SERUAN
                            PRESIDEN R.I.
                          1.	Aktifkan kembali Posyandu
                          2.	Periksakan ibu hamil
                             minimal 4 kali selama 	
                             masa kehamilan
                          3.	Berikan imunisasi lengkap
                             kepada bayi
                          4.	Timbanglah bayi dan balita
                             setiap bulan
                          5.	Berantaslah jentik nyamuk
                             dengan 3 M plus
                          6.	jagalah lingkungan 	 	
                             agar tetap bersih
                          7.	Ikuti program 		 	
                             Keluarga Berencana

60   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Etalase
    Susunan REDAKSI

  Mediakom
       Penanggung Jawab
        drg. Tritarayati,SH
                                                     Rapor Hijau
           Redaktur
 Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS
                                                    Kementerian
          Drs. Sumardi

         Editor/Penyunting
                                                      Kesehatan                                      drg. Tritarayati, SH




                                           W
     Dra. Hikmandari A., M.Ed
          drg. Anitasari SM.                                 aktu kerja 100 hari Kementerian Kesehatan telah usai,
          Prawito, SKM, MM                                   tepatnya 1 Februari 2010 yang lalu. Menkes dr. Endang R
              Busroni S.IP                                   Sedyaningsih, MPH, Dr.PH beserta jajaranya tak kenal lelah
   Dra. Isti Ratnariningsih, MARS                            untuk bekerja keras, berkoordinasi dan bersinergi untuk
        Mety Setiowati, SKM                                  mencapai target yang telah ditetapkan. Kini, kerja keras itu
        Aji Muhawarman, ST                 telah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan, yaitu nilai hijau. Nilai
                                           yang menggambarkan keberhasilan pencapaian program pembangunan.
  DesainGrafis dan Fotografer              Warna hijau berarti semua yang menjadi program kerja 100 hari Kementerian
   Resty Kiantini, SKM, M.Kes              Kesehatan tercapai 100%. “Ini merupakan keberhasilan bersama” kata Menkes
    Dewi Indah Sari, SE, MM
                                           pada suatu kesempatan.
     Sri Wahyuni, S.Sos, MM
        Giri Inayah, S.Sos.                   Nilai hijau dari Unit Kepresidenan Pengawasan, Pengendalian
         R. Yanti Ruchiati                 Program Pembangunan (UKP4) ini tentu menjadi kebanggaan bersama.
    Wayang Mas Jendra, S.Sn                Sehingga dapat menjadi modal dasar bagi Kementerian Kesehatan untuk
                                           melaksanakan pembangunan kesehatan 4 tahun kedepan. Sebab, masih
           Sekretariat                     banyak yang harus mendapat perhatian. Mulai dari pelayanan kesehatan
          Agus Tarsono                     kepada rakyat miskin yang belum optimal. Penyakit menular yang masih
        Waspodo Purwanto                   mengintai kesehatan masyarakat, sehingga harus terus diwaspadai.
        Sudirman, Hambali                  Pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat yang masih banyak menemui
            Yan Zefrial                    kendala dilapangan. Semua ini menjadi tantangan berat yang harus diubah
                                           menjadi peluang untuk mensukseskannya.
          Alamat Redaksi
                                              Tugas berat ini membutuhkan ketekunan, kesungguhan dan keikhlasan
      Pusat Komunikasi Publik
Gedung Kementerian Kesehatan RI            para pelakunya, baik dari Kementerian Kesehatan maupun mitra kerjanya.
         Blok A, Ruang 107                 Para pelaku ini harus berbagi peran sesuai dengan fokusnya masing-masing.
Jl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9        Membangun sinergisme peran, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Untuk
           Jakarta 12950                   itu forum komunikasi diantara para pelaku menjadi penting keberadaannya.
                                           Kami yakin dengan spirit kebersamaan ini, setiap masalah akan menemukan
           Telepon                         solusinya.
  021-5201590; 021-52907416-9                 Selain itu, mengawali tahun 2010 banyak peristiwa penting yang tidak
                                           boleh luput dari perhatian kita. Diantaranya, hasil sidang Executive Board
              Fax                          di Geneva, bantuan Indonesia untuk bencana gempa di Haiti, Kisah Bilqis
   021- 5223002; 021-52960661              dan Umi yang sangat layak menjadi pelajaran hidup kita, regestrasi jamu,
                                           sertifikasi kematian dan bantuan operasional kesehatan.
            Email
   info@puskom.depkes.go.id                   Mediakom, bulan Februari 2010 ini telah berusia 4 tahun. Usia balita dari
  kontak@ puskom.depkes.go.id              Mediakom yang masih harus banyak belajar menyajikan berita kesehatan
                                           yang enak dibaca dan mudah dipahami. Oleh karena itu masukan dan
           Call Center                     dukungan dari para pembaca sangat kami butuhkan. Sebagai penanggung
    021-500567, 021-30413700               jawab Mediakom yang baru menyampaikan salam kenal dan selamat
                                           membaca...!
        Redaksi menerima naskah               Akhirnya, kami mengucapkan selamat bekerja, semoga dua bulan yang
               dari pembaca:               kita lalui pada tahun 2010 dapat memberi pencerahan untuk berkarya lebih
   dapat dikirim ke alamat email redaksi
                                           baik lagi. Semoga Allah SWT selalu membimbingNya. l Redaksi

                                                                                                   No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
Daftar Isi
                                              13




      8

                                                                                          21
                              11              15




                                               27
                                      25

                                                                                                                        29




                                      Cover: Kunjungan kerja Menkes bersama
                                      Gubernur DKI di Cilincing Jakarta.
                                      Foto: Wayang Mas Jendra
                                                                         	     Menkes Lantik 37 Pejabat Eselon II Kemkes RI
     3	       Etalase
                                                                             15	Media Utama
     4	       Daftar Isi                                                 	     Rapor Hijau untuk Kementerian Kesehatan
                                                                         	     Visi, Misi, Strategi dan Sasaran Pembangunan 	
     6	       Surat Pembaca                                              	     Kesehatan 2010-2014
                                                                         	     Endang R. Sedyaningsih Pimpin Delegasi RI 	
                                                                         	     Pada Sidang ke-126 Badan Eksekutif WHO
     7	       Info Sehat
     	        Tips Agar Tak Tertular Flu di Kantor                       25	 Stop Press
     	        Tertawa  Menangis Sama Manfaatnya                         	   Saintifikasi Jamu Berbasis Pelayanan 		
     	        Pisang Sejuta Manfaat                                      	     Kesehatan dan Pengembangan Model 		
     	        Mata Bening Berkat Multivitamin                            	     Registrasi Kematian
     	        Kenali Manfaat Herba                                       	     Posyandu Memberikan Kontribusi Besar 		
     12	 Ragam                                                           	
                                                                         	
                                                                               dalam Pencapaian Cakupan Imunisasi
                                                                               Butuh Tindakan Preventif Atasi Perdagangan 	
     	        Program Gerakan Seribu Jamban                              	     Orang di Indramayu

   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Daftar Isi
                                                                 40       44




    35

                                 42       46                                                                    56




                                                                      48




	        Seluruh Puskesmas Akan Dapat BOK              	      dr. Edi Sampurno, Sp.P.MM, 			
                                                       	      Direktur Utama 	 RS Paru Rotinsulu:
32	 Peristiwa                                          	      ”Pelayanan Kami Sama Semua”
	        Penanggulangan Daerah Bermasalah 		           	      Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
	        Kesehatan                                            K.H.M Nasiruddin Al Mansyur, 			
	        Bilqis Menunggu Keajaiban Cangkok Hati Di 	          Bupati Kebumen: “Pendekatan 		
	        Rsup Doktor Kariadi                                  Kemasyarakatan Lebih Mengena”
	        Kasus Ummi Bisa Menjadi Pelajaran
	
	
         Indonesia Kirim Tim Kesehatan dan Obat-		
         obatan Bantu Korban Gempa Haiti               56	 Siapa Dia
42 	 Potret                                            	   Dr. Faiq Bahfen, SH:
                                                       	      Staf Ahli Menkes Bidang Medico Legal
	        Demi anak, Widi tetap menyusui                	      Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes:
                                                       	      Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat 	
44	Nasional                                            	      Kesehatan
	        Menkes Sosialisasikan Program BOK di 		       	      Triono Soendoro, dr, M.Sc, M.Phil, Ph.D:
	        Yogyakarta                                    	      Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan Faktor 	
	        Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah 	    	      Risiko Kesehatan
	        Wajib Menggunakan Obat Generik
                                                           58	 Lentera
48	 Daerah                                             	      Tak Cukup Pakta Integritas
	        Sejarah Baru RS Paru dr HA Rotinsulu          	      Sosok Pemimpin

                                                                                           No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
Surat Pembaca




     Mohon                                   obat selama perawatan. Saat diper-
                                             bolehkan pulang, masih diminta
                                             mengeluarkan uang sekitar 25%
                                                                                     dengan membuat pernyataan di
                                                                                     atas materai dan disetujui oleh Dinas
                                                                                     Kesehatan. Obat-obatan yang dijamin
     Penjelasan                              dari total biaya rumah sakit. Mereka
                                             dari awal masuk rumah sakit sudah
                                                                                     adalah obat generik dan apabila
                                                                                     generiknya tidak ada, maka harus

     SKTM                                    menggunakan SKTM.
                                                 Pertanyaan saya mengapa masih
                                             harus dikenakan biaya, padahal
                                                                                     ada persetujuan Komite Medik Rumah
                                                                                     Sakit, sehingga pasien SKTM verifikasi
                                                                                     miskin tidak perlu beli obat lagi.
     Saya ingin bertanya tetang surat        selama perawatan sudah harus               SKTM dengan verifikasi kurang
     keterangan tidak mampu (SKTM).          mengeluarkan biaya untuk menebus        mampu, kontribusi 50% dan bila
     Anak tetangga saya menderita pe-        obat-obatan. Sedangkan untuk saat       dalam perjalanannya tidak dapat
     nyakit usus melilit harus operasi dua   ini mereka sudah tidak mempunyai        membayar 50% minta persertujuan
     kali. Sekarang sudah diperbolehkan      uang lagi, bagaimana mereka harus       ke Dinas Kesehatan dengan surat
     pulang, dengan catatan masih ada        membayar?. Kalau tidak membayar         pengantar dari rumah sakit.
     tindakkan operasi lagi berikutnya.      pasien ditahan ? Mohon informasi           RS juga harus dapat melihat
     Biaya operasi dan perawatan selama      mengenai penggunaan SKTM ini.           kondisi keluarga pasien, masuk kri-
     12 hari sudah mencapai 22 juta lebih.                                           teria seperti apa, miskin atau kurang
     Jumlah ini menurut saya terlalu be-                             Terima kasih.   mampu. Sehingga dapat memberi
     sar, sebab tetangga tergolong orang                                             informasi bahwa ternyata ada kes-
     yg tidak mampu. Kondisi fisiknya                              Budi, Jakarta.    alahan verifikasi pada pasien miskin.
     lemah karena menderita komplikasi                                               Informasi ini disampaikan ke Dinas
     jantung. Mereka tidak mempunyai            JAWAB:                               Kesehatan untuk ditindaklanjuti den-
     uang untuk biaya anaknya. Uang             Peserta dengan SKTM, apabila hasil   gan surat pernyataan oleh keluarga
     yang ada dari pinjaman Rp 2 juta        verikasinya miskin dapat ditanggung     pasiennya. l
     sudah habis untuk biaya penebusan       25% sampai dengan pembebasan,


   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Info Sehat

Tips Agar                                                                    Tertawa 
Tak Tertular Flu                                                             Menangis
di Kantor                                                                    Sama
                                                                             Manfaatnya

                                    M
                                                       emasuki musim




                                                                             T
                                                       penghujan, banyak
                                                                                     ertawa, juga menangis,
                                                       orang yang
                                                                                     merupakan bagian spektrum
                                                       merasa daya tahan
                                                                                     emosi yang tidak terpisahkan
                                                       tubuhnya menurun.
                                                                                     dari kehidupan manusia.
                                     Akibatnya, mereka mudah tertular
                                                                                     Beberapa manfaat tertawa
                                     penyakit banyak diderita di musim
                                                                             dan menangis bagi kesehatan.
                                     penghujan, yaitu flu.
                                         Virus influenza bisa terbawa
                                     hingga 6 kaki (182.88 cm) dari          Meningkatkan
                                     lokasi tempat tetesan mukosa yang       Kekebalan Tubuh
                                     terjatuh saat seseorang yang sakit          Salah satu bukti manfaat nyata dari
                                     flu bersin atau batuk. Jika seseorang   tertawa yaitu menjadikan kita lebih
                                     yang sedang sakit flu bersin ke         santai dan rileks sehingga bisa berpikir
                                     tangannya, kemudian ia memencet         jernih.
                                     tombol lift, atau membuka gagang            Tertawa, juga menangis, menurut
                                     pintu, atau menggunakan handset         dr. W.M. Roan, seorang psikiater senior
telepon, maka virus-virus influenza bisa menyebar lewat medium               di Jakarta, adalah pencerminan emosi
tersebut. Siapa pun yang menyentuh medium tersebut sesudahnya, lalu          manusia, yang merupakan bagian dari
mendekatkan tangan ke wajahnya, bisa dibilang akan tertular. Apalagi         spektrum emosi meliputi kesedihan,
jika kondisi badan orang tersebut sedang tidak sehat. Orang yang             kegembiraan, kekagetan ketakutan,
sedang stres memiliki kemungkinan terjangkit lebih tinggi, karena pada       cinta kasih, kebencian, dan kemarahan.
saat tersebut kondisi pertahanan tubuhnya sedang turun.                          “Tidak hanya manusia, hewan pun
    Supaya virus influenza tidak hinggap dan mengganggu pekerjaan,           bisa menunjukkan perasaan gembira
hindarilah sumber penularannya sebaik mungkin. Berikut tips                  dan sedih dengan berbagai kegiatan
pencegahan yang bisa Anda lakukan:                                           dari gerakan. Anjing, misalnya, jika
•	 Jika Anda tahu sedang menderita flu atau penyakit menular lainnya,        gembira, buntutnya ke atas dan
    lebih baik tinggal di rumah sebisa mungkin.                              bergoyang-goyang atau kegiatan otot-
•	 Beristirahatlah sebisa mungkin dan makan makanan yang                     ototnya meningkat” tutur Roan.
                                                                                                   ,
    seimbang, termasuk banyak buah dan sayuran. Nutrisi yang tepat               Dr. Lee Berk, seorang imunolog dari
    akan membantu daya tahan tubuh.                                          Loma Linda University di California, AS,
•	 Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau sapu tangan ketika batuk          mengatakan, tertawa bisa mengurangi
    atau bersin.                                                             peredaran dua hormon dalam tubuh,
•	 Jika tak ada tisu atau sapu tangan di sekitar Anda saat ingin batuk
    atau bersin, dekatkan siku Anda. Sebaiknya jangan menutupnya
    dengan telapak tangan agar tidak menyebarkan virus tersebut saat
    Anda tak sengaja menyentuh tempat-tempat tertentu.
•	 Jika Anda ingin mengelap sisa batuk atau bersin, sebaiknya
    gunakan cairan pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol
    atau klorin.
•	 Minimalisasi interaksi tatap langsung.
•	 Batasi penggunaan alat yang disentuh banyak orang. Jika memang
    harus, cucilah tangan Anda sesering mugkin.n
                                                (gi- dari berbagai sumber)

                                                                                                No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
Info Sehat
       yaitu efinefrin dan kortisol, yang bisa menghalangi           mengatakan, tertawa terbahak-bahak amat bermanfaat
       proses penyembuhan penyakit. Dalam riset lain dr.             bagi orang sehat. Hasil penelitiannya menunjukkan,
       Rosemary Cogan dari Texas Tech University menemukan           tertawa terpingkal-pingkal akan menggoyang-
       bukti bahwa rasa nyeri atau sakit akan berkurang              goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernafasan,
       setelah tertawa. Tidak itu saja, kekebalan tubuh pun bisa     sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang jogging
       meningkat.                                                    di tempat. Sesudah tertawa demikian tubuh terasa
                                                                     rileks dan tenang, sama seperti orang habis berolahraga.
       Mengapa Kita Tertawa                                          Tertawa juga akan melatih diafragma torak, jantung,
          “Tertawa pada dasarnya sehat kalau dilakukan               paru-paru, perut, dan membantu mengusir zat-zat asing
       oleh orang-orang yang normal. Tetapi kalau tawa itu           dari saluran pernafasan. Disamping itu tertawa sangat
       dicetuskan oleh seseorang yang mengalami gangguan             ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang,
       jiwa, dengan sendirinya tidak sehat, karena tawa itu          dan depresi.
       untuk bereaksi terhadap halusinasi akan perasaan yang             Ihwal dampak tertawa dalam penyembuhan
       tidak-tidak” kata Roan.
                   ,                                                 suatu penyakit, dr. William Frey, seorang pakar
          Pada orang normal, menurut Roan, tertawa sebetulnya        biokimia dan direktur Dry Eyes and Tears Research
       suatu reaksi terhadap keadaan krisis, berupa suatu            Center di Mineapolis, AS, menyatakan tertawa akan
       perubahan yang tidak terduga. Kondisi itu bisa tercetus       menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan
       dalam keadaan yang mengagetkan, menyenangkan,                 system endokrin sehingga mendorong penyembuhan
       atau menyedihkan. Krisis itulah yang membuat orang            suatu penyakit. Menurut hipotesisnya, tertawa akan
       bisa tertawa. Kongkretnya, kalau Anda sedang serius           merangsang otak untuk memproduksi hormon tertentu
       mendengarkan sesuatu, tahu-tahu hasilnya tidak sesuai         yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endokrin
       dengan apa yang diduga, Anda bisa tertawa terbahak-           (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh.
       bahak. Kalau Anda merencanakan sesuatu yang baik, tapi        Penelitian Prof. Dr. Lucille Namehow, seorang pakar
       suatu saat gagal, Anda bisa menangis.                         yang menangani proses penuaan dari Connecticut, AS,
                                                                     menyodorkan fakta bahwa tertawa bisa membantu
                                                                     mereka yang sudah tua renta untuk tetap awet
       Melatih Organ-Organ Tubuh                                     tua, sementara yang muda tetap awet muda, serta
           Untuk mencari bukti yang lebih kuat dan akurat
                                                                     mempererat hubungan antara anggota keluarga.
       tentang manfaat tertawa bagi kesehatan, dr. Cogan
                                                                         Sembuh Berkat Menangis
       melakukan studi eksperimental terhadap dua kelompok
                                                                         dr. William Frey dari jurusan psikiatri di Minnesota
       mahasiswa. Kelompok pertama mendengarkan kaset
                                                                     University mengakui, terapi sebagian pasiennya dilakukan
       lawak dan kelompok kedua mendengarkan kaset
                                                                     melalui tontonan film sedih.“Sebagian pasien saya
       kuliah matematika, atau kelompok yang sama sekali
                                                                     sembuh setelah meneteskan air mata sepuas-puasnya”       .
       tidak mendengarkan apa-apa. Terhadap para “kelinci
                                                                         Hasil penelitian Frey yang menarik adalah, pria
       percobaan” itu sebelum dan sesudahnya dilakukan
                                                                     sengaja menahan air matanya agar tampak perkasa
       uji kepekaan terhadap rasa sakit. Ternyata mereka
                                                                     dan jantan. “Sebenarnya, pria dan wanita tidak berbeda
       yang mendengarkan kaset lawak memperlihatkan
                                                                     dalam pengalaman emosinya. Jadi, pria juga bebas
       peningkatan kemampuan dalam menahan rasa sakit.
                                                                     untuk menangis agar jiwanya tidak tertekan” katanya. n
                                                                                                                       ,
           Sementara itu, dr. William Fay dari Stanford University
                                                                                                      (gi- dari berbagai sumber)


                                                               Pisang Sejuta Manfaat


                                                               P
                                                                           ernah membayangkan bagaimana rasanya
                                                                           menjadi William bersaudara, pemegang gelar juara
                                                                           berbagai pertandingan tenis putri dunia? Selain
                                                                           skill yang mumpuni, tentunya stamina tubuh yang
                                                                           prima adalah kunci utama bagi mereka untuk
                                                               tetap unggul di lapangan. Tak jarang Williams bersaudara
                                                               harus bertanding lebih dari 6 jam.
                                                                  Jika anda cermat memperhatikan, asupan gizi yang
                                                               menjadi favorit kebanyakan atlet tenis dunia adalah
                                                               pisang! Ya, pisang penting bagi mereka. Pisang mempu


   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Info Sehat
                                         Pilih Pisang Berkualitas                yang diubah oleh tubuh menjadi
                                                                                 serotonin yang membuat efek relax,
                                         Terbaik!                                memperbaiki mood dan secara
                                           Pilihlah pisang yang sudah
                                                                                 umum membuah perasaan bahagia.
                                         matang, yang kulitnya hijau
                                            kekuning-kuningan dengan
                                                                                 Panas Dalam: Pisang memiiki efek
                                                 bercak coklat atau kuning,
                                                                                 antacid alami dalam tubuh, jadi
                                                   sebab ini akan mudah
                                                                                 kalau anda menderita panas dalam
                                                    dicerna, dan gula buah
                                                                                 cobalah mengkonsumi pisang untuk
                                                    diubah menjadi glukosa
                                                                                 memicu penyembuhan.
                                                    alami secara cepat
                                                      diabsorbsi ke dalam
                                                                                 Kelebihan berat badan dan
                                                       peredaran darah, pisang
                                                                                 stressing pekerjaan: Riset di
                                                       yang mentah akan sulit
                                                                                 Institute of Psychologi Austria
                                                       dicerna.
                                                                                 menemukan bahwa tekanan
                                                                                 selama bekerja meninggi jika
                                                    Kendalikan                   mengkonsumsi makanan seperti
                                                    Penyakit                     coklat dan snack krispi secara
                                                   dengan Pisang                 berlebihan. Pada 5.000 pasien rumah
                                                  Tekanan Darah: Buah tropis     sakit, peneliti menemukan pasien
                                              ini secara ekstrim memiliki        paling obesitas rata-rata berada
                                           kandungan potasium tinggi             dalam pekerjaan dengan tekanan.
                                          tetapi rendah garam, menjadikan        Laporan riset menyimpulkan, untuk
                                         pisang makanan yang bagus               menghindari kepanikan yang
                                         untuk membantu penurunan                mendorong rakus menkonsumsi
dengan mudah diserap tubuh dan
                                         tekanan darah. Lembaga Food             makanan, kita perlu mengendalikan
mengembalikan energi puncak
                                         and Drug Administration Amerika         kadar gula darah dengan ngemil
mereka.
                                         memperbolehkan pengusaha pisang         makanan tinggi karbohidrat setiap
   Dalam “Medicinal Uses of
                                         untuk membuat klaim bahwa pisang        dua jam, dan pisang salah satu
Bananas” (www.banana.com, 2002)
                                         dapat mengurangi resiko tekanan         makanan yang sesuai.
disebutkan, pisang bermanfaat
menyembuhkan anemia,                     darah dan stroke.
                                                                                 Stroke: Berdasarkan riset The
menurunkan tekanan darah, tenaga
                                         Kekuatan Otak : 200 pelajar sekolah     New England Journal of Medicine,
untuk berpikir, kaya serat untuk
                                         Inggris terbantu menyelesaikan ujian    mengkonsumsi pisang sebagai
membantu diet. Kulit pisang dapat
                                         akhir dengan makan pisang pada          konsumsi harian menurunkan resiko
digunakan sebagai cream anti
                                         saat sarapan, istirahat dan makan       kematian akibat stroke hingga 40%.
nyamuk, membantu sistem syaraf,
dapat membantu perokok untuk             siang karena pisang meningkatkan
                                         kekuatan otak. Riset juga               Mengontrol Temperatur: Di
menghilangkan pengaruh nikotin,
                                         menunjukkan kandungan potasium          beberapa negara, pisang dipandang
stres, mencegah stroke, mengontrol
                                         pada pisang membuat pupil lebih         sebagai makanan pendingin yang
temperatur badan terutama bagi
                                         aktif sehingga membantu proses          dapat menurunkan temperatur fisik
ibu hamil, menetralkan keasaman
                                         belajar.                                dan emosional ibu hamil. Di Thailand
lambung, dan sebagainya.
                                                                                 contohnya, ibu hamil mengkonsumsi
   Kandungan nutrisi buah pisang
                                         Konstipasi : Pisang tinggi serat,       pisang untuk memastikan bayi lahir
sangat banyak, terdiri dari mineral,
                                         sehingga membantu proses                dengan temperatur sejuk.
vitamin, karbohidrat, serat, protein,
lemak, dan lain-lain, sehingga apabila   pencernaan dan mengatasi sembelit
                                         tanpa harus memakai obat pencahar.      Maag: Pisang digunakan sebagai
orang hanya mengonsumsi buah
                                                                                 makanan untuk melawan kerusakan
pisang saja, sudah tercukupi secara
                                         Depresi: Berdasarkan survey MIND        usus karena teksturnya yang lembut.
minimal gizinya.
                                         kepada pasien penderita depresi,        Pisang adalah satu-satunya buah
                                         menunjukkan pasien merasa lebih         yang dapat dikonsumsi langsung
                                         baik setelah mengkonsumsi pisang.       tanpa membahayakan pasien iritasi
                                         Ini disebabkan pisang mengandung        atau kerusakan usus. Pisang juga
                                         tryptophan yaitu suatu tipe protein     menetralkan kelebihan asam dan

                                                                                                No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
Info Sehat
     mengurangi iritasi dengan melapisi                                              1250 dan menu tersebut cukup
     perut.                                  Pisang untuk Mengatur                   menyehatkan.
                                                                                        Selain itu, diet tersebut membuat
                                             Bobot Badan
     Pisang dan Kecantikan                      Pisang juga mempunyai peranan
                                                                                     kulit wajah tidak berminyak
         Bubur pisang dicampur dengan                                                dan bersih. Pada sisi yang lain,
                                             dalam penurunan berat badan
     sedikit susu dan madu, dioleskan                                                mengonsumsi satu gelas banana
                                             seperti juga untuk menaikkan berat
     pada wajah setiap hari secara teratur                                           milk-shake dicampur madu, buah-
                                             badan. Telah terbukti seseorang
     selama 30-40 menit. Basuh dengan                                                buahan, kacang, dan mangga
                                             kehilangan berat badan dengan
     air hangat kemudian bilas dengan                                                sesudah makan, akan menaikkan
                                             berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4
     air dingin atau es, diulang selama 15                                           berat badan.n
                                             (empat) gelas susu non fat atau susu
     hari, akan menghasilkan pengaruh                                                           (gi- dari berbagai sumber)
                                             cair per hari sedikitnya 3 hari dalam
     yang menakjubkan pada kulit.            seminggu, jumlah kalori hanya




                                                                       Mata Bening
                                                                       Berkat
                                                                       Multivitamin

                                                                       O
                                                                                  rang bijak bilang, mata adalah
                                                                                  jendela menuju dunia. Itu sebabnya,
                                                                                  kesehatan mata perlu dijaga.
                                                                                  Perawatan mata bisa dilakukan
                                                                                  dengan mengkonsumsi makanan
                                                                       sehat yang mengandung vitamin tertentu. Sejauh
                                                                       mana sebenarnya hubungan antara makanan dan
                                                                       kesehatan mata?

                                                                       Mereka Baik untuk Mata
                                                                       l	Jeruk. Kaya vitamin C, berfungsi sebagai
                                                                         antioksidan yang berkhasiat melumpuhkan
                                                                         radikal bebas penyebab penuaan sel, sehingga
                                                                         berguna untuk mencegah katarak.
                                                                       l	Anggur. Ekstrak biji anggur mengandung
                                                                         proantosianidin. Lebih kuat dari vitamin
                                                                         C dan E, antioksidan ini bahkan bisa
                                                                         memperbaiki penglihatan dan mengembalikan
                                                                         fungsi retina, terutama yang rusak akibat
                                                                         perdarahan pembuluh darah di mata dan
                                                                         ketidakseimbangan gula darah.
                                                                       l	Ubi jalar. UNICEF dan WHO menyarankan agar
                                                                         wanita dan anak-anak mengkonsumsi ubi jalar
                                                                         merah secara rutin, untuk menangkal akibat
                                                                         buruk dari kekurangan vitamin A.
                                                                       l	Nenas. Vitamin dan mineral utama yang
                                                                         terkandung dalam nenas adalah vitamin C, B
                                                                         kompleks, beta-karoten (pro-vitamin A), Fe, Mg,
                                                                         Ca, Cu, Zn, Mn dan K.
                                                                       l	Ikan laut. Ikan sardin dan tuna adalah sumber


10   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Info Sehat
                         DHA (docosahexaenoid acid),     kulit menjadi jingga kekuningan. Ini disebabkan tubuh
                         salah satu jenis asam lemak     tidak mampu menyerap karoten yang berlebih, atau
                         omega 3, yang berperan          justru tubuh tidak mampu memproses karoten yang
                         penting dalam pembentukan       terdapat di dalam wortel. Namun, bisa juga karena
                         retina mata.                    liver (hati) Anda bermasalah. Kalau sudah begitu, stop
                                                         dulu makan wortel, tunggu hingga kondisi pulih dalam
Awas Overdosis                                           beberapa hari.
   Vitamin A juga dikenal sebagai antioksidan                Pada bayi overdosis vitamin A juga bisa membuat
penggempur radikal bebas penyebab berbagai penyakit      tulang mereka menjadi rentan dan sangat rapuh. n
degeneratif. Kadar vitamin A yang tinggi pada wortel                                    (gi- dari berbagai sumber)
(Daucus carota) membantu fungsi retina mata. Bahkan,
selama Perang Dunia II, pilot-pilot pesawat tempur
Sekutu diperintahkan makan wortel untuk mempertajam
penglihatan mereka.
   Tapi, hati-hati, terlalu banyak mengkonsumsi wortel
(50 mg per hari) dalam 10 hari akan membuat warna




Kenali                                                     Bawang
                                                           Bombai
                                                                                             Jamur
                                                                                             Shiitake

Manfaat
                                                             Berkhasiat                      Berkhasiat
                                                             mencegah                        menurunkan tekanan
                                                             penggumpalan                    darah, antikanker, dan


Herba
                                                             darah,                          antitumor.
                                                             menurunkan
                                      kadar lemak darah, menurunkan                          Lada
                                      kadar gula darah, mengatasi                            berkhasiat
                     Aspara-          kolesterol, jantung, dan diabetes.                     menghangatkan
                     gus                                                                     tubuh, mengatasi
                     Oficinalis                           Kayu                               kembung, dan
                      Berkhasiat                          Manis Cina                         melancarkan air seni.
                      untuk                           Berkhasiat
                      mencegah                        mengatasi leher         Pala
                      kanker,                         yang kaku dan           Berkhasiat
                      penyakit                        sakit kepala,           mengatasi
                      jantung,        demam yang menggigil.                   kembung, sakit
meningkatkan daya tahan tubuh,                                                telinga, pusing,
menyeimbangkan elektrolit dalam                          Jagung               sakit kepala, dan muntaber.
sel, dan menormalkan tekanan darah.                       Berkhasiat
Juga berperan sebagai penambah                            membuang                                   Ginseng
gairah dan kesuburan.                                     racun sehingga                             Berkhasiat
                                                          baik untuk                                 sebagai
                   Bawang             pencernaan, membuang racun tubuh,                              antikanker,
                   Putih              melancarkan air seni, mengatasi                                antistres,
                  Berkhasiat          hipertensi, kolesterol, diabetes, dan                          antipenuaan,
                  sebagai             radang kemih.                                                  menguatkan
                  antibakteria                                                fungsi jantung, mengatasi impoten,
                                                                              diabetes, pendarahan di luar haid,
                  alami,                             Jahe                     kelelahan kronik. Beberapa orang
                  menguatkan                         Berkhasiat mengatasi
                  jantung,                                                    yang mengkonsumsi gingseng dapat
                                                     rasa mual, kembung,
menurunkan kadar kolesterol,                                                  mengalami bengkak, cegukan, dan
                                                     masalah pencernaan,
dan mencegah kanker.                                                          gatal pada kulit. n
                                                     mengatasi gejala flu.
                                                                                         (gi- dari berbagai sumber)

                                                                                             No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   11
Ragam




                                                                                             Rombongan wartawan
                                                                                             kesehatan dan pusat
                                                                                             komunikasi publik
                                                                                             mendapat penjelasan
                                                                                             Bupati Purbalingga tentang
                                                                                             pembanggunan kesehatan



     Program Gerakan                                                                 Desa berpenduduk 1.894 jiwa ini
                                                                                     mampu menyelesaikan berbagai
                                                                                     permasalahan kesehatan yang
     Seribu Jamban                                                                   timbul dengan biaya minimal. Apa
                                                                                     yang mereka dilakukan?
                                                                                         Achmad Mudakir, Kepala Desa




     T
                                                                                     Penaruban menyadarkan masyarakat
                ak menyangka, banyak          jelas sangat berisiko menyebarkan      akan pentingnya kesehatan. Setiap
                warga Purbalingga tidak       berbagai macam penyakit. Karena        saat, kapan saja, dimana saja Ia
                mempunyai jamban di           banyak sungai di Purbalingga yang      mengkapayekan pentingnya hidup
                rumahnya. Setiap hari         masih digunakan untuk kegiatan         sehat dengan memberikan stimulan
                mereka membuang hajat         harian masyarakat seperti mandi,       kepada masyarakat untuk membuat
     dengan memanfaatkan sungai,              mencuci pakaian, piring dan gelas.     jamban sebesar 50%. Sedangkan
     kolam ikan dan bahkan kebun yang         Dengan demikian, bakteri E-coli,       untuk masyarakat miskin tidak
     terbuka. Tak merasa risih dan malu       cacing dan thypus abduminalis yang     dikenakan biaya. “Hanya dalam
     karena sudah menjadi kebiasaan.          ada pada kotoran manusia akan          waktu enam bulan, sebagian besar
     Bahkan ada yang merasa nyaman            mudah menular ke orang lain lewat      masyarakat telah memasang jamban
     dengan kebiasaan ”modol di kebun”    ,   aktifitas membuang hajat di sungai.    di rumahnya sendiri. Kini setiap
     istilah buang hajat sembarangan.             Sampai akhirnya petaka itu         warga Desa Penaruban memiliki
         Menurut data Dinas Kesehatan         datang. Dua balita meninggal           kloset sendiri di rumahnya sebagai
     Kabupaten (DKK) Purbalingga hingga       dunia karena wabah diare. Wabah        bentuk kesadaran kesehatan.
     th 2005, cakupan jamban keluarga         diare terjadi karena air sungai            Pencanangan program gerakan
     di Purbalingga baru mencapai             terkontaminasi kotoran 2000            1000 jamban ini dimulai tahun
     52,6%. ‘’Sisanya sebesar 47,4%           manusia yang membuang hajat ke         2004. Berawal dari kasus kematian
     belum memiliki jamban. Penyebaran        sungai. Untuk menghentikan wabah       dua balita di desa lain karena diare.
     masyarakat yang tidak mempunyai          ini, maka perilaku membuang hajat      Kemudian masyarakat terdorong
     jamban merata di seluruh kecamatan,      di sungai harus total dihentikan dan   berperilaku hidup bersih dan sehat
     termasuk Kecamatan Purbalingga           menggalakkan program jambanisasi       untuk menghindari kejadian diare.
     Kota,’’ kata Kepala DKK Purbalingga dr       Panaruban, salah satu desa yang    Saat itu hanya 10% masyarakat yang
     Dyah Retnani Basuki.                     berhasil mewujudkan program            memakai jamban.
         Kegiatan membuang hajat di           desa sehat mandiri di Kabupaten            Setelah 4 tahun gerakan
     sungai atau kebun, lanjut Dyah,          Purbalingga Kecamatan Bukateja.        1000 jamban, masyarakat telah

12   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Ragam
mempunyai jamban semua. Walau         dipaksakan, tapi harus dikemas        4000 warga, berupa sepatu murah
mereka belum menggunakan untuk        melalui kegiatan kerohanian,          untuk ke sawah, masker, sarung
buang air besar, alasanya belum       misalnya kelompok tadarus             tangan, tabung penjernir air dan
terbiasa menggunakan jamban.          (membaca quran secara bergantian).    tudung saji.
Masyarakat telah terpasung selama     Saat itu ada 15 kelompok yang            Melalui kerja keras dan waktu
bertahun-tahun dengan pola tidak      melakukan tadarusan secara rutin.     yang panjang mereka memberi
disiplin membuang hajat, tidak        Setelah tadarusan selesai baru        penyuluhan, menyadarkan
menjaga kebersihan dan tidak peduli   disampaikan informasi kesehatan,      masyarakat untuk hidup sehat
kesehatan.Ternyata, menyediakan       termasuk buang air besar di jamban.   secara mandiri, maka hasilnya cukup
jamban lebih mudah dari pada             Ahmad Mubakir dan Chandra          menggembirakan. Kini, masyarakat
merubah perilaku.                     mempunyai obsesi membentuk            telah membuat dan menggunakan
   Menurut Ahmad Mubakir,             Desa Sehat Mandiri. Ia memberi        jamban untuk buang air besar
merubah perilaku tidak dapat          stimulan sarana kesehatan kepada      keluarga secara mandiri.n yanti


                                                                            idam-idamkan oleh masyarakat.
                                                     Menkes memberikan
                                                                                Menkes mengingatkan, reformasi
                                                     sambutan pada acara
                                                     pelantikan pejabat     birokrasi merupakan salah satu
                                                     eselon II Kemkes RI    agenda Kabinet Indonesi Bersatu II
                                                                            yang menjadi prioritas Presiden RI
                                                                            melalui good and clean governance,
                                                                            yang bersifat transparan dan
                                                                            akuntabel.
                                                                                Untuk itu, periode kerja dalam
                                                                            lima tahun mendatang tidak ringan
                                                                            dan membutuhkan kerja sama dari
                                                                            semua pihak intern Kementerian
                                                                            Kesehatan maupun masyarakat,
                                                                            swasta dan dunia usaha sebagai
                                                                            mitra untuk mencapai masyarakat
                                                                            sehat yang mandiri dan berkeadilan,
                                                                            tegas Menkes.
                                                                                Menkes berharap kepada para

Menkes Lantik                                                               pejabat yang baru dilantik dapat
                                                                            bahu membahu memberikan

37 Pejabat Eselon II                                                        kontribusinya agar dapat mencapai
                                                                            cita-cita tersebut.
                                                                                Pejabat yang dilantik adalah dr.
                                                                            H. Abdul Rival, M.Kes sebagai Kepala




P
                                                                            Biro Kepegawaian menggantikan
          rogram 100 hari bidang      Dr. PH ketika melantik 37 Pejabat     drg. S. R. Mustikowati, M.Kes, dr.
          kesehatan Kabinet           Eselon II Kemeterian Kesehatan, di    Lily S. Sulistyowati, MM sebagai
          Indonesia Bersatu           Jakarta (1/2/2010).                   Kepala Pusat Promosi Kesehatan
          II, seluruhnya telah            Menkes mengatakan, akhir-akhir    menggantikan dr. Abidinsyah
          dapat dicapai. Kita         ini media massa memberitakan          Siregar, DHSM, M.Kes, drg.
patut mensyukurinya, namun            pelayanan kesehatan masih banyak      Tritarayati sebagai Kepala Pusat
tugas selanjutnya lebih berat.        dikomplain masyarakat khususnya       Komunikasi Publik menggantikan
Pembangunan kesehatan tahun           golongan kurang mampu, baik           dr. Lily S. Sulistyowati, MM dan
2010 – 2014 diprioritaskan pada       di Puskesmas ataupun RS. Oleh         Mudjiharto, SKM, MM sebagai
peningkatan akses dan kualitas        karena itu, Menkes berharap agar      Kepala Pusat Penanggulangan
pelayanan kesehatan melalui           pejabat yang baru dilantik lebih      Krisis menggantikan dr. Rustam
berbagai bidang.                      peka terhadap apa yang dibutuhkan     Syarifuddin Pakaya, MPH.
   Demikian sambutan Menkes dr.       masyarakat dan dapat meningkatkan         dr. Abidinsyah Siregar, DHSM,
Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH,      pelayanan kesehatan seperti yang di   M.Kes sebagai Sekretaris Inspektorat

                                                                                          No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   13
Ragam
                                                                                               Menkes memberikan ucapan
                                                                                               selamat kepada pejabat
                                                                                               eselon II baru Kemkes RI




     Jenderal menggantikan dr. Hj. Ratna    Omo Abdul Madjid, Sp.OG sebagai           KKP Kelas I Jakarta dan dr. H. Imam
     Dewi Umar,M.Kes., dr. Yudhi Prayudha   Direktur Umum dan Operasional             Triyanto, MPH sebagai Kepala KKP
     Ishak Djuarsa, MPH sebagai Inspektur   RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo              Kelas I Surabaya.
     I menggantikan Drs. Parulian           Jakarta, dr. Sonar Soni Panigoro,             Drs. Purwadi, Apt, MM, ME sebagai
     Parapat, MM, Arsil Rusli, SH, MH       Sp. B.Onk, M.Epid sebagai Direktur        Sekretaris Ditjen Binfar dan Alkes
     sebagai Inspektur III menggantikan     Utama RS Kanker Dharmais Jakarta,         menggantikan Dra. Meinarwati,
     dr. Suwandi Makmur, MM, dan Drs.       dr. Rustam Syarifuddin Pakaya,            Apt.,M.Kes dan dr. Setiawan
     Wiyono Budihardjo, MM sebagai          MPH sebagai Direktur SDM dan              Soeparan, MPH sebagai Direktur
     Inspektur IV menggantikan I Gusti      Pendididkan RS Kanker Dharmais            Bina Obat Publik dan Perbekalan
     Gede Djestawana, SKM.                  Jakarta, dr. Harjati, MARS sebagai        Kesehatan Ditjen Binfar dan Alkes
         Dr. dr. Sutoto, M.Kes sebagai      Direktur Keuangan RS Kanker               menggantikan Drs. Purwadi, Apt.MM
     Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan       Dharmais Jakarta, Dr. dr. Agus            serta dr. Siswanto, MPH, DTM sebagai
     Medik, menggantikan dr. Mulya          Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid,           Kepala Puslitbang Gizi dan Makanan,
     A. Hasjmi, Sp.B, M.Kes., drg. S. R.    MH.Kes sebagai Direktur SDM               Badan Litbangkes menggantikan
     Mustikowati, M.Kes sebagai Direktur    dan Pendidikan RSUP dr. Hasan             Sunarno Ranu Widjojo, SKM, MPH.
     Bina Yanmed Dasar, menggantikan        Sadikin Bandung), dr. Hendriani               dr. Asjikin Imam Hidayat, MHA
     dr. T. Marwan Nusri MPH, dr. Andi      Selina Notosoegondo, Sp.A(K),             sebagai Kepala Pusat Pendidikan
     Wahyuningsih Attas, Sp.An sebagai      MARS sebagai Direktur Utama               Tenaga Kesehatan menggantikan
     Direktur Bina Yanmed Spesialistik,     RSUP dr. Kariadi Semarang, dr. Bella      dr. Setiawan Soeparan, MPH, Dra.
     menggantikan dr. H. Kemas M. Akib      Patria Jaya, Sp.KJ sebagai Direktur       Meinarwati, Apt. M.Kes sebagai
     Aman, Sp.R, MARS, dr. Irmansyah,       Utama RS Jiwa Prof. Dr. Soeroyo           Kepala Pusat Pemberdayaan Profesi
     Sp.KJ sebagai Direktur Bina            Magelang, dr. Hj. Chandrawati             dan Tenaga Kesehatan Luar Negeri
     Kesehatan Jiwa menggantikan HM         Husein, Sp.B sebagai Direktur SDM         menggantikan dr. Asjikin Imam
     Aminullah, Sp.KJ, MM.                  dan Pendidikan RSUP dr. Wahidin           Hidayat, dr. H. Kemas M. Akib Aman,
         drg. Setyawaty, M.Kes sebagai      Sudirohusudo Makassar.                    Sp.R, MARS sebagai Kepala Pusat
     Direktur Umum, SDM dan                     dr. Ina Hernawati, MPH sebagai        Perencanaan dan Pendayagunaan
     Pendididkan RSUP Fatmawati             Direktur Bina Kesehatan Ibu,              SDM Kesehatan, menggantikan Drs.
     Jakarta, dr. Harry Trimurjatno, MM     menggantikan dr. Sri Hermiyanti,          Abdurahman, MPH, Drs. Sulistiono,
     sebagai Direktur Keuangan RSUP         M.Sc, DR. Minarto, MS sebagai             SKM, MSc. sebagai Kepala Pusat
     Fatmawati Jakarta, dr. Priyanti Z.     Direktur Bina Gizi Masyarakat,            Pendidikan dan Pelatihan SDM
     Soepandi, Sp.P(K) sebagai Direktur     menggantikan dr. Ina Hernawati,           Kesehatan menggantikan DR.
     Utama RSUP Persahabatan                MPH dan dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS          Drs. Ida Bagus Indra Gotama, SKM
     Jakarta, dr. Tri Hesty Widyastoeti     sebagai Direktur Bina Kesehatan           dan Drs. H. R. Wisnu Hidayat, MSc
     Marwotosoeko, Sp.M sebagai             Kerja menggantikan dr. H. Abd. Rival,     sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan
     Direktur Medik dan Keperawatan         M.Kes.                                    Kesehatan Ciloto menggantikan Drs.
     RSUP Persahabatan Jakarta, dr.             dr. H. Azimal, M.Kes sebagai Kepala   H. Sulistiono, SKM, M.Kes. nSmd/Gi


14   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Media Utama

 Media
 Utama



  Rapor Hijau
  untuk Kementerian
  Kesehatan

K
                  ementerian Kesehatan mendapat            kesempatan.
                  penilaian kinerja dengan rapor              Diawal kerja 100 hari, Menkes dan jajaranya telah
                  berwarna hijau, yang berarti 4 program   berusaha menterjemahkan paradigma baru dari
                  dan 12 rencana aksi yang menjadi         paradigma BEROBAT GRATIS MENJADI “SEHAT ITU
                  sasaran program kerja 100 hari           INDAH DAN SEHAT ITU GRATIS” yang dilaksanakan
                  mencapai target 100 persen. Bahkan       secara komprehensif, sinergis dan integratif melalui
                  ada beberapa rencana aksi yang sudah     peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan
tercapai 100 persen pada hari ke 50 dan ke 75.             kesehatan yang berkualitas, peningkatan kesehatan
   Sebelum berakhir masa kerja 100 hari Kabinet            masyarakat, dengan fokus pada preventif dan promotif,
Indonesia Bersatu ( KIB II) yang jatuh pada tanggal 1      penanggulangan penyakit dan peningkatan sumber
Februari 2010, telah membuat Kementerian Kesehatan         daya manusia kesehatan terutama di Daerah Terpencil
dan jajarannya mengenjot menyelesaikan target yang         Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).
telah dicanangkan. Beberapa kali pertemuan untuk
membahas pencapaian ini. Sampai pada akhirnya, semua       Empat Program 100 Hari
target itu tercapai dengan menggembirakan. Tentu, ini        Terdapat 4 isu utama dan 12 rencana aksi yang
merupakan keberhasilan semua, kata Menkes pada suatu       menjadi landasan kerja program 100 hari Kementerian

                                                                                            No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   15
Media Utama
     Kesehatan yaitu :
     1) 	 Peningkatan pembiayaan kesehatan untuk
          memberikan jaminan kesehatan masyarakat;
     2) 	 Peningkatan kesehatan masyarakat untuk
          mempercepat pencapaian target MDGs;
     3) 	 Pengendalian penyakit dan penanggulangan
          masalah kesehatan akibat bencana;
     4) 	 Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas
          tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil,
          tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

     12 Rencana Aksi
     Program 100 hari
     1)	 Peningkatan pelayanan kepada 76,4 juta penduduk
         miskin dalam sistem jaminan kesehatan dengan
         anggaran sebesar Rp. 4,6 Triliun dengan kegiatan
         yang meliputi peningkatan akses , peningkatan
         manajemen dan penyusunan roadmap 2010 – 2014
         menuju Jaminan Kesehatan Semesta.
     2)	 Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Pedesaan
         terutama melalui pemantapan fungsi Posyandu,
         Bidan Desa, dan KB Kesehatan Reproduksi untuk
         upaya Promotif, dan Preventif.                          Capaian program
     3)	 Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban                100 hari
         menuliskan resep menggunakan obat generik di
         sarana pelayanan kesehatan pemerintah, melalui          1)	 Peningkatan pembiayaan kesehatan untuk
         pelatihan dan pemantauan secara intensif.                   memberikan jaminan kesehatan masyarakat terdapat
     4)	 Penetapan pembatasan Harga Eceran Tertingggi                dua target yang hendak dicapai yaitu:
         (HET) Obat Generik Berlogo (OGB).                           a.	 Masuknya masyarakat miskin penghuni
     5)	 Penanggulangan HIV/ AIDS.                                       Lapas/ Rutan, panti sosial dan masyarakat
     6)	 Penaggulangan penyakit Tuberkulosis.                            miskin akibat korban pasca bencana menjadi
     7)	 Penanggulangn Malaria.                                          peserta Jamkesmas dengan ditandatanginya
     8)	 Peningkatan Universal Child Immunization (UCI)                  kesepakatan bersama antara Menkes RI dengan
         sebesar 98% desa di 5 Provisi (Jatim, Jateng , Jabar,           Mendagri, Mensos dan Menhuk dan HAM tanggal
         Banten dan DKI) yang merupakan 80% Balita                       17 Desember 2009. Target tercapai 100%.
         Indonesia.                                                  b.	 Program pemantapan Jamkesmas di Rumah
     9)	 Peningkatan pengawasan obat dan makanan                         Sakit, telah dilakukan Seminar/Lokakarya Norma,
     10)	Beroperasinya Balai Pengobatan Haji Indonesia                   Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Jamkesmas
         (BPHI) baru di Makkah Arab Saudi untuk                          dalam upaya peningkatan Manajemen. Saat
         memantapkan pelayanan kesehatan haji mulai                      ini juga seluruh RS yang bekerja sama dengan
         musim haji tahun 2009.                                          Jamkesmas sudah dapat melakukan klaim
     11)	Penanggulangan Bencana.                                         dengan INA-DRG; 100% klaim sudah dibayar
     12)	Peningkatan SDM Kesehatan dalam Jumlah, jenis,                  sesuai Manlak (pedoman pelaksanaan). Sedang
         dan mutu terutama di daerah terpencil, tertinggal,              untuk meningkatkan cakupan Jamkesmas
         perbatasan dan kepulauan (DTPK).                                telah disusun roadmap kepesertaan semesta
                                                                         Jamkesmas.Target tercapai 100 %


16   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Media Utama
2)	 Peningkatan kesehatan masyarakat untuk
    mempercepat pencapaian target MDGs, meliputi :
    a. 	 Meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan
         terutama pemantapan fungsi Posyandu, Bidan
         di Desa, dan KB-Kespro di bidang promotif dan
         preventif :
    •	 Target pendataan ibu hamil di 60.000 desa, telah
         terdata 65,764 desa, dengan pendataan ibu hamil
         : 3.212.176 berarti telah terealisasi 100%. Serta
         penyediaan buku KIA bagi ibu hamil di Prov Jawa
         dan Bali dan 105 kab/kota. Target tercapai 100%.
    •	 Peningkatan advokasi tentang gizi untuk para
         pengambil keputusan dan masyarakat luas. Telah
         dicetak sebanyak 4.000 buku kepada 33 Kadinkes
         Provinsi, 579 Kab/Kota. Target tercapai 100%.
    •	 Telah diberikan biaya operasional kepada 241.700
         Posyandu di 467 Kabupaten / Kota. Target
         tercapai 100%.
    •	 Telah dilakukan launching penggunaan Kartu
         Menuju Sehat (KMS) Balita model baru yang
         membedakan anak laki-laki dan perempuan, di
         Kantor Depdagri, tanggal 28 Desember 2009,
         disaksikan Mendagri Gamawan Fauzi dan Ketua
         Umum Tim Penggerak PKK serta dihadiri Ketua
         Tim Penggerak PKK seluruh Indonesia. Target          b. Dalam rangka penetapan pembatasan Harga
         tercapai 100%.                                           Obat Eceran Tertinggi (HET) Obat Generik
    •	 Untuk penanganan gizi buruk, telah dilakukan               Berlogo (OGB), telah ditetapkan Keputusan
         pencarian secara aktif untuk menemukan kasus gizi        Menkes No. HK.03.1/Menkes/146/2010
         buruk dengan melibatkan kader dan pemanfaatan            tentang Penetapan Eceran Harga tertinggi 9
         media komunikasi, telah ditemukan 6.351 kasus gizi       HET Obat generik berlogo (OGB) dan tetap
         buruk di 21 provinsi. Target tercapai 100%.              memberlakukan SK Menkes No. 696/menkes/
    •	 Pengembangan model registrasi kematian,                    per/IV/2007 tentang Penetapan Maksimum rasio
         pada tanggal 6 Januari 2010 telah dicanangkan            HET Obat Branded Generik. Target tercapai 100%.
         pengembangannya di Kendal, Jawa Tengah               c.	 Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban
         mencakup 8 provinsi (Jateng, DKI Jakarta,                menuliskan resep dan menggunakan obat
         Lampung, Kalbar, Gorontalo, Papua, Bali dan              generik di sarana pelayanan kesehatan
         NTT). Saat ini telah disusun draft SKB antara            pemerintah, hingga saat ini juga telah dilakukan
         Kemkes dan Kemdagri untuk kerjasama dalam                soft launching pencanangan penggunaan
         pelaksanaan Sistem Registrasi Kematian di                obat generik melalui media elektronik
         Indonesia yang akan diubah menjadi “Peraturan            dan pengiriman media promosi ke RS se-
         Bersama Menteri” Target telah tercapai 100%.
                            .                                     Jabodetabek. Sedangkan untuk SK Menkes
    •	 Peningkatan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)                  tentang kewajiban menuliskan resep dan
         hingga saat ini sebanyak 31.328 UKS (Sekolah             penggunaan obat generik sudah selesai dengan
         Dasar dan MI) di 21 provinsi telah dibina oleh           SK Menkes No. HK 03.01/ Menkes/ 159/I/2010
         Puskesmas berupa penyuluhan Cuci Tangan Pakai            tanggal 28 Januari 2010 tentang Pedoman
         Sabun (CTPS), kesehatan gigi, PHBS, dan kegiatan         pembinaan dan pengawasan penggunaan
         bebas jentik nyamuk. Saat ini sudah mencapai             obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan
         10.000 UKS. Target tercapai 100%.                        pemerintah. Target tercapai 100%.

