PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
dan DASAR NEGARA
Oleh : Annisa Suci Priyanti VIIIG (05)
Kartika Ningtyas VIIIG (15)
Pembimbing : Sarjono,S.Pd
PETA KONSEP
PANCASILA
Pancasila sebagai Ideologi
Negara
Pancasila sebagai Dasar Negara
Sejarah Pancasila dipilh
menjadi Ideologi & Dasar
Negara
Upaya penggagalan Ideologi
Pancasila
Sikap Positif terhadap
Pancasila
A.Pengertian Ideologi
• Ideologi berasal dari bahasa Yunani ‘idea’ =
buah pikiran dan ‘logos’ = ilmu pengetahuan
Maka ideologi adalah : Suatu ilmu pengetahuan
yang menjadi paham atu cita-cita
Ideologi juga bisa diartikan sebagai gagasan.
1. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI SUATU NEGARA
• Prinsip dasar kehidupan berbangsa dan
bernegara
• Dasar kehidupan berbangsa dan
bernegara
• Menjadi arah dan tujuan yang ingin
dicapai
B. Konsep Dasar Ideologi
C. Sifat Ideologi
• Ideologi Tertutup
Ideologi yang tidak dapat menerima pendapat baru ,
bersifat beku dan kaku sehingga sifatnya statis dan tidak
berubah
• Ideologi Terbuka
Ideologi yang bersumber dari pandangan hidup bangsa. Nilai-
nilai yang mejadi ide, gagasan dan cita-cita yang terkandung
didalamnya digali dari budaya bangsa dan penerapannya pun
tidak perlu dipaksakan
D. Pentingnya Ideologi bagi suatu
Bangsa
• Membentuk identitas negara
• Menyatukan anggota negara
• Mengatasi konflik yang terjadi
• Membentuk identitas negara
• Mengatasi perbedaan yang terjadi di suatu bangsa
• Menjadi dasar & arah yang ingin dicapai oleh suatu
bangsa
TUJUAN BANGSA INDONESIA
Dapat dipelajari dalam Pembukaan UUD 1945
alinea ke 4 :
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tupah darah Indonesia
Memajukan kesejahteraan umum
Mencerdaskan kehidupan bangsa
Ikut serta dalam melaksanakan ketertiban
dunia
E. Peranan Pancasila dalam Kehidupan
Berbangsa dan Bernegara
1. Menjadi landasan/pedoman bagi penyelenggara
negara untuk menjalankan pemerintahan
2. Menjadi pedoman bagi warga untuk bersikap dalam
hidup bernegara sekaligus menjadi hak-hak dan
kewajiban WN
3. Digunakan sebagai landasan berpikir, bersikap, dan
bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
-Dasar negara adalah landasan kehidupan bernegara.
• Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu
yang sangat penting. Negara tanpa dasar berarti
negara tersebut tidak punya pedoman dalam
penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka
akibatnay negara itu tidak mempunyai arah dan
tujuan yang jelas, sehingga mudah kacau
• Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara
mencakup cita-cita, tujuan dan norma negara
A. Pengertian Dasar Negara
2. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
B. Kedudukan dan Fungsi Pancasila
bagi Bangsa Indonesia
• Sebagai pandangan hidup
– Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi
petunjuk dalm kehidupan sehari-hari
Pandangan hidup: kristalisasi nilai-nilai luhur yang
dimiliki dan diyakini kebenarannya dan bertekad
untuk melakukannya
• Sebagai dasar negara
– Pancasila menjadi dasar & sumber hukum dalam
penyelenggaraan negara
• Sebagai jiwa kepribadian bangsa
– Pancasila menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia
yang membedakan dengan bangsa lain
• Sebagai pemersatu bangsa
– Pancasila menjadikan bangsa Indonesia yang
beranekaragam menjadi bersatu dalam semboyan
“Bhineka Tunggal Ika”
• Sebagai perjanjian luhur
– Rumusan pancasila yang sah dan benar telah disepakati
oleh wakil-wakil bangsa menjelang dan sesudah
proklamasi
• Sebagai Ideologi negara
– Pancasila sebagai landasan berfikir, bersikap dan
bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
A. Faktor yang mendasari Pancasila dipilih
sebagai Ideologi dan Dasar Negara :
1) Proses sejarah bangsa Indonesia
2) Nilai-nilai Pancasila sudah menjadi milik
Bangsa Indonesia sejak dulu
3) Nilai-nilai Pancasila mengandung nilai-
nilai masa depan
3. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI & DASAR NEGARA
Setelah ada tanda-tanda kekalahan dalam Perang Dunia
melawan sekutu,maka Jepang meningkatkan propagandanya
untuk memikat rakyat Indonesia
1 Maret 1945 Jepang mengemukakan 2 hal:
•Akan didirikan Dokuritzu Zyunbi Tioosakai (BPUPKI)
•Akan diperluas pembicaraan tentang kemerdekaan yang sudah
dijanjikan tanggal 7 September 1944
BPUPKI baru dibentuk 29 April 1945 dengan Ketua Dr. K.R.T.
