Atmi Ahsani Yusron                                                                        Game TheoryMD vs SinemArt
090649200
Ilmu Komunikasi/Industri Kreatif Penyiaran
                                                                  Jika bicara tentang pertelevisian
                                                            Indonesia, tidak lengkap rasanya jika
                                                            tidak menyebutkan jenis tayangan
                                                            yang satu ini: Sinema Elektronik atau
                                                            yang lebih dikenal masyarakat dengan
                                                            SINETRON.        Sejak    kebangkitan
                                                            pertelevisian Indonesia pada era tahun
                                                            80-an sampai 90-an, dunia sinetron
                                                            menjadi ramai dan merupakan sebuah
                                                            bisnis tersendiri bagi para rumah
                                                            produksi di Indonesia. Target pasarnya
                                                            tentu saja pada ibu-ibu yang pada
                                                            malam hari cenderung menghabiskan
                                                            banyak waktu untuk beristirahat di
                                                            rumah dan di depan televisi setelah
seharian mengerjakan pekerjaan rumah. Namun mungkin sinetron yang tayang pada malam hari
atau pada jam-jam prime-time lebih jelas terlihat dalam lima tahun belakangan ini setelah dua
rumah produksi besar menguasai jagad pertelevisian Indonesia dengan sinetron-sinetron andalan
mereka. Dua Production House atau Rumah Produksi yang dimaksud adalah MD Entertainment
dan SinemArt.
       MD Entertainment vs SinemArt
       Cinta Fitri bisa dibilang adalah satu-satunya sinetron MD Entertainment yang bisa bertahan
sampai season 6 dan masih akan dilanjutkan sampai season 7. Tidak banyak yang mengira
sinetron ini akan mendapatkan rekor MURI sebagai sinetron terpanjang dalam sejarah sinetron
Indonesia. Season 5 berakhir dengan total 777 episode dan berlanjut ke season 6 yang berakhir di
episode 116. MD bisa dibilang memperoleh pendapatan yang luar biasa dari Cinta Fitri. Terbukti
bahwa rating dan share sinetron ini tidak pernah turun dari 10 besar dan pemasukan dari iklan
benar-benar sangat mengagumkan. Dengan rate card iklan per 30 detik sebesar Rp. 25 juta rupiah
dan diasumsikan jeda iklan adalah 12 menit itu berarti ada 24 spot iklan berdurasi 30 detik, dan
jika sebanyak 70% iklan yang ditayangkan selama sinetron ini berlangsung laku di pasaran,
maka bisa dihitung pemasukan sinetron ini adalah Rp. 25 juta x 24 spot x 70% yaitu Rp. 420 juta
per episode. Dan jika satu episode sinetron ini seharga Rp. 230 juta, maka keuntungan kotor
stasiun televisi adalah sekitar Rp 190 juta1. Jumlah yang tidak sedikit inilah yang membuat MD
tetap mempertahankan sinetron ini dan 6 season telah ditayangkan di SCTV selama kurun waktu
3 tahun. Season 7 sinetron ini akan tayang di Indosiar pada Januari 2011.
       Cinta Fitri, meski pengembangan ceritanya terkesan dipaksakan, tetap menjadi primadona
di SCTV selama 3 tahun terakhir. Bahkan beberapa episode dalam sinetron Cinta Fitri sempat
ditiru oleh salah satu sinetron SinemArt yang bertemakan religi yang dibintangi oleh Rianti
Cartwright dan Baim Wong yang berjudul Munajah Cinta. Contohnya, pada Cinta Fitri season
awal, Farel meninggalkan rumah keluarganya yang kaya raya demi Fitri dan rela tinggal di
kontrakan murah dekat kontrakan Fitri. Dan dalam sinetron SinemArt tersebut, kisah yang sama
juga terjadi pada dua tokoh utama. Contoh lain misalnya, dalam Cinta Fitri, detail kisah seperti
makanan favorit Fitri dan Farel yaitu Sate, selalu diceritakan (pada season 1, kebelakang,
masalah sate ini tidak pernah diungkit lagi, mungkin karena lebih fokus ke adegan kejahatan dan
bisa jadi masalah pergantian penulis) dan detail kisah inilah yang juga menjadi trendsetter dan
ditiru oleh sinetron lain, tentu saja dengan jenis makanan yang berbeda.
       Setiap tayangan Cinta Fitri memilik pesaing sendiri dari rumah produksi lawannya yaitu
SinemArt. Cinta Fitri (CF) Season 1 pada saat itu H2H dengan Wulan, CF2 head to head dengan
Yasmine, CF3 harus berhadapan dengan Alisa dan Dewi, CF4 harus melawan Cinta dan
Anugerah, CF5 harus menghadapi Safa dan Marwah dan CF6 dengan sengit melawan Kemilau
Cinta Kamila. Tetapi lagi-lagi, dikarenakan Cinta Fitri memang sudah menjadi trendsetter
sinetron Indonesia setelah Tersanjung, acara ini tidak pernah mendapatkan rating yang jeblok
lebih dari satu episode.
