i
EFEKTIVITAS HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH
AKHLAK MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH
DAN MAKHLUK GAIB SELAIN MALAIKAT PADA PESERTA DIDIK
KELAS VII MTS NU 01 BUMIJAWA
DENGAN PENGGUNAAN MIND MAPPING
SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1)
Dalam Ilmu Tarbiyah
Disusun oleh
SAMSUL MA’ARIF
3105430
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010
ii
KEMENTERIAN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
FAKULTAS TARBIYAH
Jl. Alamat : Jl. Prof. Dr. Hamka Telp/Fax (024) 7601295, 7615387
PENGESAHAN
Skripsi Saudara : Samsul Ma’arif
Nomor Induk : 3105430
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Judul : Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah
Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-Malaikat
Allah Dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada
Peserta Didik Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan
Penggunaan Mind Mapping.
Telah dimunaqasyahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Tarbiyah Institut Agama
Islam Negeri Walisongo Semarang, dan dinyatakan lulus pada tanggal: 24 Juni
2010 dan dapat diterima sebagai syarat guna memperoleh gelar sarjana Strata 1 (S.
1) tahun akademik 2009/2010.
Semarang, 24 Juni 2010
Ketua Sidang Sekretaris Sidang
Dra. Miswari, M.Ag Rosidi, M.S.I
NIP. 15027433 700000 2 000 NIP. 19770131 2006041 1 011
Penguji I Penguji II
Drs. H. Soediyono, M.Pd. Nasirudin, M.Ag.
NIP. 19680317 199403 1 003 NIP. 19691012 199603 1 002
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. H. Ruswan, M.A. Drs. Wahyudi, M.Pd.
NIP. 19680424 199303 1 004 NIP. 19680314 199603 1 001
iii
DR. H. Ruswan, MA
Drs. Wahyudi, M. Pd
Dosen Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo Semarang
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Lamp : 4 (Empat) Eksemplar
Hal : Naskah Skripsi
An. Samsul Ma’arif
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Setelah saya mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya, bersama ini
saya kirim naskah skripsi saudara:
Nama : Samsul Ma’arif
NIM : 3105430
Judul Skripsi : Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah
Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-Malaikat
Allah Dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada
Peserta Didik Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa
Dengan Penggunaan Mind Mapping.
Dengan ini, saya mohon kiranya skripsi tersebut di atas dapat segera
dimunaqasyahkan.
Demikian harap maklum adanya.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
Semarang, 01 Juni 2010
Pembimbing I Pembimbing II
DR. H. Ruswan, MA Drs. Wahyudi, M. Pd
NIP. 19680424 199303 1 004 NIP. 19680314 199603 1 001
iv
MOTO
$pkš‰r'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#þqè%ö/ä3|¡àÿRr&ö/ä3‹Î=÷dr&ur#Y‘$tR$ydߊqè%urâ¨$¨Z9$#äou‘$yfÏtø:$#ur$pköŽn=tæ
îps3Í´¯»n=tBÔâŸxÏî׊#y‰Ï©žwtbqÝÁ÷ètƒ©!$#!$tBöNèdt•tBr&tbqè=yèøÿtƒur$tBtbrâ•sD÷sãƒÇÏÈ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-
malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan. (Q.S. At- Tahrim: 6)1
1
Departemen Agama Republik Indonesia, Al Qur an dan Terjemahannya, (Semarang: CV
Andi Gravika, 1994), hlm. 951
v
PERSEMBAHAN
Tiada sesuatupun yang dapat memberikan rasa bahagia melainkan
senyum manis penuh bangga dengan penuh rasa bakti, cinta dan kasih
sayang dan dengan segala kerendahan hati kupersembahkan skripsi ini
untuk
q Ayahanda Zharqoni dan Ibunda Umi Latifah Tercinta yang telah
mendidik dan membesarkanku serta mencurahkan kasih
sayangnya.
q Saudara-saudaraku (M. Khaerul Umam dan Achmad Mazidul Fatin) yang
senantiasa memberi semangat hidupku.
q Keluarga besar K. Zaeruqi dan Keluarga Besar H. Chamim yang selalu
memberikan motivasi dan doa yang tulus.
q Keluarga besar PAI C 2005 selamat berjuang semoga sukses.
q Keluarga besar kos Hallowen (Fathuri, Ulung, Soqi, Mizan, Amir, Munir,
Topik) yang bisa membuat tersenyum dengan candaan-candaan yang lucu.
q Keluarga besar IMT (Ikatan Mahasiswa Tegal) IAIN Walisongo
Semarang.
q Keluarga besar IKTASABA (Ikatan Alumni Babakan) IAIN Walisongo
Semarang.
q Sahabat-sahabat senasib seperjuangan yang telah memberikan motivasi
untuk menyelesaikan skripsi ini.
q Dan tak lupa pembaca budiman sekalian
q Semoga amal dan Baik mereka mendapat balasan yang berlipat ganda dari
Allah Yang Maha Kuasa.
vi
PERNYATAAN
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi
ini tidak berisi materi yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan.
Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali
informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan
Semarang, 01 Juni 2010
Deklarator,
Samsul Ma’arif
NIM. 3105430
vii
ABSTRAK
Samsul Ma’arif (Nim. 3105430) Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah
Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah Dan Makhluk Gaib Selain
Malaikat Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping.
Skripsi. Semarang: Program Strata 1 Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN
Walisongo Semarang, 2010.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan
penggunaan mind mapping lebih baik dari pada pembelajaran konvensional.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yang dilaksanakan di MTs NU 1
Bumijawa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII,
sedangkan sampelnya adalah kelas VII A yang terdiri dari 30 siswa sebagai kelas
eksperimen dan kelas VII B yang terdiri dari 30 siswa sebagai kelas kontrol.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan
metode dokumentasi dan metode tes. Sebelum diberi perlakuan kedua kelas diuji
keseimbangannya dengan uji normalitas dan homogenitas dengan menggunakan
hasil nilai tes awal. Kemudian kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, kelas
eksperimen menggunakan mind mapping dan kelas kontrol menggunakan
pembelajaran konvensional. Setelah data nilai akhir didapat terlebih dahulu
dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas.
Dalam uji hipotesis peneliti menggunakan uji t-tes. Berdasarkan
perhitungan t-tes dengan taraf signifikasi = 5% diperoleh thitung = 2,693, sedangkan
ttabel = 1,672. Karena thitung > ttabel maka berarti rata-rata hasil belajar Aqidah
Akhlak siswa yang diajar dengan penggunaan mind mapping lebih baik daripada
siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan data yang
diperoleh rata-rata nilai tes akhir kelas eksperimen = 80,733dan kelompok kontrol
= 76,833, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dengan menggunakan
mind mapping lebih baik daripada hasil belajar dengan pembelajaran
konvensional.
Dengan penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dam
menjadi inovasi bagi civitas akademik, para mahasiswa dan para pendidik agar
dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan bagi para peserta didik agar
dapat menggunakan mind mapping dalam proses pembelajaran.
viii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih,
tercurahkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayah, dan taufik serta
inayah-Nya Dan tidak lupa pula penulis panjatkan shalawat serta salam kepada
Nabi Muhammad SAW yang telah mengangkat derajat manusia dari Zaman
Jahiliyah ke Zaman Islamiyah.
Skripsi berjudul “Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah
Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-malaikat Allah Dan Makhluk Gaib
Selain Malaikat Pada Peserta Didik Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan
Penggunaan Mind Mapping“. Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian
persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana S-1 pada Fakultas Tarbiyah Institut
Agama Islam Negeri Walisongo Semarang.
Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini mendapat bantuan baik moril
maupun materiil dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan
kerendahan hati dan rasa hormat yang dalam penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Bapak Prof. DR. H. Ibnu Hajar, M. Ed, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah
Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, yang telah memberikan
ijin penelitian dalam rangka penyusunan skripsi ini.
2. Bapak Dr. H. Ruswan M.A selaku dosen pembimbing I dan bapak Drs.
Wahyudi, M.Pd selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan
waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan pengarahan
dalam penulisan skripsi ini.
3. Dosen, pegawai, dan seluruh civitas akademika di lingkungan Fakultas
Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang.
4. Bapak Busyro, S. Pd. I, selaku Kepala MTs NU 1 Bumijawa yang telah
memberikan izin untuk mengadakan penelitian.
ix
5. Bapak Imam Faqih, selaku guru Aqidah Akhlak MTs NU 1 Bumijawa, yang
telah membantu pencapaian keberhasilan dalam penelitian ini.
6. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang rela dan ikhlas dalam doa, restu serta
materi yang tiada henti dan tidak mengharap balasan.
7. Keluarga besar K. Zaeruqi (Almarhum) dan Keluarga Besar H. Chamim
(Almarhum) yang selalu memberi motivasi dan do’a.
8. Sahabat-sahabatku yang selalu memberi motivasi dan tempat bertukar pikiran
dalam proses penulisan skripsi ini.
9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak
membantu penulis hingga dapat diselesaikan penyusunan skripsi ini.
Penulis berdo’a semoga semua amal dan jasa baik dari semua pihak dapat
diterima di sisi Allah SWT. serta mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dan kesempurnaan hasil
yang telah didapat. Akhirnya, hanya kepada Allah penulis berdo’a, semoga
bermanfa’at adanya dan mendapat ridho dari-Nya, Amin Yarabbal aalamin.
Semarang, 01 Juni 2010
Penulis
Samsul Ma’arif
NIM. 3105430
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................iii
ABSTRAK ......................................................................................................iv
MOTTO...........................................................................................................v
PERNYATAAN ..............................................................................................vi
PERSEMBAHAN............................................................................................vii
KATA PENGANTAR .....................................................................................viii
DAFTAR ISI ...................................................................................................x
DAFTAR TABEL ...........................................................................................xii
DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................xiii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................1
B. Identifikasi Masalah..................................................................4
C. Pembatasan Masalah.................................................................4
D. Perumusan Masalah..................................................................6
E. Manfaat Penelitian....................................................................6
BAB II : LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teori.........................................................................7
1. Belajar, Pembelajaran dan Hasil Belajar..............................7
2. Mind Map (Peta Pikiran).....................................................13
3. Pembelajaran Konvensional. ...............................................23
4. Materi Pokok Iman Kepada Malaikat dan Makhluk Gaib ....25
B. Kajian Penelitian Yang Relevan................................................35
C. Hipotesis...................................................................................36
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian......................................................................37
B. Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................37
xi
C. Variabel Penelitian....................................................................38
D. Metode Penelitian.....................................................................38
E. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel..................39
F. Teknik Pengumpulan Data........................................................40
G. Teknik Analisis Data ................................................................42
BAB IV : HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian.........................................................................50
B. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis......................................50
C. Pembahasan Penelitian..............................................................57
D. Keterbatasan Penelitian.............................................................58
BAB V : KESIMPULAN
A. Kesimpulan...............................................................................60
B. Saran-Saran ..............................................................................60
C. Penutup.....................................................................................61
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT PENDIDIKAN
xii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1 Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Mapping........................................ 17
2 Prosentase Validitas Butir Soal............................................................. 51
3 Prosentase Indeks Kesukaran Butir Soal............................................... 51
4 Prosentase Daya Beda Butir Soal ......................................................... 52
5 Nilai Pre Test Kelompok Eksperimen dan Kontrol ............................... 52
6 Nilai Post Tes Kelompok Eksperimen dan Kontrol............................... 55
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Analisis item pilihan ganda
Lampiran 2: Contoh perhitungan Uji Validitas Butir Soal
Lampiran 3: Uji Reliabilitas Butir Soal
Lampiran 4: Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal
Lampiran 5: Uji Daya Beda Butir Soal
Lampiran 6: Kisi-Kisi Soal Tes Uji Coba
Lampiran 7: Soal Test Uji Coba
Lampiran 8: Kunci jawaban test uji coba
Lampiran 9: Daftar Siswa Kelas Uji Coba Soal Tes
Lampiran 10: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-1
Lampiran 11: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-2
Lampiran 12: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-3
Lampiran 13: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-4 & 5
Lampiran 14: Soal Post Test
Lampiran 15: Kunci Jawaban Soal Post Test
Lampiran 16: Daftar Nilai Awal Kelas Eksperimen
Lampiran 17: Daftar Nilai Awal Kelas Kelas Kontrol
Lampiran 18: Uji Normalitas Nilai Awal Kelas Eksperimen
Lampiran 19: Uji Normalitas Nilai Awal Kelas Kontrol
Lampiran 20: Uji Homogenitas Nilai Awal Kelas
Lampiran 21: Uji Kesamaan Dua Rata-Rata
Lampiran 22: Daftar Nilai Akhir Kelas Eksperimen
Lampiran 23: Daftar Nilai Akhir Kelas Kontrol
Lampiran 24: Uji Normalitas Nilai Akhir Kelas eksperimen
Lampiran 25: Uji Normalitas Nilai Akhir Kelas Kontrol
Lampiran 26: Uji Homogenitas
Lampiran 27: Uji Perbedaan Dua Rata-Rata
Lampiran 28: Lembar Mind Mapping
Lampiran 29: Foto Kegiatan Belajar Mengajar
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia dalam pandangan Islam adalah makhluk unggulan yang
dikaruniai akal kreatif, sehingga memungkinkannya untuk mengembangkan
peradaban dan kebudayaannya.2
Dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan
yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman semuanya dapat dilakukan,
karena pendidikan pada dasarnya memang usaha pengembangan sumber daya
manusia (SDM).
Di dalam Islam ada dua tujuan pendidikan, tujuan yang berorientasi
pada ukhrawi, yaitu membentuk seorang hamba agar melakukan kewajiban
kepada Allah dan orientasi duniawi yaitu membentuk manusia yang mampu
menghadapi segala bentuk kebutuhan dan tantangan kehidupan, agar hidupnya
lebih layak dan bermanfaat bagi orang lain.3
Belajar sudah menjadi kebutuhan
pokok pada masa kini. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini
telah menyebabkan informasi dapat tersedia dalam jumlah yang tak terbatas
dan dengan akses yang mudah. Hal ini menjadikan banyak perubahan serta
perkembangan dari berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini tentunya perlu
direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan bermutu tinggi.
Kualitas yang demikian sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya
manusia yang cerdas dan terampil agar bisa bersaing secara terbuka di era
global.
Belajar merupakan proses aktif siswa untuk mempelajari dan
memahami konsep-konsep yang dikembangkan dalam kegiatan belajar
mengajar, baik individual maupun kelompok, baik mandiri maupun
dibimbing.4
Belajar merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap
2
Muhammad Tholhah Hasan, Islam dan Masalah Sumberdaya Manusia, (Jakarta:
Lantabora Press,2005), hlm. 34.
3
Abdul Mujib Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006) Cet. 1,
hlm. 81.
4
Mulyati Arifin, dkk., Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: UPI, 2000), hlm. 8.
2
penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Berhasil atau gagalnya
pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses belajar yang
dialami siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi.5
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu
sama lain. Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam satu kegiatan manakala
terjadi interaksi guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik,
pada saat pengajaran itu berlangsung. Inilah makna belajar dan mengajar
sebagai suatu proses interaksi guru dengan peserta didik. Sebagai makna
utama, proses pembelajaran memegang peranan penting untuk mencapai
tujuan pengajaran yang efektif.6
Keberhasilan pendidikan formal akan banyak
ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan belajar mengajar yang merupakan
perpaduan antara kegiatan guru dengan kegiatan peserta didik. Keberhasilan
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari keseluruhan sistem
pendidikan untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tentunya tidak akan terlepas
dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Misalnya dengan
adanya penataran guru, penyediaan buku paket, dan alat-alat laboratorium
serta penyempurnaan kurikulum. Namun berdasarkan evaluasi, upaya-upaya
tersebut ternyata belum berhasil dalam meningkatkan prestasi peserta didik
secara optimal sebagaimana yang diinginkan.7
Di hampir setiap pelajaran, kegiatan yang sering sekali dilakukan
siswa ketika menerima pelajaran adalah mencatat. Umumnya siswa membuat
catatan dalam bentuk tulisan panjang yang mencakup seluruh isi materi
pelajaran, sehingga catatan terlihat sangat monoton dan membosankan. Dan
ketika dilakukan ulangan atau mengerjakan soal latihan, siswa akan
mengerahkan energi yang sangat besar untuk dapat mengingat dan menuliskan
5
Ibid., hlm. 13.
6
Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru
Algensindo, 2002), hlm. 40.
7
Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 2.
3
kembali catatan-catatan yang pernah dibuatnya. Tentu saja, hal tersebut
merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan dan siswa hanya mampu
mengingat sebagian kecil saja materi yang diajarkan.
Metode mencatat yang baik harus membantu mengingat perkataan dan
bacaan, mengingatkan pemahaman terhadap materi, membantu
mengorganisasi materi dan memberikan wawasan baru.8
Perlu adanya metode
mencatat yang baik dan mudah untuk digunakan oleh peserta didik, karena
catatan merupakan alat bagi peserta didik untuk mengingat materi-materi yang
disampaikan oleh guru pada waktu proses pembelajaran. Catatan di gunakan
oleh para peserta didik untuk membantunya dalam belajar, karena tidak semua
materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diingat semua oleh para
peserta didik.
Dengan menggunakan metode mind mapping atau bisa disebut juga
dengan metode peta pikiran oleh para peserta didik memungkinkan semua hal
diatas dapat terjadi. Karena peta pikiran adalah metode mencatat kreatif yang
memudahkan peserta didik untuk mengingat banyak informasi yang diperoleh
pada saat proses pembelajaran.
Mata pelajaran Aqidah Akhlak mengajarkan materi-materi yang berisi
tentang konsep Aqidah Islam yang merupakan dasar-dasar ajaran Islam dan
juga ajaran tentang akhlak yang harus diketahui dan dipahami oleh umat Islam
sejak dini. pelajaran aqidah akhlak sangat penting sekali karena mengajarkan
dasar-dasar pokok ajaran Islam, seperti rukun islam, rukun iman, akhlak dan
lain sebagainya yang semuanya merupakan dasar pokok ajaran Islam. Untuk
itu peserta didik perlu mencatatnya karena catatan dapat membantu pada saat
belajar.
Dari uraian di atas, maka judul penelitian ini adalah “Efektivitas Hasil
Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Iman kepada Malaikat-
Malaikat Allah dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada Peserta Didik
Kelas VII MTs NU 01 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping”.
8
Bobi de Porter dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success, (Bandung: PT
Mizan Pustaka, 2003), hlm. 175.
4
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, terdapat permasalahan
yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Metode pencatatan memiliki peranan penting dalam belajar, karena catatan
membantu para siswa dalam mengingat materi yang telah disampaikan
oleh guru pada waktu proses pembelajaran. Sehingga perlu ada metode
mencatat yang tepat.
2. Adanya kesulitan bagi para peserta didik dalam memahami materi
pelajaran karena diperlukan daya ingat yang kuat untuk mempelajarinya.
Tidak semua materi yang disampaikan guru dapat diingat semua oleh
peserta didik, sehingga peserta didik harus mencatatnya karena catatan
dapat membantu peserta didik dalam belajar.
C. Pembatasan Masalah
Untuk memudahkan dan menghindari kesalahan dalam memahami
judul skripsi ini, maka penulis memberikan batasan-batasan istilah dalam
judul yang berbunyi “Efektivitas belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi
iman kepada Malaikat-malaikat Allah dan Makhluk Gaib selain Malaikat kelas
VII MTS NU 01 Bumijawa dengan Penggunaan Mind Mapping” sebagai
berikut:
1. Efektivitas
Efektivitas berasal dari kata efektif yang artinya ada efeknya,
(akibatnya, pengaruhnya, kesannya).9
Sehingga Efektivitas diartikan
adanya kesesuaian antara yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang
kan dicapai.10
Suatu usaha dikatakan efektif apabila usaha itu mencapai
tujuannya. sedangkan efektifitas menunjukkan taraf tercapainya suatu
tujuan.
9
Sugono Dedy, Tim Redaksi Kamus Pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, (Jakarta:
Pusat Bahasa, 2004), hlm. 173.
10
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), Cet.
11, hlm. 82.
5
2. Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.11
Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat
pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah
laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun sikap,
bahkan meliputi segenap organisme atau pribadi.12
Hasil belajar yang
menyangkut pengetahuan dapat diukur dengan nilai-nilai setelah proses
pembelajaran.
3. Mind Mapping
Mind Mapping disebut juga peta pikiran. Yakni suatu cara
mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran-
pikiran.13
peta pikiran membantu siswa menangkap pikiran dan gagasan
pada kertas dengan jelas, lengkap dan mudah.
4. Materi Pokok Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Materi pokok iman kepada malaikat-malaikat Allah merupakan
pokok bahasan dari mata pelajaran aqidah akhlak yang ada di Madrasah
Tsanawiyah (MTs).14
D. Perumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana efektivitas hasil
belajar mata pelajaran aqidah akhlak materi iman kepada malaikat-malaikat
Allah dan makhluk gaib selain malaikat pda peserta didik kelas VII MTs NU
01 Bumijawa dengan penggunaan mind mapping?
11
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1995), Cet. 3, hlm. 2.
12
Syaiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2002), Cet. 2, hlm. 11.
13
Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008),
Cet. 6, hlm. 4.
14
T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Aqidah dan Akhlak Jilid 1 Untuk Kelas VII
Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009).
6
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Memberikan gambaran kepada guru tentang pembelajaran metode
Mind Mapping.
b. Digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam upaya
perbaikan hasil belajar siswa
2. Bagi Siswa
a. Memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami pelajaran
aqidah akhlak.
b. Meningkatkan daya ingat dan ketrampilan berfikir para siswa.
3. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan berharga bagi
sekolah dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan proses
pembelajaran aqidah akhlak yang lebih efektif.
4. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan peneliti khususnya dalam bidang
pendidikan.
7
BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teori
1. Belajar, Pembelajaran, dan Hasil Belajar
a. Pengertian Belajar
Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai
macam kompetensi, keterampilan dan sikap. Belajar sebagai
karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain,
merupakan suatu aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat
manusia.15
Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat.
Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya
perubahan pada diri seseorang.16
Perubahan sebagai hasil dari proses
belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk, seperti dalam
bentuk pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, ketrampilan,
kecakapan, dan lain-lain yang ada atau terjadi pada individu tersebut.
Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk
mencapai tujuan.17
Jadi, belajar merupakan langkah-langkah atau
prosedur yang ditempuh dalam mencapai tujuan.
Berikut ini beberapa definisi belajar menurut para pakar
pendidikan, diantaranya: Belajar adalah suatu proses perubahan, yaitu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan
lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.18
Morgan dalam bukunya Introduction to Psychology belajar
adalah sebagai berikut "Learning may be defined as any relatively
15
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar-
Ruzz, 2007) , hlm. 13.
16
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2004), hlm. 28.
17
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003 ), Cet.3,
hlm. 29.
18
Slameto, Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995),
hlm. 2.
8
permanent change in behavior which occurs as a result of experience
or practice".19
(Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang
relatif tetap yang terjadi sebagai akibat dari pengalaman atau praktek).
Menurut Ernest R. Hilgard dalam bukunya Theories of
Learning yang dikutip oleh Abdur Rachman Abror, memberikan
definisi sebagai berikut: "Learning is the process by which an activity
originates or is changed through training procedures (whether in the
laboratory or in the natural environment) as distinguished from
change by factors not attributable to training".20
(Belajar adalah proses dengan suatu aktifitas memulai, atau
aktifitas yang diubah melalui beberapa prosedur latihan (baik itu
terjadi di laboratorium atau dalam lingkungan alamiah) sebagai
pembeda dari perubahan yang disebabkan oleh beberapa faktor bukan
perubahan yang dihubungkan dengan latihan).
Menurut Sholeh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid
pengertian belajar yaitu:
(Sesungguhnya belajar adalah usaha untuk merubah diri pelajar yang
didasari dengan pengalaman yang telah diterima sehingga terjadi
perubahan baru bagi diri pelajar).
Kitab Mudkhola ilal manahij wa Thuruqut Tadris, menjelaskan
pengertian belajar yaitu:
(Belajar adalah merubah dengan mengadakan beberapa pelatihan).
19
Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, Sixth Edition, (New York: Mc. Graw
Hill International Book Company, 1971), hlm. 63.
20
Abdur Rachman Abror, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993), hlm.
66.
21
Sholeh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid, at Tarbiyah wa Thuruqu at Tadris,
Juz 1, (Mesir: Darul Ma'arif, 1968), hlm. 169.
22
M. Muzamil Basir dan M. Malik M. Said, Mudkhola ilal Manahij wa Thuruqut Tadris,
(Mekkah: Darul liwa', t.th.), hlm. 64.
9
Menurut pendapat W.S Winkel: Belajar adalah suatu aktivitas
mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap.23
Menurut pendapat Mulyono Abdurrahman: Belajar merupakan
suatu proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan
belajar atau yang biasa disebut hasil belajar, yaitu: suatu bentuk
perubahan perilaku yang relatif menetap.24
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk memperoleh perubahan
tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya yang
menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.
Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari
kegiatan belajar yang telah dilakukan individu. Perubahan itu hasil
yang telah dicapai dari proses belajar. Karena belajar adalah suatu
proses, maka dari proses tersebut akan menghasilkan suatu hasil dan
hasil dari proses belajar adalah berupa hasil belajar.
b. Pengertian Pembelajaran
Sesuai dengan pengertian belajar secara umum, yaitu bahwa
belajar adalah suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadi perubahan
tingkah laku, Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik
perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan
(psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Maka
pengertian pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku peserta didik
berubah ke arah yang lebih baik.25
Pembelajaran merupakan aktualisasi
kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan
23
W.S. Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: PT Gramedia, 1999), hlm. 53.
24
Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka
Cipta, 1999), hlm. 28.
25
Max Darsono, Belajar dan Pembelajaran, (Semarang: IKIP Semarang Press, 2000),
hlm. 24.
10
menumbuhkan kegiatan peserta didik sesuai dengan rencana yang telah
diprogramkan.26
Pengertian di atas menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan
proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan
kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir
peserta didik, serta meningkatkan kemampuan mengkonstruksi
pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik
terhadap materi pelajaran.
Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut :
1) Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara
sistematis.
2) Pembelajaran dapat menambahkan perhatian dan motivasi peserta
didik dalam belajar.
3) Pembelajaran dapat membuat peserta didik siap menerima
pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.
4) Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan
menantang bagi peserta didik.
5) Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan
menarik.
6) Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan
menyenangkan bagi peserta didik. 27
Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah proses
komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan,
saluran atau melalui media tertentu ke penerima pesan. Di dalam dunia
pendidikan, pesan yang dikomunikasikan adalah isi ajaran atau yang
ada di kurikulum. Sumber pesan bisa berupa guru, siswa, atau orang
lain. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesan adalah
siswa atau juga guru.
Tahap awal dari proses pembelajaran yaitu bagaimana dapat
menyiapkan suasana yang kondusif.28
Untuk dapat menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung proses
26
E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 117.
27
Max Darsono, op.cit., hlm. 25.
28
Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategi Petunjuk Praktis untuk Menerapkan
Accelerated Learning, (Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi, 2004), hlm. 310.
11
pembelajaran, sekolah harus memberikan kesan sebagai suatu tempat
yang menghargai peserta didik sebagai seorang manusia yang
pemikiran dan idenya dihargai sepenuhnya.
Pembelajaran bertujuan membantu peserta didik agar
memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah
laku peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan nilai
atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku
peserta didik menjadi bertambah, baik kualitas maupun kuantitasnya.
c. Pengertian Hasil Belajar
Dengan berakhirnya suatu proses belajar, maka peserta dididik
memperoleh suatu hasil belajar. Hasil belajar merupakan gabungan dua
kata yang masing-masing mempunyai arti yaitu hasil dan belajar. Hasil
adalah sesuatu yang telah dicapai.29
Belajar adalah berusaha supaya
mendapat kepandaian.30
Sedangkan hasil belajar merupakan hasil dari
suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.31
Bagi guru, tindak
mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Bagi peserta
didik, hasil belajar merupakan puncak proses belajar. Jadi, hasil belajar
merupakan perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang telah
dimiliki oleh seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut
perubahan tingkah laku kognitif, afektif dan psikomotorik.32
Hasil belajar bukan hanya berupa penguasaan pengetahuan,
tetapi juga kecakapan dan keterampilan melihat, menganalisis,
memecahkan masalah, membuat rencana dan mengadakan pembagian
kerja. Dengan demikian aktivitas dan produk yang dihasilkan dari
aktivitas belajar ini mendapatkan penilaian. Penilaian tidak hanya
29
Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: P.N. Balai pustaka,1990),
hlm. 362.
30
Ibid., hlm. 108.
31
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006)
hlm. 3.
32
Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 179.
12
dilakukan secara tertulis, tetapi juga secara lisan serta penilaian
perbuatan.
Berikut ini beberapa pengertian tentang hasil belajar atau
prestasi belajar, antara lain: Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, hasil
belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan
potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.33
Menurut Nana Sudjana, Hasil belajar adalah kemampuan-
kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman
belajarnya.34
Menurut Sadiman AM, suatu hasil belajar itu meliputi:35
1) Keilmuan dan pengetahuan, konsep atau fakta (kognitif)
2) Personal, kepribadian atau sikap (afektif)
3) Kelakuan, ketrampilan atau penampilan (psikomotorik)
Jadi, hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang
diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Tingkah
laku sebagai pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif,
dan psikomotorik. Perubahan sebagai hasil proses dapat ditunjukkan
dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengertian, pemahaman,
keterampilan, kecakapan serta aspek-aspek lain yang ada pada individu
yang belajar.
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam
mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi hasil belajar itu:
1) Faktor Internal (faktor dari dalam) meliputi:
a) Faktor jasmaniah (fisiologi) meliputi: faktor kesehatan dan
cacat tubuh.
33
Ibid., hlm. 102.
34
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 1999), Cet. 6., hlm. 22.
35
Sadiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo,
2001), hlm. 28-29.
13
b) Faktor psikologis yang meliputi: inteligensi, perhatian, minat,
bakat, motif, kesiapan, kematangan.
c) Faktor kelelahan.36
2) Faktor Eksternal (faktor dari luar) yang meliputi:
a) Faktor keluarga, meliputi: cara orang tua mendidik, keadaan
ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan, pengertian
orang tua, suasana rumah.
b) Faktor sekolah, yang meliputi: metode mengajar, kurikulum,
relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin
sekolah, waktu sekolah, metode belajar, tugas rumah.
c) Faktor masyarakat, yang terdiri dari: kegiatan siswa dalam
masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan
masyarakat. 37
2. Mind Map (Peta Pikiran)
a. Pengertian Mind Map (Peta Pikiran)
Metode mind mapping adalah cara termudah untuk
menempatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi keluar
dari otak mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan
secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita.38
Metode
mencatat yang baik harus membantu kita mengingat perkataan dan
bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap materi, membantu
mengorganisasi materi, dan memberikan wawasan baru. Peta pikiran
(Mind Mapping) memungkinkan terjadinya semua hal itu.39
Teknik mencatat ini dikembangkan oleh Toni Buzan 1970-an
dan didasarkan pada riset bagaimana cara kerja otak yang sebenarnya.
Otak anda sering kali mengingat informasi dalam bentuk gambar,
simbol suara, bentuk-bentuk, dan perasaan. Peta pikiran menggunakan
pengingat-pengingat visual dan sensorik ini dalam suatu pola ide-ide
yang berkaitan, seperti peta jalan yang digunakan untuk belajar,
mengorganisasikan, dan merencanakan. Peta ini dapat membangkitkan
36
Slameto, op.cit., hlm. 54.
37
Ibid., hlm. 60.
38
Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009),
Cet. 7, hlm. 4.
39
Bobi de Porter dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success (Bandung: PT
Mizan Pustaka, 2003), hlm. 175.
14
ide-ide orisinal dan memicu ingatan yang mudah. Ini jauh lebih mudah
dari metode pencatatan tradisional karena ini mengaktifkan kedua
belahan otak anda (karena itu disebut dengan istilah “pendekatan
keseluruhan otak”). Cara ini menenangkan, menyenangkan, dan
kreatif. Pikiran anda tidak akan mandeg karena mengulangi catatan
anda jika catatan-catatan tersebut dibuat dalam bentuk peta pikiran.40
Mencatat yang efektif adalah salah satu kemampuan terpenting
yang pernah dipelajari orang. Bagi pelajar hal ini seringkali berarti
perbedaan antara mendapatkan nilai tinggi atau rendah pada saat ujian.
Alasan utama mencatat adalah bahwa mencatat meningkatkan daya
ingat kebanyakan diri kita mengingat dengan sangat baik ketika
menuliskannya. Tanpa mencatat dan mengulanginya, kebanyakan
orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang mereka
baca atau dengar kemarin. 41
Pencatatan yang efektif dapat menghemat
waktu dengan membantu anda menyimpan informasi secara mudah
dan mengingatnya kembali jika diperlukan.
Selain metode yang efektif dalam pencatatan, peta pikiran
berfungsi untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya. Peta pikiran juga ideal
untuk menulis presentasi yang akan dilakukan karena dapat meringkas
keseluruhan isi presentasi dalam satu halaman. Hanya memandang
sekilas kertas catatan dapat mengingatkan topik diskusi selanjutnya,
dengan kata-kata kunci yang segera membangkitkan ingatan. Peta
pikiran juga akan berhasil untuk menulis laporan atau makalah,
walaupun mungkin memerlukan lebih dari satu peta untuk topik-topik
dengan banyak detail.42
Mind map juga merupakan peta hebat bagi ingatan,
memungkinkan kita menyusun dan pikiran sedemikian rupa sehingga
40
Bobi De Poter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman
dan Menyenangkan, Penerjemah Alwiyah Abdurahman (Bandung: Mizan pustaka 1999), Cet. V.
hlm. 152.
41
Ibid., hlm. 146-148.
42
Ibid., hlm. 160.
15
cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat
informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan dari pada teknik
pencatatan tradisional.43
Tujuan mencatat adalah mendapatkan poin-poin kunci dari
buku-buku, laporan, kuliah dan sebagainya. Catatan yang baik dan
efektif membantu kita untuk mengingat detail-detail tentang poin-poin
kunci, memahami konsep utama dan melihat kaitannya.44
Peta pikiran
atau mind map merupakan cara kreatif bagi setiap siswa untuk
menghasilkan gagasan, mencatat apa yang dipelajari atau
merencanakan tugas baru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak
menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi
melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang
yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.
Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan
informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi
tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita
akan semakin mudah.
Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide
dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. Ini sangat
memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi.
Mengapa? karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di
dalam otak. Di samping itu, peta pikiran juga memudahkan kita untuk
mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama
dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk
memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci.
Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan
kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang
disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk
43
Tony Buzan, op.cit., hlm. 5.
44
Bobi De Porter dan Mike Hernacki, op.cit., hlm. 150.
16
berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca,
bahasa, dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk
mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak
tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh
dalam keseimbangan.
Dalam proses menuangkan pikiran, manusia berusaha
mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian
rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal, dengan
harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali
informasi dikemudian hari. Tetapi, sistem pendidikan modern
memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilan-keterampilan
“otak kiri” yaitu matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan dari pada
seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama
keterampilan berpikir secara kreatif.45
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran
adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan
memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari
titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu
berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita
diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema
yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin
penting tersebut, dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan
cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang
telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan
baik.
Mind map (peta pikiran) adalah suatu metode pencatatan yang
berbeda dari bentuk pencatatan secara konvensional.46
Lebih lanjut,
peta pikiran adalah teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan
memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau
45
http//ksupointer.com/2009/pembelajaran-dengan-peta-pikiran tgl 20 Februari 2009.
46
Yovan P. Putra, Memori dan Pembelajaran Efektif, (Bandung: CV: Yrama Widya,
2008), hlm. 257.
17
teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya. Berikut ini
disajikan perbedaan antara catatan tradisional (catatan biasa) dengan
catatan pemetaan pikiran (mind mapping).47
Tabel 2.1.
Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Mapping.
Catatan Biasa Peta Pikiran (Mind Mapping)
1. Hanya berupa tulisan-tulisan
saja
2. Hanya dalam satu warna
3. Untuk mereview ulang
Memerlukan waktu yang lama
4. waktu yang diperlukan untuk
belajar lebih lama
5. Statis
1. Berupa tulisan, symbol
dan gambar
2. Berwarna-warni
3. Untuk mereview ulang
diperlukan waktu yang
pendek
4. Waktu yang diperlukan
untuk belajar lebih cepat
dan efektif
5. Membuat individu
menjadi lebih kreatif.
Dari uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping) adalah suatu
teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta
pikiran memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang
terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua
belahan otak maka kan memudahkan seseorang untuk mengatur dan
mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara
verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya
memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
b. Cara Membuat Mind Map (Peta Pikiran)
Karena mind map begitu mudah dan alami, bahan-bahan untuk
membuat mind map sangatlah sedikit antara lain:
47
Iwan Sugiarto, Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berfikir Holistik dan Kreatif,
(Jakarta: PT. Gramedia, 2004), hlm. 76.
18
• Kertas kosong yang tak bergaris
• Pena dan pensil warna
• Otak
• Imajinasi
Cara membuat mind mapping adalah sebagai berikut:
1) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjang nya
diletakkan mendatar. Mengapa? Karena memulai dari tengah
kebebasan pada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk
mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.
2) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. Mengapa?
Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita
menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih
menarik, membuat kita tetap lebih fokus, membantu kita
berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.
3) Gunakan warna. Mengapa? Karena bagi otak, warna sama
menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih
hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan
menyenangkan.
4) Hubungkan gambar-gambar utama ke gambar pusat dan
hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan
dua, dan seterusnya. Mengapa? Karena otak bekerja menurut
asosiasi. Otak senang mengingatkan dua atau tiga atau empat hal
sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan
lebih mengerti dan mengingat.
5) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus.
Mengapa? Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-
cabang yang lurus dan organis, seperti cabang pohon jauh lebih
menarik bagi mata.
6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Mengapa? Karena kata
kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada
mind map. Setiap kata tunggal atau seperti pengganda,
menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. bila kita
menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan
karena lebih bisa memicu ide dan pikiran baru.
7) Gunakan gambar. Mengapa? Karena seperti gambar sentral, setiap
gambar bermakna seribu kata. Jadi bila kita mempunyai 10 gambar
di dalam mind map kita, mind map kita sudah setara dengan
10.000 kata catatan. 48
Kiat-kiat untuk membuat mind mapping (peta pikiran)
Ada beberapa kiat dalam pembuatan mind mapping (peta
pikiran) antara lain:
48
Tony Buzan, op.cit., hlm. 14-16.
19
1) Di tengah kertas buatlah lingkaran dari gagasan utama
2) Tambahkan sebuah cabang dari pusatnya untuk tiap-tiap poin kunci
gunakan pulpen warna-warni.
3) Tuliskan kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang, kembangkan
untuk menambahkan detail-detail.
4) Tambahkan simbol dan ilustrasi.
5) Gunakan huruf kapital
6) Tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf yang lebih besar.
7) Hidupkanlah peta pikiran anda.
8) Garis bawahi kata-kata tersebut dan gunakan huruf-huruf tebal.
9) Bersikap kreatif dan berani
10) Gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukkan poin-poin atau
gagasan-gagasan.
11) Buatlah peta pikiran secara horisontal. 49
c. Fungsi Mind Map (Peta Pikiran)
Menurut Tony Buzan, peta pikiran dapat membantu kita untuk
banyak hal, yaitu :
1) Merencanakan
2) Berkomunikasi
3) Menjadi lebih kreatif
4) Menyelesaikan masalah
5) Memusatkan perhatian
6) Menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran
7) Mengingat dengan lebih baik
8) Belajar lebih cepat dan efisien
Menurut Michael Michaliko dalam buku Cracking Creative
Mind Mapping, mengatakan bahwa kegunaan peta pikiran adalah :
1) Mengaktifkan seluruh otak
2) Membereskan akal dari kekusutan mental
3) Memungkinkan kita fokus pada pokok bahasan.
4) Membantu menunjukkan hubungan antara bagian informasi-
informasi yang saling terpisah.
5) Memungkinkan kita mengelompokkan konsep, dan membantu kita
dalam membandingkan.50
d. Tujuan Pembuatan Mind map (Peta Pikiran)
Peta pikiran mengajarkan cara mencatat yang sistematis dan
mendorong aliran proses berfikir yang alami, yakni dengan
menciptakan putaran umpan balik yang positif antara otak dan catatan.
49
Bobi De Poter dan Mike Hernacki, op.cit., hlm. 157.
50
Tony Buzan, op.cit., hlm. 6.
20
Potensi otak menghasilkan gagasan yang sangat tidak terbatas.
Kemampuan ini dicapai secara maksimal jika membiarkan ide
mengembara seperti air yang mengalir, bebas belum ada keinginan
untuk menatanya.51
Tujuan peta pikiran adalah menciptakan atau menangkap
pikiran serta data yang dianggap penting sesuai dengan cara sendiri,
sedang membuat catatan merupakan kegiatan mengorganisasikan
pikiran sendiri (kreativ, inovatif). Mencatat berarti meringkas pikiran
orang lain seperti diekspresikan dalam buku, artikel, ceramah dan
sebagainya.52
Tujuan membuat mind mapping adalah untuk mengingat segala
sesuatu yang dipikirkan dalam pikiran yang berangkat dari gagas
sentral. Karena pikiran akan mengeluarkan gagasan lebih cepat dari
yang akan ditulis. Maka tidak boleh ada waktu sela dalam menulis.
Jika berhenti akan melihat pena atau pensil bergetar diatas kertas. 53
e. Manfaat Mind Mapping
Ada beberapa manfaat dalam penggunaan Mind mapping atau
peta pikiran antara lain:
1) Fleksibel, jika seorang pembicara tiba-tiba teringat untuk
menjelaskan suatu hal tentang pemikiran, anda dapat dengan
mudah menambahkannya ditempat yang sesuai dalam peta pikiran
anda tanpa harus kebingungan.
2) Dapat memusatkan perhatian, anda tidak perlu berfikir untuk
menangkap setiap kata yang dibicarakan. Sebaliknya, anda dapat
berkonsentrasi pada gagasan-gagasannya.
3) Meningkatkan pemahaman, ketika membaca tulisan atau laporan
teknik, peta pikiran akan meningkatkan pemahaman dan
memberikan catatan tinjauan ulang yang sangat berarti nantinya.
4) Menyenangkan, imajinasi dan kreativitas anda tidak terbatas. Dan
hal itu menjadikan pembuatan dan peninjauan ulang catatan lebih
menyenangkan.54
51
P. Pasaribu, T. Lukman, Melipatgandakan Potensi Otak Teknik Praktis Melejitkan Daya
Ingat, (Jakarta: Gramedia 2005), hlm. 69.
52
Ibid., hlm. 70.
53
Tony Buzan. op.cit. hlm. 106.
54
Bobi De Poter dan Mike Hernacki, op.cit., hlm. 172.
21
Menurut Tony Buzan manfaat Mind Mapping adalah :
1) Memberi pandangan yang menyeluruh pokok masalah atau area
yang luas.
2) Memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-
pilihan dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita
berada.
3) Menghimpun dan menyimpan sejumlah data.55
4) Mendorong pemecahan masalah dengan menemukan jalan baru
yang kreatif.
5) membuat anda mampu bersikap efisien.
6) Enak dilihat, dibaca, direnungkan dan diingat.
7) Menarik dan menahan perhatian mata/otak.56
f. Sistem Pembelajaran Mind Mapping
Semua mind map mempunyai kesamaan semuanya
menggunakan warna. Semuanya mempunyai struktur alami yang
memancar dari pusat, semuanya menggunakan garis lengkung, symbol,
kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian aturan yang
sederhana, mendasar, alami dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan
mind map, daftar informasi yang panjang dapat dialihkan menjadi
diagram wana-warni, sangat teratur dan yang bekerja selaras dengan
cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal.57
Mind map menjadi cara mencatat/meringkas yang
mengakomodir cara kerja otak secara natural. Berbeda dengan catatan
konvensional yang ditulis dalam daftar panjang kebawah, maka pada
konsep mind map akan mengajak pikiran untuk membayangkan suatu
subjek sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.58
Jika dengan
catatan konvensional anak harus menghafal daftar panjang yang sudah
anak buat dan seringkali ada yang terlewati. Sebaliknya dengan konsep
mind map, secara mental anak membangun sebuah gambar yang dapat
dibayangkan.
55
Tony Buzan, op.cit., hlm. 5.
56
Tony Buzan, Brain Child Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2005), hlm. 71.
57
Tony Buzan, op.cit., hlm. 5.
58
Caroline Edward, Mind Mapping untuk Anak Sehat dan Cerdas, (Yogyakarta: Sakti,
2009), hlm. 63.
22
Meringkas yang sering digunakan dalam dunia pendidikan
sesungguhnya hanya mengeksploitasi kerja otak kiri. Tak jarang anak
menjadi bosan, karena bentuk ringkasannya tak jauh beda dengan teks
inti. Mind map merupakan sistem terbaru yang didisain sesuai dengan
kerja alami otak manusia. Gambar-gambar yang bebas dilukiskan anak
dan bentuknya yang unik akan menyeimbangkan kerja kedua otak
anak. Keseimbangan kerja otak inilah yang menyebabkan rasa senang
pada anak saat belajar.
Sistem mind map juga bisa digunakan anak pada saat
menjelang ujian. Jadi anak tidak perlu membaca buku paket untuk
mempelajari materi yang diujikan. Anak cukup membuka kembali
hasil mind map yang sudah dibuatnya.59
Tentu ini membantu anak
dalam proses belajarnya.
g. Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran
Dalam tahap aplikasi, terdapat empat langkah yang harus
dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping, yaitu:
1) Overview, tinjauan menyeluruh terhadap suatu topik pada saat
proses pembelajaran baru dimulai. Hal ini bertujuan untuk
memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan
dipelajari.
2) Preview, tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview
sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail
daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari
Silabus. Dengan demikian, siswa diharapkan telah memiliki
pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan
sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai.
3) Inview, tinjauan mendalam yang merupakan inti dari suatu proses
pembelajaran, di mana suatu topik akan dibahas secara detail,
terperinci dan mendalam. Selama Inview ini, siswa diharapkan
dapat mencatat informasi, konsep atau rumus penting beserta
grafik, daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam
memahami dan menguasai bahan yang diajarkan.
4) Review, Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam
pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan
serta ditekankan pada informasi, konsep atau rumus penting yang
harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Hal ini akan dapat
59
Ibid., hlm. 67.
23
membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh
bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. Review dapat
juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan
berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan
yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. 60
3. Pembelajaran Konvensional
a. Definisi Pembelajaran Konvensional
Proses belajar mengajar yang berkembang di kelas, pada
umumnya ditentukan oleh peranan guru dan peserta didik. Dewasa ini
pembelajaran masih menggunakan model konvensional, pembelajaran
yang menjadi guru sebagai subjek yang aktif sedangkan peserta didik
sebagai obyek yang pasif. Menurut Djamarah (1996) metode
pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional
atau disebut juga metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah
dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak
didik dalam proses belajar dan pembelajaran.61
Sedangkan peranan
murid dalam metode ceramah yang penting adalah mendengarkan
dengan teliti serta mencatat yang pokok-pokok yang dikemukakan oleh
guru.
Berkenaan dengan sifatnya metode yang demikian maka
biasanya secara wajar metode ceramah dilaksanakan dalam hal
apabila:
1) Guru akan menyampaikan fakta-fakta/kenyataan atau pendapat-
pendapat di mana tidak ada bahan bacaan yang menerangkan fakta-
fakta tersebut.
2) Guru harus menyampaikan fakta kepada murid-murid yang besar
jumlahnya, sehingga metode lain tak mungkin dapat.
3) Guru menghendaki berbicara yang semangat untuk merangsang
murid-murid mengerjakan sesuatu.
60
http://mahmuddin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-
mind-mapping/. 21 Februari 2010 14:30.
61
Pembelajaran Konvensional, http://Xpresriau.Com/Toroka/Artikel-Tulisan-
Pendidikan/Pembelajaran-Konvensional/. 21 Februari 2010 14:30.
24
4) Guru akan menyimpulkan pokok penting yang telah dipelajari
untuk memperjelas murid dalam melihat hubungan antara hal-hal
yang penting lainnya.
5) Guru akan memperkenalkan hal-hal baru dalam rangka pelajaran
yang lalu.
b. Keuntungan Pembelajaran Konvensional
Sebagai metode maka pemberian pembelajaran konvensional
atau dengan ceramah memberi keuntungan dalam hal sebagai berikut:
1) Guru dapat menguasai seluruh arah kelas
Sebab guru semata-mata berbicara langsung sehingga ia dapat
menentukan arah itu dengan jalan menetapkan sendiri apa yang
akan dibicarakan.
2) Organisasi kelas sederhana
Dengan berceramah, persiapan satu-satunya yang diperlukan guru
ialah buku cetak/bahan pelajaran. Pembicaraan ada kemungkinan
sambil duduk atau berdiri. Murid-murid diharapkan mendengarkan
secara diam. Maka mudah dimengerti bahwa jalan ini adalah yang
paling sederhana untuk mengatur kelas dari pada penggunaan
metode lain misalnya demonstrasi yang perlu alat-alat banyak, atau
metode kelompok yang memerlukan pembagian kelas dalam
kesatuan-kesatuan kecil untuk sesuatu tugas dan lain sebagainya.
Meskipun demikian di atas dikatakan sederhana dan begitu pula
tugas guru adalah lebih mudah dalam suasana tersebut, tetapi metode
ceramah mempunyai batas-batas atau kelemahan-kelemahan
dipandang dari segi kepentingan belajar murid-murid. Keburukan
dalam hal ini yang pokok sebagai berikut:
1) Guru sukar mengetahui sampai di mana murid-murid telah
mengerti pembicaraannya.
Guru-guru sering menganggap bahwa karena murid-muridnya
duduk dengan diam serta mendengarkan pembicaraannya, mereka
itu sedang belajar.
25
2) Murid sering kali memberi pengertian lain dari hal yang
dimaksudkan guru.
Hal ini disebabkan karena ceramah berupa rangkaian kata-kata
yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan salah pengertian misalnya
karena sifatnya yang abstrak, kabur, dan sebagainya.62
4. Materi Pokok Iman kepada Malaikat dan Makhluk Gaib
a. Malaikat-Malaikat Allah SWT
1) Pengertian Iman Kepada Malaikat Allah SWT
Kepercayaan kepada malaikat merupakan salah satu pokok
ajaran Islam. Kepercayaan ini dinilai oleh ulama-ulama sebagai
salah satu rukun Iman. Bukan saja tidak sempurna , tetapi tidak sah
iman seorang muslim, apabila tidak percaya adanya malaikat
dengan sifat-sifatnya yang dijelaskan agama.63
Malaikat adalah
salah satu jenis makhluk gaib (yang tak dapat diindrakan) yang
diciptakan Allah. Malaikat tidak memerlukan apapun yang bersifat
fisik atau jasmani. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam
hanya untuk mengabdi kepada Allah.64
Dalam penciptaan malaikat
Allah berfirman sebagai berikut:
߉ôJptø:$#¬!Ì•ÏÛ$sùÏNºuq»yJ¡¡9$#ÇÚö‘F{$#urÈ@Ïã%y`Ïps3Í´¯»n=yJø9$#¸xß™â‘þ’Í<'ré&7pysÏZô_r&
4‘oY÷V¨By]»n=èOuryì»t/â‘ur4߉ƒÌ“tƒ’ÎûÈ,ù=sƒø:$#$tBâä!$t±o„4¨bÎ)©!$#4’n?tãÈe@ä.&äóÓx«Ö•ƒÏ‰s%ÇÊÈ
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang
menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus
berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing
(ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada
62
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002),
Cet. I, hlm. 165-168.
63
M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi Jin, Iblis, Setan dan Malaikat dalam Al-Qur an-
As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini, (Jakarta: Lentera Hati
2000), Cet. III, hlm. 246.
64
T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Aqidah dan Akhlak Jilid 1 Untuk Kelas VII
Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 84.
26
ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu . (QS. Fatir 35: 1)65
Iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang ke dua.
Yang dimaksud iman kepada Malaikat adalah mempercayai bahwa
Allah mempunyai makhluk yang bernama malaikat yang diberi
tugas untuk melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan dan
menjadi penghubung antara Allah SWT dan para Rasul Nya untuk
menyampaikan wahyu. Iman kepada Malaikat bersumber dari
keimanan kepada Allah sebab keberadaan dan perintah
mengimaninya berasal dari Allah.66
2) Sifat-sifat Malaikat Allah SWT
Al-Qur’an menjelaskan bahwa Malaikat adalah hamba
Allah yang mulia, tidak pernah durhaka, tidak pernah maksiat dan
tidak pernah menentang Allah SWT.67
Seperti dalam firman Allah
surat Al-Anbiya ayat 26-27.
(#qä9$s%urx‹sƒªB$#ß`»oH÷q§•9$##V$s!ur3¼çmoY»ysö7ß™4ö@t/׊$t6ÏãšcqãBt•õ3•BÇËÏÈŸw¼çmtRqà)Î7ó¡o„
ÉAöqs)ø9$$Î/Nèdur¾ÍnÌ•øBr'Î/šcqè=yJ÷ètƒÇËÐÈ
Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah
mengambil (mempunyai) anak", Maha suci Allah. sebenarnya
(malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan.
Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka
mengerjakan perintah-perintahNya. (QS. Al-Anbiya: 26-27) 68
Malaikat adalah makhluk Allah yang gaib yang
mempunyai sifat yang berbeda dengan manusia dan makhluk bumi
lainnya. Diantara sifat-sifat malaikat adalah:
a) Malaikat diciptakan dari Nur (Cahaya)
b) Malaikat selalu taat tan berbakti serta bersujud pada Allah
SWT, tidak pernah ingkar kepada Allah.
65
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahanya, (Semarang:
CV Andi Gravika, 1994), hlm. 695.
66
Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, Aqidah Akhlak Kelas VII, hlm.
16.
67
T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 85.
68
Departemen Agama Republik Indonesia, op.cit., hlm. 498.
27
c) Malaikat tidak menyombongkan diri karena tidak punya nafsu
d) Malaikat dapat berubah bentuk
e) Malaikat selalu bertasbih dengan tidak mengenal lelah. Firman
Allah dalam surat Al-Anbiya ayat 20
tbqßsÎm7|¡ç„Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#urŸwtbrçŽäIøÿtƒÇËÉÈ
Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-
hentinya . (QS. Al-Anbiya: 20) 69
f) Malaikat tidak berjenis kelamin
g) Malaikat tidak makan dan tidak minum
h) Malaikat terjaga dari berbuat dosa (Maksum)
i) Malaikat diciptakan Allah dengan tugas-tugas tertentu. 70
3) Nama Malaikat dan Tugasnya
Nama-nama malaikat yang wajib diimani ada sepuluh.
Kesepuluh nama malaikat itu antara lain sebagai berikut:
a) Jibril
Malaikat Jibril juga dinamai Ar-Ruh Al-Amin, dan Al-
Qudus.71
Jibril adalah malaikat yang ditugasi oleh Allah SWT
untuk menyampaikan wahyu kepada nabi atau rasul utusan
Allah SWT. Dalam menyampaikan wahyu kepada nabi
Muhammad SAW Jibril terkadang berwujud sebagai seorang
laki-laki yang berpakaian serba putih dan terkadang dengan
wujud aslinya.72
Firman Allah tentang tugas Jibril dalam surat
An-Najm ayat 4-5:
÷bÎ)uqèdžwÎ)ÖÓórur4ÓyrqãƒÇÍȼçmuH©>tã߉ƒÏ‰x©3“uqà)ø9$#ÇÎÈ
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang
sangat kuat. (QS. An-Najm: 4-5) 73
69
Ibid., hlm. 497.
70
Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, op.cit., hlm. 20.
71
M. Quraish Shihab, op. cit., hlm.268.
72
T. Ibrahim dan H. Darsono, op. cit., hlm. 85-86.
73
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 871.
28
b) Mikail
Pada dasarnya semua rezeki datangnya dari Allah yang
diturunkan melalui malaikat Mikail. Tugas dari malaikat Israfil
antara lain:
(1) Memberikan rezeki yang kepada semua makhluk yang ada
di alam ini
(2) Mengatur angin, hujan dan tanaman.
c) Israfil
Malaikat Izrafil bertugas meniup sangka kala (terompet)
pada hari kiamat, peniupan sangka kala itu ada 3 (tiga) macam.
(1) Nafhul faza yaitu peniupan yang menakutkan
(mengejutkan) yang menyebabkan rusak binasanya alam
jagad raya pada hari kiamat.
(2) Nafhul Shaqi yaitu peniupan yang memusnahkan segala
sesuatu.
(3) Nafhul Ba ats yaitu peniupan yang membangkitkan
manusia seluruhnya untuk dikumpulkan dan dihisab
amalnya. Tiupan sangka kala malaikat Isrofil merupakan
awal kehidupan di Akhirat.74
Seperti dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 51
y‡ÏÿçRur’ÎûÍ‘q•Á9$##sŒÎ*sùNèdz`ÏiBÏ^#y‰÷`F{$#4’n<Î)öNÎgÎn/u‘šcqè=Å¡YtƒÇÎÊÈ
Dan ditiuplah sangkalala, Maka tiba-tiba mereka keluar
dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(QS. Yasin: 51) 75
d) Izrail
Bertugas mencabut nyawa makhluk hidup bila ajal telah
tiba. Pada garis besarnya ada dua macam cara malaikat dalam
mengambil nyawa manusia. Cara pertama adalah mencabut
nyawa dengan keras dan cara yang kedua mencabut nyawa
74
Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, op.cit., hlm. 19.
75
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 711.
29
dengan cara lemah lembut. Orang yang dicabut nyawanya
dengan keras adalah orang kafir dan durhaka, sedang yang
diambil nyawanya dengan lemah lembut adalah nyawa orang-
orang yang taat kepada Allah.76
Tercantum pada ayat Al-
Qur’an surat As-Sajdah ayat 11
*ö@è%Nä39©ùuqtGtƒà7n=¨BÏNöqyJø9$#“Ï%©!$#Ÿ@Ïj.ãröNä3Î/¢OèO4’n<Î)öNä3În/u‘šcqãèy_ö•è?ÇÊÊÈ
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut
nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada
Tuhanmulah kamu akan dikembalikan . (QS. As-Sajdah: 11) 77
e) Raqib
Malaikat Raqib bertempat disebelah kanan manusia
bertugas mencatat seluruh perbuatan baik manusia. Seperti
firman Allah dalam surat Az-Zukhruf ayat 80
÷Pr&tbqç7|¡øts†$¯Rr&ŸwßìyJó¡nSöNèd§ŽÅOßg1uqøgwUur44’n?t/$uZè=ß™â‘uröNÍkö‰y‰s9tbqç7çFõ3tƒÇÑÉÈ
Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar
rahasia dan bisikan-bisikan mereka? sebenarnya (kami
mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami
selalu mencatat di sisi mereka. (QS. Az-Zukhruf: 80) 78
f) Atid
Malaikat Atid bertempat disebelah kiri manusia dan
bertugas mencatat segala amal buruk manusia. Malaikat Rokib
dan Atid disebut juga malaikat kiromal katibin dan kelak Allah
akan mengumpulkan manusia di alam mahsyar untuk meminta
pertanggung jawaban perbuatan mereka di dunia dan Allah
membagikan buku catatan perbuatan manusia.79
Firman Allah
dalam surat Qaaf ayat 18
$¨BàáÏÿù=tƒ`ÏB@Aöqs%žwÎ)Ïm÷ƒy‰s9ë=‹Ï%u‘Ó‰ŠÏGtãÇÊÑÈ
76
M. Quraish Shihab, op.cit., hlm. 296.
77
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 661.
78
Ibid., hlm. 804.
79
Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, op.cit., hlm. hlm 19.
30
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di
dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf:
18)80
Kedua malaikat pengawas tersebut tidak /belum
mencatat niat buruk seseorang sebelum niat itu diwujudkan
dalam bentuk nyata. Berbeda dengan niat baik, mereka
mencatatnya walaupun belum diwujudkan.81
g) Munkar
Malaikat Munkar bertugas menanyai amal baik manusia
yang sudah mati di alam kubur.
h) Nakir
Malaikat Nakir bertugas menanyai amal jelek manusia
yang sudah mati di alam kubur.
i) Malik
Malaikat Malik diberi tugas untuk menjaga neraka.
Firman Allah dalam Surat At-Tahrim ayat 6
$pkš‰r'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#þqè%ö/ä3|¡àÿRr&ö/ä3‹Î=÷dr&ur#Y‘$tR$ydߊqè%urâ¨$¨Z9$#äou‘$yfÏtø:$#ur
$pköŽn=tæîps3Í´¯»n=tBÔâŸxÏî׊#y‰Ï©žwtbqÝÁ÷ètƒ©!$#!$tBöNèdt•tBr&tbqè=yèøÿtƒur$tBtbrâ•sD÷sãƒ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,
keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6) 82
j) Ridwan
Malaikat Ridwan diberi tugas menjaga surga. 83
Firman
Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73
80
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 853.
81
M. Quraish Shihab, op. cit., hlm. 296 .
82
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 951.
83
T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 87.
31
t,‹Å™uršúïÏ%©!$#(#öqs)¨?$#öNåk®5u‘’n<Î)Ïp¨Zyfø9$##·•tBã—(#Ó¨Lym#sŒÎ)$ydrâä!%y`ôMysÏGèùur
$ygç/ºuqö/r&tA$s%uróOçlm;$pkçJtRt“yzíN»n=y™öNà6ø‹n=tæóOçFö7ÏÛ$ydqè=äz÷Š$$sùtûïÏ$Î#»yzÇÐÌÈ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke
dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila
mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah
terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya:
"Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu!
Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
(QS. Az-Zumar: 73) 84
b. Makhluk Gaib Selain Malaikat
Makhluk gaib selain malaikat yang diciptakan Allah
bermacam-macam, antara lain jin, iblis, dan setan.
1) Jin
Jin berasal dari alam tersendiri. Ia tidak termasuk dalam
alam manusia, juga tidak termasuk dalam alam malaikat. Ada
persamaan manusia dengannya, yaitu sama-sama memiliki akal,
pengetahuan dan kemampuan memilih yang baik dan yang buruk.
Namun ada per bedaan yang menonjol antara jin dan manusia.
Yaitu perbedaan dalam hal kejadiannya, jin diciptakan dari api
sedang manusia diciptakan dari tanah liat.85
Banyak sekali ayat Al-Quran yang redaksinya dapat
dijadikan dalil ada mahluk yang berwujud yang bernama jin.
Makhluk itu tidak diciptakan Allah, kecuali seluruh aktivitas
mereka berakhir menjadi pengabdian pada-Nya:86
$tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#uržwÎ)Èbr߉ç7÷èu‹Ï9ÇÎÏÈ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku (QS. Adz-Dzariyaat: 56)87
84
Departemen Agama Republik Indonesia, op.cit., hlm. 756
85
Umar Sulaiman, Misteri Alam Jin dan Setan. (Semarang: Pustaka Rizki Putra 2006)
hlm. 1
86
M. Quraish Shihab, op. cit., hlm. 35
87
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 862.
32
Jin adalah makhluk gaib yang diciptakan dari nyala api,
Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rahman ayat 15 sebagai
berikut:
t,n=yzur¨b!$yfø9$#`ÏB8lÍ‘$¨B`ÏiB9‘$¯RÇÊÎÈ
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api. (QS. Ar-Rahman: 15) 88
Jin ada yang beriman dan ada yang kafir. Seperti firman
Allah dalam surat Al-Ahqaf ayat 29
øŒÎ)ur!$oYøùuŽ|Ày7ø‹s9Î)#•xÿtRz`ÏiBÇd`Éfø9$#šcqãèÏJtGó¡o„tb#uäö•à)ø9$#$£Jn=sùçnrçŽ|Øym(#þqä9$s%
(#qçFÅÁRr&($£Jn=sùzÓÅÓè%(#öq©9ur4’n<Î)OÎgÏBöqs%z`ƒÍ‘É‹Y•BÇËÒÈ
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu
yang mendengarkan Al Quran, Maka tatkala mereka menghadiri
pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk
mendengarkannya)". ketika pembacaan telah selesai mereka
kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (QS. Al-
Ahqaf: 29) 89
2) Iblis atau Setan
Iblis adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah SWT dari
api. Sifat dasar iblis adalah sombong dan durhaka kepada Allah
SWT. Dalam tafsir Ibnu Kasir dijelaskan bahwa dahulu iblis salah
satu golongan malaikat. Allah memberi tugas iblis untuk menjaga
langit dunia dan memberantas jin durhaka yang saat itu menguasai
bumi. Dengan adanya tugas itu iblis merasa paling mulia
kedudukannya daripada malaikat yang lain. Karena sifat
kesombongan itulah, Allah menguji iblis. Allah memerintahkan
semua malaikat sujud kepada nabi Adam AS, makhluk yang baru
saja diciptakan-Nya. Semua malaikat menaati perintah Allah SWT,
mereka sujud kepada Nabi Adam kecuali iblis. Terbuktilah ujian
Allah kepada iblis. Iblis dengan sombongnya memandang rendah
88
Ibid., hlm. 886.
89
Ibid., hlm. 827.
33
nabi adam AS yang diciptakan dari tanah. Menurut iblis tanah
lebih rendah daripada api.90
Setan adalah makhluk yang sifatnya menggoda manusia
agar terjerumus ke lembah dosa. Menurut surah an Nas, setan dapat
berasal dari manusia ataupun jin. Dengan demikian setan adalah
makhluk gaib yang durhaka langsung kepada Allah SWT dan
berusaha menggoda manusia untuk berbuat dosa. Setan adalah sifat
yang jahat yang tersembunyi di dalam diri jin dan manusia, yang
dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Setan adalah
profesi atau sebutan dari kalangan jin dan manusia yang jahat yang
senantiasa mengganggu manusia supaya terjerumus dalam
kesesatan dan kekafiran.91
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Araf ayat 12 sebagai
berikut:
tA$s%$tBy7yèuZtBžwr&y‰àfó¡n@øŒÎ)y7è?ó•sDr&(tA$s%O$tRr&׎ö•yzçm÷ZÏiBÓÍ_tFø)n=yz`ÏB9‘$¯R
¼çmtGø)n=yzur`ÏB&ûüÏÛÇÊËÈ
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud
(kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya
lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia
Engkau ciptakan dari tanah". (QS. Al-Araf: 12) 92
Sedangkan makhluk yang membangkang, iblis atau setan
selalu menggoda manusia agar terjerumus kedalam kehidupan yang
nista, jauh dari petunjuk hidup yang benar.
Firman Allah dalam surat Al-Araf ayat 16-17
tA$s%!$yJÎ6sù‘ÏZoK÷ƒuqøîr&¨by‰ãèø%V{öNçlm;y7sÛºuŽÅÀtLìÉ)tFó¡ãKø9$#ÇÊÏȧNèOOßg¨Yu‹Ï?Uy.`ÏiBÈû÷üt/
öNÍk‰É‰÷ƒr&ô`ÏBuröNÎgÏÿù=yzô`tãuröNÍkÈ]»yJ÷ƒr&`tãuröNÎgÎ=ͬ!$oÿw¬(Ÿwur߉ÅgrBöNèdt•sVø.r&šúïÌ•Å3»x©
90
T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 89.
91
Abu Aqila, Meluruskan Pemahaman Alam Gaib dengan Syariat, (Jakarta: Senayan
Abadi Publishing 2005). Cet 2. hlm 52.
92
Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 222.
34
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,
saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan
Engkau yang lurus,. kemudian saya akan mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.
dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur
(taat). QS. Al-Araf: 16-17) 93
Dengan memperhatikan beberapa ayat diatas, kita dapat
mengetahui bahwa iblis atau setan adalah makhluk yang senantiasa
menggoda manusia agar berbuat durhaka kepada Allah swt.
Berbagai cara diupayakan iblis atau setan sehingga banyak
manusia yang tergoda.
c. Perilaku yang Mencerminkan Iman Kepada Malaikat-Malaikat
Allah dan Makhluk Gaib Selain Malaikat
Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu kemantapan hati, ucapan dan
perbuatan. Iman kepada Malaikatpun perlu dibuktikan dengan
perbuatan nyata setiap hari, antara lain meneladani sifat taat Malaikat
kepada Allah SWT. Adapun sekap meneladani ketaatan Malaikat
kepada Allah SWT antara lain:
1) Senantiasa berusaha untuk menaati Allah SWT. (baik
melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan Nya)
sebagaimana ketaatan Malaikat kepada Allah SWT.
2) Bersikap tawaduk kepada Allah SWT dan mengagungkan Nya,
misalnya membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.
3) Bersikap hati-hati dalam hidup ini, tidak melanggar hukum Allah
SWT sebagaimana Malaikat tidak maksiat kepada Nya.94
B. Kajian Penelitian Yang Relevan
Buku yang berjudul Buku Pintar Mind Map, Tony Buzan menyatakan
bahwa Mind Map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi
kedalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Mind Map adalah
93
Ibid., 223.
94
T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 91.
35
cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan
pikiran-pikiran kita. Mind Map juga merupakan peta perjalanan yang hebat
bagi ingatan. Karena memberikan kemudahan dalam mengatur segala fakta
dan hasil pemikiran yang melibatkan cara kerja alami otak sejak awal. Ini
berarti bahwa upaya untuk mengingat dan menarik kembali informasi di
kemudian hari akan lebih mudah, serta lebih dapat diandalkan daripada
menggunakan cara pencatatan tradisional. 95
Buku yang berjudul Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum
Learning di Ruang Kelas karya Bobbi Deporter dkk, yang diterjemahkan oleh
Ary Nilandari mengatakan bahwa peta pikiran membantu siswa menangkap
pikiran dan gagasan pada kertas dengan jelas, lengkap dan mudah. Metode
yang sesuai dengan otak ini membuat informasi lebih mudah dimengerti dan
diingat kembali dan memaksimalkan momen belajar. Metode mencatat yang
baik harus membantu kita mengingat perkataan dan bacaan, mengingatkan
pemahaman terhadap materi, dan memberikan wawasan baru, peta pikiran
(Mind Mapping) memungkinkan terjadinya semua itu. 96
Skripsi Kristanti (4401405010) FMIPA Jurusan Biologi UNNES yang
berjudul Efektivitas Pembelajaran Sistem Pencernaan melalui Kombinasi
Model Jigsaw dan Peta Pikiran di SMA N Jumapolo Kab. Karanganyar
Tahun Pelajaran 2008/2009. Menyimpulkan bahwa kombinasi metode jigsaw
dan peta pikiran dapat dipertimbangkan guru sebagai metode alternatif metode
pembelajaran, karena secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar para
peserta didik. 97
Skripsi Arif Purnawan (4301401035) FMIPA Jurusan Kimia UNNES
yang berjudul Peningkatan Efektifitas Pembelajaran Kimia Siswa SMA kelas
X dengan Metode Pemetaan Pikiran (Mind-Mapping) Menggunakan CD
95
Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008),
Cet. 6, hlm. 4
96
Bobi de Porter dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success (Bandung: PT
Mizan Pustaka, 2003), hlm. 175.
97
Kristiani, Efektivitas belajar system pencernaan melaui kombinasi model jigsaw dan
peta pikiran di SMA N Jumapolo Kab. Karanganyar Tahun Ajaran 2008/2009. (Semarang FMIPA
UNNES Semarang 2009), hlm iv
36
Pembelajaran Interaktif pada Materi Pokok Hidrokarbon Tahun Pelajaran
2004/2005 menyimpulkan bahwa metode mind mapping menggunakan CD
pembelajaran sangat efektif dalam pembelajaran kimia. 98
Dari kajian penelitian yang telah diteliti tersebut, penelitian ini
mencoba bagaimana efektifitas mind mapping dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak materi iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat, tanpa
disertai dengan metode pembelajaran lainnya.
C. Pengajuan Hipotesis
Hipotesis dapat didefinisikan sebagai suatu dugaan sementara yang
diajukan seorang peneliti yang berupa pernyataan-pernyataan untuk diuji
kebenarannya.99
Menurut Sutrisno Hadi, hipotesis adalah dugaan yang
mungkin benar juga mungkin salah, akan ditolak jika salah dan akan diterima
jika fakta-fakta membenarkan.100
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah
pembelajaran dengan penggunaan mind mapping akan lebih efektif dari pada
pembelajaran konvensional pada materi pokok Iman Kepada Malaikat-
Malaikat Allah dan Makhluk Gaib Selain Malaikat pada peserta didik kelas
VII MTs NU 1 Bumijawa tahun ajaran 2009/2010.
98
Arif Purnawan, Efektifitas Pembelajaran Kimia Siswa SMA kelas X dengan Metode
Pemetaan Pikiran (Mind-Mapping) Menggunakan CD Pembelajaran Interaktif pada Materi Pokok
Hidrokarbon Tahun Pelajaran 2004/2005. (Semarang FMIPA UNNES Semarang 2005), hlm iv
99
Tulus Winarsunu, Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, (Malang:
UMM Press, 2007), Cet. 4, hlm. 9.
100
Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, (Yogyakarta: Andi Offset, 2001), hlm. 63.
37
BAB III
METODE PENELITIAN
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan dan alasan pemilihan judul di atas, maka dalam
penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: Untuk
mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar materi pokok iman kepada
malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat antara siswa yang
pembelajarannya dengan menggunakan mind mapping dibanding dengan
pembelajaran yang tidak menggunakan mind mapping.
E. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Maret s.d. 15 April 2010 yang
meliputi perencanaan penelitian, pelaksanaan, analisis data, dan
penyusunan laporan. Perincian waktunya sebagai berikut:
Tabel 2
Perincian Waktu Penelitian
Bulan, Tahun 2010
No Nama Kegiatan
Januari Februari Maret April
1 Perencanaan
2 Pelaksanaan
3 Analisis Data
4 Penyusunan Laporan
2. Tempat penelitian
Penelitian ini berlokasi di MTs NU 01 Bumijawa.
