TUGAS KELOMPOK 2
(DUA)
Terimakasih kami

ucapkan kepada dosen :
Kata pujangga cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun
getarannya tampak sekali, ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus
mengendalikan tindakan. Sungguh cinta dapat mengubah pahit menjadi
manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi
rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu
karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya
serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta
( jalaluddin rumi )
Namun hati-hati juga dengan cinta,,karena cinta juga dapat membuat
orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal
menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cin
tanya itu di sambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak di landasi
kepada allah, itulah para pecinta dunia, harta dan wanita, dia lupa akan
cinta allah, cinta yang begitu agung dan merupakan cinta yang utama.
Penger tian CINTA
Cinta adalah kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati
yang menyebabkan seorang terpaut hatinya kepada apa yang di
cintainya dengan penuh semangat dan rasa kasih sayang. Bagi
seorang mukmin cinta pertama dan utama sekali di berikan
kepada allah swt. Allah lebih di cintainya dari pada segalagalanya
dalam hal inia llah berfirman :
“ Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang
yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah . dan
jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui
ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa
kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat
berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”( al-baqarah165 )
:1. Al-mahabbah
al-ula, 2. Almahabbah al-wustha, 3. Al-mahabbah al-adna, pembagian
itu di dasarkan pada surat at-taubah ayat 24 :
Abdullah Nashih ’Ulwan menyebut tiga tingkatan cinta dengan istilah



” Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteriisteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang
kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari
berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orangorang yang fasik”.
Sejalan dengan cintanya kepada allah, seorang mukmin akan
mencintai rasul dan jihad pada jalannya. Ini lah yang di sebut dengan
cinta utama. Sedangkan cinta kepada ibu bapak ,anak-anak,sanak
saudara, harta benda,kedudukan dan segala macamnya adalah cinta
menengah yang harus berada di bawah cinta utama. Artinya segala
sesuatu baru boleh di cintai kalau di izinkan oleh allah dan rasulnya
dan pelaksanaan cinta itu harus sesuai dengan syariat yang telah
diturunkannya. Apa bila cinta menengah di angkat menjadi cinta yang
utama maka cintanya itu jatuh menjadi hina, tidak ada nilainya, inilah
yang di sebut dengan cinta paling rendah
Sebagai ilustrasi bagaimana cinta menengah bisa jatuh menjadi cinta
hina atau cinta yang paling rendah : ” berdagang termasuk perwujudan
dari perwujudan cinta harta benda, tapi apa bila seorang berdagang
tidak lagi memperdulikan halal dan haram, menghalalkan seg ala cara
untuk mencari keuntungan , atau dengan bahasa lain tidak lagi
mengindahkan aturan allah dan

ilustrasi kedua “ termasuk cinta kepada ibu bapak ( abaukum ) adalah
cinta kepada nenek moyang . Dan salah satu bentuk cinta kepada nenek
moyang adalah melestarikan budaya tradisi yang telah di wariskannya
secara turun-temurun, diantara tradisi tersebut ada yang mengandung
unsur syirik atau yang melanggar aturan agama. Sebagai seorang
muslim kita harus bisa memilih mana yang masih sesuai dengan syari’at
agama dan mana yang tidak, misalnya kita berdalih melaksanakan yang
syirik dengan alasan sudah tradisi. Dalam hal ini cinta kepada nenek
moyang yang awalnya al-mahabbatul wustha ( menengah )jatuh menjadi
al-mahabbatul adna karena telah mengabaikan al-mahabbah al-’ula.

Sebagai seorang muslim haruslah dapat bersikap ridha dengan segala
sturan dan keputusan allah SWT. Artinya dia harus dapat menerima
dengan sepenuh hati, tanpa penolakan sedikitpun, sesuatu yang datang
dari allah dan rasulnya baik berupa perintah ataupun penolakan dia akan
melaksanakan dengan sepenuh hati.
Tujuan Mahabbah
• Tujuannya adalah untuk memperoleh
kesenangan batiniah yang sulit dilukiskan
dengan kata-kata, tetapi hanya dirasakan
oleh jiwa.
Selain itu juga mahabbah merupakan hal
keadaan mental seperti senang, perasaan
sedih, perasaan takut dan sebagainya.
Mahabbah berlainan dengan maqam, hal
bersifat sementara, datang dan pergi bagi
para sufi dalam perjalanan mendekatkan
diri pada Allah swt.
Alat Untuk Mencapai Mahabbah
Harun Nasution mengutip pendapat al-Qusyairi ada 3
alat yang digunakan untuk berhubungan dengan
Tuhan yaitu:

