LATAR BELAKANG
Dalam agama islam terdapat pilar-pilar keimanan yang dikenal dengan rukun iman,
terdiri dari enam pilar, keenam pilar tersebut adalah keyakinan islam terhadap hal-hal ghaib
yang hanya dapat diyakini secara trasendental, sebuah kepercayaan terhadap hal-hal yang
diluar daya nalar manusia. Rukun iman (pilar keyakinan) ini terdiri dari :
1. Iman kepada Allah,
2. Iman kepada Malaikat,
3. Iman kepada kitab,
4. Iman kepada rasul,
5. Iman kepada hari akhir,
6. Iman kepada qada dan qadar.
Enam pilar keimanan umat islam tersebut merupakan sesuatu yang wajib dimiliki oleh
setiap muslim. Tanpa mempercayai salah satunya maka gugurlah keimanannya, sehingga
mengimani ke enam rukun iman tersebut merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat
ditawa-tawar lagi.
PENGERTIAN RUKUN IMAN
Berbicara tentang iman, tentu berbicara tentang keyakinan. Maka secara mutlak orientasi
pembahasan dititik beratkan pada jiwa seseorang atau lazimnya di sebut “qalbu”. Hati
merupakan pusat dari satu keyakinan, kita semua sepakat bahwa dalam diri manusia terdapat
dua unsur pokok kejadian, terbentuknya jazad dan rohani, apabila keduanya pincang atau
salah satu di antaranya kurang, maka secara mutlak tidak mungkin terbentuk makhluk yang
bernama manusia.
Iman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkan
menurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantap
dalam hati dan dibuktikan lewat amal perbuatan. Hal ini tercermin dalam salah satu hadis
Nabi yang berikut ini:
Terjemahnya:
“Iman itubukanlahdenganangan-angantetapi apayangtelahmentapdi dalamhatimudan
dibuktikankebenarannyadenganamal”.
1. IMAN KEPADA ALLAH SWT
Akidah yang mendasar adalah tauhid atau beriman kepada Allah SWT. Beriman
kepada Allah SWT adalah keyakinan teguh akan wujud Allah SWT, dan bahwasanya Dia
adalah Rabb dan pemilik segala sesuatu, hanya Dialah Sang pencipta dan hanya Dialah yang
berhak disembah (diibadahi), tiada sekutu bagi-Nya Lailahaillallah , tiada tuhan yang patut
disembah selain Allah SWT.
Ungkapan lailahaillallah tidak hanya mengandung makna Tuhan, tetapi juga
mengandung makna “yang ditaati”. Oleh karenanya, berakidah tauhid, tidak hanya dengan
mengakui adanya Allah Yang Maha Esa, yang menciptakan segenap alam semesta, tetapi
juga harus taat terhadap apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang.
Tauhid adalah ajaran pokok yang dibawa oleh para Nabi, sejak Nabi Adam AS hingga
Nabi Muhammad SAW. Para Nabi dan Rasul terdahulu senantiasa menyeru umatnya untuk
menyadari bahwa Tuhan hanya satu dan Tuhan yang satu itulah yang wajib disembah dan
ditaati. Dia tidak boleh disekutukan dengan sesuatu apa pun karena selain Dia, semua di ala
mini adalah makhluk yang tidak pantas untuk dutuhankan. Al-quran menegaskan bahwa
Allah SWT tidak akan mengampuni mereka yang menyekutukan-Nya .
ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ۚ ُ‫ء‬‫َا‬‫ش‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ِ‫ل‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬ََٰ‫ذ‬ َ‫ُون‬‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫ي‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ َ‫ك‬َ‫ر‬ْ‫ش‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ َ‫َل‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬
‫ا‬ً‫م‬‫ي‬ِ‫َظ‬‫ع‬ ‫ا‬ً‫م‬ْ‫ث‬ِ‫إ‬ َٰ‫ى‬َ‫ر‬َ‫ت‬ْ‫اف‬ ِ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ِ َّ‫اَّلل‬ِ‫ب‬ ْ‫ك‬ ِ‫ر‬ْ‫ش‬ُ‫ي‬
Artinya :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS: An-Nisaa
Ayat: 48)
Atas dasar tauhid ini pula, Allah SWT tidak membenarkan pertuhanan sesama
manusia, betapa pun sucinya manusia itu. Karena itu, islam tidak menerima ketuhanan Isa Al-
Masih, kendati ia seorang Nabi dan Rasul.
Demikian pula, islam tidak menyetujui tradisi kalangan Bani Israil yang secara majasi
menyebut orang-orang yang taat kepada Tuhan sebagai “anak Tuhan” dan menyebut orang
durhaka kepada-Nya dengan sebutan “anak setan”. Secara tegas Al-Qur’an menjelaskan
bahwa Tuhan tidak mempunyai anak dan juga tidak mengadopsi anak.
2. IMAN KEPADA MALAIKAT (MAKHLUK GHAIB)
Penglihatan manusiaini terbatas, karena indra manusia hanya bisa melihat hal
fisik/jasmani, namun tidak bisa melihat hal-hal yang metafisik (ghaib). Walaupun tidak
bisa dilihat, bukan berarti hal gaib tidak ada. Sebab banyak benda yang tidak dapat dilihat
di dunia ini, akan tetapi benda itu ada. Angin misalnya, kita tidak dapat melihatnya, tetapi
hembusannya dapat kita rasakan.
1. Malaikat
a. Sifat dan tugas malaikat
Malaikat adalah akhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya,
senantiasa menyembah Allah, tidak pernah mendurhakai perintah Allah SWT
serta senantiasa melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.
Malaikat berjumlah sangat banyak dan tidak ada yang dapat menghitungnya,
kecuali Allah SWT.Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari nur (cahaya).
Karena diciptakan dari cahaya, maka wajar bila malaikat termasuk makhluk
gaib yang sifat-sifatnya berbeda dengan manusia. Sifat-sifat malaikat antara
lain :
• Tidak pernah durhaka atau membangkang terhadap perintah Allah SWT.
• Taat terhadap segala apa yang diperintahkan Allah SWT.
• Senantiasa bertasbih kepada Allah SWT.
• Tidak memiliki nafsu.
• Mempunyai kemampuan yang luar biasa dengan izin-Nya.
Nama Malaikat yang wajib kita ketahui ada 10 dan masing-masing dari
mereka sudah mempunyai tugas.
2. Makhluk gaib selainMalaikat(jin, iblis, dan setan)
Sebagaimana dijelaskan di atas, selain malaikat ada makhluk gaib lain
yang justru sangat berbeda dengan malaikat, yaitu jin, iblis dan setan. Sebagai muslim,
yakin akan adanya jin, iblis dan setan adalah wajib hukumnya.
a. Jin
Jin secara literal berarti sesuatu yang berkonotasi “tersembunyi” atau “tidak
terlihat”. Hal itulah yang memungkinkan kita mengkaitkan dengan sifat yang umum
“alam tersembunyi”.
Allah SWT menjelaskan jika manusia diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari
api yang sangat panas. Sesuai Firman Allah SWT dalam (QS: Al-Hijr Ayat: 26) , (QS: Al-
Hijr Ayat: 27)
Dari api yang amat panas inilah Allah SWT telah menciptakan jin, yaitu sel atau atom
dari nukleas-nukleas api. Kemudian Allah memasukkan roh atau nyawa, maka jadilah ia
hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. Jin juga diberi izin oleh Allah menzahirkan
berbagai bentuk dan rupa, tentunya yang disukai dan dikehendakinya kecuali rupa Rasulullah
Saw.
b. Setan/ iblis
Setan berasal dari golongan jin yang durhaka. Iblis diusir Allah dari surga
karena menentang perintah-Nya. Iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam As
sebagai penghormatan ciptaan-Nya yang mulia.