       Kejar mengejar rating antara MD dan Sinemart mungkin lebih terlihat dan terasa sejak
berakhirnya CF3 dan bertepatan dengan pengunduran diri Hilman Hariwijaya dari MD dan
beralih ke Sinemart. Ketika itu CF4 harus head to head dengan Cinta dan Anugerah. CF4
sepeninggal Hilman Hariwijaya, ditulis oleh Lintang Wardhani sementara Cinta dan Anugerah
ditulis oleh Salma Ramadhani yang adalah sebenarnya Hilman Hariwijaya. Dua sinetron yang
tayang pada saat yang hampir bersamaan ini tentunya menjadi persaingan yang sengit antara dua
stasiun televisi (SCTV vs RCTI) dan dua rumah produksi yaitu MD vs SinemArt. Bukan hanya
1
 Handout Pengantar media Televisi Minggu IV oleh Amelia H. Day, SS, ME
Credit:
Forum Lautan Indonesia: MD vs SinemArt
www.kapanlagi.com www.facebook.com            www.sinemart.com
www.detik.com       www.twitter.com           www.wikipedia.org www.lautanindonesia.com
www.google.com     www.mdentertainment.net
Atmi Ahsani Yusron                                                                           Game TheoryMD vs SinemArt
090649200
Ilmu Komunikasi/Industri Kreatif Penyiaran
karena CF adalah sinetron andalan SCTV, tetapi juga mengingat CF pernah ditulis oleh Hilman
Hariwijaya dan Hilman harus berusaha melawan sinetron brilian yang pernah ditulisnya itu
melalui Cinta dan Anugerah.
       Ada banyak artis-artis MD yang beralih ke SinemArt. Dengan cara baik-baik ataupun
dengan kasus yang mengikutinya. Sebut saja Miller (MD-Azizah, Sinemart-Cinta dan
Anugerah), Eva Anindita (MD-Azizah, Sinemart-Cinta dan Anugerah), Tsania Marwa (MD-
Alisha, Sinemart-Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan) dan Ariel Tatum (MD-Cinderella
Boy, SinemArt-Dia Bukan Anakku). Yang bermasalah sebut saja Cinta Laura (MD-Cinderella,
SinemArt-Upik Abu dan Laura) dan Rezky Aditya (MD-Melati Untuk Marvel, SinemArt-Putri
Yang Ditukar). Demikian halnya dengan artis-artis SinemArt yang juga beralih ke MD seperti
Chelsea Olivia (SinemArt-Tuhan Ada Dimana-mana/Kodrat/Buku Harian Nayla, MD-
Chelsea/Melati Untuk Marvel/Mawar Melati). Kedua PH ini memang berebut untuk
mendapatkan pemain-pemain yang terbaik disamping juga berebut untuk membuat program yang
benar-benar bisa meraih rating tinggi.
       Persaingan Ketat Tak Berujung
       Persaingan MD dan SinemArt bisa dibilang tidak berujung. Masing-masing dari PH ini
selalu mencoba untuk menjadi yang tertinggi dalam perolehan rating dan share dari sinetron-
sinetron yang tayang di jam prime-time. SinemArt yang kontrak eksklusif dengan RCTI sampai
saat ini masih merajai jam tayang primetime stasiun televisi tersebut dengan sinetron-sinetron
rating tinggi. Sebut saja Putri Yang Ditukar yang dibintangi oleh Nikita Willy dan Rezky Aditya
yang selalu menduduki rating pertama dalam penayangan hari Jumat, 27 November 2010 sampai
dengan Jumat, 17 Desember 2010 (kecuali pada 01/12/10, 04/12/10, 07/12/10, 15/12/10, dan
16/12/10 menduduki peringkat 2 rating dan share AC Nielsen karena peringkat pertama adalah
tayangan AFF CUP 2010 dan 05/12/10 yaitu tayangan Tinju Dunia yang menampilkan Chris
John) bahkan tiga episode terakhir Cinta Fitri Season 6 hanya bisa sampai di posisi ke tiga
(26/12/103 episode terakhir 5,5%/27,6%) dan posisi dua (27/12/10—6,3%/29% dan
28/12/106,2%/30% pada 2 episode terakhir). PYD bertahan di posisi pertama dengan
perolehan rating sebagai berikut:
           • 27/11/107,5%/26%, 28/11/107,4%/28%, 29/11/106,2%/24,5%,2
           • 30/11/106,1%/25%, 06/12/109,7%/32.6%, 08/12/108,1%/33%,3
           • 13/12/108,8%/33%, 17/12/1010,4%/35,3%4
       Dari perolehan rating tersebut, dapat dilihat bahwa ketika Cinta Fitri Season 6 masih
tayang, MD dan SinemArt berasing ketat merebut posisi rating tertinggi. Cinta Fitri dan MD
selalu kejar-mengejar di posisi 1-5. PYD dan CF6 tayang di jam yang berbeda. PYD pada saat
itu head to head dengan Taxi yang diproduksi oleh MD, tetapi Taxi sayangnya harus puas berada
jauh di bawah PYD yaitu di posisi 7 sampai dengan 9. Episode terakhir Taxi season 1 bahkan
hanya mampu meraih posisi 7 dengan perolehan rating 4,3% dan share 16,3%. Sangat jauh
berbeda dengan posisi PYD yang pada hari yang sama duduk di posisi pertama. Tidak jauh
berbeda dengan episode terakhirnya, episode perdana Season 2 dari Taxi bahkan lebih parah.