                                                                                            No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   17
Media Utama
                                                                                              Rumah sakit lapangan
                                                                                              di daerah bencana




                                                                    paket OAT FDC 1 telah diterima di seluruh
                                                                    kabupaten/kota. Target tercapai 100%.
                                                                •	 Tersedianya Pusat Pelayanan TB Multi Drug
                                                                    Resistant (TB-MDR) di RS Persahabatan dan RS
                                                                    Dr. Soetomo Surabaya. Terjaring 156 suspek TB
                                                                    MDR (104%). Sebanyak 49 pasien positif TB MDR
                                                                    diobati (159%). Sebanyak 30 pasien TB MDR telah
                                                                    mendapat pengobatan di Pusat Pelayanan TB
                                                                    MDR (100%). Target tercapai 100%.
                                                                c. Penanggulangan malaria: kegiatan
                                                                •	 pengobatan kepada 312.321pasien (104%)
                                                                •	 sebanyak 506.649 kelambu sudah terdistribusi
     3)	 Pengendalian penyakit dan penanggulangan                   (101%)
         masalah kesehatan akibat bencana antara lain           •	 screening bagi 155.700 (142%) ibu hamil di
         a.	 Penanggulangan HIV dan AIDS:                           wilayah endemis untuk perlindungan terhadap
         •	 Saat ini telah didistribusikan ARV ke 180 rumah         malaria
             sakit dengan jumlah ODHA 16.096 orang.             •	 500 Pos Malaria Desa telah terintegrasi dengan
             Pendistribusian diagnostik tes ke 24 provinsi.         desa Siaga. Berdasarkan laporan check point H-75
             Telah terdistribusi tes pengamanan darah di            target H-100 diubah dari 450.000 bumil menjadi
             33 provinsi dengan 950.000 tes, 100.000 tes            110.000 bumil.
             surveilens, 341.000 tes diagnostik.                d.	 Untuk peningkatan Universal Child Immunization
         •	 Pusat pengobatan Tuberculosis (TB) di Provinsi          (UCI) di 5 provinsi Jawa (Jatim, Jateng, Jabar,
             Papua. Telah dilaksanakan pelatihan TB bagi            Banten, DKI Jakarta) rata-rata cakupan UCI di
             petugas HIV di UPK dengan layanan VCT untuk            2.080 desa yang melakukan akselerasi adalah
             kota Jayapura, Biak Numfor, Mimika, Merauke,           88,57%, dengan rincian: rata-rata cakupan
             Nabire. Pembahasan draft SK Tim TB-HIV di RS           BCG 88,3%; rata-rata cakupan DPT/HB3 89,7%;
             Dok 2. Target tercapai 100%.                           rata-rata cakupan Polio 4 88,4%; dan rata-rata
         b.	 Penanggulangan TB :                                    cakupan Campak 87.9%. Target tercapai.
         •	 Tersedianya obat anti TB (OAT) di fasilitas         e.	 Pengawasan obat dan makanan
             kesehatan pemerintah. Target sudah terdistribusi   Pengoperasian 22 laboratorium berjalan di 13
             102.000 paket OAT di 33 provinsi dan 102.000           Provinsi, prosentase penurunan makanan jajanan


18   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Media Utama




    anak mengandung bahan berbahaya (BB)
    menurun hingga 72,08%. Hingga saat ini telah
    dilakukan sampling dan KIE di 154 Sekolah Dasar
    (SD) di Jakarta, Serang, Surabaya, Yogyakarta,
    Bandung dan Semarang dengan jumlah sampel
    makanan 683 sampel. Dilakukan koordinasi lintas
    sektor dengan kepala sekolah, Dinkes, dan Diknas
    oleh Badan POM. Target Tercapai.
f.	 Operasionalisasi Balai Pengobatan Haji Indonesia
    (BPHI) Baru di Makkah Arab Saudi. Dari hasil
    evaluasi BPHI dapat beroperasi dengan baik
    memberi pelayanan kesehatan kepada jamaah
    haji. Secara umum pelayanan kesehatan haji
    tahun ini berjalan baik sebagai indikatornya
    menurunnya angka kematian jamaah haji. Target
    tercapai 100%.
h.	 Penanggulangan bencana :
•	 screening balita gizi buruk paska bencana.
    Pelaksanaan screening di 6 kab/kota di Provinsi
    Sumatera Barat (Agam, Padang, Pariaman,            4)	 Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas
    Padang Pariaman, Kerinci, dan Pesisir Selatan)         tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil,
    Jawa Barat. Jumlah balita ter-screening 102.595        tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) :
    dengan hasil gizi buruk 784, gizi kurang 6.009;        a.	 Disusunnya Permenkes tentang praktik tenaga
    Telah teridentifikasi sarana medik di 30 RS, 123           kesehatan terpenuhinya tenaga kesehatan
    puskesmas, 144 pustu dan 146 poskesdes dan                 strategis (perawat, bidan, sanitarian, ahli gizi,
    135 rumah dinas dokter dan para medis. Dana                analis kesehatan, asisten apoteker) di DTPK.
    rehabilitasi telah diusulkan dari APBN-P, tidak            Telah dilakukan: penyusunan perbaikan materi
    mungkin dialokasikan pada tahun 2009. Telah                rancangan, pembahasan rancangan lintas
    dilakukan TOT peningkatan SDM di 100 RS yang               program, pembahasan rancangan lintas sektor,
    telah dilaksanakan tanggal 27 januari 2010.                perbaikan rancangan, semi finalisasi rancangan.
    Target tercapai 100%.                                      Target tercapai 100 %.
•	 Penguatan logistik di 9 pusat regional                  b.	 Terpenuhinya tenaga kesehatan strategis
    penanggulangan krisis (Medan, Makassar,                    sebanyak 130 orang dan 5 nakes mengundurkan
    Surabaya, Palembang, Denpasar, Manado,                     diri di 35 Puskesmas di DTPK. Perpanjangan
    Banjarmasin, Jakarta, Semarang) 2 sub-regional             kontrak bagi yang berminat melanjutkan pada
    Penanggulangan Bencana (Padang dan                         perencanaan 2010. Target tercapai 100%.
    Jayapura). Target tercapai 100%.                   5)	 Pencapaian kinerja Menteri Kesehatan 100 Hari

                                                                                          No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   19
Media Utama
         (sesuai pakta integritas).                             masyarakat/komunal di 61 lokasi; 3). Dilakukan pemicuan
                                                                perubahan perilaku Stop BAB sembarangan di 1.382
         Beberapa produk yang telah dihasilkan sampai           lokasi; dan 4). Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS)
     dengan H-100 meliputi Keluarnya Renstra Depkes             di 1.382 lokasi.
     2009-2014 dan telah tersusunnya Roadmap Reformasi             Hasil capaian ini tentu tidak membuat Kementerian
     Kesehatan Masyarakat 2009-2014.                            Kesehatan terlena atas keberhasilannya, tapi harus
         Berkaitan dengan peningkatan akses pelayanan           menjadi modal untuk melanjutkan pembangunan
     air minum dan peningkatan perilaku higienis pada           kesehatan 4 tahun ke depan. Masih banyak hal yang
     masyarakat yang berpenghasilan rendah, yang telah          harus diselesaikan, seperti yang sudah dicanangkan pada
     dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian          Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
     PU sehingga dapat terlaksana: 1). Dibangunnya sarana air   (RPJMN) tahun 2010-2014. lPra
     minum di 1.382 lokasi; 2). Dibangunnya sarana sanitasi




       Visi, Misi, Strategi dan Sasaran
       Pembangunan Kesehatan 2010-2014


       S
                  etiap episode              2.	 Melingdungi kesehatan                4.	 Meningkatkan pengembangan
                  pembangunan, harus             masyarakat dengan menjamin               dan pendayagunaan SDM
                  ada evaluasi. Hasil            tersedianya upaya kesehatan              Kesehatan yang merata dan
                  evaluasi menghasilkan          yang paripurna, merata,                  bermutu
                  rekomendasi untuk              bermutu, dan berkeadilan             5.	 Meningkatkan ketersediaan,
       tindak lanjut. Periode 2004-2009      3.	 Menjamin ketersediaan dan                pemerataan dan keterjangkauan
       telah menghasilkan banyak                 pemerataan sumberdaya                    obat dan alat kesehatan serta
       kemajuan dalam pembangunan                kesehatan                                menjamin keamanan, khasiat,
       kesehatan. Keberhasilan itu           4.	 Menciptakan tata kelola                  kemanfaatan, dan mutu sediaan
       harus berlanjut pada periode              kepemerintahan yang baik                 farmasi, alat kesehatan, dan
       berikutnya. Setelah melakukan                                                      makanan
       kajian yang mendalam, maka untuk      Strategi                                 6.	 Meningkatkan manajemen
       periade 2010-2014 Kementerian         1.	 Meningkatkan pemberdayaan                kesehatan yang akuntabel,
       Kesehatan telah merumuskan visi,          masyarakat, swasta dan                   transparan, berdayaguna
       misi dan strategi pembangunan             masyarakat madani dalam                  dan berhasilguna
       kesehatan yang telah disesuaikan          pembangunan kesehatan                    untuk memantapkan
       dengan kebutuhan dan antisipasi           melalui kerjasama nasional dan           desentralisasi kesehatan yang
       perkembangan zaman kedepan.               global                                   bertanggungjawab
                                             2.	 Meningkatkan pelayanan
       Visi                                      kesehatan yang merata,               Sasaran
         Masyarakat Sehat Yang Mandiri           terjangkau, bermutu dan                 Sesuai dokumen Rencana
       dan Berkeadilan                           berkeadilan, serta berbasis bukti;   Pembangunan Jangka Menengah
                                                 dengan pengutamaan pada              Nasional (RPJMN) 2010-2014, 4
       Misi                                      upaya promotif dan preventif         tahun kedepan ada sejumlah
       1.	 Meningkatkan derajat              3.	 Meningkatkan pembiayaan              indikator pembangunan kesehatan
           kesehatan masyarakat, melalui         pembangunan kesehatan,               yang hendak dicapai pada tahun
           pemberdayaan masyarakat,              terutama untuk mewujudkan            2014 yaitu meningkatnya umur
           termasuk swasta dan                   jaminan sosial kesehatan             harapan hidup dari 70,7 tahun
           masyarakat madani                     nasional                             (2008) menjadi 72,0 tahun.


20   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Media Utama
Menurunya angka kematian ibu            Reformasi Kesehatan                  •	     Perbaikan status gizi masyarakat
melahirkan per 100.000 kelahiran        1.	 Bantuan Operasional Kesehatan    •	     Pengendalian penyakit menular
hidup dari 228 ( 2008) menjadi 118.         (BOK)                                   serta tidak menular diikuti
Menurunya angka kematian bayi           2.	 Penanggulangan Daerah Ber-              penyehatan lingkungan
per 1.000 kelahiran hidup dari 34 (         masalah Kesehatan (PDBK)         •	     Pemenuhan, pengembangan
2008) menjadi 24 dan menurunya          3.	 Jamkesmas                               dan pemberdayaan SDM
prevalensi kekurangan gizi ( gizi       4.	 Pelayanan Kesehatan di Daerah           kesehatan
buruk dan gizi kurang) pada anak            Tertinggal Perbatasan dan Ke-    •	     Peningkatan ketersediaan,
balita dari 18,4% menjadi lebih kecil       pulauan (DTPK)                          keterjangkauan, pemerataan,
dari 15%.                               5.	 Ketersediaan Obat                       keamanan, mutu dan
                                        6.	 Reformasi Birokrasi                     penggunaan obat serta
5 Nilai                                 7.	 World Class Hospital                    pengawasan obat dan makanan
1.	 Pro rakyat                                                               •	     Pengembangan sistem Jaminan
2.	 Inklusif                            Prioritas Pembangunan                       Kesehatan Masyarakat
3.	 Responsif (Tanggap sesuai ma-          Prioritas pembangunan             •	     Pemberdayaan masyarakat dan
    salah dan kewilayahan)              kesehatan yaitu peningkatan akses           penanggulangan bencana dan
4.	 Efektif                             dan kualitas pelayanan kesehatan            krisis kesehatan
5.	 Bersih                              yang akan dilakukan melalui :        •	     Peningkatan pelayanan
                                        •	 Peningkatan kesehatan ibu, bayi          kesehatan primer, sekunder dan
                                            dan balita                              tersier.lSmd




Endang R. Sedyaningsih
Pimpin Delegasi RI Pada Sidang ke-126
Badan Eksekutif WHO


                                                                                  M
 Menkes bersama                                                                                            enkes dr.
 delegasi negara lain                                                                                      Endang R.
 pada sidang WHO                                                                                           Sedyaningsih,
                                                                                                           MPH, Dr. PH,
                                                                                                           memimpin
                                                                                                           Delegasi
                                                                                                           Republik
                                                                                  Indonesia pada Sidang ke-126 Badan
                                                                                  Eksekutif Organisasi Kesehatan
                                                                                  Dunia (Executive Board WHO) di
                                                                                  Jenewa Swiss tanggal 18-23 Januari
                                                                                  2010.
                                                                                      Menkes didampingi anggota
                                                                                  delegasi, Prof. Dr. Tjandra Yoga
                                                                                  Aditama-Dirjen P2PL, Dr. Makarim
                                                                                  Wibisono-Staf Khusus Menkes, Dr
                                                                                  David Mulyono, Dr. Widjaja Lukito,
                                                                                  dr. Untung S Sutarjo-Kepala Biro
                                                                                  Perencanaan dan Anggaran dan


                                                                                                 No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   21
Media Utama
     drg. Murti Utami-Kepala Biro Umum.      mengajukan rancangan resolusi          oleh World Health Assembly (WHA),
     Delegasi Indonesia juga didukung        mengenai “the Improvement              serta memberikan arahan kepada
     penuh Perwakilan Tetap RI (PTRI)        of Health through Safe and             Dirjen WHO dalam melaksanakan
     dipimpin Dr. Dian Triansyah Djani-      Environmentally Sound Waste            keputusan-keputusan WHA.
     Watapri, Dr. Desra Percaya, Acep        Managemen and Viral Hepatitist”   .        EB melakukan sidang secara
     Somantri, dan A Habib.                  Pengajuan rancangan resolusi           regular, minimal dua kali setiap
         Kehadiran Menkes Endang             merupakan upaya Indonesia untuk        tahun, pada bulan Januari dan Mei
     R. Sedyaningsih dan anggota             menindaklanjuti keputusan “Bali        di Jenewa, Swiss. Sebagai anggota
     Delegasi RI dalam sidang Executive      Declaration on Waste Management        EB, Indonesia, mempunyai hak suara
     Board (EB) ke-126 sangat penting        for Human Health and Livelihood”       untuk diterima usulannya didalam
     untuk memperjuangkan resolusi           yang disepakati pada Sidang ke-9       mengusulkan resolusi baru maupun
     WHA 60.28 (Pandemic Influenza           COP to the Basel Convention di Bali,   dalam memberikan tanggapan
     Preparedness: Sharing of Influenza      bulan Juni 2008.                       terhadap resolusi yang diajukan oleh
     Viruses and Access to Vaccines and         Indonesia juga telah menyiapkan     anggota EB lainnya.
     Other Benefits) agar tetap berjalan     beberapa tanggapan resolusi                Indonesia terpilih menjadi
     sesuai dengan kesepakatan semula.       antara lain mengenai Birth defect,     anggota EB sejak bulan Mei 2007
         Selain itu, Menteri Kesehatan       Availability, Safety,  Quality        dan akan berakhir pada bulan Mei
     Indonesia telah terpilih untuk          Blood Product, Monitoring the          2010 pada sidang WHA ke-63. Hal
     menjadi salah satu Wakil Ketua.         achievement of MDGs, food safety       ini berarti, Indonesia masih memiliki
     Posisi ini merupakan posisi             dan lain-lain, yang mempunyai          kesempatan satu kali lagi untuk
     terhormat yang diberikan kepada         dampak besar pada kesehatan di         berkontribusi penuh didalam sidang
     Indonesia untuk pertama kalinya         Indonesia.                             EB.
     selama menjadi anggota EB periode          Executive Board merupakan               Selama menjadi anggota
     2007-2010.                              badan eksekutif WHO yang               EB, Indonesia telah banyak
         Dengan dukungan penuh Wakil         beranggotakan 34 negara anggota,       memberikan kontribusinya untuk
     Tetap RI (Watapri) Jenewa, Delegasi     dipilih oleh World Health Assembly     memperjuangkan kemaslahatan
     Indonesia menyusun berbagai             (WHA), dengan masa tugas 3 tahun.      negara anggota WHO terutama
     masukan dan tanggapan terhadap          Menkes RI telah berhasil terpilih      yang berasal dari negara miskin dan
     resolusi dan usulan pada pertemuan      sebagai salah satu Wakil Ketua         berkembang. Salah satu kontribusi
     EB ke-26.                               bersama dengan Korea Selatan ,         Indonesia yang cukup penting
         Dalam Sidang ke-126 EB-WHO          Oman dan Paraguay .                    adalah disetujuinya resolusi WHA
     ini, selain terus memperjuangkan           Sidang EB-WHO yang dipimpin         60.28 yaitu mengenai Pandemic
     kelanjutan pembentukan Framework        Uganda dimandatkan untuk               Influenza Preparedness: Sharing
     Virus Sharing dan Benefits Sharing,     menyusun keputusan dan kebijakan       of Influenza Viruses and Access to
     Indonesia juga berinisiatif untuk       yang akan dibahas dan ditetapkan       Vaccines and Other Benefits. Sejak




      Menkes foto bersama dengan delegasi Indonesia

22   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Media Utama
saat itu, eksistensi Indonesia di mata
dunia diperhitungkan
   Disamping pertemuan, Delegasi
Indonesia juga melakukan beberapa
pertemuan bilateral dengan Menteri
Kesehatan negara anggota lainnya
yang dianggap dapat memperkuat
posisi Indonesia dalam forum EB,
antara lain Menkes India, Menkes
Bangladesh, Brunei Darussalam dan
beberapa organisasi dunia lainnya
seperti Director Excutive Global
Funds dan lain-lain.

WHO COLLABORATIVE CENTRE DI
INDONESIA
    Direktur Jenderal WHO,
Dr. Margaret Chan, dalam
pertemuannya dengan Menkes RI,           Sulawesi Utara, dan 2 Sub Regional     melanjutkan pembahasan isu-
Endang Rahayu Sedyaningsih di sela-      di Sumatera Barat dan Papua. Dirjen    isu yang masih belum disepakati
sela Sidang Executive Board ke-126       WHO memuji kapasitas Indonesia         termasuk isi dari Standard Material
WHO di Jenewa,Swiss, tanggal 18          dalam manajemen bencana                Transfer Agreement (SMTA). Hasil
Januari 2010, mengatakan bahwa           sehingga dapat menjadi pusat           pertemuan selanjutnya akan
WHO mendukung pendirikan WHO             pelatihan bagi negara-negara lain.     dilaporkan pada sidang WHA ke 63
Collaborating Center Influenza di           Pertemuan bilateral antara          pada tanggal 17- 22 Mei 2010.
Indonesia.                               Menkes RI dengan Dirjen WHO               Selain itu, rancangan resolusi
    “Saya mendukung inisiatif            tersebut merupakan salah satu          Indonesia tentang Improvement
RI untuk mendirikan WHO                  rangkaian kegiatan di hari pertama     of Health through Safe and
Collaborating Centre Influenza di        Sidang ke-126 Executive Board WHO.     Environmentally Sound Waste
Indonesia, dan akan memberikan                                                  Management (sebagai kelanjutan
bantuan untuk mewujudkan inisiatif       PERTUKARAN VIRUS DAN AKSES             dari Bali Declaration) telah dibahas
tersebut” ujar Margaret Chan.
           ,                             VAKSIN INFLUENZA DILANJUTKAN           secara informal dan terdapat
    Dukungan Dirjen WHO tersebut             Sidang tanggal 20 January 2010,    indikasi positif untuk memperoleh
memiliki arti penting dalam upaya        membahas mengenai Pandemic             dukungan seluruh negara anggota
Indonesia agar negara-negara             Influenza Preparedness: Sharing        Executive Board WHO, baik Negara
berkembang juga memiliki kapasitas       of Influenza Viruses and Access to     berkembang maupun Negara maju.
yang memadai untuk mendiagnosa           Vaccines and Other Benefits yang
dan melakukan risk assesment             pada awalnya mengalami kebekuan        BAHAS BERBAGAI MASALAH
(penilaian risiko) terhadap penyakit     atas kelanjutan mekanisme negosiasi    GLOBAL
berpotensi pandemi seperti H5N1          virus sharing, berhasil diatasi oleh      Sidang Executive Board (EB)
dan H1N1.                                Delegasi Republik Indonesia melalui    WHO ke-126, membahas berbagai
    Dirjen WHO juga mendukung            beberapai kali pertemuan konsultasi    masalah kesehatan global antara
pembentukan WHO Collaborating            antar negara yang dihadiri 41          lain hepatitis, polio, tuberculosis,
Centre untuk Disaster Management         negara, baik Negara anggota            campak, kusta, pencapaian MDGs
di Indonesia. Saat ini telah dibentuk    maupun Negara bukan anggota EB,        di bidang kesehatan, kaitan antara
9 Pusat Disaster Management              sehingga akhirnya disepakati oleh      limbah dengan kesehatan, termasuk
(Regional Pusat Penanggulangan           seluruh anggota negara EB untuk        kesiapan dan kewaspadaan
Krisis), yaitu Sumatera Utara,           diadakan pertemuan Open-Ended          menghadapi pandemi influenza, ujar
Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa      Working Group pada tanggal 10-12       Menkes.
Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan     Mei 2010 di Jenewa.                       Menurut Menkes RI, sebagian
Selatan, Sulawesi Selatan, dan               Pada pertemuan tersebut akan       permasalahan kesehatan tersebut


                                                                                               No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   23
Media Utama
     telah dibahas draft resolusi/           kemajuan yang dicapai Indonesia            menunjukkan komitmennya
     keputusan yang akan disahkan            untuk memenuhi target MDGs pada            membantu korban gempa di Haiti.
     lebih lanjut di Sidang WHA ke-63        tahun 2015. Beberapa tanggapan             Sidang UN-OCHA itu secara khusus
     bulan Mei 2010, seperti: hepatitis,     dari negara sahabat mengakui               membahas kerja sama bantuan
     kusta, MDGs. Khusus untuk masalah       sejumlah capaian Indonesia dalam           kemanusiaan untuk Haiti.
     kesiapan dan kewaspadaan                mengatasi sejumlah penyakit seperti            “Saya sampaikan apresiasi dan
     menghadapi pandemi influenza            tingkat kematian ibu melahirkan            penghargaan terhadap Indonesia,
     (virus sharing dan benefits sharing)    berkurang 58 persen periode 1990-          bersama masyarakat internasional
     hanya disepakati mekanisme/             2007, sementara tingkat kematian           menunjukkan komitmen tinggi
     prosedur untuk melanjutkan              bayi berkurang sekitar 50 persen           terhadap nilai-nilai kemanusiaan
     perundingan tentang virus sharing       pada periode yang sama merupakan           melalui bantuannya kepada Haiti,”
     dan benefits sharing dan tidak          contoh nyata dari kemajuan di              ujar Catherine Bragg.
     menyinggung sama sekali masalah         bidang kesehatan.                              Duta Besar/ Wakil Tetap RI untuk
     substansi.                                 Kemajuan yang signifikan juga           PBB di Jenewa Dian Triansyah Djani,
         Dalam kaitan ini disepakati bahwa   nampak dalam upaya Pemerintah              dihadapan hampir seluruh delegasi
     masalah virus pandemi influenza         RI mengurangi jumlah penderita             negara anggota PBB yang hadir
     baru akan dibahas pada pertemuan        Tubercolosis dan Malaria, serta            dalam sidang itu menegaskan
     Kelompok Kerja negara-negara            HIV/AIDS, yang telah menunjukkan           komitmen Indonesia membantu Haiti.
     anggota WHO pada tanggal 10             persentase perbaikan yang                      Dikatakannya, sebagai negara
     – 12 Mei 2010 di Jenewa sebagai         signifikan dibandingkan dengan             yang memiliki pengalaman yang
     pertemuan persiapan Sidang WHA          negara-negara berkembang lainnya.          cukup luas dalam penanganan
     ke-63.                                  Namun demikian, sebagaimana                bencana khususnya yang terjadi
         Dengan demikian adalah tidak        diakui negara peserta sidang               di Indonesia, Pemerintah RI siap
     benar bahwa pada sidang EB WHO          lainnya, delegasi Indonesia juga           untuk membantu dan berbagi
     kali ini dibahas dan disepakati         mengingatkan adanya sejumlah               pengalamannya untuk mengatasi
     masalah pengiriman virus dalam          kendala yang masih dialami oleh            bencana yang tengah terjadi di
     rangka persiapan dan kewaspadaan        negara-negara berkembang dalam             negeri tersebut.
     menghadapi pandemi. Indonesia           upaya pencapaian target tersebut.              Dalam sidang yang berbeda,
     tetap konsisten memperjuangkan             Beberapa kendala tersebut terkait       Menkes RI Endang Rahayu
     kepentingan nasional dan negara         erat dengan tingkat pembangunan            Sedyaningsih dalam sesi khusus yang
     berkembang lain untuk menciptakan       sosial dan ekonomi di masing-masing        membahas situasi di Haiti di sela-sela
     mekanisme virus sharing dan             negara, khususnya yang disebabkan          Sidang Executive Board ke-126 WHO
     benefits sharing yang adil,             oleh kurangnya dukungan sumber             di Jenewa, juga menggarisbawahi
     transparan dan setara.                  daya, krisis kemanusiaan maupun            bahwa Pemerintah RI telah menjadi
                                             finansial, serta terjadinya konflik dan    bagian dari upaya internasional untuk
     INDONESIA DIPUJI PBB                    ketidakstabilan politik. Sidang akhirnya   menangani situasi pascagempa
        Upaya Indonesia mencapai             menyepakati usulan Indonesia untuk         di Haiti sebagai wujud solidaritas
     target Millennium Development           terus memperkuat komitmen politik,         Indonesia.
     Goals (MDGs) di bidang kesehatan        serta kerjasama dan kemitraan                  Pernyataan Menkes tersebut
     mendapat tanggapan positif dari         antar negara dalam upaya saling            disambut positif Dirjen
     Badan Kesehatan PBB, WHO.               mendukung untuk memperkuat                 WHO Margaret Chan, seraya
        “Apresiasi terhadap upaya keras      kapasitas domestik di bidang ini.          menyampaikan pengakuan bahwa
     Indonesia itu mencuat saat Dirjen                                                  Indonesia memiliki kapasitas yang
     WHO, Margaret Chan dan negara           PBB APRESIASI INDONESIA BANTU              baik dalam penanganan bencana.
     sahabat menanggapi pidato Menkes        KORBAN BENCANA HAITI                           Komitmen bantuan dan simpati
     RI dalam Sidang Executive Board            Direktur Badan Bantuan                  disampaikan Indonesia terhadap
     WHO di Jenewa,” ujar Sekretaris         Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-           korban gempa bumi di Haiti, melalui
     Pertama PTRI Jenewa, Achsanul           bangsa (UN-OCHA) Catherine Bragg           berbagai sidang PBB di Jenewa itu
     Habib.                                  dalam Sidang UN-OCHA di Jenewa,            memperkuat solidaritas masyarakat
        Menkes Endang Rahayu                 Swiss, menyampaikan penghargaan            internasional dalam membantu
     Sedyaningsih dalam pidatonya            terhadap Indonesia yang bersama            Pemerintah dan rakyat Haiti yang
     menggarisbawahi sejumlah                masyarakat internasional                   menjadi korban gempa bumi.nSmd

24   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Stop Press




                                                                                            Menkes menyerahkan
                                                                                            panduan sertifikasi
                                                                                            kematian kepada
                                                                                            Gubernur Jawa Tengah
                                                                                            Bibit Waluyo di Kendal



Saintifikasi Jamu Berbasis Pelayanan
Kesehatan dan Pengembangan Model
Registrasi Kematian


M
                 enkes dr. Endang       jamu melalui penelitian berbasis      paliatif melalui penggunaan jamu.
                 Rahayu Sedyaningsih,   pelayanan kesehatan. Tujuannya        Juga untuk meningkatkan kegiatan
                 MPH, Dr.PH             adalah untuk memberikan landasan      penelitian kualitatif terhadap pasien
                 meresmikan dua         ilmiah (evidence based) penggunaan    dengan penggunaan jamu. Selain
                 peristiwa bersejarah   jamu secara empiris melalui           itu untuk meningkatkan penyediaan
yaitu program Saintifikasi Jamu         penelitian berbasis pelayanan         jamu yang aman, memiliki khasiat
dalam penelitian berbasis pelayanan     kesehatan karena para dokter dan      nyata yang teruji secara ilmiah, dan
kesehatan dan Pengembangan              Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah   dimanfaatkan secara luas baik untuk
Model Registrasi Kematian di 8          amat kuat keinginannya bersama        pengobatan sendiri maupun dalam
provinsi yakni Jawa Tengah, DKI         ilmuwan/ akademisi mengangkat         fasilitas pelayanan kesehatan.
Jakarta, Lampung, Kalimantan Barat,     jamu sebagai icon Sehat, Bersama         Ruang lingkup saintifikasi jamu
Gorontalo, Papua, Bali dan Nusa         Rakyat. Mendorong terbentuknya        meliputi upaya preventif, promotif,
Tenggara Timur di Kendal, Jawa          jejaring dokter atau dokter gigi      rehabilitatif dan paliatif.
Tengah (6/1/2010).                      dan tenaga kesehatan lainnya             Sedangkan Registrasi Kematian
   Saintifikasi Jamu adalah upaya       sebagai peneliti dalam rangka         merupakan program 100 hari
dan proses pembuktian ilmiah            upaya preventif, promotif dan         Kementerian Kesehatan bekerjasama


                                                                                             No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   25
Stop Press
     dengan Kementerian Dalam Negeri          pemerintah untuk bersama-sama               langsung, yang menurut pengalaman
     untuk memantapkan akurasi                bergandeng tangan dengan                    sekitar 40% under reporting atau
     pengukuran angka kematian ibu,           Pemerintah Daerah Kabupaten                 tidak dilaporkan dibandingkan
     angka kematian bayi serta umur           Kendal dan Provinsi Jawa Tengah,            dengan data sebenarnya. Untuk
     harapan hidup yang merupakan             akademisi/profesi, peneliti dan             mendapatkan angka kematian yang
     indikator program-program                pengusaha yang tergabung dalam              akurat dan penyebab kematian yang
     Millenium Development Goals              GP Jamu serta seluruh rakyat Jawa           tepat, diputuskan untuk beralih dari
     (MDG’s) yang disertai dengan             Tengah untuk memajukan derajat              survei langsung ke model statistik
     verifikasi sebab kematiannya.            kesehatan masyarakat setinggi-              vital lengkap dengan pencatatan
        Menkes dalam sambutannya              tingginya” ujar Menkes.
                                                          ,                               penyebab kematian, baik kematian
     mengatakan, Provinsi Jawa Tengah            Hal ini sekaligus untuk bersinergi       ibu, kematian bayi, maupun kematian
     telah menunjukkan komitmen kuat          menuju terwujudnya masyarakat               umum lainnya.
     untuk menjadi pionir bagi program        mandiri untuk hidup sehat secara               Pengalaman di Kabupaten
     saintifikasi jamu. Suatu program baru    berkeadilan yang merupakan visi             Pekalongan dan Kota Solo
     Badan Penelitian dan Pengembangan        Kemkes. Tradisi kerjasama dan               menunjukkan kegiatan ini dapat
     Kesehatan Kemkes dengan                  sinergi dengan pelbagai pemangku            dilakukan dan bisa di-”ekstrapolasi”-
     melibatkan Dinas Kesehatan Jateng,       kepentingan ini sesuai dengan               kan menjadi “life table” lengkap
     IDI beserta jajaran organisasi wilayah   tagline/moto Kabinet Indonesia              dengan penyebab kematian untuk
     dan kajian keseminatannya (Badan         Bersatu II, yakni : Pro-rakyat, Inklusif,   semua kelompok umur bahkan
     Kajian Kedokteran Tradisional dan        Responsif (tanggap sesuai wilayah           sampai menghitung umur harapan
     Komplementer yang terbentuk pada         dan masalah) Efektif dan Bersih.            hidup masyarakat setempat. Analisis
     Muktamar IDI XXVII 2009 Palembang),         “Dengan dua bidang kepeloporan           penyebab kematian untuk tiap
     kalangan universitas khususnya           yakni saintifikasi jamu dalam               golongan umur dapat dimanfaatkan
     Universitas Diponegoro serta pihak       penelitian berbasis pelayanan               untuk penajaman program intervensi
     pengusaha, yakni GP Jamu.                kesehatan dan model registrasi              di kabupaten/kota setempat,
        Menurut Menkes, Jawa Tengah,          kematian, Pemerintah Provinsi Jawa          sehingga diyakini efektifitas dan
     adalah tempatnya banyak pabrik           Tengah terbukti berhasil membuat            efisiensi program kesehatan bisa
     jamu besar dan gudangnya sekaligus       kebijakan pro-rakyat yang responsif,        semakin baik, kata Menkes.
     simbol dari eksisnya penjual jamu        yakni dalam merajut secara inklusif            Menkes mengharapkan dukungan
     tradisional yang ribuan jumlahnya.       semua potensi bidang kesehatan              Kementerian Dalam Negeri
     Hal ini harus diapresiasi, dilindungi    terkait “, kata Menkes.                     dengan program Sistem Informasi
     dan ditingkatkan mutu jamunya.                                                       Administrasi Kependudukan (SIAK)
        “Jawa Tengah, juga lokasi satu-       Registrasi Kematian                         yang dijalankan sehari-hari oleh
     satunya Balai Besar Tanaman                 Berkaitan dengan Model                   Pemerintah Daerah provinsi maupun
     Obat dan Obat Tradisional                Registrasi Kematian, Menkes                 kabupaten/kota, bersama profesi
     Kemkes di Tawangmangu yang               menyatakan, Badan Litbangkes                terkait, termasuk para peneliti
     mengkoleksi ribuan tanaman obat          Kemkes melalui para penelitinya             kesehatan.
     tradisional yang berpontensi untuk       telah berhasil membuat model                   Ditambahkan, dalam waktu dekat
     dikembangkan menjadi devisa              Registrasi Kematian yakni simulasi          akan dibuat Peraturan Bersama
     Negara. Jawa Tengah juga dikenal         pengembangan model statistik vital          antara Kemdagri dan Kemkes, agar
     sebagai sumber budaya nasional           yang dilengkapi dengan pencatatan           SIAK sebagaimana amanat UU No.
     yang merupakan puncak kearifan           penyebab kematian di fasilitas              23 Tahun 2006 dapat diikuti dengan
     lokal (local genius) bangsa hingga       pelayanan kesehatan.                        pencatatan penyebab kematian
     saat ini, ujar Menkes.                      ”Propinsi Jawa Tengah menjadi            oleh tenaga kesehatan kompeten.
        Namun disayangkan di Jawa             salah satu pionir program tersebut          Secara bertahap model 8 provinsi
     Tengah pula merupakan lokasi             dengan keberhasilan uji coba di             yang telah disepakati direncanakan
     dimana jamu diproduksi secara            Kabupaten Pekalongan dan Kota               untuk disebar-luaskan ke seluruh
     gelap dengan mencampurkan bahan          Solo. Uji coba ini bersama 7 provinsi       kabupaten/kota se Indonesia,
     aktif obat yang dapat merugikan          lainnya, yang dalam waktu dekat akan        sehingga nanti semua kematian
     kesehatan rakyat.                        diterapkan di seluruh Indonesia” kata
                                                                               ,          yang tercatat dapat mendekati
        “Kedatangan saya ke Kabupaten         Menkes. Selama ini, kata Menkes,            100%, angka yang lebih akurat
     Kendal Propinsi Jawa Tengah ini          cara mendapatkan angka kematian             dibandingkan dengan survey
     sebagai wujud keinginan kuat             adalah dengan melakukan survey              langsung.nSmd, pra, giri


26   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Stop Press




                                                                                            Menkes serahkan
                                                                                            bantuan MP-ASI
                                                                                            pada masyarakat di
                                                                                            Cilincing Jakarta



Posyandu Memberikan
Kontribusi Besar dalam Pencapaian
Cakupan Imunisasi

K
            eberadaan Posyandu      pelaksanaan imunisasi diukur           Negara Pemberdayaan Perempuan
            sangat mendukung        dengan pencapaian Universal Child      dan Perlindungan Anak Ny. Linda
            dan mempunyai           Immunization (UCI) Desa/Kelurahan,     Agum Gumelar, Gubernur DKI
            kontribusi yang besar   yang sampai saat ini baru mencapai     Jakarta Fauzi Bowo dan Ketua Tim
            dalam pencapaian        68,2% dan target untuk tahun           Penggerak PKK DKI Jakarta Ny. Tatiek
tujuan pembangunan nasional.        2014 adalah 100% Desa/Kelurahan.       Fauzi Bowo.
Sebagai wadah pemberdayaan          Upaya untuk pencapaiannya adalah           Pada kesempatan tersebut,
masyarakat dalam upaya preventif    melalui Gerakan Akselerasi Imunisasi   Menkes menyerahkan bantuan 1
dan promotif, keberadaan Posyandu   Nasional-UCI (GAIN-UCI) yang salah     ton makanan pendamping ASI
juga memberikan kontribusi yang     satunya adalah melalui Posyandu.       (MP ASI) untuk Kota Jakarta Utara
besar dalam pencapaian cakupan         Hal itu disampaikan Menkes RI dr.   secara simbolis diberikan kepada 2
imunisasi.                          Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.       anak bawah dua tahun penderita
   Hasil Riskesdas 20007            Dr.PH saat melakukan kunjungan         gizi kurang, 10 unit pengolahan
menunjukkan bahwa Posyandu          kerja ke Posyandu Matahari I Rw 08     air minum rumah tangga untuk 4
merupakan sarana yang digunakan     Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara,    Posyandu dan 6 Usaha Kesehatan
masyarakat untuk mendapatkan        Jum’at, 8 Januari 2010. Turut serta    Sekolah (UKS) Sekolah Dasar,
pelayanan imunisasi. Keberhasilan   dalam kunjungan kerja Menteri          Hygiene kit / PHBS (berupa sabun,

                                                                                         No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   27
Stop Press
     odol, sikat gigi) sebanyak 200 paket                                                              Menkes saat
     untuk mendukung kegiatan UKS, 3                                                                   kunjungan kerja
     set peralatan pendidikan Hygienis                                                                 di Cilincing
     sanitasi sekolah serta satu set
     Posyandu kit (berupa inkubator,
     stetoskop, dan timbangan berat
     badan).
        Menkes mengatakan Posyandu
     sebagai fokus pemberdayaan di
     masyarakat telah berkembang
     dengan pesat, baik dari segi
     kegiatan maupun sasarannya.
     Kegiatan posyandu awalnya
     fokus pada ibu hamil sampai anak
     usia 5 tahun untuk kepentingan
     generasi yang akan datang. Seiring
     meningkatnya usia harapan hidup
     (UHH) masyarakat Indonesia, maka
     perlu diperhatikan pula kesehatan       Menkes juga menjelaskan masalah       secara rutin melalui Pemberantasan
     generasi tua dengan harapan para        kasus Demam Berdarah yang             Sarang Nyamuk (PSN), ujar Menkes.
     lanjut usia dapat hidup sehat dan       perlu diwaspadai, mengingat              Hari ini bertepatan dengan Hari
     produktif.                              saat ini sudah memasuki musim         Pemberantasan Sarang Nyamuk
        Menurut Menkes, kegiatan             hujan. Berdasarkan data Riskesdas     (PSN), DKI Jakarta dan beberapa
     preventif dan promotif tersebut         2007, kasus Demam Berdarah            daerah, PSN dilakukan secara
     melibatkan sasaran sekolah-sekolah      Dengue (DBD) menunjukkan hasil        serentak oleh seluruh masyarakat
     melalui kegiatan Usaha Kesehatan        yang mengkhawatirkan hampir           dan Juru Pemantau Jentik melalui
     Sekolah (UKS). Kegiatan ini bertujuan   ke seluruh Provinsi di Indonesia      Gerakan Jum’at Bersih.
     untuk menanamkan pentingnya             bahkan ditemukan di daerah yang          Di akhir sambutannya, Menkes
     perilaku hidup bersih dan sehat         sebelumnya tidak ditemukan kasus      menyampaikan penghargaan yang
     baik bagi anak didik, guru maupun       dan bukan daerah endemis DBD.         setinggi-tingginya kepada Gubernur
     lingkungan sekolah. Jadi tidak hanya       Saat ini masyarakat sudah          DKI Jakarta, Tim Penggerak PKK baik
     pelatihan dokter kecil, tetapi juga     mulai sadar dan waspada tentang       Provinsi maupun Kota sampai ke
     menjaga lingkungan sekolah yang         bahaya DBD, serta sadar pentingnya    tingkat Kecamatan dan Kelurahan/
     bersih dan sehat, perilaku hidup        melakukan kegiatan pencegahan.        Desa, khususnya kepada para kader
     bersih dan sehat siswa, guru maupun     Beberapa tahun terakhir, masyarakat   Posyandu, Tim Pembina UKS serta
     pengurus sekolah.                       bergerak aktif untuk melakukan        semua pihak yang telah mendukung
        Pada kesempatan tersebut,            pencegahan yang dilaksanakan          dan berperan aktif dalam
                                                                                   pembangunan kesehatan, sehingga
       Kunjungan kerja Menkes                                                      upaya promotif dan preventif
       bersama Gubernur DKI Jakarta                                                untuk menciptakan agar balita dan
       Fauzi Bowo di Cilincing                                                     generasi penerus Indonesia menjadi
                                                                                   tumbuh sehat dan cerdas serta
                                                                                   masyarakat mandiri dapat terwujud.
                                                                                      Menkes berharap semoga
                                                                                   Posyandu, UKS maupun gerakan PSN
                                                                                   dapat terus menjadi pencerminan
                                                                                   pemberdayaan masyarakat untuk
                                                                                   mampu mandiri hidup sehat,
                                                                                   kepedulian terhadap sesama,
                                                                                   ketegaran perempuan dalam
                                                                                   berjuang untuk hidup sehat
                                                                                   dan menjadi salah satu wahana
                                                                                   menyehatkan bangsa.nSmd


28   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Stop Press




                                                                                                    Meraka yang
                                                                                                    menjadi korban
                                                                                                    trafficking
                                                                                                    perlu mendapat
                                                                                                    perlindungan




Butuh Tindakan Preventif
Atasi Perdagangan Orang
di Indramayu

P
            erdagangan orang di       pelarangan perdagangan orang               Sementara itu, Menkokesra
            wilayah Kabupaten         untuk eksploitasi seksual komersial     memberikan apresiasi besar
            Indramayu, Jawa           anak. ‘’Perda tersebut sebagai          terhadap upaya yang dilakukan
            Barat, saat ini sudah     landasan hukum pencegahan,              oleh Pemda Indramayu terkait kasus
            memprihatinkan. Karena    pelarangan dan rehabilitasi integrasi   perdagangan orang. Menkokesra
itu, upaya promotif dan preventif     korban perdagangan orang,” kata         menjelaskan bahwa kasus
sangat dibutuhkan untuk mencegah      Irianto.                                perdagangan orang tidak hanya
perdagangan orang di Indramayu.           Sebagai tindak lanjut adanya        terjadi di Indramayu melainkan di
‘’Perdagangan orang di Indramayu      perda tersebut, ujar Irianto,           seluruh Indonesia.
sudah memprihatinkan, baik yang       pemerintah daerah telah melakukan          ‘’Karena itu butuh dukungan
dilakukan perorangan, sekelompok      berbagai kegiatan diantaranya           semua pihak dan lintas sektor, karena
orang, maupun korporasi,’’ kata       pembentukan satgas perdagangan          perdagangan orang fenomenanya
Bupati Indramayu Irianto Syaifuddin   orang, pemulangan korban                seperti gunung es,’’ ujar Menko
di sela-sela kunjungan Menkokesra     perdagangan orang, rehabilitasi,        Kesra.
Agung Laksono di Indramayu,           pembentukan gugus tugas dan                Dalam kunjungan tersebut,
kemarin.                              rencana daerah serta melakukan          Menkokesra didampingi pula
    Oleh karena itu, kata Irianto,    penegakan hukum.                        Menteri Negara Pemberdayaan
Pemerintah Kabupaten Indramayu            Untuk mendukung kegiatan            Perempuan dan Perlindungan Anak
melakukan berbagai upaya              tersebut, ujar Irianto, khususnya       Linda Agum Gumelar dan Direktur
untuk mengurangi kegiatan             untuk merehabilitasi korban             Jendral Bina Kesehatan Masyarakat
perdagangan orang salah satunya       perdagangan orang pihaknya juga         Kementerian Kesehatan Budihardja
dengan menerbitkan peraturan          telah mendirikan trauma center yang     serta Kepala Badan Koordinasi
daerah (perda) nomor 14 tahun         bersumber dari APBD tahun 2009          Keluarga Berencana Nasional
2005 tentang pencegahan dan           sebesar Rp 300 juta.                    (BKKBN) Sugiri Syarief.