38
F. Variabel Penelitian
Untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang menjadi fokus
penelitian kuantitatif, pusat studi hampir sepenuhnya pada variabel. Studi
tentang variabel tersebut dilakukan secara individual (terisolasi dari variabel
lain) atau secara stimulan (dikaitkan dengan variabel lain) untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih luas. Kata variabel berasal dari bahasa inggris variable
dengan arti ubahan, faktor tak tetap, gejala yang dapat diubah-ubah, atau
keadaan yang kemunculannya berbeda-beda pada setiap subjek.101
Sebagaimana judul yang tertera pada bagian awal skripsi dalam penelitian
komparasi ini terdapat 2 variabel. Variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas
Variabel bebas atau variabel independent adalah variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah yang penggunaan Mind
Mapping.
2. Variabel terikat
Variabel terikat atau variabel dependen adalah variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas.102
Variabel
terikat dalam penelitian ini hasil belajar siswa kelas VII semester II MTs
NU 01 Bumijawa tahun ajaran 2009/2010 pada materi pokok iman kepada
malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat.
G. Metode Penelitian
Metode adalah suatu cara/teknik yang dipergunakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.103
Sedangkan penelitian adalah upaya dalam
bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta dan
prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk menjawab
101
Muhammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Angkasa, 1993), hlm.
26.
102
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: CV. Alfabeta, 2007), Cet. 12, hlm. 4.
103
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2002), Cet. 2, hlm. 53.
39
kebenaran.104
Jadi metode penelitian adalah cara seseorang untuk
mendapatkan fakta/ kebenaran dengan sabar, hati-hati dan sistematis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen yaitu dengan sengaja mengusahakan timbulnya variabel-variabel
dan selanjutnya dikontrol untuk dilihat pengaruhnya terhadap hasil belajar.
penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk
mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap kondisi yang terkendalikan.
Oleh karena itu, dalam penelitian eksperimen ada perlakuan (treatment), dan
adanya kelompok kontrol.105
Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh data
tentang efektifitas pembelajaran dengan penggunaan mind mapping dalam
meningkatkan hasil belajar peserta didik
Rancangan penelitian menggunakan desain control group pre-test and
post-test. Sebelum pelajaran Aqidah Akhlak diberikan, siswa pada kelas
eksperimen dan kontrol diberi pre-test untuk mengetahui tingkat kemampuan
masing-masing siswa. Hasil pre-test tersebut digunakan untuk membentuk
kelompok-kelompok belajar, yang masing-masing memiliki kemampuan
berbeda-beda. Kelompok yang diteliti ada 2 yaitu kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Kondisi perlakuan pada kelompok eksperimen adalah
pemberian pembelajaran dengan mind mapping, sedangkan kelompok kontrol
tidak. Kelompok kontrol ini berfungsi sebagai pembanding.
H. Populasi, Sampel dan Tehnik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Yang menjadi
populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII MTs
NU 01 Bumijawa. Populasi ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII A
dan kelas VII B.
2. Sampel
104Mardalis, Metode Penelitian suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), hlm. 24
.
105Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfa Beta, 2006), hlm. 80
.
40
Sampel adalah kelompok kecil individu yang dilibatkan langsung
dalam penelitian. Disini tidak menggunakan sampel karena semua
populasi dijadikan sampel. Sampel yang digunakan adalah semua
populasi kelas VII-A yang berjumlah 30 peserta didik dan kelas VII-B
yang berjumlah 30 peserta didik.
3. Teknik pengambilan sampel.
Adapun teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah tehnik
cluster sampling yaitu pengambilan sampelnya berdasarkan daerah
populasi yang telah ditetapkan. Salah satu kelas bertindak sebagai kelas
eksperimen yang diajar dengan penggunaan metode mind mapping yaitu
kelas VII A, sedangkan kelas lainnya sebagai kelas kontrol yang diajar
dengan metode ceramah yaitu kelas VII B.
I. Tehnik Pengumpulan Data
1. Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan
tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat,
teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan
masalah penelitian.106
Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data
mengenai data nama peserta didik yang termasuk populasi dan sampel
penelitian, data nilai ulangan harian peserta didik, dan data lain yang
berkaitan.
2. Tes hasil belajar
Tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan
kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat
dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.107
Tes adalah alat atau
prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian108
.
106
Ibid., hlm. 181.
107
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000), Cet.
2, hlm. 170.
108
Ibid., hlm. 66.
41
Tes dipergunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar. Bentuk
tes yang digunakan berupa tes objektif (multiple choice) yang berbentuk
pilihan ganda. Masing-masing item soal pilihan ganda terdiri dari 4
alternatif jawaban dengan 1 jawaban yang benar. Dalam penelitian ini , tes
digunakan untuk mengukur hasil belajar aqidah akhlak siswa kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Tes hasil belajar yang digunakan adalah pre
tes dan post tes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes bentuk objektif.
Tes ini dilaksanakan setelah kelompok eksperimen (kelas VII-A)
dikenai perlakuan yaitu melalui pembelajaran dengan mind mapping.
Sebelum tes diberikan, soal tes terlebih dahulu diujicobakan kepada kelas
selain kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui validitas,
reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran dari tiap-tiap butir soal.
Jika ada butir-butir soal yang tidak valid maka dilakukan perbaikan pada
soal tes tersebut. Tes yang sudah melewati tahap perbaikan dan valid akan
diberikan pada kelas sampel.
Langkah-langkah penyusunan perangkat tes adalah sebagai berikut:
a. Menentukan tujuan tes.
b. Menetapkan ruang lingkup tes.
c. Membuat kisi-kisi.
d. Menentukan jumlah soal dengan mempertimbangkan waktu dan
kesulitan soal.
e. Uji coba instrumen.
f. Menganalisis hasil uji coba yang meliputi analisis validitas, reliabilitas,
tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal.
g. Mengadakan revisi terhadap soal-soal yang dirasa kurang baik dengan
mendasarkan pada data yang diperoleh sewaktu uji coba109
.
J. Tehnik Analisis Data
109
Inc I. Amirman Yousda, Penelitian dan Statistik Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,
1993), hlm. 61.
42
Dari semua data yang terkumpul selama penelitian, kemudian
dianalisis secara teoritik yaitu dengan:
1. Uji Coba Instrumen Penelitian
Instrumen yang telah disusun kemudian diujicobakan pada kelas
lain yaitu kelas uji coba. Dari hasil uji coba kemudian dianalisis untuk,
menentukan soal-soal yang layak dipakai untuk instrumen penelitian.
Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah item-item tes tersebut sudah
memenuhi syarat tes yang baik atau tidak.
Instrumen merupakan alat pengumpulan data penelitian. Adapun
langkah-langkah penelitian merancang instrument penelitian:
a. Mengidentifikasi variable-variabel dalam rumusan penelitian.
b. Mengembangkan variabel-variabel ke dalam konstruk dimensi-dimensi
yang mana dapat dikaji dalam teori yang telah dirumuskan oleh
peneliti.
c. Merumuskan kisi-kisi instrumen.110
Adapun analisis yang digunakan untuk menguji instrumen adalah :
a. Uji Instrumen
1) Validitas
Untuk menguji validitas soal pilihan ganda digunakan
korelasi point biserial karena skor 1 dan 0 saja. Adapun korelasi
point biserial sebagai berikut.
q
p
S
MM
r
t
tp
pbis
−
=
Keterangan:
rpbis= Koefisien korelasi point biseral
Mp = Rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir
soal
Mt = Rata-rata skor total
St = Standar deviasi skor total
110
Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif),
(Jakarta: GP Press, 2008), Cet. 1, hlm. 94.
43
p = Proporsi peserta didik yang menjawab benar
)
siswaseluruhjumlah
benarmenjawabyangsiswabanyaknya
p( =
q = Proporsi peserta didik yang menjawab salah
(q = 1 - p)
Setelah dihitung r dibandingkan dengan rtabel (r-point biseral)
dengan taraf signifikansi 5%, jika rhitung > rtabel maka dikatakan
soal valid.111
2) Reliabilitas
Reliabilitas digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk
perhitungan reliabilitas dalam penelitian ini digunakan rumus
sebagai berikut:







 −






−
=
∑
2
2
11
1 S
pqS
k
k
r
Keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
p = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar
q = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q =
1-p)
∑ pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q
k = jumlah butir soal
S2
= varian total
Rumus varian:
( )
N
N
x
x
S
∑
∑−
=
2
2
2
111
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006),
Cet.9, hlm.79.
44
Setelah dihitung, kemudian hasil r11 yang didapat
dibandingkan dengan harga r product moment. Harga rtabel dihitung
dengan taraf signifikansi 5% dan k sesuai dengan jumlah butir soal.
Jika r11 rtabel, maka dapat dinyatakan butir soal tersebut reliabel.
3) Tingkat Kesukaran Soal
Rumus yang digunakan untuk mengetahui kesukaran soal112
adalah:
JS
B
P =
Keterangan:
P = Indeks kesukaran
B = Banyak peserta didik yang menjawab soal dengan benar
JS = Jumlah seluruh peserta didik peserta tes
Klasifikasi tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut:
IK = 0.00 : Butir soal terlalu sukar
0,00 < IK ≤ 0,30 : Butir soal sukar
0,30 < IK ≤ 0,70 : Butir soal sedang
0,70 < IK ≤ 1 : Butir soal mudah
IK = 1 : Butir soal terlalu mudah
4) Daya Pembeda Soal
Dalam penelitian ini untuk mencari daya pembeda digunakan
metode split half yaitu membagi kelompok yang dites menjadi dua
bagian, kelompok pandai atau kelompok atas dan kelompok kurang
pandai atau kelompok bawah. Angka yang menunjukkan daya
pembeda disebut indeks diskriminasi113
, menggunakan rumus:
B
B
A
A
J
B
J
B
D −=
Keterangan:
D = Daya beda soal
112
Ibid., hlm. 208.
113Ib
id., hlm.213-214.
45
BA = Jumlah peserta kelompok atas yang menjawab soal
dengan benar
BB = Jumlah peserta kelompok bawah yang menjawab soal
dengan benar
JA = Jumlah kelompok atas
JB = Jumlah kelompok bawah
Klasifikasi indeks daya beda soal adalah sebagai berikut:
D = 0.00 - 0,20 : Daya beda jelek
D = 0,02 - 0,40 : Daya beda cukup
D = 0,40 - 0,70 : Daya beda baik
D = 0,70 - 1,00 : Daya beda baik sekali
D = negatif, semuanya tidak baik.
b. Uji Prasyarat
1) Normalitas Data
Uji normalitas digunakan untuk menentukan statistik yang
akan digunakan dalam mengolah data, yang paling penting adalah
untuk menentukan apakah kelas tersebut berdistribusi normal atau
tidak. Rumus yang digunakan adalah uji Chi-Kuadrat. Analisis
Chi-Kuadrat merupakan analisis statistik nonparametric, dengan
menggunakan skala nominal dan ordinal dalam bentuk angka dan
frekuensi yang berupa data skor.114
Prosedur penggunaan rumus Chi-Kuadrat sebagai berikut:
a) Menentukan rentang (R), yaitu data terbesar dikurangi data
terkecil.
b) Menentukan banyak kelas interval (k) dengan rumus:
k = 1 + (3,3) log n
c) Menentukan panjang interval (P), dengan rumus:
sBanyakkela
Rgn
P
)(tanRe
=
d) Membuat table distribusi frekuensi.
114
Iskandar, op.cit., hlm. 111.
46
e) Menentukan batas kelas (bk) dari masing-masing kelas interval.
f) Menghitung rata-rata Xi( X ), dengan rumus:
∑
∑=
i
ii
f
xf
X
fi = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas Xi
xi = Tanda kelas interval
g) Menghitung variansi, dengan rumus:
( )
( )1
22
2
−
−
=
∑ ∑
nn
xfxfn
s
iiii
h) Menghitung nilai Z, dengan rumus:
s
XX
Z
−
=
i) Menentukan luas daerah tiap kelas interval (Ld).
Z1 – Z2
j) Menghitung frekuensi ekspositori (Ei), dengan rumus: Ei = n x
Ld dengan n jumlah sampel.
k) Membuat daftar frekuensi observasi (Oi), dengan frekuensi
ekspositori sebagai berikut:
Kelas Bk Z Ld Ei Oi
( )
i
ii
E
EO −
l) Menghitung nilai Chi-Kuadrat (X2
), dengan rumus:
( )
∑=
−
=
K
1i i
2
ii2
E
EO
X
m) Menentukan derajat kebebasan (dk) dalam perhitungan ini, data
disusun dalam daftar distribusi frekuensi yang terdiri atas k
buah kelas interval sehingga untuk menentukan kriteria
pengujian digunakan rumus: dk = k – 1 adalah banyaknya kelas
interval, dan taraf nyata α = 0,05.
47
n) Menentukan harga X2
tabel.
o) Menentukan distribusi normalitas dengan kriteria pengujian:
Tolak Ho X2
hitung ≥ X2
tabel
Terima Ho jika X2
hitung < X2
tabel.115
2) Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data
tersebut homogen atau tidak. Pengujian homogenitas data
dilakukan dengan uji Bartllet yang langkah-langkahnya sebagai
berikut:
a) Data dikelompokkan untuk menentukan frekuensi varians dan
jumlah kelas
b) Membuat tabel uji Bartlett seperti di bawah ini:
Harga-harga yang perlu untuk uji Bartlett
2
k
2
2
2
1o .......:H σ=σ=σ
Sampel ke Dk 1/dk 2
iS log 2
iS (dk) log 2
iS
1
2
.
.
.
.
k
n1 – 1
n2 – 1
.
.
.
.
nk – 1
1/(n1 – 1)
1/(n2 – 1)
.
.
.
.
1/(nk – 1)
2
iS
2
2S
.
.
.
2
kS
log 2
iS
log 2
2S
.
.
.
log 2
kS
(n1 – 1) log 2
iS
(n2 – 1) log 2
2S
.
.
.
(nk – 1) log 2
kS
Jumlah ( )∑ −1ni ( )∑ −1n/1 i ( )∑ −1ni log 2
iS
Dimana:
ni = frekuensi kelas ke-i
Si = variansi kelas ke-i
c) Menguji varians gabungan dari semua sampel
S2
= ( )∑ −1ni
2
iS / ( )∑ −1ni
d) Menghitung satuan B dengan rumus:
B = (log 2
S ) ( )∑ −1ni
115
Sudjana, Metode Statistik, (Bandung, Tarsito, 2002), hlm. 47-236 .
48
e) Menghitung X2
dengan rumus:
( ) ( ){ }∑ −−= 2
ii
2
Slog1nB10lnX
f) Membandingkan X2
hitung dengan X2
tabel dengan peluang
(1–α ) dan dk = (k – 1). Apabila X2
hitung < X2
tabel maka
data berdistribusi homogen.116
c. Analisis data
Analisis data adalah proses pengolahan data guna
menyederhanakan fenomena yang ada, agar lebih mudah dibaca dan
diinterpretasikan guna digeneralisasi. Dalam proses ini seringkali
digunakan fungsi statistik.117
Untuk menganalisis data penelitian ini adalah dengan
menggunakan rumus t-test sebagai berikut:
Misal :
π adalah rata-rata
σ adalah simpangan baku
Jika:
1) 21 σ≠σ








+







−
=
2
2
2
1
2
1
21
n
S
n
S
XX
t
2) Jika 21 σ=σ
21
21
n
1
n
1
S
XX
t
+
−
= dengan
( ) ( )
2nn
S1nS1n
S
21
2
22
2
112
−+
−+−
=
Keterangan:
1X = rata-rata sampel kelas eksperimen
2X = rata-rata sampel kelas kontrol
116
Ibid., hlm. 237-238.
117
Iskandar, loc.cit.
49
S1 = simpangan bake kelas eksperimen
S2 = simpangan buku gabungan
n1 = banyaknya kelas eksperimen
n2 = banyaknya kelas kontrol.118
Kriteria pengujian yang berlaku adalah terima Ho jika t hitung < t
tabel dengan menentukan dk = (n1 + n2 - 2), taraf signifikan α = 5 %
dan peluang (1 –α ).
118
Sudjana, op.cit., hlm. 239.
50
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian
Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini adalah hasil studi
lapangan untuk memperoleh data dengan teknis test setelah dilakukan suatu
pembelajaran yang berbeda antara kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Pembelajaran yang digunakan pada kelompok eksperimen
menggunakan mind mapping, sedangkan kelompok kontrol dengan model
pembelajaran konvensional.
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Maret sampai
dengan 15 April 2010, bertempat di MTs NU 1 Bumijawa, Kecamatan
Bumijawa Kabupaten Tegal di kelas VII semester genap tahun ajaran
2009/2010. Sebelum kegiatan penelitian ini dilaksanakan, peneliti menentukan
materi pelajaran yaitu materi iman kepada malaikat Allah dan makhluk gaib
selain Malaikat serta menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk
kelas eksperimen.
B. Analisis data dan Pengujian Hipotesis
Sebelum dilakukan analisis data hasil penelitian terlebih dahulu
dilakukan analisis soal uji coba yang digunakan untuk menganalisis test
sebagai instrument dalam penelitian ini. Hasil analisis butir soal adalah
sebagai berikut:
1. Analisis Validitas Test
Uji validitas digunakan untuk menunjukkan tingkat-tingkat
kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid
mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang tidak valid berarti
memiliki validitas rendah. Berdasarkan perhitungan validitas butir soal
diperoleh:
51
Tabel 4.1
Prosentase Validitas Butir Soal
No Kriteria Nomor Soal
Jumlah
)
Prosentase
(%)
1
2
Valid
Tidak Valid
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16, 19,
21, 23, 24, 27, 28, 31, 32,
34, 36, 37, 38, 39, 40, 41,
42, 43, 44, 45, 47, 48, 49, 50
17, 18, 20, 22, 25, 26, 27,
29, 30, 33, 35, 46
38
12
76 %
24 %
Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1 dan 2.
2. Analisis Reliabilitas
Setelah uji validitas dilakukan, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas
pada instrumen tersebut. Uji reliabilitas instrument digunakan untuk
mengetahui ketepatan suatu tes apabila diteskan pada subjek yang sama.
Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas butir soal diperoleh r11 = 0.9487.
Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3.
3. Analisis Indeks Kesukaran
Uji Indeks Kesukaran digunakan untuk mengetahui tingkat
kesukaran soal itu apakah sedang, sukar atau mudah. Berdasarkan hasil
perhitungan indeks kesukaran butir soal diperoleh:
Tabel 4.2
Prosentase Indeks Kesukaran Butir Soal
No Kriteria Nomor Soal
Jumlah
)
Prosentase
(%)
1
2
3
Sukar
Cukup (sedang)
Mudah
-
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16, 17,
18, 19, 20, 21, 22, 23, 24,
25, 26, 28, 29, 30, 31, 32,
33, 34, 36, 38, 39, 40, 41,
42, 43, 44, 46, 47, 50
16, 27, 35, 37, 45,48, 49
0
41
9
0 %
82 %
18 %
Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4.
52
4. Analisis Daya Beda
Berdasarkan hasil perhitungan daya beda butir soal diperoleh
sebagai berikut:
Tabel 4.3
Prosentase Daya Beda Butir Soal
No Kriteria Nomor Soal
Jumlah
)
Prosentase
(%)
1
2
3
Baik
Cukup
Jelek
1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,
12, 13, 14, 15, 16, 19, 21,
23, 24, 27, 28, 31, 32, 34,
36, 37, 39, 40, 41, 42, 43,
44, 45, 47, 48, 49, 50.
4, 17, 18 20, 22, 25, 29, 30,
33, 35, 38.
26, 46.
37
11
2
74 %
22 %
4 %
Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5.
Setelah instrumen penelitian yang berupa tes diujicobakan dan
dianalisis kemudian dilakukan pengujian hipotesis dari data hasil belajar.
1. Analisis Tahap Awal
Tabel 4.4
Nilai Pre Test Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Kelompok Eksperimen Kelompok KontrolNo
Kode Pre Test Kode Pre Test
1 E – 01
45 K-01 50
2 E – 02
78 K-02 53
3 E – 03
60 K-03 43
4 E – 04
54 K-04 56
5 E – 05
56 K-05 52
6 E – 06
43 K-06 63
7 E – 07
60 K-07 53
8 E – 08
32 K-08 73
9 E – 09
36 K-09 53
10 E – 10
53 K-10 70
53
11 E – 11
52 K-11 41
12 E – 12
55 K-12 50
13 E – 13
65 K-13 56
14 E – 14
60 K-14 53
15 E – 15
49 K-15 71
16 E – 16
58 K-16 56
17 E – 17
59 K-17 46
18 E – 18
49 K-18 61
19 E – 19
46 K-19 76
20 E – 20
68 K-20 56
21 E – 21
36 K-21 53
22 E – 22
48 K-22 63
23 E – 23
42 K-23 43
24 E – 24
60 K-24 45
25 E – 25
50 K-25 60
26 E – 26
56 K-26 40
27 E – 27
66 K-27 42
28 E – 28
69 K-28 30
29 E – 29
79 K-29 40
30 E – 30
60 K-30 23
a. Uji Normalitas
Untuk menguji kenormalan distribusi populasi digunakan uji
Chi Kuadrat. Nilai awal yang digunakan untuk menguji normalitas
distribusi f adalah nilai pre-test peserta didik MTs NU 1 Bumijawa
kelas VII semester genap materi pokok Iman kepada malaikat dan
makhluk gaib selai malaikat.
Perhitungan uji normalitas terhadap kelompok eksperimen
diperoleh (χ2
) hitung = 9,673 untuk kelompok kontrol (χ2
) hitung =
10,079 dengan α =5% dan dk = 6-1 = 5, sedangkan (χ2
) tabel = 11,070
54
sehingga dapat dikatakan bahwa data untuk populasi pada penelitian
ini yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal
karena (χ2
) hitung < (χ2
) tabel. Perhitungan selengkapnya terdapat
pada lampiran 18 dan 19.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui seragam
tidaknya variasi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama
pada nilai awal (pre-test).
Dari perhitungan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
diperoleh Fhitung= 3,346 dengan α = 5% dan dk = k-1 = 2-1=1
diperoleh Ftabel = 3,841. Karena Fhitung < Ftabel maka F berada pada
daerah penerimaan Ho, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua
kelompok tersebut homogen karena mempunyai varians yang sama.
Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 20.
c. Uji kesamaan dua rata-rata
Uji kesamaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui
apakah kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai rata-rata yang
sama atau tidak berbeda pada tahap awal. Rata-rata kedua kelompok
dikatakan tidak berbeda apabila -t(1-1/2α) < thitung < t(1-1/2α)(n1+n2-2) dengan
taraf signifikansi α = 5%, dk = 30 + 30 - 2 = 58. Dari perhitungan
diperoleh thitung = 0,803 dan ttabel = 2,002. Karena thitung < ttabel maka Ho
diterima sehingga dapat dikatakan bahwa rata-rata kedua kelompok
tidak ada perbedaan, artinya kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol mempunyai kondisi yang sama. Perhitungan selengkapnya
terdapat pada lampiran 21.
55
2. Analisis Tahap Akhir (Uji Hipotesis)
Tabel 4.5
Nilai Post Tes Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol
No Kode Nilai Kode Nilai
1 E – 01 76
K-01
80
2 E – 02 84
K-02
64
3 E – 03 80
K-03
80
4 E – 04 76
K-04
80
5 E – 05 84
K-05
80
6 E – 06 84
K-06
76
7 E – 07 68
K-07
72
8 E – 08 84
K-08
80
9 E – 09 84
K-09
72
10 E – 10 84
K-10
80
11 E – 11 92
K-11
72
12 E – 12 84
K-12
72
13 E – 13 78
K-13
72
14 E – 14 80
K-14
72
15 E – 15 84
K-15
72
16 E – 16 80
K-16
72
17 E – 17 80
K-17
80
18 E – 18 80
K-18
76
19 E – 19 84
K-19
89
20 E – 20 80
K-20
76
21 E – 21 76
K-21
80
22 E – 22 68
K-22
88
23 E – 23 76
K-23
72
24 E – 24 84
K-24
72
25 E – 25 74
K-25
76
56
26 E – 26 84
K-26
80
27 E – 27 84
K-27
80
28 E – 28 94
K-28
84
29 E – 29 84
K-29
76
30 E – 30 72
K-30
80
a. Uji normalitas hasil belajar (post-test)
Untuk uji normalitas hasil belajar nilai yang digunakan adalah
nilai post test peserta didik peserta didik MTs NU 1 Bumijawa Tegal
Kelas VII semester genap materi iman kepada malaikat dan makhluk
gaib selain malaikat. Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh
untuk kelas eksperimen (χ2
) hitung = 9,039, untuk kelas kontrol (χ2
)
hitung = 7,613 dengan α = 5% dan dk = 6-1 = 5, sedangkan (χ2
) tabel
= 11,070 maka kedua kelompok berdistribusi normal karena (χ2
)
hitung < (χ2
) tabel. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran
24 dan 25.
b. Uji homogenitas nilai post-test
Nilai yang digunakan untuk menguji homogenitas hasil belajar
adalah nilai post-test peserta didik MTs NU 1 Bumijawa Kelas VII
Semester genap materi pokok Iman kepada malaikat dan makhluk gaib
selain malaikat.
Berdasarkan perhitungan uji homogenitas hasil belajar
diperoleh Varians kelompok eksperimen = 34,064 dan Varians
kelompok kontrol = 28,833 sehingga diperoleh Fhitung = 0,201 dengan
α = 5% dan dk = k-1= 2-1=1 diperoleh Ftabel = 3,841. Karena Fhitung <
Ftabel maka F berada pada daerah penerimaan Ho, sehingga dapat
dikatakan kedua kelompok homogen, karena mempunyai varians yang
sama. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 26.
57
c. Uji Perbedaan rata-rata hasil belajar
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji
perbedaan dua rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Uji t yang digunakan adalah uji t satu pihak yaitu pihak kanan.
Sedangkan nilai yang digunakan adalah nilai post-test.
Dengan taraf signifikansi α = 5%, dk = 30 + 30 -2 = 58,
peluang = 1-α = 1-0,05 = 0,95 dari daftar distribusi t didapat ttabel
=1,672.Berdasarkan perhitungan hasil penelitian diperoleh thitung =
2,693 dan ttabel = 1,672. Kriteria pengujian Ho diterima jika thitung <
ttabel. Karena pada penelitian ini thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha
diterima, artinya hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari
pada kelompok kontrol. Perhitungan selengkapnya terdapat pada
lampiran 27.
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar dengan
menggunakan mind mapping, pada peserta didik MTs NU 1 Bumijawa Tegal
Kelas VII Semester genap pada materi pokok Iman kepada malaikat dan
makhluk gaib selain malaikat lebih baik dari pada menggunakan model
pembelajaran konvensional.
Dari hasil test awal yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil
belajar kelompok eksperimen adalah 54,800 sedangkan rata-rata hasil belajar
kelompok kontrol adalah 52,377. Berdasarkan uji kesamaan dua rata-rata
diperoleh thitung = 0,803 dan ttabel = 2,002. Pada analisis data awal yang
dilakukan dalam penelitian ini diperoleh (χ2
) hitung < (χ2
) tabel yang
menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil
berdistribusi normal dan mempunyai homogenitas yang sama. Hal ini berarti
sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal
yang sama. Pengetahuan awal yang sama dalam penelitian ini diketahui dari
nilai pre-test peserta didik kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan VII B
58
sebagai kelas kontrol materi pokok Iman kepada malaikat dan makhluk gaib
selain malaikat.
Selanjutnya pada kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa
pembelajaran Aqidah akhlak dengan menggunakan mind mapping, sedangkan
pada kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Setelah
pembelajaran selesai, kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diberi
test akhir yang sama.
Dari hasil test yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar
kelompok eksperimen adalah 80,733 sedangkan rata-rata hasil belajar
kelompok kontrol adalah 76,833. Berdasarkan uji perbedaan rata-rata satu
pihak yaitu uji pihak kanan diperoleh thitung = 2,693 dan ttabel = 1,672. Karena
thitung > ttabel berarti Ho ditolak, artinya bahwa hasil belajar Aqidah Akhlak
kedua kelompok tersebut berbeda secara nyata atau signifikan. Maka dapat
dikatakan bahwa hasil belajar dengan menggunakan mind mapping lebih baik
daripada hasil belajar dengan pembelajaran konvensional.
0
2
4
6
8
10
12
Interval Nilai
Frekuensi
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol 1 7 11 8 2 1
Kelas Eksperimen 3 1 6 8 7 5
64 - 68 69 - 73 74 - 78 79 - 83 84 - 88 89 - 93
59
D. Keterbatasan Penelitian
Meskipun penelitian ini sudah dikatakan seoptimal mungkin, akan
tetapi peneliti menyadari bahwa penelitian ini tidak terlepas adanya kesalahan
dan kekurangan, hal itu karena keterbatasan-keterbatasan di bawah ini:
1. Keterbatasan Waktu
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terpancang oleh waktu,
karena waktu yang digunakan sangat terbatas. Maka peneliti hanya
memiliki sesuai keperluan yang berhubungan dengan penelitian saja.
Walaupun waktu yang peneliti gunakan cukup singkat akan tetapi bisa
memenuhi syarat-syarat dalam penelitian ilmiah.
2. Keterbatasan Kemampuan
Penelitian tidak lepas dari pengetahuan, oleh karena itu peneliti
menyadari keterbatasan kemampuan khususnya pengetahuan ilmiah.
Tetapi peneliti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan
penelitian sesuai dengan kemampuan keilmuan serta bimbingan dari dosen
pembimbing.
3. Keterbatasan Materi dan Tempat Penelitian
Penelitian ini terbatas pada materi perbandingan kelas VII semester
genap di MTs NU 1 Bumijawa. Apabila dilakukan pada materi dan tempat
berbeda kemungkinan hasilnya tidak sama.
4. Keterbatasan Biaya
Hal terpenting yang menjadi faktor penunjang suatu kegiatan
adalah biaya, begitu juga dengan penelitian ini. Peneliti menyadari bahwa
dengan biaya yang dikeluarkan yang dapat peneliti sajikan walaupun
penelitian ini sudah layak, akan tetapi masih terdapat banyak kekurangan,
hal itu semata-mata adalah keterbatasan biaya penelitian.
60
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh nilai rata-rata
kelompok eksperimen adalah 80,733 dan kelompok kontrol 76,833, sehingga
dapat disimpulkan nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada nilai
kelompok kontrol. Pada uji perbedaan dua rata-rata antara kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol digunakan uji pihak kanan dan diperoleh
thitung = 2.693 dengan ttabel = 1.672, karena thitung > ttabel dari data tersebut dapat
disimpulkan bahwa pembelajaran lebih efektif daripada pembelajaran
konvensional peserta didik pada materi pokok iman kepada malaikat dan
makhluk gaib selain malaikat kelas VII semester genap di MTs NU 1
Bumijawa, Tegal tahun ajaran 2009/2010 dengan penggunaan mind mapping.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan:
1. Bagi para pendidik
a. Pendidik dapat mengarahkan peserta didik agar berpikir kreatif.
b. Pendidik berupaya menumbuhkan dan menciptakan interaksi
pembelajaran yang kondusif sehingga peserta didik dapat memperoleh
prestasi belajar yang baik.
2. Bagi para peserta didik
a. Dalam pembelajaran diharapkan peserta didik menggunakan mind
mapping dalam meringkas materi pelajaran, agar pembelajaran lebih
menyenankan dan tidak membosankan.
b. Dalam pembelajaran diharapkan peserta didik bersikap aktif.
c. Dalam pembelajaran peserta didik mampu meningkatkan prestasi
belajarnya dengan maksimal.
61
3. Bagi sekolah
a Dapat memberikan sumbangan yang baik dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan dan memahami kebutuhan peserta didik.
b Pihak sekolah hendaknya memberi dukungan yang penuh dalam
kegiatan pembelajaran dengan memberikan sarana dan prasarana yang
memadai sesuai dengan kebutuhan.
4. Bagi para orang tua
Diharapkan orang tua dapat meningkatkan motivasi belajar anak
dengan membantu belajar di rumah sehingga anak akan terbiasa
berinteraksi dengan lingkungannya baik di sekolah maupun di rumah.
C. Penutup
Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan segala nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini tidak bisa terlepas
dari kekurangan. Hal ini semata-mata merupakan keterbatasan ilmu dan
kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan yang akan
datang agar mencapai kesempurnaan. Akhirnya penulis hanya berharap
semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca
yang budiman pada umumnya. Amin…
62
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta:
Rineka Cipta, 1999.
Abror, Abdur Rachman, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993.
Ali, Muhammad, Strategi Penelitian Pendidikan, Bandung: PT. Angkasa, 1993.
AM, Sadiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Raja
Grafindo, 2001.
Aqila, Abu, Meluruskan Pemahaman Alam Gaib dengan Syariat, Jakarta:
Senayan Abadi Publishing 2005, Cet 2.
Arifin, Mulyati, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Bandung: UPI, 2000.
Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara,
2006, Cet.9.
Aziz, Sholeh Abdul, dan Abdul Aziz Abdul Majid, at Tarbiyah wa Thuruqu at
Tadris, Juz 1, Mesir: Darul Ma'arif, 1968.
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jogjakarta:
Ar-Ruzz, 2007.
Basir, M. Muzamil, dan M. Malik M. Said, Mudkhola ilal Manahij wa Thuruqut
Tadris, Mekkah: Darul liwa', t.th.
Buzan, Tony, Brain Child Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Buzan, Tony, Buku Pintar Mind Map, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama,
2009, Cet. 7.
Darsono, Max, Belajar dan Pembelajaran, Semarang: IKIP Semarang Press,
2000.
Dedy, Sugono, Tim Redaksi Kamus Pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas,
Jakarta: Pusat Bahasa, 2004.
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahanya,
Semarang: CV Andi Gravika, 1994.
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta,
2006.
63
Djamarah, Syaiful Bahri, dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2002, Cet. 2.
Edward, Caroline, Mind Mapping untuk Anak Sehat dan Cerdas, Yogyakarta:
Sakti, 2009.
Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, Aqidah Akhlak Kelas VII.
Gunawan, Adi W., Genius Learning Strategi Petunjuk Praktis untuk Menerapkan
Accelerated Learning, Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi, 2004.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Research I, Yogyakarta: Andi Offset, 2001.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003,
Cet.3.
Hasan, Muhammad Tholhah, Islam dan Masalah Sumberdaya Manusia, Jakarta:
Lantabora Press, 2005.
http//ksupointer.com/2009/pembelajaran-dengan-peta-pikiran tgl 20 Februari
2009.
http://mahmuddin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-
pikiran-mind-mapping/. 21 Februari 2010 14:30.
Ibrahim, T., dan H. Darsono, Membangun Aqidah dan Akhlak Jilid 1 Untuk Kelas
VII Madrasah Tsanawiyah, Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,
2009.
Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan
Kualitatif), Jakarta: GP Press, 2008, Cet. 1.
Mardalis, Metode Penelitian suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara, 1999
.
Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000,
Cet. 2.
Morgan, Clifford T., Introduction to Psychology, Sixth Edition, New York: Mc.
Graw Hill International Book Company, 1971.
Mujib, Abdul, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006
Cet. 1.
Mulyasa, E., Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005.
__________., Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007,
Cet. 11.
64
Pasaribu, P., dan T. Lukman, Melipatgandakan Potensi Otak Teknik Praktis
Melejitkan Daya Ingat, Jakarta: Gramedia 2005.
Pembelajaran Konvensional, http://Xpresriau.Com/Toroka/Artikel-Tulisan-
Pendidikan/Pembelajaran-Konvensional/. 21 Februari 2010 14:30.
Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: P.N. Balai
pustaka,1990.
Porter, Bobi de, dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success,
Bandung: PT Mizan Pustaka, 2003.
Poter, Bobi De, dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Membiasakan Belajar
Nyaman dan Menyenangkan, Penerjemah Alwiyah Abdurahman Bandung:
Mizan pustaka 1999, Cet. V.
Putra, Yovan P., Memori dan Pembelajaran Efektif, Bandung: CV: Yrama Widya,
2008.
Shihab, M. Quraish, Yang Tersembunyi Jin, Iblis, Setan dan Malaikat dalam Al-
Qur an-As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa
Kini, Jakarta: Lentera Hati 2000, Cet. III.
Slameto, Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta,
1995.
Sudjana, Metode Statistik, Bandung, Tarsito, 2002.
Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru
Algensindo, 2002.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2004.
Sugiarto, Iwan, Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berfikir Holistik dan
Kreatif, Jakarta: PT. Gramedia, 2004.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfa Beta, 2006
.
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: CV. Alfabeta, 2007, Cet. 12.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2004.
Sulaiman, Umar, Misteri Alam Jin dan Setan. Semarang: Pustaka Rizki Putra
2006.
65
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta,
2002, Cet. I.
Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik,
Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Winarsunu, Tulus, Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, Malang:
UMM Press, 2007, Cet. 4.
Winkel, W.S., Psikologi Pengajaran, Jakarta: PT Gramedia, 1999.
Yousda, Inc I. Amirman, Penelitian dan Statistik Pendidikan, Jakarta: Bumi
Aksara, 1993.
66
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Samsul Ma’arif
Tempat Tanggal Lahir : Tegal, 28 November 1986
Jenis Kelamin : Laki-laki
Fakultas/Jurusan : Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam
Nim : 3105430/053111430
Alamat Asal : Ds. Cempaka Rt 02 Rw 03 Kec. Bumijawa, Kab.