Season 2 Taxi tayang di Indosiar dan hanya mampu mendapatkan rating dan share 1,9% dan
7,7% yang otomatis membawanya duduk di posisi rata-rata 37-26 tangga rating.
       Tidak hanya dari rating dan share, persaingan jam tayang juga menjadi salah satu faktor
penting dalam pergulatan sinetron SinemArt versus MD. Kita lihat saja dari durasi penayangan
Cinta Fitri yang pada awalnya hanya 60 menit, sejak berlanjut ke season 2 menjadi 90 menit. Hal
ini dilakukan MD, menurut saya, tentu saja agar pemirsa tidak merasa bahwa porsi tayangan
terlalu pendek dan iklan terlalu banyak. Kita asumsikan dalam satu episode jeda iklan sebanyak
12 menit, itu berarti ada 48 menit tayangan yang dibagi dalam beberapa segmen. Jika CF tayang
90 menit artinya ada 78 menit tayangan yang dibagi dalam beberapa segmen. Tentu saja ini
hanya sekedar asumsi karena pada kenyataannya, porsi tayangan tidaklah lebih dari 8 menit atau
maksimal hanya 10 menit per segmennya.
       Jika CF tayang 90 menit, head to head nya yaitu KCK dalam sebuah promo programnya
menyatakan bahwa sinetron ini tayang 2 jam atau 120 menit dengan jeda iklan lebih pendek.
Bisa dikatakan bahwa SinemArt mengakali iklan yang terlalu banyak ketika CF tayang dengan
memberikan porsi tayangan lebih banyak dengan iklan yang lebih sedikit pada tayangan KCK.
Hal ini tentu saja dibuat agar bisa menarik perhatian pemirsa karena ketika CF sedang break
iklan, KCK terus berjalan dan akan banyak yang mengalihkan channel ke KCK karena tidak mau
menonton iklan. Iklan yang lama akan membuat penonton tetap duduk manis di depan TV


2
  @tonikidman on Twitter, Cinta Fitri Fans on Facebook by @Die_boys
3
  Ibid.
4
  Ibid.
Credit:
Forum Lautan Indonesia: MD vs SinemArt
www.kapanlagi.com www.facebook.com               www.sinemart.com
www.detik.com       www.twitter.com              www.wikipedia.org www.lautanindonesia.com
www.google.com     www.mdentertainment.net
Atmi Ahsani Yusron                                                                         Game TheoryMD vs SinemArt
090649200
Ilmu Komunikasi/Industri Kreatif Penyiaran
menyaksikan KCK dan membuat rating acara ini akan semakin bertambah. Walaupun pada
kenyataannya, cara ini kurang efektif karena CF selalu lebih unggul dibandingkan KCK.
       Keunggulan dan Kekurangan
       SinemArt, dari segi pemain yang berperan dalam setiap sinetronnya selalu menampilkan
artis-artis yang memang sudah memiliki nama besar. Dari sini terlihat bahwa SinemArt memang
tidak mau mengambil resiko untuk menggunakan artis-artis baru yang tingkat popularitasnya
belum terlalu tinggi. SinemArt juga terlihat lebih suka menggunakan artis yang sukses dengan
film layar lebarnya. Sebut saja Richard Kevin dan Nirina Zubir yang dipasangkan dalam
Sinetron Assalamualaikum Cinta yang ditulis Hilman Hariwijaya (Salma Ramadhani), dua
pasangan ini tampil dalam film Get Married karya Hanung Bramantyo, kemudian Rianti
Cartwright, Zaskia Adya Mecca dan Carrisa Puteri yang terkenal lewat film Ayat-ayat Cinta.
Mengenai Rianti, Zaskia dan Carissa, SinemArt tentu saja pintar dalam menarik dua artis
tersebut mengingat Ayat-ayat Cinta adalah produksi MD Pictures, ini merupakan taktik yang luar
biasa dari SinemArt karena tak lama setelah heboh AAC, SinemArt memproduksi sinetron
serupa AAC berjudul Munajah Cinta dengan pemain yang sama pula kecuali peran utama pria.
