MAKALAH REM CAKRAM DAN REM TROMOL
Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Elemen Mesin II yang
Diampu Oleh Bapak Drs. Karno MW., S.T.
Disusun Oleh:
Ridho Akhya Fadilah K2512060
Ririn Rohma Wijayanti K2512062
Rosandi Surya Wijaya K2512064
Sarwo Edi K2512066
Setiana Wulaningsih K2512068
Suparyani K2512070
Yahya Dwi Putra Nugraha K2512072
Yusuf Wijaya K2512074
Arseta Budi Utomo K2512076
Program Studi Pendidikan Teknik Mesin
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2014
REM CAKRAM
A. Pengertian Rem Cakram
Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan
modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan
pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan
oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Rem jenis ini
juga digunakan pada kereta api, sepeda motor, sepeda. Pada mobil balap bahan
yang digunakan biasanya dari keramik agar lebih tahan terhadap panas yang
ditimbulkan selama proses pengereman.
B. Fungsi dan Prinsip Kerja Rem Cakram
Kaliper rem merupakan bagian sistem rem yang tugasnya mencengkram disc
motor adatu piringan cakram yang menyatu roda sehingga putaran roda bisa
berhenti. Prinsip kerja rem cakram bila pedal rem ditekan, silinder utama
mengubah tenaga ini menjadi tekanan hidrolik. Operasi pedal rem berdasarkan
tuas, dan mengubah tenaga pedal yang kecil menjadi tenaga yang besar yang
bekerja pada silinder utama. Berdasarkan hukum Pascal, tenaga hidrolik yang
dihasilkan di silinder utama ditransmisikan melalui jalur rem ke masing-masing
silinder utama. Tenaga itu bekerja pada brake lining dan bantalan rem cakram
untuk menghasilkan tenaga pengereman. Menurut hukum Pascal, tekanan yang
digunakan secara eksternal atas cairan terbatas yang dihantarkan secara seragam
ke semua arah.
Gambar 1. Rem Cakram
C. Komponen-komponen Rem Cakram
1. Cakram/ piringan
Terbuat dari besi tuang kelabu berbentuk lingkaran yang dipasang atau
disatukan dengan roda sehimgga apabila roda berputar maka cakram juga
ikut berputar.
Gambar 2. Cakram/ piringan
2. Pad / bantalan rem/ diskbrake
Terbuat dari metalik fiber dicampur dengan sedikit serbuk besi, fungsinya
adalah untuk memberikan gesekan pada piringan saat mendapatkan tekanan
hidraulik dari master silinder.
Gambar 3. Diskbrake
3. Caliper
Adalah rumah piston. Caliper dibedakan menjadi 2 macam menurut
konstruksinya yaitu floating caliper dan fixed caliper.
Gambar 4. Caliper
4. Piston
Berfungsi menekan masing-masing sisi piringan cakram.
Gambar 5. Piston
D. Bahan Baku Rem Cakram
Ceramic composite material sendiri adalah material komposit yang terdiri dari
serat karbon silikon karbida dan logam silicon. Silikon karbida merupakan
komponen utama yang menjaga kekerasan dari material komposit.
Serat karbon untuk menjamin kekuatan mekanik yang tinggi serta memberikan
kekuatan anti patah yang sangat dibutuhkan pada aplikasinya. Sifat quasiductile
dihasilkan dari bahan komposit keramik yang dikombinasikan dengan sifat dari
serat karbon serta polychrystalline silicon carbide ceramics menghasilkan
elongation sekitar 0,1-0,3% yang cukup tinggi untuk sebuah keramik. Jika
diaplikasikan pada sistem pengereman, maka silikon karbida merupakan pilihan
pertama untuk high performance brake systems, khususnya dalam mengejar
bobot yang ringan, kekerasan, dan karakteristik yang stabil dalam tekanan tinggi
serta temperatur tinggi, ketahanan terhadap thermal shock.
Sifat dari quasiductility membuat umur pemakaian disc brake semakin lama
dan juga menghindari masalah rem yang biasa ditemukan pada disc brake dengan
material grey cast iron. Adapun jenisnya yaitu Carbon Ceramic Brake (CCB)
yang merupakan floating disc brake yang dibuat dari material karbon yang
diperkuat oleh serat karbon dan lapisan keramik tambahan pada kedua sisi disc
brake yang permukaannya akan mengalami gesekan, untuk aplikasinya rem jenis
ini biasanya diaplikasikan pada VW, Porche, Lamborghini, Bugatti, AMG, dan
lain sebagainya. Kemudian selain itu biasanya yang dipakai adalah Ceramic
Composite Material (CCM) yang merupakan floating disc brake yang terdiri dari
serat karbon dan matriks dari keramik, untuk aplikasinya rem ini biasanya
diaplikasikan pada Ferrari, Maserati, Alfa Romeo, Aston Martin, Corvette, dan
lain-lain. Sedangkan yang berikutnya adalah Ceramic Matrix Composite (CMC)
yang merupakan floating disc brake yang diperkuat dengan lapisan keramik
tambahan pada kedua permukaan pengereman dan setahu saya diaplikasikan
pada McLaren SLR.