Allah SWT memberikan derajat manusia lebih tinggi daripada makhluk-
makhluk yang lain karena manusia diberikan akal. Sehingga manusia mampu untuk
membedakan yang baik dan yang buruk.
Kisah tentang keutamaan dan kekufuran iblis tersebut, terdapat dalam surat Al-
Baqarah ayat 30-37.
3. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
a. Pengertian Kitab dan suhuf
Kitab secara bahasa mempunyai arti tulisan. Sedangkan menurut istilah, kitab
adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya untuk disampaikan
kepada umatnya sebagai petunjuk dan pedoman petunjuk hidup.
Suhuf menurut bahasa berarti lembaran. Adapun suhuf menurut istilah adalah
wahyu yang disampaikan kepada rasul, kan tetapi tidak wajib disampaikan kepada
manusia.
Beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
adalah meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah SWT memiliki kitab-kitab yang
diturunkan-Nya kepada para Nabi dan Rasul-Nya; yang benar-benar merupakan kalam
(firman, ucapan)-Nya. Kitab-kitab itu adalah cahaya dan petunjuk dari Allah SWT. Hal ini
ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam (QS: An-Nisaa Ayat: 136).
b. Kitab-kitab Allah SWT ada 4, yaitu :
1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS berbahasa Ibrani
2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS berbahasa Qibti
3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS berbahasa Suryani
4. Kitab Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berbahasa Arab
1. Kitab Zabur adalah kumpulan firman Allah SWT yang
diwahyukan kepada Nabi Daud as dalam (QS. Al-Isra’ : 55)
Secara garis besarnya, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as.
terdiri dari lima macam:
1. Ratapan dan doa individu
2. Ratapan-ratapan jamaah
3. Nyanyian untuk raja
4. Nyanyian liturgy kebaktian untuk memuji Tuhan
5. Nyanyian perorangan sebagai rasa syukur
1. Kitab Taurat
Kitab Taurat adalah kumpulan firman-firman Allah SWT yang diwahyukan
kepada Nabi Musa as. Kitab ini berlaku hanya bagi Nabi Musa as. dan Bani Israil.
Firman Allah SWT dalam (QS. Al-Isra’ : 2)
Isi pokok kitab ini adalah Sepuluh firman atau Perintah (Ten Commandements) Allah
SWT yang diterima oleh Nabi Musa as. ketika berada di puncak gunung Thursina.
Sepuluh Firman atau Perintah yang mencakup asas-asas akidah (keyakinan) dan asas -
asas syariat (kebaktian) itu termuat dalam kitab Keluaran pasal 20: 1-17 dan Kitab Ulangan
pasal 5: 1-21. Sepuluh Perintah Allah SWT tersebut sebagai berikut:
1) Keharusan mengakui ke-Esa-an Allah dan mencintai-Nya.
2) Larangan menyembah patung atau berhala, sebab Alllah SWT tidak dapat
diserupakan dengan makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat,
maupun di air.
3) Perintah menyebut nama Allah SWT dengan hormat.
4) Perintah memuliakan hari Sabat (sabtu).
5) Perintah menghormati ayah-ibu.
6) Larangan membunuh sesama manusia.
7) Larangan berbuat cabul (mendekati zina).
8) Larangan mencuri.
9) Larangan berdusta (menjadi saksi palsu).
10) Larangan berkeinginan memiliki atau menguasai barang orang lain dengan
cara yang tidak benar.
3. Kitab Injil
Injil adalah kitab yang berisi firman-firman Allah SWT yang diwahyukan
kepada Nabi Isa as. (Yesus Kristus), putra dari Maryam. Firman Allah SWT dalam
(QS: Al-Maidah Ayat: 46)
4.Al-Qur’an
Al-qur’an menurut bahasa berarti bacaan. Adapun menurut istilah adalah
kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai
mukjizatnya dan bagi yang membacanya merupakan ibadah.
َ‫ون‬ُ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫الذ‬ ‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َّ‫ز‬َ‫ن‬ ُ‫ن‬ْ‫ح‬َ‫ن‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬
Artinya :
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya”. (QS Al-Hijr : 9)
Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang
digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut
dan ayat yang mencantumkannya:
• Al-Kitab
• Al-Furqan (pembeda benar salah)
• Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
• Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat)
• Al-Hukm (peraturan/hukum)
• Al-Hikmah (kebijaksanaan)
• Asy-Syifa' (obat/penyembuh)
• Al-Huda (petunjuk)
• At-Tanzil (yang diturunkan)
• Ar-Rahmat (karunia)
• Ar-Ruh (ruh)
• Al-Bayan (penerang)
• Al-Kalam (ucapan/firman)
• Al-Busyra (kabar gembira)
• An-Nur (cahaya)
• Al-Basha'ir (pedoman)
• Al-Balagh (penyampaian/kabar)
• Al-Qaul (perkataan/ucapan)
c. Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Dalam menerapkan hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT,
imlementasinya sebagai berikut:
a. Beriman kepada Allah SWT hukumnya adalah wajib. Harus melakukan, tidak
boleh meninggalkan. Orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan
mendapatkan balasan dari Allah SWT berupa ganjaran.
b. Menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dimana Al Qur’an merupakan
penyempurna dari kitab-kitab terdahulu. Orang-orang yang beriman kepada kitab-
kitab Allah akan membuktikan keimanannya selalu sesuai dengan ajaran Allah
SWT, sehingga dalam hidupnya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
c. Memberikan kemantapan dalam menjalani keislaman. Al Qur’an adalah firman
Allah SWT dan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW
sebagai bukti kerasulannya dan sampai akhiruz zaman tetap terjaga kemurniannya.
D. Fungsiberiman kepada Kitab-kitab Allah SWT di antaranya agar
manusia :
oMendapatkan petunjuk hidup agar tidak tersesat dan memperoleh kebahagiaan
dunia dan akhirat.
oMendapatkan penjelasan tentang persoalan-persoalan hidup manusia.
oDapat membedakan antara yang hak dan yang batil.
oMendapat kabar gembira dengan surge sebagai imbalan perbuatan baik dan
peringatan dengan neraka sebagai imbalan perbuatan buruk.
oMenjadikan kitab Allah sebagai dasar pengambilan keputusan.
oMendapatkan sumber informasi dunia metafisik yang tidak dapat dijangkau oleh
akal pikiran manusia.
Dengan beriman, artinya kita :
 Percaya bahwa Allah memang talah menurunkan kitab-kitab kepada beberapa
Rasul, walaupun tidak semua kita ketahui.
 Percaya bahwa kitab-kitab tersebut memang ada dan diturunkan olah Allah
SWT.
 Mengajui kebenaran isi kitab-kitab tersebut, kecuali telah disangkal oleh kitab
sesudahnya.
 Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif.
Orang yang mengingkari serta tidak percaya kepada Kitab Allah boleh disebut murtad.
1. IMAN KEPADA RASUL
Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah
orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya
(lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna
membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang
yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul
adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk
menyampaikannnya.
Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk ushul (pokok) iman. Oleh karena itu, kita harus
mengetahui bagaimana beriman kepada Nabi dan Rasul dengan pemahaman yang benar.
Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul
Ushul, keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya.
Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti pembatasan bahwa
hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan rasul-Nya.
a. Tugas Para Rasul
Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syari’at dari tiap Rasul
berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara
tugas tersebut adalah:
1. Menyampaikan risalah Allah ta’ala dan wahyu-Nya.
2. Dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
3. Memberikan kabar gembira dan memperingatkan manusia dari segala kejelekan.
4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya.
5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang.
6. Menegakkan hujjah atas manusia.
7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.
b. Sifat-sifat Para Rasul :
1. Sifat Wajib
Sifat wajib bagi rasul adalah sifat yang harus dan wajib dimiliki oleh para rasul. Sifat-
sifat wajib ini adalah:
1) Siddiq, artinya benar atau jujur. Segala sesuatu yang diterima oleh rasul dari
Allah wajib dikatakan dengan benar dan jujur.