1. Al-Qalb, yaitu hati sanubari,
sebagai alat mengetahui sifat-sifat
Tuhan.
2. Roh, yaitu alat untuk mencintai
Tuhan.
3. Sir, yaitu alat untuk melihat
Tuhan.
Ciri-ciri Orang yang
Dicintai ALLAH
• Orang yang Imannya kuat
''Orang mukmin yang kuat lebih dicintai daripada
mukmin yang lemah,tetapi pada masing-masing ada
kelebihan''
• Orang yang berakhlaq tinggi
''Sesungguhnya Allah swt itu indah,Dia Maha
Pemurah dan mencintai Kemurahan,Dia mencintai
ketinggian akhlaq (budi pekerti) dan tidak suka
kepada yang rendah akhlaqnya
• Orang yang syukur kepada-Nya
''sesungguhnya Allah mencintai untuk dipuji'‘
• Orang yang penyantun
''sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang
mukmin, yang faqir tetapi sopan, menjaga diri dan
memiliki tanggungan''
• Orang yang mensyukuri nikmat Allah swt
''Sesungguhnya Allah swt mencintai orang-orang yang
memperlihatkan bekas-bekas nikmat-Nya kepada hamba-Nya
(misalnya bekas nikmat ilmu yang diamalkan)
• Pemuda yang taat
''sesungguhnya Allah mencintai pemuda yang menghabiskan
masa mudanya dalam ketaatan kepada-Nya'‘
• Orang yang lemah lembut
''Sesungguhnya Allah mencintai kelemah lembutan dalam
segala urusan (baik perbuatan,ucapan,pergaulan, dan
sebagainya)
• Orang yang teliti dan tekun
''sesungguhnya Allah swt mencintai dan mengasihi orang
yang bila mengerjakan sesuatu selalu memperbagus dan
menyempurnakan perbuatannya'‘
• Penguasa yang Adil
''sesungguhnya orang yang paling dicintai Allah swt pada hari
qiamat dan yang terdekat kedudukannya kepada-Nya adalah
raja (penguasa) yang adil. Dan orang yang sangat di benciNya dan jauh kedudukan dirinya kepada-Nya adalah raja
(penguasa) yang zalim (suka aniaya)
• Orang yang shalat pada waktunya,berbakti pada kedua orang
tua dan jihad
''perbuatan yang paling disukai Allah adalah shalat pada
waktunya,kemudian berbakti pada ibu bapak, dan jihad
fisabilillah”
• Orang yang istiqomah dalam kebaikan
''amal yang dicintai Allah adalah yang istiqomah' dilakukan
meskipun hanya sedikit
• Orang yang suka menolong sesama
''perbuatan yang paling dicintai Allah swt adalah perbuatan
orang yang suka memberi makan orang miskin karena
kelaparan atau yang suka membayarkan utang oranglain atau
orang yang suka melapangkan kesusahan orang lain
• Orang yang ucapan dan kata-katanya baik
''Jihad (usaha menegakkan Agama Allah) yang lebih dicintai
Allah adalah ucapan (nasihat) yang benar yang disampaikan
kepada seorang raja (penguasa) yang dzalim dan tidak adil
• Orang/Laki-laki yang hatinya selalu tertaut ke Masjid
''Bagian negeri yang lebih dicintai Allah adalah mesjidmesjidnya dan yang lebih di bencinya adalah pasar-pasarnya
Tokoh Yang Mengembangkan
Mahabbah

Tokoh yang memperkenalkan mahabbah adalah
Rabiah al Adawiyah. Ia adalah seorang zahid
perempuan yang amat besar dari Basrah, di Irak. Ia
hidup antara tahun 713-801 M, ada juga yang
menyebutkan ia meninggal pada tahun 185/796 M.
Menurut riwayatnya ia adalah seorang hamba yang
kemudian dibebaskan.
Dalam hidup selanjutnya ia banyak beribadah,
bertaubat, menjauhi hidup duniawi dan menolak
bantuan material yang diberikan orang kepadanya.
Selain itu juga ia betul – betul hidup dalam keadaan
zuhud dan hanya ingin berada dekat dengan Allah
swt dan selalu menolak lamaran pria salih.
Do’a Orang Yang
Mahabbah
Diantara doa dari Rabiatul Adawiyah :
“Ya Rabbi, bila aku menyembah-Mu karena takut
akan neraka bakarlah diriku di dalamnya. Bila aku
menyembah-Mu karena harap akan syurga
jauhkanlah aku dari sana. Namun jika aku
menyembah-Mu hanya demi Engkau maka
janganlah Kau tutup Keindahan Abadi-Mu”.
Betapa tulusnya doa orang yang mahabbah mereka tidak
mengharapkan surga, juga tidak takut pada neraka, yang
mereka harapkan dan ditakuti hanyalah ALLAH
Atas Perhatiannya
kami ucapkan :
Mahabbah