Gambar 5. Silicon karbida
E. Jenis-jenis Rem Cakram
1. Tipe satu piston (floating caliper)
Pada tipe ini tekanan hidraulik master silinder akan mendorong kea rah kiri.
Cakram bergerak berlawanan arah dengan gerak piston sehingga piringan
akan terjepit.
2. Tipe dua piston (fixed caliper)
Pada tipe ini tenaga pengereman yang terjadi adalah saat tekanan hidraulik
mendorong kedua piston sehingga piston mendorong pad untuk menjepit
piringan/cakram. Kerja dari tipe ini lebih akurat namun radiasi panasnya
terbatas karena silinder rem berada diantara cakram dengan velg sehingga
dulit tercapainya pendinginan oleh karena itu dibutuhkan komponen yang
lebih bayak.
Gambar 6. Jenis-jenis rem cakram
F. Cara Kerja Rem Cakram
Pada kendaraan roda dua, ketika handel rem ditarik, bubungan yang terdapat
pada handel rem akan menekan torak yang terdapat dalam master silinder. Torak
ini kan mendorong oli rem ke arah saluran oli, yang selanjutnya masuk ke dalam
ruangan silinder roda. Pada bagian torak sebelah luar dipasang kanvas atau brake
pad, brake pad ini akan menjepit piringan metal dengan memanfaatkan
gaya/tekanan torak ke arah luar yang diakibatkan oleh tekanan oli rem tadi dan
akhirnya menghentikan ban berputar. Karena rotor rem cakram dan bantalan rem
cakram saling menggesek, maka terjadi panas akibat friksi tadi, tetapi, karena
rotor rem cakram dan badan rem terbuka, panas friksi yang terjadi dapat dengan
mudah menguap.
Gambar 7. Konstruksi dan operasi rem cakram
G. Penyetelan Rem (Brake Adjustment)
Karena celah rem disesuaikan secara otomatis oleh penutup piston (karet),
sehingga celah rem tidak perlu disesuaikan dengan tangan. Ketika pedal rem
ditekan, maka tekanan hidrolik akan menggerakkan piston dan mendorong
bantalan rem cakram melawan rotor rem cakram. Pada saat ini, piston bergerak
sambil menyebabkan penutup piston berubah bentuk, dan saat pedal
rem dilepaskan, penutup piston kembali ke bentuk semula, sehingga
menggerakkan piston menjauhi bantalan rem cakram. Karenanya, walaupun
bantalan rem cakram sudah aus dan piston bergerak, jumlah kembalinya
piston selalu sama, sehingga celah antara bantalan rem cakram dan rotor rem
cakram dipertahankan pada jarak yang konstan.
Gambar 8. Penyetelan rem
H. Susunan dan Pemasangan Rem Cakram
Tabung sentral terdiri dari 2 piston seporos, seperti pada gambar sebelah.
Susunan 2 piston seporos itu tujuannya bukan seperti yang dikatakan para bengkel di
atas. Melainkan supaya pada saat pedal rem diinjak, penekanan terjadi secara
bertahap. Garis besar konstruksi tabung sentral seperti terpampang pada gambar di
butir ini. Minyak rem dari tanki masuk ke tabung sentral (1) melalui 2 saluran searah
(2) agar dijamin tidak balik lagi ke tanki ketika ditekan. Di dalam ruang silinder
tersusun 2 piston seporos, pistondalam (4) dan piston luar (5) yang masing-masing
dijaga posisinya dengan pegas yang cukup kuat. Pegas dalam (7) selalu dilengkapi
pembatas langkah guna menjamin langkah piston luar (5) tidak melampaui saluran
masuk (2) maupun keluar (3) minyak rem. Karena kalau 2 lobang tersebut terlampau,
tentu masuk angin dan minyak cadangan mengalir terbuang ke arah booster.
Sedangkan pegas luar (8) kebanyakan juga dilengkapi pembatas langkah. Tapi ada
juga yang hanya mengandalkan lipatan pegas ulir yang mengkerut. Intinya sama saja,
tidak boleh melampaui saluran masuk (2) maupun keluar (3) minyak rem.
Ketegangan pegas dalam (7) dan luar (8) tidak sama. Artinya, ketika tekanan datang
dari penyodok (9), piston yang pegasnya lebih lemah akan menghasilkan tekanan
Gambar 9. Susunan dan
pemasanganrem cakram
lebih dulu. Dan piston yang pegasnya lebih kuat menyusul setelah yang lemah
mencapai pembatas. Jadi fungsi pegas tidak semata-mata menjaga posisi piston, tetapi
juga menyusun urutan terjadinya tekanan.