                                                                                             No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   29
Stop Press
     Kunjungan ke Indramayu
        Capaian kinerja program 100 hari
     Kementerian Kesehatan (Kemkes)
     telah menembus angka 100 persen.
     Program yang dinilai berhasil itu
     menyangkut peningkatan kesehatan
     untukmempercepat Millenium
     Development Goals (MDG’s).
        Budihardja mengatakan, hingga
     hari ke-75 program peningkatan
     kesehatan sebagai ujung tombak
     program 100 hari Kemkes sudah
     berhasil direalisasikan di sejumlah
     daerah. ‘’Kita bisa rujuk di Indramayu    Dirjen Bina Yanmedik dr Budihardja,
     dan Batang, sebagai dua wilayah           MPH (kiri) mendampingi Menkokesra
     yang kita evaluasi pelaksanaan            dalam kunjungan kerja di Indramayu
     program 100 hari tersebut,’’ ujarnya.
        Khususnya, Batang capaian
                                              kasus. Upaya kesehatan sekolah          pencegahan dan penanggulangan
     program tersebut diantaranya,
                                              dari puskesmas dengan target            perdagangan orang di Indramayu.
     peningkatan pembiayaan kesehatan
                                              583 sekolah, capaian hingga 28          ‘’Ini ditunjukkan dengan
     untuk memberikan jaminas
                                              Desember 2009 mencapai 61,2             pembangunan trauma center yang
     kesehatan masyarakat (jamkesmas).
                                              persen atau 357 sekolah.                juga dibiayai oleh APBD Indramayu,’’
     Cakupan penerima jamkesmas
                                                 Kemudian, kata Budihardja, di        ujarnya.
     sampai tanggal 28 Desember 2009
                                              kabupaten Batang (Jawa Tengah)              Adapun, lanjut Menko Kesra, pada
     sebanyak 313.871 orang, total
                                              capaian pendataan ibu hamil di          2010, Bantuan Langsung Masyarakat
     dana Rp3.766.008.000 dan realisasi
                                              248 desa hingga 28 Desember             (BLM) PNPM Mandiri di Jawa Tengah
     Rp 2.186.743.019. Disamping itu,
                                              2009 sudah mencapai 100 persen,         mengalami penurunan yakni dari Rp
     dalam pemanfaatan puskesmas,
                                              dengan jumlah ibu hamil 4447 ibu.       1,243 triliun menjadi Rp 1,158 triliun,
     posyandu, bidan desa dan KB
                                              ‘’Data ini sangat penting, agar dapat   untuk 29 kabupaten yang terdiri
     kesehatan reproduksi,’’ ujar Dirjen
                                              mengurangi angka kematian ibu           dari 425 kecamatan. Sebelumnya,
     Bina Kesehatan Masyarakat Kemkes
                                              hamil,’’ ujarnya.                       pada 2009 BLM PNPM Mandiri
     di sela-sela kunjungan program
                                                 Selanjutnya, ujar Budihardja, di     diberikan untuk 29 kabupaten terdiri
     100 hari Kemkes Budihardja ke
                                              kabupaten Batang juga pemberian         dari 403 kecamatan. ‘’Jumlahnya
     Indramayu (Jabar) dan Batang
                                              biaya operasional Posyandu sudah        yang diberikan ke kecamatan tetap
     (Jateng), kemarin.
                                              mencapai 100 persen dengan              sama nilainya, namun cakupan
        Di Indramayu misalnya, lanjut
                                              target 1164 posyandu. ‘’Begitu pula     kecamatannya dikurangi, karena
     Budihardja, Kemkes bersama
                                              untuk puskesmas perdesaan yang          di kecamatan tersebut sudah
     departemen terkait lainnya telah
                                              diberikan gratis kepada masyarakat,’’   mengalami kemajuan,’’ ujar Menko
     membangun trauma center untuk
                                              katanya.                                Kesra.
     merehabilitasi korban trafficking.
                                                 Dalam rombongan kunjungan                 Menko Kesra pun meminta,
     ‘’Di sisi lain, kami juga meminta
                                              ke Indramayu (Jabar) dan Batang         agar pengelola BLM PNPM Mandiri
     puskesmas untuk melakukan sifat
                                              (Jateng) tersebut, hadir pula           melibatkan kaum perempuan
     kuratif dan rehabilitatif terhadap
                                              pimpinan rombongan Menko                minimal 25 persen dari penerima
     korban perdagangan di Indramayu,’’
                                              Kesra Agung Laksono, Menneg             BLM PNPM Mandiri. ‘’Alasannya,
     ujar Budihardja.
                                              Pemberdayaan Perempuan dan Anak         menurut survey YLKI (Yayasan
        Di Kabupaten Batang Pemberian
                                              Linda Agum Gumelar, dan Kepala          Lembaga Konsumen Indonesia),
     biaya operasional posyandu dengan
                                              Badan Koordinasi Keluarga Berencana     kaum perempuan dinilai bisa
     target 1.164 posyandu mencapai
                                              Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief.        mengentaskan kemiskinan dengan
     sasaran 100 persen hingga tanggal
                                                 Pada kesempatan itu, Menko           mengelola BLM PNPM Mandiri,’’
     28 Desember 2009.Penanganan
                                              Kesra mengatakan pihaknya               ujarnya. n
     kasus gizi buruk oleh kader
                                              mengapresiasi segala upaya yang
     posyandu capaian sampai tanggal
                                              dilakukan pemkab Indramayu terkait
     28 Desember 2009 mencapai 35

30   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Stop Press

Seluruh Puskesmas
Akan Dapat BOK

M
                 enkes dr.Endang          Secara khusus pemberian bantuan       memberdayakan Puskesmas dalam
                 Rahayu Sedyaningsih,     ini untuk menurunkan angka            memberikan pelayanan kesehatan
                 MPH.Dr.PH secara         kematian ibu saat melahirkan, angka   kepada masyarakat. Menurutnya,
                 bertahap akan            kematian bayi dan meningkatkan        program ini sangat dibutuhkan
                 memberi bantuan          pelayanan kesehatan masyarakat.       khususnya puskesmas di daerah.
operasional kesehatan ( BOK) kepada           Selama ini, memang masih             Lebih lanjut Kristina, mengatakan
puskesmas yang menjadi ujung              dikeluhkan terbatasnya biaya          program BOK yang baik ini harus
tombak terdepan dalam pelayanan           operasional untuk pelayanan           dimonitoring pelaksanaannya,
kesehatan masyarakat. Pemberian           kesehatan di Puskesmas. Sementara,    sehingga dapat mencapai target
bantuan tersebut sebesar Rp 1,5           pendanaan yang disiapkan oleh         yang diinginkan. Oleh sebab itu
triliun kepada 8.500 Puskemas di          APBN tidak mencukupi. Sedangkan       setiap tahun juga harus dilakukan
seluruh Indonesia. Program BOK            Pemerintah Daerah terkadang           evaluasi untuk melihat apakah
diharapkan dapat meningkatkan             kurang memberi prioritas kepada       penyaluran bantuan tepat sasaran
derajat kesehatan masyarakat miskin.      biaya operasional Puskemas melalui    atau tidak dalam membantu
    Dari 8.500 Puskesmas di               dana APBD.                            operasional Puskesmas.
Indonesia, setiap Puskemas                    Dengan adanya program BOK            Kini, masyarakat miskin sangat
mendapat bantuan dana sebesar             ini, diharapkam Pemda setempat        mengaharapkan perubahan layanan
Rp 10 juta tiap bulan. Dana bantuan       memberikan subsidi kepada             kesehatan yang lebih baik. Melalui
hanya diperuntukan sebagai                puskesmas sehingga terjadi sinergi    program BOK ini masyarakat dapat
pendukung kegiatan operasional            pelayanan. Dengan demikian            menikmati pelayanan kesehatan
Puskesmas, bukan untuk pengadaan          masyarakat akan dapat segera          yang memadai. Hal ini juga diamini
alat kesehatan dan sejenisnya. Bukan      merasakan kualitas pelayanan          artis dan presenter Tessa Kaunang.
pula untuk membayar gaji karyawan         kesehatan yang diberikan              Menurut dia, program kesehatan
Puskesmas.                                puskesmas.                            masa lalu harus terus ditingkatkan,
    Untuk tahap pertama, Kementerian          Kepala Unit Pelaksana Teknis      sehingga keluhan masyarakat
Kesehatan melalui program ini             Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi     terhadap ketidakpuasan pelayanan
mencanangkan 300 Puskemas sebagai         drg Mitra Kristina, menyambut         kesehatan berkurang. npra
uji coba awal di wilayah Jawa, Bali,      baik program BOK untuk
Kalimantan, Sumatera, Sulawesi,
Maluku dan Papua. Tujuan uji coba
ini untuk mengetahui seberapa besar
dana operasional yang dibutuhkan
setiap Puskesmas, sehingga kegiatan
pelayanan kesehatan lebih optimal.
Dengan demikian sebagian besar
pasien dapat dilayani di puskesmas
secara tuntas dan sisanya yang tidak
dapat ditangani dirujuk ke rumah sakit.
    Untuk tahap nasional,
Kementerian Kesehatan baru akan
memulai memberi dana BOK pada
tahun 2011-2014. Dana tersebut
berasal dari Block Grand dan APBN.         Salah satu Puskesmas di Jayapura



                                                                                              No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   31
Peristiwa

     Penanggulangan
     Daerah Bermasalah
     Kesehatan

     B
                      anyak masalah kesehatan yang                  Daerah Tertinggal adalah sebanyak 183 kabupaten
                      mengiringi pembangunan kesehatan di           (tidak termasuk kabupaten pemekaran) yang diukur
                      Indonesia. Mulai dari masalah baru yang       dari dimensi sosial-ekonomi masyarakat, dengan
                      muncul belakangan ini, juga masih ada         indikator: tingkat pendidikan, tingkat kesehatan,
                      masalah lama yang muncul kembali.             pendapatan perkapita, tingkat kemiskinan, dan
                      Uniknya, masalah itu hadir di berbagai        tingkat pengangguran;
                      daerah di Indonesia, tapi ada juga        3.	 Hasil Riskesdas memungkinkan untuk mediagnosa
     yang merata secara umum di seluruh wilayah. Itu semua          besaran masalah kesehatan pada tingkat kab/kota
     memerlukan penanggulangan secara komprehensip                  yang paling tertinggal di bidang kesehatan, diukur
     oleh Kementerian Kesehatan bersama masyarakat.                 dengan IPKM (Indeks Pembangungan Kesehatan
     Seluruh masalah itu kemudian dikelompokkan dalam               Masyarakat). Dengan demikian, dapat diketahui
     program yang dikenal dengan “penanggulangan daerah             daerah kab/kota mana yang paling tertinggal di
     bermasalah kesehatan ( PDBK)” Apa saja kriterianya dan
                                   .                                bidang kesehatan, berdasarkan peringkat kab/kota
     apa saja masalah yang menjadi prioritas?.                      tersebut. Selanjutnya, melalui besaran masalah pada
                                                                    IPKM dengan menggunakan setiap variabel dan
     Pengertian daerah bermasalah                                   dengan cara menghitung jumlah penduduk yang
     kesehatan (DBK)                                                bermasalah berdasarkan proporsi/prevalensinya
                                                                    dapat diungkap berbagai prioritas masalah yang
        Apa pengertian daerah bermasalah kesehatan.                 memerlukan intervensi. Kemudian Alternatif
     Pengertian tersebut tidak perlu dipertentangkan, karena        intervensi dapat dirumuskan bersama antara tim
     saling melengkapi, sehingga memberi pengertian yang            dengan kab/kota ybs. Perumusan model intervensi
     utuh tentang daerah bermasalah kesehatan dan upaya             yang spesifik lokal dilakukan bersama antara tim
     penanggulangannya. Adapun pengertian DBK sebagai               PDBK dengan pengelola program setempat.
     berikut:
     1.	 Daerah bermasalah kesehatan adalah keadaan atau        Kriteria Penanggulangan DBK
         derajat kesehatan wilayah kabupaten / kota yang           Untuk menanggulangi daerah bermasalah kesehatan,
         digambarkan melalui: a) Hasil Riset Kesehatan Dasar    ada 4 kriteria yang menjadi dasar yaitu besaran masalah,
         (Riskesdas) atau Survei Sosial Ekonomi Nasional        tingkat keparahan, tingkat kesegeraan dan tingkat
         (Susenas) dengan pendekatan Indek Pembangunan          kemampuan mengatasi masalah kesehatan, secara rinci
         Kesehatan Masyarakat (IPKM, 20 indikator komposit);    sebagai berikut:
         b) Wilayah menurut Kementerian Daerah Tertinggal,      1.	 MAGNITUDE, yaitu besaran masalah atau risiko yang
         c) IPM (Indeks Pembangunan Manusia, Depdagri),             terjadi. Misalnya, prevalensi gizi kurang  18,4%, AKB,
         dan d) Indeks Kemiskinan (BPS)                             prevalensi diare, kemudian dikonversi menjadi angka
     2.	 Jumlah Daerah Tertinggal menurut Kementerian               absolut (jumlah populasi) di setiap wilayah. Tingkat


32   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Peristiwa
                                                             Masyarakat bangga dengan
                                                             kartu Jamkesmas




                                                               depan, biaya, evaluasi dan kondisi spesifik lokal.

                                                           Prioritas masalah DBK
                                                              Dalam menanggulangi daerah bermasalah kesehatan,
                                                           telah ditetapkan prioritas masalah kesehatan seperti
                                                           tercermin pada status kesehatan IPKM yang meliputi:
                                                           •	 Masalah gizi antara lain; Balita bergizi buruk dan
 Kampanye                                                      kurang, balita pendek.
 cuci tangan                                               •	 KIA-Pelayanan kesehatan, meliputi pertolongan per-
 pakai sabun                                                   salinan, KN-1, imunisasi dan penimbangan.
                                                           •	 Penyakit meliputi: malaria, TB, diare, pneumoni, hiper-
    kemiskinan, seperti 3 kluster (18%, 18-36%, 36%          tensi, asma, mental dan penyakit gigi-mulut.
    populasi).                                             •	 Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) meliputi pro-
2.	 SEVERITY , yaitu tingkat keparahan kasus. Misalnya         gram berhenti merokok dan cuci tangan pakai sabun.
    kasus gizi kurang, akan menimbulkan masalah            •	 Kesehatan lingkungan meliputi: Sanitasi lingkungan
    dikemudian hari jika tidak segera ditangani, seperti       dan akses air bersih.
    sakit, meninggal, cacat, dll                           •	 Masalah SDM meliputi; rasio dokter terhadap pendu-
3.	 URGENCY, yaitu tingkat kesegeraan dalam                    duk, rasio bidan terhadap penduduk.
    mengatasinya. Bila tidak segera ditangani, dan
    dicegah akan menimbulkan dampak buruk                     Selain itu, khusus untuk daerah perbatasan dapat
    dikemudian hari. Misalnya, gizi buruk dan kurang       dirumuskan kesenjangan kesehatan dengan daerah
    akan menurunkan tingkat kecerdasan anak;               di negara tetangga dan kabupaten lainnya di propinsi
    imunisasi, diare, dll yang berkontribusi pada angka    tersebut, kemudian dirancang intervensi yang harus
    kematian bayi (AKB).                                   dilakukan untuk mengatasi kesenjangan tersebut, baik
4.	 MANAGEABILITY: Upaya kita dalam mengatasi              jangka pendek maupun jangka panjang.
    derajat kesehatan, dengan dukungan ketersediaan           Disisi lain, terlihat jelas adanya “transisi epidemiologis”
    sumberdaya, sarana/prasarana, teknologi, SDM lini      masalah kesehatan ganda yang tercermin yaitu pada 91

                                                                                                 No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   33
Peristiwa
     daerah perkotaan yang didominasi oleh penyakit tidak         Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
     menular (PTM) seperti asma, tensi, kesehatan mental,
     gilut (gigi-mulut) dengan akses yankes, air bersih dan       Mekanisme pemanfaatan BOK
     sanitasi yang lebih baik. Sebaliknya, di 349 kabupaten           Mekanisme pemanfaatan BOK oleh puskesmas
     didominasi oleh penyakit utama pada KIA, Gibur-kur,          setelah Rencana Kegiatan Bulanan (RKB) yang disusun
     Kesling, dan penyakit menular (TBC, Malaria). Rasio          melalui Lokakarya Mini, sudah disetujui oleh Kepala
     dokter kota: kab adalah 1: 2844 vs 1: 8180 dan rasio bidan   Dinas Kesehatan Kabupaten. RKB harus mencerminkan
     1: 2871 vs 1: 2024 (PODES 2008).                             seluruh kegiatan puskesmas dengan dukungan seluruh
                                                                  dana dari berbagai sumber dana (APBN, APBD, Lain-lain)
     Penanggulangan DBK                                           sehingga terhindar dari duplikasi anggaran/ pembiayaan.
        Diantara penanggulangan daerah berbahaya                  Juga seluruh kegiatan puskesmas dan jaringannya,
     kesehatan yaitu dengan menyediakan biaya operasional         termasuk bidan di desa.
     bagi kegiatan di setiap Kabupaten / Kota melalui                 Rencana kegiatan bulanan disampaikan kepada
     Puskesmas baik untuk meningkatkan pelayanan                  kepala dinas kesehatan kabupaten/ kota bersamaan
     kesehatan, terutama pelayanan luar gedung dan                dengan penyampaian laporan pelaksanaan pelayanan
     kegiatan di dalam gedung, agar dapat ditingkatkan            bulanan (bulan lalu), untuk memperoleh persetujuan.
     pencapaian sasaran sesuai isu strategis 2 yaitu              Berdasarkan persetujuan kepala dinas kesehatan Kab-
     meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata,                Kota tersebut, puskesmas mencairkan dana, khusus
     terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis          untuk bagian kegiatan dengan sumber dari dana BOK.
     bukti; dengan pengutamaan pada upaya promotif dan            Kepala puskesmas melakukan koordinasi pelaksanaan
     preventif. Disamping isu strategi 3 yaitu Meningkatkan       RKB dengan pihak terkait.
     pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk                 BOK hanya digunakan untuk kegiatan operasional yaitu;
     mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional.                transportasi petugas kesehatan, membeli bahan habis
        Untuk meningkatkan keterjangkauan pelayanan,              pakai / obat / bahan makanan untuk tindakan pelayanan
     ditanggulangi melalui peluncuran biaya operasional           termasuk pemeriksaan laboratorium, honorarium, jasa
     kesehatan (BOK). Sesuai hasil Riskesdas akan menjadi         petugas / tenaga masyarakat untuk tindakan pelayanan
     acuan dalam menentukan besaran BOK disetiap                  dan pelatihan tenaga kesehatan di kabupaten.
     wilayah Kabupaten/kota. Khusus alokasi di setiap                 Sedangkan kegiatan pendukung yang memerlukan
     puskesmas, ditentukan atas dasar perencanaan mikro           dana BOK yaitu alat peraga / alat bantu / bahan model
     yang dikoordinir oleh Dinkes Kabupaten/Kota. Dengan          untuk penyuluhan kesehatan, alat kesehatan pendukung
     demikian, besaran biaya yang akan diterima setiap            tindakan pelayanan, pelatihan petugas, penugasan bidan
     puskesmas akan berbeda sesuai dengan indikator IPKM          lintas daerah, perjalanan dalam rangka bimbingan teknis
     di setiap kabupaten/kota terkait.                            propinsi ke kabupaten, kabupaten ke puskesmas dan
        Disamping itu, penetapan alokasi besaran BOK, per-        puskesmas ke desa.
     kabupaten/kota disesuaikan dengan angka kondisi
     derajat kesehatan masyarakat (IPKM). Semakin besar           Mekanisme pertanggung jawaban
     masalah kesehatan, semakin tinggi dana BOK. Jika                Kepala puskesmas bertanggung jawab atas penggunaan
     dipadukan dengan angka tingkat kemahalan/kesulitan           dana BOK di wilayah kerjanya. Kepala puskesmas
     suatu kabupaten termasuk daerah perbatasan, maka             menetapkan bendahara pengelola BOK. Bendahara
     semakin tinggi angka kemahalan, semakin besar dana BOK.      pengelola BOK menerima / mengambil dana BOK dari
     Demikian pula, jika angka kemiskinan tinggi, maka semakin    kantor pos, setelah disetujui oleh kepala puskesmas yang
     besar dana BOK-nya. Sedangkan angka-angka determinan         memberikan persetujuannya berdasarkan rencana kerja
     tersebut tersedia pada tingkat kabupaten/kota.               bulanan hasil lokakarya mini puskesmas.
        Khusus besaran BOK per-puskesmas dihitung dari               Setiap pengambilan dana sebanyak-banyaknya
     alokasi per-Kabupaten /kota dengan memperhatikan             lima hari pelaksanaan kegiatan, jika atas alasan jarak
     variasi antar daerah/kecamatan wilayah kerja. Oleh sebab     pengambilan menyebabkan mengambil untuk kegiatan
     itu, kabupaten / kota harus memiliki data IPKM per-          lebih dari lima hari, maka harus atas persetujuan kepala
     wilayah kerja puskesmas. Sedangkan penetapan alokasi         puskesmas dengan pengamanan dana yang memadai.
     per-kabupaten / kota ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.         Bendahara membayarkan kepada para pelaksana
     Untuk penetapan alokasi per-puskesmas oleh Kepala            kegiatan sebagaimana tercantum dalam RKB-

34   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Peristiwa
Lokmin. Bendahara mencatat semua penerimaan dan         dapat menjadi ujung tombak bagi penurunan indikator
pengeluaran, meminta untuk disimpan semua bukti         kesehatan. Dengan demikian, dinkes kab / kota lebih
pembayaran, membuat laporan keuangan kepada kepala      berfungsi sebagai ‘steering’ membantu puskesmas yang
puskesmas untuk digunakan oleh kepala puskesmas         kekurangan tenaga, misalnya dengan detasering dari
membuat Laporan sebagai bagian dari Realisasi RKB-      kabupaten lain di provinsi yang bersangkutan.
Lokmin.                                                     Untuk mendukung meningkatkan kapasitas SDM
  Laporan kepala puskesmas atas pelaksanaan RKB-        kesehatan, perlu pengaturan mendayagunakan tenaga
Lokmin bulan lalu akan menjadi bahan pertimbangan       lintas kabupaten/kota bagi propinsi/kab/kota yang
kepala dinas kesehatan Kab/Kota dalam Menyetujui        memiliki kabupaten dengan ‘stok’ tenaga cukup untuk
RKB-Lokmin bulan depan. Semua dokumen RKB-Lokmin        se-propinsi, tetapi tidak cukup untuk semua kab/kota.
dan dokumen keuangan disimpan di puskesmas sebagai           Perlu juga pengaturan dan insentif penempatan tenaga
dokumen yang siap diaudit sesuai ketentuan.             kesehatan non-pemerintah ke desa yang masih ada ‘stock’
                                                        tenaga kesehatan / bidan yang tidak terserap oleh formasi,
Meningkatkan kapasitas SDM                              tetapi bersedia bertugas ke kab/ kota yang membutuhkan,
   Selain menyalurkan BOK, peningkatan SDM kesehatan    lintas propinsi/ lintas kab-kota dan lintas kecamatan.
menjadi bagian penting dalam penanggulangan daerah          Pengaturan dan perlindungan bagi pelaksanaan
bermasalah kesehatan. Perlunya peningkatan kapasitas    tugas tambahan di desa (tenaga kesehatan / bidan
SDM kesehatan secara berkala melalui pelatihan dan      akan melaksanakan berbagai kegiatan sesuai masalah
pengkayaan sesuai dengan kebutuhan lokal.               kesehatan lokal, yang seringkali melewati batasan hukum
   Dinas kesehatan provinsi / kabupaten / kota          / regulasi. Disamping itu, perlu memberi apresiasi bagi
diharapkan melakukan koordinasi seluruh tenaga          SDM kesehatan di desa, termasuk harus dirumuskan pola
kesehatan di wilayahnya sebagai satu team-work,         ‘penghargaan’ bagi tenaga kesehatan pasca penugasan
hingga tingkat puskesmas, termasuk tenaga masyarakat.   khusus, yang berkait dengan ‘kesejahteraan’.lPra
Diharapkan bidan dan perawat sebagai SDM kesehatan




                                                                     B
                                                                                     ilqis Anindya Passa (17
                                                                                     bulan) seperti anak balita
                                                                                     pada umumnya. Kalaupun
                                                                                     ada yang membedakan,
                                                                                     putri pasangan Dewi Farida
                                                                                     (37 th) dan Doni Ardianta
                                                                     Passa ( 33 th) adalah kondisi fisiknya yang
                                                                     makin melemah dan kulitnya hitam,
                                                                     matanya berwarna kuning dan perutnya
                                                                     mengembung. Ia didiagnosis oleh dokter
                                                                     menderita penyakit atresia bilier atau
                                                                     saluran empedu tidak terbentuk/tidak
                                                                     berkembang secara normal dua minggu
                                                                     setelah lahir. Atresia bilier merupakan
                                                                     penyakit langka yang jarang diderita
                                                                     kebanyakan bayi di Indonesia. Kasusnya
                                                                     satu dibanding 15.000 bayi lahir.
                                                                         Akibat penyakitnya itu, Bilqis merasa
                                                                     selalu gatal karena darah yang mengalir
Bilqis Menunggu                                                      di tubuhnya terkontaminasi berbagai
                                                                     racun. Karena organ hatinya tidak lagi

Keajaiban Cangkok Hati                                               berfungsi normal, racun itu tidak bisa
                                                                     dinetralkan oleh empedu. Selain itu, terjadi
                                                                     penyumbatan aliran empedu dari hati ke
Di Rsup Doktor Kariadi                                               kandung empedu yang bisa menyebabkan
                                                                     kerusakan hati. Karena itu, ia harus


                                                                                           No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   35
Peristiwa
     menjalani operasi transplantasi                                                                     Masyarakat
     (cangkok) hati.                                                                                     berpartisipasi
         Sejak Bilqis lahir 20 Agustus 2008,                                                             mengumpulkan
     sudah ratusan juta rupiah yang                                                                      dana untuk Bilqis
     dikeluarkan untuk pengobatan
     sang bayi. Anak kedua pasangan
     Dewi Farida dan Doni Ardianta,
     menghabiskan 60 persen waktunya
     di rumah sakit. Ia telah menjalani
     prosedur kasai pada usia 50 hari.
     Prosedur kasai adalah operasi
     untuk memotong saluran yang
     menghubungkan hati ke usus.
         Dr. Hanifah Oswari, Sp. A (K),
     dokter yang menangani Bilqis
     di RSUP Cipto Mangunkusumo
     Jakarta mengatakan, pada sejumlah
     pasien tindakan medis ini berhasil
     memperpanjang kerja hati sehingga
     pasien bisa berumur puluhan tahun
     tanpa cangkok hati.
         Pada kasus Bilqis, prosedur kasai
     tidak berfungsi lama. Kerja hati Bilqis
     sudah memburuk sehingga cangkok
     hati harus segera dilakukan.
         Menurut dr. Hanifah Oswari, Sp.          ”Umumnya, pasien datang ke          dari hati dan mengangkut garam
     A (K), jumlah penderita atresia bilier    rumah sakit dalam kondisi yang         empedu yang diperlukan untuk
     yang ditangani RSCM pada tahun            sudah buruk, yakni saat bayi berusia   mencerna lemak di dalam usus halus.
     2002-2003, mencapai 37-38 bayi atau       lebih dari dua bulan. Selain itu,          Pada atresia bilier terjadi
     23 persen dari 162 bayi berpenyakit       orangtua bayi berasal dari keluarga    penyumbatan aliran empedu dari
     kuning akibat kelainan fungsi hati.       tidak mampu sehingga tak bisa          hati ke kandung empedu. Hal ini bisa
         ”Yang dialami Bilqis cuma             menyediakan uang yang cukup            menyebabkan kerusakan hati dan
     satu dari banyak kasus serupa di          untuk cangkok hati,” ucap Hanifah.     sirosis hati, yang jika tidak diobati
     Indonesia. Sebagian besar bayi               Jumlah bayi atresia bilier yang     bisa berakibat fatal.
     penderita atresia bilier akhirnya tidak   dibawa ke RSCM merupakan                   Atresia bilier terjadi karena
     tertolong lantaran tidak punya biaya      sebagian saja karena ada bayi yang     adanya perkembangan abnormal
     untuk cangkok hati” ujar dr. Hanifah.
                            ,                  tidak sempat dibawa ke rumah sakit.    dari saluran empedu di dalam
         Konsultan penyakit hati pada          Dr. Hanifah mengatakan, hingga         maupun diluar hati. Tetapi penyebab
     anak di RSCM ini mengatakan,              saat ini kasus atresia bilier masih    terjadinya gangguan perkembangan
     cangkok hati kala itu belum bisa          terus dijumpai di RSCM. Namun,         saluran empedu ini tidak diketahui.
     dilakukan di Indonesia. Sementara         solusi cangkok hati belum banyak           Atresia bilier ditemukan pada 1
     cangkok hati di luar negeri               diambil pasien lantaran biaya yang     dari 15.000 kelahiran.
     membutuhkan biaya miliaran rupiah,        dibutuhkan tidak sedikit. Bilqis,          Gejala biasanya timbul dalam
     ujarnya kepada wartawan.                  menurut Hanifah, adalah puncak         waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu
         Pasien hanya bisa menjalani           gunung es kasus atresia bilier di      berupa air kemih bayi berwarna
     prosedur kasai atau penyambungan          Indonesia.                             gelap, tinja berwarna pucat, kulit
     usus ke hati. Prosedur kasai bisa                                                berwarna kuning, berat badan tidak
     membuat sebagian pasien berumur           Penyakit Atresia Bilier                bertambah atau penambahan berat
     panjang. Namun, fungsi hati pada             Atresia Bilier adalah suatu         badan berlangsung lambat, hati
     sebagian pasien lainnya semakin           keadaan dimana saluran empedu          membesar.
     memburuk. Saat kondisi mulai              tidak terbentuk atau tidak                 Pada saat usia bayi mencapai 2-3
     memburuk inilah, dibutuhkan               berkembang secara normal.              bulan, akan timbul gejala berikut
     cangkok hati seperti yang akan               Fungsi dari sistem empedu adalah    gangguan pertumbuhan, gatal-gatal
     dilakukan kepada Bilqis.                  membuang limbah metabolik              , rewel, tekanan darah tinggi pada


36   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Peristiwa
vena porta (pembuluh darah yang            mereka melakukan cangkok hati.          13.30 Bilqis tiba di RSUP Dr. Kariadi
mengangkut darah dari lambung,                                                     didampingi kedua orang tuanya dan
usus dan limpa ke hati).                   Kementerian Kesehatan                   keluarganya. Di RS ini Bilqis akan
                                                                                   ditangani tim dokter dari berbagai
                                           ulurkan bantuan
Ibu yang ulet                                  Mendengar kegalauan orang
                                                                                   keahlian. Tim akan dipantau oleh
    Dewi Farida juga seperti ibu-ibu                                               ahli medis dari National University
                                           tua Bilqis, Dewi dan Doni, Dirjen
pada umumnya yang mendambakan                                                      Hospital Singapura yang telah
                                           Bina Pelayanan Medik Kementerian
buah hatinya tumbuh dan                                                            berpengalaman menangani kasus
                                           Kesehatan memberikan solusi
berkembang menjadi anak yang                                                       serupa lebih dari 200 kasus.
                                           dengan memberikan rekomendasi
sehat dan cerdas. Tetapi apa daya,                                                     Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi
                                           operasi cangkok hati Bilqis di RSUP
anaknya nomor dua mempunyai                                                        dr. Hendriani Selina, Sp. A (K)
                                           Dr. Kariadi Semarang. Rekomendasi
kelainan bawaan sejak lahir. Sekali                                                mengatakan, biaya operasi pasien
                                           ini didasari pengalaman RS milik
dalam sebulan, Bilqis harus dirawat                                                akan dibantu pemerintah. Estimasi
                                           Kementerian Kesehatan di Jawa
di rumah sakit. Bilqis dirawat 16 hari                                             biaya diperkirakan mencapai ratusan
                                           Tengah itu yang berhasil melakukan
pada Desember tahun lalu dan 16                                                    juta rupiah. ” Pihak rumah sakit
                                           cangkok hati terhadap seorang
hari pada Januari 2010.                                                            mendapat kepercayaan dan amanah,
                                           bayi laki-laki Ulung Hara Utama (15
    Hampir semua perawatan                                                         jadi kami minta doa kepada seluruh
                                           bulan) pada 1 Oktober 2006. Tim
dilakukan di unit perawatan intensif                                               masyarakat agar operasi yang akan
                                           dokter RSUP Dr. Kariadi Semarang
(ICU). Mendapati kenyataan bahwa                                                   dilakukan berjalan sukses, ujar dr.
                                           yang dipimpin dr. Yulianto, Sp.BA
buah hatinya harus dilakukan                                                       Hendriani.
                                           berhasil melakukan operasi cangkok
cangkok hati, padahal dana yang                                                        Salah satu anggota Tim operasi
                                           hati selama 13 jam.
dimilikinya sudah menipis.                                                         cangkok hati RSUP Dr. Kariadi, Prof. dr.
                                               Untuk menindaklanjuti
    Sampai kemudian pada 25                                                        Age Soemantri mengatakan kondisi
                                           rekomendasi itu, Kementerian
Januari, Dewi mulai berpikir                                                       Bilqis membutuhkan penanganan
                                           Kesehatan tanggal 2 Februari 2010
mengumpulkan koin untuk biaya                                                      cepat dan tepat. Kendati begitu,
                                           mengirimkan Tim yang terdiri unsur-
cangkok hati anak keduanya itu. Ide                                                operasi akan dilaksanakan setelah
                                           unsur Ditjen Bina Pelayanan Medik,
ini terinspirasi ketika Prita Mulyasari                                            melewati beberapa pemeriksaan
                                           Pusat Pembiayaan dan Jaminan
berhasil mengumpulkan koin untuk                                                   penunjang diantaranya berat badan
                                           Kesehatan (Pengelola Program
membayar hukuman denda ketika                                                      ideal, magnetic resonance imaging
                                           Jamkesmas) dan Pusat Komunikasi
kalah berperkara dengan sebuah RS                                                  (MRI), dan kajian sejauh mana organ-
                                           Publik berkunjung ke rumah orang
di Tangerang.                                                                      organ lain jika menerima donor hati.
                                           tua Bilqis di Sentiong Jakarta Pusat.
    Di rumahnya di Jalan Kramat                                                    Artinya, sebelum dioperasi, Bilqis
                                           Dalam pertemuan dengan kedua
Sentiong, Gang Mesjid No. E 87 F,                                                  harus dipastikan telah terbebas dari
                                           orang tua Bilqis, Tim menyampaikan
RT 07/06 Kramat Sentiong, Senen                                                    berbagai virus, seperti hepatitis A, B,
                                           pesan Menteri Kesehatan dr.
Jakarta Pusat, ia memasang poster                                                  C, Epstein-Barr Virus (EBV), torch dan
                                           Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH
bertuliskan ” Koin Cinta Bilqis, A Liver                                           sebagainya.
                                           bahwa Kementerian Kesehatan siap
to Live Forever” Selain itu, bersama
                 .                                                                     Bilqis ditempatkan di ruang
                                           membantu biaya operasi Bilqis di
adiknya Fahrur Jehan Syatah (28                                                    Merak, di lantai 2. Untuk menjaga
                                           RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selain itu
th), Dewi membuka akun facebook                                                    kondisi Bilqis supaya tetap stabil,
                                           Kementerian Kesehatan juga telah
dengan nama Koin Cinta Bilqis. ”                                                   pihak rumah sakit hanya membatasi
                                           menghubungi pihak RSUP Dr. Kariadi
Kami undang teman-teman untuk                                                      keluarga terdekat saja yang boleh
                                           Semarang dan menyatakan telah siap
bergabung di Facebook ini” ungkap
                              ,                                                    menengok.
                                           dan akan menyediakan jemputan di
Fahrur.                                                                                Dari pemeriksaan awal Tim Medis
                                           Bandara Ahmad Yani Semarang.
    Namun, berkat bantuan media                                                    RSUP Dr. Kariadi, Bilqis mempunyai
                                               Usai bersilaturahmi dengan kedua
massa yang memberitakan kasus ini                                                  golongan darah AB, sedangkan
                                           orang tua Bilqis, Tim Kementerian
sekaligus kebutuhan uang dalam                                                     ibunya, Dewi Farida mempunyai
                                           Kesehatan memperoleh kepastian
jumlah besar untuk cangkok hati,                                                   golongan darah A. Adapun ayahnya,
                                           Dewi dan Doni telah siap mebawa
koin Bilqis makin berisi. Banyak                                                   Doni Ardianta Passa, bergolongan
                                           anaknya ke RSUP Dr. Kariadi
pihak bersimpati, para tetangga tahu                                               darah B. Salah satu Tim Cangkok
                                           Semarang.
penyakit Bilqis. Donasi untuk Bilqis                                               Hati, dr. Hirlan memaparkan risiko
bahkan sudah mencukupi untuk                                                       penolakan jaringan sangat besar
kebutuhan biaya operasi, membuat
                                           Dirawat di                              ketika memaksakan transplantasi
kedua orang tua Bilqis semakin             RSUP Dr. Kariadi.                       hati dari donor yang berbeda
mantap untuk membawa anak                    Tanggal 3 Februari 2010, pukul        golongan darahnya. Reaksi


                                                                                                   No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   37
Peristiwa
     penolakan bisa ditandai dengan                                                                    Utusan Menkes
     tingginya suhu badan, naiknya                                                                     mengunjungi rumah
     enzim-enzim hati maupun                                                                           Bilqis di Kramat
     meningkatnya sel darah putih.                                                                     Sentiong, Jakarta
         Tim masih akan terus memeriksa
     ulang, setelah itu nanti baru
     ditentukan untuk mencari donor
     lain ataukah tetap dengan donor
     dari salah satu orang tuanya dengan
     risiko yang dihadapi, ujar dr. Hirlan.
         Tim cangkok hati RSUP Dr. Kariadi,
     akhirnya memutuskan Dewi Farida,
     ibunda Bilqis menjadi pendonor
     hati bagi anaknya. Meski demikian,
     pelaksanaan operasi masih belum
     ditentukan. Manurut dr. Hirlan,
     salah satu anggota tim cangkok
                                              oleh Tim Medis RSUP Dr. Kariadi        pendarahan yang berakibat fatal,
     hati, setelah melalui penelitian dan
                                              Semarang untuk kesuksesan              ujar dr. Yulianto.
     diagnosis, timnya telah mampu
                                              operasi Bilqis. Operasi cangkok hati       Hingga kini persiapan operasi
     mengatasi perbedaan golongan
                                              yang akan dilakukan, diperkirakan      cangkok hati Bilqis Anindya Passa
     darah antara Dewi Farida dan Bilqis.
                                              tanpa transfusi darah. ” Kami akan     mendekati tahap akhir. Tim Medis
         ”Masalah tersebut bisa kami
                                              melakukannya dengan pisau khusus       Cangkok Hati memastikan kondisi
     atasi karena ada obat khusus untuk
                                              yang mampu mencegah terjadinya         Dewi Farida dan Bilqis selaku
     itu. Golongan darah hanya salah
                                              pendarahan hebat saat proses           calon pendonor dan penerima
     satu faktor. Yang terpenting adalah
                                              operasi ” kata Ketua Tim Cangkok
                                                        ,                            transplantasi hati terus menunjukkan
     pendonornya sehat” kata dr. Hirlan.
                          ,
                                              Hati dr. Yulianto Suwardi.             hasil yang menggembirakan. Bahkan,
         Tim medis terus memantau
                                                 Ia mengatakan, pisau operasi        tim medis sudah menyatakan
     kondisi kesehatan Bilqis dan
                                              yang dinamakan Harmony Scalpel         keduanya secara umum sudah siap
     Farida untuk persiapan cangkok
                                              itu merupakan alat khusus untuk        untuk menjalan operasi cangkok hati,
     hati tersebut. Tim medis menjaga
                                              operasi yang sulit. Hingga saat ini,   jika berat badan (BB) Bilqis sudah
     kemungkinan adanya virus ebstein
                                              kata dr. Yulianto, RSUP dr. Kariadi    memenuhi persyaratan minimum 9
     yang membahayakan saat operasi
                                              telah memiliki dua unit pisau itu.     kg. ” Tim operasi cangkok hati tinggal
     dilaksanakan. Tim medis sudah
                                              ”Harga alat tersebut cukup mahal,      menunggu BB ideal untuk menjalani
     mengirim sampel darah dua orang
                                              mencapai Rp 500 juta, namun            operasi transplantasi ini” kata Prof.
                                                                                                              ,
     tersebut ke Amerika Serikat untuk
                                              penggunaan Harmony Scalpel dapat       dr. Ag. Soemantri. Semoga operasi
     memeriksanya.
                                              menekan risiko yang ditimbulkan        cangkok hati Bilqis berhasil sukses.n
         Segala upaya telah dilakukan
                                              dari proses operasi seperti                       Smd, dari berbagai sumber



     Kasus Ummi Bisa
     Menjadi Pelajaran


     P
                  residen Susilo Bambang Yudhoyono                  Presiden memberikan pernyataan itu di depan
                  meminta agar penderitaan Ummi                  Istana Negara, Jakarta (22/1). Mendengar kondisi Ummi,
                  Darmianti, 12 tahun, menjadi bagian            Presiden berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan
                  dari pendidikan masyarakat guna lebih          Endang R. Sedyaningsih dan Kepala Dinas Kesehatan
                  memanfaatkan fasilitas kesehatan yang          Prov. Sulawesi Barat Ahmad Aziz. Kepada Menkes dan
                  disediakan oleh Negara. Di sisi lain,          Kepala Dinas, Presiden berpesan agar Ummi segera
                  pemimpin hingga tingkat desa perlu             mendapat perawatan medis sebaik-baiknya.
     lebih memperhatikan kondisi masyarakatnya.                     ”Saya mendapat penjelasan kenapa tubuh Ummi

38   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Peristiwa
dikerubuti ulat. Itu karena selama
ini Ummi menjalani pengobatan
pada dukun di kampungnya selama
kurang lebih dua tahun, setelah tidak
kunjung sembuh bahkan lukanya
dikerubuti ulat baru dibawa ke
rumah sakit Mamuju ”     .
    Presiden memandang kasus
Ummi merupakan pelajaran penting
bagi masyarakat. ” Kasus seperti
ini karena kurang terbuka ketika
mengalami sakit, bahkan Puskesmas
atau rumah sakit setempat sering
tidak tahu. Sering pula keluarga        hanya dibawa berobat ke dukun dan      penjelasannya kepada Puskom
langsung mencari pengobatan non         diberikan ramuan daun-daunan. Bisul    Kementerian Kesehatan, dr.
medis. Setelah keadaannya tidak         tidak kunjung sembuh bahkan pecah      Titin mengatakan pasien Ummi,
membaik baru dibawa ke rumah            menjadi luka-luka dan melebar ke       didiagnosa menderita abses dan
sakit ” ujar Presiden.
      ,                                 dada kanan dan leher kanan.            suspek Limfadenitis sejak 2 tahun
    Presiden meminta jajaran               Pada tanggal 14 Januari 2010        yang lalu. Saat ini kondisinya
Kementerian Kesehatan dan               dengan bantuan Kepala Desa             jauh lebih baik setelah mendapat
pemerintah daerah terus                 bersama Tantenya, Ummi dibawa          perawatan di RSUD Mamuju
menggiatkan pendidikan masyarakat       berobat ke Puskesmas Tabulahan         dibandingkan pada saat pertama
agar berobat ke instansi yang           yang berjarak 6 km dari rumahnya.      kali datang di rumah sakit tersebut
dipunyai negara seperti Puskesmas       Ketika datang di Puskesmas             tanggal 14 Januari 2010.
dan rumah sakit jika jatuh sakit.       Tabulahan, keluhan utamanya                ”Sampai saat ini pasien masih
    ”Memang ada pengobatan              adalah luka borok di ketiak kanan,     dirawat di RSUD Mamuju secara
alternatif yang bisa ditempuh           dada kanan, dan leher kanan. Ketika    gratis dengan biaya Jamkesmas” ujar,
setelah yang konvensional dijalani      datang luka borok tidak terawat,       dr.Titin ketika itu.
tak kunjung sembuh. Mungkin             kotor, berbau, dan berulat (oleh           Secara kronologis, dr. Titin
bisa ikhtiar dengan cara lain, tetapi   media disebutkan dikerubuti ulat).     mengatakan pengobatan yang
jangan dibalik” kata Presiden.
                 ,                         Pihak Puskesmas yang menerima       diberikan kepada pasien Ummi
    Terkait hal itu, Presiden juga      pasien Ummi, dr. Helmiyadi             tanggal 14 – 19 Januari 2010 yaitu
meminta pemimpin di tingkat             melakukan pemeriksaan dan              infus Ringer Laktat yang berisi
lokal dari camat hingga ketua           kemudian merujuk ke RSUD Mamuju        Dextrosa 5% 1:1 sebanyak 16 tetes/
RT/RW untuk meningkatkan                yang berjarak kurang lebih 100 km (2   menit, Ceftriaxon injeksi 750 mg dalam
kepedulian terhadap warganya.           ½ jam dengan kendaraan).               12 jam melalui intravena, Metronidazol
Dengan kepedulian dan pembinaan                                                injeksi 0,5 gram/12 Jam melalui
tersebut, diharapkan setiap rumah       Perawatan Ummi di                      intravena, Antrain injeksi ½ ampul
                                                                               per 8 jam, Lytamin syrup 2 kali sehari
tangga memahami apa yang harus
dilakukan ketika jatuh sakit.
                                        RSUD Mamuju dibiayai                   sendok teh, diet tinggi kalori tinggi
    Menurut Presiden, pembiayaan        Jamkesmas                              protein (TKTP), rawat luka pagi dan
kesehatan yang diperlukan                  Penderitaan Ummi, menarik           sore.
seharusnya tidak menjadi masalah        perhatian wartawan sehingga                Tanggal 21 Januari hingga
karena Ummi merupakan peserta           dimuat di berbagai media. Dalam        23 Januari infus dihentikan dan
Jamkesmas.                              berita disebutkan Ummi (12 tahun)      diberikan Cefadroxil 500 mg 2x1,
                                        menderita penyakit aneh dan            Metronidazol 500 mg 3x1, Lytamin
                                        lukanya dikerubuti ulat. Bahkan
Kronologis sakitnya Ummi.               yang semula dirawat di RSUD
                                                                               syrup, rawat luka pagi sore, diet TKTP
   Ummi, seorang siswi kelas VI SD,                                            dan observasi.
                                        Mamuju dibawa pulang karena tidak          Selama perawatan tgl 14 – 19
Kab. Mamassa, Sulawesi Barat, awalnya   mempunyai biaya.
menderita bisul di ketiaknya dua                                               Januari 2010 ulat di luka masih
                                           Atas kejadian tersebut, Pusat       ada, tanggal 20 Januari hingga 23
tahun yang lalu. Ummi tinggal dan       Komunikasi Publik Kementerian
dirawat oleh tantenya, karena ayahnya                                          Januari ulat tidak ada lagi dan sudah
                                        Kesehatan telah melakukan              terbentuk granulasi (pembentukan
sudah meninggal dunia dan ibunya        komunikasi kepada Direktur
sakit-sakitan. Oleh tantenya, Ummi                                             jaringan yang baru).
                                        RSUD Mamuju dr. Titin. Dalam

                                                                                              No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   39
Peristiwa
     Tim dokter RSUP                             menilai hasil penunjang yang ada.         (Tuberculosis).
                                                     Berdasarkan hasil pemeriksaan,           Sementara itu dr. Khalid Saleh,
     Wahidin Sudirohusodo                        diputuskan melakukan tes mantoux,         Ketua Tim Medis RSUP dr. Wahidin
     bantu pengobatan Ummi                       pengambilan specimen dan                  Sudirohusodo Makassar menyatakan
        Usai berkomunikasi dengan                pemberian obat. Selain pemeriksaan,       perlu waktu enam bulan untuk
     Presiden, Menkes Endang R.                  Tim juga mengambil spesimen               menyembuhkan Ummi Darmianti.
     Sedyaningsih minta Direktur Utama           untuk pemeriksaan lebih lanjut            Ia mengatakan, Ummi dapat
     RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo               di laboratorium serta melakukan           sembuh dari penyakitnya tetapi
     Makassar membantu penanganan                pelacakan kepada keluarga yang            membutuhkan waktu yang cukup
     segera Ummi Darmianti (12 tahun).           kemungkinan menderita penyakit            lama yaitu enam bulan. Itu pun
     Untuk merespon instruksi Menkes,            serupa.                                   penanganan dan perawatan medis
     Direktur Utama RSUP Wahidin                     Untuk memulihkan penyakit             harus dilakukan secara intensif karena
     Sudirohusodo, Dr. drg. Nurshanty S.A.       Ummi Darmianti, tidak perlu               penyakit yang dideritanya.“ Sejumlah
     Sapada, M.Sc., memberangkatkan              menjalani operasi untuk                   luka infeksi pada tubuh Ummi
     Tim Reaksi Cepat (TRC) RSUP Dr.             mengangkat ulat di tubuh pasien. “        sudah mongering, artinya tinggal
     Wahidin Sudiro Husodo Makassar,             Kami menyimpulkan bahwa derita            membutuhkan perawatan agar
     Sulsel, tanggal 22 Januari 2010 ke          Ummi cukup hanya menjalani                lukanya sembuh total” kata dr. Khalid.
                                                                                                                 ,
     RSUD Mamuju. Tim terdiri 3 dokter           pengobatan rutin tanpa harus
     yaitu dr. Khalid Saleh, Sp. PD Ketua Tim,
     merangkap sebagai dokter spesialis
                                                 dilakukan operasi untuk memeriksa         Ummi Diizinkan Pulang.
                                                 tubuh Ummi yang sempat dikerubuti            Minggu, 31 Januari 2010 dokter
     penyakit dalam), dr. Bob Wahyudin,          ulat saat hari pertama sejak dirujuk      menganggap kesehatan Ummi
     Sp.A. (anggota merangkap sebagai            ke RSUD Mamuju” kata dr. Agus
                                                                    ,                      sudah membaik setelah menjalani
     dokter spesialis anak), dr. Agus Spartan    Spartan yang menangani penyakit           perawatan intensif selama 2 minggu
     (anggota merangkap sebagai dokter           Ummi di RSUD Mamuju.                      di RSUD Mamuju.
     spesialis bedah), Jumali (anggota               Agus Spartan menuturkan,                 Wali orang tua Ummi, Asgar
     merangkap perawat 118) dan Abd.             penyakit yang diderita Ummi sudah         mengatakan dokter RSUD Mamuju
     Salam (sopir ambulance 118).                tidak separah seperti yang sempat         telah menyampaikan secara resmi
        Setelah tiba di Mamuju, ibukota          dilansir melalui media cetak maupun       kepada keluarga pasien tentang
     Provinsi Sulawesi Barat tanggal             elektronik selama ini.“Kondisi Ummi       perkembangan kesehatan Ummi.“
     23 Januari, langsung melakukan              saat ini sudah cukup baik dan tidak       Dengan alasan itu, dokter mengizinkan
     koordinasi dengan Dinas Kesehatan           perlu dilakukan operasi. Hanya            Ummi pulang ke Mamasa” kata Asgar.
                                                                                                                     ,
     Provinsi Sulawesi Barat, RSUD               saja, pasien dianjurkan menjalani            Menurut Asgar, dokter
     Mamuju dan Pemda setempat untuk             pengobatan rutin untuk mencapai           yang menangani Ummi
     melakukan langkah-langkah konkrit           kesembuhan secara total” ujar dr. Agus.
                                                                           ,               merekomendasikan bahwa
     yang akan dilakukan.                            Pada tanggal 24 Januari 2010,         bocah 12 tahun tersebut tinggal
        Tim Medis RSUP Wahidin                   hasil tes mantoux terhadap                membutuhkan perawatan untuk
     Sudirohusodo kemudian melakukan             Ummi menunjukkan hasil positif,           menyembuhkan penyakit TBC-nya.
     pemeriksaan langsung kepada                 artinya Ummi menderita radang             Perawatan tersebut bisa dilakukan di
     pasien (anamnesa pasien) dan                kelenjar yang disebabkan oleh TBC         Puskesmas setempat. nSmd
     keluarga, pemeriksaan fisik dan




     Indonesia Kirim Tim Kesehatan dan
     Obat-obatan Bantu Korban Gempa Haiti

     P
              emerintah Indonesia mengirimkan Bantuan                 pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Port Au Prince,
              Kemanusian untuk menolong korban gempa                  Haiti, via Honolulu.
              bumi di Haiti. Bantuan Kemanusiaan dipimpin                Bantuan Kemanusiaan terdiri dari Tim Medis dan Tim
              Letkol Mardiyono dari Satuan Reaksi Cepat               Reaksi Cepat. Berjumlah 75 orang terdiri dari 30 orang
              Badan Nasional Penanggulangan Bencana                   tim medis (Kementerian Kesehatan, RSCM, POLRI, TNI dan
     diberangkatkan tanggal 18/01/2010 menggunakan                    PMI), dan 45 orang Tim Reaksi Cepat terdiri 20 orang tim

40   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Peristiwa
                    Tim Indonesia sedang mempersiapkan
                    bantuan untuk bencana Haiti di bandara
                    Halim Perdana Kusuma




SAR, 10 orang tenaga kelistrikan, tenaga konstruksi dan      richter yang terjadi pada 12 Januari 2010, karena kondisi
pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.          yang tidak memungkinkan.
Selain itu Pemerintah Indonesia juga mengirimkan                Jurubicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tengku
bantuan berupa kantong mayat, bantuan pangan, alat           Faizasyah menyatakan, misi Indonesia tidak berhasil
penjernih air, obat-obatan dan satu unit RS Lapangan.        mendarat di ibukota Haiti, Port Au Pince, namun bantuan
   Tim Medis dipimpin dr. R. Suhartono, Sp. BV (K) berang-   kemanusiaan dari Indonesia tersebut berhasil dialihkan
gotakan 29 orang (15 orang dari Kementerian Kesehatan        ke Republik Dominika.
(3 orang dari Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian           “Berdasarkan pertimbangan yang matang, misi
Kesehatan, dan 12 orang dari RS Cipto Mangunkusumo),         memutuskan untuk mendaratkan bantuan di Republik
3 orang dari RS PMI Bogor, 2 dokter dari DVI (Disaster       Dominika untuk kemudian diserahkan kepada salah satu
Victim Identification) Kepolisian RI, dan 10 orang dari      Badan Perserikatan Bangsa (PBB), Wood Food Programe
Puskes TNI (2 dokter spesialis, 2 dokter, 1 apoteker dan 5   (WFP), kata Faizasyah.
tenaga kesehatan lainnya)                                       Misi kemanusiaan Indonesia yang tiba di Republik
   Tim Medis juga membawa serta bantuan berupa               Dominika pada 20 Januari 2010, kemudian mempercayakan
3 ton obat dan perbekalan kesehatan, 5 ton makanan           WFP untuk menjadi sebuah media yang mengantarkan dan
pendamping air susu ibu (MP-ASI), 1.000 kantong jenazah      mendistribusikan bantuan tersebut melalui jalur darat.
dan 1 unit RS Lapangan beserta peralatannya. Tim Medis          Sementara itu pemerintah dan masyarakat Haiti san-
akan membantu korban bencana di Haiti selama 2 pekan.        gat mengapresiasi pemerintah Indonesia, karena dinilai
                                                             sebagai salah satu negara yang terletak sangat jauh di
Gagal capai Haiti                                            Asia, namun memiliki solidaritas dengan mengirimkan
   Misi Kemanusiaan RI ke Haiti terpaksa kembali ke          bantuan kemanusiaan ke daerah bencana yang telah
tanah air tanpa menjalankan tugas mereka dalam mem-          merenggut lebih dari 200.000 korban jiwa.nSmd
bantu para korban gempa bumi berkekuatan 7.0 skala