2) Amanah, artinya dapat dipercaya. Seorang rasul harus dapat dipercaya untuk
menyampaikan seluruh pesan yang diperintahkan oleh Allah swt. sama seperti
aslinya, tanpa ditambah atau dikurangi.
3) Tablig, artinya menyampaikan. Maksudnya menyampaikan semua wahyu
yang diterima dari Allah walaupun mereka menghadapi halangan dan
rintangan yang berat.
4) Fatanah, artinya cerdik dan bijaksana. Seorang rasul haruslah cerdik, karena
hanya orang cerdik yang dapat memimpin dan membimbing umat.
2.Sifat Mustahil
Sifat mustahil bagi rasul adalah sifat yang mustahil dimiliki oleh para rasul.
Sifat mustahi adalah kebalikan dari sifat-sifat wajib bagi rasul. Sifat-sifat mustahil bagi rasul
adalah:
a. Kizib, artinya berbohong atau dusta.
b. Khianat, artinya tidak dapat dipercaya.
c. Kitman, artinya menyembunyikan atau tidak menyampaikan.
d. Baladah, artinya bodoh atau dungu.
Sifat-sifat di atas mustahil dimiliki oleh para rasul. Jika rasul memiliki sifat-sifat tersebut,
maka dakwah yang disampaikan kepada umatnya tidak akan berhasil, bahkan akan gagal
semua
3. Sifat Jaiz
Sifat jaiz bagi rasul adalah sifat-sifat yang diperbolehkan bagi mereka, yaitu kebolehan
berupa sifat-sifat manusiawi yang dimiliki manusia pada umumnya. Sifat-sifat ini disebut
sifat basyariah atau sifat kemanusiaan, seperti rasul makan, minum, tidur, beristri, sedih, dan
gembira.
1. IMAN KEPADA HARI AKHIR
A. Pengertian hari akhir
Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa pada saat yang ditentukan Allah SWT lam
ini akan hancur dan semua makhluk akan mati. Tidak seorang pun diberitah,
termasuk Rasulullah saw sendiri. Sejak Rasulullah saw masih hidup, manusia banyak
bertanya kapan terjadinya kehancuran alam semesta ini. Pertanyaan mereka di abadikan Allah
SWT, dalam Firman-Nya berikut.
ٌ‫ن‬‫ي‬ِ‫ب‬ُ‫م‬ ٌ‫ر‬‫ِي‬‫ذ‬َ‫ن‬ َّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ُ‫ه‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ۚ ٍ‫ة‬َّ‫ن‬ ِ‫ج‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ِ‫اح‬َ‫ص‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ۗ ‫وا‬ُ‫ر‬َّ‫ك‬َ‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬َ‫و‬َ‫أ‬
Artinya :
“Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak
berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi
pemberi penjelasan.” (QS: Al-A'raf Ayat: 184)
Al-qur’an menjelaskan peristiwa hancurnya alam semesta disebut yaumus-sa’ah.
Setelah mati, manusia dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan semua
amalnya selama hidup di dunia. Hidup sesudah mati itulah yang disebut hari akhir.
Beriman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hati adanya pembalasan
amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Hari akhir itu bersifat abadi dan tidak
berakhir, sebagaimana hari-hari di dunia ini.
Ada tiga golongan manusia menanggapi adanya hari akhir. Ketiga golongan tersebut
adalah sebagai berikut :
1) Golongan pertama adalah kelompok manusia yang mengingkari atau tidak
percaya akan adanya hari akhir. Golongan ini disebut Ateis atau mulhid (tidak
mempercayai adanya Tuhan).
2) Golongan kedua adalah kelompok manusia yang mempercayai akan adanya
reinkarnasi. Reinkarnasi adalah penjelmaan roh manusia yang tidak mati.
Kepercayaan seperti ini banyak dianut pemeluk agama Ardi (agama buatan
manusia).
3) Golongan ketiga adalah kelompok manusia yang meyakini akan adanya hari
akhir. Kepercayaan seperti inilah yang di anut oleh agama samawi (agama yang
berasal dari Allah SWT.).
B. Tanda-tanda akan datangnya yaumul sa’ah (Hari kiamat)
Kiamat ada dua macam, yakni kiamat sugra (kiamat kecil) dan Kubra (kiamat besar).
 Kiamat sugra ialah hari kematian seseorang atau berupa kejadian atau musibah yang
terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung, gunung
meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan,
hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau
dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini
merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan
siksaan atau azab Allah swt.
Allah Berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155-156 :
turunkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah.
ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫م‬َ ْ‫اْل‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ص‬ْ‫ق‬َ‫ن‬َ‫و‬ ِ‫وع‬ُ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ ِ‫ف‬ْ‫و‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ء‬ْ‫َي‬‫ش‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫و‬ُ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ن‬َ‫ل‬َ‫و‬
ۗ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫م‬َّ‫ث‬‫ال‬ َ‫و‬َ‫ين‬ ِ‫ر‬ِ‫ب‬‫ا‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫ر‬ِ‫ش‬َ‫ب‬َ‫و‬
Artinya :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar.” (QS: Al-Baqarah Ayat: 155)
َ‫ون‬ُ‫ع‬ ِ‫اج‬َ‫ر‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ِ َّ ِ‫َّلل‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ٌ‫ة‬َ‫ب‬‫ي‬ ِ‫ص‬ُ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ت‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ص‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬
Artinya :
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".” (QS: Al-Baqarah Ayat: 156)
Sedangkan kiamat kubra hari hancurnya alam semesta (termasuk manusia) atau
masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam
dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman
Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya,
sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat al-Zalzalah ayat 1-5.
Tanda-tanda kecil mencul apabila hari kiamat belum terlampau dekat. Adapun tanda-
tanda besar muncul setelah hari kiamat amat dekat (hamper terjadi).
1. Tanda-Tanda Kecil
Yang termasuk tanda-tanda kecil,
antara lain :
a. Pembantu telah melahirkan anak
majikannya
b. Meluasnya perbuatan maksiat,
termasuk perzinaan
c. Jumlah wanita lebih banyak
dibanding dengan prianya
d. Ilmu agama tidak dianggap
penting lagi
2. Tanda-Tanda Besar
Yang termasuk tanda-tanda besar,
antara lain :
a. Matahari terbit dari arah barat
b. Keluarnya dajjal
c. Keluarnya hewan yang aneh dari
dalam bumi
d. Turunnya Isa ibnu Maryam
e. Turunnya imam Mahdi
C.Proses Menuju Fase-fase Kehidupan Akhirat
Pada hari kiamat nanti manusia mengalami beberapa proses tahapan yang antara lain sebagai
berikut :
1. Yaumul Barzakh yaitu masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat
kubra).