I. Indikator Keausan Bantalan
Ketika bantalan rem cakram aus dan perlu diganti, indikator keausan bantalan
rem cakram menghasilkan suara lengkingan tinggi untuk memberi peringatan
pada pengemudi. Pada Corolla, peringatan ini terjadi saat ketebalan bantalan
tepat 2.5 mm (0.098 in). Konstruksi dan Operasi rem cakram dapat
dijelaskan dimana saat ketebalan bantalan berkurang menjadi kurang dari yang
telah disebutkan diatas, maka indikator keausan bantalan, yang terdapat pada
piringan belakang bantalan, berhungungan dengan rotor rem cakram
dan mengeluarkan suara lengkingan saat mobil berjalan. Ada rem indikator
keausan bantalan tipe sensor seperti yang terlihat pada gambar di bawah dimana
ketika sensor tersebut aus bersama rem cakram, sirkuit sensor menjadi terbuka.
ECU akan mendeteksi sirkuit yang terbuka tadi dan memberi peringatan kepada
pengemudi.
Gambar 10. Keausan Bantalan
Keuntungan Rem Cakram: Kerugian Rem Cakram:
 Pengereman lebih stabil
 Pendinginan lebih baik
 Tidak diperlukan penyetelan
 Diperlukan tenaga pengereman yang
lebih besar
 Debu dan kotoran akan lebih mudah
masuk karena system remnya terbuka
REM TROMOL
A. Pengertian dan Fungsi Rem Tromol
Rem tromol adalah salah satu konstruksi rem yg sistem pengeremannya
menggunakan tromol rem ( brake drum ), sepatu rem ( brake shoe ), dan silinder
roda ( wheel cylinder ). Pada dasarnya jenis rem tromol yang digunakan roda
depan dan belakang tidak sama, hal ini dimaksudkan supaya system rem dapat
berfungsi dengan baik dan sesuai dengan persyaratan. Mekanisme penghentian
roda dilakukan dengan mengembangkan kedua brake shoe, sehingga menghimpit
dinding bagian dalam cover tromol. Adapun komponen yang memicu
mengembangnya kedua brake shoe, yaitu putaran batang pengungkit (brake shoe
floating cam). Pada intinya, gaya menghimpit rem tromol dipicu gerak hidrolik
atau pneumatic. Umumnya rem tromol diaplikasikan pada kedua roda bagian
belakang. Seperti rem pada umumnya, rem tromol berfungsi untuk mengurangi
kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan
kemungkinan dapat memarkir kendaraan di tempat yang menurun. Rem tromol
merupakan sistem rem yang telah menjadi metode pengereman standar yang
digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada beberapa tahun belakangan ini.
Alasannya adalah karena rem tromol sederhana dan murah.
B. Komponen-komponen Rem Tromol
1. Backing plate adalah landasan untuk penempatan wheel cylinder dan
kampas rem.
2. Wheel cylinder adalah komponen rem tromol yang berguna sebagai ruang
gerak piston rem dalam melakukan penekan terhadap kampas rem. Wheel
cylinder ini berisi minyak rem yang berguna untuk melakukan penekanan
terhadap piston rem. Berbeda dengan tipe rem tromol sebelumnya , bahwa
jumlah wheel cylinder ini hanya satu buah dalam satu tromol rem , dengan
jumlah piston rem dalam wheel cylindernya hanya satu juga.
3. Piston rem adalah komponen dalam wheel cylinder yang menerima tekanan
dari minyak rem untuk diteruskan menekan kampas rem guna melakukan
pengereman. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa jumlah piston rem dalam
satu wheel cylinder hanya ada satu , yaitu ke arah penekanan kampas rem
bagian depan.
4. Kampas rem adalah komponen rem yang melakukan gesekan terhadap
tromol rem guna mengurangi kecepatan putaran dari tromol rem . Kampas
rem mendapat tekanan dari piston rem dalam upayanya bergesekkan dengan
tromol rem. Dalam satu tromol terdapat dua buah kampas rem yaitu bagian
depan dan bagian belakang.
5. Penyetel rem adalah komponen rem yang berguna mengatur jarak antara
tromol dengan kampas rem. Pada tipe ini penyetel rem di pasangkan pada
bagian bawah pada ujung kampas rem depan dan kampas rem belakang.
Sementara bagian atas dari kampas rem depan dan belakang dipasangkan
pada piston rem. Penyetel rem pada tipe rem tromol ini dibuat mengambang
terhadap backing plate.
6. Tension spring adalah pegas yang berguna untuk merapatkan kampas rem
depan dan belakang agar tidak bergesekan dengan tromol terus menerus
setelah pengereman dihentikan. Pegas inilah yang menjamin kedudukan
kampas rem bagian atas selalu pada posisi nya yaitu di piston rem dan
penyetel rem.
7. Tromol adalah komponen rem yang berhubungan dengan roda . Tromol
inilah yang bergesekan dengan kampas rem dalam upaya memperlambat atau
menghentikan putaran roda.
8. Spring retainer adalah komponen rem yang berguna mengkaitkan kampas
rem ke backing plate.
Gambar 11. Komponen-komponen rem tromol
C. Bentuk dan Bahan Baku Rem Tromol
Rem tromol memiliki cover berbentuk seperti cetakan kue bolu. Di dalam
cover tromol terdapat sepasang sepatu rem (brake shoe).
