PENGERTIAN AL MAHABBAH atau
HUB
• Berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang
secara harfiah berarti mencintai secara mendalam
• Mahabbah dapat pula berarti suatu usaha sungguh-
sungguh dari seorang untuk mencapai tingkat ruhaniah
tertinggi dengan tercapainya gambaran yang mutlak yaitu
cinta kepada Allah
DALIL dan KEUTAMAAN
MAHABBAH
• Allah berfirman:
• “…Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintaiNya…”(Al-Maidah:54)
• “...mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai
Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta
mereka kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang
berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa
(pada hari kiamat)..” (Al-Baqarah ayat 165)
• Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-
dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali
Imran: 31)
SEBAB-SEBAB TIMBULNYA
MAHABBAH
• Para Ulama menyebutkan sebab-sebab timbulnya cinta antara lain yaitu:
1. Membaca Al-qur’an dengan memahami dan memikirkan arti dan maksudnya,
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjalankan yang sunnah,
3. Selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, baik dengan lisan, hati
maupun amal perbuatan,
4. Melebihkan semua yang dicintaiNya atas semua yang engkau cintai ketika
engkau dikuasai oleh hawa nafsu,
5. Hati yang selalu mengingat nama-namaNya dan sifat-sifatNya menyaksikan
keagunganNya, ma’rifat kepadaNya dan berkutat ditaman ma’rifat ini,
6. Mengakui semua kebaikan dan nikmat-nikmatnya,
7. Luluhnya hati secara keseluruhan dihadapan Allah, karena merasa hina dan
rendah diri,
8. Berkhalwat bersamaNya untuk bermunajat kepadaNya,
9. Bergaul dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah,
10.Menjauhi apa-apa yang dapat melepaskan ikatan antara hati dan Allah.
TANDA-TANDA MAHABBAH
• Tanda-tanda cinta yang dimiliki oleh seseorang banyak sekali,
diantaranya:
1. Senang bertemu kekasihnya dengan cara kasyf (terbukanya
tabir) dan menyaksikan-Nya disurga,
2. Mengutamakan apa-apa yang dicintai Allah atas apa-apa
yang dicintainya, baik dalam lahirnya maupun dalam
batinnya,
3. Memperbanyak dzikir kepada Allah, lisan dan hatinya tidak
pernah berhenti berdzikir,
4. Berkhalwat kepada Allah, bermunajat kepadaNya dan
membaca kitabNya,
5. Tidak menyesali apa-apa yang hilang darinya, selain Allah
dan sangat menyesal jika dia melewatkan waktunya tanpa
berdzikir dan taat kepada Allah, ketika dia lalai dia selalu
kembali kepada-Nya dengan memohon kerelaan-Nya dan
bertaubat kepadanya,
TANDA-TANDA MAHABBAH
• Tanda-tanda cinta yang dimiliki oleh seseorang banyak sekali,
diantaranya:
6. Menikmati ketaatan, tidak menganggapnya berat dan tidak
merasakan keberatan,
7. Bersikap lembut dan sayang kepada hamba-hamba Allah
dan bersikap tegas kepada musuh-musuhNya,
8. Merasa takut dan berharap dalam mencintai Allah, dibawah
keagungan dan kemulian-Nya,
9. Menyembunyikan perasaan cinta, menghindari pengakuan
dan tidak memperlihatkan cinta tersebut sebagai wujud
pengagungan pemuliaan, penghormatan kepada sang
kekasih,
10. Senang dan ridho kepada Allah. Adapun tanda-tanda
senang kepada Allah adalah tidak bermanja-manja dengan
makhluk, dan menikmati dzikir kepada Allah.
TINGKATAN-TINGKATAN
MAHABBAH
• Para Ulama menyebutkan bahwa cinta memiliki sepuluh
tingkatan:
1. Al-’Ilaqah (gantungan),
2. Al-Iradah (keinginan),
3. Ash-shababah (ketercurahan),
4. Al-Gharam (cinta yang menyala-nyala),
5. Al-Widad (kelembutan),
6. Asy-Syaghaf (cinta yang mendalam),
7. Al-‘Isyq (kerinduan),
8. At-Tayammum,
9. At-ta’abbud (penghambaan),
10. Al-Khullah.
ALAT UNTUK MENCAPAI
MAHABBAH
• Harun Nasution mengatakan bahwa dalam diri manusia
terdapat tiga alat yang di gunakan untuk berhubungan
dengan Tuhan :
• Pertama Al-Qalb hati sanubari, sebagai alat untuk
mengetahui sifat sifat Tuhan,
• Kedua Roh, sebagai alat untuk mencintai Tuhan,
• Ketiga Sir sebagai alat untuk melihat Tuhan.
TOKOH yang MENGEMBANGKAN
MAHABBAH
• Hampir seluruh literatur bidang tasawuf menyebutkan
bahwa tokoh yang memperkenalkan ajaran mahabbah ini
adalah Rabi’ah al-Adawiyah
• Seorang zahid perempuan yang amat besar dari Bashrah,
di Irak
• Hidup antara tahun 713-801 H
• Corak tasawuf Rabi’ah yang begitu menonjolkan cinta
kepada Tuhan tanpa pamrih apapun merupakan suatu
corak tasawuf yang baru di zamannya
Mahabbah atau hub

Mahabbah atau hub

  • 3.