Radjiman Widnyoningrat, dan kemudian dilantik pada 28 Mei 1945.
Pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 BPUPKI mengadakan sidang
pertamanya. Dalam sidang tersebut para tokoh mengusulkan
tentang Dasar Negara Indonesia.
Sidang Hari Pertama (29 Mei 1945)
Karena Muh. Yamin adalh Ketua Perancang UUD maka beliau mendapat
kesempatan pertama
Usulan Dasar Negara Muh. Yamin secara lisan :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan rakyat
Usulan Dasar Negara Muh. Yamin secara tertulis :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpi n oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sidang Hari Kedua (31 Mei 1945)
Di sidang ini, Prof. Dr. Soepomo mendapat giliran menyampaikan
pidatonya tentang rumusan dasar negara :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan Rakyat
Sidang Hari Ketiga (1 Juni 1945)
Ir. Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan rumusan dasar negaranya :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Peri Kemanusiaan atau Internasionalisme
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejehteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
• Selesai sidang pertama,1 Juni 1945, BPUPKI sepakat membentuk panitia
kecil terdiri dari 8 orang yang tugasnya menampung usul-usul
,memeriksanya dan melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. 22 Juni
1945 diadakan rapat gabungan antar panitia kecil dengan para anggota
BPUPKI.Hasil yang dicapai adalah disetujuinya pembentukan panitia kecil
baru dengan sebutan panitia 9 dengan anggota :
Ki Bagus
Hadikusumo
Muh Hatta KH Wahid Hasyim
Ir. Soekarno
A.A Maramis
Ahmad
Soebardjo
Muh Yamin M. Soetardjo
Abikusno
Tjokrotujoso
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syariat-syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menurut Ir. Soekarno,kelima sila tersebut
diberi nama Pancasila,dan dapat diperas
menjadi Trisila yaitu: Nasionalisme,
Sosiodemokrasi dan Ketuhanan
Trisila juga dapat diperas menjadi Ekasila
yaitu gotong royong
 Gotong Royong: Kerjasama atas dasar kesadaran
atau
Ciri khas kebudayaan/ kepribadian Indonesia yang
dapat memupuk atau membantu dalam kehidupan
bermasyarakat
Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
membuat keputusan penting yaitu
menetapkan Pancasila sebagai dasar
negara.