                                                                                               No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   41
Potret


                                       Demi anak,
                                       Widi tetap
                                       menyusui

                                          S
                                                      ebagai artis yang sibuk, Widi
                                                      tetap menyusui anaknya.
                                                      Sejak mulai hamil, ia sudah
                                                      secara rutin dua minggu sekali,
                                                      memeriksakan kehamilanya
                                                      ke dokter. Bahkan sempat
                                          mengikuti kelas ASI bersama seorang aktor
                                          Dwi Sasono, suami tercinta,. “Saya juga
                                          belajar bagaimana proses inisiasi menyusu
                                           dini atau IMD” kenang Widi.
                                                         ,
                                              Bagi saya sungguh suatu kesempatan
                                            yang istimewa berbicara merawat
                                                                    anak. Sebab
                                                                     sebagai public
                                                                     figur, selebritis
                                                                     dan penyanyi
                                                                      biasanya
                                                                           ngomongin
                                                                             album, terus
                                                                              gosip.
                                                                              Sangat
                                                                             jarang
                                                                             diberi
                                                                        kesempatan
                                                                 berbicara tentang
                                                     subtansi seperti “merawat
                                          kehamilan dan menyusui” Tapi hari ini saya
                                                                    .
                                          mendapat kesempatan menjadi duta ibu
                                          hamil dan berbicara dihadapan teman-
                                          teman. Tutur Widi mengawali testimoni duta
                                          Ibu hamil, pada press briefing kampaye P4K
                                          dan buku KIA di Kementerian Kesehatan, 29
                                          Januari 2010.
                                             Widi mengaku, sangat tertarik dengan

42   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Potret




informasi yang berkaitan dengan         perkembangan bayi dan ASI. Dia              Menurut Widi, penyebaran
kehamil­an. Apalagi setelah             berusaha menggunakan internet           informasi yang paling mudah
memperoleh buku KIA, saya lebih         dan membeli buku. Tapi bagaimana        dengan buku, sebab gratis, dapat
senang lagi. “Ternyata banyak           untuk masyarakat yang tidak mampu       minta di puskesmas. Mau apalagi,
informasi yang saya butuhkan,           ?. Sudah ada buku KIA, gatis lagi…!,    semuanya sudah terpadu. Tidak
semua ada dalam buku KIA ini”  ,        katanya.                                hanya saat hamil, bahkan bukan
sambil mengangkat buku KIA,                 Menurut pengalaman Widi,            hanya untuk baca-baca, tapi dalam
ujarnya sumringah.                      sangat menyenangkan menghimpun          buku ini ada record kita sendiri
   Bagi ibu dari Dru Prawiro Sasono,    lembaran informasi anak pertama         sebagai ibu. Suatu saat nanti
Buku kesehatan Ibu dan Anak,            berupa foto hasil pemeriksaan USG       dapat dilihat anaknya. Kita dapat
memberi informasi sangat lengkap.       dan hasil pemantauan kesehatan          mengatakan kepada anak ”kalau
Menjelaskan merawat kesehatan           kehamilan. Informasi ini lalu           mau tahu riwayat lahirmu, dari ibu
ibu sebelum hamil, saat hamil,          disimpan, kemudian untuk bahan          hamil dan segala macamnya, lihat
melahirkan dan setelah melahirkan       pelajaran anak kedua. “Sebab kalau      buku ini” ujarnya.
                                                                                          ,
dengan program perencanaan              hanya menggunakan ingatan,                  Memang saya sedang hamil,
persalinan dan pencegahan               kurang akurat” ujarnya.
                                                        ,                       insyaallah ini anak kedua dan yang
komplikasi (P4K).                           Ketika ditanya, perasaanya          terakhir. Tidak hamil terus gitu...
   Menurut Widi, program P4K ini        terpilih sebagai duta ibu hamil, Widi   Kalau predikatnya sebagai duta ibu
untuk menjaga kesehatan semua, “        mengatakan menjadi duta ibu hamil       hamil tidak etis kalau hamil terus.
Ibu selamat, bayi sehat, suami siaga”
                                    .   bukan tujuan utama. Tapi terpanggil     Tapi yang jelas sebagai seorang ibu
Untuk menjaga kesehatan ibu bukan       untuk mempercepat penurunan             yang sudah punya anak, dengan
hanya tanggung jawab istri, tapi        angka kematian bayi. “Itu alarm         senang hati bisa berbagi, kata Widi.
suamipun harus ikut berpartisipasi      buat saya, menjadi lonceng untuk            Widi, merupakan anggota grup
memelihara kesehatan istri yang         mengundang berkampanye”       .         musik AB Three ini, lahir di Jakarta
sedang hamil, sampai melahirkan             Untuk berkampanye, saya sudah       31 tahun yang lalu ini, sejak kecil
dan bersama-sama memelihara             pernah melahirkan, merasakan            telah mengikuti lomba menyanyi.
kesehatan bayinya.                      hamil dan merencanakan proses           Puncaknya saat memenangkan
   Ternyata, pemain sinetron”           persalinan. Alhamdulillah dengan        kontes Asia Bagus Monthly
Sayekti dan hanafi” ini,                berbekal pengalaman yang ideal,         Championship di Singapura tahun
menyimpan kenangan manis                informasi yang cukup, menjadi bekal     1993. Musisi Younki Sumarno
dari kesungguhanya menyimpan            kehamilan anak kedua lebih legowo       yang tertarik dengan kemampuan
seluruh informasi perkembangan          dan lega. Pengalaman ini menjadi        vokalnya, kemudian mengajak
kehamilan. Ia mengaku menjadi hak       bekal untuk bertukar pengalaman         sulung 3 bersaudara ini membentuk
seorang ibu untuk tahu dan mencari      perihal hamil, melahirkan dan           trio bersama Nola dan Lusi, AB Three,
tahu informasi tentang kehamilan,       menyusui dengan masyarakat.             13 Agustus 1993 yang lalu. lPra

                                                                                               No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   43
Nasional




                                                                                               Kunjungan kerja Menkes
                                                                                               bersama kepala Bappenas
                                                                                               di Yogyakarta




     Menkes Sosialisasikan
     Program BOK di Yogyakarta

     P
                     rogram Bantuan Operasional Kesehatan       minimal (SPM) dalam percepatan pencapaian sasaran
                     (BOK) merupakan bantuan operasional        Millenium Development Goals (MDG’s).
                     kesehatan untuk meningkatkan kinerja          Untuk tahun 2010 akan dilakukan uji coba pada 300
                     Puskesmas di bidang pelayanan              Puskesmas di 7 kabupaten pada 7regional Jawa-Bali,
                     kesehatan promotive dan preventive         Sumatera-Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusatenggara
                     yang meliputi KIA-KB, Gizi, Imunisasi,     dan Papua. Masing-masing Puskesmas akan mendapat
                     kesehatan lingkungan, promosi kesehatan,   alokasi dana Rp 100 juta/ tahun dengan total anggaran Rp
     pencegahan penyakit, dan pembinaan upaya kesehatan         30 milyar. Sedangkan Puskesmas di luar wilayah uji coba
     berbasis masyarakat, seperti posyandu dan pos kesehatan    mendapat alokasi dana Rp 10 juta / tahun. Selanjutnya
     desa.                                                      tahun 2011, minimal Rp 10 juta / bulan/ puskesmas untuk
        Hal itu disampaikan oleh Menkes dr. Endang R            8.500 puskesmas sesuai dengan hasil pengkajian yang
     Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat melakukan kunjungan          lebih dalam tentang kriteria unit cost, kata Menkes.
     kerja, dihadapan peserta pertemuan dengan Gubernur            Khusus Jamkesmas, Menkes menjelaskan target
     DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan para pejabat           program 100 hari yaitu; perluasan cakupan Jamkesmas
     provinsi Yogyakarta, 27 Januari 2010.                      kepada semua penduduk miskin, penduduk miskin korban
        Dalam kunjungan tersebut turut hadir Menteri PPN        bencana paska tanggap darurat, para gelandangan,
     / Kepala Bappenas Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana,    pengemis, anak terlantar, lapas, orang cacat dan penghuni
     MA dan Menteri Pendidikan Nasional yang diwakili oleh      panti asuhan. Selain itu program pemantapan INA-DRG
     Kepala Biro Perencanaan.                                   dalam program Jamkesmas di seluruh rumah sakit.
        Lebih lanjut dr. Endang menegaskan program BOK             Untuk mencapai Jamkesmas semesta 2014, telah
     merupakan pelumas untuk memperlancar jalannya              disiapkan langkah-langkah pemantapan, dimulai dari
     pelaksanaan program kesehatan di Puskesmas, yaitu          pelaksanaan Jamkesmas yang dibiayai pemerintah,
     untuk mendukung implementasi standar pelayanan             menyiapkan dan menata pelaksanaan Jamkes mandiri,

44   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Nasional
                                                                             balita dari 18,4% menjadi lebih kecil
                                                                             dari 15%, tegas Armida.
                                                                                 Kepala Biro perencanaan
                                                                             Kemendiknas R. Agus Sartono,
                                                                             menjelaskan tiga pilar pembangunan
                                                                             pendidikan di Indonesia, yaitu
                                                                             pemerataan dan perluasan akses
                                                                             pendidikan, peningkatan mutu,
                                                                             relevansi, dan daya saing keluaran
                                                                             pendidikan, serta peningkatan tata
                                                                             kelola, akuntabilitas, dan citra publik
                                                                             pengelolaan pendidikan.
                                                                                 Dalam hal Human Development
                                                                             Index (HDI) dinegara-negara Asean,
                                                                             Indonesia masih tertinggal dengan
                                                                             Singapura, Brunai Darussalam,
                                                                             Malaysia, Thailand, Pilipina dan
                                                                             Vietnam. Indonesia masuk urutan ke
                                                                             tiga dari bawah setelah Combadia
                                                                             dan Myanmar.
                                                                                 Terkait dengan rasio guru-murid
                                                                             untuk tingkat SD Indonesia masih
                                                                             kalah dengan Malaysia, sedangkan
                                                                             untuk tingkat SMP, Indonesia urutan
                                                                             ke dua setelah Jepang, hanya saja dari
                                                                             sisi penyebaran belum merata, masih
                                                                             menumpuk di daerah perkotaan,
 Kunjungan kerja Menkes                                                      “Inilah potret pendidikan Indonesia”   ,
 ke Puskesmas Klaten                                                         tegas Agus.
 Jawa Tengah                                                                     Sri Sultan menjelaskan hasil
                                                                             pembangunan kesehatan bidang
penyiapan kecukupan biaya            kedua berisi Strategi Pembangunan,      kesehatan di Yogyakarta cukup
penyelenggaraan pelayanan            yaitu mengintegrasikan                  menggembirakan terlihat dari umur
kesehatan, penyiapan dan             pembangunan antar bidang sosbud,        harapan hidup meningkat dari 73,7
peningkatan SDM Jamkes dan           ekonomi, iptek, politik, hukum dan      tahun 2006 menjadi 74,05 pada
penyiapan perangkat hukum.           aparatur, hankam, infrastuktur,         tahun 2008. Pada tahun 2008 pula DIY
   Selain itu Menkes juga            wilayah dan tata ruang dan              mendapat penghargaan Manggala
menjelaskan tentang program          lingkungan hidup. Buku Ke tiga berisi   Bhakti Husada Kartika dari presiden,
penanggulangan daerah                strategi pengembangan wilayah,          yaitu penghargaan atas prestasi
bermasalah kesehatan, bantuan        yaitu mensinergikan pembangunan         sebagai provinsi dengan derajat
operasional kesehatan (BOK), indek   pusat-daerah dan antar daerah.          kesehatan terbaik di Indonesia.
pembangunan kesehatan masyarakat,       Sasaran pembangunan                      Meskipun menjadi provinsi
Jamkesmas dan strategi pencapaian    kesejahteraan rakyat yang akan          terbaik di Indonesia, tapi DIY masih
Jamkesmas semesta 2014.              dicapai pada tahun 2014 yaitu           mempunyai masalah. Panyakit
   Pada kesempatan tersebut, Dr.     meningkatnya umur harapan hidup         jantung dan stroke dalam sepuluh
Armida memaparkan Rencana            dari 70,7 tahun (2008) menjadi 72,0     tahun terakhir ini selalu masuk dalam
Pembangunan Jangka Menengah          tahun. Menurunya angka kematian         10 penyakit penyebab kematian
Nasional (RPJMN) 2010-2014.          ibu melahirkan per 100.000 kelahiran    tertinggi. Analisis di tahun terakhir
Dokumen RPJMN terdiri dari 3         hidup dari 228 ( 2008) menjadi 118.     dari data seluruh rumah sakit di DIY
buku yang saling melengkapi. Buku    Menurunya angka kematian bayi           menunjukan penyakit kardiovaskuler
pertama berisi pencapaian sasaran    per 1.000 kelahiran hidup dari 34 (     seperti jantung, stroke, hipertensi
prioritas nasional, dengan tema      2008) menjadi 24 dan menurunya          menempati urutan tertinggi
mewujudkan Indonesia Sejahtera,      prevalensi kekurangan gizi ( gizi       penyebab kematian, tegas Sultan. n
Demokratis dan Berkeadilan. Buku     buruk dan gizi kurang) pada anak                                              Pra

                                                                                             No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   45
Nasional
                                                                                        Dokter di RS atau Puskesmas
      Dokter sedang memberikan
                                                                                    dan UPT lainnya dapat menyetujui
      resep obat generik untuk pasien
                                                                                    penggantian resep obat generik
                                                                                    dengan obat generik bermerek/
                                                                                    bermerek dagang jika obat generik
                                                                                    tersebut belum tersedia. Apoteker
                                                                                    dapat mengganti obat merek dagang/
                                                                                    obat paten dengan obat generik yang
                                                                                    sama komponen aktifnya atau obat
                                                                                    merek dagang lain atas persetujuan
                                                                                    dokter dan/atau pasien.
                                                                                        Instalasi farmasi rumah sakit
                                                                                    wajib mengelola obat di rumah
                                                                                    sakit secara berdaya guna dan
                                                                                    berhasil guna. Juga wajib membuat
                                                                                    prosedur perencanaan, pengadaan,
                                                                                    penyimpanan, pendistribusian dan
                                                                                    pemantauan obat yang digunakan
                                                                                    fasilitas pelayanan kesehatan.
                                                                                        Dinkes Provinsi/Kabupaten/Kota
                                                                                    wajib membuat perencanaan, penga­
     Fasilitas Pelayanan                                                            daan, penyimpanan, penyediaan,
                                                                                    penge­lolaan dan pendistribusian

     Kesehatan Pemerintah                                                           obat kepada Puskesmas dan pelayan­
                                                                                    an kesehatan lain.
                                                                                        Untuk pembinaan dan
     Wajib Menggunakan                                                              pengawasan, Pemerintah, Pemerintah
                                                                                    Provinsi/Kabupaten/Kota dapat

     Obat Generik                                                                   memberi peringatan lisan atau
                                                                                    tertulis kepada dokter, tenaga




     F
                                                                                    kefarmasian dan pimpinan fasilitas
                                                                                    pelayanan kesehatan pemerintah
                   asilitas Pelayanan        4 program diantaranya peningkatan      yang melakukan pelanggaran
                   Kesehatan Pemerintah      kesehatan masyarakat untuk             terhadap ketentuan dalam Peraturan
                   wajib menggunakan         mempercepat pencapaian target          Menteri ini.
                   obat generik. Untuk       MDGs (Millenium Development                Peringatan lisan atau tertulis
                   kebutuhan Puskesmas       Goals). Salah satu rencana aksinya     diberikan paling banyak tiga kali dan
                   dan Unit Pelaksana        adalah Revitalisasi Permenkes          apabila peringatan tidak dipatuhi,
                   Teknis (UPT) lainnya,     tentang Kewajiban menuliskan resep     Pemerintah dan Pemerintah Provinsi/
     Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi       dan menggunakan obat generik           Kabupaten/Kota dapat menjatuhkan
     dan Dinkes Kabupaten Kota wajib         di sarana pelayanan kesehatan          sanksi administratif kepegawaian
     menyediakan obat esensial dengan        pemerintah.                            kepada yang bersangkutan.
     nama generik sesuai kebutuhan.              Dalam Permenkes disebutkan,            Dalam Permenkes yang disebut
     Ketentuan ini diatur dalam Peraturan    dokter (yang mencakup dokter,          obat generik adalah obat dengan
     Menteri Kesehatan No. HK.02.02/         dokter gigi, dokter spesialis dan      nama resmi International Non
     MENKES/068/I/2010 tanggal 14            dokter gigi spesialis) yang bertugas   Propieritary Names (INN) yang
     Januari 2010. Ketentuan ini diikuti     di fasilitas pelayanan kesehatan       ditetapkan dalam Farmakope
     dengan dikeluarkannya Keputusan         pemerintah wajib menulis resep obat    Indonesia atau buku standar
     Menteri Kesehatan No.HK.03.01/          generik bagi semua pasien sesuai       lainnya untuk zat berkhasiat yang
     Menkes/146 /I/2010 tanggal 27 Januari   indikasi medis. Dokter dapat menulis   dikandungnya. Obat generik
     2010 tentang Harga Obat Generik.        resep untuk diambil di Apotek atau     bermerek/bernama dagang adalah
        Hal itu merupakan implementasi       diluar fasilitas pelayanan kesehatan   obat generik dengan nama dagang
     program 100 Hari Kementerian            jika obat generik tidak tersedia di    yang menggunakan nama milik
     Kesehatan. Dalam 100 Hari terdapat      fasilitas pelayanan kesehatan.         produsen obat yang bersangkutan.

46   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Nasional
   Sedangkan Obat Esensial adalah
obat terpilih yang paling dibutuhkan
untuk pelayanan kesehatan bagi
masyarakat mencakup upaya
diagnosis, profilaksis, terapi dan
tercantum dalam Daftar Obat Esensial
yang ditetapkan oleh menteri.

106 Item Harga Obat
Generik Diturunkan
   Untuk mempercepat pencapaian
target Millenium Development Goals
(MDGs) sebagaimana dalam program
100 Hari Kementerian Kesehatan
harus didukung oleh akses obat           Obat Generik
yang aman, berkhasiat, bermutu
serta terjamin dalam jenis dan          Harga Obat Generik.                     Sulawesi Barat dan Gorontalo.
jumlah sesuai kebutuhan pelayanan           Pabrik obat dan/atau Pedagang       Regional IV meliputi Provinsi Nusa
kesehatan.                              Besar Farmasi dalam menyalurkan         Tenggara Timur, Maluku, Maluku
   Kondisi faktual di lapangan          obat generik kepada Pemerintah,         Utara, Papua, dan Papua Barat.
menunjukkan lebih dari 80 item          Rumah Sakit, Apotek, dan Sarana             Apotek Rumah Sakit dan Saranan
obat generik tidak tersedia di pasar,   Pelayanan Kesehatan lainnya harus       Pelayanan Kesehatan lainnya yang
sehingga terjadi kekosongan obat        menggunakan Harga Netto Apotek          melayani penyerahan obat generik
di unit unit pelayanan kesehatan,       (HNA) + PPN sebagai harga patokan       harus menggunakan Harga Eceran
terutama di Kab/Kota di Indonesia       tertinggi.                              Tertinggi (HET) sebagai harga
Timur dan NAD. Sebagian besar               Mengingat bahwa lebih dari 98%      patokan tertinggi dan dilakukan
obat generik yang tidak tersedia        industri farmasi berada di Pulau Jawa   sesuai peraturan perundang-
di pasar adalah obat “fast moving”      dan hanya beberapa ada di Sumatera      undangan.
dan “life saving” sehingga sangat       (Palembang dan Medan), maka dalam           Jenis obat generik yang ditetapkan
mempengaruhi kualitas pelayanan         rangka menjamin ketersediaan dan        harganya dalam keputusan ini
kesehatan. Obat generik yang tidak      pemerataan obat generik di seluruh      meliputi 453 item. Sebagai contoh,
tersedia di pasar utamanya obat dalam   wilayah NKRI, pabrik obat dan/atau      ACT (Artesunate tablet 50 mg +
bentuk sediaan injeksi, sirup dan       Pedagang Besar Farmasi dalam            Amocliaquine anhydrida tablet 200
sediaan cairan infus disebabkan biaya   menyalurkan obat generik kepada         mg kemasan 2 blister @ 12 tablet/
distribusi yang tinggi terutama untuk   Pemerintah, Rumah Sakit, Apotek         kotak harga HNA + PPN sebesar
wilayah Indonesia Tengah dan Timur.     dan Sarana Kesehatan lainnya dapat      Rp 33.000,- , sedangkan harga HET
   Untuk menjamin ketersediaan          menambahkan biaya distribusi            adalah Rp 41.250,-. Aluminium
obat secara merata di seluruh wilayah   maksimum 5% untuk Regional-II, 10%      Hidroksida 200 mg, Magnesium
Indonesia, telah dilakukan penilaian    untuk Regional-III dan 20% untuk        Hidroksida 200 mg, kemasan btl 1000
kembali dan rasionalisasi harga         Regional IV dari HNA + PPN.             tablet kunyah HNA+PPN sebesar Rp
obat generik serta penetapan harga          Regional I meliputi Provinsi DKI    30.530,-, HETnya Rp 38.163,-. Antasida
terhadap 453 item obat generik          Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,       DOEN 1 tablet kunyah, kombinasi
oleh tim evaluasi, yang meliputi        D. I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali,     : Aluminium Hidroksida 200 mg,
penurunan harga terhadap 106 item,      Lampung dan Banten. Regional II         Magnesium Hidroksida 200 mg, kotak
penyesuaian harga terhadap 33 item,     meliputi Provinsi Sumatera Utara,       10x10 tablet kunyah harga HNA+PPN
sisanya 314 item dengan harga tetap.    Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera   sebesar Rp 9,117,-, sedangkan HETnya
Dengan demikian hanya 7% obat           Selatan, Bengkulu, Kepulauan Riau,      Rp 11.396,-. Antimigren : Ergotamin
generik yang mengalami kenaikan         Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa      Tartrat 1 mg + Kofein 50 mg kemasan
harga dibanding terhadap total 453      Tenggara Barat. Regional III meliputi   btl 100 tablet harga HNA+PPN Rp
item obat generik.                      Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,      10.280,- dan HET sebesar Rp 12.850,-.
   Ketentuan tersebut diatur dalam      Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,    Diazepam tablet 2 mg, kemasan btl
Keputusan Menteri Kesehatan             Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur,   1000 tablet harga HNA+PPN sebesar
No.HK.03.01/Menkes/146 /I/2010          Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah,        Rp 19.800,- dan HETnya sebesar Rp
tanggal 27 Januari 2010 tentang         Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara,    24.750,-. nSmd

                                                                                               No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   47
Daerah




     Sejarah Baru RS Paru
     dr HA Rotinsulu

     T
                    anggal 09/09/09 merupakan hari                Pasien yang menjadi orang pertama menjalani
                    bersejarah bagi RS Paru Dr HA Rotinsulu    pembedahan di RSP Dr HA Rotinsulu adalah seorang
                    Bandung. Pada hari itu, rumah sakit yang   laki-laki 42 tahun, yang masih aktif bekerja, datang
                    awalnya dibangun Pemerintah Belanda        dengan surat rujukan dari seorang dokter spesialis
                    tahun 1935 melaksanakan bedah torak        paru. Pada awalnya pasien mengeluh sesak nafas
                    yang pertama kali. Menyambut ulang         sejak dua bulan yang lalu, disertai batuk berdahak,
                    tahunnya yang 39 tahun, Sanatorium         kadang-kadang disertai demam yang tidak terlalu
     Solsana yang berganti nama menjadi Rumah Sakit Paru       tinggi. , dan telah dinyatakan menderita tuberculosis
     Cipaganti di tahun 1970 mewujudkan impiannya dalam        paru. Setelah menjalani pengobatan spesifik / OAT.
     memberikan penanganan kesehatan terpadu. Operasi          pada follow up selanjutnya, dari pemeriksaan thorak
     torak menjadi tonggak keberhasilan rumah sakit yang       foto, didapatkan gambaran pengembangan paru yang
     berganti nama menjadi Dr.H.A. Rotinsulu –nama seorang     kurang sempurna di bagian lobus bawah paru kiri,
     direktur rumah sakit dari tahun 1963-1975-- dalam         disertai adanya akumulasi cairan dan penebalan selaput
     membantu melayani pasiennya. Seperti diketahui, RS        pembungkus paru. Pasien kemudian dirujuk ke RS Paru
     Rotinsulu memberikan pelayanan kesehatan perawatan        Dr. H.A. Rotinsulu untuk mendapatkan penatalaksanaan
     penderita paru, khususnya tuberkulosa paru.               selanjutnya.

48   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Daerah
   Setelah melalui berbagai tahapan      Operasi dimulai pukul 11.00           pembebasan sekat-sekat yang berisi
pemeriksaan dari tim dokter di RS      dengan sayatan pertama di bagian        cairan, sehingga bagian paru yang
Paru Dr HA Rotinsulu, dan beberapa     dada sebelah kiri. Proses selanjutnya   kolaps tampak sedikit demi sedikit
kali rapat medis dari berbagai         adalah dilakukan pengelupasan           mulai mengembang dan setelah
disiplin ilmu, maka diputuskan untuk   penebalan lapisan selaput paru dan      pengembangan dinilai cukup baik,
dilakukan operasi torakotomi dan
dekortikasi guna mengembalikan           Menkes mengunjungi
anatomis dan fungsional paru secara      RS Paru Rotinsulu di Bandung
maksimal. Kemudian dilakukan
serangkaian persiapan menjelang
operasi oleh Tim yang terdiri dari
dokter-dokter dari bagian Bedah
Toraks, Pulmonologi, Ilmu Penyakit
Dalam, Anestesiologi, Rehabilitasi
Medis, Patologi Anatomi, Patologi
Klinik, dan Radiologi, termasuk
persiapan mental dari pasien dan
keluarganya. Setelah dinyatakan
bahwa kondisi pasien dalam
keadaan siap, maka diputuskan
untuk dilakukan operasi pada
tanggal 9 September 2009,




                                                                                             No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   49
Daerah
     maka Tim bedah thorak yang              dirawat di ICU selama empat hari,       sebagai Konsultan Bedah Torak.
     dipimpin oleh dr. Peter Syarief,        pada hari ke lima pasien diketahui          Seluruh pembiayaan operasi
     SpBTKV dibantu asisten bedah dr.        tidak terjadi komplikasi.               tersebut menjadi beban Pemerintah
     Saladin Tjokronegoro, SpBTKV,              Bedah torak perdana tersebut         Daerah Kabupaten Bandung, karena
     dokter anestesi dr. Doddy Tavianto,     dapat terselenggara atas kehendak       pasien masuk perawatan dengan
     SpAn (K) KKV , dokter ahli paru: dr.    Tuhan Yang Maha Kuasa dan kerja         menggunakan Program Jaminan
     Herudian Ahmadin, SpP dan Perawat       sama serta dukungan yang baik dari      Kesehatan Masyarakat Miskin yang
     Bedah: br. Asep Duriat dan Perawat      para dokter / perawat di RSP Dr HA      dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah
     Anestesi br. Firman, menutup rongga     Rotinsulu, Bagian Bedah Torak, Bagian   Kabupaten Bandung.
     dada pada pukul 16.00, dengan           Anestesi RS Hasan Sadikin, (yang di         Setelah keberhasilan pertama
     meninggalkan satu buah selang           fasilitasi oleh Fakultas Kedokteran     ini, maka Tim Bedah Torak RSP Dr
     dada yang fungsinya mengeluarkan        Unpad), Perhimpunan Bedah Torak-        HA Rotinsulu, makin bertambah
     sisa-sisa darah saat operasi.           Kardiovaskuler Indonesia, Dinas         yakin bahwa dengan dukungan
        Hasil penilaian keadaan pasien       Kesehatan Kota Bandung dan Dinas        dari semua pihak, maka RSP Dr
     paska pembedahan oleh dokter ahli       Kesehatan Kabupaten Bandung.            HA Rotinsulu mampu melakukan
     anestesi dinyatakan stabil, sudah          Selain itu tim yang juga turut       pelayanan berarti bagi psaien.
     mulai sadar dan mampu untuk             mendukung dan berperan dalam            Sebab masih banyak pasien yang
     bernafas sendiri, maka selang dan       kegiatan operasi perdana ini            memerlukan tindakan pembedahan
     mesin bantu nafas dilepas untuk         diantaranya: dr H. Edi Sampurno         torak untuk memaksimalkan fungsi
     kemudian pasien dipindahkan ke          SpP, MM; dr Prayudi SpPD, dr Marina     anatomi dan fisiologis parunya. n
     ruang rawat intensif / ICU. Pasien      SpRM; dan Dr,dr. Tri Wahyu, SpBTKV,                            Tammy J.Siarif



     dr. Edi Sampurno, Sp.P.MM,
     Direktur Utama RS Paru Rotinsulu:
     ”Pelayanan Kami Sama Semua”




     S
                   ejak 2004, RS
                   Dr.H.A.Rotinsulu
                   Bandung menjadi
                   RS Paru. Ia memiliki
                   program unggulan
                   biomolekuler dan
                   inpasive, penyakit yang
     memerlukan tindakan dokter, seperti
     bedah, endoskopi, pemasangan
     selang untuk mengalirkan cairan.
     Seluruhnya dikembangkan di
     rumah sakit ini. Sejak tahun 2008,
     RS sudah merekrut dokter spesialis
     bedah toraks, dr. Peter Syarief.


50   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Daerah
Bekerjasama dengan FK Unpad               Sedangkan BOR (tingkat hunian
sebagai lahan pendidikan bedah            tempat tidur) di atas 75%.                    Dari Lumajang,
toraks. Mulai September 2009, sudah
melaksanakan bedah thorak. Pasien         SDM cukup?
                                                                                        menetap di Bandung.
pertama seorang laki-laki umur 42            Dari segi jumlah cukup. Tapi
                                                                                           Edi Sampurno, lahir di
tahun dari warga miskin daerah            kualitas perlu ditingkatkan misalnya
                                                                                        Lumajang 21 September 1961.
(Gakinda). Sebuah upaya yang luhur        belum ada anestesi, penyakit dalam
                                                                                        Menyelesaikan dokter umum di
untuk menolong rakyat miskin              kemudian rehabilitasi medik. Kita
                                                                                        Fakultas Kedokteran universitas
menikmati fasilitas kesehatan yang        sudah menyekolahkan dokter-
                                                                                        Brawijaya, Malang Jatim tahun
layak dengan biaya dari pemda             dokter umum di sini dengan biaya
                                                                                        1987. Menyelesaikan Spesialis
setempat. Rencananya setiap pekan         dari Kemkes (PPSDM Kes). Sekarang
                                                                                        Paru di fakultas Kedokteran
sekali melakukan bedah thorak.            Unpad sudah ada patologi klinik,
                                                                                        Universitas Airlangga Surabaya
Bagaimana mewujudkan rencana              penyakit dalam, radiologi, rehabilitasi
                                                                                        tahun 1997. Master Managemen
mulia tersebut dan bagaimana              medik. Rencana ada yang mau tes
                                                                                        Universitas Padjajaran Bandung
persiapanya?. Berikut petikan             ke anestesi Udayana. Berarti 2-3
                                                                                        tahun 2004.
wawancara Mediakom dengan                 tahun lagi mereka sudah kembali ke
                                                                                           Dr. Edi mengawali karirnya
Direktur Utama RS Paru Rotinsulu dr.      Rotinsulu.
                                                                                        menjadi Ka.Sie Medis dan
Edi Sampurno, Sp.P.MM.
                                                                                        Perawatan RSTuberkulosa Paru-
                                          Sudah tersedia dokter bedah ?
                                                                                        paru (RSTP) Cipaganti tahun
Bedah thorak dilakukan untuk                 Kita sudah mempunyai dokter
                                                                                        1998, Direktur RSTP Cipaganti
jenis penyakit paru seperti apa?          bedah thorak. Mereka sudah bekerja
                                                                                        tahun 2003 dan Direktur RS Paru
   Bedah thorak, adalah pembedahan        di RS Rotinsulu.
                                                                                        Rotinsulu tahun 2004 sampai
yang indikasinya antara lain tumor
                                                                                        sekarang. Jadi sudah mengabdi
dan paru yang tidak mengembang.           Prosentase pasien umum dengan
                                                                                        selama 12 tahun.
Pasien lama yang kolaps paru              Jamkesmas?
                                                                                           Dr. Edi menjadi direktur ke
kemudian memerlukan pemasangan               40% pasien umum, 10% pengguna
                                                                                        tujuh setelah dr.H.Marwan.
selang untuk mengeluarkan                 Askes, 25% Jamkesmas, 25% Gakin (
                                                                                        Dalam kepemimpinanya, Ia
cairan. Pasien dengan paru tidak          keluarga miskin).
                                                                                        mengharapkan RS Rotinsulu
mengembang karena selaput
                                                                                        dapat menjadi rumah sakit
parunya tebal. Oleh karena itu, kami      Ada perbedaan pelayanan
                                                                                        paru dengan pelayanan prima.
lakukan pembedahan dan selaput            terhadap mereka?
                                                                                        Berorientasi pada kepuasan
paru yang tebal itu dikikis sehingga         Kami sebenarnya tidak boleh
                                                                                        pelanggan, sehingga dapat
parunya bisa mengembang.                  membedakan. Jadi pelayanannya
                                                                                        meningkatkan sumber
                                          sama. Banyak sekali orang Gakin dan
                                                                                        pendapatan dan efisiensi
Bagaimana pembedahan penyakit             Jamkesmas lebih senang dengan
                                                                                        anggaran.n pra
lain?                                     RS Rotinsulu, karena mereka merasa
   Memang, ini adalah RS Paru.            mendapat pelayanan yang sama
Tapi pasien kami bisa karena sesak        dengan pasien umum.                         dicanangkan berhasil, pasien banyak,
nafas. Tentu penyebabnya macam-                                                       kemudian kualitas pelayanan bagus.
macam. Oleh karena itu, kami juga         Yang membedakan dengan yang                 Dukanya kalau pelayanan kita tidak
menyiapkan spesialis anak, penyakit       lain?                                       bagus, pasien komplain, pasien
dalam, jantung dengan dokter                 Sarana dan prasarananya. Di kelas I      berkurang. Ini yang menjadikan kita
mitranya sehingga kalau ada penyakit      ada televisinya, AC, air panas, dsb. Tapi   siang malam berpikir bagaimana
lain dapat memberikan perawatan.          pelayanan sama. Jika kelas III penuh,       memperbaiki pelayanan RS. RS ini
                                          pasien naik ke kelas II, dan seterusnya.    dulunya bernama RS Tuberculosa.
Berapa kapasitas tempat tidurnya?         Tapi itu untuk sementara. Kita tidak        Tentunya kalau pasien Tb dirawat
   Kami ada 100 tempat tidur. 50%         bisa menolak apalagi dalam keadaan          kemudian kuantitas pelayanan tidak
nya kelas III. Kunjungan per hari         gawat darurat. Itu bahaya kalau             terlalu banyak. Kami sekarang dapat
untuk usia lanjut sekitar 70-80 pasien.   ditolak bisa meninggal di perjalanan.       memberi pelayanan pasien dari asma,
Kalau hari Senin sekitar 100. Rata-                                                   tumor dsb. Untuk itu, kualitasnya perlu
rata sekitar 70-80 pasien. Pasien         Bisa ceritakan suka dukanya?                ditingkatkan, begitu juga dengan
rawat inap sekitar 70-80 pasien juga.        Senangnya kalau program yang             kualitas SDM.n pra,smd,iwan

                                                                                                      No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   51
Daerah




                                                                                              Dirjen P2PL Prof. dr. Tjandra
                                                                                              Yoga Aditama, disaksikan
                                                                                              Wagub Jabar membuka rapat
                                                                                              konsultasi teknis program
                                                                                              lingkungan sehat di Bandung




     Sanitasi Total
     Berbasis Masyarakat (STBM)

     S
                      aat ini hampir 30%      Genangan di permukiman dan wilayah     tal Berbasis Masyarakat (STBM ). Yaitu
                      penduduk Indonesia      strategis di perkotaan makin sering    program pencerahan masyarakat
                      masih buang air besar   terjadi, diperburuk oleh perubahan     dengan paradigma baru yang berba-
                      sembarangan, baik       pola hujan yang tidak teratur.         sis komunitas. Menitik beratkan pada
                      langsung maupun         Sementara jumlah saluran drainase      peningkatan perilaku hygiene dan
                      tidak langsung. Dan     yang mengalir lancar cenderung         sanitasi masyarakat, dengan pember-
                      18,1% diantaranya       menurun sepanjang 2004 – 2009.         dayaan masyarakat melalui metode
     terjadi di perkotaan. Selain itu,           Berbagai fakta memprihatinkan       pemicu.
     pencemaran ke badan air dan lahan        ini memang membutuhkan                     Pembangunan sanitasi dilakukan
     diperkirakan sebesar 14.000 ton tinja    penanganan khusus. Dari sisi           melalui tahapan yang berurutan.
     per hari . Dengan demikian, 75%          kebijakan, sanitasi memang belum       Setiap tahapan mempunyai
     sumber baku saat ini dalam keadaan       menjadi prioritas pembangunan.         sasaran yang harus diselesaikan.
     tercemar. Penduduk yang memiliki         Saat ini, mata anggaran untuk          Tahap pertama, upaya advokasi
     akses terhadap prasarana sarana          sektor sanitasi dibawah rata-rata      yaitu melakukan identifikasi
     sanitasi setempat (on-site) yang         1% APBD/APBN. Oleh karena              atas kebutuhan masyarakat
     aman (tangki septik) baru 71,06% di      itu, demi mengurangi dampak            terhadap layanan sanitasi yang
     perkotaan dan 32,47% di Perdesaan.       sanitasi buruk agar tidak semakin      semakin meningkat. Tahap
        Disisi lain, masih ada 98 % Tempat    meluas, perlu percepatan luar biasa    kedua, menyiapkan kelembagaan,
     Pembuangan Sampah Akhir (TPA)            dalam pembangunan fasilitas dan        sasarannya untuk menciptakan
     kita masih dioperasikan secara open      pelayanan sanitasi.                    koordinasi, kerjasama dan kolaborasi
     dumping, dibuang pada lahan terbuka.        Salah satunya adalah Sanitasi To-   antar pemangku kepentingan.

52   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Daerah
Tahap ketiga penyusunan rencana
strategis, yaitu menentukan strategi
pengembangan layanan sanitasi dan
komponen pendukungnya. Tahap
ke empat menyusun memorandum
proyek, yaitu meningkatkan akses
terhadap sumber pendanaan sanitasi.
Tahap kelima, implementasi, sasaranya
tersedianya sarana dan prasarana yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dan berkelanjutan. Terakhir,
pemantauan dan evaluasi, yaitu
memastikan pelaksanaan program
dapat berjalan sesuai ketentuan yang
telah ditetapkan.
   Untuk melaksanakan tahapan
pembangunan sanitasi, mulai dari
advokasi sampai pemantauan dan
evaluasi diperkirakan membutuhkan
biaya 55, 636 milyar rupiah.
Pemenuhan pembiyaan tersebut
ditanggung oleh pemerintah pusat,
provinsi, kabupaten/kota dan lembaga
donor.
   STBM merupakan kerja besar, biaya
besar dan multisektor. Oleh karena itu,
memerlukan dukungan banyak pihak.
Semua pihak harus terlibat sesuai
dengan tugas pokok dan fungsinya
masing-masing. Mulai dari pemerintah
pusat, daerah, swasta, LSM, profesi,
lembaga donor dan masyarakat. Untuk
mendukung STBM, kini telah bersinergi
dengan program kota sehat.
   Berdasarkan garis besar target kota
sehat prioritas, ada 3 masalah sanitasi
yang mendesak untuk mendapat
penyelesaian yaitu; 226 kota dengan
masalah air limbah, 240 kota dengan
masalah persampahan dan 100 kota
dengan masalah drainase. Disamping
itu, ada kota dengan 3 masalah sanitasi
sekaligus, limbah, persampahan dan
drainase 57 kota. Sedang gabungan
masalah persampahan dan air limbah
330 kota.
   Untuk menangani hal tersebut
diatas, sampai pada tahun 2014,
330 kota sudah mempunyai strategi
sanitasi kota dan 162 kota sudah
mengimplementasikan investasi
sanitasi secara signifikan.npra




                No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   53
Daerah



                                       K.
                                                            H.M. Nasiruddin
                                                            Al Mansur,
                                                            Bupati
                                                            kebumen
                                                            mengenal
                                                            betul kebiasaan
                                                            masyarakat
                                       yang belum berperilaku hidup
                                       bersih dan sehat.“Modol di kebon” ,
                                       buang air besar sembarangan,
                                       salah satu diantaranya. BAB di
                                       kebun, pekarangan rumah, empang,
                                       sungai, sawah dan ladang, menjadi
                                       kebiasaan sebagian masyarakat
                                       wilayah Kebumen. Kebiasaan ini
                                       jelas berdampak buruk terhadap
                                       kesehatan masyarakat setempat.
                                       Sebab kotoran tersebut akan
                                       menyebarkan bakteri ecericia coli
                                       keberbagai tempat. Apalagi setelah
                                       hujan deras yang berakibat banjir.
                                          Itulah sebabnya, program Sanitasi
                                       Total Berbasis Masyarakat (STBM)”
                                       dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
                                       (PHBS) yang dicanangkan oleh
                                       Kementerian Kesehatan, sangat
                                       diperlukan. Program STBM dan PHBS
                                       mendorong masyarakat Kebumen
                                       untuk hidup bersih dan sehat.
                                       Berikut wawancara dengan Bupati
                                       Kebumen, K.H.M Nasiruddin Al
                                       Mansur, tentang kesadaran hidup
                                       bersih dan sehat di masyarakatnya.
     K.H.M Nasiruddin Al Mansyur,          Seperti apa kondisi kesehatan
     Bupati Kebumen:                   masyarakat Kebumen sebelum ada
                                       program STBM?

     “Pendekatan                           Kondisi kesehatan masyarakat
                                       Kebumen secara umum masih
                                       tradisional dengan budaya desa. Ya..,

     Kemasyarakatan                    saya bisa membayangkan sendiri.
                                       Ada yang BAB ( buang air besar) di
                                       tanah lapang, pekarangan, maupun

     Lebih Mengena”                    irigasi. Namun setelah adanya
                                       program STBM, kemudian juga ada
                                       program PHBS (Perilaku Hidup Bersih
                                       dan Sehat) masyarakat tergugah.
                                       Mereka menyadari pentingnya
                                       kesehatan. Kesehatan tidak lepas dari
                                       lingkungan yang sehat. Lingkungan

54   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Daerah
sehat penting untuk anak-anak kita.      mengadakan “gerakan cuci tangan         sangat responsif sekali dengan
Agar mereka terbebas dari demam          pakai sabun dengan air mengalir         adanya desa siaga. Saya pernah
berdarah dan Diare.                      pada sebuah SD Negeri Grogol            malem-malem dapat sms tentang
   Selama ini di Kebumen hampir          Meningsari Petanahan. Kegiatan          cikungunya di daerah pegunungan,
setiap tahun ada kasus DB dan diare.     ini mendapat dukungan dari              kecamatan ayah. Malam itu juga
Setelah kami periksa di lapangan,        perbankan, LSM, tokoh agama, tokoh      saya putuskan ke dinkes, paginya
ternyata masalah ada di air, sanitasi,   masyarakat serta para guru dan          kita gerak, kemudian sorenya kita
dan budaya cuci tangan yang belum        pramuka. Semangatnya luar biasa.        langsung ke lokasi. Dan kurang lebih
memenuhi ketentuan kesehatan.                                                    3 hari masyarakat sudah tertangani.
Untuk itu paradigma masyarakat              Kendala-kendala apa yang             Selanjutnya, masyarakat juga ada
harus diubah. Alhamdulillah melalui      dihadapai dalam program STBM            kesadaran yang tinggi, kemudian
petugas kecamatan, Puskesmas,            ini?                                    perilaku masyarakat berubah.
Posko, PKK dan para tokoh agama             Kendala yang krusial dirasakan
dan masyarakat gencar melakukan          tidak ada, karena secara umum              Bagaimana penyebaran
penyuluhan PHBS. Mereka                  sekarang masyarakat pedesaan            informasi melalui media ?
menjelaskan tentang masalah air,         tingkat intelektual dan pengalaman         Kita punya media yang cukup
BAB tidak sembarangan dan masalah        sudah bagus sehingga responsip.         lama, diantaranya yaitu “Selamat
sanitasi.                                Kemudian kendala yang mungkin           Pagi Bupati” itu sudah 8 tahun lebih,
                                         mendapat perhatian seluruh pihak        tidak pernah absen. Jadi bupati
   Bagaimana kondisi masyarakat          adalah yang fanatik terhadap budaya     langsung di televisi, wawancara
setelah ada program STBM ?               yang lama. BAB sembarangan ( red).      on air dengan masyarakat dan itu
   Setelah program STBM yang             Kendala lain adalah geografis, karena   yang menunjukan keterbukaan. Jadi
berlangsung sejak tahun 2005             Kebumen 70% adalah gunung.              karena informasi dan transparansi
telah terjadi perubahan drastis.                                                 menyebabkan aspirasi masyarakat
Tahun 2008 lalu ada 10 desa                  Bagaimana rencana kedepan,          kami terbuka, dan kami dari
mencanangkan bebas BAB di                program apa lagi yang sedang            awal sepakat menerima aspirasi
sembarang tempat. Begitu pula            disiapkan ?                             masyarakat sepahit apapun,
perilaku penggunaan air minum                Memantapkan STBM. Kebumen           walaupun resikonya harus dicaci
juga berubah. Dulu, mereka               ini kan wilayahnya luas, mempunyai      maki. Awalnya sedikit alergi ya,
menggunakan air sungai, langsung         460 desa dan kelurahan. Kalau tahun     tetapi setelah berlangsung sekian
tanpa ada filter terlebih dahulu.        2008 itu baru 10 Daerah Bebas BAB       tahun lama-lama enjoy aja, bahkan
Sekarang menggunakan sumur               Sembarangan (ODF), 2009 ada 13          komunikatif gitu.
gali. Kalau masih menggunakan            ODF, mudah-mudahan ini dengan
sumur yang tradisional, sekarang         melalui B4M dengan bu Menkes               Apa keunggulan STBM ?
prosedurnya sudah ada. Untuk             ini tingkat kesadaran lebih cepat          Keunggulan STBM Kebumen
masalah sanitasi, sekarang sudah         tumbuh.                                 adanya “klinik sanitasi” yang
ada Pokja tentang STBM melalui                                                   sudah lama tidak terdengar kami
SK Bupati. Kini, di tahun 2009              Apakah ada anggaran yang             kembangkan, mengajak menjadi
meningkat menjadi 13 desa                disiapkan?                              kader klinik sanitasi.
yang mencanangkan bebas BAB                 Ada stimulan melalui ADD (alokasi       Klinik sanitasi kami banyak
di sembarang tempat. Mudah-              dana desa). Untuk presentasenya         menjual macam-macam alat
mudahan ke depan kesadaran               fluktuatif sekali, kira-kira 15%,       sarana kesehatan, antara lain closed.
masyarakat lebih termotivasi lagi.       hanya setiap tahunnya tidak             Berikutnya, penyuluhan untuk
                                         bisa bertambah, tapi berkurang          memperbaiki budaya masyarakat
  Bagaimana keterlibatan pihak           nominalnya.                             yang belum sesuai dengan kesehatan.
swasta atau sektor terkait terhadap                                              Sebab jika hanya pendekatan
program ini?                                Untuk desa siaga bagaimana?          kedinasan tidak mengena. Oleh sebab
  Terutama dari bidang perbankan,           Desa siaga mempunyai tugas           itu ada pendekatan kemasyarakatan
LSM, tokoh agama dan tokoh               responsif kepada masyarakat apabila     melalui ceramah keagamaan.
masyarakat sangat bagus. Termasuk        ada kejadian luar biasa seperti DBD,    Pendekatan ini cespleng, lebih
Agustus kemarin pihak swasta             Cikungunya dll. Jadi masyarakat         mengena.nsmd,pra,yuli


                                                                                                No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   55
Siapa Dia

                          Dr. Faiq Bahfen, SH:
                             Staf Ahli Menkes
                         Bidang Medico Legal

     P
                  ria kelahiran Bandung     Biro Hukum dan Humas Setjen
                  59 tahun yang lalu ini,   Departemen Kesehatan RI Tahun
                  mempunyai keahlian        1989, Kabag Penyusunan Rancangan
                  dalam bidang hukum        Peraturan Perundang-undangan
                  kesehatan. Latar          Biro Hukum dan Humas Setjen
     belakang pendidikan bidang hukum       Kementerian Kesehatan RI tahun
     menjadi modal dasar kepakarannya       1999, Sekretaris Direktorat Jenderal
     dalam bidang hukum kesehatan.          Pelayanan Kefarmasian dan Alat         dosen bagi sejumlah perguruan
     Ia menempuh pendidikan Fakultas        Kesehatan Kementerian Kesehatan        tinggi ini, telah menulis 35 judul
     Hukum UI, Jakarta tahun 1983, Post     RI tahun 2002, Kepala Biro Hukum       karya tulis yang berkaitan dengan
     Graduate Studi Hukum Kesehatan         dan Organisasi, Sekretaris Jenderal    hukum kesehatan. Diantaranya;
     Universiteit van Amsterdam,            Kementerian Kesehatan RI tahun         Pengaturan Jaminan Pemeliharaan
     Amtserdam tahun 1988 dan Studi         2003, Staf Ahli Menteri Kesehatan      Kesehatan Masyarakat, Mental
     Program Doktor Ilmu Hukum              Bidang Medico Legal tahun 2006,        Health Legislation in Indonesia,
     Program Pascasarjana Universitas       Inspektorat Jenderal Kementerian       Aspek Hukum Penyelenggaraan
     Airlangga, Surabaya tahun 2002.        Kesehatan RI tahun 2007 dan            Praktik Kedokteran, Tanggung Jawab
        Laki-laki yang akrab dipanggil      menjadi Staf Ahli Menteri Kesehatan    Apoteker, tinjauan berdasarkan
     Faiq ini berkarir tidak jauh dari      Bidang Medico Legal lagi tahun         Undang-Undang Kesehatan dan
     persoalan hukum. Mulai dari            2010.                                  Undang-Undang Perlindungan
     Kasubag Persiapan Rancangan                Untuk meneguhkan kepakaran         Konsumen dan Aspek Hukum
     Peraturan Perundang-undangan           dalam bidang hukum kesehatan,          Pelayanan Rumah Sakit. npra




     Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes:
     Direktur Jenderal Bina Kefarmasian
     dan Alat Kesehatan