    PENGERTIAN AL MAHABBAHatau HUB • Berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam • Mahabbah dapat pula berarti suatu usaha sungguh- sungguh dari seorang untuk mencapai tingkat ruhaniah tertinggi dengan tercapainya gambaran yang mutlak yaitu cinta kepada Allah
  • 4.
    DALIL dan KEUTAMAAN MAHABBAH •Allah berfirman: • “…Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya…”(Al-Maidah:54) • “...mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat)..” (Al-Baqarah ayat 165) • Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa- dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)
  • 5.
    SEBAB-SEBAB TIMBULNYA MAHABBAH • ParaUlama menyebutkan sebab-sebab timbulnya cinta antara lain yaitu: 1. Membaca Al-qur’an dengan memahami dan memikirkan arti dan maksudnya, 2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjalankan yang sunnah, 3. Selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, baik dengan lisan, hati maupun amal perbuatan, 4. Melebihkan semua yang dicintaiNya atas semua yang engkau cintai ketika engkau dikuasai oleh hawa nafsu, 5. Hati yang selalu mengingat nama-namaNya dan sifat-sifatNya menyaksikan keagunganNya, ma’rifat kepadaNya dan berkutat ditaman ma’rifat ini, 6. Mengakui semua kebaikan dan nikmat-nikmatnya, 7. Luluhnya hati secara keseluruhan dihadapan Allah, karena merasa hina dan rendah diri, 8. Berkhalwat bersamaNya untuk bermunajat kepadaNya, 9. Bergaul dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah, 10.Menjauhi apa-apa yang dapat melepaskan ikatan antara hati dan Allah.
  • 6.
    TANDA-TANDA MAHABBAH • Tanda-tandacinta yang dimiliki oleh seseorang banyak sekali, diantaranya: 1. Senang bertemu kekasihnya dengan cara kasyf (terbukanya tabir) dan menyaksikan-Nya disurga, 2. Mengutamakan apa-apa yang dicintai Allah atas apa-apa yang dicintainya, baik dalam lahirnya maupun dalam batinnya, 3. Memperbanyak dzikir kepada Allah, lisan dan hatinya tidak pernah berhenti berdzikir, 4. Berkhalwat kepada Allah, bermunajat kepadaNya dan membaca kitabNya, 5. Tidak menyesali apa-apa yang hilang darinya, selain Allah dan sangat menyesal jika dia melewatkan waktunya tanpa berdzikir dan taat kepada Allah, ketika dia lalai dia selalu kembali kepada-Nya dengan memohon kerelaan-Nya dan bertaubat kepadanya,
  • 7.
    TANDA-TANDA MAHABBAH • Tanda-tandacinta yang dimiliki oleh seseorang banyak sekali, diantaranya: 6. Menikmati ketaatan, tidak menganggapnya berat dan tidak merasakan keberatan, 7. Bersikap lembut dan sayang kepada hamba-hamba Allah dan bersikap tegas kepada musuh-musuhNya, 8. Merasa takut dan berharap dalam mencintai Allah, dibawah keagungan dan kemulian-Nya, 9. Menyembunyikan perasaan cinta, menghindari pengakuan dan tidak memperlihatkan cinta tersebut sebagai wujud pengagungan pemuliaan, penghormatan kepada sang kekasih, 10. Senang dan ridho kepada Allah. Adapun tanda-tanda senang kepada Allah adalah tidak bermanja-manja dengan makhluk, dan menikmati dzikir kepada Allah.
  • 8.
    TINGKATAN-TINGKATAN MAHABBAH • Para Ulamamenyebutkan bahwa cinta memiliki sepuluh tingkatan: 1. Al-’Ilaqah (gantungan), 2. Al-Iradah (keinginan), 3. Ash-shababah (ketercurahan), 4. Al-Gharam (cinta yang menyala-nyala), 5. Al-Widad (kelembutan), 6. Asy-Syaghaf (cinta yang mendalam), 7. Al-‘Isyq (kerinduan), 8. At-Tayammum, 9. At-ta’abbud (penghambaan), 10. Al-Khullah.
  • 9.
    ALAT UNTUK MENCAPAI MAHABBAH •Harun Nasution mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat tiga alat yang di gunakan untuk berhubungan dengan Tuhan : • Pertama Al-Qalb hati sanubari, sebagai alat untuk mengetahui sifat sifat Tuhan, • Kedua Roh, sebagai alat untuk mencintai Tuhan, • Ketiga Sir sebagai alat untuk melihat Tuhan.
  • 10.
    TOKOH yang MENGEMBANGKAN MAHABBAH •Hampir seluruh literatur bidang tasawuf menyebutkan bahwa tokoh yang memperkenalkan ajaran mahabbah ini adalah Rabi’ah al-Adawiyah • Seorang zahid perempuan yang amat besar dari Bashrah, di Irak • Hidup antara tahun 713-801 H • Corak tasawuf Rabi’ah yang begitu menonjolkan cinta kepada Tuhan tanpa pamrih apapun merupakan suatu corak tasawuf yang baru di zamannya