Gambar 12. Bentuk rem tromol
Rem tromol terbuat dari besi tuang dan digabung dengan hub saat rem
digunakan sehingga panas gesekan akan timbul dan gaya gesek dari brake lining
dikurangi. Drum brake mempunyai sepatu rem (dengan lining) yang berputar
berlawanan dengan putaran drum (wheel hub) untuk mengerem roda dengan
gesekan. Pada sistem ini terjadi gesekan-gesekan sepatu rem dengan tromol yang
akan memberikan hasil energi panas sehingga bisa menghentikan putaran tromol
tersebut.
Gambar 13. Bentuk dan struktur besi tuang
D. Macam-macam Rem Tromol
a. Tipe leading and trailing. Jenis ini hanya menggunakan sebuah satu silinder
roda dengan dua piston di dalamnya. Sepatu roda yang tidak berhubungan
dengan silinder roda ditumpu oleh anchor pin sehingga tidak dapat bergerak.
Gaya pengereman tipe ini sama kekuatannya pada saat maju atau mundur
sehingga lebih cocok untuk rem roda belakang.
Gambar 14. Rem tromol tipe leading and trailing
b. Tipe uniservo. Tipe ini hanya memiliki satu silinder roda dan satu piston
didalamnya, sepatu rem yang tidak berhubungan dengan sepatu rem masih
dapat bergerak. Kekuatan pengereman jenis ini lebih kuat pada saat maju
dibanding mundur, sehingga lebi cocok untuk rem depan.
Gambar 15. Rem tromol tipe uniservo
c. Tipe duoservo. Tipe ini hampir sama dengan tipe leading and trailing,
perbedaannya pada sepatu rem yang tidak berhubungan dengan silinder roda
tidak diikat mati, atau diikat mengambang sehingga dapat bergerak. Seperti
pada tipe uniservo, tekanan hidraulis yang diterima sepatu rem diteruskan ke
sepatu rem yang lain. Kekuatan pengereman tipe ini sama kuatnya antara
maju dan mundur, sehingga lebih cocok untuk rem belakang tetapi kekuatan
pengeremannya lebih kuat dinanding tipe leading and trailing.
E. Cara Kerja Rem Tromol
Cara pengoperasian rem tromol pada umumnya secara mekanik yang terdiri
dari; pedal rem (brake pedal) dan batang (rod) penggerak. Pengereman pada rem
tromol dapat dilakukan dengan internal expander brake (rem pengembangan dari
dalam) dan external contracting brake. Pada saat kabel atau batang penghubung
(tidak ditarik), sepatu rem dan tromol tidak saling kontak. Tromol rem
Gambar 16. Rem tromol tipe duoservo
berputar bebas mengikuti putaran roda.Tetapi saat kabel rem atau
batang penghubung ditarik, lengan rem atau tuas rem memutar cam/nok
pada sepatu rem sehingga sepatu rem menjadi mengembang dan kanvas
rem (pirodo)nya bergesekan dengan tromol. Akibatnya putaran tromol
dapat ditahan atau dihentikan, dan ini juga berarti menahan atau
menghentikan putaran roda.
Gambar 17. Cara kerja rem tromol
Kelebihan Rem Tromol
Karena posisinya tertutup, rem tromol tidak gampang di masuki kotoran dari luar.
Kelebihan lainnya adalah kinenja rem tromol lebih lembut dan penampang kampas
rem dapat di buat extra lebar sehingga banyak di gunakan pada kendaraan berat.
Kelemahan Rem Tromol
Karena tidak seluruhnya kampas rem menempel ke tromol roda yang mengakibatkan
daya pengereman pada rem tromol cuma 70% saja. Dan kekurangan lainnya adalah
rem gampang terkena panas karena perangkat rem model tertutup dan jeleknya lagi
apabila menerjang banjir rem tidak akan pakem lagi karena perangakat rem di penuhi
air.
DAFTAR PUSTAKA
Afandi Kusuma. 2011. Rem Tromol (Drum Brake) pada Sepeda Motor.
http://afandikusuma.blogspot.com/2011/12/rem-tromol-drum-brake-sepeda-
motor.html?m=0. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).
Iskandar. 2013. Mengenal Fungsi Rem Tromol. http://iskandar-
73.blogspot.com/2013/05/mengenal-fungsi-rem-
tromol.html#sthash.CaAZNGLZ.dpuf. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei
2014).
Surya Andari. 2013. Pengertian Rem Cakram.
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130628010514AAYv2ip.
(Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).
_______. 3 oktober 2012. Materi Otomotif- Rem Cakram. http://materi-smk-
otomotif.blogspot.com/2012/10/rem-cakram.html. (Diakses pada pada hari
jumat, 16 Mei 2014).
http://agungribowo-otomotif.blogspot.com/2012/06/komponen-rem-tromol-tipe-uni-
servo.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).
http://cartenz-historymaker.blogspot.com/2012/10/ceramic-composite-material-for-
disc.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).
http://muhammadjakariyaho333.blogspot.com/2013/01/komponen-rem-cakram-
adalah.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).
http://dunia-otomotif-mobil.blogspot.com/2013/04/komponen-cara-kerja-dan-fungsi-
rem.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).

