Indeks harga dan inflasi
Inflasi
Dihitung menggunakan
Indeks harga
Terdiri dari
Dihitung dengan
cara
Metode agregatif tidak
tertimbang
Metode agregatif
tertimbang
Metode Paasche
Metode Laspeyres
Metode tahun khas
Indeks Harga perdagangan
besar
Indeks harga konsumen
Indeks harga yang dibayar
dan diterima petani
 Perhitungan angka indeks dipelopori oleh G.R. Carli ;
berkebangsaan Italia pada tahun 1764
 Angka indeks adalah sebuah ratio yang umumnya dinyatakan
dalam persentase yang mengukur suatu variabel pada suatu
waktu atau lokasi tertentu relatif terhadap besarnya variabel
yang sama pada waktu atau lokasi lainnya.
 Dalam menyusun angka indeks, ada beberapa persoalan penting
yang perlu diperhatikan :
1) Perumusan tujuan penyusunan angka indeks
2) Sumber dan syarat perbandingkan data
3) Pemilihan periode dasar
4) Pemilihan timbangan (weight)
Jenis indeks harga :
1.Indeks harga pedagang besar (IHPB)
Barang yang diukur dengan indeks ini adalah bahan mentah
dan barang jadi yang diperjualbelikan di pasar primer.
Jenis barang yang dihasilkan dalam IHPB diklasifikasikan
dalam sektor :
•Pertanian dengan dengan subsektor bahan makanan,
tanaman perdagangan, kehutanan, perikanan, peternakan
dan perkayuan
•Pertambangan dan galian dengan subsektor batubara, aspal,
pasir, batu kali, dan krikil
•Industi dengan subsektor tekstil, pakaian jadi, barang-barang
dari kulit, makanan, minuman, kertas, barang cetakan, karet
dan plastik
Jenis indeks harga :
2.Indeks Harga Konsumen
Indeks ini mengukur perubahan harga sekelompok besar
barang konsumsi yang dibeli konsumen
Fungsi Indeks Harga Konsumen (IHK) :
•Memungkinkan konsumen untuk menentukan
pengaruh perubahan harga terhadap daya beli mereka
•Merupakan suatu indikator ekonomi dan tingkat inflasi
•Diguanakan untuk menentukan daya beli mata uang
tertentu
Jenis indeks harga :
3.Indeks harga yang dibayar dan diterima petani
• Memuat indeks harga barang-barang yang dibeli dan
dibayar oleh para petani, baik untuk proses produksi
maupun untuk konsumsi.
• Jika dalam indeks harga ini juga dihitung pajak, gaji buruh
petani, dan bunga hipotek yang dibayar petani maka
disebut indeks paritas
• Indeks harga yang dibayar petani, ada dua kategori
penting yaitu :
 Indeks pembelanjaan untuk konsumsi rumah tangga
 Indeks pembelanjaan untuk produksi
• Perbandingan Indeks harga yang diterima dan dibayar
petani disebut Nilai Tukar Petani (NTP). NTP merupakan
indikator yang menunjukan tingkat kesejahtraan petani
No Jenis Bahan Pokok 2000 2001 2002
1 beras 5000 6000 7000
2 telur 15000 14000 16000
3 Minyak goreng 6000 7000 8000
26000 27000 31000
Nama
barang Harga Kuantitas
1990 1991 1995 1990 1991 1995
Susu
Mentega
Gula
13,23
139,30
156,20
13,95
148
167,20
12,90
141,10
162
128.500
1.145
2.381
132.800
1.228
2.064
143.700
1.248
2.854
(12,90) (128.500) + (141,10) (1.145) + (162) (2.381)
(13,23) (128.500) + (139,30) (1.145) + (156,20)(2.381)
X 100
2.204.931,5
2.231.465,7
X 100
98,81
Berdasarkan analisa ini maka harga rata-rata susu,
mentega, dan gula menurun sekitar 1,19% (100 – 98,81)
di tahun 1995
=
=
=