     W
                    anita yang kini         Seksi Pengaturan Distribusi Obat       Obat Tradisional Ditjen POM tahun
                    menjabat Direktur       Ditjen POM selama 10 tahun sampai      1998, Kepala Subdit Pantar Harga
                    Jenderal Bina           tahun1995. Sejak itu karir naik        Obat Probdiag Ditjen POM tahun
                    Kefarmasian dan         dalam waktu yang relatif pendek        2000, Kepala Biro Umum Badan
                    Alat kesehatan          secara berturut-turut. Dia menjadi     POM tahun 2001, Direktur Obat
     di Kementerian Kesehatan ini,          Kepala Bagian Informasi Ditjen POM     Asli Indonesia Badan POM tahun
     mengawali karirnya sebagai Kepala      tahun 1995, Kepala Subdit Perizinan    2007, Direktur Standarisasi Obat

56   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Siapa Dia
                                                                              Tradisional, Kosmetik dan Produk
                                                                              Komplemen Badan POM tahun
                                                                              2008 dan Direktur Jenderal Bina
                                                                              kefarmasian dan Alat kesehatan
                                                                              Kementerian Kesehatan tahun 2010.
                                                                                 Apoteker yang beralamat
                                                                              rumah di Pondok Kopi Jakarta ini,
                                                                              menyelesaikan pendidikan Sarjana
                                                                              Farmasi Institut Teknologi Bandung
                                                                              (ITB) tahun 1978, Apoteker ITB tahun
                                                                              1980 dan Pasca Sarjana Kesehatan
                                                                              Masyarakat UI tahun 1999.
                                                                                 PNS yang berpangkat Pembina
                                                                              Utama Madya / Gol IVd ini, mempunyai
                                                                              alamat email tetyoai@yahoo.com. Lahir
                                                                              sebagai pemeluk Islam yang taat pada
                                                                              57 tahun yang lalu di Kota Kembang,
                                                                              Bandung Jawa Barat. npra




Triono Soendoro, dr, M.Sc, M.Phil, Ph.D:
Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan
Faktor Risiko Kesehatan

P
           ria ganteng berkacamata                                            mengajar di Yale University ( USA).
           ini, memiliki segudang                                             Sejak tahun 2009 menjadi Staf Ahli
           pengalaman kerja, pela-                                            Menkes Bidang Perlindungan Faktor
           tihan dan pendidikan,                                              Resiko Kesehatan. Sampai sekarang
           serta aktivis berbagai                                             juga masih menjadi anggota Komisa-
organisasi profesi atau lainnya.                                              ris Biofarma, Bandung.
Khusus pengalaman kerja, dokter                                                   Sebagai dokter, Triono telah mela-
yang sering dipanggil dokter Triono                                           hirkan banyak karya tulis. Lebih dari
ini mempunyai banyak pengalaman                                               30 karya tulis katagori umum dan
kerja, pernah bekerja di Rumah Sakit                                          lebih 21 karya tulis katagori ilmiah. Ia
Umum Mataram, NTB, Kepala Biro                                                juga telah mempunyai pengalaman
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,                                               menjadi peneliti bidang kesehatan
Biro Kesejahteran Sosial, Kesehatan                                           sejak tahun 1981, bahkan sampai
dan Gizi, di Bappenas, Kepala Biro                                            sekarang masih menjadi Coordina-
Lingkungan, Kelautan, Kedirgantara-                                           tor, Multi-centre Case Study ( Action
an, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,                                           Research), Learning Organization
Bappenas.                                                                     and Systems Thinking Approach,
   Pernah juga menjabat Kepala                                                Johns Hopkins University, USA dan
Pusdiklat Kemkes dan Kepala Badan      di Uiversitas Hasanudin, Universitas   Universitas Indonesia, Gajah Mada,
Litbangkes. Disamping itu juga aktif   Indonesia, Universitas Udayana,        Hasanudin dan Mataram. npra
mengajar sebagai dosen luar biasa      John Hopkins University dan pernah

                                                                                              No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   57
Lentera

                                          Tak Cukup
                                          Pakta Integritas
                                          Oleh: Prawito




     H
                        idup menyimpang, bila ditimbang dengan           tampil menjadi agen perbaikan.
                        nurani, sejatinya susah dan tidak nyaman. Ada        Sebaliknya, jika para pemimpin tidak berkomitmen menjadi
                        perasaan bersalah dan merasa dikejar-kejar       agen perbaikan, maka berulangkali pakta integritas ditandangani
                        oleh dosa sendiri. Akan tetapi kondisi seperti   tidak akan berpengaruh apa-apa, sekedar seremonial kering tak
                        ini tidak bertahan lama, hanya beberapa saat     bermakna, bahkan hanya menjadi pemanis administrasi tanpa
                        saja muncul, lalu menghilang ditelan masa.       arti. Repotnya lagi, jika pakta integritas hanya dianggap sebagai
                        Apalagi tidak ada kesempatan untuk melakukan     pemenuhan administrasi kementerian, maka hanya menjadi
     perenungan, kontemplasi dan evaluasi diri. Mengapa tidak ada        pertunjukan dan akan segera basi, karena tak ada realisasi.
     kesempatan ? Banyak alasan, setiap orang punya argumen                  Kini, para pemimpin mulai dari Presiden, menteri, eselon I  II
     sendiri-sendiri. Seluruh argumen itu menyebabkan hilangnya          sudah berkomitmen menandatangani pakta intergritas,kemudian
     nurani sebagai dasar pertimbangan. Untuk itu diperlukan             akan disusul para eselon dibawahnya. Kita harus mendukung dan
     banyak rambu-rambu yang memagari diri kita agar tidak                     berprasangka baik atas ikhtiar ini. Walau dalam perjalanan
     mendekati penyimpangan, diantaranya ialah dengan                                dan pengalaman selama ini belum memberi pengaruh
     penandatangan Pakta Integritas.                                                    yang signifikan terhadap perbaikan. Tapi, ikhtiar
         Penandatangan Pakta Integritas, hanya                                             harus tetap digalakkan sambil memperbaiki
     sebagai salah satu alat pengendali diri, agar                                          kekurangan yang ada selama ini. Oleh sebab
     para penyelenggara negara berhati-hati dan                                              itu, berjuang untuk perbaikan tak boleh mudah
     komitmen mengikuti aturan yang berlaku.                                                  putus asa, banyak mengeluh, apalagi kecewa
     Berdisiplin menjalankan tugas, tidak menyalah                                            lalu menyerah.
     gunakan kekuasaan, sekecil apapun amanah                                                     Memperbaiki,ibarat jalan panjang yang terjal
     itu. Memang belum ada hasil penelitian yang                                             dan berliku. Menyelusuri semak belukar, hutan
     menggambarkan keterkaitan berkurangnya                                                 rimba dan banyak binatang buas. Rintangan dan
     penyimpangan dengan penandatangan pakta                                              tantangan silih berganti menghadang, selesai satu
     integritas oleh pemegang kekuasaan. Tapi, sebagai                                 masalah, segera muncul masalah baru berikutnya.
     upaya preventif, hadirnya pakta integritas perlu                               Sehingga tak mungkin memperbaiki hanya bermodal
     mendapat apresiasi, langkah awal membangun pemerintahan              angan-angan saja. Tapi, memerlukan kerja ikhlas, keras dan
     yang baik dan bersih.                                               cerdas.
         Senin, 4 Januari 2010 seluruh eselon I dan II Kementerian           Bagi siapapun, yang berminat meniti jalan perbaikan harus
     Kesehatan disaksikan Menkes menandatangani pakta integritas.        memahami peta sasaran. Tak semua sasaran harus selesai dalam
     Saat itu, Menkes memberi pengarahan dan berharap agar               satu waktu. Memerlukan pentahapan perbaikan. Masing-masing
     Kementerian Kesehatan ke depan menjadi lebih baik, bersih dan       tahapan juga tak mempunyai batas waktu yang jelas, bisa lebih
     transparan.Untuk mendukung transparansi,akan diselenggarakan        cepat, atau lebih lambat. Sehingga wajib melakukan evaluasi
     E procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Selain itu, akan     dalam setiap tahapannya, sebelum melangkah pada tahapan
     menyediakan saluran telepon setiap unit satuan kerja yang dapat     berikutnya.
     dihubungi oleh publik.                                                  Penanda tangan pakta integritas, baru tahap awal dari sebuah
         Komitmen untuk perbaikan,bila dilakukan oleh para pemimpin      perbaikan. Masih banyak tahapan lain yang harus ditempuh. Oleh
     tentu akan berdampak positif pada penyelenggaraan negara.           sebab itu, terlalu naif jika setelah penandatangan pakta integritas,
     Sebab pemimpin mempunyai pengaruh besar terhadap baik-              kemudian berharap langsung terjadi perbaikan.Perbaikan tak ada
     buruknya perilaku para pembatu bawahannya. Pemimpin dapat           yang instan, memerlukan proses yang panjang dan berkelanjutan.
     menjadi penarik gerbong perubahan kearah yang lebih baik.           Bisa jadi, umur proses perbaikan lebih panjang dari umur para
     Begitu teorinya, bagaimana faktanya ? Sangat bergantung dari        penggiat perbaikan. Oleh sebab itu upaya perbaikan tak boleh
     kesungguhan komitmen para pemimpin. Jika para pemimpin              berhenti sampai penanda tangan pakta integritas saja, harus ada
     mempunyai komitmen yang tinggi, cepat atau lambat pasti             tahapan berikutnya. Apa itu ?, mari kita tunggu...! l
     perbaikan akan terjadi. Sudah banyak pemimpin yang mampu

58   Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
Lentera


Sosok Pemimpin



P
                  emimpin, sosok yang eksotik dan penuh daya               Teladan dalam sikap. Sikap yang terbuka, siap menerima
                  tarik. Mirip artis papan atas yang selalu mendapat   masukan dari orang lain, sekalipun masukan itu datang dari orang
                  sambutan hangat para penggemarnya. Tak               yang rendah statusnya. Juga tak merasa dilecehkan, ketika arahan
                  jauh beda dengan sosok pemimpin. Kalau toh           belum mendapat respon dari anak buahnya. Ia akan melakukan
                  beda, yang membedakan pada unsur penyebab            interospeksi terlebih dahulu, kemudian memperbaiki diri, baru
                  daya tarik. Pemimpin mempunyai daya tarik            melakukan pendekatan khusus untuk memberi arahan dan
                  bukan hanya pada penampilan fisik, suara dan         nasehat, sampai arahan itu dimengerti.
kemampuan menebar pesona, tapi karena faktor esensial                      Teladan dalam rendah hati. Tidak sombong dan Takabur.
keabadian yang akan tetap dikenang oleh rakyatnya, walau telah         Pemimpin hadir dengan sederet makna rendah hati.Kalau Ia pintar
tiada. Itulah pemimpin, sosok yang penuh keagungan.                           tidak kemintar, kalau kaya tidak pamer, kalau berkuasa tidak
      Pada suatu malam yang temaram di Batam,                                         sewenang-wenang, kalau ada usul sesepele apapun
Sesjen Kementerian Kesehatan dr.Ratna Rosita,                                             usul itu,Ia sabar mendengarkan dan menghargai.
MPH, memberi arahan kepada para eselon                                                        Ia lebih banyak mendengar dari pada bicara.
II,III dan IV yang hadir. Ia menyampaikan                                                         Pemimpin akan berpandangan semua
dengan suara serak-serak basah, berat                                                               orang mempunyai potensi untuk
penuh penghayatan yang mendalam.                                                                      berkontribusi. Tak ada staf yang jelek,
Tak banyak menjelaskan tentang                                                                         tak bermanfaat lalu di marginalkan.
teknis program kesehatan, tapi                                                                          Sebab pemimpin yang rendah hati
lebih banyak pada sosok pemimpin                                                                         akan mampu menjadi perekat bagi
harapan yang akan menjalankan                                                                             mereka yang lemah, kemudian
amanah di Kementerian                                                                                     menjadi kuat atas bimbingannya
Kesehatan. Ia menginginkan,                                                                               dan bangkit untuk maju mengapai
para pembantunya adalah para                                                                             cita-cita bersama. Bukankah sapu
pemimpin yang memahami hakekat                                                                          itu kumpulan lidi yang lemah?
sosok pemimpin, diantara pesan                                                                             Teladan dalam penampilan.
yang penulis dapat serap sebagai                                                                     Penampilan pemimpin sebaiknya
berikut:                                                                                            menyesuaikan diri dengan yang
      Melayani. Pemimpin itu pelayan. Ia                                                         dipimpinnya. Hal ini untuk mendekatkan
melayani staf, anak buah atau rakyatnya                                                      jarak psikologis antara pemimpin dan
dengan sepenuh hati. Merasakan denyut nadi                                               yang dipimpinnya. Melalui pendekatan ini
kehidupan yang dilayani dalam suka dan duka. Ia                                      memudahkan terjadi kedekatan emosi. Kedekatan
terus berada bersama yang dipimpinnya. Memberi arahan                     ini akan memudahkan komunikasi dan interaksi, karena tidak
dan solusi dari setiap problem yang dihadapi. Mereka bukan             ada jarak antara pemimpin dan yang dipimpin. Sebab itu, jauhi
tumpahan kesalahan dan kemarahan, apabila bersalah atau tidak          perbedaan, apalagi asal beda, dapat ditinggal oleh pengikut.
mampu menjalankan tugas.Pemimpin akan membimbing dengan                    Reformasi birokrasi,bagian penting dari efisiensi dan efektifitas
sabar, sampai yang dipimpin mampu dan mandiri berkarya untuk           mengelola pekerjaan. Terkadang ada perampingan birokrasi,
kebaikan diri dan orang lain. Bukan sebaliknya, pemimpin sosok         mutasi, promosi dan non posisi. Pemimpin selalu mampu
yang meminta pelayanan dari staf, anak buah atau rakyatnya.            bekerja pada posisi manapun. Posisi atas, tengah atau bawah.
      Teladan.Pemimpin harus menjadi teladan atau contoh.Teladan       Pemimpin sejati bahkan biasa bekerja tanpa posisi. Ia mampu
dalam tutur kata, sikap, perilaku dan dalam berpenampilan. Tutur       mengambil posisi yang paling tepat dalam bekerja untuk memberi
kata yang keluar dari lisan menentramkan hati, membangkitkan           kemanfaatan yang sebesar-besarnya untuk orang banyak, bukan
semangat untuk bekerja lebih baik. Jauh dari kata-kata kotor,          sekedar untuk kepentingan dirinya sediri.l
ketus dan adu domba. Sehingga orang lain selalu merindukan
nasehat dan arahannya.

                                                                                                                 No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom   59
Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010