Dan keputusan tersebut tentang:
1. Mengesahkan UUD 1945
2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden
3. Untuk sementara waktu, presiden dibantu
oleh Komite Nasional (yang sekarang
menjadi Kabinet)
Pancasila bersifat Objektif
 Nilai-nilai Pancasila bersifat universal,tetap sepanjang
masa dan merupakan pokok kaidah yang
fundamental bagi kehidupan berbangsa dan
bernegara
Pancasila bersifat Subjektif
 Nilai-nilai Pancasila sangat bergantung dari bangsa
Indonesia sendiri,yaitu berasal dari tatanan budaya
Indonesia sebagai pandangan hidup bangsa dan jati
diri bangsa
B. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi
Negara
1. Butir Sila ke-1 (4 butir)
• Mempercayai adanya tuhan Yang Maha Esa
• Mempercayai bahwa tuhan tunggal (satu)
• Menolak paham ateisme
• Menghormati perbedaan agama
• Menjamin kebebasan beragama dan beribadah
2. Butir Sila ke-2 (7 butir)
• Mengakui persamaan derajat antar manusia dan bangsa
• Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
• Mengembangkan sikap tenggang rasa
• Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban sesama manusia
C. Butir-Butir Pancasila
3. Butir Sila ke-3 (5 butir)
• Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
• Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas
kepentingan golongan atau suku
• Ancaman satu wilayah adalah ancaman bangsa secara umum
• Mengakui keanekaragam bangsa dengan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika
4. Butir Sila ke-4 (8 butir)
• Penyelenggaraan musyawarah atas dasar demokrasi
• Mengutamakan musyawarah mufakat
• Mengembangkan demokrasi Pancasila
 Demokrasi Pancasila: Demokrasi yang dijiwai, diwarnai, dan disemangati oleh
nilai-nilai luhur Pancasila
• Tidak boleh memaksakan kehendak orang lain
5. Butir Sila ke-5 (12 butir)
• Tidak semua cabang produksi dikuasai oleh negara
• Dikembangkannya demokrasi ekonomi
• Kekayaan alam untuk kemakmuran bersama
• Mengutamakan kegotong-royongan
• Pihak yang kuat ikut membantu pihak yang lemah
D. Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945
1. Negara kesatuan/ persatuan
(Pasal 1 ayat 1 UUD 1945)
2. Negara Ketuhanan Yang Maha Esa
(Pasal 29 ayat 1 UUD 1945)
3. Negara yang berkedaulatan rakyat
(Pasal 1 ayat 2 UUD 1945)
4. Negara yang hendak mewujudkan keadilan sosial
(Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945)
E. Keunggulan Ideologi Pancasila
dibanding dengan Ideologi lain
• Digali dari nilai-nilai yang benar-benar dihayati
oleh bangsa Indonesia
• Dapat diterapkan dalam segala aspek
kehidupan
• Adanya keseimabangan antara kepentingan
umum denagn kepentingan pribadi
1. Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun dan
G30/PKI tahun di Jakarta (Lubang Buaya)
2. Pemberontakan DI/TII.Gerakan kelompok warga
yang menginginkan Ideologi Pancasila diganti
dengan Ideologi agama tertentu
3. Gerakan sosial liberal yang berlebihan
menimbulkan anarkisme
4. Sakralisasi Ideologi Pancasila
– (tidak boleh mengembangkan nilai-nilai
Pancasila)
4. Upaya Penggagalan Ideologi
Pancasila
1. Waspada terhadap setiap gangguan yang
merongrong Ideologi Pancasila baik dari
dalam/luar
– Dalam : PKI,DI,TII
– Luar : Penjajah
2. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
3. Mengembangkan keteladanan pemimpin
bangsa dalam mengamalkan Pancasila
5. Sikap-Sikap Positif terhadap Pancasila dalam
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
4. Menghindari sikap-sikap negatif seperti
egoisme,hidonisme,fanatik dan sukularisme
– Egoisme :Sikap memenangkan diri sendiri
– Hidonisme :Sikap merendahkan diri terhadap
orang lain
– Fanatik :Sikap yang membenarkan apa yang
kita percayai
– Sukularisme :Sikap yang membeda-bedakan
keturunan
5. Menempatkan Pancasila sebagai sumber
hukum dalam pembentukan hukum
6. Mengembangkan demokrasi Pancasila
menurut UUD 1945
Info
Asas Iosoli : Memperoleh kewarganegaraan
berdasarkan kelahiran
Asas Iosanguinis : Memperoleh kewarganegaraan
berdasarkan keturunan, tanpa
memandang di mana ia dilahirkan
Hak Opsi : Hak WN untuk memilih
kewarganegaraan
Hak Repudiasi : Hak untuk menolak kewarganegaraan
Demokrasi : Dari, oleh, dan untuk rakyat
Demokratis : Sikap menghormati pendapat orang lain
Negara Hukum : Negara yang pemerintahnya dalam
mengatur suatu negara harus sesuai dgn
hukum yg berlaku
Tujuan kerjasama dengan negara lain:
 Memperkokoh persatuan dan kesatuan antar bangsa dan
negara
 Belajar dari negara yang lebih maju
 Saling mengisi kekurangan
Apakah Pengertian dan Yang Dimaksud oleh UUD ‘45?