b) Tahun dasar 1990 – 1991
Jenis Barang Harga rata-rata Kuantitas rata-rata
Susu
Mentega
Gula
(13,23 + 13,95) : 2 = 13,59
(139,30 + 148) : 2 = 143,65
(156,20 + 167,20 ) : 2 = 161,70
(128.500 + 132.800) : 2 = 130.650
(1.145 + 1.228) : 2 = 1.186,5
(2.381 + 2.064) : 2 = 2.222,5
(12,90) (130.650) + (141,10) (1.186,5) + (162)(2.222,5)
(13,59) (130.650) + (143,65) (1.186,5) +(161,70)(2.222,5)
X 100
2.212.845,15
2.305.352,48
X 100
95,99
=
=
=
Berdasarkan analisa ini maka harga rata-rata susu,
mentega, dan gula menurun sekitar 4,01% (100 – 95,99)
di tahun 1995
Inflasi
Jenis Inflasi
Penyebab Inflasi
Asal Inflasi
Teori Inflasi
Dampak Inflasi
Cara mengendalikan
Inflasi
Tingkat Keparahan
Kebijakan fiskal
Kebijakan lainnya
Kebijakan Moneter
Inflasi adalah naiknya harga-harga yang bersumber dari
terganggunya keseimbangan antara arus uang dan barang
Berdasarkan tingkat keparahannya, dibedakan atas :
Inflasi ringan : dibawah 10%
Inflasi sedang : 10% - 30%
Inflasi Berat : 30% - 100% (inflasi sangat berat atau hiperinflasi)
Berdasarkan penyebabnya :
Demand – Pull Inflation
Biasa disebut juga inflasi sisi permintaan (demand side
inflation) yaitu inflasi yang disebabkan karena kelebihan
permintaan efektif atas barang atau jasa.
Jenis inflasi
Kenaikan upah meningkatkan permintaan agregat naik, sehingga
kurva permintaan bergeser ke kanan (AD1 ke AD2).
Karena penawaran agregat tetap, maka terjadi kenaikan harga (P1
ke P2), output agregat meningkat dari Y1 menjadi Y2
P2
P1
Y1 Y2
Y
P
AD 2
AD 1
AD 1
AD 2
AS
AS
E 2
E 1
 Cost – Push Inflation
Kenaikan biaya produksi (cost-push) mengakibatkan harga barang-
barang yang ditawarkan akan naik.
 Kenaikan biaya produksi karena naiknya bahan baku disebut
price – push inflation
 Kenaikan biaya produksi karena naiknya upah/gaji disebut
wage – push inflation
P2
P1
Y1 Y2
Y
P
AS 2
AS 1
AS 2
AS 1
AD
AD
E 1
E 2
Kenaikan biaya produksi
mengakibatkan penawaran
agregat berkurang (AS1 ke AS2)
dengan permintaan agregat
yang tetap maka harga akan
naik (P1 ke P2) namun output
agregat akan tutun dari Y1 ke Y2
Asal Inflasi
1.Imported inflation
Timbul karena adanya inflasi di luar negeri yang
mengakibatkan naiknya harga barang dalam negeri
Harga barang luar negeri naik maka naiknya pendapatan
eksportir sehingga menambah jumlah uang yang beredar
yang akhirnya meningkatkan permintaan barang dan jasa
( demand – pull inflation)
Bagi produksi yang menggunakan barang luar negeri
maka akan meningkatkan biaya produksi (cost – push
inflation)
Cara pengendaliannya ole pemerintah adalah melalui
kebijakan pajak dan moneter
Asal Inflasi
2.Inflasi dalam negeri
Inflasi yang murni berasal dari gejolak dalam negeri baik
permintaan maupun penawaran.
Bertambahnya permintaan pada akhirnya akan
menghasilkan demand – pull inflation
Kenaikan BBM akan menaikan harga penawaran yang
menimbulkan cost – push inflation
Faktor-faktor penyebab inflasi :
1.Jumlah uang beredar (faktor moneter)
2.Administered prices
3.Supply shock
Teori Inflasi :
1.Teori kuantitas
Teori ini menyatakan bahwa inflasi sangat dipengaruhi oleh
junlah uang yang beredar.