Artis senior juga terlihat lebih banyak bernaung di SinemArt seperti Lidya Kandou, Anwar
Fuadi, Elma Theana, dan lain-lain. Tak lupa artis kesayangan Leo Sutanto seperti Naysilla
Mirdad, Dude Harlino, Nikita Willy dan juga Nabila Syakieb. Berbeda dengan SinemArt, MD
justru lebih banyak mengandalkan sinetronnya dengan memasang wajah-wajah baru. Sebut saja
Fendi Chow yang tidak cukup terkenal pada awalnya tetapi berhasil dilambungkan oleh MD,
kemudian Zaskia Sungkar, Andrew Andhika, Donita, Randy Pangalila dan lain-lain. Meskipun
beberapa artis MD juga ada yang berasal dari SinemArt, tetapi MD juga banyak mencetak artis-
artis yang akhirnya dikontrak oleh SinemArt.
       Keunggulan lain dari SinemArt yaitu dari teknik pengambilan gambar dalam setiap
episodenya yang selalu diusahakan untuk tidak pisang frame dan menggunakan stand-in. Ini
membuat gambar yang ditampilkan terkadang lebih bagus dibandingkan MD karena MD
biasanya hobi menggunakan teknik pisah frame ini.
       Dari segi cerita, SinemArt sangat terlihat berkiblat pada drama-drama Asia (Korea, Jepang,
Taiwan). Bahkan ada beberapa judul sinetron SinemArt yang memang membeli lisensi untuk
membuat drama Korea tersebut seperti Magician of Love yang dibintangi Chelsea Olivia ketika
masih di SinemArt. Beberapa sinetron MD juga ada yang meniru drama Korea dan Taiwan,
Cinta Fitri misalnya dari Pure Love 19 (Korea), Bumbu-bumbu Cinta dari Corner with Love
(Taiwan) atau Cinderella Boy dari Hanazakarino Kimitachihe/Hua Yang Shao Nian Shao Nu
(Jepang/Taiwan) namun pula sinetron MD berasal dari telenovela dan film hollywood seperti
Cinta Bunga dari Maria Mercedes, Cintaku dari Marichuy, Azizah dari Maria La Del Bario, dan
Sissy Putri Duyung dari film Aquamarine. Pengembangan cerita sendiri dari kedua PH ini
memang sama-sama kreatif. Hanya saja terkadang penulis membuat cerita menjadi bertele-tele,
dipanjang-panjangkan, dan menjadi tidak masuk akal. Terlebih lagi jika sudah ada di episode
ratusan. MD terlalu sering membuat detail cerita baru dalam sinetronnya yang sebelumnya tidak
pernah diceritakan, misalnya Farel yang alergi stroberi (CF6, sebelumnya tidak pernah
diceritakan), Alif yang alergi nanas (CF5, sebelumnya tidak pernah diceritakan) dan masih
banyak yang lainnya seperti hari ulang tahun, hari kematian, dan lain-lain. SinemArt, jika sudah
sampai pada titik jenuh, akan membuat cerita yang terkadang tidak masuk akal juga dan
kebanyakan inti cerita dari sinetron produksi SinemArt adalah saudara kandung/anak yang
tertukar, hilang, terpisah sejak lahir, dan seterusnya. Sebut saja Liontin, Cincin, dan Putri Yang
Ditukar.
       Salah satu kekurangan MD Entertainment adalah kurangnya percaya diri pada penayangan
sinetron selain Cinta Fitri untuk menjadi rating tertinggi. MD terkesan kurang memerhatikan
sinetronnya yang lain jika Cinta Fitri sudah menyelesaikan seasonnya dan sinetron MD yang lain
muncul. MD terkadang terlalu berorientasi dan bergantung pada Cinta Fitri sehingga sinetronnya
yang lain kurang diberikan kesempatan untuk memiliki episode panjang seperti Cinta Fitri.
Sejauh ini sinetron MD yang berhasil dan bisa disejajarkan dengan CF hanya Melati Untuk
Marvel. Taxi sendiri yang memasuki season 2 saya rasa hanyalah salah satu cara MD untuk
mengalihkan perhatian penonton karena sinetron tersebut pindah tayang ke stasiun lain dan
kebetulan sekali momennya sangat tepat. Ketergantungan MD pada CF dikarenakan sinetron lain
yang tayang tanpa diikuti oleh CF selalu low-rating dan itu memaksa MD untuk menghentikan
penayangan sinetronnya secara tiba-tiba.
       SinemArt juga mengalami hal yang sama. Banyak sinetron SinemArt yang iklannya sudah
muncul di layar kaca tetapi batal tayang. Beberapa bahkan harus libur selama beberapa hari
dikarenakan jadwal pemain yang berbenturan, sebut saja Kemilau Cinta Kamila yang sempat
libur beberapa hari dan Dia Jantung Hatiku yang kini sudah mulai tayang lagi seperti biasa.