Tegal 52466
RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD N Cempaka 02 Lulus Tahun 1999
2. MTs NS Jejeg Lulus Tahun 2002
3. MAN Babakan Lulus Tahun 2005
4. IAIN Walisongo semarang Angkatan 2005
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Semarang, 01 Juni 2010
Penulis,
Samsul Ma’arif
NIM. 3105430
67
68
69
70
71
72
73
74
KISI – KISI SOAL UJI COBA PENELITIAN
Satuan Pendidikan : MTs NU 1 Bumijawa
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas / Semester : VIII / II
Materi Pokok : Iman kepada Malaikat –malaikat Allah dan makhluk gaib selain Malaikat
Alokasi Waktu : 80 menit
Jumlah Soal : 50
Bentuk Soal : Pilihan Ganda.
Standar Kompetensi : Meningkatkan keimanan kepada Malaikat Allah dan makhluk gaib selain Malaikat
Bentuk Tes
Kompetensi Dasar Materi Indikator
Pilihan Ganda
2.1 Menjelaskan pengertian iman
kepada malaikat Allah swt. Dan
makhluk gaib selain Malaikat
seperti Jin, Setan dan Iblis
2.2 Menunjukkan bukti/dalil
kebenaran adanya Malaikat
Allah swt. Dan makhluk gaib
selain Malaikat seperti Jin, Setan
dan Iblis.
2.3 Menjelaskan tugas dan Sifat
Malaikat Allah swt. Dan
makhluk gaib selain Malaikat
seperti Jin, Setan dan Iblis
2.4 Menerapkan perilaku beriman
kepada Malaikat Allah swt. Dan
makhluk Gaib selain Malaikat
seperti Jin, Setan dan Iblis
Aqidah 1. Menjelaskan pengertian iman kepada malaikat Allah
swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin,
Setan dan Iblis
2. Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya Malaikat
Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti
Jin, Setan dan Iblis.
3. Menjelaskan tugas dan Sifat Malaikat Allah swt. Dan
makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan
Iblis.
4. Menerapkan perilaku beriman kepada Malaikat Allah
swt. Dan makhluk Gaib selain Malaikat seperti Jin,
Setan dan Iblis.
1,3, 10,17, 32, 46
5, 13, 14, 34, 35, 38,
42
2, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12,
18, 19, 20, 21, 22, 23,
24, 25, 26, 27, 28, 29,
30, 31, 33, 36, 37, 39,
41, 43, 44, 45, 47, 48,
49,
15, 16, 40, 50
75
SOAL UJI COBA PENELITIAN
Mata pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/semester : VII / II
Alokasi : 80 Menit
Hari / Tanggal :
PETUNJUK UMUM
1. tulislah nama, kelas dan nomor absen disudut kiri atas pada lembar jawaban yang
tersedia.
2. periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum menjawab
3. periksalah pekerjaan sebelum diserahkan kepada pengawas
PETUNTUK KHUSUS
Berilah tanda silang pada huruf a,b,c atau d pada jawaban yang tepat !
1. Mempercayai bahwa Allah SWT yang telah menciptakan makluk gaib tanpa wajib
mengetahui khakekat wujudnya...
a. pengertian iman kepada Allah
b. penertian iman kepada kitab-kitab Allah
c. pengertian Iman kepada Rasul
d. pengertian kepada Malaikat
2. Rasulullah sering menerima pembelajaran dan juga wahyu yang disampaikan oleh
Malaikat ...
a. Ridwan
b. Rokib
c. Isrofil
d. Jibril
76
3. Beriman kepada malaikat berarti mempercayai dengan sepenuh hati bahwa
malaikat termasuk makluk...
a. Allah yang taat
b. Mulia
c. Beriman
d. Gaib
4. Malaikat yang bertugas mengatur Rizki kepada semua makhluk Allah adalah
Malaikat...
a. Jibril
b. Izroil
c. Malik
d. Mikail
5. Menurut surahat at-Tahrim ayat 6, malaikat yang dinyatakan keras dan kasar
adalah Malaikat...
a. Ridwan
b. Malik
c. Israfil
d. Izrail
6. Peniupan sangkakala oleh malaikat Isrofil yang membangkitkan manusia
seluruhnya untuk dikmpulkan dan dihisab amalnya dinamakan...
a. Nafkhul faza
b. Nafkhul ba’ats
c. Nafkhul shaqi
d. Tiupan terompet
7. Nama lain malaikat penjaga neraka adalah...
a. Ruhul Kudus
b. Ruhul Amin
c. Malaikat Zabaniyah
d. Kiraman Katibin
8. Malaikat terjaga dari perbuatan dosa, disebut...
a. Ma’lum
77
b. Makdum
c. Marfu’
d. Ma’sum
9. Malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa adalah...
a. Malaikat Izroil
b. Malaikat Isrofil
c. Malaikat Malik
d. Malaikat Rokib
10. Orang yang tidak mempercayai adanya malaikat tidak akan sempurna imanya
sebab...
a. Malaikat adalah makhluk Gaib
b. Malaikat salah satu jenis makhluk ciptaan Allah
c. Malaikat diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang setia kepadanya.
d. Beriman kepada malaikat salah satu dari pokok-pokok kepercayaan dalam
Islam
11. Malaikat yang mendapatkan julukan ” Ruhul Amin”...
a. Ridwan
b. Jibril
c. Malik
d. Israfil
12. Kiraman Katibin Adalah nama lain dari...
a. Jin yang beriman
b. Ifrit
c. Malaikat Rokib dan Atid
d. Malaikat penjaga Neraka
13. Allah berfirman ”...mereka tidak berbicara mendahului-Nya...” (Surat al-
Anbiya ayat 27) dengan firman ini menunjukan bahwa malaikat...
a. Amat banyak jumlahnya
b. Tidak memerlukan makan
c. Sangat hormat kepada-Nya
d. Tidak dapat diindrakan
78
14. Allah Berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 20
tbqßsÎm7|¡ç„Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#urŸwtbrçŽäIøÿtƒÇËÉÈ
menjelaskan sifat malaikat yang...
a. Senantiasa Bersujud
b. Mendoakan orang mu’min
c. Selalu bertasbih siang malam
d. Senantiasa taat pada Allah
15. Sifat-sifat malaikat yang patut diteladani adalah...
a. Selalu taat pada perintah Allah
b. Selalu makan dan minum
c. Tidak bersujud pada Allah
d. Bersifat sombong
16. Khikmah beriman kepada Malaikat antara lain...
a. Lebih senang bermaksiyat
b. Enggan malakukan maksiyat
c. Allah perlu bantuan
d. Kita hidup lebih pasif
17. Iman seseorang tidak akan diakui apabila tidak mempercayai adanya alam
gaib karena...
a. Makhluk gaib memang ada
b. Makhluk gaib memang dicipta Allah juga
c. Beriman kepada makhluk gaib termasuk rukun islam
d. Beriman kepada makluk gaib termasuk pokok-pokok kepercayaan dalam
Islam
18. Makhluk gaib ciptaan Allah yang dibagi menjadi dua golongan (beriman dan
Kafir) adalah...
a. Jin
79
b. Setan
c. Iblis
d. Malaikat
19. Allah menghukum Iblis karena kesombonganya, dengan adanya hukuman
tersebut Iblis...
a. Menyatakan bersedia menerima hukuman Allah
b. Keberatan untuk menerima hukuman Allah
c. Berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya
d. Berjanji akan maenghalang-halangi manusia dari jalan yang benar (Islam)
20. Malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia...
a. Rokib
b. Atid
c. Malik
d. Mungkar
21. Makhluk yang tidakmau tunduk kepada Adam adalah...
a. Iblis
b. Jin
c. Malaikat
d. Hewan
22. Yang menyebabkan Iblis tidak mau sujud (hormat) kepada nabi Adam
adalah...
a. Karena derajat Nabi Adam dibawahnya
b. Karena derajat Iblis di atas Nabi Adam
c. Karena tingkat kemulianya lebih baik dari Nabi Adam
d. Karena merasa dirinya lebih mulia dari Nabi Adam
23. Allah menciptakan Setan dari...
a. Cahaya
b. Api
c. Lumpur
d. Tanah
80
24. Setan selalu mengajak Manusia untuk mengerjakan perbuatan...
a. Keji dan Mungkar
b. Baik dan Buruk
c. Susah dan Senang
d. gembira
25. Godaan setan terhadap manusia bertujuan supaya manusia bertempat di...
a. Surga
b. Bumi
c. Langit
d. Neraka
26. Kegiatan Setan dan Iblis dalam sehari-hari adalah...
a. yang Mengajak kebaikan
b. Makan
c. Minum
d. Berbuat hal-hal dilarang Allah
27. Setan selalu mengajak kepada keburukan, dan setan yang tampak biasanya
berwujud...
a. Malaikat
b. Para normal
c. Dukun
d. Manusia
28. Salah satu perbedaan Malaikat denga Iblis adalah...
a. Iblis tidak patuh kepada Allah, Malaikat patuh kepada Allah
b. Iblis makhluk gaib, Malaikat makhluk nyata
c. Iblis bisa manjelma sesuatu, malaikat tidak bisa menjelma sesuatu...
d. Iblis tidak berkembang biak, maikat tidak berkembang biak
29. Tugas-tugas yang dijalankan para Malaikat berkaitan kehidupan...
a. Malaikat itu sendiri
b. Allah
c. Para Nabi dan Rasul
d. Manusia
81
30. Yang bertugas menanyai manusia setelah berada di alam kubur adalah
malaikat...
a. Mungkar dan Nakir
b. Rokoib dan Atid
c. Izroil
d. Malik
31. Malaikat yang sangat bengis adalah malaikat...
a. Izroil
b. Asrofil
c. Malik
d. Atid
32. Iman kepada malaikat harus berdasarkan...
a. Akal pikiran manusia
b. Hadis Nabi
c. Al-Qur’an
d. Pendapat ulama
33. Ciri-ciri malaikat diantaranya adalah...
a. Bekelamin
b. Tidak berkelamin
c. Berkembang biak
d. Memiliki sifat-sifat tuhan
34. firma Allah surat az-Zukhruf ayat 77 menjelaskan tugas malaikat...
(#÷ryŠ$tRurà7Î=»yJ»tƒÇÙø)u‹Ï9$uZøŠn=tãy7•/u‘(tA$s%/ä3¯RÎ)šcqèWÅ3»¨BÇÐÐÈ
a. Malik
b. Ridwan
c. Rokib
d. Atid
82
35. Firma Allah surat az-Zukhruf ayat 80 menjelaskan tugas malaikat...
÷Pr&tbqç7|¡øts†$¯Rr&ŸwßìyJó¡nSöNèd§ŽÅOßg1uqøgwUur44’n?t/$uZè=ß™â‘uröNÍkö‰y‰s9tbqç7çFõ3tƒÇÑÉÈ
a. Mungkar dan Nakir
b. Rokib dan Atid
c. Mikail
d. rokib
36. Tugas dari malaikat Jibril adalah...
a. kabar gembira
b. berita duka
c. wahyu
d. peristiwa
37. Manusia dan jin memiliki kesamaan, kecuali...
a. memiliki akal
b. memiliki nafsu
c. bahan penciptanya
d. menjalankan syareat agama
38. Ayat dibawah ini berisi tentang...
$tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#uržwÎ)Èbr߉ç7÷èu‹Ï9ÇÎÏÈ
a. jin adalah makhluk allah yang paling taat beribadah
b. dahulu iblis adalah ketua malaikat
c. manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain
d. Ibadah kepada Allah adalah tujuan diciptakanya manusia dan jin
39. Allah Swt menciptakan makhluk gaib yang terbuat dari api dan mempunyai
tugas menyembah kepada Allah. Jenis ini dinamakan...
a. Jin
b. Setan
c. Iblis
d. Malaikat
83
40. Manfaat mempercayai makhluk gaib adalah...
a. Berteman dengan makhluk gaib
b. Berhati-hati dalam kehidupan
c. Mengetahui jumlah makhluk gaib
d. Mengetahui alam gaib
41. Peniupan yang memusnanahkan segala sesuatu disebut...
a. Nafhul faza
b. Nafhul shaqi
c. Nafsul ba’ats
d. Nafsul mtmainnah
42. Surat al-Kahfi ayat 99 dibawah ini menerangkan tugas malaikat...
*$uZø.t•s?uröNåk|Õ÷èt/7‹Í´tBöqtƒßlqßJtƒ’Îû<Ù÷èt/(y‡ÏÿçRur’ÎûÍ‘q•Á9$#öNßg»uZ÷èyJpgmú$Yè÷HsdÇÒÒÈ
a. Isrofil
b. Izroil
c. Rokib
d. Atid
43. Penyebab Adam terusir dari surga adalah...
a. Melangggar larangan Allah
b. Kurang tekun dalam beribadah
c. Bosan disurga
d. Memakan buah-buahan sorga
44. Berbeda dengan Makluk gaib lainya tugas Iblis hanya…
a. Menaati perintah dan menjauhi larangan Allah
b. Menjaga keharmonisan antara manusia dan alam gaib
c. Menyesatkan manusia
d. Mengajak manusia kejalan yang benar
84
45. Ruhul Qudus adalah nama malaikat...
a. Isrofil
b. Ridwan
c. Mikail
d. Jibril
46. Beriman kepada malaikat termasuk bagian dari rukun iman yang ke-...
a. Pertama
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
47. Allah hanya membekali Malaikat dengan...
a. Nafsu
b. Perasaan
c. Akal
d. Akal dan Nafsu
48. Setiap orang muslim yang beriman harus yakin bahwa segala tingkah lakunya
selalu diawasi olehdan mencatatnya oleh Malaikat...
a. Jibril
b. Rokib
c. Atid
d. Rokib dan Atid
49. Semua manusia bertemu dengan malaikat Izrofil ketika...
a. Berada dialam arwah
b. Ketika hendak lahir ke dunia
c. Berada dialam barzah
d. Hendak mati (sakaratul maut)
50. Amal baik manusia akan dicatat oleh malaikat...
a. Raokib
b. Atid
c. Ridwan
d. Jibril
85
KUNCI JAWABAN SOAL UJICOBA PENELITIAN
1. a
2. d
3. d
4. d
5. b
6. a
7. c
8. d
9. a
10. d
11. b
12. c
13. c
14. c
15. a
16. b
17. d
18. a
19. d
20. b
21. a
22. d
23. b
24. a
25. d
26. d
27. d
28. a
29. d
30. a
31. c
32. c
33. b
34. a
35. b
36. c
37. c
38. d
39. a
40. b
41. b
42. a
43. a
44. c
45. d
46. b
47. c
48. d
49. d
50. a
86
DAFTAR SISWA UJI COBA
NO NAMA KODE
1 ADE AGUNG SAPURA C-1
2 AHMAD AFRIZAL MALNA C-2
3 AHMAD FAUZI C-3
4 AHMAD MUHSININ C-4
5 AKHMAD RIZAL C-5
6 ANA MIFTAKHUL JANAH C-6
7 ASTRI AMALIA C-7
8 ELOK FAIKOH C-8
9 FAIZ HIDAYATI C-9
10 HIMATUL AZIZAH C-10
11 INAYAH C-11
12 INAYATUL AWALIYAH C-12
13 KHOERUL IBNU ZAMANI C-13
14 LINDA MUSTIKA NINGSIH C-14
15 M. AJI ARDIANSAH C-15
16 M. AUFI C-16
17 M. HABIBI C-17
18 M. MUSTOPA AQIL C-18
19 MAHMUDIN C-19
20 MAMLUATUN NIKMAH C-20
21 MAYATUL AMALIYA C-21
22 MAZIDATUL ILMIYAH C-22
23 MUBAROK ALI MAKZUMI C-23
24 MUHAMAD IZZI C-24
25 MUKHAROM C-25
26 NUR HALIMATU SADIYAH C-26
27 NURUL FITRIYANI C-27
28 RINA RIWAYATI C-28
29 RISNA YANTI FITRIYANA C-29
30 UZER ALI C-30
31 ZAKIYATUL LAELI C-31
87
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(KELAS EKSPERIMEN)
Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : VII
Pertemuan Ke- : l
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran
Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat
Allah
SWT dan mahluk gaib selain malaikat
Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan pengertian iman kepada malaikat-
malaikat
Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat, seperti
Jin, Iblis dan Setan.
Indikator : 2.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian iman kepada
malaikat-malaikat Allah SWT.
2.1.2 Siswa dapat menjelaskan pengertian iman kepada
makhluk gaib selain malaikat seperti Jin, Iblis dan
Setan.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan
keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain
malaikat.
II. Uraian Materi Pembelajaran
• Iman kepada Malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat
III. Metode Pembelajaran
Ceramah .
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pengorganisasian
88
No Kegiatan Pembelajaran Peserta
Didik
Waktu
1.
2.
3.
Pendahuluan
Guru memberikan salam pembuka dan
mengontrol kehadiran peserta didik.
Guru memberikan motivasi kepada siswa.
Guru menjelaskan prosedur pretest.
K
K
K
10 menit
4.
5.
6.
Kegiatan Inti
Guru membagikan soal pretest materi iman
kepada malaikat-malaikat Allah dan makhluk
gaib selain malaikat. Pretest digunakan untuk
mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum
mendapatkan pembelajaran.
Siswa mengerjakan lembar pretest.
Siswa mengumpulkan lembar jawaban
pretest.
Guru mengenalkan materi Iman kepada
malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib
selain malaikat secara global.
I
K
68 menit
7. Penutup
Guru menutup pelajaran dan mengucapkan
salam.
K
2 menit
Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal
IV. Alat dan Sumber Belajar
Buku paket kelas VII dan LKS
VI. Penilaian
1. Prosedur tes
a tes awal : ada
b Tes proses : ada
c Tes akhir : tidak ada
2. Jenis tes
a Tes awal : Tulis
b Tes proses : lisan
c Tes akhir : Ada
3. alat tes : Ada
89
Tegal, 15 Maret 2010
Guru Mata Pelajaran
Aqidah Akhlak Peneliti,
Imam Faqih Samsul Ma’arif
NIY. 0036 NIM. 3105430
Mengetahui
Kepala MTs NU 01 Bumijawa
H. Busyro, S.Pd I.
NIY. 0001
90
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(KELAS EKSPERIMEN)
Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : VII
Pertemuan Ke- : 2
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran
Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat
Allah
SWT dan mahluk gaib selain malaikat
Kompetensi Dasar : 2.2 Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya malaikat
Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat,
seperti Jin, Iblis dan Setan.
Indikator : 2.2.1 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli
kebenaran adanya malaikat Allah SWT.
2.2.2 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli
kebenaran adanya Jin.
2.2.3 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli
kebenaran adanya Iblis.
2.2.4 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli
kebenaran adanya Setan.
V. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan
keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain
malaikat.
VI. Uraian Materi Pembelajaran
• Bukti/dalil-dalil tentang adanya Malaikat dan makhluk gaib
91
VII.Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi, presentasi dan pemberian tugas.
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pengorganisasian
No Kegiatan Pembelajaran Peserta
Didik
Waktu
1.
2.
3.
Pendahuluan
Guru memberikan salam pembuka dan
mengontrol kehadiran peserta didik.
Guru memeriksa kelengkapan pembelajaran
dan meminta siswa untuk menyiapkan buku
pelajaran Aqidah Akhlak.
Guru memberikan motivasi dengan
menjelaskan pentingnya materi ini untuk
pelajari.
K
K
K
10 menit
4.
5.
6
7
8
9.
10.
11.
Kegiatan Inti
Guru membentuk kelompok-kelompok belajar
siswa yang heterogen. Setiap kelompok terdiri
dari 5-6 orang.
Guru memberikan gambaran umum mengenai
iman kepada malaikat dan makhluk gaib.
Guru menjelaskan prosedur diskusi siswa
dengan tema nama dan tugas Malaikat.
Siswa melakukan diskusi dalam kelompok
masing-masing
Guru menyuruh siswa membuat kesimpulan
diskusi masing-masing kelompok dengan
menggunakan mind map.
Guru menyuruh perwakilan masing-masing
kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas
Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang
berupa catatan dalam bentuk mind map.
Guru dan siswa memberi kesimpulan tentang
materi yang dibahas.
K
K
K
G
G
G
G
K
68 menit
12.
13.
Penutup
Guru memberikan tugas rumah untuk
pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran dan mengucapkan
salam.
K
K
2 menit
92
Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal
VIII. Alat dan Sumber Belajar
Buku Aqidah Akhlak Kelas VII, kertas A4, Kapur tulis dan papan tulis.
VI. Penilaian
4. Prosedur tes
a tes awal : ada
b Tes proses : ada
c Tes akhir : tidak ada
5. Jenis tes
a Tes awal : lisan
b Tes proses : lisan
c Tes akhir : tidak ada
6. alat tes : tidak ada
Tegal, 22 Maret 2010
Guru Mata Pelajaran
Aqidah Akhlak Peneliti,
Imam Faqih Samsul Ma’arif
NIY. 0036 NIM. 3105430
Mengetahui
Kepala MTs NU 01 Bumijawa
H. Busyro, S.Pd I.
NIY. 0001
93
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(KELAS EKSPERIMEN)
Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : VII
Pertemuan Ke- : 3
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran
Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat
Allah
SWT dan mahluk gaib selain malaikat
Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan tugas dan sifat-sifat malaikat-malaikat
Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat,
seperti
Jin, Iblis dan Setan.
Indikator : 2.3.1 Siswa mampu menjelaskan tugas Malaikat.
2.3.2 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Malaikat
2.3.3 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Jin
2.3.4 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Iblis
2.3.5 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Setan
IX. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan
keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain
malaikat.
X. Uraian Materi Pembelajaran
• Nama dan tugas malaikat
• Sifat-Sifat Malaikat dan makhluk gaib selain malaikat seperti, Jin, Setan,
dan Iblis
94
XI. Metode Pembelajaran
Ceramah, Diskusi presentasi pemberian tugas.
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pengorganisasian
No Kegiatan Pembelajaran Peserta
Didik
Waktu
1.
2.
3.
Pendahuluan
Guru memberikan salam pembuka dan
mengontrol kehadiran peserta didik.
Guru memeriksa kelengkapan
pembelajaran dan meminta siswa untuk
menyiapkan buku pelajaran Aqidah
Akhlak.
Guru memberikan motivasi dengan
menjelaskan pentingnya materi ini untuk
dipelajari.
K
K
K
10 menit
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Kegiatan Inti
Guru membentuk kelompok-kelompok
belajar siswa yang heterogen. Setiap
kelompok terdiri dari 5-6 orang.
Guru memberikan gambaran umum
mengenai nama dan sifat malaikat dan
makluk gaib.
Guru menjelaskan prosedur diskusi siswa
dengan tema tugas dan sifat-sifat malaikat.
Siswa melakukan diskusi dalam kelompok
masing-masing
Guru menyuruh siswa membuat
kesimpulan diskusi masing-masing
kelompok dengan menggunakan mind
map
Guru menyuruh perwakilan masing-
masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas
Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang
berupa catatan dalam bentuk mind map.
Guru dan siswa memberi kesimpulan
tentang materi yang dibahas.
K
K
K
G
G
G
G
K
68 menit
12.
Penutup
Guru memberikan tugas rumah untuk K 2 menit
95
13.
pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran dan
mengucapkan salam.
Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal
XII.Alat dan Sumber Belajar
Buku Aqidah Akhlak Kelas VII, kertas A4, Kapur tulis dan papan tulis.
VI. Penilaian
7. Prosedur tes
a tes awal : ada
b Tes proses : ada
c Tes akhir : tidak ada
8. Jenis tes
a Tes awal : lisan
b Tes proses : lisan
c Tes akhir : tidak ada
9. alat tes : tidak ada
Tegal, 23 Maret 2010
Guru Mata Pelajaran
Aqidah Akhlak Peneliti,
Imam Faqih Samsul Ma’arif
NIY. 0036 NIM. 3105430
Mengetahui
Kepala MTs NU 01 Bumijawa
H. Busyro, S.Pd I.
NIY. 0001
96
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(KELAS EKSPERIMEN)
Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : VII
Pertemuan Ke- : 4 dan 5
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran
Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat
Allah
SWT dan mahluk gaib selain malaikat
Kompetensi Dasar : 2.4 Menerapkan perilaku beriman kepada malaikat-
malaikat
Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat,
seperti
Jin, Iblis dan Setan dan fenomena kehidupan.
Indikator : 2.4.1 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman
kepada malaikat.
2.4.2 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman
kepada Jin
2.4.3 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman
kepada Iblis
2.4.4 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman
kepada Setan
XIII. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan
keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain
malaikat.
XIV. Uraian Materi Pembelajaran
97
• Perilaku yang mencerminkan iman kepada malaikat dan makhluk gaib
selain malaikat.
XV.Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi dan presentasi,.
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pengorganisasian
No Kegiatan Pembelajaran Peserta
Didik
Waktu
1.
2.
3.
Pendahuluan
Guru memberikan salam pembuka dan
mengontrol kehadiran peserta didik.
Guru memeriksa kelengkapan pembelajaran
dan meminta siswa untuk menyiapkan buku
pelajaran Aqidah Akhlak.
Guru memberikan motivasi dengan
menjelaskan pentingnya materi ini untuk
dipelajari.
K
K
K
10 menit
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Kegiatan Inti
Guru membentuk kelompok-kelompok belajar
siswa yang heterogen. Setiap kelompok terdiri
dari 5-6 orang.
Guru memberikan gambaran umum untuk
mengungkap pengetahuan siswa mengenai
makhluk Gaib selain malaikat dan perilaku
beriman kepada malaikat makhluk gaib.
Guru menjelaskan prosedur diskusi siswa
dengan tema makhluk gaib selain malaikat.
Siswa melakukan diskusi dalam kelompok
masing-masing tentang peilaku beriman
terhadap Malaikat dan makhluk gaib
Guru menyuruh membuat kesimpulan diskusi
masing-masing kelompok dengan
menggunakan mind mapping
Guru menyuruh perwakilan masing-masing
kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas
Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang
berupa catatan dalam bentuk mind map.
Guru memberi kesimpulan dan menerangkan
tentang materi yang dibahas
K
K
K
G
G
G
G
K
68 menit
98
12.
Penutup
Guru menutup pelajaran dan mengucapkan
salam.
K
2 menit
1
2
3
Pertemuan ke- 5
Pendahuluan
Guru memberikan salam pembuka dan
mengontrol kehadiran peserta didik.
Guru memberikan motivasi kepada siswa.
Guru menjelaskan prosedur post-test.
K
K
K
10 menit
4
5
6
Kegiatan Inti
Guru membagikan soal post-test materi Iman
kepada Malaikat-malaikat Allah dan makhluk
gaib selain malaikat. Post-test digunakan
untuk mengetahui pengetahuan siswa setelah
mendapatkan pembelajaran.
Siswa mengerjakan lembar post-test.
Siswa mengumpulkan lembar jawaban post-
test.
K
I
K
68 menit
7
Penutup
Guru menutup pelajaran dan mengucapkan
salam.
2 Menit
Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal
XVI. Alat dan Sumber Belajar
Buku Aqidah Akhlak Kelas VII, kertas A4, Kapur tulis dan papan tulis.
VI. Penilaian
10. Prosedur tes
a tes awal : ada
b Tes proses : ada
c Tes akhir : ada
11. Jenis tes
a Tes awal : lisan
b Tes proses : lisan
c Tes akhir : ada
12. Alat tes : ada
99
Tegal, 6 April 2010
Guru Mata Pelajaran
Aqidah Akhlak Peneliti,
Imam Faqih Samsul Ma’arif
NIY. 0036 NIM. 3105430
Mengetahui
Kepala MTs NU 01 Bumijawa
H. Busyro, S.Pd I.
NIY. 0001
100
SOAL POST TEST
Mata pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/semester : VII / II
Alokasi : 60 Menit
Hari / Tanggal : Selasa 6 April 2010
PETUNJUK UMUM
1. tulislah nama, kelas dan nomor absen disudut kiri atas pada lembar jawaban
yang tersedia.
2. periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum menjawab
3. periksalah pekerjaan sebelum diserahkan kepada pengawas
PETUNTUK KHUSUS
Berilah tanda silang pada huruf a,b,c atau d pada jawaban yang tepat !
1. Beriman kepada malaikat termasuk bagian dari rukun iman yang ke-...
a. Pertama
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
2. Rasulullah sering menerima pembelajaran dan juga wahyu yang disampaikan
oleh Malaikat ...
a. Ridwan
b. Rokib
c. Isrofil
d. Jibril
3. Malaikat yang bertugas mengatur Rizki kepada semua makhluk Allah adalah
Malaikat...
a. Jibril
b. Izroil
c. Malik
d. Mikail
4. Menurut surahat at-Tahrim ayat 6, malaikat yang dinyatakan keras dan kasar
adalah Malaikat...
a. Ridwan
b. Malik
c. Israfil
d. Izrail
101
5. Peniupan sangkakala oleh malaikat Isrofil yang membangkitkan manusia
seluruhnya untuk dikmpulkan dan dihisab amalnya dinamakan...
a. Nafkhul faza
b. Nafkhul ba’ats
c. Nafkhul shaqi
d. Tiupan terompet
6. Nama lain malaikat penjaga neraka adalah...
a. Ruhul Kudus
b. Ruhul Amin
c. Malaikat Zabaniyah
d. Kiraman Katibin
7. Malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa adalah...
a. Malaikat Izroil
b. Malaikat Isrofil
c. Malaikat Malik
d. Malaikat Rokib
8. Malaikat yang mendapatkan julukan ” Ruhul Amin”...
a. Ridwan
b. Jibril
c. Malik
d. Israfil
9. Kiraman Katibin Adalah nama lain dari...
a. Jin yang beriman
b. Ifrit
c. Malaikat Rokib dan Atid
d. Malaikat penjaga Neraka
10. Allah Berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 20
tbqßsÎm7|¡ç„Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#urŸwtbrçŽäIøÿtƒÇËÉÈ
menjelaskan sifat malaikat yang...
a. Senantiasa Bersujud
b. Mendoakan orang mu’min
c. Selalu bertasbih siang malam
d. Senantiasa taat pada Allah
11. Khikmah beriman kepada Malaikat antara lain...
a. Lebih senang bermaksiyat
b. Enggan malakukan maksiyat
c. Allah perlu bantuan
d. Kita hidup lebih pasif
12. Iman seseorang tidak akan diakui apabila tidak mempercayai adanya makhluk
gaib karena...
a. Makhluk gaib memang ada
b. Makhluk gaib memang dicipta Allah juga
c. Beriman kepada makhluk gaib termasuk rukun islam
d. Beriman kepada makluk gaib termasuk pokok-pokok kepercayaan dalam
Islam atau rukun iman
102
13. Makhluk gaib ciptaan Allah yang dibagi menjadi dua golongan (beriman dan
Kafir) adalah...
a. Jin
b. Setan
c. Iblis
d. Malaikat
14. Malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia...
a. Rokib
b. Atid
c. Malik
d. Mungkar
15. Yang menyebabkan Iblis tidak mau sujud (hormat) kepada nabi Adam
adalah...
a. Karena derajat Nabi Adam dibawahnya
b. Karena derajat Iblis di atas Nabi Adam
c. Karena tingkat kemulianya lebih baik dari Nabi Adam
d. Karena merasa dirinya lebih mulia dari Nabi Adam
16. Godaan setan terhadap manusia bertujuan supaya manusia bertempat di...
a. Surga
b. Bumi
c. Langit
d. Neraka
17. Setan selalu mengajak kepada keburukan, dan setan yang tampak biasanya
berwujud...
a. Malaikat
b. Para normal
c. Dukun
d. Manusia
18. Tugas-tugas yang dijalankan para Malaikat berkaitan kehidupan...
a. Malaikat itu sendiri
b. Allah
c. Para Nabi dan Rasul
d. Manusia
19. Yang bertugas menanyai manusia setelah berada di alam kubur adalah
malaikat...
a. Mungkar dan Nakir
b. Rokoib dan Atid
c. Izroil
d. Malik
103
20. firma Allah surat az-Zukhruf ayat 77 menjelaskan tugas malaikat...
(#÷ryŠ$tRurà7Î=»yJ»tƒÇÙø)u‹Ï9$uZøŠn=tãy7•/u‘(tA$s%/ä3¯RÎ)šcqèWÅ3»¨BÇÐÐÈ
a. Malik
b. Ridwan
c. Rokib
d. Atid
21. Firma Allah surat az-Zukhruf ayat 80 menjelaskan tugas malaikat...
÷Pr&tbqç7|¡øts†$¯Rr&ŸwßìyJó¡nSöNèd§ŽÅOßg1uqøgwUur44’n?t/$uZè=ß™â‘uröNÍkö‰y‰s9tbqç7çFõ3tƒÇÑÉÈ
a. Mungkar dan Nakir
b. Rokib dan Atid
c. Mikail
d. rokib
22. Manusia dan jin memiliki kesamaan, kecuali...
a. Memiliki akal
b. Memiliki nafsu
c. Bahan penciptanya
d. Menjalankan syareat agama
23. Ayat dibawah ini berisi tentang...
$tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#uržwÎ)Èbr߉ç7÷èu‹Ï9ÇÎÏÈ
a. Jin adalah makhluk allah yang paling taat beribadah
b. Dahulu iblis adalah ketua malaikat
c. Manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain
d. Ibadah kepada Allah adalah tujuan diciptakanya manusia dan jin
24. Allah Swt menciptakan makhluk gaib yang terbuat dari api dan mempunyai
tugas menyembah kepada Allah. Jenis ini dinamakan...
a. Jin
b. Setan
c. Iblis
d. Malaikat
25. Peniupan yang memusnanahkan segala sesuatu disebut...
a. Nafhul faza
b. Nafhul shaqi
c. Nafsul ba’ats
d. Nafsul mutmainnah
104
LEMBAR JAWABAN
SOAL POST TEST
1. B
2. D
3. D
4. B
5. B
6. C
7. A
8. B
9. C
10. C
11. B
12. D
13. A
14. B
15. D
16. D
17. D
18. D
19. A
20. A
21. B
22. C
23. D
24. A
25. B
Lampiran 15
105
DAFTAR NILAI AWAL KELAS EKSPERIMEN
NO. NAMA KODE NILAI
1 A. FALAKHUDIN E – 01 45
2 ANITA RAHAYU E – 02 78
3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 60
4 EDI PURYANTO E – 04 54
5 FADIL MUZADI E – 05 56
6 HURIATUL HUSNA E – 06 43
7 IKRIMA E – 07 60
8 ISPA UROHIM E – 08 32
9 IZUN DIYANTO E – 09 36
10 JAYANAH E – 10 53
11 KHUNAINAH E – 11 52
12 KHURIROH E – 12 55
13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 65
14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 60
15 M. HARYANTO E – 15 49
16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 58
17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 59
18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 49
19 MUSLIMAH E – 19 46
20 NASRUL AZIZ E – 20 68
21 NURUL ASTIANI E – 21 36
22 PANGESTU RAHAYU E – 22 48
23 RISANTO E – 23 42
24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 60
25 SITI AISYAH E – 25 50
26 SITI ZULFAH E – 26 56
27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 66
28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 69
29 ZAENAL ARIFIN E – 29 79
30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 60
106
DAFTAR NILAI AWAL KELAS KONTROL
NO. NAMA KODE NILAI
1 A. FALAKHUDIN E – 01 50
2 ANITA RAHAYU E – 02 53
3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 43
4 EDI PURYANTO E – 04 56
5 FADIL MUZADI E – 05 52
6 HURIATUL HUSNA E – 06 63
7 IKRIMA E – 07 53
8 ISPA UROHIM E – 08 73
9 IZUN DIYANTO E – 09 53
10 JAYANAH E – 10 70
11 KHUNAINAH E – 11 41
12 KHURIROH E – 12 50
13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 56
14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 53
15 M. HARYANTO E – 15 71
16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 56
17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 46
18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 61
19 MUSLIMAH E – 19 76
20 NASRUL AZIZ E – 20 56
21 NURUL ASTIANI E – 21 53
22 PANGESTU RAHAYU E – 22 63
23 RISANTO E – 23 43
24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 45
25 SITI AISYAH E – 25 60
26 SITI ZULFAH E – 26 40
27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 42
28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 30
29 ZAENAL ARIFIN E – 29 40
30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 23
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
DAFTAR NILAI AWAL KELAS EKSPERIMEN
NO. NAMA KODE NILAI KETUNTASAN
1 A. FALAKHUDIN E – 01 76 TUNTAS
2 ANITA RAHAYU E – 02 84 TUNTAS
3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 80 TUNTAS
4 EDI PURYANTO E – 04 76 TUNTAS
5 FADIL MUZADI E – 05 84 TUNTAS
6 HURIATUL HUSNA E – 06 84 TUNTAS
7 IKRIMA E – 07 68 TUNTAS
8 ISPA UROHIM E – 08 84 TUNTAS
9 IZUN DIYANTO E – 09 84 TUNTAS
10 JAYANAH E – 10 84 TUNTAS
11 KHUNAINAH E – 11 92 TUNTAS
12 KHURIROH E – 12 84 TUNTAS
13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 78 TUNTAS
14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 80 TUNTAS
15 M. HARYANTO E – 15 84 TUNTAS
16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 80 TUNTAS
17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 80 TUNTAS
18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 80 TUNTAS
19 MUSLIMAH E – 19 84 TUNTAS
20 NASRUL AZIZ E – 20 80 TUNTAS
21 NURUL ASTIANI E – 21 76 TUNTAS
22 PANGESTU RAHAYU E – 22 68 TUNTAS
23 RISANTO E – 23 76 TUNTAS
24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 84 TUNTAS
25 SITI AISYAH E – 25 72 TUNTAS
26 SITI ZULFAH E – 26 84 TUNTAS
27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 84 TUNTAS
28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 96 TUNTAS
29 ZAENAL ARIFIN E – 29 84 TUNTAS
30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 72 TUNTAS
117
DAFTAR NILAI AWAL KELAS KONTROL
NO. NAMA KODE NILAI KETUNTASAN
1 A. FALAKHUDIN E – 01 80 TUNTAS
2 ANITA RAHAYU E – 02 64 TUNTAS
3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 80 TUNTAS
4 EDI PURYANTO E – 04 80 TUNTAS
5 FADIL MUZADI E – 05 80 TUNTAS
6 HURIATUL HUSNA E – 06 76 TUNTAS
7 IKRIMA E – 07 72 TUNTAS
8 ISPA UROHIM E – 08 80 TUNTAS
9 IZUN DIYANTO E – 09 72 TUNTAS
10 JAYANAH E – 10 80 TUNTAS
11 KHUNAINAH E – 11 72 TUNTAS
12 KHURIROH E – 12 72 TUNTAS
13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 72 TUNTAS
14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 72 TUNTAS
15 M. HARYANTO E – 15 72 TUNTAS
16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 72 TUNTAS
17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 80 TUNTAS
18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 76 TUNTAS
19 MUSLIMAH E – 19 89 TUNTAS
20 NASRUL AZIZ E – 20 76 TUNTAS
21 NURUL ASTIANI E – 21 80 TUNTAS
22 PANGESTU RAHAYU E – 22 88 TUNTAS
23 RISANTO E – 23 72 TUNTAS
24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 72 TUNTAS
25 SITI AISYAH E – 25 76 TUNTAS
26 SITI ZULFAH E – 26 80 TUNTAS
27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 80 TUNTAS
28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 84 TUNTAS
29 ZAENAL ARIFIN E – 29 76 TUNTAS
30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 80 TUNTAS
118
119
120
121
MTs NU 1 Bumijawa Gedung MTs NU 1 Bumijawa
Para peserta didik mendengarkan
penjelasan peneliti tentang materi
pelajaran
Peserta didik bekerja kelompok
membuat ringkasan berupa Mind
Mapping
Lampiran 29
ii
Peneliti sedang memberi bimbingan
tentang pembuatan Mind Mapping
Peserta didik mempresentasikan hasil
kerja kelompok di depan kelas
Peserta didik bekerja kelompok
membuat ringkasan berupa Mind
Mapping
Peserta didik mempresentasikan hasil
kerja kelompok di depan kelas
LABORATORIUM KOMPUTER
TADRIS MATEMATIKA FAKUTAS TARBIYAH
IAIN WALISONGO SEMARANG
PENELITI : SAMSUL MA’ARIF
NIM : 3105430
JURUSAN : Pendidikan Agama Islam
JUDUL : EFEKTIVITAS HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
AQIDAH AKHLAK MATERI IMAN KEPADA
MALAIKAT DAN MAKHLUK GAIB SELAIN MALAIKAT
PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTs NU 1
BUMIJAWA DENGAN PENGGUNAAN MIND MAPPING
HIPOTESIS :
a. Hipotesis Varians :
H0 : Varians populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
adalah identik
H1 : Varians populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
adalah tidak identik
b. Hipotesis Rata-rata :
H0 : Rata-rata populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
adalah identik.
