesuai dengan objek/didukung fakta yang benar 2. Metodik, bahan bahan didapatkan dengan cara tertentu yang teratur dan terkontrol 3. Sistematik: pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, datu dengan yang lainya berkaitan 4. Universal, dapat diamati oleh semua orang dengan hasil yang sama
  • 12.
    Kriteria Metode Ilmiah 1. Berdasarkan fakta 2. Bebas dari prasangka 3. Menggunakan prinsip analisa 4. Menggunakan hipotesa 5. Menggunakan ukuran obyektif 6. Menggunakan teknik kuantifikasi