Credit:
Forum Lautan Indonesia: MD vs SinemArt
www.kapanlagi.com www.facebook.com           www.sinemart.com
www.detik.com       www.twitter.com          www.wikipedia.org   www.lautanindonesia.com
www.google.com     www.mdentertainment.net

MD versus Sinemart

  • 1.
    Atmi Ahsani Yusron Game TheoryMD vs SinemArt 090649200 Ilmu Komunikasi/Industri Kreatif Penyiaran Jika bicara tentang pertelevisian Indonesia, tidak lengkap rasanya jika tidak menyebutkan jenis tayangan yang satu ini: Sinema Elektronik atau yang lebih dikenal masyarakat dengan SINETRON. Sejak kebangkitan pertelevisian Indonesia pada era tahun 80-an sampai 90-an, dunia sinetron menjadi ramai dan merupakan sebuah bisnis tersendiri bagi para rumah produksi di Indonesia. Target pasarnya tentu saja pada ibu-ibu yang pada malam hari cenderung menghabiskan banyak waktu untuk beristirahat di rumah dan di depan televisi setelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah. Namun mungkin sinetron yang tayang pada malam hari atau pada jam-jam prime-time lebih jelas terlihat dalam lima tahun belakangan ini setelah dua rumah produksi besar menguasai jagad pertelevisian Indonesia dengan sinetron-sinetron andalan mereka. Dua Production House atau Rumah Produksi yang dimaksud adalah MD Entertainment dan SinemArt. MD Entertainment vs SinemArt Cinta Fitri bisa dibilang adalah satu-satunya sinetron MD Entertainment yang bisa bertahan sampai season 6 dan masih akan dilanjutkan sampai season 7. Tidak banyak yang mengira sinetron ini akan mendapatkan rekor MURI sebagai sinetron terpanjang dalam sejarah sinetron Indonesia. Season 5 berakhir dengan total 777 episode dan berlanjut ke season 6 yang berakhir di episode 116. MD bisa dibilang memperoleh pendapatan yang luar biasa dari Cinta Fitri. Terbukti bahwa rating dan share sinetron ini tidak pernah turun dari 10 besar dan pemasukan dari iklan benar-benar sangat mengagumkan. Dengan rate card iklan per 30 detik sebesar Rp. 25 juta rupiah dan diasumsikan jeda iklan adalah 12 menit itu berarti ada 24 spot iklan berdurasi 30 detik, dan jika sebanyak 70% iklan yang ditayangkan selama sinetron ini berlangsung laku di pasaran, maka bisa dihitung pemasukan sinetron ini adalah Rp. 25 juta x 24 spot x 70% yaitu Rp. 420 juta per episode. Dan jika satu episode sinetron ini seharga Rp. 230 juta, maka keuntungan kotor stasiun televisi adalah sekitar Rp 190 juta1. Jumlah yang tidak sedikit inilah yang membuat MD tetap mempertahankan sinetron ini dan 6 season telah ditayangkan di SCTV selama kurun waktu 3 tahun. Season 7 sinetron ini akan tayang di Indosiar pada Januari 2011. Cinta Fitri, meski pengembangan ceritanya terkesan dipaksakan, tetap menjadi primadona di SCTV selama 3 tahun terakhir. Bahkan beberapa episode dalam sinetron Cinta Fitri sempat ditiru oleh salah satu sinetron SinemArt yang bertemakan religi yang dibintangi oleh Rianti Cartwright dan Baim Wong yang berjudul Munajah Cinta. Contohnya, pada Cinta Fitri season awal, Farel meninggalkan rumah keluarganya yang kaya raya demi Fitri dan rela tinggal di kontrakan murah dekat kontrakan Fitri. Dan dalam sinetron SinemArt tersebut, kisah yang sama juga terjadi pada dua tokoh utama. Contoh lain misalnya, dalam Cinta Fitri, detail kisah seperti makanan favorit Fitri dan Farel yaitu Sate, selalu diceritakan (pada season 1, kebelakang, masalah sate ini tidak pernah diungkit lagi, mungkin karena lebih fokus ke adegan kejahatan dan bisa jadi masalah pergantian penulis) dan detail kisah inilah yang juga menjadi trendsetter dan ditiru oleh sinetron lain, tentu saja dengan jenis makanan yang berbeda. Setiap tayangan Cinta Fitri memilik pesaing sendiri dari rumah produksi lawannya yaitu SinemArt. Cinta Fitri (CF) Season 1 pada saat itu H2H dengan Wulan, CF2 head to head dengan Yasmine, CF3 harus berhadapan dengan Alisa dan Dewi, CF4 harus melawan Cinta dan Anugerah, CF5 harus menghadapi Safa dan Marwah dan CF6 dengan sengit melawan Kemilau Cinta Kamila. Tetapi lagi-lagi, dikarenakan Cinta Fitri memang sudah menjadi trendsetter sinetron Indonesia setelah Tersanjung, acara ini tidak pernah mendapatkan rating yang jeblok lebih dari satu episode. Kejar mengejar rating antara MD dan Sinemart mungkin lebih terlihat dan terasa sejak berakhirnya CF3 dan bertepatan dengan pengunduran diri Hilman Hariwijaya dari MD dan beralih ke Sinemart. Ketika itu CF4 harus head to head dengan Cinta dan Anugerah. CF4 sepeninggal Hilman Hariwijaya, ditulis oleh Lintang Wardhani sementara Cinta dan Anugerah ditulis oleh Salma Ramadhani yang adalah sebenarnya Hilman Hariwijaya. Dua sinetron yang tayang pada saat yang hampir bersamaan ini tentunya menjadi persaingan yang sengit antara dua stasiun televisi (SCTV vs RCTI) dan dua rumah produksi yaitu MD vs SinemArt. Bukan hanya 1 Handout Pengantar media Televisi Minggu IV oleh Amelia H. Day, SS, ME Credit: Forum Lautan Indonesia: MD vs SinemArt www.kapanlagi.com www.facebook.com www.sinemart.com www.detik.com www.twitter.com www.wikipedia.org www.lautanindonesia.com www.google.com www.mdentertainment.net
  • 2.