Makalah rem cakram_dan_rem_tromol

  • 1.
    MAKALAH REM CAKRAMDAN REM TROMOL Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Elemen Mesin II yang Diampu Oleh Bapak Drs. Karno MW., S.T. Disusun Oleh: Ridho Akhya Fadilah K2512060 Ririn Rohma Wijayanti K2512062 Rosandi Surya Wijaya K2512064 Sarwo Edi K2512066 Setiana Wulaningsih K2512068 Suparyani K2512070 Yahya Dwi Putra Nugraha K2512072 Yusuf Wijaya K2512074 Arseta Budi Utomo K2512076 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta 2014
  • 2.
    REM CAKRAM A. PengertianRem Cakram Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram. Rem jenis ini juga digunakan pada kereta api, sepeda motor, sepeda. Pada mobil balap bahan yang digunakan biasanya dari keramik agar lebih tahan terhadap panas yang ditimbulkan selama proses pengereman. B. Fungsi dan Prinsip Kerja Rem Cakram Kaliper rem merupakan bagian sistem rem yang tugasnya mencengkram disc motor adatu piringan cakram yang menyatu roda sehingga putaran roda bisa berhenti. Prinsip kerja rem cakram bila pedal rem ditekan, silinder utama mengubah tenaga ini menjadi tekanan hidrolik. Operasi pedal rem berdasarkan tuas, dan mengubah tenaga pedal yang kecil menjadi tenaga yang besar yang bekerja pada silinder utama. Berdasarkan hukum Pascal, tenaga hidrolik yang dihasilkan di silinder utama ditransmisikan melalui jalur rem ke masing-masing silinder utama. Tenaga itu bekerja pada brake lining dan bantalan rem cakram untuk menghasilkan tenaga pengereman. Menurut hukum Pascal, tekanan yang digunakan secara eksternal atas cairan terbatas yang dihantarkan secara seragam ke semua arah. Gambar 1. Rem Cakram
  • 3.
    C. Komponen-komponen RemCakram 1. Cakram/ piringan Terbuat dari besi tuang kelabu berbentuk lingkaran yang dipasang atau disatukan dengan roda sehimgga apabila roda berputar maka cakram juga ikut berputar. Gambar 2. Cakram/ piringan 2. Pad / bantalan rem/ diskbrake Terbuat dari metalik fiber dicampur dengan sedikit serbuk besi, fungsinya adalah untuk memberikan gesekan pada piringan saat mendapatkan tekanan hidraulik dari master silinder. Gambar 3. Diskbrake 3. Caliper Adalah rumah piston. Caliper dibedakan menjadi 2 macam menurut konstruksinya yaitu floating caliper dan fixed caliper.
  • 4.
    Gambar 4. Caliper 4.Piston Berfungsi menekan masing-masing sisi piringan cakram. Gambar 5. Piston D. Bahan Baku Rem Cakram Ceramic composite material sendiri adalah material komposit yang terdiri dari serat karbon silikon karbida dan logam silicon. Silikon karbida merupakan komponen utama yang menjaga kekerasan dari material komposit. Serat karbon untuk menjamin kekuatan mekanik yang tinggi serta memberikan kekuatan anti patah yang sangat dibutuhkan pada aplikasinya. Sifat quasiductile dihasilkan dari bahan komposit keramik yang dikombinasikan dengan sifat dari serat karbon serta polychrystalline silicon carbide ceramics menghasilkan elongation sekitar 0,1-0,3% yang cukup tinggi untuk sebuah keramik. Jika diaplikasikan pada sistem pengereman, maka silikon karbida merupakan pilihan pertama untuk high performance brake systems, khususnya dalam mengejar
  • 5.
    bobot yang ringan,kekerasan, dan karakteristik yang stabil dalam tekanan tinggi serta temperatur tinggi, ketahanan terhadap thermal shock. Sifat dari quasiductility membuat umur pemakaian disc brake semakin lama dan juga menghindari masalah rem yang biasa ditemukan pada disc brake dengan material grey cast iron. Adapun jenisnya yaitu Carbon Ceramic Brake (CCB) yang merupakan floating disc brake yang dibuat dari material karbon yang diperkuat oleh serat karbon dan lapisan keramik tambahan pada kedua sisi disc brake yang permukaannya akan mengalami gesekan, untuk aplikasinya rem jenis ini biasanya diaplikasikan pada VW, Porche, Lamborghini, Bugatti, AMG, dan lain sebagainya. Kemudian selain itu biasanya yang dipakai adalah Ceramic Composite Material (CCM) yang merupakan floating disc brake yang terdiri dari serat karbon dan matriks dari keramik, untuk aplikasinya rem ini biasanya diaplikasikan pada Ferrari, Maserati, Alfa Romeo, Aston Martin, Corvette, dan lain-lain. Sedangkan yang berikutnya adalah Ceramic Matrix Composite (CMC) yang merupakan floating disc brake yang diperkuat dengan lapisan keramik tambahan pada kedua permukaan pengereman dan setahu saya diaplikasikan pada McLaren SLR. Gambar 5. Silicon karbida E. Jenis-jenis Rem Cakram 1. Tipe satu piston (floating caliper) Pada tipe ini tekanan hidraulik master silinder akan mendorong kea rah kiri. Cakram bergerak berlawanan arah dengan gerak piston sehingga piringan akan terjepit.