H1 : Rata-rata populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
adalah tidak identik.
DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN :
H0 DITERIMA, jika nilai t_hitung < t_tabel
H0 DITOLAK, jika nilai t_hitung > t_tabel
H0 DITERIMA, jika sig. > 0.05
H0 DITOLAK, jika sig. < 0.05
HASIL DAN ANALISIS DATA :
a. Dari table Group Statistics
Group Statistics
kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
eksperimen 30 80.7333 6.19195 1.13049nilai aqidah akhlak
kontrol 30 76.8333 5.03151 .91862
Alamat : Jln. Prof. Dr. Hamka Kampus II Telp. 7601295 Fax. 7615387 Semarang 50185
ii
1. Jumlah data (N) nilai Kelas Eksperimen = 30
2. Jumlah data (N) nilai Kelas Kontrol = 30
3. Nilai rata-rata (mean) nilai Kelas Eksperimen = 80.7333
4. Nilai rata-rata (mean) nilai Kontrol = 76.8333
5. Standard deviasi nilai Kelas Eksperimen = 6.19195
6. Standard deviasi nilai Kelas kontrol = 5.03151
b. Dari table Independent Samples Test
Independent Samples Test
Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
95%
Confidence
Interval of the
Difference
F Sig. t df
Sig.
(2-
tailed)
Mean
Difference
Std. Error
Difference Lower Upper
Equal
variances
assumed
1.431 .236 2.677 58 .010 3.90000 1.45667 .98417 6.81583
nilai
akidah
akhlak
Equal
variances
not assumed
2.677 55.670 .010 3.90000 1.45667 .98156 6.81844
1. Pada kolom levenes Test for Equality of Varainces, diperoleh nilai sig. =
0.236. Karena sig. = 0.236 > 0.05, maka Ho DITERIMA, artinya kedua
varians nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah identik/sama.
2. Karena identiknya varians nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka
untuk membandingkan rata-rata (mean) antara nilai pada kelas eksperimen dan
kelas kontrol dengan menggunakan t-test adalah menggunakan dasar nilai
t_hitung pada baris pertama (Equal variances assumed), yaitu t_hitung =
2.677
3. Nilai t_tabel (58;0.05) = 1.67. Berarti nilai nilai t_hitung = 2.677 > t_tabel =
1.67, hal ini berarti Ho DITOLAK, artinya : Rata-rata (mean) nilai kelas
eksperimen dan kelas kontrol adalah tidak identik atau berbeda secara nyata.
iii
Semarang, 24 April 2010
a/n Kepala Lab. Pendidikan
Pengelola Lab. Komputer
Saminanto, S. Pd., M. Sc
NIP. 19720604 200312 1 002

Mapping indo-sip-samsulmaar

  • 1.
    i EFEKTIVITAS HASIL BELAJARMATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH DAN MAKHLUK GAIB SELAIN MALAIKAT PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTS NU 01 BUMIJAWA DENGAN PENGGUNAAN MIND MAPPING SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1) Dalam Ilmu Tarbiyah Disusun oleh SAMSUL MA’ARIF 3105430 FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2010
  • 2.
    ii KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMAISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG FAKULTAS TARBIYAH Jl. Alamat : Jl. Prof. Dr. Hamka Telp/Fax (024) 7601295, 7615387 PENGESAHAN Skripsi Saudara : Samsul Ma’arif Nomor Induk : 3105430 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Judul : Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah Dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada Peserta Didik Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping. Telah dimunaqasyahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, dan dinyatakan lulus pada tanggal: 24 Juni 2010 dan dapat diterima sebagai syarat guna memperoleh gelar sarjana Strata 1 (S. 1) tahun akademik 2009/2010. Semarang, 24 Juni 2010 Ketua Sidang Sekretaris Sidang Dra. Miswari, M.Ag Rosidi, M.S.I NIP. 15027433 700000 2 000 NIP. 19770131 2006041 1 011 Penguji I Penguji II Drs. H. Soediyono, M.Pd. Nasirudin, M.Ag. NIP. 19680317 199403 1 003 NIP. 19691012 199603 1 002 Pembimbing I Pembimbing II Dr. H. Ruswan, M.A. Drs. Wahyudi, M.Pd. NIP. 19680424 199303 1 004 NIP. 19680314 199603 1 001
  • 3.
    iii DR. H. Ruswan,MA Drs. Wahyudi, M. Pd Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang PERSETUJUAN PEMBIMBING Lamp : 4 (Empat) Eksemplar Hal : Naskah Skripsi An. Samsul Ma’arif Assalamu alaikum Wr. Wb. Setelah saya mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya, bersama ini saya kirim naskah skripsi saudara: Nama : Samsul Ma’arif NIM : 3105430 Judul Skripsi : Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah Dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada Peserta Didik Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping. Dengan ini, saya mohon kiranya skripsi tersebut di atas dapat segera dimunaqasyahkan. Demikian harap maklum adanya. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Semarang, 01 Juni 2010 Pembimbing I Pembimbing II DR. H. Ruswan, MA Drs. Wahyudi, M. Pd NIP. 19680424 199303 1 004 NIP. 19680314 199603 1 001
  • 4.
    iv MOTO $pkš‰r'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#þqè%ö/ä3|¡àÿRr&ö/ä3‹Î=÷dr&ur#Y‘$tR$ydߊqè%urâ¨$¨Z9$#äou‘$yfÏtø:$#ur$pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tBÔâŸxÏî׊#y‰Ï©žwtbqÝÁ÷ètƒ©!$#!$tBöNèdt•tBr&tbqè=yèøÿtƒur$tBtbrâ•sD÷sãƒÇÏÈ Hai orang-orang yangberiman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat- malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At- Tahrim: 6)1 1 Departemen Agama Republik Indonesia, Al Qur an dan Terjemahannya, (Semarang: CV Andi Gravika, 1994), hlm. 951
  • 5.
    v PERSEMBAHAN Tiada sesuatupun yangdapat memberikan rasa bahagia melainkan senyum manis penuh bangga dengan penuh rasa bakti, cinta dan kasih sayang dan dengan segala kerendahan hati kupersembahkan skripsi ini untuk q Ayahanda Zharqoni dan Ibunda Umi Latifah Tercinta yang telah mendidik dan membesarkanku serta mencurahkan kasih sayangnya. q Saudara-saudaraku (M. Khaerul Umam dan Achmad Mazidul Fatin) yang senantiasa memberi semangat hidupku. q Keluarga besar K. Zaeruqi dan Keluarga Besar H. Chamim yang selalu memberikan motivasi dan doa yang tulus. q Keluarga besar PAI C 2005 selamat berjuang semoga sukses. q Keluarga besar kos Hallowen (Fathuri, Ulung, Soqi, Mizan, Amir, Munir, Topik) yang bisa membuat tersenyum dengan candaan-candaan yang lucu. q Keluarga besar IMT (Ikatan Mahasiswa Tegal) IAIN Walisongo Semarang. q Keluarga besar IKTASABA (Ikatan Alumni Babakan) IAIN Walisongo Semarang. q Sahabat-sahabat senasib seperjuangan yang telah memberikan motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. q Dan tak lupa pembaca budiman sekalian q Semoga amal dan Baik mereka mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah Yang Maha Kuasa.
  • 6.
    vi PERNYATAAN Dengan penuh kejujurandan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan Semarang, 01 Juni 2010 Deklarator, Samsul Ma’arif NIM. 3105430
  • 7.
    vii ABSTRAK Samsul Ma’arif (Nim.3105430) Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah Dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping. Skripsi. Semarang: Program Strata 1 Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Walisongo Semarang, 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan penggunaan mind mapping lebih baik dari pada pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yang dilaksanakan di MTs NU 1 Bumijawa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII, sedangkan sampelnya adalah kelas VII A yang terdiri dari 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B yang terdiri dari 30 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan metode dokumentasi dan metode tes. Sebelum diberi perlakuan kedua kelas diuji keseimbangannya dengan uji normalitas dan homogenitas dengan menggunakan hasil nilai tes awal. Kemudian kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen menggunakan mind mapping dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Setelah data nilai akhir didapat terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas. Dalam uji hipotesis peneliti menggunakan uji t-tes. Berdasarkan perhitungan t-tes dengan taraf signifikasi = 5% diperoleh thitung = 2,693, sedangkan ttabel = 1,672. Karena thitung > ttabel maka berarti rata-rata hasil belajar Aqidah Akhlak siswa yang diajar dengan penggunaan mind mapping lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata nilai tes akhir kelas eksperimen = 80,733dan kelompok kontrol = 76,833, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dengan menggunakan mind mapping lebih baik daripada hasil belajar dengan pembelajaran konvensional. Dengan penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dam menjadi inovasi bagi civitas akademik, para mahasiswa dan para pendidik agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan bagi para peserta didik agar dapat menggunakan mind mapping dalam proses pembelajaran.
  • 8.
    viii KATA PENGANTAR Puji dansyukur dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih, tercurahkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayah, dan taufik serta inayah-Nya Dan tidak lupa pula penulis panjatkan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengangkat derajat manusia dari Zaman Jahiliyah ke Zaman Islamiyah. Skripsi berjudul “Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Iman Kepada Malaikat-malaikat Allah Dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada Peserta Didik Kelas VII MTs NU 1 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping“. Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana S-1 pada Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang. Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini mendapat bantuan baik moril maupun materiil dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan kerendahan hati dan rasa hormat yang dalam penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. DR. H. Ibnu Hajar, M. Ed, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, yang telah memberikan ijin penelitian dalam rangka penyusunan skripsi ini. 2. Bapak Dr. H. Ruswan M.A selaku dosen pembimbing I dan bapak Drs. Wahyudi, M.Pd selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penulisan skripsi ini. 3. Dosen, pegawai, dan seluruh civitas akademika di lingkungan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang. 4. Bapak Busyro, S. Pd. I, selaku Kepala MTs NU 1 Bumijawa yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian.
  • 9.
    ix 5. Bapak ImamFaqih, selaku guru Aqidah Akhlak MTs NU 1 Bumijawa, yang telah membantu pencapaian keberhasilan dalam penelitian ini. 6. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang rela dan ikhlas dalam doa, restu serta materi yang tiada henti dan tidak mengharap balasan. 7. Keluarga besar K. Zaeruqi (Almarhum) dan Keluarga Besar H. Chamim (Almarhum) yang selalu memberi motivasi dan do’a. 8. Sahabat-sahabatku yang selalu memberi motivasi dan tempat bertukar pikiran dalam proses penulisan skripsi ini. 9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis hingga dapat diselesaikan penyusunan skripsi ini. Penulis berdo’a semoga semua amal dan jasa baik dari semua pihak dapat diterima di sisi Allah SWT. serta mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dan kesempurnaan hasil yang telah didapat. Akhirnya, hanya kepada Allah penulis berdo’a, semoga bermanfa’at adanya dan mendapat ridho dari-Nya, Amin Yarabbal aalamin. Semarang, 01 Juni 2010 Penulis Samsul Ma’arif NIM. 3105430
  • 10.
    x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................ii HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................iii ABSTRAK ......................................................................................................iv MOTTO...........................................................................................................v PERNYATAAN ..............................................................................................vi PERSEMBAHAN............................................................................................vii KATA PENGANTAR .....................................................................................viii DAFTAR ISI ...................................................................................................x DAFTAR TABEL ...........................................................................................xii DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................xiii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................1 B. Identifikasi Masalah..................................................................4 C. Pembatasan Masalah.................................................................4 D. Perumusan Masalah..................................................................6 E. Manfaat Penelitian....................................................................6 BAB II : LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori.........................................................................7 1. Belajar, Pembelajaran dan Hasil Belajar..............................7 2. Mind Map (Peta Pikiran).....................................................13 3. Pembelajaran Konvensional. ...............................................23 4. Materi Pokok Iman Kepada Malaikat dan Makhluk Gaib ....25 B. Kajian Penelitian Yang Relevan................................................35 C. Hipotesis...................................................................................36 BAB III : METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian......................................................................37 B. Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................37
  • 11.
    xi C. Variabel Penelitian....................................................................38 D.Metode Penelitian.....................................................................38 E. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel..................39 F. Teknik Pengumpulan Data........................................................40 G. Teknik Analisis Data ................................................................42 BAB IV : HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian.........................................................................50 B. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis......................................50 C. Pembahasan Penelitian..............................................................57 D. Keterbatasan Penelitian.............................................................58 BAB V : KESIMPULAN A. Kesimpulan...............................................................................60 B. Saran-Saran ..............................................................................60 C. Penutup.....................................................................................61 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT PENDIDIKAN
  • 12.
    xii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Mapping........................................ 17 2 Prosentase Validitas Butir Soal............................................................. 51 3 Prosentase Indeks Kesukaran Butir Soal............................................... 51 4 Prosentase Daya Beda Butir Soal ......................................................... 52 5 Nilai Pre Test Kelompok Eksperimen dan Kontrol ............................... 52 6 Nilai Post Tes Kelompok Eksperimen dan Kontrol............................... 55
  • 13.
    xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1:Analisis item pilihan ganda Lampiran 2: Contoh perhitungan Uji Validitas Butir Soal Lampiran 3: Uji Reliabilitas Butir Soal Lampiran 4: Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal Lampiran 5: Uji Daya Beda Butir Soal Lampiran 6: Kisi-Kisi Soal Tes Uji Coba Lampiran 7: Soal Test Uji Coba Lampiran 8: Kunci jawaban test uji coba Lampiran 9: Daftar Siswa Kelas Uji Coba Soal Tes Lampiran 10: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-1 Lampiran 11: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-2 Lampiran 12: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-3 Lampiran 13: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)-4 & 5 Lampiran 14: Soal Post Test Lampiran 15: Kunci Jawaban Soal Post Test Lampiran 16: Daftar Nilai Awal Kelas Eksperimen Lampiran 17: Daftar Nilai Awal Kelas Kelas Kontrol Lampiran 18: Uji Normalitas Nilai Awal Kelas Eksperimen Lampiran 19: Uji Normalitas Nilai Awal Kelas Kontrol Lampiran 20: Uji Homogenitas Nilai Awal Kelas Lampiran 21: Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Lampiran 22: Daftar Nilai Akhir Kelas Eksperimen Lampiran 23: Daftar Nilai Akhir Kelas Kontrol Lampiran 24: Uji Normalitas Nilai Akhir Kelas eksperimen Lampiran 25: Uji Normalitas Nilai Akhir Kelas Kontrol Lampiran 26: Uji Homogenitas Lampiran 27: Uji Perbedaan Dua Rata-Rata Lampiran 28: Lembar Mind Mapping Lampiran 29: Foto Kegiatan Belajar Mengajar
  • 14.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Manusia dalam pandangan Islam adalah makhluk unggulan yang dikaruniai akal kreatif, sehingga memungkinkannya untuk mengembangkan peradaban dan kebudayaannya.2 Dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman semuanya dapat dilakukan, karena pendidikan pada dasarnya memang usaha pengembangan sumber daya manusia (SDM). Di dalam Islam ada dua tujuan pendidikan, tujuan yang berorientasi pada ukhrawi, yaitu membentuk seorang hamba agar melakukan kewajiban kepada Allah dan orientasi duniawi yaitu membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk kebutuhan dan tantangan kehidupan, agar hidupnya lebih layak dan bermanfaat bagi orang lain.3 Belajar sudah menjadi kebutuhan pokok pada masa kini. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini telah menyebabkan informasi dapat tersedia dalam jumlah yang tak terbatas dan dengan akses yang mudah. Hal ini menjadikan banyak perubahan serta perkembangan dari berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini tentunya perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang profesional dan bermutu tinggi. Kualitas yang demikian sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yang cerdas dan terampil agar bisa bersaing secara terbuka di era global. Belajar merupakan proses aktif siswa untuk mempelajari dan memahami konsep-konsep yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar, baik individual maupun kelompok, baik mandiri maupun dibimbing.4 Belajar merupakan unsur yang sangat penting dalam setiap 2 Muhammad Tholhah Hasan, Islam dan Masalah Sumberdaya Manusia, (Jakarta: Lantabora Press,2005), hlm. 34. 3 Abdul Mujib Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006) Cet. 1, hlm. 81. 4 Mulyati Arifin, dkk., Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: UPI, 2000), hlm. 8.
  • 15.
    2 penyelenggaraan jenis danjenjang pendidikan. Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi.5 Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam satu kegiatan manakala terjadi interaksi guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, pada saat pengajaran itu berlangsung. Inilah makna belajar dan mengajar sebagai suatu proses interaksi guru dengan peserta didik. Sebagai makna utama, proses pembelajaran memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pengajaran yang efektif.6 Keberhasilan pendidikan formal akan banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan belajar mengajar yang merupakan perpaduan antara kegiatan guru dengan kegiatan peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari keseluruhan sistem pendidikan untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tentunya tidak akan terlepas dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Misalnya dengan adanya penataran guru, penyediaan buku paket, dan alat-alat laboratorium serta penyempurnaan kurikulum. Namun berdasarkan evaluasi, upaya-upaya tersebut ternyata belum berhasil dalam meningkatkan prestasi peserta didik secara optimal sebagaimana yang diinginkan.7 Di hampir setiap pelajaran, kegiatan yang sering sekali dilakukan siswa ketika menerima pelajaran adalah mencatat. Umumnya siswa membuat catatan dalam bentuk tulisan panjang yang mencakup seluruh isi materi pelajaran, sehingga catatan terlihat sangat monoton dan membosankan. Dan ketika dilakukan ulangan atau mengerjakan soal latihan, siswa akan mengerahkan energi yang sangat besar untuk dapat mengingat dan menuliskan 5 Ibid., hlm. 13. 6 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002), hlm. 40. 7 Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 2.
  • 16.
    3 kembali catatan-catatan yangpernah dibuatnya. Tentu saja, hal tersebut merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan dan siswa hanya mampu mengingat sebagian kecil saja materi yang diajarkan. Metode mencatat yang baik harus membantu mengingat perkataan dan bacaan, mengingatkan pemahaman terhadap materi, membantu mengorganisasi materi dan memberikan wawasan baru.8 Perlu adanya metode mencatat yang baik dan mudah untuk digunakan oleh peserta didik, karena catatan merupakan alat bagi peserta didik untuk mengingat materi-materi yang disampaikan oleh guru pada waktu proses pembelajaran. Catatan di gunakan oleh para peserta didik untuk membantunya dalam belajar, karena tidak semua materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diingat semua oleh para peserta didik. Dengan menggunakan metode mind mapping atau bisa disebut juga dengan metode peta pikiran oleh para peserta didik memungkinkan semua hal diatas dapat terjadi. Karena peta pikiran adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan peserta didik untuk mengingat banyak informasi yang diperoleh pada saat proses pembelajaran. Mata pelajaran Aqidah Akhlak mengajarkan materi-materi yang berisi tentang konsep Aqidah Islam yang merupakan dasar-dasar ajaran Islam dan juga ajaran tentang akhlak yang harus diketahui dan dipahami oleh umat Islam sejak dini. pelajaran aqidah akhlak sangat penting sekali karena mengajarkan dasar-dasar pokok ajaran Islam, seperti rukun islam, rukun iman, akhlak dan lain sebagainya yang semuanya merupakan dasar pokok ajaran Islam. Untuk itu peserta didik perlu mencatatnya karena catatan dapat membantu pada saat belajar. Dari uraian di atas, maka judul penelitian ini adalah “Efektivitas Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Iman kepada Malaikat- Malaikat Allah dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Pada Peserta Didik Kelas VII MTs NU 01 Bumijawa Dengan Penggunaan Mind Mapping”. 8 Bobi de Porter dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2003), hlm. 175.
  • 17.
    4 B. Identifikasi Masalah Berdasarkanlatar belakang masalah di atas, terdapat permasalahan yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Metode pencatatan memiliki peranan penting dalam belajar, karena catatan membantu para siswa dalam mengingat materi yang telah disampaikan oleh guru pada waktu proses pembelajaran. Sehingga perlu ada metode mencatat yang tepat. 2. Adanya kesulitan bagi para peserta didik dalam memahami materi pelajaran karena diperlukan daya ingat yang kuat untuk mempelajarinya. Tidak semua materi yang disampaikan guru dapat diingat semua oleh peserta didik, sehingga peserta didik harus mencatatnya karena catatan dapat membantu peserta didik dalam belajar. C. Pembatasan Masalah Untuk memudahkan dan menghindari kesalahan dalam memahami judul skripsi ini, maka penulis memberikan batasan-batasan istilah dalam judul yang berbunyi “Efektivitas belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi iman kepada Malaikat-malaikat Allah dan Makhluk Gaib selain Malaikat kelas VII MTS NU 01 Bumijawa dengan Penggunaan Mind Mapping” sebagai berikut: 1. Efektivitas Efektivitas berasal dari kata efektif yang artinya ada efeknya, (akibatnya, pengaruhnya, kesannya).9 Sehingga Efektivitas diartikan adanya kesesuaian antara yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang kan dicapai.10 Suatu usaha dikatakan efektif apabila usaha itu mencapai tujuannya. sedangkan efektifitas menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan. 9 Sugono Dedy, Tim Redaksi Kamus Pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2004), hlm. 173. 10 E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), Cet. 11, hlm. 82.
  • 18.
    5 2. Belajar Belajar adalahsuatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.11 Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap organisme atau pribadi.12 Hasil belajar yang menyangkut pengetahuan dapat diukur dengan nilai-nilai setelah proses pembelajaran. 3. Mind Mapping Mind Mapping disebut juga peta pikiran. Yakni suatu cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran- pikiran.13 peta pikiran membantu siswa menangkap pikiran dan gagasan pada kertas dengan jelas, lengkap dan mudah. 4. Materi Pokok Iman kepada Malaikat-malaikat Allah Materi pokok iman kepada malaikat-malaikat Allah merupakan pokok bahasan dari mata pelajaran aqidah akhlak yang ada di Madrasah Tsanawiyah (MTs).14 D. Perumusan Masalah Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana efektivitas hasil belajar mata pelajaran aqidah akhlak materi iman kepada malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat pda peserta didik kelas VII MTs NU 01 Bumijawa dengan penggunaan mind mapping? 11 Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1995), Cet. 3, hlm. 2. 12 Syaiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), Cet. 2, hlm. 11. 13 Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008), Cet. 6, hlm. 4. 14 T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Aqidah dan Akhlak Jilid 1 Untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009).
  • 19.
    6 E. Manfaat Penelitian Manfaatyang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Guru a. Memberikan gambaran kepada guru tentang pembelajaran metode Mind Mapping. b. Digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam upaya perbaikan hasil belajar siswa 2. Bagi Siswa a. Memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami pelajaran aqidah akhlak. b. Meningkatkan daya ingat dan ketrampilan berfikir para siswa. 3. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan berharga bagi sekolah dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran aqidah akhlak yang lebih efektif. 4. Bagi Peneliti Menambah pengetahuan peneliti khususnya dalam bidang pendidikan.
  • 20.
    7 BAB II LANDASAN TEORIDAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori 1. Belajar, Pembelajaran, dan Hasil Belajar a. Pengertian Belajar Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap. Belajar sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan suatu aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia.15 Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat. Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang.16 Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk, seperti dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, dan lain-lain yang ada atau terjadi pada individu tersebut. Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan.17 Jadi, belajar merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh dalam mencapai tujuan. Berikut ini beberapa definisi belajar menurut para pakar pendidikan, diantaranya: Belajar adalah suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.18 Morgan dalam bukunya Introduction to Psychology belajar adalah sebagai berikut "Learning may be defined as any relatively 15 Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar- Ruzz, 2007) , hlm. 13. 16 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 28. 17 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003 ), Cet.3, hlm. 29. 18 Slameto, Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), hlm. 2.
  • 21.
    8 permanent change inbehavior which occurs as a result of experience or practice".19 (Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang terjadi sebagai akibat dari pengalaman atau praktek). Menurut Ernest R. Hilgard dalam bukunya Theories of Learning yang dikutip oleh Abdur Rachman Abror, memberikan definisi sebagai berikut: "Learning is the process by which an activity originates or is changed through training procedures (whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from change by factors not attributable to training".20 (Belajar adalah proses dengan suatu aktifitas memulai, atau aktifitas yang diubah melalui beberapa prosedur latihan (baik itu terjadi di laboratorium atau dalam lingkungan alamiah) sebagai pembeda dari perubahan yang disebabkan oleh beberapa faktor bukan perubahan yang dihubungkan dengan latihan). Menurut Sholeh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid pengertian belajar yaitu: (Sesungguhnya belajar adalah usaha untuk merubah diri pelajar yang didasari dengan pengalaman yang telah diterima sehingga terjadi perubahan baru bagi diri pelajar). Kitab Mudkhola ilal manahij wa Thuruqut Tadris, menjelaskan pengertian belajar yaitu: (Belajar adalah merubah dengan mengadakan beberapa pelatihan). 19 Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, Sixth Edition, (New York: Mc. Graw Hill International Book Company, 1971), hlm. 63. 20 Abdur Rachman Abror, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993), hlm. 66. 21 Sholeh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid, at Tarbiyah wa Thuruqu at Tadris, Juz 1, (Mesir: Darul Ma'arif, 1968), hlm. 169. 22 M. Muzamil Basir dan M. Malik M. Said, Mudkhola ilal Manahij wa Thuruqut Tadris, (Mekkah: Darul liwa', t.th.), hlm. 64.
  • 22.
    9 Menurut pendapat W.SWinkel: Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap.23 Menurut pendapat Mulyono Abdurrahman: Belajar merupakan suatu proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan belajar atau yang biasa disebut hasil belajar, yaitu: suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap.24 Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah dilakukan individu. Perubahan itu hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Karena belajar adalah suatu proses, maka dari proses tersebut akan menghasilkan suatu hasil dan hasil dari proses belajar adalah berupa hasil belajar. b. Pengertian Pembelajaran Sesuai dengan pengertian belajar secara umum, yaitu bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadi perubahan tingkah laku, Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Maka pengertian pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku peserta didik berubah ke arah yang lebih baik.25 Pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan 23 W.S. Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: PT Gramedia, 1999), hlm. 53. 24 Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm. 28. 25 Max Darsono, Belajar dan Pembelajaran, (Semarang: IKIP Semarang Press, 2000), hlm. 24.
  • 23.
    10 menumbuhkan kegiatan pesertadidik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan.26 Pengertian di atas menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, serta meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1) Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis. 2) Pembelajaran dapat menambahkan perhatian dan motivasi peserta didik dalam belajar. 3) Pembelajaran dapat membuat peserta didik siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis. 4) Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi peserta didik. 5) Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik. 6) Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik. 27 Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah proses komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan, saluran atau melalui media tertentu ke penerima pesan. Di dalam dunia pendidikan, pesan yang dikomunikasikan adalah isi ajaran atau yang ada di kurikulum. Sumber pesan bisa berupa guru, siswa, atau orang lain. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesan adalah siswa atau juga guru. Tahap awal dari proses pembelajaran yaitu bagaimana dapat menyiapkan suasana yang kondusif.28 Untuk dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung proses 26 E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 117. 27 Max Darsono, op.cit., hlm. 25. 28 Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategi Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelerated Learning, (Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi, 2004), hlm. 310.
  • 24.
    11 pembelajaran, sekolah harusmemberikan kesan sebagai suatu tempat yang menghargai peserta didik sebagai seorang manusia yang pemikiran dan idenya dihargai sepenuhnya. Pembelajaran bertujuan membantu peserta didik agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku peserta didik menjadi bertambah, baik kualitas maupun kuantitasnya. c. Pengertian Hasil Belajar Dengan berakhirnya suatu proses belajar, maka peserta dididik memperoleh suatu hasil belajar. Hasil belajar merupakan gabungan dua kata yang masing-masing mempunyai arti yaitu hasil dan belajar. Hasil adalah sesuatu yang telah dicapai.29 Belajar adalah berusaha supaya mendapat kepandaian.30 Sedangkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.31 Bagi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Bagi peserta didik, hasil belajar merupakan puncak proses belajar. Jadi, hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang telah dimiliki oleh seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan tingkah laku kognitif, afektif dan psikomotorik.32 Hasil belajar bukan hanya berupa penguasaan pengetahuan, tetapi juga kecakapan dan keterampilan melihat, menganalisis, memecahkan masalah, membuat rencana dan mengadakan pembagian kerja. Dengan demikian aktivitas dan produk yang dihasilkan dari aktivitas belajar ini mendapatkan penilaian. Penilaian tidak hanya 29 Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: P.N. Balai pustaka,1990), hlm. 362. 30 Ibid., hlm. 108. 31 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006) hlm. 3. 32 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 179.
  • 25.
    12 dilakukan secara tertulis,tetapi juga secara lisan serta penilaian perbuatan. Berikut ini beberapa pengertian tentang hasil belajar atau prestasi belajar, antara lain: Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.33 Menurut Nana Sudjana, Hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.34 Menurut Sadiman AM, suatu hasil belajar itu meliputi:35 1) Keilmuan dan pengetahuan, konsep atau fakta (kognitif) 2) Personal, kepribadian atau sikap (afektif) 3) Kelakuan, ketrampilan atau penampilan (psikomotorik) Jadi, hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Tingkah laku sebagai pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan sebagai hasil proses dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengertian, pemahaman, keterampilan, kecakapan serta aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu: 1) Faktor Internal (faktor dari dalam) meliputi: a) Faktor jasmaniah (fisiologi) meliputi: faktor kesehatan dan cacat tubuh. 33 Ibid., hlm. 102. 34 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1999), Cet. 6., hlm. 22. 35 Sadiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2001), hlm. 28-29.
  • 26.
    13 b) Faktor psikologisyang meliputi: inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kesiapan, kematangan. c) Faktor kelelahan.36 2) Faktor Eksternal (faktor dari luar) yang meliputi: a) Faktor keluarga, meliputi: cara orang tua mendidik, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan, pengertian orang tua, suasana rumah. b) Faktor sekolah, yang meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, waktu sekolah, metode belajar, tugas rumah. c) Faktor masyarakat, yang terdiri dari: kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat. 37 2. Mind Map (Peta Pikiran) a. Pengertian Mind Map (Peta Pikiran) Metode mind mapping adalah cara termudah untuk menempatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita.38 Metode mencatat yang baik harus membantu kita mengingat perkataan dan bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap materi, membantu mengorganisasi materi, dan memberikan wawasan baru. Peta pikiran (Mind Mapping) memungkinkan terjadinya semua hal itu.39 Teknik mencatat ini dikembangkan oleh Toni Buzan 1970-an dan didasarkan pada riset bagaimana cara kerja otak yang sebenarnya. Otak anda sering kali mengingat informasi dalam bentuk gambar, simbol suara, bentuk-bentuk, dan perasaan. Peta pikiran menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik ini dalam suatu pola ide-ide yang berkaitan, seperti peta jalan yang digunakan untuk belajar, mengorganisasikan, dan merencanakan. Peta ini dapat membangkitkan 36 Slameto, op.cit., hlm. 54. 37 Ibid., hlm. 60. 38 Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009), Cet. 7, hlm. 4. 39 Bobi de Porter dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2003), hlm. 175.
  • 27.
    14 ide-ide orisinal danmemicu ingatan yang mudah. Ini jauh lebih mudah dari metode pencatatan tradisional karena ini mengaktifkan kedua belahan otak anda (karena itu disebut dengan istilah “pendekatan keseluruhan otak”). Cara ini menenangkan, menyenangkan, dan kreatif. Pikiran anda tidak akan mandeg karena mengulangi catatan anda jika catatan-catatan tersebut dibuat dalam bentuk peta pikiran.40 Mencatat yang efektif adalah salah satu kemampuan terpenting yang pernah dipelajari orang. Bagi pelajar hal ini seringkali berarti perbedaan antara mendapatkan nilai tinggi atau rendah pada saat ujian. Alasan utama mencatat adalah bahwa mencatat meningkatkan daya ingat kebanyakan diri kita mengingat dengan sangat baik ketika menuliskannya. Tanpa mencatat dan mengulanginya, kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang mereka baca atau dengar kemarin. 41 Pencatatan yang efektif dapat menghemat waktu dengan membantu anda menyimpan informasi secara mudah dan mengingatnya kembali jika diperlukan. Selain metode yang efektif dalam pencatatan, peta pikiran berfungsi untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya. Peta pikiran juga ideal untuk menulis presentasi yang akan dilakukan karena dapat meringkas keseluruhan isi presentasi dalam satu halaman. Hanya memandang sekilas kertas catatan dapat mengingatkan topik diskusi selanjutnya, dengan kata-kata kunci yang segera membangkitkan ingatan. Peta pikiran juga akan berhasil untuk menulis laporan atau makalah, walaupun mungkin memerlukan lebih dari satu peta untuk topik-topik dengan banyak detail.42 Mind map juga merupakan peta hebat bagi ingatan, memungkinkan kita menyusun dan pikiran sedemikian rupa sehingga 40 Bobi De Poter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Penerjemah Alwiyah Abdurahman (Bandung: Mizan pustaka 1999), Cet. V. hlm. 152. 41 Ibid., hlm. 146-148. 42 Ibid., hlm. 160.
  • 28.
    15 cara kerja alamiotak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan dari pada teknik pencatatan tradisional.43 Tujuan mencatat adalah mendapatkan poin-poin kunci dari buku-buku, laporan, kuliah dan sebagainya. Catatan yang baik dan efektif membantu kita untuk mengingat detail-detail tentang poin-poin kunci, memahami konsep utama dan melihat kaitannya.44 Peta pikiran atau mind map merupakan cara kreatif bagi setiap siswa untuk menghasilkan gagasan, mencatat apa yang dipelajari atau merencanakan tugas baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah. Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Mengapa? karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. Di samping itu, peta pikiran juga memudahkan kita untuk mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci. Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk 43 Tony Buzan, op.cit., hlm. 5. 44 Bobi De Porter dan Mike Hernacki, op.cit., hlm. 150.
  • 29.