Mediakom 22

  • 2.
    SERUAN PRESIDEN R.I. 1. Aktifkan kembali Posyandu 2. Periksakan ibu hamil minimal 4 kali selama masa kehamilan 3. Berikan imunisasi lengkap kepada bayi 4. Timbanglah bayi dan balita setiap bulan 5. Berantaslah jentik nyamuk dengan 3 M plus 6. jagalah lingkungan agar tetap bersih 7. Ikuti program Keluarga Berencana 60 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 3.
    Etalase Susunan REDAKSI Mediakom Penanggung Jawab drg. Tritarayati,SH Rapor Hijau Redaktur Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS Kementerian Drs. Sumardi Editor/Penyunting Kesehatan drg. Tritarayati, SH W Dra. Hikmandari A., M.Ed drg. Anitasari SM. aktu kerja 100 hari Kementerian Kesehatan telah usai, Prawito, SKM, MM tepatnya 1 Februari 2010 yang lalu. Menkes dr. Endang R Busroni S.IP Sedyaningsih, MPH, Dr.PH beserta jajaranya tak kenal lelah Dra. Isti Ratnariningsih, MARS untuk bekerja keras, berkoordinasi dan bersinergi untuk Mety Setiowati, SKM mencapai target yang telah ditetapkan. Kini, kerja keras itu Aji Muhawarman, ST telah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan, yaitu nilai hijau. Nilai yang menggambarkan keberhasilan pencapaian program pembangunan. DesainGrafis dan Fotografer Warna hijau berarti semua yang menjadi program kerja 100 hari Kementerian Resty Kiantini, SKM, M.Kes Kesehatan tercapai 100%. “Ini merupakan keberhasilan bersama” kata Menkes Dewi Indah Sari, SE, MM pada suatu kesempatan. Sri Wahyuni, S.Sos, MM Giri Inayah, S.Sos. Nilai hijau dari Unit Kepresidenan Pengawasan, Pengendalian R. Yanti Ruchiati Program Pembangunan (UKP4) ini tentu menjadi kebanggaan bersama. Wayang Mas Jendra, S.Sn Sehingga dapat menjadi modal dasar bagi Kementerian Kesehatan untuk melaksanakan pembangunan kesehatan 4 tahun kedepan. Sebab, masih Sekretariat banyak yang harus mendapat perhatian. Mulai dari pelayanan kesehatan Agus Tarsono kepada rakyat miskin yang belum optimal. Penyakit menular yang masih Waspodo Purwanto mengintai kesehatan masyarakat, sehingga harus terus diwaspadai. Sudirman, Hambali Pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat yang masih banyak menemui Yan Zefrial kendala dilapangan. Semua ini menjadi tantangan berat yang harus diubah menjadi peluang untuk mensukseskannya. Alamat Redaksi Tugas berat ini membutuhkan ketekunan, kesungguhan dan keikhlasan Pusat Komunikasi Publik Gedung Kementerian Kesehatan RI para pelakunya, baik dari Kementerian Kesehatan maupun mitra kerjanya. Blok A, Ruang 107 Para pelaku ini harus berbagi peran sesuai dengan fokusnya masing-masing. Jl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Membangun sinergisme peran, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Untuk Jakarta 12950 itu forum komunikasi diantara para pelaku menjadi penting keberadaannya. Kami yakin dengan spirit kebersamaan ini, setiap masalah akan menemukan Telepon solusinya. 021-5201590; 021-52907416-9 Selain itu, mengawali tahun 2010 banyak peristiwa penting yang tidak boleh luput dari perhatian kita. Diantaranya, hasil sidang Executive Board Fax di Geneva, bantuan Indonesia untuk bencana gempa di Haiti, Kisah Bilqis 021- 5223002; 021-52960661 dan Umi yang sangat layak menjadi pelajaran hidup kita, regestrasi jamu, sertifikasi kematian dan bantuan operasional kesehatan. Email info@puskom.depkes.go.id Mediakom, bulan Februari 2010 ini telah berusia 4 tahun. Usia balita dari kontak@ puskom.depkes.go.id Mediakom yang masih harus banyak belajar menyajikan berita kesehatan yang enak dibaca dan mudah dipahami. Oleh karena itu masukan dan Call Center dukungan dari para pembaca sangat kami butuhkan. Sebagai penanggung 021-500567, 021-30413700 jawab Mediakom yang baru menyampaikan salam kenal dan selamat membaca...! Redaksi menerima naskah Akhirnya, kami mengucapkan selamat bekerja, semoga dua bulan yang dari pembaca: kita lalui pada tahun 2010 dapat memberi pencerahan untuk berkarya lebih dapat dikirim ke alamat email redaksi baik lagi. Semoga Allah SWT selalu membimbingNya. l Redaksi No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
  • 4.
    Daftar Isi 13 8 21 11 15 27 25 29 Cover: Kunjungan kerja Menkes bersama Gubernur DKI di Cilincing Jakarta. Foto: Wayang Mas Jendra Menkes Lantik 37 Pejabat Eselon II Kemkes RI 3 Etalase 15 Media Utama 4 Daftar Isi Rapor Hijau untuk Kementerian Kesehatan Visi, Misi, Strategi dan Sasaran Pembangunan 6 Surat Pembaca Kesehatan 2010-2014 Endang R. Sedyaningsih Pimpin Delegasi RI Pada Sidang ke-126 Badan Eksekutif WHO 7 Info Sehat Tips Agar Tak Tertular Flu di Kantor 25 Stop Press Tertawa Menangis Sama Manfaatnya Saintifikasi Jamu Berbasis Pelayanan Pisang Sejuta Manfaat Kesehatan dan Pengembangan Model Mata Bening Berkat Multivitamin Registrasi Kematian Kenali Manfaat Herba   Posyandu Memberikan Kontribusi Besar 12 Ragam dalam Pencapaian Cakupan Imunisasi Butuh Tindakan Preventif Atasi Perdagangan Program Gerakan Seribu Jamban Orang di Indramayu Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 5.
    Daftar Isi 40 44 35 42 46 56 48 Seluruh Puskesmas Akan Dapat BOK dr. Edi Sampurno, Sp.P.MM, Direktur Utama RS Paru Rotinsulu: 32 Peristiwa ”Pelayanan Kami Sama Semua” Penanggulangan Daerah Bermasalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kesehatan K.H.M Nasiruddin Al Mansyur, Bilqis Menunggu Keajaiban Cangkok Hati Di Bupati Kebumen: “Pendekatan Rsup Doktor Kariadi Kemasyarakatan Lebih Mengena” Kasus Ummi Bisa Menjadi Pelajaran Indonesia Kirim Tim Kesehatan dan Obat- obatan Bantu Korban Gempa Haiti 56 Siapa Dia 42 Potret Dr. Faiq Bahfen, SH: Staf Ahli Menkes Bidang Medico Legal Demi anak, Widi tetap menyusui Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes: Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat 44 Nasional Kesehatan Menkes Sosialisasikan Program BOK di Triono Soendoro, dr, M.Sc, M.Phil, Ph.D: Yogyakarta Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan Faktor Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah Risiko Kesehatan Wajib Menggunakan Obat Generik 58 Lentera 48 Daerah Tak Cukup Pakta Integritas Sejarah Baru RS Paru dr HA Rotinsulu Sosok Pemimpin No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
  • 6.
    Surat Pembaca Mohon obat selama perawatan. Saat diper- bolehkan pulang, masih diminta mengeluarkan uang sekitar 25% dengan membuat pernyataan di atas materai dan disetujui oleh Dinas Kesehatan. Obat-obatan yang dijamin Penjelasan dari total biaya rumah sakit. Mereka dari awal masuk rumah sakit sudah adalah obat generik dan apabila generiknya tidak ada, maka harus SKTM menggunakan SKTM. Pertanyaan saya mengapa masih harus dikenakan biaya, padahal ada persetujuan Komite Medik Rumah Sakit, sehingga pasien SKTM verifikasi miskin tidak perlu beli obat lagi. Saya ingin bertanya tetang surat selama perawatan sudah harus SKTM dengan verifikasi kurang keterangan tidak mampu (SKTM). mengeluarkan biaya untuk menebus mampu, kontribusi 50% dan bila Anak tetangga saya menderita pe- obat-obatan. Sedangkan untuk saat dalam perjalanannya tidak dapat nyakit usus melilit harus operasi dua ini mereka sudah tidak mempunyai membayar 50% minta persertujuan kali. Sekarang sudah diperbolehkan uang lagi, bagaimana mereka harus ke Dinas Kesehatan dengan surat pulang, dengan catatan masih ada membayar?. Kalau tidak membayar pengantar dari rumah sakit. tindakkan operasi lagi berikutnya. pasien ditahan ? Mohon informasi RS juga harus dapat melihat Biaya operasi dan perawatan selama mengenai penggunaan SKTM ini. kondisi keluarga pasien, masuk kri- 12 hari sudah mencapai 22 juta lebih. teria seperti apa, miskin atau kurang Jumlah ini menurut saya terlalu be- Terima kasih. mampu. Sehingga dapat memberi sar, sebab tetangga tergolong orang informasi bahwa ternyata ada kes- yg tidak mampu. Kondisi fisiknya Budi, Jakarta. alahan verifikasi pada pasien miskin. lemah karena menderita komplikasi Informasi ini disampaikan ke Dinas jantung. Mereka tidak mempunyai JAWAB: Kesehatan untuk ditindaklanjuti den- uang untuk biaya anaknya. Uang Peserta dengan SKTM, apabila hasil gan surat pernyataan oleh keluarga yang ada dari pinjaman Rp 2 juta verikasinya miskin dapat ditanggung pasiennya. l sudah habis untuk biaya penebusan 25% sampai dengan pembebasan, Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 7.
    Info Sehat Tips Agar Tertawa Tak Tertular Flu Menangis di Kantor Sama Manfaatnya M emasuki musim T penghujan, banyak ertawa, juga menangis, orang yang merupakan bagian spektrum merasa daya tahan emosi yang tidak terpisahkan tubuhnya menurun. dari kehidupan manusia. Akibatnya, mereka mudah tertular Beberapa manfaat tertawa penyakit banyak diderita di musim dan menangis bagi kesehatan. penghujan, yaitu flu. Virus influenza bisa terbawa hingga 6 kaki (182.88 cm) dari Meningkatkan lokasi tempat tetesan mukosa yang Kekebalan Tubuh terjatuh saat seseorang yang sakit Salah satu bukti manfaat nyata dari flu bersin atau batuk. Jika seseorang tertawa yaitu menjadikan kita lebih yang sedang sakit flu bersin ke santai dan rileks sehingga bisa berpikir tangannya, kemudian ia memencet jernih. tombol lift, atau membuka gagang Tertawa, juga menangis, menurut pintu, atau menggunakan handset dr. W.M. Roan, seorang psikiater senior telepon, maka virus-virus influenza bisa menyebar lewat medium di Jakarta, adalah pencerminan emosi tersebut. Siapa pun yang menyentuh medium tersebut sesudahnya, lalu manusia, yang merupakan bagian dari mendekatkan tangan ke wajahnya, bisa dibilang akan tertular. Apalagi spektrum emosi meliputi kesedihan, jika kondisi badan orang tersebut sedang tidak sehat. Orang yang kegembiraan, kekagetan ketakutan, sedang stres memiliki kemungkinan terjangkit lebih tinggi, karena pada cinta kasih, kebencian, dan kemarahan. saat tersebut kondisi pertahanan tubuhnya sedang turun. “Tidak hanya manusia, hewan pun Supaya virus influenza tidak hinggap dan mengganggu pekerjaan, bisa menunjukkan perasaan gembira hindarilah sumber penularannya sebaik mungkin. Berikut tips dan sedih dengan berbagai kegiatan pencegahan yang bisa Anda lakukan: dari gerakan. Anjing, misalnya, jika • Jika Anda tahu sedang menderita flu atau penyakit menular lainnya, gembira, buntutnya ke atas dan lebih baik tinggal di rumah sebisa mungkin. bergoyang-goyang atau kegiatan otot- • Beristirahatlah sebisa mungkin dan makan makanan yang ototnya meningkat” tutur Roan. , seimbang, termasuk banyak buah dan sayuran. Nutrisi yang tepat Dr. Lee Berk, seorang imunolog dari akan membantu daya tahan tubuh. Loma Linda University di California, AS, • Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau sapu tangan ketika batuk mengatakan, tertawa bisa mengurangi atau bersin. peredaran dua hormon dalam tubuh, • Jika tak ada tisu atau sapu tangan di sekitar Anda saat ingin batuk atau bersin, dekatkan siku Anda. Sebaiknya jangan menutupnya dengan telapak tangan agar tidak menyebarkan virus tersebut saat Anda tak sengaja menyentuh tempat-tempat tertentu. • Jika Anda ingin mengelap sisa batuk atau bersin, sebaiknya gunakan cairan pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol atau klorin. • Minimalisasi interaksi tatap langsung. • Batasi penggunaan alat yang disentuh banyak orang. Jika memang harus, cucilah tangan Anda sesering mugkin.n (gi- dari berbagai sumber) No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
  • 8.
    Info Sehat yaitu efinefrin dan kortisol, yang bisa menghalangi mengatakan, tertawa terbahak-bahak amat bermanfaat proses penyembuhan penyakit. Dalam riset lain dr. bagi orang sehat. Hasil penelitiannya menunjukkan, Rosemary Cogan dari Texas Tech University menemukan tertawa terpingkal-pingkal akan menggoyang- bukti bahwa rasa nyeri atau sakit akan berkurang goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernafasan, setelah tertawa. Tidak itu saja, kekebalan tubuh pun bisa sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang jogging meningkat. di tempat. Sesudah tertawa demikian tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti orang habis berolahraga. Mengapa Kita Tertawa Tertawa juga akan melatih diafragma torak, jantung, “Tertawa pada dasarnya sehat kalau dilakukan paru-paru, perut, dan membantu mengusir zat-zat asing oleh orang-orang yang normal. Tetapi kalau tawa itu dari saluran pernafasan. Disamping itu tertawa sangat dicetuskan oleh seseorang yang mengalami gangguan ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, jiwa, dengan sendirinya tidak sehat, karena tawa itu dan depresi. untuk bereaksi terhadap halusinasi akan perasaan yang Ihwal dampak tertawa dalam penyembuhan tidak-tidak” kata Roan. , suatu penyakit, dr. William Frey, seorang pakar Pada orang normal, menurut Roan, tertawa sebetulnya biokimia dan direktur Dry Eyes and Tears Research suatu reaksi terhadap keadaan krisis, berupa suatu Center di Mineapolis, AS, menyatakan tertawa akan perubahan yang tidak terduga. Kondisi itu bisa tercetus menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan dalam keadaan yang mengagetkan, menyenangkan, system endokrin sehingga mendorong penyembuhan atau menyedihkan. Krisis itulah yang membuat orang suatu penyakit. Menurut hipotesisnya, tertawa akan bisa tertawa. Kongkretnya, kalau Anda sedang serius merangsang otak untuk memproduksi hormon tertentu mendengarkan sesuatu, tahu-tahu hasilnya tidak sesuai yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endokrin dengan apa yang diduga, Anda bisa tertawa terbahak- (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. bahak. Kalau Anda merencanakan sesuatu yang baik, tapi Penelitian Prof. Dr. Lucille Namehow, seorang pakar suatu saat gagal, Anda bisa menangis. yang menangani proses penuaan dari Connecticut, AS, menyodorkan fakta bahwa tertawa bisa membantu mereka yang sudah tua renta untuk tetap awet Melatih Organ-Organ Tubuh tua, sementara yang muda tetap awet muda, serta Untuk mencari bukti yang lebih kuat dan akurat mempererat hubungan antara anggota keluarga. tentang manfaat tertawa bagi kesehatan, dr. Cogan Sembuh Berkat Menangis melakukan studi eksperimental terhadap dua kelompok dr. William Frey dari jurusan psikiatri di Minnesota mahasiswa. Kelompok pertama mendengarkan kaset University mengakui, terapi sebagian pasiennya dilakukan lawak dan kelompok kedua mendengarkan kaset melalui tontonan film sedih.“Sebagian pasien saya kuliah matematika, atau kelompok yang sama sekali sembuh setelah meneteskan air mata sepuas-puasnya” . tidak mendengarkan apa-apa. Terhadap para “kelinci Hasil penelitian Frey yang menarik adalah, pria percobaan” itu sebelum dan sesudahnya dilakukan sengaja menahan air matanya agar tampak perkasa uji kepekaan terhadap rasa sakit. Ternyata mereka dan jantan. “Sebenarnya, pria dan wanita tidak berbeda yang mendengarkan kaset lawak memperlihatkan dalam pengalaman emosinya. Jadi, pria juga bebas peningkatan kemampuan dalam menahan rasa sakit. untuk menangis agar jiwanya tidak tertekan” katanya. n , Sementara itu, dr. William Fay dari Stanford University (gi- dari berbagai sumber) Pisang Sejuta Manfaat P ernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi William bersaudara, pemegang gelar juara berbagai pertandingan tenis putri dunia? Selain skill yang mumpuni, tentunya stamina tubuh yang prima adalah kunci utama bagi mereka untuk tetap unggul di lapangan. Tak jarang Williams bersaudara harus bertanding lebih dari 6 jam. Jika anda cermat memperhatikan, asupan gizi yang menjadi favorit kebanyakan atlet tenis dunia adalah pisang! Ya, pisang penting bagi mereka. Pisang mempu Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 9.
    Info Sehat Pilih Pisang Berkualitas yang diubah oleh tubuh menjadi serotonin yang membuat efek relax, Terbaik! memperbaiki mood dan secara Pilihlah pisang yang sudah umum membuah perasaan bahagia. matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan Panas Dalam: Pisang memiiki efek bercak coklat atau kuning, antacid alami dalam tubuh, jadi sebab ini akan mudah kalau anda menderita panas dalam dicerna, dan gula buah cobalah mengkonsumi pisang untuk diubah menjadi glukosa memicu penyembuhan. alami secara cepat diabsorbsi ke dalam Kelebihan berat badan dan peredaran darah, pisang stressing pekerjaan: Riset di yang mentah akan sulit Institute of Psychologi Austria dicerna. menemukan bahwa tekanan selama bekerja meninggi jika Kendalikan mengkonsumsi makanan seperti Penyakit coklat dan snack krispi secara dengan Pisang berlebihan. Pada 5.000 pasien rumah Tekanan Darah: Buah tropis sakit, peneliti menemukan pasien ini secara ekstrim memiliki paling obesitas rata-rata berada kandungan potasium tinggi dalam pekerjaan dengan tekanan. tetapi rendah garam, menjadikan Laporan riset menyimpulkan, untuk pisang makanan yang bagus menghindari kepanikan yang untuk membantu penurunan mendorong rakus menkonsumsi dengan mudah diserap tubuh dan tekanan darah. Lembaga Food makanan, kita perlu mengendalikan mengembalikan energi puncak and Drug Administration Amerika kadar gula darah dengan ngemil mereka. memperbolehkan pengusaha pisang makanan tinggi karbohidrat setiap Dalam “Medicinal Uses of untuk membuat klaim bahwa pisang dua jam, dan pisang salah satu Bananas” (www.banana.com, 2002) dapat mengurangi resiko tekanan makanan yang sesuai. disebutkan, pisang bermanfaat menyembuhkan anemia, darah dan stroke. Stroke: Berdasarkan riset The menurunkan tekanan darah, tenaga Kekuatan Otak : 200 pelajar sekolah New England Journal of Medicine, untuk berpikir, kaya serat untuk Inggris terbantu menyelesaikan ujian mengkonsumsi pisang sebagai membantu diet. Kulit pisang dapat akhir dengan makan pisang pada konsumsi harian menurunkan resiko digunakan sebagai cream anti saat sarapan, istirahat dan makan kematian akibat stroke hingga 40%. nyamuk, membantu sistem syaraf, dapat membantu perokok untuk siang karena pisang meningkatkan kekuatan otak. Riset juga Mengontrol Temperatur: Di menghilangkan pengaruh nikotin, menunjukkan kandungan potasium beberapa negara, pisang dipandang stres, mencegah stroke, mengontrol pada pisang membuat pupil lebih sebagai makanan pendingin yang temperatur badan terutama bagi aktif sehingga membantu proses dapat menurunkan temperatur fisik ibu hamil, menetralkan keasaman belajar. dan emosional ibu hamil. Di Thailand lambung, dan sebagainya. contohnya, ibu hamil mengkonsumsi Kandungan nutrisi buah pisang Konstipasi : Pisang tinggi serat, pisang untuk memastikan bayi lahir sangat banyak, terdiri dari mineral, sehingga membantu proses dengan temperatur sejuk. vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila pencernaan dan mengatasi sembelit tanpa harus memakai obat pencahar. Maag: Pisang digunakan sebagai orang hanya mengonsumsi buah makanan untuk melawan kerusakan pisang saja, sudah tercukupi secara Depresi: Berdasarkan survey MIND usus karena teksturnya yang lembut. minimal gizinya. kepada pasien penderita depresi, Pisang adalah satu-satunya buah menunjukkan pasien merasa lebih yang dapat dikonsumsi langsung baik setelah mengkonsumsi pisang. tanpa membahayakan pasien iritasi Ini disebabkan pisang mengandung atau kerusakan usus. Pisang juga tryptophan yaitu suatu tipe protein menetralkan kelebihan asam dan No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom
  • 10.
    Info Sehat mengurangi iritasi dengan melapisi 1250 dan menu tersebut cukup perut. Pisang untuk Mengatur menyehatkan. Selain itu, diet tersebut membuat Bobot Badan Pisang dan Kecantikan Pisang juga mempunyai peranan kulit wajah tidak berminyak Bubur pisang dicampur dengan dan bersih. Pada sisi yang lain, dalam penurunan berat badan sedikit susu dan madu, dioleskan mengonsumsi satu gelas banana seperti juga untuk menaikkan berat pada wajah setiap hari secara teratur milk-shake dicampur madu, buah- badan. Telah terbukti seseorang selama 30-40 menit. Basuh dengan buahan, kacang, dan mangga kehilangan berat badan dengan air hangat kemudian bilas dengan sesudah makan, akan menaikkan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 air dingin atau es, diulang selama 15 berat badan.n (empat) gelas susu non fat atau susu hari, akan menghasilkan pengaruh (gi- dari berbagai sumber) cair per hari sedikitnya 3 hari dalam yang menakjubkan pada kulit. seminggu, jumlah kalori hanya Mata Bening Berkat Multivitamin O rang bijak bilang, mata adalah jendela menuju dunia. Itu sebabnya, kesehatan mata perlu dijaga. Perawatan mata bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin tertentu. Sejauh mana sebenarnya hubungan antara makanan dan kesehatan mata? Mereka Baik untuk Mata l Jeruk. Kaya vitamin C, berfungsi sebagai antioksidan yang berkhasiat melumpuhkan radikal bebas penyebab penuaan sel, sehingga berguna untuk mencegah katarak. l Anggur. Ekstrak biji anggur mengandung proantosianidin. Lebih kuat dari vitamin C dan E, antioksidan ini bahkan bisa memperbaiki penglihatan dan mengembalikan fungsi retina, terutama yang rusak akibat perdarahan pembuluh darah di mata dan ketidakseimbangan gula darah. l Ubi jalar. UNICEF dan WHO menyarankan agar wanita dan anak-anak mengkonsumsi ubi jalar merah secara rutin, untuk menangkal akibat buruk dari kekurangan vitamin A. l Nenas. Vitamin dan mineral utama yang terkandung dalam nenas adalah vitamin C, B kompleks, beta-karoten (pro-vitamin A), Fe, Mg, Ca, Cu, Zn, Mn dan K. l Ikan laut. Ikan sardin dan tuna adalah sumber 10 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 11.
    Info Sehat DHA (docosahexaenoid acid), kulit menjadi jingga kekuningan. Ini disebabkan tubuh salah satu jenis asam lemak tidak mampu menyerap karoten yang berlebih, atau omega 3, yang berperan justru tubuh tidak mampu memproses karoten yang penting dalam pembentukan terdapat di dalam wortel. Namun, bisa juga karena retina mata. liver (hati) Anda bermasalah. Kalau sudah begitu, stop dulu makan wortel, tunggu hingga kondisi pulih dalam Awas Overdosis beberapa hari. Vitamin A juga dikenal sebagai antioksidan Pada bayi overdosis vitamin A juga bisa membuat penggempur radikal bebas penyebab berbagai penyakit tulang mereka menjadi rentan dan sangat rapuh. n degeneratif. Kadar vitamin A yang tinggi pada wortel (gi- dari berbagai sumber) (Daucus carota) membantu fungsi retina mata. Bahkan, selama Perang Dunia II, pilot-pilot pesawat tempur Sekutu diperintahkan makan wortel untuk mempertajam penglihatan mereka. Tapi, hati-hati, terlalu banyak mengkonsumsi wortel (50 mg per hari) dalam 10 hari akan membuat warna Kenali Bawang Bombai Jamur Shiitake Manfaat Berkhasiat Berkhasiat mencegah menurunkan tekanan penggumpalan darah, antikanker, dan Herba darah, antitumor. menurunkan kadar lemak darah, menurunkan Lada kadar gula darah, mengatasi berkhasiat Aspara- kolesterol, jantung, dan diabetes. menghangatkan gus tubuh, mengatasi Oficinalis Kayu kembung, dan Berkhasiat Manis Cina melancarkan air seni. untuk Berkhasiat mencegah mengatasi leher Pala kanker, yang kaku dan Berkhasiat penyakit sakit kepala, mengatasi jantung, demam yang menggigil. kembung, sakit meningkatkan daya tahan tubuh, telinga, pusing, menyeimbangkan elektrolit dalam Jagung sakit kepala, dan muntaber. sel, dan menormalkan tekanan darah. Berkhasiat Juga berperan sebagai penambah membuang Ginseng gairah dan kesuburan. racun sehingga Berkhasiat baik untuk sebagai Bawang pencernaan, membuang racun tubuh, antikanker, Putih melancarkan air seni, mengatasi antistres, Berkhasiat hipertensi, kolesterol, diabetes, dan antipenuaan, sebagai radang kemih. menguatkan antibakteria fungsi jantung, mengatasi impoten, diabetes, pendarahan di luar haid, alami, Jahe kelelahan kronik. Beberapa orang menguatkan Berkhasiat mengatasi jantung, yang mengkonsumsi gingseng dapat rasa mual, kembung, menurunkan kadar kolesterol, mengalami bengkak, cegukan, dan masalah pencernaan, dan mencegah kanker. gatal pada kulit. n mengatasi gejala flu. (gi- dari berbagai sumber) No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 11
  • 12.
    Ragam Rombongan wartawan kesehatan dan pusat komunikasi publik mendapat penjelasan Bupati Purbalingga tentang pembanggunan kesehatan Program Gerakan Desa berpenduduk 1.894 jiwa ini mampu menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan yang Seribu Jamban timbul dengan biaya minimal. Apa yang mereka dilakukan? Achmad Mudakir, Kepala Desa T Penaruban menyadarkan masyarakat ak menyangka, banyak jelas sangat berisiko menyebarkan akan pentingnya kesehatan. Setiap warga Purbalingga tidak berbagai macam penyakit. Karena saat, kapan saja, dimana saja Ia mempunyai jamban di banyak sungai di Purbalingga yang mengkapayekan pentingnya hidup rumahnya. Setiap hari masih digunakan untuk kegiatan sehat dengan memberikan stimulan mereka membuang hajat harian masyarakat seperti mandi, kepada masyarakat untuk membuat dengan memanfaatkan sungai, mencuci pakaian, piring dan gelas. jamban sebesar 50%. Sedangkan kolam ikan dan bahkan kebun yang Dengan demikian, bakteri E-coli, untuk masyarakat miskin tidak terbuka. Tak merasa risih dan malu cacing dan thypus abduminalis yang dikenakan biaya. “Hanya dalam karena sudah menjadi kebiasaan. ada pada kotoran manusia akan waktu enam bulan, sebagian besar Bahkan ada yang merasa nyaman mudah menular ke orang lain lewat masyarakat telah memasang jamban dengan kebiasaan ”modol di kebun” , aktifitas membuang hajat di sungai. di rumahnya sendiri. Kini setiap istilah buang hajat sembarangan. Sampai akhirnya petaka itu warga Desa Penaruban memiliki Menurut data Dinas Kesehatan datang. Dua balita meninggal kloset sendiri di rumahnya sebagai Kabupaten (DKK) Purbalingga hingga dunia karena wabah diare. Wabah bentuk kesadaran kesehatan. th 2005, cakupan jamban keluarga diare terjadi karena air sungai Pencanangan program gerakan di Purbalingga baru mencapai terkontaminasi kotoran 2000 1000 jamban ini dimulai tahun 52,6%. ‘’Sisanya sebesar 47,4% manusia yang membuang hajat ke 2004. Berawal dari kasus kematian belum memiliki jamban. Penyebaran sungai. Untuk menghentikan wabah dua balita di desa lain karena diare. masyarakat yang tidak mempunyai ini, maka perilaku membuang hajat Kemudian masyarakat terdorong jamban merata di seluruh kecamatan, di sungai harus total dihentikan dan berperilaku hidup bersih dan sehat termasuk Kecamatan Purbalingga menggalakkan program jambanisasi untuk menghindari kejadian diare. Kota,’’ kata Kepala DKK Purbalingga dr Panaruban, salah satu desa yang Saat itu hanya 10% masyarakat yang Dyah Retnani Basuki. berhasil mewujudkan program memakai jamban. Kegiatan membuang hajat di desa sehat mandiri di Kabupaten Setelah 4 tahun gerakan sungai atau kebun, lanjut Dyah, Purbalingga Kecamatan Bukateja. 1000 jamban, masyarakat telah 12 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 13.
    Ragam mempunyai jamban semua.Walau dipaksakan, tapi harus dikemas 4000 warga, berupa sepatu murah mereka belum menggunakan untuk melalui kegiatan kerohanian, untuk ke sawah, masker, sarung buang air besar, alasanya belum misalnya kelompok tadarus tangan, tabung penjernir air dan terbiasa menggunakan jamban. (membaca quran secara bergantian). tudung saji. Masyarakat telah terpasung selama Saat itu ada 15 kelompok yang Melalui kerja keras dan waktu bertahun-tahun dengan pola tidak melakukan tadarusan secara rutin. yang panjang mereka memberi disiplin membuang hajat, tidak Setelah tadarusan selesai baru penyuluhan, menyadarkan menjaga kebersihan dan tidak peduli disampaikan informasi kesehatan, masyarakat untuk hidup sehat kesehatan.Ternyata, menyediakan termasuk buang air besar di jamban. secara mandiri, maka hasilnya cukup jamban lebih mudah dari pada Ahmad Mubakir dan Chandra menggembirakan. Kini, masyarakat merubah perilaku. mempunyai obsesi membentuk telah membuat dan menggunakan Menurut Ahmad Mubakir, Desa Sehat Mandiri. Ia memberi jamban untuk buang air besar merubah perilaku tidak dapat stimulan sarana kesehatan kepada keluarga secara mandiri.n yanti idam-idamkan oleh masyarakat. Menkes memberikan Menkes mengingatkan, reformasi sambutan pada acara pelantikan pejabat birokrasi merupakan salah satu eselon II Kemkes RI agenda Kabinet Indonesi Bersatu II yang menjadi prioritas Presiden RI melalui good and clean governance, yang bersifat transparan dan akuntabel. Untuk itu, periode kerja dalam lima tahun mendatang tidak ringan dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak intern Kementerian Kesehatan maupun masyarakat, swasta dan dunia usaha sebagai mitra untuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan, tegas Menkes. Menkes berharap kepada para Menkes Lantik pejabat yang baru dilantik dapat bahu membahu memberikan 37 Pejabat Eselon II kontribusinya agar dapat mencapai cita-cita tersebut. Pejabat yang dilantik adalah dr. H. Abdul Rival, M.Kes sebagai Kepala P Biro Kepegawaian menggantikan rogram 100 hari bidang Dr. PH ketika melantik 37 Pejabat drg. S. R. Mustikowati, M.Kes, dr. kesehatan Kabinet Eselon II Kemeterian Kesehatan, di Lily S. Sulistyowati, MM sebagai Indonesia Bersatu Jakarta (1/2/2010). Kepala Pusat Promosi Kesehatan II, seluruhnya telah Menkes mengatakan, akhir-akhir menggantikan dr. Abidinsyah dapat dicapai. Kita ini media massa memberitakan Siregar, DHSM, M.Kes, drg. patut mensyukurinya, namun pelayanan kesehatan masih banyak Tritarayati sebagai Kepala Pusat tugas selanjutnya lebih berat. dikomplain masyarakat khususnya Komunikasi Publik menggantikan Pembangunan kesehatan tahun golongan kurang mampu, baik dr. Lily S. Sulistyowati, MM dan 2010 – 2014 diprioritaskan pada di Puskesmas ataupun RS. Oleh Mudjiharto, SKM, MM sebagai peningkatan akses dan kualitas karena itu, Menkes berharap agar Kepala Pusat Penanggulangan pelayanan kesehatan melalui pejabat yang baru dilantik lebih Krisis menggantikan dr. Rustam berbagai bidang. peka terhadap apa yang dibutuhkan Syarifuddin Pakaya, MPH. Demikian sambutan Menkes dr. masyarakat dan dapat meningkatkan dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, pelayanan kesehatan seperti yang di M.Kes sebagai Sekretaris Inspektorat No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 13
  • 14.
    Ragam Menkes memberikan ucapan selamat kepada pejabat eselon II baru Kemkes RI Jenderal menggantikan dr. Hj. Ratna Omo Abdul Madjid, Sp.OG sebagai KKP Kelas I Jakarta dan dr. H. Imam Dewi Umar,M.Kes., dr. Yudhi Prayudha Direktur Umum dan Operasional Triyanto, MPH sebagai Kepala KKP Ishak Djuarsa, MPH sebagai Inspektur RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Kelas I Surabaya. I menggantikan Drs. Parulian Jakarta, dr. Sonar Soni Panigoro, Drs. Purwadi, Apt, MM, ME sebagai Parapat, MM, Arsil Rusli, SH, MH Sp. B.Onk, M.Epid sebagai Direktur Sekretaris Ditjen Binfar dan Alkes sebagai Inspektur III menggantikan Utama RS Kanker Dharmais Jakarta, menggantikan Dra. Meinarwati, dr. Suwandi Makmur, MM, dan Drs. dr. Rustam Syarifuddin Pakaya, Apt.,M.Kes dan dr. Setiawan Wiyono Budihardjo, MM sebagai MPH sebagai Direktur SDM dan Soeparan, MPH sebagai Direktur Inspektur IV menggantikan I Gusti Pendididkan RS Kanker Dharmais Bina Obat Publik dan Perbekalan Gede Djestawana, SKM. Jakarta, dr. Harjati, MARS sebagai Kesehatan Ditjen Binfar dan Alkes Dr. dr. Sutoto, M.Kes sebagai Direktur Keuangan RS Kanker menggantikan Drs. Purwadi, Apt.MM Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Dharmais Jakarta, Dr. dr. Agus serta dr. Siswanto, MPH, DTM sebagai Medik, menggantikan dr. Mulya Hadian Rahim, Sp.OT(K), M.Epid, Kepala Puslitbang Gizi dan Makanan, A. Hasjmi, Sp.B, M.Kes., drg. S. R. MH.Kes sebagai Direktur SDM Badan Litbangkes menggantikan Mustikowati, M.Kes sebagai Direktur dan Pendidikan RSUP dr. Hasan Sunarno Ranu Widjojo, SKM, MPH. Bina Yanmed Dasar, menggantikan Sadikin Bandung), dr. Hendriani dr. Asjikin Imam Hidayat, MHA dr. T. Marwan Nusri MPH, dr. Andi Selina Notosoegondo, Sp.A(K), sebagai Kepala Pusat Pendidikan Wahyuningsih Attas, Sp.An sebagai MARS sebagai Direktur Utama Tenaga Kesehatan menggantikan Direktur Bina Yanmed Spesialistik, RSUP dr. Kariadi Semarang, dr. Bella dr. Setiawan Soeparan, MPH, Dra. menggantikan dr. H. Kemas M. Akib Patria Jaya, Sp.KJ sebagai Direktur Meinarwati, Apt. M.Kes sebagai Aman, Sp.R, MARS, dr. Irmansyah, Utama RS Jiwa Prof. Dr. Soeroyo Kepala Pusat Pemberdayaan Profesi Sp.KJ sebagai Direktur Bina Magelang, dr. Hj. Chandrawati dan Tenaga Kesehatan Luar Negeri Kesehatan Jiwa menggantikan HM Husein, Sp.B sebagai Direktur SDM menggantikan dr. Asjikin Imam Aminullah, Sp.KJ, MM. dan Pendidikan RSUP dr. Wahidin Hidayat, dr. H. Kemas M. Akib Aman, drg. Setyawaty, M.Kes sebagai Sudirohusudo Makassar. Sp.R, MARS sebagai Kepala Pusat Direktur Umum, SDM dan dr. Ina Hernawati, MPH sebagai Perencanaan dan Pendayagunaan Pendididkan RSUP Fatmawati Direktur Bina Kesehatan Ibu, SDM Kesehatan, menggantikan Drs. Jakarta, dr. Harry Trimurjatno, MM menggantikan dr. Sri Hermiyanti, Abdurahman, MPH, Drs. Sulistiono, sebagai Direktur Keuangan RSUP M.Sc, DR. Minarto, MS sebagai SKM, MSc. sebagai Kepala Pusat Fatmawati Jakarta, dr. Priyanti Z. Direktur Bina Gizi Masyarakat, Pendidikan dan Pelatihan SDM Soepandi, Sp.P(K) sebagai Direktur menggantikan dr. Ina Hernawati, Kesehatan menggantikan DR. Utama RSUP Persahabatan MPH dan dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS Drs. Ida Bagus Indra Gotama, SKM Jakarta, dr. Tri Hesty Widyastoeti sebagai Direktur Bina Kesehatan dan Drs. H. R. Wisnu Hidayat, MSc Marwotosoeko, Sp.M sebagai Kerja menggantikan dr. H. Abd. Rival, sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Direktur Medik dan Keperawatan M.Kes. Kesehatan Ciloto menggantikan Drs. RSUP Persahabatan Jakarta, dr. dr. H. Azimal, M.Kes sebagai Kepala H. Sulistiono, SKM, M.Kes. nSmd/Gi 14 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 15.
    Media Utama Media Utama Rapor Hijau untuk Kementerian Kesehatan K ementerian Kesehatan mendapat kesempatan. penilaian kinerja dengan rapor Diawal kerja 100 hari, Menkes dan jajaranya telah berwarna hijau, yang berarti 4 program berusaha menterjemahkan paradigma baru dari dan 12 rencana aksi yang menjadi paradigma BEROBAT GRATIS MENJADI “SEHAT ITU sasaran program kerja 100 hari INDAH DAN SEHAT ITU GRATIS” yang dilaksanakan mencapai target 100 persen. Bahkan secara komprehensif, sinergis dan integratif melalui ada beberapa rencana aksi yang sudah peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan tercapai 100 persen pada hari ke 50 dan ke 75. kesehatan yang berkualitas, peningkatan kesehatan Sebelum berakhir masa kerja 100 hari Kabinet masyarakat, dengan fokus pada preventif dan promotif, Indonesia Bersatu ( KIB II) yang jatuh pada tanggal 1 penanggulangan penyakit dan peningkatan sumber Februari 2010, telah membuat Kementerian Kesehatan daya manusia kesehatan terutama di Daerah Terpencil dan jajarannya mengenjot menyelesaikan target yang Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). telah dicanangkan. Beberapa kali pertemuan untuk membahas pencapaian ini. Sampai pada akhirnya, semua Empat Program 100 Hari target itu tercapai dengan menggembirakan. Tentu, ini Terdapat 4 isu utama dan 12 rencana aksi yang merupakan keberhasilan semua, kata Menkes pada suatu menjadi landasan kerja program 100 hari Kementerian No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 15
  • 16.
    Media Utama Kesehatan yaitu : 1) Peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat; 2) Peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target MDGs; 3) Pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana; 4) Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK). 12 Rencana Aksi Program 100 hari 1) Peningkatan pelayanan kepada 76,4 juta penduduk miskin dalam sistem jaminan kesehatan dengan anggaran sebesar Rp. 4,6 Triliun dengan kegiatan yang meliputi peningkatan akses , peningkatan manajemen dan penyusunan roadmap 2010 – 2014 menuju Jaminan Kesehatan Semesta. 2) Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Pedesaan terutama melalui pemantapan fungsi Posyandu, Bidan Desa, dan KB Kesehatan Reproduksi untuk upaya Promotif, dan Preventif. Capaian program 3) Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban 100 hari menuliskan resep menggunakan obat generik di sarana pelayanan kesehatan pemerintah, melalui 1) Peningkatan pembiayaan kesehatan untuk pelatihan dan pemantauan secara intensif. memberikan jaminan kesehatan masyarakat terdapat 4) Penetapan pembatasan Harga Eceran Tertingggi dua target yang hendak dicapai yaitu: (HET) Obat Generik Berlogo (OGB). a. Masuknya masyarakat miskin penghuni 5) Penanggulangan HIV/ AIDS. Lapas/ Rutan, panti sosial dan masyarakat 6) Penaggulangan penyakit Tuberkulosis. miskin akibat korban pasca bencana menjadi 7) Penanggulangn Malaria. peserta Jamkesmas dengan ditandatanginya 8) Peningkatan Universal Child Immunization (UCI) kesepakatan bersama antara Menkes RI dengan sebesar 98% desa di 5 Provisi (Jatim, Jateng , Jabar, Mendagri, Mensos dan Menhuk dan HAM tanggal Banten dan DKI) yang merupakan 80% Balita 17 Desember 2009. Target tercapai 100%. Indonesia. b. Program pemantapan Jamkesmas di Rumah 9) Peningkatan pengawasan obat dan makanan Sakit, telah dilakukan Seminar/Lokakarya Norma, 10) Beroperasinya Balai Pengobatan Haji Indonesia Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Jamkesmas (BPHI) baru di Makkah Arab Saudi untuk dalam upaya peningkatan Manajemen. Saat memantapkan pelayanan kesehatan haji mulai ini juga seluruh RS yang bekerja sama dengan musim haji tahun 2009. Jamkesmas sudah dapat melakukan klaim 11) Penanggulangan Bencana. dengan INA-DRG; 100% klaim sudah dibayar 12) Peningkatan SDM Kesehatan dalam Jumlah, jenis, sesuai Manlak (pedoman pelaksanaan). Sedang dan mutu terutama di daerah terpencil, tertinggal, untuk meningkatkan cakupan Jamkesmas perbatasan dan kepulauan (DTPK). telah disusun roadmap kepesertaan semesta Jamkesmas.Target tercapai 100 % 16 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 17.
    Media Utama 2) Peningkatankesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target MDGs, meliputi : a. Meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan terutama pemantapan fungsi Posyandu, Bidan di Desa, dan KB-Kespro di bidang promotif dan preventif : • Target pendataan ibu hamil di 60.000 desa, telah terdata 65,764 desa, dengan pendataan ibu hamil : 3.212.176 berarti telah terealisasi 100%. Serta penyediaan buku KIA bagi ibu hamil di Prov Jawa dan Bali dan 105 kab/kota. Target tercapai 100%. • Peningkatan advokasi tentang gizi untuk para pengambil keputusan dan masyarakat luas. Telah dicetak sebanyak 4.000 buku kepada 33 Kadinkes Provinsi, 579 Kab/Kota. Target tercapai 100%. • Telah diberikan biaya operasional kepada 241.700 Posyandu di 467 Kabupaten / Kota. Target tercapai 100%. • Telah dilakukan launching penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita model baru yang membedakan anak laki-laki dan perempuan, di Kantor Depdagri, tanggal 28 Desember 2009, disaksikan Mendagri Gamawan Fauzi dan Ketua Umum Tim Penggerak PKK serta dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK seluruh Indonesia. Target b. Dalam rangka penetapan pembatasan Harga tercapai 100%. Obat Eceran Tertinggi (HET) Obat Generik • Untuk penanganan gizi buruk, telah dilakukan Berlogo (OGB), telah ditetapkan Keputusan pencarian secara aktif untuk menemukan kasus gizi Menkes No. HK.03.1/Menkes/146/2010 buruk dengan melibatkan kader dan pemanfaatan tentang Penetapan Eceran Harga tertinggi 9 media komunikasi, telah ditemukan 6.351 kasus gizi HET Obat generik berlogo (OGB) dan tetap buruk di 21 provinsi. Target tercapai 100%. memberlakukan SK Menkes No. 696/menkes/ • Pengembangan model registrasi kematian, per/IV/2007 tentang Penetapan Maksimum rasio pada tanggal 6 Januari 2010 telah dicanangkan HET Obat Branded Generik. Target tercapai 100%. pengembangannya di Kendal, Jawa Tengah c. Revitalisasi Permenkes tentang kewajiban mencakup 8 provinsi (Jateng, DKI Jakarta, menuliskan resep dan menggunakan obat Lampung, Kalbar, Gorontalo, Papua, Bali dan generik di sarana pelayanan kesehatan NTT). Saat ini telah disusun draft SKB antara pemerintah, hingga saat ini juga telah dilakukan Kemkes dan Kemdagri untuk kerjasama dalam soft launching pencanangan penggunaan pelaksanaan Sistem Registrasi Kematian di obat generik melalui media elektronik Indonesia yang akan diubah menjadi “Peraturan dan pengiriman media promosi ke RS se- Bersama Menteri” Target telah tercapai 100%. . Jabodetabek. Sedangkan untuk SK Menkes • Peningkatan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) tentang kewajiban menuliskan resep dan hingga saat ini sebanyak 31.328 UKS (Sekolah penggunaan obat generik sudah selesai dengan Dasar dan MI) di 21 provinsi telah dibina oleh SK Menkes No. HK 03.01/ Menkes/ 159/I/2010 Puskesmas berupa penyuluhan Cuci Tangan Pakai tanggal 28 Januari 2010 tentang Pedoman Sabun (CTPS), kesehatan gigi, PHBS, dan kegiatan pembinaan dan pengawasan penggunaan bebas jentik nyamuk. Saat ini sudah mencapai obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan 10.000 UKS. Target tercapai 100%. pemerintah. Target tercapai 100%. No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 17
  • 18.
    Media Utama Rumah sakit lapangan di daerah bencana paket OAT FDC 1 telah diterima di seluruh kabupaten/kota. Target tercapai 100%. • Tersedianya Pusat Pelayanan TB Multi Drug Resistant (TB-MDR) di RS Persahabatan dan RS Dr. Soetomo Surabaya. Terjaring 156 suspek TB MDR (104%). Sebanyak 49 pasien positif TB MDR diobati (159%). Sebanyak 30 pasien TB MDR telah mendapat pengobatan di Pusat Pelayanan TB MDR (100%). Target tercapai 100%. c. Penanggulangan malaria: kegiatan • pengobatan kepada 312.321pasien (104%) • sebanyak 506.649 kelambu sudah terdistribusi 3) Pengendalian penyakit dan penanggulangan (101%) masalah kesehatan akibat bencana antara lain • screening bagi 155.700 (142%) ibu hamil di a. Penanggulangan HIV dan AIDS: wilayah endemis untuk perlindungan terhadap • Saat ini telah didistribusikan ARV ke 180 rumah malaria sakit dengan jumlah ODHA 16.096 orang. • 500 Pos Malaria Desa telah terintegrasi dengan Pendistribusian diagnostik tes ke 24 provinsi. desa Siaga. Berdasarkan laporan check point H-75 Telah terdistribusi tes pengamanan darah di target H-100 diubah dari 450.000 bumil menjadi 33 provinsi dengan 950.000 tes, 100.000 tes 110.000 bumil. surveilens, 341.000 tes diagnostik. d. Untuk peningkatan Universal Child Immunization • Pusat pengobatan Tuberculosis (TB) di Provinsi (UCI) di 5 provinsi Jawa (Jatim, Jateng, Jabar, Papua. Telah dilaksanakan pelatihan TB bagi Banten, DKI Jakarta) rata-rata cakupan UCI di petugas HIV di UPK dengan layanan VCT untuk 2.080 desa yang melakukan akselerasi adalah kota Jayapura, Biak Numfor, Mimika, Merauke, 88,57%, dengan rincian: rata-rata cakupan Nabire. Pembahasan draft SK Tim TB-HIV di RS BCG 88,3%; rata-rata cakupan DPT/HB3 89,7%; Dok 2. Target tercapai 100%. rata-rata cakupan Polio 4 88,4%; dan rata-rata b. Penanggulangan TB : cakupan Campak 87.9%. Target tercapai. • Tersedianya obat anti TB (OAT) di fasilitas e. Pengawasan obat dan makanan kesehatan pemerintah. Target sudah terdistribusi Pengoperasian 22 laboratorium berjalan di 13 102.000 paket OAT di 33 provinsi dan 102.000 Provinsi, prosentase penurunan makanan jajanan 18 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 19.
    Media Utama anak mengandung bahan berbahaya (BB) menurun hingga 72,08%. Hingga saat ini telah dilakukan sampling dan KIE di 154 Sekolah Dasar (SD) di Jakarta, Serang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Semarang dengan jumlah sampel makanan 683 sampel. Dilakukan koordinasi lintas sektor dengan kepala sekolah, Dinkes, dan Diknas oleh Badan POM. Target Tercapai. f. Operasionalisasi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Baru di Makkah Arab Saudi. Dari hasil evaluasi BPHI dapat beroperasi dengan baik memberi pelayanan kesehatan kepada jamaah haji. Secara umum pelayanan kesehatan haji tahun ini berjalan baik sebagai indikatornya menurunnya angka kematian jamaah haji. Target tercapai 100%. h. Penanggulangan bencana : • screening balita gizi buruk paska bencana. Pelaksanaan screening di 6 kab/kota di Provinsi Sumatera Barat (Agam, Padang, Pariaman, 4) Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas Padang Pariaman, Kerinci, dan Pesisir Selatan) tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, Jawa Barat. Jumlah balita ter-screening 102.595 tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) : dengan hasil gizi buruk 784, gizi kurang 6.009; a. Disusunnya Permenkes tentang praktik tenaga Telah teridentifikasi sarana medik di 30 RS, 123 kesehatan terpenuhinya tenaga kesehatan puskesmas, 144 pustu dan 146 poskesdes dan strategis (perawat, bidan, sanitarian, ahli gizi, 135 rumah dinas dokter dan para medis. Dana analis kesehatan, asisten apoteker) di DTPK. rehabilitasi telah diusulkan dari APBN-P, tidak Telah dilakukan: penyusunan perbaikan materi mungkin dialokasikan pada tahun 2009. Telah rancangan, pembahasan rancangan lintas dilakukan TOT peningkatan SDM di 100 RS yang program, pembahasan rancangan lintas sektor, telah dilaksanakan tanggal 27 januari 2010. perbaikan rancangan, semi finalisasi rancangan. Target tercapai 100%. Target tercapai 100 %. • Penguatan logistik di 9 pusat regional b. Terpenuhinya tenaga kesehatan strategis penanggulangan krisis (Medan, Makassar, sebanyak 130 orang dan 5 nakes mengundurkan Surabaya, Palembang, Denpasar, Manado, diri di 35 Puskesmas di DTPK. Perpanjangan Banjarmasin, Jakarta, Semarang) 2 sub-regional kontrak bagi yang berminat melanjutkan pada Penanggulangan Bencana (Padang dan perencanaan 2010. Target tercapai 100%. Jayapura). Target tercapai 100%. 5) Pencapaian kinerja Menteri Kesehatan 100 Hari No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 19
  • 20.
    Media Utama (sesuai pakta integritas). masyarakat/komunal di 61 lokasi; 3). Dilakukan pemicuan perubahan perilaku Stop BAB sembarangan di 1.382 Beberapa produk yang telah dihasilkan sampai lokasi; dan 4). Kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan H-100 meliputi Keluarnya Renstra Depkes di 1.382 lokasi. 2009-2014 dan telah tersusunnya Roadmap Reformasi Hasil capaian ini tentu tidak membuat Kementerian Kesehatan Masyarakat 2009-2014. Kesehatan terlena atas keberhasilannya, tapi harus Berkaitan dengan peningkatan akses pelayanan menjadi modal untuk melanjutkan pembangunan air minum dan peningkatan perilaku higienis pada kesehatan 4 tahun ke depan. Masih banyak hal yang masyarakat yang berpenghasilan rendah, yang telah harus diselesaikan, seperti yang sudah dicanangkan pada dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional PU sehingga dapat terlaksana: 1). Dibangunnya sarana air (RPJMN) tahun 2010-2014. lPra minum di 1.382 lokasi; 2). Dibangunnya sarana sanitasi Visi, Misi, Strategi dan Sasaran Pembangunan Kesehatan 2010-2014 S etiap episode 2. Melingdungi kesehatan 4. Meningkatkan pengembangan pembangunan, harus masyarakat dengan menjamin dan pendayagunaan SDM ada evaluasi. Hasil tersedianya upaya kesehatan Kesehatan yang merata dan evaluasi menghasilkan yang paripurna, merata, bermutu rekomendasi untuk bermutu, dan berkeadilan 5. Meningkatkan ketersediaan, tindak lanjut. Periode 2004-2009 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan dan keterjangkauan telah menghasilkan banyak pemerataan sumberdaya obat dan alat kesehatan serta kemajuan dalam pembangunan kesehatan menjamin keamanan, khasiat, kesehatan. Keberhasilan itu 4. Menciptakan tata kelola kemanfaatan, dan mutu sediaan harus berlanjut pada periode kepemerintahan yang baik farmasi, alat kesehatan, dan berikutnya. Setelah melakukan makanan kajian yang mendalam, maka untuk Strategi 6. Meningkatkan manajemen periade 2010-2014 Kementerian 1. Meningkatkan pemberdayaan kesehatan yang akuntabel, Kesehatan telah merumuskan visi, masyarakat, swasta dan transparan, berdayaguna misi dan strategi pembangunan masyarakat madani dalam dan berhasilguna kesehatan yang telah disesuaikan pembangunan kesehatan untuk memantapkan dengan kebutuhan dan antisipasi melalui kerjasama nasional dan desentralisasi kesehatan yang perkembangan zaman kedepan. global bertanggungjawab 2. Meningkatkan pelayanan Visi kesehatan yang merata, Sasaran Masyarakat Sehat Yang Mandiri terjangkau, bermutu dan Sesuai dokumen Rencana dan Berkeadilan berkeadilan, serta berbasis bukti; Pembangunan Jangka Menengah dengan pengutamaan pada Nasional (RPJMN) 2010-2014, 4 Misi upaya promotif dan preventif tahun kedepan ada sejumlah 1. Meningkatkan derajat 3. Meningkatkan pembiayaan indikator pembangunan kesehatan kesehatan masyarakat, melalui pembangunan kesehatan, yang hendak dicapai pada tahun pemberdayaan masyarakat, terutama untuk mewujudkan 2014 yaitu meningkatnya umur termasuk swasta dan jaminan sosial kesehatan harapan hidup dari 70,7 tahun masyarakat madani nasional (2008) menjadi 72,0 tahun. 20 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 21.
    Media Utama Menurunya angkakematian ibu Reformasi Kesehatan • Perbaikan status gizi masyarakat melahirkan per 100.000 kelahiran 1. Bantuan Operasional Kesehatan • Pengendalian penyakit menular hidup dari 228 ( 2008) menjadi 118. (BOK) serta tidak menular diikuti Menurunya angka kematian bayi 2. Penanggulangan Daerah Ber- penyehatan lingkungan per 1.000 kelahiran hidup dari 34 ( masalah Kesehatan (PDBK) • Pemenuhan, pengembangan 2008) menjadi 24 dan menurunya 3. Jamkesmas dan pemberdayaan SDM prevalensi kekurangan gizi ( gizi 4. Pelayanan Kesehatan di Daerah kesehatan buruk dan gizi kurang) pada anak Tertinggal Perbatasan dan Ke- • Peningkatan ketersediaan, balita dari 18,4% menjadi lebih kecil pulauan (DTPK) keterjangkauan, pemerataan, dari 15%. 5. Ketersediaan Obat keamanan, mutu dan 6. Reformasi Birokrasi penggunaan obat serta 5 Nilai 7. World Class Hospital pengawasan obat dan makanan 1. Pro rakyat • Pengembangan sistem Jaminan 2. Inklusif Prioritas Pembangunan Kesehatan Masyarakat 3. Responsif (Tanggap sesuai ma- Prioritas pembangunan • Pemberdayaan masyarakat dan salah dan kewilayahan) kesehatan yaitu peningkatan akses penanggulangan bencana dan 4. Efektif dan kualitas pelayanan kesehatan krisis kesehatan 5. Bersih yang akan dilakukan melalui : • Peningkatan pelayanan • Peningkatan kesehatan ibu, bayi kesehatan primer, sekunder dan dan balita tersier.lSmd Endang R. Sedyaningsih Pimpin Delegasi RI Pada Sidang ke-126 Badan Eksekutif WHO M Menkes bersama enkes dr. delegasi negara lain Endang R. pada sidang WHO Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, memimpin Delegasi Republik Indonesia pada Sidang ke-126 Badan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (Executive Board WHO) di Jenewa Swiss tanggal 18-23 Januari 2010. Menkes didampingi anggota delegasi, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama-Dirjen P2PL, Dr. Makarim Wibisono-Staf Khusus Menkes, Dr David Mulyono, Dr. Widjaja Lukito, dr. Untung S Sutarjo-Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran dan No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 21
  • 22.
    Media Utama drg. Murti Utami-Kepala Biro Umum. mengajukan rancangan resolusi oleh World Health Assembly (WHA), Delegasi Indonesia juga didukung mengenai “the Improvement serta memberikan arahan kepada penuh Perwakilan Tetap RI (PTRI) of Health through Safe and Dirjen WHO dalam melaksanakan dipimpin Dr. Dian Triansyah Djani- Environmentally Sound Waste keputusan-keputusan WHA. Watapri, Dr. Desra Percaya, Acep Managemen and Viral Hepatitist” . EB melakukan sidang secara Somantri, dan A Habib. Pengajuan rancangan resolusi regular, minimal dua kali setiap Kehadiran Menkes Endang merupakan upaya Indonesia untuk tahun, pada bulan Januari dan Mei R. Sedyaningsih dan anggota menindaklanjuti keputusan “Bali di Jenewa, Swiss. Sebagai anggota Delegasi RI dalam sidang Executive Declaration on Waste Management EB, Indonesia, mempunyai hak suara Board (EB) ke-126 sangat penting for Human Health and Livelihood” untuk diterima usulannya didalam untuk memperjuangkan resolusi yang disepakati pada Sidang ke-9 mengusulkan resolusi baru maupun WHA 60.28 (Pandemic Influenza COP to the Basel Convention di Bali, dalam memberikan tanggapan Preparedness: Sharing of Influenza bulan Juni 2008. terhadap resolusi yang diajukan oleh Viruses and Access to Vaccines and Indonesia juga telah menyiapkan anggota EB lainnya. Other Benefits) agar tetap berjalan beberapa tanggapan resolusi Indonesia terpilih menjadi sesuai dengan kesepakatan semula. antara lain mengenai Birth defect, anggota EB sejak bulan Mei 2007 Selain itu, Menteri Kesehatan Availability, Safety, Quality dan akan berakhir pada bulan Mei Indonesia telah terpilih untuk Blood Product, Monitoring the 2010 pada sidang WHA ke-63. Hal menjadi salah satu Wakil Ketua. achievement of MDGs, food safety ini berarti, Indonesia masih memiliki Posisi ini merupakan posisi dan lain-lain, yang mempunyai kesempatan satu kali lagi untuk terhormat yang diberikan kepada dampak besar pada kesehatan di berkontribusi penuh didalam sidang Indonesia untuk pertama kalinya Indonesia. EB. selama menjadi anggota EB periode Executive Board merupakan Selama menjadi anggota 2007-2010. badan eksekutif WHO yang EB, Indonesia telah banyak Dengan dukungan penuh Wakil beranggotakan 34 negara anggota, memberikan kontribusinya untuk Tetap RI (Watapri) Jenewa, Delegasi dipilih oleh World Health Assembly memperjuangkan kemaslahatan Indonesia menyusun berbagai (WHA), dengan masa tugas 3 tahun. negara anggota WHO terutama masukan dan tanggapan terhadap Menkes RI telah berhasil terpilih yang berasal dari negara miskin dan resolusi dan usulan pada pertemuan sebagai salah satu Wakil Ketua berkembang. Salah satu kontribusi EB ke-26. bersama dengan Korea Selatan , Indonesia yang cukup penting Dalam Sidang ke-126 EB-WHO Oman dan Paraguay . adalah disetujuinya resolusi WHA ini, selain terus memperjuangkan Sidang EB-WHO yang dipimpin 60.28 yaitu mengenai Pandemic kelanjutan pembentukan Framework Uganda dimandatkan untuk Influenza Preparedness: Sharing Virus Sharing dan Benefits Sharing, menyusun keputusan dan kebijakan of Influenza Viruses and Access to Indonesia juga berinisiatif untuk yang akan dibahas dan ditetapkan Vaccines and Other Benefits. Sejak Menkes foto bersama dengan delegasi Indonesia 22 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 23.
    Media Utama saat itu,eksistensi Indonesia di mata dunia diperhitungkan Disamping pertemuan, Delegasi Indonesia juga melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan negara anggota lainnya yang dianggap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam forum EB, antara lain Menkes India, Menkes Bangladesh, Brunei Darussalam dan beberapa organisasi dunia lainnya seperti Director Excutive Global Funds dan lain-lain. WHO COLLABORATIVE CENTRE DI INDONESIA Direktur Jenderal WHO, Dr. Margaret Chan, dalam pertemuannya dengan Menkes RI, Sulawesi Utara, dan 2 Sub Regional melanjutkan pembahasan isu- Endang Rahayu Sedyaningsih di sela- di Sumatera Barat dan Papua. Dirjen isu yang masih belum disepakati sela Sidang Executive Board ke-126 WHO memuji kapasitas Indonesia termasuk isi dari Standard Material WHO di Jenewa,Swiss, tanggal 18 dalam manajemen bencana Transfer Agreement (SMTA). Hasil Januari 2010, mengatakan bahwa sehingga dapat menjadi pusat pertemuan selanjutnya akan WHO mendukung pendirikan WHO pelatihan bagi negara-negara lain. dilaporkan pada sidang WHA ke 63 Collaborating Center Influenza di Pertemuan bilateral antara pada tanggal 17- 22 Mei 2010. Indonesia. Menkes RI dengan Dirjen WHO Selain itu, rancangan resolusi “Saya mendukung inisiatif tersebut merupakan salah satu Indonesia tentang Improvement RI untuk mendirikan WHO rangkaian kegiatan di hari pertama of Health through Safe and Collaborating Centre Influenza di Sidang ke-126 Executive Board WHO. Environmentally Sound Waste Indonesia, dan akan memberikan Management (sebagai kelanjutan bantuan untuk mewujudkan inisiatif PERTUKARAN VIRUS DAN AKSES dari Bali Declaration) telah dibahas tersebut” ujar Margaret Chan. , VAKSIN INFLUENZA DILANJUTKAN secara informal dan terdapat Dukungan Dirjen WHO tersebut Sidang tanggal 20 January 2010, indikasi positif untuk memperoleh memiliki arti penting dalam upaya membahas mengenai Pandemic dukungan seluruh negara anggota Indonesia agar negara-negara Influenza Preparedness: Sharing Executive Board WHO, baik Negara berkembang juga memiliki kapasitas of Influenza Viruses and Access to berkembang maupun Negara maju. yang memadai untuk mendiagnosa Vaccines and Other Benefits yang dan melakukan risk assesment pada awalnya mengalami kebekuan BAHAS BERBAGAI MASALAH (penilaian risiko) terhadap penyakit atas kelanjutan mekanisme negosiasi GLOBAL berpotensi pandemi seperti H5N1 virus sharing, berhasil diatasi oleh Sidang Executive Board (EB) dan H1N1. Delegasi Republik Indonesia melalui WHO ke-126, membahas berbagai Dirjen WHO juga mendukung beberapai kali pertemuan konsultasi masalah kesehatan global antara pembentukan WHO Collaborating antar negara yang dihadiri 41 lain hepatitis, polio, tuberculosis, Centre untuk Disaster Management negara, baik Negara anggota campak, kusta, pencapaian MDGs di Indonesia. Saat ini telah dibentuk maupun Negara bukan anggota EB, di bidang kesehatan, kaitan antara 9 Pusat Disaster Management sehingga akhirnya disepakati oleh limbah dengan kesehatan, termasuk (Regional Pusat Penanggulangan seluruh anggota negara EB untuk kesiapan dan kewaspadaan Krisis), yaitu Sumatera Utara, diadakan pertemuan Open-Ended menghadapi pandemi influenza, ujar Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Working Group pada tanggal 10-12 Menkes. Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Mei 2010 di Jenewa. Menurut Menkes RI, sebagian Selatan, Sulawesi Selatan, dan Pada pertemuan tersebut akan permasalahan kesehatan tersebut No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 23