  • 6.
    2. Tipe duapiston (fixed caliper) Pada tipe ini tenaga pengereman yang terjadi adalah saat tekanan hidraulik mendorong kedua piston sehingga piston mendorong pad untuk menjepit piringan/cakram. Kerja dari tipe ini lebih akurat namun radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada diantara cakram dengan velg sehingga dulit tercapainya pendinginan oleh karena itu dibutuhkan komponen yang lebih bayak. Gambar 6. Jenis-jenis rem cakram F. Cara Kerja Rem Cakram Pada kendaraan roda dua, ketika handel rem ditarik, bubungan yang terdapat pada handel rem akan menekan torak yang terdapat dalam master silinder. Torak ini kan mendorong oli rem ke arah saluran oli, yang selanjutnya masuk ke dalam ruangan silinder roda. Pada bagian torak sebelah luar dipasang kanvas atau brake pad, brake pad ini akan menjepit piringan metal dengan memanfaatkan gaya/tekanan torak ke arah luar yang diakibatkan oleh tekanan oli rem tadi dan akhirnya menghentikan ban berputar. Karena rotor rem cakram dan bantalan rem cakram saling menggesek, maka terjadi panas akibat friksi tadi, tetapi, karena rotor rem cakram dan badan rem terbuka, panas friksi yang terjadi dapat dengan mudah menguap.
  • 7.
    Gambar 7. Konstruksidan operasi rem cakram G. Penyetelan Rem (Brake Adjustment) Karena celah rem disesuaikan secara otomatis oleh penutup piston (karet), sehingga celah rem tidak perlu disesuaikan dengan tangan. Ketika pedal rem ditekan, maka tekanan hidrolik akan menggerakkan piston dan mendorong bantalan rem cakram melawan rotor rem cakram. Pada saat ini, piston bergerak sambil menyebabkan penutup piston berubah bentuk, dan saat pedal rem dilepaskan, penutup piston kembali ke bentuk semula, sehingga menggerakkan piston menjauhi bantalan rem cakram. Karenanya, walaupun bantalan rem cakram sudah aus dan piston bergerak, jumlah kembalinya piston selalu sama, sehingga celah antara bantalan rem cakram dan rotor rem cakram dipertahankan pada jarak yang konstan. Gambar 8. Penyetelan rem
  • 8.
    H. Susunan danPemasangan Rem Cakram Tabung sentral terdiri dari 2 piston seporos, seperti pada gambar sebelah. Susunan 2 piston seporos itu tujuannya bukan seperti yang dikatakan para bengkel di atas. Melainkan supaya pada saat pedal rem diinjak, penekanan terjadi secara bertahap. Garis besar konstruksi tabung sentral seperti terpampang pada gambar di butir ini. Minyak rem dari tanki masuk ke tabung sentral (1) melalui 2 saluran searah (2) agar dijamin tidak balik lagi ke tanki ketika ditekan. Di dalam ruang silinder tersusun 2 piston seporos, pistondalam (4) dan piston luar (5) yang masing-masing dijaga posisinya dengan pegas yang cukup kuat. Pegas dalam (7) selalu dilengkapi pembatas langkah guna menjamin langkah piston luar (5) tidak melampaui saluran masuk (2) maupun keluar (3) minyak rem. Karena kalau 2 lobang tersebut terlampau, tentu masuk angin dan minyak cadangan mengalir terbuang ke arah booster. Sedangkan pegas luar (8) kebanyakan juga dilengkapi pembatas langkah. Tapi ada juga yang hanya mengandalkan lipatan pegas ulir yang mengkerut. Intinya sama saja, tidak boleh melampaui saluran masuk (2) maupun keluar (3) minyak rem. Ketegangan pegas dalam (7) dan luar (8) tidak sama. Artinya, ketika tekanan datang dari penyodok (9), piston yang pegasnya lebih lemah akan menghasilkan tekanan Gambar 9. Susunan dan pemasanganrem cakram
  • 9.