Menurut teori Irving Fisher, dengan anggapan kecepatan
sirkulasi transaksi dan output tetap, maka jumlah uang yang
beredar berhubungan langsung dengan kenaikan harga.
Dengan demikian semakin banyak jumlah uang beredar maka
inflasi akan semakin tinggi
Teori Inflasi :
2.Teori Keynes
Menurut teori ini, inflasi terjadi nkarena suatu
masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuannya
3.Teori Strukturalis
Ditekankan pada kelakuan dan struktur perekonomian
seperti yang terjadi di negara-negara berkembang.
Dengan teknologi yang rendah, penawaran tidak dapat
mengimbangi cepatnya pertumbuhan permintaan.
Ketidakseimbangan ini pada akhirnya akan menaikan
harga-harga dan menimbulkan inflasi
Dampak inflasi
1.Orang-orang yang berpenghasilan tetap
Dampak inflasi menyebabkan pendapatan riil
merosot
2.Orang-orang yang berpenghasilan tidak tetap,
tidak terlalu terkena dampaknya
3.Dunia usaha, biaya produksi barang akan naik
dan modal yang tersedia mengalami penurunan
nilai
4.Pemerintah, dampaknya kepada defisit APBN.
Cara mengatasi inflasi :
1.Kebijakan Moneter, kebijakan dari bank sentral dalam
mengatur jumlah uang beredar melalui instrumen-
instrumen moneter yang dimilki bank sentral
Kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral adalah :
a)Kebijakan diskonto (discount policy) adalah kebijakan
untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan
menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga.
Dengan menaikan bunga diharapkan jumlah uang yang
beredar akan berkurang
b) Operasi pasar terbuka (open market operation)
yakni dengan jalan membeli dan menjual surat-
surat berharga. Dengan menjual surat berharga,
diharapkan uang akan berkurang di masyarakat
c) Kebijakan persediaan kas (cash ratio policy) yakni
dengan menaikan atau menurunkan persentase
persediaan kas dari bank. Dengan menaikan
presentase persediaan kas, jumlah kredit akan
berkurang
2. Kebijakan fiskal
Kebijakan ini berasa dari pemerintah dengan
melakukan perubahan pengeluaran dan
penerimaan pemerintah.
Kebijakan fiskal antara lain :
1) Pengaturan pengeluaran pemerintah
Jika pengeluaran pemerintah melampaui anggaran
yang telah ditetapkan maka akan menambah
jumlah uang yang beredar
2) Peningkatan tarif pajak
Dengan menaikan tarif pajak, jumlah uang yang
beredar akan berkurang
3) Kebijakan lainnya :
1) Peningkatan produksi;
Jika produksi meningkat, jumlah uang yang beredar
juga meningkat maka tidak akan menimbulkan
inflasi; bahkan menunjukan kajuan peningkatan
kemampuan perekonomian
4) Kebijakan upah;
Yakni dengan menekan kenaikan upah.
3) Pengawasan harga
Kecendrungan kenaikan harga oleh pengusaha dapat
diatasi oleh pemerintah dengan menetapkan harga
maksimum
Deflasi
Jumlah uang yang beredar sedikit, tetapi
jumlah barang dan jasa yang tersedia melimpah
sehingga nilai uang naik secara tajam
Terjadi penurunan tingkat invetasi yang
membawa kesulitan bagi perekonomian
Cara mengatasi adalah melakukan tambahan
pembelanjaan sebesar celah deflasi itu sendiri,
menambahkan pengeluaran masyarakat
(konsumsi dan investasi)
Devaluasi
Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap
mata uang luar negeri
Dilakukan untuk memperbaiki posisi neraca
pembayaran yang tidak seimbang
Depresiasi
Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata
uang luar negeri
Perbedaan dengan devaluasi adalah
 Devaluasi penurunan karena kebijakan pemerintah
dalam memperbaiki posisi neraca pembayaran
• Depresiasi penurunan karena kekuatan permintaan
dan penawaran mata uang di pasar valuta asing
Revaluasi
Usaha untuk menaikan nilai mata uang dalam negeri
terhadap mata uang luar negeri karena nilai mata uang
dalam negeri terlalu rendah
Apresiasi
Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap
mata uang luar negeri
Menyebabkan impor lebih murah dan ekspor lebih
mahal
Hal tersulit dalam kehidupan ini
bukanlah untuk melampaui orang lain,
tetapi melampaui ego dan diri kita
sendiri.