Firman Allah dalam surat al-Mukminun ayat 46 :
ْ‫ر‬ِ‫ف‬ َ‫ل‬‫آ‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ ِ‫خ‬ْ‫د‬َ‫أ‬ ُ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ُ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ت‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫و‬ ۖ ‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫َش‬‫ع‬ َ‫و‬ ‫ا‬ ًّ‫ُو‬‫د‬ُ‫غ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ون‬ُ‫ض‬َ‫ر‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ ُ‫ر‬‫ا‬َّ‫ن‬‫ال‬َ‫ن‬ْ‫َو‬‫ع‬
ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫د‬َ‫ش‬َ‫أ‬
Artinya :
“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya
Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir´aun dan kaumnya ke dalam azab
yang sangat keras".” (QS: Al-Mu'min Ayat: 46)
2. Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam Kubur) yaitu masa kebangkitan seluruh
makhluk
Firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6:
ۚ ُ‫ه‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ن‬َ‫و‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ُ‫ه‬‫ا‬َ‫ص‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ ۚ ‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫َم‬‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ئ‬ِ‫ب‬َ‫ن‬ُ‫ي‬َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ُ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ث‬َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫و‬َٰٰ َ‫ل‬َ‫ع‬ُ َّ‫اَّلل‬
ٌ‫د‬‫ي‬ِ‫ه‬َ‫ش‬ ٍ‫ء‬ْ‫َي‬‫ش‬ ِ‫ُل‬‫ك‬
Artinya :
“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada
mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu,
padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS:
Al-Mujaadilah Ayat: 6)
3. Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang Mahsyar) yaitu hari berkupulnya seluruh
umat manusia di padang mahsyar
Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22
ُ‫ك‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ؤ‬‫َا‬‫ك‬َ‫ُر‬‫ش‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ُوا‬‫ك‬َ‫ر‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ل‬ِ‫ل‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ن‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ر‬ُ‫ش‬ْ‫ح‬َ‫ن‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫و‬ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬
َ‫ون‬ُ‫م‬ُ‫ع‬ْ‫ز‬َ‫ت‬
Artinya :
“Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka
semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: " Di manakah sembahan-
sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) kami?". (Q.S. al An’am :22)
4. Yaumul Hisãb (Hari Perhitungan/Pemeriksaan) yaitu hari seluruh umat
mempertanggungkan perbuatannya selama hidup
Firman Allah dalam surat al-Insyiqãq ayat 8
5. Yaumul Mîzan (Hari Pertimbangan Amal)
Firman Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87
َ‫أ‬ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ُ‫ل‬ُّ‫ظ‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َٰ‫َى‬‫د‬‫ا‬َ‫ن‬َ‫ف‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ِر‬‫د‬ْ‫ق‬َ‫ن‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬َ‫ظ‬َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ب‬ ِ‫اض‬َ‫غ‬ُ‫م‬ َ‫ب‬َ‫ه‬َ‫ذ‬ ْ‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ون‬ُّ‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫و‬ْ‫ن‬
َّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫ه‬ََٰ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫َل‬َ‫ين‬ِ‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫ظ‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ك‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ك‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ب‬ُ‫س‬ َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫أ‬
Artinya :
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam Keadaan marah, lalu
ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia
menyeru dalam Keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha
suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S.al Anbiya’
: 87)
6. Yaumul Jaza (Hari Pembalasan)
Firman Allah dalam surat al-Mukmin : 17
‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬ َٰ‫ى‬َ‫ز‬ْ‫ج‬ُ‫ت‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫س‬ ِ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ع‬‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫س‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ۚ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫م‬ْ‫ل‬ُ‫ظ‬ َ‫َل‬ ۚ ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ِ‫ب‬‫ا‬
Artinya:
“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada
yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya”. (Q.S. al Mukmin :
17)
D. Surga dan Neraka
A. Surga
Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang
hakiki dan abadi sebagai balasan bagi orang yang bertakwa, beriman dan beramal saleh ,
yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Surga itu sesuatu yang belum pernah dialami
selama di dunia oleh siapapun dan tidak dibayangkan keadaannya oleh pikiran dan
gambaran dalam hati. Yang artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw
bersabda : Allah Ta’ala berfirman “ Aku telah menyediakan untuk hambaku yang saleh
sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga serta belum
pernah tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari Muslim)
Surga itu tempat yang telah dijanjikan Allah untuk orang-orang yang bertakwa,
sebagaimana firman-Nya dalam surat ali Imrãn ayat 133 dan Surga dijanjikan Allah untuk
orang-orang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firmannya dalam surat al-Baqarah ayat
25
Adapun nama-nama surga sebagai berikut :
1. Surga ‘Adn
2. Surga Na’îm
3. Surga Ma’wa
4. Surga Firdaus
5. Surga Dãrus-Salãm
6. Surga Dãrul Khulud
7. Surga Dãrul Muqomah
8. Surga Maqam Amîn
A. Neraka
Neraka adalah sesuatu tempat kehidupan di akhirat yang merupakan tempat
penyiksaan yang sangat hebat dan dahsyat, yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang
kafir (ingkar kepada Allah SWT), orang-orang musyrik dan orang-orang munafik.
Firman Allah surat al-Baqarah ayat 24 :
Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut :
1. Neraka Jahîm
2. Neraka Jahannam
3. Neraka Hawiyah
4. Neraka Huthamah
5. Neraka Saqar
6. Neraka Sa’ir
7. Neraka wail
E. Fungsi Iman Kepada Hari Akhir :
1) Menyadarkan manusia akan adanya hari akhir sebagai kehidupan yang hakiki
bagi manusia.
2) Menyadarkan manusia bahwa kehidupan di hari akhir adalah tujuan setiap
manusia yang hidup di dunia ini.
3) Menjadikan manusia bersikap hati-hati dalam hidup di dunia sehingga akan
selalu taat kepada petunjuk-petunjuk agama dan mambatasi diri terhadap
kesenangan hidup dunia.
4) Mendorong manusia untuk sebanyak mungkin berbuat baik dan sejauh
mungkin meninggalkan perbuatan dosa karena sadar bahwa semua perbuatan
manusia akan dibalas di hari akhir kelak.
5) Berusaha menjadi manusia yang baik selama hidup di dunia ini, yakni berbakti
kepada Allah SWT., kepada kedua orang tuannya, dan berbuat baik terhadap sesama
manusia.
2.Iman Kepada Qada dan Qadar
Secara bahasa Qada yang artinya ketentuan, penetapan, keputusan, atau kehendak.
Sedangkan menurut istilah Qada adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT. Bagi seluruh
makhluk-Nya sejak zaman Azali. Sesuai dengan iradat-Nya.
Secara bahasa Qadar yang artinya kuasa mengerjakan sesuatu. Sedangkan qadar
menurut istilah adalah perwujudan dari ketetapan Allah SWT. Sejak zaman Azali terhadap
semua makhluk dalam kadar dan bentuk tertentu sesuai dengan iradat-Nya.
A. Bukti-bukti adanya takdir Allah SWT.
Bukti-bukti adanya takdir Allah antara lain :
1. Manusia tidak dapat memilih kapan dan dimana ia dilahirkan,
2. Manusia tidak dapat memilih bapak dan ibunya ketika ia dilahirkan,
3. Manusia tidak dapat memilih bangsa dan tanah airnya ketika ia dilahirkan,
4. Manusia tidak dapat memilih jenis kelamin dan bentuk tubuhnya ketika ia dilahirkan,
5. Manusia tidak dapat memilih dan tidak dapat mengetahui, kapan dan dimana ia meninggal
dunia.
B. Macam-macam Takdir
Takdir Allah SWT dibagi dua, yaitu takdir mubram dan takdir mu’allaq.
1. Takdir mubram, ialah takdir Allah SWT yang tidak dapat ditolak, pasti terjadi, dan harus
diterima oleh manusia. Misalnya jenis kelamin, warna kulit, kelahiran, kematian, dan
terjadinya kiamat dan sebagainya.
2. Takdir mu’allaq, ialah takdir yang dapat diubah sesuai dengan ikhtiar manusia dan atas
kehendak Allah SWT. Misalnya pandai, kaya, miskin, bodoh, sehat dll.
C. Fungsi Iman kepada Qada dan Qadar
Iman kepada qada dan qadar memiliki beberapa fungsi, antara lain :
1. Menumbuhkan kesadaran bahwa alam semesta beserta isinya berjalan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan Allah.
2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
3. Menumbuhkan sikap dan perilaku terpuji serta menghilangkan sikap dan perilaku tercela.
4. Mendorong umat manusia untuk melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya
meningkat.
5. Menghindari sikap sombong dan putus asa.
6. Menumbuhkan sikap tawaduk dan tawakal kepada Allah.
D. Tanda-tanda Orang yang beriman kepada Qada dan Qadar
Keimanan kepada qada dan qadar Allah SWT akan berdampak positif bagi diri sendiri.