  • 24.
    Media Utama telah dibahas draft resolusi/ kemajuan yang dicapai Indonesia menunjukkan komitmennya keputusan yang akan disahkan untuk memenuhi target MDGs pada membantu korban gempa di Haiti. lebih lanjut di Sidang WHA ke-63 tahun 2015. Beberapa tanggapan Sidang UN-OCHA itu secara khusus bulan Mei 2010, seperti: hepatitis, dari negara sahabat mengakui membahas kerja sama bantuan kusta, MDGs. Khusus untuk masalah sejumlah capaian Indonesia dalam kemanusiaan untuk Haiti. kesiapan dan kewaspadaan mengatasi sejumlah penyakit seperti “Saya sampaikan apresiasi dan menghadapi pandemi influenza tingkat kematian ibu melahirkan penghargaan terhadap Indonesia, (virus sharing dan benefits sharing) berkurang 58 persen periode 1990- bersama masyarakat internasional hanya disepakati mekanisme/ 2007, sementara tingkat kematian menunjukkan komitmen tinggi prosedur untuk melanjutkan bayi berkurang sekitar 50 persen terhadap nilai-nilai kemanusiaan perundingan tentang virus sharing pada periode yang sama merupakan melalui bantuannya kepada Haiti,” dan benefits sharing dan tidak contoh nyata dari kemajuan di ujar Catherine Bragg. menyinggung sama sekali masalah bidang kesehatan. Duta Besar/ Wakil Tetap RI untuk substansi. Kemajuan yang signifikan juga PBB di Jenewa Dian Triansyah Djani, Dalam kaitan ini disepakati bahwa nampak dalam upaya Pemerintah dihadapan hampir seluruh delegasi masalah virus pandemi influenza RI mengurangi jumlah penderita negara anggota PBB yang hadir baru akan dibahas pada pertemuan Tubercolosis dan Malaria, serta dalam sidang itu menegaskan Kelompok Kerja negara-negara HIV/AIDS, yang telah menunjukkan komitmen Indonesia membantu Haiti. anggota WHO pada tanggal 10 persentase perbaikan yang Dikatakannya, sebagai negara – 12 Mei 2010 di Jenewa sebagai signifikan dibandingkan dengan yang memiliki pengalaman yang pertemuan persiapan Sidang WHA negara-negara berkembang lainnya. cukup luas dalam penanganan ke-63. Namun demikian, sebagaimana bencana khususnya yang terjadi Dengan demikian adalah tidak diakui negara peserta sidang di Indonesia, Pemerintah RI siap benar bahwa pada sidang EB WHO lainnya, delegasi Indonesia juga untuk membantu dan berbagi kali ini dibahas dan disepakati mengingatkan adanya sejumlah pengalamannya untuk mengatasi masalah pengiriman virus dalam kendala yang masih dialami oleh bencana yang tengah terjadi di rangka persiapan dan kewaspadaan negara-negara berkembang dalam negeri tersebut. menghadapi pandemi. Indonesia upaya pencapaian target tersebut. Dalam sidang yang berbeda, tetap konsisten memperjuangkan Beberapa kendala tersebut terkait Menkes RI Endang Rahayu kepentingan nasional dan negara erat dengan tingkat pembangunan Sedyaningsih dalam sesi khusus yang berkembang lain untuk menciptakan sosial dan ekonomi di masing-masing membahas situasi di Haiti di sela-sela mekanisme virus sharing dan negara, khususnya yang disebabkan Sidang Executive Board ke-126 WHO benefits sharing yang adil, oleh kurangnya dukungan sumber di Jenewa, juga menggarisbawahi transparan dan setara. daya, krisis kemanusiaan maupun bahwa Pemerintah RI telah menjadi finansial, serta terjadinya konflik dan bagian dari upaya internasional untuk INDONESIA DIPUJI PBB ketidakstabilan politik. Sidang akhirnya menangani situasi pascagempa Upaya Indonesia mencapai menyepakati usulan Indonesia untuk di Haiti sebagai wujud solidaritas target Millennium Development terus memperkuat komitmen politik, Indonesia. Goals (MDGs) di bidang kesehatan serta kerjasama dan kemitraan Pernyataan Menkes tersebut mendapat tanggapan positif dari antar negara dalam upaya saling disambut positif Dirjen Badan Kesehatan PBB, WHO. mendukung untuk memperkuat WHO Margaret Chan, seraya “Apresiasi terhadap upaya keras kapasitas domestik di bidang ini. menyampaikan pengakuan bahwa Indonesia itu mencuat saat Dirjen Indonesia memiliki kapasitas yang WHO, Margaret Chan dan negara PBB APRESIASI INDONESIA BANTU baik dalam penanganan bencana. sahabat menanggapi pidato Menkes KORBAN BENCANA HAITI Komitmen bantuan dan simpati RI dalam Sidang Executive Board Direktur Badan Bantuan disampaikan Indonesia terhadap WHO di Jenewa,” ujar Sekretaris Kemanusiaan Perserikatan Bangsa- korban gempa bumi di Haiti, melalui Pertama PTRI Jenewa, Achsanul bangsa (UN-OCHA) Catherine Bragg berbagai sidang PBB di Jenewa itu Habib. dalam Sidang UN-OCHA di Jenewa, memperkuat solidaritas masyarakat Menkes Endang Rahayu Swiss, menyampaikan penghargaan internasional dalam membantu Sedyaningsih dalam pidatonya terhadap Indonesia yang bersama Pemerintah dan rakyat Haiti yang menggarisbawahi sejumlah masyarakat internasional menjadi korban gempa bumi.nSmd 24 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 25.
    Stop Press Menkes menyerahkan panduan sertifikasi kematian kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Kendal Saintifikasi Jamu Berbasis Pelayanan Kesehatan dan Pengembangan Model Registrasi Kematian M enkes dr. Endang jamu melalui penelitian berbasis paliatif melalui penggunaan jamu. Rahayu Sedyaningsih, pelayanan kesehatan. Tujuannya Juga untuk meningkatkan kegiatan MPH, Dr.PH adalah untuk memberikan landasan penelitian kualitatif terhadap pasien meresmikan dua ilmiah (evidence based) penggunaan dengan penggunaan jamu. Selain peristiwa bersejarah jamu secara empiris melalui itu untuk meningkatkan penyediaan yaitu program Saintifikasi Jamu penelitian berbasis pelayanan jamu yang aman, memiliki khasiat dalam penelitian berbasis pelayanan kesehatan karena para dokter dan nyata yang teruji secara ilmiah, dan kesehatan dan Pengembangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah dimanfaatkan secara luas baik untuk Model Registrasi Kematian di 8 amat kuat keinginannya bersama pengobatan sendiri maupun dalam provinsi yakni Jawa Tengah, DKI ilmuwan/ akademisi mengangkat fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta, Lampung, Kalimantan Barat, jamu sebagai icon Sehat, Bersama Ruang lingkup saintifikasi jamu Gorontalo, Papua, Bali dan Nusa Rakyat. Mendorong terbentuknya meliputi upaya preventif, promotif, Tenggara Timur di Kendal, Jawa jejaring dokter atau dokter gigi rehabilitatif dan paliatif. Tengah (6/1/2010). dan tenaga kesehatan lainnya Sedangkan Registrasi Kematian Saintifikasi Jamu adalah upaya sebagai peneliti dalam rangka merupakan program 100 hari dan proses pembuktian ilmiah upaya preventif, promotif dan Kementerian Kesehatan bekerjasama No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 25
  • 26.
    Stop Press dengan Kementerian Dalam Negeri pemerintah untuk bersama-sama langsung, yang menurut pengalaman untuk memantapkan akurasi bergandeng tangan dengan sekitar 40% under reporting atau pengukuran angka kematian ibu, Pemerintah Daerah Kabupaten tidak dilaporkan dibandingkan angka kematian bayi serta umur Kendal dan Provinsi Jawa Tengah, dengan data sebenarnya. Untuk harapan hidup yang merupakan akademisi/profesi, peneliti dan mendapatkan angka kematian yang indikator program-program pengusaha yang tergabung dalam akurat dan penyebab kematian yang Millenium Development Goals GP Jamu serta seluruh rakyat Jawa tepat, diputuskan untuk beralih dari (MDG’s) yang disertai dengan Tengah untuk memajukan derajat survei langsung ke model statistik verifikasi sebab kematiannya. kesehatan masyarakat setinggi- vital lengkap dengan pencatatan Menkes dalam sambutannya tingginya” ujar Menkes. , penyebab kematian, baik kematian mengatakan, Provinsi Jawa Tengah Hal ini sekaligus untuk bersinergi ibu, kematian bayi, maupun kematian telah menunjukkan komitmen kuat menuju terwujudnya masyarakat umum lainnya. untuk menjadi pionir bagi program mandiri untuk hidup sehat secara Pengalaman di Kabupaten saintifikasi jamu. Suatu program baru berkeadilan yang merupakan visi Pekalongan dan Kota Solo Badan Penelitian dan Pengembangan Kemkes. Tradisi kerjasama dan menunjukkan kegiatan ini dapat Kesehatan Kemkes dengan sinergi dengan pelbagai pemangku dilakukan dan bisa di-”ekstrapolasi”- melibatkan Dinas Kesehatan Jateng, kepentingan ini sesuai dengan kan menjadi “life table” lengkap IDI beserta jajaran organisasi wilayah tagline/moto Kabinet Indonesia dengan penyebab kematian untuk dan kajian keseminatannya (Badan Bersatu II, yakni : Pro-rakyat, Inklusif, semua kelompok umur bahkan Kajian Kedokteran Tradisional dan Responsif (tanggap sesuai wilayah sampai menghitung umur harapan Komplementer yang terbentuk pada dan masalah) Efektif dan Bersih. hidup masyarakat setempat. Analisis Muktamar IDI XXVII 2009 Palembang), “Dengan dua bidang kepeloporan penyebab kematian untuk tiap kalangan universitas khususnya yakni saintifikasi jamu dalam golongan umur dapat dimanfaatkan Universitas Diponegoro serta pihak penelitian berbasis pelayanan untuk penajaman program intervensi pengusaha, yakni GP Jamu. kesehatan dan model registrasi di kabupaten/kota setempat, Menurut Menkes, Jawa Tengah, kematian, Pemerintah Provinsi Jawa sehingga diyakini efektifitas dan adalah tempatnya banyak pabrik Tengah terbukti berhasil membuat efisiensi program kesehatan bisa jamu besar dan gudangnya sekaligus kebijakan pro-rakyat yang responsif, semakin baik, kata Menkes. simbol dari eksisnya penjual jamu yakni dalam merajut secara inklusif Menkes mengharapkan dukungan tradisional yang ribuan jumlahnya. semua potensi bidang kesehatan Kementerian Dalam Negeri Hal ini harus diapresiasi, dilindungi terkait “, kata Menkes. dengan program Sistem Informasi dan ditingkatkan mutu jamunya. Administrasi Kependudukan (SIAK) “Jawa Tengah, juga lokasi satu- Registrasi Kematian yang dijalankan sehari-hari oleh satunya Balai Besar Tanaman Berkaitan dengan Model Pemerintah Daerah provinsi maupun Obat dan Obat Tradisional Registrasi Kematian, Menkes kabupaten/kota, bersama profesi Kemkes di Tawangmangu yang menyatakan, Badan Litbangkes terkait, termasuk para peneliti mengkoleksi ribuan tanaman obat Kemkes melalui para penelitinya kesehatan. tradisional yang berpontensi untuk telah berhasil membuat model Ditambahkan, dalam waktu dekat dikembangkan menjadi devisa Registrasi Kematian yakni simulasi akan dibuat Peraturan Bersama Negara. Jawa Tengah juga dikenal pengembangan model statistik vital antara Kemdagri dan Kemkes, agar sebagai sumber budaya nasional yang dilengkapi dengan pencatatan SIAK sebagaimana amanat UU No. yang merupakan puncak kearifan penyebab kematian di fasilitas 23 Tahun 2006 dapat diikuti dengan lokal (local genius) bangsa hingga pelayanan kesehatan. pencatatan penyebab kematian saat ini, ujar Menkes. ”Propinsi Jawa Tengah menjadi oleh tenaga kesehatan kompeten. Namun disayangkan di Jawa salah satu pionir program tersebut Secara bertahap model 8 provinsi Tengah pula merupakan lokasi dengan keberhasilan uji coba di yang telah disepakati direncanakan dimana jamu diproduksi secara Kabupaten Pekalongan dan Kota untuk disebar-luaskan ke seluruh gelap dengan mencampurkan bahan Solo. Uji coba ini bersama 7 provinsi kabupaten/kota se Indonesia, aktif obat yang dapat merugikan lainnya, yang dalam waktu dekat akan sehingga nanti semua kematian kesehatan rakyat. diterapkan di seluruh Indonesia” kata , yang tercatat dapat mendekati “Kedatangan saya ke Kabupaten Menkes. Selama ini, kata Menkes, 100%, angka yang lebih akurat Kendal Propinsi Jawa Tengah ini cara mendapatkan angka kematian dibandingkan dengan survey sebagai wujud keinginan kuat adalah dengan melakukan survey langsung.nSmd, pra, giri 26 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 27.
    Stop Press Menkes serahkan bantuan MP-ASI pada masyarakat di Cilincing Jakarta Posyandu Memberikan Kontribusi Besar dalam Pencapaian Cakupan Imunisasi K eberadaan Posyandu pelaksanaan imunisasi diukur Negara Pemberdayaan Perempuan sangat mendukung dengan pencapaian Universal Child dan Perlindungan Anak Ny. Linda dan mempunyai Immunization (UCI) Desa/Kelurahan, Agum Gumelar, Gubernur DKI kontribusi yang besar yang sampai saat ini baru mencapai Jakarta Fauzi Bowo dan Ketua Tim dalam pencapaian 68,2% dan target untuk tahun Penggerak PKK DKI Jakarta Ny. Tatiek tujuan pembangunan nasional. 2014 adalah 100% Desa/Kelurahan. Fauzi Bowo. Sebagai wadah pemberdayaan Upaya untuk pencapaiannya adalah Pada kesempatan tersebut, masyarakat dalam upaya preventif melalui Gerakan Akselerasi Imunisasi Menkes menyerahkan bantuan 1 dan promotif, keberadaan Posyandu Nasional-UCI (GAIN-UCI) yang salah ton makanan pendamping ASI juga memberikan kontribusi yang satunya adalah melalui Posyandu. (MP ASI) untuk Kota Jakarta Utara besar dalam pencapaian cakupan Hal itu disampaikan Menkes RI dr. secara simbolis diberikan kepada 2 imunisasi. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. anak bawah dua tahun penderita Hasil Riskesdas 20007 Dr.PH saat melakukan kunjungan gizi kurang, 10 unit pengolahan menunjukkan bahwa Posyandu kerja ke Posyandu Matahari I Rw 08 air minum rumah tangga untuk 4 merupakan sarana yang digunakan Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Posyandu dan 6 Usaha Kesehatan masyarakat untuk mendapatkan Jum’at, 8 Januari 2010. Turut serta Sekolah (UKS) Sekolah Dasar, pelayanan imunisasi. Keberhasilan dalam kunjungan kerja Menteri Hygiene kit / PHBS (berupa sabun, No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 27
  • 28.
    Stop Press odol, sikat gigi) sebanyak 200 paket Menkes saat untuk mendukung kegiatan UKS, 3 kunjungan kerja set peralatan pendidikan Hygienis di Cilincing sanitasi sekolah serta satu set Posyandu kit (berupa inkubator, stetoskop, dan timbangan berat badan). Menkes mengatakan Posyandu sebagai fokus pemberdayaan di masyarakat telah berkembang dengan pesat, baik dari segi kegiatan maupun sasarannya. Kegiatan posyandu awalnya fokus pada ibu hamil sampai anak usia 5 tahun untuk kepentingan generasi yang akan datang. Seiring meningkatnya usia harapan hidup (UHH) masyarakat Indonesia, maka perlu diperhatikan pula kesehatan Menkes juga menjelaskan masalah secara rutin melalui Pemberantasan generasi tua dengan harapan para kasus Demam Berdarah yang Sarang Nyamuk (PSN), ujar Menkes. lanjut usia dapat hidup sehat dan perlu diwaspadai, mengingat Hari ini bertepatan dengan Hari produktif. saat ini sudah memasuki musim Pemberantasan Sarang Nyamuk Menurut Menkes, kegiatan hujan. Berdasarkan data Riskesdas (PSN), DKI Jakarta dan beberapa preventif dan promotif tersebut 2007, kasus Demam Berdarah daerah, PSN dilakukan secara melibatkan sasaran sekolah-sekolah Dengue (DBD) menunjukkan hasil serentak oleh seluruh masyarakat melalui kegiatan Usaha Kesehatan yang mengkhawatirkan hampir dan Juru Pemantau Jentik melalui Sekolah (UKS). Kegiatan ini bertujuan ke seluruh Provinsi di Indonesia Gerakan Jum’at Bersih. untuk menanamkan pentingnya bahkan ditemukan di daerah yang Di akhir sambutannya, Menkes perilaku hidup bersih dan sehat sebelumnya tidak ditemukan kasus menyampaikan penghargaan yang baik bagi anak didik, guru maupun dan bukan daerah endemis DBD. setinggi-tingginya kepada Gubernur lingkungan sekolah. Jadi tidak hanya Saat ini masyarakat sudah DKI Jakarta, Tim Penggerak PKK baik pelatihan dokter kecil, tetapi juga mulai sadar dan waspada tentang Provinsi maupun Kota sampai ke menjaga lingkungan sekolah yang bahaya DBD, serta sadar pentingnya tingkat Kecamatan dan Kelurahan/ bersih dan sehat, perilaku hidup melakukan kegiatan pencegahan. Desa, khususnya kepada para kader bersih dan sehat siswa, guru maupun Beberapa tahun terakhir, masyarakat Posyandu, Tim Pembina UKS serta pengurus sekolah. bergerak aktif untuk melakukan semua pihak yang telah mendukung Pada kesempatan tersebut, pencegahan yang dilaksanakan dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan, sehingga Kunjungan kerja Menkes upaya promotif dan preventif bersama Gubernur DKI Jakarta untuk menciptakan agar balita dan Fauzi Bowo di Cilincing generasi penerus Indonesia menjadi tumbuh sehat dan cerdas serta masyarakat mandiri dapat terwujud. Menkes berharap semoga Posyandu, UKS maupun gerakan PSN dapat terus menjadi pencerminan pemberdayaan masyarakat untuk mampu mandiri hidup sehat, kepedulian terhadap sesama, ketegaran perempuan dalam berjuang untuk hidup sehat dan menjadi salah satu wahana menyehatkan bangsa.nSmd 28 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 29.
    Stop Press Meraka yang menjadi korban trafficking perlu mendapat perlindungan Butuh Tindakan Preventif Atasi Perdagangan Orang di Indramayu P erdagangan orang di pelarangan perdagangan orang Sementara itu, Menkokesra wilayah Kabupaten untuk eksploitasi seksual komersial memberikan apresiasi besar Indramayu, Jawa anak. ‘’Perda tersebut sebagai terhadap upaya yang dilakukan Barat, saat ini sudah landasan hukum pencegahan, oleh Pemda Indramayu terkait kasus memprihatinkan. Karena pelarangan dan rehabilitasi integrasi perdagangan orang. Menkokesra itu, upaya promotif dan preventif korban perdagangan orang,” kata menjelaskan bahwa kasus sangat dibutuhkan untuk mencegah Irianto. perdagangan orang tidak hanya perdagangan orang di Indramayu. Sebagai tindak lanjut adanya terjadi di Indramayu melainkan di ‘’Perdagangan orang di Indramayu perda tersebut, ujar Irianto, seluruh Indonesia. sudah memprihatinkan, baik yang pemerintah daerah telah melakukan ‘’Karena itu butuh dukungan dilakukan perorangan, sekelompok berbagai kegiatan diantaranya semua pihak dan lintas sektor, karena orang, maupun korporasi,’’ kata pembentukan satgas perdagangan perdagangan orang fenomenanya Bupati Indramayu Irianto Syaifuddin orang, pemulangan korban seperti gunung es,’’ ujar Menko di sela-sela kunjungan Menkokesra perdagangan orang, rehabilitasi, Kesra. Agung Laksono di Indramayu, pembentukan gugus tugas dan Dalam kunjungan tersebut, kemarin. rencana daerah serta melakukan Menkokesra didampingi pula Oleh karena itu, kata Irianto, penegakan hukum. Menteri Negara Pemberdayaan Pemerintah Kabupaten Indramayu Untuk mendukung kegiatan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan berbagai upaya tersebut, ujar Irianto, khususnya Linda Agum Gumelar dan Direktur untuk mengurangi kegiatan untuk merehabilitasi korban Jendral Bina Kesehatan Masyarakat perdagangan orang salah satunya perdagangan orang pihaknya juga Kementerian Kesehatan Budihardja dengan menerbitkan peraturan telah mendirikan trauma center yang serta Kepala Badan Koordinasi daerah (perda) nomor 14 tahun bersumber dari APBD tahun 2009 Keluarga Berencana Nasional 2005 tentang pencegahan dan sebesar Rp 300 juta. (BKKBN) Sugiri Syarief. No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 29
  • 30.
    Stop Press Kunjungan ke Indramayu Capaian kinerja program 100 hari Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah menembus angka 100 persen. Program yang dinilai berhasil itu menyangkut peningkatan kesehatan untukmempercepat Millenium Development Goals (MDG’s). Budihardja mengatakan, hingga hari ke-75 program peningkatan kesehatan sebagai ujung tombak program 100 hari Kemkes sudah berhasil direalisasikan di sejumlah daerah. ‘’Kita bisa rujuk di Indramayu Dirjen Bina Yanmedik dr Budihardja, dan Batang, sebagai dua wilayah MPH (kiri) mendampingi Menkokesra yang kita evaluasi pelaksanaan dalam kunjungan kerja di Indramayu program 100 hari tersebut,’’ ujarnya. Khususnya, Batang capaian kasus. Upaya kesehatan sekolah pencegahan dan penanggulangan program tersebut diantaranya, dari puskesmas dengan target perdagangan orang di Indramayu. peningkatan pembiayaan kesehatan 583 sekolah, capaian hingga 28 ‘’Ini ditunjukkan dengan untuk memberikan jaminas Desember 2009 mencapai 61,2 pembangunan trauma center yang kesehatan masyarakat (jamkesmas). persen atau 357 sekolah. juga dibiayai oleh APBD Indramayu,’’ Cakupan penerima jamkesmas Kemudian, kata Budihardja, di ujarnya. sampai tanggal 28 Desember 2009 kabupaten Batang (Jawa Tengah) Adapun, lanjut Menko Kesra, pada sebanyak 313.871 orang, total capaian pendataan ibu hamil di 2010, Bantuan Langsung Masyarakat dana Rp3.766.008.000 dan realisasi 248 desa hingga 28 Desember (BLM) PNPM Mandiri di Jawa Tengah Rp 2.186.743.019. Disamping itu, 2009 sudah mencapai 100 persen, mengalami penurunan yakni dari Rp dalam pemanfaatan puskesmas, dengan jumlah ibu hamil 4447 ibu. 1,243 triliun menjadi Rp 1,158 triliun, posyandu, bidan desa dan KB ‘’Data ini sangat penting, agar dapat untuk 29 kabupaten yang terdiri kesehatan reproduksi,’’ ujar Dirjen mengurangi angka kematian ibu dari 425 kecamatan. Sebelumnya, Bina Kesehatan Masyarakat Kemkes hamil,’’ ujarnya. pada 2009 BLM PNPM Mandiri di sela-sela kunjungan program Selanjutnya, ujar Budihardja, di diberikan untuk 29 kabupaten terdiri 100 hari Kemkes Budihardja ke kabupaten Batang juga pemberian dari 403 kecamatan. ‘’Jumlahnya Indramayu (Jabar) dan Batang biaya operasional Posyandu sudah yang diberikan ke kecamatan tetap (Jateng), kemarin. mencapai 100 persen dengan sama nilainya, namun cakupan Di Indramayu misalnya, lanjut target 1164 posyandu. ‘’Begitu pula kecamatannya dikurangi, karena Budihardja, Kemkes bersama untuk puskesmas perdesaan yang di kecamatan tersebut sudah departemen terkait lainnya telah diberikan gratis kepada masyarakat,’’ mengalami kemajuan,’’ ujar Menko membangun trauma center untuk katanya. Kesra. merehabilitasi korban trafficking. Dalam rombongan kunjungan Menko Kesra pun meminta, ‘’Di sisi lain, kami juga meminta ke Indramayu (Jabar) dan Batang agar pengelola BLM PNPM Mandiri puskesmas untuk melakukan sifat (Jateng) tersebut, hadir pula melibatkan kaum perempuan kuratif dan rehabilitatif terhadap pimpinan rombongan Menko minimal 25 persen dari penerima korban perdagangan di Indramayu,’’ Kesra Agung Laksono, Menneg BLM PNPM Mandiri. ‘’Alasannya, ujar Budihardja. Pemberdayaan Perempuan dan Anak menurut survey YLKI (Yayasan Di Kabupaten Batang Pemberian Linda Agum Gumelar, dan Kepala Lembaga Konsumen Indonesia), biaya operasional posyandu dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana kaum perempuan dinilai bisa target 1.164 posyandu mencapai Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief. mengentaskan kemiskinan dengan sasaran 100 persen hingga tanggal Pada kesempatan itu, Menko mengelola BLM PNPM Mandiri,’’ 28 Desember 2009.Penanganan Kesra mengatakan pihaknya ujarnya. n kasus gizi buruk oleh kader mengapresiasi segala upaya yang posyandu capaian sampai tanggal dilakukan pemkab Indramayu terkait 28 Desember 2009 mencapai 35 30 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 31.
    Stop Press Seluruh Puskesmas AkanDapat BOK M enkes dr.Endang Secara khusus pemberian bantuan memberdayakan Puskesmas dalam Rahayu Sedyaningsih, ini untuk menurunkan angka memberikan pelayanan kesehatan MPH.Dr.PH secara kematian ibu saat melahirkan, angka kepada masyarakat. Menurutnya, bertahap akan kematian bayi dan meningkatkan program ini sangat dibutuhkan memberi bantuan pelayanan kesehatan masyarakat. khususnya puskesmas di daerah. operasional kesehatan ( BOK) kepada Selama ini, memang masih Lebih lanjut Kristina, mengatakan puskesmas yang menjadi ujung dikeluhkan terbatasnya biaya program BOK yang baik ini harus tombak terdepan dalam pelayanan operasional untuk pelayanan dimonitoring pelaksanaannya, kesehatan masyarakat. Pemberian kesehatan di Puskesmas. Sementara, sehingga dapat mencapai target bantuan tersebut sebesar Rp 1,5 pendanaan yang disiapkan oleh yang diinginkan. Oleh sebab itu triliun kepada 8.500 Puskemas di APBN tidak mencukupi. Sedangkan setiap tahun juga harus dilakukan seluruh Indonesia. Program BOK Pemerintah Daerah terkadang evaluasi untuk melihat apakah diharapkan dapat meningkatkan kurang memberi prioritas kepada penyaluran bantuan tepat sasaran derajat kesehatan masyarakat miskin. biaya operasional Puskemas melalui atau tidak dalam membantu Dari 8.500 Puskesmas di dana APBD. operasional Puskesmas. Indonesia, setiap Puskemas Dengan adanya program BOK Kini, masyarakat miskin sangat mendapat bantuan dana sebesar ini, diharapkam Pemda setempat mengaharapkan perubahan layanan Rp 10 juta tiap bulan. Dana bantuan memberikan subsidi kepada kesehatan yang lebih baik. Melalui hanya diperuntukan sebagai puskesmas sehingga terjadi sinergi program BOK ini masyarakat dapat pendukung kegiatan operasional pelayanan. Dengan demikian menikmati pelayanan kesehatan Puskesmas, bukan untuk pengadaan masyarakat akan dapat segera yang memadai. Hal ini juga diamini alat kesehatan dan sejenisnya. Bukan merasakan kualitas pelayanan artis dan presenter Tessa Kaunang. pula untuk membayar gaji karyawan kesehatan yang diberikan Menurut dia, program kesehatan Puskesmas. puskesmas. masa lalu harus terus ditingkatkan, Untuk tahap pertama, Kementerian Kepala Unit Pelaksana Teknis sehingga keluhan masyarakat Kesehatan melalui program ini Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi terhadap ketidakpuasan pelayanan mencanangkan 300 Puskemas sebagai drg Mitra Kristina, menyambut kesehatan berkurang. npra uji coba awal di wilayah Jawa, Bali, baik program BOK untuk Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua. Tujuan uji coba ini untuk mengetahui seberapa besar dana operasional yang dibutuhkan setiap Puskesmas, sehingga kegiatan pelayanan kesehatan lebih optimal. Dengan demikian sebagian besar pasien dapat dilayani di puskesmas secara tuntas dan sisanya yang tidak dapat ditangani dirujuk ke rumah sakit. Untuk tahap nasional, Kementerian Kesehatan baru akan memulai memberi dana BOK pada tahun 2011-2014. Dana tersebut berasal dari Block Grand dan APBN. Salah satu Puskesmas di Jayapura No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 31
  • 32.
    Peristiwa Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan B anyak masalah kesehatan yang Daerah Tertinggal adalah sebanyak 183 kabupaten mengiringi pembangunan kesehatan di (tidak termasuk kabupaten pemekaran) yang diukur Indonesia. Mulai dari masalah baru yang dari dimensi sosial-ekonomi masyarakat, dengan muncul belakangan ini, juga masih ada indikator: tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, masalah lama yang muncul kembali. pendapatan perkapita, tingkat kemiskinan, dan Uniknya, masalah itu hadir di berbagai tingkat pengangguran; daerah di Indonesia, tapi ada juga 3. Hasil Riskesdas memungkinkan untuk mediagnosa yang merata secara umum di seluruh wilayah. Itu semua besaran masalah kesehatan pada tingkat kab/kota memerlukan penanggulangan secara komprehensip yang paling tertinggal di bidang kesehatan, diukur oleh Kementerian Kesehatan bersama masyarakat. dengan IPKM (Indeks Pembangungan Kesehatan Seluruh masalah itu kemudian dikelompokkan dalam Masyarakat). Dengan demikian, dapat diketahui program yang dikenal dengan “penanggulangan daerah daerah kab/kota mana yang paling tertinggal di bermasalah kesehatan ( PDBK)” Apa saja kriterianya dan . bidang kesehatan, berdasarkan peringkat kab/kota apa saja masalah yang menjadi prioritas?. tersebut. Selanjutnya, melalui besaran masalah pada IPKM dengan menggunakan setiap variabel dan Pengertian daerah bermasalah dengan cara menghitung jumlah penduduk yang kesehatan (DBK) bermasalah berdasarkan proporsi/prevalensinya dapat diungkap berbagai prioritas masalah yang Apa pengertian daerah bermasalah kesehatan. memerlukan intervensi. Kemudian Alternatif Pengertian tersebut tidak perlu dipertentangkan, karena intervensi dapat dirumuskan bersama antara tim saling melengkapi, sehingga memberi pengertian yang dengan kab/kota ybs. Perumusan model intervensi utuh tentang daerah bermasalah kesehatan dan upaya yang spesifik lokal dilakukan bersama antara tim penanggulangannya. Adapun pengertian DBK sebagai PDBK dengan pengelola program setempat. berikut: 1. Daerah bermasalah kesehatan adalah keadaan atau Kriteria Penanggulangan DBK derajat kesehatan wilayah kabupaten / kota yang Untuk menanggulangi daerah bermasalah kesehatan, digambarkan melalui: a) Hasil Riset Kesehatan Dasar ada 4 kriteria yang menjadi dasar yaitu besaran masalah, (Riskesdas) atau Survei Sosial Ekonomi Nasional tingkat keparahan, tingkat kesegeraan dan tingkat (Susenas) dengan pendekatan Indek Pembangunan kemampuan mengatasi masalah kesehatan, secara rinci Kesehatan Masyarakat (IPKM, 20 indikator komposit); sebagai berikut: b) Wilayah menurut Kementerian Daerah Tertinggal, 1. MAGNITUDE, yaitu besaran masalah atau risiko yang c) IPM (Indeks Pembangunan Manusia, Depdagri), terjadi. Misalnya, prevalensi gizi kurang 18,4%, AKB, dan d) Indeks Kemiskinan (BPS) prevalensi diare, kemudian dikonversi menjadi angka 2. Jumlah Daerah Tertinggal menurut Kementerian absolut (jumlah populasi) di setiap wilayah. Tingkat 32 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 33.
    Peristiwa Masyarakat bangga dengan kartu Jamkesmas depan, biaya, evaluasi dan kondisi spesifik lokal. Prioritas masalah DBK Dalam menanggulangi daerah bermasalah kesehatan, telah ditetapkan prioritas masalah kesehatan seperti tercermin pada status kesehatan IPKM yang meliputi: • Masalah gizi antara lain; Balita bergizi buruk dan Kampanye kurang, balita pendek. cuci tangan • KIA-Pelayanan kesehatan, meliputi pertolongan per- pakai sabun salinan, KN-1, imunisasi dan penimbangan. • Penyakit meliputi: malaria, TB, diare, pneumoni, hiper- kemiskinan, seperti 3 kluster (18%, 18-36%, 36% tensi, asma, mental dan penyakit gigi-mulut. populasi). • Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) meliputi pro- 2. SEVERITY , yaitu tingkat keparahan kasus. Misalnya gram berhenti merokok dan cuci tangan pakai sabun. kasus gizi kurang, akan menimbulkan masalah • Kesehatan lingkungan meliputi: Sanitasi lingkungan dikemudian hari jika tidak segera ditangani, seperti dan akses air bersih. sakit, meninggal, cacat, dll • Masalah SDM meliputi; rasio dokter terhadap pendu- 3. URGENCY, yaitu tingkat kesegeraan dalam duk, rasio bidan terhadap penduduk. mengatasinya. Bila tidak segera ditangani, dan dicegah akan menimbulkan dampak buruk Selain itu, khusus untuk daerah perbatasan dapat dikemudian hari. Misalnya, gizi buruk dan kurang dirumuskan kesenjangan kesehatan dengan daerah akan menurunkan tingkat kecerdasan anak; di negara tetangga dan kabupaten lainnya di propinsi imunisasi, diare, dll yang berkontribusi pada angka tersebut, kemudian dirancang intervensi yang harus kematian bayi (AKB). dilakukan untuk mengatasi kesenjangan tersebut, baik 4. MANAGEABILITY: Upaya kita dalam mengatasi jangka pendek maupun jangka panjang. derajat kesehatan, dengan dukungan ketersediaan Disisi lain, terlihat jelas adanya “transisi epidemiologis” sumberdaya, sarana/prasarana, teknologi, SDM lini masalah kesehatan ganda yang tercermin yaitu pada 91 No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 33
  • 34.
    Peristiwa daerah perkotaan yang didominasi oleh penyakit tidak Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. menular (PTM) seperti asma, tensi, kesehatan mental, gilut (gigi-mulut) dengan akses yankes, air bersih dan Mekanisme pemanfaatan BOK sanitasi yang lebih baik. Sebaliknya, di 349 kabupaten Mekanisme pemanfaatan BOK oleh puskesmas didominasi oleh penyakit utama pada KIA, Gibur-kur, setelah Rencana Kegiatan Bulanan (RKB) yang disusun Kesling, dan penyakit menular (TBC, Malaria). Rasio melalui Lokakarya Mini, sudah disetujui oleh Kepala dokter kota: kab adalah 1: 2844 vs 1: 8180 dan rasio bidan Dinas Kesehatan Kabupaten. RKB harus mencerminkan 1: 2871 vs 1: 2024 (PODES 2008). seluruh kegiatan puskesmas dengan dukungan seluruh dana dari berbagai sumber dana (APBN, APBD, Lain-lain) Penanggulangan DBK sehingga terhindar dari duplikasi anggaran/ pembiayaan. Diantara penanggulangan daerah berbahaya Juga seluruh kegiatan puskesmas dan jaringannya, kesehatan yaitu dengan menyediakan biaya operasional termasuk bidan di desa. bagi kegiatan di setiap Kabupaten / Kota melalui Rencana kegiatan bulanan disampaikan kepada Puskesmas baik untuk meningkatkan pelayanan kepala dinas kesehatan kabupaten/ kota bersamaan kesehatan, terutama pelayanan luar gedung dan dengan penyampaian laporan pelaksanaan pelayanan kegiatan di dalam gedung, agar dapat ditingkatkan bulanan (bulan lalu), untuk memperoleh persetujuan. pencapaian sasaran sesuai isu strategis 2 yaitu Berdasarkan persetujuan kepala dinas kesehatan Kab- meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, Kota tersebut, puskesmas mencairkan dana, khusus terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis untuk bagian kegiatan dengan sumber dari dana BOK. bukti; dengan pengutamaan pada upaya promotif dan Kepala puskesmas melakukan koordinasi pelaksanaan preventif. Disamping isu strategi 3 yaitu Meningkatkan RKB dengan pihak terkait. pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk BOK hanya digunakan untuk kegiatan operasional yaitu; mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional. transportasi petugas kesehatan, membeli bahan habis Untuk meningkatkan keterjangkauan pelayanan, pakai / obat / bahan makanan untuk tindakan pelayanan ditanggulangi melalui peluncuran biaya operasional termasuk pemeriksaan laboratorium, honorarium, jasa kesehatan (BOK). Sesuai hasil Riskesdas akan menjadi petugas / tenaga masyarakat untuk tindakan pelayanan acuan dalam menentukan besaran BOK disetiap dan pelatihan tenaga kesehatan di kabupaten. wilayah Kabupaten/kota. Khusus alokasi di setiap Sedangkan kegiatan pendukung yang memerlukan puskesmas, ditentukan atas dasar perencanaan mikro dana BOK yaitu alat peraga / alat bantu / bahan model yang dikoordinir oleh Dinkes Kabupaten/Kota. Dengan untuk penyuluhan kesehatan, alat kesehatan pendukung demikian, besaran biaya yang akan diterima setiap tindakan pelayanan, pelatihan petugas, penugasan bidan puskesmas akan berbeda sesuai dengan indikator IPKM lintas daerah, perjalanan dalam rangka bimbingan teknis di setiap kabupaten/kota terkait. propinsi ke kabupaten, kabupaten ke puskesmas dan Disamping itu, penetapan alokasi besaran BOK, per- puskesmas ke desa. kabupaten/kota disesuaikan dengan angka kondisi derajat kesehatan masyarakat (IPKM). Semakin besar Mekanisme pertanggung jawaban masalah kesehatan, semakin tinggi dana BOK. Jika Kepala puskesmas bertanggung jawab atas penggunaan dipadukan dengan angka tingkat kemahalan/kesulitan dana BOK di wilayah kerjanya. Kepala puskesmas suatu kabupaten termasuk daerah perbatasan, maka menetapkan bendahara pengelola BOK. Bendahara semakin tinggi angka kemahalan, semakin besar dana BOK. pengelola BOK menerima / mengambil dana BOK dari Demikian pula, jika angka kemiskinan tinggi, maka semakin kantor pos, setelah disetujui oleh kepala puskesmas yang besar dana BOK-nya. Sedangkan angka-angka determinan memberikan persetujuannya berdasarkan rencana kerja tersebut tersedia pada tingkat kabupaten/kota. bulanan hasil lokakarya mini puskesmas. Khusus besaran BOK per-puskesmas dihitung dari Setiap pengambilan dana sebanyak-banyaknya alokasi per-Kabupaten /kota dengan memperhatikan lima hari pelaksanaan kegiatan, jika atas alasan jarak variasi antar daerah/kecamatan wilayah kerja. Oleh sebab pengambilan menyebabkan mengambil untuk kegiatan itu, kabupaten / kota harus memiliki data IPKM per- lebih dari lima hari, maka harus atas persetujuan kepala wilayah kerja puskesmas. Sedangkan penetapan alokasi puskesmas dengan pengamanan dana yang memadai. per-kabupaten / kota ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Bendahara membayarkan kepada para pelaksana Untuk penetapan alokasi per-puskesmas oleh Kepala kegiatan sebagaimana tercantum dalam RKB- 34 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 35.
    Peristiwa Lokmin. Bendahara mencatatsemua penerimaan dan dapat menjadi ujung tombak bagi penurunan indikator pengeluaran, meminta untuk disimpan semua bukti kesehatan. Dengan demikian, dinkes kab / kota lebih pembayaran, membuat laporan keuangan kepada kepala berfungsi sebagai ‘steering’ membantu puskesmas yang puskesmas untuk digunakan oleh kepala puskesmas kekurangan tenaga, misalnya dengan detasering dari membuat Laporan sebagai bagian dari Realisasi RKB- kabupaten lain di provinsi yang bersangkutan. Lokmin. Untuk mendukung meningkatkan kapasitas SDM Laporan kepala puskesmas atas pelaksanaan RKB- kesehatan, perlu pengaturan mendayagunakan tenaga Lokmin bulan lalu akan menjadi bahan pertimbangan lintas kabupaten/kota bagi propinsi/kab/kota yang kepala dinas kesehatan Kab/Kota dalam Menyetujui memiliki kabupaten dengan ‘stok’ tenaga cukup untuk RKB-Lokmin bulan depan. Semua dokumen RKB-Lokmin se-propinsi, tetapi tidak cukup untuk semua kab/kota. dan dokumen keuangan disimpan di puskesmas sebagai Perlu juga pengaturan dan insentif penempatan tenaga dokumen yang siap diaudit sesuai ketentuan. kesehatan non-pemerintah ke desa yang masih ada ‘stock’ tenaga kesehatan / bidan yang tidak terserap oleh formasi, Meningkatkan kapasitas SDM tetapi bersedia bertugas ke kab/ kota yang membutuhkan, Selain menyalurkan BOK, peningkatan SDM kesehatan lintas propinsi/ lintas kab-kota dan lintas kecamatan. menjadi bagian penting dalam penanggulangan daerah Pengaturan dan perlindungan bagi pelaksanaan bermasalah kesehatan. Perlunya peningkatan kapasitas tugas tambahan di desa (tenaga kesehatan / bidan SDM kesehatan secara berkala melalui pelatihan dan akan melaksanakan berbagai kegiatan sesuai masalah pengkayaan sesuai dengan kebutuhan lokal. kesehatan lokal, yang seringkali melewati batasan hukum Dinas kesehatan provinsi / kabupaten / kota / regulasi. Disamping itu, perlu memberi apresiasi bagi diharapkan melakukan koordinasi seluruh tenaga SDM kesehatan di desa, termasuk harus dirumuskan pola kesehatan di wilayahnya sebagai satu team-work, ‘penghargaan’ bagi tenaga kesehatan pasca penugasan hingga tingkat puskesmas, termasuk tenaga masyarakat. khusus, yang berkait dengan ‘kesejahteraan’.lPra Diharapkan bidan dan perawat sebagai SDM kesehatan B ilqis Anindya Passa (17 bulan) seperti anak balita pada umumnya. Kalaupun ada yang membedakan, putri pasangan Dewi Farida (37 th) dan Doni Ardianta Passa ( 33 th) adalah kondisi fisiknya yang makin melemah dan kulitnya hitam, matanya berwarna kuning dan perutnya mengembung. Ia didiagnosis oleh dokter menderita penyakit atresia bilier atau saluran empedu tidak terbentuk/tidak berkembang secara normal dua minggu setelah lahir. Atresia bilier merupakan penyakit langka yang jarang diderita kebanyakan bayi di Indonesia. Kasusnya satu dibanding 15.000 bayi lahir. Akibat penyakitnya itu, Bilqis merasa selalu gatal karena darah yang mengalir Bilqis Menunggu di tubuhnya terkontaminasi berbagai racun. Karena organ hatinya tidak lagi Keajaiban Cangkok Hati berfungsi normal, racun itu tidak bisa dinetralkan oleh empedu. Selain itu, terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke Di Rsup Doktor Kariadi kandung empedu yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Karena itu, ia harus No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 35
  • 36.
    Peristiwa menjalani operasi transplantasi Masyarakat (cangkok) hati. berpartisipasi Sejak Bilqis lahir 20 Agustus 2008, mengumpulkan sudah ratusan juta rupiah yang dana untuk Bilqis dikeluarkan untuk pengobatan sang bayi. Anak kedua pasangan Dewi Farida dan Doni Ardianta, menghabiskan 60 persen waktunya di rumah sakit. Ia telah menjalani prosedur kasai pada usia 50 hari. Prosedur kasai adalah operasi untuk memotong saluran yang menghubungkan hati ke usus. Dr. Hanifah Oswari, Sp. A (K), dokter yang menangani Bilqis di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta mengatakan, pada sejumlah pasien tindakan medis ini berhasil memperpanjang kerja hati sehingga pasien bisa berumur puluhan tahun tanpa cangkok hati. Pada kasus Bilqis, prosedur kasai tidak berfungsi lama. Kerja hati Bilqis sudah memburuk sehingga cangkok hati harus segera dilakukan. Menurut dr. Hanifah Oswari, Sp. ”Umumnya, pasien datang ke dari hati dan mengangkut garam A (K), jumlah penderita atresia bilier rumah sakit dalam kondisi yang empedu yang diperlukan untuk yang ditangani RSCM pada tahun sudah buruk, yakni saat bayi berusia mencerna lemak di dalam usus halus. 2002-2003, mencapai 37-38 bayi atau lebih dari dua bulan. Selain itu, Pada atresia bilier terjadi 23 persen dari 162 bayi berpenyakit orangtua bayi berasal dari keluarga penyumbatan aliran empedu dari kuning akibat kelainan fungsi hati. tidak mampu sehingga tak bisa hati ke kandung empedu. Hal ini bisa ”Yang dialami Bilqis cuma menyediakan uang yang cukup menyebabkan kerusakan hati dan satu dari banyak kasus serupa di untuk cangkok hati,” ucap Hanifah. sirosis hati, yang jika tidak diobati Indonesia. Sebagian besar bayi Jumlah bayi atresia bilier yang bisa berakibat fatal. penderita atresia bilier akhirnya tidak dibawa ke RSCM merupakan Atresia bilier terjadi karena tertolong lantaran tidak punya biaya sebagian saja karena ada bayi yang adanya perkembangan abnormal untuk cangkok hati” ujar dr. Hanifah. , tidak sempat dibawa ke rumah sakit. dari saluran empedu di dalam Konsultan penyakit hati pada Dr. Hanifah mengatakan, hingga maupun diluar hati. Tetapi penyebab anak di RSCM ini mengatakan, saat ini kasus atresia bilier masih terjadinya gangguan perkembangan cangkok hati kala itu belum bisa terus dijumpai di RSCM. Namun, saluran empedu ini tidak diketahui. dilakukan di Indonesia. Sementara solusi cangkok hati belum banyak Atresia bilier ditemukan pada 1 cangkok hati di luar negeri diambil pasien lantaran biaya yang dari 15.000 kelahiran. membutuhkan biaya miliaran rupiah, dibutuhkan tidak sedikit. Bilqis, Gejala biasanya timbul dalam ujarnya kepada wartawan. menurut Hanifah, adalah puncak waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu Pasien hanya bisa menjalani gunung es kasus atresia bilier di berupa air kemih bayi berwarna prosedur kasai atau penyambungan Indonesia. gelap, tinja berwarna pucat, kulit usus ke hati. Prosedur kasai bisa berwarna kuning, berat badan tidak membuat sebagian pasien berumur Penyakit Atresia Bilier bertambah atau penambahan berat panjang. Namun, fungsi hati pada Atresia Bilier adalah suatu badan berlangsung lambat, hati sebagian pasien lainnya semakin keadaan dimana saluran empedu membesar. memburuk. Saat kondisi mulai tidak terbentuk atau tidak Pada saat usia bayi mencapai 2-3 memburuk inilah, dibutuhkan berkembang secara normal. bulan, akan timbul gejala berikut cangkok hati seperti yang akan Fungsi dari sistem empedu adalah gangguan pertumbuhan, gatal-gatal dilakukan kepada Bilqis. membuang limbah metabolik , rewel, tekanan darah tinggi pada 36 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 37.
    Peristiwa vena porta (pembuluhdarah yang mereka melakukan cangkok hati. 13.30 Bilqis tiba di RSUP Dr. Kariadi mengangkut darah dari lambung, didampingi kedua orang tuanya dan usus dan limpa ke hati). Kementerian Kesehatan keluarganya. Di RS ini Bilqis akan ditangani tim dokter dari berbagai ulurkan bantuan Ibu yang ulet Mendengar kegalauan orang keahlian. Tim akan dipantau oleh Dewi Farida juga seperti ibu-ibu ahli medis dari National University tua Bilqis, Dewi dan Doni, Dirjen pada umumnya yang mendambakan Hospital Singapura yang telah Bina Pelayanan Medik Kementerian buah hatinya tumbuh dan berpengalaman menangani kasus Kesehatan memberikan solusi berkembang menjadi anak yang serupa lebih dari 200 kasus. dengan memberikan rekomendasi sehat dan cerdas. Tetapi apa daya, Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi operasi cangkok hati Bilqis di RSUP anaknya nomor dua mempunyai dr. Hendriani Selina, Sp. A (K) Dr. Kariadi Semarang. Rekomendasi kelainan bawaan sejak lahir. Sekali mengatakan, biaya operasi pasien ini didasari pengalaman RS milik dalam sebulan, Bilqis harus dirawat akan dibantu pemerintah. Estimasi Kementerian Kesehatan di Jawa di rumah sakit. Bilqis dirawat 16 hari biaya diperkirakan mencapai ratusan Tengah itu yang berhasil melakukan pada Desember tahun lalu dan 16 juta rupiah. ” Pihak rumah sakit cangkok hati terhadap seorang hari pada Januari 2010. mendapat kepercayaan dan amanah, bayi laki-laki Ulung Hara Utama (15 Hampir semua perawatan jadi kami minta doa kepada seluruh bulan) pada 1 Oktober 2006. Tim dilakukan di unit perawatan intensif masyarakat agar operasi yang akan dokter RSUP Dr. Kariadi Semarang (ICU). Mendapati kenyataan bahwa dilakukan berjalan sukses, ujar dr. yang dipimpin dr. Yulianto, Sp.BA buah hatinya harus dilakukan Hendriani. berhasil melakukan operasi cangkok cangkok hati, padahal dana yang Salah satu anggota Tim operasi hati selama 13 jam. dimilikinya sudah menipis. cangkok hati RSUP Dr. Kariadi, Prof. dr. Untuk menindaklanjuti Sampai kemudian pada 25 Age Soemantri mengatakan kondisi rekomendasi itu, Kementerian Januari, Dewi mulai berpikir Bilqis membutuhkan penanganan Kesehatan tanggal 2 Februari 2010 mengumpulkan koin untuk biaya cepat dan tepat. Kendati begitu, mengirimkan Tim yang terdiri unsur- cangkok hati anak keduanya itu. Ide operasi akan dilaksanakan setelah unsur Ditjen Bina Pelayanan Medik, ini terinspirasi ketika Prita Mulyasari melewati beberapa pemeriksaan Pusat Pembiayaan dan Jaminan berhasil mengumpulkan koin untuk penunjang diantaranya berat badan Kesehatan (Pengelola Program membayar hukuman denda ketika ideal, magnetic resonance imaging Jamkesmas) dan Pusat Komunikasi kalah berperkara dengan sebuah RS (MRI), dan kajian sejauh mana organ- Publik berkunjung ke rumah orang di Tangerang. organ lain jika menerima donor hati. tua Bilqis di Sentiong Jakarta Pusat. Di rumahnya di Jalan Kramat Artinya, sebelum dioperasi, Bilqis Dalam pertemuan dengan kedua Sentiong, Gang Mesjid No. E 87 F, harus dipastikan telah terbebas dari orang tua Bilqis, Tim menyampaikan RT 07/06 Kramat Sentiong, Senen berbagai virus, seperti hepatitis A, B, pesan Menteri Kesehatan dr. Jakarta Pusat, ia memasang poster C, Epstein-Barr Virus (EBV), torch dan Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH bertuliskan ” Koin Cinta Bilqis, A Liver sebagainya. bahwa Kementerian Kesehatan siap to Live Forever” Selain itu, bersama . Bilqis ditempatkan di ruang membantu biaya operasi Bilqis di adiknya Fahrur Jehan Syatah (28 Merak, di lantai 2. Untuk menjaga RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selain itu th), Dewi membuka akun facebook kondisi Bilqis supaya tetap stabil, Kementerian Kesehatan juga telah dengan nama Koin Cinta Bilqis. ” pihak rumah sakit hanya membatasi menghubungi pihak RSUP Dr. Kariadi Kami undang teman-teman untuk keluarga terdekat saja yang boleh Semarang dan menyatakan telah siap bergabung di Facebook ini” ungkap , menengok. dan akan menyediakan jemputan di Fahrur. Dari pemeriksaan awal Tim Medis Bandara Ahmad Yani Semarang. Namun, berkat bantuan media RSUP Dr. Kariadi, Bilqis mempunyai Usai bersilaturahmi dengan kedua massa yang memberitakan kasus ini golongan darah AB, sedangkan orang tua Bilqis, Tim Kementerian sekaligus kebutuhan uang dalam ibunya, Dewi Farida mempunyai Kesehatan memperoleh kepastian jumlah besar untuk cangkok hati, golongan darah A. Adapun ayahnya, Dewi dan Doni telah siap mebawa koin Bilqis makin berisi. Banyak Doni Ardianta Passa, bergolongan anaknya ke RSUP Dr. Kariadi pihak bersimpati, para tetangga tahu darah B. Salah satu Tim Cangkok Semarang. penyakit Bilqis. Donasi untuk Bilqis Hati, dr. Hirlan memaparkan risiko bahkan sudah mencukupi untuk penolakan jaringan sangat besar kebutuhan biaya operasi, membuat Dirawat di ketika memaksakan transplantasi kedua orang tua Bilqis semakin RSUP Dr. Kariadi. hati dari donor yang berbeda mantap untuk membawa anak Tanggal 3 Februari 2010, pukul golongan darahnya. Reaksi No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 37
  • 38.
    Peristiwa penolakan bisa ditandai dengan Utusan Menkes tingginya suhu badan, naiknya mengunjungi rumah enzim-enzim hati maupun Bilqis di Kramat meningkatnya sel darah putih. Sentiong, Jakarta Tim masih akan terus memeriksa ulang, setelah itu nanti baru ditentukan untuk mencari donor lain ataukah tetap dengan donor dari salah satu orang tuanya dengan risiko yang dihadapi, ujar dr. Hirlan. Tim cangkok hati RSUP Dr. Kariadi, akhirnya memutuskan Dewi Farida, ibunda Bilqis menjadi pendonor hati bagi anaknya. Meski demikian, pelaksanaan operasi masih belum ditentukan. Manurut dr. Hirlan, salah satu anggota tim cangkok oleh Tim Medis RSUP Dr. Kariadi pendarahan yang berakibat fatal, hati, setelah melalui penelitian dan Semarang untuk kesuksesan ujar dr. Yulianto. diagnosis, timnya telah mampu operasi Bilqis. Operasi cangkok hati Hingga kini persiapan operasi mengatasi perbedaan golongan yang akan dilakukan, diperkirakan cangkok hati Bilqis Anindya Passa darah antara Dewi Farida dan Bilqis. tanpa transfusi darah. ” Kami akan mendekati tahap akhir. Tim Medis ”Masalah tersebut bisa kami melakukannya dengan pisau khusus Cangkok Hati memastikan kondisi atasi karena ada obat khusus untuk yang mampu mencegah terjadinya Dewi Farida dan Bilqis selaku itu. Golongan darah hanya salah pendarahan hebat saat proses calon pendonor dan penerima satu faktor. Yang terpenting adalah operasi ” kata Ketua Tim Cangkok , transplantasi hati terus menunjukkan pendonornya sehat” kata dr. Hirlan. , Hati dr. Yulianto Suwardi. hasil yang menggembirakan. Bahkan, Tim medis terus memantau Ia mengatakan, pisau operasi tim medis sudah menyatakan kondisi kesehatan Bilqis dan yang dinamakan Harmony Scalpel keduanya secara umum sudah siap Farida untuk persiapan cangkok itu merupakan alat khusus untuk untuk menjalan operasi cangkok hati, hati tersebut. Tim medis menjaga operasi yang sulit. Hingga saat ini, jika berat badan (BB) Bilqis sudah kemungkinan adanya virus ebstein kata dr. Yulianto, RSUP dr. Kariadi memenuhi persyaratan minimum 9 yang membahayakan saat operasi telah memiliki dua unit pisau itu. kg. ” Tim operasi cangkok hati tinggal dilaksanakan. Tim medis sudah ”Harga alat tersebut cukup mahal, menunggu BB ideal untuk menjalani mengirim sampel darah dua orang mencapai Rp 500 juta, namun operasi transplantasi ini” kata Prof. , tersebut ke Amerika Serikat untuk penggunaan Harmony Scalpel dapat dr. Ag. Soemantri. Semoga operasi memeriksanya. menekan risiko yang ditimbulkan cangkok hati Bilqis berhasil sukses.n Segala upaya telah dilakukan dari proses operasi seperti Smd, dari berbagai sumber Kasus Ummi Bisa Menjadi Pelajaran P residen Susilo Bambang Yudhoyono Presiden memberikan pernyataan itu di depan meminta agar penderitaan Ummi Istana Negara, Jakarta (22/1). Mendengar kondisi Ummi, Darmianti, 12 tahun, menjadi bagian Presiden berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan dari pendidikan masyarakat guna lebih Endang R. Sedyaningsih dan Kepala Dinas Kesehatan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang Prov. Sulawesi Barat Ahmad Aziz. Kepada Menkes dan disediakan oleh Negara. Di sisi lain, Kepala Dinas, Presiden berpesan agar Ummi segera pemimpin hingga tingkat desa perlu mendapat perawatan medis sebaik-baiknya. lebih memperhatikan kondisi masyarakatnya. ”Saya mendapat penjelasan kenapa tubuh Ummi 38 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 39.
    Peristiwa dikerubuti ulat. Itukarena selama ini Ummi menjalani pengobatan pada dukun di kampungnya selama kurang lebih dua tahun, setelah tidak kunjung sembuh bahkan lukanya dikerubuti ulat baru dibawa ke rumah sakit Mamuju ” . Presiden memandang kasus Ummi merupakan pelajaran penting bagi masyarakat. ” Kasus seperti ini karena kurang terbuka ketika mengalami sakit, bahkan Puskesmas atau rumah sakit setempat sering tidak tahu. Sering pula keluarga hanya dibawa berobat ke dukun dan penjelasannya kepada Puskom langsung mencari pengobatan non diberikan ramuan daun-daunan. Bisul Kementerian Kesehatan, dr. medis. Setelah keadaannya tidak tidak kunjung sembuh bahkan pecah Titin mengatakan pasien Ummi, membaik baru dibawa ke rumah menjadi luka-luka dan melebar ke didiagnosa menderita abses dan sakit ” ujar Presiden. , dada kanan dan leher kanan. suspek Limfadenitis sejak 2 tahun Presiden meminta jajaran Pada tanggal 14 Januari 2010 yang lalu. Saat ini kondisinya Kementerian Kesehatan dan dengan bantuan Kepala Desa jauh lebih baik setelah mendapat pemerintah daerah terus bersama Tantenya, Ummi dibawa perawatan di RSUD Mamuju menggiatkan pendidikan masyarakat berobat ke Puskesmas Tabulahan dibandingkan pada saat pertama agar berobat ke instansi yang yang berjarak 6 km dari rumahnya. kali datang di rumah sakit tersebut dipunyai negara seperti Puskesmas Ketika datang di Puskesmas tanggal 14 Januari 2010. dan rumah sakit jika jatuh sakit. Tabulahan, keluhan utamanya ”Sampai saat ini pasien masih ”Memang ada pengobatan adalah luka borok di ketiak kanan, dirawat di RSUD Mamuju secara alternatif yang bisa ditempuh dada kanan, dan leher kanan. Ketika gratis dengan biaya Jamkesmas” ujar, setelah yang konvensional dijalani datang luka borok tidak terawat, dr.Titin ketika itu. tak kunjung sembuh. Mungkin kotor, berbau, dan berulat (oleh Secara kronologis, dr. Titin bisa ikhtiar dengan cara lain, tetapi media disebutkan dikerubuti ulat). mengatakan pengobatan yang jangan dibalik” kata Presiden. , Pihak Puskesmas yang menerima diberikan kepada pasien Ummi Terkait hal itu, Presiden juga pasien Ummi, dr. Helmiyadi tanggal 14 – 19 Januari 2010 yaitu meminta pemimpin di tingkat melakukan pemeriksaan dan infus Ringer Laktat yang berisi lokal dari camat hingga ketua kemudian merujuk ke RSUD Mamuju Dextrosa 5% 1:1 sebanyak 16 tetes/ RT/RW untuk meningkatkan yang berjarak kurang lebih 100 km (2 menit, Ceftriaxon injeksi 750 mg dalam kepedulian terhadap warganya. ½ jam dengan kendaraan). 12 jam melalui intravena, Metronidazol Dengan kepedulian dan pembinaan injeksi 0,5 gram/12 Jam melalui tersebut, diharapkan setiap rumah Perawatan Ummi di intravena, Antrain injeksi ½ ampul per 8 jam, Lytamin syrup 2 kali sehari tangga memahami apa yang harus dilakukan ketika jatuh sakit. RSUD Mamuju dibiayai sendok teh, diet tinggi kalori tinggi Menurut Presiden, pembiayaan Jamkesmas protein (TKTP), rawat luka pagi dan kesehatan yang diperlukan Penderitaan Ummi, menarik sore. seharusnya tidak menjadi masalah perhatian wartawan sehingga Tanggal 21 Januari hingga karena Ummi merupakan peserta dimuat di berbagai media. Dalam 23 Januari infus dihentikan dan Jamkesmas. berita disebutkan Ummi (12 tahun) diberikan Cefadroxil 500 mg 2x1, menderita penyakit aneh dan Metronidazol 500 mg 3x1, Lytamin lukanya dikerubuti ulat. Bahkan Kronologis sakitnya Ummi. yang semula dirawat di RSUD syrup, rawat luka pagi sore, diet TKTP Ummi, seorang siswi kelas VI SD, dan observasi. Mamuju dibawa pulang karena tidak Selama perawatan tgl 14 – 19 Kab. Mamassa, Sulawesi Barat, awalnya mempunyai biaya. menderita bisul di ketiaknya dua Januari 2010 ulat di luka masih Atas kejadian tersebut, Pusat ada, tanggal 20 Januari hingga 23 tahun yang lalu. Ummi tinggal dan Komunikasi Publik Kementerian dirawat oleh tantenya, karena ayahnya Januari ulat tidak ada lagi dan sudah Kesehatan telah melakukan terbentuk granulasi (pembentukan sudah meninggal dunia dan ibunya komunikasi kepada Direktur sakit-sakitan. Oleh tantenya, Ummi jaringan yang baru). RSUD Mamuju dr. Titin. Dalam No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 39
  • 40.