materi power point indeks-harga-dan-inflasi2 .ppt

  • 1.
    Indeks harga daninflasi Inflasi Dihitung menggunakan Indeks harga Terdiri dari Dihitung dengan cara Metode agregatif tidak tertimbang Metode agregatif tertimbang Metode Paasche Metode Laspeyres Metode tahun khas Indeks Harga perdagangan besar Indeks harga konsumen Indeks harga yang dibayar dan diterima petani
  • 2.
     Perhitungan angkaindeks dipelopori oleh G.R. Carli ; berkebangsaan Italia pada tahun 1764  Angka indeks adalah sebuah ratio yang umumnya dinyatakan dalam persentase yang mengukur suatu variabel pada suatu waktu atau lokasi tertentu relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya.  Dalam menyusun angka indeks, ada beberapa persoalan penting yang perlu diperhatikan : 1) Perumusan tujuan penyusunan angka indeks 2) Sumber dan syarat perbandingkan data 3) Pemilihan periode dasar 4) Pemilihan timbangan (weight)
  • 3.
    Jenis indeks harga: 1.Indeks harga pedagang besar (IHPB) Barang yang diukur dengan indeks ini adalah bahan mentah dan barang jadi yang diperjualbelikan di pasar primer. Jenis barang yang dihasilkan dalam IHPB diklasifikasikan dalam sektor : •Pertanian dengan dengan subsektor bahan makanan, tanaman perdagangan, kehutanan, perikanan, peternakan dan perkayuan •Pertambangan dan galian dengan subsektor batubara, aspal, pasir, batu kali, dan krikil •Industi dengan subsektor tekstil, pakaian jadi, barang-barang dari kulit, makanan, minuman, kertas, barang cetakan, karet dan plastik
  • 4.
    Jenis indeks harga: 2.Indeks Harga Konsumen Indeks ini mengukur perubahan harga sekelompok besar barang konsumsi yang dibeli konsumen Fungsi Indeks Harga Konsumen (IHK) : •Memungkinkan konsumen untuk menentukan pengaruh perubahan harga terhadap daya beli mereka •Merupakan suatu indikator ekonomi dan tingkat inflasi •Diguanakan untuk menentukan daya beli mata uang tertentu
  • 5.
    Jenis indeks harga: 3.Indeks harga yang dibayar dan diterima petani • Memuat indeks harga barang-barang yang dibeli dan dibayar oleh para petani, baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi. • Jika dalam indeks harga ini juga dihitung pajak, gaji buruh petani, dan bunga hipotek yang dibayar petani maka disebut indeks paritas • Indeks harga yang dibayar petani, ada dua kategori penting yaitu :  Indeks pembelanjaan untuk konsumsi rumah tangga  Indeks pembelanjaan untuk produksi • Perbandingan Indeks harga yang diterima dan dibayar petani disebut Nilai Tukar Petani (NTP). NTP merupakan indikator yang menunjukan tingkat kesejahtraan petani
  • 6.
    No Jenis BahanPokok 2000 2001 2002 1 beras 5000 6000 7000 2 telur 15000 14000 16000 3 Minyak goreng 6000 7000 8000 26000 27000 31000
  • 9.
    Nama barang Harga Kuantitas 19901991 1995 1990 1991 1995 Susu Mentega Gula 13,23 139,30 156,20 13,95 148 167,20 12,90 141,10 162 128.500 1.145 2.381 132.800 1.228 2.064 143.700 1.248 2.854
  • 10.