    lebih dulu. Danpiston yang pegasnya lebih kuat menyusul setelah yang lemah mencapai pembatas. Jadi fungsi pegas tidak semata-mata menjaga posisi piston, tetapi juga menyusun urutan terjadinya tekanan. I. Indikator Keausan Bantalan Ketika bantalan rem cakram aus dan perlu diganti, indikator keausan bantalan rem cakram menghasilkan suara lengkingan tinggi untuk memberi peringatan pada pengemudi. Pada Corolla, peringatan ini terjadi saat ketebalan bantalan tepat 2.5 mm (0.098 in). Konstruksi dan Operasi rem cakram dapat dijelaskan dimana saat ketebalan bantalan berkurang menjadi kurang dari yang telah disebutkan diatas, maka indikator keausan bantalan, yang terdapat pada piringan belakang bantalan, berhungungan dengan rotor rem cakram dan mengeluarkan suara lengkingan saat mobil berjalan. Ada rem indikator keausan bantalan tipe sensor seperti yang terlihat pada gambar di bawah dimana ketika sensor tersebut aus bersama rem cakram, sirkuit sensor menjadi terbuka. ECU akan mendeteksi sirkuit yang terbuka tadi dan memberi peringatan kepada pengemudi. Gambar 10. Keausan Bantalan Keuntungan Rem Cakram: Kerugian Rem Cakram:  Pengereman lebih stabil  Pendinginan lebih baik  Tidak diperlukan penyetelan  Diperlukan tenaga pengereman yang lebih besar  Debu dan kotoran akan lebih mudah masuk karena system remnya terbuka
  • 10.
    REM TROMOL A. Pengertiandan Fungsi Rem Tromol Rem tromol adalah salah satu konstruksi rem yg sistem pengeremannya menggunakan tromol rem ( brake drum ), sepatu rem ( brake shoe ), dan silinder roda ( wheel cylinder ). Pada dasarnya jenis rem tromol yang digunakan roda depan dan belakang tidak sama, hal ini dimaksudkan supaya system rem dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan persyaratan. Mekanisme penghentian roda dilakukan dengan mengembangkan kedua brake shoe, sehingga menghimpit dinding bagian dalam cover tromol. Adapun komponen yang memicu mengembangnya kedua brake shoe, yaitu putaran batang pengungkit (brake shoe floating cam). Pada intinya, gaya menghimpit rem tromol dipicu gerak hidrolik atau pneumatic. Umumnya rem tromol diaplikasikan pada kedua roda bagian belakang. Seperti rem pada umumnya, rem tromol berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan dapat memarkir kendaraan di tempat yang menurun. Rem tromol merupakan sistem rem yang telah menjadi metode pengereman standar yang digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada beberapa tahun belakangan ini. Alasannya adalah karena rem tromol sederhana dan murah. B. Komponen-komponen Rem Tromol 1. Backing plate adalah landasan untuk penempatan wheel cylinder dan kampas rem. 2. Wheel cylinder adalah komponen rem tromol yang berguna sebagai ruang gerak piston rem dalam melakukan penekan terhadap kampas rem. Wheel cylinder ini berisi minyak rem yang berguna untuk melakukan penekanan terhadap piston rem. Berbeda dengan tipe rem tromol sebelumnya , bahwa jumlah wheel cylinder ini hanya satu buah dalam satu tromol rem , dengan jumlah piston rem dalam wheel cylindernya hanya satu juga.
  • 11.
    3. Piston remadalah komponen dalam wheel cylinder yang menerima tekanan dari minyak rem untuk diteruskan menekan kampas rem guna melakukan pengereman. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa jumlah piston rem dalam satu wheel cylinder hanya ada satu , yaitu ke arah penekanan kampas rem bagian depan. 4. Kampas rem adalah komponen rem yang melakukan gesekan terhadap tromol rem guna mengurangi kecepatan putaran dari tromol rem . Kampas rem mendapat tekanan dari piston rem dalam upayanya bergesekkan dengan tromol rem. Dalam satu tromol terdapat dua buah kampas rem yaitu bagian depan dan bagian belakang. 5. Penyetel rem adalah komponen rem yang berguna mengatur jarak antara tromol dengan kampas rem. Pada tipe ini penyetel rem di pasangkan pada bagian bawah pada ujung kampas rem depan dan kampas rem belakang. Sementara bagian atas dari kampas rem depan dan belakang dipasangkan pada piston rem. Penyetel rem pada tipe rem tromol ini dibuat mengambang terhadap backing plate. 6. Tension spring adalah pegas yang berguna untuk merapatkan kampas rem depan dan belakang agar tidak bergesekan dengan tromol terus menerus setelah pengereman dihentikan. Pegas inilah yang menjamin kedudukan kampas rem bagian atas selalu pada posisi nya yaitu di piston rem dan penyetel rem. 7. Tromol adalah komponen rem yang berhubungan dengan roda . Tromol inilah yang bergesekan dengan kampas rem dalam upaya memperlambat atau menghentikan putaran roda. 8. Spring retainer adalah komponen rem yang berguna mengkaitkan kampas rem ke backing plate.
  • 12.