    Atmi Ahsani Yusron Game TheoryMD vs SinemArt 090649200 Ilmu Komunikasi/Industri Kreatif Penyiaran karena CF adalah sinetron andalan SCTV, tetapi juga mengingat CF pernah ditulis oleh Hilman Hariwijaya dan Hilman harus berusaha melawan sinetron brilian yang pernah ditulisnya itu melalui Cinta dan Anugerah. Ada banyak artis-artis MD yang beralih ke SinemArt. Dengan cara baik-baik ataupun dengan kasus yang mengikutinya. Sebut saja Miller (MD-Azizah, Sinemart-Cinta dan Anugerah), Eva Anindita (MD-Azizah, Sinemart-Cinta dan Anugerah), Tsania Marwa (MD- Alisha, Sinemart-Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan) dan Ariel Tatum (MD-Cinderella Boy, SinemArt-Dia Bukan Anakku). Yang bermasalah sebut saja Cinta Laura (MD-Cinderella, SinemArt-Upik Abu dan Laura) dan Rezky Aditya (MD-Melati Untuk Marvel, SinemArt-Putri Yang Ditukar). Demikian halnya dengan artis-artis SinemArt yang juga beralih ke MD seperti Chelsea Olivia (SinemArt-Tuhan Ada Dimana-mana/Kodrat/Buku Harian Nayla, MD- Chelsea/Melati Untuk Marvel/Mawar Melati). Kedua PH ini memang berebut untuk mendapatkan pemain-pemain yang terbaik disamping juga berebut untuk membuat program yang benar-benar bisa meraih rating tinggi. Persaingan Ketat Tak Berujung Persaingan MD dan SinemArt bisa dibilang tidak berujung. Masing-masing dari PH ini selalu mencoba untuk menjadi yang tertinggi dalam perolehan rating dan share dari sinetron- sinetron yang tayang di jam prime-time. SinemArt yang kontrak eksklusif dengan RCTI sampai saat ini masih merajai jam tayang primetime stasiun televisi tersebut dengan sinetron-sinetron rating tinggi. Sebut saja Putri Yang Ditukar yang dibintangi oleh Nikita Willy dan Rezky Aditya yang selalu menduduki rating pertama dalam penayangan hari Jumat, 27 November 2010 sampai dengan Jumat, 17 Desember 2010 (kecuali pada 01/12/10, 04/12/10, 07/12/10, 15/12/10, dan 16/12/10 menduduki peringkat 2 rating dan share AC Nielsen karena peringkat pertama adalah tayangan AFF CUP 2010 dan 05/12/10 yaitu tayangan Tinju Dunia yang menampilkan Chris John) bahkan tiga episode terakhir Cinta Fitri Season 6 hanya bisa sampai di posisi ke tiga (26/12/103 episode terakhir 5,5%/27,6%) dan posisi dua (27/12/10—6,3%/29% dan 28/12/106,2%/30% pada 2 episode terakhir). PYD bertahan di posisi pertama dengan perolehan rating sebagai berikut: • 27/11/107,5%/26%, 28/11/107,4%/28%, 29/11/106,2%/24,5%,2 • 30/11/106,1%/25%, 06/12/109,7%/32.6%, 08/12/108,1%/33%,3 • 13/12/108,8%/33%, 17/12/1010,4%/35,3%4 Dari perolehan rating tersebut, dapat dilihat bahwa ketika Cinta Fitri Season 6 masih tayang, MD dan SinemArt berasing ketat merebut posisi rating tertinggi. Cinta Fitri dan MD selalu kejar-mengejar di posisi 1-5. PYD dan CF6 tayang di jam yang berbeda. PYD pada saat itu head to head dengan Taxi yang diproduksi oleh MD, tetapi Taxi sayangnya harus puas berada jauh di bawah PYD yaitu di posisi 7 sampai dengan 9. Episode terakhir Taxi season 1 bahkan hanya mampu meraih posisi 7 dengan perolehan rating 4,3% dan share 16,3%. Sangat jauh berbeda dengan posisi PYD yang pada hari yang sama duduk di posisi pertama. Tidak jauh berbeda dengan episode terakhirnya, episode perdana Season 2 dari Taxi bahkan lebih parah. Season 2 Taxi tayang di Indosiar dan hanya mampu mendapatkan rating dan share 1,9% dan 7,7% yang otomatis membawanya duduk di posisi rata-rata 37-26 tangga rating. Tidak hanya dari rating dan share, persaingan jam tayang juga menjadi salah satu faktor penting dalam pergulatan sinetron SinemArt versus