Adapun dampak positif beriman kepada qada dan qadar Allah SWT, antara lain sebagai
berikut :
1. Berjiwa qanaah
2. Berani manghadapi persoalan hidup karena yakin semuanya yang dialami ujian dari Allah
SWT.
3. Memiliki keberhasilah dalam berjuang menegakkan islam karena yakin bahwa hidup dan
mati ada pada kuasa Allah SWT.
4. Memiliki jiwa yang tenang, tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik.
5. Mampu mengendalikan dirinya di saat suka maupun duka. Tidak pernah bangga jika
usahanya berhasil, tidak mudah lemah semangat apabila usahanya belum berhasil.
6. Cukup tenteram hidupnya karena merasa bahwa dirinya dekat dengan Allah SWT.

Makalah Rukun Iman

  • 1.
    LATAR BELAKANG Dalam agamaislam terdapat pilar-pilar keimanan yang dikenal dengan rukun iman, terdiri dari enam pilar, keenam pilar tersebut adalah keyakinan islam terhadap hal-hal ghaib yang hanya dapat diyakini secara trasendental, sebuah kepercayaan terhadap hal-hal yang diluar daya nalar manusia. Rukun iman (pilar keyakinan) ini terdiri dari : 1. Iman kepada Allah, 2. Iman kepada Malaikat, 3. Iman kepada kitab, 4. Iman kepada rasul, 5. Iman kepada hari akhir, 6. Iman kepada qada dan qadar. Enam pilar keimanan umat islam tersebut merupakan sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Tanpa mempercayai salah satunya maka gugurlah keimanannya, sehingga mengimani ke enam rukun iman tersebut merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat ditawa-tawar lagi. PENGERTIAN RUKUN IMAN Berbicara tentang iman, tentu berbicara tentang keyakinan. Maka secara mutlak orientasi pembahasan dititik beratkan pada jiwa seseorang atau lazimnya di sebut “qalbu”. Hati merupakan pusat dari satu keyakinan, kita semua sepakat bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur pokok kejadian, terbentuknya jazad dan rohani, apabila keduanya pincang atau salah satu di antaranya kurang, maka secara mutlak tidak mungkin terbentuk makhluk yang bernama manusia. Iman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkan menurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantap dalam hati dan dibuktikan lewat amal perbuatan. Hal ini tercermin dalam salah satu hadis Nabi yang berikut ini: Terjemahnya: “Iman itubukanlahdenganangan-angantetapi apayangtelahmentapdi dalamhatimudan dibuktikankebenarannyadenganamal”. 1. IMAN KEPADA ALLAH SWT Akidah yang mendasar adalah tauhid atau beriman kepada Allah SWT. Beriman kepada Allah SWT adalah keyakinan teguh akan wujud Allah SWT, dan bahwasanya Dia adalah Rabb dan pemilik segala sesuatu, hanya Dialah Sang pencipta dan hanya Dialah yang berhak disembah (diibadahi), tiada sekutu bagi-Nya Lailahaillallah , tiada tuhan yang patut disembah selain Allah SWT. Ungkapan lailahaillallah tidak hanya mengandung makna Tuhan, tetapi juga mengandung makna “yang ditaati”. Oleh karenanya, berakidah tauhid, tidak hanya dengan mengakui adanya Allah Yang Maha Esa, yang menciptakan segenap alam semesta, tetapi juga harus taat terhadap apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang. Tauhid adalah ajaran pokok yang dibawa oleh para Nabi, sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Para Nabi dan Rasul terdahulu senantiasa menyeru umatnya untuk menyadari bahwa Tuhan hanya satu dan Tuhan yang satu itulah yang wajib disembah dan ditaati. Dia tidak boleh disekutukan dengan sesuatu apa pun karena selain Dia, semua di ala
  • 2.
    mini adalah makhlukyang tidak pantas untuk dutuhankan. Al-quran menegaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengampuni mereka yang menyekutukan-Nya . ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ۚ ُ‫ء‬‫َا‬‫ش‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ِ‫ل‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬ََٰ‫ذ‬ َ‫ُون‬‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫ي‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ َ‫ك‬َ‫ر‬ْ‫ش‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ َ‫َل‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫م‬‫ي‬ِ‫َظ‬‫ع‬ ‫ا‬ً‫م‬ْ‫ث‬ِ‫إ‬ َٰ‫ى‬َ‫ر‬َ‫ت‬ْ‫اف‬ ِ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ِ َّ‫اَّلل‬ِ‫ب‬ ْ‫ك‬ ِ‫ر‬ْ‫ش‬ُ‫ي‬ Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS: An-Nisaa Ayat: 48) Atas dasar tauhid ini pula, Allah SWT tidak membenarkan pertuhanan sesama manusia, betapa pun sucinya manusia itu. Karena itu, islam tidak menerima ketuhanan Isa Al- Masih, kendati ia seorang Nabi dan Rasul. Demikian pula, islam tidak menyetujui tradisi kalangan Bani Israil yang secara majasi menyebut orang-orang yang taat kepada Tuhan sebagai “anak Tuhan” dan menyebut orang durhaka kepada-Nya dengan sebutan “anak setan”. Secara tegas Al-Qur’an menjelaskan bahwa Tuhan tidak mempunyai anak dan juga tidak mengadopsi anak. 2. IMAN KEPADA MALAIKAT (MAKHLUK GHAIB) Penglihatan manusiaini terbatas, karena indra manusia hanya bisa melihat hal fisik/jasmani, namun tidak bisa melihat hal-hal yang metafisik (ghaib). Walaupun tidak bisa dilihat, bukan berarti hal gaib tidak ada. Sebab banyak benda yang tidak dapat dilihat di dunia ini, akan tetapi benda itu ada. Angin misalnya, kita tidak dapat melihatnya, tetapi hembusannya dapat kita rasakan. 1. Malaikat a. Sifat dan tugas malaikat Malaikat adalah akhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya, senantiasa menyembah Allah, tidak pernah mendurhakai perintah Allah SWT serta senantiasa melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Malaikat berjumlah sangat banyak dan tidak ada yang dapat menghitungnya, kecuali Allah SWT.Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari nur (cahaya). Karena diciptakan dari cahaya, maka wajar bila malaikat termasuk makhluk gaib yang sifat-sifatnya berbeda dengan manusia. Sifat-sifat malaikat antara lain : • Tidak pernah durhaka atau membangkang terhadap perintah Allah SWT. • Taat terhadap segala apa yang diperintahkan Allah SWT. • Senantiasa bertasbih kepada Allah SWT. • Tidak memiliki nafsu. • Mempunyai kemampuan yang luar biasa dengan izin-Nya. Nama Malaikat yang wajib kita ketahui ada 10 dan masing-masing dari mereka sudah mempunyai tugas. 2. Makhluk gaib selainMalaikat(jin, iblis, dan setan) Sebagaimana dijelaskan di atas, selain malaikat ada makhluk gaib lain yang justru sangat berbeda dengan malaikat, yaitu jin, iblis dan setan. Sebagai muslim, yakin akan adanya jin, iblis dan setan adalah wajib hukumnya.