    Gambar 11. Komponen-komponenrem tromol C. Bentuk dan Bahan Baku Rem Tromol Rem tromol memiliki cover berbentuk seperti cetakan kue bolu. Di dalam cover tromol terdapat sepasang sepatu rem (brake shoe). Gambar 12. Bentuk rem tromol Rem tromol terbuat dari besi tuang dan digabung dengan hub saat rem digunakan sehingga panas gesekan akan timbul dan gaya gesek dari brake lining dikurangi. Drum brake mempunyai sepatu rem (dengan lining) yang berputar berlawanan dengan putaran drum (wheel hub) untuk mengerem roda dengan gesekan. Pada sistem ini terjadi gesekan-gesekan sepatu rem dengan tromol yang
  • 13.
    akan memberikan hasilenergi panas sehingga bisa menghentikan putaran tromol tersebut. Gambar 13. Bentuk dan struktur besi tuang D. Macam-macam Rem Tromol a. Tipe leading and trailing. Jenis ini hanya menggunakan sebuah satu silinder roda dengan dua piston di dalamnya. Sepatu roda yang tidak berhubungan dengan silinder roda ditumpu oleh anchor pin sehingga tidak dapat bergerak. Gaya pengereman tipe ini sama kekuatannya pada saat maju atau mundur sehingga lebih cocok untuk rem roda belakang. Gambar 14. Rem tromol tipe leading and trailing b. Tipe uniservo. Tipe ini hanya memiliki satu silinder roda dan satu piston didalamnya, sepatu rem yang tidak berhubungan dengan sepatu rem masih dapat bergerak. Kekuatan pengereman jenis ini lebih kuat pada saat maju dibanding mundur, sehingga lebi cocok untuk rem depan.
  • 14.
    Gambar 15. Remtromol tipe uniservo c. Tipe duoservo. Tipe ini hampir sama dengan tipe leading and trailing, perbedaannya pada sepatu rem yang tidak berhubungan dengan silinder roda tidak diikat mati, atau diikat mengambang sehingga dapat bergerak. Seperti pada tipe uniservo, tekanan hidraulis yang diterima sepatu rem diteruskan ke sepatu rem yang lain. Kekuatan pengereman tipe ini sama kuatnya antara maju dan mundur, sehingga lebih cocok untuk rem belakang tetapi kekuatan pengeremannya lebih kuat dinanding tipe leading and trailing. E. Cara Kerja Rem Tromol Cara pengoperasian rem tromol pada umumnya secara mekanik yang terdiri dari; pedal rem (brake pedal) dan batang (rod) penggerak. Pengereman pada rem tromol dapat dilakukan dengan internal expander brake (rem pengembangan dari dalam) dan external contracting brake. Pada saat kabel atau batang penghubung (tidak ditarik), sepatu rem dan tromol tidak saling kontak. Tromol rem Gambar 16. Rem tromol tipe duoservo
  • 15.
    berputar bebas mengikutiputaran roda.Tetapi saat kabel rem atau batang penghubung ditarik, lengan rem atau tuas rem memutar cam/nok pada sepatu rem sehingga sepatu rem menjadi mengembang dan kanvas rem (pirodo)nya bergesekan dengan tromol. Akibatnya putaran tromol dapat ditahan atau dihentikan, dan ini juga berarti menahan atau menghentikan putaran roda. Gambar 17. Cara kerja rem tromol Kelebihan Rem Tromol Karena posisinya tertutup, rem tromol tidak gampang di masuki kotoran dari luar. Kelebihan lainnya adalah kinenja rem tromol lebih lembut dan penampang kampas rem dapat di buat extra lebar sehingga banyak di gunakan pada kendaraan berat. Kelemahan Rem Tromol Karena tidak seluruhnya kampas rem menempel ke tromol roda yang mengakibatkan daya pengereman pada rem tromol cuma 70% saja. Dan kekurangan lainnya adalah rem gampang terkena panas karena perangkat rem model tertutup dan jeleknya lagi apabila menerjang banjir rem tidak akan pakem lagi karena perangakat rem di penuhi air.
  • 16.
    DAFTAR PUSTAKA Afandi Kusuma.2011. Rem Tromol (Drum Brake) pada Sepeda Motor. http://afandikusuma.blogspot.com/2011/12/rem-tromol-drum-brake-sepeda- motor.html?m=0. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). Iskandar. 2013. Mengenal Fungsi Rem Tromol. http://iskandar- 73.blogspot.com/2013/05/mengenal-fungsi-rem- tromol.html#sthash.CaAZNGLZ.dpuf. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). Surya Andari. 2013. Pengertian Rem Cakram. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130628010514AAYv2ip. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). _______. 3 oktober 2012. Materi Otomotif- Rem Cakram. http://materi-smk- otomotif.blogspot.com/2012/10/rem-cakram.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). http://agungribowo-otomotif.blogspot.com/2012/06/komponen-rem-tromol-tipe-uni- servo.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). http://cartenz-historymaker.blogspot.com/2012/10/ceramic-composite-material-for- disc.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). http://muhammadjakariyaho333.blogspot.com/2013/01/komponen-rem-cakram- adalah.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014). http://dunia-otomotif-mobil.blogspot.com/2013/04/komponen-cara-kerja-dan-fungsi- rem.html. (Diakses pada pada hari jumat, 16 Mei 2014).