    16 berpikir rasional, analitis,berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa, dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan. Dalam proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal, dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi dikemudian hari. Tetapi, sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilan-keterampilan “otak kiri” yaitu matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan dari pada seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir secara kreatif.45 Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut, dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik. Mind map (peta pikiran) adalah suatu metode pencatatan yang berbeda dari bentuk pencatatan secara konvensional.46 Lebih lanjut, peta pikiran adalah teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau 45 http//ksupointer.com/2009/pembelajaran-dengan-peta-pikiran tgl 20 Februari 2009. 46 Yovan P. Putra, Memori dan Pembelajaran Efektif, (Bandung: CV: Yrama Widya, 2008), hlm. 257.
  • 30.
    17 teknik grafik sehinggalebih mudah memahaminya. Berikut ini disajikan perbedaan antara catatan tradisional (catatan biasa) dengan catatan pemetaan pikiran (mind mapping).47 Tabel 2.1. Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Mapping. Catatan Biasa Peta Pikiran (Mind Mapping) 1. Hanya berupa tulisan-tulisan saja 2. Hanya dalam satu warna 3. Untuk mereview ulang Memerlukan waktu yang lama 4. waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama 5. Statis 1. Berupa tulisan, symbol dan gambar 2. Berwarna-warni 3. Untuk mereview ulang diperlukan waktu yang pendek 4. Waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif 5. Membuat individu menjadi lebih kreatif. Dari uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping) adalah suatu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta pikiran memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka kan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. b. Cara Membuat Mind Map (Peta Pikiran) Karena mind map begitu mudah dan alami, bahan-bahan untuk membuat mind map sangatlah sedikit antara lain: 47 Iwan Sugiarto, Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berfikir Holistik dan Kreatif, (Jakarta: PT. Gramedia, 2004), hlm. 76.
  • 31.
    18 • Kertas kosongyang tak bergaris • Pena dan pensil warna • Otak • Imajinasi Cara membuat mind mapping adalah sebagai berikut: 1) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjang nya diletakkan mendatar. Mengapa? Karena memulai dari tengah kebebasan pada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami. 2) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. Mengapa? Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap lebih fokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita. 3) Gunakan warna. Mengapa? Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan. 4) Hubungkan gambar-gambar utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Mengapa? Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengingatkan dua atau tiga atau empat hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mengerti dan mengingat. 5) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Mengapa? Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang- cabang yang lurus dan organis, seperti cabang pohon jauh lebih menarik bagi mata. 6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Mengapa? Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. Setiap kata tunggal atau seperti pengganda, menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan karena lebih bisa memicu ide dan pikiran baru. 7) Gunakan gambar. Mengapa? Karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi bila kita mempunyai 10 gambar di dalam mind map kita, mind map kita sudah setara dengan 10.000 kata catatan. 48 Kiat-kiat untuk membuat mind mapping (peta pikiran) Ada beberapa kiat dalam pembuatan mind mapping (peta pikiran) antara lain: 48 Tony Buzan, op.cit., hlm. 14-16.
  • 32.
    19 1) Di tengahkertas buatlah lingkaran dari gagasan utama 2) Tambahkan sebuah cabang dari pusatnya untuk tiap-tiap poin kunci gunakan pulpen warna-warni. 3) Tuliskan kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang, kembangkan untuk menambahkan detail-detail. 4) Tambahkan simbol dan ilustrasi. 5) Gunakan huruf kapital 6) Tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf yang lebih besar. 7) Hidupkanlah peta pikiran anda. 8) Garis bawahi kata-kata tersebut dan gunakan huruf-huruf tebal. 9) Bersikap kreatif dan berani 10) Gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukkan poin-poin atau gagasan-gagasan. 11) Buatlah peta pikiran secara horisontal. 49 c. Fungsi Mind Map (Peta Pikiran) Menurut Tony Buzan, peta pikiran dapat membantu kita untuk banyak hal, yaitu : 1) Merencanakan 2) Berkomunikasi 3) Menjadi lebih kreatif 4) Menyelesaikan masalah 5) Memusatkan perhatian 6) Menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran 7) Mengingat dengan lebih baik 8) Belajar lebih cepat dan efisien Menurut Michael Michaliko dalam buku Cracking Creative Mind Mapping, mengatakan bahwa kegunaan peta pikiran adalah : 1) Mengaktifkan seluruh otak 2) Membereskan akal dari kekusutan mental 3) Memungkinkan kita fokus pada pokok bahasan. 4) Membantu menunjukkan hubungan antara bagian informasi- informasi yang saling terpisah. 5) Memungkinkan kita mengelompokkan konsep, dan membantu kita dalam membandingkan.50 d. Tujuan Pembuatan Mind map (Peta Pikiran) Peta pikiran mengajarkan cara mencatat yang sistematis dan mendorong aliran proses berfikir yang alami, yakni dengan menciptakan putaran umpan balik yang positif antara otak dan catatan. 49 Bobi De Poter dan Mike Hernacki, op.cit., hlm. 157. 50 Tony Buzan, op.cit., hlm. 6.
  • 33.
    20 Potensi otak menghasilkangagasan yang sangat tidak terbatas. Kemampuan ini dicapai secara maksimal jika membiarkan ide mengembara seperti air yang mengalir, bebas belum ada keinginan untuk menatanya.51 Tujuan peta pikiran adalah menciptakan atau menangkap pikiran serta data yang dianggap penting sesuai dengan cara sendiri, sedang membuat catatan merupakan kegiatan mengorganisasikan pikiran sendiri (kreativ, inovatif). Mencatat berarti meringkas pikiran orang lain seperti diekspresikan dalam buku, artikel, ceramah dan sebagainya.52 Tujuan membuat mind mapping adalah untuk mengingat segala sesuatu yang dipikirkan dalam pikiran yang berangkat dari gagas sentral. Karena pikiran akan mengeluarkan gagasan lebih cepat dari yang akan ditulis. Maka tidak boleh ada waktu sela dalam menulis. Jika berhenti akan melihat pena atau pensil bergetar diatas kertas. 53 e. Manfaat Mind Mapping Ada beberapa manfaat dalam penggunaan Mind mapping atau peta pikiran antara lain: 1) Fleksibel, jika seorang pembicara tiba-tiba teringat untuk menjelaskan suatu hal tentang pemikiran, anda dapat dengan mudah menambahkannya ditempat yang sesuai dalam peta pikiran anda tanpa harus kebingungan. 2) Dapat memusatkan perhatian, anda tidak perlu berfikir untuk menangkap setiap kata yang dibicarakan. Sebaliknya, anda dapat berkonsentrasi pada gagasan-gagasannya. 3) Meningkatkan pemahaman, ketika membaca tulisan atau laporan teknik, peta pikiran akan meningkatkan pemahaman dan memberikan catatan tinjauan ulang yang sangat berarti nantinya. 4) Menyenangkan, imajinasi dan kreativitas anda tidak terbatas. Dan hal itu menjadikan pembuatan dan peninjauan ulang catatan lebih menyenangkan.54 51 P. Pasaribu, T. Lukman, Melipatgandakan Potensi Otak Teknik Praktis Melejitkan Daya Ingat, (Jakarta: Gramedia 2005), hlm. 69. 52 Ibid., hlm. 70. 53 Tony Buzan. op.cit. hlm. 106. 54 Bobi De Poter dan Mike Hernacki, op.cit., hlm. 172.
  • 34.
    21 Menurut Tony Buzanmanfaat Mind Mapping adalah : 1) Memberi pandangan yang menyeluruh pokok masalah atau area yang luas. 2) Memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan- pilihan dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita berada. 3) Menghimpun dan menyimpan sejumlah data.55 4) Mendorong pemecahan masalah dengan menemukan jalan baru yang kreatif. 5) membuat anda mampu bersikap efisien. 6) Enak dilihat, dibaca, direnungkan dan diingat. 7) Menarik dan menahan perhatian mata/otak.56 f. Sistem Pembelajaran Mind Mapping Semua mind map mempunyai kesamaan semuanya menggunakan warna. Semuanya mempunyai struktur alami yang memancar dari pusat, semuanya menggunakan garis lengkung, symbol, kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian aturan yang sederhana, mendasar, alami dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan mind map, daftar informasi yang panjang dapat dialihkan menjadi diagram wana-warni, sangat teratur dan yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal.57 Mind map menjadi cara mencatat/meringkas yang mengakomodir cara kerja otak secara natural. Berbeda dengan catatan konvensional yang ditulis dalam daftar panjang kebawah, maka pada konsep mind map akan mengajak pikiran untuk membayangkan suatu subjek sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.58 Jika dengan catatan konvensional anak harus menghafal daftar panjang yang sudah anak buat dan seringkali ada yang terlewati. Sebaliknya dengan konsep mind map, secara mental anak membangun sebuah gambar yang dapat dibayangkan. 55 Tony Buzan, op.cit., hlm. 5. 56 Tony Buzan, Brain Child Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 71. 57 Tony Buzan, op.cit., hlm. 5. 58 Caroline Edward, Mind Mapping untuk Anak Sehat dan Cerdas, (Yogyakarta: Sakti, 2009), hlm. 63.
  • 35.
    22 Meringkas yang seringdigunakan dalam dunia pendidikan sesungguhnya hanya mengeksploitasi kerja otak kiri. Tak jarang anak menjadi bosan, karena bentuk ringkasannya tak jauh beda dengan teks inti. Mind map merupakan sistem terbaru yang didisain sesuai dengan kerja alami otak manusia. Gambar-gambar yang bebas dilukiskan anak dan bentuknya yang unik akan menyeimbangkan kerja kedua otak anak. Keseimbangan kerja otak inilah yang menyebabkan rasa senang pada anak saat belajar. Sistem mind map juga bisa digunakan anak pada saat menjelang ujian. Jadi anak tidak perlu membaca buku paket untuk mempelajari materi yang diujikan. Anak cukup membuka kembali hasil mind map yang sudah dibuatnya.59 Tentu ini membantu anak dalam proses belajarnya. g. Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi, terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping, yaitu: 1) Overview, tinjauan menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. 2) Preview, tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. Dengan demikian, siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. 3) Inview, tinjauan mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran, di mana suatu topik akan dibahas secara detail, terperinci dan mendalam. Selama Inview ini, siswa diharapkan dapat mencatat informasi, konsep atau rumus penting beserta grafik, daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. 4) Review, Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi, konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Hal ini akan dapat 59 Ibid., hlm. 67.
  • 36.
    23 membantu siswa untukfokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. 60 3. Pembelajaran Konvensional a. Definisi Pembelajaran Konvensional Proses belajar mengajar yang berkembang di kelas, pada umumnya ditentukan oleh peranan guru dan peserta didik. Dewasa ini pembelajaran masih menggunakan model konvensional, pembelajaran yang menjadi guru sebagai subjek yang aktif sedangkan peserta didik sebagai obyek yang pasif. Menurut Djamarah (1996) metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.61 Sedangkan peranan murid dalam metode ceramah yang penting adalah mendengarkan dengan teliti serta mencatat yang pokok-pokok yang dikemukakan oleh guru. Berkenaan dengan sifatnya metode yang demikian maka biasanya secara wajar metode ceramah dilaksanakan dalam hal apabila: 1) Guru akan menyampaikan fakta-fakta/kenyataan atau pendapat- pendapat di mana tidak ada bahan bacaan yang menerangkan fakta- fakta tersebut. 2) Guru harus menyampaikan fakta kepada murid-murid yang besar jumlahnya, sehingga metode lain tak mungkin dapat. 3) Guru menghendaki berbicara yang semangat untuk merangsang murid-murid mengerjakan sesuatu. 60 http://mahmuddin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran- mind-mapping/. 21 Februari 2010 14:30. 61 Pembelajaran Konvensional, http://Xpresriau.Com/Toroka/Artikel-Tulisan- Pendidikan/Pembelajaran-Konvensional/. 21 Februari 2010 14:30.
  • 37.
    24 4) Guru akanmenyimpulkan pokok penting yang telah dipelajari untuk memperjelas murid dalam melihat hubungan antara hal-hal yang penting lainnya. 5) Guru akan memperkenalkan hal-hal baru dalam rangka pelajaran yang lalu. b. Keuntungan Pembelajaran Konvensional Sebagai metode maka pemberian pembelajaran konvensional atau dengan ceramah memberi keuntungan dalam hal sebagai berikut: 1) Guru dapat menguasai seluruh arah kelas Sebab guru semata-mata berbicara langsung sehingga ia dapat menentukan arah itu dengan jalan menetapkan sendiri apa yang akan dibicarakan. 2) Organisasi kelas sederhana Dengan berceramah, persiapan satu-satunya yang diperlukan guru ialah buku cetak/bahan pelajaran. Pembicaraan ada kemungkinan sambil duduk atau berdiri. Murid-murid diharapkan mendengarkan secara diam. Maka mudah dimengerti bahwa jalan ini adalah yang paling sederhana untuk mengatur kelas dari pada penggunaan metode lain misalnya demonstrasi yang perlu alat-alat banyak, atau metode kelompok yang memerlukan pembagian kelas dalam kesatuan-kesatuan kecil untuk sesuatu tugas dan lain sebagainya. Meskipun demikian di atas dikatakan sederhana dan begitu pula tugas guru adalah lebih mudah dalam suasana tersebut, tetapi metode ceramah mempunyai batas-batas atau kelemahan-kelemahan dipandang dari segi kepentingan belajar murid-murid. Keburukan dalam hal ini yang pokok sebagai berikut: 1) Guru sukar mengetahui sampai di mana murid-murid telah mengerti pembicaraannya. Guru-guru sering menganggap bahwa karena murid-muridnya duduk dengan diam serta mendengarkan pembicaraannya, mereka itu sedang belajar.
  • 38.
    25 2) Murid seringkali memberi pengertian lain dari hal yang dimaksudkan guru. Hal ini disebabkan karena ceramah berupa rangkaian kata-kata yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan salah pengertian misalnya karena sifatnya yang abstrak, kabur, dan sebagainya.62 4. Materi Pokok Iman kepada Malaikat dan Makhluk Gaib a. Malaikat-Malaikat Allah SWT 1) Pengertian Iman Kepada Malaikat Allah SWT Kepercayaan kepada malaikat merupakan salah satu pokok ajaran Islam. Kepercayaan ini dinilai oleh ulama-ulama sebagai salah satu rukun Iman. Bukan saja tidak sempurna , tetapi tidak sah iman seorang muslim, apabila tidak percaya adanya malaikat dengan sifat-sifatnya yang dijelaskan agama.63 Malaikat adalah salah satu jenis makhluk gaib (yang tak dapat diindrakan) yang diciptakan Allah. Malaikat tidak memerlukan apapun yang bersifat fisik atau jasmani. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam hanya untuk mengabdi kepada Allah.64 Dalam penciptaan malaikat Allah berfirman sebagai berikut: ߉ôJptø:$#¬!Ì•ÏÛ$sùÏNºuq»yJ¡¡9$#ÇÚö‘F{$#urÈ@Ïã%y`Ïps3Í´¯»n=yJø9$#¸xß™â‘þ’Í<'ré&7pysÏZô_r& 4‘oY÷V¨By]»n=èOuryì»t/â‘ur4߉ƒÌ“tƒ’ÎûÈ,ù=sƒø:$#$tBâä!$t±o„4¨bÎ)©!$#4’n?tãÈe@ä.&äóÓx«Ö•ƒÏ‰s%ÇÊÈ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada 62 Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), Cet. I, hlm. 165-168. 63 M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi Jin, Iblis, Setan dan Malaikat dalam Al-Qur an- As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini, (Jakarta: Lentera Hati 2000), Cet. III, hlm. 246. 64 T. Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Aqidah dan Akhlak Jilid 1 Untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hlm. 84.
  • 39.
    26 ciptaan-Nya apa yangdikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu . (QS. Fatir 35: 1)65 Iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang ke dua. Yang dimaksud iman kepada Malaikat adalah mempercayai bahwa Allah mempunyai makhluk yang bernama malaikat yang diberi tugas untuk melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan dan menjadi penghubung antara Allah SWT dan para Rasul Nya untuk menyampaikan wahyu. Iman kepada Malaikat bersumber dari keimanan kepada Allah sebab keberadaan dan perintah mengimaninya berasal dari Allah.66 2) Sifat-sifat Malaikat Allah SWT Al-Qur’an menjelaskan bahwa Malaikat adalah hamba Allah yang mulia, tidak pernah durhaka, tidak pernah maksiat dan tidak pernah menentang Allah SWT.67 Seperti dalam firman Allah surat Al-Anbiya ayat 26-27. (#qä9$s%urx‹sƒªB$#ß`»oH÷q§•9$##V$s!ur3¼çmoY»ysö7ß™4ö@t/׊$t6ÏãšcqãBt•õ3•BÇËÏÈŸw¼çmtRqà)Î7ó¡o„ ÉAöqs)ø9$$Î/Nèdur¾ÍnÌ•øBr'Î/šcqè=yJ÷ètƒÇËÐÈ Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. (QS. Al-Anbiya: 26-27) 68 Malaikat adalah makhluk Allah yang gaib yang mempunyai sifat yang berbeda dengan manusia dan makhluk bumi lainnya. Diantara sifat-sifat malaikat adalah: a) Malaikat diciptakan dari Nur (Cahaya) b) Malaikat selalu taat tan berbakti serta bersujud pada Allah SWT, tidak pernah ingkar kepada Allah. 65 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahanya, (Semarang: CV Andi Gravika, 1994), hlm. 695. 66 Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, Aqidah Akhlak Kelas VII, hlm. 16. 67 T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 85. 68 Departemen Agama Republik Indonesia, op.cit., hlm. 498.
  • 40.
    27 c) Malaikat tidakmenyombongkan diri karena tidak punya nafsu d) Malaikat dapat berubah bentuk e) Malaikat selalu bertasbih dengan tidak mengenal lelah. Firman Allah dalam surat Al-Anbiya ayat 20 tbqßsÎm7|¡ç„Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#urŸwtbrçŽäIøÿtƒÇËÉÈ Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti- hentinya . (QS. Al-Anbiya: 20) 69 f) Malaikat tidak berjenis kelamin g) Malaikat tidak makan dan tidak minum h) Malaikat terjaga dari berbuat dosa (Maksum) i) Malaikat diciptakan Allah dengan tugas-tugas tertentu. 70 3) Nama Malaikat dan Tugasnya Nama-nama malaikat yang wajib diimani ada sepuluh. Kesepuluh nama malaikat itu antara lain sebagai berikut: a) Jibril Malaikat Jibril juga dinamai Ar-Ruh Al-Amin, dan Al- Qudus.71 Jibril adalah malaikat yang ditugasi oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada nabi atau rasul utusan Allah SWT. Dalam menyampaikan wahyu kepada nabi Muhammad SAW Jibril terkadang berwujud sebagai seorang laki-laki yang berpakaian serba putih dan terkadang dengan wujud aslinya.72 Firman Allah tentang tugas Jibril dalam surat An-Najm ayat 4-5: ÷bÎ)uqèdžwÎ)ÖÓórur4ÓyrqãƒÇÍȼçmuH©>tã߉ƒÏ‰x©3“uqà)ø9$#ÇÎÈ Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (QS. An-Najm: 4-5) 73 69 Ibid., hlm. 497. 70 Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, op.cit., hlm. 20. 71 M. Quraish Shihab, op. cit., hlm.268. 72 T. Ibrahim dan H. Darsono, op. cit., hlm. 85-86. 73 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 871.
  • 41.
    28 b) Mikail Pada dasarnyasemua rezeki datangnya dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Mikail. Tugas dari malaikat Israfil antara lain: (1) Memberikan rezeki yang kepada semua makhluk yang ada di alam ini (2) Mengatur angin, hujan dan tanaman. c) Israfil Malaikat Izrafil bertugas meniup sangka kala (terompet) pada hari kiamat, peniupan sangka kala itu ada 3 (tiga) macam. (1) Nafhul faza yaitu peniupan yang menakutkan (mengejutkan) yang menyebabkan rusak binasanya alam jagad raya pada hari kiamat. (2) Nafhul Shaqi yaitu peniupan yang memusnahkan segala sesuatu. (3) Nafhul Ba ats yaitu peniupan yang membangkitkan manusia seluruhnya untuk dikumpulkan dan dihisab amalnya. Tiupan sangka kala malaikat Isrofil merupakan awal kehidupan di Akhirat.74 Seperti dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 51 y‡ÏÿçRur’ÎûÍ‘q•Á9$##sŒÎ*sùNèdz`ÏiBÏ^#y‰÷`F{$#4’n<Î)öNÎgÎn/u‘šcqè=Å¡YtƒÇÎÊÈ Dan ditiuplah sangkalala, Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (QS. Yasin: 51) 75 d) Izrail Bertugas mencabut nyawa makhluk hidup bila ajal telah tiba. Pada garis besarnya ada dua macam cara malaikat dalam mengambil nyawa manusia. Cara pertama adalah mencabut nyawa dengan keras dan cara yang kedua mencabut nyawa 74 Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, op.cit., hlm. 19. 75 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 711.
  • 42.
    29 dengan cara lemahlembut. Orang yang dicabut nyawanya dengan keras adalah orang kafir dan durhaka, sedang yang diambil nyawanya dengan lemah lembut adalah nyawa orang- orang yang taat kepada Allah.76 Tercantum pada ayat Al- Qur’an surat As-Sajdah ayat 11 *ö@è%Nä39©ùuqtGtƒà7n=¨BÏNöqyJø9$#“Ï%©!$#Ÿ@Ïj.ãröNä3Î/¢OèO4’n<Î)öNä3În/u‘šcqãèy_ö•è?ÇÊÊÈ Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan . (QS. As-Sajdah: 11) 77 e) Raqib Malaikat Raqib bertempat disebelah kanan manusia bertugas mencatat seluruh perbuatan baik manusia. Seperti firman Allah dalam surat Az-Zukhruf ayat 80 ÷Pr&tbqç7|¡øts†$¯Rr&ŸwßìyJó¡nSöNèd§ŽÅOßg1uqøgwUur44’n?t/$uZè=ß™â‘uröNÍkö‰y‰s9tbqç7çFõ3tƒÇÑÉÈ Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? sebenarnya (kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. (QS. Az-Zukhruf: 80) 78 f) Atid Malaikat Atid bertempat disebelah kiri manusia dan bertugas mencatat segala amal buruk manusia. Malaikat Rokib dan Atid disebut juga malaikat kiromal katibin dan kelak Allah akan mengumpulkan manusia di alam mahsyar untuk meminta pertanggung jawaban perbuatan mereka di dunia dan Allah membagikan buku catatan perbuatan manusia.79 Firman Allah dalam surat Qaaf ayat 18 $¨BàáÏÿù=tƒ`ÏB@Aöqs%žwÎ)Ïm÷ƒy‰s9ë=‹Ï%u‘Ó‰ŠÏGtãÇÊÑÈ 76 M. Quraish Shihab, op.cit., hlm. 296. 77 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 661. 78 Ibid., hlm. 804. 79 Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, op.cit., hlm. hlm 19.
  • 43.
    30 Tiada suatu ucapanpunyang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf: 18)80 Kedua malaikat pengawas tersebut tidak /belum mencatat niat buruk seseorang sebelum niat itu diwujudkan dalam bentuk nyata. Berbeda dengan niat baik, mereka mencatatnya walaupun belum diwujudkan.81 g) Munkar Malaikat Munkar bertugas menanyai amal baik manusia yang sudah mati di alam kubur. h) Nakir Malaikat Nakir bertugas menanyai amal jelek manusia yang sudah mati di alam kubur. i) Malik Malaikat Malik diberi tugas untuk menjaga neraka. Firman Allah dalam Surat At-Tahrim ayat 6 $pkš‰r'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#þqè%ö/ä3|¡àÿRr&ö/ä3‹Î=÷dr&ur#Y‘$tR$ydߊqè%urâ¨$¨Z9$#äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæîps3Í´¯»n=tBÔâŸxÏî׊#y‰Ï©žwtbqÝÁ÷ètƒ©!$#!$tBöNèdt•tBr&tbqè=yèøÿtƒur$tBtbrâ•sD÷sムHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6) 82 j) Ridwan Malaikat Ridwan diberi tugas menjaga surga. 83 Firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73 80 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 853. 81 M. Quraish Shihab, op. cit., hlm. 296 . 82 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 951. 83 T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 87.
  • 44.
    31 t,‹Å™uršúïÏ%©!$#(#öqs)¨?$#öNåk®5u‘’n<Î)Ïp¨Zyfø9$##·•tBã—(#Ó¨Lym#sŒÎ)$ydrâä!%y`ôMysÏGèùur $ygç/ºuqö/r&tA$s%uróOçlm;$pkçJtRt“yzíN»n=y™öNà6ø‹n=tæóOçFö7ÏÛ$ydqè=äz÷Š$$sùtûïÏ$Î#»yzÇÐÌÈ Dan orang-orang yangbertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS. Az-Zumar: 73) 84 b. Makhluk Gaib Selain Malaikat Makhluk gaib selain malaikat yang diciptakan Allah bermacam-macam, antara lain jin, iblis, dan setan. 1) Jin Jin berasal dari alam tersendiri. Ia tidak termasuk dalam alam manusia, juga tidak termasuk dalam alam malaikat. Ada persamaan manusia dengannya, yaitu sama-sama memiliki akal, pengetahuan dan kemampuan memilih yang baik dan yang buruk. Namun ada per bedaan yang menonjol antara jin dan manusia. Yaitu perbedaan dalam hal kejadiannya, jin diciptakan dari api sedang manusia diciptakan dari tanah liat.85 Banyak sekali ayat Al-Quran yang redaksinya dapat dijadikan dalil ada mahluk yang berwujud yang bernama jin. Makhluk itu tidak diciptakan Allah, kecuali seluruh aktivitas mereka berakhir menjadi pengabdian pada-Nya:86 $tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#uržwÎ)Èbr߉ç7÷èu‹Ï9ÇÎÏÈ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS. Adz-Dzariyaat: 56)87 84 Departemen Agama Republik Indonesia, op.cit., hlm. 756 85 Umar Sulaiman, Misteri Alam Jin dan Setan. (Semarang: Pustaka Rizki Putra 2006) hlm. 1 86 M. Quraish Shihab, op. cit., hlm. 35 87 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 862.
  • 45.
    32 Jin adalah makhlukgaib yang diciptakan dari nyala api, Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rahman ayat 15 sebagai berikut: t,n=yzur¨b!$yfø9$#`ÏB8lÍ‘$¨B`ÏiB9‘$¯RÇÊÎÈ Dan Dia menciptakan jin dari nyala api. (QS. Ar-Rahman: 15) 88 Jin ada yang beriman dan ada yang kafir. Seperti firman Allah dalam surat Al-Ahqaf ayat 29 øŒÎ)ur!$oYøùuŽ|Ày7ø‹s9Î)#•xÿtRz`ÏiBÇd`Éfø9$#šcqãèÏJtGó¡o„tb#uäö•à)ø9$#$£Jn=sùçnrçŽ|Øym(#þqä9$s% (#qçFÅÁRr&($£Jn=sùzÓÅÓè%(#öq©9ur4’n<Î)OÎgÏBöqs%z`ƒÍ‘É‹Y•BÇËÒÈ Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (QS. Al- Ahqaf: 29) 89 2) Iblis atau Setan Iblis adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah SWT dari api. Sifat dasar iblis adalah sombong dan durhaka kepada Allah SWT. Dalam tafsir Ibnu Kasir dijelaskan bahwa dahulu iblis salah satu golongan malaikat. Allah memberi tugas iblis untuk menjaga langit dunia dan memberantas jin durhaka yang saat itu menguasai bumi. Dengan adanya tugas itu iblis merasa paling mulia kedudukannya daripada malaikat yang lain. Karena sifat kesombongan itulah, Allah menguji iblis. Allah memerintahkan semua malaikat sujud kepada nabi Adam AS, makhluk yang baru saja diciptakan-Nya. Semua malaikat menaati perintah Allah SWT, mereka sujud kepada Nabi Adam kecuali iblis. Terbuktilah ujian Allah kepada iblis. Iblis dengan sombongnya memandang rendah 88 Ibid., hlm. 886. 89 Ibid., hlm. 827.
  • 46.
    33 nabi adam ASyang diciptakan dari tanah. Menurut iblis tanah lebih rendah daripada api.90 Setan adalah makhluk yang sifatnya menggoda manusia agar terjerumus ke lembah dosa. Menurut surah an Nas, setan dapat berasal dari manusia ataupun jin. Dengan demikian setan adalah makhluk gaib yang durhaka langsung kepada Allah SWT dan berusaha menggoda manusia untuk berbuat dosa. Setan adalah sifat yang jahat yang tersembunyi di dalam diri jin dan manusia, yang dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Setan adalah profesi atau sebutan dari kalangan jin dan manusia yang jahat yang senantiasa mengganggu manusia supaya terjerumus dalam kesesatan dan kekafiran.91 Allah SWT berfirman dalam surat Al-Araf ayat 12 sebagai berikut: tA$s%$tBy7yèuZtBžwr&y‰àfó¡n@øŒÎ)y7è?ó•sDr&(tA$s%O$tRr&׎ö•yzçm÷ZÏiBÓÍ_tFø)n=yz`ÏB9‘$¯R ¼çmtGø)n=yzur`ÏB&ûüÏÛÇÊËÈ Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS. Al-Araf: 12) 92 Sedangkan makhluk yang membangkang, iblis atau setan selalu menggoda manusia agar terjerumus kedalam kehidupan yang nista, jauh dari petunjuk hidup yang benar. Firman Allah dalam surat Al-Araf ayat 16-17 tA$s%!$yJÎ6sù‘ÏZoK÷ƒuqøîr&¨by‰ãèø%V{öNçlm;y7sÛºuŽÅÀtLìÉ)tFó¡ãKø9$#ÇÊÏȧNèOOßg¨Yu‹Ï?Uy.`ÏiBÈû÷üt/ öNÍk‰É‰÷ƒr&ô`ÏBuröNÎgÏÿù=yzô`tãuröNÍkÈ]»yJ÷ƒr&`tãuröNÎgÎ=ͬ!$oÿw¬(Ÿwur߉ÅgrBöNèdt•sVø.r&šúïÌ•Å3»x© 90 T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 89. 91 Abu Aqila, Meluruskan Pemahaman Alam Gaib dengan Syariat, (Jakarta: Senayan Abadi Publishing 2005). Cet 2. hlm 52. 92 Departemen Agama Republik Indonesia, op. cit., hlm. 222.
  • 47.
    34 Iblis menjawab: "KarenaEngkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). QS. Al-Araf: 16-17) 93 Dengan memperhatikan beberapa ayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa iblis atau setan adalah makhluk yang senantiasa menggoda manusia agar berbuat durhaka kepada Allah swt. Berbagai cara diupayakan iblis atau setan sehingga banyak manusia yang tergoda. c. Perilaku yang Mencerminkan Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah dan Makhluk Gaib Selain Malaikat Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu kemantapan hati, ucapan dan perbuatan. Iman kepada Malaikatpun perlu dibuktikan dengan perbuatan nyata setiap hari, antara lain meneladani sifat taat Malaikat kepada Allah SWT. Adapun sekap meneladani ketaatan Malaikat kepada Allah SWT antara lain: 1) Senantiasa berusaha untuk menaati Allah SWT. (baik melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan Nya) sebagaimana ketaatan Malaikat kepada Allah SWT. 2) Bersikap tawaduk kepada Allah SWT dan mengagungkan Nya, misalnya membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. 3) Bersikap hati-hati dalam hidup ini, tidak melanggar hukum Allah SWT sebagaimana Malaikat tidak maksiat kepada Nya.94 B. Kajian Penelitian Yang Relevan Buku yang berjudul Buku Pintar Mind Map, Tony Buzan menyatakan bahwa Mind Map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Mind Map adalah 93 Ibid., 223. 94 T. Ibrahim dan H. Darsono, op.cit., hlm. 91.
  • 48.
    35 cara mencatat yangkreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita. Mind Map juga merupakan peta perjalanan yang hebat bagi ingatan. Karena memberikan kemudahan dalam mengatur segala fakta dan hasil pemikiran yang melibatkan cara kerja alami otak sejak awal. Ini berarti bahwa upaya untuk mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari akan lebih mudah, serta lebih dapat diandalkan daripada menggunakan cara pencatatan tradisional. 95 Buku yang berjudul Quantum Teaching Mempraktekkan Quantum Learning di Ruang Kelas karya Bobbi Deporter dkk, yang diterjemahkan oleh Ary Nilandari mengatakan bahwa peta pikiran membantu siswa menangkap pikiran dan gagasan pada kertas dengan jelas, lengkap dan mudah. Metode yang sesuai dengan otak ini membuat informasi lebih mudah dimengerti dan diingat kembali dan memaksimalkan momen belajar. Metode mencatat yang baik harus membantu kita mengingat perkataan dan bacaan, mengingatkan pemahaman terhadap materi, dan memberikan wawasan baru, peta pikiran (Mind Mapping) memungkinkan terjadinya semua itu. 96 Skripsi Kristanti (4401405010) FMIPA Jurusan Biologi UNNES yang berjudul Efektivitas Pembelajaran Sistem Pencernaan melalui Kombinasi Model Jigsaw dan Peta Pikiran di SMA N Jumapolo Kab. Karanganyar Tahun Pelajaran 2008/2009. Menyimpulkan bahwa kombinasi metode jigsaw dan peta pikiran dapat dipertimbangkan guru sebagai metode alternatif metode pembelajaran, karena secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar para peserta didik. 97 Skripsi Arif Purnawan (4301401035) FMIPA Jurusan Kimia UNNES yang berjudul Peningkatan Efektifitas Pembelajaran Kimia Siswa SMA kelas X dengan Metode Pemetaan Pikiran (Mind-Mapping) Menggunakan CD 95 Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008), Cet. 6, hlm. 4 96 Bobi de Porter dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2003), hlm. 175. 97 Kristiani, Efektivitas belajar system pencernaan melaui kombinasi model jigsaw dan peta pikiran di SMA N Jumapolo Kab. Karanganyar Tahun Ajaran 2008/2009. (Semarang FMIPA UNNES Semarang 2009), hlm iv
  • 49.
    36 Pembelajaran Interaktif padaMateri Pokok Hidrokarbon Tahun Pelajaran 2004/2005 menyimpulkan bahwa metode mind mapping menggunakan CD pembelajaran sangat efektif dalam pembelajaran kimia. 98 Dari kajian penelitian yang telah diteliti tersebut, penelitian ini mencoba bagaimana efektifitas mind mapping dalam pembelajaran Aqidah Akhlak materi iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat, tanpa disertai dengan metode pembelajaran lainnya. C. Pengajuan Hipotesis Hipotesis dapat didefinisikan sebagai suatu dugaan sementara yang diajukan seorang peneliti yang berupa pernyataan-pernyataan untuk diuji kebenarannya.99 Menurut Sutrisno Hadi, hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar juga mungkin salah, akan ditolak jika salah dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkan.100 Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan penggunaan mind mapping akan lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional pada materi pokok Iman Kepada Malaikat- Malaikat Allah dan Makhluk Gaib Selain Malaikat pada peserta didik kelas VII MTs NU 1 Bumijawa tahun ajaran 2009/2010. 98 Arif Purnawan, Efektifitas Pembelajaran Kimia Siswa SMA kelas X dengan Metode Pemetaan Pikiran (Mind-Mapping) Menggunakan CD Pembelajaran Interaktif pada Materi Pokok Hidrokarbon Tahun Pelajaran 2004/2005. (Semarang FMIPA UNNES Semarang 2005), hlm iv 99 Tulus Winarsunu, Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, (Malang: UMM Press, 2007), Cet. 4, hlm. 9. 100 Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, (Yogyakarta: Andi Offset, 2001), hlm. 63.
  • 50.
    37 BAB III METODE PENELITIAN D.Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan dan alasan pemilihan judul di atas, maka dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar materi pokok iman kepada malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat antara siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan mind mapping dibanding dengan pembelajaran yang tidak menggunakan mind mapping. E. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Maret s.d. 15 April 2010 yang meliputi perencanaan penelitian, pelaksanaan, analisis data, dan penyusunan laporan. Perincian waktunya sebagai berikut: Tabel 2 Perincian Waktu Penelitian Bulan, Tahun 2010 No Nama Kegiatan Januari Februari Maret April 1 Perencanaan 2 Pelaksanaan 3 Analisis Data 4 Penyusunan Laporan 2. Tempat penelitian Penelitian ini berlokasi di MTs NU 01 Bumijawa.
  • 51.
    38 F. Variabel Penelitian Untukmendapatkan jawaban atas permasalahan yang menjadi fokus penelitian kuantitatif, pusat studi hampir sepenuhnya pada variabel. Studi tentang variabel tersebut dilakukan secara individual (terisolasi dari variabel lain) atau secara stimulan (dikaitkan dengan variabel lain) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas. Kata variabel berasal dari bahasa inggris variable dengan arti ubahan, faktor tak tetap, gejala yang dapat diubah-ubah, atau keadaan yang kemunculannya berbeda-beda pada setiap subjek.101 Sebagaimana judul yang tertera pada bagian awal skripsi dalam penelitian komparasi ini terdapat 2 variabel. Variabel dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel bebas Variabel bebas atau variabel independent adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah yang penggunaan Mind Mapping. 2. Variabel terikat Variabel terikat atau variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas.102 Variabel terikat dalam penelitian ini hasil belajar siswa kelas VII semester II MTs NU 01 Bumijawa tahun ajaran 2009/2010 pada materi pokok iman kepada malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat. G. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara/teknik yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.103 Sedangkan penelitian adalah upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk menjawab 101 Muhammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Angkasa, 1993), hlm. 26. 102 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: CV. Alfabeta, 2007), Cet. 12, hlm. 4. 103 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), Cet. 2, hlm. 53.