Mahabbah

  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Kata pujangga cintaletaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali, ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta ( jalaluddin rumi ) Namun hati-hati juga dengan cinta,,karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cin tanya itu di sambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak di landasi kepada allah, itulah para pecinta dunia, harta dan wanita, dia lupa akan cinta allah, cinta yang begitu agung dan merupakan cinta yang utama.
  • 5.
    Penger tian CINTA Cintaadalah kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang menyebabkan seorang terpaut hatinya kepada apa yang di cintainya dengan penuh semangat dan rasa kasih sayang. Bagi seorang mukmin cinta pertama dan utama sekali di berikan kepada allah swt. Allah lebih di cintainya dari pada segalagalanya dalam hal inia llah berfirman : “ Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah . dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”( al-baqarah165 )
  • 6.
    :1. Al-mahabbah al-ula, 2.Almahabbah al-wustha, 3. Al-mahabbah al-adna, pembagian itu di dasarkan pada surat at-taubah ayat 24 : Abdullah Nashih ’Ulwan menyebut tiga tingkatan cinta dengan istilah  ” Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteriisteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orangorang yang fasik”. Sejalan dengan cintanya kepada allah, seorang mukmin akan mencintai rasul dan jihad pada jalannya. Ini lah yang di sebut dengan cinta utama. Sedangkan cinta kepada ibu bapak ,anak-anak,sanak saudara, harta benda,kedudukan dan segala macamnya adalah cinta menengah yang harus berada di bawah cinta utama. Artinya segala sesuatu baru boleh di cintai kalau di izinkan oleh allah dan rasulnya dan pelaksanaan cinta itu harus sesuai dengan syariat yang telah diturunkannya. Apa bila cinta menengah di angkat menjadi cinta yang utama maka cintanya itu jatuh menjadi hina, tidak ada nilainya, inilah yang di sebut dengan cinta paling rendah
  • 7.
    Sebagai ilustrasi bagaimanacinta menengah bisa jatuh menjadi cinta hina atau cinta yang paling rendah : ” berdagang termasuk perwujudan dari perwujudan cinta harta benda, tapi apa bila seorang berdagang tidak lagi memperdulikan halal dan haram, menghalalkan seg ala cara untuk mencari keuntungan , atau dengan bahasa lain tidak lagi mengindahkan aturan allah dan ilustrasi kedua “ termasuk cinta kepada ibu bapak ( abaukum ) adalah cinta kepada nenek moyang . Dan salah satu bentuk cinta kepada nenek moyang adalah melestarikan budaya tradisi yang telah di wariskannya secara turun-temurun, diantara tradisi tersebut ada yang mengandung unsur syirik atau yang melanggar aturan agama. Sebagai seorang muslim kita harus bisa memilih mana yang masih sesuai dengan syari’at agama dan mana yang tidak, misalnya kita berdalih melaksanakan yang syirik dengan alasan sudah tradisi. Dalam hal ini cinta kepada nenek moyang yang awalnya al-mahabbatul wustha ( menengah )jatuh menjadi al-mahabbatul adna karena telah mengabaikan al-mahabbah al-’ula. Sebagai seorang muslim haruslah dapat bersikap ridha dengan segala sturan dan keputusan allah SWT. Artinya dia harus dapat menerima dengan sepenuh hati, tanpa penolakan sedikitpun, sesuatu yang datang dari allah dan rasulnya baik berupa perintah ataupun penolakan dia akan melaksanakan dengan sepenuh hati.
  • 8.
    Tujuan Mahabbah • Tujuannyaadalah untuk memperoleh kesenangan batiniah yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, tetapi hanya dirasakan oleh jiwa. Selain itu juga mahabbah merupakan hal keadaan mental seperti senang, perasaan sedih, perasaan takut dan sebagainya. Mahabbah berlainan dengan maqam, hal bersifat sementara, datang dan pergi bagi para sufi dalam perjalanan mendekatkan diri pada Allah swt.
  • 9.