    (12,90) (128.500) +(141,10) (1.145) + (162) (2.381) (13,23) (128.500) + (139,30) (1.145) + (156,20)(2.381) X 100 2.204.931,5 2.231.465,7 X 100 98,81 Berdasarkan analisa ini maka harga rata-rata susu, mentega, dan gula menurun sekitar 1,19% (100 – 98,81) di tahun 1995 = = =
  • 11.
    b) Tahun dasar1990 – 1991 Jenis Barang Harga rata-rata Kuantitas rata-rata Susu Mentega Gula (13,23 + 13,95) : 2 = 13,59 (139,30 + 148) : 2 = 143,65 (156,20 + 167,20 ) : 2 = 161,70 (128.500 + 132.800) : 2 = 130.650 (1.145 + 1.228) : 2 = 1.186,5 (2.381 + 2.064) : 2 = 2.222,5 (12,90) (130.650) + (141,10) (1.186,5) + (162)(2.222,5) (13,59) (130.650) + (143,65) (1.186,5) +(161,70)(2.222,5) X 100 2.212.845,15 2.305.352,48 X 100 95,99 = = = Berdasarkan analisa ini maka harga rata-rata susu, mentega, dan gula menurun sekitar 4,01% (100 – 95,99) di tahun 1995
  • 12.
    Inflasi Jenis Inflasi Penyebab Inflasi AsalInflasi Teori Inflasi Dampak Inflasi Cara mengendalikan Inflasi Tingkat Keparahan Kebijakan fiskal Kebijakan lainnya Kebijakan Moneter
  • 13.
    Inflasi adalah naiknyaharga-harga yang bersumber dari terganggunya keseimbangan antara arus uang dan barang Berdasarkan tingkat keparahannya, dibedakan atas : Inflasi ringan : dibawah 10% Inflasi sedang : 10% - 30% Inflasi Berat : 30% - 100% (inflasi sangat berat atau hiperinflasi) Berdasarkan penyebabnya : Demand – Pull Inflation Biasa disebut juga inflasi sisi permintaan (demand side inflation) yaitu inflasi yang disebabkan karena kelebihan permintaan efektif atas barang atau jasa. Jenis inflasi
  • 14.
    Kenaikan upah meningkatkanpermintaan agregat naik, sehingga kurva permintaan bergeser ke kanan (AD1 ke AD2). Karena penawaran agregat tetap, maka terjadi kenaikan harga (P1 ke P2), output agregat meningkat dari Y1 menjadi Y2 P2 P1 Y1 Y2 Y P AD 2 AD 1 AD 1 AD 2 AS AS E 2 E 1
  • 15.
     Cost –Push Inflation Kenaikan biaya produksi (cost-push) mengakibatkan harga barang- barang yang ditawarkan akan naik.  Kenaikan biaya produksi karena naiknya bahan baku disebut price – push inflation  Kenaikan biaya produksi karena naiknya upah/gaji disebut wage – push inflation P2 P1 Y1 Y2 Y P AS 2 AS 1 AS 2 AS 1 AD AD E 1 E 2 Kenaikan biaya produksi mengakibatkan penawaran agregat berkurang (AS1 ke AS2) dengan permintaan agregat yang tetap maka harga akan naik (P1 ke P2) namun output agregat akan tutun dari Y1 ke Y2
  • 16.
    Asal Inflasi 1.Imported inflation Timbulkarena adanya inflasi di luar negeri yang mengakibatkan naiknya harga barang dalam negeri Harga barang luar negeri naik maka naiknya pendapatan eksportir sehingga menambah jumlah uang yang beredar yang akhirnya meningkatkan permintaan barang dan jasa ( demand – pull inflation) Bagi produksi yang menggunakan barang luar negeri maka akan meningkatkan biaya produksi (cost – push inflation) Cara pengendaliannya ole pemerintah adalah melalui kebijakan pajak dan moneter
  • 17.
    Asal Inflasi 2.Inflasi dalamnegeri Inflasi yang murni berasal dari gejolak dalam negeri baik permintaan maupun penawaran. Bertambahnya permintaan pada akhirnya akan menghasilkan demand – pull inflation Kenaikan BBM akan menaikan harga penawaran yang menimbulkan cost – push inflation
  • 18.