  • 3.
    a. Jin Jin secaraliteral berarti sesuatu yang berkonotasi “tersembunyi” atau “tidak terlihat”. Hal itulah yang memungkinkan kita mengkaitkan dengan sifat yang umum “alam tersembunyi”. Allah SWT menjelaskan jika manusia diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas. Sesuai Firman Allah SWT dalam (QS: Al-Hijr Ayat: 26) , (QS: Al- Hijr Ayat: 27) Dari api yang amat panas inilah Allah SWT telah menciptakan jin, yaitu sel atau atom dari nukleas-nukleas api. Kemudian Allah memasukkan roh atau nyawa, maka jadilah ia hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. Jin juga diberi izin oleh Allah menzahirkan berbagai bentuk dan rupa, tentunya yang disukai dan dikehendakinya kecuali rupa Rasulullah Saw. b. Setan/ iblis Setan berasal dari golongan jin yang durhaka. Iblis diusir Allah dari surga karena menentang perintah-Nya. Iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam As sebagai penghormatan ciptaan-Nya yang mulia. Allah SWT memberikan derajat manusia lebih tinggi daripada makhluk- makhluk yang lain karena manusia diberikan akal. Sehingga manusia mampu untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Kisah tentang keutamaan dan kekufuran iblis tersebut, terdapat dalam surat Al- Baqarah ayat 30-37. 3. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH a. Pengertian Kitab dan suhuf Kitab secara bahasa mempunyai arti tulisan. Sedangkan menurut istilah, kitab adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada umatnya sebagai petunjuk dan pedoman petunjuk hidup. Suhuf menurut bahasa berarti lembaran. Adapun suhuf menurut istilah adalah wahyu yang disampaikan kepada rasul, kan tetapi tidak wajib disampaikan kepada manusia. Beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah SWT memiliki kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada para Nabi dan Rasul-Nya; yang benar-benar merupakan kalam (firman, ucapan)-Nya. Kitab-kitab itu adalah cahaya dan petunjuk dari Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam (QS: An-Nisaa Ayat: 136). b. Kitab-kitab Allah SWT ada 4, yaitu : 1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS berbahasa Ibrani 2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS berbahasa Qibti 3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS berbahasa Suryani 4. Kitab Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berbahasa Arab
  • 4.
    1. Kitab Zaburadalah kumpulan firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Daud as dalam (QS. Al-Isra’ : 55) Secara garis besarnya, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. terdiri dari lima macam: 1. Ratapan dan doa individu 2. Ratapan-ratapan jamaah 3. Nyanyian untuk raja 4. Nyanyian liturgy kebaktian untuk memuji Tuhan 5. Nyanyian perorangan sebagai rasa syukur 1. Kitab Taurat Kitab Taurat adalah kumpulan firman-firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Musa as. Kitab ini berlaku hanya bagi Nabi Musa as. dan Bani Israil. Firman Allah SWT dalam (QS. Al-Isra’ : 2) Isi pokok kitab ini adalah Sepuluh firman atau Perintah (Ten Commandements) Allah SWT yang diterima oleh Nabi Musa as. ketika berada di puncak gunung Thursina. Sepuluh Firman atau Perintah yang mencakup asas-asas akidah (keyakinan) dan asas - asas syariat (kebaktian) itu termuat dalam kitab Keluaran pasal 20: 1-17 dan Kitab Ulangan pasal 5: 1-21. Sepuluh Perintah Allah SWT tersebut sebagai berikut: 1) Keharusan mengakui ke-Esa-an Allah dan mencintai-Nya. 2) Larangan menyembah patung atau berhala, sebab Alllah SWT tidak dapat diserupakan dengan makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat, maupun di air. 3) Perintah menyebut nama Allah SWT dengan hormat. 4) Perintah memuliakan hari Sabat (sabtu). 5) Perintah menghormati ayah-ibu. 6) Larangan membunuh sesama manusia. 7) Larangan berbuat cabul (mendekati zina). 8) Larangan mencuri. 9) Larangan berdusta (menjadi saksi palsu). 10) Larangan berkeinginan memiliki atau menguasai barang orang lain dengan cara yang tidak benar. 3. Kitab Injil Injil adalah kitab yang berisi firman-firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Isa as. (Yesus Kristus), putra dari Maryam. Firman Allah SWT dalam (QS: Al-Maidah Ayat: 46) 4.Al-Qur’an Al-qur’an menurut bahasa berarti bacaan. Adapun menurut istilah adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai mukjizatnya dan bagi yang membacanya merupakan ibadah. َ‫ون‬ُ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫الذ‬ ‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َّ‫ز‬َ‫ن‬ ُ‫ن‬ْ‫ح‬َ‫ن‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ Artinya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS Al-Hijr : 9)
  • 5.
    Dalam Al-Qur'an sendiriterdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya: • Al-Kitab • Al-Furqan (pembeda benar salah) • Adz-Dzikr (pemberi peringatan) • Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat) • Al-Hukm (peraturan/hukum) • Al-Hikmah (kebijaksanaan) • Asy-Syifa' (obat/penyembuh) • Al-Huda (petunjuk) • At-Tanzil (yang diturunkan) • Ar-Rahmat (karunia) • Ar-Ruh (ruh) • Al-Bayan (penerang) • Al-Kalam (ucapan/firman) • Al-Busyra (kabar gembira) • An-Nur (cahaya) • Al-Basha'ir (pedoman) • Al-Balagh (penyampaian/kabar) • Al-Qaul (perkataan/ucapan)
  • 6.
    c. Hikmah BerimanKepada Kitab-Kitab Allah SWT Dalam menerapkan hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, imlementasinya sebagai berikut: a. Beriman kepada Allah SWT hukumnya adalah wajib. Harus melakukan, tidak boleh meninggalkan. Orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan mendapatkan balasan dari Allah SWT berupa ganjaran. b. Menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dimana Al Qur’an merupakan penyempurna dari kitab-kitab terdahulu. Orang-orang yang beriman kepada kitab- kitab Allah akan membuktikan keimanannya selalu sesuai dengan ajaran Allah SWT, sehingga dalam hidupnya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. c. Memberikan kemantapan dalam menjalani keislaman. Al Qur’an adalah firman Allah SWT dan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kerasulannya dan sampai akhiruz zaman tetap terjaga kemurniannya. D. Fungsiberiman kepada Kitab-kitab Allah SWT di antaranya agar manusia : oMendapatkan petunjuk hidup agar tidak tersesat dan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. oMendapatkan penjelasan tentang persoalan-persoalan hidup manusia. oDapat membedakan antara yang hak dan yang batil. oMendapat kabar gembira dengan surge sebagai imbalan perbuatan baik dan peringatan dengan neraka sebagai imbalan perbuatan buruk. oMenjadikan kitab Allah sebagai dasar pengambilan keputusan. oMendapatkan sumber informasi dunia metafisik yang tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia. Dengan beriman, artinya kita :  Percaya bahwa Allah memang talah menurunkan kitab-kitab kepada beberapa Rasul, walaupun tidak semua kita ketahui.  Percaya bahwa kitab-kitab tersebut memang ada dan diturunkan olah Allah SWT.  Mengajui kebenaran isi kitab-kitab tersebut, kecuali telah disangkal oleh kitab sesudahnya.  Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Orang yang mengingkari serta tidak percaya kepada Kitab Allah boleh disebut murtad. 1. IMAN KEPADA RASUL Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul
  • 7.
    adalah orang yangmendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya. Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk ushul (pokok) iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana beriman kepada Nabi dan Rasul dengan pemahaman yang benar. Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul, keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya. Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti pembatasan bahwa hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan rasul-Nya. a. Tugas Para Rasul Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syari’at dari tiap Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara tugas tersebut adalah: 1. Menyampaikan risalah Allah ta’ala dan wahyu-Nya. 2. Dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. 3. Memberikan kabar gembira dan memperingatkan manusia dari segala kejelekan. 4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya. 5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang. 6. Menegakkan hujjah atas manusia. 7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah. b. Sifat-sifat Para Rasul : 1. Sifat Wajib Sifat wajib bagi rasul adalah sifat yang harus dan wajib dimiliki oleh para rasul. Sifat- sifat wajib ini adalah: 1) Siddiq, artinya benar atau jujur. Segala sesuatu yang diterima oleh rasul dari Allah wajib dikatakan dengan benar dan jujur. 2) Amanah, artinya dapat dipercaya. Seorang rasul harus dapat dipercaya untuk menyampaikan seluruh pesan yang diperintahkan oleh Allah swt. sama seperti aslinya, tanpa ditambah atau dikurangi. 3) Tablig, artinya menyampaikan. Maksudnya menyampaikan semua wahyu yang diterima dari Allah walaupun mereka menghadapi halangan dan rintangan yang berat. 4) Fatanah, artinya cerdik dan bijaksana. Seorang rasul haruslah cerdik, karena hanya orang cerdik yang dapat memimpin dan membimbing umat. 2.Sifat Mustahil Sifat mustahil bagi rasul adalah sifat yang mustahil dimiliki oleh para rasul. Sifat mustahi adalah kebalikan dari sifat-sifat wajib bagi rasul. Sifat-sifat mustahil bagi rasul adalah: a. Kizib, artinya berbohong atau dusta. b. Khianat, artinya tidak dapat dipercaya. c. Kitman, artinya menyembunyikan atau tidak menyampaikan. d. Baladah, artinya bodoh atau dungu.