    Alat Untuk MencapaiMahabbah Harun Nasution mengutip pendapat al-Qusyairi ada 3 alat yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan yaitu: 1. Al-Qalb, yaitu hati sanubari, sebagai alat mengetahui sifat-sifat Tuhan. 2. Roh, yaitu alat untuk mencintai Tuhan. 3. Sir, yaitu alat untuk melihat Tuhan.
  • 10.
    Ciri-ciri Orang yang DicintaiALLAH • Orang yang Imannya kuat ''Orang mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah,tetapi pada masing-masing ada kelebihan'' • Orang yang berakhlaq tinggi ''Sesungguhnya Allah swt itu indah,Dia Maha Pemurah dan mencintai Kemurahan,Dia mencintai ketinggian akhlaq (budi pekerti) dan tidak suka kepada yang rendah akhlaqnya • Orang yang syukur kepada-Nya ''sesungguhnya Allah mencintai untuk dipuji'‘ • Orang yang penyantun ''sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang mukmin, yang faqir tetapi sopan, menjaga diri dan memiliki tanggungan''
  • 11.
    • Orang yangmensyukuri nikmat Allah swt ''Sesungguhnya Allah swt mencintai orang-orang yang memperlihatkan bekas-bekas nikmat-Nya kepada hamba-Nya (misalnya bekas nikmat ilmu yang diamalkan) • Pemuda yang taat ''sesungguhnya Allah mencintai pemuda yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan kepada-Nya'‘ • Orang yang lemah lembut ''Sesungguhnya Allah mencintai kelemah lembutan dalam segala urusan (baik perbuatan,ucapan,pergaulan, dan sebagainya) • Orang yang teliti dan tekun ''sesungguhnya Allah swt mencintai dan mengasihi orang yang bila mengerjakan sesuatu selalu memperbagus dan menyempurnakan perbuatannya'‘ • Penguasa yang Adil ''sesungguhnya orang yang paling dicintai Allah swt pada hari qiamat dan yang terdekat kedudukannya kepada-Nya adalah raja (penguasa) yang adil. Dan orang yang sangat di benciNya dan jauh kedudukan dirinya kepada-Nya adalah raja (penguasa) yang zalim (suka aniaya)
  • 12.
    • Orang yangshalat pada waktunya,berbakti pada kedua orang tua dan jihad ''perbuatan yang paling disukai Allah adalah shalat pada waktunya,kemudian berbakti pada ibu bapak, dan jihad fisabilillah” • Orang yang istiqomah dalam kebaikan ''amal yang dicintai Allah adalah yang istiqomah' dilakukan meskipun hanya sedikit • Orang yang suka menolong sesama ''perbuatan yang paling dicintai Allah swt adalah perbuatan orang yang suka memberi makan orang miskin karena kelaparan atau yang suka membayarkan utang oranglain atau orang yang suka melapangkan kesusahan orang lain • Orang yang ucapan dan kata-katanya baik ''Jihad (usaha menegakkan Agama Allah) yang lebih dicintai Allah adalah ucapan (nasihat) yang benar yang disampaikan kepada seorang raja (penguasa) yang dzalim dan tidak adil • Orang/Laki-laki yang hatinya selalu tertaut ke Masjid ''Bagian negeri yang lebih dicintai Allah adalah mesjidmesjidnya dan yang lebih di bencinya adalah pasar-pasarnya
  • 13.
    Tokoh Yang Mengembangkan Mahabbah Tokohyang memperkenalkan mahabbah adalah Rabiah al Adawiyah. Ia adalah seorang zahid perempuan yang amat besar dari Basrah, di Irak. Ia hidup antara tahun 713-801 M, ada juga yang menyebutkan ia meninggal pada tahun 185/796 M. Menurut riwayatnya ia adalah seorang hamba yang kemudian dibebaskan. Dalam hidup selanjutnya ia banyak beribadah, bertaubat, menjauhi hidup duniawi dan menolak bantuan material yang diberikan orang kepadanya. Selain itu juga ia betul – betul hidup dalam keadaan zuhud dan hanya ingin berada dekat dengan Allah swt dan selalu menolak lamaran pria salih.
  • 14.
    Do’a Orang Yang Mahabbah Diantaradoa dari Rabiatul Adawiyah : “Ya Rabbi, bila aku menyembah-Mu karena takut akan neraka bakarlah diriku di dalamnya. Bila aku menyembah-Mu karena harap akan syurga jauhkanlah aku dari sana. Namun jika aku menyembah-Mu hanya demi Engkau maka janganlah Kau tutup Keindahan Abadi-Mu”. Betapa tulusnya doa orang yang mahabbah mereka tidak mengharapkan surga, juga tidak takut pada neraka, yang mereka harapkan dan ditakuti hanyalah ALLAH
  • 15.