  • 52.
    39 kebenaran.104 Jadi metode penelitianadalah cara seseorang untuk mendapatkan fakta/ kebenaran dengan sabar, hati-hati dan sistematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu dengan sengaja mengusahakan timbulnya variabel-variabel dan selanjutnya dikontrol untuk dilihat pengaruhnya terhadap hasil belajar. penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap kondisi yang terkendalikan. Oleh karena itu, dalam penelitian eksperimen ada perlakuan (treatment), dan adanya kelompok kontrol.105 Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh data tentang efektifitas pembelajaran dengan penggunaan mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik Rancangan penelitian menggunakan desain control group pre-test and post-test. Sebelum pelajaran Aqidah Akhlak diberikan, siswa pada kelas eksperimen dan kontrol diberi pre-test untuk mengetahui tingkat kemampuan masing-masing siswa. Hasil pre-test tersebut digunakan untuk membentuk kelompok-kelompok belajar, yang masing-masing memiliki kemampuan berbeda-beda. Kelompok yang diteliti ada 2 yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kondisi perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pemberian pembelajaran dengan mind mapping, sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelompok kontrol ini berfungsi sebagai pembanding. H. Populasi, Sampel dan Tehnik Pengambilan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII MTs NU 01 Bumijawa. Populasi ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII A dan kelas VII B. 2. Sampel 104Mardalis, Metode Penelitian suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), hlm. 24 . 105Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfa Beta, 2006), hlm. 80 .
  • 53.
    40 Sampel adalah kelompokkecil individu yang dilibatkan langsung dalam penelitian. Disini tidak menggunakan sampel karena semua populasi dijadikan sampel. Sampel yang digunakan adalah semua populasi kelas VII-A yang berjumlah 30 peserta didik dan kelas VII-B yang berjumlah 30 peserta didik. 3. Teknik pengambilan sampel. Adapun teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah tehnik cluster sampling yaitu pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Salah satu kelas bertindak sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan penggunaan metode mind mapping yaitu kelas VII A, sedangkan kelas lainnya sebagai kelas kontrol yang diajar dengan metode ceramah yaitu kelas VII B. I. Tehnik Pengumpulan Data 1. Dokumentasi Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.106 Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data mengenai data nama peserta didik yang termasuk populasi dan sampel penelitian, data nilai ulangan harian peserta didik, dan data lain yang berkaitan. 2. Tes hasil belajar Tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.107 Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian108 . 106 Ibid., hlm. 181. 107 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000), Cet. 2, hlm. 170. 108 Ibid., hlm. 66.
  • 54.
    41 Tes dipergunakan untukmemperoleh data tentang hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan berupa tes objektif (multiple choice) yang berbentuk pilihan ganda. Masing-masing item soal pilihan ganda terdiri dari 4 alternatif jawaban dengan 1 jawaban yang benar. Dalam penelitian ini , tes digunakan untuk mengukur hasil belajar aqidah akhlak siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes hasil belajar yang digunakan adalah pre tes dan post tes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes bentuk objektif. Tes ini dilaksanakan setelah kelompok eksperimen (kelas VII-A) dikenai perlakuan yaitu melalui pembelajaran dengan mind mapping. Sebelum tes diberikan, soal tes terlebih dahulu diujicobakan kepada kelas selain kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran dari tiap-tiap butir soal. Jika ada butir-butir soal yang tidak valid maka dilakukan perbaikan pada soal tes tersebut. Tes yang sudah melewati tahap perbaikan dan valid akan diberikan pada kelas sampel. Langkah-langkah penyusunan perangkat tes adalah sebagai berikut: a. Menentukan tujuan tes. b. Menetapkan ruang lingkup tes. c. Membuat kisi-kisi. d. Menentukan jumlah soal dengan mempertimbangkan waktu dan kesulitan soal. e. Uji coba instrumen. f. Menganalisis hasil uji coba yang meliputi analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. g. Mengadakan revisi terhadap soal-soal yang dirasa kurang baik dengan mendasarkan pada data yang diperoleh sewaktu uji coba109 . J. Tehnik Analisis Data 109 Inc I. Amirman Yousda, Penelitian dan Statistik Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), hlm. 61.
  • 55.
    42 Dari semua datayang terkumpul selama penelitian, kemudian dianalisis secara teoritik yaitu dengan: 1. Uji Coba Instrumen Penelitian Instrumen yang telah disusun kemudian diujicobakan pada kelas lain yaitu kelas uji coba. Dari hasil uji coba kemudian dianalisis untuk, menentukan soal-soal yang layak dipakai untuk instrumen penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah item-item tes tersebut sudah memenuhi syarat tes yang baik atau tidak. Instrumen merupakan alat pengumpulan data penelitian. Adapun langkah-langkah penelitian merancang instrument penelitian: a. Mengidentifikasi variable-variabel dalam rumusan penelitian. b. Mengembangkan variabel-variabel ke dalam konstruk dimensi-dimensi yang mana dapat dikaji dalam teori yang telah dirumuskan oleh peneliti. c. Merumuskan kisi-kisi instrumen.110 Adapun analisis yang digunakan untuk menguji instrumen adalah : a. Uji Instrumen 1) Validitas Untuk menguji validitas soal pilihan ganda digunakan korelasi point biserial karena skor 1 dan 0 saja. Adapun korelasi point biserial sebagai berikut. q p S MM r t tp pbis − = Keterangan: rpbis= Koefisien korelasi point biseral Mp = Rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal Mt = Rata-rata skor total St = Standar deviasi skor total 110 Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), (Jakarta: GP Press, 2008), Cet. 1, hlm. 94.
  • 56.
    43 p = Proporsipeserta didik yang menjawab benar ) siswaseluruhjumlah benarmenjawabyangsiswabanyaknya p( = q = Proporsi peserta didik yang menjawab salah (q = 1 - p) Setelah dihitung r dibandingkan dengan rtabel (r-point biseral) dengan taraf signifikansi 5%, jika rhitung > rtabel maka dikatakan soal valid.111 2) Reliabilitas Reliabilitas digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk perhitungan reliabilitas dalam penelitian ini digunakan rumus sebagai berikut:         −       − = ∑ 2 2 11 1 S pqS k k r Keterangan: r11 = reliabilitas instrumen p = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar q = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p) ∑ pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q k = jumlah butir soal S2 = varian total Rumus varian: ( ) N N x x S ∑ ∑− = 2 2 2 111 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), Cet.9, hlm.79.
  • 57.
    44 Setelah dihitung, kemudianhasil r11 yang didapat dibandingkan dengan harga r product moment. Harga rtabel dihitung dengan taraf signifikansi 5% dan k sesuai dengan jumlah butir soal. Jika r11 rtabel, maka dapat dinyatakan butir soal tersebut reliabel. 3) Tingkat Kesukaran Soal Rumus yang digunakan untuk mengetahui kesukaran soal112 adalah: JS B P = Keterangan: P = Indeks kesukaran B = Banyak peserta didik yang menjawab soal dengan benar JS = Jumlah seluruh peserta didik peserta tes Klasifikasi tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut: IK = 0.00 : Butir soal terlalu sukar 0,00 < IK ≤ 0,30 : Butir soal sukar 0,30 < IK ≤ 0,70 : Butir soal sedang 0,70 < IK ≤ 1 : Butir soal mudah IK = 1 : Butir soal terlalu mudah 4) Daya Pembeda Soal Dalam penelitian ini untuk mencari daya pembeda digunakan metode split half yaitu membagi kelompok yang dites menjadi dua bagian, kelompok pandai atau kelompok atas dan kelompok kurang pandai atau kelompok bawah. Angka yang menunjukkan daya pembeda disebut indeks diskriminasi113 , menggunakan rumus: B B A A J B J B D −= Keterangan: D = Daya beda soal 112 Ibid., hlm. 208. 113Ib id., hlm.213-214.
  • 58.
    45 BA = Jumlahpeserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar BB = Jumlah peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar JA = Jumlah kelompok atas JB = Jumlah kelompok bawah Klasifikasi indeks daya beda soal adalah sebagai berikut: D = 0.00 - 0,20 : Daya beda jelek D = 0,02 - 0,40 : Daya beda cukup D = 0,40 - 0,70 : Daya beda baik D = 0,70 - 1,00 : Daya beda baik sekali D = negatif, semuanya tidak baik. b. Uji Prasyarat 1) Normalitas Data Uji normalitas digunakan untuk menentukan statistik yang akan digunakan dalam mengolah data, yang paling penting adalah untuk menentukan apakah kelas tersebut berdistribusi normal atau tidak. Rumus yang digunakan adalah uji Chi-Kuadrat. Analisis Chi-Kuadrat merupakan analisis statistik nonparametric, dengan menggunakan skala nominal dan ordinal dalam bentuk angka dan frekuensi yang berupa data skor.114 Prosedur penggunaan rumus Chi-Kuadrat sebagai berikut: a) Menentukan rentang (R), yaitu data terbesar dikurangi data terkecil. b) Menentukan banyak kelas interval (k) dengan rumus: k = 1 + (3,3) log n c) Menentukan panjang interval (P), dengan rumus: sBanyakkela Rgn P )(tanRe = d) Membuat table distribusi frekuensi. 114 Iskandar, op.cit., hlm. 111.
  • 59.
    46 e) Menentukan bataskelas (bk) dari masing-masing kelas interval. f) Menghitung rata-rata Xi( X ), dengan rumus: ∑ ∑= i ii f xf X fi = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas Xi xi = Tanda kelas interval g) Menghitung variansi, dengan rumus: ( ) ( )1 22 2 − − = ∑ ∑ nn xfxfn s iiii h) Menghitung nilai Z, dengan rumus: s XX Z − = i) Menentukan luas daerah tiap kelas interval (Ld). Z1 – Z2 j) Menghitung frekuensi ekspositori (Ei), dengan rumus: Ei = n x Ld dengan n jumlah sampel. k) Membuat daftar frekuensi observasi (Oi), dengan frekuensi ekspositori sebagai berikut: Kelas Bk Z Ld Ei Oi ( ) i ii E EO − l) Menghitung nilai Chi-Kuadrat (X2 ), dengan rumus: ( ) ∑= − = K 1i i 2 ii2 E EO X m) Menentukan derajat kebebasan (dk) dalam perhitungan ini, data disusun dalam daftar distribusi frekuensi yang terdiri atas k buah kelas interval sehingga untuk menentukan kriteria pengujian digunakan rumus: dk = k – 1 adalah banyaknya kelas interval, dan taraf nyata α = 0,05.
  • 60.
    47 n) Menentukan hargaX2 tabel. o) Menentukan distribusi normalitas dengan kriteria pengujian: Tolak Ho X2 hitung ≥ X2 tabel Terima Ho jika X2 hitung < X2 tabel.115 2) Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data tersebut homogen atau tidak. Pengujian homogenitas data dilakukan dengan uji Bartllet yang langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Data dikelompokkan untuk menentukan frekuensi varians dan jumlah kelas b) Membuat tabel uji Bartlett seperti di bawah ini: Harga-harga yang perlu untuk uji Bartlett 2 k 2 2 2 1o .......:H σ=σ=σ Sampel ke Dk 1/dk 2 iS log 2 iS (dk) log 2 iS 1 2 . . . . k n1 – 1 n2 – 1 . . . . nk – 1 1/(n1 – 1) 1/(n2 – 1) . . . . 1/(nk – 1) 2 iS 2 2S . . . 2 kS log 2 iS log 2 2S . . . log 2 kS (n1 – 1) log 2 iS (n2 – 1) log 2 2S . . . (nk – 1) log 2 kS Jumlah ( )∑ −1ni ( )∑ −1n/1 i ( )∑ −1ni log 2 iS Dimana: ni = frekuensi kelas ke-i Si = variansi kelas ke-i c) Menguji varians gabungan dari semua sampel S2 = ( )∑ −1ni 2 iS / ( )∑ −1ni d) Menghitung satuan B dengan rumus: B = (log 2 S ) ( )∑ −1ni 115 Sudjana, Metode Statistik, (Bandung, Tarsito, 2002), hlm. 47-236 .
  • 61.
    48 e) Menghitung X2 denganrumus: ( ) ( ){ }∑ −−= 2 ii 2 Slog1nB10lnX f) Membandingkan X2 hitung dengan X2 tabel dengan peluang (1–α ) dan dk = (k – 1). Apabila X2 hitung < X2 tabel maka data berdistribusi homogen.116 c. Analisis data Analisis data adalah proses pengolahan data guna menyederhanakan fenomena yang ada, agar lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan guna digeneralisasi. Dalam proses ini seringkali digunakan fungsi statistik.117 Untuk menganalisis data penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus t-test sebagai berikut: Misal : π adalah rata-rata σ adalah simpangan baku Jika: 1) 21 σ≠σ         +        − = 2 2 2 1 2 1 21 n S n S XX t 2) Jika 21 σ=σ 21 21 n 1 n 1 S XX t + − = dengan ( ) ( ) 2nn S1nS1n S 21 2 22 2 112 −+ −+− = Keterangan: 1X = rata-rata sampel kelas eksperimen 2X = rata-rata sampel kelas kontrol 116 Ibid., hlm. 237-238. 117 Iskandar, loc.cit.
  • 62.
    49 S1 = simpanganbake kelas eksperimen S2 = simpangan buku gabungan n1 = banyaknya kelas eksperimen n2 = banyaknya kelas kontrol.118 Kriteria pengujian yang berlaku adalah terima Ho jika t hitung < t tabel dengan menentukan dk = (n1 + n2 - 2), taraf signifikan α = 5 % dan peluang (1 –α ). 118 Sudjana, op.cit., hlm. 239.
  • 63.
    50 BAB IV HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini adalah hasil studi lapangan untuk memperoleh data dengan teknis test setelah dilakukan suatu pembelajaran yang berbeda antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pembelajaran yang digunakan pada kelompok eksperimen menggunakan mind mapping, sedangkan kelompok kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Maret sampai dengan 15 April 2010, bertempat di MTs NU 1 Bumijawa, Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal di kelas VII semester genap tahun ajaran 2009/2010. Sebelum kegiatan penelitian ini dilaksanakan, peneliti menentukan materi pelajaran yaitu materi iman kepada malaikat Allah dan makhluk gaib selain Malaikat serta menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk kelas eksperimen. B. Analisis data dan Pengujian Hipotesis Sebelum dilakukan analisis data hasil penelitian terlebih dahulu dilakukan analisis soal uji coba yang digunakan untuk menganalisis test sebagai instrument dalam penelitian ini. Hasil analisis butir soal adalah sebagai berikut: 1. Analisis Validitas Test Uji validitas digunakan untuk menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang tidak valid berarti memiliki validitas rendah. Berdasarkan perhitungan validitas butir soal diperoleh:
  • 64.
    51 Tabel 4.1 Prosentase ValiditasButir Soal No Kriteria Nomor Soal Jumlah ) Prosentase (%) 1 2 Valid Tidak Valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 19, 21, 23, 24, 27, 28, 31, 32, 34, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 47, 48, 49, 50 17, 18, 20, 22, 25, 26, 27, 29, 30, 33, 35, 46 38 12 76 % 24 % Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1 dan 2. 2. Analisis Reliabilitas Setelah uji validitas dilakukan, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas pada instrumen tersebut. Uji reliabilitas instrument digunakan untuk mengetahui ketepatan suatu tes apabila diteskan pada subjek yang sama. Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas butir soal diperoleh r11 = 0.9487. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3. 3. Analisis Indeks Kesukaran Uji Indeks Kesukaran digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaran soal itu apakah sedang, sukar atau mudah. Berdasarkan hasil perhitungan indeks kesukaran butir soal diperoleh: Tabel 4.2 Prosentase Indeks Kesukaran Butir Soal No Kriteria Nomor Soal Jumlah ) Prosentase (%) 1 2 3 Sukar Cukup (sedang) Mudah - 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 36, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 46, 47, 50 16, 27, 35, 37, 45,48, 49 0 41 9 0 % 82 % 18 % Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4.
  • 65.
    52 4. Analisis DayaBeda Berdasarkan hasil perhitungan daya beda butir soal diperoleh sebagai berikut: Tabel 4.3 Prosentase Daya Beda Butir Soal No Kriteria Nomor Soal Jumlah ) Prosentase (%) 1 2 3 Baik Cukup Jelek 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 19, 21, 23, 24, 27, 28, 31, 32, 34, 36, 37, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 47, 48, 49, 50. 4, 17, 18 20, 22, 25, 29, 30, 33, 35, 38. 26, 46. 37 11 2 74 % 22 % 4 % Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5. Setelah instrumen penelitian yang berupa tes diujicobakan dan dianalisis kemudian dilakukan pengujian hipotesis dari data hasil belajar. 1. Analisis Tahap Awal Tabel 4.4 Nilai Pre Test Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kelompok Eksperimen Kelompok KontrolNo Kode Pre Test Kode Pre Test 1 E – 01 45 K-01 50 2 E – 02 78 K-02 53 3 E – 03 60 K-03 43 4 E – 04 54 K-04 56 5 E – 05 56 K-05 52 6 E – 06 43 K-06 63 7 E – 07 60 K-07 53 8 E – 08 32 K-08 73 9 E – 09 36 K-09 53 10 E – 10 53 K-10 70
  • 66.
    53 11 E –11 52 K-11 41 12 E – 12 55 K-12 50 13 E – 13 65 K-13 56 14 E – 14 60 K-14 53 15 E – 15 49 K-15 71 16 E – 16 58 K-16 56 17 E – 17 59 K-17 46 18 E – 18 49 K-18 61 19 E – 19 46 K-19 76 20 E – 20 68 K-20 56 21 E – 21 36 K-21 53 22 E – 22 48 K-22 63 23 E – 23 42 K-23 43 24 E – 24 60 K-24 45 25 E – 25 50 K-25 60 26 E – 26 56 K-26 40 27 E – 27 66 K-27 42 28 E – 28 69 K-28 30 29 E – 29 79 K-29 40 30 E – 30 60 K-30 23 a. Uji Normalitas Untuk menguji kenormalan distribusi populasi digunakan uji Chi Kuadrat. Nilai awal yang digunakan untuk menguji normalitas distribusi f adalah nilai pre-test peserta didik MTs NU 1 Bumijawa kelas VII semester genap materi pokok Iman kepada malaikat dan makhluk gaib selai malaikat. Perhitungan uji normalitas terhadap kelompok eksperimen diperoleh (χ2 ) hitung = 9,673 untuk kelompok kontrol (χ2 ) hitung = 10,079 dengan α =5% dan dk = 6-1 = 5, sedangkan (χ2 ) tabel = 11,070
  • 67.
    54 sehingga dapat dikatakanbahwa data untuk populasi pada penelitian ini yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal karena (χ2 ) hitung < (χ2 ) tabel. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 18 dan 19. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui seragam tidaknya variasi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama pada nilai awal (pre-test). Dari perhitungan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh Fhitung= 3,346 dengan α = 5% dan dk = k-1 = 2-1=1 diperoleh Ftabel = 3,841. Karena Fhitung < Ftabel maka F berada pada daerah penerimaan Ho, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok tersebut homogen karena mempunyai varians yang sama. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 20. c. Uji kesamaan dua rata-rata Uji kesamaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai rata-rata yang sama atau tidak berbeda pada tahap awal. Rata-rata kedua kelompok dikatakan tidak berbeda apabila -t(1-1/2α) < thitung < t(1-1/2α)(n1+n2-2) dengan taraf signifikansi α = 5%, dk = 30 + 30 - 2 = 58. Dari perhitungan diperoleh thitung = 0,803 dan ttabel = 2,002. Karena thitung < ttabel maka Ho diterima sehingga dapat dikatakan bahwa rata-rata kedua kelompok tidak ada perbedaan, artinya kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai kondisi yang sama. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 21.
  • 68.
    55 2. Analisis TahapAkhir (Uji Hipotesis) Tabel 4.5 Nilai Post Tes Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol No Kode Nilai Kode Nilai 1 E – 01 76 K-01 80 2 E – 02 84 K-02 64 3 E – 03 80 K-03 80 4 E – 04 76 K-04 80 5 E – 05 84 K-05 80 6 E – 06 84 K-06 76 7 E – 07 68 K-07 72 8 E – 08 84 K-08 80 9 E – 09 84 K-09 72 10 E – 10 84 K-10 80 11 E – 11 92 K-11 72 12 E – 12 84 K-12 72 13 E – 13 78 K-13 72 14 E – 14 80 K-14 72 15 E – 15 84 K-15 72 16 E – 16 80 K-16 72 17 E – 17 80 K-17 80 18 E – 18 80 K-18 76 19 E – 19 84 K-19 89 20 E – 20 80 K-20 76 21 E – 21 76 K-21 80 22 E – 22 68 K-22 88 23 E – 23 76 K-23 72 24 E – 24 84 K-24 72 25 E – 25 74 K-25 76
  • 69.
    56 26 E –26 84 K-26 80 27 E – 27 84 K-27 80 28 E – 28 94 K-28 84 29 E – 29 84 K-29 76 30 E – 30 72 K-30 80 a. Uji normalitas hasil belajar (post-test) Untuk uji normalitas hasil belajar nilai yang digunakan adalah nilai post test peserta didik peserta didik MTs NU 1 Bumijawa Tegal Kelas VII semester genap materi iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat. Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh untuk kelas eksperimen (χ2 ) hitung = 9,039, untuk kelas kontrol (χ2 ) hitung = 7,613 dengan α = 5% dan dk = 6-1 = 5, sedangkan (χ2 ) tabel = 11,070 maka kedua kelompok berdistribusi normal karena (χ2 ) hitung < (χ2 ) tabel. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 24 dan 25. b. Uji homogenitas nilai post-test Nilai yang digunakan untuk menguji homogenitas hasil belajar adalah nilai post-test peserta didik MTs NU 1 Bumijawa Kelas VII Semester genap materi pokok Iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat. Berdasarkan perhitungan uji homogenitas hasil belajar diperoleh Varians kelompok eksperimen = 34,064 dan Varians kelompok kontrol = 28,833 sehingga diperoleh Fhitung = 0,201 dengan α = 5% dan dk = k-1= 2-1=1 diperoleh Ftabel = 3,841. Karena Fhitung < Ftabel maka F berada pada daerah penerimaan Ho, sehingga dapat dikatakan kedua kelompok homogen, karena mempunyai varians yang sama. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 26.
  • 70.
    57 c. Uji Perbedaanrata-rata hasil belajar Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji perbedaan dua rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji t yang digunakan adalah uji t satu pihak yaitu pihak kanan. Sedangkan nilai yang digunakan adalah nilai post-test. Dengan taraf signifikansi α = 5%, dk = 30 + 30 -2 = 58, peluang = 1-α = 1-0,05 = 0,95 dari daftar distribusi t didapat ttabel =1,672.Berdasarkan perhitungan hasil penelitian diperoleh thitung = 2,693 dan ttabel = 1,672. Kriteria pengujian Ho diterima jika thitung < ttabel. Karena pada penelitian ini thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 27. C. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar dengan menggunakan mind mapping, pada peserta didik MTs NU 1 Bumijawa Tegal Kelas VII Semester genap pada materi pokok Iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari hasil test awal yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 54,800 sedangkan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 52,377. Berdasarkan uji kesamaan dua rata-rata diperoleh thitung = 0,803 dan ttabel = 2,002. Pada analisis data awal yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh (χ2 ) hitung < (χ2 ) tabel yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil berdistribusi normal dan mempunyai homogenitas yang sama. Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. Pengetahuan awal yang sama dalam penelitian ini diketahui dari nilai pre-test peserta didik kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan VII B
  • 71.
    58 sebagai kelas kontrolmateri pokok Iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat. Selanjutnya pada kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran Aqidah akhlak dengan menggunakan mind mapping, sedangkan pada kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Setelah pembelajaran selesai, kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diberi test akhir yang sama. Dari hasil test yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 80,733 sedangkan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 76,833. Berdasarkan uji perbedaan rata-rata satu pihak yaitu uji pihak kanan diperoleh thitung = 2,693 dan ttabel = 1,672. Karena thitung > ttabel berarti Ho ditolak, artinya bahwa hasil belajar Aqidah Akhlak kedua kelompok tersebut berbeda secara nyata atau signifikan. Maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar dengan menggunakan mind mapping lebih baik daripada hasil belajar dengan pembelajaran konvensional. 0 2 4 6 8 10 12 Interval Nilai Frekuensi Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 1 7 11 8 2 1 Kelas Eksperimen 3 1 6 8 7 5 64 - 68 69 - 73 74 - 78 79 - 83 84 - 88 89 - 93
  • 72.
    59 D. Keterbatasan Penelitian Meskipunpenelitian ini sudah dikatakan seoptimal mungkin, akan tetapi peneliti menyadari bahwa penelitian ini tidak terlepas adanya kesalahan dan kekurangan, hal itu karena keterbatasan-keterbatasan di bawah ini: 1. Keterbatasan Waktu Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terpancang oleh waktu, karena waktu yang digunakan sangat terbatas. Maka peneliti hanya memiliki sesuai keperluan yang berhubungan dengan penelitian saja. Walaupun waktu yang peneliti gunakan cukup singkat akan tetapi bisa memenuhi syarat-syarat dalam penelitian ilmiah. 2. Keterbatasan Kemampuan Penelitian tidak lepas dari pengetahuan, oleh karena itu peneliti menyadari keterbatasan kemampuan khususnya pengetahuan ilmiah. Tetapi peneliti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan penelitian sesuai dengan kemampuan keilmuan serta bimbingan dari dosen pembimbing. 3. Keterbatasan Materi dan Tempat Penelitian Penelitian ini terbatas pada materi perbandingan kelas VII semester genap di MTs NU 1 Bumijawa. Apabila dilakukan pada materi dan tempat berbeda kemungkinan hasilnya tidak sama. 4. Keterbatasan Biaya Hal terpenting yang menjadi faktor penunjang suatu kegiatan adalah biaya, begitu juga dengan penelitian ini. Peneliti menyadari bahwa dengan biaya yang dikeluarkan yang dapat peneliti sajikan walaupun penelitian ini sudah layak, akan tetapi masih terdapat banyak kekurangan, hal itu semata-mata adalah keterbatasan biaya penelitian.
  • 73.
    60 BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Berdasarkanhasil analisis data penelitian diperoleh nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 80,733 dan kelompok kontrol 76,833, sehingga dapat disimpulkan nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada nilai kelompok kontrol. Pada uji perbedaan dua rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol digunakan uji pihak kanan dan diperoleh thitung = 2.693 dengan ttabel = 1.672, karena thitung > ttabel dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran lebih efektif daripada pembelajaran konvensional peserta didik pada materi pokok iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat kelas VII semester genap di MTs NU 1 Bumijawa, Tegal tahun ajaran 2009/2010 dengan penggunaan mind mapping. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan: 1. Bagi para pendidik a. Pendidik dapat mengarahkan peserta didik agar berpikir kreatif. b. Pendidik berupaya menumbuhkan dan menciptakan interaksi pembelajaran yang kondusif sehingga peserta didik dapat memperoleh prestasi belajar yang baik. 2. Bagi para peserta didik a. Dalam pembelajaran diharapkan peserta didik menggunakan mind mapping dalam meringkas materi pelajaran, agar pembelajaran lebih menyenankan dan tidak membosankan. b. Dalam pembelajaran diharapkan peserta didik bersikap aktif. c. Dalam pembelajaran peserta didik mampu meningkatkan prestasi belajarnya dengan maksimal.
  • 74.
    61 3. Bagi sekolah aDapat memberikan sumbangan yang baik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memahami kebutuhan peserta didik. b Pihak sekolah hendaknya memberi dukungan yang penuh dalam kegiatan pembelajaran dengan memberikan sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan. 4. Bagi para orang tua Diharapkan orang tua dapat meningkatkan motivasi belajar anak dengan membantu belajar di rumah sehingga anak akan terbiasa berinteraksi dengan lingkungannya baik di sekolah maupun di rumah. C. Penutup Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini tidak bisa terlepas dari kekurangan. Hal ini semata-mata merupakan keterbatasan ilmu dan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan yang akan datang agar mencapai kesempurnaan. Akhirnya penulis hanya berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya. Amin…
  • 75.
    62 DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, Mulyono,Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1999. Abror, Abdur Rachman, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993. Ali, Muhammad, Strategi Penelitian Pendidikan, Bandung: PT. Angkasa, 1993. AM, Sadiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2001. Aqila, Abu, Meluruskan Pemahaman Alam Gaib dengan Syariat, Jakarta: Senayan Abadi Publishing 2005, Cet 2. Arifin, Mulyati, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Bandung: UPI, 2000. Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, Cet.9. Aziz, Sholeh Abdul, dan Abdul Aziz Abdul Majid, at Tarbiyah wa Thuruqu at Tadris, Juz 1, Mesir: Darul Ma'arif, 1968. Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2007. Basir, M. Muzamil, dan M. Malik M. Said, Mudkhola ilal Manahij wa Thuruqut Tadris, Mekkah: Darul liwa', t.th. Buzan, Tony, Brain Child Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005. Buzan, Tony, Buku Pintar Mind Map, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009, Cet. 7. Darsono, Max, Belajar dan Pembelajaran, Semarang: IKIP Semarang Press, 2000. Dedy, Sugono, Tim Redaksi Kamus Pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, Jakarta: Pusat Bahasa, 2004. Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur an dan Terjemahanya, Semarang: CV Andi Gravika, 1994. Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.
  • 76.
    63 Djamarah, Syaiful Bahri,dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002, Cet. 2. Edward, Caroline, Mind Mapping untuk Anak Sehat dan Cerdas, Yogyakarta: Sakti, 2009. Forum MGMP Aqidah Akhlak MTs Kabupaten Tegal, Aqidah Akhlak Kelas VII. Gunawan, Adi W., Genius Learning Strategi Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelerated Learning, Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi, 2004. Hadi, Sutrisno, Metodologi Research I, Yogyakarta: Andi Offset, 2001. Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003, Cet.3. Hasan, Muhammad Tholhah, Islam dan Masalah Sumberdaya Manusia, Jakarta: Lantabora Press, 2005. http//ksupointer.com/2009/pembelajaran-dengan-peta-pikiran tgl 20 Februari 2009. http://mahmuddin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta- pikiran-mind-mapping/. 21 Februari 2010 14:30. Ibrahim, T., dan H. Darsono, Membangun Aqidah dan Akhlak Jilid 1 Untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah, Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009. Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), Jakarta: GP Press, 2008, Cet. 1. Mardalis, Metode Penelitian suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara, 1999 . Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000, Cet. 2. Morgan, Clifford T., Introduction to Psychology, Sixth Edition, New York: Mc. Graw Hill International Book Company, 1971. Mujib, Abdul, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006 Cet. 1. Mulyasa, E., Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005. __________., Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007, Cet. 11.
  • 77.
    64 Pasaribu, P., danT. Lukman, Melipatgandakan Potensi Otak Teknik Praktis Melejitkan Daya Ingat, Jakarta: Gramedia 2005. Pembelajaran Konvensional, http://Xpresriau.Com/Toroka/Artikel-Tulisan- Pendidikan/Pembelajaran-Konvensional/. 21 Februari 2010 14:30. Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: P.N. Balai pustaka,1990. Porter, Bobi de, dkk., Quantum Teaching: Orchestrating Student Success, Bandung: PT Mizan Pustaka, 2003. Poter, Bobi De, dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Penerjemah Alwiyah Abdurahman Bandung: Mizan pustaka 1999, Cet. V. Putra, Yovan P., Memori dan Pembelajaran Efektif, Bandung: CV: Yrama Widya, 2008. Shihab, M. Quraish, Yang Tersembunyi Jin, Iblis, Setan dan Malaikat dalam Al- Qur an-As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini, Jakarta: Lentera Hati 2000, Cet. III. Slameto, Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1995. Sudjana, Metode Statistik, Bandung, Tarsito, 2002. Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002. Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004. Sugiarto, Iwan, Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berfikir Holistik dan Kreatif, Jakarta: PT. Gramedia, 2004. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfa Beta, 2006 . Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: CV. Alfabeta, 2007, Cet. 12. Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004. Sulaiman, Umar, Misteri Alam Jin dan Setan. Semarang: Pustaka Rizki Putra 2006.
  • 78.
    65 Suryosubroto, Proses BelajarMengajar di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002, Cet. I. Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007. Winarsunu, Tulus, Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, Malang: UMM Press, 2007, Cet. 4. Winkel, W.S., Psikologi Pengajaran, Jakarta: PT Gramedia, 1999. Yousda, Inc I. Amirman, Penelitian dan Statistik Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1993.
  • 79.
    66 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Yangbertanda tangan dibawah ini: Nama : Samsul Ma’arif Tempat Tanggal Lahir : Tegal, 28 November 1986 Jenis Kelamin : Laki-laki Fakultas/Jurusan : Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam Nim : 3105430/053111430 Alamat Asal : Ds. Cempaka Rt 02 Rw 03 Kec. Bumijawa, Kab. Tegal 52466 RIWAYAT PENDIDIKAN 1. SD N Cempaka 02 Lulus Tahun 1999 2. MTs NS Jejeg Lulus Tahun 2002 3. MAN Babakan Lulus Tahun 2005 4. IAIN Walisongo semarang Angkatan 2005 Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Semarang, 01 Juni 2010 Penulis, Samsul Ma’arif NIM. 3105430
  • 80.
  • 81.
  • 82.
  • 83.
  • 84.
  • 85.
  • 86.
  • 87.
    74 KISI – KISISOAL UJI COBA PENELITIAN Satuan Pendidikan : MTs NU 1 Bumijawa Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak Kelas / Semester : VIII / II Materi Pokok : Iman kepada Malaikat –malaikat Allah dan makhluk gaib selain Malaikat Alokasi Waktu : 80 menit Jumlah Soal : 50 Bentuk Soal : Pilihan Ganda. Standar Kompetensi : Meningkatkan keimanan kepada Malaikat Allah dan makhluk gaib selain Malaikat Bentuk Tes Kompetensi Dasar Materi Indikator Pilihan Ganda 2.1 Menjelaskan pengertian iman kepada malaikat Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis 2.2 Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya Malaikat Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis. 2.3 Menjelaskan tugas dan Sifat Malaikat Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis 2.4 Menerapkan perilaku beriman kepada Malaikat Allah swt. Dan makhluk Gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis Aqidah 1. Menjelaskan pengertian iman kepada malaikat Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis 2. Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya Malaikat Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis. 3. Menjelaskan tugas dan Sifat Malaikat Allah swt. Dan makhluk gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis. 4. Menerapkan perilaku beriman kepada Malaikat Allah swt. Dan makhluk Gaib selain Malaikat seperti Jin, Setan dan Iblis. 1,3, 10,17, 32, 46 5, 13, 14, 34, 35, 38, 42 2, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 36, 37, 39, 41, 43, 44, 45, 47, 48, 49, 15, 16, 40, 50
  • 88.
    75 SOAL UJI COBAPENELITIAN Mata pelajaran : Aqidah Akhlak Kelas/semester : VII / II Alokasi : 80 Menit Hari / Tanggal : PETUNJUK UMUM 1. tulislah nama, kelas dan nomor absen disudut kiri atas pada lembar jawaban yang tersedia. 2. periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum menjawab 3. periksalah pekerjaan sebelum diserahkan kepada pengawas PETUNTUK KHUSUS Berilah tanda silang pada huruf a,b,c atau d pada jawaban yang tepat ! 1. Mempercayai bahwa Allah SWT yang telah menciptakan makluk gaib tanpa wajib mengetahui khakekat wujudnya... a. pengertian iman kepada Allah b. penertian iman kepada kitab-kitab Allah c. pengertian Iman kepada Rasul d. pengertian kepada Malaikat 2. Rasulullah sering menerima pembelajaran dan juga wahyu yang disampaikan oleh Malaikat ... a. Ridwan b. Rokib c. Isrofil d. Jibril
  • 89.
    76 3. Beriman kepadamalaikat berarti mempercayai dengan sepenuh hati bahwa malaikat termasuk makluk... a. Allah yang taat b. Mulia c. Beriman d. Gaib 4. Malaikat yang bertugas mengatur Rizki kepada semua makhluk Allah adalah Malaikat... a. Jibril b. Izroil c. Malik d. Mikail 5. Menurut surahat at-Tahrim ayat 6, malaikat yang dinyatakan keras dan kasar adalah Malaikat... a. Ridwan b. Malik c. Israfil d. Izrail 6. Peniupan sangkakala oleh malaikat Isrofil yang membangkitkan manusia seluruhnya untuk dikmpulkan dan dihisab amalnya dinamakan... a. Nafkhul faza b. Nafkhul ba’ats c. Nafkhul shaqi d. Tiupan terompet 7. Nama lain malaikat penjaga neraka adalah... a. Ruhul Kudus b. Ruhul Amin c. Malaikat Zabaniyah d. Kiraman Katibin 8. Malaikat terjaga dari perbuatan dosa, disebut... a. Ma’lum
  • 90.