MD. Kita lihat saja dari durasi penayangan Cinta Fitri yang pada awalnya hanya 60 menit, sejak berlanjut ke season 2 menjadi 90 menit. Hal ini dilakukan MD, menurut saya, tentu saja agar pemirsa tidak merasa bahwa porsi tayangan terlalu pendek dan iklan terlalu banyak. Kita asumsikan dalam satu episode jeda iklan sebanyak 12 menit, itu berarti ada 48 menit tayangan yang dibagi dalam beberapa segmen. Jika CF tayang 90 menit artinya ada 78 menit tayangan yang dibagi dalam beberapa segmen. Tentu saja ini hanya sekedar asumsi karena pada kenyataannya, porsi tayangan tidaklah lebih dari 8 menit atau maksimal hanya 10 menit per segmennya. Jika CF tayang 90 menit, head to head nya yaitu KCK dalam sebuah promo programnya menyatakan bahwa sinetron ini tayang 2 jam atau 120 menit dengan jeda iklan lebih pendek. Bisa dikatakan bahwa SinemArt mengakali iklan yang terlalu banyak ketika CF tayang dengan memberikan porsi tayangan lebih banyak dengan iklan yang lebih sedikit pada tayangan KCK. Hal ini tentu saja dibuat agar bisa menarik perhatian pemirsa karena ketika CF sedang break iklan, KCK terus berjalan dan akan banyak yang mengalihkan channel ke KCK karena tidak mau menonton iklan. Iklan yang lama akan membuat penonton tetap duduk manis di depan TV 2 @tonikidman on Twitter, Cinta Fitri Fans on Facebook by @Die_boys 3 Ibid. 4 Ibid. Credit: Forum Lautan Indonesia: MD vs SinemArt www.kapanlagi.com www.facebook.com www.sinemart.com www.detik.com www.twitter.com www.wikipedia.org www.lautanindonesia.com www.google.com www.mdentertainment.net
  • 3.
    Atmi Ahsani Yusron Game TheoryMD vs SinemArt 090649200 Ilmu Komunikasi/Industri Kreatif Penyiaran menyaksikan KCK dan membuat rating acara ini akan semakin bertambah. Walaupun pada kenyataannya, cara ini kurang efektif karena CF selalu lebih unggul dibandingkan KCK. Keunggulan dan Kekurangan SinemArt, dari segi pemain yang berperan dalam setiap sinetronnya selalu menampilkan artis-artis yang memang sudah memiliki nama besar. Dari sini terlihat bahwa SinemArt memang tidak mau mengambil resiko untuk menggunakan artis-artis baru yang tingkat popularitasnya belum terlalu tinggi. SinemArt juga terlihat lebih suka menggunakan artis yang sukses dengan film layar lebarnya. Sebut saja Richard Kevin dan Nirina Zubir yang dipasangkan dalam Sinetron Assalamualaikum Cinta yang ditulis Hilman Hariwijaya (Salma Ramadhani), dua pasangan ini tampil dalam film Get Married karya Hanung Bramantyo, kemudian Rianti Cartwright, Zaskia Adya Mecca dan Carrisa Puteri yang terkenal lewat film Ayat-ayat Cinta. Mengenai Rianti, Zaskia dan Carissa, SinemArt tentu saja pintar dalam menarik dua artis tersebut mengingat Ayat-ayat Cinta adalah produksi MD Pictures, ini merupakan taktik yang luar biasa dari SinemArt karena tak lama setelah heboh AAC, SinemArt memproduksi sinetron serupa AAC berjudul Munajah Cinta dengan pemain yang sama pula kecuali peran utama pria. Artis senior juga terlihat lebih banyak bernaung di SinemArt seperti Lidya Kandou, Anwar Fuadi, Elma Theana, dan lain-lain. Tak lupa artis kesayangan Leo Sutanto seperti Naysilla Mirdad, Dude Harlino, Nikita Willy dan juga Nabila Syakieb. Berbeda dengan SinemArt, MD justru lebih banyak mengandalkan sinetronnya dengan memasang wajah-wajah baru. Sebut saja Fendi Chow yang tidak cukup terkenal pada awalnya tetapi berhasil dilambungkan oleh MD, kemudian Zaskia Sungkar, Andrew Andhika, Donita, Randy Pangalila dan lain-lain. Meskipun beberapa artis MD juga ada yang berasal dari SinemArt, tetapi