Pengertian : Serangkaian UUD ‘45yang terdiri dari pembukaan, Batang
tubuh, dan penjelasan
Yg Dimaksud : Hukum dasar tertulis yang paling tinggi tingkatannya
Info
Soal
1. Apakah yang dimaksud Ideologi ?
2. Apa saja pentingnya Ideologi bagi suatu Negara ?
3. Apa sajakah tujuan nasional bangsa Indonesia ?
4. Apa saja kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia ?
5. Apakah yang dimaksud dasar negara ?
6. Sebutkan usulan dasar negara oleh Muh Yamin secara lisan !
7. Sebutkan anggota Panitia Sembilan !
8. Apa artinya Pancasila bersifat objektif ?
9. Apa artinya Pancasila bersifat subjektif ?
10. Mengapa Pancasila menjadi Ideologi Negara ?
11. Sebutkan butir-butir sila ke-1 !
12. Sebutkan butir-butir sila ke-2 !
13. Apa keunggulan Ideologi Pancasila dengan Ideologi bangsa lain ?
14. Apa saja upaya yang ingin menggagalkan Ideologi Pancasila ?
15. Apa saja sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara ?
Daftar Pustaka
1. Dadang Sundawa,Djaenudin Harun,A.T Sugeng
Priyanto,Cholisin,Muchson A.R.Contextual Teaching and
Learning (Pendidikan Kewarganegaraan).Jakarta:Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008
2. Drs. Marno,Drs. Juwadi,Joko Turyanto,S.Pd, Sri
Lestari,S.Pd,Joko Lukito,S.Pd,Mursidi,S.Pd. Optimis.
Boyolali:Merbabu
3. www.google.co.id
4. www.wikipedia.org
Materi Pancasila.ppt

Materi Pancasila.ppt

  • 1.
    PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI danDASAR NEGARA Oleh : Annisa Suci Priyanti VIIIG (05) Kartika Ningtyas VIIIG (15) Pembimbing : Sarjono,S.Pd
  • 2.
    PETA KONSEP PANCASILA Pancasila sebagaiIdeologi Negara Pancasila sebagai Dasar Negara Sejarah Pancasila dipilh menjadi Ideologi & Dasar Negara Upaya penggagalan Ideologi Pancasila Sikap Positif terhadap Pancasila
  • 3.
    A.Pengertian Ideologi • Ideologiberasal dari bahasa Yunani ‘idea’ = buah pikiran dan ‘logos’ = ilmu pengetahuan Maka ideologi adalah : Suatu ilmu pengetahuan yang menjadi paham atu cita-cita Ideologi juga bisa diartikan sebagai gagasan. 1. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI SUATU NEGARA
  • 4.
    • Prinsip dasarkehidupan berbangsa dan bernegara • Dasar kehidupan berbangsa dan bernegara • Menjadi arah dan tujuan yang ingin dicapai B. Konsep Dasar Ideologi
  • 5.
    C. Sifat Ideologi •Ideologi Tertutup Ideologi yang tidak dapat menerima pendapat baru , bersifat beku dan kaku sehingga sifatnya statis dan tidak berubah • Ideologi Terbuka Ideologi yang bersumber dari pandangan hidup bangsa. Nilai- nilai yang mejadi ide, gagasan dan cita-cita yang terkandung didalamnya digali dari budaya bangsa dan penerapannya pun tidak perlu dipaksakan
  • 6.
    D. Pentingnya Ideologibagi suatu Bangsa • Membentuk identitas negara • Menyatukan anggota negara • Mengatasi konflik yang terjadi • Membentuk identitas negara • Mengatasi perbedaan yang terjadi di suatu bangsa • Menjadi dasar & arah yang ingin dicapai oleh suatu bangsa
  • 7.