    77 b. Makdum c. Marfu’ d.Ma’sum 9. Malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa adalah... a. Malaikat Izroil b. Malaikat Isrofil c. Malaikat Malik d. Malaikat Rokib 10. Orang yang tidak mempercayai adanya malaikat tidak akan sempurna imanya sebab... a. Malaikat adalah makhluk Gaib b. Malaikat salah satu jenis makhluk ciptaan Allah c. Malaikat diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang setia kepadanya. d. Beriman kepada malaikat salah satu dari pokok-pokok kepercayaan dalam Islam 11. Malaikat yang mendapatkan julukan ” Ruhul Amin”... a. Ridwan b. Jibril c. Malik d. Israfil 12. Kiraman Katibin Adalah nama lain dari... a. Jin yang beriman b. Ifrit c. Malaikat Rokib dan Atid d. Malaikat penjaga Neraka 13. Allah berfirman ”...mereka tidak berbicara mendahului-Nya...” (Surat al- Anbiya ayat 27) dengan firman ini menunjukan bahwa malaikat... a. Amat banyak jumlahnya b. Tidak memerlukan makan c. Sangat hormat kepada-Nya d. Tidak dapat diindrakan
  • 91.
    78 14. Allah Berfirmandalam surat Al-Anbiya ayat 20 tbqßsÎm7|¡ç„Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#urŸwtbrçŽäIøÿtƒÇËÉÈ menjelaskan sifat malaikat yang... a. Senantiasa Bersujud b. Mendoakan orang mu’min c. Selalu bertasbih siang malam d. Senantiasa taat pada Allah 15. Sifat-sifat malaikat yang patut diteladani adalah... a. Selalu taat pada perintah Allah b. Selalu makan dan minum c. Tidak bersujud pada Allah d. Bersifat sombong 16. Khikmah beriman kepada Malaikat antara lain... a. Lebih senang bermaksiyat b. Enggan malakukan maksiyat c. Allah perlu bantuan d. Kita hidup lebih pasif 17. Iman seseorang tidak akan diakui apabila tidak mempercayai adanya alam gaib karena... a. Makhluk gaib memang ada b. Makhluk gaib memang dicipta Allah juga c. Beriman kepada makhluk gaib termasuk rukun islam d. Beriman kepada makluk gaib termasuk pokok-pokok kepercayaan dalam Islam 18. Makhluk gaib ciptaan Allah yang dibagi menjadi dua golongan (beriman dan Kafir) adalah... a. Jin
  • 92.
    79 b. Setan c. Iblis d.Malaikat 19. Allah menghukum Iblis karena kesombonganya, dengan adanya hukuman tersebut Iblis... a. Menyatakan bersedia menerima hukuman Allah b. Keberatan untuk menerima hukuman Allah c. Berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya d. Berjanji akan maenghalang-halangi manusia dari jalan yang benar (Islam) 20. Malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia... a. Rokib b. Atid c. Malik d. Mungkar 21. Makhluk yang tidakmau tunduk kepada Adam adalah... a. Iblis b. Jin c. Malaikat d. Hewan 22. Yang menyebabkan Iblis tidak mau sujud (hormat) kepada nabi Adam adalah... a. Karena derajat Nabi Adam dibawahnya b. Karena derajat Iblis di atas Nabi Adam c. Karena tingkat kemulianya lebih baik dari Nabi Adam d. Karena merasa dirinya lebih mulia dari Nabi Adam 23. Allah menciptakan Setan dari... a. Cahaya b. Api c. Lumpur d. Tanah
  • 93.
    80 24. Setan selalumengajak Manusia untuk mengerjakan perbuatan... a. Keji dan Mungkar b. Baik dan Buruk c. Susah dan Senang d. gembira 25. Godaan setan terhadap manusia bertujuan supaya manusia bertempat di... a. Surga b. Bumi c. Langit d. Neraka 26. Kegiatan Setan dan Iblis dalam sehari-hari adalah... a. yang Mengajak kebaikan b. Makan c. Minum d. Berbuat hal-hal dilarang Allah 27. Setan selalu mengajak kepada keburukan, dan setan yang tampak biasanya berwujud... a. Malaikat b. Para normal c. Dukun d. Manusia 28. Salah satu perbedaan Malaikat denga Iblis adalah... a. Iblis tidak patuh kepada Allah, Malaikat patuh kepada Allah b. Iblis makhluk gaib, Malaikat makhluk nyata c. Iblis bisa manjelma sesuatu, malaikat tidak bisa menjelma sesuatu... d. Iblis tidak berkembang biak, maikat tidak berkembang biak 29. Tugas-tugas yang dijalankan para Malaikat berkaitan kehidupan... a. Malaikat itu sendiri b. Allah c. Para Nabi dan Rasul d. Manusia
  • 94.
    81 30. Yang bertugasmenanyai manusia setelah berada di alam kubur adalah malaikat... a. Mungkar dan Nakir b. Rokoib dan Atid c. Izroil d. Malik 31. Malaikat yang sangat bengis adalah malaikat... a. Izroil b. Asrofil c. Malik d. Atid 32. Iman kepada malaikat harus berdasarkan... a. Akal pikiran manusia b. Hadis Nabi c. Al-Qur’an d. Pendapat ulama 33. Ciri-ciri malaikat diantaranya adalah... a. Bekelamin b. Tidak berkelamin c. Berkembang biak d. Memiliki sifat-sifat tuhan 34. firma Allah surat az-Zukhruf ayat 77 menjelaskan tugas malaikat... (#÷ryŠ$tRurà7Î=»yJ»tƒÇÙø)u‹Ï9$uZøŠn=tãy7•/u‘(tA$s%/ä3¯RÎ)šcqèWÅ3»¨BÇÐÐÈ a. Malik b. Ridwan c. Rokib d. Atid
  • 95.
    82 35. Firma Allahsurat az-Zukhruf ayat 80 menjelaskan tugas malaikat... ÷Pr&tbqç7|¡øts†$¯Rr&ŸwßìyJó¡nSöNèd§ŽÅOßg1uqøgwUur44’n?t/$uZè=ß™â‘uröNÍkö‰y‰s9tbqç7çFõ3tƒÇÑÉÈ a. Mungkar dan Nakir b. Rokib dan Atid c. Mikail d. rokib 36. Tugas dari malaikat Jibril adalah... a. kabar gembira b. berita duka c. wahyu d. peristiwa 37. Manusia dan jin memiliki kesamaan, kecuali... a. memiliki akal b. memiliki nafsu c. bahan penciptanya d. menjalankan syareat agama 38. Ayat dibawah ini berisi tentang... $tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#uržwÎ)Èbr߉ç7÷èu‹Ï9ÇÎÏÈ a. jin adalah makhluk allah yang paling taat beribadah b. dahulu iblis adalah ketua malaikat c. manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain d. Ibadah kepada Allah adalah tujuan diciptakanya manusia dan jin 39. Allah Swt menciptakan makhluk gaib yang terbuat dari api dan mempunyai tugas menyembah kepada Allah. Jenis ini dinamakan... a. Jin b. Setan c. Iblis d. Malaikat
  • 96.
    83 40. Manfaat mempercayaimakhluk gaib adalah... a. Berteman dengan makhluk gaib b. Berhati-hati dalam kehidupan c. Mengetahui jumlah makhluk gaib d. Mengetahui alam gaib 41. Peniupan yang memusnanahkan segala sesuatu disebut... a. Nafhul faza b. Nafhul shaqi c. Nafsul ba’ats d. Nafsul mtmainnah 42. Surat al-Kahfi ayat 99 dibawah ini menerangkan tugas malaikat... *$uZø.t•s?uröNåk|Õ÷èt/7‹Í´tBöqtƒßlqßJtƒ’Îû<Ù÷èt/(y‡ÏÿçRur’ÎûÍ‘q•Á9$#öNßg»uZ÷èyJpgmú$Yè÷HsdÇÒÒÈ a. Isrofil b. Izroil c. Rokib d. Atid 43. Penyebab Adam terusir dari surga adalah... a. Melangggar larangan Allah b. Kurang tekun dalam beribadah c. Bosan disurga d. Memakan buah-buahan sorga 44. Berbeda dengan Makluk gaib lainya tugas Iblis hanya… a. Menaati perintah dan menjauhi larangan Allah b. Menjaga keharmonisan antara manusia dan alam gaib c. Menyesatkan manusia d. Mengajak manusia kejalan yang benar
  • 97.
    84 45. Ruhul Qudusadalah nama malaikat... a. Isrofil b. Ridwan c. Mikail d. Jibril 46. Beriman kepada malaikat termasuk bagian dari rukun iman yang ke-... a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat 47. Allah hanya membekali Malaikat dengan... a. Nafsu b. Perasaan c. Akal d. Akal dan Nafsu 48. Setiap orang muslim yang beriman harus yakin bahwa segala tingkah lakunya selalu diawasi olehdan mencatatnya oleh Malaikat... a. Jibril b. Rokib c. Atid d. Rokib dan Atid 49. Semua manusia bertemu dengan malaikat Izrofil ketika... a. Berada dialam arwah b. Ketika hendak lahir ke dunia c. Berada dialam barzah d. Hendak mati (sakaratul maut) 50. Amal baik manusia akan dicatat oleh malaikat... a. Raokib b. Atid c. Ridwan d. Jibril
  • 98.
    85 KUNCI JAWABAN SOALUJICOBA PENELITIAN 1. a 2. d 3. d 4. d 5. b 6. a 7. c 8. d 9. a 10. d 11. b 12. c 13. c 14. c 15. a 16. b 17. d 18. a 19. d 20. b 21. a 22. d 23. b 24. a 25. d 26. d 27. d 28. a 29. d 30. a 31. c 32. c 33. b 34. a 35. b 36. c 37. c 38. d 39. a 40. b 41. b 42. a 43. a 44. c 45. d 46. b 47. c 48. d 49. d 50. a
  • 99.
    86 DAFTAR SISWA UJICOBA NO NAMA KODE 1 ADE AGUNG SAPURA C-1 2 AHMAD AFRIZAL MALNA C-2 3 AHMAD FAUZI C-3 4 AHMAD MUHSININ C-4 5 AKHMAD RIZAL C-5 6 ANA MIFTAKHUL JANAH C-6 7 ASTRI AMALIA C-7 8 ELOK FAIKOH C-8 9 FAIZ HIDAYATI C-9 10 HIMATUL AZIZAH C-10 11 INAYAH C-11 12 INAYATUL AWALIYAH C-12 13 KHOERUL IBNU ZAMANI C-13 14 LINDA MUSTIKA NINGSIH C-14 15 M. AJI ARDIANSAH C-15 16 M. AUFI C-16 17 M. HABIBI C-17 18 M. MUSTOPA AQIL C-18 19 MAHMUDIN C-19 20 MAMLUATUN NIKMAH C-20 21 MAYATUL AMALIYA C-21 22 MAZIDATUL ILMIYAH C-22 23 MUBAROK ALI MAKZUMI C-23 24 MUHAMAD IZZI C-24 25 MUKHAROM C-25 26 NUR HALIMATU SADIYAH C-26 27 NURUL FITRIYANI C-27 28 RINA RIWAYATI C-28 29 RISNA YANTI FITRIYANA C-29 30 UZER ALI C-30 31 ZAKIYATUL LAELI C-31
  • 100.
    87 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELASEKSPERIMEN) Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak Kelas/Semester : VII Pertemuan Ke- : l Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan mahluk gaib selain malaikat Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan pengertian iman kepada malaikat- malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat, seperti Jin, Iblis dan Setan. Indikator : 2.1.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT. 2.1.2 Siswa dapat menjelaskan pengertian iman kepada makhluk gaib selain malaikat seperti Jin, Iblis dan Setan. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat. II. Uraian Materi Pembelajaran • Iman kepada Malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat III. Metode Pembelajaran Ceramah . IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pengorganisasian
  • 101.
    88 No Kegiatan PembelajaranPeserta Didik Waktu 1. 2. 3. Pendahuluan Guru memberikan salam pembuka dan mengontrol kehadiran peserta didik. Guru memberikan motivasi kepada siswa. Guru menjelaskan prosedur pretest. K K K 10 menit 4. 5. 6. Kegiatan Inti Guru membagikan soal pretest materi iman kepada malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat. Pretest digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum mendapatkan pembelajaran. Siswa mengerjakan lembar pretest. Siswa mengumpulkan lembar jawaban pretest. Guru mengenalkan materi Iman kepada malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat secara global. I K 68 menit 7. Penutup Guru menutup pelajaran dan mengucapkan salam. K 2 menit Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal IV. Alat dan Sumber Belajar Buku paket kelas VII dan LKS VI. Penilaian 1. Prosedur tes a tes awal : ada b Tes proses : ada c Tes akhir : tidak ada 2. Jenis tes a Tes awal : Tulis b Tes proses : lisan c Tes akhir : Ada 3. alat tes : Ada
  • 102.
    89 Tegal, 15 Maret2010 Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Peneliti, Imam Faqih Samsul Ma’arif NIY. 0036 NIM. 3105430 Mengetahui Kepala MTs NU 01 Bumijawa H. Busyro, S.Pd I. NIY. 0001
  • 103.
    90 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELASEKSPERIMEN) Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak Kelas/Semester : VII Pertemuan Ke- : 2 Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan mahluk gaib selain malaikat Kompetensi Dasar : 2.2 Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat, seperti Jin, Iblis dan Setan. Indikator : 2.2.1 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli kebenaran adanya malaikat Allah SWT. 2.2.2 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli kebenaran adanya Jin. 2.2.3 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli kebenaran adanya Iblis. 2.2.4 Siswa mampu menyebutkan bukti/dalil nakli kebenaran adanya Setan. V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat. VI. Uraian Materi Pembelajaran • Bukti/dalil-dalil tentang adanya Malaikat dan makhluk gaib
  • 104.
    91 VII.Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi,presentasi dan pemberian tugas. IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pengorganisasian No Kegiatan Pembelajaran Peserta Didik Waktu 1. 2. 3. Pendahuluan Guru memberikan salam pembuka dan mengontrol kehadiran peserta didik. Guru memeriksa kelengkapan pembelajaran dan meminta siswa untuk menyiapkan buku pelajaran Aqidah Akhlak. Guru memberikan motivasi dengan menjelaskan pentingnya materi ini untuk pelajari. K K K 10 menit 4. 5. 6 7 8 9. 10. 11. Kegiatan Inti Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa yang heterogen. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Guru memberikan gambaran umum mengenai iman kepada malaikat dan makhluk gaib. Guru menjelaskan prosedur diskusi siswa dengan tema nama dan tugas Malaikat. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok masing-masing Guru menyuruh siswa membuat kesimpulan diskusi masing-masing kelompok dengan menggunakan mind map. Guru menyuruh perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang berupa catatan dalam bentuk mind map. Guru dan siswa memberi kesimpulan tentang materi yang dibahas. K K K G G G G K 68 menit 12. 13. Penutup Guru memberikan tugas rumah untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup pelajaran dan mengucapkan salam. K K 2 menit
  • 105.
    92 Ket: G =Group I = Individu K = Klasikal VIII. Alat dan Sumber Belajar Buku Aqidah Akhlak Kelas VII, kertas A4, Kapur tulis dan papan tulis. VI. Penilaian 4. Prosedur tes a tes awal : ada b Tes proses : ada c Tes akhir : tidak ada 5. Jenis tes a Tes awal : lisan b Tes proses : lisan c Tes akhir : tidak ada 6. alat tes : tidak ada Tegal, 22 Maret 2010 Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Peneliti, Imam Faqih Samsul Ma’arif NIY. 0036 NIM. 3105430 Mengetahui Kepala MTs NU 01 Bumijawa H. Busyro, S.Pd I. NIY. 0001
  • 106.
    93 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELASEKSPERIMEN) Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak Kelas/Semester : VII Pertemuan Ke- : 3 Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan mahluk gaib selain malaikat Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan tugas dan sifat-sifat malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat, seperti Jin, Iblis dan Setan. Indikator : 2.3.1 Siswa mampu menjelaskan tugas Malaikat. 2.3.2 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Malaikat 2.3.3 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Jin 2.3.4 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Iblis 2.3.5 Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat Setan IX. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat. X. Uraian Materi Pembelajaran • Nama dan tugas malaikat • Sifat-Sifat Malaikat dan makhluk gaib selain malaikat seperti, Jin, Setan, dan Iblis
  • 107.
    94 XI. Metode Pembelajaran Ceramah,Diskusi presentasi pemberian tugas. IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pengorganisasian No Kegiatan Pembelajaran Peserta Didik Waktu 1. 2. 3. Pendahuluan Guru memberikan salam pembuka dan mengontrol kehadiran peserta didik. Guru memeriksa kelengkapan pembelajaran dan meminta siswa untuk menyiapkan buku pelajaran Aqidah Akhlak. Guru memberikan motivasi dengan menjelaskan pentingnya materi ini untuk dipelajari. K K K 10 menit 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Kegiatan Inti Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa yang heterogen. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Guru memberikan gambaran umum mengenai nama dan sifat malaikat dan makluk gaib. Guru menjelaskan prosedur diskusi siswa dengan tema tugas dan sifat-sifat malaikat. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok masing-masing Guru menyuruh siswa membuat kesimpulan diskusi masing-masing kelompok dengan menggunakan mind map Guru menyuruh perwakilan masing- masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang berupa catatan dalam bentuk mind map. Guru dan siswa memberi kesimpulan tentang materi yang dibahas. K K K G G G G K 68 menit 12. Penutup Guru memberikan tugas rumah untuk K 2 menit
  • 108.
    95 13. pertemuan selanjutnya. Guru menutuppelajaran dan mengucapkan salam. Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal XII.Alat dan Sumber Belajar Buku Aqidah Akhlak Kelas VII, kertas A4, Kapur tulis dan papan tulis. VI. Penilaian 7. Prosedur tes a tes awal : ada b Tes proses : ada c Tes akhir : tidak ada 8. Jenis tes a Tes awal : lisan b Tes proses : lisan c Tes akhir : tidak ada 9. alat tes : tidak ada Tegal, 23 Maret 2010 Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Peneliti, Imam Faqih Samsul Ma’arif NIY. 0036 NIM. 3105430 Mengetahui Kepala MTs NU 01 Bumijawa H. Busyro, S.Pd I. NIY. 0001
  • 109.
    96 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELASEKSPERIMEN) Nama Sekolah : MTs NU 01 Bumijawa Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak Kelas/Semester : VII Pertemuan Ke- : 4 dan 5 Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran Standar Kompetensi : 2 Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan mahluk gaib selain malaikat Kompetensi Dasar : 2.4 Menerapkan perilaku beriman kepada malaikat- malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat, seperti Jin, Iblis dan Setan dan fenomena kehidupan. Indikator : 2.4.1 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman kepada malaikat. 2.4.2 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman kepada Jin 2.4.3 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman kepada Iblis 2.4.4 Siswa dapat memberikan contoh perilaku beriman kepada Setan XIII. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat. XIV. Uraian Materi Pembelajaran
  • 110.
    97 • Perilaku yangmencerminkan iman kepada malaikat dan makhluk gaib selain malaikat. XV.Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi dan presentasi,. IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pengorganisasian No Kegiatan Pembelajaran Peserta Didik Waktu 1. 2. 3. Pendahuluan Guru memberikan salam pembuka dan mengontrol kehadiran peserta didik. Guru memeriksa kelengkapan pembelajaran dan meminta siswa untuk menyiapkan buku pelajaran Aqidah Akhlak. Guru memberikan motivasi dengan menjelaskan pentingnya materi ini untuk dipelajari. K K K 10 menit 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Kegiatan Inti Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa yang heterogen. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Guru memberikan gambaran umum untuk mengungkap pengetahuan siswa mengenai makhluk Gaib selain malaikat dan perilaku beriman kepada malaikat makhluk gaib. Guru menjelaskan prosedur diskusi siswa dengan tema makhluk gaib selain malaikat. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok masing-masing tentang peilaku beriman terhadap Malaikat dan makhluk gaib Guru menyuruh membuat kesimpulan diskusi masing-masing kelompok dengan menggunakan mind mapping Guru menyuruh perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang berupa catatan dalam bentuk mind map. Guru memberi kesimpulan dan menerangkan tentang materi yang dibahas K K K G G G G K 68 menit
  • 111.
    98 12. Penutup Guru menutup pelajarandan mengucapkan salam. K 2 menit 1 2 3 Pertemuan ke- 5 Pendahuluan Guru memberikan salam pembuka dan mengontrol kehadiran peserta didik. Guru memberikan motivasi kepada siswa. Guru menjelaskan prosedur post-test. K K K 10 menit 4 5 6 Kegiatan Inti Guru membagikan soal post-test materi Iman kepada Malaikat-malaikat Allah dan makhluk gaib selain malaikat. Post-test digunakan untuk mengetahui pengetahuan siswa setelah mendapatkan pembelajaran. Siswa mengerjakan lembar post-test. Siswa mengumpulkan lembar jawaban post- test. K I K 68 menit 7 Penutup Guru menutup pelajaran dan mengucapkan salam. 2 Menit Ket: G = Group I = Individu K = Klasikal XVI. Alat dan Sumber Belajar Buku Aqidah Akhlak Kelas VII, kertas A4, Kapur tulis dan papan tulis. VI. Penilaian 10. Prosedur tes a tes awal : ada b Tes proses : ada c Tes akhir : ada 11. Jenis tes a Tes awal : lisan b Tes proses : lisan c Tes akhir : ada 12. Alat tes : ada
  • 112.
    99 Tegal, 6 April2010 Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Peneliti, Imam Faqih Samsul Ma’arif NIY. 0036 NIM. 3105430 Mengetahui Kepala MTs NU 01 Bumijawa H. Busyro, S.Pd I. NIY. 0001
  • 113.
    100 SOAL POST TEST Matapelajaran : Aqidah Akhlak Kelas/semester : VII / II Alokasi : 60 Menit Hari / Tanggal : Selasa 6 April 2010 PETUNJUK UMUM 1. tulislah nama, kelas dan nomor absen disudut kiri atas pada lembar jawaban yang tersedia. 2. periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum menjawab 3. periksalah pekerjaan sebelum diserahkan kepada pengawas PETUNTUK KHUSUS Berilah tanda silang pada huruf a,b,c atau d pada jawaban yang tepat ! 1. Beriman kepada malaikat termasuk bagian dari rukun iman yang ke-... a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat 2. Rasulullah sering menerima pembelajaran dan juga wahyu yang disampaikan oleh Malaikat ... a. Ridwan b. Rokib c. Isrofil d. Jibril 3. Malaikat yang bertugas mengatur Rizki kepada semua makhluk Allah adalah Malaikat... a. Jibril b. Izroil c. Malik d. Mikail 4. Menurut surahat at-Tahrim ayat 6, malaikat yang dinyatakan keras dan kasar adalah Malaikat... a. Ridwan b. Malik c. Israfil d. Izrail
  • 114.
    101 5. Peniupan sangkakalaoleh malaikat Isrofil yang membangkitkan manusia seluruhnya untuk dikmpulkan dan dihisab amalnya dinamakan... a. Nafkhul faza b. Nafkhul ba’ats c. Nafkhul shaqi d. Tiupan terompet 6. Nama lain malaikat penjaga neraka adalah... a. Ruhul Kudus b. Ruhul Amin c. Malaikat Zabaniyah d. Kiraman Katibin 7. Malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa adalah... a. Malaikat Izroil b. Malaikat Isrofil c. Malaikat Malik d. Malaikat Rokib 8. Malaikat yang mendapatkan julukan ” Ruhul Amin”... a. Ridwan b. Jibril c. Malik d. Israfil 9. Kiraman Katibin Adalah nama lain dari... a. Jin yang beriman b. Ifrit c. Malaikat Rokib dan Atid d. Malaikat penjaga Neraka 10. Allah Berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 20 tbqßsÎm7|¡ç„Ÿ@ø‹©9$#u‘$pk¨]9$#urŸwtbrçŽäIøÿtƒÇËÉÈ menjelaskan sifat malaikat yang... a. Senantiasa Bersujud b. Mendoakan orang mu’min c. Selalu bertasbih siang malam d. Senantiasa taat pada Allah 11. Khikmah beriman kepada Malaikat antara lain... a. Lebih senang bermaksiyat b. Enggan malakukan maksiyat c. Allah perlu bantuan d. Kita hidup lebih pasif 12. Iman seseorang tidak akan diakui apabila tidak mempercayai adanya makhluk gaib karena... a. Makhluk gaib memang ada b. Makhluk gaib memang dicipta Allah juga c. Beriman kepada makhluk gaib termasuk rukun islam d. Beriman kepada makluk gaib termasuk pokok-pokok kepercayaan dalam Islam atau rukun iman
  • 115.
    102 13. Makhluk gaibciptaan Allah yang dibagi menjadi dua golongan (beriman dan Kafir) adalah... a. Jin b. Setan c. Iblis d. Malaikat 14. Malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia... a. Rokib b. Atid c. Malik d. Mungkar 15. Yang menyebabkan Iblis tidak mau sujud (hormat) kepada nabi Adam adalah... a. Karena derajat Nabi Adam dibawahnya b. Karena derajat Iblis di atas Nabi Adam c. Karena tingkat kemulianya lebih baik dari Nabi Adam d. Karena merasa dirinya lebih mulia dari Nabi Adam 16. Godaan setan terhadap manusia bertujuan supaya manusia bertempat di... a. Surga b. Bumi c. Langit d. Neraka 17. Setan selalu mengajak kepada keburukan, dan setan yang tampak biasanya berwujud... a. Malaikat b. Para normal c. Dukun d. Manusia 18. Tugas-tugas yang dijalankan para Malaikat berkaitan kehidupan... a. Malaikat itu sendiri b. Allah c. Para Nabi dan Rasul d. Manusia 19. Yang bertugas menanyai manusia setelah berada di alam kubur adalah malaikat... a. Mungkar dan Nakir b. Rokoib dan Atid c. Izroil d. Malik
  • 116.
    103 20. firma Allahsurat az-Zukhruf ayat 77 menjelaskan tugas malaikat... (#÷ryŠ$tRurà7Î=»yJ»tƒÇÙø)u‹Ï9$uZøŠn=tãy7•/u‘(tA$s%/ä3¯RÎ)šcqèWÅ3»¨BÇÐÐÈ a. Malik b. Ridwan c. Rokib d. Atid 21. Firma Allah surat az-Zukhruf ayat 80 menjelaskan tugas malaikat... ÷Pr&tbqç7|¡øts†$¯Rr&ŸwßìyJó¡nSöNèd§ŽÅOßg1uqøgwUur44’n?t/$uZè=ß™â‘uröNÍkö‰y‰s9tbqç7çFõ3tƒÇÑÉÈ a. Mungkar dan Nakir b. Rokib dan Atid c. Mikail d. rokib 22. Manusia dan jin memiliki kesamaan, kecuali... a. Memiliki akal b. Memiliki nafsu c. Bahan penciptanya d. Menjalankan syareat agama 23. Ayat dibawah ini berisi tentang... $tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#uržwÎ)Èbr߉ç7÷èu‹Ï9ÇÎÏÈ a. Jin adalah makhluk allah yang paling taat beribadah b. Dahulu iblis adalah ketua malaikat c. Manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain d. Ibadah kepada Allah adalah tujuan diciptakanya manusia dan jin 24. Allah Swt menciptakan makhluk gaib yang terbuat dari api dan mempunyai tugas menyembah kepada Allah. Jenis ini dinamakan... a. Jin b. Setan c. Iblis d. Malaikat 25. Peniupan yang memusnanahkan segala sesuatu disebut... a. Nafhul faza b. Nafhul shaqi c. Nafsul ba’ats d. Nafsul mutmainnah
  • 117.
    104 LEMBAR JAWABAN SOAL POSTTEST 1. B 2. D 3. D 4. B 5. B 6. C 7. A 8. B 9. C 10. C 11. B 12. D 13. A 14. B 15. D 16. D 17. D 18. D 19. A 20. A 21. B 22. C 23. D 24. A 25. B Lampiran 15
  • 118.
    105 DAFTAR NILAI AWALKELAS EKSPERIMEN NO. NAMA KODE NILAI 1 A. FALAKHUDIN E – 01 45 2 ANITA RAHAYU E – 02 78 3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 60 4 EDI PURYANTO E – 04 54 5 FADIL MUZADI E – 05 56 6 HURIATUL HUSNA E – 06 43 7 IKRIMA E – 07 60 8 ISPA UROHIM E – 08 32 9 IZUN DIYANTO E – 09 36 10 JAYANAH E – 10 53 11 KHUNAINAH E – 11 52 12 KHURIROH E – 12 55 13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 65 14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 60 15 M. HARYANTO E – 15 49 16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 58 17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 59 18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 49 19 MUSLIMAH E – 19 46 20 NASRUL AZIZ E – 20 68 21 NURUL ASTIANI E – 21 36 22 PANGESTU RAHAYU E – 22 48 23 RISANTO E – 23 42 24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 60 25 SITI AISYAH E – 25 50 26 SITI ZULFAH E – 26 56 27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 66 28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 69 29 ZAENAL ARIFIN E – 29 79 30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 60
  • 119.
    106 DAFTAR NILAI AWALKELAS KONTROL NO. NAMA KODE NILAI 1 A. FALAKHUDIN E – 01 50 2 ANITA RAHAYU E – 02 53 3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 43 4 EDI PURYANTO E – 04 56 5 FADIL MUZADI E – 05 52 6 HURIATUL HUSNA E – 06 63 7 IKRIMA E – 07 53 8 ISPA UROHIM E – 08 73 9 IZUN DIYANTO E – 09 53 10 JAYANAH E – 10 70 11 KHUNAINAH E – 11 41 12 KHURIROH E – 12 50 13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 56 14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 53 15 M. HARYANTO E – 15 71 16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 56 17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 46 18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 61 19 MUSLIMAH E – 19 76 20 NASRUL AZIZ E – 20 56 21 NURUL ASTIANI E – 21 53 22 PANGESTU RAHAYU E – 22 63 23 RISANTO E – 23 43 24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 45 25 SITI AISYAH E – 25 60 26 SITI ZULFAH E – 26 40 27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 42 28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 30 29 ZAENAL ARIFIN E – 29 40 30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 23
  • 120.
  • 121.
  • 122.
  • 123.
  • 124.
  • 125.
  • 126.
  • 127.
  • 128.
  • 129.
    116 DAFTAR NILAI AWALKELAS EKSPERIMEN NO. NAMA KODE NILAI KETUNTASAN 1 A. FALAKHUDIN E – 01 76 TUNTAS 2 ANITA RAHAYU E – 02 84 TUNTAS 3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 80 TUNTAS 4 EDI PURYANTO E – 04 76 TUNTAS 5 FADIL MUZADI E – 05 84 TUNTAS 6 HURIATUL HUSNA E – 06 84 TUNTAS 7 IKRIMA E – 07 68 TUNTAS 8 ISPA UROHIM E – 08 84 TUNTAS 9 IZUN DIYANTO E – 09 84 TUNTAS 10 JAYANAH E – 10 84 TUNTAS 11 KHUNAINAH E – 11 92 TUNTAS 12 KHURIROH E – 12 84 TUNTAS 13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 78 TUNTAS 14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 80 TUNTAS 15 M. HARYANTO E – 15 84 TUNTAS 16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 80 TUNTAS 17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 80 TUNTAS 18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 80 TUNTAS 19 MUSLIMAH E – 19 84 TUNTAS 20 NASRUL AZIZ E – 20 80 TUNTAS 21 NURUL ASTIANI E – 21 76 TUNTAS 22 PANGESTU RAHAYU E – 22 68 TUNTAS 23 RISANTO E – 23 76 TUNTAS 24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 84 TUNTAS 25 SITI AISYAH E – 25 72 TUNTAS 26 SITI ZULFAH E – 26 84 TUNTAS 27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 84 TUNTAS 28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 96 TUNTAS 29 ZAENAL ARIFIN E – 29 84 TUNTAS 30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 72 TUNTAS
  • 130.
    117 DAFTAR NILAI AWALKELAS KONTROL NO. NAMA KODE NILAI KETUNTASAN 1 A. FALAKHUDIN E – 01 80 TUNTAS 2 ANITA RAHAYU E – 02 64 TUNTAS 3 ARIFATUL IHMIYA E – 03 80 TUNTAS 4 EDI PURYANTO E – 04 80 TUNTAS 5 FADIL MUZADI E – 05 80 TUNTAS 6 HURIATUL HUSNA E – 06 76 TUNTAS 7 IKRIMA E – 07 72 TUNTAS 8 ISPA UROHIM E – 08 80 TUNTAS 9 IZUN DIYANTO E – 09 72 TUNTAS 10 JAYANAH E – 10 80 TUNTAS 11 KHUNAINAH E – 11 72 TUNTAS 12 KHURIROH E – 12 72 TUNTAS 13 LUKMAN MUDHOFIR E – 13 72 TUNTAS 14 M. UNIT FAHMI MA'ANI E – 14 72 TUNTAS 15 M. HARYANTO E – 15 72 TUNTAS 16 MEGA PUJI LESTARI E – 16 72 TUNTAS 17 MISBAKHUL KHOLBIAH E – 17 80 TUNTAS 18 MUH. DIYAUL HAK E – 18 76 TUNTAS 19 MUSLIMAH E – 19 89 TUNTAS 20 NASRUL AZIZ E – 20 76 TUNTAS 21 NURUL ASTIANI E – 21 80 TUNTAS 22 PANGESTU RAHAYU E – 22 88 TUNTAS 23 RISANTO E – 23 72 TUNTAS 24 RIZKI AYU RAHMAWATI E – 24 72 TUNTAS 25 SITI AISYAH E – 25 76 TUNTAS 26 SITI ZULFAH E – 26 80 TUNTAS 27 YAYU YULIA AMANAH E – 27 80 TUNTAS 28 WAWAN KURNIAWAN E – 28 84 TUNTAS 29 ZAENAL ARIFIN E – 29 76 TUNTAS 30 ZULFATUN NI'MAH E – 30 80 TUNTAS
  • 131.
  • 132.
  • 133.
  • 134.
  • 135.
    MTs NU 1Bumijawa Gedung MTs NU 1 Bumijawa Para peserta didik mendengarkan penjelasan peneliti tentang materi pelajaran Peserta didik bekerja kelompok membuat ringkasan berupa Mind Mapping Lampiran 29
  • 136.
    ii Peneliti sedang memberibimbingan tentang pembuatan Mind Mapping Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas Peserta didik bekerja kelompok membuat ringkasan berupa Mind Mapping Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas
  • 137.
    LABORATORIUM KOMPUTER TADRIS MATEMATIKAFAKUTAS TARBIYAH IAIN WALISONGO SEMARANG PENELITI : SAMSUL MA’ARIF NIM : 3105430 JURUSAN : Pendidikan Agama Islam JUDUL : EFEKTIVITAS HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK MATERI IMAN KEPADA MALAIKAT DAN MAKHLUK GAIB SELAIN MALAIKAT PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTs NU 1 BUMIJAWA DENGAN PENGGUNAAN MIND MAPPING HIPOTESIS : a. Hipotesis Varians : H0 : Varians populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol adalah identik H1 : Varians populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol adalah tidak identik b. Hipotesis Rata-rata : H0 : Rata-rata populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol adalah identik. H1 : Rata-rata populasi nilai pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol adalah tidak identik. DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN : H0 DITERIMA, jika nilai t_hitung < t_tabel H0 DITOLAK, jika nilai t_hitung > t_tabel H0 DITERIMA, jika sig. > 0.05 H0 DITOLAK, jika sig. < 0.05 HASIL DAN ANALISIS DATA : a. Dari table Group Statistics Group Statistics kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean eksperimen 30 80.7333 6.19195 1.13049nilai aqidah akhlak kontrol 30 76.8333 5.03151 .91862 Alamat : Jln. Prof. Dr. Hamka Kampus II Telp. 7601295 Fax. 7615387 Semarang 50185
  • 138.
    ii 1. Jumlah data(N) nilai Kelas Eksperimen = 30 2. Jumlah data (N) nilai Kelas Kontrol = 30 3. Nilai rata-rata (mean) nilai Kelas Eksperimen = 80.7333 4. Nilai rata-rata (mean) nilai Kontrol = 76.8333 5. Standard deviasi nilai Kelas Eksperimen = 6.19195 6. Standard deviasi nilai Kelas kontrol = 5.03151 b. Dari table Independent Samples Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean Difference Std. Error Difference Lower Upper Equal variances assumed 1.431 .236 2.677 58 .010 3.90000 1.45667 .98417 6.81583 nilai akidah akhlak Equal variances not assumed 2.677 55.670 .010 3.90000 1.45667 .98156 6.81844 1. Pada kolom levenes Test for Equality of Varainces, diperoleh nilai sig. = 0.236. Karena sig. = 0.236 > 0.05, maka Ho DITERIMA, artinya kedua varians nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah identik/sama. 2. Karena identiknya varians nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka untuk membandingkan rata-rata (mean) antara nilai pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan t-test adalah menggunakan dasar nilai t_hitung pada baris pertama (Equal variances assumed), yaitu t_hitung = 2.677 3. Nilai t_tabel (58;0.05) = 1.67. Berarti nilai nilai t_hitung = 2.677 > t_tabel = 1.67, hal ini berarti Ho DITOLAK, artinya : Rata-rata (mean) nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah tidak identik atau berbeda secara nyata.
  • 139.
    iii Semarang, 24 April2010 a/n Kepala Lab. Pendidikan Pengelola Lab. Komputer Saminanto, S. Pd., M. Sc NIP. 19720604 200312 1 002