  • 8.
    Sifat-sifat di atasmustahil dimiliki oleh para rasul. Jika rasul memiliki sifat-sifat tersebut, maka dakwah yang disampaikan kepada umatnya tidak akan berhasil, bahkan akan gagal semua 3. Sifat Jaiz Sifat jaiz bagi rasul adalah sifat-sifat yang diperbolehkan bagi mereka, yaitu kebolehan berupa sifat-sifat manusiawi yang dimiliki manusia pada umumnya. Sifat-sifat ini disebut sifat basyariah atau sifat kemanusiaan, seperti rasul makan, minum, tidur, beristri, sedih, dan gembira. 1. IMAN KEPADA HARI AKHIR A. Pengertian hari akhir Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa pada saat yang ditentukan Allah SWT lam ini akan hancur dan semua makhluk akan mati. Tidak seorang pun diberitah, termasuk Rasulullah saw sendiri. Sejak Rasulullah saw masih hidup, manusia banyak bertanya kapan terjadinya kehancuran alam semesta ini. Pertanyaan mereka di abadikan Allah SWT, dalam Firman-Nya berikut. ٌ‫ن‬‫ي‬ِ‫ب‬ُ‫م‬ ٌ‫ر‬‫ِي‬‫ذ‬َ‫ن‬ َّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ُ‫ه‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ۚ ٍ‫ة‬َّ‫ن‬ ِ‫ج‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ِ‫اح‬َ‫ص‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ ۗ ‫وا‬ُ‫ر‬َّ‫ك‬َ‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬َ‫و‬َ‫أ‬ Artinya : “Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.” (QS: Al-A'raf Ayat: 184) Al-qur’an menjelaskan peristiwa hancurnya alam semesta disebut yaumus-sa’ah. Setelah mati, manusia dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya selama hidup di dunia. Hidup sesudah mati itulah yang disebut hari akhir. Beriman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hati adanya pembalasan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Hari akhir itu bersifat abadi dan tidak berakhir, sebagaimana hari-hari di dunia ini. Ada tiga golongan manusia menanggapi adanya hari akhir. Ketiga golongan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Golongan pertama adalah kelompok manusia yang mengingkari atau tidak percaya akan adanya hari akhir. Golongan ini disebut Ateis atau mulhid (tidak mempercayai adanya Tuhan). 2) Golongan kedua adalah kelompok manusia yang mempercayai akan adanya reinkarnasi. Reinkarnasi adalah penjelmaan roh manusia yang tidak mati. Kepercayaan seperti ini banyak dianut pemeluk agama Ardi (agama buatan manusia). 3) Golongan ketiga adalah kelompok manusia yang meyakini akan adanya hari akhir. Kepercayaan seperti inilah yang di anut oleh agama samawi (agama yang berasal dari Allah SWT.). B. Tanda-tanda akan datangnya yaumul sa’ah (Hari kiamat) Kiamat ada dua macam, yakni kiamat sugra (kiamat kecil) dan Kubra (kiamat besar).  Kiamat sugra ialah hari kematian seseorang atau berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan,
  • 9.
    hama tanaman yangmerajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah swt. Allah Berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155-156 : turunkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah. ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ ْ‫اْل‬ َ‫و‬ ِ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫م‬َ ْ‫اْل‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ص‬ْ‫ق‬َ‫ن‬َ‫و‬ ِ‫وع‬ُ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ ِ‫ف‬ْ‫و‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ء‬ْ‫َي‬‫ش‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫و‬ُ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ن‬َ‫ل‬َ‫و‬ ۗ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫م‬َّ‫ث‬‫ال‬ َ‫و‬َ‫ين‬ ِ‫ر‬ِ‫ب‬‫ا‬َّ‫ص‬‫ال‬ ِ‫ر‬ِ‫ش‬َ‫ب‬َ‫و‬ Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS: Al-Baqarah Ayat: 155) َ‫ون‬ُ‫ع‬ ِ‫اج‬َ‫ر‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ِ َّ ِ‫َّلل‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ٌ‫ة‬َ‫ب‬‫ي‬ ِ‫ص‬ُ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ت‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ص‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ Artinya : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".” (QS: Al-Baqarah Ayat: 156) Sedangkan kiamat kubra hari hancurnya alam semesta (termasuk manusia) atau masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat al-Zalzalah ayat 1-5. Tanda-tanda kecil mencul apabila hari kiamat belum terlampau dekat. Adapun tanda- tanda besar muncul setelah hari kiamat amat dekat (hamper terjadi). 1. Tanda-Tanda Kecil Yang termasuk tanda-tanda kecil, antara lain : a. Pembantu telah melahirkan anak majikannya b. Meluasnya perbuatan maksiat, termasuk perzinaan c. Jumlah wanita lebih banyak dibanding dengan prianya d. Ilmu agama tidak dianggap penting lagi 2. Tanda-Tanda Besar Yang termasuk tanda-tanda besar, antara lain : a. Matahari terbit dari arah barat b. Keluarnya dajjal c. Keluarnya hewan yang aneh dari dalam bumi d. Turunnya Isa ibnu Maryam e. Turunnya imam Mahdi
  • 10.
    C.Proses Menuju Fase-faseKehidupan Akhirat Pada hari kiamat nanti manusia mengalami beberapa proses tahapan yang antara lain sebagai berikut : 1. Yaumul Barzakh yaitu masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat kubra). Firman Allah dalam surat al-Mukminun ayat 46 : ْ‫ر‬ِ‫ف‬ َ‫ل‬‫آ‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ ِ‫خ‬ْ‫د‬َ‫أ‬ ُ‫َة‬‫ع‬‫ا‬َّ‫س‬‫ال‬ ُ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ت‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫و‬ ۖ ‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫َش‬‫ع‬ َ‫و‬ ‫ا‬ ًّ‫ُو‬‫د‬ُ‫غ‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ون‬ُ‫ض‬َ‫ر‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ ُ‫ر‬‫ا‬َّ‫ن‬‫ال‬َ‫ن‬ْ‫َو‬‫ع‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫د‬َ‫ش‬َ‫أ‬ Artinya : “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir´aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".” (QS: Al-Mu'min Ayat: 46) 2. Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam Kubur) yaitu masa kebangkitan seluruh makhluk Firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6: ۚ ُ‫ه‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ن‬َ‫و‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ُ‫ه‬‫ا‬َ‫ص‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ ۚ ‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫َم‬‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ئ‬ِ‫ب‬َ‫ن‬ُ‫ي‬َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ُ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ث‬َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫و‬َٰٰ َ‫ل‬َ‫ع‬ُ َّ‫اَّلل‬ ٌ‫د‬‫ي‬ِ‫ه‬َ‫ش‬ ٍ‫ء‬ْ‫َي‬‫ش‬ ِ‫ُل‬‫ك‬ Artinya : “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS: Al-Mujaadilah Ayat: 6) 3. Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang Mahsyar) yaitu hari berkupulnya seluruh umat manusia di padang mahsyar Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22 ُ‫ك‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ُ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ؤ‬‫َا‬‫ك‬َ‫ُر‬‫ش‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ُوا‬‫ك‬َ‫ر‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ل‬ِ‫ل‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ن‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ر‬ُ‫ش‬ْ‫ح‬َ‫ن‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬َ‫و‬ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬ َ‫ون‬ُ‫م‬ُ‫ع‬ْ‫ز‬َ‫ت‬ Artinya : “Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: " Di manakah sembahan- sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) kami?". (Q.S. al An’am :22) 4. Yaumul Hisãb (Hari Perhitungan/Pemeriksaan) yaitu hari seluruh umat mempertanggungkan perbuatannya selama hidup Firman Allah dalam surat al-Insyiqãq ayat 8 5. Yaumul Mîzan (Hari Pertimbangan Amal) Firman Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87 َ‫أ‬ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ُ‫ل‬ُّ‫ظ‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َٰ‫َى‬‫د‬‫ا‬َ‫ن‬َ‫ف‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ِر‬‫د‬ْ‫ق‬َ‫ن‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬َ‫ظ‬َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ب‬ ِ‫اض‬َ‫غ‬ُ‫م‬ َ‫ب‬َ‫ه‬َ‫ذ‬ ْ‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ون‬ُّ‫ن‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫و‬ْ‫ن‬ َّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫ه‬ََٰ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫َل‬َ‫ين‬ِ‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫ظ‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ك‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ك‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫ح‬ْ‫ب‬ُ‫س‬ َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ Artinya :
  • 11.