    TUJUAN BANGSA INDONESIA Dapatdipelajari dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 : Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tupah darah Indonesia Memajukan kesejahteraan umum Mencerdaskan kehidupan bangsa Ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia
  • 8.
    E. Peranan Pancasiladalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 1. Menjadi landasan/pedoman bagi penyelenggara negara untuk menjalankan pemerintahan 2. Menjadi pedoman bagi warga untuk bersikap dalam hidup bernegara sekaligus menjadi hak-hak dan kewajiban WN 3. Digunakan sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  • 9.
    -Dasar negara adalahlandasan kehidupan bernegara. • Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu yang sangat penting. Negara tanpa dasar berarti negara tersebut tidak punya pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka akibatnay negara itu tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas, sehingga mudah kacau • Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita, tujuan dan norma negara A. Pengertian Dasar Negara 2. PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
  • 10.
    B. Kedudukan danFungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia • Sebagai pandangan hidup – Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi petunjuk dalm kehidupan sehari-hari Pandangan hidup: kristalisasi nilai-nilai luhur yang dimiliki dan diyakini kebenarannya dan bertekad untuk melakukannya • Sebagai dasar negara – Pancasila menjadi dasar & sumber hukum dalam penyelenggaraan negara • Sebagai jiwa kepribadian bangsa – Pancasila menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain
  • 11.
    • Sebagai pemersatubangsa – Pancasila menjadikan bangsa Indonesia yang beranekaragam menjadi bersatu dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” • Sebagai perjanjian luhur – Rumusan pancasila yang sah dan benar telah disepakati oleh wakil-wakil bangsa menjelang dan sesudah proklamasi • Sebagai Ideologi negara – Pancasila sebagai landasan berfikir, bersikap dan bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  • 12.
    A. Faktor yangmendasari Pancasila dipilih sebagai Ideologi dan Dasar Negara : 1) Proses sejarah bangsa Indonesia 2) Nilai-nilai Pancasila sudah menjadi milik Bangsa Indonesia sejak dulu 3) Nilai-nilai Pancasila mengandung nilai- nilai masa depan 3. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI & DASAR NEGARA
  • 13.
    Setelah ada tanda-tandakekalahan dalam Perang Dunia melawan sekutu,maka Jepang meningkatkan propagandanya untuk memikat rakyat Indonesia 1 Maret 1945 Jepang mengemukakan 2 hal: •Akan didirikan Dokuritzu Zyunbi Tioosakai (BPUPKI) •Akan diperluas pembicaraan tentang kemerdekaan yang sudah dijanjikan tanggal 7 September 1944 BPUPKI baru dibentuk 29 April 1945 dengan Ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widnyoningrat, dan kemudian dilantik pada 28 Mei 1945. Pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 BPUPKI mengadakan sidang pertamanya. Dalam sidang tersebut para tokoh mengusulkan tentang Dasar Negara Indonesia.
  • 14.
    Sidang Hari Pertama(29 Mei 1945) Karena Muh. Yamin adalh Ketua Perancang UUD maka beliau mendapat kesempatan pertama Usulan Dasar Negara Muh. Yamin secara lisan : 1. Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. Kesejahteraan rakyat Usulan Dasar Negara Muh. Yamin secara tertulis : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Persatuan Indonesia 3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Kerakyatan yang dipimpi n oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • 15.
    Sidang Hari Kedua(31 Mei 1945) Di sidang ini, Prof. Dr. Soepomo mendapat giliran menyampaikan pidatonya tentang rumusan dasar negara : 1. Persatuan 2. Kekeluargaan 3. Keseimbangan lahir dan batin 4. Musyawarah 5. Keadilan Rakyat Sidang Hari Ketiga (1 Juni 1945) Ir. Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan rumusan dasar negaranya : 1. Kebangsaan Indonesia 2. Peri Kemanusiaan atau Internasionalisme 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejehteraan sosial 5. Ketuhanan yang berkebudayaan
  • 16.