MD juga banyak mencetak artis- artis yang akhirnya dikontrak oleh SinemArt. Keunggulan lain dari SinemArt yaitu dari teknik pengambilan gambar dalam setiap episodenya yang selalu diusahakan untuk tidak pisang frame dan menggunakan stand-in. Ini membuat gambar yang ditampilkan terkadang lebih bagus dibandingkan MD karena MD biasanya hobi menggunakan teknik pisah frame ini. Dari segi cerita, SinemArt sangat terlihat berkiblat pada drama-drama Asia (Korea, Jepang, Taiwan). Bahkan ada beberapa judul sinetron SinemArt yang memang membeli lisensi untuk membuat drama Korea tersebut seperti Magician of Love yang dibintangi Chelsea Olivia ketika masih di SinemArt. Beberapa sinetron MD juga ada yang meniru drama Korea dan Taiwan, Cinta Fitri misalnya dari Pure Love 19 (Korea), Bumbu-bumbu Cinta dari Corner with Love (Taiwan) atau Cinderella Boy dari Hanazakarino Kimitachihe/Hua Yang Shao Nian Shao Nu (Jepang/Taiwan) namun pula sinetron MD berasal dari telenovela dan film hollywood seperti Cinta Bunga dari Maria Mercedes, Cintaku dari Marichuy, Azizah dari Maria La Del Bario, dan Sissy Putri Duyung dari film Aquamarine. Pengembangan cerita sendiri dari kedua PH ini memang sama-sama kreatif. Hanya saja terkadang penulis membuat cerita menjadi bertele-tele, dipanjang-panjangkan, dan menjadi tidak masuk akal. Terlebih lagi jika sudah ada di episode ratusan. MD terlalu sering membuat detail cerita baru dalam sinetronnya yang sebelumnya tidak pernah diceritakan, misalnya Farel yang alergi stroberi (CF6, sebelumnya tidak pernah diceritakan), Alif yang alergi nanas (CF5, sebelumnya tidak pernah diceritakan) dan masih banyak yang lainnya seperti hari ulang tahun, hari kematian, dan lain-lain. SinemArt, jika sudah sampai pada titik jenuh, akan membuat cerita yang terkadang tidak masuk akal juga dan kebanyakan inti cerita dari sinetron produksi SinemArt adalah saudara kandung/anak yang tertukar, hilang, terpisah sejak lahir, dan seterusnya. Sebut saja Liontin, Cincin, dan Putri Yang Ditukar. Salah satu kekurangan MD Entertainment adalah kurangnya percaya diri pada penayangan sinetron selain Cinta Fitri untuk menjadi rating tertinggi. MD terkesan kurang memerhatikan sinetronnya yang lain jika Cinta Fitri sudah menyelesaikan seasonnya dan sinetron MD yang lain muncul. MD terkadang terlalu berorientasi dan bergantung pada Cinta Fitri sehingga sinetronnya yang lain kurang diberikan kesempatan untuk memiliki episode panjang seperti Cinta Fitri. Sejauh ini sinetron MD yang berhasil dan bisa disejajarkan dengan CF hanya Melati Untuk Marvel. Taxi sendiri yang memasuki season 2 saya rasa hanyalah salah satu cara MD untuk mengalihkan perhatian penonton karena sinetron tersebut pindah tayang ke stasiun lain dan kebetulan sekali momennya sangat tepat. Ketergantungan MD pada CF dikarenakan sinetron lain yang tayang tanpa diikuti oleh CF selalu low-rating dan itu memaksa MD untuk menghentikan penayangan sinetronnya secara tiba-tiba. SinemArt juga mengalami hal yang sama. Banyak sinetron SinemArt yang iklannya sudah muncul di layar kaca tetapi batal tayang. Beberapa bahkan harus libur selama beberapa hari dikarenakan jadwal pemain yang berbenturan, sebut saja Kemilau Cinta Kamila yang sempat libur beberapa hari dan Dia Jantung Hatiku yang kini sudah mulai tayang lagi seperti biasa. Credit: Forum Lautan Indonesia: MD vs SinemArt www.kapanlagi.com www.facebook.com www.sinemart.com www.detik.com www.twitter.com www.wikipedia.org www.lautanindonesia.com www.google.com www.mdentertainment.net