    “Dan (ingatlah kisah)Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam Keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam Keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S.al Anbiya’ : 87) 6. Yaumul Jaza (Hari Pembalasan) Firman Allah dalam surat al-Mukmin : 17 ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬ َٰ‫ى‬َ‫ز‬ْ‫ج‬ُ‫ت‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫س‬ ِ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ع‬‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫س‬ َ َّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ۚ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫م‬ْ‫ل‬ُ‫ظ‬ َ‫َل‬ ۚ ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ِ‫ب‬‫ا‬ Artinya: “Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya”. (Q.S. al Mukmin : 17) D. Surga dan Neraka A. Surga Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki dan abadi sebagai balasan bagi orang yang bertakwa, beriman dan beramal saleh , yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Surga itu sesuatu yang belum pernah dialami selama di dunia oleh siapapun dan tidak dibayangkan keadaannya oleh pikiran dan gambaran dalam hati. Yang artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala berfirman “ Aku telah menyediakan untuk hambaku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga serta belum pernah tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari Muslim) Surga itu tempat yang telah dijanjikan Allah untuk orang-orang yang bertakwa, sebagaimana firman-Nya dalam surat ali Imrãn ayat 133 dan Surga dijanjikan Allah untuk orang-orang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firmannya dalam surat al-Baqarah ayat 25 Adapun nama-nama surga sebagai berikut : 1. Surga ‘Adn 2. Surga Na’îm 3. Surga Ma’wa 4. Surga Firdaus 5. Surga Dãrus-Salãm 6. Surga Dãrul Khulud 7. Surga Dãrul Muqomah 8. Surga Maqam Amîn A. Neraka Neraka adalah sesuatu tempat kehidupan di akhirat yang merupakan tempat penyiksaan yang sangat hebat dan dahsyat, yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang kafir (ingkar kepada Allah SWT), orang-orang musyrik dan orang-orang munafik. Firman Allah surat al-Baqarah ayat 24 : Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut : 1. Neraka Jahîm 2. Neraka Jahannam 3. Neraka Hawiyah 4. Neraka Huthamah
  • 12.
    5. Neraka Saqar 6.Neraka Sa’ir 7. Neraka wail E. Fungsi Iman Kepada Hari Akhir : 1) Menyadarkan manusia akan adanya hari akhir sebagai kehidupan yang hakiki bagi manusia. 2) Menyadarkan manusia bahwa kehidupan di hari akhir adalah tujuan setiap manusia yang hidup di dunia ini. 3) Menjadikan manusia bersikap hati-hati dalam hidup di dunia sehingga akan selalu taat kepada petunjuk-petunjuk agama dan mambatasi diri terhadap kesenangan hidup dunia. 4) Mendorong manusia untuk sebanyak mungkin berbuat baik dan sejauh mungkin meninggalkan perbuatan dosa karena sadar bahwa semua perbuatan manusia akan dibalas di hari akhir kelak. 5) Berusaha menjadi manusia yang baik selama hidup di dunia ini, yakni berbakti kepada Allah SWT., kepada kedua orang tuannya, dan berbuat baik terhadap sesama manusia. 2.Iman Kepada Qada dan Qadar Secara bahasa Qada yang artinya ketentuan, penetapan, keputusan, atau kehendak. Sedangkan menurut istilah Qada adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT. Bagi seluruh makhluk-Nya sejak zaman Azali. Sesuai dengan iradat-Nya. Secara bahasa Qadar yang artinya kuasa mengerjakan sesuatu. Sedangkan qadar menurut istilah adalah perwujudan dari ketetapan Allah SWT. Sejak zaman Azali terhadap semua makhluk dalam kadar dan bentuk tertentu sesuai dengan iradat-Nya. A. Bukti-bukti adanya takdir Allah SWT. Bukti-bukti adanya takdir Allah antara lain : 1. Manusia tidak dapat memilih kapan dan dimana ia dilahirkan, 2. Manusia tidak dapat memilih bapak dan ibunya ketika ia dilahirkan, 3. Manusia tidak dapat memilih bangsa dan tanah airnya ketika ia dilahirkan, 4. Manusia tidak dapat memilih jenis kelamin dan bentuk tubuhnya ketika ia dilahirkan, 5. Manusia tidak dapat memilih dan tidak dapat mengetahui, kapan dan dimana ia meninggal dunia. B. Macam-macam Takdir Takdir Allah SWT dibagi dua, yaitu takdir mubram dan takdir mu’allaq. 1. Takdir mubram, ialah takdir Allah SWT yang tidak dapat ditolak, pasti terjadi, dan harus diterima oleh manusia. Misalnya jenis kelamin, warna kulit, kelahiran, kematian, dan terjadinya kiamat dan sebagainya. 2. Takdir mu’allaq, ialah takdir yang dapat diubah sesuai dengan ikhtiar manusia dan atas kehendak Allah SWT. Misalnya pandai, kaya, miskin, bodoh, sehat dll. C. Fungsi Iman kepada Qada dan Qadar Iman kepada qada dan qadar memiliki beberapa fungsi, antara lain : 1. Menumbuhkan kesadaran bahwa alam semesta beserta isinya berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah. 2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
  • 13.
    3. Menumbuhkan sikapdan perilaku terpuji serta menghilangkan sikap dan perilaku tercela. 4. Mendorong umat manusia untuk melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat. 5. Menghindari sikap sombong dan putus asa. 6. Menumbuhkan sikap tawaduk dan tawakal kepada Allah. D. Tanda-tanda Orang yang beriman kepada Qada dan Qadar Keimanan kepada qada dan qadar Allah SWT akan berdampak positif bagi diri sendiri. Adapun dampak positif beriman kepada qada dan qadar Allah SWT, antara lain sebagai berikut : 1. Berjiwa qanaah 2. Berani manghadapi persoalan hidup karena yakin semuanya yang dialami ujian dari Allah SWT. 3. Memiliki keberhasilah dalam berjuang menegakkan islam karena yakin bahwa hidup dan mati ada pada kuasa Allah SWT. 4. Memiliki jiwa yang tenang, tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik. 5. Mampu mengendalikan dirinya di saat suka maupun duka. Tidak pernah bangga jika usahanya berhasil, tidak mudah lemah semangat apabila usahanya belum berhasil. 6. Cukup tenteram hidupnya karena merasa bahwa dirinya dekat dengan Allah SWT.