    • Selesai sidangpertama,1 Juni 1945, BPUPKI sepakat membentuk panitia kecil terdiri dari 8 orang yang tugasnya menampung usul-usul ,memeriksanya dan melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antar panitia kecil dengan para anggota BPUPKI.Hasil yang dicapai adalah disetujuinya pembentukan panitia kecil baru dengan sebutan panitia 9 dengan anggota : Ki Bagus Hadikusumo Muh Hatta KH Wahid Hasyim Ir. Soekarno A.A Maramis Ahmad Soebardjo Muh Yamin M. Soetardjo Abikusno Tjokrotujoso
  • 17.
    1. Ketuhanan dengankewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • 18.
    1. Ketuhanan YangMaha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • 19.
    Menurut Ir. Soekarno,kelimasila tersebut diberi nama Pancasila,dan dapat diperas menjadi Trisila yaitu: Nasionalisme, Sosiodemokrasi dan Ketuhanan Trisila juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu gotong royong  Gotong Royong: Kerjasama atas dasar kesadaran atau Ciri khas kebudayaan/ kepribadian Indonesia yang dapat memupuk atau membantu dalam kehidupan bermasyarakat
  • 20.
    Sidang PPKI tanggal18 Agustus 1945 membuat keputusan penting yaitu menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Dan keputusan tersebut tentang: 1. Mengesahkan UUD 1945 2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Untuk sementara waktu, presiden dibantu oleh Komite Nasional (yang sekarang menjadi Kabinet)
  • 21.
    Pancasila bersifat Objektif Nilai-nilai Pancasila bersifat universal,tetap sepanjang masa dan merupakan pokok kaidah yang fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Pancasila bersifat Subjektif  Nilai-nilai Pancasila sangat bergantung dari bangsa Indonesia sendiri,yaitu berasal dari tatanan budaya Indonesia sebagai pandangan hidup bangsa dan jati diri bangsa B. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Negara
  • 22.
    1. Butir Silake-1 (4 butir) • Mempercayai adanya tuhan Yang Maha Esa • Mempercayai bahwa tuhan tunggal (satu) • Menolak paham ateisme • Menghormati perbedaan agama • Menjamin kebebasan beragama dan beribadah 2. Butir Sila ke-2 (7 butir) • Mengakui persamaan derajat antar manusia dan bangsa • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan • Mengembangkan sikap tenggang rasa • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban sesama manusia C. Butir-Butir Pancasila
  • 23.
    3. Butir Silake-3 (5 butir) • Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan • Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan golongan atau suku • Ancaman satu wilayah adalah ancaman bangsa secara umum • Mengakui keanekaragam bangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika 4. Butir Sila ke-4 (8 butir) • Penyelenggaraan musyawarah atas dasar demokrasi • Mengutamakan musyawarah mufakat • Mengembangkan demokrasi Pancasila  Demokrasi Pancasila: Demokrasi yang dijiwai, diwarnai, dan disemangati oleh nilai-nilai luhur Pancasila • Tidak boleh memaksakan kehendak orang lain
  • 24.
    5. Butir Silake-5 (12 butir) • Tidak semua cabang produksi dikuasai oleh negara • Dikembangkannya demokrasi ekonomi • Kekayaan alam untuk kemakmuran bersama • Mengutamakan kegotong-royongan • Pihak yang kuat ikut membantu pihak yang lemah
  • 25.
    D. Pokok PikiranPembukaan UUD 1945 1. Negara kesatuan/ persatuan (Pasal 1 ayat 1 UUD 1945) 2. Negara Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 29 ayat 1 UUD 1945) 3. Negara yang berkedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2 UUD 1945) 4. Negara yang hendak mewujudkan keadilan sosial (Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945)
  • 26.
    E. Keunggulan IdeologiPancasila dibanding dengan Ideologi lain • Digali dari nilai-nilai yang benar-benar dihayati oleh bangsa Indonesia • Dapat diterapkan dalam segala aspek kehidupan • Adanya keseimabangan antara kepentingan umum denagn kepentingan pribadi
  • 27.