    Faktor-faktor penyebab inflasi: 1.Jumlah uang beredar (faktor moneter) 2.Administered prices 3.Supply shock Teori Inflasi : 1.Teori kuantitas Teori ini menyatakan bahwa inflasi sangat dipengaruhi oleh junlah uang yang beredar. Menurut teori Irving Fisher, dengan anggapan kecepatan sirkulasi transaksi dan output tetap, maka jumlah uang yang beredar berhubungan langsung dengan kenaikan harga. Dengan demikian semakin banyak jumlah uang beredar maka inflasi akan semakin tinggi
  • 19.
    Teori Inflasi : 2.TeoriKeynes Menurut teori ini, inflasi terjadi nkarena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuannya 3.Teori Strukturalis Ditekankan pada kelakuan dan struktur perekonomian seperti yang terjadi di negara-negara berkembang. Dengan teknologi yang rendah, penawaran tidak dapat mengimbangi cepatnya pertumbuhan permintaan. Ketidakseimbangan ini pada akhirnya akan menaikan harga-harga dan menimbulkan inflasi
  • 20.
    Dampak inflasi 1.Orang-orang yangberpenghasilan tetap Dampak inflasi menyebabkan pendapatan riil merosot 2.Orang-orang yang berpenghasilan tidak tetap, tidak terlalu terkena dampaknya 3.Dunia usaha, biaya produksi barang akan naik dan modal yang tersedia mengalami penurunan nilai 4.Pemerintah, dampaknya kepada defisit APBN.
  • 21.
    Cara mengatasi inflasi: 1.Kebijakan Moneter, kebijakan dari bank sentral dalam mengatur jumlah uang beredar melalui instrumen- instrumen moneter yang dimilki bank sentral Kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral adalah : a)Kebijakan diskonto (discount policy) adalah kebijakan untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga. Dengan menaikan bunga diharapkan jumlah uang yang beredar akan berkurang
  • 22.
    b) Operasi pasarterbuka (open market operation) yakni dengan jalan membeli dan menjual surat- surat berharga. Dengan menjual surat berharga, diharapkan uang akan berkurang di masyarakat c) Kebijakan persediaan kas (cash ratio policy) yakni dengan menaikan atau menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan menaikan presentase persediaan kas, jumlah kredit akan berkurang
  • 23.
    2. Kebijakan fiskal Kebijakanini berasa dari pemerintah dengan melakukan perubahan pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Kebijakan fiskal antara lain : 1) Pengaturan pengeluaran pemerintah Jika pengeluaran pemerintah melampaui anggaran yang telah ditetapkan maka akan menambah jumlah uang yang beredar 2) Peningkatan tarif pajak Dengan menaikan tarif pajak, jumlah uang yang beredar akan berkurang
  • 24.
    3) Kebijakan lainnya: 1) Peningkatan produksi; Jika produksi meningkat, jumlah uang yang beredar juga meningkat maka tidak akan menimbulkan inflasi; bahkan menunjukan kajuan peningkatan kemampuan perekonomian 4) Kebijakan upah; Yakni dengan menekan kenaikan upah. 3) Pengawasan harga Kecendrungan kenaikan harga oleh pengusaha dapat diatasi oleh pemerintah dengan menetapkan harga maksimum
  • 25.
    Deflasi Jumlah uang yangberedar sedikit, tetapi jumlah barang dan jasa yang tersedia melimpah sehingga nilai uang naik secara tajam Terjadi penurunan tingkat invetasi yang membawa kesulitan bagi perekonomian Cara mengatasi adalah melakukan tambahan pembelanjaan sebesar celah deflasi itu sendiri, menambahkan pengeluaran masyarakat (konsumsi dan investasi)
  • 26.
    Devaluasi Penurunan nilai matauang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri Dilakukan untuk memperbaiki posisi neraca pembayaran yang tidak seimbang Depresiasi Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri Perbedaan dengan devaluasi adalah  Devaluasi penurunan karena kebijakan pemerintah dalam memperbaiki posisi neraca pembayaran • Depresiasi penurunan karena kekuatan permintaan dan penawaran mata uang di pasar valuta asing
  • 27.
    Revaluasi Usaha untuk menaikannilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri karena nilai mata uang dalam negeri terlalu rendah Apresiasi Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri Menyebabkan impor lebih murah dan ekspor lebih mahal
  • 28.
    Hal tersulit dalamkehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.