    Peristiwa Tim dokter RSUP menilai hasil penunjang yang ada. (Tuberculosis). Berdasarkan hasil pemeriksaan, Sementara itu dr. Khalid Saleh, Wahidin Sudirohusodo diputuskan melakukan tes mantoux, Ketua Tim Medis RSUP dr. Wahidin bantu pengobatan Ummi pengambilan specimen dan Sudirohusodo Makassar menyatakan Usai berkomunikasi dengan pemberian obat. Selain pemeriksaan, perlu waktu enam bulan untuk Presiden, Menkes Endang R. Tim juga mengambil spesimen menyembuhkan Ummi Darmianti. Sedyaningsih minta Direktur Utama untuk pemeriksaan lebih lanjut Ia mengatakan, Ummi dapat RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo di laboratorium serta melakukan sembuh dari penyakitnya tetapi Makassar membantu penanganan pelacakan kepada keluarga yang membutuhkan waktu yang cukup segera Ummi Darmianti (12 tahun). kemungkinan menderita penyakit lama yaitu enam bulan. Itu pun Untuk merespon instruksi Menkes, serupa. penanganan dan perawatan medis Direktur Utama RSUP Wahidin Untuk memulihkan penyakit harus dilakukan secara intensif karena Sudirohusodo, Dr. drg. Nurshanty S.A. Ummi Darmianti, tidak perlu penyakit yang dideritanya.“ Sejumlah Sapada, M.Sc., memberangkatkan menjalani operasi untuk luka infeksi pada tubuh Ummi Tim Reaksi Cepat (TRC) RSUP Dr. mengangkat ulat di tubuh pasien. “ sudah mongering, artinya tinggal Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Kami menyimpulkan bahwa derita membutuhkan perawatan agar Sulsel, tanggal 22 Januari 2010 ke Ummi cukup hanya menjalani lukanya sembuh total” kata dr. Khalid. , RSUD Mamuju. Tim terdiri 3 dokter pengobatan rutin tanpa harus yaitu dr. Khalid Saleh, Sp. PD Ketua Tim, merangkap sebagai dokter spesialis dilakukan operasi untuk memeriksa Ummi Diizinkan Pulang. tubuh Ummi yang sempat dikerubuti Minggu, 31 Januari 2010 dokter penyakit dalam), dr. Bob Wahyudin, ulat saat hari pertama sejak dirujuk menganggap kesehatan Ummi Sp.A. (anggota merangkap sebagai ke RSUD Mamuju” kata dr. Agus , sudah membaik setelah menjalani dokter spesialis anak), dr. Agus Spartan Spartan yang menangani penyakit perawatan intensif selama 2 minggu (anggota merangkap sebagai dokter Ummi di RSUD Mamuju. di RSUD Mamuju. spesialis bedah), Jumali (anggota Agus Spartan menuturkan, Wali orang tua Ummi, Asgar merangkap perawat 118) dan Abd. penyakit yang diderita Ummi sudah mengatakan dokter RSUD Mamuju Salam (sopir ambulance 118). tidak separah seperti yang sempat telah menyampaikan secara resmi Setelah tiba di Mamuju, ibukota dilansir melalui media cetak maupun kepada keluarga pasien tentang Provinsi Sulawesi Barat tanggal elektronik selama ini.“Kondisi Ummi perkembangan kesehatan Ummi.“ 23 Januari, langsung melakukan saat ini sudah cukup baik dan tidak Dengan alasan itu, dokter mengizinkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan perlu dilakukan operasi. Hanya Ummi pulang ke Mamasa” kata Asgar. , Provinsi Sulawesi Barat, RSUD saja, pasien dianjurkan menjalani Menurut Asgar, dokter Mamuju dan Pemda setempat untuk pengobatan rutin untuk mencapai yang menangani Ummi melakukan langkah-langkah konkrit kesembuhan secara total” ujar dr. Agus. , merekomendasikan bahwa yang akan dilakukan. Pada tanggal 24 Januari 2010, bocah 12 tahun tersebut tinggal Tim Medis RSUP Wahidin hasil tes mantoux terhadap membutuhkan perawatan untuk Sudirohusodo kemudian melakukan Ummi menunjukkan hasil positif, menyembuhkan penyakit TBC-nya. pemeriksaan langsung kepada artinya Ummi menderita radang Perawatan tersebut bisa dilakukan di pasien (anamnesa pasien) dan kelenjar yang disebabkan oleh TBC Puskesmas setempat. nSmd keluarga, pemeriksaan fisik dan Indonesia Kirim Tim Kesehatan dan Obat-obatan Bantu Korban Gempa Haiti P emerintah Indonesia mengirimkan Bantuan pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Port Au Prince, Kemanusian untuk menolong korban gempa Haiti, via Honolulu. bumi di Haiti. Bantuan Kemanusiaan dipimpin Bantuan Kemanusiaan terdiri dari Tim Medis dan Tim Letkol Mardiyono dari Satuan Reaksi Cepat Reaksi Cepat. Berjumlah 75 orang terdiri dari 30 orang Badan Nasional Penanggulangan Bencana tim medis (Kementerian Kesehatan, RSCM, POLRI, TNI dan diberangkatkan tanggal 18/01/2010 menggunakan PMI), dan 45 orang Tim Reaksi Cepat terdiri 20 orang tim 40 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 41.
    Peristiwa Tim Indonesia sedang mempersiapkan bantuan untuk bencana Haiti di bandara Halim Perdana Kusuma SAR, 10 orang tenaga kelistrikan, tenaga konstruksi dan richter yang terjadi pada 12 Januari 2010, karena kondisi pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. yang tidak memungkinkan. Selain itu Pemerintah Indonesia juga mengirimkan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tengku bantuan berupa kantong mayat, bantuan pangan, alat Faizasyah menyatakan, misi Indonesia tidak berhasil penjernih air, obat-obatan dan satu unit RS Lapangan. mendarat di ibukota Haiti, Port Au Pince, namun bantuan Tim Medis dipimpin dr. R. Suhartono, Sp. BV (K) berang- kemanusiaan dari Indonesia tersebut berhasil dialihkan gotakan 29 orang (15 orang dari Kementerian Kesehatan ke Republik Dominika. (3 orang dari Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian “Berdasarkan pertimbangan yang matang, misi Kesehatan, dan 12 orang dari RS Cipto Mangunkusumo), memutuskan untuk mendaratkan bantuan di Republik 3 orang dari RS PMI Bogor, 2 dokter dari DVI (Disaster Dominika untuk kemudian diserahkan kepada salah satu Victim Identification) Kepolisian RI, dan 10 orang dari Badan Perserikatan Bangsa (PBB), Wood Food Programe Puskes TNI (2 dokter spesialis, 2 dokter, 1 apoteker dan 5 (WFP), kata Faizasyah. tenaga kesehatan lainnya) Misi kemanusiaan Indonesia yang tiba di Republik Tim Medis juga membawa serta bantuan berupa Dominika pada 20 Januari 2010, kemudian mempercayakan 3 ton obat dan perbekalan kesehatan, 5 ton makanan WFP untuk menjadi sebuah media yang mengantarkan dan pendamping air susu ibu (MP-ASI), 1.000 kantong jenazah mendistribusikan bantuan tersebut melalui jalur darat. dan 1 unit RS Lapangan beserta peralatannya. Tim Medis Sementara itu pemerintah dan masyarakat Haiti san- akan membantu korban bencana di Haiti selama 2 pekan. gat mengapresiasi pemerintah Indonesia, karena dinilai sebagai salah satu negara yang terletak sangat jauh di Gagal capai Haiti Asia, namun memiliki solidaritas dengan mengirimkan Misi Kemanusiaan RI ke Haiti terpaksa kembali ke bantuan kemanusiaan ke daerah bencana yang telah tanah air tanpa menjalankan tugas mereka dalam mem- merenggut lebih dari 200.000 korban jiwa.nSmd bantu para korban gempa bumi berkekuatan 7.0 skala No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 41
  • 42.
    Potret Demi anak, Widi tetap menyusui S ebagai artis yang sibuk, Widi tetap menyusui anaknya. Sejak mulai hamil, ia sudah secara rutin dua minggu sekali, memeriksakan kehamilanya ke dokter. Bahkan sempat mengikuti kelas ASI bersama seorang aktor Dwi Sasono, suami tercinta,. “Saya juga belajar bagaimana proses inisiasi menyusu dini atau IMD” kenang Widi. , Bagi saya sungguh suatu kesempatan yang istimewa berbicara merawat anak. Sebab sebagai public figur, selebritis dan penyanyi biasanya ngomongin album, terus gosip. Sangat jarang diberi kesempatan berbicara tentang subtansi seperti “merawat kehamilan dan menyusui” Tapi hari ini saya . mendapat kesempatan menjadi duta ibu hamil dan berbicara dihadapan teman- teman. Tutur Widi mengawali testimoni duta Ibu hamil, pada press briefing kampaye P4K dan buku KIA di Kementerian Kesehatan, 29 Januari 2010. Widi mengaku, sangat tertarik dengan 42 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 43.
    Potret informasi yang berkaitandengan perkembangan bayi dan ASI. Dia Menurut Widi, penyebaran kehamil­an. Apalagi setelah berusaha menggunakan internet informasi yang paling mudah memperoleh buku KIA, saya lebih dan membeli buku. Tapi bagaimana dengan buku, sebab gratis, dapat senang lagi. “Ternyata banyak untuk masyarakat yang tidak mampu minta di puskesmas. Mau apalagi, informasi yang saya butuhkan, ?. Sudah ada buku KIA, gatis lagi…!, semuanya sudah terpadu. Tidak semua ada dalam buku KIA ini” , katanya. hanya saat hamil, bahkan bukan sambil mengangkat buku KIA, Menurut pengalaman Widi, hanya untuk baca-baca, tapi dalam ujarnya sumringah. sangat menyenangkan menghimpun buku ini ada record kita sendiri Bagi ibu dari Dru Prawiro Sasono, lembaran informasi anak pertama sebagai ibu. Suatu saat nanti Buku kesehatan Ibu dan Anak, berupa foto hasil pemeriksaan USG dapat dilihat anaknya. Kita dapat memberi informasi sangat lengkap. dan hasil pemantauan kesehatan mengatakan kepada anak ”kalau Menjelaskan merawat kesehatan kehamilan. Informasi ini lalu mau tahu riwayat lahirmu, dari ibu ibu sebelum hamil, saat hamil, disimpan, kemudian untuk bahan hamil dan segala macamnya, lihat melahirkan dan setelah melahirkan pelajaran anak kedua. “Sebab kalau buku ini” ujarnya. , dengan program perencanaan hanya menggunakan ingatan, Memang saya sedang hamil, persalinan dan pencegahan kurang akurat” ujarnya. , insyaallah ini anak kedua dan yang komplikasi (P4K). Ketika ditanya, perasaanya terakhir. Tidak hamil terus gitu... Menurut Widi, program P4K ini terpilih sebagai duta ibu hamil, Widi Kalau predikatnya sebagai duta ibu untuk menjaga kesehatan semua, “ mengatakan menjadi duta ibu hamil hamil tidak etis kalau hamil terus. Ibu selamat, bayi sehat, suami siaga” . bukan tujuan utama. Tapi terpanggil Tapi yang jelas sebagai seorang ibu Untuk menjaga kesehatan ibu bukan untuk mempercepat penurunan yang sudah punya anak, dengan hanya tanggung jawab istri, tapi angka kematian bayi. “Itu alarm senang hati bisa berbagi, kata Widi. suamipun harus ikut berpartisipasi buat saya, menjadi lonceng untuk Widi, merupakan anggota grup memelihara kesehatan istri yang mengundang berkampanye” . musik AB Three ini, lahir di Jakarta sedang hamil, sampai melahirkan Untuk berkampanye, saya sudah 31 tahun yang lalu ini, sejak kecil dan bersama-sama memelihara pernah melahirkan, merasakan telah mengikuti lomba menyanyi. kesehatan bayinya. hamil dan merencanakan proses Puncaknya saat memenangkan Ternyata, pemain sinetron” persalinan. Alhamdulillah dengan kontes Asia Bagus Monthly Sayekti dan hanafi” ini, berbekal pengalaman yang ideal, Championship di Singapura tahun menyimpan kenangan manis informasi yang cukup, menjadi bekal 1993. Musisi Younki Sumarno dari kesungguhanya menyimpan kehamilan anak kedua lebih legowo yang tertarik dengan kemampuan seluruh informasi perkembangan dan lega. Pengalaman ini menjadi vokalnya, kemudian mengajak kehamilan. Ia mengaku menjadi hak bekal untuk bertukar pengalaman sulung 3 bersaudara ini membentuk seorang ibu untuk tahu dan mencari perihal hamil, melahirkan dan trio bersama Nola dan Lusi, AB Three, tahu informasi tentang kehamilan, menyusui dengan masyarakat. 13 Agustus 1993 yang lalu. lPra No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 43
  • 44.
    Nasional Kunjungan kerja Menkes bersama kepala Bappenas di Yogyakarta Menkes Sosialisasikan Program BOK di Yogyakarta P rogram Bantuan Operasional Kesehatan minimal (SPM) dalam percepatan pencapaian sasaran (BOK) merupakan bantuan operasional Millenium Development Goals (MDG’s). kesehatan untuk meningkatkan kinerja Untuk tahun 2010 akan dilakukan uji coba pada 300 Puskesmas di bidang pelayanan Puskesmas di 7 kabupaten pada 7regional Jawa-Bali, kesehatan promotive dan preventive Sumatera-Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusatenggara yang meliputi KIA-KB, Gizi, Imunisasi, dan Papua. Masing-masing Puskesmas akan mendapat kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, alokasi dana Rp 100 juta/ tahun dengan total anggaran Rp pencegahan penyakit, dan pembinaan upaya kesehatan 30 milyar. Sedangkan Puskesmas di luar wilayah uji coba berbasis masyarakat, seperti posyandu dan pos kesehatan mendapat alokasi dana Rp 10 juta / tahun. Selanjutnya desa. tahun 2011, minimal Rp 10 juta / bulan/ puskesmas untuk Hal itu disampaikan oleh Menkes dr. Endang R 8.500 puskesmas sesuai dengan hasil pengkajian yang Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat melakukan kunjungan lebih dalam tentang kriteria unit cost, kata Menkes. kerja, dihadapan peserta pertemuan dengan Gubernur Khusus Jamkesmas, Menkes menjelaskan target DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan para pejabat program 100 hari yaitu; perluasan cakupan Jamkesmas provinsi Yogyakarta, 27 Januari 2010. kepada semua penduduk miskin, penduduk miskin korban Dalam kunjungan tersebut turut hadir Menteri PPN bencana paska tanggap darurat, para gelandangan, / Kepala Bappenas Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, pengemis, anak terlantar, lapas, orang cacat dan penghuni MA dan Menteri Pendidikan Nasional yang diwakili oleh panti asuhan. Selain itu program pemantapan INA-DRG Kepala Biro Perencanaan. dalam program Jamkesmas di seluruh rumah sakit. Lebih lanjut dr. Endang menegaskan program BOK Untuk mencapai Jamkesmas semesta 2014, telah merupakan pelumas untuk memperlancar jalannya disiapkan langkah-langkah pemantapan, dimulai dari pelaksanaan program kesehatan di Puskesmas, yaitu pelaksanaan Jamkesmas yang dibiayai pemerintah, untuk mendukung implementasi standar pelayanan menyiapkan dan menata pelaksanaan Jamkes mandiri, 44 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 45.
    Nasional balita dari 18,4% menjadi lebih kecil dari 15%, tegas Armida. Kepala Biro perencanaan Kemendiknas R. Agus Sartono, menjelaskan tiga pilar pembangunan pendidikan di Indonesia, yaitu pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan, serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pengelolaan pendidikan. Dalam hal Human Development Index (HDI) dinegara-negara Asean, Indonesia masih tertinggal dengan Singapura, Brunai Darussalam, Malaysia, Thailand, Pilipina dan Vietnam. Indonesia masuk urutan ke tiga dari bawah setelah Combadia dan Myanmar. Terkait dengan rasio guru-murid untuk tingkat SD Indonesia masih kalah dengan Malaysia, sedangkan untuk tingkat SMP, Indonesia urutan ke dua setelah Jepang, hanya saja dari sisi penyebaran belum merata, masih menumpuk di daerah perkotaan, Kunjungan kerja Menkes “Inilah potret pendidikan Indonesia” , ke Puskesmas Klaten tegas Agus. Jawa Tengah Sri Sultan menjelaskan hasil pembangunan kesehatan bidang penyiapan kecukupan biaya kedua berisi Strategi Pembangunan, kesehatan di Yogyakarta cukup penyelenggaraan pelayanan yaitu mengintegrasikan menggembirakan terlihat dari umur kesehatan, penyiapan dan pembangunan antar bidang sosbud, harapan hidup meningkat dari 73,7 peningkatan SDM Jamkes dan ekonomi, iptek, politik, hukum dan tahun 2006 menjadi 74,05 pada penyiapan perangkat hukum. aparatur, hankam, infrastuktur, tahun 2008. Pada tahun 2008 pula DIY Selain itu Menkes juga wilayah dan tata ruang dan mendapat penghargaan Manggala menjelaskan tentang program lingkungan hidup. Buku Ke tiga berisi Bhakti Husada Kartika dari presiden, penanggulangan daerah strategi pengembangan wilayah, yaitu penghargaan atas prestasi bermasalah kesehatan, bantuan yaitu mensinergikan pembangunan sebagai provinsi dengan derajat operasional kesehatan (BOK), indek pusat-daerah dan antar daerah. kesehatan terbaik di Indonesia. pembangunan kesehatan masyarakat, Sasaran pembangunan Meskipun menjadi provinsi Jamkesmas dan strategi pencapaian kesejahteraan rakyat yang akan terbaik di Indonesia, tapi DIY masih Jamkesmas semesta 2014. dicapai pada tahun 2014 yaitu mempunyai masalah. Panyakit Pada kesempatan tersebut, Dr. meningkatnya umur harapan hidup jantung dan stroke dalam sepuluh Armida memaparkan Rencana dari 70,7 tahun (2008) menjadi 72,0 tahun terakhir ini selalu masuk dalam Pembangunan Jangka Menengah tahun. Menurunya angka kematian 10 penyakit penyebab kematian Nasional (RPJMN) 2010-2014. ibu melahirkan per 100.000 kelahiran tertinggi. Analisis di tahun terakhir Dokumen RPJMN terdiri dari 3 hidup dari 228 ( 2008) menjadi 118. dari data seluruh rumah sakit di DIY buku yang saling melengkapi. Buku Menurunya angka kematian bayi menunjukan penyakit kardiovaskuler pertama berisi pencapaian sasaran per 1.000 kelahiran hidup dari 34 ( seperti jantung, stroke, hipertensi prioritas nasional, dengan tema 2008) menjadi 24 dan menurunya menempati urutan tertinggi mewujudkan Indonesia Sejahtera, prevalensi kekurangan gizi ( gizi penyebab kematian, tegas Sultan. n Demokratis dan Berkeadilan. Buku buruk dan gizi kurang) pada anak Pra No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 45
  • 46.
    Nasional Dokter di RS atau Puskesmas Dokter sedang memberikan dan UPT lainnya dapat menyetujui resep obat generik untuk pasien penggantian resep obat generik dengan obat generik bermerek/ bermerek dagang jika obat generik tersebut belum tersedia. Apoteker dapat mengganti obat merek dagang/ obat paten dengan obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan/atau pasien. Instalasi farmasi rumah sakit wajib mengelola obat di rumah sakit secara berdaya guna dan berhasil guna. Juga wajib membuat prosedur perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan pemantauan obat yang digunakan fasilitas pelayanan kesehatan. Dinkes Provinsi/Kabupaten/Kota wajib membuat perencanaan, penga­ Fasilitas Pelayanan daan, penyimpanan, penyediaan, penge­lolaan dan pendistribusian Kesehatan Pemerintah obat kepada Puskesmas dan pelayan­ an kesehatan lain. Untuk pembinaan dan Wajib Menggunakan pengawasan, Pemerintah, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dapat Obat Generik memberi peringatan lisan atau tertulis kepada dokter, tenaga F kefarmasian dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah asilitas Pelayanan 4 program diantaranya peningkatan yang melakukan pelanggaran Kesehatan Pemerintah kesehatan masyarakat untuk terhadap ketentuan dalam Peraturan wajib menggunakan mempercepat pencapaian target Menteri ini. obat generik. Untuk MDGs (Millenium Development Peringatan lisan atau tertulis kebutuhan Puskesmas Goals). Salah satu rencana aksinya diberikan paling banyak tiga kali dan dan Unit Pelaksana adalah Revitalisasi Permenkes apabila peringatan tidak dipatuhi, Teknis (UPT) lainnya, tentang Kewajiban menuliskan resep Pemerintah dan Pemerintah Provinsi/ Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi dan menggunakan obat generik Kabupaten/Kota dapat menjatuhkan dan Dinkes Kabupaten Kota wajib di sarana pelayanan kesehatan sanksi administratif kepegawaian menyediakan obat esensial dengan pemerintah. kepada yang bersangkutan. nama generik sesuai kebutuhan. Dalam Permenkes disebutkan, Dalam Permenkes yang disebut Ketentuan ini diatur dalam Peraturan dokter (yang mencakup dokter, obat generik adalah obat dengan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/ dokter gigi, dokter spesialis dan nama resmi International Non MENKES/068/I/2010 tanggal 14 dokter gigi spesialis) yang bertugas Propieritary Names (INN) yang Januari 2010. Ketentuan ini diikuti di fasilitas pelayanan kesehatan ditetapkan dalam Farmakope dengan dikeluarkannya Keputusan pemerintah wajib menulis resep obat Indonesia atau buku standar Menteri Kesehatan No.HK.03.01/ generik bagi semua pasien sesuai lainnya untuk zat berkhasiat yang Menkes/146 /I/2010 tanggal 27 Januari indikasi medis. Dokter dapat menulis dikandungnya. Obat generik 2010 tentang Harga Obat Generik. resep untuk diambil di Apotek atau bermerek/bernama dagang adalah Hal itu merupakan implementasi diluar fasilitas pelayanan kesehatan obat generik dengan nama dagang program 100 Hari Kementerian jika obat generik tidak tersedia di yang menggunakan nama milik Kesehatan. Dalam 100 Hari terdapat fasilitas pelayanan kesehatan. produsen obat yang bersangkutan. 46 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 47.
    Nasional Sedangkan Obat Esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi dan tercantum dalam Daftar Obat Esensial yang ditetapkan oleh menteri. 106 Item Harga Obat Generik Diturunkan Untuk mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) sebagaimana dalam program 100 Hari Kementerian Kesehatan harus didukung oleh akses obat Obat Generik yang aman, berkhasiat, bermutu serta terjamin dalam jenis dan Harga Obat Generik. Sulawesi Barat dan Gorontalo. jumlah sesuai kebutuhan pelayanan Pabrik obat dan/atau Pedagang Regional IV meliputi Provinsi Nusa kesehatan. Besar Farmasi dalam menyalurkan Tenggara Timur, Maluku, Maluku Kondisi faktual di lapangan obat generik kepada Pemerintah, Utara, Papua, dan Papua Barat. menunjukkan lebih dari 80 item Rumah Sakit, Apotek, dan Sarana Apotek Rumah Sakit dan Saranan obat generik tidak tersedia di pasar, Pelayanan Kesehatan lainnya harus Pelayanan Kesehatan lainnya yang sehingga terjadi kekosongan obat menggunakan Harga Netto Apotek melayani penyerahan obat generik di unit unit pelayanan kesehatan, (HNA) + PPN sebagai harga patokan harus menggunakan Harga Eceran terutama di Kab/Kota di Indonesia tertinggi. Tertinggi (HET) sebagai harga Timur dan NAD. Sebagian besar Mengingat bahwa lebih dari 98% patokan tertinggi dan dilakukan obat generik yang tidak tersedia industri farmasi berada di Pulau Jawa sesuai peraturan perundang- di pasar adalah obat “fast moving” dan hanya beberapa ada di Sumatera undangan. dan “life saving” sehingga sangat (Palembang dan Medan), maka dalam Jenis obat generik yang ditetapkan mempengaruhi kualitas pelayanan rangka menjamin ketersediaan dan harganya dalam keputusan ini kesehatan. Obat generik yang tidak pemerataan obat generik di seluruh meliputi 453 item. Sebagai contoh, tersedia di pasar utamanya obat dalam wilayah NKRI, pabrik obat dan/atau ACT (Artesunate tablet 50 mg + bentuk sediaan injeksi, sirup dan Pedagang Besar Farmasi dalam Amocliaquine anhydrida tablet 200 sediaan cairan infus disebabkan biaya menyalurkan obat generik kepada mg kemasan 2 blister @ 12 tablet/ distribusi yang tinggi terutama untuk Pemerintah, Rumah Sakit, Apotek kotak harga HNA + PPN sebesar wilayah Indonesia Tengah dan Timur. dan Sarana Kesehatan lainnya dapat Rp 33.000,- , sedangkan harga HET Untuk menjamin ketersediaan menambahkan biaya distribusi adalah Rp 41.250,-. Aluminium obat secara merata di seluruh wilayah maksimum 5% untuk Regional-II, 10% Hidroksida 200 mg, Magnesium Indonesia, telah dilakukan penilaian untuk Regional-III dan 20% untuk Hidroksida 200 mg, kemasan btl 1000 kembali dan rasionalisasi harga Regional IV dari HNA + PPN. tablet kunyah HNA+PPN sebesar Rp obat generik serta penetapan harga Regional I meliputi Provinsi DKI 30.530,-, HETnya Rp 38.163,-. Antasida terhadap 453 item obat generik Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DOEN 1 tablet kunyah, kombinasi oleh tim evaluasi, yang meliputi D. I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, : Aluminium Hidroksida 200 mg, penurunan harga terhadap 106 item, Lampung dan Banten. Regional II Magnesium Hidroksida 200 mg, kotak penyesuaian harga terhadap 33 item, meliputi Provinsi Sumatera Utara, 10x10 tablet kunyah harga HNA+PPN sisanya 314 item dengan harga tetap. Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera sebesar Rp 9,117,-, sedangkan HETnya Dengan demikian hanya 7% obat Selatan, Bengkulu, Kepulauan Riau, Rp 11.396,-. Antimigren : Ergotamin generik yang mengalami kenaikan Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tartrat 1 mg + Kofein 50 mg kemasan harga dibanding terhadap total 453 Tenggara Barat. Regional III meliputi btl 100 tablet harga HNA+PPN Rp item obat generik. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 10.280,- dan HET sebesar Rp 12.850,-. Ketentuan tersebut diatur dalam Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Diazepam tablet 2 mg, kemasan btl Keputusan Menteri Kesehatan Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, 1000 tablet harga HNA+PPN sebesar No.HK.03.01/Menkes/146 /I/2010 Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Rp 19.800,- dan HETnya sebesar Rp tanggal 27 Januari 2010 tentang Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, 24.750,-. nSmd No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 47
  • 48.
    Daerah Sejarah Baru RS Paru dr HA Rotinsulu T anggal 09/09/09 merupakan hari Pasien yang menjadi orang pertama menjalani bersejarah bagi RS Paru Dr HA Rotinsulu pembedahan di RSP Dr HA Rotinsulu adalah seorang Bandung. Pada hari itu, rumah sakit yang laki-laki 42 tahun, yang masih aktif bekerja, datang awalnya dibangun Pemerintah Belanda dengan surat rujukan dari seorang dokter spesialis tahun 1935 melaksanakan bedah torak paru. Pada awalnya pasien mengeluh sesak nafas yang pertama kali. Menyambut ulang sejak dua bulan yang lalu, disertai batuk berdahak, tahunnya yang 39 tahun, Sanatorium kadang-kadang disertai demam yang tidak terlalu Solsana yang berganti nama menjadi Rumah Sakit Paru tinggi. , dan telah dinyatakan menderita tuberculosis Cipaganti di tahun 1970 mewujudkan impiannya dalam paru. Setelah menjalani pengobatan spesifik / OAT. memberikan penanganan kesehatan terpadu. Operasi pada follow up selanjutnya, dari pemeriksaan thorak torak menjadi tonggak keberhasilan rumah sakit yang foto, didapatkan gambaran pengembangan paru yang berganti nama menjadi Dr.H.A. Rotinsulu –nama seorang kurang sempurna di bagian lobus bawah paru kiri, direktur rumah sakit dari tahun 1963-1975-- dalam disertai adanya akumulasi cairan dan penebalan selaput membantu melayani pasiennya. Seperti diketahui, RS pembungkus paru. Pasien kemudian dirujuk ke RS Paru Rotinsulu memberikan pelayanan kesehatan perawatan Dr. H.A. Rotinsulu untuk mendapatkan penatalaksanaan penderita paru, khususnya tuberkulosa paru. selanjutnya. 48 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 49.
    Daerah Setelah melalui berbagai tahapan Operasi dimulai pukul 11.00 pembebasan sekat-sekat yang berisi pemeriksaan dari tim dokter di RS dengan sayatan pertama di bagian cairan, sehingga bagian paru yang Paru Dr HA Rotinsulu, dan beberapa dada sebelah kiri. Proses selanjutnya kolaps tampak sedikit demi sedikit kali rapat medis dari berbagai adalah dilakukan pengelupasan mulai mengembang dan setelah disiplin ilmu, maka diputuskan untuk penebalan lapisan selaput paru dan pengembangan dinilai cukup baik, dilakukan operasi torakotomi dan dekortikasi guna mengembalikan Menkes mengunjungi anatomis dan fungsional paru secara RS Paru Rotinsulu di Bandung maksimal. Kemudian dilakukan serangkaian persiapan menjelang operasi oleh Tim yang terdiri dari dokter-dokter dari bagian Bedah Toraks, Pulmonologi, Ilmu Penyakit Dalam, Anestesiologi, Rehabilitasi Medis, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, dan Radiologi, termasuk persiapan mental dari pasien dan keluarganya. Setelah dinyatakan bahwa kondisi pasien dalam keadaan siap, maka diputuskan untuk dilakukan operasi pada tanggal 9 September 2009, No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 49
  • 50.
    Daerah maka Tim bedah thorak yang dirawat di ICU selama empat hari, sebagai Konsultan Bedah Torak. dipimpin oleh dr. Peter Syarief, pada hari ke lima pasien diketahui Seluruh pembiayaan operasi SpBTKV dibantu asisten bedah dr. tidak terjadi komplikasi. tersebut menjadi beban Pemerintah Saladin Tjokronegoro, SpBTKV, Bedah torak perdana tersebut Daerah Kabupaten Bandung, karena dokter anestesi dr. Doddy Tavianto, dapat terselenggara atas kehendak pasien masuk perawatan dengan SpAn (K) KKV , dokter ahli paru: dr. Tuhan Yang Maha Kuasa dan kerja menggunakan Program Jaminan Herudian Ahmadin, SpP dan Perawat sama serta dukungan yang baik dari Kesehatan Masyarakat Miskin yang Bedah: br. Asep Duriat dan Perawat para dokter / perawat di RSP Dr HA dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Anestesi br. Firman, menutup rongga Rotinsulu, Bagian Bedah Torak, Bagian Kabupaten Bandung. dada pada pukul 16.00, dengan Anestesi RS Hasan Sadikin, (yang di Setelah keberhasilan pertama meninggalkan satu buah selang fasilitasi oleh Fakultas Kedokteran ini, maka Tim Bedah Torak RSP Dr dada yang fungsinya mengeluarkan Unpad), Perhimpunan Bedah Torak- HA Rotinsulu, makin bertambah sisa-sisa darah saat operasi. Kardiovaskuler Indonesia, Dinas yakin bahwa dengan dukungan Hasil penilaian keadaan pasien Kesehatan Kota Bandung dan Dinas dari semua pihak, maka RSP Dr paska pembedahan oleh dokter ahli Kesehatan Kabupaten Bandung. HA Rotinsulu mampu melakukan anestesi dinyatakan stabil, sudah Selain itu tim yang juga turut pelayanan berarti bagi psaien. mulai sadar dan mampu untuk mendukung dan berperan dalam Sebab masih banyak pasien yang bernafas sendiri, maka selang dan kegiatan operasi perdana ini memerlukan tindakan pembedahan mesin bantu nafas dilepas untuk diantaranya: dr H. Edi Sampurno torak untuk memaksimalkan fungsi kemudian pasien dipindahkan ke SpP, MM; dr Prayudi SpPD, dr Marina anatomi dan fisiologis parunya. n ruang rawat intensif / ICU. Pasien SpRM; dan Dr,dr. Tri Wahyu, SpBTKV, Tammy J.Siarif dr. Edi Sampurno, Sp.P.MM, Direktur Utama RS Paru Rotinsulu: ”Pelayanan Kami Sama Semua” S ejak 2004, RS Dr.H.A.Rotinsulu Bandung menjadi RS Paru. Ia memiliki program unggulan biomolekuler dan inpasive, penyakit yang memerlukan tindakan dokter, seperti bedah, endoskopi, pemasangan selang untuk mengalirkan cairan. Seluruhnya dikembangkan di rumah sakit ini. Sejak tahun 2008, RS sudah merekrut dokter spesialis bedah toraks, dr. Peter Syarief. 50 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 51.
    Daerah Bekerjasama dengan FKUnpad Sedangkan BOR (tingkat hunian sebagai lahan pendidikan bedah tempat tidur) di atas 75%. Dari Lumajang, toraks. Mulai September 2009, sudah melaksanakan bedah thorak. Pasien SDM cukup? menetap di Bandung. pertama seorang laki-laki umur 42 Dari segi jumlah cukup. Tapi Edi Sampurno, lahir di tahun dari warga miskin daerah kualitas perlu ditingkatkan misalnya Lumajang 21 September 1961. (Gakinda). Sebuah upaya yang luhur belum ada anestesi, penyakit dalam Menyelesaikan dokter umum di untuk menolong rakyat miskin kemudian rehabilitasi medik. Kita Fakultas Kedokteran universitas menikmati fasilitas kesehatan yang sudah menyekolahkan dokter- Brawijaya, Malang Jatim tahun layak dengan biaya dari pemda dokter umum di sini dengan biaya 1987. Menyelesaikan Spesialis setempat. Rencananya setiap pekan dari Kemkes (PPSDM Kes). Sekarang Paru di fakultas Kedokteran sekali melakukan bedah thorak. Unpad sudah ada patologi klinik, Universitas Airlangga Surabaya Bagaimana mewujudkan rencana penyakit dalam, radiologi, rehabilitasi tahun 1997. Master Managemen mulia tersebut dan bagaimana medik. Rencana ada yang mau tes Universitas Padjajaran Bandung persiapanya?. Berikut petikan ke anestesi Udayana. Berarti 2-3 tahun 2004. wawancara Mediakom dengan tahun lagi mereka sudah kembali ke Dr. Edi mengawali karirnya Direktur Utama RS Paru Rotinsulu dr. Rotinsulu. menjadi Ka.Sie Medis dan Edi Sampurno, Sp.P.MM. Perawatan RSTuberkulosa Paru- Sudah tersedia dokter bedah ? paru (RSTP) Cipaganti tahun Bedah thorak dilakukan untuk Kita sudah mempunyai dokter 1998, Direktur RSTP Cipaganti jenis penyakit paru seperti apa? bedah thorak. Mereka sudah bekerja tahun 2003 dan Direktur RS Paru Bedah thorak, adalah pembedahan di RS Rotinsulu. Rotinsulu tahun 2004 sampai yang indikasinya antara lain tumor sekarang. Jadi sudah mengabdi dan paru yang tidak mengembang. Prosentase pasien umum dengan selama 12 tahun. Pasien lama yang kolaps paru Jamkesmas? Dr. Edi menjadi direktur ke kemudian memerlukan pemasangan 40% pasien umum, 10% pengguna tujuh setelah dr.H.Marwan. selang untuk mengeluarkan Askes, 25% Jamkesmas, 25% Gakin ( Dalam kepemimpinanya, Ia cairan. Pasien dengan paru tidak keluarga miskin). mengharapkan RS Rotinsulu mengembang karena selaput dapat menjadi rumah sakit parunya tebal. Oleh karena itu, kami Ada perbedaan pelayanan paru dengan pelayanan prima. lakukan pembedahan dan selaput terhadap mereka? Berorientasi pada kepuasan paru yang tebal itu dikikis sehingga Kami sebenarnya tidak boleh pelanggan, sehingga dapat parunya bisa mengembang. membedakan. Jadi pelayanannya meningkatkan sumber sama. Banyak sekali orang Gakin dan pendapatan dan efisiensi Bagaimana pembedahan penyakit Jamkesmas lebih senang dengan anggaran.n pra lain? RS Rotinsulu, karena mereka merasa Memang, ini adalah RS Paru. mendapat pelayanan yang sama Tapi pasien kami bisa karena sesak dengan pasien umum. dicanangkan berhasil, pasien banyak, nafas. Tentu penyebabnya macam- kemudian kualitas pelayanan bagus. macam. Oleh karena itu, kami juga Yang membedakan dengan yang Dukanya kalau pelayanan kita tidak menyiapkan spesialis anak, penyakit lain? bagus, pasien komplain, pasien dalam, jantung dengan dokter Sarana dan prasarananya. Di kelas I berkurang. Ini yang menjadikan kita mitranya sehingga kalau ada penyakit ada televisinya, AC, air panas, dsb. Tapi siang malam berpikir bagaimana lain dapat memberikan perawatan. pelayanan sama. Jika kelas III penuh, memperbaiki pelayanan RS. RS ini pasien naik ke kelas II, dan seterusnya. dulunya bernama RS Tuberculosa. Berapa kapasitas tempat tidurnya? Tapi itu untuk sementara. Kita tidak Tentunya kalau pasien Tb dirawat Kami ada 100 tempat tidur. 50% bisa menolak apalagi dalam keadaan kemudian kuantitas pelayanan tidak nya kelas III. Kunjungan per hari gawat darurat. Itu bahaya kalau terlalu banyak. Kami sekarang dapat untuk usia lanjut sekitar 70-80 pasien. ditolak bisa meninggal di perjalanan. memberi pelayanan pasien dari asma, Kalau hari Senin sekitar 100. Rata- tumor dsb. Untuk itu, kualitasnya perlu rata sekitar 70-80 pasien. Pasien Bisa ceritakan suka dukanya? ditingkatkan, begitu juga dengan rawat inap sekitar 70-80 pasien juga. Senangnya kalau program yang kualitas SDM.n pra,smd,iwan No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 51
  • 52.
    Daerah Dirjen P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, disaksikan Wagub Jabar membuka rapat konsultasi teknis program lingkungan sehat di Bandung Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) S aat ini hampir 30% Genangan di permukiman dan wilayah tal Berbasis Masyarakat (STBM ). Yaitu penduduk Indonesia strategis di perkotaan makin sering program pencerahan masyarakat masih buang air besar terjadi, diperburuk oleh perubahan dengan paradigma baru yang berba- sembarangan, baik pola hujan yang tidak teratur. sis komunitas. Menitik beratkan pada langsung maupun Sementara jumlah saluran drainase peningkatan perilaku hygiene dan tidak langsung. Dan yang mengalir lancar cenderung sanitasi masyarakat, dengan pember- 18,1% diantaranya menurun sepanjang 2004 – 2009. dayaan masyarakat melalui metode terjadi di perkotaan. Selain itu, Berbagai fakta memprihatinkan pemicu. pencemaran ke badan air dan lahan ini memang membutuhkan Pembangunan sanitasi dilakukan diperkirakan sebesar 14.000 ton tinja penanganan khusus. Dari sisi melalui tahapan yang berurutan. per hari . Dengan demikian, 75% kebijakan, sanitasi memang belum Setiap tahapan mempunyai sumber baku saat ini dalam keadaan menjadi prioritas pembangunan. sasaran yang harus diselesaikan. tercemar. Penduduk yang memiliki Saat ini, mata anggaran untuk Tahap pertama, upaya advokasi akses terhadap prasarana sarana sektor sanitasi dibawah rata-rata yaitu melakukan identifikasi sanitasi setempat (on-site) yang 1% APBD/APBN. Oleh karena atas kebutuhan masyarakat aman (tangki septik) baru 71,06% di itu, demi mengurangi dampak terhadap layanan sanitasi yang perkotaan dan 32,47% di Perdesaan. sanitasi buruk agar tidak semakin semakin meningkat. Tahap Disisi lain, masih ada 98 % Tempat meluas, perlu percepatan luar biasa kedua, menyiapkan kelembagaan, Pembuangan Sampah Akhir (TPA) dalam pembangunan fasilitas dan sasarannya untuk menciptakan kita masih dioperasikan secara open pelayanan sanitasi. koordinasi, kerjasama dan kolaborasi dumping, dibuang pada lahan terbuka. Salah satunya adalah Sanitasi To- antar pemangku kepentingan. 52 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 53.
    Daerah Tahap ketiga penyusunanrencana strategis, yaitu menentukan strategi pengembangan layanan sanitasi dan komponen pendukungnya. Tahap ke empat menyusun memorandum proyek, yaitu meningkatkan akses terhadap sumber pendanaan sanitasi. Tahap kelima, implementasi, sasaranya tersedianya sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan. Terakhir, pemantauan dan evaluasi, yaitu memastikan pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan tahapan pembangunan sanitasi, mulai dari advokasi sampai pemantauan dan evaluasi diperkirakan membutuhkan biaya 55, 636 milyar rupiah. Pemenuhan pembiyaan tersebut ditanggung oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan lembaga donor. STBM merupakan kerja besar, biaya besar dan multisektor. Oleh karena itu, memerlukan dukungan banyak pihak. Semua pihak harus terlibat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Mulai dari pemerintah pusat, daerah, swasta, LSM, profesi, lembaga donor dan masyarakat. Untuk mendukung STBM, kini telah bersinergi dengan program kota sehat. Berdasarkan garis besar target kota sehat prioritas, ada 3 masalah sanitasi yang mendesak untuk mendapat penyelesaian yaitu; 226 kota dengan masalah air limbah, 240 kota dengan masalah persampahan dan 100 kota dengan masalah drainase. Disamping itu, ada kota dengan 3 masalah sanitasi sekaligus, limbah, persampahan dan drainase 57 kota. Sedang gabungan masalah persampahan dan air limbah 330 kota. Untuk menangani hal tersebut diatas, sampai pada tahun 2014, 330 kota sudah mempunyai strategi sanitasi kota dan 162 kota sudah mengimplementasikan investasi sanitasi secara signifikan.npra No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 53
  • 54.
    Daerah K. H.M. Nasiruddin Al Mansur, Bupati kebumen mengenal betul kebiasaan masyarakat yang belum berperilaku hidup bersih dan sehat.“Modol di kebon” , buang air besar sembarangan, salah satu diantaranya. BAB di kebun, pekarangan rumah, empang, sungai, sawah dan ladang, menjadi kebiasaan sebagian masyarakat wilayah Kebumen. Kebiasaan ini jelas berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat setempat. Sebab kotoran tersebut akan menyebarkan bakteri ecericia coli keberbagai tempat. Apalagi setelah hujan deras yang berakibat banjir. Itulah sebabnya, program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)” dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, sangat diperlukan. Program STBM dan PHBS mendorong masyarakat Kebumen untuk hidup bersih dan sehat. Berikut wawancara dengan Bupati Kebumen, K.H.M Nasiruddin Al Mansur, tentang kesadaran hidup bersih dan sehat di masyarakatnya. K.H.M Nasiruddin Al Mansyur, Seperti apa kondisi kesehatan Bupati Kebumen: masyarakat Kebumen sebelum ada program STBM? “Pendekatan Kondisi kesehatan masyarakat Kebumen secara umum masih tradisional dengan budaya desa. Ya.., Kemasyarakatan saya bisa membayangkan sendiri. Ada yang BAB ( buang air besar) di tanah lapang, pekarangan, maupun Lebih Mengena” irigasi. Namun setelah adanya program STBM, kemudian juga ada program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) masyarakat tergugah. Mereka menyadari pentingnya kesehatan. Kesehatan tidak lepas dari lingkungan yang sehat. Lingkungan 54 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 55.
    Daerah sehat penting untukanak-anak kita. mengadakan “gerakan cuci tangan sangat responsif sekali dengan Agar mereka terbebas dari demam pakai sabun dengan air mengalir adanya desa siaga. Saya pernah berdarah dan Diare. pada sebuah SD Negeri Grogol malem-malem dapat sms tentang Selama ini di Kebumen hampir Meningsari Petanahan. Kegiatan cikungunya di daerah pegunungan, setiap tahun ada kasus DB dan diare. ini mendapat dukungan dari kecamatan ayah. Malam itu juga Setelah kami periksa di lapangan, perbankan, LSM, tokoh agama, tokoh saya putuskan ke dinkes, paginya ternyata masalah ada di air, sanitasi, masyarakat serta para guru dan kita gerak, kemudian sorenya kita dan budaya cuci tangan yang belum pramuka. Semangatnya luar biasa. langsung ke lokasi. Dan kurang lebih memenuhi ketentuan kesehatan. 3 hari masyarakat sudah tertangani. Untuk itu paradigma masyarakat Kendala-kendala apa yang Selanjutnya, masyarakat juga ada harus diubah. Alhamdulillah melalui dihadapai dalam program STBM kesadaran yang tinggi, kemudian petugas kecamatan, Puskesmas, ini? perilaku masyarakat berubah. Posko, PKK dan para tokoh agama Kendala yang krusial dirasakan dan masyarakat gencar melakukan tidak ada, karena secara umum Bagaimana penyebaran penyuluhan PHBS. Mereka sekarang masyarakat pedesaan informasi melalui media ? menjelaskan tentang masalah air, tingkat intelektual dan pengalaman Kita punya media yang cukup BAB tidak sembarangan dan masalah sudah bagus sehingga responsip. lama, diantaranya yaitu “Selamat sanitasi. Kemudian kendala yang mungkin Pagi Bupati” itu sudah 8 tahun lebih, mendapat perhatian seluruh pihak tidak pernah absen. Jadi bupati Bagaimana kondisi masyarakat adalah yang fanatik terhadap budaya langsung di televisi, wawancara setelah ada program STBM ? yang lama. BAB sembarangan ( red). on air dengan masyarakat dan itu Setelah program STBM yang Kendala lain adalah geografis, karena yang menunjukan keterbukaan. Jadi berlangsung sejak tahun 2005 Kebumen 70% adalah gunung. karena informasi dan transparansi telah terjadi perubahan drastis. menyebabkan aspirasi masyarakat Tahun 2008 lalu ada 10 desa Bagaimana rencana kedepan, kami terbuka, dan kami dari mencanangkan bebas BAB di program apa lagi yang sedang awal sepakat menerima aspirasi sembarang tempat. Begitu pula disiapkan ? masyarakat sepahit apapun, perilaku penggunaan air minum Memantapkan STBM. Kebumen walaupun resikonya harus dicaci juga berubah. Dulu, mereka ini kan wilayahnya luas, mempunyai maki. Awalnya sedikit alergi ya, menggunakan air sungai, langsung 460 desa dan kelurahan. Kalau tahun tetapi setelah berlangsung sekian tanpa ada filter terlebih dahulu. 2008 itu baru 10 Daerah Bebas BAB tahun lama-lama enjoy aja, bahkan Sekarang menggunakan sumur Sembarangan (ODF), 2009 ada 13 komunikatif gitu. gali. Kalau masih menggunakan ODF, mudah-mudahan ini dengan sumur yang tradisional, sekarang melalui B4M dengan bu Menkes Apa keunggulan STBM ? prosedurnya sudah ada. Untuk ini tingkat kesadaran lebih cepat Keunggulan STBM Kebumen masalah sanitasi, sekarang sudah tumbuh. adanya “klinik sanitasi” yang ada Pokja tentang STBM melalui sudah lama tidak terdengar kami SK Bupati. Kini, di tahun 2009 Apakah ada anggaran yang kembangkan, mengajak menjadi meningkat menjadi 13 desa disiapkan? kader klinik sanitasi. yang mencanangkan bebas BAB Ada stimulan melalui ADD (alokasi Klinik sanitasi kami banyak di sembarang tempat. Mudah- dana desa). Untuk presentasenya menjual macam-macam alat mudahan ke depan kesadaran fluktuatif sekali, kira-kira 15%, sarana kesehatan, antara lain closed. masyarakat lebih termotivasi lagi. hanya setiap tahunnya tidak Berikutnya, penyuluhan untuk bisa bertambah, tapi berkurang memperbaiki budaya masyarakat Bagaimana keterlibatan pihak nominalnya. yang belum sesuai dengan kesehatan. swasta atau sektor terkait terhadap Sebab jika hanya pendekatan program ini? Untuk desa siaga bagaimana? kedinasan tidak mengena. Oleh sebab Terutama dari bidang perbankan, Desa siaga mempunyai tugas itu ada pendekatan kemasyarakatan LSM, tokoh agama dan tokoh responsif kepada masyarakat apabila melalui ceramah keagamaan. masyarakat sangat bagus. Termasuk ada kejadian luar biasa seperti DBD, Pendekatan ini cespleng, lebih Agustus kemarin pihak swasta Cikungunya dll. Jadi masyarakat mengena.nsmd,pra,yuli No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 55
  • 56.
    Siapa Dia Dr. Faiq Bahfen, SH: Staf Ahli Menkes Bidang Medico Legal P ria kelahiran Bandung Biro Hukum dan Humas Setjen 59 tahun yang lalu ini, Departemen Kesehatan RI Tahun mempunyai keahlian 1989, Kabag Penyusunan Rancangan dalam bidang hukum Peraturan Perundang-undangan kesehatan. Latar Biro Hukum dan Humas Setjen belakang pendidikan bidang hukum Kementerian Kesehatan RI tahun menjadi modal dasar kepakarannya 1999, Sekretaris Direktorat Jenderal dalam bidang hukum kesehatan. Pelayanan Kefarmasian dan Alat dosen bagi sejumlah perguruan Ia menempuh pendidikan Fakultas Kesehatan Kementerian Kesehatan tinggi ini, telah menulis 35 judul Hukum UI, Jakarta tahun 1983, Post RI tahun 2002, Kepala Biro Hukum karya tulis yang berkaitan dengan Graduate Studi Hukum Kesehatan dan Organisasi, Sekretaris Jenderal hukum kesehatan. Diantaranya; Universiteit van Amsterdam, Kementerian Kesehatan RI tahun Pengaturan Jaminan Pemeliharaan Amtserdam tahun 1988 dan Studi 2003, Staf Ahli Menteri Kesehatan Kesehatan Masyarakat, Mental Program Doktor Ilmu Hukum Bidang Medico Legal tahun 2006, Health Legislation in Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Inspektorat Jenderal Kementerian Aspek Hukum Penyelenggaraan Airlangga, Surabaya tahun 2002. Kesehatan RI tahun 2007 dan Praktik Kedokteran, Tanggung Jawab Laki-laki yang akrab dipanggil menjadi Staf Ahli Menteri Kesehatan Apoteker, tinjauan berdasarkan Faiq ini berkarir tidak jauh dari Bidang Medico Legal lagi tahun Undang-Undang Kesehatan dan persoalan hukum. Mulai dari 2010. Undang-Undang Perlindungan Kasubag Persiapan Rancangan Untuk meneguhkan kepakaran Konsumen dan Aspek Hukum Peraturan Perundang-undangan dalam bidang hukum kesehatan, Pelayanan Rumah Sakit. npra Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes: Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan W anita yang kini Seksi Pengaturan Distribusi Obat Obat Tradisional Ditjen POM tahun menjabat Direktur Ditjen POM selama 10 tahun sampai 1998, Kepala Subdit Pantar Harga Jenderal Bina tahun1995. Sejak itu karir naik Obat Probdiag Ditjen POM tahun Kefarmasian dan dalam waktu yang relatif pendek 2000, Kepala Biro Umum Badan Alat kesehatan secara berturut-turut. Dia menjadi POM tahun 2001, Direktur Obat di Kementerian Kesehatan ini, Kepala Bagian Informasi Ditjen POM Asli Indonesia Badan POM tahun mengawali karirnya sebagai Kepala tahun 1995, Kepala Subdit Perizinan 2007, Direktur Standarisasi Obat 56 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 57.
    Siapa Dia Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM tahun 2008 dan Direktur Jenderal Bina kefarmasian dan Alat kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2010. Apoteker yang beralamat rumah di Pondok Kopi Jakarta ini, menyelesaikan pendidikan Sarjana Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1978, Apoteker ITB tahun 1980 dan Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat UI tahun 1999. PNS yang berpangkat Pembina Utama Madya / Gol IVd ini, mempunyai alamat email tetyoai@yahoo.com. Lahir sebagai pemeluk Islam yang taat pada 57 tahun yang lalu di Kota Kembang, Bandung Jawa Barat. npra Triono Soendoro, dr, M.Sc, M.Phil, Ph.D: Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan P ria ganteng berkacamata mengajar di Yale University ( USA). ini, memiliki segudang Sejak tahun 2009 menjadi Staf Ahli pengalaman kerja, pela- Menkes Bidang Perlindungan Faktor tihan dan pendidikan, Resiko Kesehatan. Sampai sekarang serta aktivis berbagai juga masih menjadi anggota Komisa- organisasi profesi atau lainnya. ris Biofarma, Bandung. Khusus pengalaman kerja, dokter Sebagai dokter, Triono telah mela- yang sering dipanggil dokter Triono hirkan banyak karya tulis. Lebih dari ini mempunyai banyak pengalaman 30 karya tulis katagori umum dan kerja, pernah bekerja di Rumah Sakit lebih 21 karya tulis katagori ilmiah. Ia Umum Mataram, NTB, Kepala Biro juga telah mempunyai pengalaman Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, menjadi peneliti bidang kesehatan Biro Kesejahteran Sosial, Kesehatan sejak tahun 1981, bahkan sampai dan Gizi, di Bappenas, Kepala Biro sekarang masih menjadi Coordina- Lingkungan, Kelautan, Kedirgantara- tor, Multi-centre Case Study ( Action an, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Research), Learning Organization Bappenas. and Systems Thinking Approach, Pernah juga menjabat Kepala Johns Hopkins University, USA dan Pusdiklat Kemkes dan Kepala Badan di Uiversitas Hasanudin, Universitas Universitas Indonesia, Gajah Mada, Litbangkes. Disamping itu juga aktif Indonesia, Universitas Udayana, Hasanudin dan Mataram. npra mengajar sebagai dosen luar biasa John Hopkins University dan pernah No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 57
  • 58.
    Lentera Tak Cukup Pakta Integritas Oleh: Prawito H idup menyimpang, bila ditimbang dengan tampil menjadi agen perbaikan. nurani, sejatinya susah dan tidak nyaman. Ada Sebaliknya, jika para pemimpin tidak berkomitmen menjadi perasaan bersalah dan merasa dikejar-kejar agen perbaikan, maka berulangkali pakta integritas ditandangani oleh dosa sendiri. Akan tetapi kondisi seperti tidak akan berpengaruh apa-apa, sekedar seremonial kering tak ini tidak bertahan lama, hanya beberapa saat bermakna, bahkan hanya menjadi pemanis administrasi tanpa saja muncul, lalu menghilang ditelan masa. arti. Repotnya lagi, jika pakta integritas hanya dianggap sebagai Apalagi tidak ada kesempatan untuk melakukan pemenuhan administrasi kementerian, maka hanya menjadi perenungan, kontemplasi dan evaluasi diri. Mengapa tidak ada pertunjukan dan akan segera basi, karena tak ada realisasi. kesempatan ? Banyak alasan, setiap orang punya argumen Kini, para pemimpin mulai dari Presiden, menteri, eselon I II sendiri-sendiri. Seluruh argumen itu menyebabkan hilangnya sudah berkomitmen menandatangani pakta intergritas,kemudian nurani sebagai dasar pertimbangan. Untuk itu diperlukan akan disusul para eselon dibawahnya. Kita harus mendukung dan banyak rambu-rambu yang memagari diri kita agar tidak berprasangka baik atas ikhtiar ini. Walau dalam perjalanan mendekati penyimpangan, diantaranya ialah dengan dan pengalaman selama ini belum memberi pengaruh penandatangan Pakta Integritas. yang signifikan terhadap perbaikan. Tapi, ikhtiar Penandatangan Pakta Integritas, hanya harus tetap digalakkan sambil memperbaiki sebagai salah satu alat pengendali diri, agar kekurangan yang ada selama ini. Oleh sebab para penyelenggara negara berhati-hati dan itu, berjuang untuk perbaikan tak boleh mudah komitmen mengikuti aturan yang berlaku. putus asa, banyak mengeluh, apalagi kecewa Berdisiplin menjalankan tugas, tidak menyalah lalu menyerah. gunakan kekuasaan, sekecil apapun amanah Memperbaiki,ibarat jalan panjang yang terjal itu. Memang belum ada hasil penelitian yang dan berliku. Menyelusuri semak belukar, hutan menggambarkan keterkaitan berkurangnya rimba dan banyak binatang buas. Rintangan dan penyimpangan dengan penandatangan pakta tantangan silih berganti menghadang, selesai satu integritas oleh pemegang kekuasaan. Tapi, sebagai masalah, segera muncul masalah baru berikutnya. upaya preventif, hadirnya pakta integritas perlu Sehingga tak mungkin memperbaiki hanya bermodal mendapat apresiasi, langkah awal membangun pemerintahan angan-angan saja. Tapi, memerlukan kerja ikhlas, keras dan yang baik dan bersih. cerdas. Senin, 4 Januari 2010 seluruh eselon I dan II Kementerian Bagi siapapun, yang berminat meniti jalan perbaikan harus Kesehatan disaksikan Menkes menandatangani pakta integritas. memahami peta sasaran. Tak semua sasaran harus selesai dalam Saat itu, Menkes memberi pengarahan dan berharap agar satu waktu. Memerlukan pentahapan perbaikan. Masing-masing Kementerian Kesehatan ke depan menjadi lebih baik, bersih dan tahapan juga tak mempunyai batas waktu yang jelas, bisa lebih transparan.Untuk mendukung transparansi,akan diselenggarakan cepat, atau lebih lambat. Sehingga wajib melakukan evaluasi E procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Selain itu, akan dalam setiap tahapannya, sebelum melangkah pada tahapan menyediakan saluran telepon setiap unit satuan kerja yang dapat berikutnya. dihubungi oleh publik. Penanda tangan pakta integritas, baru tahap awal dari sebuah Komitmen untuk perbaikan,bila dilakukan oleh para pemimpin perbaikan. Masih banyak tahapan lain yang harus ditempuh. Oleh tentu akan berdampak positif pada penyelenggaraan negara. sebab itu, terlalu naif jika setelah penandatangan pakta integritas, Sebab pemimpin mempunyai pengaruh besar terhadap baik- kemudian berharap langsung terjadi perbaikan.Perbaikan tak ada buruknya perilaku para pembatu bawahannya. Pemimpin dapat yang instan, memerlukan proses yang panjang dan berkelanjutan. menjadi penarik gerbong perubahan kearah yang lebih baik. Bisa jadi, umur proses perbaikan lebih panjang dari umur para Begitu teorinya, bagaimana faktanya ? Sangat bergantung dari penggiat perbaikan. Oleh sebab itu upaya perbaikan tak boleh kesungguhan komitmen para pemimpin. Jika para pemimpin berhenti sampai penanda tangan pakta integritas saja, harus ada mempunyai komitmen yang tinggi, cepat atau lambat pasti tahapan berikutnya. Apa itu ?, mari kita tunggu...! l perbaikan akan terjadi. Sudah banyak pemimpin yang mampu 58 Mediakom No.XXII/FEBRUARI/2010
  • 59.
    Lentera Sosok Pemimpin P emimpin, sosok yang eksotik dan penuh daya Teladan dalam sikap. Sikap yang terbuka, siap menerima tarik. Mirip artis papan atas yang selalu mendapat masukan dari orang lain, sekalipun masukan itu datang dari orang sambutan hangat para penggemarnya. Tak yang rendah statusnya. Juga tak merasa dilecehkan, ketika arahan jauh beda dengan sosok pemimpin. Kalau toh belum mendapat respon dari anak buahnya. Ia akan melakukan beda, yang membedakan pada unsur penyebab interospeksi terlebih dahulu, kemudian memperbaiki diri, baru daya tarik. Pemimpin mempunyai daya tarik melakukan pendekatan khusus untuk memberi arahan dan bukan hanya pada penampilan fisik, suara dan nasehat, sampai arahan itu dimengerti. kemampuan menebar pesona, tapi karena faktor esensial Teladan dalam rendah hati. Tidak sombong dan Takabur. keabadian yang akan tetap dikenang oleh rakyatnya, walau telah Pemimpin hadir dengan sederet makna rendah hati.Kalau Ia pintar tiada. Itulah pemimpin, sosok yang penuh keagungan. tidak kemintar, kalau kaya tidak pamer, kalau berkuasa tidak Pada suatu malam yang temaram di Batam, sewenang-wenang, kalau ada usul sesepele apapun Sesjen Kementerian Kesehatan dr.Ratna Rosita, usul itu,Ia sabar mendengarkan dan menghargai. MPH, memberi arahan kepada para eselon Ia lebih banyak mendengar dari pada bicara. II,III dan IV yang hadir. Ia menyampaikan Pemimpin akan berpandangan semua dengan suara serak-serak basah, berat orang mempunyai potensi untuk penuh penghayatan yang mendalam. berkontribusi. Tak ada staf yang jelek, Tak banyak menjelaskan tentang tak bermanfaat lalu di marginalkan. teknis program kesehatan, tapi Sebab pemimpin yang rendah hati lebih banyak pada sosok pemimpin akan mampu menjadi perekat bagi harapan yang akan menjalankan mereka yang lemah, kemudian amanah di Kementerian menjadi kuat atas bimbingannya Kesehatan. Ia menginginkan, dan bangkit untuk maju mengapai para pembantunya adalah para cita-cita bersama. Bukankah sapu pemimpin yang memahami hakekat itu kumpulan lidi yang lemah? sosok pemimpin, diantara pesan Teladan dalam penampilan. yang penulis dapat serap sebagai Penampilan pemimpin sebaiknya berikut: menyesuaikan diri dengan yang Melayani. Pemimpin itu pelayan. Ia dipimpinnya. Hal ini untuk mendekatkan melayani staf, anak buah atau rakyatnya jarak psikologis antara pemimpin dan dengan sepenuh hati. Merasakan denyut nadi yang dipimpinnya. Melalui pendekatan ini kehidupan yang dilayani dalam suka dan duka. Ia memudahkan terjadi kedekatan emosi. Kedekatan terus berada bersama yang dipimpinnya. Memberi arahan ini akan memudahkan komunikasi dan interaksi, karena tidak dan solusi dari setiap problem yang dihadapi. Mereka bukan ada jarak antara pemimpin dan yang dipimpin. Sebab itu, jauhi tumpahan kesalahan dan kemarahan, apabila bersalah atau tidak perbedaan, apalagi asal beda, dapat ditinggal oleh pengikut. mampu menjalankan tugas.Pemimpin akan membimbing dengan Reformasi birokrasi,bagian penting dari efisiensi dan efektifitas sabar, sampai yang dipimpin mampu dan mandiri berkarya untuk mengelola pekerjaan. Terkadang ada perampingan birokrasi, kebaikan diri dan orang lain. Bukan sebaliknya, pemimpin sosok mutasi, promosi dan non posisi. Pemimpin selalu mampu yang meminta pelayanan dari staf, anak buah atau rakyatnya. bekerja pada posisi manapun. Posisi atas, tengah atau bawah. Teladan.Pemimpin harus menjadi teladan atau contoh.Teladan Pemimpin sejati bahkan biasa bekerja tanpa posisi. Ia mampu dalam tutur kata, sikap, perilaku dan dalam berpenampilan. Tutur mengambil posisi yang paling tepat dalam bekerja untuk memberi kata yang keluar dari lisan menentramkan hati, membangkitkan kemanfaatan yang sebesar-besarnya untuk orang banyak, bukan semangat untuk bekerja lebih baik. Jauh dari kata-kata kotor, sekedar untuk kepentingan dirinya sediri.l ketus dan adu domba. Sehingga orang lain selalu merindukan nasehat dan arahannya. No.XXII/FEBRUARI/2010 Mediakom 59
  • 60.