    1. Pemberontakan PKItahun 1948 di Madiun dan G30/PKI tahun di Jakarta (Lubang Buaya) 2. Pemberontakan DI/TII.Gerakan kelompok warga yang menginginkan Ideologi Pancasila diganti dengan Ideologi agama tertentu 3. Gerakan sosial liberal yang berlebihan menimbulkan anarkisme 4. Sakralisasi Ideologi Pancasila – (tidak boleh mengembangkan nilai-nilai Pancasila) 4. Upaya Penggagalan Ideologi Pancasila
  • 28.
    1. Waspada terhadapsetiap gangguan yang merongrong Ideologi Pancasila baik dari dalam/luar – Dalam : PKI,DI,TII – Luar : Penjajah 2. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 3. Mengembangkan keteladanan pemimpin bangsa dalam mengamalkan Pancasila 5. Sikap-Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
  • 29.
    4. Menghindari sikap-sikapnegatif seperti egoisme,hidonisme,fanatik dan sukularisme – Egoisme :Sikap memenangkan diri sendiri – Hidonisme :Sikap merendahkan diri terhadap orang lain – Fanatik :Sikap yang membenarkan apa yang kita percayai – Sukularisme :Sikap yang membeda-bedakan keturunan 5. Menempatkan Pancasila sebagai sumber hukum dalam pembentukan hukum 6. Mengembangkan demokrasi Pancasila menurut UUD 1945
  • 30.
    Info Asas Iosoli :Memperoleh kewarganegaraan berdasarkan kelahiran Asas Iosanguinis : Memperoleh kewarganegaraan berdasarkan keturunan, tanpa memandang di mana ia dilahirkan Hak Opsi : Hak WN untuk memilih kewarganegaraan Hak Repudiasi : Hak untuk menolak kewarganegaraan Demokrasi : Dari, oleh, dan untuk rakyat Demokratis : Sikap menghormati pendapat orang lain Negara Hukum : Negara yang pemerintahnya dalam mengatur suatu negara harus sesuai dgn hukum yg berlaku
  • 31.
    Tujuan kerjasama dengannegara lain:  Memperkokoh persatuan dan kesatuan antar bangsa dan negara  Belajar dari negara yang lebih maju  Saling mengisi kekurangan Apakah Pengertian dan Yang Dimaksud oleh UUD ‘45? Pengertian : Serangkaian UUD ‘45yang terdiri dari pembukaan, Batang tubuh, dan penjelasan Yg Dimaksud : Hukum dasar tertulis yang paling tinggi tingkatannya Info
  • 32.
    Soal 1. Apakah yangdimaksud Ideologi ? 2. Apa saja pentingnya Ideologi bagi suatu Negara ? 3. Apa sajakah tujuan nasional bangsa Indonesia ? 4. Apa saja kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia ? 5. Apakah yang dimaksud dasar negara ? 6. Sebutkan usulan dasar negara oleh Muh Yamin secara lisan ! 7. Sebutkan anggota Panitia Sembilan ! 8. Apa artinya Pancasila bersifat objektif ? 9. Apa artinya Pancasila bersifat subjektif ? 10. Mengapa Pancasila menjadi Ideologi Negara ? 11. Sebutkan butir-butir sila ke-1 ! 12. Sebutkan butir-butir sila ke-2 ! 13. Apa keunggulan Ideologi Pancasila dengan Ideologi bangsa lain ? 14. Apa saja upaya yang ingin menggagalkan Ideologi Pancasila ? 15. Apa saja sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ?
  • 33.
    Daftar Pustaka 1. DadangSundawa,Djaenudin Harun,A.T Sugeng Priyanto,Cholisin,Muchson A.R.Contextual Teaching and Learning (Pendidikan Kewarganegaraan).Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008 2. Drs. Marno,Drs. Juwadi,Joko Turyanto,S.Pd, Sri Lestari,S.Pd,Joko Lukito,S.Pd,Mursidi,S.Pd. Optimis. Boyolali:Merbabu 3. www.google.co.id 4. www.wikipedia.org